[JINHAE] Second Meeting

Title : Second Meeting

AuthorLittle Queen

Length : Drabble

Genre : Conflict, Friendship, Angst

Rating : PG-13

Main Cast :

  • Lee Haejin
  • Lee Donghae
  • Others

Disclaimer : Kepingan Cinta lalu

NOTE: Read >> Because Of The Rain I Met You Before read this🙂

Tidak biasanya moment seperti ini terasa begitu dingin. Seharusnya terasa begitu hangat. Tapi tidak kali ini. Ketika Dujun datang menemui Haejin di Apartment pribadinya, perasaan dingin menyeruak ikut masuk kedalam ruangan. Kaku! Mereka serasa terjebak dalam keadaan terpaku.

chagiya…,” panggil Haejin pada akhirnya. “gwaencahanayo?”

Dujun mengalihkan pandangan ke sudut ruangan tanpa melihat Haejin sama sekali. “Chagiya…..,” panggil Haejin manja berusaha meluluhkan hatinya.

“Ne, Haejin,” jawab Dujun pada akhirnya, tetapi tetap bertahan dalam diamnya. Haejin menyerah, tidak lagi berusaha untuk mengajaknya bicara. Ia tidak pernah melihat Dujun menjadi begitu dingin seperti sekarang ini, dan rasanya sangat tidak menyenangkan baginya.

“mau minum apa?” tawar Haejin sambil melirik lemari pendingin di dapur. Ia tidak yakin menyisakan minuman didalamnya. Dujun masih berdiam diri, menekuri setiap sudut ruangan ini yang sudah berkali-kali Ia datangi.

Haejin memberanikan diri mendekatinya. Ketika sudah berada tepat dibelakangnya Ia memeluk pinggangnya dan mulai menelusuri dada bidang Dujun dari balik kemejanya. Haejin mendaratkan kecupan di leher dujun lembut selama beberapa detik. Dujun terkejut, langsung menghindari sentuhannya, mejauh sebisa mungkin darinya.

Wajahnya kini berubah keruh. Keduanya bertatapan untuk beberapa saat, tanpa kata, seolah saling bersiaga satu sama lain. Dujun yang terlebih dahulu membalikkan badan melangkah menjauhi Haejin. Melihatnya melangkah menjauhinya membuat dada Haejin seolah tertikam dalam.

“Dujun…” Suara Haejin lirih.

Ia tidak memperdulikan panggilan Haejin, tetap melangkah menjauhinya. Dengan berat, Haejin berusaha untuk menyusulnya. Haejin tidak tahu apa salahnya. Apa Ia salah bertindak seperti tadi? Apa Ia tidak merindukan dirinya? Merindukan sentuhan intimnya? Haejin berpikir keras menebak-nebak semua perihal yang membuat Dujun menjadi seperti ini.

hajima….please.” Panggil Haejin memohon.

Dujun menghentikan langkahnya, membalikkan badan dan menatap Haejin tajam. Matanya menampilkan sebuah kilat yang menyala-nyala. Haejin merasa keringat dingin mulai membasahi punggunggnya. Ia mengambil nafas panjang.

Naega Wae?” mata Haejin menyelidik. Mencari tahu apa alasan kekasihnya membiarkannya sedari tadi bicara sendiri.

“malam itu…. Kau berkencan dengan seorang Namja… diluar sepengetahuanku.” Akhirnya Dujun membuka pembicaraan. Hal ini terasa tepat menusuk jantung Haejin, membuatnya bungkam untuk beberapa saat. Berkencan? Dengan Namja? Siapa? Seingat Haejin Ia hanya……. Ah! Ternyata kejadian yang mempertemukannya dengan Namja itu. Siapa namanya? Donghae. Lee Donghae. Haejin berusaha menekuri ingatannya saat itu. Seolah mengetuk-ngetuk kepalanya.

“i-itu…itu…eo…” Lidah Haejin serasa terikat tidak bisa bergerak untuk melontarkan kata-kata. Ia tertegun, masih diserbu tatapan tajam Dujun.

“sudah berapa lama ini berlangsung?” Tanyanya tidak memberi kesempatan Haejin untuk menjawab.

Haejin terdiam, Dujun bukan hanya sekedar bertanya, tetapi dia sudah menyudutkannya. “apa yang kau sembunyikan dariku?” Haejin menggeleng cepat.

“kalau begitu jelaskan padaku. Sekarang!” nada suaranya meninggi. Ia membentaknya. Haejin merasa keringat dinginnya semakin menjadi. Kepalanya pening, telapak tangannya basah, bibirnya yang kering terkunci rapat. Ia takut sekali. Bentakan itu. Haejin sangat benci dibentak. Perasaannya tidak karuan. Tapi yang Ia pikirkan sekarang, bagaimana Dujun bisa tahu tentang hal ini? Apakah Ia sengaja mengekor untuk mengintimidasinya? Apa tujuannya?

“kau tidak bisa menjawabnya. Berarti benar dugaanku.” Serbu Dujun. Haejin menelan perkataannya. Merasakan aliran panas di dalam tubuhnya. Beku! Ia yakin, kalau saja ada angin yang berhembus menerobos tubuhnya, Ia akan terjatuh bagaikan patung kaca yang jika jatuh akan hancur berkeping-keping hingga tidak ada seorang pun yang dapat membentuknya kembali.

Dujun mendengus membuang pandangan jauh-jauh dari Haejin. Berusaha mencari-cari kesalahan Haejin di dalam pikirannya. “besok pagi aku akan pergi tugas ke Jepang. Jaga dirimu baik-baik.” Ucap Dujun setelah menunggu Haejin yang tidak bergerak sama sekali dari tempatnya. Bukan karna Ia salah, tapi Ia takut karna benar-benar dianggap selingkuh olehnya. Padahal Ia sama sekali tidak melakukan apapun. Kejadian itu hanya sebuah musibah yang menimpanya, yang berhasil membuatnya merasa terkucilkan di mata kekasihnya.

Dujun melangkahkan kakinya menuju pintu keluar. Haejin mencegahnya. Mengeratkan genggaman di lengan kirinya yang kekar yang berhasil menghentikan langkah Dujun. Ia mendapat tatapan menyeringai dari mata tajamnya kini.

“dengar penjelasanku dulu…” sergah Haejin buru-buru. Matanya seolah berbicara dan memohon.

Tangan Haejin dilepas perlahan dari lengannya. Dan Haejin menghembusakan nafas berat. Memperbaiki posisi berdirinya yang tidak tegak. “hati-hati dijalan, dan….,” putus Haejin.

“tolong jaga hatiku.”

Pada akhirnya Dujun tidak menanggapinya. Berjalan keluar tanpa meninggalkan suatu kepercayaan apapun untuk Haejin. Ia takut Dujun akan meninggalkannya. Padahal Ia baru saja mendapat kesempatan menjadi pacarnya yang baru meranjak 2bulan, setelah berteman lama dari kecil. Tapi kini hatinya terasa pupus. Seolah benar Dujun akan meninggalkannya. Apa yang harus Ia lakukan sekarang.

Kalau saja Ia berani mengungkapkan yang sebenarnya. Jadinya pasti tidak akan seperti ini mungkin. Haejin merutuki dirinya. Ia kesal tidak berani berkata apapun setelah mendapati dirinya dibentak.

Setelah pintu ruangan ditutup kembali, Haejin merasakan kekesalannya meluap. Kesal pada diri sendiri, pada Donghae, juga pada keadaan. Perutnya seakan diremas-remas. Tidak disangkanya, Ia sudah membuat Dujun terpancing emosi lebih besar daripada yang Ia bayangkan. Emosi yang tak pernah dikenalnya.

Seraya menghela nafas panjang, Haejin menyandarkan punggungnya, mengurangi kecepatan detak jantungnya.

Sial! Dalam hati Haejin berputus asa. Seraya mengusap pipinya yang basah

***

Two Years Later

 

Sudah terdengar suara bising dari sebuah luar ruangan yang kecil. Gedung kini sudah terpenuhi banyak undangan. Hari ini adalah hari pernikahan Lee Myujin, eonni Haejin dengan, Kim Heechul. Mereka sudah menjalani hubungan kurang dari 2 tahun sebelumnya, yang ternyata berhasil membina hubungan hingga ke jenjang pernikahan kini.

Haejin melihat eonni-nya yang kini sedang menata rias wajah begitu juga lengkap dengan aksesoris bak pengantin yang dibantu oleh beberapa orang yang mengelilinginya. Sebelum menjauhinya Haejin hanya melempar senyuman terbaiknya kepadanya. Dan akhirnya ia melangkah ke sudut ruangan hingga menyendiri menatap ke luar jendela yang bening yang tidak terdapat satu butir debu pun menempel disana.

Sudah dua tahun…, sungut Haejin seolah berbicara dengan kaca. Ia memandang pemandangan yang ada dibalik kaca bening itu dan….., memikirkan seseorang. Tanpa Ia sadari ia telah mengetuk-ngetukkan kuku lentiknya diatas kaca hingga menghasilkan suara. Myujin menengok. Memandang adik kesayangannya.

“Haejin….gwaencahanayo?” Tanya Myujin mengerutkan keningnya. Khawatir.

Haejin menggeleng dan memberikan senyuman seperti biasa. Myujin menggelengkan kepala, lalu kembali fokus menatap dirinya di cermin yang tingginya menyejajari tubuhnya. Begitu juga Haejin kembali menatap kearah luar jendela dengan tatapan kosong. Kerinduan memenuhi pikiran, hati, juga jiwanya. Ia rindu padanya. Pada Dujun yang benar-benar meninggalkannya setelah pergi ke Jepang 2 tahun yang lalu. Ia kehilangan kontak dan tidak mendapat pesan apapun darinya. Petaka bagi Haejin.

Sepintas memori otaknya memutarkan kenangannya bersama Dujun. Saat Ia mulai berteman dengan jarak yang sangat dekat. Sampai Haejin benar-benar mulai Jatuh Hati padanya, dan memberi hatinya untuk Dujun. Dan pada akhirnya Dujun meninggalkannya dengan cuma-cuma. Menyisakan bekas luka yang tidak diketahui wujudnya seperti apa.

Tidak! Selama 2 tahun Haejin membuktikan kalau dirinya bukan perempuan lemah. Ia tidak akan membiarkan namja manapun mempengaruhi dirinya. Sekali ini atau kapanpun

Haejin terperangah. Ia tidak sadar airmatanya mulai berkaca-kaca. Sebelum diketahui Myujin, Haejin buru-buru mengedipkan matanya berkali-kali, mencoba memasukkan kembali airmata yang kini berusaha keluar dari sudut matanya. Ia beralih membuka silver clutch yang sedari tadi berada digenggamannya. Otaknya yang memerintahkan untuk mencari sesuatu dari dalamnya.

Ini dia….., sebut Haejin pelan masih tetap mengundang perhatian lebih dari Myujin.

Haejin mengeluarkan sebuah Kalung perak ber-liontin hati kecil dan dilengkapi beberapa manik-manik ditengahnya. Berkilauan. Ia menatapnya sekian detik, tapi tiba-tiba saja kalung itu sudah dirampas. Myujin yang mengambil dari tangan Haejin, mencoba menelitinya baik-baik.

“wow…yeppeoyo..” argumen Myujin tentang kalung itu. Matanya berbinar-binar melihatnya.

eonni….” Sungut Haejin kesal.

Myujin mencoba membuka kait kalung itu. Ia berjalan menuju sisi belakang tubuh Haejin. Memakaikan kalung itu di leher polos Haejin.

areumdaunjeongmal…..” kata Myujin memuji kecantikan Haejin.

jinjja?” selidik Haejin. “kenapa tidak kau saja yang memakainya eonni?

micheosseo? Kau tidak lihat tubuhku sudah dipenuhi banyak aksesoris. Begitu juga dengan gaun ini. Aissshhhh ini terlalu mewah untukku.” Keluh Myujin. Sementara mengundang mata Haejin untuk memperhatikannya dari puncak kepala Myujin hingga kakinya berjingkak memakai High Heels setinggi 13 cm.

“tapi kau cocok memakainya. Bahkan terlihat sangat cantik. Pantas saja Heechul oppa tidak sabar untuk menjadikanmu sebagai istrinya” Haejin terkikik. Myujin mengedikkan bahu tidak menerima argumen atau apalah yang barusan dikatakan Haejin. Ia hanya menatap adiknya keseluruhan.

Haejin yang berbalut mini dress berwarna soft pink, yang berbentuk agak mengembang di bagian bawahnya yang disertai sedikit gelombang, hingga memperjelas paha mulus Haejin yang terbuka. Juga high heels putih yang dipakainya bervariasi polkadot dengan pita pink yang tertera. Perfectly!

“Sepertinya kau yang akan menikah hari ini.” Sindir Myujin.

museun mariya?” mata Haejin membelalak.

“kau bahkan lebih cantik dariku yang sebentar lagi akan menikah.” Ketus Myujin.

“yaaaa! Eonni!” Haejin mengerucutkan bibirnya yang mengkilap yang dilapisi lipgloss beningnya. Walau sebenarnya di dalam hati Ia senang dipuji seperti itu. Haejin tertawa puas dalam hati.

“Myujin-ah, kajja! Pengantin pria sudah datang. Acara akan segera dimulai.” Kata nyonya Lee yang sudah muncul di ambang pintu memerintahkan untuk segera keluar, karena acara akan segera dimulai.

***

Resepsi pernikahan Lee Myujin dan Kim Heechul diadakan disebuah hotel bintang lima. Mereka menyebar undangan sebanyak 600 orang. Jika semua undangan hadir, bisa dikatakan bahwa yang hadir pada malam hari ini sebanyak kurang lebih 1000 orang. Mereka sengaja memakai konsep Standing Party sehingga suasana diantara para undangan terasa begitu akrab berbaur.

Dekorasi yang dipilih Myujin dan Heechul bertemakan warna White and Violet. Myujin sangat menyukai warna putih di dalam kehidupannya sehari-hari. Warna putih kini dipilihnya sebagai tema warna acara mereka. Beberapa bunga yang berwarna violet dan putih diletakkan menyebar diberbagai tempat.

Haejin memandang sekelilingnya dengan perasaan yang begitu bahagia, ikut merasakan aura yang disebarkan oleh kedua mempelai, sambil menyesap minuman cocktail yang dihidangkan oleh para pramusaji yang berkeliling dari satu tamu ke tamu yang lain. Ia tersenyum dalam hati. oke, saatnya untuk mulai membaur kini. Jika tidak, aku akan mati kesepian di tengah-tengah keramaian ini.

 

“Kalungnya bagus.” Langkah Haejin terhenti. Ia mendengar seseorang berbicara di dekatnya. Perlahan, Ia membalikkan badan, mencari tahu apakah orang tersebut sedang berbicara kepadanya atau kepada orang lain.

Mata Haejin memicing. Alisnya bertaut seolah menyelidik namja yang dihadapannya kini. Namja itu kini menatapnya dengan senyumnya yang menawan. Haejin tercekat menatapnya. Jantungnya berdebar dengan kencang. apa yang seharusnya dilakukannya sekarang? Apakah Ia seharusnya lari saja meninggalkan namja itu?

Annyeonghaseyo….,” sapa namja tersebut terlebih dahulu setelah menunggu-nunggu reaksi Haejin yang hanya diam saja setelah bertatapan dengannya.

Annyeong…” ucap Haejin lirih.

“kau cantik sekali dengan kalung itu,” ujarnya. Membuat nafas Haejin serasa terhisap olehnya.

Tanpa sadar, Haejin menyentuh liontin yang menggantung di lehernya. “Gomawo.” Ucap Haejin seraya tersenyum penuh arti.

“boleh aku tetap diam disini?”

Haejin mengangguk dengan bingung. Namja tersebut bergeser mendekatinya. Haejin merasakan bahwa jantungnya tetap berdetak dengan kencang sekarang. Aroma perfume-nya menggelitik panca indera pernafasannya, sebuah aroma yang pernah Ia kenal beberapa tahun lalu.

“mereka terlihat begitu bahagia, ya.” Namja itu memandang kedua mempelai yang sedang tertawa diantara tamu undangan. Sebuah pemandangan yang indah bagi Haejin.

Ne..,” balas Haejin ragu-ragu. Ia hanya bisa menundukkan kepala, memandang rumput yang di pijaki High Heels nya. Kenapa Ia menjadi begitu salah tingkah?

Namja itu berdiri begitu dekat dengan Haejin, tanpa berbicara apa-apa lagi, hanya memandang ke arah tamu undangan dengan senyuman yang menghiasi wajahnya. Haejin tidak dapat mencegah dirinya untuk tidak melirik kearahnya. Penampilannya rapi, dan trendi, tipe idola namja yang mampu meluluhkan hati para yeoja jika melihatnya di tempat umum.

Lee Haejin….,” Panggil Namja itu pelan.

Ne..?” sahut Haejin. Ia tertegun. Bahkan namanya saja masih diingatnya. Sekian tahun Ia berusaha tidak mengingat pertemuannya yang tidak diinginkannya.

Lee Donghae Imnida….” Ucapnya sambil tersenyum lebar saat Haejin menyambut uluran tangannya. Haejin masih tetap menatapnya dengan bingung. Ia tidak tahu harus bereaksi apa terhadap tindakannya barusan.

Haejin masih belum sadar dari rasa terkejutnya, saat Donghae melanjutkan ucapannya, “Boleh minta nomor teleponmu?”

Haejin tidak dapat menahan senyum yang kini mengembang diwajahnya. Ia tertawa bersama, menertawakan kekonyolan drama yang baru saja dilakukannya. Karena sebelumnya Ia tidak dapat mengekspresikan wajahnya harus tersenyum atau bahkan marah. Walau sebenarnya kejadian beberapa tahun yang lalu, bukan karena akibatnya atau akibat Donghae. Itu murni tanpa kesengajaan yang pada akhirnya Haejin ditinggalkan oleh Dujun−kekasihnya. Tetapi rasa senang menyergap dirinya saat ini.

Kini Haejin tidak menyangka bahwa Donghae bisa sekonyol ini. Haejin merasakan rasa nyaman kini. Mata Haejin menatap sosok Myujin yang sedang berdiri dengan Heechul sambil tersenyum. Myujin mengedipkan sebelah matanya seraya mengarahkan dagunya ke arah Donghae. Mengisyaratkan untuk have fun bersamanya. Myujin tersenyum sekali lagi, lantas berlalu dari pandangan Haejin.

Kini Ia melirik Donghae, dia tampak begitu senang malam ini, walaupun tidak begitu pula dengan Haejin. Haejin tahu bahwa Ia tidak dapat memiliki harapan yang tinggi terhadap hubungannya dengan Dujun di masa lampau. Seperti yang Ia sadari, Ia baru saja berkenalan dengan Donghae, juga tidak berharap apa-apa didalam hatinya. Kini Ia masih merasakan mati rasa terhadap siapapun. Hanya saja kini Ia sedang menikmati rasa nyaman.

see you next fict! ^^

mudah2an setelah publish commentnya makin banyak dari fict aku yang sebelumnya *maksa ckckckc….. kasih saran please author yang puyeng mikirin jalan ceritanya.. *tampang polos*

don’t be silent readers please chingu ^^

please like or comment to appreciate this blog🙂

20 thoughts on “[JINHAE] Second Meeting

  1. Akhirnya setelah sekian lama #piuhhh
    ternyata dujun itu pacarnya haejin😮
    dujun tau darimana haejin nginap di motel sama cowok ?
    Ada tmnnya yg liat atau dujun yg ngikutin haejin ?😮
    haejin segitu takutnya di bentak sampe nggak bisa ngomong, tpi nggak apa-apa biar bisa sama donghae😉
    ya ampun abang ikan, baru juga dua kali ketemunya, itu juga udah 2 tahun langsung aja tebarpesona x___x
    part selanjutnya di tunggu ya😉

  2. yeyeeyyy,,,ada FF baru..🙂
    Ehh tumben si Haejin jadi mantan.y Dujunie..biasa’y kan sma Gikwangie…hehehee…
    seperti biasa kalo si Haejin putus cinta pasti prince ikan mokpo yg datang…hihihii..
    next chap di tunggu Onnie yaa..^^

  3. nyesek pas haejinnie dtgl dujun tnpa kta2, tnpa smpet jelasin ap2..
    wlwpun ini blog jinhae tp ttp krasa sakit bca perpisahan yg kyk gtu..

    pernikahan eonni haejin..
    g nyangka bgd bkal ad haeppa d sni..
    kesan maniznya krasa bgd..
    y wlwpun haejin mci blm bsa merasa senang pling g dy nyaman..
    pertanda bgus..

    i always wait for next fict..
    nice fict..
    ^^

  4. Penasaran. . .
    Gmn jd a. . .
    Bneran kah dujun gag blik2 k’haejin lgi. . .
    Trus apa penyebabny dujun ampe ninggalin haejin kyk gtu. . .
    Ah penasaran. . .
    Next part d’tnggu unie. . .

  5. Akuu senang akhirnya. Jinhaexy rilis fict baru lagi ,, soalnya qu belum bisa pindah lain hati sama pembuat fanfict lain ,, sudah coba reader bberapa fict tapi ƍαќ ɑϑǟ ♈g̲̅ se natural jinhaexy ,, *go go eonni ,, *hwaiting ^^

  6. jadi agak bingung bacanya dari yang Because of the rain I met you part 1 yang terus tiba tiba ke sini. mungkin bisa diganti dengan because of the rain I met You [ second meeting] menurut aku jadi lebih jelas walaupun di dalem cerita udah dikasih tau sebelumnya baca yang part 1 dulu tapi akan lebih baik kalau judulnya seperti tadi.
    lanjutkan ceritanya biar ga gantung*maksa* *ditabok authornya*

  7. Lee Haejin-Lee Donghae = JODOH

    Hahaha

    Yg sabar ya Haejin, habis kejadian bareng Hae langsung diputusin dapet bonus ditinggal ke jepang pula.

    Semoga Dujun balik, sepertinya kali ini saia akan sangat senang liat Haejin bergalau ria dan dilema antara Dujun dan Donghae…Oh namja2 keren, buatlah Lee Haejin galau karena kalian..ckck

  8. no comment.. LOL😄

    hmm… awalnya nyesek tingkat dewa itu waktu Doojoon ninggalin Hyejin gt aja… trus ga nyangka aja sampe 2 tahun…. T^T kalo ini alurnya drama, pasti Hyejin udah pesen tiket trus terbang ke Jepang secepatnya trus jelasin ke Doojoon segala-galanya :3

    tapi… namanya juga JinHae udah jodooh~ Bagus juga sih kalo mereka ketemu lagii😄 tapi aku penasaran juga gimana reaksinya kalo tiba2 Doojoon mendadak muncul :3
    kan itu dia udah bilang “tolong jaga hatiku” #eyaaaaaa

    ditunggu lanjutannya😄
    -aku bingung itu komen apaan ._.-

  9. Speechless. Baru ketemu udah…. ‘See you next fict!^^’
    Rasanya tuh…..digantungin banget eon:( hahahaha
    Kalau saran sih apa ya *sosoan mikir* next fict nya jangan lama-lama buahaha:)) bagus eon, as usual. Aku nunggu terus tiap fict di blog ini^^

  10. woo si dujun apa2n marah2 begitu, sampe 2 taun ga ada kbr pula u_____u yasudah tinggalkan saja dia, kan begitu liat donghae berasa seneng tuh.. lagian jodohnya haejin kan emg donghae jiahahahaha ^^v ditunggu lanjutannya ya~ kkkk

  11. Yah, ini pendek bgd ceritanya thor. Ngegantung bgd.
    Haejin patah hati, nyesek aja 2th ga ada kbr. Tp skrg dah ktmu hae lg, patah hatimu pasti akan terobati jin-ah.. Truz itu dujun pazti nyesel nanti, truz dy msh suka haejin, tp cinta jinhae udah bersemi..
    Ahhh #soktau mode:ON

  12. Dujun sadis jg ninggalin haejin tanpa kbr 2taun pula wewww! Ud sm hae aj.. Tp onasaran jg si gmn kk dujun tw knyataan yg sbnrny.. Malu plus nyesel pst.. Hmm pgn tw reaksi dujun ahahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s