[RiHyuk Love Story] Inoubliable

Title : Inoubliable

Author : Grace a.k.a Kimmy

Genre : Romance

Length : Oneshot (short oneshot /sobs/)

Main Casts :

– Lee Hyukjae

– Kim Yoonri

Soundtrack :

– John Legend – All of Me

 

*******

Cause all of me

Loves all of you

Love your curves and all your edges

All your perfect imperfection

04 April 2014 – Apgeujong

“Onnie, sekarang onnie dimana? Aku sudah di seberang kedai es krim yang kau maksud..”

“……….”

“Mwoya.. Kenapa onnie lama sekali jalannya seperti babi saja.”

“……….”

“Arra, arra. Sudah lebih baik onnie sekarang datang kemari, kutunggu di kedai es krim ya. Jangan terlalu lama berjalan, nanti jodohnya diambil orang lagi.. Bye!”

Siang yang indah, siang yang selalu didambakan oleh gadis yang sedang duduk di salah satu kursi kedai es krim di ujung jalan distrik Apgeujong. Yoonri kembali menyunggingkan senyum, tahun ini di tanggal ini dia bisa menikmati pagi di kota kelahirannya bersama orang-orang tersayang, tidak seperti tahun lalu. Tahun lalu hidupnya seakan dipenuhi rasa bimbang dan rasa bersalah. Yoonri mulai menyendok satu demi satu es krim rasa cookies & cream kesukaannya. Jemarinya diketukkan ke meja sambil matanya menerawang, memikirkan apa yang harus dia beli untuk kekasihnya yang berulang tahun hari ini. Dia ingin memberikan yang berbeda, segala macam barang dari sepatu hingga topi yang tidak bermerk hingga yang berharga luar biasa tidak manusiawi sudah dimiliki oleh kekasihnya. Dia benarbenar harus berpikir ekstra untuk mencari kado kali ini, maka dari itu dia mengajak bertemu ‘onnie’ yang sampai sekarang tak kunjung datang.

“Memang onnie yang satu ini, lambat sekali. Huh kalau tidak lambat mana mungkin pacarnya diserobot orang…”

“YA!”

Yoonri merasakan pukulan keras pada tempurung kepalanya, cukup keras hingga membuat kepalanya sedikit berputar. Sudah lambat, galak pula. Dulu dia pikir onnie yang satu ini lemah lembut dan pemalu, tapi ternyata itu semua hanya mitos.

“Sakit onnie, sakit sekali..”

“Salah siapa kau bilang aku lambat..”

“Ya memang onnie lambat, sudah tau aku pusing memikirkan kado dan ingin mengajak berdiskusi malah terlambat lama sekali..”

“Hehe, mianhae. Tadi aku masih ada urusan kantor sebentar. Jadi, apa yang bisa kubantu?”

Akhirnya mereka berdua berdiskusi sambil memakan es krim yang sudah mulai meleleh karena terik matahari Seoul. Sudah lama sekali rasanya mereka tidak bertemu, baru sebulan terakhir ini akhirnya mereka bisa saling berhubungan tanpa hambatan. Yoonri sedang libur selama hampir dua bulan dan memilih untuk meninggalkan negri singa, dan kebetulan juga wanita yang ada di hadapannya itu juga entah bagaimana sudah berada di Seoul. Meskipun mereka mengenal satu sama lain karena seseorang yang mungkin namanya lebih baik tidak disebut saat ini, hubungan mereka masih baik dan bahkan lebih akrab lagi. Yoonri dan Yejin tertawa bersama dengan lelucon yang dilontarkan satu sama lain.

“Jadi sudah ada ide?” Yoonri menggeleng sambil menunjukkan pouty mouth andalannya. Pusing. Dia sangat pusing.

“Monyet kampung itu sudah memiliki apapun. Meori buto balkeut kaji. Terakhir kali aku masuk ke closetnya puluhan barang bermerk sudah dia miliki.”

“Monyet kampung mwoya~”

“Dia memang kampungan onnie, dimana-mana kalau sedang ulang tahun biasanya mereka hanya mengucapkan terima kasih saja dalam satu tweet. Monyet satu ini spamming dirinya sendiri agar diberi ucapan selamat oleh fans. Bodoh sekali, memang aku tidak tau modusnya itu..”

Yejin hanya tersenyum mendengarkan cerita Yoonri, semenjak kepergiannya banyak yang berubah namun juga ada yang tetap begitu. Seperti hubungan Yoonri dan Eunhyuk oppa ini, dari dulu hingga saat ini mereka masih saja saling mengejek satu sama lain walaupun di dalam hati masing-masing sudah meletup-letup. Senyuman itu menyiratkan kesedihkan, memori itu mengingatkannya pada kisah lamanya dengan orang itu. Orang yang sampai saat ini masih tetap bisa menghantuinya.

“Onnie jangan melamun, nanti bisa kesambet. Aku repot.”

“Kalian jangan pernah putus ya..”

“Ne?”

“Kalian berdua, kau dan Eunhyuk oppa jangan sampai kalian putus. Aku sangat iri melihat kebersamaan kalian, walaupun kalian sering kali bertengkar satu sama lain, hubungan kalian masih tetap saja harmonis. Sungguh, aku sangat iri sekaligus bahagia. Mungkin memang sebuah hubungan yang sebenarnya ya seperti itu.”

Yoonri tertegun, bingung harus berkomentar apa. Yoonri tau persis apa yang sedang Yejin bicarakan dan apa yang Yejin maksud. Jika diingat-ingat dia juga ikut sakit hati walaupun pelaku kejahatan itu adalah sahabatnya sendiri

“Onnie, jangan seperti wanita malang yang kesepian begitu. Apa perlu aku panggilkan badut untuk menghiburmu?”

“YA! Kau ini, aku kan sedang romantis kenapa kau merusaknya begitu saja. Dasar gadis gila..”

“Kalau aku tidak gila, aku tidak mungkin memilih Hyukjae sebagai kekasih onnie. Leeteuk oppa saja lebih baik dari dia. Ck! Aku rasa aku memang memiliki gangguan otak.”

Yejin tertawa sambil memukul pelan kepala Yoonri dan beranjak dari tempat duduknya kemudian merapikan blouse yang bentuknya mulai kisut.

“Ayo, coba kita jalan sambil melihat-lihat apa yang harus kau beli..”

“Eo.. Onnie duluan saja, aku mau ke toilet dulu..”

Yejin berjalan keluar kedai, meregangkan badannya yang sedikit lelah. Sudah hampir sebulan dia kembali, terkadang kota ini memang membuatnya sakit malarindu, terlebih lagi orang-orang yang ada di dalam kota ini, kenangan-kenangan yang dulu pernah terukir juga termasuk di dalamnya.

“Ahh.. Bogosipda.”

Yejin menoleh ke kanan dan ke kiri sampai akhirnya matanya terhenti pada seseorang yang sekarang sedang memandanginya dengan sorot mata yang tidak bisa dijelaskan, walaupun sebagian mukanya tertutupi masker Yejin yakin betul sosok itu. Rasanya seperti mimpi, entah mimpi indah atau mimpi buruk Yejin juga tidak tau. Kenapa akhirnya mereka bertemu? Kenapa bisa mereka bertemu? Waktu jeda beberapa menit tersebut diiringi dengan suara-suara penduduk Seoul yang berlalu-lalang di Apgeujong. Melihat sosoknya ternyata membawa memori dan rasa sakit itu kembali lagi. Dia benar-benar tidak tau harus bagaimana.

“Onnie, kajja..” Yoonri menarik lengan Yejin yang masih mematung dan memandangi Yejin dengan penuh tanya.

“Yoonri-ya, apa kau yang merencanakan ini semua?”

“Merencanakan mwo…” Yoonri tak lagi melanjutkan kata-katanya. Dia tau apa yang dibicarakan Yejin. Dia terkejut mendapati Ryeowook yang berdiri mematung beberapa meter di hadapannya dan Eunhyuk yang sudah ada di belakang Ryeowook dengan pandangan yang tidak kalah terkejut. Skenario macam apa ini.

“Onnie, tidak.. Ini tidak seperti yang onnie pikirkan.. Aku..”

“Cukup Yoonri-ya, aku kira kau mau membantuku, tapi ternyata kau seperti ini. Terima kasih atas kejutannya, kau sungguh mengejutkanku. Kau salah timing, ini bukan lagi AprilMop Yoonri-ya. Tidak ada yang lucu dari ini semua..”

Yejin meninggalkan Yoonri begitu saja sambil setengah berlari. Sebelum pergi Yoonri sempat melihat mata Yejin yang berkaca-kaca. Apa yang sebenarnya terjadi? Bahkan dia juga tidak tau kenapa kejadiannya bisa mendramatisir begini. Dilihatnya lagi Ryeowook yang masih saja mematung, pancaran mata kesedihan, lega, tidak percaya, dan yang paling besar yaitu kecewa terpancar di matanya. Yoonri mendekati Ryeowook, mencoba untuk menjelaskan, agar tidak ada lagi salah paham. Namun Ryeowook langsung mengangkat tangannya saat Yoonri sudah beberapa meter mendekatinya. Tanpa mengucapkan sepatah katapun Ryeowook berjalan pergi meninggalkan partner berbelanjanya tadi. Dia sudah tidak bisa berpikir apapun.

“Kau.. Kenapa tidak cerita padaku?” terdengar suara lirih dari laki-laki yang sekarang ada di hadapannya. Yoonri semakin pusing lagi, cukup Yejin dan Ryeowook yang marah padanya, apa perlu Eunhyuk juga marah padanya?

“Apa kau akan melimpahkan kesalahan itu semua untukku?”

Eunhyuk rasanya ingin memeluk Yoonri saat itu juga, tidak dia tidak menyalahkan Yoonri. Yoonri pasti punya alasan kenapa dia menutupinya, dan Eunhyuk tau betul bahwa ini hanyalah ketidak sengajaan. Tapi apa yang akan terjadi kalau dia memeluk Yoonri di keramaian begini.

“Damn…”

Yoonri memandang Eunhyuk bingung.

“Sudahlah, mari kita egois hanya untuk hari ini. Biarkanlah masalah rumit Ryeowook dan Yejin kita pikirkan esok hari atau entah kapan. Aku hanya ingin menghabiskan hari yang indah ini denganmu. Mengerti?”

Senyuman Yoonri sedikit mengembang, inilah kelemahannya, Lee Hyukjae adalah kelemahannya. Lee Hyukjae selalu bisa membawanya menjauhi masalah-masalah yang menghantuinya, Lee Hyukjae yang tidak pernah menghakiminya, Lee Hyukjae yang terlalu mengerti Kim Yoonri.

“Apa yang kau lakukan di sini?”

“Sebenarnya tadi aku hanya ingin berjalan-jalan dengan Ryeowook sebelum Music Bank, tapi ya.. Ternyata ada kejadian mengejutkan seperti ini.” Eunhyuk menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Benar rasanya ingin sekali memeluk gadis di hadapannya ini, Yoonri memang sudah kurang lebih seminggu ini di Seoul, tapi mereka tak kunjung bertemu karena kesibukan Eunhyuk mempromosikan album terbaru Super Junior M-Swing.

“Tu me manque, Lee Hyukjae..”

“Hah? Kau bicara apa sih?” Yoonri hanya tersenyum sambil menggeleng. Jelas saja Eunhyuk tidak paham apa yang dia katakan, bicara bahasa Inggris saja masih belepotan. Yoonri memandangi kekasihnya kemudian menghela nafas panjang. Dia tidak tau bagaimana mereka bisa sampai ke tahap ini. Yoonri kemudian mengakjak Eunhyuk kembali ke kedai es krim, dia ingin mengobrol secara langsung, rasanya sudah lama sekali. Mereka berdua duduk di pojok kedai yang sepi pengunjung tersebut, seakan yakin tidak ada yang akan mengenalinya Eunhyuk melepas maskernya dan mulai memakan es krim strawberrynya dengan lahap. Yoonri hanya memandangi dengan senyum dan menggeleng saat Eunhyuk menawarinya.

“Nanti malam kau bisa kan?”

“Tentu saja, aku sampai memohon pada Manager hyung agar menggeser jadwal Sukira menjadi Senin. Memang kau membuat pesta dimana?”

Yoonri tersenyum lagi, hari ini dia sedang murah senyum. Kemarin mereka berdua sudah membicarakan perihal ini di kakao tapi Yoonri tak kunjung memberi tahu Eunhyuk tentang pesta nanti malam.

“Tadi… Bahasa apa?”

“Perancis..”

“Woaaa daebak! Orang-orang asing itu mengajarimu dengan baik. Jadi sekarang kau bisa bahasa Perancis? Je t’aime Kimmy..”

“Cih.. Kau hanya bisa bilang seperti itu. Memalukan.”

Eunhyuk memanyunkan bibirnya mendengar ejekan Yoonri. Maksud dia tadi agar suasana menjadi lebih romantis, tapi dia selalu lupa pengalaman yang lalu. Gadis di hadapannya ini kan tidak mempan dengan yang begituan, yang ada dia lagi yang dibully.

“Memang tadi artinya apa?” bukannya menjawab Yoonri malah mengambil ponselnya. Semenit kemudian Yoonri sudah menyodorkan kembali ponselnya dengan layar yang bertuliskan I miss you.

“Aku tau kau memang selalu merindukanku. Na ddo bogosipda!”

Kemudian alunan piano terdengar di seluruh penjuru kedai. Lagu ini, lagu yang menggambarkan perasaan Yoonri. John Legend – All of Me.

“Aku suka sekali lagu ini. Lagu ini sangat indah..”

Eunhyuk menghentikan aktifitasnya dan memandang Yoonri yang menikmati alunan lagu itu.

“You are crazy and I’m out of my mind… Setiap aku mendengar ini aku selalu mengingatmu. Dan lucunya kau juga sangat menyukai lagu ini. Kita memang berjodoh Kimmmy-ya!”

“Cih.. Jodoh apanya..” suara dering ponsel mengganggu percakapan mereka. Ponsel Eunhyuk berbunyi, dari Manager Hyung. Yoonri mempersilahkan Eunhyuk untuk menjawab panggilan tersebut sambil menikmati sisa-sisa lagu All of Me yang teralun.

“Aku harus kembali.. Jadi, nanti malam kan? Kujemput sehabis Music Bank ya.”

Yoonri mengagguk dan Eunhyuk beranjak dari tempat duduknya, bersiap untuk pergi dan menggunakan atribut lengkap agar penyamarannya kembali sempurna. Saat Eunhyuk sudah akan melangkah keluar Yoonri menarik lengannya dan mengecup bibir Eunhyuk yang sudah tertutup masker.

“Happy Birthday, one of the best man in my life. I love you. Je t’aime Lee Hyukjae.”

Eunhyuk tersenyum dan melepas maskernya kemudian mencium Yoonri tepat di bibir. Ini yang sedari tadi ingin dia lakukan, ciuman itu mewakili luapan rindu, sayang, dan cintanya terhadap Yoonri. Dia tau apa yang dia lakukan ini penuh dengan resiko. Tapi jika bersama Yoonri dia bahkan tidak takut dengan semua resiko yang akan harus dia tanggung. Keduanya melepaskan ciuman tersebut dengan berat hati, Eunhyuk menyadarkan dahinya ke dahi Yoonri. Meresapi perasaan yang meluap.

“Terima kasih sudah selalu ada untukku, terima kasih sudah mau menemaniku Kimmy-ya. Na ddo saranghae.. Neomu saranghanda..”

 

– T.B.C –

Happy Birthday the best man of my life  love you, forever and always! Always be Lee Hyukjae that we love, that i love the most.

hi readers! long time no chat ^^ i’ve been busy with my college year /sobs/ i’m really sorry i didn’t post anything for almost one year TvT and i’m back with this fiction. bukan fiction yang bagus, jujur aja karena saking lamanya udah nggak nulis aku sempet pusing kemarin mau nulis gimana, akhirnya jadinya begini. ini TBC bener-bener ada lanjutannya, dan lanjutannya masih di hari yang sama ^^ aku usahain minggu depan mungkin udah jadi karena sekarang kuliah aku setiap jumat libur jadi bisa nulis gitu deh 🙂 aku berterima kasih buat readers yang masih mau baca apa lagi yang masih mau comment :’) kalian semangatku untuk menulis after Hyukjae of course /slaps/ anyway enjoy ya! love love from me xx

PS: i know it’s likr ago, bagi yang kemarin merasa menang ff contest please send me your data to 082227689728 T________T i know it’s super late but i really want to send it to you. maaf banget ya belum dikirim :(((((( dulu pas mau kirim hpnya nggak bisa dibuka karena aku lupa passwordnya *ini serius, bodoh banget ya* data-data kalian jadi ilang semua TvT please send me asap ya. aku merasa bersalah, thank you!

5 thoughts on “[RiHyuk Love Story] Inoubliable

  1. Lee Hyukjae ini loh. Maen cipok cipok aja ntar klo ketauan macam khunfanny piye? -.-

    si yoonri kaga jadi beli kado dong yak? Ahh, sayang sekali. Padahal tadinya mau disaranin beli kandang yg bagusan dikit bakal monyet kampung hyukjae /plakk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s