{JinHaeXy} Thank You, Poppa ♥

Title : Thank You, Poppa ♥

Author : Donghae’s Wife

Length : One Shot

Genre : JinHaeXy Universe, Romance, Humor, Friendship

Rate : PG15

Summary :

July 16th 2012, Haejin merayakan ulang tahunnya yang keduapuluh dua, dan Donghae berjanji akan mengabulkan apa pun yang Haejin minta.

Aku masih ingat Minggu lalu, ketika kami bertemu di Yeouido, SBS, ia bertanya kado apa yang kuinginkan untuk ulang tahunku yang ke duapuluh dua, pekan depan. Dua tahun lalu, ia memberikanku ponsel, yang masih kugunakan hingga sekarang. Tahun lalu, yah… dia membelikanku apartemen, yang baru ia berikan beberapa bulan lalu, karena satu dan dua alasan.

   Dan untuk tahun ini?

   Aku ingat aku bingung ketika ia bertanya dengan serius seperti itu. Jujur, aku tidak pernah tahu apa yang kuinginkan lagi. Secara materi, aku sudah mampu menghidupi diriku sendiri, aku bisa membeli apa pun yang kuinginkan, dan secara batin pun… aku sudah memiliki ia, keluargaku, member Felidis, JYP Nation, dan member Super Junior tentunya sebagai keluarga terdekatku. Teman-teman dan sahabat, mulai dari 91Liners hingga teman-teman dan senior lainnya pun, aku punya itu semua.

   Jadi, apa lagi yang kuinginkan?

   Ia masih menatapku serius, menunggu, dengan kedua tangannya menggenggam tanganku. Aku memandang berkeliling, memastikan tak ada siapa pun yang menguping pembicaraan kami, dan memang tak ada.

   ”Kau akan memberikan apa yang kuminta?”

   Dia mengangguk. ”Akan kupenuhi, apa pun yang kau minta.”

   ”Jinjja?! Apa pun?!” alisku terangkat, dan wajahku nampak antusias, dan ia tersenyum lembut membelai pipiku, mengangguk.

   ”Apa pun, asal jangan kau minta aku mengeringkan laut.”

   Aku terbahak mendengarnya. ”Oke, kalau memang begitu… aku cuma minta satu hal.”

   Donghae menarik napasnya, bersiap mendengarkan apa pun permintaanku, yang kurasa ia yakin akan ’aneh’.

   ”Aku mau date!”

   Mendadak ia mengernyit, alisnya bertaut, dan ia mendekatkan tubuhnya kepadaku, seolah salah dengar. ”Apa? Momma tadi minta apa?”

   ”Date!”

   ”Date? Kencan?!” ulangnya tak percaya.

   Aku mengangguk-angguk bersemangat, memainkan kedua tangannya yang ada dalam genggamanku. ”Aku mau kencan… kencan yang…” kataku perlahan, ia menatapku dalam. ”Kencan yang sebenar-benarnya orang kencan.”

   Dia nampak tak mengerti.

   ”Aku tahu aku tidak seharusnya meminta ini…” kataku sedikit lirih, tapi dia menggeleng-gelengkan kepalanya panik. ”Tapi, aku benar-benar ingin berkencan…”

   ”Tapi, bukankah kita memang berkencan?” tanyanya cemas. ”Selama dua tahun ini kita kencan, kan?!”

   Aku terkekeh, mengelus pelan sisi rahangnya yang tegas. Ia memejamkan matanya menikmati sentuhanku, sambil sesekali mengecup tanganku. ”Itu namanya pacaran, pacaran dan kencan itu dua hal yang berbeda.”

   ”Jadi apa maksudmu sih, Sayang?” tanyanya tak sabar, pindah duduk di sebelahku, satu tangannya meraih pinggangku agar semakin mendekat kepadanya, aku menyandarkan kepalaku pada bahunya.

   Aku menengadahkan kepalaku, ia menatapku melalui mata cokelatnya yang teduh, indah, dan sendu itu. ”Kencan disini… kita… jalan berdua…”

   ”Hmm?”

   ”Aku mau kita jalan berdua, keluar…”

   ”Mwo?!” ia melepaskan rangkulannya, aku kini kembali tegak dan menatapnya, yang balas menatapku kaget. ”Sebentar! Koreksi aku jika aku salah mengerti, tapi sepertinya aku mengira kau ingin mengajakku… jalan keluar?”

   Aku mengangguk, harap-harap cemas.

   ”Jinjja?! Jalan keluar, Lee Haejin?! Kau mau kita berdua jalan bebas di luar? Setelah dua tahun ini sembunyi?!”

   ”Aigoooo,” aku memeluknya dan meletakkan kepalaku pada bahunya. ”Aniyo, bukan begitu.”

   Aku bisa merasakan bahunya yang tadi terangkat karena bersemangat, kembali turun, tapi tetap, ia tidak melepaskan pelukanku. Kuhirup wangi parfumnya yang selalu bereaksi seksi jika bercampur dengan keringat, ia cukup berkeringat ketika melakukan pre recording tadi.

   ”Lalu?”

   ”Kita jalan berdua keluar… tapi tetap tidak menunjukkan identitas kita sebagai pasangan.”

   ”Kau mau kita menyamar?”

   Aku menggeleng.

   ”Lalu?!” ia nyaris mengerang frustasi, tak mengerti maksudku.

   Aku menangkupkan kedua tanganku pada wajahnya yang tampan, dan nampak kaku serta tegas tersebut. ”Aku ingin kita bebas, untuk sekaliiiii saja berjalan diluar… tanpa perlu menyamar.”

   ”Tapi pasti…”

   ”Ya pasti akan banyak yang bicara, tapi aku tak mau hiraukan itu… aku mau untuk satu hari saja, kita berjalan normal.”

   Ia membelai-belai pipiku, sedikit tersenyum. ”Seperti Junhyung – Hara?”

   ”Ani,” aku menggeleng dan mengecup bibirnya singkat, lalu menatapnya lagi. ”Orang toh tahu kita memang dekat… satu sama lain, orang mungkin memang mengira kau spesial untukku, tapi… kita tidak perlu menjawabnya.”

   ”Hmm…” geleng Donghae. ”Mereka akan bertanya, pasti.”

   Aku meletakkan kepalaku kembali pada dadanya, ”Dan jawab saja dengan jawaban formalitas yang ada.”

   ”Ah!” keluhnya sambil memainkan rambutku. ”Aku selalu benci kalau kau bilang aku Oppamu.” Gerutunya. ”Oppa mwoya?! Aku belahan jiwamu, aku milikmu! Kau milikku!”

   Aku terkikik.

   ”Apa kau tidak sedih mendengarku jika aku berkata kau hanya kuanggap adik saja?”

   ”Yah ’adik’-mu memang sempat ada di dalam diriku beberapa kali, Poppa…”

   ”Momma!” gerungnya sambil mencubit pinggangku ringan, bisa kutebak dari nada suaranya, ia malu sekarang. ”Ayolah, kau mengerti benar apa maksudku.”

   Aku mengangkat kepalaku lagi dan terus tersenyum. ”Yang tahu hubungan ini toh bukan hanya kita berdua saja. Anak-anak JYP Nation semuanya tahu, juga SMTOWN bukan?”

   ”Miss A dan EXO tak tahu!” gerutunya.

   ”Yang jelas bukan hanya kau dan aku yang tahu hubungan ini. Dan selama keluarga kita, sahabat dekat kita tahu, sudah cukup. Toh memang kenyataannya kita menutupi ini demi kebaikan kita juga, kan?”

   Dia menghela napasnya. ”Kau benar.”

   ”Dan jika memang banyak pertanyaan yang muncul, kita jawab saja bahwa kita kan memang dekat, dan itu bukan bohong juga.” Kembali kurebahkan tubuhku pada pelukannya.

   Dia mengangguk. ”Arasseo, baiklah. Lalu, kita mau kencan dimana memangnya?”

   ”Aku sudah lama tidak menonton film, Poppa~”

   ”Film? Ke bioskop?!” suaranya nampak bersemangat.

   ”Oh!” aku mengangguk-angguk.

   ”Film apa?”

   ”Amazing Spiderman!” seruku bersemangat.

   ”Johta! Baiklah, kita akan nonton Amazing Spiderman.”

   ”Gomawo, Poppa.” Kecupku.

*           *           *

July, 16th 2012

”Saengilchukahamnida, saengilchukahamnida, saranghanaeun Haejinnie, saengilchukahamnida!”

   Semua bertepuk tangan.

   ”Make a wish!” seru Chansung, Junsu, dan Jinwoon bersamaan.

   Aku memejamkan mataku. Semoga semua cita-cita dan harapanku untuk satu tahun ke depan terkabul, tetap sehat, dan semakin bahagia. Aku membuka mataku, lalu mulai meniup dua buah angka dua yang berdiri rapi diatas kue cokelat tersebut.

   Seluruh member 2PM, 2AM, dan Miss A bertepuk tangan, begitu pula Chihoon dan Kyorin yang kompak mengecup pipiku, kanan dan kiri, bersamaan. Nichkhun Oppa, Junsu Oppa, dan Taecyeon meniup terompet, sementara Wooyoung dan Jokwon menuangkan konfeti di atas kepalaku.

   Seulong kemudian memulai aksinya, ia menorehkan sedikit krim pada wajahku, dan Chihoon menirunya.

   ”JANGAN!” seruku. ”Kuenya untuk dimakan, enak ini…”

   Mereka semua tertawa, dan kemudian bergantian memelukku, mengucapkan doa serta harapan mereka untukku, dan untuk karierku, juga untuk percintaanku. Setelah itu kami berfoto, dan aku memasukkannya pada akun Twitterku.

   ”Donghae Hyung tidak kesini?” tanya Nichkhun penasaran, setelah kami selesai memakan kue.

   Aku menggeleng sambil terkekeh. ”Sibuk recording drama.”

   ”Tapi kau tidak mengeluh,” Seulong menunjuk wajahku. ”Dan itu berarti dia sudah menjanjikan sesuatu padamu, kan?”

   ”WOHOOO‼!” seru member 2PM dan 2AM yang lain, Kyorin senyum-senyum, Chihoon cekikikan, dan Miss A tersenyum bingung.

   ”Membicarakan siapa sih?” tanya Min penasaran.

   ”Min mau tahu saja,” ledek Changmin Oppa, dan yang lain tertawa kembali.

   ”Jadi, diberikan apa? Ayo ngaku!” Seulong tetap gigih menatapku yang cuma senyum-senyum.

   ”Iya, Eonnie diberikan apa?”

   ”Ah, mau tauuuuuu saja~ ayo kita makan, makan!” aku buru-buru berdiri sebelum mereka kembali membombardirku, dan rahasia yang kujaga rapat-rapat dari Miss A, terutama Min, terbongkar.

   Jika Min tahu, otomatis Mir akan tahun, Mir tahu, tentu Eli akan tahu, dan Dongwoon pasti tahu!

   Mereka sangat kepo mengenai pria yang selalu kuhubungi setiap recording Teenage Running Man. Yah, setidaknya mereka tahu, aku dan Minho memang tidak ada hubungan apa-apa. Aku hanya ingin menjaga seminimal mungkin siapa-siapa saja yang mengetahui hal ini.

   Kami makan-makan bersama hingga nyaris Subuh, member 2PM, 2AM, dan Miss A akhirnya memberikanku kado dari mereka.

   Seperti biasa 2PM, yang selalu ’patungan’ dalam memberikan kado, tahun ini membelikanku sepatu baru. Seulong memberikanku bando Pinguin -___-, sementara Jokwon memberikanku albumnya, Changmin Oppa memberikan kacamata, dan Jinwoon memberikan buku. Fei dan Jia Eonnie memberikan parfum, Min memberikan jins, dan Suzy memberikan sepatu juga.

   Setelah ritual pemberian kado, dan hari benar-benar mendekati pagi, kami semua berpisah, karena tentu saja pagi nanti banyak jadwal yang sudah menunggu kami semua, termasuk sekolah, bagi Kyorin, Chihoon, dan Suzy. Aku mengendarai New Ford Escape hitamku kembali ke apartemen kami. Kedua adikku langsung tertidur begitu kami tiba, begitu juga denganku.

   Hari ini harus indah, harus menjadi indah, doaku.

   Pukul sebelas siang aku baru bangun, Chihoon dan Kyorin sudah berangkat ke sekolah, dan ponselku sudah mati. Begitu kuisi kembali batreinya, ucapan ulang tahun terus menerus berdatangan. Aku memberengut, tidak ada satu pesan pun dari Donghae, lagi.

   Setelah mengambil bagian dari sebuah drama sebagai seorang pembuat kue, kurasa Donghae lebih perhatian pada terigu daripada kepadaku, sungutku. Tapi ya sudahlah, jangan rusak hari ini dengan pikiran kekanakanku. Hari ini harus menjadi hebat!

   Setelah mandi aku memeriksa ponselku lagi, kurasa ia ingat janji kami untuk kencan hari ini, kan? Tapi kapan? Masa nanti malam… aku kan benar-benar ingin kencan untuk hari ini…

   Ponselku berdering.

   ”Kau dimana?!” seruku kesal.

   ”Aku ada recording, Sayang…”

   ”Jadi tidak jadi?!” jawabku dengan suara melengking.

   ”Bukannya tidak jadi, belum jadi sekarang…” sahut Donghae dengan suara sama merengeknya denganku. ”Aku tidak menyangka jadwalnya akan selama ini, padahal ini benar-benar dekat dengan apartemenmu.”

   Aku diam, cemberut. Aku tahu itu bukan salahnya, tapi aku kesal!

   ”Momma~” rengeknya.

   Aku masih diam.

   ”Jangan marah~ aku tidak akan sampai pagi recording-nya!”

   ”Tidak sampai pagi?!” akhirnya aku meledak juga. ”Jadi sampai malam begitu?! Lee Donghae, aktor terhormat, dengar ya… aku bahkan mengosongkan jadwalku, dan aku meminta pesta bersama teman-temanku dilakukan tadi malam sehingga tidak mengganggu kencanku denganmu!”

   Ia mulai merepet. ”Momma, jangan marah… aku tahu, aku bahkan sudah meminta penggeseran jadwal, tapi semua mengira hanya agar aku bisa terus tampil di televisi bersama Super Junior. Aku bahkan tidak ikut recording beberapa variety show, tapi aku sendiri baru tahu kalau…”

   ”Intinya!” potongku. ”Bisa atau tidak?!”

   ”Sayang…”

   ”Tidak ada sayang, sayang! Jawab saja, bisa atau tidak?! Kalau tidak lebih baik aku jalan-jalan dengan orang lain!”

   ”Momma!” teriaknya frustasi.

   ”Kenapa? Kan belum tentu jadi pergi denganmu! Lalu aku harus menunggu sampai malam?”

   ”Bukan begitu…” suaranya lirih.

   Aku sedikit merasa bersalah mendengar suaranya yang lirih itu, aku menghela napasku dalam-dalam. Aku tahu ini bukan salahnya, tapi tetap saja aku tidak bisa menahan diriku untuk tidak kesal.

   ”Aku hanya menyesalkan,” kataku pelan akhirnya. ”Seharusnya kau tidak perlu berjanji jika kau tidak bisa menepatinya.” Aku bisa merasakan air mataku memanas, dan aku mendongak.

   Tidak boleh menangis di hari ulang tahun! Karena satu tahun kedepan nanti, akan penuh dengan tangisan.

   ”Ya sudahlah tak apa,” aku menjawab dengan lirih lagi. ”Kurasa aku masih bisa bermain sendiri hari ini, atau mungkin bersama teman-teman. Kau harus menggantinya di hari lain, oke?”

   ”Maaf.” Katanya lirih sekali.

   ”Ya sudah tak apa, kau bekerja saja.”

   ”Momma…”

   ”Hmm?”

   ”Jangan pergi bersama siapa-siapa…” pintanya, lirih sekali.

   ”Tapi aku mau…”

   ”Sekali ini saja. Diam di rumah, tunggu aku…”

   ”Tapi aku bahkan tak tahu kapan kau kembali!” seruku. ”Kenapa aku tidak boleh keluar?!”

   ”Jebal, hari ini saja…” mohonnya. ”Jangan karena aku kau pergi dengan orang lain… siapa pun itu. Itu akan… akan… membuatku merasa buruk.” Lirihnya. ”Jebal, hari ini saja…”

   Aku mendesah kesal. ”Jadi aku harus di rumah?!”

   ”Hari ini saja! Setelah aku selesai, aku janji aku akan langsung kesana, ya?”

   ”Tapi… Poppa, ini ulangtahunku… kenapa kau justru mengurungku disini sementara kau sendiri tidak bisa menemaniku?!”

   Dia diam.

   ”Hanya agar kau tidak merasa menelantarkanku? Oh ya ampun, Poppa~” kataku nyaris histeris. Dia masih diam.

    ”Tunggulah aku di rumah.”

   Dan sambungan telepon mati, aku menendang sofa dengan frustasi.

   Jujur, aku ingin berontak! Aku ingin tetap main keluar, aku bisa menghubungi teman-temanku untuk menemaniku. Tapi aku tahu, Donghae pasti akan tahu! Dan sebagian dari diriku tetap tak ingin membuatnya sedih, meski sekarang aku benar-benar sedih dan kesal.

   Ponselku bergetar lagi.

From    : Naui Chihoon

            Eonnie, aku tidak langsung pulang ya ^^ Kyorin Eonnie bilang dia mau ke SME, dan aku dijemput Sungmin Oppa. Selamat jalan-jalan dengan Hae Oppa, beri aku keponakan XoXo

   Aku menyipitkan mataku dan mendengus sebal! Apanya yang memberi keponakan? Jadi saja tidak kencan hari ini.

   Sudahlah, obat galau hanya satu, tidur!

*           *           *

Mataku terbuka, dinginnya AC masih meniup-niup sekujur tubuhku yang tak tertutupi selimut. Aku masih saja tengkurap, dengan satu tangan menjuntai ke bawah, pada karpet bulu, alas tempat tidurku, dan nemo-nemo kecil yang bertebaran di lantai.

   Ada sesuatu kah yang membuatku terbangun?

   Aku mengernyit, dan duduk. Sepertinya memang ada yang salah… entah sejak kapan aku memasang musik?! Aku berdiri dan mengecek iPod player-ku, aku tidak memasang musik.

YEAH

I don’t wanna leave you girl baby

This one is for you

I give you all new one

That’s B1A4

Aku berlari keluar, dan terperangah menemukan kelima member B1A4, bersama Kyorin dan Chihoon, yang memakai topi pesta. Kyorin memainkan gitarnya dengan kencang, sekarang aku tahu darimana suara musik itu berasal.

   Ini surprise dari Chihoon dan Kyorin, kah? Aaah, mereka manis sekali… aku mau mnangis!

   ”Omo!”

   Saramdeuri bojanha nunmul jom dakkgo gogae deureobwa, Mianhada haetjanha mureupirado kkeulheo boilkka…” Sandeul bernyanyi sambil melambai-lambai kepadaku. (Trans : People are looking so wipe your tears and lift your chin up I said I’m sorry. Should I get on my knees?)

   Jinyoung ganti bernyanyi. Heunhan malshilsu gatgo ireohke ulmyeon naega mweoga dwae, Saranghae raneun malron deo isang neoreul dallael su eopgesseo…” (Trans : What would I become if you cry at my common mistake of words I don’t think I can comfort you with ‘I love you’ anymore)

   Gongchan dengan kue di tangannya. Noona, hyu hyu hyu hyu hyu…” (Trans : Noona, sigh… sigh… sigh… sigh… sigh…)

   CNU menyahuti. ”Gin hansumeul baeteumyeo neil banseonghae…” (Trans : I let out a deep sigh and always reflect on my actions)

   Noona, you you you you you…” Gongchan bernyanyi dengan senyuman paling imut yang kusuka, menimang-nimang kue dengan krim vanila di atas tangannya.

  Jalharyeogo haneunde andwae! jerit CNU, dan Kyorin menaikkan nada tinggi pada gitarnya hingga berhenti. (Trans : I want to do good, but I can’t)

   Baro kemudian mengeluarkan iPadnya, dan menyalakannya. Pertama-tama aku bingung, tapi kemudian aku sadar, itu adalah aplikasi Skype. Dan seorang pria dengan kemeja kotak-kotak putih tengah tersenyum menatap kearahku dari dalam iPad itu.

   ”Kunyalakan volumenya…” Baro memberikan sebuah kabel pada Chihoon yang langsung menyambungkannya pada speaker.

   Dan pria di dalam iPad itu bernyanyi.

Motdwen malman baeweoseo (Because I only learned bad words)

Motdwen jitman baeweoseo (Because I only learned actions)

Chakhan ni imam mollaseo (and don’t know your heart)

Mweonga jakkuman kkoyeo kkoyeo (something always gets twisted twisted)

Ajik cheori eopseoseo (Because I’m still immature)

Gipeun sarangi eoryeoweo (A deep love is hard)

Sarang geukkajit geo geunyang mireo buchyeo (I, who thought ‘What’s love)

Saenggageul haetteon naega meomcheonghaesseo ( just keep pushing forward’
was stupid)

   Aku merasakan mataku panas! Omo~ dia bernyanyi dengan sungguh-sungguh, hingga memejamkan matanya, terutama ketika bagian ’Ajik cheori eopseoseo’. Aku ingin menangis, bukan karena sedih, namun karena malu. Kurasa ia benar-benar tidak berniat membatalkan janji hari ini.

   Kyorin memainkan nada pelan lagi, dan Donghae terus bernyanyi.

Jebal oh jebal

Jomdeo nal jikkyeobwajweo

Nae noryeok ni mideum

Geu kkeuten haengbokman isseo

Trans :

Please, oh, please

Just watch over me a bit more

At the end of my efforts and your trust, there’s only happiness

   Air mataku tumpah.

   ”Gongchannie…” panggil Donghae dari dalam iPad.

[Gongchan] Ja ije geuman ulja

Geuman ttuk nunmul dakkja

[Jinyoung] Geurae eolmana joha

Neon useul ttae jel yeppeo yeppeo yeah~

([Sandeul] Oh~)

Trans :

Alright, let’s stop crying now

Wipe away your tears now

Isn’t that much better?

You’re the prettiest when your smile

Oh~

   Aku menghapus air mataku, dan Donghae kembali menyanyikan bagian reffrain dari lagu Only Learned Bad Things, milik B1A4 tersebut.

   ”Haejinnie mianhae…” katanya setelah ia selesai bernyanyi, masih dalam iPad yang dipegang tegak oleh Baro. ”Aku benar-benar tidak bermaksud membatalkan janji. Kita akan kencan, aku tidak akan berbohong… aku akan menggantinya lain hari, Sayang.”

   Aku tersenyum, malu. ”Iya, tak apa~ kenapa kau melakukan ini? Aku baru bangun~ di depan mereka pula…” wajahku memerah, kututup dengan kedua tanganku, sementara member B1A4 tertawa.

   ”Itu penghiburan yang bisa kupikirkan untukmu…” katanya malu. ”Kau sangat menyukai B1A4 bukan? Terutama Gongchan…”

   ”Hae!” jeritku masih menutupi wajahku, sementara Chihoon benar-benar paling berbahagia, ia tertawa lepas sekali

   ”Aku senang kau tidak keluar. Padahal aku membatalkan janjiku, dan memintamu di rumah… kau mau menurutinya. Momma, saengilchukae… saranghae! Dan B1A4, kalian tolong temani pacarku bermain ya… aku akan pulang larut malam ini, temani dan hibur dia.”

   ”Ne, arasseo, Hyung!” jawab kelima B1A4 kompak.

   ”Gongchannie, jangan lupa berikan kuenya… aku membuatnya buru-buru disini, sebagai permintaan maafku.”

   Chihoon nyeletuk. ”Oppa, aku boleh minta kan?”

   ”Boleh.” Kekehnya. ”Jangan menangis ya, Sayang… maafkan aku. Saranghae!” dia membentuk hati di atas kepala.

   Dan sambungan Skype berakhir.

   ”Ah~” aku menangis kembali terharu dan Kyorin melepaskan gitarnya, untuk berlari memelukku. Kelima B1A4 bertepuk tangan, Chihoon juga ikutan, namun kurasa alasannya lebih kepada ia senang aku menangis.

   Ia begitu perhatian, ia memang selalu perhatian, meski ia masih sedikit egois, tapi ia bahkan mengirimkan teman untukku bermain.

   ”Ayo, Noona… tiup lilinmu!” kata Gongchan.

   ”Ne, uljimayo, Jin-ah,” kata CNU menepuk-nepuk bahuku.

   Mereka menyanyikan kembali lagu selamat ulang tahun, dan aku meniupnya. Kyorin memotongkan kue-kuenya, dan aku mencicipi kue yang Hae buat untukku. Rasanya manis.

   Mungkin ia memang belum sempurna sebagai laki-laki, tapi aku tahu ia akan selalu berusaha yang terbaik, untuk membahagiakanku. Maka, aku pun harus seperti itu, senyumku menatap seisi ruangan yang tengah memuji kemampuan Hae dalam membuat kue.

   ”Hanya kurang satu,” kata Chihoon pada Gongchan.

   ”Apa?” tanya Gongchan penasaran, bibirnya belepotan krim.

   ”Kurang banyak! Harusnya Oppa membuat lebih banyak… kita kan ramai-ramai. Mana aku ditarik saat sedang kencan…” gerutunya, sambil terus menikmati kue bagiannya.

   ”Omo! Jadi Felidis semua sudah berpacaran?!” seru Sandeul. ”Bukan hanya Haejin Noona? Bahkan Chihoon juga?!”

   ”Woah! Daebak!” kata Baro.

   ”Dua tetua kami saja masing single,” tunjuk Gongchan pada CNU dan Jinyoung yang tertawa.

   Aku menepuk dahiku, berbicara mengenai sifat Hae yang selalu berusaha membuatku bahagia. Satu lagi sifatnya yang lain, selalu berusaha membuat semua pria-pria yang kukagumi mengetahui, bahwa aku sudah punya pacar.

   Tsk!

   Kulihat Kyorin dan Chihoon sudah merepet panik menjelaskan bahwa yang memiliki pacar di Felidis hanya aku saja. Yah, sudahlah… toh aku bahagia, terima kasih Poppa~

-Keutt-

Yeah! Mimpiku memang ulang tahun dinyanyiin sama Donghae muahahahahaha… Terus dirayain sama artis-artis lain *ngimpi* yaaaa kali aje… Tadinya beneran pengen bikin Haejin-Donghae nekat jalan berdua, tapi belum tega… kapan ya teganya??

69 thoughts on “{JinHaeXy} Thank You, Poppa ♥

  1. akhirnya publik q kangen jinhae.hae tetep romantis.,q suka kalau jinhae adem ayem kayak gini dari pada berantem terus.haejin Selamat ulang Tahun

  2. ciehhhhh donghae romntis bngt😀
    tumben haejin nurut g’ keluar rmah???
    kiraiin bakal kencan bnran,,,,,hahahaha
    mau lnjtnnya dong eon hahaha
    aku suka 🙂

  3. Kyaaaaaaa romantiiiss..so suitttt>.<

    d nyanyiin ma bang hae+dapet kiriman kue bikinan bang hae sendiri.aigoo
    haejin yang sempet kecewa jadi ngelupain rasa kecewanya..

    Bang hae mang paling bisaaa..

  4. Omo… Mianhe,eonnie… Saengilchukae… Mian telat ya,eon… Aq gk buka Jinhaexy slma smggu ini…
    Ff-ny so sweet n rmnts bgt… Hae emg daebak… Sllu ngebuat haejin bhgia… Smga doa haejin t’kbul,1 thn ke dpn pnuh bhgia… Kue dr Hae bg” donk,eonn… Kn aq jg mw,​Ђίђίђί..ђίίђί.◦°˚˚°◦≈\=D/ :p

  5. Omo… Mianhe,eonnie… Saengilchukae… Mian telat ya,eon… Aq gk buka Jinhaexy slma smggu ini…
    Ff-ny so sweet n rmnts bgt… Hae emg daebak… Sllu ngebuat haejin bhgia… Smga doa haejin t’kbul,1 thn ke dpn pnuh bhgia… Kue dr Hae bg” donk,eonn… Kn aq jg mw,​Ђίђίђί..ђίίђί.◦°˚˚°◦≈\=D/ :p
    O iy,ucpn dr oppadeul SJ blm ada kn,eon??? Di FF dr SMTown cm changmin oppa,”̮ ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ “̮ ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ “̮..

  6. sangeil chukaeeeeee ^o^ *telattt
    ini haejin bneran yg ultah???
    saengil chukahamidaaaaa
    saengil chukahamidaaaaaa
    saengil chuka uri haejin saengil chukahamidaaaaaa
    bagi donghaex bagi donghaex
    bagi donghaex sekarang jugaaa
    sekarang juuu gaaaa seeekarang juuu gaaaa… *kabooorrrrrrrr

    ihh kirain beneran jinhae mw go public..
    secara elfishy banyak banget trsebar dmn2..
    serem ngebayanginx..
    hahahahaaa

  7. wahahanjeeeeeeeeerrrrrrrrrrr
    selalu dah tuh babies eksis yeh /plakk
    iye dah nge, iye.. pamer amat lu pacarnya haejin dah xD

    btw, itu apaan ada masuk-masuk segala -__________-
    obrolan orang dewasa jaman sekarang (?)

    saenghil cukkhae skali lagi buat haejin :*
    jan ngambekan coba /plakk jan tebar pesona mulu coba /plakk
    be healthy always!!! JinHae jjang!!

  8. huah ngarep haejin sma donghae kencan , tpi ternyata gak jadi kshn bngt haejin . . . . .
    crt.a seru bngt , sampe gak rela baca.a cpt2 gara2 crt.a kurang panjang . . . .
    huah . . . *nangisdipojokankamar*
    pokok.a seru onnie crt.a . . . ^_^

  9. Aahhh channie~
    Haejin mimpi apa pas tidur bangun2 ngeliat 5laki2 trs nyanyi???
    Ada resep khusus gak sih?? Mau juga!!! Hahahahha
    Hae romantis bgt.. Sampe mau nangis bacanya… *hiksu*

  10. ige mwoyaaaaa? undeniable sweetness~~~ daebak lah lg ulang taun dibikin kesel tp terus diksi surprise.. abis ngapain bangun2 ada 5 bocah imut dpn mata, dinyanyiin pula.. dan dpt kue bikinan donghae~~~~ *envy to death* hahaha ini berhubung hae msh punya janji ngedate berarti ada lanjutannya kan?? *colek2 nisya* anyway happy birthday (again) to nisya~~😄

  11. donghae jahaatt, ngasih janji palsu ke haejin, aku jadi haejin bakal bener bener ngambek kali ya kalo digituin, tapi untunglah ada B1A4, uwaahh, uri jinyoung \\\><///, muncul diaa,, kyaa

  12. ahhh, Hae~ romantisnya.
    mau dunk jadi Haejin, dinyanyiin lagu begitu pas ultah, dengan suara indah Hae bercampur dialek mokponya..
    kyaaaaaaaaaaaa MAU!!
    /jealous

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s