{JinHaeXy} Gone Not Around Any Longer [BAB IV]

IMG-20130311-WA001

Title : Gone Not Around Any Longer

Author : Nisya (Donghae’s Wife)

Rate : PG15

Length : NOVEL

Cast :

  • Lee Haejin
  • Lee Donghae
  • 2 Other Main Cast

BAB IV

Someday, Somewhere

”BAYAR lebih mahal untuk mendapatkan lebih banyak promosi. Aku mau seluruh portal berita bisa menayangkan mereka. Dan aku mau pemberitaan eksklusif, dan berikan hadiah yang banyak.”

   ”Ne, Sajangnim.” Pria dengan balutan jas hitam, kemeja putih, berdasi merah itu membungkuk.

   Kim Wonhee duduk di kursi direkturnya, di kantor yang sudah ia bangun, dan kini ia tersenyum penuh kemenangan. Meski usianya sudah paruh baya, keglamoran tidak akan pernah bisa beranjak pergi dari seluruh elemen tubuhnya. Dialah mantan salah satu jajaran direksi JYP Entertainment, yang akan segera membawa perusahaannya, KW Entertainment menjadi kuda hitam dalam dunia hallyu.

   ”Saya sudah mencatat semua yang Sajangnim perintahkan kepada saya. Apa ada lagi yang perlu saya siapkan?”

   Wonhee meraih iPad-nya yang menampilkan portal berita paling sensasional di Korea Selatan saat ini, Allkepo dan Dispantatch, yang tengah menayangkan berita-berita teraktual, tajam, dan pastinya sensasional.

   ”Hmm, jelas kita perlu pemanis untuk menjual produk terbaru kita. Benar, Gaon-ssi?”

   ”Ne, Sajangnim.” Pria bernama Gaon ini mengangguk.

   Wonhee tersenyum. ”Segera turunkan senjata pertama untuk mereka terkenal, tepat ketika mereka debut, arasseo?”

   ”Ne, algessimnida, Sajangnim.”

   ”Kau boleh pergi.” Senyum penuh kemenangan Wonhee tidak pernah menghilang dari bibirnya. ”Tunggu, dan saksikan.”

*           *           *

”Naega saranghaneun S-P-Y…”

   Haejin mengambil ear piece-nya dan meletakkannya di telinganya sebelum menekan tombol angkat. ”Ya, Poppa?” tanyanya sambil terus mengemudikan New Ford Escape hitamnya melintasi jalanan ramai kota Seoul. Disamping kursi kemudinya, Chihoon dengan Galaxy Note-nya, sambil mulutnya mengemut lolipop.

   ”Sayang, dimana?”

   ”Dijalan, kenapa?” Haejin tak bisa menyembunyikan senyumnya. Biasanya dalam keadaan seperti ini, Chihoon akan mengejeknya dan mengganggunya, tapi anak itu semenjak memiliki pacar, lebih sering memerhatikan ponselnya daripada orang-orang disekitar mereka.

   Didengarnya Donghae bergumam bingung. ”Jinjja? Dijalan mau kemana? Disini ada Kyorin… kukira kalian mau kesini…” suaranya semakin lama semakin mengecil, dan semakin sedih dan berubah menjadi gumaman dan gerutuan tidak jelas.

   ”Cish~ kenapa memangnya?”

   ”Kukira ada Kyorin disini, kau juga mau kesini.”

   ”Lho memang ada yang salah Kyorin disana? Dia kan mau menemui Taemin juga bisa…”

   ”Justru itu, jika Kyorin punya waktu bebas untuk menemui Taemin, bukankah berarti kau juga punya waktu untuk menemuiku?” tanyanya, setengah bertanya, dan setengahnya lagi protes.

   Haejin memutar matanya, dan memutar stirnya ketika tiba di persimpangan. ”Kau tidak melihat kamera bersama Kyorin?”

   ”Ani, aku tidak memerhatikan apa-apa.”

   ”Makanya coba tolong ya, Poppa Sayang, di kepalamu, selain memikirkan diriku… kemudian memikirkan bagaimana caranya menyaingi Choi Siwon, dan bagaimana memukau gadis-gadis, tolong dipakai juga untuk memerhatikan sekitar.”

   Dan Donghae mengeluarkan suara memprotes, namun seperti biasa, Haejin selalu berhasil melanjutkan kalimatnya.

   ”Kalau kau sudah bisa mengerjapkan mata, coba kau lihat itu banyak VJ-VJ yang pastinya sudah tidak asing dimatamu, karena kau pernah kencan bersama Son Eunseo Eonnie ditonton mereka.”

   ”Ehei, Momma~” protes Donghae. ”Jamkaman! Ya, maksudnya Kyorin akan syuting We Got Married?! Bukankah We Got Married kalian di suspend?”

   ”Dan sekarang suspend-nya sudah di cabut.” Sahut Haejin menginjak rem ketika tiba di lampu merah. ”Dan Poppa sayang, kalau kau mau menunggu dengan lebih sabar, aku dan Chihoon juga tengah dalam perjalanan menuju SM Entertainment.”

   ”MWO??‼”

   ”Tadi katanya kau mau aku datang?” suara Haejin sarat dengan nada meledek.

   ”Tapi kau kesini akan melakukan pengambilan gambar We Got Married?”

   ”Ya tentu saja, setelah itu kami bahkan sudah membuat janji dengan SNSD Eonniedeul.”

   ”Nooooooo! Jadi kapan kau punya waktu untukku?”

   ”Hahahahaha, nanti juga kita bertemu, Poppa jangan manja, ah.”

   ”Ne, arasseo.” Katanya mengalah. ”Ya sudah menyetirlah baik-baik, sampai ketemu disini.”

   ”Ne, bye.”

   ”Saranghae.”

   ”Nado.” Sahut Haejin.

   Chihoon akhirnya menoleh dari kesibukannya dengan ’ponsel’-nya. ”Eonnie, bagaimana kau bisa terbiasa mengungkapkan kata-kata yang cheesy seperti itu dengan Donghae Oppa setiap kali kalian di telepon?”

   ”Hah?” Haejin menoleh ke arah Chihoon, mengangkat alisnya tinggi, bingung.

   ”Ya itu tadi… seperti tadi…” dia menggerak-gerakkan kepalanya. ”Kurasa Kyorin Eonnie juga melakukan hal itu.”

   Haejin terbahak. ”Mungkin karena terbiasa. Memiliki pacar seperti Donghae mengubah seluruh sifat dasarku, bagaimana menurutmu? Apa kau ingat dulu aku bagaimana?”

   ”Hahahaha, aku sampai lupa Lee Haejin Eonnie yang dulu~” kekeh Chihoon. ”Ne, berpacaran dengan Donghae Oppa membuatmu berubah, tapi bukan berarti berubah menjadi orang lain.”

   Mendadak seluruh bulu kuduk Haejin meremang. Sejak kapan Cho Chihoon bisa bicara seperti ini?

   ”Aku serius, Eonnie…” dan bibir Chihoon mengerucut. ”Eonnie dulu itu sangat pemalu. Takut-takut… setelah Eonnie pacaran dengan Taecyeon Oppa pun Eonnie masih seperti itu. Tapi justru setela Eonnie bersama Donghae Oppa… bukan berarti aku membandingkan Taecyeon Oppa dan Donghae Oppa, tetapi setelah kau bersama Donghae Oppa…”

   Haejin memerhatikan adiknya ini dengan serius.

   ”Donghae Oppa… semacam bisa mengetuk cangkangmu…”

   ”Ne?”

   ”Iya, jadi Eonnie bisa keluar dari dalam cangkang Eonnie dan menunjukkan pada dunia siapa diri Eonnie yang sebenarnya.”

   Haejin tertawa setengah ngeri. ”Oke, Cho Chihoon… aku sangat berterima kasih atas pujianmu. Tapi betapapun aku senang di puji, aku merasa ngeri. Jinjja, kau tidak sedang kerasukan kan bicara begini?”

   ”Eonnie, giliran aku memujimu kau merinding!”

   ”Karena this is not you, not the usual Cho Chihoon, what happened with you my baby?” tanya Haejin sambil melepaskan remnya dan kembali menginjak pedal gas setelah lampu hijau menyala.

   ”Aku juga heran.” Jawab Chihoon dengan sarkasme yang kentara sekali dalam setiap kalimatnya.

   ”Aku malah lebih suka nada bicaramu seperti tadi.”

   Chihoon memutar matanya.

   ”Tapi kurasa apa yang kau katakan mengenai seorang gadis yang berhasil keluar cangkang ketika bertemu Pangeran yang tepat itu benar.” Haejin mengangguk-angguk dengan wajah kurang meyakinkan.

   ”Wae?”

   ”Karena kau benar-benar berubah menjadi kucing anggora setelah pacaran dengan Sungmin Oppa.”

   ”Eonnie‼!”

   Haejin tertbahak-bahak dan terus membawa mobilnya pergi, hingga tiba di pintu samping SM Entertainment dan memarkirkannya di spot yang telah disediakan. Dua Manajer mereka, dan dua coordie mereka sudah menunggu, di sebelah van besar Felidis. Sementara Haejin yakin Kyorin sudah bersiap di dalam.

   Begitu keduanya turun seorang PD dari MBC We Got Married langsung menghampiri mereka dan memberikan arahan, sementara Kyorin yang sudah pasti di dapuk sebagai ’Bride’ sudah melakukan pengambilan gambar di dalam. Segera setelah Haejin dan Chihoon memakai riasan dan melepaskan mantel, keduanya bergegas masuk ke dalam mengikuti staff yang menunjukkan jalan menuju ruangan tempat pengambilan gambar dilakukan.

   ”Chihoonie, apa menurutmu seluruh EXO juga akan ikut dalam pengambilan gambar ini?” tanya Haejin mendadak ketika keduanya mendekati ruangan yang dari luar sudah dipenuhi staff WGM.

   Chihoon mengernyit sambil menoleh. ”Kenapa memang?” tanyanya curiga.

   ”Oh, kau akan tahu nanti…” jawab Haejin genit.

   ”Eonnie, coba ya tolong kau hentikan kibas-kibas ekor sembilanmu itu,” tegur Chihoon.

   Haejin hanya terkekeh.

   ”Kalian bisa langsung masuk dan memberi selamat pada Kyorin yang sudah mendapatkan mission card pertamanya sebagai seorang istri.” PD dari WGM memberitahu.

   ”Ne, algessimnida.” Haejin mengangguk.

   Chihoon membungkuk dan keduanya melangkah masuk ke dalam ruangan, dimana Kyorin mendongak dan wajahnya yang tengah khawatir langsung berubah menjadi cerah begitu melihat keduanya masuk ke dalam.

   ”Eonnie~ Chihoonie~” rengek Kyorin.

   ”Gyaaa, chukahamnida!” sorak Haejin dan Chihoon begitu masuk ke dalam ruangan khas milik SM Entertainment, yang memiliki wallpaper awan putih dan langit biru pada setiap lapis dindingnya.

   Wajah Kyorin bersemu-semu.

   ”Pada akhirnya kaulah yang menikah terlebih dahulu dibandingkan aku,” kata Haejin sambil memeluk Kyorin dari samping, Chihoon ikut memeluk dari sisi satunya lagi.

   ”Aku juga kaget ketika tiba disini dan diberi mission card.”

   Chihoon melihat mission card yang ada di tangan Kyorin. ”Jadi Eonnie sudah tahu siapa suami Eonnie?”

   ”Aniyo, belum.”

   ”Oh, jinjja?!” dua mata Haejin melebar terkejut. ”Kau daritadi disini dan masih belum tahu siapa suamimu? Pasti diantara Kai dan Baekhyun, kan?”

   ”Oh, mungkin?” Kyorin juga terdengar tak yakin.

   Chihoon bertolak pinggang. ”Eonnie, bagaimana mungkin kau tidak tahu siapa suamimu?! Baekhyun Oppa atau Kai Oppa?”

   ”Kau tidak bisa memiliki dua-duanya, Kyorin-ah,” Haejin ikut-ikutan.

   Kyorin tertawa. ”Bukan begitu, tapi aku benar-benar tidak tahu… dulu kan kita pernah berkencan… Eonnie juga berkencan dua kali, Chihoonie juga.”

   ”Keurom. Dan yang menikah kan kau.” Tunjuk Haejin.

   ”Tapi apakah ada kemungkinan Kyorin Eonnie justru akan menikah dengan Suho Oppa atau Chanyeol Oppa?” Chihoon bertanya, penasaran.

   ”Ya, andwae!” Haejin buru-buru berseru, tidak setuju. Kedua adiknya buru-buru melihat kepadanya, pipi sang leader menjadi bersemu merah. ”Ehei! Kita kan tidak pernah saling serong. Kalau Kyorinnie nanti justru menikah dengan Suho atau Chanyeol, itu namanya pengkhianatan.”

   ”Ehei, Eonnie… perasaanmu sudah begitu dalam kah dengan mereka?” ledek Chihoon.

   ”Ya mereka berdua itu tipeku! Dan Sehunnie juga Kyungsoo itu tipemu, kan?”

   ”Ne, tipeku…” Chihoon mengangguk.

   ”Nah bagaimana hayo pendapatmu jika justru Kyorin yang menikah dengan mereka?”

   ”Maldo andwae, maldo andwae…” Chihoon menyanyikan part SNSD Taeyeon pada lagu I Got A Boy.

   Dan semuanya tertawa.

   ”Keundae, Kyorinnie… coba kau bicara jujur sebelum suamimu muncul. Sebenarnya…”

   Chihoon mengangguk, antusias juga, matanya berbinar-binar, sementara Kyorin menatap khawatir dua gadis di hadapannya.

   ”Sebenarnya… diantara Kai dan Baekhyun, kau lebih memilih siapa? Yang lebih cocok dengan style dan tipe idealmu itu siapa?” tanya Haejin, yang dalam hatinya sudah tahu siapa yang akan dipilih oleh Kyorin, namun sebagai Eonnie dari kedua adiknya, dan sebagai orang yang lebih berpengalaman dalam bidang variety show, Haejin harus mengarahkan Kyorin yang sangat pemalu dan sangat kurang sense-nya dalam bidang ini.

   Kyorin nampak berpikir.

   ”Apa ada kemungkinan suami Kyorin Eonnie bukan dari EXO K?” tanya Chihoon tiba-tiba, membuyarkan lamunan Kyorin.

   Haejin nyaris melempar pandangannya, dan membuat lehernya sakit, kala menatap Chihoon. ”Omo! Ani! Ini benar-benar berlebihan… kita bahkan belum mengenal mereka, Chihoon-ah. Pernikahan tidak bisa dilaksanakan jika kita belum mengenal calon suami Kyorin.”

   ”Aigo~” Kyorin jadi pusing sendiri.

   ”Kalau EXO M, aku suka Luhan Oppa~” kata Chihoon malu-malu.

   ”Eyyy~” protes Haejin dan Kyorin bersamaan.

   ”Waeyo? Waeyo?!” Chihoon ikut-ikutan protes. ”Apa yang salah dari kata-kataku barusan?”

   Kyorin tertawa, dan memukul-mukulkan mission card-nya pada Haejin dan Chihoon karena frustasi. ”Eonnie, Chihoonie, kalian harus membantuku! Bukannya malah berfantasi sendiri!”

   ”Ah, keurae… keurae!” Haejin mengelus-elus lengan Kyorin, sementara Chihoon terbahak-bahak. ”Sekarang, jawab dulu pertanyaan kami yang tadi.” Chihoon mengangguk-angguk penuh semangat. ”Siapa yang paling kau sukai diantara Kai dan Baekhyun?”

   ”Hmm…” Kyorin mengernyitkan alis.

   ”Sulitkah?” tanya Haejin melihat Kyorin tak kunjung menjawab.

   Chihoon mengangkat tangannya. ”Eonnie, kurasa… aku tahu siapa yang Kyorin Eonnie sukai. Style Kyorin Eonnie…”

   ”Apa?”

   ”Bukankah Eonnie juga pernah bilang…” ia menunjuk Haejin. ”Good girls love dangerous boys… kata-kata Megan Fox Eonnie *?* di Transformer!” Haejin sudah terbahak mendengar Chihoon memanggil Megan Fox dengan sebutan ’Eonnie’, sementara Kyorin bersemu-semu.

   ”Kai?!” tanya Haejin.

   ”Ne!”

   Kyorin menepuk-nepuk Eonnie dan adiknya yang mendadak absurd ini. ”Jadi maksud kalian Kai adalah nappeun namja?”

   ”Aniyo!” elak Haejin dan Chihoon langsung.

   ”Hanya style-nya Kai Oppa saja lebih seperti nappeun namja. Benar, tidak?” tanya Chihoon. ”Biasanya anak baik-baik lebih suka sesuatu yang liar…” dan dia menggeram, membuat Haejin dan Kyorin tertawa. ”Karena anak baik-baik macam Kyorin Eonnie ini tidak bisa mengeluarkan sisi ’nakal’-nya.”

   Dan Haejin mengangguk-angguk. ”Ah, mayeo, majyeo~ tapi Chihoon-ah, kalau memang Kai itu nappeun namja, kita jelas tidak boleh membiarkan dia menyakiti hati uri Kyorin.”

   ”Keurom!” seru Chihoon bersemangat.

   Haejin menghela napasnya. ”Ah iya, satu lagi yang mau aku tanyakan. Kau ini kan perempuan, kita ini perempuan… kenapa justru di hari pertama pernikahan, kau yang menemui suamimu?”

   ”Ah, majyeo~” Chihoon mengangguk tak puas. ”Kenapa bukannya suami Eonnie yang menemui Eonnie di perusahaan?”

   ”Geuchi!” Haejin berseru.

   Kyorin tertawa.

   ”Kyorin-ah,” kata Haejin lagi sambil meletakkan satu tangannya di bahu Kyorin. ”Aku tahu seumur hidupmu, kau belum pernah berpacaran… tapi kau tidak boleh terlalu mudah.”

   Chihoon mengangguk-angguk setuju.

   ”Aku belum tahu siapa suamiku tapi!”

   ”Jika dia yang datang ke perusahaan, kurasa dia juga harus menebak siapa istrinya satu diantara kita bertiga.” Kata Chihoon yakin.

   ”Ne, itu bisa terjadi!”

   ”Dan aku yakin dia akan memilih Haejin Eonnie.”

   Dan ketiganya tertawa.

   ”Nah, sekarang… sebelum kau memasuki dunia pernikahan…”

   Pintu diketuk. Ketiganya menoleh, dan tahu! Bahwa diluar, siapa pun dia, adalah suami virtual dari Kyorin. Meski ketiganya tahu sampai disini, mereka tetap tidak tahu, dan terus menebak-nebak siapa orangnya.

   Inilah dunia variety show di Korea Selatan.

   ”Seolma~”

   Kyorin menggigit bibirnya, canggung.

   ”Nuguseyo?” tanya Haejin keras.

   ”Otokhe?!” Kyorin menutupi wajahnya.

   Chihoon duduk bersila di lantai dan wajahnya kentara sekali menikmati ekspresi dua Eonnie-nya. Haejin yang lebih gugup dari pengantin aslinya, sementara Kyorin yang selalu cemas, cemas, cemas, dan cemas.

   Ketiganya menunggu, dan ketika pintu terbuka, masuklah dua belas pria tampan dari grup yang dinamakan EXO.

   ”Omo!”

   ”Woah~”

   ”Annyeonghaseyo~” Kyorin dengan wajah merah padam langsung membungkuk sembilan puluh derajat, sementara Haejin di sampingnya, kedua matanya melebar, dan kentara sekali senang bukan main. Di sisi lain Chihoon bahagia.

   Keduabelas pria tampan itu membungkuk bersamaan. ”We are one! Annyeonghaseyo, EXO-imnida.”

   ”Hooo, annyeong~” Haejin melambai-lambai.

   Chihoon ikut membungkuk-bungkuk.

   Mereka bertepuk tangan.

   Haejin menggosok-gosok tenguknya, canggung. Dulu saja ia sudah setengah mati pusingnya mengarahkan secara tak langsung membernya, dan member EXO K dalam pengambilan gambar We Got Married kencan virtual. Dan daebak, sekarang ditambahkan EXO M, dan menjadi dua belas!

   Hari ini akan panjang, pikir Haejin.

   ”Kepada Kyorin Sunbaenim, kami ucapkan, selamat atas pernikahannya!”

   ”Selamat!”

   Dan mereka bertepuk tangan bersama.

   ”Kamsahamnida,” Kyorin membungkuk berterima kasih.

   Haejin meletakkan tangannya pada bahu Kyorin. ”Keundae, walaupun kami bertiga tahu kalau Kyorin yang akan menjadi bride-nya, kita bertiga… dan terutama Kyorin masih belum tahu siapa suaminya.”

   ”Ne!” Chihoon nimbrung.

   ”Karena itulah,” Suho bicara sambil tersenyum, dengan senyuman menawan khas-nya. ”Kami semua ada disini.”

   Haejin dan Chihoon saling pandang.

   ”Jadi, Kyorin Sunbaenim boleh mengajukan tiga buah pertanyaan… setelah itu Kyorin Sunbaenim boleh memilih sendiri, siapa kiranya yang Kyorin Sunbaenim inginkan sebagai suami Kyorin Sunbaenim.” Lanjut Suho.

   Mulut ketiga member Felidis membentuk huruf O.

   ”Lalu, jika yang Kyorin pilih benar suaminya?” tanya Haejin.

   ”Maka mereka bisa meneruskan pernikahan,” jawab Suho.

   ”Mwo?!” seru Felidis kompak.

   ”Jamkaman, jika Kyorin Eonnie gagal menebak siapa suaminya, berarti pernikahan Kyorin Eonnie hanya berlangsung hari ini?” tanya Chihoon tak percaya, dan seluruh EXO tertawa.

   Suho mengangguk. ”Majyeoyo, Chihoon Sunbaenim.”

   ”Aigo~”

   ”Itulah kenapa Kyorin Sunbaenim bisa mengajukan pertanyaan.” Chanyeol sambil tersenyum lebar memberi saran.

   Haejin mengangguk-angguk, lalu menatap Kyorin. ”Kyorin-ah, kau pasti bisa melakukannya! Kalau dulu waktu kita kecil, suami kita ada satu diantara miliaran pria diluar sana… dan sekarang calonmu hanya satu diantara dua belas orang.”

   Kyorin tertawa.

   ”Skalanya mengecil,” Chihoon mengangguk-angguk.

   ”Kalau begitu, EXO… kalian bisa berdiri berjajar… ah, ne, joha!” Haejin memerintahkan, dan keduabelas member EXO berdiri berjajar. Sementara Chihoon menarik Kyorin untuk berdiri di depan kedua belas member tersebut, tepat di tengah-tengah, agar mendapatkan pengelihatan sempurna dari kedua belas member EXO tersebut, dan Haejin mengatur barisan keduabelas member, memberi jarak satu persatu diantara member.

   Dan begitu ia berdiri di barisan paling ujung kiri, tempat Chanyeol berdiri disamping Kris, ia tak bisa menahan diri untuk tidak merengek dan berkata. ”Kalian berdua tinggi sekali~”

   Keduabelas member EXO tertawa.

   ”Jika memiliki suami jangkung seperti kalian, anaknya pasti akan jangkung juga, bukan?” tanya Haejin pada Kyorin dan Chihoon yang ikut tertawa. ”Omo~ aku tak mau lama-lama di tengah-tengah kalian berdua.” Dan Haejin buru-buru kembali ke samping Kyorin yang menatap cemas keduabelas pria di hadapannya.

   ”Sekarang, Kyorin Sunbaenim bisa mengajukan pertanyaan.”

   Kyorin mengatupkan kedua tangannya, dan menatap satu persatu pria-pria tampan di hadapannya, dari sisi kanan, yaitu Tao, Baekhyun, Xiumin, Chen, Suho, Kai, Luhan, Lay, DO, Sehun, Chanyeol, dan terakhir Kris.

   ”Pertanyaan pertama… lebih tua dariku, atau lebih muda dariku?”

   Keduabelas dari mereka saling pandang.

   ”Lebih tua darimu.”

   ”Sehun Oppa boleh keluar dari barisan,” cicit Chihoon yang lega luar biasa, bahwa Sehun bukan suami dari Kyorin.

   Kyorin menatap sebelas yang tersisa.

   ”Kyorin-ah, menurutku…” kata Haejin menatap tajam satu persatu sebelas orang yang di hadapannya sambil mendekatkan kepalanya pada Kyorin. ”Kau harus mengajukan pertanyaan yang bisa langsung mengeliminasi setengah dari mereka! Jadi kita bisa menebak dengan akurat.”

   ”Ne, kurasa Eonnie benar.” Kyorin mengangguk, cemas. ”Keundae… aku benar-benar bingung harus mengajukan pertanyaan apa. Kepalaku blank, Eonnie.” Bahkan ia sudah nyaris merengek.

   ”Kau mau aku yang bertanya?” tanya Haejin pada Kyorin.

   ”Ne, ne!”

   Haejin menatap ke arah sebelas orang yang ada di depannya. ”Keurae… aku tahu kalau setiap grup selalu dibagi menjadi tim rapp dan tim vocal. Jadi, aku mau bertanya… suami dari Kyorin, tim rapp atau tim vocal?”

   ”Woah!” bahkan Chihoon ikut kagum dengan pertanyaan itu.

   Suho mendesah berat dan tersenyum, mengangguk, kalah. ”Tim rapp.”

   ”Assa! Suho, Baekhyun, Do, Luhan, Chen, out!” Haejin meminta lima orang tersebut langsung pergi.

   ”Omo, Eonnie~ bagaimana kau bisa hapal mana yang tim vocal dan mana yang tim rapp di EXO?!”

   ”Eonnie!”

   ”OH!~” bahkan EXO pun ikut terkejut.

   Haejin terkekeh, malu juga. Ia lengah, dan menepuk dahinya. Rahasia yang ia simpan dalam-dalam terungkap. Padahal di dorm pun Kyorin dan Chihoon tak tahu menahu soal kesukaannya baru-baru ini, dan saking bersemangatnya, akhirnya ia terkena silat lidahnya sendiri.

   ”Ya, keumanhae… waktunya kita menemukan siapa suami dari Kyorin.” Kata Haejin mengalihkan perhatian.

   ”Eyy~” semua bergumam kecewa.

   Haejin tak peduli. ”Jadi, Kyorin-ah, kau mau bertanya?”

   ”Ani, Eonnie saja…”

   ”Oke, pertanyaan terakhir… karena hanya tinggal Chanyeol, Lay, Kai, Xiumin, dan Tao…”

   Chihoon cekikikan. ”Bahkan aku tak tahu Haejin Eonnie hapal nama member EXO. Haejin Eonnie luar biasa~” bisiknya pada kamera yang paling dekat dengan dirinya.

   ”EXO K atau EXO M?!” Haejin memberikan senyum miring andalannya.

   ”WOAH!” bahkan member EXO yang sudah tereliminasi kaget mendengar pertanyaan terakhir.

   Perlahan tapi pasti, Lay, Xiumin, dan Tao mundur. Menyisakan Chanyeol dan Kai di tengah-tengah. Haejin dan Chihoon saling tos dan berputar-putar di tengah-tengah ruangan.

   Keduanya sudah bisa menebak dengan pasti siapa yang menjadi suami dari Kyorin, karena Kyorin wajahnya sudah benar-benar berubah merah padam, dan Chanyeol juga tidak berusaha menutup-nutupi.

   ”KAI CHUKAHAMNIDA!” Chanyeol mundur dan Kai menunduk malu juga. Segera, seluruh member EXO, serta Haejin dan Chihoon membentuk lingkaran, bergandengan, berlari mengelilingi pengantin baru tersebut.

*           *           *

”Rekaman mereka semoga bisa berakhir sebelum malam.” Sang Staf memberitahu Haejin dan Junjin, sang Manajer yang berdiri di sampingnya, masih di SM.

   Haejin mengangguk. ”Baiklah, kalau begitu tak apa… kalau bisa jangan terlalu malam ya, kami benar-benar butuh melakukan persiapan untuk Golden Disk Awards juga.” Pesan Haejin.

   ”Baik, Haejin-ssi.”

   ”Ne, kamsahamnida, tolong jaga Kyorin.” Haejin membungkuk, dan staff itu pergi. Ia dan Junjin saling berpandangan. ”Kalau begitu aku dan Chihoon dulu yang latihan, terutama Chihoon. Kyorin bisa lah nanti malam saja… apa ada pekerjaan lagi, Oppa?” tanyanya.

   Junjin menggeleng. ”Kau langsung ke ruang latihan saja, aku khawatir justru koreografernya tidak bisa mengajarkan kalian hingga malam. Tapi dia sudah memberikan video latihannya untukku.”

   ”Hmm, kalau begitu aku ke atas dulu ya, Oppa.” Pamit Haejin masih sambil meregangkan tubuhnya, melewati beberapa trainee SM Entertainment yang membungkuk kepadanya, ia membalasnya dengan senyum dan anggukan ramah.

   ”Super Junior M latihan dimana ya?” gumam Haejin sambil meregangkan tangannya ke kanan dan ke kiri bergantian, bentuk pemanasan karena ia hendak berlatih. Ia baru mengingat Donghae ingin menemuinya hari ini, dan karena rekaman tadi ia benar-benar lupa. Tetapi Donghae juga tak menemuinya, atau menghubunginya. Itu tanda bahwa Donghae juga tengah sibuk berlatih, jika tidak, pria itu bisa lebih bawel dari nenek-nenek, minta ditemui.

   ”Haejin-ah!”

   Haejin menoleh dan menemukan Minho tengah berlari-lari kecil ke arahnya, memakai training, dan tanpa make up, wajahnya juga terlihat lelah, dan sedikit keringat mengucur pada pelipisnya.

   ”Hai!” seru Haejin, wajahnya menjadi cerah.

   Mereka berpelukan sebentar sebelum Minho mengerutkan alisnya. ”Kukira kau tadi kesini cuma mau rekaman We Got Married saja.”

   ”Hehehe…” kekeh Haejin malu dan langsung mengalungkan tangannya pada lengan Minho.

   ”Dan sekarang kau juga memakai training, lama-lama kau masuk SM Entertainment kalau begini.” Ledek Minho. ”Tapi serius deh, apa yang kau lakukan disini? Kukira Kyorin dan Jongin, beserta semua staff dari MBC sudah pergi meninggalkan SM Entertainment.”

   ”Oh, aku mau berlatih.” Jawab Haejin dengan nada mengantuk.

   ”Ne? Berlatih?!” tanya Minho sambil mengangkat alis. Keduanya masih terus berjalan menyusuri lorong di SM Entertainment, tidak memperdulikan tatapan heran dan bisik-bisik saat melewati banyak staff dan trainee SM. ”Kau bukannya punya ruang latihan sendiri, di JYP?”

   Haejin terkekeh. ”Seharusnya kau bisa berpikir dong kenapa aku datang berlatih di SM Entertainment.”

   ”Kenapa? Mau latihan bersama Hyung?” tebak Minho sambil mengedip.

   Haejin memutar matanya, sedikit memukul lengan Minho. ”Aniyo! Ngomong-ngomong soal Hyungmu yang pendek itu…” Minho tertawa mendengarnya. ”Dimana dia?”

   ”Lho, kau belum bertemu dengannya?” tanya Minho heran.

   Haejin menggeleng. ”Aku kan kesini niatnya bukan mau bertemu dengannya. Tapi dia bilang dia ada disini, mungkin sedang berlatih, maka aku tak tahu dia dimana, ruangan latihannya dimana.”

   ”Ya ampun, pacar macam apa kau ini tak tahu dimana ruangan kekasihnya,” ledek Minho. ”Ya sudah, ayo kuantar… kurasa mereka sedang mempersiapkan comeback untuk Super Junior M.”

   ”Ah! Aku tidak mau melihatnya kalau begitu!”

   ”Lho, kenapa?!” Alis tebal Minho terangkat ketika Haejin melepaskan gelayutannya dan berhenti.

   Haejin menekap kedua tangannya di samping pipi kanannya, dan mendesah girang. ”Aku harus menunggu dengan sabar ketika Super Junior M tampil. Aku mau diberikan kejutan seperti yang lain…”

   ”Ahahahaha…” Minho tertawa sumbang, meledek. ”Jadi bagaimana nih? Mau ke tempat Hyung atau tidak?”

   ”Mau…” rengek Haejin. ”Tapi aku tak mau melihat dan mendengar lagunya, othe?”

   ”Cish~ ya sudah kau ke ruang latihan SHINee saja, bagaimana? Aku juga tadi keluar hanya beli kopi.” Ajak Minho. ”Yang lain juga sedang istirahat, dan nanti aku akan tanya Hyung dia sudah selesai latihan atau belum, kalau dia sudah latihan baru kau kuantar kesana.”

   ”Oke, call!” seru Haejin bersemangat, dan keduanya melanjutkan perjalanan, kali ini menuju ruang latihan SHINee.

   ”Jadi, kau latihan sendirian?”

   ”Aniyo, Chihoonie sedang latihan sekarang.”

   Minho mengernyit, berhenti. Mereka telah tiba di depan ruang latihan SHINee. Minho meraih kenop pintu dan membukanya, mempersilakan Haejin masuk, kemudian meneruskan pertanyaannya.

   ”Kenapa cuma Chihoon yang berlatih, kau tidak?”

   Haejin mengedip-ngedip. ”Kau akan tahu nanti,” dia duduk bersila di lantai. ”Lagipula, kalau aku melihat Chihoon berlatih, aku takkan sabaran dan marah-marah. Lalu dia juga akan hilang konsentrasi. Jadi lebih baik aku jalan-jalan dulu. Kukira tak ada satu pun dari kalian disini.”

   ”Kau dan temperamenmu yang mengesankan.” Minho memutar matanya dan duduk di depan Haejin sambil membawa ranselnya. ”Kami sudah tahu benar bagaimana galaknya kau jika mengajar menari.”

   ”Kami siapa?” tanya Haejin tidak mengerti.

   ”91Liners!”

   Haejin terkekeh.

   ”Benar kata Jinwoon, kau benar-benar mengerikan jika tengah mengajar menari!” gerutu Minho, menarik keluar kotak makanan dari dalam ranselnya. ”Seharusnya kami benar-benar mendengarkan ketika Jinwoon bilang bahkan 2PM Hyungdeul tak berani melawanmu.”

   ”Itu kan demi kebaikan kalian juga,” kilah Haejin. ”Di panggung penampilan kita kan harus sempurna.”

   ”Ne,” Minho mengangguk. ”Tapi kau galak!”

   ”Itu berwibawa!”

   Minho memutar matanya, dan membuka kotak makannya. ”Kibum tadi membekali kita semua dengan semangka. Kalau tadi aku tahu ada kau, aku akan beli apa gitu di bawah. Nih, kau suka semangka kan?”

   ”Oh,” Haejin mengangguk, dan langsung meraih garpu plastik yang diangsurkan Minho padanya, dan langsung melahap potongan semangka yang ada di hadapannya, begitu juga Minho. Keduanya mengunyah, dan sama-sama diam.

   Minho kemudian menyenggol lengan Haejin. ”Ya, beritahu padaku… kenapa kalian harus latihan disini?”

   ”Hmm, kau harus lihat nanti!”

   ”Oh, aku boleh lihat kalian latihan?”

   ”NO!” seru Haejin, geleng-geleng, Minho mencibir. ”Tentu saja ada sesuatu yang spesial jika aku harus diam-diam seperti ini. Jadi… kau sebagai penonton, hanya tinggal diam dan menyaksikan.”

   Minho geleng-geleng. ”Kalau begitu, beritahu aku saja… memangnya kau akan tampil dimana?”

   ”Dimana lagi? Golden Disk Award, keurom.”

  Minho mengangguk-angguk. ”Jadi Felidis dapat special stage?” tanyanya. Haejin mengangguk sambil melahap semangka lagi.

   ”Ah iya, Haejin-ah, aku penasaran… ada yang mau kutanyakan ketika kemarin kita syuting 91liners, tapi aku lupa. KW Entertainment.”

   Kunyahan Haejin perlahan-lahan melambat, dan ia menelan potongan semangka yang ada dimulutnya. ”Ah, kau mendengar berita itu juga?” dan Haejin jadi berpikir. Donghae saja tidak sadar sama sekali soal KW Entertainment, bagaimana Minho yang biasanya hanya ia ceritakan dan tidak mengalami langsung teror dari seorang Kim Wonhee, bisa ingat segalanya.

   ”Kemarin sempat heboh, tentulah aku dengar. Dan ini jadi pembicaraan juga, karena Luhan dari EXO M adalah mantan trainee JYP.” Jawab Minho, matanya menunjukkan bahwa ia benar-benar penasaran.

   ”Aku tidak tahu,” Haejin mengangkat bahu. ”Tapi dia mengirimkan surat undangan untuk JYP Entertainment, agar menghadiri pembukaan KW Entertainment.” Dan ia bergidik. ”Kami member JYP semua kemarin berkumpul setelah berita itu keluar, dan menurut kami dia merencanakan sesuatu.”

   ”Oh, kalian terlalu khawatir,” Minho menenangkan.

   ”Minho-ya, kau tidak tahu bagaimana mengerikannya dia,”

   Minho menghela napas. ”Tapi dia sudah tidak di JYP Entertainment lagi, bukan? Dia takkan bisa menyentuh-nyentuh kontrak kalian, dan memperlakukan kalian seenak-enaknya lagi.”

   ”Molla,” Haejin menggeleng. ”Menurutmu bukankah kalau dia tidak di JYP lagi, justru dia bisa melakukan hal yang lebih mengerikan?” tanya Haejin sambil menatap Minho khawatir.

   ”Misalnya?” Minho balik bertanya.

   ”Yah, dia bisa saja membuat skandal, atau apa…” bisik Haejin.

   Minho menyenggol kaki Haejin dengan lututnya. ”Kau terlalu banyak nonton drama, Gumihae!” tegurnya. ”Sudahlah, jangan dipikirkan… tapi kalau kau memang khawatir, ada baiknya kau jauh-jauh dari skandal, meski aku kurang yakin.”

   ”Hey!” seru Haejin tak terima.

   Minho tertawa geli. ”Oh iya, mengenai We Got Married.” Ia mengangkat alisnya penuh arti pada Haejin. ”Terima kasih padamu, karenamu untuk MV terbaru SHINee aku mendapatkan porsi lebih banyak.”

   ”Mwo?” tanya Haejin tak mengerti.

   ”Ah, salah kalimatnya… terima kasih pada membermu.” Koreksinya.

   Haejin mengernyit, kemudian seulas senyum muncul pada bibirnya. ”Aww, apakah maknae manismu merajuk karena uri Kyorin menikah dan mencampakkannya?” tanyanya.

   ”Hahahaha!” Minho kembali terbahak-bahak. ”Ya, sedikit banyak Taemin kehilangan konsentrasi dalam pelajaran menari kami. Heran, padahal selalu dan selalu Taemin yang paling baik dalam menari.” Minho geleng-geleng. ”Cinta selalu buat manusia hilang konsentrasi.”

   ”Kau juga begitu dong?”

   ”Keurom.” Semburat merah muda muncul pada pipinya yang ditopang oleh tulang yang tegas. ”Keundae, Haejin-ah… Oh!” Minho menoleh ke arah pintu yang diketuk, dan terdorong terbuka, Haejin juga ikut menoleh ke arah pintu. Minho tersenyum lebar. ”Oh, Yixing! Masuklah…”

   Haejin ikut tersenyum.

   ”Oh, annyeonghaseyo~” pria dengan rambut berantakan berwarna cokelat, wajah putih sedikit pucat, tersenyum sedikit kaku dan malu, membungkuk. Ia member EXO M, dikenal dengan sebutan Lay, Haejin tahu dia. Jika tadi ia mengenakan pakaian rapi untuk rekaman We Got Married, kini ia juga tengah mengenakan kaus dan training seperti Minho.

   Ia terlihat canggung saat berkata, ”Apa sedang bicara, aku bisa pergi jika kalian…”

   ”Aniya, aniya~” geleng Minho buru-buru. ”Sini duduklah! Jin-ah, kau tidak keberatan, kan?”

   Haejin tersenyum dan menggeleng. ”Aniyo, gwenchana, masuklah… kami sedang ngobrol soal SHINee saja kok.”

   ”Ah, ne.” Dia mengangguk dan mengambil tempat di depan Minho dan Haejin. Ia benar-benar canggung, dan terlihat malu-malu.

   ”Yang lain kemana?” tanya Minho padanya.

   Lay menjawab. ”Mereka sedang rekaman, karena tadi kau memanggilku…” jawabnya hati-hati. ”Jadi aku kesini.”

   ”Ah,” Minho mengangguk-angguk. ”Oh iya. Haejin-ah, kau kenal dengannya, kan?”

   Haejin mengangguk, dan memberi senyum pada Lay yang malu-malu. ”Ne, keurom. EXO M, kan?”

   ”Ish~ ingatanmu memang pendek!” gerutu Minho.

   ”Waeyo?!” Haejin tak terima.

   Lay tersenyum, agak pengertian pada Minho. ”Gwenchana, itu sudah lama juga… dia mungkin tak ingat. Banyak orang yang ia temui selama dua tahun, Minho-ya.” Suaranya dalam, dan pelan.

   Haejin langsung kaget, menoleh pada Lay. Perasaannya mulai tidak enak. Jangan-jangan dia kenal dengan orang ini, dan lupa… lagi? Atau… Haejin mengernyit, berusaha mengingat-ingat. Di sampingnya, Minho sudah menatapnya sebal dan putus asa.

   ”Eh, aku kenal denganmu, kah?” Haejin bertanya hati-hati pada Lay.

   Lay tersenyum, menampilkan lesung pipinya yang lembut. ”Tidak kalau kau memang tidak merasa mengenalku.” Jawabnya penuh pengertian.

   Dikatakan seperti itu, Haejin jadi malu. Ia kembali berusaha mengingat-ingat sementara Minho di sampingnya terus menerus berdecak tak sabar dan geleng-geleng kepala. Haejin memutar ulang episode-episode yang ia ingat, dan kembali ingatannya tadi ketika Lay baru masuk ke dalam ruangan.

   ”Oh, Yixing… masuklah!”

-TBC-

Halo ^^

Sorry banget part ini agak lama… karena satu dan dua hal, termasuk si  Mamah yang mau menopause jadi rada sewot kalo liat anak perempuannya kerjaannya depan laptop mulu… ==” Hari senin sudah kembali kuliah… hwaiting hwaiting buat semuanya yang sekolah, kuliah, dan bekerja!

Daaaan… sampai disini apakah konflik semakin terlihat?? Ada yang mau spoiler?? Hohohoho… oke deh, sampai ketemu di part berikutnya ^^

Twitter & Weibo : @haelayonme

Instagram/Line/Katalk : Gumihae

25 thoughts on “{JinHaeXy} Gone Not Around Any Longer [BAB IV]

  1. D part ini Haejin blm bertemu Donghae yah..
    Kangen jg ma moment mereka..😀
    Jd, minho dah merelakan Haejin dgn Donghae?

    Daaaannn, apakah hub Haejin dgn Lay?
    Masa lalu Haejin kh?
    Semakin penasaaraaaan..
    D’tunggu next part, klo bs jgn lama2..
    ☺ ‎​みϱ”̮みϱ”̮みϱ”̮みϱ (⌒˛⌒) ☺

  2. wowwow…
    itu knp haejin eonni gak jadi ketemuan sama hae oppa…?? dan malah ngobrol sama minho dan lay….
    bnr2 deh….
    seruuu crt.a eonni…pnsrn sama lanjutan crt.a eonni…
    ^O^

  3. Annyeong onnie.. Long time no see🙂
    Aku udh tunggu” ff lanjutannya hehe udh kangen baca ff onnie ttg JinHae..
    Hmmm aku mau sok tau nihh.. Hehe kayaknya ntar bakal ada BIG TROUBLE ya antara Hae, Haejin, Minho, n Lay? Haha sok tau bgt..
    Kangen liat JinHae mesra”an lagi on :p
    Ditunggu lanjutannya nisya onnie.. Good luck buat kuliahnya.. Fighting!!

  4. wahhh…itu TBC ny ganggu bgt sih!!lagi penasaran juga!!hehe
    udah ngeri aja pas awal baca tentang si wonhee!!takut berbuat sesuatu ke jinhae…
    Makin penasaran nih!!
    Nisya jangan lama2 ya part selanjut ny!!hehehe

  5. Agak susah bayangin krn gak terlalu tau member exo..
    Kyk hya KW entertaiment udh ngerancang sesuatu…
    Jgn sampai yg jd korban si wonhee itu jinhae…

    Makin penasaran nih.,,
    Di tunggu lanjutannya..

  6. Aaaaaaahhh akhirny muncul jg.. Wlpn part in romanseu momma poppa cm dtelp doaank gpp dgantii lay wkwkwkwkwwkwk.. Momma lay buat akuuulaah yaaa.. Lay nya ntar dbanyakin hihihihi….

  7. Lay siapanya haejin ya? Jgn2 ntar ad scandal lg,kan demen bgt tu si haejin bikin scandal
    Kykny ad rencana licik kw ent.tu nenek sihir kan benci bgt ma haejin…
    Ditunggu part selanjutnya..

  8. waaa, kenapa sih selalu dicut di saat yg ‘tepat’. Penasaran ada apa Yixing sama Haejin.
    Next part asap. Fighting, eonni🙂

  9. aigoooo…. Yixing???? Onnie ekor mu ternyata udah nyampe ke bagian EXO… (–“)
    Chukkae Kyorin sama Kai…hahahaaa! Saingan tuh sama Taemin Naeun…
    ihhhh…sumpah serem sama KW Ent. Jaat bgt deh..

  10. eh aku blm nemu konfliknya loh… paling masalah kw ent. doangan…
    wadaw paling???? hehe
    kayaknya mah bakal jd masalah berat tuh klo lawan nenek sihir #plakkk

    jiaaaah yixing mulai masuk… uhuy ada apakah gumihae dengan yixing?? apakah ada cinta masa lalu??? #dorrrrr
    hahaha

    okkeh mommaaaa cantikkk buruan yah lanjutannya *digeplak*
    haha

  11. Lay punya kembaran?
    Lay pnh hadir d kehidupan haejin?
    Apaan sih?
    Penasan bgd!
    Ah unnie!!!

    Senyum2 sndri sama bagian nebak suami kyorin.
    Aduh..

    Pkoknya aq penasaran bgd!

  12. this is great! ive been read this ff from the first part. overall everything is great! i live it. but im sorry sis, i give comment inly in here. maybe next part i will give a comment too..

  13. waah haejin kepincut exo jg yaaa…aq juga!haha
    ad apa ya sm si yixing ini…hemmmm
    yow penasaran yaaah..
    haduud chingu ,,kangen lovey doveyjinhae tambah ya porsinyaa ^^

  14. Aduh keripik -ssi….
    Ada apa antara kamu dengan haejin…….
    Bau bau konflik mulai tercium caelah gaya banget …

    Minho andai kau tau posisimu mulai tergeser oleh keripik hahahhahahahaha

    Forever puk puk buat ikan mokpo hahhahahaah

  15. Woaaaaaaaaaaaahhhhh,,, aku udah kangen bgt sm jinhaexy,td malah ga ketemu sm donghai ><…… Bagaimana ini, konflik mulai tercium, penasaran deh sm lay *?* ada masa lalu kah dgn haejin..
    Di tunggu next part eoonn,, salam maniss, dan tetap semangat….

  16. Member EXO lengkaaaap~ aigoo klo jd haejin yg fangirl EXO, mungkin aku udh pingsan, keabisan oksigen wkkwkk
    Lucu jg ngebayangin donghaee manja biingiit hihihiii
    Yixiing siapa nya haejin ? Wahh kelanjutannya pstii seru nih.
    Ditunggu eonn lanjutannya, ttp semangattttt eonn !! Gomawo

  17. Kyorin chukkae -(ˆ▽ˆ)/ -(ˆ▽ˆ)- \(ˆ▽ˆ)-
    Selamat ya buat pernikahannya dengan KAI (•ˆ⌣ˆ•)

    Haejin kenal LAY dimana ? Ajak-ajak dong kalau mau kenalan😉
    Kangen deh sama jinhae momment😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s