{JinHaeXy} Gone Not Around Any Longer [BAB VI]

IMG-20130311-WA001

Title : Gone Not Around Any Longer

Author : Nisya (Donghae’s Wife)

Rate : PG15

Length : NOVEL

Cast :

  • Lee Haejin
  • Lee Donghae
  • 2 Other Main Cast

 

(Setting Waktu : Golden Disk Awards, Sepang Malaysia, Januari 2013)

“KALAU begitu, rasanya tak ada lagi yang perlu kita bahas.” Junjin Oppa menghela napas dalam-dalam. Seluruh staff Felidis, beserta ketiga member, melakukan rapat dadakan di kamar Junjin Oppa, pagi hari sebelum Golden Disk Awards, tepat setelah semalam berita mengejutkan datang dari mantan coordie mereka.

   ”Tapi kenapa tidak pakai kontrak?! Kita bisa menuntut Cheonsa untuk menyelesaikan pekerjaannya terlebih dahulu! Dia meninggalkan Felidis begitu saja! Jika ia mundur baik-baik toh kami juga takkan marah, kok.” Kata Chihoon berapi-api. Selain Haejin, Chihoon adalah yang paling emosi menanggapi berita ini, sementara Kyorin shock, namun seperti biasa, diam dan tak mengatakan apa-apa.

   Junjin Oppa menggeleng. ”Cheonsa bekerja memang meminta freelance, karena ia bilang harus sekolah. Tetapi selama ini ia bisa menyelesaikan pekerjaannya dengan baik. Baru belakangan ini saja bukan, ia mulai sering bolos?” Junjin Oppa menatap Hyorin.

   ”Ne.” Hyorin mengangguk, tak bersemangat.

   ”Dia coordie kita! Aku tahu dia masih muda dan terlalu stylish dan bergaya, tapi tak kusangka karena dia juga mau menjadi idol. Eonnie,” Chihoon menoleh menatap Haejin sambil bertolak pinggang. ”Bagaimana menurutmu? Apa menurutmu Cheonsa sengaja menutup-nutupi?”

   Kyorin menghela napas. ”Mau tak mau kita berpikir begitu, Chihoon-ah. Cheonsa sudah menjadi trainee di KW Entertainment sejak lama.”

   ”Kuharap dia mendapat nilai A dalam kelas akting!” seru Chihoon pedas.

   Haejin memijit pelipisnya kuat-kuat. ”Sekarang kita tidak perlu memikirkan Cheonsa terlebih dahulu. Hyorin Eonnie, kuharap kau bisa segera menemukan pengganti Cheonsa. Dan kali ini ia bukan trainee dari perusahaan manapun!”

   Hyorin Eonnie mengangguk. ”Ne, Haejin-ah.”

   ”Kalau begitu sekarang kita tinggalkan sejenak masalah Cheonsa,” Junjin Oppa duduk dan mengeluarkan Galaxy Tab-nya. ”Ada tawaran dari MBC untuk Felidis.” Ia menatap lurus ketiga anak asuhnya, yang terlihat tak bersemangat, lesu, seolah tenaga mereka tersedot oleh berita mengejutkan dari sang coordie.

   Haejin menyilangkan kakinya. ”Tawaran apa?”

   ”Untuk melangsungkan semacam showcase untuk comeback kalian, mini album.” Jelas Junjin Oppa. ”Seperti Romantic Fantasy milik SNSD. Kalian juga dipercaya untuk mendiskusikan konsep acaranya, dan menyanyikan lagu-lagu dari mini album kalian, serta menunjukkan bakat-bakat kalian.”

   Kyorin dan Chihoon saling pandang, tertarik.

   ”Woah, daebak…” Haejin mengambil Galaxy Tab dari tangan Junjin dan membaca tawaran tersebut. ”Semacam showcase… kita harus melakukan promosi tidak langsung disini.”

   ”Apa maksudmu promosi tidak langsung sih?” tanya Junjin Oppa tetap tidak mengerti maksud Haejin dengan ’promosi tak langsung’ ala leader Felidis tersebut. Dan karena ini adalah Haejin, idenya pasti nyeleneh.

   ”Kapan kita diminta rapat, Oppa?” Haejin mendongak menatap Junjin Oppa.

   Junjin Oppa menjawab. ”Segera, agar bisa memulai persiapan apa saja yang harus dilakukan.”

   ”Atur segera setelah kita kembali ke Seoul,” kata Haejin mengembalikan Galaxy Tab-nya pada Junjin.

   ”Eonnie pasti sudah punya ide.” Chihoon menggosok-gosokkan tangannya bersemangat.

   Haejin mengangguk. ”Ya.” Ia mengepalkan tangannya. ”Kita buat Cheonsa and The Girls itu menyadari siapa Sunbae mereka ini.” Haejin mengedip nakal. ”Bitch mode : on!

   Kyorin dan Chihoon bertepuk tangan bangga.

   ”Oppa, tolong katakan pada staff Golden Disk Awards, kami tidak jadi menampilkan I Got A Boy.”

   ”Eh?!” baik Junjin, Manajer-manajer dan coordie lain, juga Kyorin dan Chihoon terbelalak.

   ”YAH! LEE HAEJIN APA MAKSUDMU?‼”

   Haejin mendesis. ”Oppa, sudah katakan saja kami tidak enak badan. Udara Malaysia panas, dehidrasi, atau apa pun itu. Kami batal menampilkan I Got A Boy pokoknya. Kami tetap menyanyikan lagu kami saja. Oke?”

   ”Tapi… YA! LEE HAEJIN, KAU TIDAK BISA SEENAKNYA!”

   Haejin melambai-lambai, meninggalkan kamar dengan riang, sementara Kyorin dan Chihoon ternganga, kemudian Manajer serta staff mereka stress, dan buru-buru menghubungi panitia pelaksana Golden Disk Awards hari ini.

*           *           *

Pada saat yang sama, Seoul, Korea Selatan…

”Mereka menerima lebih tenang daripada yang kuperkirakan.”

   Wonhee tersenyum tipis, tangannya yang memegang gagang telepon tak henti mengetuk dengan irama bahagia. ”Jadi mereka tidak terkejut? Aku sudah yakin mereka akan menerima ini dengan tenang. Lalu apa yang Felidis akan lakukan setelah ini? Mengenai promosi mereka?”

   ”Oh entahlah, tadi aku hanya mendengar bahwa mereka akan dibuatkan sebuah acara oleh MBC, seperti SNSD untuk comeback special mereka.”

   Wonhee mengangguk-angguk. ”Nama mereka memang sudah setenar SNSD sekarang. Gadis-gadis tak tahu terima kasih itu,” decaknya. ”Terlebih Lee Haejin. Dia dan ibunya sama saja.” Desisnya.

   ”Apa maksudmu?”

   ”Kau tak perlu tahu.” Potong Wonhee. ”Yang penting sekarang kau amati terus gelagat Felidis, cari tahu dengan pasti apa yang akan mereka lakukan. Lee Haejin itu gadis pintar dengan segudang rencana licik di benaknya, ia akan melakukan apa saja agar Felidis berjaya.”

   ”Ne, aku akan mencari tahu. Tapi kan kau tahu sendiri, kalau Haejin tidak pernah membeberkan rencananya… pada Park Jinyoung sekali pun apalagi padaku yang hanya staff.”

   ”Justru itulah tugasmu, bodoh! Lagipula aku hanya memintamu mencari tahu, tidak untuk menghancurkan apa yang mereka lakukan. Ada waktunya bagi Felidis untuk mundur dan hancur, kau mengerti?!”

   ”Ne.”

   Wonhee tersenyum penuh kemenangan. ”Sekarang, persiapan berikutnya. Kau sudah melakukan tugasmu?”

   ”Tentu saja sudah. Kau tak perlu khawatir, sekarang kita tinggal hitung mundur saja setelah Cheonsa and The Girls debut.”

   ”Bagus kalau begitu. Ingat untuk selalu memberikan laporan kepadaku mengenai Felidis, oke?” Kim Wonhee meletakkan kembali gagang teleponnya dan tersenyum penuh kemenangan. ”Felidis pastinya tidak akan menyangka. Mereka kira, aku hanya meletakkan satu mata-mata, Cheonsa.”

   Pintu ruangannya diketuk.

   ”Masuk.”

   Cheonsa masuk, ia membungkuk, dan berjalan hingga ia berdiri di depan meja kerja Kim Wonhee. ”Kau memanggilku?” tanya Cheonsa dengan suara dingin.

   ”Ne,” Wonhee mengambil sebuah map dan meletakkannya di atas meja. Cheonsa melirik map itu dengan dingin. ”Ini yang kau butuhkan setelah kau debut. Apa yang harus kau katakan, jawaban-jawaban apa yang harus kau jawab, dan peran apa yang kau mainkan.”

   Cheonsa meraih map tersebut dan membuka-bukanya, membacanya satu persatu. Ia mengernyit. ”Apa ini?” alisnya terangkat, menatap Wonhee dengan tak percaya atas apa yang ia baca.

   ”Kau mau menyaingi Lee Haejin, bukan? Maka itu yang perlu kau katakan.”

   ”Tapi ini jelas-jelas menyamakan Lee Haejin.” Geleng Cheonsa, dan melemparkan map itu kembali ke atas meja. ”Aku memang mau menyaingi Lee Haejin, tapi aku bukan doppleganger-nya.”

   Wonhee terkekeh. ”Kau memang bukan doppleganger-nya Lee Haejin. Kau jelas lebih baik darinya…” Wonhee menekankan kata-kata tersebut. ”Maka yang perlu kau lakukan adalah… melebihinya. Kau mengerti?”

   Cheonsa diam, menelan ludahnya kuat-kuat.

   ”Kau mau mundur?” tanya Wonhee dengan senyum liciknya. ”Bukankah kau… membenci Lee Haejin? Bukankah kau ingin dia hancur? Bukankah kau ingat, ia yang mengambil segalanya darimu? Dari kita?”

   Cheonsa mengepalkan tangannya.

   ”Maka tunjukkan kepada dunia, siapa pemilik dunia ini sebenarnya Ahn Cheonsa. Kau mengerti?”

   ”Ne, Eomma.” Cheonsa mengangguk.

*           *           *

Golden Disk Awards Part I sudah dilangsungkan selama beberapa saat. Dan beberapa saat lagi, Felidis akan segera tampil. Haejin bersedekap menatap lacar LCD di hadapannya, yang kini tengah menampilkan EXO yang membawakan lagu We Are The Future dari HOT.

   Kyorin ikut menyenandungkan lagu tersebut di belakangnya, sementara Chihoon tengah berdeham-deham untuk memanaskan suaranya yang sebentar lagi akan segera dipakai, tepat setelah EXO selesai tampil.

   Kyorin sesekali melirik Haejin yang sangat serius dalam memonitori We Are The Future. Tangannya bahkan diletakkan di dagunya, dan dahinya sedikit mengernyit. Kemudian Kyorin kembali menatap ke layar LCD yang disediakan tepat di belakang panggung, sengaja, agar para performer bisa menonton juga siapa-siapa saja yang tampil di panggung.

   Wajah Kyorin sedikit bersemu saat melihat Kai yang bergerak dengan lincah, lalu menggelengkan kepalanya. Chihoon akhirnya ikut bergabung bersama dua Eonnie-nya untuk menyaksikan penampilan EXO.

   ”Hmm…” Haejin mengangguk-angguk setelah EXO selesai menampilkan We Are The Future. Kyorin dan Chihoon bertepuk tangan. ”Kaja!” ia mengisyaratkan dua adiknya untuk langsung masuk ke panggung yang telah gelap, diikuti dancer Eonniedeul mereka.

   Breaking The Heart, dilanjutkan dengan Aegyo Chu~ dan Baby Baby Baby menyemarakkan panggung sirkuit Sepang, Malaysia, malam itu. Para penggemar tak segan-segan meneriakkan fanchant mereka untuk mendukung penampilan spektakuler tiga gadis ini. Setelah selesai, ketiganya mengucapkan terima kasih, kemudian pamit undur diri dari panggung.

   ”Aku punya rencana,” kata Haejin sambil menerima botol air mineral dari Shorry, dan sepotong handuk, sambil berjalan menuju kamar ganti. Kyorin dan Chihoon setengah berlari untuk merendengi jalan Haejin sementara para coordie mengikuti mereka. ”Untuk promosi terselubung kita.”

   ”Apa itu?”

   ”Kau akan tahu nanti, yang jelas hal ini perlu dilakukan melalui diplomasi,” Haejin masuk ke dalam kamar gantinya dan langsung meraih ponselnya yang tengah disambungkan pada aliran listrik untuk mengisi ulang batrai-nya.

   ”Diplomasi?” tanya Kyorin penasaran.

   Haejin mengangguk, dengan senyum puas.

   ”Siapa yang tampil sekarang?” tanya Chihoon pada Sanghyun, Manajernya.

   Sanghyun menjawab. ”Kemungkinan CN Blue.”

   ”Woah!” Chihoon langsung bersemangat dan meminta Junjin yang sedang sibuk dengan Galaxy Tab-nya untuk menyalakan LCD dalam kamar ganti mereka, kemudian benar saja, CN Blue tengah tampil membawakan lagu Hey You.

   Melihat kedua adiknya tengah fokus pada televisi, Haejin mencari sebuah kontak pada ponselnya, kemudian mendekatkan ponsel tersebut pada telinganya. Nada sambung hanya terdengar sebentar, sebelum suara berat disana menjawab.

   ”Yeoboseyo.”

   ”Ya, Minho-ya, aku butuh bantuanmu.” Bisik Haejin pada ponselnya.

   Tepat setelah acara Golden Disk Awards Part I berakhir, Haejin beserta Kyorin dan Chihoon melakukan pesta singkat di kamar ganti Super Junior, karena setelah ini, member Super Junior M, harus segera kembali ke Cina untuk melakukan promosi mereka. Disana juga ada SHINee dan EXO, yang merupakan ’adik’ seperguruan Super Junior.

   Mereka melakukan tos dengan cola, karena setelahnya banyak yang harus melakukan perjalanan menggunakan pesawat. Dalam kehirukpikukan itu, Haejin sengaja tidak berdekatan dengan Donghae, karena sebagian dari EXO, yakni EXO M, masih belum mengetahui hubungannya dan Donghae, selain itu, tentu saja ini merupakan sebagian dari rencana brilian (atau licik) Haejin.

   Di lain pihak, Donghae, yang sudah terbiasa dengan flirty berry Haejin, meski yang bersangkutan tidak pernah mau mengakui, meski sebal, berusaha lebih memercayai kekasihnya. Toh ia lebih suka, Haejin terbuka mengobrol dengan pria-pria di hadapannya, daripada di belakangnya, dan ia percaya Haejin takkan melakukan hal itu. Selama ini, jika mereka bersama, Haejin tak pernah keberatan jika Donghae memeriksa isi ponselnya. Hal inilah yang sangat dihargai Donghae, meski ia menemukan banyak nama pria pada berbagai macam media sosial Haejin (dan upaya pria-pria itu untuk merayunya tentu).

   Lama kelamaan akhirnya Donghae bisa menerima fakta, walaupun tetap cemburu, bahwa Haejin memang punya banyak ’teman’. Ya, ’teman’ dalam kamus Haejin, yang kadang-kadang polos, atau memang bodoh. Karena banyak dari ’teman’ itu yang sebenarnya memiliki agenda lebih, jika Haejin tidak terlalu polos dan menganggap mereka sebagai teman saja. Dan kini, setelah berkenalan dengan EXO K dalam variety show yang selalu membuat bencana, We Got Married, Haejin pun sudah berkenalan dengan EXO M.

   Kini, ia dan Minho, yang tetap, Donghae memutar matanya, dekat dengan Haejin dimana pun dan kapan pun seperti anjing penjaga, tengah berbincang-bincang dengan Yixing. Atau Lay, EXO M.

   Dan mereka kini tertawa bersama di sisi lain ruangan, sementara kelompok lain pun asyik dengan perbincangan mereka. Donghae mengangguk-angguk, berusaha mengusir getir-getir kecemburuan ketika melihat betapa riangnya Haejin tertawa pada sesuatu yang Lay katakan.

   ”Uuuh, aku tak pernah melihat Yixing Hyung begitu gembira berbicara dengan orang selain EXO.”

   Gumaman itu membuat Donghae sedikit menoleh, dan mengabaikan Eunhyuk yang tengah bicara di depannya, toh Ryeowook, Jonghyun, Taemin, dan Kyorin mendengarkannya. Di sisi lain tempatnya berdiri, Sehun, Tao, Luhan, dan Suho tengah berbincang juga.

   Dan barusan adalah pernyataan dari Tao.

   ”Ne, dia benar-benar bicara,” Luhan terkikik menanggapi.

   Sehun dan Suho hanya tersenyum, mengangguk-angguk sambil melihat ke arah Haejin, Minho, dan Lay, tentunya.

   ”Maklumlah, dia tak punya banyak teman setelah pindah ke Seoul,” akhirnya Luhan menyimpulkan. ”Haejin-ssi itu seumur dengannya bukan?” ia melemparkan pandangan bertanya pada Suho.

   Suho mengangguk, meneguk cola-nya lagi. ”Kami kelahiran 1991.”

   ”Haejin Noona pasti ramah sekali,” Tao menoleh pada Sehun yang mengangguk-angguk, menampilkan eye smile-nya yang menawan. ”Aku tak pernah melihat Yixing Hyung tertawa begitu dengan perempuan lain. Sekalipun dari perusahaan kita. Dia kan jaim sekali.”

   Keempatnya tertawa.

   Donghae geleng-geleng, dan kembali memerhatikan Eunhyuk.

   Kembali pada Haejin yang memang menjalankan ’rencana’-nya bersama Minho, yang langsung mengarahkan Haejin agar ngobrol dengan Yixing. Minho memang tak tahu apa yang Haejin rencanakan, tetapi baginya, membantu Haejin saja, sudah merupakan pekerjaan mulia yang bisa ia lakukan untuk saat ini.

   ”Oh iya, Yixing…” kata Haejin sambil melirik Minho, meminta bantuan, Minho meliriknya penuh arti. ”Kudengar kalian akan melangsungkan comeback sebentar lagi, benar?” ia langsung to the point pada Yixing yang matanya melebar kaget, dan mengerjap-ngerjap, menatap Minho dan Haejin bergantian. ”Jangan khawatir, aku masih tak tahu apa dan bagaimana konsep albummu. Aku hanya bertanya…” Haejin mengibas-ngibaskan tangannya.

   Yixing tersenyum dan mengangguk. ”Minho juga mau comeback.”

   ”Oh, jinjja?!” Haejin terbelalak dan menatap Minho kaget. Pria itu menyeringai kepadanya. ”Kau tidak bilang…”

   ”Memang kenapa? Supaya kau bisa ikut comeback pada saat bersamaan lagi?” ledek Minho.

   Haejin berdecak. ”Aku memang sedang mencari tanggal yang tepat. Apa kau dibuatkan acara oleh MBC?”

   ”Oh, bagaimana kau tahu?!” Ganti Minho yang terbelalak sekarang.

   Haejin mengibas-ngibaskan tangannya kembali, kemudian menoleh pada Yixing yang menatap mereka berdua, sedikit merasa tersisihkan. ”Karena SHINee sudah dibuatkan acara khusus oleh MBC, bagaimana dengan EXO?”

   ”Kau ini meledek!” sikut Minho, kuatir Yixing akan tersinggung dengan kata-kata Haejin barusan.

   Haejin menyadari kekurangan dari kata-katanya dan buru-buru menggeleng. ”Maksudku bukan begitu, Yixing, sumpah! Jadi begini, Felidis akan dibuatkan acara semacam Romantic Fantasy milik SNSD Sunbaenim untuk special comeback kami. Tapi, sepertinya akan sangat sepi jika hanya kami bertiga Felidis yang mengisi acara tersebut.”

   ”Hmm.” Yixing mengangguk-angguk sampai poin ini mengerti, namun masih belum bisa menebak lebih jauh apa maksud Haejin mengatakan hal ini kepadanya. Sementara Minho  mendengarkan dengan seksama.

   ”Kami pun baru memiliki kesempatan langka seperti ini… dan berhubung Kai dan Kyorin juga terhubung dalam pernikahan virtual di stasiun televisi MBC, bagaimana kalau untuk acara special comeback milik Felidis, EXO juga ikut ambil bagian?” tawar Haejin dengan mata berbinar-binar. ”Para Flyers pasti juga banyak yang merupakan penggemar dari EXO, termasuk kami bertiga.” Dan Haejin mengeluarkan puppy eyes ajaibnya.

   Yixing dan Minho mengerjap pada saat yang bersamaan, terbius.

   ”Aku melihat showcase kalian, dan jujur saja aku ingin kolaborasi satu panggung denganmu.” Haejin melihat langsung ke mata Yixing, matanya dikerjap-kerjapkan, dan memasang ekspresi anjing pomeranian, yang bahan Choconya Eunhyuk pun takkan bisa menirunya.

*           *           *

”OMO! Tunggu sebentar, Haejin Eonnie… jadi hanya dengan kalimat bahwa Eonnie mau melakukan kolaborasi dengan Lay Oppa, ia langsung memberikan nomor ponsel Kris Oppa?!” tanya Chihoon tak percaya di dalam pesawat yang membawa mereka menuju Incheon, Korea Selatan.

   Haejin mengangguk penuh kemenangan. ”Othe? Hebat, kan? Sekarang tinggal melobi Kris Oppa, dan semua beres!”

   ”Aigo~ Eonnie, kau tahu kau mengerikan, bukan?” tanya Chihoon merinding. ”Kau seperti Cleopatra‼!”

   Haejin terkikik dan menggeleng. ”Itu bukan mengerikan, itu namanya teknik melobi. Jika negosiasi yang resmi berjalan alot maka hal itu harus dilakukan.” Lalu dia mencubit pipi Chihoon genit. ”Lagipula aku takkan pernah sudi mati dipatuk ular, seperti Cleopatra Chihoonie.”

   ”Tapi kan Eonnie belum melakukan negosiasi resmi.” Koreksi Kyorin takut-takut.

   ”Kau benar,” Haejin mengangguk santai. ”Dalam kasus ini, yang kita hadapi SM Entertainment. Jika kita bisa meyakinkan artisnya terlebih dahulu, maka mereka akan bicara pada atasan mereka, bahwa acara ini merupakan prospek bagus untuk promosi mereka.” Jawabnya penuh keyakinan.

   Kyorin dan Chihoon mengangguk-angguk, mengerti akan maksud leader mereka.

   ”Lagipula aku tidak sepenuhnya bohong saat berkata bahwa aku ingin melakukan kolaborasi dengan Lay. Dia dancer yang hebat,” puji Haejin sungguh-sungguh sambil mengeluarkan Galaxy Tab-nya. ”Aku sudah memikirkan solo stage yang bisa kita tampilkan, tapi belum ada yang pas untukku.”

   ”Daebak! Eonnie bahkan sudah memikirkan solo stage untuk Eonnie?!” lengking Chihoon.

   Haejin menekap mulut adik bungsu-nya itu, sementara Kyorin membungkuk-bungkuk memohon maaf pada para penumpang lain yang menoleh mendengar lengkingan ala ikan lumba-lumba milik Chihoon barusan. ”Sekalian saja lebih keras lagi hingga seluruh Asia tahu, Cho Chihoon!” desis Haejin setelah melepaskan tekapan tangannya dari mulut Chihoon.

   Chihoon cemberut.

   ”Ingat, hal ini masih harus kita rahasiakan sebelum dari pihak SM Entertainment menyetujui proposal dari kita, mengerti?!”

   Kyorin dan Chihoon mengangguk kompak.

   ”Termasuk pada seluruh staff kita, ara?!”

   ”Arasseo.”

   ”Juga pada pacar-pacar, ara?!”

   ”Ne!”

   ”Bagus! Nanti setelah kita tiba di Seoul, aku akan langsung rapat dengan tim produksi dan tim kreatif di MBC, sementara kalian berdua… tunggu kabar saja, oke?”

   ”Oke!”

-TBC-

aigoo… 

maaf ya lama banget gak update-update… semester terakhir, satu semester sebelum skripsi. Mohon doanya ya supaya semua lancar dan ff ini bisa lanjut terus.

Sebetulnya udah bikin sampe beberapa chapter tapi aku khawatir kalo semua ku publish sementara belum ada yang kutulis sebagai draft malah males trus nggak selesai. Anyway, karena lagi mabok Swing… ini kupersembahkan untukmu SJM tercinta huahahahahaha…

see you soon ^^

20 thoughts on “{JinHaeXy} Gone Not Around Any Longer [BAB VI]

  1. Cieeeeeee untuk sjm tercinta tapi satu orang aja yg spesifik eyaaaaaa

    Dasar lee haejin emang paling bisa ye…

    Dan ternyata si cheonsa itu anaknya si wonhee bzzzzzzz kira2 siapa ya spy satu lagi

  2. Bentar bentar….
    “variety show yg sering membuat bencana, we got married,…” BHAHAAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHHA

    “Yixing dan Mingo mengerjap pada saat yang bersamaan, terbius.” EYAAA GUMIHAE IS IN DA HOUSE YO!

    gw curiga ama junjin atau hyorin masaan deh:/ si nenek lampir ini jahatnya keterlaluan ye /tabokbolakbalik/ semoga invest’y buat debutin Cheonsa and The Girls gagaaaalllll /unyeng2 kw/

    dan cheonsa… Eugh!

  3. huwaah, akhirnya lanjutannya keluar juga..
    hii, semakin ksini semakin semakin ya..??
    bikin penasaran..

    uupss, sampe lupa..
    halloo, aku newbie, nova..XD
    salam kenal..

    itu minho sm yixing bener2 terbius..?? gmna sm donghae..??
    astagaa, haejin bener2 jjang..
    wonhee syerem, bener2 nenek sihir, smpe ank2nya dilibatkn sm dia..
    astagaaa, ibu kejam..

  4. aaaaah akhirnyaaa setelah sekian lama menunggu akhrinyaaa.
    ternyata cheonsa itu anaknya woonhee ya pantesan-,- makin penasaran nih jadinya huaaa gak sabar nunggu selanjutnya niiih

  5. Donghae cemburu lg~
    Gak imun yah, ama kedekatan haejin ma cwo2.. Tetep aja cemburu..🙂

    Woonhee jahat banget, smpe anak aja dmanfaatin..
    Jgn2 dendam lama nih, dr zaman eomma’y haejin..

    Aaah, penasaran.. D’tunggu aja kelanjutan’y..😀

  6. Aah eonnie akhirnya dipublish juga~ sukses buat skripsinya! Oh iya ff ini kalo bisa dibikin konflik yang bikin rusuh haejin-donghaebiar greget(?) Also I still waiting for chap 7🙂

  7. Akhirnya keluar jg part 6.
    Makin banyak kejutan di part ini,tapi kira2 siapA staff felidis yang jadi mata2 kwonhee yah?
    Sayang banget gak ada jin-hae moment(T_T)

  8. Akhirnya part 6 d publish jg.
    Jd makin pnasaran. Wonhee dendam bgt ya sama haejin >.< Ga nyangka sampe ada spy d skitar felidis.
    Author lg jatuh cinta sama exo ya, jinhae moment udh brkurang, sayang bgt -.-
    Tetap smangat bwt lanjutin critanya ya🙂 n sukses bwt kuliahnya ^_^

  9. Wow akhirnya ada lanjutannya….
    Udah lama g mampir kesini….
    Minho y tetep bantuin haejin y walopun g tau maksudnya…
    Semangat buat skripsinya y….

  10. Udah lama banget ga mampir ke blog ini tau-taunya uda banyak aja ff baru.
    Wih, hebat bener Haejin, pesonanya ga nahan. Laki-laki tunduk padanya, tinggal Donghae di sbelahnya gigit jari, was-was hahahaha
    Penasaran nih, apa yang bakal dilakukan Wonhee ahjumma itu buat jatuhin Haejin. Semoga aja Haejin ga terluka lagi.

  11. oh udah update? yuhuuuuuu :* :*
    tapu ko kak kayaknya sedikit pendek yah? juga moment jinhae nya jarang jadi rasa gmna gtu klo crita sma donghaeknya cma dikit :(:) /maaf/

    tapi bagus kok udah lama aku nunggu ff ini !!! semangat buat lanjutin thor!!!😀😀😀

  12. Huahhh akhirnya di update jugaaa kkkkk~
    Sabar ya donghae /free pukpuk/
    Btw siapa lg yg jadi mata mata selain cheonsa??
    Trus si wonhee itu emaknya cheonsa demiapssss-_-
    Niceu ff;)

  13. Eeuugh cheonsa anak wonhee ternyata –”
    siapa ya mata2 lain dari wonhee? Jangan-jangan junjin. Wkwk sumpah aku curiga bgt sama junjin. Kalo ampe bener tega bgt sumpah deh.

    jadi jinhae hubungannya biasa aja nih? Tapi kenapa di ywm jinhae kayak lagi ada masalah? Doh! Aku kelawatan ff yg mana sih tentang jinhae jadi penasaran😦

    btw. Aku reader lama bgt wkwk entah eonni nisya masih inget apa engga wkwk pas jaman eon sibuk kuliah trus jarang post ff aku juga jadi jarang kesini. Wym juga gak ada lanjutan. Trus pas ffnovel ini di post aku gak sempet baca mulu. Jadi baru sempet baca akhir2 ini. Dan maaf gak komen satu2
    tapi mulai sekarang pasti komen terus kok😀 fighting

  14. Yg bikin penasaran knp cheonsa bisa dendam sama haejin ? Karena apa?
    Hmmm donghae cemburuannn hahahaha
    Tp ttp seneng klo ngeliat cemburu drpd cuek wkwk
    Haejin banyak akalnya, akal sehat atau akal bulus ngerjain org hohoho
    Ditunggu eonn selalu updatenya ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s