[120714] We Got Married ~Felixo 2~

Backroom

”Ah! Eonnie, otokhe?!” Kyorin memeluk Haejin panik, sementara Chihoon, yang memang sama sekali tidak terlihat panik, justru menertawainya. ”Apakah tadi tarianku hancur?”

”Ani, ani… kalian hebat.” Bujuk Haejin membelai punggungnya, dan menepuk bahu Chihoon juga. ”Dalam waktu singkat kalian sudah bisa menguasai koreografi… MAMA susah sekali.”

Kyorin masih membenamkan wajahnya pada bahu Haejin.

”Eonnie, tarian Eonnie sudah keren!” puji Chihoon.

Scream-ku mengerikan…”

Haejin tertawa. ”Ya! Kita tidak boleh terlihat gugup setelah ini mereka akan kesini menemui kita… kita harus terlihat tenang, meskipun malu. Ayo semuanya… Kyorin-ah, kau harus kuasai dirimu.”

”Oke, Eonnie.” Kyorin menepuk-nepuk pipinya.

Kini mereka bertiga duduk, dengan formasi biasa, Chihoon, Haejin dan Kyorin, yang menghadap pada sebuah meja panjang, dan enam buah kursi yang di sediakan tepat di sebrang mereka.

”Bisa setiap saat mereka masuk kesini.” Kata Chihoon menatap pintu dengan perasaan ingin tahu.

”Apa mereka menangkap pesan kita tadi ya?” tanya Kyorin pada Haejin.

Haejin terkekeh. ”Molla.”

Tok. Tok. Tok.

”OMO!” Kyorin menutup matanya.

”Ya ya ya, tenang… tenang…” Haejin menangkan Kyorin, karena Chihoon sudah nampak amat sangat tenang duduk di kursinya, dan pintu terbuka. Menampilkan Suho yang melongok ke dalam.

Wajahnya memerah begitu melihat ketiga Felidis duduk nyaman di kursi mereka.

”Oh, Sunbaenim… annyeonghaseyo.” Katanya.

”Annyeonghaseyo.” Ketiga Felidis kompak menjawab.

”Oh, silakan masuk…” kata Chihoon mempersilakan sambil menunjuk kursi-kursi yang ada di hadapannya.

Suho melebarkan pintu, kemudian masuk dan membungkuk, diikuti DO, Baekhyun, Chanyeol, Kai, dan Sehun, yang semuanya berwajah merah padam karena malu, dan terkikik-kikik sambil membungkuk.

Tanpa bisa dicegah, wajah Kyorin ikut memerah, Haejin sedikit merona, dan Chihoon, justru menikmati pemandangan yang ada di hadapannya sambil tertawa-tawa melihat reaksi keenam pria di hadapannya.

Haejin berdiri, dan Kyorin serta Chihoon ikut berdiri di kanan dan kirinya, sehingga kini mereka berhadapan.

”Hana dul set…” komando Suho. ”We are one! Annyeonghaseyo, EXO K-imnida.” Keenamnya membungkuk.

”Oh…” Haejin bengong menatap keenamnya.

”Annyeonghaseyo.” Kyorin membungkuk, dan Chihoon lagi-lagi tertawa.

Haejin mengangguk-angguk. ”Ne, kami juga harus memperkenalkan diri secara resmi. Hana, dul, set…”

Annyeonghaseyo, Fleur De La Supergirl-imnida…” ketiganya balas membungkuk, dan tentu saja keenam member EXO K kembali balas membungkuk.

”Ne…” Suho menatap membernya yang malu-malu, ganti kepada Felidis, dan wajahnya kembali merona. ”Annyeonghaseyo.”

Chihoon terbahak-bahak.

”Ne, silakan duduk.” Haejin akhirnya berinisiatif.

Akhirnya kini mereka duduk saling berhadapan, tak ada satu orang pun yang berani saling bertukar pandang, atau saling menatap. Semuanya hanya menunduk dan tertawa-tawa malu.

”Keurom, kita sudah berkumpul…” Haejin yang tentu saja, sudah bisa mengontrol dirinya, dan sebagai yang paling senior dalam bidang variety show, mau tak mau harus mengambil alih jalan pertemuan ini. ”Apa yang harus kita lakukan selanjutnya? Apakah ada mission card?” tanya Haejin pada PD.

”Kalian saling mengenal saja terlebih dahulu.”

”Ah, benar…” Haejin mengangguk dan tersenyum pada keenam namja yang terlihat kikuk di hadapannya. ”Bagaimana kalau kita mulai saling mengenalkan diri terlebih dahulu, satu persatu?”

Suho, sebagai leader menjawab. ”Ne, Sunbaenim.”

”Ah, ye… kau bisa mulai duluan,” Haejin menunjuk Suho.

Suho berdiri dan membungkuk dalam-dalam. ”Annyeonghaseyo, Felidis Sunbaenim. 22 tahun, pelindung dari EXO K, Suho-imnida. Mohon bantuannya.” Kelima membernya, dan ketiga member Felidis bertepuk tangan.

”Boleh dijelaskan tipe idealmu?” tanya Haejin lagi.

”Oh… tipe idealku…” ia tersenyum dan malu-malu menjawab. ”Gadis yang mau menerimaku apa adanya, dan mengerti aku. Kamsahamnida.”

Kembali semua bertepuk tangan.

Baekhyun yang duduk di sebelah Suho berdiri dan mengangguk dalam-dalam. ”Annyeonghaseyo, Felidis Sunbaenim. 21 tahun, Byun Baekhyun-imnida. Tipe idealku adalah gadis yang… tidak berbeda baik penampilanya di televisi, maupun aslinya. Kamsahamnida.”

Hingga Sehun, yang duduk paling ujung mengenalkan diri, semua mendengarkan dengan seksama. Dan barulah bergantian Felidis, dari Chihoon, Haejin, dan terakhir, yang terlihat paling malu, adalah Kyorin.

Setelah bagian Felidis selesai, kesembilannya kembali bertepuk tangan.

”Huuf…” keenam member EXO K, masih terlihat amat sangat gugup, dan Chihoon tidak membantu sama sekali dengan selalu tertawa, meski Haejin sudah melempar pandangan menegur kepadanya.

Kyorin yang sama gugupnya dengan keenam EXO K, berkata. ”Tapi atmosfer disini benar-benar tegang…”

”Ne.” keenam EXO K mengangguk setuju, dan Chihoon masih tertawa terus.

”Kita harus melakukan sesuatu, untuk menghilangkan ketegangan diantara kita…” kata Haejin pada Chihoon, yang terlihat paling rileks, dan tidak cemas atau pun gugup sama sekali.

”Sunbaenim,” kata Chanyeol. ”Apakah boleh kami bertanya bagaimana tipe ideal kalian?”

”Ah, benar benar!” Chihoon mengangguk. ”Kita belum menjelaskan tipe ideal kita.”

”Boleh, boleh… mau mulai darimana?” tanya Haejin.

”Haejin Sunbaenim boleh…” Chanyeol mempersilakan.

”Aku?” tanya Haejin.

Chihoon sama sekali tidak membantu dengan menjawab. ”SHINee Choi Minho, tipe idealnya SHINee Choi Minho!”

Dan keenam EXO K tertawa, begitu pula Kyorin. Dan Haejin panik lalu menepuk bahu Chihoon dengan gemas, sementara yang dimarahi malah senyum-senyum tanpa dosa.

”Apa? Kan benar… tipe ideal Eonnie itu seumur hidup SHINee Choi Minho, ya kan?” Chihoon meminta dukungan pada keenam member EXO K yang langsung mengangguk-angguk. ”Nah, lihat? Mereka pasti pernah menonton acara televisi… karena setiap Haejin Eonnie ditanya siapa tipe idealnya, sudah seperti menekan tombol replay saja, jawabannya akan selalu sama… SHINee Choi Minho!”

Kyorin kali ini ikut tertawa.

Dan dengan mengorbankan Haejin, ketegangan diantara EXO K dan Felidis mencair, mereka sama-sama tertawa.

”Majyeo, majyeo… aku lebih dari satu kali mendengarnya.” Kata DO.

”Mwo?!” Haejin berbalik menatap DO tak percaya, DO langsung tertawa lagi melihat ekspresi Haejin. ”Kau bilang kau pernah melihat aku bilang begitu?”

”Cukup sering, Sunbaenim.” Kali ini Suho yang menjawab.

Haejin menutup wajahnya.

”Nah, kan? Benar kan?” Chihoon semakin diatas angin, dan Chanyeol sudah bertepuk tangan heboh saking senangnya melihat pembully-an Haejin oleh Chihoon langsung di depan matanya sendiri.

”Aniyo! Aniyo!” Haejin menggeleng-geleng.

”Atau Eonnie mau bilang dalam setiap grup Eonnie memiliki tipe ideal? Bukankah itu akan lebih memalukan?”

Haejin menelungkup diatas meja, sementara semua member EXO K sudah terbahak-bahak melihat kelakuan Chihoon yang menskak mat kakaknya.

”Kalau begitu Sunbaenim,” Suho merasa kasihan, meski setengah geli juga. ”Kami tidak akan bertanya secara spesifik…”

”SHINee Choi Minho.” Jawab Chihoon.

Suho tertawa lagi. ”Secara umum saja, Sunbaenim…”

Haejin menghela napasnya dalam-dalam setelah menekap mulut Chihoon, yang kembali membuat member EXO K tertawa, kemudian berkata. ”Aku memang memiliki tipe ideal… tapi secara umum, aku menyukai pria yang posesif.”

”Ne?!” keenamnya terbelalak.

”Ne, Eonnie sangat suka pria posesif.” Chihoon kali ini mengangguk-angguk setuju, seolah mengetahui sesuatu.

”Jeongmalyeo, Sunbaenim? Pria posesif?!” ulang Baekhyun, dan Haejin mengangguk bersemangat. ”Bukankah perempuan paling tidak suka jika pria menjadi begitu posesif? Maksudnya, wanita kan juga tidak terlalu suka di kekang…”

”Menurutku posesif adalah insting dasar setiap pria…” Chanyeol mengangguk. ”Tapi aku belum pernah mendengar yeoja penyuka pria posesif.”

Haejin mengangguk. ”Seperti Kim Joowon di Secret Garden.”

”Hyunbin?!” alis Sehun naik.

”Ani, bukan Hyunbinnya… tapi  karakter Kim Joowonnya,” jelas Haejin lagi. ”Dia begitu posesif pada Gil Raim, atau semacam Goo Junpyo pada Geum Jandi. Semacam, nae yeoja seondaejima!” Haejin menjelaskan dengan benar-benar bersemangat. ”Oh, aku sangat menyukai pria seperti itu… terlihat cool!”

Keenam pria di hadapannya benar-benar speechless.

”Sunbaenim, jika Sunbaenim memiliki kekasih yang posesif…” kata Suho penasaran. ”Apakah Sunbaenim tidak akan merasa jengah? Maksudku… apakah yeoja menyukai perhatian macam, dihubungi, ditelepon, ditanyakan ada dimana… bersama siapa, sudah makan belum…”

Chihoon geleng-geleng. ”Ah, neomu shireo.” Gumamnya kecil, menatap Haejin dengan tidak percaya.

”Ah aku menyadari hal itu akan merepotkan,” Haejin mengangguk. ”Tapi fakta bahwa dia melakukan itu karena dia mencintaiku itu sangat, wow!”

Keenamnya kembali mengangguk, meski masih sedikit heran.

”Lalu, Kyorin Sunbaenim.” Baekhyun mempersilakan dengan tangan kanannya kepada Kyorin.

Kyorin tersenyum malu. ”Aku?”

”Kami dengar, Sunbaenim menyukai pria yang pandai bermain musik?”

Kyorin tersenyum dan mengangguk. ”Ya, boleh juga… tapi aku tidak terlalu menjadikan itu patokan…”

”Ne, Sunbaenim sangat pandai bermain musik, terlebih biola…”

”Ah, kamsahamnida.” Kyorin mengangguk malu.

”Ya!” Haejin menyenggolnya. ”Tipe idealmu seperti apa…”

Kyorin mengangguk-angguk. ”Ah, ne… tipe idelaku… mungkin karena aku tidak terlalu pandai untuk mengekspresikan diriku, aku hanya meminta ia menerimaku apa adanya dengan sikapku yang seperti ini. Atau kalau bisa dia memiliki sifat sama sepertiku.”

”Ah~” keenam EXO K bergumam.

”Keurigu… Chihoon Sunbaenim.” Kali Chanyeol mempersilakan Chihoon.

Chihoon terkekeh. ”Keundae, aku agak aneh jika kalian memanggilku Sunbaenim… terkesan terlalu formil. Kalian boleh menggunakan banmal kepadaku, tanpa perlu Sunbaenim, bagaimana pun aku masih lebih muda daripada kalian.”

”Oooooh…” EXO K nampak terkejut dengan  permintaan Chihoon.

”Ne, kalian boleh memanggilku Chihoon saja, gwenchana… aku tidak akan mempermasalahkan. Lagipula, aku benar-benar jauh di bawah kalian usianya… jika kalian tidak keberatan, boleh kupanggil Oppa? Kalian kan juga adik dari Oppaku.” Kata Chihoon.

”Ohh… Sunbaenim, kami merasa terhormat.” Suho mengangguk-angguk.

”Ne, Sunbaenim.”

”Chihoon saja!” koreksi Chihoon.

”Ne, Chihoon…”

”Ne, gomawoyo, Oppa.”

”Woah~” dan keenam EXO K langsung bertepuk tangan bangga dan saling pandang karena senang.

Haejin mengangguk-angguk. ”Ya kita boleh menggunakan banmal saja sekarang, toh setelah ini kita akan menjadi keluarga bukan? Salah satu diantara kita akan menikah dengan salah satu diantara kalian kan?”

”Oh, jinjjayo, Sunbaenim?! Bolehkah?” tanya DO terkejut.

”Ne, aku tidak keberatan… Kyorin-ah?” Haejin menoleh pada Kyorin menanyakan pendapatnya.

Kyorin tersenyum dan mengangguk. ”Ne aku tidak keberatan juga. Yang seumur denganku adalah… Sehun-ssi?”

”Kau kelahiran tahun berapa, Sunbaenim?” tanya Sehun.

”Aku tahun 1994,” jawab Kyorin sambil tersenyum.

”Ah ye, aku juga…”

”Bangapta Chingu-ya…” ledek Haejin sambil menyenggol bahu Kyorin.

DO menatap Haejin dan bertanya. ”Kalau begitu kami semua boleh memanggilmu Noona, Sunbaenim?”

”Omo! Noona?!” pekik Haejin.

”Mereka masih muda, Eonnie.” Jawab Chihoon senang. ”Kau paling tua disini.”

”Jinjja?!” kedua mata Haejin melebar dengan tak percaya menatap keenam member EXO K.

”Sunbaenim kelahiran tahun berapa?” tanya Baekhyun.

”Aku kelahiran 1991.” Jawab Haejin.

”Bangapta chingu-ya…” Suho berdiri dan menjulurkan tangannya, yang langsung disambut Haejin dengan gembira.

”Jinjja?! Kau 1991, Suho-ya?” Haejin sudah mulai menggunakan banmal-nya.

”Ne.” sahut Suho, dan kini semua member bertepuk tangan melihat tingkah Haejin yang sepertinya benar-benar berbahagia, dia tidak jadi yang paling tua diantara pria-pria tampan di hadapannya ini.

”Chihoon-ah, kau kelahiran tahun berapa?” tanya Chanyeol.

”Aku? Menurut Oppa?” tanya Chihoon.

Haejin menyahuti. ”Kalau melihat dari wajahnya kalian akan mengira ia setua aku kan?”

”YA! EONNIE!” jerit Chihoon.

Keenam EXO K terbahak-bahak.

”Benar, kan?? Itu karena faktor ia merupakan murid akselerasi,” Haejin balas dendam dengan membongkar seluruh kartu Chihoon. ”Ia jadi lebih dewasa sebelum waktunya, dan tahun depan ia akan lulus sekolah menengah bersama Kyorin.”

”OH JINJJA?!”

”Ne.”

Chihoon tersenyum malu.

”Daebak~”

”Tipe idealnya?” tanya DO.

”Tipe idealku adalah…”

”Penggebuk drum… umph!” dan mulut Haejin ditekap dengan sangat-sangat mengerikan oleh Chihoon, dan Kyorin hanya bisa tertawa sambil berusaha memisahkan kedua saudarinya yang bertengkar.

EXO K tentu sangat menikmati momen ini.

”Chihoonie, Chanyeol Oppa bisa memainkan drum,” tunjuk Baekhyun pada Chanyeol.

”Oh jinjja?” tanya Chihoon tertarik.

”Keundae Chihoon menyukai seseorang yang memiliki aegyo juga,” kata Haejin lagi setelah mulutnya dilepaskan oleh yang bersangkutan. ”Jadi campuran antara penggebuk drum yang memiliki aegyo… CN Blue… umph!” dan mulutnya dibungkam secara paksa lagi.

Tapi, EXO K sudah menangkap siapa yang dimaksudkan oleh Haejin.

”CN Blue Kang Minhyuk Sunbaenim?” tanya Suho sambil tertawa.

Chihoon menggigit  bibirnya sambil menatap penuh dendam pada Haejin yang cuek-cuek saja.

Oh my darling hey you… oh my darling hey you…”

”Keundae, aku juga mau bertanya…” Chihoon mengangkat tangannya. Keenam EXO K dan kedua Eonnienya diam. ”Kenapa Kai Oppa tidak berbicara sama sekali?” tanyanya.

Kai tersenyum-senyum malu.

”Ah dia memang pendiam, cool… dia sebagai wujud dari kharisma EXO K,” jawab DO pada Chihoon.

”Aniyo, aniyo…” Kai menggeleng-geleng malu.

”Woah tak terasa waktu begitu cepat berlalu~”

”Ne, ini sudah malam saja,” semua memandang berkeliling ruangan dan melihat jam yang sudah menunjukkan pukul sembilan malam.

Suho tertawa. ”Woah pertemuan hari ini sangat menyenangkan… awalnya kukira akan berjalan dengan sulit, karena kami sangat gugup. Neomu gomawoyo… Felidis Sunbaenim.”

”Eyy, gwenchana…” ketiga Felidis menyahut.

”Kami juga sangat senang,” kata Chihoon meyakinkan, Kyorin mengangguk-angguk setuju.

Haejin mengatupkan kedua tangannya. ”Oh ya, kami ingat mission yang harus kami  selesaikan…”

”Oh, Noona dapat mission juga?”

”Ne.” Haejin mengangguk. ”Mission kami adalah memilih dua calon ’The Groom’.”

”Ah…” keenam EXO K mengangguk mengerti.

Kyorin bertanya dengan penasaran. ”Apakah EXO K, juga memiliki mission yang serupa??”

”Ne,” keenamnya menyahut.

”Tapi kami hanya boleh memilih satu,” tambah Sehun, dan ketiga Felidis tertawa mendengarnya.

”Dan kami harus memilih dua!” sahut Chihoon lagi.

Haejin menatap keenam member EXO K, ”Sepertinya sebelum Felidis dan EXO K… err…” Haejin terlihat bimbang memilih katanya, ”Menikah.” Dan semua terbahak menahan tawa. ”Ne, sebelum Felidis dan EXO K menikah, karena kita semua tahu hanya akan ada satu dari kami Felidis, dan satu dari EXO K yang akan menikah, alangkah baiknya selama beberapa minggu kita melakuakan blind date.”

Blind date?”

”Tapi kita kan sudah mengenal satu sama lain hari ini, Noona.” Sahut Baekhyun diiringi tawa dari Chihoon. ”Setelah ini namanya bukan blind date lagi dong…”

”Ah, majyeo…” Haejin mengangguk-angguk.

Suho menyarankan. ”Begini, sebelum Felidis memilih siapa pasangan kalian, karena kalian diharuskan memilih dua, majyeo?” tanyanya, ketiga Felidis mengangguk. ”Dan sebelum mereka memilih, kita harus berusaha memenangkan hati member Felidis, untuk menjadi pasangan mereka.”

”Ah, seperti yang Hyung bilang kalau begitu, malam ini kompetisi akan langsung di mulai?” tanya Sehun.

”Ne!”

”Omo…” ketiga Felidis nampak khawatir.

”Felidis Sunbaenim masing-masing akan memilih dua orang diantara kami, dan kami juga akan memilih satu diantara kalian… berarti setelah itu kita akan berjuang untuk menjadi pasangan dari Felidis Sunbaenim?” tanya Chanyeol pada member-membernya,

Suho mengangguk. ”Ne, setelah itu siapa yang dipilih oleh Felidis Sunbaenim, akan kembali berkompetisi untuk dapat menikah.”

”Ah, sulitnya…” keluh DO.

Haejin tertawa melihat keenam member EXO K yang saling pandang dengan khawatir.

”Kalau begitu, EXO K Oppadeul sudah menentukan pilihan kalian?” tanya Chihoon penasaran.

”Ne!” seru keenamnya.

”Omo!” ketiga Felidis kembali bersemu-semu.

”Otokhe? Apa yang harus kita lakukan? Apakah mereka akan mengatakannya begitu saja kalau mereka memilih satu diantara kita?” tanya Kyorin yang wajahnya merupakan campuran ekspresi cemas namun bersemangat.

”Begini, bagaimana kalau… Member EXO K, menunjukkan kepada siapa perasaannya dengan menelepon ke dalam ponsel kita?!” saran Haejin.

”Ah! Super Junior blind date!” tunjuk Chanyeol bersemangat.

Haejin mengangguk-angguk setuju. ”Ne! Jadi, jika member EXO K menghubungi salah satu dari kita, dan itu merupakan pilihan kita juga…” ia memberitahu Kyorin dan Chihoon. ”Maka kita harus mengangkat teleponnya… tapi jika tidak, maka gugur.”

”Dua-duanya?” tanya Chihoon.

”Jadi maksud Eonnie, kita menerima dua telepon sekaligus?” tanya Kyorin.

Haejin mengangguk. ”Ne, jadi jika member EXO K menghubungi dan itu adalah pilihan kalian, maka silakan kalian angkat! Jika tidak… jangan diangkat, arasseo?!” katanya.

”Ne!” sahut Kyorin dan Chihoon.

”Keundae kami tidak tahu nomor ponsel Sunbaenim.” Kata Suho malu-malu.

”Ah, ini ini…” Haejin mengeluarkan ponselnya, begitu juga Chihoon dan Kyorin yang ikut mengeluarkan nomor ponsel mereka. ”Kita tidak usah menyimpan nomor mereka dulu sekarang, karena nanti ketika mereka menghubungi… kita akan tahu siapa yang menghubungi kita, oke?”

Kedua membernya mengangguk-angguk lagi, sementara seluruh member EXO K sibuk mengetikkan deretan nomor ke dalam ponsel mereka masing-masing dan memberi label nama pada daftar kontaknya.

”Kami akan berdiri disini untuk menunggu siapa yang akan menghubungi kami. Agar tidak ada kecurangan, sejujurnya… saat tadi kami membawakan lagu MAMA,” kata Haejin setelah berdiri di ujung ruangan, diantara Kyorin dan Chihoon. ”Kami sudah memberikan sign kepada kalian.”

”OH JINJJA?!” keenam EXO K yang tengah berjalan bergerombol ke sudut, mendadak berbalik menatap Felidis dengan ekspresi senang.

”Jadi tadi kalian menunjukkan kalian menyukai siapa saat menyanyikan MAMA?!”

”Ne.”

”Sejujurnya itu adalah rahasia Felidis, dalam memberikan secret sign kepada orang-orang yang kami kagumi…” kekeh Kyorin malu-malu, Chihoon dan Haejin mengangguk. ”Dan demi acara ini, dan demi EXO K, kami sengaja membocorkannya…”

DO menepuk tangannya, paham. ”Jika kalian mengcover SHINee, Haejin Noona selalu mengambil bagian Minho Hyung!”

”BETUL!” seru Chihoon.

Haejin menunduk dan geleng-geleng kepala.

”AH! JADI?!” jerit Chanyeol menunjuk kepada ketiga member Felidis. ”AKU PAHAM! Aku paham secret sign-nya!”

”Mwoya?!” tanya Baekhyun masih bengong.

”Kau paham?!”

Kai bergumam. ”Apa jangan-jangan secret sign-nya seperti yang tadi DO Hyung katakan?”

”Apa?” tanya DO tak mengerti.

”Mereka mengcover siapa tadi di atas panggung kalian ingat?! Satu orang mengcover dua orang diantara kita!” seru Chanyeol meloncat-loncat bagaikan bola basket diantara mereka, senang. ”Kalian ingat?!”

Wajah Kai bersemu merah, Sehun menatap seluruh Hyungnya bingung.

”Jinjja?!”

Ketiga Felidis menutupi wajahnya yang sudah merah padam, karena rahasia terdalam mereka terbongkar.

”Ah!” Suho menepuk tangannya mengerti, wajahnya mendadak memerah. ”Kalau begitu aku mengerti!”

Baekhyun, DO, dan Sehun masih terlihat bengong, sementara Chanyeol sudah tertawa-tawa puas dan melonjak-lonjak, Suho yang wajahnya merah padam, dan Kai yang menunduk, tak bisa menyembunyikan senyumannya yang menawan. Sama sekali tak ada yang berniat menjelaskan pada Baekhyun, DO, dan Sehun yang sepertinya sudah lupa sama sekali mengenai special stage dari Felidis tadi.

”Kalau begitu kita bisa mulai telepon sekarang…” kata Suho memegangi ponselnya, semua menggenggam ponselnya dengan gugup.

”Ah iya sebelumnya, agar tidak terjadi kecurangan… ketika tadi Felidis Sunbaenim belum tiba disini, kami EXO K, sudah menuliskan siapa pilihan ’The Bride’ kami.” Suho memberi tahu ketiga Felidis. ”Jadi tidak ada kecurangan.”

”Oke.” Sahut Chihoon.

”Jadi siapa duluan yang mau menelepon?” tanya Suho pada kelima membernya. ”Batu, gunting, kertas dulu?”

”Ah begitu lebih adil, Hyung.”

Dan mereka mulai saling suit untuk menentukan posisi pertama penelepon, dengan Felidis yang menunggu dengan gugup pula di ujung ruangan. Dan hasil ditentukan, bahwa yang terlebih dulu menelepon adalah sang maknae Sehun, disusul DO, Kai, Chanyeol, Baekhyun, dan Suho.

”Baik, aku akan menelepon…” Sehun menggerakan sesuatu di ponselnya.

Ketiga Felidis mengembuskan napas mereka sambil saling bergandengan tangan, menunggu, karena beberapa saat kemudian Sehun sudah menempelkan ponselnya pada telinga kanannya.

”Sehunnie, hwaiting!” kata Suho.

”Woho! Sehunnie!” yang lainnya ikut memberi semangat.

   I want you oh my love, naman sarangaejwo…

   Neol saranghanigga dareun sarang byeonhaedo

   Oh my love neoreul geurin jageun gaesum eonjeggajina

   Neoman ango isseulge

L. O. V. E. Girl…” Haejin bersenandung dan Chihoon menunjukkan Galaxy Note hitamnya dengan berseri-seri. ”Yah, Kang Minhyuk, jinjja!”

Chihoon langsung melotot. ”Eonnie!” sementara lagu Love Girl dari CN Blue masih mengalun. Dan Sehun menggigit bibirnya cemas menunggu panggilannya entah di jawab atau tidak.

Lagu berhenti.

Semua menatap Chihoon penasaran.

”Ne, yeoboseyo… Sehun Oppa?” tanya Chihoon dengan aegyo.

”GYAAAAAA!” teriak Felidis dan EXO K berbarengan.

”Oh, yeoboseyo… Chihoonie?”

”GYAAAA!”

”Oh.” Chihoon mengangguk-angguk sambil tersenyum berseri-seri. ”Akhirnya Oppa menelepon.”

Sehun tertawa malu. ”Keundae, bagaimana kau tahu ini Sehunnie Oppa?”

”Karena Oppa ada di depanku.”

Semua bertepuk tangan mendengar jawaban lugas dari Chihoon, dan keduanya memutuskan sambungan telpon mereka.

”Maknae couple,” kata Haejin senang. ”Aigooo… Sehun benar seperti tipe Chihoonie, memiliki aegyo. Kalau begitu yang sudah menjadi couple, kalian silakan berdiri di sebelah sana… ne.”

Chihoon dan Sehun bergerak ke sisi lain ruangan.

”Kalau begitu sekarang… DO!”

DO menggeleng-gelengkan kepalanya sambil mengerling ponselnya.

”DO-ssi kau masih bisa memilih orang yang sudah dipilih, kita memang masih harus berkompetisi.” Kata Haejin menenangkan DO yang nampaknya sedikit ’tertekan’ setelah melihat betapa lancarnya Sehun memilih Chihoon, yang menerimanya tanpa berpikir apa-apa.

DO mengangguk. ”Ne, aku akan menelepon.” Dan ia mendekatkan ponselnya ke telinga, sembari menunggu.

”Siapakah yang DO pilih?”

”DO hwaiting!”

   I want you oh my love, naman sarangaejwo…

   Neol saranghanigga dareun sarang byeonhaedo

   Oh my love neoreul geurin jageun gaesum eonjeggajina

   Neoman ango isseulge

”Mwo?!” pekik Haejin tak percaya, sudah dua orang yang memilih Chihoon yang melongo memegangi Galaxy Note-nya, dan Sehun yang terbahak tidak percaya di sampingnya.

”Chihoonie daebak!”

DO masih saja menunggu.

”Ne, yeoboseyo, Oppa.” Chihoon mengangkat teleponnya.

”Andwaeeeeeeeee~” rengek Sehun. ”Woaaaaa…”

”Chihoon-ah…” panggil DO. ”Apakah Oppa masih bisa kesana?”

Chihoon terkikik. ”Ne, Oppa…”

”WOAH! DAEBAK!”

”Chihoon-DO, couple!”

Dan DO melangkah mendekati Chihoon dan Chihoon membungkuk mempersilakannya, dan DO berdiri di samping Sehun yang nampak stress, ia berulangkali berkata. ”Andwae… DO Hyung andwae!”

”Dan kalian masih bisa memilih Chihoonie jika kalian memang ingin memilih Chihoonie, dan itu semua tergantung Chihoonie lagi jika ingin menerima kalian atau tidak.” Haejin memberitahu empat tersisa yang nampak takjub pada DO-Sehun.

”Kalau begitu sekarang, Kai-ssi!”

Kai mengangguk dan menekan tombol hijau pada sebuah nomor yang sudah ia persiapkan sejak tadi, dan didekatkannya ponselnya pada telinganya.

”Kai Hyung, hwaiting!” seru Sehun.

”Kai hwaiting!” seru yang lainnya.

Neoui ttolin sumgyeol hanakkaji nochiji ana

   Eunmilhage norin simjangui boseok

   Neoui buranhan geu siseonkkaji kkwetturheosseo nan

  Yonguiseonsangui neol chajanaesseo nan Freeze!

”Mwo?! SHINee?! Haejin Noona?” tanya Baekhyun kaget.

Haejin geleng-geleng mengangkat ponselnya, ”Aniyo, aniyo…” gelengnya lagi. ”Bukan ponselku.”

”Keurom…” Chanyeol menoleh pada Kyorin yang menatap ponselnya. ”Kyorin?” tanyanya.

Kyorin menutup wajahnya malu, dan mendekatkan ponselnya pada telinganya. ”Yeoboseyo.”

”Yeoboseyo, Kyorin-ssi.”

”Ah, ne… Kai-ssi.”

”WOAH!”

”Kai-Kyorin Couple!”

Haejin melogo, namun ikut bersorak seperti Chihoon yang begitu bersemangat, bersama DO dan Sehun yang ikut senang di belakangnya, sementara Kai dan Kyorin berpindah ke sisi lain ruangan, bersama Chihoon-DO-Sehun.

”Kyorin-ah, aku tak tahu kau suka SHINee juga!” seru Haejin.

Kyorin menutupi wajahnya malu.

”Gomapsumnida, Kyorin-ssi, sudah memilihku sejak awal,” Kai membungkuk pada Kyorin, dan Kyorin masih saja menutup wajahnya malu, dan membungkuk-bungkuk pada Kai.

”Ne, Kai-ssi.”

”Kalian kenapa belum menggunakan banmal?” tanya Chihoon heran.

Wajah Kai dan Kyorin tak ada bedanya, sama-sama merah padam.

”Kalau begitu sekarang Chanyeol!”

Chanyeol mengangguk, ”Algessimnida… aku akan menelepon.” Dan Chanyeol mendekatkan ponselnya pada telinganya menunggu.

Naega tteotda hamyeon da wechyeo Oppa, Oppa

   Tokyo, London, New York, Paris, Oppa… Oppa

   I’m so cool, I’m so cool, party like a superstar…

   I ppeuni deul da moyeora tteotda, Oppa… Oppa…

”OMO!” Haejin geragapan memblokir speaker ponselnya karena Chihoon sudah terbahak-bahak mendengar nada deringnya.

”Oppa, Oppa?!” seru Chihoon. ”Ya! Eonnie, bukankah kau bilang kau benci lagu itu?!”

”ANIYO!” balas Haejin, sementara lagu terus mengalun.

Chanyeol menunggu, dan Haejin menatap serius ponselnya. Chanyeol mendongak menatap Haejin dengan ponsel masih terpasang pada telinganya. ”Noona, angkat teleponnya.”

”WOAAAA!”

”Mwo?!” kekeh Haejin malu.

”Noona, aku tahu kau memberi sinyal kau menyukaiku. Kau mengcoverku tadi saat menyanyikan MAMA, iya kan Noona?!” tembak Chanyeol.

Wajah Haejin sudah semerah warna baju Kyorin sekarang.

”Angkat teleponnya Noona.” Mohon Chanyeol.

Dan Haejin menekan tombol hijau. ”Ne, Chanyeol-ah… yeoboseyo.”

”Gomawo, Noona.”

”Kalau begitu, Haejin-Chanyeol couple!”

Dan Haejin berjalan ke sebelah Kyorin yang memeluknya, dan Chanyeol yang terkekeh-kekeh mengekor di belakang Haejin.

”Ah~” ekspresi Baekhyun dan Suho sangat tidak baik, mereka terlihat benar-benar kecewa.

”Kalau begitu, Chihoon sudah memilih dua, Kyorin satu, dan aku satu… Baekhyun dan Suho, kalian masih bisa memilih Chihoon, jika Chihoon mengangkat telepon kalian, namun itu berarti Chihoon harus melepaskan salah satu pasangannya juga. Dan, siapa sekarang?” tanya Haejin.

Baekhyun mengangkat tangannya. ”Aku… ah~ aku berharap dia mau menerimaku… meski kelihatannya…” dan didekatkannya ponselnya ke telinga.

Neoui ttolin sumgyeol hanakkaji nochiji ana

   Eunmilhage norin simjangui boseok

   Neoui buranhan geu siseonkkaji kkwetturheosseo nan

  Yonguiseonsangui neol chajanaesseo nan Freeze!

Kyorin menatap ponselnya lagi dan mengerling pada Haejin dengan takut-takut, ”Eonnie, otokhe?!”

”Terserah…” sahut Haejin.

Akhirnya Kyorin memutuskan menekan tombol hijaunya juga. ”Yeoboseyo.” Sapanya.

”Yeoboseyo… Kyorin-ssi.”

”Oh, yeoboseyo…”

”Masih bolehkah aku memilihmu?”

”Ne, Oppa, silakan.”

Kai menepuk dahinya dan geleng-geleng tak percaya. Mendapati siapa rivalnya sekarang. Dan Baekhyun mendekat, disambut oleh anggukan malu dari Kyorin, dan kini semua menatap satu-satunya yang tersisa.

Sang leader, Suho.

”Suho-ssi, kau masih boleh memilih siapa pun…” kata Haejin. ”Kau tidak harus memilihku, tenang saja.” Chanyeol tertawa.

Suho mengangguk. ”Ne, aku akan menelepon.”

Naega tteotda hamyeon da wechyeo Oppa, Oppa

   Tokyo, London, New York, Paris, Oppa… Oppa

   I’m so cool, I’m so cool, party like a superstar…

   I ppeuni deul da moyeora tteotda, Oppa… Oppa…

”WOAH!” seru Chanyeol.

Haejin tertawa dan menutupi wajahnya dengan ponselnya. Sementara Suho terlihat begitu serius dengan sambungan teleponnya.

”Eonnie, angkat lah! Berisik sekali ringtone-mu…” Chihoon menutupi telinganya. ”Kenapa kau pakai ringtone itu sih?!”

Haejin terkekeh. ”Agar kalau aku sedang tidur terdengar…” dan semua yang mendengarnya tertawa. ”Ne, yeoboseyo.”

”ANDWAE! SUHO HYUNG!” teriak Chanyeol frustasi.

Suho berjalan mendekat dan mengulurkan tangannya, dan Haejin menjabatnya. ”Kamsahamnida.”

”Haejin-Suho couple!”

”Oke, sekarang kita semua sudah saling mengetahui satu sama lain,” Haejin memandang semuanya. ”Bagaimana… perasaan kita yang sebenar-benarnya dan pilihan kita. Sehun – Chihoon – DO. Lalu Kai – Kyorin – Baekhyun. Dan Chanyeol – aku – Suho.”

Semua mengangguk lagi sambil bertepuk tangan.

”Dan selama beberapa waktu, EXO K, kalian harus berusaha sekuat tenaga untuk mengambil hati kami, para gadis…” kata Haejin sedikit malu. Namun keenam pria itu mengangguk-angguk. ”Dan untuk sementara sebelum benar-benar menjadi suami-istri status kita adalah kencan.”

Chihoon mengangguk bersemangat.

”Dan kita masih belum mendapatkan mission selanjutnya?” tanya Haejin pada PD.

”Kalian akan mempersiapkan diri untuk kencan kalian besok. Masing-masing calon ’The Groom’ akan mendapatkan kesempatan selama delapan jam untuk mengencani calon ’The Bride’ besok.”

Chihoon menepukkan tangannya puas.

”Jadi besok kita akan kencan?” tanya Haejin.

”Ne, kalian akan kencan di tempat berbeda… dan untuk malam ini, kami sudah menyediakan tiga buah mobil untuk kalian mengantarkan pulang para gadis.”

”Ne?!”

”Jamkamanyeo, jadi kita satu mobil bertiga?” tanya Baekhyun. ”Aku, Kyorin, dan Kai?”

PD mengangguk.

”Omo!”

”Pertarungan sudah di mulai, ingat janji kita, bahwa kita akan berusaha sekuat tenaga secara adil, ya?” Suho berpesan kepada member-membernya, termasuk kepada Chanyeol.

”Chulbal!” Chihoon dengan ceria melangkah keluar mendahului yang lainnya.

-TBC-

54 thoughts on “[120714] We Got Married ~Felixo 2~

  1. Astaga! Sehun-ah~~ hati2 sama adeknya evil.. Soalnya dia evil juga!!
    Hahahahha
    Ini kocak sumpah!! Ngakak sendiri bacanya.. Sambil nunggu buka puasa jd gak berasa hahaahaha😀

  2. Aigoo~ kyorin sama kai sama baekhyun????
    Asdfghjkl itu biasku dua2nyaaa
    Kalo gitu….. Aku dukung kyorin😀 wkwkwk
    Nice ff onnie n_n

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s