[Dramafiction] BitterSweet17 ~Episode 2~

Title : Dalkomhan Yeolilgob

Also Known As : BitterSweet17

Genre : Romance Comedy, Youth

Episodes : 14

Broadcast Network  : SBS

Broadcast Periode : 2012 – 10 – 10 To TBA

Air Time : Wednesday 21:55

Original Soundtrack: Dalkomhan Yeolilgob OST

  • One In A Million – (Covered By : U Kiss Kiseop)
  • When I Grow Up – (Covered By : Felidis Haejin)

Main Cast :

  • Lee Kiseop as Han Minwoo
  • Lee Haejin as Kim Seulri
  • Jung Yeonjoo as Min Sunhwa
  • Lee Minho as Jung Kyujong
  • Im Siwan as Lee Kwangmin

Related Post : Here

Episode 2

”Jagiya…”

   ”Hmm?” tanya Kyujong sambil terus mengendari mobilnya, menuju ke sekolah di hari Kamis pagi.

   ”Kau tahu, Baek Anna mengundang kita semua untuk datang pada pesta ulang tahunnya yang ketujuh belas?” tanya Seulri sambil menatap jalanan keluar jendela.

   ”Hmm, aku dengar. Aku juga dapat undangannya.” Kyujong mengangguk. ”Kudengar semua murid diundang, benar?”

   ”Ne. Bahkan ia mengundangku…”

   ”Hahaha…” Kyujong tergelak. ”Gadis bodoh itu masih saja merasa tersaingi denganmu?”

   ”Dia takkan pernah rela gelar Ratu Sekolahnya jatuh ketangan gadis lain, Sayang.”

   Kyujong terkekeh. ”Tapi nyatanya tidak, kan? Takkan ada yang bisa mengalahkan permaisuriku, Kim Seulri.” Kyujong mengerling genit, dan Seulri tergelak melihat tingkah laku kekasihnya. ”Tapi tunggu sebentar, dengan kata lain jika ia mengundang seluruh siswa… ia juga mengundang para kutu-buku?”

   ”Oh, aku tidak tahu kalau itu.” Seulri mengangkat bahu. ”Memang kenapa?”

   ”Aku hanya penasaran, apakah kutu-buku di kelasmu itu diundang…” Kyujong mengerling.

   ”Dikelasku begitu banyak kutubuku, Sayang.”

   ”Pria yang duduk di belakangmu.”

   ”Ah, Jang Dongwan dan Han Minwoo?”

   ”Ne, mereka.”

   ”Ada apa dengan mereka?”

   Kyujong mendengus, dan menginjakkan kakinya pada pedal rem, tepat di lampu merah. ”Jangan bilang kau lupa bahwa pria bernama Han Minwoo itu adalah Pangeran Matematikamu. Aku mengoreksi kertas tesmu kemarin ketika Yun Sunsaengnim mengajar di kelas kami.”

   ”Dan?” tanya Seulri tak percaya.

   ”Dan nilaimu sempurna, Sayangku.”

   ”Tentu saja, Kim Seulri.” Seulri nampak berpuas diri dan mengangkat kedua tangannya dengan mata mengerling nakal. ”Kau tahu apa pun bisa kulakukan agar kutu buku itu memberikanku jawaban, bukan?”

   Kyujong terbahak-bahak.

   ”Ah, Sayang… jangan bilang kau cemburu pada Han Minwoo?!” Seulri nampak geli dan memiringkan tubuhnya hingga menghadap Kyujong yang kini kembali menekan pedal gas, ketika lampu berubah menjadi hijau.

   ”Ya ampun, kau bercanda?! Aku, Jung Kyujong, pria paling tampan se-Inha High School?! Cemburu pada seorang kutu buku aneh bernama Han Minwoo?!”

   ”Kau baru saja melakukannya, Sayang.” Kata Seulri menggoda.

   ”Aku hanya sebal kau merayunya!” seru Kyujong.

   ”Ya ampun, aku merayunya demi nilai ulanganku, Jung Kyujong!” kali ini Seulri benar-benar terbahak-bahak.

   ”Ya ya ya, aku percaya~”

   ”Dan aku juga percaya bahwa kau cemburu pada seorang kutu buku bernama Han Minwoo!”

   Dan mereka berdua terus saling menggoda hingga mobil Kyujong tiba di sekolah mereka.

   Seulri masih saja terbahak-bahak saat turun dari mobil, dan Kyujong menarik tubuhnya, dan menyandarkannya pada kap mobil. Wajahnya menyiratkan seringai menggoda dan memerangkap tubuh Seulri dibawahnya.

   ”Aww~ apa yang mau kau lakukan?” tantang Seulri, malah mengalungkan tangannya pada leher sang kekasih.

   ”YA! Jung Kyujong!”

   Kyujong yang baru saja hendak mencium bibir Seulri, mendesah kesal, dan mengangkat wajahnya, melihat Jisung, Kwangmin, dan Heegun menghampiri mereka. Dirasakannya Seulri tertawa.

   ”Omo!” pekik Jisung dan Heegun saat melihat posisi sahabat mereka dan Seulri.

   ”Astaga~ Kyujong-ah, ini kan masih pagi~” kikik Kwangmin.

   Seulri mendorong Kyujong yang nampak cemberut dan kesal hingga berdiri, serta merta merapikan seragamnya. ”Kalau begitu, kutitipkan kekasihku yang pencemburu ini pada kalian ya.” Seulri mengedip genit.

   ”Cemburu?! Pria seperti Jung Kyujong bisa cemburu?!” pekik Heegun kaget.

   ”Ya, Kim Seulri!” seru Kyujong tidak terima.

   ”Bye~ aku berharap ada tes Matematika lagi.” Seulri mengedip dan meloncat-loncat riang menjauh dari mereka.

    Jisung dengan polos bertanya pada Kyujong setelah Seulri menghilang. ”Kau cemburu karena nilai Seulri nyaris sempurna pada hasil tes kemarin, Boss?”

   ”Cish~ yang benar saja!” dengus Kyujong.

   Kwangmin tersenyum geli.

   ”Ya!” Kyujong menangkap pandangan Kwangmin yang terlihat geli tersebut. ”Lee Kwangmin. Kau mengenal seorang kutu buku di kelas Seulri yang bernama Han Minwoo?”

   ”Han Minwoo?!” kedua alis Kwangmin mengerut. ”Tentu saja semua mengenal dia, tanpa perlu kau tanya aku. Jisung dan Heegun juga pasti mengenal mereka, keurae?” Kwangmin menoleh pada kedua temannya yang lain.

   ”Tentu, Boss!” Heegun buru-buru menyahut. ”Kutu buku terpandai se-Inha.”

   ”Pandai?!” dan Kyujong mengepalkan tangannya.

   ”Kenapa, Boss?!” pekik Heegun dan Jisung buru-buru.

   Kwangmin menepuk bahu Kyujong. ”Jangan bilang dia yang membantu Seulri?”

   ”Berani dia menyentuh Seulriku…” geramnya, lalu menoleh cepat pada Jisung dan Heegun. ”Kalian berdua, bawa dia naik ke atap nanti!”

   ”Siapa, Boss?!”

   ”Han Minwoo?!”

   ”Kyujong-ah,” Kwangmin menggeleng-geleng. ”Jangan kau gunakan kekerasan. Lagipula kurasa Seulri hanya bercanda tadi…” Kwangmin yang yang bisa menebak suasana hati sahabat karibnya ini. ”Dan kalian berdua!” Kwangmin mengalihkan pandangannya pada dua kroni lainnya. ”Jangan kalian bawa Han Minwoo…”

   ”Kenapa tidak boleh??‼”

   ”Kyujong-ah…” kata Kwangmin sabar. ”Apakah kau ingin Seulri seperti dulu lagi saat dia tidak bisa mengerjakan tugas-tugas Matematikanya? Kau bahkan tidak bisa kencan dengannya karena ia selalu mendapatkan detensi dari Sajangnim. Harusnya kau bersyukur Han Minwoo menolong kekasihmu!”

   ”Tapi dia pasti merayu Seulri, Kwangmin-ah!” seru Kyujong kesal.

   ”Boss,” Jisung ikut-ikut Kwangmin menenangkan Kyujong. ”Yang benar saja, Seulri mau dirayu dengan pria bernama Han Minwoo itu?! Tidak mungkin, Boss! Boss dan Han Minwoo itu bagaikan neraka dan surga.”

   Kwangmin menjentikkan jarinya dan menunjuk Jisung senang. ”Lihat!”

   ”Ngomong-ngomong, memang Boss tahu, Han Minwoo itu yang mana?” tanya Heegun.

   Kyujong tertegun.

   ”Nah kau belum lihat kan Han Minwoo yang mana?” decak Kwangmin. ”Sudahlah, kita lupakan masalah Han Minwoo ini. Ayo ke kelas! Ngomong-ngomong kalian datang ke pesta Baek Anna?” tanyanya sambil memimpin yang lain berjalan menuju lobi sekolah.

   ”Tentu!” seru Heegun dan Jisung bersemangat.

   ”Ini kesempatan kami mencari pacar, Kwangmin-ah.”

   Kwangmin terbahak.

   Kyujong sementara itu menyadari ponselnya bergetar, dan mengeluarkannya dari dalam saku. Ia mendongak sebentar, ”Ya! Jisung-ah!” Jisung menoleh, dan Kyujong melempar tasnya ke arah Jisung, yang langsung ditangkap tentunya. ”Bawa duluan ke atas, aku ada perlu…”

   ”Oh, oke, Boss!” sahut Jisung.

   Heegun melempar pandangan bertanya kepada Jisung, Jisung mengangkat bahu, kemudian mengajak Kwangmin yang menatap ingin tahu untuk terus naik ke atas. Ketiganya langsung saja masuk ke dalam kelas, dan meletakkan tas mereka dengan cara dilempar dari depan kelas, kecuali si Pangeran Es Kwangmin, yang dengan elegan melangkah ke mejanya.

   ”Hello Boys~”

   ”Woow~” Heegun terpana.

   Jisung bersiul.

   Hanya Kwangmin yang menoleh biasa saja, dan tersenyum sopan. ”Pagi, Anna…” sapanya.

   ”Pagi…” Baek Anna tersenyum simpul. ”Kurasa kalian sudah menerima undangan pesta dariku.”

   Ketiga pria ini mengangguk.

   ”Kalian pasti datang, kan?” tanya Anna penuh harap.

   ”Oh tentu saja kami datang…” koor Heegun dan Jisung.

   ”Kami akan datang,” jawab Kwangmin sambil tersenyum.

   Ailee tersenyum senang. ”Pastikan kalian datang ya, karena… Baek Anna menyiapkan kejutan manis untuk kalian.” Katanya misterius.

   ”Kejutan?!”

   ”Tunggu sebentar, Anna-ya,” tanya Kwangmin. ”Bukankah kau yang berulang tahun? Harusnya kami yang memberimu kejutan, bukan kau yang membuat kejutan.”

   Anna tertawa merdu, hingga Heegun dan Jisung mabuk kepayang. ”Oh, bukan kejutan semacam itu. Ah, iya… pastikan juga Kyujong datang ya, Kwangmin-ah. Karena kejutan itu takkan lengkap kalian, terutama Kyujong, tidak melihat.” Katanya kembali dengan senyum misterius.

   Tak ada satu pun diantara mereka bertiga yang berkomentar.

   ”Baiklah, aku hanya ingin memastikan… kalau begitu sampai ketemu besok malam,” dan Baek Anna melenggang pergi.

   ”Wow~ jinjja!” Jisung masih melotot menatap betapa moleknya tubuh Baek Anna dari belakang.

   ”Ya!” Heegun mengomelinya.

   Kwangmin masih memikirkan kata-kata Anna barusan. ”Kalian tidak penasaran dengan kejutan yang ia siapkan?”

   ”Ah, benar…” Heegun terlihat berpikir. ”Apa menurutmu Anna masih menaruh dendam kepada Seulri?”

   ”Dia mengundang Kyujong setiap tahun jika ia berulang tahun,” Jisung ikut penasaran. ”Tapi apa tahun ini ia mengundang Seulri? Kudengar seluruh sekolah dia undang…”

   ”Jika Seulri datang, besar kemungkinan Kyujong akan datang.” Kwangmin berkomentar. ”Ah, sudahlah…” dia memutuskan duduk saja di kursinya.

   Tak lama kemudian dari pintu kelas mereka, muncullah Kyujong dengan gaya santainya, berjalan menghampiri mereka, dan duduk di samping Kwangmin. Heegun berbalik menghadapnya.

   ”Ada apa?” tanya Kyujong penasaran. ”Tadi Baek Anna datang kesini?”

   ”Iya, Boss! Dia bilang dia punya kejutan untuk kita semua, terutama… kau.” Jawab Heegun penasaran.

   Kedua alis Kyujong mengerut. ”Ke pesta ulang tahunnya?”

   ”Hmm… eh, dia mengundang Seulri tidak?!” tanya Jisung penasaran.

   Kyujong mengangguk. ”Oh… dia mengundang Seulri.” Ia kemudian memiringkan kepalanya, tak mengerti. ”Kejutan apa?! Keundae… sepertinya aku tidak bisa datang ke pesta ulang tahun Anna.”

   ”Ah, wae~” keluh Heegun dan Jisung.

   ”Lho, tapi Seulri kan diundang…” Kwangmin pun terlihat bingung. ”Kukira jika Seulri mau datang, kau pasti mau datang juga.”

   Kyujong menggeleng. ”Bukan karena itu… aku ada perlu, Ibuku pulang dari Kanada…”

   ”Ah.” Ketiganya mengangguk paham.

   ”Jadi Seulri tidak mungkin datang kalau kau tak datang, bukan?” tanya Heegun.

   ”Entahlah, kurasa dia takkan datang… tapi, jangan katakan pada Anna kalau aku tidak akan datang, oke? Cukup kalian saja yang tahu soal ini, arasseo?”

   ”Oke, Boss~”

*           *           *

Kelas Seulri

Seulri duduk dengan membalik-balik majalah People terbitan Amerika Serikat yang ia bawa dari rumahnya, wajahnya berkerut-kerut serius, ketika Minwoo melewati mejanya, dan duduk di belakangnya.

   Minwoo tidak berani menyapa. Karena ia bahkan tak yakin Seulri menyadarinya datang.

   ”Minwoo-ya,”

   ”Annyeong~” sapanya pada Dongwan yang juga baru tiba, dan meletakkan tasnya.

   Dan kemudian Minji, teman sebangku sekaligus sahabat Seulri tiba dengan heboh, membuatnya dan Dongwan mendongak, ingin tahu. Ternyata Minji menjerit karena melihat majalah yang Seulri bawa.

   ”Tumben kau bawa ke sekolah.” Minji takjub melihat majalah dengan sampul Angelina Jolie tersebut.

   ”Aku membawa ini untuk meminta pendapatmu dan Namhee…” Seulri menyahuti. ”Menurutmu, nanti di pesta ulang tahunnya, Anna akan mengenakan gaun rancangan mana?”

   Minji berdecak, dan meletakkan tangannya di dagu. ”Kau benar juga, Seulri-ya… kau harus bisa mengalahkannya!”

   ”Aku harus tampil total, aku tak mungkin membiarkan Baek Anna mengalahkanku!” ujar Seulri berapi-api.

   Minwoo menunduk, dan membuka buku pelajarannya. Andai kau tahu, Seulri-ya, dimataku… tanpa pakaian-pakaian mahal, dan sapuan make up berlebihan, kau sudah begitu cantik, apa adanya.

   ”Menurutmu bagaimana? Apa aku harus memakai baju ini?!” tunjuk Seulri pada sebuah halaman, yang tak bisa Minwoo lihat, kemudian Minwoo bisa melihat ekspresi Minji.

   Minji mengernyit. ”Kurasa tidak, Seulri-ya…”

   ”Aku juga berpikir demikian…” Seulri mendesah berat. ”Aku takut terlihat terlalu glamour…”

   ”Di undangannya tidak tertera dress code?” tanya Minji.

   Seulri menggeleng, lalu mendengus. ”Untuk apa menggunakan dress code? Kau kira semua orang di sekolah ini socialite seperti kita? Banyak yang menengah ke bawah juga…” kekehnya.

   Minwoo mengembuskan napasnya pelan, dan kembali menatap buku-bukunya.

   ”Oh, kau benar…” Minji mengangguk. ”Mereka takkan sanggup juga sih ya…” kikiknya.

   Seulri mengangguk. ”Kurasa aku cukup membeli gaun yang ini,” Seulri sepertinya sudah memutuskan. ”Victoria Beckham terlihat sangat manis saat mengenakannya.”

   ”Yah, warna kulitmu memang sama dengan Posh.” Minji setuju.

   Seulri menutup majalahnya dan memasukannya ke dalam laci. ”Sayang sekali Namhee tidak bisa ikut… Minji-ya, menurutmu Anna akan merencanakan sesuatu untukku, kan?”

   ”Pastinya.” Minji memutar matanya.

   ”Yah, kita lihat saja nanti, siapa yang ulangtahunnya kita ubah dari manis menjadi pahit! Gadis sialan~” desis Seulri.

   Minji tersenyum puas di sampingnya.

*           *           *

Kantin, Makan Siang

”Sunhwa-ya,”

   ”Hmm?”

   ”Menurutmu apa yang harus kita kenakan pada pesta ulang tahun Baek Anna?” tanya Minwoo hati-hati.

   Sunhwa mengernyit menatapnya. ”Kenapa kau bertanya begitu?”

   ”Aku sedikit ragu-ragu… apakah kau yakin, kita akan diizinkan masuk, jika hanya mengenakan kemeja saja?” tanya Minwoo pelan-pelan.

   Sunhwa memutar matanya. ”Sejak kapan kau jadi begitu peduli dengan pendapat orang soal penampilanmu?!”

   ”Sunhwa-ya… bukan masalah itu,” Minwoo meletakan garpunya. ”Bukankah kalau kita datang ke tempat tertentu, kita akan ditolak jika hanya mengenakan pakaian biasa dan sepatu keds?”

   ”Tapi kita bawa undangan, kan?! Selesai masalah…” Sunhwa cuek dan kembali memakan bentonya.

   ”Kau yakin, Sunhwa-ya?”

   ”Keurom.” Sunhwa mengangguk. ”Untuk apa dia mengundang kita semua kalau disana kita tak boleh masuk? Yang benar saja…” ia geleng-geleng dan kembali menghadapi bentonya, tapi kemudian kembali menatap Minwoo curiga. ”Ya, Han Minwoo! Jangan bilang ini karena gadis di depanmu?!” desisnya pada telinga Minwoo.

   Minwoo tidak menjawab.

   ”Ya Tuhan, Minwoo… bukankah kau selalu bilang dia dan kita beda dunia… cish~ kau ingin berdandan demi dia?!” kekeh Sunhwa.

   ”Aniyo!” sangkal Minwoo.

   ”Kau tanya saja pada Ahjussi, kurasa dia akan memberimu saran yang benar… atau pada Minna.” Sunhwa terkekeh geli.

   Minwoo tak bicara lagi.

*           *           *

Hari Jumat, Hari Ulang tahun Baek Anna

”Yeobo… mana Seulri?” tanya Kim Inhwan, ayah dari Seulri, kepada istrinya, Na Hye In, Ibunya, ketika mereka sudah bersiap di ruang makan.

   Hye In meletakkan semangkuk sup di hadapan Inhwan sambil menjawab. ”Hari ini teman Seulri, Baek Anna berulang tahun… jadi Seulri bilang, ia perlu mempersiapkan diri.”

   ”Memang kapan pestanya?” tanya Inhwan.

   ”Kata Seulri nanti malam,”

   ”Yang benar saja! Pesta baru nanti malam dan ia mau bersiap-siap sejak pagi?! Memang siapa Baek Anna itu, sampai dia harus melakukan perawatan sejak pagi, hah?” tanya Inhwan keras. ”Hanya temannya bukan? Dia bukan mau bertemu presiden? Lalu kenapa dia harus membolos?!”

   Hye In tersenyum. ”Sudahlah, Yeobo… jika Seulri cantik, kita juga yang bangga.”

   ”Yang benar saja, Yeobo! Sekolah lebih penting daripada sekedar pesta ulang tahun! Sudah berapa kali dia membolos, hah??‼”

   ”Yeobo, sudahlah…” Hye In menahannya. ”Biarkan saja…”

   Dan Seulri muncul dari pintu ruang makan dengan ceria. Sudah mandi, namun mengenakan pakaian biasa, bukan seragam. ”Pagi, Appa, Eomma…” sapanya riang sambil duduk dan mengambil roti panggang. ”Eomma, aku mau susu!”

   ”Oke, Sayang…”

   ”Seulri-ya,” Ayahnya memulai, ia menatap Seulri dengan bijak. Seulri menoleh dengan tatapan polos dan manis, ia tahu ayahnya selalu tak bisa marah kepadanya, jika ia sudah bertingkah manis begini. ”Kau mau membolos lagi, Nak?”

   Seulri mengoleskan selai stroberi di atas rotinya, menggeleng-geleng. ”Aniyo, aku tidak bolos~”

   ”Oh jadi kau mau masuk sekolah?” tanya Ayahnya penuh harap.

   Seulri menggeleng juga.

   ”Lalu?” tanya Ayahnya, berusaha selembut mungkin. Hye In kemudian masuk membawakan susu, dan Seulri tersenyum manis pada Ibunya, sambil mengucapkan terima kasih.

   Seulri menjawab. ”Aku izin, aku sudah bilang pada Sajangnim kalau hari ini aku berhalangan hadir, ada surat dari Eomma juga, iya kan Eomma?”

   Hye In gelagapan saat Inhwan menatapnya tajam.

   ”Oh ayolah, Appa…” dan Seulri mulai mengeluarkan jurus rengekannya. Mengatupkan kedua tangannya, dan menatap ayahnya dengan sedih. ”Appa~ ayolah, Appa…”

   Dan ayahnya, seperti sebelum-sebelumnya, tak bisa menolak, dan mengangguk pasrah. ”Baiklah… nilaimu sepertinya membaik belakangan ini.”

   Seulri nyengir. ”Iya dong, Appa~ oh ya Appa, aku membeli gaun baru…” katanya pelan-pelan. ”Juga sepatu baru… tak apa-apa kan?!” dan seperti biasa, sang ayah hanya bisa mengangguk pasrah. ”Lalu aku juga hari ini mau perawatan ke salon…” dan dia mulai meremas-remas taplak meja.

   Ayahnya memijat pelipisnya, dan akhirnya mengeluarkan dompetnya, lalu menarik serta sebuah kartu, dan sejumlah uang. ”Ini…”

   ”Ah, gomawo, Appa…” dan Seulri meloncat, langsung memeluk ayahnya dan mengecup pipinya. ”Appa, nilai ulangan Matematikaku seratus lho…” dan Seulri mengeluarkan kertas dari dalam kantung celananya.

   Ayahnya membelalak kaget, lalu bersorak. ”Yeobo! Uri Seulri sudah pintar Matematika… kyaaaa, ini tambahan!” dan ia kembali mengeluarkan sejumlah uang untuk Seulri.

   Seulri tersenyum senang. Han Minwoo, gomawo. Dan Seulri buru-buru memasukkan uang yang ia dapatkan dari ayahnya ke dalam sakunya, sambil mengunyah rotinya dengan bahagia.

*           *           *

”Kim Seulri?! Kim Seulri?!” panggin Yoo Sunsaengnim.

   Minwoo bisa melihat dua kursi di depannya kosong, dan Dongwan menjawab. ”Sepertinya Seulri tidak masuk, Sunsaengnim.”

   ”Sunsaengnim, ini ada surat dari Ibu Seulri.” Teman mereka yang duduk didepan memberikan sebuah amplop putih kepada Yoo Sunsaengnim, yang menggeleng-geleng menerimanya. ”Juga dari ibu Shim Minji.”

   Yoo Sunsaengnim berdecak. ”Mereka tidak masuk di hari yang sama? Lagi?!”

   ”Mollasoyo, Sunsaengnim.”

   ”Pasti Seulri dan Minji sedang bersiap-siap untuk acara nanti malam. Kudengar Baek Anna juga tidak masuk.” Bisik anak yang duduk dua bangku di belakang Minwoo.

   Bisik-bisik mulai terdengar.

   ”Tsk, dengan adanya acara nanti malam, sepertinya seisi sekolah sudah tidak ada yang berkonsentrasi untuk belajar. Ckckckck…” Yoo Sunsaengnim memutuskan untuk terus mengabsen.

   Dongwan bersiul kecil, lalu menepuk bahu Minwoo. ”Minwoo-ya, kau akan datang kan malam ini?”

   ”Hmm.” Minwoo mengangguk. ”Kau datang, Dongwan-ah?”

   ”Pasti. Kapan lagi kita bisa diundang oleh Baek Anna, ya kan? Lagipula, akan jadi pengalaman juga…”

   Minwoo mengangguk. ”Kalau begitu sampai ketemu nanti malam.”

   ”Keurae.”

   Sepulang sekolah, Minwoo mengucapkan selamat tinggal pada Dongwan dan Sunhwa, sebelum menaiki bus yang membawanya menuju pinggir kota. Kawasan rumahnya tentu bukanlah kawasan rumah elit, seperti sebagian besar teman-temannya, dan Seulri, tentunya.

   Rumahnya sederhana, hanya flat sempit dengan satu kamar, untuk adiknya, Minna, satu-satunya perempuan dalam keluarga, setelah ibu mereka meninggal beberapa tahun silam. Minwoo dan ayahnya, harus tidur di ruang tengah bersama-sama. Tapi Minwoo tetap mensyukuri kehidupan yang ia jalani. Selama ia terus memperoleh beasiswa karena kecerdasannya, ayahnya hanya perlu memikirkan biaya pendidikan Minna saja.

   ”Aku pulang.”

   ”Oppa~” sapa Minna yang tengah mencuci piring, tersenyum menyambutnya.

   ”Hai… sudah makan siang?” Minwoo menutup pintu di belakangnya, Minna mengangguk.

   ”Oppa sudah makan?”

   Minwoo mengangguk sambil melepaskan tasnya. ”Appa mana?”

   ”Appa tadi bilang dapat pekerjaan untuk mengantar seseorang…”

   Minwoo mengangguk dan mendekat ke konter di sebelah Minna, meraih sebuah gelas, dan berjalan ke kulkas, mengambil sebotol air es dan menuangkannya. Diteguknya air itu, dan ia bisa merasakan kerongkongannya berubah menjadi segar.

   ”Minna-ya…” Minwoo menoleh sambil meletakkan gelasnya. ”Kau pernah diundang ke pesta ulang tahun?”

   ”Keurom.” Minna mengangguk, menutup kran air dan mengeringkan tangannya dengan handuk. ”Ada apa Oppa bertanya?”

   ”Aniya, teman Oppa mengundang Oppa untuk hadir di acara ulang tahunnya malam ini… Oppa bingung dengan apa yang akan Oppa pakai.” Kata Minwoo pelan. ”Karena sepertinya, tempatnya bukan tempat sembarangan, Minna-ya…”

   Minna tersenyum misterius. ”Oppa mau Minna dandani?”

   ”Mwo?! Aniya, Minna-ya… ani, ani!” tetapi Minna sudah berhasil menariknya ke dalam kamar tidur, dan membuka lemari pakaian mereka bertiga, dan mulai mencari-cari.

   Minwoo menggaruk kepalanya yang tidak gatal. ”Minna-ya…”

   ”Nah, ini Oppa! Coba pakai ini!” tiba-tiba Minna menyodorkan sebuah kemeja ke dalam tangan Minwoo.

   Minwoo melihat kemeja yang Minna berikan. ”Ini?”

   ”Hmm… semi formal, lagipula… Minwoo Oppa sangat tampan jika tengah memakai kemeja.” Minna mengedip.

   Semburat merah muncul pada pipi Minwoo. ”Kau yakin?”

   ”Keurom!” Minna mengangguk.

   Minwoo tersenyum. ”Keurae… gomawo, Minna-ya…”

   ”Oppa, kalau nanti malam kau mau pergi ke pesta… kau jangan pakai kacamata itu, pakai kacamata pemberian Appa, oke?”

   Minwoo mengernyit, kemudian menggeleng. ”Ah tidak… kacamata itu sepertinya terlalu mahal, Minna-ya…”

   ”Oppa, kacamata itu Appa beli untuk Oppa gunakan, bukan untuk Oppa simpan begitu saja! Sudah jangan banyak bicara, Oppa pakai kacamata itu dan Oppa siap memburu gadis-gadis di luar sana!” kekeh Minna genit sambil menyikut bahu Minwoo genit.

   Minwoo geleng-geleng.

   ”Kan… lihat, Oppa siapa yang tampan ini?” Minna membawa Minwoo berkaca setelah Minwoo akhirnya cukup kooperatif untuk mengenakan kacamatanya. ”Oppaku, Han Minwoo.”

   Minwoo tersenyum memeriksa bayangannya.

   ”Oppa mau kubuatkan air hangat?”

   ”Aniyo, gwenchana… kau istirahat saja, Oppa bisa buat air panas sendiri…”

   ”Oke,” Minna tersenyum.

*           *           *

Beauty Parlor

Full treatment sudah… sekarang tinggal make up dan hair do,” Seulri meregangkan seluruh tubuhnya bersama Minji. ”Ah iya, gaunnya kapan datang, Minji-ya?” tanyanya sambil menoleh.

   Minji membentuk huruf O besar dengan telunjuk dan ibu jarinya. ”Semua sudah beres, Tuan Puteri. Tugasmu hanyalah cantik, dan mengalahkan segala pesona Baek Anna malam ini.”

   ”Oke.” Seulri duduk di kursi yang menghadap ke kaca, sementara Minji duduk di sampingnya. Dua orang petugas membawa troli berisi perkakas untuk mempercantik mereka berdua. ”Ah, ngomong-ngomong… ponsel Kyujong tidak bisa dihubungi sama sekali. Kemana dia kira-kira?”

   ”Jinjja?! Dia akan menjemput kita, kan?”

   ”Aku juga tidak tahu…” Seulri menggigit bibirnya. ”Kemarin memang aku bilang kepadanya kalau aku diundang oleh Anna untuk datang ke pesta ulang tahunnya, tapi aku lupa bilang kalau aku mau datang… dan dia tidak bisa dihubungi sama sekali. Tidak mungkin kan kita datang kesana dengan taksi?!”

   ”Otokhe?”

   Seulri kembali mengutak-atik ponselnya, namun tetap saja Kyujong tak bisa di hubungi. ”Ah, bagaimana ini?!” keluh Seulri sambil melempar ponselnya ke atas meja dengan kesal. ”Aku terlalu sibuk memikirkan bagaimana caranya mengalahkan Baek Anna sampai lupa bertanya, aish~ dia kemana sih?!”

   ”Seulri-ya…” kekeh Minji sambil terkekeh genit.

   Seulri meliriknya tajam. ”Mwohae?!”

   ”Bagaimana kalau… kita minta jemput Kwangmin? Sepertinya Kwangmin, Jisung, dan Heegun akan datang.”

   Seulri mengernyit sebentar, berpikir. Kemudian ia mengangguk. ”Keurae, telepon Kwangmin! Tidak mungkin kita sudah berdandan total harus menaiki mobil Heegun dan Jisung, setidaknya M3 Kwangmin akan cocok dengan gaunku…” senyum Seulri bersemangat.

   ”Setidaknya aku bisa curi-curi kesempatan dengan Kwangmin…” sementara Minji berada dalam dunia khayalnya sendiri. Dan Seulri geleng-geleng kepala pada obesesi Minji kepada Kwangmin yang sudah menjadi rahasia umum di sekolah.

   Sekitar pukul tujuh malam, M3 merah Kwangmin tiba di depan Beauty Parlor langganan Seulri dan Minji. Kwangmin muncul mengenakan stelan bergaya ala bintang muda Hollywood yang masuk red carpet untuk menerima penghargaan Oscar, wajahnya yang tampan menambah kesan sempurna atas mobil merahnya yang mahal tersebut.

   ”Oh, Seulri-ya…” Kwangmin melambai saat melihat Seulri mematut dirinya di depan kaca lobi.

   Seulri menoleh dan balas melambai. ”Hai! Wow, kau kelihatan tampan…” pujinya.

   ”Gomawo.” Kwangmin mengangguk. ”Ngomong-ngomong aku cukup kaget kau setuju mau datang ke acara ulang tahun Anna.”

   Seulri menggoyangkan rambutnya yang telah di tata sedemikian rupa, hingga bergelombang menyenangkan, dan memeriksa bayangannya sekali lagi. ”Maka aku akan membuat Baek Anna menyesal telah mengundangku.”

   ”Tsk, kalian para gadis…” Kwangmin geleng-geleng tak mengerti. ”Bukan hanya karena ini ulang tahun Baek Anna saja aku heran kau mau pergi. Tapi, Kyujong kan tidak akan datang.”

   Kali ini Seulri melupakan ikatan gaun backless-nya, dan berputar mendadak pada tumit stileto peraknya. Ia menatap Kwangmin tajam. ”Apa katamu?! Kyujong tidak akan datang?!”

   ”Lho, memang Kyujong tidak memberitahumu?!” ganti Kwangmin yang bingung.

   Seulri menggeleng.

   ”Dia memberitahu kami kemarin, dia bilang untuk tidak memberitahumu… kukira karena dia yang mau bicara sendiri padamu.” Kwangmin geleng-geleng. ”Kudengar Ibunya kembali dari Kanada, dan memintanya bertemu.”

   ”Ah.” Seulri yang tadinya hendak naik pitam mendadak paham. Ibu Kyujong memang… err, sedikit perfeksionis. Ia bahkan belum siap untuk bertemu calon ibu mertuanya tersebut. ”Baiklah… toh aku memang akan datang untuk memenuhi undangan Baek Anna. Tapi aku membeli gaun ini untuk dilihat Kyujong juga tentunya…” Seulri mengeluh kecewa.

   Kwangmin nyengir. ”Kau bisa memfoto dirimu, Seulri-ya.”

   ”Eyy itu lain!”

   ”Ahahaha, ya sudah… ini sudah hampir waktunya, ayo kita berangkat!” ajak Kwangmin sambil berbalik.

    ”Ne.”

   ”Ya tunggu aku‼!” jerit Minji dari belakang dengan suara berisik buru-buru merendengi langkah Seulri. ”Seulri-ya, kau tega sekali mau berangkat tanpa mengajakku‼!”

   Seulri memutar matanya. ”Aku baru mau bilang pada Kwangmin kalau kita harus menunggumu. Cish~”

   Minji menyikutnya, malu-malu, dan mereka menuruni anak tangga menuju mobil merah convertible Kwangmin yang sudah dipakaikan atap, karena Kwangmin tahu, dua gadis ini pasti sudah menata rambutnya sebaik mungkin.

   ”Ja! Ayo masuk…”

   ”Aku di belakang~” Seulri mengedip jahil kepada Minji, dan masuk ke bangku belakang, sementara Minji membuka pintu depan dengan gugup. Kwangmin sudah duduk di balik kemudi.

   Minji menutup pintu mobil dengan gugup, lalu mengerling ke arah Kwangmin. ”Hai, Kwangmin-ah.”

   ”Hai, Minji…” senyum Kwangmin ramah, dan kemudian membawa mobilnya menuju lokasi acara.

*           *           *

Rumah Minwoo

 

”Appa, menurut Appa apa aku sudah terlihat baik?” Minwoo dengan gugup menelan ludahnya.

   Han Sangrok tersenyum. ”Minwoo-ya, kau sangat tampan.”

   ”Ne, uri Oppa, sangat tampan!” seru Minna.

   Minwoo tersenyum malu-malu. ”Kalau begitu aku berangkat. Aku masih harus menjemput Sunhwa. Aku mungkin akan pulang malam, Appa dan Minna tak perlu menungguku.”

   ”Oke~”

   ”Bersenang-senanglah, Nak.”

   ”Siap, Appa~” Minwoo kemudian terkekeh dan berjalan ke arah pintu, namun Minna segera berlari dan menangkap pinggangnya. ”YA! Han Minna, mwohae?!” Minwoo berbalik, mengernyit menatap adiknya.

   Minna melepaskan kacamata Minwoo yang biasa, dengan kacamata yang ayah mereka belikan, yang lebih bergaya, dan semakin menambah tampannya sosok Minwoo malam ini.

   ”Minna-ya…”

   ”Minwoo-ya, pakailah.” Sangrok ikut mendesaknya. ”Appa membelikannya bukan hanya untuk kau pajang kan, Nak?”

   ”Appa…”

   ”Tidak ada protes!” Minna menyembunyikan kacamata Minwoo yang asli, membuat sang pemilik menghela napas.

   ”Baiklah. Kalau begitu aku pergi dulu…”

   ”Hati-hati!”

   Minwoo menuruni tangga flat dan segera berjalan menembus udara malam. Ia masih harus menjemput Sunhwa yang tinggalnya tak begitu jauh dari kediamannya. Begitu ia sampai, Sunhwa baru saja membuka pintu rumahnya dengan membawa tas dan berpamitan dengan ibunya.

   ”Sunhwa-ya!”

   ”Oh… MINWOO?!” pekik Sunhwa kaget, dan buru-buru membuka pintu pagar, dan berlari menyongsong Minwoo, dan meremas kedua bahu Minwoo. ”Aigoooo, apa yang kau lakukan pada dirimu, Minwoo-ya? Kau keren sekali malam ini…”

   Minwoo terlihat malu. ”Jinjja?! Minna yang mendandani…” katanya ragu-ragu. ”Apakah tidak terlihat aneh?”

   ”Ani! Sama sekali tidak, malah kau terlihat sangat tampan! Wow,” Sunhwa menyikut bahunya. ”Kurasa Kim Seulri akan jatuh cinta pada Han Minwoo malam ini. Omo, kacamatamu baru?!” Sunhwa menunjuk kacamatanya.

   Minwoo menggeleng. ”Ani. Hanya baru dipakai… semua Minna yang memaksa untuk kupakai.”

   ”Aish! Seharusnya kau lebih sering berpenampilan seperti ini jika sedang disekolah. Aku berani jamin Kim Seulri takkan hanya mengajakmu berbicara dalam kelas Matematika, melainkan semua pelajaran.”

   ”Keumanhae. Kenapa kau membawa Seulri terus?!” cemberut Minwoo.

   Sunhwa tergelak. ”Ja! Ayo kita berangkat!”

   Keduanya sampai pukul setengah delapan, para tamu undangan berbaris di depan beberapa metal detector, dimana petugas berseragam pun meminta kartu identitas serta undangan mereka. Setelah melewati serangkaian proses pemeriksaan tersebut, mereka masuk ke dalam ballroom di dalam sebuah hotel terbesar di Korea Selatan, bahkan Asia Timur tersebut.

   Dekorasi sangat mewah, dengan meja-meja bundar, dan lampu remang-remang layaknya pesta di sebuah club besar. Minwoo dan Sunhwa saling menempel karena merasa asing dan takut tersesat di dalam kerumunan yang begitu ramai ini, tetapi mereka pun tak dapat saling berkomunikasi lebih banyak, karena suara dentuman musik bergaung keras di dalam ruangan ini.

   ”Apakah sebaiknya kita mencari Baek Anna, mengucapkan selamat?” teriak Sunhwa pada telinga Minwoo.

   Minwoo mengangguk. ”Kurasa sebaiknya begitu.”

   Tepat ketika mereka hendak melangkah mendekati Anna yang duduk di singgasana, tepat di panggung yang sudah disediakan, mereka mendengar sorak-sorai riuh dari pintu masuk. Keduanya menoleh, begitu juga dengan Anna yang langsung berdiri.

   Kwangmin masuk menggandeng Minji dan… Seulri.

   ”Wow~” bisik Sunhwa kagum.

   Sinar lampu kerlap-kerlip memantul indah pada kulit cokelat Kim Seulri dengan gaun berpotongan pendek namun terlihat berkelas, mengekspos keindahan kulit punggungnya. Rambutnya dibiarkan jatuh bergelombang, dan wajahnya dipulas dengan sapuan make up tipis yang mempesona.

   Minwoo tersenyum.

   ”Wow, bahkan mata semua pria sudah beralih pada Kim Seulri.” Sunhwa melirik ke arah belakang. ”Aku yakin Anna takkan terkesan dengan penampilan Seulri yang seperti ini…” dia kembali menatap Minwoo yang sepertinya nyawanya telah melayang-layang terbawa di sisi Seulri yang sudah melepaskan diri dari Kwangmin dan berjalan menuju Anna. ”Cish… seperti pria di sampingku ini.”

   Minwoo terkekeh.

   ”Coba kita lihat…” Sunhwa mengedikkan kepalanya ke arah Seulri yang sudah tiba di atas panggung dan menyalami Anna. ”Hanya ada satu yang membuatku bertanya-tanya.”

   ”Mwohae?”

   ”Dimana kekasihnya? Aku tidak melihat batang hidung Jung Kyujong.”

   Minwoo ikut menoleh kesana-kemari, tapi tak ada tanda-tanda keberadaan Kyujong. Dan lagipula, Seulri datang bersama Kwangmin, bukan Kyujong. ”Lebih baik kita ambil makanan,” katanya pada Sunhwa. ”Aku sudah lapar.”

   ”Bukan karena Seulri sedang menghampiri Anna? Ya!” protes Sunhwa ketika Minwoo menyeretnya menjauh dari panggung. ”Oh yang benar saja Han Minwoo, kenapa kau pemalu sekali jadi laki-laki?!” protesnya.

*           *           *

Sementara itu…

 

”Saengilchukhae, Anna-ya…” senyum memuakkan yang sudah beratus-ratus kali Seulri praktekan di depan kaca tampil dan membuat Anna terguncang. ”Terima kasih sudah mengundangku… ah iya, kau pasti mau bertanya dimana Kyujong, kan? Sayangnya, Ibunya datang dari Kanada, dan Kyujong tentunya lebih mementingkan acara keluarganya dibandingkan pesta ini… tapi tak apa, aku ada disini mewakilinya juga… ia menyampaikan salam untukmu, sekaligus menyesal karena ia tidak bisa melihat kejutan yang katanya kau siapkan.” Tandas Seulri manis.

   Anna mengepalkan tangannya, dan menatap Seulri muak.

   ”Kalau begitu aku permisi, sepertinya kulihat makanannya enak-enak… dan sudah banyak antrian yang ingin mengucapkan selamat kepadamu.” Seulri mengerling ke belakangnya. ”Sekali lagi, selamat ulang tahun, Anna-ya.” Seulri mengangguk dan pergi, diikuti Minji yang memberikan senyum penuh kemenangan.

   Anna mendesis. ”Sial kau! Lihat saja nanti… siapa yang akan menyesal hari ini, Kim Seulri!”

*           *           *

”AH!” Sunhwa menenggak habis anggur tanpa alkohol yang Anna sediakan. ”Makanan disini memang tidak main-main.”

   Minwoo terkekeh. ”Kau ini laki-laki atau perempuan? Makan sampai seperti itu…”

   ”Kesempatan. Lagipula lampu remang-remang seperti ini… takkan ada yang sadar dengan cara makan dan minumku.” Ujar Sunhwa cuek, tapi kemudian perhatiannya teralih pada Kwangmin, Jisung, dan Heegun yang datang menghampiri meja berisi anggur beralkohol yang terletak di sebelah meja dengan anggur non alkohol.

   ”…sayang sekali Kyujong tidak bisa datang.” Minwoo dan Sunhwa bisa menangkap sedikit kalimat yang Heegun ucapkan ketika ia meraih gelas anggurnya.

   Kwangmin terkekeh. ”Jika itu perintah ibunya, siapa yang bisa melawan? Lagipula, sepertinya juga Kyujong tidak akan begitu aman datang di pesta Anna.”

   ”Majyeo! Kyujong tak ada… Namhee juga tak ada,” keluh Jisung. ”Padahal aku baru mau pamer Subaruku pada Namhee.”

   Kwangmin terbahak. ”Ah iya, aku tak sadar Namhee juga tak ada.”

   ”Namhee kan Oppanya mau menikah… kasihan Jisung.” Ledek Heegun.

   ”Ya! Apa maksudmu? Lebih baik Namhee tak ada disini daripada kita melihat gadis kita malah mengejar-ngejar pria lain yang notabene sahabatmu sendiri.” Jisung balas meledek Heegun.

   Kwangmin mendongakkan kepalanya, setengah putus asa dan setengah geli.

   ”Lagipula, apalah arti Jaguarmu dibandingkan M3 milik Kwangmin,” dan Jisung terbahak-bahak.

   Heegun mendesis.

   Sunhwa geleng-geleng, membawa pergi Minwoo dari hadapan ketiga pria tersebut. ”Apa sih yang mereka pikirkan kecuali mobil ini-itu. Seperti mereka saja yang membelinya sendiri dengan uang sendiri!” Sunhwa mengomel panjang-pendek di depan kamar mandi, mencari suasana yang lebih tenang. ”Tak adakah yang bisa mereka bicarakan selain tentang kekayaan mereka. Aish~”

   ”Sudahlah… mereka kan memang berbeda dengan kita, dari awal.” Minwoo mengingatkannya.

   ”Aku tak percaya, gadis cantik dan kaya, bukannya malah bersyukur dan berbuat baik sepanjang hidupnya, malah berkompetisi hal aneh macam Seulri dan Baek Anna.” Sunhwa geleng-geleng. ”Aku tak yakin mereka berdua melihat Jung Kyujong hanya karena wajahnya… karena menurutku dia tidak cakep-cakep amat! Uangnya yang membuat ia tampan…”

   Minwoo terbahak, menepuk bahu sahabatnya tersebut. ”Sudahlah, Sunhwa-ya…”

   ”Jinjja! Aku yakin baik Kyujong, Heegun, dan Jisung bukan orang kaya… Seulri, Baek Anna, Minji, dan gadis lain takkan melirik mereka. Kau, Minwoo-ya, bahkan jauh lebih tampan dari mereka.”

   Minwoo mengangkat alis. ”Kenapa kau tidak menyebutkan Kwangmin?”

   ”Aish…” Sunhwa menggaruk kepalanya. ”Hidup sedikit kurang adil kepadanya… dia tampan, dia kaya… aku harus berusaha lebih keras menemukan kekurangannya.” Dan Minwoo semakin tertawa mendengarnya. ”Ah, pokoknya… jika mereka sama-sama orang biasa, Kim Seulri pasti akan memilihmu duluan jadi kekasihnya.”

   Minwoo memutar matanya.

   ”Ah iya, kau mau coba peruntunganmu? Malam ini Kim Seulri sendirian lho…” ledek Sunhwa sambil menyikut-nyikut bahunya.

   ”Aish, Min Sunhwa, geumanhae…” Minwoo mengeluh. ”Seulri hanya melihatku sebagai orang yang membantunya dalam pelajaran Matematika, tidak lebih sama sekali.”

   ”Sekali-sekali kau harus berusaha, Minwoo-ya.”

   ”Di depan hidung sahabat-sahabat Kyujong? Kau bercanda, Sunhwa-ya…”

   ”Oh, jadi kalau tak ada teman-teman Kyujong mungkin kau mau mendekatinya… aigooo…”

   ”YA! Min Sunhwa!” protes Minwoo.

   Sunhwa tertawa dan mengejar Minwoo yang sudah berjalan kesal menjauh darinya. Mereka tak menyadari dari balik dinding yang menuju kamar mandi, Baek Anna mendengar segalanya.

   Anna tersenyum tipis. ”Jadi itu juga salah satu faktor yang membuat gadis bodoh itu nilai Matematikanya tingga. Han Minwoo… pria yang paling pintar di sekolah.” Anna mengangguk-angguk, kemudian membuka clutch-nya, dan meraih sebuah botol kecil dari dalamnya. ”Karena kejutanku gagal ketika Jung Kyujong tak datang, tak boleh sia-sia…” bisiknya. Anna kemudian mengeluarkan ponselnya dan menghubungi seseorang. ”Aku mau apa yang kupesan kalian siapkan, sekarang.”

To Be Continued

Terima kasih untuk komennya ^^

Selalu kutunggu komen-komen yang sudah menyertai, kalau kalian memang suka baca drama fiction ini… dan ngomong-ngomong, banyak yang salah paham kalo Lee Minho ini Lee Minho Goo Junpyo, bukan sayangku… ini Lee Minho yang main Rooftop Prince ^^

See you on Wednesday ^^

36 thoughts on “[Dramafiction] BitterSweet17 ~Episode 2~

  1. wah sepertinya persaingan
    Anna dan Seulri kian
    memanas. Apalagi udah
    ketahuan klo Minwoo selalu
    membantunya ulangan
    matematika. Sunhwa’ sepertinya kau
    tertarik dengan kwangmin
    hah???
    Oya, bener Kyujong gk dtng di
    pestanya anna gra2 ibuny
    pulang dri kananda?? Gak sabar nunggu part
    selanjutnya. JINHAEXY
    FIGHTINGG!!!

  2. Waaaa onnie kenapa tbc lagi😦
    Lagiii seruuu hehehe
    Aku kira pertama nya kejutan anna buat seulri tuh kalo kyujong pcran sm dy.. Ternyata bukan *soktahubgt* hahahaha
    Ditunggu lanjutannya onn🙂 nice ff

  3. Ketauan juga kan akhirnya knapa seulri nilai matnya bagus. Ckcckkckc. Baek anna bener” licik . Tapi penasaran juga kira” kyujong kemana ya? Kaya ada sesuatu yang disembunyiin niih ..

  4. Ep2 aq nunggununggu kejutan dr anna eee malah masih dicancel T^T
    Kiseop~ HWAITING!
    Lee Minho ny yg kyeopta itu ea thor? Menurt aq Lee Minho di BBF udah ga cocol lg jd murid SMA xD #dibakarMinoz

  5. Itu fotonya Minwoo cakep banget~
    si Anna mau ngapain itu ??
    Hwa! gk sbar nunggu part selanjutnya..
    Kyujong bikin penasaran . beneran mw ketemu ibu nya gk ntuh ..

  6. hohohoho dah publish lagi….
    ehmmm kenapa yg dlem pikiranku minwo itu donghae yah ???
    abis karakternya mirip donghae.. hahaha…
    malu2 gmana gitu,,, tp kalo lagi sama haejin malu2in #plak

    ih beneran jadi inget jaman sekolah *brs tua*
    dlu juga sering periksa ulangan kelas lain… ㅋㅋㅋㅋ
    kangen bel-cram 117 sama nezabo… #plak *knp jd curhat*

    roman2nya sunhwa suka kwangnim nih… tebakan aku salah dong…
    dan ada sesuatu yg lain tp belom kebuka semuanya… ㅎㅎㅎㅎㅎㅎ
    trus aku juga ngiranya kyujong itu minho gojunpyo…..

    lanjutkan !!

  7. punya firasat buruk tentang episode depan.. Wkwkwk, itu si baek anna mau ngapain seulri? >,<

    eiy, poto minwoonya gemesin amat.. Jadi pengen kisseu, haha..😀 *geplaked*

    — Ailee tersenyum senang. ”Pastikan kalian datang ya, karena… Baek Anna menyiapkan kejutan manis untuk kalian.” Katanya misterius.—
    masih ada nama ailee nyempil,, kkkk~

  8. iya tau tau , ini lee minho yg unyu itu kan hahaha aaaa onnie mah tegaa , penasaran sama rencana anna coba ~~~ aah btw minwoo ganteng bener romannya hahaha aiyaa , lanjuj

  9. Wah, semakin seru aja nih,🙂
    Aq penasaran knp kyujoong dan namhee ga bisa dateng, jd curiga deh, apa ada sesuatu dgn mereka b’dua ??😉 penasaran…
    Haha, aq ngakak, itu si sunhwa makan kaya perempuan.. Emalah bilang lampunya remang”… Wkwkwk
    Q penasaran apa kejutan anna nanti ya…😕
    Di tunggu next chap.a eon hwaithing😀

  10. nah lhoo.. ketahuan deh seulri,nilainya bgs krn ditlg minwoo..
    ketahuannya sm Baek Anna lg..
    apalagi lg yg dia rncnkan utk seulri??

  11. ga berasa udah seminggu ._.
    curiga sama kyujong, pasti ada apa-apa deh. apa nih rencana anna? trus emang tadinya rencananya apa? :O sumpaaahh penasaran banget. si minwoo bakal kenapa di ultahnya anna ini?? ><
    tapi kyujong,kwangmin,jisung sama heegun jadi kayak F4 ya hehe😀
    makin seruuu.. ditunggu lanjutannya. fighting!!😀

    JinHae JJang!!🙂

  12. satu lagiiii!! ada typo nih mwehehe
    ada bagian yang “Ailee tersenyum senang. ”Pastikan kalian datang ya, karena… Baek Anna menyiapkan kejutan manis untuk kalian.” Katanya misterius”

    Ailee disitu maksudnya anna kan eon?:/

  13. pesta dimulai..
    wow, para wanita ya, terutama seulri alias momma..
    kekekeke
    #digeplak momma

    bnr2 kehidupan ank sekolahan yg kaya ya!
    aq msh pnasaran sma rencana anna..
    dy mw ngapain sih..

    minwoo kyk ap ya ckepnya, pnasaran jg..
    hehehee

    next episode dtnggu..

  14. Eonni~!!
    Seru banget sih ceritanya. Ini ceritanya eonni yang karang sendiri?
    Keren!!

    Wah, aku penasaran banget kejutan apa yang dimaksud Anna.
    Haha
    Im Siwan emang ganteng abis… Pantes aja Sunhwa ga bisa menemukan kekurangannya, hampir sempurna gitu😄

    Ayo, eon, lanjutannya segera!

  15. Eonni… Kenapa harus tbc :’3 tambah penasaran nih apa yg bakal dilakuin si baek anna. Keep writing ya eon~ (sampai tamat kekeke)

  16. aish, itu baek anna jahat bangeet, apa sih yg dy rencanakan??
    terus si sunhwa kayaknya suka kwangmin deh… :3 *asumsi ekekeke
    si kiseop kasihan ih, cuma diperalat sama seulri… seulri cuma baik supaya bsa dpt contekan… aish..
    kedatangan ibu kyujong itu sbnrnya ngapain? kok seperti ada sesuatu yang nantinya bakal terjadi…
    ah, tidak sabar nunggu dramafiction ini…

  17. JLEBB YA BAEK ANNA YA~~~ JLEB!!! /plakk

    iku loh si han minwoo kok cupunya kebangetaann ;____; tapi sbg cowok, karakter dia udah manusiawi disini.. walaupun sadar diri ga cocok buat seulri, tp tetep ngarep dikit2.. yah, siapa tau kan mimpi jadi nyata xD

    ekhem, ternyata si sunhwa ini demen kwangmin yak~ ah, siwan cocok banget sih perannya disini /crying/

    ini si kyujong kemana dah~ beneran jemput eomma-nya kah? /elus dagu/

    aaaaaaaaaaaaaaaa, aku beneran pengen ada drama-nyaa~ ;______;

    lanjutannya minggu depan yak😐 lamaaaaa~ /dikemplang/

    aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa han minwoooooooooooooooooooo~

  18. anna sama seluri semakin panas sainganya pasti seru lanjutanya,kyujong kenapa gak datang,anna udah tau kalau minwoo suka seluri mau bikin rencana apa ya penasaran,aku tunggu part 3

  19. woaaa mkin tensi tinggi aja tuh seulri vs anna, idk what i’ve to sayy, i like this story line,,minwoooo~ya saranghaeeee…anna has a bad plan for them huaaa penasaraaan
    d tnggu next story eonn😀
    emm…there’s a little bit typo, but it doesn’t matter😀

  20. Wah wah wah …..
    Sebenarnya ada apa sih antara anna dan seulri, sampe segitunya -_-
    apa sih yg d rencanain anna ? Skrg udah ketahuan kalau minwoo yg bantuin anna -_-

  21. oh lee minho nya itu si mr.hijau ya eonn hahaha
    ckck anna jahat bgt jd cewe . wah padahal mau liat tampilan anna pake dress jg eonn biar bisa dibandingin hehehe
    yahh kyujong ga dtg, seulri bakal gawat nih tapi tenang ada minwoo hahaha *sotoy
    ditunggu kelanjutannya eonn🙂

  22. eon hebat bisa bikin image-nya ailee jadi jahat haha padahal muka ailee nggak judes2 banget.
    ngebayangin haejinnya cantik banget kayaknya ‘-‘)/
    trus ngebayangin minwoonya wktu mau berangkat ke pesta ‘-‘)
    ditunggul episode 3nya ya eon,fighting! ‘-‘)9

  23. Makin hawt aja nih persaingan mereka, dasar orang-orang yang pengen tenar dan nomer 1 -____-
    Kyujong bener emg gra” ibunya dateng? Curiga deh sepertinya kyujong nyembunyiin suatu rencana ._.

  24. Pantes gak ada fotonya junpyo ternyata bukan.. Ahahahaha
    Tp dia mah ketauaan jd anak sma -_____-
    Ceritanya jg ada F4 nya sih..
    Aduh kwangmin! Kau mengalihkan duniaku.. Sempurna!😀
    Kejutan apakan yg dipersiapkan Baek Anna?? Jreng jreng..
    Tunggu episode selanjutnya😀

  25. Anjaayyy kim seulriiiiii pake efek angin biar terbang2 gtu rambutnya xD
    Trus yg ngeliatin pada mangap xD

    Wakakaka jleb yeh anna pfftttt mamam lah ya :p
    Aaahhhh knapa hrus ngedgr omongnannya minwoo sunhwa siiihhh
    Errrrrrr -_________-
    Btw, sunhwa naksir kwangmin ya???? Kekekekek

  26. Lee minho yg main rooftop prince yg mana ya?😐 lupa-_-v
    Ffnya drama banget…………sumfeh……….ga boong………..keren ‘o’)b
    Nice ff onnie~^^

  27. Wiiiih ternyata lee min ho yg dikaksud tuh yg di rooftop toooh untung dikadih tau, awalnya aku mikir si gujunpyo loh hahahaha.

    Makin penasaran sama yg disiapin anna. Btw aku suka deh sama ideceritanya yg kebalik sama cerita kebanyakan. Biasanya kan si cewenya yg miskin nah ini dibalik malah si cowonya hohoho 

  28. Aaaaaah makin pnasaran apa yg dlakuin anna??? Mrk bdua, anna n seulri saling pamer kcantikan n sptny anna makin menjadi ps tw seulri dtg k pestany cantik bget, mgkn lbh dr dy ;p makany si anna makin geram..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s