[DramaFiction] BitterSweet17 ~Episode 4~

Title : Dalkomhan Yeolilgob

Also Known As : BitterSweet17

Genre : Romance Comedy, Youth

Episodes : 14

Broadcast Network  : SBS

Broadcast Periode : 2012 – 10 – 10 To TBA

Air Time : Wednesday 21:55

Original Soundtrack: Dalkomhan Yeolilgob OST

  • One In A Million – (Covered By : U Kiss Kiseop)
  • Go Away – (2NE1)

Main Cast :

  • Lee Kiseop as Han Minwoo
  • Lee Haejin as Kim Seulri
  • Jung Yeonjoo as Min Sunhwa
  • Lee Minho as Jung Kyujong
  • Im Siwan as Lee Kwangmin

Related Post : Here

Episode 4

Akhirnya, Seulri bisa menguasai diri.

   Ia dan Minwoo berdiri bersebrangan, dipisahkan oleh ranjang king size yang dipenuhi oleh kumpulan pakaian mereka. Akhirnya Seulri sadar, ia tak mengenakan apa pun dibalik selimut putih yang kini melilit tubuhnya, dan pinggang Minwoo di sebrang sana.

   Minwoo menunduk, tangannya mengepal, ia tak percaya dengan apa yang ia alami kini, setelah Seulri berteriak dan nyaris membuatnya sakit jantung melihat penampilan mereka pagi ini. Minwoo merinding, ia tak mengerti, ia bingung… semakin ia mencoba mengingat apa yang terjadi, kepalanya malah semakin sakit.

   ”Jadi… bisakah kau jelaskan, apa yang kau lakukan disini?!” tanya Seulri dengan suara tajam, namun bergetar.

   Minwoo mendongak, ia bisa melihat betapa pucatnya wajah Seulri, bahunya yang polos gemetaran, dan ia mencengkram erat selimut yang menutupi tubuhnya. Minwoo tidak tahu ia harus menjawab apa, dan ia sendiri butuh jawaban atas sebuah pertanyaan, yang ia tahu, mereka berdua tak bisa menjawabnya.

   ”Aku tak tahu.” Jawab Minwoo pelan.

   ”Bagaimana mungkin kau bisa tidak tahu?! Apa yang kau lakukan, disini?! Apa yang… oh Tuhan!” tangis Seulri pecah saat ia meremas rambutnya dengan satu tangan dan berjongkok. ”Apa yang kau lakukan?! Apa yang… kenapa?!” tanyanya entah pada siapa.

   Minwoo masih diam.

   ”Kenapa kau diam saja?!” jerit Seulri berurai air mata. ”Kenapa kau tidak jawab pertanyaanku?! APA YANG SUDAH KAU LAKUKAN KEPADAKU?! KAU LAKI-LAKI BRENGSEK!” Seulri mulai histeris dan melempari Minwoo dengan pakaian-pakaian mereka yang berserakan.

   Minwoo diam, ia bingung.

   ”Oh Tuhan!” pekik Seulri, tangisnya semakin deras dan kencang, ia berjongkok kembali, menyembunyikan wajahnya di balik telapak tangannya.

   Minwoo mendongak, melihat apa yang sudah membuat Seulri kembali menangis, dan hatinya mencelos. Disana, di tengah tempat tidur, ada bercak noda yang begitu pekat terlihat.

   Merah.

   ”Astaga.” Ucapnya.

   Seulri menangis tersedu-sedu, dan Minwoo gemetaran menyadari apa yang telah ia… mereka perbuat. Ia memang mencintai Seulri, jauh dari apa yang Seulri bisa bayangkan. Tapi ia tak ingin semua jadi seperti ini, ia mencintai Seulri tulus, dengan benar. Kenapa semua terjadi seperti ini?

   ”Maafkan aku, Seulri.”

   Seulri mengisak lebih keras, melepaskan wajahnya dari kedua tangannya, menatap Minwoo dengan penuh kebencian. ”Apa katamu barusan?!” tanyanya serak. ”Maaf? Kau minta maaf?!”

   Minwoo mengangguk, menunduk.

   ”Kau kira semua selesai dengan maaf?!” jerit Seulri lagi sambil berdiri. ”Apa yang kau lakukan?! Apa kau bisa mengembalikan semuanya seperti awal?! Apa dengan maaf aku kembali suci? Tidak, kan?! Kau BRENGSEK!” teriak Seulri lagi dan kembali melempari Minwoo.

   Bahkan mata Minwoo mulai memanas.

   ”Berani-beraninya kau menyentuhku! Kau kira kau siapa?!” Seulri terus menjerit dalam tangisannya, dan jatuh terduduk.

   Minwoo menelan ludahnya kuat-kuat, setetes air mata akhirnya lolos tanpa bisa ia bendung. ”Seulri… aku…  aku sama sekali tidak tahu apa yang terjadi…” Minwoo berusaha berpikir jernih.

   Seulri mengisak keras.

   ”Aku… aku sama sekali tidak berniat untuk melakukan itu denganmu. Aku bahkan… aku bahkan kaget… terbangun disini, bersamamu… aku sama sekali tidak ingat apa-apa…” Minwoo menjelaskan dengan air mata. ”Aku tidak bermaksud menyakitimu sama sekali, Seulri.”

   Seulri kembali mendongak. ”Lalu?! Apakah dengan itu semua masalah ini selesai?!”

   ”Seulri…”

   Seulri berdiri dan memunguti pakaiannya satu persatu, lalu memunggungi Minwoo. ”Dengar ya, Han Minwoo…” ia mengusap matanya, setelah memunggungi Minwoo. ”Apa yang terjadi… apa pun itu,” ia tak sanggup mengucapkannya. ”Adalah sebuah kesalahan besar! Kau ingat itu, kesalahan besar!”

   Minwoo tak menjawab, melainkan menunduk.

   ”Lupakan apa pun yang terjadi… Han Minwoo, kita tak perlu membahas ini lagi. Jangan coba kau dekati aku setelah ini… kita anggap saja, kita tak saling kenal! Kau dengar itu?!”

   ”Tapi, Seulri…”

   ”Diam kau! Berani kau buka mulut soal ini… kau akan kuhabisi, arasseo?!” ancam Seulri.

   Minwoo mengepalkan tangannya.

   ”Anggap saja, apa pun yang terjadi hari ini… semalam… TIDAK PERNAH terjadi!” tekan Seulri lagi. ”Dan kita TIDAK SALING KENAL satu sama lain.” Seulri masuk ke dalam kamar mandi.

   Minwoo mulai memunguti pakaiannya, dengan air mata. Apa yang terjadi? Kenapa ia tak bisa mengingat apa-apa. Kenapa seperti ini? Ia tak tahu apa yang harus ia lakukan. Minwoo mengembuskan napasnya, dan tangisnya juga pecah. Terutama mendengar isak kecil Seulri di dalam kamar mandi.

   Ia menyakiti gadis yang ia cintai, dan ia tak tahu harus berbuat apa.

*           *           *

Minwoo berjalan gontai menuju bangunan dimana flatnya berada, ketika menyadari Sunhwa berdiri tak jauh darinya, berlari dan menghampirinya, lalu menghadiahinya sebuah jitakan.

   ”Appo!” serunya.

   ”Sakit katamu?! Ya!” Sunhwa kembali memukul kepala Minwoo. ”Kau kira apa yang kau lakukan, hah?! Kenapa sekarang kau baru pulang?! Kau dari mana?! Kenapa kau tidak memberiku kabar sama sekali semalam?!”

   Minwoo menghela napas, sambil mengelus kepalanya. Kepalanya yang pusing, bertambah sakit mendengar teriakan, omelan, dan rentetan pertanyaan dari Sunhwa barusan.

   ”Aku sakit kepala, tak bisakah kau tanyakan itu nanti?!” tanyanya kesal. ”Aku benar-benar butuh istirahat.” Katanya jengkel, dan melewati Sunhwa begitu saja, lalu mendaki tangga yang membawanya ke lantai dimana flatnya berada.

   ”Ya, Han Minwoo!” seru Sunhwa mengikutinya.

   Minwoo membuka pintu flatnya, lalu menoleh kepada Sunhwa, dengan lelah. ”Sunhwa-ya, jebal… tinggalkan aku sendiri dulu.” Mohonnya. ”Aku benar-benar butuh obat sakit kepala, dan tidak butuh ocehanmu sekarang, kumohon.” Dan dengan itu, ia menutup pintu flat di depan wajah Sunhwa yang keheranan.

   Di dalam, Minna dan ayahnya pun menanyakan hal yang sama. Minwoo hanya tersenyum muram, menjawab ia hanya kelelahan, dan meminum obat sakit kepala sebelum menggelar tempat tidur di sudut, dan menenggelamkan dirinya ke balik selimutnya.

   Minna keluar dari flat, menemukan Sunhwa yang sedang melamun, dan menghampirinya. ”Eonnie.” Panggilnya.

   Sunhwa mendongak. ”Oh, Minna-ya?”

   ”Eonnie kenapa tidak masuk?”

   ”Ah… itu… Oppamu menyuruhku pulang.”

   Minna menghela napas dalam-dalam. ”Kukira Oppa tadi pulang bersamamu. Sepertinya Eonnie juga baru datang.”

   Sunhwa menunduk, nampak tak enak.

   ”Eonnie tidak tahu juga Oppa darimana?”

   Sunhwa menggeleng. ”Oppamu tidak bilang apa-apa, Minna-ya.”

   ”Yah… semoga setelah Oppa mendapat istirahat cukup dan pikirannya sudah tenang, Oppa mau menjawab. Aku khawatir Oppa mendapatkan masalah.” Ujar Minna cemas.

*           *           *

Seulri membenamkan dirinya di balik selimutnya. Ia berhasil membohongi kedua orangtuanya dengan berkata Anna memberikan fasilitas menginap, dan ia lupa bilang bahwa ia akan menginap. Tetapi, setelah ia sendirian, ia kembali menangis mengingat apa yang terjadi.

    Kenapa ia harus mengalami hal ini? Kenapa ia bisa terjebak di dalam kamar bersama kutu buku di sekolahnya? Kenapa ia tidak bisa mengingat segalanya? Apa yang harus ia lakukan terhadap Kyujong? Apakah hal ini dihitung sebagai perselingkuhan? Ia bahkan tidak berniat dan ia tidak merasa berselingkuh. Tetapi, ia menyesali segalanya… ia menyesal, bahwa kini ia tidak seperti gadis-gadis lain pada umumnya.

   Ia telah kehilangan sesuatu, sesuatu yang berharga, yang seharusnya ia jaga, demi seseorang yang tepat. The right man on the right time. Dan hal itu terbuang percuma, dengan pria acak, yang sama sekali tidak pernah ia bayangkan. Seulri kembali mengisak dan menyembunyikan wajahnya di dalam telapak tangannya.

*           *           *

Senin, Sekolah

”Kau tidak menjemputku, kau tidak juga menjawab pesanku, dan kau menghindariku…” Sunhwa berjalan di belakang Minwoo yang melangkah gontai di depannya.

   Minwoo hanya menghela napasnya dan terus berjalan, sementara Sunhwa terus mengikutinya dengan kesal.

   ”Tolong beritahu aku apa yang kuperbuat hingga kau menghindariku? Apakah kau marah karena aku berdansa dengan Kwangmin?!” tebak Sunhwa kaget. ”Kau melihatku berdansa dengan Kwangmin, lalu kau pergi?!”

    Minwoo mendesah berat dan bergumam. ”Yang benar saja.”

   ”Aku tahu bukan karena itu…” Sunhwa memutar matanya. ”Tapi kau menghindariku. Apa karena aku begitu berlebihan karena memukulmu kemarin? Kuakui aku salah… maafkan aku, tapi jangan acuhkan aku begini, Han Minwoo.”

   Mereka tiba di depan kelas, dan mendapati Seulri hendak keluar. Seulri terlihat kaget saat mendapati Minwoo hendak masuk. Minwoo menyingkir, dan Seulri buru-buru lewat dengan gugup. Minwoo berdeham dan masuk ke dalam dengan langkah gontai setelah membungkuk pada Seulri, kaku.

   Sunhwa melihat itu semua, dan mengejar Minwoo. ”Ada apa denganmu dengan Kim Seulri?”

   ”Apanya?” tanya Minwoo dengan nada gugup, namun tak mau memandang mata Sunhwa.

   Sunhwa duduk di kursi Seulri, yang terletak di depan meja Minwoo, dan menatap Minwoo curiga. ”Ya, Han Minwoo, kau tidak sedang menyembunyikan sesuatu dariku, kan? Kau dan Seulri… pergi bersama kemarin?!”

   ”Demi Tuhan, Min Sunhwa, tak bisakah kau kunci mulutmu?!” seru Minwoo naik pitam. ”Aku benar-benar tidak mau di ganggu, dan kau tak perlu terus-terusan bertanya! Bahkan Ayahku tidak menanyakan apa-apa kepadamu, jadi kumohon, sudahlah!”

   Sunhwa sedikit tersinggung dengan kata-kata Minwoo barusan, maka ia memutuskan pergi ke mejanya sendiri, dan membiarkan Minwoo yang terlihat tertekan dan stress di tempatnya.

   ”Aneh.” Gumamnya. Meski tersinggung, ia bukan hanya satu-dua hari menjadi teman Minwoo, ia tahu Minwoo takkan seperti ini jika ia tidak dalam masalah besar. Sunhwa melirik Minwoo yang memijat pelipisnya dengan satu tangan. ”Apa ada yang terjadi?”

*           *           *

Seulri mencuci tangan dan membasuh wajahnya di dalam kamar mandi. Kantung matanya membengkak, dan mulai muncul lingkaran hitam di bawah matanya. Setelah kejadian di hotel, Seulri sama sekali tidak bisa tidur. Ia terus menerus menangis, memikirkan nasibnya.

   ”Seulri!”

   Seulri mendongak, tersenyum lemah. Namhee dan Minji masuk meloncat-loncat dan memeluknya.

   ”Kau kemana saja? Setelah pesta Anna kau sama sekali tidak terlihat.” Kata Minji. ”Kau benar-benar membuat panik. Kwangmin, Heegun, dan Jisung sampai harus mencarimu.”

   Namhee mengangguk. ”Tapi Sabtu, orangtuamu bilang kau sudah di rumah. Kau bahkan tak mau menjawab telepon kami. Gwenchana? Apakah Anna melakukan sesuatu padamu?”

   ”Aniyo gwenchana, aku hanya ada masalah mendadak.” Kekeh Seulri lemah.

   ”Jinjja?!”

   ”Oh, jinjja.” Seulri mengangguk gugup.

   Minji geleng-geleng. ”Kalau begitu kau seharusnya bilang. Kasihan Kwangmin, semalaman mencarimu.”

   ”Ah, iya, aku harus minta maaf pada Kwangmin.” Seulri menggaruk kepalanya yang tidak gatal. ”Keurae. Kalau begitu ayo kembali ke kelas…” ajak Seulri, dan kedua temannya buru-buru masuk ke dalam bilik, sebelum mengikutinya kembali ke kelas.

   Di dalam kelas, Seulri diam saja, begitu pula dengan Minwoo. Sunhwa dan Minji mau tak mau akhirnya memperhatikan keanehan sahabat mereka masing-masing, meski Minji tak memperdulikan Minwoo, tetapi Sunhwa menyadari, bahwa yang berbeda hari ini, bukan hanya Minwoo, namun juga Seulri. Dan Sunhwa yakin, sesuatu telah terjadi kepada mereka berdua.

   Pada pelajaran Sosial kali ini, mereka dipasangkan satu meja sebagai satu tim, dan satu orang diminta untuk mengambil buku di perpustakaan sebagai bahan dari tugas yang akan mereka buat. Bagi tim Seulri-Minji, Seulri yang pergi ke perpustakaan. Sementara melihat Seulri pergi, Minwoo meminta Dongwan saja pergi mengambil buku.

   Tak di duga, di perpustakaan, Seulri bertemu Baek Anna. Anna menghampirinya dari belakang saat ia tengah memilih buku.

   ”Hai, Seulri-ya.” Sapanya manis.

   Seulri menoleh, lalu kembali menghadapi jajaran buku di depannya. ”Aku sedang malas meladenimu, Anna.”

   ”Oh ya?” tanya Anna pura-pura menyesal. ”Bahkan jika aku memiliki ini?”

   Seulri melirik dan melihat Anna menunjukkan sesuatu di dalam ponselnya, Seulri berbalik dan terperangah. Ia melihat foto dirinya tengah di gendong oleh Minwoo di dalam lift. Buru-buru Seulri hendak menggapai ponsel tersebut, tetapi Anna sudah menyembunyikannya di balik punggungnya sambil terkekeh.

   ”Anna…” panggil Seulri berbahaya.

   Anna terkekeh dan berdecak. ”Aku sampai kaget saat melihat foto ini… aku tak menyangka, kau tidak ada ketika pesta dansa… ternyata malah bermain-main dengan pria kutu bukumu, Han Minwoo.”

   Seulri mengepalkan tangannya.

   ”Jadi begitu ya, caramu mendapatkan nilai tinggi… dengan marayunya.” Anna tertawa terbahak-bahak.

   Seulri tersentak, ingatannya kembali pada malam itu. ”Anna-ya, kau memasukkan sesuatu ke dalam minuman kami!” serunya.

   ”Jinjja?! Aku memasukkan sesuatu? Aigooo… tapi apa kau punya buktinya, Kim Seulri?” bisik Anna berbahaya. ”Kau tak punya buktinya kan, kalau aku memasukkan sesuatu pada minuman kalian? Aku bahkan punya bukti kalian pergi ke kamar hotel bersama-sama… ckckckckckck, Permaisuri Kim Seulri, ternyata berselingkuh dengan Han Minwoo. Aku tak menyangka…”

   Seulri menelan ludahnya kuat-kuat.

   ”Ah iya, bagaimana kalau hal ini diketahui oleh Pangeran kita, Jung Kyujong? Omo, otokhe… ia pasti akan kecewa dengan pengkhianatan gadis yang ia cintai, bukan? Aigo, aigo…”

   ”Baek Anna!”

   ”Wae?” tanya Anna manis. ”Ah benar, aku tak boleh memberikan gambar ini kepada Kyujong. Tapi bagaimana… kalau seluruh sekolah tahu? Aigooo… prestasi Han Minwoo akan hancur, dan kalian berdua, bisa dikeluarkan dari sekolah, bukan?”

   Seulri merasa tubuhnya gemetaran, matanya memanas.

   ”Cup cup cup, jangan menangis, Kim Seulri.” Anna membelai-belai kepala Seulri. ”Begini saja… aku janji aku takkan menyebarkan ini, kepada Kyujong, atau pun pada sekolah.”

   Seulri menatapnya tajam.

   ”Dengan satu syarat!”

   ”Malhe.” Kata Seulri akhirnya.

   Anna tersenyum. ”Tinggalkan Jung Kyujong. Kau punya waktu sampai besok…” dan Anna pergi.

   Seulri membungkuk, menekap mulutnya, dan air matanya kembali merembes keluar. Hatinya sakit. Kenapa ia harus mengalami hal seperti ini? Apa dosanya di masa lalu hingga ia jadi begini?! Mengapa?! Ia terus terisak sampai-sampai ia tak menyadari Minwoo sudah ada di hadapannya.

   ”Seulri.”

   Seulri mendongak dan mendengus. ”Apa yang kau lakukan disini?! Bukankah sudah kukatakan bahwa kita tidak saling kenal?!”

   ”Kau harus mendengarkan penjelasanku!” seru Minwoo. ”Anna yang melakukannya. Baek Anna yang melakukan ini semua! Dia memasukkan sesuatu pada minuman kita, dan dia membohongiku kalau kau pingsan di kamar mandi!” Minwoo pun ikut menangis.

   Seulri mengusap air matanya kalut.

   ”Aku baru menyadari ini semua… saat, saat Anna… Anna bilang kau sakit, dan ia memintaku untuk membawamu ke dalam kamar dan memberimu obat. Kurasa… obat itulah yang membuat kita…”

   Seulri menatapnya penuh kebencian. ”Lalu kenapa kau membawaku?! Memangnya kau kira kau siapa?! Rencana Anna takkan berhasil jika kau tidak dengan lancangnya membawaku dari kamar mandi!” desisnya berapi-api. ”Dan kau tahu apa? Anna punya foto kita berdua untuk disebarkan!”

   Minwoo terkesiap.

   ”Sekarang kau mau apa?! Jika bukan karena kau ini semua takkan terjadi! Dasar kau pria kampungan yang merasa bisa mendapatkan perhatian dariku jika kau berbuat baik, kan?! Kau justur menghancurkan segalanya!” dan Seulri dengan sakit hati meninggalkan Minwoo yang menangis sendirian.

   Seulri berlari ke atap sekolah, menangis tersedu-sedu di atas sana. Ia rasanya mau mati saja. Bagaimana hidupnya bisa menjadi begitu mengerikan begini?

   ”AAAARRRGGGGHHHHH‼!” teriaknya membiarkan seluruh air matanya keluar.

*           *           *

”OMO! Han Minwoo, kau menangis?!”

   Minwoo mengusap matanya, dan menghela napas dalam-dalam, berusaha tersenyum. ”Gwenchana.”

   ”Apanya yang gwenchana? Kau jelas-jelas menangis!” seru Sunhwa. Sunhwa menoleh ke kanan dan ke kiri, sebelum akhirnya membawa Minwoo yang protes keras, ke dalam sebuah kelas kosong dan menguncinya. Minwoo duduk di atas meja dan menunduk.

   Sunhwa mengembuskan napasnya keras, kemudian melipat tangannya. ”Minwoo-ya, aku benar-benar putus asa melihat keadaanmu seperti ini, kau tahu?”

   Minwoo tak menjawab.

   Sunhwa menghela napasnya pasrah. Ia tahu, tak ada gunanya memaksa Minwoo berbicara sekarang. Maka, ia duduk di samping Minwoo dan mengalungkan lengannya pada bahu Minwoo.

   ”Minwoo-ya,” kata Sunhwa pelan. ”Percaya atau tidak, aku yakin kau punya alasan hingga menutupi semua masalahmu kepadaku.” Katanya. ”Aku sangat mencemaskanmu… tapi aku takkan memaksa kalau kau memang tak bisa atau tak mau menceritakan masalahmu kepadaku sekarang. Aku mengerti kau pasti punya alasan mengapa kau tidak bisa menceritakannya.”

   Minwoo mengisak kecil.

   ”Hanya saja, aku sangat frustasi melihatmu seperti ini tanpa bisa membantu sama sekali.” Sunhwa menghela napas lagi, lalu tersenyum dan menepuk bahu Minwoo. ”Kapan pun kau mau bercerita aku siap. Kau harus tahu kalau aku tetap dan akan selalu ada bersamamu, di sampingmu.”

   Minwoo tersenyum kecil, namun tak bergerak.

   ”Kau tahu, ini mengingatkanku pada saat kau kehilangan ibumu,” lanjut Sunhwa sambil memeluk sahabatnya. ”Minwoo-ya, himnae.”

*           *           *

”Seulri~”

   Seulri menoleh dengan pucat saat melihat Kyujong melangkah santai ke arahnya, bersama Kwangmin, Heegun, dan Jisung di belakangnya.

   ”Hai!” seru Namhee dan Minji heboh, sambil menyeret Seulri mendekati mereka berempat.

   ”Sayang kau tak apa? Kau kelihatan pucat…” tanya Kyujong cemas.

   Seulri mencoba melepaskan tangan Kyujong dan menggeleng. ”Aku tak apa. Aku sedang sedikit tak enak badan. Aku pulang duluan oke?” dan Seulri berlari menjauh dari keenam orang tersebut.

   ”Eh? Ada apa dengannya?” tanya Jisung heran.

   ”Sakit? Dia sakit?” komentar Heegun.

   Minji menghela napas dan mengangkat bahu. ”Setelah kembali dari pesta ulang tahun Anna dia menjadi seperti itu.”

   ”Hmm, dia lebih pendiam.” Kwangmin setuju.

   ”Aneh…” Kyujong menghela napasnya.

   Toh akhirnya semua pulang dengan tak lagi memikirkan keanehan pada diri Seulri. Tetapi begitu Kwangmin hendak masuk ke dalam mobilnya, ia melihat Sunhwa yang berlari-lari mengejar Minwoo, dan ia langsung mengernyit.

   ”…Minwoo-ya, tunggu!”

   ”Sunhwa-ya, aku benar-benar tidak enak badan dan butuh sendirian, oke?” lalu Minwoo pergi meninggalkan Sunhwa yang kehabisan napas setelah mengejarnya. Kwangmin buru-buru berlari menghampiri Sunhwa yang masih berusaha mengatur napasnya.

   Sunhwa rupanya menyadari ada yang menghampirinya, dan kaget begitu mendapati bahwa ternyata Kwangminlah orangnya. ”Kwangmin-ssi.”

   ”Oh, hai~”

   ”Ada apa?”

   ”Ani,” geleng Kwangmin. ”Hanya sedikit heran pada tingkah laku Han Minwoo dan Kim Seulri.”

   Sunhwa langsung menegakkan diri dan menatap Kwangmin dengan mata yang melebar, kaget. ”Kukira hanya aku yang menyadari bahwa mereka berubah.” Gumamnya.

   ”Ani.” Kwangmin menghela napas. ”Menurutmu sesuatu terjadi kepada mereka?”

   ”Pasti.” Sunhwa nampak putus asa. ”Aku frustasi melihat Minwoo jadi temperamental sejak kemarin. Sepertinya mereka menyembunyikan sesuatu…” ujarnya cemas. ”Aku yakin pasti ada yang terjadi, dan hal itu tidak baik. Aku sangat mencemaskannya.”
Kwangmin menepuk-nepuk bahunya. ”Kita akan cari tahu, Sunhwa-ssi. Lama-lama Kyujong juga pasti menyadari bahwa Seulri berubah… aku hanya berharap ini bukan karena Baek Anna.”

   ”Tapi apa hubungan Anna dengan Minwoo? Dia tak pernah punya masalah dengan Anna?”

   ”Aku juga tak tahu, tapi aku tak bisa memikirkan hal lain kecuali itu…” jawab Kwangmin. ”Meski aku berharap aku salah.”

   Sunhwa menunduk.

*           *           *

”Seulri-ya, makan, Nak…”

   ”Aku tak lapar, Eomma.”

   ”Seulri… kau belum makan sejak Sabtu malam. Kalau kau terus begini, kau akan sakit nanti…” Hye In mulai cemas akan tingkah laku putrinya ini. Sudah sejak Sabtu, Seulri menolak makan.

   Seulri tersenyum lemah. ”Aku sudah makan tadi, kok.”

   ”Benarkah?”

   ”Benar, Eomma.” Bohong Seulri dan langsung pergi ke dalam kamarnya. Seulri bersandar pada pintu kamarnya yang telah ia kunci, dan membanting tubuhnya di atas tempat tidur, kembali menangis.

   Rasanya setiap ia sendirian, ia akan menghabiskan waktunya untuk menangis, hingga air matanya kering. Menyesali segala yang terjadi, dan mengutuki Baek Anna dan juga Han Minwoo. Baginya, meski Anna jelas-jelas menjebaknya, tetapi Minwoo juga sangat bersalah karena ia dengan suka rela mau saja di bodoh-bodohi oleh Anna.

   Seulri mengisak lagi, dan ponselnya berbunyi.

   ”Ne?” jawabnya serak.

   ”Kim Seulri…”

   Seulri menghela napas lelah, mengenali siapa yang menghubunginya. ”Apa yang kau mau, Anna?!”

   ”Aww, tak perlu galak begitu… aku hanya mau mengingatkan, waktumu hingga besok.”

   ”Ya, Baek Anna! Kau kira dengan membuatku dan Kyujong putus, kau dan Kyujong bisa bersatu, begitu?!”

   Seulri bisa mendengar Anna terbahak-bahak.

   ”Yang penting tidak ada satu diantara kita yang bersamanya, bukan? Dengar ya, Kim Seulri, kalau kau meremehkanku. Atau menganggapku takkan berani melakukan ini semua… kau salah besar. Arasseo?”

   Seulri menelan ludahnya, dan sambungan terputus. Seulri mendongak, dan air mata kembali meleleh pada kedua pipinya. Ia mencengkram ponselnya kuat-kuat sebelum ia menunduk dan mencari nama Kyujong. Tapi ia tak sampai hati menekan tombol hijau untuk menghubungi pria itu.

   Kembali, kata-kata Anna barusan terulang di kepalanya dan Seulri memutuskan untuk mengakhirinya langsung! Maka ia mengganti pakaiannya dengan pakaian yang lebih layak, dan mengambil kunci mobilnya.

   ”Kau mau kemana?” tanya Hye In kaget melihat Seulri.

   Seulri menyahut. ”Ke rumah Kyujong. Aku hanya sebentar kok Eomma.” Seulri kemudian ke garasi dan masuk ke dalam mobilnya, dan melesat menuju kediaman Kyujong.

   Seulri tiba di rumah Kyujong setengah jam kemudian, ia turun dan mengunci mobilnya secara otomatis lalu gemetaran menatap rumah yang cukup besar tersebut. Seulri melangkah ke dalam dengan gemetaran, langsung menuju halaman belakang, dimana ia biasa menemukan Kyujong jika Kyujong tengah berada di rumah.

   Ia bisa mendengar suara tawa Kyujong dari belakang, dan mendekat. Begitu ia tiba di halaman belakang, ia terpana. Tak percaya dengan apa yang ia lihat. Atas semua yang menimpanya belakangan ini, betapa ia khawatir Kyujong akan mengetahui apa yang telah ia lakukan, mendadak hilang begitu melihat Kyujong, tengah berciuman mesra di dalam kolam renang.

   Bukan hanya itu, gadis yang Kyujong cium, yang begitu dekat dengannya, dalam pelukannya yang begitu intim, tak lain dan tak bukan adalah sahabat terkaribnya sendiri. Son Namhee.

   Mereka berdua tak sadar kalau Seulri sudah menatap mereka dengan hati teriris-iris. Ini menjelaskan segalanya. Betapa Namhee dan Kyujong sering tidak bisa ditemui di saat-saat tertentu dengan alasan yang berbeda. Hati Seulri sakit akan pengkhianatan ini, meski ia tahu dirinya bisa dibilang juga berkhianat.

   Tetapi hal itu terjadi bukan karena ia yang ingin, melainkan dibuat oleh Anna.

   ”Seulri!” pekik keduanya kaget begitu selesai melepaskan diri.

   Seulri tersenyum muram, berbanding terbalik dengan air matanya yang terus mengalir. ”Lanjutkan saja… maaf aku sudah mengganggu acara kalian.” Seulri berbalik, namun kembali lagi. ”Dan, Kyujong-ah… kurasa semua sudah jelas. Kita berpisah, bukan?!”

   ”Seulri! Seulri!”

   Seulri keluar dari rumah Kyujong, sementara Kyujong dan Namhee mengejarnya dengan panik.

   ”Seulri-ya…”

   ”Kalian tak perlu khawatir… jika kalian tidak melakukan ini, aku juga memang hendak minta putus kok.” Seulri masuk ke dalam mobil, dan membawa mobilnya pergi dengan kecepatan tinggi.

   Kyujong berdecak, Namhee memeluknya, tetapi Kyujong mendorongnya menjauh. ”Ini semua karenamu!” hardiknya.

   ”Keundae… Kyujong-ah, aku tak menyangka Seulri akan kesini…”

   ”Sudahlah, lebih baik kau pergi!” serunya.

*           *           *

Seulri mengisak pada bantalnya.

   Sepertinya dunia mulai memusuhinya. Satu persatu hal buruk mulai menimpanya. Mulai dari jebakan Anna, hingga ternyata Kyujong pun memiliki affair di belakangnya bersama sahabatnya sendiri.

   ”Apa yang terjadi? Oh Tuhan, kenapa Kau menghukumku seperti ini?!”

   Esoknya, berita putusnya Seulri dan Kyujong tersebar pada seluruh sekolah. Meski begitu, Seulri tidak membocorkan bahwa Kyujong telah berselingkuh dengan Namhee. Namun sikap Namhee yang tak tahu diri, membuat kepala Seulri ingin meledak untuk menahan emosinya.

   Akhirnya semua tahu kalau Kyujong dan Namhee memang memiliki affair setelah Minji yang naik pitam menjambak rambut Namhee di kamar mandi. Setelahnya keduanya di hukum oleh para guru, dan Seulri tetap diam.

   Minwoo yang duduk di depannya, sesekali meliriknya ke belakang dengan cemas, karena Seulri begitu pucat dan semakin terlihat sakit dari hari ke hari. Minji tetap setia berada di sampingnya, sementara Namhee kini menghadapi Anna sebagai pesaingnya yang baru. Ya, tentu saja, Baek Anna sangat kaget mengetahui bahwa ternyata ketika bersama Seulri, Kyujong sudah memiliki simpanan.

   Dan kini, semua orang menaruh simpati mereka pada Seulri yang menjadi lebih pendiam. Orang-orang berpikir Seulri yang seperti ini, diakibatkan oleh pengkhianatan Kyujong dan Namhee. Sehingga ia sering tak fokus di kelas, dan sering jadi sasaran empuk para guru untuk diminta maju ke depan.

   ”Soal nomor dua, Kim Seulri, maju ke depan.”

   Seulri menghela napasnya dalam-dalam dan berdiri, melangkah ke depan dan mengambil spidol, lalu membuka tutupnya. Saat itu juga wangi pekat tinta menghantam hidungnya, dan seperti di tonjok, mendadak ia mau muntah.

   ”HOEK!” Seulri melempar spidol dan menekap mulut. ”Sunsaengnim, permisi!” Seulri berlari keluar diiringi tatapan kaget teman-teman sekelasnya. Termasuk Sunhwa, Minji, dan tentu saja Minwoo.

-To Be Continued-

Kind of busy… huhuhuhu

35 thoughts on “[DramaFiction] BitterSweet17 ~Episode 4~

  1. aishh baek anna jahat sekali >< , tpi ko bukti potonya yg pas lgi digendong eonn ukan pas lg dikamar hotel ?
    waa kyujong tega nian ~ sama sahabat seulri sendiri hiks
    sabar seulri , ada untungnya juga mau minta putus sama kyujong , jdi ketauan dia selingkuh juga rwrrrr
    minwoo semangat !! jgn kalah sama anna hohoho
    ditunggu kelanjutannya eonn🙂

  2. hoek..!??
    andwee.. jgn smpai seulri hamil..
    ga nyangka kyujong krjnya jg nyelingkuhin seulri diblkg,ma shbt pcr sndr lg..

  3. MWO!!???
    Minwoo-ya, kau tdk bnr melakukan itu kan pada Seulri?? Tapi aku ykin klo smua itu rencananya Anna buat ngejatuhin Seulri.
    Tuh kan bener Kyujong itu bukan pergi dengan ibunya. Eh dia malah enak2an mesra2an sma Namhee. Aigoo Namhee, kau jahat sekali tega menjadi simpanan teman mu sendiri..
    HOEEKK
    Andwae!! Seluri, kau tdk boleh hamil. Dan Minwoo, ngomong dong jgn diem aja. Ah bkin gregetan..

  4. Huaaaa….kyujong sm namhee trnyta eiiii~ such a liar
    Poor u seulri~ya…himnaeyeo🙂 kyujongie ddo😀
    Tapiiiii….idk but i just don’t believe that kyujong and seulri did it, maybe it’s just anna’s trick aiiisshh jinjja geu yeoja!!!
    Cannot wait for next chapter eonni🙂

  5. Ah! Tambah nyesek! Agak menyayangkan ga ada usaha apa2 dari Kyujong disini. Atau ada di part depan? Yaaa seenggaknya, dia beneran cinta sama Seulri nggak… Hm…
    Hm… Kasian Seulri…😦

  6. ya ampun, tega bgt Anna-nya.
    Licik bgt sih jadi org!

    Kasihan Minwoo-nya, dy yg jadi korban malah dy yg jg dibenci sm Seulri.😦

    Dan apa itu yg terakhir?
    Jangan-jangan, Seulri…. O.O
    Ditunggu lanjutannya, eonni.

  7. astaga!!!
    omona!!!

    konfliknya menyeramkan..
    aku jadi pengen ikutan nangis liat penderitaan seulri yang datang bertubi2..

    astaga..
    *nekapmulutnggakpercaya*

    dan apa lagi itu?
    jangan sampe seulri hamil..
    matilah, matilah..

    bener2 nggak kebayang apa yang bakal dirasain seulri kalo sampe dia hamil..
    trus kalo minwoo tau gimana ya?
    astaga!!

    nggak sabar nunggu episode selanjutnya..
    #tegang

  8. waduh seulri kok tiba2 mual jgn2 dia hamil…kasian amat seulri udah djebak ama anna pacarnya selingkuh ama sahabatnya klu hamil beneran gmn…

  9. Wow seulri hamil? Kasian banget sih seulri mesti kenal sama anna. Dijahatin mulu,salah bukan salah seulri juga

    Minwoo juga kenapa sih mau aja disalahin -_- ah elah ini cerita makin bikin geregetan deh hahaha.

  10. yg atas kepotong -_-
    Anna jahat bangaaaatt.. minta di mutilasi. sumpah!
    kyujong sama namhee! haha saya sudah mengira mereka memang main dibelakang seulri. sumpah itu namhee ga tau diri bangat jadi temen -_-
    seulri hamil?! :O emg dia sama minwoo waktu malem itu sempet ngapa2in ya? aku kira cuma ketiduran biasa ._.
    ga sabar nunggu lanjutannya. geregetan.
    JinHae Jjang!!😀

  11. Whaaattt??
    untunglah seulri putus sama kyujong.. kekekeke…
    sekarang biarkan saja namhee yang melawan anna untuk memperebutjan kyujong…
    itu pas malem itu >< ngga terjadi hal aneh apa-apa kan??
    tapi kook seulri muntaaah,,,, aish jinja…
    bingung.. onnie bikin penasaran…!!🙂

  12. Kwangmin ama Sunhwa jd detektip. Lanjutkan!
    Namhee yg perayu dasarny =3= #suudzon
    Seulri hamil?o_O

    kependekan thor TT___TT
    kalo drakor kan maximal 3ep tuh ada 1 konflik dan udah selese trus ada konflik baru, tp ini kayagnya masih panjang ea? ._.

  13. ah – gregetan bacanya –”
    kyujong dan namhee ? Sudaah ku dugaa ckckc –
    aigoo seulri~ya kau pasti hamil !! Dan minwoo !! Ayoo dong lakukan sesuatu !! Ah- gregetan kan …
    Dii tunggu chapter selanjutnya !!

  14. Assh anna licik dan jahat banget, dan apa ini hoek? Sungri hami?l minwook kau itu laki2 bukan kenapa diem ajha malah nangis gemen ma minwook”plak” gimana nasip sungri nanti? Tunggu eps selanjutnya :p

  15. anna licik dan jahat banget, dan apa ini hoek? Sungri hami?l minwook kau itu laki2 bukan kenapa diem ajha malah nangis gemen ma minwook”plak” gimana nasip sungri nanti? Tunggu kelajutanya

  16. Hwaaaaa,,,, sudah ku duga kan dr awal, aq sudah mencurigai dua magluk itu, alias kyujoong & namhee, ihhhh, kesel bgt deh ama si namhee,, ×__×
    Aduh, aq jg ikut tersayat pas seulri kelrumah kyujoong dan mendapati, kyujoong sprt itu… Ma’jlebbb bgt…..

    Hyaaaa, itu seulri nape muntah, sudah ada efek kah….
    Wah makin seru nih lanjutan.a gmn sm si ktujoonb…..
    Semngat lah….😀

  17. Udh lama gak main k sini udh ampe ep 4 nih bittersweet17…

    Baek ana jahat bgt..
    Kyujong jga selingkuh aja kerjaannya..
    Sama sahabat pacarnya sendiri lgy..
    Mudah2an Seulri gak hamil…

  18. Yang terpikir pertama kali setelah habis baca ini adalah “Pregnant”

    Wew…gw agak bahagia liat Namhee sekarang jadi musuh Anna..hahaha paling gak, kadar keusilan Anna sedikit berkurang sama Seulri. Temen makan temen nih si Namhee dan Minji sejauh ini jauh lebih baik dibanding Namhee buat jadi sahabat Anna.

    Tapi masih gak tenang selama foto itu masih ada di tangannya Anna, karena sewaktu-waktu meski mungkin Anna keliatannya gak begitu fokus lagi sama Seulri, bisa aja kan fotonya gak sengaja terekspose (jadi inget IU sama Hyuk. Hihi) atau someday Anna sengaja menyebarkan foto itu. Pokoknya gak tenang sebelum sumber masalah yg satu itu bener-bener ilang.

    Keep support Kim Seulri, sudah dijahatin Anna, dikhianatin sahabat sama pacar lagi belum lagi kalo dia beneran hamil. Wow

  19. Waaaa anna sumpah ya jahat banget, tp ga nyangka klo kyujong seligkuh sama namhee😮
    bisa banget ngerasain frustasinya seulri sama minwoo.
    Dan yg terakhir itu, seulri hamil??? O.o
    lanjut yaa😀

  20. agak kaget aku bca epis0t yang ini.. Hehe..😀


    ”Ya, Baek Anna! Kau kira dengan membuatku dan Kyujong putus, kau dan Kyujong bisa bersatu, begitu?!”
    Seulri bisa mendengar Anna terbahak-bahak. ”Yang penting tidak ada satu diantara kita yang bersamanya, bukan? Dengar ya, Kim Seulri, kalau kau meremehkanku. Atau menganggapku takkan berani melakukan ini semua… kau salah besar. Arasseo?”

    ampe sebegininya cuma buat kyujong -___-
    yg direbutin taunya cowok gak bener juga.. Beuhh..

    hidupnya Kim Seulri hari ini penuh kejutan yang tidak menyenangkan sepertinya.. kkkk~~

    dan oo’ow.. Itu seulri muntah kenapa? Stres? Kelelahan? Masuk angin? Sakit maag? Ato sesuatu yang ‘gawat’ ?😄

  21. ni author paling bisa bikin penasaran>< *cubit pipi*
    baek anna jahat sekali engkau~ kkk~
    itu rasanya pengen ngapain kyujongnya deh waktu scene di kolam renang-_-v tp great kok,bisa bikin aku kebawa suasana(y)
    hati2 ntar seulri jadi mamanya minwoo junior(?) haha xD

  22. astagfirullah…. kasian banget kiseopnyaaaa~! itu ada omongan haejin yang jahat bangeeeeet~!
    duh, kepooooo~ anna jahaaat~ minho juga tega bangeeeet~ zz…

  23. Haaahhhh ??? Itu hoek maksd’a apaa ???
    Seulri sama min wooo ƍαќ ngapa”n kannn ?? Minwoo ƍαќ mungkn macem” .. Tapi bercak daraahh ituu maksd’a apaa ?? *arrgghh frustasiii ..
    Bukankah mereka cumaa dikasih obat penawar mabuk sama anna ..
    Lalu kalo min woo ƍαќ mungkin melakukann terus ♈g̲̅ ngelakuin siapaa ???
    *gaa relaaaa seulri dan min wooo dituduhh giniii … *
    Minn cepet” part selanjutnya yah eon ,,
    ɑ̤̥̈̊к̲̣̣̥ü’a ƍαќ sabaarrr😀
    Gregeetttt samaa si baek anna ..
    Kǝƪ☺ ɑϑǟ disinii awas nanti akuu jambak-jambak (˘^˘)–o)‾˛‾”)

  24. Kok anna tega banget…..
    Namhee sama kyujong kok tega banget…..
    Kasian seulri…….
    Minji baik banget yaaa:3
    Nice ff onnie😉

  25. Udah lama ga buka2 blog gegara ulum T.T . Itu anna jahatnya kebangetan deh . Masa segitunya sama seulrii ? Kasihan minwoo juga kan sakit hati mulu .😦 itu kenapa hoekk ?? Ommoo jngan sampaiiiiii … Lanjutannya ditunggu ya eonni🙂

  26. Udah lama ga buka2 blog gegara ulum T.T . Itu anna jahatnya kebangetan deh . Masa segitunya sama seulrii ? Kasihan minwoo juga kan sakit hati mulu .😦 itu kenapa hoekk ?? Ommoo jngan sampaiiii … Lanjutannya ditunggu ya eonni🙂

  27. Ohmaigat.. Emang bnr2 lg apes seulri.. Elpn sbnrny keapesanny membawa berkah(?) Hmm wlpn kutu buku tp minwoo ganteng n cinta sm seulri ga ky kyujong yg ckckck

  28. ai…go…
    this is it (?)…

    this is it… seulri…. minwoo…. tidur… muntah…\

    BABAAAAAAAANGGGGGGGGG TANGGUNG jAWAB!!!!!!!!!

    ;___:

    baek anna, kyujong ama namhee bener2 minta dirajang!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s