{JinHaeXy} Gone Not Around Any Longer [BAB III]

IMG-20130311-WA001

Title : Gone Not Around Any Longer

Author : Nisya (Donghae’s Wife)

Rate : PG15

Length : NOVEL

Cast :

  • Lee Haejin
  • Lee Donghae
  • 2 Other Main Cast

Dorm Felidis, 2 Januari 07.15 KST

 

CANGGUNG.

   Chihoon duduk tegak pada punggung kursinya, matanya terbuka, tak seperti biasanya pada jam seperti ini. Di depannya mangkuk berisi sereal serta karton susu belum tersentuh sama sekali. Kyorin duduk di sisi lain meja, menghela napas pelan-pelan, dan Haejin tengah di konter menunggu toaster melontarkan roti panggang mereka.

   Dan dalam keadaan itu, tak ada satu pun yang mengeluarkan kata-kata. Kyorin lah yang paling tak nyaman dalam keadaan ini. Memang Eonnie dan dongsaengnya itu kerap kali bertengkar, adu pendapat, atau saling teriak karena sifat dan kebiasaan mereka yang bertolak belakang, namun Kyorin belum pernah melihat keduanya perang dingin seperti ini.

   Menjadi yang paling ’bijak’ diantara keduanya, yang paling berpikiran dewasa, dan yang paling lembut diantara dua sisi yang saling bersebrangan, membuat Kyorin kerap kali dilema dalam keadaan seperti ini. Terlebih setelah semalam… ya, malam yang panjang.

   Kyorin mengerling pada Chihoon, yang tak bicara, tak makan, dan tak biasanya diam jika beradu pendapat atau bertengkar dengan Haejin. Biasanya, jika mereka bertengkar, selalu saja ada ’suara’-nya.

   Bunyi pop terdengar, dan Haejin mengambil piring dengan agak kasar, sebelum menarik empat buah roti panas tersebut kemudian diletakkannya di atas piring dan dibawanya ke meja makan, sambil duduk. Ia pun tetap mengolesi sisi-sisi roti tersebut dengan dua selai kesukaan dua adiknya, bluberi untuk Kyorin, cokelat untuk Chihoon.

  ”Eonnie…” Kyorin yang tak tahan dengan keheningan yang menyaingi taman makam ini akhirnya bicara. Chihoon ikut melirik.

   Haejin bergumam. ”Hmm?”

   Kyorin sedikit berdeham, kemudian melirik Chihoon yang curi-curi pandang ke arah Haejin. ”Jangan diam dan dingin saja. Eonnie seharusnya berbicara…” Chihoon meraih susunya pelan-pelan, dan meneguknya, untuk mengusir rasa canggung dan gugup yang merangkak naik ke tenggorokannya.

   Haejin menghela napas dalam-dalam. Ya, dia sudah berpikir, semalaman suntuk malah. Dia terkejut bukan main, shock, dan nyaris marah pada dirinya sendiri. Bagaimana mungkin ia melewatkan pertumbuhan Cho Chihoon, maknae Felidis, kesayangannya, meski mereka kerap bertengkar. Ia sadar, setelah cukup memiliki me time, setelah ia dan Donghae sudah merasa cukup saling mempercayai satu sama lain, ia sadar, bahwa ia telah terlalu banyak melewatkan banyak waktu-waktu berharga.

   Bukannya ia menyesali waktu yang telah ia lewatkan bersama kekasihnya. Ia menyesali mengapa tak memanfaatkan waktu lebih banyak lagi dengan adik-adiknya, sehingga ia tidak perlu seterkejut ini melihat… Cho Chihoon memang sudah dewasa, pikir Haejin sedih. Adik kecilnya, yang ia anggap saudari sedarah, sekandung.

   Aksi bungkamnya sejak semalam sebetulnya lebih kepada bentuk kekecewaannya kepada dirinya sendiri, dan ia memang sedikit marah pada Chihoon. Tapi jika dipikirkan lagi, ia lebih marah kepada dirinya sendiri.

   ”Eonnie…” Kyorin memanggilnya lagi.

   Haejin mengembuskan napasnya. Ia harus bersikap dewasa, layaknya usianya, bertindak sebagai kakak yang sesungguhnya. ”Ne~ maafkan sikapku sejak semalam, aku hanya… kaget.”

   Kyorin mengangguk. ”Arasseoyo, Eonnie, aku pun merasa demikian.” Tambahnya jujur.

   Chihoon menelan ludah.

   ”Ya sudah, sekarang… kita makan terlebih dahulu,” kata Haejin, memberikan senyum agak datarnya. ”Habiskan makanan kalian, kemudian… kita bicara.” Lanjutnya.

   ”Ne.” Jawab Kyorin, dan Chihoon memakan rotinya.

   Mereka makan dalam diam. Haejin tidak menemukan ketertarikannya pada sereal di hadapannya, begitu juga Chihoon. Keduanya terus makan hanya karena ada hal yang perlu mereka lakukan dan demi menjaga kestabilan dan kebugaran tubuh mereka saja. Sementara Kyorin memang selalu makan dalam tenang. Lima belas menit kemudian, Chihoon membantu Kyorin mencuci piring dengan patuh (biasanya tidak), sementara Haejin merapikan selai-selai. Dan kemudian mereka bertiga, masih dengan pakaian tidur mereka, duduk di ruang tengah bersama-sama.

   ”Baik,” kata Haejin canggung. ”Pertama-tama, aku mau minta maaf pada Chihoonie atas sikapku sejak semalam. Aku tidak melakukan pembelaan atas sikap burukku, aku hanya kaget… sangat kaget.” Diliriknya Chihoon tajam.

   Chihoon menunduk. Kyorin menatapnya.

   ”Aku hanya tidak  bisa percaya maknae kita melakuka hal itu…” Haejin bahkan tidak sanggup mengatakannya.

   Chihoon memutar matanya, bergumam kecil. ”Eonnie mengatakannya seolah-olah hal itu begitu parah.” Namun Kyorin memberinya pandangan menegur yang luar biasa, hingga ia kembali diam.

   ”Keundae…” lanjut Haejin lagi. Bayangan semalam antara Chihoon dan Sungmin kembali merasuki pikirannya, dan ia mau berteriak, menutup mukanya, menutup pikirannya agar tak terkontaminasi. ”Hiiih…” Haejin bergumam putus asa campur histeris, dan menatap Chihoon benar-benar hopeless. ”Chihoonie~”

   ”Waeyo?” rengek Chihoon.

   Kyorin menghela napas juga. ”Untung yang melihat semalam hanya kami berdua dan Kyuhyun Oppa. Oh ya, bagaimana tanggapan Kyuhyun Oppa?”

   ”Argh!” Chihoon mengerang. ”Nan molla~ dia memarahiku~”

   ”Jelas dia memarahimu!” omel Haejin.

   Kyorin mengangguk setuju, dan Chihoon kembali membrengut.

   ”Hah~ sudahlah itu sudah terjadi, dan pertanyaanku kepadamu adalah, bagaimana hubungan kalian berdua? Akhirnya dia memintamu jadi pacarnya? Karena jika tidak, akan kupecahkan kepalanya…”

   ”Eonnie!” seru Kyorin.

   Chihoon memutar matanya, namun kini ia sedikit tersenyum. ”Gwenchanayo, Eonnie, dia memang memintaku untuk jadi pacarnya, sebelum kalian masuk dan menyaksikan…”

   ”Uh!” Kyorin menutupi wajahnya.

   Haejin mengangguk-angguk. ”Baiklah, jadi kalian sudah resmi berpacaran. Tapi, Chihoonie…”

   ”Waeyo, Eonnie?” tanya Chihoon dengan nada bosan, putus asa, dan sedikit tak sabar.

   ”Kau tidak ingat usiamu…”

   ”Eonnie!” seru Chihoon, wajahnya terluka, sebal. ”Sampai kapan Eonnie mau menganggapku anak-anak? Keurae, usiaku memang baru tujuh belas tahun, dan usia legal di korea adalah sembilan belas tahun. Keundae… aku tetap bukan anak kecil lagi.” Air mata sedikit muncul pada pelupuk matanya.

   Haejin dan Kyorin nampak terkejut.

   ”Aku memang masih kecil secara umur… tapi aku benar-benar berusaha mengimbangi kalian. Kalian selalu ingin aku menjadi dewasa dalam bersikap dan dalam segalanya, meninggalkan kekanak-kanakkanku…” katanya serius, dan suaranya bergetar. ”Tapi, dalam beberapa hal, kalian kembali mendorongku menjadi anak-anak lagi…”

   Haejin nampak seolah-olah ia baru ditampar.

   ”Chihoonie…” panggil Kyorin, berusaha menenangkan.

   ”Sebentar, Eonnie!” potong Chihoon. ”Kenapa aku harus selalu menjadi anak yang memenuhi semua keinginan orang? Appa, Eomma… dan Eonnideul? Aku harus menjadi pintar, aku harus bisa dewasa… jika aku mau bertahan disini? Tapi, ketika aku menginginkan… sesuatu, aku tidak boleh jadi dewasa?”

   Kyorin menunduk.

   ”Tidak satu pun diantara kalian, Haejin Eonnie, bahkan kau Kyorin Eonnie, bahkan Kyuhyun Oppa yang mendukungku menjadi penyanyi, bisa benar-benar memahamiku…” lanjut Chihoon lagi. ”Hanya Sungmin Oppa, yang tidak pernah memperlakukanku sebagai anak-anak. Sungmin Oppa, selalu melihatku sebagai seorang wanita. Padahal siapa Sungmin Oppa dibandingkan keluargaku sendiri? Yang selalu bersamaku sejak aku lahir. Siapa Sungmin Oppa dibandingkan kalian berdua, yang merintis karier bersamaku dari bawah hingga kita seperti ini?”

   ”Chihoonie…”

   ”Aku benci sekali harus bicara seperti ini, tapi… sumpah, Demi Tuhan, aku tidak pernah menginginkan apa pun dari kalian, selain kalian bahagia. Aku tidak ingat aku melarang Haejin Eonnie untuk berpacaran, meski Felidis, karierku dan karier kita semua taruhannya.”

   Haejin tersentak.

   ”Aku pun membela Kyorin Eonnie dengan sepenuh hati ketika Ryeowook Oppa ternyata punya pacar dan Eonnie sangat terguncang. Aku membela Eonnie tanpa peduli penjelasan lebih lanjut Ryeowook Oppa, padahal ternyata Kyorin Eonnie lah yang telah menggantung Ryeowook Oppa selama ini, dan ternyata Kyorin Eonnie diam-diam pacaran dengan Taemin Oppa!”

   Ganti Kyorin yang terkesiap.

   ”Kenapa aku melakukan itu semua?” tanya Chihoon yang kini sudah banjir air mata. ”Karena aku pikir, kalian mencintai mereka. Haejin Eonnie mencintai Donghae Oppa, dan kukira Kyorin Eonnie mencintai Ryeowook Oppa… aku ingin, meski kita semua menjalani kehidupan sulit sebagai idol kalian bisa bahagia dengan memiliki belahan jiwa kalian di samping kalian. Tapi apa yang kalian lakukan padaku?”

   ”Chihoonie, Sayang…” Haejin yang tidak tega melihat Chihoon yang berurai air mata, mulai menangis juga. ”Kami tidak bermaksud begitu, kami hanya… kau…” bahkan ia tak bisa menemukan kata-kata yang tepat.

   ”Demi Tuhan, Sungmin Oppa hanya menciumku, Eonnie…” Chihoon menyem-bunyikan wajahnya dengan kedua tangannya kemudian terisak-isak keras ke dalamnya. ”Kami tidak melakukan hal yang lebih dari itu…”

   Haejin berdiri, perlahan-lahan mendekati Chihoon dan memeluknya. Untungnya Chihoon tidak menolaknya, hanya diam dan pasrah dalam pelukan Haejin. Keduanya sama-sama menangis, begitu juga Kyorin yang berulang kali mengusap matanya merasa sedih.

   Kalimat Chihoon memang sangat mengena pada hati mereka masing-masing. Tak pernah terlintas sedikit pun dalam pikiran mereka bahwa Chihoon begitu banyak menyimpan perasaannya sendiri dibalik kepribadiannya yang mereka rasa sudah cukup vokal dalam mengutarakan pendapatnya. Memang usia mereka terpaut sama-sama jauh.

   Haejin dan Kyorin berselisih tiga tahun, begitu pula Kyorin dan Chihoon. Hal ini membuat Haejin dan Chihoon berselisih enam tahun. Haejin menyadari hal lain lagi selain kurangnya waktu yang mereka habiskan bersama. Memang ia menganggap Chihoon adalah adiknya, namun Haejin selalu menganggap Chihoon anak kecil. Sedikit-banyak, ia setuju atas apa yang Chihoon utarakan.

   Haejin egois. Ia tidak memikirkan perasaan Chihoon, dan yang ia anggap memperlakukan Chihoon sebagai adik, justru ternyata ia selalu memperlakukan Chihoon sebagai anak kecil. Dan, Chihoon yang ia anggap sangat kekanakan, ternyata lebih dewasa dari yang ia bisa perkirakan.

   Lima belas menit kemudian, mereka sudah duduk masing-masing di sofa ruang keluarga dorm mereka. Bias-bias air mata masih terlihat jelas di wajah mereka, namun ketiganya sudah tak lagi menangis.

   ”Mianhae, Chihoonie~” kata Haejin pelan.

   Chihoon dan Kyorin mendongak.

   ”Kurasa yang kau bilang memang benar. Aku tak tahu bagaimana dengan Kyorin, jadi aku bicara atas namaku sendiri.” Kata Haejin sambil berusaha mengontrol suaranya yang sedikit bergetar. ”Selama ini kukira aku menganggapmu sebagai seorang adik, adik kandung. Tapi kau benar, aku egois… aku menganggapmu anak kecil sesuka hatiku, sesuai kemauanku. Kau begitu tulus mendoakan kebahagiaanku, tapi apa yang kulakukan untukmu? Bahkan melihatmu dicium seorang pria pun aku tak suka…”

   Chihoon menunduk.

   ”Tapi percayalah,” Haejin kini menatap Chihoon lembut. ”Aku tidak bermaksud buruk. Tak pernah sedikit pun terlintas ingin kau sedih, dan aku hingga saat ini baru menyadari betapa berartinya Sungmin Oppa untukmu. Bukan sekedar cinta monyet biasa, karena tak ada cinta monyet yang berlangsung sepertimu… selama dirimu. Yang mendahulukan orang lain sebelum dirimu sendiri.”

   Chihoon mulai terisak, dan Kyorin kembali menangis.

   ”Kalau dipikir lagi…” kekeh Haejin sambil mengusap air matanya. ”Rasanya aku seusiamu ketika berciuman untuk pertama kali…” baik Chihoon mau pun Kyorin tertawa. ”Kami mungkin hanya terlalu protektif pada maknae kami yang sudah dewasa,” ia mengerling Kyorin yang terkekeh sambil mengusap kembali air matanya. ”Lagipula, halo… ini Sungmin Oppa,” Haejin mengangkat kedua tangannya. ”Satu dari sedikit namja paling bertanggung jawab di Super Junior.”

   Kyorin dan Chihoon terbahak-bahak.

   ”Lebih dewasa dari Leeteuk Oppa, mungkin.” Haejin memutar matanya.

   ”Aww, Eonnie, mungkin Leeteuk Oppa tersandung dalam barak tentara jika kau terus mengatainya.” Celetuk Chihoon, ketegangan diantara ketiganya, perlahan-lahan mulai mencair.

   Mereka tertawa.

   ”Sungmin Oppa tak mungkin tak serius denganmu,” Kyorin akhirnya ikut bicara. ”Tiga tahun bersamamu, tanpa status yang jelas. Tiga tahun bersamamu, padahal diluar sana masih banyak gadis-gadis yang rela menukarkan apa saja agar bisa berada di posisimu.” Kyorin mengangguk, bertukar pandang dengan Haejin. ”Kami tak perlu takut lagi melepas maknae kami.”

   Chihoon kembali menangis. ”Eonnideul, gomawo… jinjja gomawo.”

   ”Keundae, Chihoonie…” Haejin kembali menatap Chihoon serius. ”Jeongmal, seingatku ketika aku seumurmu, aku tidak pernah berciuman sampai… seperti itu.” Kyorin meledak tertawa, dan Chihoon nyengir. ”Aku kaget, omona…”

   Kyorin geleng-geleng. ”Kalian berdua ini~ bahasannya tidak pernah berubah.”

   ”Yokshi, begitulah kalau berpacaran dengan pria yang jauh lebih tua Eonniedeul.” Sahut Chihoon bangga.

   ”YA! Chihoonie!” Haejin dan Kyorin berseru sambil mengangkat bantal mereka.

   ”Majyeo!” Chihoon mengangguk. ”Akhirnya sekarang aku bisa menyombong pada kalian berdua!” dia menunjuk Haejin dan Kyorin bergantian. ”Pacarku bisa mencium lebih hebat daripada pacar kalian berdua!”

   ”CHO CHIHOON!” Haejin berteriak dan berdiri, diikuti Kyorin yang ternganga, dan mereka menghabiskan pagi dengan berlarian di ruang tengah saling memukulkan bantal pada satu sama lain.

 

*           *           *

JYP Entertainment, 14.05

 

   ”Tanana nana nana na, are you sure you’re not a vampire?

   ”Gyaaaaaa! JOHDA!” Haejin bertepuk tangan di studio rekaman dengan heboh. Kyorin di sampingnya dengan  dua tangannya yang ahli di depan seperangkat alat untuk mengkompos lagu, dan baru saja lagu terbaru ciptaan Haejin, berhasil diaransemen oleh Kyorin dengan sempurna. Mereka berdua mulai bekerjasama membuat lagu ini sejak dua bulan yang lalu, dan akhirnya hari ini lagu yang mereka siapkan untuk promosi Korea Selatan mereka siap.

   Chihoon di sofa, sejak tadi hanya ikut mendengarkan, sesekali memberi masukan efek-efek musik ke dalam lagu, juga ikut bersorak-sorak.

    ”Oke! Kalau begitu lagunya selesai, sekarang tinggal rekamannya dan berlatih koreografinya,” Haejin menggosokkan kedua tangannya dengan bersemangat, Kyorin tersenyum, memutar ulang melodi lagu terbaru mereka, yang berjudul Vampire dengan puas, sementara Chihoon mendengar satu kata tentang koreografi mulai mengerang di sofa.

   Haejin cekikikan melihat Chihoon yang mengacak-acak rambutnya frustasi. ”Tenang, kalian rekaman terlebih dahulu, dan aku akan siapkan koreografinya.”

   ”Ne, Chihoonie, masternya sudah kukirimkan ke emailmu ya…” kata Kyorin masih mengutak-atik mesin di hadapannya. ”Segera hapalkan, besok kita mulai rekaman.” Sambungnya.

   ”Hmm.” Chihoon menggumam.

   Haejin membuka buku catatannya dan memeriksa apa lagi yang harus ia lakukan, serta membuka Galaxy Tab-nya untuk melihat salinan jadwal kedua membernya. ”Golden Disk Award di depan mata.” Katanya sambil sedikit menggigit bibir.

   ”Ah benar, Eonnie bilang kita diminta melakukan penampilan khusus?” tanya Chihoon.

   ”Kita fokus pada Golden Disk Award terlebih dahulu kalau begitu, kita berangkat sehari sebelum… kita punya waktu satu minggu untuk berlatih.”

   Chihoon mendongak dari Galaxy Note-nya, matanya berbinar-binar. ”Eonnie, sudah lama kita tidak melakukan special event seperti ini. Kita harus menampilkan sesuatu yang spesial. Felidis!” katanya dengan mendramatisir kedua tangannya. ”Kita selalu dikenal bisa memukau pemilik lagu aslinya…”

   ”Hmm,” Haejin tersenyum miring masih sambil membuka-buka Galaxy Tab-nya. ”Kalian ada usul kita akan membawakan apa?”

   ”Siapa yang jadi hit tahun lalu selain Felidis?” tanya Chihoon penuh percaya diri, Kyorin sambil setengah tersedak menahan tawa saat mendengarnya bertanya siapa yang hit selain grup mereka.

   ”Super Junior Oppadeul sudah pasti membawa Daesang, dalam kategori album,” kata Kyorin memutar kursinya menghadap Chihoon. ”Jadi yang hit… Gangnam Style, bukan?”

   ”Shireo! Aku tak mau menarikan Gangnam Style~” geleng Chihoon. ”SHINee Oppadeul?”

   ”Oh, I’m curious yeah…”

   ”Yeaaaaah…” Kyorin dan Chihoon ikut mengharmonisasikan Haejin.

   ”Apa ya? Sistar?”

   ”Na heonja… Loving You…

   Chihoon menggeleng. ”Aniyo! Sesuatu yang membuat kita terlihat sempurna, bersinar di depan para penonton,” katanya lagi. ”Juga terlihat sempurna diantara fans pemilik lagu yang kita bawakan.”

   ”Lebih sempurna lagi jika kita terlihat menarik hati para nomine yang datang,” celetuk Haejin jujur.

   Kyorin terbahak-bahak.

   ”Ah, Eonnie!” Chihoon meluncur ke arah Haejin dan memberinya telapak tangannya, yang langsung disambut dengan penuh semangat oleh Haejin. ”Yoksi, Felidis leader! Setelah memiliki pacar aku baru mengerti cara berpikirmu, Eonnie.”

   Kyorin mengernyit. ”Apa memang?”

   ”Jika kita terlihat sempurna di depan fans dan pemilik lagu, itu sudah merupakan kewajiban mutlak mengapa kita melakukan covering tersebut, keurae?” tanya Chihoon yakin. Kyorin mengangguk. ”Tapi jika kita terlihat sempurna di depan orang lain, dan orang lain bisa merasakan aura yang keluar dari dalam diri kita…”

   Haejin meneruskannya. ”Kekasih kita akan merasa takut kehilangan kita~”

   ”Kyaaaaaaa…” ketiganya berteriak sambil mencengkram tangan satu sama lain saking gelinya mendengar kata-kata mereka sendiri.

   ”Wah, Chihoonie memang pintar,” puji Kyorin.

   Chihoon tersenyum puas.

   ”Jadi apa yang harus kita bawakan untuk mendapatkan itu semua?” tanya Kyorin, masih polos.

   ”Aku juga belum ada ide,” Chihoon mengeluarkan ponselnya. ”Bukankah biasanya jika seperti ini Haejin Eonnie yang punya ide meletup-letup jika mau membuat pria-pria lain terpesona?”

   Haejin memutar matanya, dan mengeluarkan ponselnya mencari-cari lagu di playlist-nya, sampai ia menemukan sebuah lagu yang baru keluar dua hari yang lalu, dan tengah menjadi perbincangan hangat, juga merajai tangga lagu dimana-mana, bahkan mendapatkan predikat all kill.

   Bibir Haejin membentuk lengkungan menjadi seringai. ”Ah, kurasa aku tahu kita harus membawakan apa…” katanya lambat-lambat sambil mendongak, penuh rahasia, menatap kedua adiknya yang tercengang.

   ”Oh, aku suka nada bicara Eonnie~” kikik Chihoon.

   Kedua bola mata Kyorin melebar, ingin tahu. ”Jinjja? Keurom, apa special stage yang akan kita bawakan?”

   ”Kujamin Sungmin Oppa, Taeminnie, dan Donghae tidak akan bisa duduk diam di kursi mereka!”

   ”Omo! Jinjja?!”

   ”Jeongmal?”

   Haejin mau meledak tertawa melihat ekspresi kedua adiknya, yang begitu mupeng, begitu ia menyatakan bahwa pacar-pacar mereka takkan bisa diam jika melihat mereka menarikan lagu ini. Yokshi, dua adiknya memang sudah dewasa, pikirnya penuh haru. Saatnya mengajarkan mereka cara menjerat pria, agar tidak bisa lari kemana-mana dari pesona mereka.

   ”Ne, karena kita bertiga sekarang punya pacar, maka kita harus tunjukkan melalui lagu kepada dunia, bahwa kita punya pacar!” kata Haejin lagi. ”Aku akan atur janji agar kita bisa segera mempelajari koreografinya…” ia mencari-cari sebuah nomor sebelum meletakkan ponselnya pada daun telinganya.

   ”Jamkaman, Eonnie, tapi lagunya lagu apa?” tanya Kyorin dan Chihoon bersamaan, penasaran.

   ”I got a boy, meochin!” Haejin mengedipkan matanya nakal.

   ”Gyaaaaa…” dan Kyorin serta Chihoon menggila mendengar lagu yang baru saja disenandungkan oleh Haejin.

TBC

short chapter before the storm… aye aye… sorry I got distracted so I forgot to updating this chapter… please please remind me hohohoho

Twitter / Line / KaTalk/ Instagram / Weibo : gumihae

hehehehe

38 thoughts on “{JinHaeXy} Gone Not Around Any Longer [BAB III]

  1. Huaaaaaaahhhh!!
    Ternyata chihoon hbs kisseu ma umin oppa..
    Dan apa itu?
    Lebih hebat?
    Astaga!
    Jd yadong kan!

    Ecieeee..
    Mw cover i got a boy..
    Asek2..
    Jd pgn ngebyangin..
    Ceileeeh, yg mw ttp ngiket pasangan masing2..
    Hahahaha

    Dtnggu next babnya sambil penasaran unnie..

  2. IGEO MWOYA??!! OoO may i going crazy now??!! ah molla!! speechless!! *rusuh gue*

    gue bingung!! jujur!! sumpah!! Felidis jjang!! mian onn rusuh >< baru maen kesini lagi dan…..

    Ah onnie daebak!!

  3. kyaaaaa….akhirnya muncul jg yg part III ny!!
    Ehh..itu GDA yg mna ya??emang pas GDA kmrn lg IGAB dah ada???
    Kok sedikit banget sih Nisya??
    Wah penasaran nih ama special stage ny..si haejin kan klo pny ide suka ”nyeleneh”oooppsss *dikepret yg pny nama*
    Oh ya…benarkah gak bakalan menikmati ChoChoiLee moment lagi???
    #Fighting…ditunggu yg selanjut ny!!yg panjang ya…..hehehe

  4. Wahahaha
    Seru, pembicaraan dewasa nih..😄
    Gak ada penghalang lg nih buat chihoon utk bicara lugas..
    N chihoon makin dewasa, mengikuti eonni2’y..😀
    Next part d’tunggu…🙂

  5. heol heol chihoon sudah besar ahaha gak bsa bayangin se hot apa itu chi ama umin, sampe haejin kaget hahaha aakkk mau cover i got a boy toh !!! uwaaa can’t wait !!! ditunggu lanjutan nyah

  6. YAAHHHH KOK GAK ADA ADEGAN CHIHOON SUNGMINNYA SIIHHHHHH
    aduh chihoon sini aku peluk juga huhuhu
    Sedih aku jadinya…
    Maapin onnie2nya ya huhuhu

    EHEM SATU DARI SEKIAN YG BERTANGGUNG JAWAB ITU MAKSUTNYA????
    menurut lo yang lainnya??? Hahahahahah

    Wakakkakak baru mikir kenapa gak lagu exo trus nyadar kan belom rilis.,, apa udah ya?
    Ah molla…

    Wahahahahahah baiklah saya benerin genteng dll persiapan mau badai…
    Dadah cupmwah :^)

  7. CHIHOONNIE SUDAH DEWASA!!!!!
    aih aih sabar chi,onnideulkan cuman sayang sama chi,magnae kan emang harus dilindungi

    wow nggak sabar nunggu aksinya felidis bikin ming,min,hae nggak bisa duduk diem hahahaha
    tapi kenapa nggak lagu sistar aja momma?

    lanjutin lagi momma,kalo bisa secepetnya😀

  8. Omonaaaa…
    Chihoonnie udah dewasa yaa.. Hahaha
    Kyorin blg kalo kiss nya sampe ky gt emgnya kaya apa ya ? Haahha

    Wow.. Penasaran onn sm special stagenyaaa..
    Ditunggu lanjutannya haejin onnie..
    Fighting !!

  9. Annyeong eonni naega reader bru di blog eonni…

    Crita nya seru bgt,pnulisan nya jga rapi..
    Eonni aku kirain sungmin oppa ngelakuin apa sma maknae trnyata ciuman toh..
    Disini scane Jinhae gk ada ya..
    Aku pnsran bgt sma klnjutan nya nnti,,
    slam kenal ya eonni…

  10. Mommaaaaa kenapaaaaah gk diceritain adegaaaan nya chihoon ama sungmin oppaaaa nya mau tau se-good kisser apa seh sungmin nya…. Hahaha

    Aduh mia terharu looooh yg pas ngomong bertiga mau nangiis deh… Tp sdh terselesaikaaaan….
    Gk sabar nih buat next bab nyaaaaa

  11. I Got The Boy….ghossssssss….!!!!
    uri Chihonnie…udah gede..hehehe
    jadi Sungmin lebih hot dari pada Donge dan Temini…???????? *mupeng*
    Onniee…di tunggu part selanjutnya…
    Onnie jjanggggggg… :*

  12. wow keren kirain kmrn chihoon ngapa2in ma sungmin tyt..
    itu lagunya i got a boy ya… Kirain lagunya sistar
    dtggu lanjutanya ya

  13. Wuaaaa….ternyata eh ternyata chihoon udah jadian…
    Yeee…selamat ya chihoonie, penantian 3 tahun akhirnya…
    Uri chihoonie skrg udh dewasa, udh punya pacar, udh kiseu kiseu ;;)

  14. Rernyata sungmin sama chihon ciuman….
    Akhirnya setelah sekian lama mereja jadian juga…..
    Gimana tuh reaksi mereja bertiga ngeliat penampilan pacar2nya nnti….

  15. Haejin, saya tau kenapa dy melancarkan aksi perang dingin sama Chihoon. Haejin iri karena maknae-nya bisa ‘lebih’ daripada dy sendiri. hahahaha
    Lucu banget sih, Haejin, padahal dy juga biasanya lebih hot sama Donghae…

    aah, ga sabar liat felidis perform I Got A Boy, apalagi sampai buat pacar2 mereka dag dig dug ga karuan di kursi mereka hihihi

    Jangan lama2 ya lanjutannya, eonni.
    Fighting!

  16. Chihoon sama ming resmi nih? Chukkae… baca awalnya yg Haejin sama Chihoon diem”an nyesek sendiri tapi pas udah baikan bikin ngakak.
    Cieee yg mau nunjukin sama dunia kalo udah punya pacar… I got a boy meotjin kkk
    Kenapa feelingku next part bakalan nangis”an nyesek”an perang”an /?. What’s the meaning of ‘storm’? Hmmmm…

  17. oke,cho chihoon sudah dewasaaaa sekarang.
    ternyata mereka memang melakukan itu.tp detail adegan pas mereka menemukan chihoon,dimarahi kyu kok ga ada eon.berasa kurang saja.heheheh

    yeeaaaah,waiting for their covering

  18. Omo ! Dikirain chihoon levelnya udh sm kaya haejiinn kkkkk ternyata kepergok kisseu toh hahaha
    I got a boy?? Kyaaaaaa bakalan seru niih kayanya…
    Kursi panas buat donghaee umin sma taeemin ><
    Ditungggguuu lanjutannya eonn
    Fighting🙂

  19. Ouw. .chihoon abis kisseu to kirain lakuin yng ‘iya iya’
    penasaran gmana liat reaksi hae,ming, n taem kalo pacar mereka perfom IGAB. .
    Kwkwk

  20. Aaaargggggggg…. harus ya tbc disituuuu…. #frustasiiiiii…..
    Akhirnya anggota feledis pny pcr smw…. huraiiiii…..
    Ngmg” seHOT ap sih chi ama umin???? Smp shock gt??? Trz” itu kyuuuu gmna???? Uminnn gmna????

  21. Gyyyaaaaa… Uri chihoonie udh bz kisseu… Apakah it hot kiss smpe” haejin marah gt ya???Ђίђίђί..ђίίђί.◦°˚˚°◦≈\=D/
    I got a boy versi felidis gmna ya???hmmm…jd penzrn,bz buat pcr” mrka gk bz ddk diam d kursi mrka… Btw,nisya part brp ya mslh besr it akan kluar,ap d acra GDA nanti???”̮ ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ “̮..

  22. Akhirnyaaaa.,, penasaran terjawab!!! Kissu rupanya dan lebih hot??? Aaahhhh chochihoon emg bkan anak kecil lg.,,
    I got a boyyy., tak sabar ngeliat komentar hyeo yeon., aaaakkkkk
    Semangattttt!!!

  23. Emang kissing-nya SungMin-Chihoon kayak gimana siCh? sampai2 HaeJin shock banget. Ciuman Sungmin lebih hot daripada Hae? kkkkkk

  24. bener dugaan aku di part sebelumnya ._.
    cihoonnie udah dewasa yeayyyy
    tapi tetep lah haejin yg paling dewasa hehehehe
    aku penasaran sama apa yg dilakuin haejin pas tau mrk kissing .____. hehe
    keren seperti biasanya.
    next part-nya ditunggu unn
    fighting!!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s