{JinHaeXy} Gone Not Around Any Longer [BAB II]

IMG-20130311-WA001

Title : Gone Not Around Any Longer

Author : Nisya (Donghae’s Wife)

Rate : PG15

Length : NOVEL

Cast :

  • Lee Haejin
  • Lee Donghae
  • 2 Other Main Cast

BAB II

 “KITA HADAPI INI BERSAMA-SAMA!” Seulong menggebu-gebu mengangkat gelas berisi Corona, dengan mata berapi-api. ”Dia mengirimkan surat undangan ke JYP Entertainment, itu berarti satu… jeonjaengiya!” dan ia menyanyikan lagu MBLAQ It’s War.

   Suzy tertawa melihat kelakukan Sunbae-nya yang satu ini.

   ”Keurae! Kurasa Seulong Oppa benar,” Chihoon urun suara, mengangkat gelas berisi jus apelnya, karena ia belum boleh minim Corona. ”Untuk apa coba Nenek Sihir itu mengirimkan surat pada JYP Entertainment jika bukan mengajukan tantangan perang terbuka.”

   Nichkhun terkekeh kecil. ”Itu kan undangan.”

   ”Itu tantangan secara manis,” sahut Yoobin.

   Haejin melipat kedua tangannya di depan dadanya. Ini adalah bar tertutup yang dipesan oleh anak-anak JYP Entertainment, segera setelah berita bahwa ex direksi dari JYP Entertainment, Kim Wonhee, membuka rumah entertainment baru, dan mengatakan bahwa siap mengungguli JYP dalam menelurkan bibit-bibit potensial idol di masa depan.

   Mungkin, bagi khalayak luar, netizen, citizen, atau penggemar KPOP di mancanegara, yang notabene tak tahu menahu soal betapa kejamnya Kim Wonhee ini, menganggap bahwa ini hanya semacam persaingan sehat, dan persaingan yang sangat terbuka.

   Tapi bagi korban-korban cakar tajam seorang Kim Wonhee, ini perang!

   ”Aku hanya tak mau banyak orang diluar sana yang bermimpi untuk menjadi idol mengalami nasib seperti kita,” gumam Fei. ”Kita semua tahu betapa kejamnya Wonhee Sajangnim.”

   Semua mengangguk setuju.

   ”Dia melakukan segala cara, memang, agar kita terkenal, tapi demi keuntungan dia pribadi, dan yang lebih parah ia melakukan cara kotor agar kita semua mau menuruti semua kemauannya.” Kata JoKwon muram. ”Dan itu sudah ia lakukan lebih dari sepuluh tahun, tanpa sepengetahuan direksi lain.”

   Kyorin bergidik.

   ”Terima kasih dia sudah tidak di JYP E lagi,” gumam Sohee pelan.

   Junsu berdeham. ”Aku tidak tahu motifnya apa, tapi… apa yang bisa ia lakukan untuk menyentuh… kita?” tanyanya pada semua orang di dalam ruangan ini. ”Kita sudah bukan bawahannya lagi, bukan?”

   ”Dia mengirimkan surat undangan pada kita, Junsu-ya,” kata Changmin memutar matanya. ”Dia ingin kita hadir, dan di media, dia mengatakan hal-hal yang memicu komentar miring soal dia disini. Spekulasi menyebar soal kepindahan 2AM ke Big Hit Entertainment karena dulu katanya JYP Entertainment membuang kami…” lanjut Changmin. ”Tapi siapa sebenarnya yang mengatur agar kami pindah ke Big Hit? Dia!”

   ”Kau tak akan menikah jika dia masih disini, Eonnie,” kata Min kepada Sunye.

   Sunye meringis.

   Taecyeon dan Wooyoung sibuk meneliti sesuatu pada iPad mereka, saat semua orang menjadi hening, menikmati samgyeopsal di hadapan mereka, atau menenggak minuman mereka.

   ”Uh-oh.” Gumam Wooyoung. Meski gumamannya pelan, itu sanggup membuat semua menoleh.

   ”Oppa, waeyo?” tanya Chihoon.

   Semua menatap Wooyoung dan Taecyeon khawatir.

   ”Wonhee Sajangnim menjelaskan soal betapa buruknya sistem JYP Entertainment, mengenai bagaimana IU, B2ST, Sistar Hyorin, dan… EXO M Luhan bisa dikeluarkan dari JYP Entertainment.”

   Junho menutupi wajahnya.

   ”Nenek gila!” seru Haejin. ”Aku memang merasa bahwa IU, B2ST, Hyorin, dan Luhan keluar dari sini merupakan hal yang bodoh! Tapi bagaimana bisa dia menyalahkan JYP Entertainment sekarang?!”

   ”Kan tadi sudah kubilang… jeonjaengiya!” seru Seulong.

   ”Apa maunya Nenek Sihir itu?”

   ”Well,” Nichkhun menggeleng-gelengkan kepalanya sambil menerima iPad dari tangan Wooyoung. ”Apa pun itu, she’s up to something.” Katanya.

   Junsu mengangguk. ”Tapi bagaimana caranya? Dia kan tidak tahu apa-apa lagi soal kita.”

   ”Hmm, mungkin dia memang tidak tahu apa-apa lagi soal kita, Oppa,” Jia menjawab. ”Tapi dia tahu semua masa lalu kita, apa yang terjadi pada ketika kita trainee, kita tetap harus hati-hati.”

   ”Woah, Jia Noona benar.” Jinwoon merinding.

   Segera setelah waktu menginjak pukul delapan, seluruh member idol group JYP Entertainment itu pergi meninggalkan bar, ada yang pulang, ada yang kembali ke kantor, ada yang menghadiri jadwal, dan tentu saja bagi Felidis, waktunya ke dorm Super Junior.

   Hari ini masih tanggal 1 Januari 2013, dan Super Junior M sudah pulang dari Cina pula. Waktunya menemani Chihoon ’mengimplikasikan’ perasaannya kepada Sungmin, sekaligus bagi Haejin, melepas rindunya pada sang kekasih.

   Seharusnya hari ini menjadi hari yang menyenangkan, jika tanpa segala pemberitaan tentang Kim Wonhee dan rumah entertainment barunya. Perasaan Haejin tidak karuan mendengar berita ini, meski Junsu meyakinkannya bahwa tak ada yang bisa dilakukan sang Nenek Sihir, karena ia sudah berada diluar JYP Entertainment sekarang, tetap saja tak mempengaruhi ketidaknyamanan yang Haejin rasakan.

   Dan dua adiknya merasakannya juga.

   ”Tidak perlu terlalu dipikirkan, Eonnie.” Ucap Kyorin lembut, di kursi samping kemudi.

   Haejin tersenyum kecil. ”Aku hanya kesal.”

   ”Ne~” Chihoon terus ngedumel di kursi belakang. ”Kukira setelah dia keluar dari JYP Entertainment… ani, dikeluarkan secara tidak terhormat,” diberikannya penekanan pada dua kata tadi. ”Dia akan berhenti berbuat seenaknya saja, dan jauh dari kita semua, eh… masih berani muncul, menantang pula! Cish~” dengusnya.

   ”Tapi, benar kata Yoobin Eonnie tadi,” Kyorin memandang jalanan di depan mereka. ”Kita hanya takut dia memperlakukan orang lain yang hendak meraih impiannya seperti kita.”

   Haejin mengangguk. ”Itu juga yang kutakutkan. Tapi terlebih, melihat suratnya untuk kita tadi…” lanjutnya ragu-ragu. ”Menurut kalian apakah dia berniat balas dendam?”

   ”Ih~ dia yang salah, dia yang balas dendam? Kayak rumah sakit jiwa udah sepi pasien saja…” Chihoon memutar matanya.

   Kyorin nampak kaget mendengar penuturan Haejin. ”Aduh, aku tak mau berpikir kesana, Eonnie.”

   ”Dia jelas tidak terima dia dikeluarkan dari JYP E,” lanjut Haejin berspekulasi.

   Kyorin bergidik.

   ”Tapi dia tidak bisa menyentuh kontrak kita lagi.” Kata Chihoon. ”Yang bisa kita lakukan memang lebih berhati-hati agar tidak terlibat skandal, dan dia bisa menghancurkan kita dengan ocehan-ocehan pedasnya. Pembunuhan karakter itu lebih mengerikan daripada penyalahgunaan kontrak.”

   Haejin mau tak mau setuju dengan komentar Chihoon, tapi masih ada perasaan aneh yang tak bisa ia jelaskan yang mengganjal di hatinya. Dia yakin, Kim Wonhee, Nenek Sihir dengan segudang ide untuk memperoleh segala keinginannya, tak mungkin melakukan semua ini sekejap mata.

   ”Bagaimana mungkin kita tidak mendengar bahwa dia membuka rumah enterainment baru?” gumam Kyorin heran. ”Bukankah seharusnya kita mendengar selentingan kabar? Kim Wonhee bukan orang yang tidak terkenal, lho. Walaupun masih jauh dibawah Lee SooMan Seonsangnim, JYP Sajangnim, Yang Hyansuk Sajangnim.”

   Baik Haejin dan Chihoon mencerna pertanyaan Kyorin barusan.

   ”Ne, bahkan ketika Wonhee Sajangnim keluar dari JYP Entertainment saja beritanya ada. Tak cuma di portal berita, bahkan sampai masuk ke televisi segala.” Lanjut Kyorin. ”Meski Jinyoung Sajangnim masih baik tidak mau membeberkan alasan sebenarnya Wonhee Sajangnim dikeluarkan.”

   ”Bahkan Kibum Oppa ketika keluar dari U-Kiss saja ketika membuka usaha baru masih terdengar beritanya.” Tambah Chihoon mengangguk-angguk.

   Haejin menarik napas lewat mulutnya. ”Dia pasti sudah merencanakannya sejak lama.” Akhirnya dia bergumam. ”Membuat semua ini… benar kata kalian berdua, seharusnya ada selentingan kabar bahwa dia akan membuat rumah entertainment baru. Dan fakta bahwa dia melakukan hal ini tanpa tercium media mana pun… justru membuktikan bahwa dia memang merencanakan sesuatu.”

   Hawa dingin Seoul, tak sebanding dengan rasa dingin yang mendadak menjalari tubuh ketiga gadis yang tengah berada di dalam mobil tersebut. Chihoon bergerak tak nyaman merubah posisi kakinya, mengencangkan pemanas.

   ”Maka kita harus waspada. Terhadap apa pun, bisa saja sasaeng-sasaeng itu adalah ulahnya,” lanjut Haejin lagi. ”Mungkin ini terdengar paranoid,” ia menekan pedal rem sebelum perlahan memberi sen, dan berbelok masuk ke dalam Sky City Apartement. ”Tapi, hal ini perlu dilakukan agar kita semua aman,” Haejin sedikit menyipitkan matanya mencari spot parkir. ”Jika ada yang mencurigakan atau apa, kalian harus langsung bilang padaku, Junjin Oppa, atau One Day Oppadeul, arasseo?”

   ”Arasseo, Eonnie.” Jawab Kyorin dan Chihoon. Pada saat yang sama Haejin berhasil memarkir mobilnya.

   ”Kaja~” ajak Haejin sambil turun dari mobilnya, dan mengunci pintu mobilnya setelah Kyorin dan Chihoon keluar dari dalam mobil. ”Kalian mau kemana?” tanya Haejin ketika mereka tiba di depan lift.

   ”Sungmin Oppa sepertinya ada di lantai sebelas.” Jawab Chihoon, bibirnya sedikit pucat.

   ”Dia mengabarimu?” tanya Kyorin.

   Chihoon menggeleng. ”Kyuhyun Oppa.” Sahutnya pendek.

   ”Ah, jadi Kyuhyun Oppa ada di lantai sebelas juga?” tanya Kyorin.

   ”Ani, Kyuhyun Oppa bilang kalau aku mau menemui Sungmin Oppa, sebaiknya dia naik ke atas,” Chihoon melangkah masuk ke dalam lift, diikuti Haejin yang mengangkat alis, dan Kyorin yang mengangguk paham. ”Eonniedeul, kenapa aku tegang?”

   Kyorin tersenyum, meremas bahu maknae kuat. ”Kokjonghajima, Chihoonie, semua akan baik-baik saja. Sungmin Oppa akan menerima hadiahmu. Omong-omong soal hadiah, kau sudah bawa handycam-nya kan?”

   ”Keurom.” Sahut Chihoon cepat. ”Aku bukan Haejin Eonnie yang pelupa.”

   Haejin mendengus.

   ”Aku benar-benar gugup.” Kata Chihoon saat lift berhenti di lantai delapan, dua orang masuk.

   ”Gwenchana, kalau dia membuatmu menangis, kukibas dengan ekorku yang kedelapan.” Haejin menghibur si maknae, Kyorin terkikik geli. ”Gumihae on action.” Gumamnya.

   Chihoon tetap tidak tertawa, lift berhenti di lantai sebelas.

   ”Kukabari kalian nanti.” Dan ia keluar dari dalam lift.

   ”Hwaiting!” Haejin dan Kyorin memberikan kepalan tangan mereka, tanda menyemangati. Begitu lift menutup, dua orang di depan mereka nampaknya curi-curi pandang pada keduanya, mereka berusaha bersikap sopan, hingga lift berhenti kembali di lantai dua belas, tujuan keduanya. Haejin dan Kyorin melangkah keluar dari dalam lift bersama-sama.

   ”Eonnie, apa aku harusnya menemani Chihoonie?” tanya Kyorin, khawatir. ”Dia sepertinya tegang sekali.”

   ”Jelas dia tegang, Sungmin Oppa itu kan cinta pertamanya. Dan dia merasa Sungmin Oppa sudah bosan menunggunya karena dia menggantungnya selama tiga tahun.” Sahut Haejin. Dia bisa merasakan Kyorin sedikit menegang di sampingnya mendengar kata gantung tadi. ”Kita sampai.” Haejin menekan bell. ”Lagipula, ini masalahnya, dia akan belajar dari situasi ini… dan jika ia butuh bantuan kita pasti selalu…”

   ”Nuguseyo?” suara Ryeowook terdengar dari dalam.

   Haejin bisa merasakan Kyorin sedikit tegang, meski kemudian kembali rileks di sampingnya. Satu lagi soal dongsaengnya, pikir Haejin namun untuk sementara ini bisa menunggu, dan menjawab. ”Haejin dan Kyorin!”

   ”Jamkaman.”

   Tak lama pintu terbuka, menampakkan Ryeowook, yang bercelemek, tersenyum ramah.

   ”Annyeonghaseyo, Oppa.” Kyorin menyapa.

   Ryeowook menoleh, sedikit kaget, namun balas tersenyum. ”Oh, halo, Kyorin-ah… hai Haejin.”

   ”Hai, selamat tahun baru~” Haejin masuk diikuti Kyorin, keduanya melepas sepatu dan memakai sandal rumah.

   Dorm Super Junior kali ini lebih berantakan dari biasanya, dan lebih ramai dari biasanya juga. Ryeowook langsung kembali ke dapur, Haejin bisa membaui wangi sup bawang, dan memandang berkeliling.

   ”Jin-ah~”

   ”Kyorin,”

   ”Oppa~ annyeonghaseyo.” Kyorin membungkuk.

   Di dorm kali ini lengkap, kecuali Sungmin dan Kyuhyun, yang katanya masih ada di lantai sebelas. Haejin dan Kyorin mengucapkan selamat tahun baru bonus peluk pada semua member Super Junior yang ada disana, termasuk Henry dan ZhouMi yang menginap di dorm sepulang dari Nanjing tadi.

   ”Oppa, selamat tahun baru,” Haejin menyalami Kangin, yang membalas pelukannya dengan sedikit kaku, setengah senang setengah (masih) sedih. ”Semoga tahun ini indah bagi Oppa, tambah sukses.”

   ”Cepat dapat pacar~” sambung Eunhyuk jail dibelakangnya.

   ”Ya, cepat dapat pacar,” Haejin terbahak, Kangin melempar pandangan mengancam pada Eunhyuk yang mengangkat kedua peace sign, meminta damai.

   Haejin geleng-geleng geli dan mencari-cari Donghae.

   ”Sedang di kamar mandi,” sahut Siwon langsung, tahu siapa yang Haejin cari.

   ”Arasseo,” Haejin kemudian langsung masuk ke dalam kamar Donghae sambil melambai pada Kyorin yang mengangguk di sofa, mengobrol dengan Henry dan Yesung.

   Haejin melepaskan mantelnya begitu menutup pintu kamar Donghae, yang tidak rapi, namun tidak juga berantakan. Ada beberapa file di atas meja kerjanya, dan mantelnya masih diletakkan di atas tempat tidur. Haejin duduk di atas tempat tidurnya, dan langsung berbaring menatap langit-langit.

   Tak bisa dicegah, pikirannya berkelana kembali pada Kim Wonhee. Sesuatu, ada sesuatu, firasatnya berkata, dan dia tahu hal itu buruk, meski ia pun tetap berdoa mati-matian bahwa semua ini hanyalah firasatnya saja, dan hanya perasaan khawatirnya yang terlalu berlebihan saja.

   Lagipula siapa dia? Sampai sebegitunya Kim Wonhee ingin menghancurkannya? Pikiran postifnya mengambil alih. Tetapi… dia yang membuat Kim Wonhee dikeluarkan dari JYP Entertainment, jika kontraknya dan sikap offensifnya tidak mengusik para pengurus direksi, Kim Wonhee takkan dikeluarkan.

   Tapi itu berarti dia terkurung selamanya, dong? Kontrak tak boleh menikah selama 10 tahun itu benar-benar menyalahi hak azasi manusia. Haejin mengembuskan napasnya terlalu larut dalam pikirannya, tak menyadari bahwa pintu kamar terbuka, dan Donghae masuk sambil menggosokkan rambutnya yang basah, sehabis mandi. Walaupun ia sudah mengenakan sweater dan sweatpants, rambut yang basah biasanya tetap bisa membuat Haejin dan hormonnya meloncat-loncat kegirangan.

   Donghae menurunkan handuknya dari kepalanya, dan menatap Haejin yang tengah melamun dengan kedua matanya terpancang pada sesuatu di langit-langit kamarnya. Donghae ikut mendongak. Apa menariknya triplek itu hingga mendapatkan perhatian penuh dari Haejin sekarang?

   Dengan tak sabar Donghae duduk di samping Haejin dan menutupi mata kekasihnya itu dengan handuknya yang setengah basah. ”Kau lebih memerhatikan langit-langit daripada pacarmu yang belum kau lihat terhitung nyaris dua kali dua puluh empat jam!”

   Haejin terkikik, meski matanya tertutup dia bisa membaui wangi bodywash Donghae yang segar, aftershave Donghae yang beraroma pedas, dan hembusan nafasnya setelah menggosok gigi. Kekhawatiran mengenai nenek sihir dari negeri dongeng itu mendadak lenyap saat Donghae kini berada di atas tubuhnya, menindihnya, dengan dua tangan memegangi handuk yang menutupi matanya.

   Dua tangan Haejin naik dan memeluk leher kekasihnya itu. ”Poppa~” katanya manja.

   ”Apa yang kau lihat di langit-langit tadi, Sayang?”

   ”Tak ada, cish… dengan langit-langit saja cemburu~”

   ”Jelas cemburu! Aku berdiri sudah lima menit, dan kau lebih tertarik menatap langit-langit, yang benar saja! Aku ini Super Junior Lee Donghae~” rengeknya main-main dan bergerak di atas tubuh berisi Haejin.

   Haejin tergelak, satu tangan mencubit pipi Donghae. ”Hmm, lebih kurus sekarang… ciyeee, yang mau comeback.”

   ”Iya dong~” sahut Donghae bangga.

   ”Nah, pria tampan yang mau comeback, izinkan pacarmu yang seksi ini melihat wajahmu dong,” rayu Haejin. Mendadak handuk itu menghilang dari kedua mata Haejin, digantikan dengan wajah rupawan yang menunduk menatapnya. Tatapan hangat, penuh kerinduan, dan tentu saja, rasa sayang dan cinta yang mengalir secara tulus tepat ke dalam mata Haejin, dan langsung mengalir ke seluruh pembuluh darahnya.

   Haejin menangkup kedua wajah Donghae, yang kini tersenyum jail, dan mengecup bibirnya. Takut asma Haejin kumat, dan ia tahu aktivitasnya dengan Haejin akan memakan udara, maka ia memutuskan berguling, namun tetap tidak melepaskan ciuman mereka. Donghae meletakkan tangannya di tengkuk Haejin, dan menarik kekasihnya, memperdalam ciuman mereka.

   Kapan terakhir kali mereka bertemu? Oh ya, kemarin.

   Tahun baru kali ini sangat dirasa berat oleh Donghae. Ia dan Super Junior M harus terbang ke Cina dan merayakan tahun baru disana, sementara Haejin tetap di Korea Selatan, mengikuti acara tahun baru yang sejak tahun 2010 mereka rayakan bersama-sama, baru tahun ini saja mereka tak merayakannya bersama.

   Tangan Haejin perlahan menelusup ke sela-sela rambut Donghae, dan pada saat itu ia menyadari bahwa rambut Donghae tengah basah, dan sedikit menggigit bibir bawah Donghae, sehingga pria itu sedikit mengerang dan semakin memperdalam ciuman mereka.

   Ketika keadaan sudah semakin panas, Haejin mengingat bahwa dirinya tengah datang bulan, dan perlahan-lahan melepaskan ciuman Donghae dan menempelkan dahinya pada dahi Donghae yang sedikit dingin karena sehabis mandi. Nafas keduanya masih memburu.

   ”Poppa~”

   ”Hmm?”

   ”Aku sedang datang bulan~”

   Donghae langsung membuka matanya, duduk. Wajahnya merah padam, dan Haejin langsung tertawa, sambil berguling di atas tempat tidur. Dia tahu Donghae masih malu dengan ’aktivitas’ mereka, berapa kalipun mereka sudah melakukannya, dan Haejin selalu menikmati reaksi Donghae yang seperti sekarang ini.

   Jarang kan, ada laki-laki sepolos ini. Koreksi, dia sudah tidak polos, karena sudah dipolosi, pikir Haejin puas. Dan sebelum Donghae bisa membalas kata-katanya, Haejin meneruskan. ”Tapi sudah tinggal sedikit sih, besok selesai mungkin… Poppa mau?” Haejin mengedip-ngedip genit.

   Dan Donghae menyumpal wajahnya dengan boneka ikan maskokinya, tidak terlalu kuat, karena khawatir menyakiti Haejin, namun bertujuan menghentikan olok-olok dari kekasihnya yang jail ini. Dalam keadaan sadar, memang tak akan pernah Donghae mau diajak melakukan hubungan itu, tetapi memang dasar siluman rubah betina dengan sembilan ekor, Haejin selalu berhasil membuat Donghae lengah, dan mendapatkan apa yang ia inginkan.

   ”Poppa,” Haejin berpose ala Putri Duyung sambil memerhatikan Donghae yang mulai merapikan barang-barang dari dalam kopernya sepulang dari Cina. Dengan satu tangan menyangga kepalanya, matanya terpancang pada Donghae yang mengeluarkan baju-baju kotor.

   ”Hmm?”

   ”Kau dapat undangan dari Sunye Eonnie?”

   Donghae mendongak, sedikit tegang. Topik Sunye selalu jadi topik sensitif dalam hubungan mereka berdua. Tapi kemudian dilihatnya, Haejin menatapnya penasaran, meski ada sedikit kecurigaan. Donghae perlahan menggeleng.

   ”Jinjja?!” tanya Haejin tak percaya.

   ”Memang aku tidak dapat. Heechul Hyung yang dapat, seluruh member Super Junior tak ada yang mendapatkannya kecuali dia.”

   Haejin memutar matanya. ”Kau mau datang memangnya?”

   ”Momma~” rengeknya.

   ”Kalau kau mau datang ya tak apa-apa, tapi jadi pendampingku,” kata Haejin geli. ”Sunye Eonnie tadi memberikan undangannya kepadaku.” Haejin kemudian duduk, dan Donghae sepertinya tak tahu harus berkata apa, dan memutuskan memasukkan pakaian kotornya ke dalam keranjang pakaian kotor yang terletak di sudut kamar. ”Kalau tidak ada jadwal aku pasti datang.”

   Donghae berbalik dan menatap Haejin heran. ”Memangnya kau mau aku datang?”

   ”Sebetulnya sih aku mau kita datang berdua, tapi itu jelas akan menimbulkan berita. Tapi kalau kita datang sendiri-sendiri, jelas semua orang akan bertanya-tanya, dan mulai membicarakan skandalmu dan Sunye Eonnie, jadi lebih baik kau kuikat ke dalam kotak, dan tak usah kemana-mana.” Pidato Haejin.

   Donghae tertawa, kemudian dia duduk bersila di lantai menatap Haejin yang masih berpose ala Putri Duyungnya. ”Sunye menikah.” Katanya, tanpa emosi, menatap lurus ke arah Haejin.

   Haejin yang tahu betul pernyataan itu akan mengarah kemana, mengerang dan langsung berbaring menolak kontak mata. ”Jeongmal! Aku masih tak percaya Sunye Eonnie akan menikah secepat ini! Usianya baru berapa? Dua puluh lima tahun, yang benar saja… bahkan Danny Ahn Oppa, Shinhwa Sunbaenim, Bada Sunbaenim, dan masih banyak yang lebih tua lagi dari Sunye Eonnie belum menikah! Bukannya aku tidak senang dia menikah tapi kan…”

   ”Sayang, tenanglah…” kekeh Donghae sambil perlahan merangkak naik ke atas tempat tidur.

   Wajah Haejin sedikit bersemu.

   ”Jodoh setiap orang itu berbeda-beda, Sayang.” Donghae mengelus-elus pelan pipi Haejin. ”Sunye sudah merasa yakin akan hubungannya dengan pacarnya, maka ia memutuskan menikah. Usia tak ada hubungannya dengan keyakinan.”

   ”Tapi jelas ada hubungannya dengan kedewasaan seseorang.”

   ”Ya, kau benar…” Donghae menghela napas dalam-dalam. ”Sunye mungkin sudah merasa siap lahir-batin.” Dia mengangkat bahunya. ”Dan Momma Sayang, kau sudah berjanji kepadaku bahwa kau akan menikahiku.”

   Haejin meringis. ”Tapi kan tidak sekarang.”

   ”Ara~” Donghae nyaris merengek lagi. ”Kau bilang jika kita sudah matang, dan jika aku sudah menyelesaikan wajib militerku. Geunyang…” ia nampak tidak yakin dengan apa yang hendak ia katakan, dengan apa yang tengah ia pikirkan. Jelas, ia tidak mau kekhawatirannya justru membuat Haejin tersinggung, dan membuat mereka bertengkar lagi. Beberapa bulan terakhir merupakan rekor tersendiri bagi hubungan mereka. Meski sama-sama sibuk, mereka sudah semakin saling percaya, meski frekuensi komunikasi diantara mereka sangat sedikit.

   Haejin mengangkat alis. ”Geunyang mwo?”

   Donghae langsung memeluk Haejin, meletakkan wajahnya pada leher kekasihnya. Wangi segar Escada Island Kiss khas Haejin menguar begitu saja, membuatnya tenang dari pikiran-pikiran buruknya.

   ”Menunggu saat-saat itu… pasti berat.”

   Haejin mengecup dahi Donghae yang tepat di depan wajahnya, dan merasakan hangat nafas kekasihnya itu pada lehernya. Ia membelai-belai punggung Donghae dan menjawab, ”Tak ada hubungan yang lancar.”

   ”Justru itu…”

   ”Sayang, aku tak mau pernikahan kita hancur karena ego atau apa… kita harus benar-benar siap dan matang dalam menjalaninya nanti.”

   Donghae mendongak, kemudian duduk tegak, wajahnya nampak cemas.

   ”Kenapa?”

   ”Tidakkah kau merasa ada yang aneh, Momma?”

   ”Apa?”

   ”Kita terlalu bahagia belakangan ini.”

   ”Bahagia bagaimana?”

   Donghae menggenggam kedua tangan Haejin erat-erat dan membawanya pada wajahnya, dan mengecupnya perlahan. Haejin yang tadinya tidak memikirkan apa pun, kemudian malah ikut tegang dan gugup melihat ekspresi Donghae yang terlihat cemas dan penuh kekhawatiran.

   ”Kau ingat kapan kita terakhir bertengkar?”

   Haejin mengernyit, dan berusaha mengingat. ”Lupa.”

   ”Aku bersyukur, aku sangat senang kita sudah lama tidak bertengkar…” Donghae kemudian tertawa miris. ”Tapi… setelahnya justru aku merasa cemas.”

   ”Cemas kenapa?”

   ”Bukankah dengan begini, kita terlena dan… tiba-tiba sesuatu terjadi diantara kita?” tanya Donghae tiba-tiba.

   Tepat ketika Donghae menanyakan itu, sebuah perasaan tak nyaman kembali melanda dada Haejin. Tangannya berkeringat, namun ia berusaha menghilangkan pikiran buruk itu dengan menggeleng. ”Aniyo, takkan ada yang terjadi.” Haejin langsung meraih wajah tampan Donghae dan mengecup bibirnya. ”Apa lagi yang perlu terjadi diantara kita?” bisiknya setelah keduanya melepaskan diri, masih saling memejamkan mata mereka, dahi mereka bersentuhan. ”Kita sudah pernah mengalami semuanya…”

   Donghae membelai pipi Haejin, sebelum akhirnya menurunkan kedua tangannya pada sisi tubuh Haejin, dan meletakkan kedua tangannya pada sisi pinggang Haejin dan mendekatkan tubuh keduanya.

   ”Kau benar.” Meski terdengar ragu, Donghae mengangguk. ”Apalagi yang belum pernah terjadi diantara kita? Kita memang sudah berpisah berulang kali,” kekehnya sambil mengecup bibir Haejin pelan, namun penuh hasrat, dan menyesap bibir bawah Haejin sebelum meneruskan. ”Tapi kita selalu kembali.”

   Haejin bergumam mendengar pernyataan Donghae barusan.

   ”Dan hanya tinggal menghitung waktu, kurang dari lima tahun, kau dan aku, akan menyebarkan undangan, dan berita kita menikah memenuhi portal-portal berita.” Gumamnya senang.

   Haejin tertawa. ”Arasseo~” senandungnya. ”Poppa tahun ini akan comeback atau tidak?”

   ”Hmm, kami masih belum tahu, sejauh ini jadwal kami paling jelas hanya Super Junior M dan aku akan mulai disibukkan dengan film.” Katanya genit sambil mengelus pipi Haejin.

   Haejin mendengus meledek. ”Baiklah, Tuan Aktor yang terhormat.”

   ”Kau tidak penasaran dengan comeback Super Junior M? Katanya kau penggemar kami…” Donghae mencolek-colek pinggang Haejin, penuh harap. Ia amat sangat ingin memamerkan pada kekasihnya mengenai konsep dan lagu terbaru dari Super Junior M, karena meski selama ini Haejin selalu mendukung seluruh aktivitasnya bersama Super Junior, Haejin tak pernah histeris dan memuja-mujanya layaknya seorang fans, seperti saat Haejin memuja-mujanya jika tengah melakukan aktivitas bersama Super Junior M.

   Padahal apa bedanya Super Junior dan Super Junior M kalau dari segi member? Toh Haejin juga kenal ZhouMi dan Henry. Sampai sekarang tak ada yang mengerti mengapa Haejin begitu menggemari Super Junior M, tapi tidak dengan Super Junior.

   ”Tentu aku penasaran.” Haejin menepukkan kedua tangannya dan dengan bersemangat bergoyang-goyang di atas tempat tidur. ”Geng Gentlemen akan comeback, hah~ tahun baru memang indah… memberikan banyak harapan,” katanya berlebihan. Donghae memutar matanya, namun tetap senang.

   ”Kami akan bolak-balik ke Cina mulai sekarang,” kata Donghae sedikit cemberut. Satu-satunya yang membuatnya berat dalam melakukan promosi di Cina adalah jarak yang memisahkannya dari tanah airnya, dan tentu saja kekasihnya. ”Besok tanggal 3 kami akan ke Beijing melakukan press-conference.”

   Haejin mengangguk-angguk mengerti. ”Dan albumnya akan dikeluarkan pada hari itu juga?”

   ”Ne, beserta music video.”

   ”Ah, tak sabar lusa…” Haejin mengedip-ngedipkan matanya pada Donghae. ”Pokoknya kalau albumnya sudah keluar dan Poppa masih di Cina, Poppa harus mengirimkannya kepadaku!”

   ”Ne, algessimnida, Ineogongjunim.”

   Haejin terkikik dan mencubit pipi Donghae keras-keras, hingga yang bersangkutan pura-pura cemberut dengan imut. Baru saja Haejin mendekat hendak mendaratkan kecupan manisnya pada Donghae, ketika pintu kamar diketuk.

   ”Eonnie~”

   ”Ne?” tanya Haejin langsung.

   ”Eonnie… Chihoonie belum memberi kabar kepadaku, apa dia sudah memberikan kabar kepada Eonnie?”

   Haejin langsung menepuk dahinya! Ia mengutuki dirinya sendiri, bagaimana mungkin ia selalu lupa daratan jika tengah bersama kekasihnya?! Bukankah harapannya setelah tahun baru adalah lebih memerhatikan keluarganya, yaitu Kyorin dan Chihoon.

   ”Kenapa?” tanya Donghae penasaran.

   ”Chihoonie.” Jawab Haejin sambil merangkak turun dari tempat tidur dan memakai sandalnya, lalu keluar dari dalam kamar. Kyorin menatapnya dengan cemas, sementara tak ada satu pun member Super Junior lainnya yang mau menatapnya jika baru keluar dari dalam kamar. Biasanya Haejin malu jika baru keluar dari kamar Donghae, namun kali ini… ia tidak peduli pada pandangan orang-orang, toh dia kali ini tidak melakukan apa pun dengan Donghae, kecuali lip intercourse.

   Kangin masih curi-curi pandang, dan sedikit cemberut melihat baju Haejin yang kusut di beberapa tempat, dan Donghae yang melongok keluar dari dalam kamar.

   Haejin mendapati Kyuhyun tengah bermain dengan laptopnya di meja makan, lalu buru-buru menghampirinya. ”Kyuhyun!”

   Kyuhyun mendongak, ”Oh, hai~”

   Haejin memeluknya, singkat. ”Selamat tahun baru~” ucapnya, Kyuhyun mengatakan hal yang sama. ”Ya, kau tahu Chihoon menyerahkan hadiah untuk Sungmin Oppa, kan?”

   ”Hmm.” Kyuhyun mengangguk, melirik ke arah Kyorin yang ikut menghampirinya dengan cemas. ”Kenapa memangnya?” tanyanya pada Haejin, lalu menatap Kyorin, bergantian dengan bingung.

   ”Lho, Oppa tidak tahu?” tanya Kyorin cemas. Wajah Kyuhyun yang tadinya datar, berubah menjadi cemas. ”Kemarin setelah SBS Gayo, Sungmin Oppa mengajak Chihoonie makan malam berdua. Setelahnya ia menjadi cemas…”

   ”Cemas bagaimana? Sungmin Hyung dan Chihoon tidak bilang apa-apa kepadaku…”

   ”Aish! Oppa macam apa kau ini?!” protes Haejin.

   Kyuhyun balas memelototinya. ”Chihoonie tidak bersamaku kemarin, jadi mana aku tahu dia sedang cemas! Ya, beritahu aku, dia cemas karena apa? Memangnya Sungmin Hyung bilang apa kepadanya?”

   Tanpa ketiganya sadari, seluruh isi dorm tengah mendengarkan dengan penasaran.

   ”Eonnie,” Kyorin menarik-narik ujung pakaian Haejin. ”Apa tidak sebaiknya kita langsung lihat saja ke bawah? Oppadeul semua sekarang penasaran.” Kyorin melirik ke sebelahnya, dan Haejin baru sadar bahwa yang lain tengah mendengarkan mereka dengan kepo.

   Kapan sih Super Junior tidak penasaran dengan gosip teraktual?

   ”Sungmin Hyung kemarin bercerita padaku,” kata Ryeowook tiba-tiba sambil meletakkan semangkuk besar penuh stroberi. Semua akhirnya terang-terangan mendekat.

   ”Cerita apa?” tanya Haejin penasaran.

   Ryeowook sedikit ragu sebelum berkata, ”Dia bilang dia tidak yakin soal hubungannya dan Chihoon.”

   ”Mwo?!” pekik Kyuhyun dan Haejin tak terima.

   ”Ssstttt, tenang dulu~” Eunhyuk menenangkan dua pasang tanduk yang muncul di kepala Kyuhyun dan Haejin. Sementara Yesung, Kangin, Shindong, Siwon, ZhouMi, Donghae, dan Henry mendengarkan dengan serius.

   ”Bukan karena dia tidak menyukai Chihoon, bukan~” geleng Ryeowook buru-buru.

   ”Lalu apa? Karena usia?” tanya Haejin.

   Ryeowook menggelengkan kepalanya. ”Sungmin Hyung merasa… selama tiga tahun mereka dekat, Chihoon tidak menganggapnya sebagai kekasih. Hanya menganggap dia sebagai Oppaa saja.”

   ”Eyy, maldo andwae!” gerutu Yesung.

   ”Sungmin Hyung buta.” Henry nyeletuk.

   Donghae geleng-geleng. ”Pria macam apa Sungmin Hyung itu… makanya sudah kubilang kan pada kalian semua,” kini semua menoleh menatap Donghae. ”Jika kalian menyukai seseorang, kalian harus segera menangkapnya!” ujarnya berapi-api. Haejin mengangkat alisnya. ”Sungmin Hyung juga sudah dekat begitu lama, kukira ia sudah mengatakan pada Chihoonie kalau dia menyukai anak itu.”

   ”Aish~” Kyuhyun mengacak-acak rambutnya frustasi.

   ”Keundae, bukankah Chihoon selama ini selalu ada di sampingnya?” tanya ZhouMi heran. ”Jika memang Chihoonie hanya menganggap Sungmin Hyung sebagai Oppa-nya, untuk apa dia selalu bersama Sungmin? Dan lagipula, tidak perlu diberitahu juga… kita semua bisa melihat, bukan?”

   ”Keurae!” Ryeowook dan Eunhyuk mengangguk.

   Kyorin menghela napasnya. ”Eonnie, kurasa sebaiknya kita lihat Chihoon sekarang. Dia belum memberi kabar sama sekali pada kita.”

    ”Ya, kurasa kau benar, kita harus lihat dia.” Haejin berdiri.

   ”Kami perlu ikut?” tanya Donghae.

   Haejin menggeleng. ”Kami hanya mau melihat keadaan mereka saja di bawah bagaimana. Jika memang mereka berdua masih berbicara satu sama lain, maka kami akan kembali lagi kesini.”

   ”Oke!” Kyuhyun mengangguk. ”Tapi aku ikut.”

   ”Iya, Oppa saja yang ikut.” Kyorin mengangguk-angguk.

   Akhirnya, Haejin, Kyorin, dan Kyuhyun yang tidak berhenti menggumamkan kalimat-kalimat berisi ancaman jika Sungmin berani menyakiti adiknya, turun bersama-sama ke bawah.

   Di depan pintu apartemen lantai sebelas, Haejin menoleh pada Kyuhyun. ”Apa menurutmu sebaiknya kita pencet bell?”

   ”Kurasa tidak perlu, jadi kita bisa langsung lihat keadaan di dalam bukan? Dan mereka tidak bisa menutupi apa-apa, misalkan mereka tengah bertengkar, atau berdiskusi.” Jawab Kyuhyun mulai memasukkan nomor kunci kombinasi apartemen lantai sebelas.

   Bunyi bip terdengar ketika pintu tersebut menerima kombinasi yang Kyuhyun masukkan, dan ketiganya, perlahan-lahan masuk ke dalam. Dorm lantai sebelas lebih rapi dibandingkan dorm atas, namun anehnya, justru lengang. Lampu-lampu menyala, namun tak ada suara.

   ”Kemana mereka?” bisik Kyorin heran.

   Haejin menunduk ke bawah, melihat sepatu Chihoon masih tersimpan rapi disudut. ”Sepatunya masih ada.”

   ”Kemana mereka?” Kyuhyun melepas sepatunya, dan beranjak memakai sandal rumahnya, memimpin masuk lebih jauh ke dalam. Haejin dan Kyorin mengekor setelah memakai sandal rumah juga.

   Baik dapur maupun ruang tengah juga kosong.

   ”Ah mereka di kamarku.” Tunjuk Kyuhyun.

   Haejin yang sudah berdiri di depan pintu kamar Kyuhyun dan Sungmin langsung mengulurkan tangannya untuk membuka pintu kamar secara perlahan-lahan, diikuti Kyorin yang cemas, dan Kyuhyun yang penasaran. Dan apa yang ketiganya lihat di depan mereka, takkan pernah mereka lupakan seumur hidup mereka.

TBC

55 thoughts on “{JinHaeXy} Gone Not Around Any Longer [BAB II]

  1. WHATTTTT? CHIHOON SAMA SUNGMIN NGAPAIN HAAAAA?
    welleehh rencana mau lanjut baca besok mana bisaaa gini carax, wes kadung penasaran ehhh x_x

    Tp jujur pas adegan JinHae emang lupa masa masalahx chihoon n Kim Wonhee sialan itu wkwkwkw

  2. apa yg chihoon lakuin ma sungmin oppa??? jangan2 lg mesra2an.lg n kebih parah ngwlakuin hal2 diluar batas lg…..
    Haejin khawatir knp sama hubungan y???
    uhhhh haejin udah sampe sejauh itu cara paaran y….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s