{JinHaeXy} Spirit

Title : Spirit

Author : @gumihae

Genre : Romance, Fluff

Length : Oneshot

Rate : PG13

Cast :

  • Lee Haejin
  • Lee Donghae
  • Others

Lee Donghae mengusap matanya kuat-kuat, menahan kantuk kuat yang menderanya, dan menahan serta kuap yang hampir lolos dari mulutnya, menatap pedas hamparan set lokasi pengambilan gambar dramanya. Ditahannya ringisannya, dan dicobanya tersenyum.

   ”Semangat!” SeungAh Noona menyikut lengannya main-main.

   Donghae meringis, dan memaksakan diri untuk tersenyum lebar. SeungAh Noona ini bahkan bisa dikatakan lebih capek dibandingkan dengan dirinya. SeungAh Noona meniti kariernya sebagai aktris besar benar-benar dari bawah, sebagai figuran di berbagai drama, hingga akhirnya berkesempatan mendapatkan peran utama dalam drama yang kini mereka bintangi berdua. Dan SeungAh Noona masih sangat bersemangat meski sebetulnya ia lelah.

   ”Ne, Noona…”

   ”Tinggal dua scene lagi dan kita bisa pulang, Donghae-ya…” SeungAh Noona sepertinya menyadari Donghae sudah benar-benar kelelahan. Ia berpikir, menjadi idola yang merangkap sebagai aktor pastilah sulit. Donghae harus tetap memenuhi jadwalnya sebagai member Super Junior, dan kewajibannya sebagai aktor.

   Dan sepertinya, ada satu kewajiban lagi yang terpaksa terabaikan oleh Donghae. Suatu kewajiban yang membuatnya tak bersemangat disaat ia kelelahan atau merasa sedh. Tapi Donghae pun bisa mendadak bersemangat, dan bahagia setelah ia menatap ponselnya, atau sekedar berbicara singkat melalui ponselnya. SeungAh tahu, Donghae mungkin idola, tapi Donghae pasti pria biasa.

   Bekerja sama dengan Donghae beberapa bulan ini cukup membuatnya bisa merasakan, bahwa Donghae pastilah, layaknya pria-pria lainnya, memiliki seseorang yang bisa membuatnya bersemangat, seseorang yang jelas dalam hal ini, SeungAh yakin, seorang gadis.

   Apakah gadis itu seorang idola? Apakah gadis itu aktris juga? Ataukah orang biasa? SeungAh tidak berniat bertanya secara langsung, karena itu hal pribadi, yang harus menunggu Donghaenya sendiri membagi kisahnya kepadanya, daripada bertanya langsung. Tapi, ia tetap tidak bisa menahan diri untuk tidak penasaran, bukan?

   ”Break! 10 Menit!”

   ”Terima kasih, Tuhan~” Donghae menghela napas dan seluruh penata riasnya datang dan merapikan rambut serta make up-nya, sementara ia duduk di meja, meraih cangkirnya, dan meminum isinya. ”Hyung, iPad-ku dong~” pintanya. Dan Manajernya langsung menyerahkan iPad yang terbungkus sampul biru muda tersebut.

   Donghae segera membukanya, seperti biasa ia melihat beberapa portal berita, dan mengecek Twitternya. Banyak fansnya yang cemburu, bersemangat, dan berbagai reaksi lainnya, yang membuatnya terkekeh geli melihat isi mention-nya. Tapi, tak ada satu pun mention atau Direct Messege yang ditujukan kepadanya, dari orang yang ia harapkan.

   Bukan ia berharap kekasihnya akan marah atau bagaimana, tapi ia jelas berharap aa sedikit saja reaksi darinya. Kekasihnya, leader Felidis, Lee Haejin, 22 Tahun. Sedikit frustasi, dan setengah lega, ia mencoba membuka akun Twitter Haejin.

   Dan, seperti biasa, Nona Twitter itu berkicau-kicau bersama teman-temannya. Seharusnya Haejin tahu dia online, kan? Gadis itu jelas menyematkan akun twitternya pada Uber Bar-nya agar mudah mengecek. Tapi tak ada reaksi apa-apa. Ini aneh, pikir Donghae.

   ’Oh nae sarang… you’re still the one that kissed me at night~”

   Donghae menoleh cepat pada SeungAh Noona yang duduk tak jauh darinya, tengah mendengarkan lagu. Felidis, Baby Baby Baby. Sebelum ia bisa mencerna apa yang tengah ia lakukan, ia sudah bertanya.

   ”Noona! Felidis, ya?”

   SeungAh melepaskan earphone-nya sebelah dan mengangguk.

   ”Ah~” Donghae mengangguk-angguk sambil tersenyum.

   ”Ah iya kau kan kenal ya dengan mereka? Kenal baik?” tanya SeungAh penasaran. ”Aku suka sekali lagu-lagu mereka. Titip salam ya kalau kalian bertemu…”

   Donghae mengangguk-angguk bersemangat. Mendengar satu saja seseorang memuji kehebatan kekasihnya, entah mengapa Donghae menjadi lebih bersemangat. Ia ingat tujuan awalnya untuk mengambil peran utama dalam drama ini, dan ia merasa tenaga dan semangatnya kembali pulih, seolah Haejin yang bernyanyi di dalam iPod SeungAh Noona memberikan semangat kembali kepadanya.

   Selesai shoot, seperti biasa Manajer Hyung tidak memberikan kesempatan bagi Donghae untuk berlama-lama beristirahat atau mengobrol dengan yang lainnya, karena titah sang leader, adalah sebisa mungkin menjaga kondisi tubuh Donghae yang rentan sakit tersebut, sebaik mungkin. Jadi ketika recording selesai, Donghae harus segera dibawa pulang ke dorm untuk beristirahat.

   Donghae bersandar pada tempat duduknya, kelelahan, namun masih terjaga. Diraihnya ponselnya dari dalam sakunya. Tak ada pesan dari segala macam social network yang ia miliki dari gadis yang ia harapkan. Kerinduannya membuncah, hingga dadanya kini terasa sesak, dan tenggorokannya tercekat.

   ”Hyung, aku mau ke suatu tempat,” kata Donghae tiba-tiba.

   Manajer Hyung menoleh, mengangkat alis. ”Sudah jam tiga, Donghae-ya, kau mau kemana? Besok jadwalmu padat, kau akan kurang tidur.” Tolaknya.

   ”Hyung, jebal~” mohon Donghae. ”Aku betul-betul harus bertemu dengan seseorang sekarang!”

   ”Jam segini?!” alis sang Manajer terangkat.

   ”Ck! Aku bisa ke rumahnya… tolonglah, Hyung, hari ini saja, izinkan aku menginap di rumahnya, eoh?” pinta Donghae dengan mata penuh permohonan dalam kelelahannya. ”Hyung besok hanya perlu menjemputku disana!”

   Dan Sang Manajer hanya menggeleng.

   ”Hyung~”

   ”Tsk, Donghae, kalau kau sakit jadwalmu akan berantakan semua, lho.”

   ”Hyung, aku janji! Aku takkan sakit, dan disana aku akan istirahat,” meski dia tak yakin. Dia tak bisa menebak akan yang akan menyambutnya nanti di dorm Felidis. Entah Haejin yang marah, yang bisa membuat mereka bertengkar sepagian ini. Atau Haejin yang lagi-lagi penuh hasrat, yang membuatnya akan ’sibuk’ sepagian ini. Dia tidak bisa menjanjikan ia akan tidur, tetapi setidaknya ia butuh dosis penambah tenaga dari Haejin, ia butuh Haejin sekarang.

   Manajer Hyung tetap bergeming, mobil mereka sudah mulai mendekati Gwanghamun. ”Aku memang ’tidak tahu’ apa-apa, aku memang ’tutup mata’ soal kalian dan kehidupan pribadi kalian. Tetapi dalam hal ini, menyangkut dirimu juga, Donghae-ya.”

   ”Hyung, jebal~”

   ”Aish! Kau tanya Jungsoo sana!”

   ”Ah, Hyung~” keluh Donghae.

   ”Jika Jungsoo memberi izin, maka kau akan kuantar ke rumah ’temanmu’ itu.”

   ”Aish!” Donghae akhirnya terpaksa mencari-cari nama Leeteuk Hyungnya di dalam kontaknya dan menghubunginya. Ia tak begitu kaget Leeteuk Hyung mengangkat sambungan teleponnya di pagi buta begini. Pria itu memang sulit tidur, atau mudah terbangun.

   ”Ne, Donghae-ya?” suara Leeteuk Hyung terdengar letih.

   Donghae jadi tidak enak. ”Hyung, kau terbangun ya? Maaf.”

   ”Aku sudah bangun dari tadi, aku mau ke gym, kau dimana? Kulihat kau belum pulang…”

   ”Oh, ini aku sedang di jalan. Aku menelepon karena aku mau bertanya padamu Hyung. Hyung, bolehkah aku pergi?”

   ”Pergi kemana?” Leeteuk bertanya bingung.

   ”Sky Dining.”

   Donghae bisa merasakan Leeteuk tengah mendengus atau bahkan mencibir disana, ia tahu betul bahwa Hyungnya ini selalu mencurigai atau mengkhawatirkan gaya berpacarannya dengan Haejin.

   ”Hyung?”

   ”Neh, kesanalah.”

   ”Mwo?!” seru Donghae tak percaya dengan apa yang ia dengar. Sejak kapan Leeteuk Hyungnya memberinya akses begitu mudah ke rumah Haejin, dini hari buta, setelah apa yang ia pergoki berbulan-bulan lalu? Donghae yakin ia salah dengar.

   Leeteuk terkekeh. ”Kau sudah cukup lama tak bertemu dengannya, kan? Kesanalah, asal tetap memenuhi kewajibanmu saja. Sudah ya, aku mau siaps-siap juga.”

   ”Arasseo, Hyung, gomawo.” Donghae memutus sambungan dengan bahagia. ”Nah, Hyung! Soo Hyung sudah memberikan izin, jadi Hyung sekarang harus mengantarkanku ke tempat ’temanku’.”

   Manajer Hyungnya tersenyum tipis, mengalah, mengangguk.

   Wajah Donghae berseri-seri sambil menatap ke depan, hamparan jalanan yang nyaris kosong di pagi buta. Dan sebentar lagi ia akan bertemu dengan kekasihnya tercinta, Donghae memejamkan matanya sambil tersenyum.

   ”Kemana, Donghae-ya? Dimana rumah ’temanmu’ itu?”

   ”Sky Dining Apartement,” sahut Donghae riang.

   Manajer Hyung berdeham. ”Oh jinjja? Disana? Aneh… aku mengenal beberapa orang yang tinggal disana termasuk adiknya Kyuhyun.” Senyumnya penuh arti, dan Donghae tidak berniat menyahuti lebih lanjut, membiarkan sang Manajer mencerna sendiri fakta-fakta yang ada. Ia sudah cukup bersyukur para Manajer bukan orang-orang yang mau tahu.

*           *           *

PIP.

   Donghae mendorong pintu apartemen Felidis. Semua ruangan gelap, dan hanya lampu-lampu kecil yang menyala di arah dapur. Tentu saja, semua penghuni apartemen ini pasti sudah terlelap, pikir Donghae sambil melepaskan sepatunya, dan memakai sandal rumah, melangkah masuk ke dalam.

   Ruang televisi seperti biasa, rapi. Dapur lengang, dan suara-suara lirih biasa ia dengar tentunya dari kamar kekasihnya. Haejin memang selalu tertidur ditemani suara musik-musik yang lirih. Donghae masuk ke kamar mandi untuk mencuci muka dan kakinya, kemudian barulah ia membuka pintu kamar Haejin.

   Lagu U-Kiss 0330 menyambutnya, pelan dan merana. Sementara lampu tidurnya menyala demikian redupnya di sisi tempat tidur. Donghae melepaskan kemeja kotak-kotaknya, dan melepaskan celana jinsnya, menyisakannya dalam boxer dan wifebeater putih, lalu tersenyum menatap sosok yang separo tertutup selimut merah jambu di depannya.

   Haejin, nampak pulas dengan pose tidur andalannya, Kate Winslett Ketika Tengah Dilukis oleh Leonardo DiCaprio! Pose ini terkenal sekali, karena dimana pun Haejin berada dan tidur sendirian, pose ini pasti muncul.

   Donghae duduk di tepi tempat tidur dan membuka selimut Haejin, dan mulai berbaring di atas tempat tidur yang kecil itu. Satu tangannya menahan tubuh Haejin agar tidak terguling jatuh ke sisi tempat tidur sana, dan satu tangan lagi merapikan selimut agar menutupi tubuh mereka berdua.

   Dan, Donghae tak heran kalau Haejin tidak terbangun. Malah ia sangsi jika ada kerusuhan atau pun kebakaran, Haejin akan terbangun. Gadis ini kalau sudah tertidur, persis seperti orang mati! Jadi hanya bergerak sedikit saja, takkan membangunkan Haejin sama sekali. Gempa bumi di Jepang saat dia tertidur pulas saja, dia tidak terbangun.

   Donghae mengeratkan pelukannya pada Haejin, dan menatap wajah super polos milik gadis yang sama sekali sebetulnya tidak ada polos-polosnya ini, kikiknya. Dibelai-belainya pipi Haejin yang lembut, ditelusurinya tulang hidung Haejin, tulang pipi tembamnya, dan bibirnya yang sensual dan menggoda. Dikecupnya bibir Haejin singkat, dan diciumnya kedua pipi gadis itu, dan dieratkannya pelukannya.

*           *           *

Haejin bisa menghirup aroma kental musk yang begitu maskulin, tidak begitu wangi, namun membangkitkan gairah dan hasratnya. Ia berusaha mengerjap dan menarik dirinya dari tidurnya, berusaha memisah-misahkan, mana yang mimpi dan mana yang kenyataan. Tapi wangi khas Emporio Armanni ini begitu kuat, dan tak mungkin ia tak mengenal pemilik wangi sensual nan menggoda ini.

   Tapi, apakah itu mimpi? Apakah karena begitu rindunya ia pada kekasihnya, hingga bahkan ia berhalusinasi di dalam mimpinya kini? Haejin bergulik-gulik gelisah dan akhirnya matanya terbuka, ia merasakan tubuhnya kini bukanlah lagi penguasa tunggal atas tempat tidurnya yang super sempit ini. Dan kedua matanya melebar melihat siapa yang tengah memeluknya dan membenamkan wajahnya pada lehernya kini.

   Kekasihnya!

   ”Omo~” suara Haejin serak karena baru terbangun.

   Tubuh di sampingnya bergerak, dan tak lama matanya terbuka. Mata cokelat teduh nan sendu itu balas menatapnya, kelelahan. Namun nampak bahagia, ia tersenyum tipis.

   ”Hai, Sayang~” bisiknya.

   ”Hai, Poppa…” Haejin tersenyum mengeratkan pelukannya. ”Ada kejutan apa ini kau datang?” dikecupnya dagu Donghae dan dibelai-belainya pipi kekasihnya. Donghae hanya tersenyum dan tidak menjawab apa-apa, terlalu kelelahan.  ”Kapan kau tiba?”

   Donghae bergumam dalam kantuknya, masih memejamkan mata. ”Setengah jam.”

   ”Ya ampun! Kau baru pulang?! Aigooo, tidurlah, tidurlah, kau pasti lelah!” Haejin bangun untuk memberikan tempat lebih lega bagi Donghae untuk tidur dengan nyaman. Ia tahu Donghae pasti menyempatkan diri di sela-sela kesibukannya untuk datang sekarang.

   Belakangan mereka selalu bertemu di jam-jam yang tidak lazim.

   ”Mau kemana?!”

   Ternyata Donghae masih punya kekuatan untuk menarik pinggang Haejin yang setengah berdiri untuk kembali berbaring, dan berada di dalam pelukannya. Haejin tersenyum mengerti, merasakan tubuh di belakangnya kini membutuhkannya, menginginkannya untuk ada di sampingnya, memberinya semangat dan memberinya kekuatan.

   Untuk saat ini, hanya itu.

   Donghae melingkarkan lengannya pada dada dan perut Haejin, lalu menariknya mendekat, sehingga Haejin bersandar pada dada bidang Donghae, dan merasakan lengan kekar yang memeluk dan memberikannya rasa aman. Haejin memejamkan matanya, menikmati momen-momen ini, ketika ia merasakan Donghae menghirup aroma rambutnya, dan tangannya mulai membelai perutnya.

   ”Istirahatlah, Poppa Sayang… kau membuatku ingin membeli kasur baru.” Kekeh Haejin. ”Kurasa kau tambah montok belakangan ini, dan kasurku semakin lama semakin tidak muat.”

   Dirasakannya Donghae tertawa mengantuk. ”Aku montok?” tanyanya geli.

   ”Hmm, montok sekali~ aku kalah montok sekarang.” Haejin pura-pura cemberut.

   ”Aniyo, Momma masih montok~ pertahankan.”

   ”Arasseo, Poppa!”

   ”Momma…”

   ”Hmm,” Haejin menyahut sambil menautkan jemari-jemarinya dengan jemari Donghae yang ada di perut dan dadanya.

   ”Kau tak marah padaku?” tanya Donghae.

   Haejin terkejut dan menoleh ke belakang, Donghae menatapnya serius, dengan matanya yang mengantuk. ”Marah kenapaaaa??? Memang Poppa nakal?” tanyanya heran.

   Donghae cemberut, bibirnya mengerucut, dan mengangguk.

   ”Jinjja?!” kali ini Haejin benar-benar terkejut, ia memaksakan tubuhnya berbalik sepenuhnya, berhadapan dengan pria yang paling ia cintai di dunia ini. ”Memang Poppa ngapain?”

   Donghae menjawab. ”Pertama, kiss scene. Dua, foto couple. Ketiga, foto couple.” Dia menunduk, nampak seperti anak kecil yang menyesal telah melakukan perbuatan nakal dan mengaku di hadapan ibunya. Dan itu membuat Haejin nyaris meledak tertawa terbahak-bahak.

   ”Poppa Sayang~” Haejin membelai-belai pipi halus Donghae. ”Memang aku seharusnya marah?”

   ”Molla~” jawab Donghae polos. ”Bukankah biasanya Momma akan marah kalau aku bersama gadis lain?”

   ”SeungAh Eonnie neomu kyeowo…” sahut Haejin. ”Lagipula~” Haejin tersenyum dan melayangkan ciuman pada dahi Donghae. ”Kau tahu tidak, pacarmu itu sangat mengkhawatirkanmu, dan sama sekali tidak marah padamu. Terpikir untuk marah pun sama sekali tidak.”

   Mata Donghae terbuka, dan menatap Haejin takut-takut.

   ”Dengar, Lee Donghae…” Haejin dengan lembut membelai-belai rambut Donghae. ”Pacarmu itu sebetulnya rindu sekali kepadamu. Terakhir dia sudah membuatmu super kelelahan karena keinginannya, betul?” Donghae mengangguk-angguk. ”Dan kau tahu, Lee Donghae, pacarmu itu nyaris sesak napas melihat foto-foto majalahmu!” Haejin mencubit hidung Donghae penuh sayang. ”Tapi sama sekali tidak terbersit di dalam pikirannya untuk marah padamu karena kiss scene dan foto-foto couple itu. Yang ada di dalam pikiran kekasihmu itu adalah… dia ingin menarik pattissier tampan ini ke atas tempat tidurnya, dan melakukan hal-hal tidak inosen.” Kekehnya geli, dan Donghae tersenyum sambil memejamkan mata, seolah di dongengkan. Haejin meneruskan membelai-belai rambut Donghae.

   ”Tahukah kau, yang ingin kekasihmu lakukan begitu kau pulang dari Fillipina adalah hal-hal yang tidak-tidak.” Kekeh Haejin. ”Tapi semua surut begitu kekasihmu itu melihat foto-fotomu di bandara, dan di lokasi press conference. Kekasihmu itu justru merasa tidak enak, yang ada di otaknya hal-hal tidak inosen, tetapi kekasihnya begitu kelelahan.” Haejin terus mendongeng. ”Kekasihmu tahu kalau kau tidak akan pernah menolak apa pun yang ia minta, sekali pun kau akan kelelahan. Dan kekasihmu tidak mau itu…”

   Donghae merasa hatinya penuh dengan perasaan bahagia yang membuncah-buncah dan meletup-letup seperti kembang api. Ia memejamkan matanya, menikmati sentuhan Haejin, dan  telinganya mendengarkan dongeng tidur Haejin, tentang mereka berdua.

   ”Lagipula disaat kau tengah kelelahan, butuh dukungan, butuh penyemangat, apakah pantas kekasihmu itu marah hanya karena hal sepele?” tanya Haejin lembut dan menangkup wajahnya, ia membuka kedua matanya dan menatap Haejin. Haejin tersenyum, lembut sekali. ”Karena apa pun yang kau lakukan, demi dramamu, demi pekerjaanmu… kekasihmu ini, Lee Haejin, siap mendukung dan memberikan semangat untukmu, dan berada di sisimu.”

   Setetes air mata lolos dari pelupuk mata Donghae mendengarkan penuturan Haejin. Lelahnya seolah hilang, penatnya terangkat, dan tubuhnya ringan.

   ”Uljimayo, Sayang~” Haejin mengecup air matanya. ”Kau tak perlu khawatir dan cemas aku akan marah. Aku akan mendukungmu, kok. Lagipula kau saja bisa mendukungku saat berakting, dan aku akan berusaha menjadi kekasih yang lebih baik, yang bisa kau andalkan.”

   Dan Donghae tersedu-sedu. Bagaimana mungkin Haejin begitu lembut? Begitu pengertian? Begitu perhatian, dan selalu penuh kasih di saat yang bersamaan. Ia merasa bersyukur, merasa berterima kasih pada Tuhan, yang telah memberikannya kemudahan atas semua ini untuknya.

   Haejin memeluknya erat-erat, mengusap punggungnya, dan membisikkan kata-kata yang begitu indah. Kemudian ia bersenandung. ”Tidurlah sayang, aku akan ada disini, dipelukanmu… tidurlah, tidurlah…”

   Donghae memeluknya kuat-kuat.

   ”Mau kunyanyikan sesuatu?” tawar Haejin.

   ”Boleh.” Jawab Donghae serak. ”Nyanyikan aku hingga aku tertidur…”

   ”Arasseo…” Haejin mematikan musiknya sebelum kembali memeluk Donghae dan membelai kepalanya.

I close my eyes…

And even when I’m sleeping I’m all right

Cause you are in my life

Once upon a time, I only imagine this

And now you’re mine…

Wish for you so hard, pray that you’ll find me

Baby you’re here today

Here to remind me

 

If you believe that dreams come true

There’s one that waiting here for you

Cause I believe when I saw you

That when you want something enough

Then it can escape your love

 

There is nothing in the world that cannot be

If you believe~

 

Donghae tersenyum, ia selalu tahu Haejin pandai bernyanyi, namun terlalu malu dan takut untuk melakukannya. Ia selalu merasa Chihoon jauh di atasnya dalam hal bernyanyi. Tapi hal ini membuatnya merasa spesial, mendengarkan suara merdu Haejin untuknya sendiri

            Everybody said…

That I was a fool to think…

That we can be…

That I couldn’t get my heart out of my head…

But they just didn’t see

They just couln’t know…

The feeling that you get, the places that you go…

 

If you believe that dreams come true

There’s one that waiting here for you

Cause I believe when I saw you

That when you want something enough

Then it can escape your love

 

There is nothing in the world that cannot be

If you believe~

 

Never wish for material things…

Never needed wids in my wings…

Never wish for anything but you…

I can explain that…

Someone just told me…

Go to where your heart is…

You’ll never be lonely…

 

If you believe that dreams come true

There’s one that waiting here for you

Cause I believe when I saw you

That when you want something enough

Then it can escape your love

 

There is nothing in the world that cannot be

If you believe~

 

Believe, believe, believe…

 

(Rachel Lampa – If You Believe, OST A Walk To Remember)

(Dinyanyikan ulang oleh Cho Chihoon dalam album Baby, Baby, Baby)

   Haejin tersenyum, Donghae sudah tertidur pulas sekarang, dikecupnya dahi pria itu dan diselimutinya. Memutuskan untuk mencoba peruntungannya dalam memasak, agar Donghae bisa mencicipi sarapannya, bentuk kecil dukungan yang bisa ia lakukan untuk kekasihnya.

*           *           *

Gym

   Leeteuk mengeluarkan ponselnya dari kantung celana cargo-nya. Waktu sudah menunjukkan pukul enam, dan Manajer sudah menghubunginya, menanyakan keberadaan Donghae, karena dalam waktu kurang dari dua jam, Donghae sudah harus berada di hair shop.

   ”Hyung… satu jam lagi saja jemputnya.” Bujuk Leeteuk pada Manajer yang bertanggung jawab pada jadwal mereka. ”Aku yang akan bertanggung jawab, Hyung, biarkan dia istirahat dulu ya, oke.” Dan Leeteuk menutup sambungan teleponnya dan terkekeh. ”Dasar Donghae.” Kekehnya. ”Awas saja mereka sudah punya anak kalau aku masih di dalam barak tentara!”

-Keutt-

Tenang, masih ada lanjutannya… tunggu yaaa ^^

 

 

 

84 thoughts on “{JinHaeXy} Spirit

  1. huuuaaaa, haejin onnie jadi dewasa itu~
    chukkae…chukkae

    bener-bener bikin iri deh,
    donghae oppa cinta banget sama haejin onnie,
    cuma ngelyat senyuman haejin onnie ajja, dah buat semua perasaan lelah donghae opppa hilang…
    so sweetnya berasa banget..

    ommo~
    teuki oppa nampaknya sudah setuju..
    hahahahhaha~ *bikin seneng aja bacanya*

  2. Aduh, komen aq yg awal ga ada, ==”
    *nulis lg
    Witwiw, co cwit bgt deh poppa momma, hehe🙂 haejin ga marah ternyata ma hae, padahal aq suka nya haejin marah #plakk
    OMO, drama poppa ada kissing scen, tp haejin ga marah.
    Terus smgt deh buat hae oppa n jinhae🙂 aza aza hwaithing !!!
    D tunggu next.a n ff yg lainnya jg😀

  3. Haejin gak cemburu kah. . . :-0
    Wah k’ajaiban dunia ini nma a. . .
    Sue ikan uda cnta mati kykny sma mas koki nue. . .
    Cma liat senyuman a aj uda buat rasa cpek a ilang. . .
    Wah. . . So sweat. . .
    Faighting moma,poppa. . .
    Terus romantis ea. . .
    Gni kan enak. . .
    Gag ad brantem2 a. .
    Soo oppa uda curiga lgi itu

  4. Annyeong ~
    Eonni aku ud baca ff eonni τǎpĭ baru ϐĭƨä comment skrg.. Mianhae ㅜㅜ
    Ok, di ff ini.. Haejin eonn ny dewasa banged ~ ϐĭƨä ngertiin si ikan mokpo.. Nga kayak biasa ny yg suka ngambek”.. Нå◦нä◦нã
    Keren eoon :3

  5. Omo omo… jinhae so sweet… haejin onnie daebak, pengertian bget ma hae… kn jrg2 haejin gk cmbruan….
    Uri leader emg baik bget ,pengertian ma member x, meski ujung2 x selalu waspada ma pasangan jinhae,haha… wah, gk trsa bntar lgi uri leader mo wamil #hiks….
    Keep writing onnie.. HWAITING

  6. Bener” bikin iri deh couple satu ini….
    Sweet bgt….

    Hae beruntung bgt dpt pacar kyk haejin…
    Begitupun sebaliknya haejin beruntung bgt dpt cowok kyk hae…

    Suka deh haejin jd dewasa, yg gak cpt marah cuma krn liat donghae deket” cewek lain…
    Tp kangen juga sama haejin yg cemburu & bikin donghae frustasi tingkat akut…

    D tunggu lanjutannya eon….

  7. ciyeeee haejin cocweeet..
    tambah dewasa aja nih..
    seneng bacanya kalo akur gini wkwkwk..

    eteuk ahjussi udah gag gangguin jinhae lagi >.<
    pengen ketawa kalo baca scene trakir kekeke

  8. aaaaa, leader emang pengertian , hehehehehehe
    jangankan haejin , gue aja pas liat foto majalah pengen bawa donghae ke kasur , *plaakkkk*

    lagi akurrrr , haejin lagi berpikiran dewasa ^^

  9. aaaa onnie ini manis banget >/// Entah Haejin yang marah, yang bisa membuat mereka bertengkar sepagian ini. Atau Haejin yang lagi-lagi penuh hasrat, yang membuatnya akan ’sibuk’ sepagian ini. <- aku blushing..😄

    Ecie.. Babeh iteuk perhatian amat.. *toeltoel*

  10. kkkk~ teuki..pasti envy deh..ya kan..khawatir banget ke bang hae..

    ciyeee..jinhae tanpa cemburu2an..manis deh..
    saluut..haejin pengertian banget..tau klo bang hae lelah jadi ga usah ada berantemsaluut..haejin pengertian banget..tau klo bang hae lelah jadi ga usah ada saluut..haejin pengertian banget..tau klo bang hae lelah jadi ga usah ada berantemsaluut..haejin pengertian banget..tau klo bang hae lelah jadi ga usah ada be

  11. iriiiiiiiii~~ saya iri sama jinhae couple ~~ iriiiii ><
    ah haejin sekarang tambah dewasa, keke,, bagus pertahankan lee haejin!
    nb: buat leeteuk oppa, jangan keseringan nge-gym bang, udah cukup ntuh dipamerin terus kasian badannya, ckckck
    haejin kayaknya harus mesen tempat tidur ukuran king size itu mah kalo 2-2nya montok, kekeke,,

  12. Leeteuk oppa bener mengkhawatirkan gaya berpacarannya jinhae hahah .
    Bener2 takut kalau diluar batas .
    Sabar yaa leeteuk oppa menghadapi jinhae couple :b

  13. aku suka bacanya.. jinhae disini mature2 menggemaskan.. wkwk
    lebih tepatnya haejinnya sekarang jadi bijak disini.. :’)

    ngomong2 iya tuh hati2 jinhae.. jangan dulu punya anak selagi teukie masih wamil ya.. kkk..

    btw, ditunggu kelanjutannya ya.. ^^

  14. nisya eonnn sumpah ini unyu sekaleeee xD
    seneng deh liat mereka akur akur gini hahaha ga berantem, saling pengertian, saling dukung aigoooo sweet bgt! xD
    apalagi skg haejin tambah dewasa yaaa ga cemburu22an lagi hahaha semoga donghae kyk gitu juga sama haejin. amin!

  15. Sudah lama gak mampir kesini nih…
    Kangen jg ma couple satu ini…aduh makin sweet ajaa…
    Waduuhh knp haejin jd dewasa gini…jd terharu deh si donghae…

    Teuk…kalimat terakhirnya membuatku tertawa gemas..

  16. Kyaaa, momma poppa ><
    walau cuma pelukan ttp aj bikin merinding. *Grrr~
    haejin lembut bgt, sosweetnya dinyanyiin ampe tidur dpt pelukan jg lg *ngiri*
    semakin kesini pasangan ikan semakin dewasa, senangnya~~
    pertahankan momma, poppa ^^

  17. whoaaa ini seriusan haejin ga jealous sama selcanya donghae-seungah? daebakkkkk >.< haejin skrg jd lebih dewasa, tp si hae mlh jd bingung ga ada yg jealous2in lg kkk~ teukie jg tumben bnr baik, sampe ngasih ijin ngulur waktu segala haha.. tp kalimat terakhirnya itu loh~ "awas saja mereka sudah punya anak kalau aku masih di dalam barak tentara!" HAHAHA

  18. aang~ judulnya pas bener sama isi cerita❤
    seneng liat JinHae disini . saling ngelengkapin bangeeeeet :3
    aaaaarh~ suka sama JinHae yg dewasaaa😀
    haejinnya apalagi~
    walo hae msh ttp crying baby :* xD

  19. Mau dipeluk donghae juga ;AAA;
    Mau tidur sama donghae jugaa *plak wkwkwk-_-v
    Ceritanya soooooooooosweetbgt:333
    Niceu ff onnie😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s