{JinHaeXy} Cold Heart, Baby? 3/3

Title : Cold Heart, Baby?

Length : Chapter

Rate : PG15 (Aww!)

Genre : JinHaeXy Universe, Romance, Humor

Cast :

  • Lee Donghae
  • Lee Haejin
  • Felidis Member

Cold Heart, Baby? 3/3

Haejin memasukkan satu demi satu kombinasi sandi apartemennya, di belakangnya Kyorin dan Chihoon yang menguap menunggu. Setelah berbunyi menandakan akses yang diterima, Haejin mendorong terbuka pintunya sembari melepas pumps-nya, begitu pula kedua adiknya.

   ”Chihoonie, mandi!” paksa Kyorin.

   ”Ah, Eonnie, capek…”

   ”Mandi!” dan Kyorin sudah menyeret Chihoon begitu saja masuk ke dalam kamar mandi utama, sementara Haejin meletakkan sepatunya di atas rak-rak yang berjajar rapi di samping pintu masuk, dan memakai sandal rumahnya kembali ke dalam kamarnya.

   Ia merasa sudah cukup membilas diri ketika di kolam renang tadi, dan Kyorin takkan memaksanya untuk mandi pula. Maka Haejin hanya mengganti pakaiannya saja dengan baju tidur tipis, dan cuci muka saja. Waktu pun belum terlalu malam, dan dengan sisa semangat yang tersisa, Haejin naik ke atas undakan meja kerjanya, dan mulai menyalakan laptopnya.

   Dan semangatnya jelas langsung merosot melihat tidak ada kabar apa-apa mengenai kekasihnya. Tidak di sekian banyak jejaring sosial yang mereka buat, tidak juga di dalam pesan-pesan singkat.

   Menghela napas, merasa tidak ingin menjadikan hari yang indah ini memburuk, Haejin menarik keluar iPod touch-nya, satu-satunya barang Apple yang ia miliki, dan disambungkannya pada speaker. Lagi, diputarnya lagu lawas U-Kiss yang berjudul 0330.

   Permintaan khusus dari Eli memang, dalam makan malam bersama anak-anak 91liners. Mir, yang memang ’ember’ senang sekali mengganggu Eli, bahwa Haejin tidak pernah begitu ngeh dengan lagu-lagu U-Kiss, hingga ia merasa tidak enak dan mulai mendengarkan lagu-lagu teranyar dari U-Kiss, yang ternyata memang sangat enak. Dan terbawa suasana mellow dalam hatinya, segera saja 0330 menjadi lagu favoritnya belakangan ini.

   ”Tidak ada nonton DVD atau apa pun ya,” Haejin keluar dari kamar dengan mata disipitkan, pada Kyorin yang tengah memakai lotion malam di ruang tengah, dan Chihoon yang memegang remote televisi, dan wajahnya yang cemberut. ”Besok kita harus berlatih, Chihoonie.”

   Kyorin berdiri dan membawa botol lotion-nya kembali ke dalam kulkas, demi menjaga suhu lotion tersebut. ”Kalau begitu aku tidur, Eonnie, jalja.” Kyorin melambai dan masuk ke dalam kamarnya.

   ”Chihoonie, The Moon That Embraces The Sun masih bisa ditonton lain kali, sekarang tidur!”

   ”Ah, Eonnie~” keluh Chihoon. ”Kau selalu protes jika aku memasang film ini di mobil. Jadi kapan aku bisa menyelesaikannya? Ryeowook Oppa sudah lama memberikannya padaku, dan sampai saat ini aku baru menonton lima episode saja!”

   ”Itu karena aku tidak suka drama kolosal, dan kau tonton di tabletmu pakai earphone kan bisa! Jangan banyak alasan, sekarang tidur!”

   Chihoon berdiri bersungut-sungut tapi toh berjalan ogah-ogahan menuju pintu kamarnya, begitu pintu kamarnya sudah terbuka, namun ia berbalik dan bibirnya mengerucut lucu. ”Kau hanya tidak mau melihat si Seol kan, Eonnie?!”

   ”Seol siapa?” tanya Haejin bingung.

   ”Ugh!” dan dengan kesal Chihoon masuk ke dalam kamarnya dan membanting pintunya menutup.

   Haejin menggelengkan kepalanya, dan masuk kembali ke dalam kamarnya, mencari headphone pink-nya, dan langsung menyambungkannya pada iPod player-nya dan membawanya berbaring sambil memanjangkan kabel headphone-nya hingga ia bisa berbaring dengan nyaman, dan mematikan semua lampu kecuali lampu tidurnya.

   Haejin tidak tahu 0330, Only Learned Bad Things, dan Love Disease sudah berputar berapa lagi, karena ia sendiri yang mengulang-ulanginya, namun ia tidak juga segera tertidur. Matanya tetap terpejam, tapi otaknya beradu. Mungkin sisi kanan memaksa untuk memikirkan ehem Donghae, namun sisi kiri, seperti biasa, selalu mengomeli sisi lainnya untuk diam.

   Dan itu benar-benar sama sekali tidak membantu dirinya untuk tertidur. Haejin kembali berguling dan memeluk bantal Nemo-nya, menghirup wangi deterjennya yang tidak terlalu menyengat, ketika ia merasakan colekan pada bahunya. Dibukanya matanya, dan dilepaskannya headphone-nya sambil menoleh.

   ”Pantas saja…” Chihoon geleng-geleng.

   ”Apa?” tanya Haejin. ”Kenapa kau tidak tidur?!”

   ”Bel berbunyi berulang kali, Eonnie! Kau punya tamu… dan jangan tidur malam-malam!” ancamnya balik.

   Haejin duduk dan mulai merapikan rambutnya. ”Tamu?” tanyanya bingung.

   ”Oh, tamu…”

   ”Semalam ini ada tamu?!”

   ”Ya, Eonnie lihat saja sendiri sana…” dan Chihoon melenggang terlebih dahulu ketika Haejin yang bingung memakai sandal rumahnya dan mengikutinya. Baru saja ia tiba di tepi pintu kamarnya, sedikit mengernyit melihat cahaya lampu di ruang tengah, tapi dia membelalak melihat siapa yang duduk di sofa.

   Chihoon terkekeh. ”Itu tamunya… apa Eonnie bahagia?”

   Haejin memicingkan matanya lagi, untuk memastikan apakah benar yang ia lihat, sebelum pria yang duduk di sofa dengan begitu nyamannya itu tersenyum miring, nakal. Haejin mengernyit, apa-apaan dia?

   ”Eonnie!”

   ”Apa?” tanya Haejin sebal.

   ”Itu Donghae Oppa,” tunjuk Chihoon gemas.

   ”Ya lalu?!” tanya Haejin balik dengan sebal.

   Chihoon menghela napasnya dalam-dalam, putus asa. ”Ah sudahlah, aku mau tidur…” dan ia benar-benar masuk kembali ke dalam kamarnya. ”Jaljayo, Donghae Oppa~” teriaknya dari dalam kamar.

   ”Cih~”

   Tapi Haejin mendengar dengan jelas, Donghae menjawab. ”Ne, mimpi indah, Chihoonie.”

   Haejin menyipit menatap makhluk yang sangat out from nowhere yang kini tengah duduk di atas sofa, meluruskan kakinya ke atas meja, nampak santai dan bahkan bersandar.

   Apa-apaan dia?!

   ”Mau sampai kapan berdiri disana?” tanya Donghae dengan nada menggoda. ”Kemarilah, aku tahu kau rindu padaku.”

   Apa?! Haejin berdecak dan balik badan masuk ke dalam kamarnya kembali, serta merta membanting pintunya, dan kembali berbaring, menyelimuti seluruh tubuhnya. Merajuk.

   Tak lama, lampu kamarnya menyala.

   ”Ya! Ada tamu malah ditinggal tidur…” omel Donghae yang berdiri di tepi pintu menatap Haejin yang terbungkus selimut.

   Haejin melepas selimutnya dan menoleh pada Donghae yang menyipit menatapnya sebal, dan balas cemberut. ”Ini sudah malam.”

   ”Lalu?”

   ”Kau salah waktu berkunjung.” Dan Haejin mengubur dirinya lagi ke dalam selimut.

   ”Oh ayolah jangan begitu,” dan Donghae menutup pintu kamar Haejin dan menghampirinya, sambil menarik lepas selimut Haejin begitu saja, dan duduk di tepi tempat tidur kecil itu sambil mendorong-dorong pelan tubuh Haejin yang memunggunginya. ”Hei…”

   Haejin masih diam saja, cemberut.

   ”Bukankah kau rindu padaku?” tanya Donghae sambil terkekeh. ”Hei, hei… sudahlah, aku sudah ada disini, dan kau tidak perlu membuat repot kedua adikmu lagi. Yang kemudian merepotkan seluruh member, dan kemudian aku yang harus dirong-rong oleh mereka, cepat berbalik dan peluk aku.”

   Haejin berbalik, dan buru-buru duduk, menatap Donghae tidak percaya. ”Mwo?! Bilang apa kau barusan?!”

   Donghae mengangkat alisnya, dan wajahnya terlihat begitu santai. Ia mengangkat bahunya sebelum menjawab. ”Cepat berbalik dan peluk aku. Sekarang kau sudah berbalik, boleh peluk…”

   Haejin mengambil boneka Nemonya, dan melemparnya pada Donghae. ”Hanya dalam mimpimu, Lee Donghae-ssi!” serunya tajam. ”Kau ini! Apa sih maumu?!” omel Haejin kesal, matanya mulai memanas. Ia kesal! Amat sangat kesal. Awalnya ia senang karena Donghae datang, tapi semua yang Donghae lakukan dan katakan justru menyakiti hatinya.

   Ya, dia memang rindu sekali pada kekasihnya itu, tapi semua yang Donghae katakan tadi, seolah-olah hanya dia yang merasakan rindu itu. Tidak sebaliknya.

   ”Kalau kau datang hanya mau membuatku emosi, lebih baik pulang! Aku sibuk sekali belakangan ini. Dan bukankah kau juga?!” bentak Haejin. ”Jadi cepat angkat kakimu dari sini sebelum aku yang menendangmu keluar!” ia tidak peduli betapa kasarnya kata-katanya saking meluap-luapnya emosi yang ia rasakan.

   Dilihatnya Donghae hanya tersenyum, simpul.

   ”Apa?!” bentaknya lagi.

   ”Apa sulitnya sih jujur?” bahkan sekarang Donghae mengambil boneka Nemonya dan masih sambil senyum-senyum sendiri, ia memainkan boneka tersebut. ”Aku sudah berbaik hati lho untuk datang kesini.” Ditatapnya Haejin dengan matanya yang berkilat-kilat, puas.

   Haejin menggeram sebal. ”Apa sih yang kau bicarakan?”

   ”Lee Haejin,” Donghae menarik pergelangan tangan Haejin dan membawanya duduk lagi. ”Kau itu sudah merajuk selama berminggu-minggu, bukan? Adik-adikmu sendiri yang bilang.”

   ”Kenapa aku harus merajuk?!” sangkal Haejin.

   ”Karena rindu padaku.” Sahut Donghae bahagia.

   ”Siapa yang rindu padamu?! Tanya pada Chihoon dan Kyorin? Apa aku pernah bilang aku rindu padamu?! Tidak‼!”

   Donghae mengangkat alisnya, kentara sekali tidak percaya. ”Jeongmal?!”

   ”Ne!” Haejin berusaha keras menyembunyikan perasaannya yang sebenarnya, dan hanya menunjukkan kekesalannya saja. Namun alangkah kesalnya Haejin, emosinya semakin bertumpuk di ubun-ubun kepalanya, melihat Donghae, tetap tenang, tersenyum menatap Haejin.

   Donghae geleng-geleng dan menggoyangkan telunjuknya, lalu meraih Haejin lagi dan mendudukkannya tegak di atas tempat tidur, sementara ia sendiri berdiri dan membukuk, dengan wajah yang hanya memiliki sedikit jarak dari kekasihnya itu. Donghae menyeringai puas melihat Haejin tergagap merasakan desau nafasnya yang begitu dekat menerpa kulitnya.

   Perlahan-lahan Donghae mengangkat kedua tangannya menuju rambutnya, dan menggunakan dua bola mata Haejin untuk berkaca. Ia merapikan rambutnya, dan mengagumi bayangannya yang, menurutnya, begitu sempurna. Satu-satunya yang dipantulkan dalam bola mata kekasihnya.

   ”Kau yakin tidak merindukan kekasihmu yang tampan ini?” tanya Donghae sambil menyingkirkan beberapa helai rambutnya untuk membuat dahinya mengintip sedikit dalam belahan rambut yang ia buat. ”Kau yakin juga tidak merasa ada berubah dari kekasihmu ini? Lihat, lebih sehat, lebih kekar… lebih berisi, dan yang jelas… lebih tampan.”

   Dan sebuah boneka lain melayang pada wajahnya.

   Donghae terbahak-bahak. ”Oke, aku lupa kata kuncinya untuk gadis yang cemberut di hadapanku ini. Kau yakin, pacarmu ini tidak bertambah…” Donghae mendekatkan wajahnya pada telinga kiri Haejin, dan berbisik dengan suara rendah dan seraknya. ”Seksi?”

   ”Seksi kepalamu?!” Haejin kemudian mencubiti Donghae dengan geram, hingga Donghae belingsatan menghindar, berlari mengitari kamar Haejin yang kecil. Haejin meraih bonekanya yang lain, kali ini cukup besar, dan dikejarnya Donghae, dan dipukulinya setiap senti tubuh Donghae yang bisa ia raih. ”Kau! Pacar. Paling. Tidak. Tahu. Diri. Sedunia. Kau. Pacar. Paling. Menyebalkan. Kau. Pulang. Saja. Sana.” Haejin melampiaskan seluruh kekesalannya.

   Donghae dengan sigap menangkap kedua pergelangan tangannya, dan membuang bonekanya entah kemana. Tapi, entah mengapa, ia tidak terpengaruh sama sekali. Wajahnya masih santai, dan justru tersenyum, dan menyembunyikan tangan Haejin di balik punggung, sambil sekali lagi mendekatkan tubuhnya pada kekasihnya, yang sudah hampir menangis.

   ”Sekarang kutanya, mengapa kau bilang aku tidak tahu diri lalu menyebalkan, dan menyuruhku pulang?” tanya Donghae lagi dengan nada riang seperti menyanyikan lagu, sengaja membuat emosi Haejin yang sudah naik, makin memuncak.

   ”Uh!”

   ”Jangan mengeluh, Sayang, ayo katakan kenapa…?”

   Dan emosi Haejin tumpah dalam bentuk tangisan, dia mengisak saking kesalnya dan sekarang memukuli dada bidang Donghae dengan kedua tangannya, namun lemah, karena ia terguncang-guncang dalam tangisnya. Yang ada dalam pikirannya adalah, betapa tak sensitifnya kekasihnya! Kemana kekasihnya yang biasanya selalu bisa menebak perasaannya tanpa perlu ia utarakan?! Dia kesaaaaaaaaaaal!

   ”Kenapa malah menangis, hei?”

  Dan tidak ada romantis-romantisnya pula! Padahal ia sudah menangis, tapi Donghae hanya nyengir bodoh di hadapannya dan bertanya! Bertanya saudara-saudara, kenapa kekasihnya ini menangis?!

   ”Sudahlah kau pulang saja sana…” kini Haejin mencengkram bagian depan kemeja Donghae, dan suaranya penuh permohonan. ”Pulang saja sana…” katanya dengan isakan yang masing jelas.

   ”Aku tidak akan pulang sebelum aku mendapatkan jawaban,” sahut Donghae riang.

   Haejin mengerang frustasi dan merosot di lantai, melipat lututnya dan menangis semakin kencang. ”Huaaaaa, kau jahatb sekali! Pulang saja sanaaaaa…” rengeknya. ”Kenapa terus memaksa sih?!” isak Haejin.

   ”Aku kan bertanya,” Donghae mengangkat kedua tangannya. ”Aku kesini setelah mendapatkan laporan dari adik-adikmu dan dari memberku. Sesampainya disini kau marah-marah. Kan aku bingung…”

   ”Ah! Babo!”

   ”Ya makanya ajarkan dong kalau aku babo…”

   ”Sudahlah pulang…” Haejin menendang-nendang di lantai seperti anak kecil, frustasi.

   Donghae menatap Haejin yang menangis seperti anak kecil di lantai, di hadapannya kini, lalu menghela napasnya dalam-dalam. Permainan ini, Haejin duluan yang mulai, dan ia hanya mengikutinya, dan ia ingin menang! Tapi ternyata… melihat Haejin menangis begini, ia juga tidak tega.

   Akhirnya perlahan, Donghae  berlutut, menyamakan tubuhnya dengan Haejin yang duduk bersila, menangis, dan tampak jelek sekali, kekeh Donghae dalam hati. ”Sudah, jangan menangis! Jelek!”

   ”Kau kira kalau kau menangis kau tampan?!” balas Haejin tajam, tidak pernah mau kalah.

   Donghae memutar matanya. ”Jadi, tidak rindu padaku?” Donghae tetap bertekad.

   Haejin mengusap matanya, Donghae sudah setengah berharap Haejin akan jujur dan menjawab ya. Namun, Haejin tetaplah seorang Haejin, dengan sejuta gengsi yang selalu ada di dalam kepalanya. Ia justru menatap Donghae tajam, dan bibirnya mengerucut sebal.

   ”Yakin, tidak rindu padaku?”

   ”Tidak! Kau tuli?!”

   Donghae mengedipkan matanya. ”Aku tidak percaya.” Tiba-tiba dengan senyum super percaya dirinya, ia meraih tengkuk Haejin dan mendaratkan ciumannya pada bibir merah yang tengah merajuk itu.

   Haejin tergagap. Ia tahu reaksi pertamanya, seharusnya menendang Donghae jauh-jauh. Apa-apaan dia, tidak memberi kabar, tidak bilang rindu. Datang seenak jidat dan menuntut minta dirindukan?! Lee Donghae ini…

   TAPI.

   Seperti yang Donghae selalu bisa prediksi, dan ia menemukan kehangatan dalam hatinya. Ia kini benar-benar mengenal Haejin luar-dalam. Ia tahu, Haejin selama ini diam, tidak mencarinya, bukan berarti tidak merindukannya. Ia tahu Haejin hanya terlalu malu untuk mengakuinya terlebih dahulu disaat mereka tengah berpisah begitu jauhnya, tenggelam dalam kesibukan masing-masing.

   Sebuah hubungan jarak jauh, terkadang memang menimbulkan kecanggungan jika tak ada komunikasih yang lancar, bukan? Namun, menemui fakta bahwa Haejin sebetulnya gelisah tidak bertemu dengannya, memberikannya kekuatan, dan mengaburkan segala kecurigaan serta cemburunya.

   Dan sekarang, bukti nyata lainnya… Lee Haejin, takkan pernah bisa menyangkal atau menampik kehebatan ciuman seorang Lee Donghae, pikir Donghae jumawa.

   Donghae terus menahan tengkuk Haejin, agar ia tidak melepaskan diri dan melumat bibir merah yang melengkung seksi itu. Menggoda setiap inchi yang bisa ia raih, dan dengan daya upayanya, ia berhasil membuat Haejin melepaskan gengsinya, untuk pertama kalinya. Haejin membiarkan lidah Donghae masuk menjamah lidahnya dan bermain disana.

   Hingga permainan melemah, dan Haejin yang masih tetap kehausan dan telah tersesat terus bergerak mempertahankan kedua bibir mereka agar tetap bertaut, hingga ia tidak sadar, Donghae sudah tersenyum menang, dan tidak bergerak, sementara Haejin terus menciuminya.

   Dan akhirnya, Haejin sadar, bahwa hanya ia yang bergerak, sementara Donghae diam, dan menikmati. Dan Haejin segera mundur dan menutup mulutnya, wajahnya merah padam.

   ”Masih tidak mau mengaku kalau rindu padaku?” tanya Donghae jail.

    ”Huaaaaaa, aku nangis lagi nih!”

   Donghae tertawa terbahak-bahak. ”Ya! Tinggal jawab iya atau tidak,dan ini tidak di depan penonton seperti Strong Heart waktu kau ditanya mau memilihku atau Minho. Sekarang cuma ada kita berdua, dan… boneka-bonekamu!” tunjuk Donghae sok polos. ”Kecuali kalau kau ditanya di depan publik lagi. Lagipula apa susahnya sih menjawab ketika aku sendiri sudah tahu jawabannya?”

   ”Lalu kenapa bertanya?!” sahut Haejin gemas.

   ”Karena aku mau mendengarnya keluar dari mulutmu, duluan!” jawab Donghae. ”Dan aku akan menjelaskan segala sikapku selama ini kepadamu.”

   Haejin menatapnya, matanya menyipit tidak percaya. ”Memangnya kenapa? Lupa punya pacar, kan?”

   ”Mana mungkin.” Donghae nyengir.

   ”Lalu?!”

   ”Jawab dulu! Rindu padaku atau tidak?!”

   Haejin menghela napas dalam-dalam sementara Donghae memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana jinsnya, menunggu dengan wajah yang sangat kentara menikmati menyiksa Haejin.

   Haejin menghela napasnya dalam-dalam lagi, dan mulai membuka mulutnya untuk menjawab.

   Dan Donghae mengangkat alisnya, tinggi, menunggu.

   ”Ne.” ujar Haejin, pelan sekali.

   ”Apa? Apa? Tidak dengar?” tanya Donghae mendekatkan telinganya pada Haejin. ”Apa? Kau rindu padaku atau tidak?”

   ”Ne.”

   ”Apa?”

   ”Ne?”

   ”Ne apa? Jangan cuma ’ne’ dong…”

   Haejin menggembungkan pipinya kesal, tapi kemudian, demi penjelasan, dia menyahut. ”Ne, nan jeongmal bogoshipo…” gumamnya.

   ”Tidak kedengaran, Sayang…”

   ”Mulai ketularan Siwon ya?!” omel Haejin. ”NE, NAN JEONGMAL BOGOSHIPO, PUAS?!”

   Donghae mengeluarkan ponselnya dan menekan sesuatu, yang langsung berbunyi : ”NE, NAN JEONGMAL BOGOSHIPO, PUAS?!”

   ”HUAAAAAA!” dan Haejin menangis lagi.

-End-

Semua makna yang Nisya bikin disini tersirat, bukan tersurat… jadi silakan tangkap sendiri apa maksudnya si Donghae yeee… Kalau belum ngerti ulang baca lagi, yang udah ngerti, dapet jempol muehehehehehe…

95 thoughts on “{JinHaeXy} Cold Heart, Baby? 3/3

  1. hahahaaha unyuuu sekali waktu hae ngerekam haejin..
    si hae kn biasanya ga bisa lama” ga contact sm haejin,.
    gaya ih skrg si hae,, haha
    dan dy dgn pedenya ngmg kalo tmbh seksi *ngakak
    basgu on ff nya.. ditunggu jinhaexy lainnya on ..

  2. Hahahahha sumpah LDH jail banget tu.
    Lucu deh cara Donghae meruntuhkan gengsinya Haejin onnie.
    Geleng2 kepala bayangin haejin onnie duduk di lantai sambil ngerengek2 nangis pula. Hahahaha

  3. si hae makin narsi ye… wkkkkwkwk
    ya oloh hae.. hnya bwt haejin mengakui rindu aja ampe bikin anx org nangis… di rekam lagi. rekamannya dipakai bwt ngejahilin haejin nanti ni pasti. wkkwk
    hae PD abz deh ya skrng.

  4. i see i see
    selama ini kan hampir hae mulu yg selalu memulai, nelpon lah, ngajak main lah, bilang rindu lah :p tp kali ini hae pgn denger haejin dluan yg blg gt. yah kurang lbh gt deh, pokoknya aku nangkep hahaha lucu jg hae begini, tumben ga ikut nangis liat haejin nangis :p
    dan ditanya nangis kenapa itu pasti keselnya minta dibajek ya tu hae..wkwkwk
    penasaran, jinhae ayo bikin cerita lg ^_^
    sya fighting !!!! donghae fighting (?) !!!

  5. wkwk.. oppa, saking mau menang ampe bikin anak org nangis.. wkwk tp sekali2 gpp c bikin haejin unnie begitu wkwk..
    rekamanny pke buat ringtone hp doong oppa.. wkwk mau tau kn tangapan member yg lain ny.. wkwk

  6. Hahahahaha😄
    Akhirnya kan baekan juga..
    Gengsi nya turunin dikit kek haejin..
    Kena batunya juga kan ┒(˘- ˘ )┎

    Donghae lagi jadi banyak gaya sekarang sok bangaaaat!!
    Tapi gapapa jd cool (˘⌣˘ʃƪ)
    Sebegitu pengennya denger kata ‘kangen’ si nemo -_-”
    Dijadiin bahan pamer deh tuh rekaman ┒(˘- ˘ )┎

    Sering2 yang lawak onn, haejin tertindas aja apa ga #eh wakakakk

  7. Ahhhaha deg2an bacanya! Akhirnyaaaa,, emm klo mnurut aku sih disini si ikan mau memastikan sbnrnya klo haejin emg gag bisa berpaling dri dia mknya dgn nahan kangen gtu jdi dia tau haejin gag mungkin mikirin namja lain selain dia ^^v

  8. hahaha parah bgt si hae jailin anak orang sampe nangis gitu ckckck pasti tuh rekaman mau ditunjukin ke member lain terus mungkin mau buat jailin haejin lagi hahahah ketularan kyuhyun nih evilnya.

  9. Ne aku ngerti!!! Ngerti bangetttt malah hahhahahahahahaha
    Kalo aku jadi donghae, tuh ntar rekamannya kujadikan nada dering tuh hahakkwkkahwkakhak~
    Asli asli aku ngakak bgttt ini bacanyaa weleh welehh~
    Dasar donghae edan bgt lah~
    Tapi aku suka bgt sama karakter nya donge yg gni unn wkwkkwk~

  10. Finally haejin bisa juga lepas sedikit gengsi buat ngakuin klo dy kangen sama hae… Kwkwkwkk

    Pake direkam pula!! Puas bgt si tuan ikan ini kyknya… Mau dipamerin dah pasti… Dasar childish!!! Kwkwkkw

  11. huhahahaha aku ngakak bacanyaa xD selama ini kan biasanya donghae yg selalu mulai duluan. sms lah, nelfon, bilang kangen segala macem. sekarang dia mau (dan berhasil) bikin haejin bilang rindu sama donghae duluan wakakakaka
    endingnya seru eon! nge gantung gimanaaaaa gituuu wkwkwk jangan galau-galau lagi yaaa haejin~~~

  12. hahahahhahaa bahagia nya😀

    memang paling bisa deh bng ikan tampan🙂
    haejin susah amat bilang kangen hehehehe
    akhirnya mreka mesra lg…aku bahagia hahahhaa

  13. Eh ? Masih kurang ngerti -_- maksudnya donghae mau supaya haejin itu gak gengsi klo mau bilang rindu sama dia ? Gituya ? Hehehe si donghae disini main misteriusan yaaa? Hahaha😀

  14. BHUAHAHAHAHAHAHAHAHAHA!!!!!!!!!!
    NAN JEONGMAL BOGOSHIPPEOOYEOO DONGHAE-SSI!!!!!!!!!!

    elah mang enak.. puas bat pas donge iseng begitu.. emg kadang2 haejin perlu dibanting gengsinya /plakk

  15. Mian, komen.a aq rangkum d’sni ja y….
    Hahaha… Lcu deh, ngebayangin haejin yg nangis nhan malu *mungkin* bgitu tw pngakuan.a d’rkam ma donghae
    nice ff ^^

  16. Aigoo, gemes + kesel dh sama jinhae…..
    itu donghae sdkt berbeda dari biasanya, sedikit ngeselin gt pas jailin haejin.
    sumpeh kebawa suasana bgt baca part ini, emosinya bnr2 dpt ><
    dan akhirnya ada skinsip juga, setelah sekian lama penantian. hehe
    double keren thor, makin geregetan nih ama jinhae😀
    next chapt akan selalu d tunggu^^

  17. dri kemarin udah galau ternyata hahahahahahaaaaaa gokil Abizzzzz.,.
    bang ikan bener2 jahil.,.
    nah gitu dong, gak usah gengsi2an lg,.,mending mesra2an ajjja yaaaaa,.,hehehehee

  18. huahahaha ngakak liat hae njailin haejin mana sampek nangis gitu..
    apalagi waktu hae ngrekam haejin konyol abis..
    aku tau maksutnya hae ndiemin haejin..
    wahahaha akhirnya abang ikan menang dari haejin..

  19. nyahahaha..ngakak lah aku sepanjang jalan kenangan.. (eh?)
    aslina nya d0nghae jail bgt.. Sok bgt dah ampe muji muji diri sendiri begitu..wkwkwk..

    lucu,haejin ampe nangis kejer begitu tp masiiih aja di godain..😄
    NAN JEONGMAL BOGOSHIPOOO.. ihihi..

    *Lompat ke fianceagent*

  20. unnniieee aku commenti part 1-3 nya disini aja ya~ hah ga nyangka ternyata donghae betah ya ga ketemu haejin~ dan pada akhirnya haejin yg ngalah😄 great story ! gomawo unnie buat ff nya. keep writing, i’ll always support you ^^❤

  21. woaaaaaaa…….. gila!!!!!!!

    suka bgt ma karakter hae disini. idiihhhh tuh ikan jaiiil bgt! sumpah!!!

    bener2 ngakak haejin di kerjain si hae.. LOL

    d tggu crta jinhae yg laen nya.. yang setipe kyk gini boleh lah🙂 seru jg ngeliat haejin di isengin Hae *dipelototin haejin*

    ff nya seruuuuuuuuu !!!!!

  22. lama bgt ga mampir publishannya udh banyak bgt~ huhu mian ya yg ini cuma comment di ending part T_____T aku suka bgt ceritanya yg ini.. hehe.. lucu aja biasanya donghae yg dicuekin, skrg gantian dia yg nyuekin haejin :p kirain pas abis ditlp sama kyorin itu si donghae bakal lgsg dtg ke dorm felidis, ternyata tahan jg dia ga ketemu haejin~~ ckckck tega bgt dia klo dipikir2 haha.. ditunggu JinHaeXy yg lainnya ^^

  23. ya ampuuun ne couple ya, emang deh ya…
    hae puas bgt tuh kaya’y, lagian si haejin gensinya terlalu…
    jd hae merancang skenario ini di buat cuma pengen dapetin rington “NE, NAN JEONGMAL BOGOSHIPO, PUAS!” wkwkwkwkw *kesimpulan macem apa ini* ==”

  24. Bwahahahaha,,,,,, inin kah permainan.a,,, ada ada aja lee donghae ini, tega bener ngerjain haejin, tp bags jg ide.a hae, ngerekam haejin,
    Abis.a gengsi.a terlal tinggi, wkwkwk… Suka bang, kalo kelakuan mu ky gt *plakk
    Okay dweh, d nanti permainan selanjutnya.🙂
    Jinhaexy jjang……😀

  25. eyaaaaaaaaa buakakakakakakaakkkkkkkkk
    ikaaaaannnnnnnnnn >.<
    syalalalalalalalaaaaaaa menari di atas penderitaan haejin
    yuhuuuuu ikan sayang makin pinter bikin orang jatuh bangun yah
    belajar dmn? hidup aq terombang ambing loh tanpa kamu *eh?
    sumpah ini ga berenti ketawa,, ya ampun momma kesian dikerjain gtu,,
    ampe nangis kokosekan ituuu,,

    dan apa??? tampan?? seksi?? ga usah pke bisik d telinga gtu kalee,,
    dan apa yg terakhir?? tidak bisa menampik kehebatan ciuman seorang lee donghae??
    O EM JI !! I'M SO HOT!!!!
    *tewas berpikir tidak2

  26. Mwahahahahahahahaa
    Mang enak haejin mang enaaakkk /diinjek
    Koplak hae koplak
    Ketularan sapa ente jadi begitu??
    Kyu? Ape siwon??
    Wkwkwk sabar ya haejin..
    Cantik kok kalo nangis, cantik xD
    “Nan jeongmal bogoshipo! Puas?” Wkwkwk jadiin alarm ya hae kyak haejin pake Oppa2 xD
    /joget2/

  27. ckck……

    haejin-haejin…

    ketauan amat klu haejin haus ciuman dan belaian alay si donghae…

    mhueheheheheheheheheh…

    itu pasti pernyataan aejin direkam donghae dehh,trus dijadiin alarm sm dia..

    #fakta membuktikan,sebuah ciuman maut seorang lee donghae mampu melenyapkan gengsi seorg lee haejin…

    *taburlope-lope*

    xDD

  28. Haha
    Rada takjub juga Donghae bisa berubah drastis gitu. Biasanya kan klo uda liat Haejin mewek, dy jadi kalang kabut. Klo ini cool abis.
    Tapi saya suka Donghae yg seperti ini.

    Haejin ttp aja gengsi yg terutama,

  29. donghae iseng banget sih
    adu-aduh si ikan nemo
    oennie, pengen sequel macem kaya gini lagi
    suka benget sama cerita mereka
    romantis, lucu kyaaaaaaaaaaaaaa

  30. seriusan. di part ini aku kenapa ngerasa si donghae jd mirip maknae evil kyu ya??
    narsis, iseng…arggghhH~~~ pengen nyakar2 muka donghae nih bawaannya #Peacenisya
    #kaburrrlagiiii

  31. Permainan apa yang Haejin mulai dengan Donghae ?? Maksudnya…. Ehmm apa Donghae sengaja melakukan semua itu supaya Haejin lebih terbuka akan perasaannya dan nggak gengsian lagi tapi astagaaaaa Donghae wanita itu sangat sensitif dan kupikir kau adalah pria paling peka di dunia -_- tapi Donghae bilang akan menjelaskan sikapnya hmmm

  32. lucu deh pas endingnya..
    uda pintar Donghae sekarang..
    tumben2 haejin dikerjain ama Hae..
    biasanya yang ada mah Hae yg dikerjain ama Haejin..
    Kirain nih ada apa koq saling cuek gt, trnyata………………
    Akhirnya Haejin ngak galau lg.. hahahha..

  33. ealah.. lee donghae ssi.. bener2 dah itu, buat bikin haejin ngaku ampe segitunya.. dan2.. ntah napa aku puas bacanya.. wkwk
    makna tersirat, hm.. aku dapet ga ya? ntahlah, pokoknya aku puas baca jinhaexy yang ini.. hehe..

  34. bWAAHAHAHAHAHAHA.
    woah. Lee Donghae makin pinter ya?
    kkkkkk ngerjain Haejin, ke-record lagi, neomu joha~😀

    kkkkk, puas Haejin, saya juga puas mendengar pengakuan anda kkkkkk
    /high five with Hae/

  35. justru aku sebelllll banget sama hae disini. pokoknya nyebelin. aku kesel kenapa hae gak ngalah lagi aja sih.. gak tau kenapa aku sekarang lagi pengen si hae itu ditindasss terus sama haejinnn /semangat kobaran api 45/ ih btttt, dasar kau haee wadezikkk(?)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s