I Wonder If You Hurt Like Me

Title : I Wonder if You Hurt Like Me

Genre : YeWook Moment Universe, Friendship, Angst

Length : Oneshot

Casts :

  •             Kim Ryeowook
  •             Kim Yoonri

Soundtrack :

–          2AM – I Wonder if You Hurt Like Me

–          Westlife – You Must Have Had a Broken Heart

–          Super Junior – Storm

–          Super Junior – Let’s Not…

Note : Perhatikan tanggalnya. Related Post : End Or And?

–  January 1st, 2012, 05.00 pm KST –

“Ada apa mencariku sampai-sampai kau menelfon belasan kali? Tidak biasanya..”

Ryeowook memasuki apartment Yoonri masih dengan muka yang sulit dideskripsikan. Sekali melihat Yoonri langsung tau pasti sahabatnya ini sedang ada masalah. Yang Yoonri harus cari tau adalah masalah apa yang membuat Ryeongboo nya ini sampai rela menyelakan waktu demi bertemu Yoonri. Pasti masalah ini sangat membebaninya.

Ryeowook masih diam, dihempaskannya tubuhnya di atas sofa. Dia tidak berniat menjawab pertanyaan Yoonri, setidaknya untuk saat ini. Kepalanya pening sekali, dia baru menyadarinya bahwa sesuatu dalam dirinya hilang semenjak kejadian tadi malam. Dia tau dia telah melakukan kesalahan namun dilain sisi egonya memaksanya untuk tetap seperti ini. Yoonri paham, dia tidak ingin mengganggu Ryeowook saat ini. Toh dia yakin bahwa laki-laki yang menurutnya belum juga dewasa itu pasti akan menceritakan semuanya.

“Kau mau secangkir teh?”

“Mm..”

Kepala Ryeowook masih berputar seakan dunia ini berotasi lebih cepat. Dia tau, membela gadis itupun sepertinya dia juga tidak bisa meraihnya. Dan itu membuatnya kehilangan orang yang diam-diam mulai dia sayangi. Apa benar tindakannya tadi malam itu benar? Bukan, sebenarnya apa benar Ryeowook masih menyimpan rasa yang dikatakannya cinta kepada gadis itu? Kepada penggesek violin yang selama ini dia kagumi. Apakah Ryeowook benar-benar mencintai Lee Kyorin? Ataukah tanpa disadari perasaan itu sudah hilang namun masih tetap di paksakan?

Terdengar suara dentingan kaca, Yoonri meletakkan secangkir teh yang sedikit mengepul disambut dengan senyuman kecil dari Ryeowook.

“Teh hangat dengan perasan lemon, semoga bisa menenangkanmu..”

“Gomapta Yoonboo-ya..”

Benar, siapa tau secangkir teh dengan perasan lemon itu dapat sedikit menjernihkan pikirannya. Yoonri memeluk bantal sofa memandangi Ryeowook yang sedang meminum teh hangat dengan mungkin berharap minuman itu dapat mengurangi pikirannya. Seberat itukah masalah yang ini? Apa ada hubungannya dengan kejadian tadi malam? Ya tadi malam, cukup mengejutkan melihat Ryeowook yang seperti itu. benar juga! Dia menelfon karena ingin menanyakan sikap Ryeowook yang tadi malam.

“Sudah lebih baik?”

“Mmm..”

“Jadi aku sudah bisa memulai?”

“Sebenarnya apa yang ingin kau bicarakan Yoonboo-ya?”

“Emm, sepertinya kau lebih membutuhkannya. Maksudku kau lebih perlu bercerita dahulu daripada aku yang memulai. Ada apa dengan muka masammu?”

“Mukaku masam?”

“Sebenarnya setiap hari, namun kali ini lebih masam lagi.. Aw! Jangan di pukul, kepalaku ini berharga!”

“Sudah acara mencelanya?”

“Hehe, ada apa sih? Apa masalah…”

“Jika yang kau maksud masalah Yejin, iya.”

Yoonri mulai membenarkan posisi duduknya seenak mungkin, masalah ini terlihat serius dan mungkin akan memakan waktu cukup lama. Ryeowook kembali menghembuskan nafasnya terlihat sekali frustasi.

“Aku, baru saja berfikir apa aku telah melakukan kesalahan..”

Yoonri diam, menunggu Ryeowook melanjutkan ceritanya namun Ryeowook tak kunjung melanjutkannya. Yoonri memutar bola matanya heran, kalau saja suasananya tidak seperti ini dia tidak akan mau menunggu dan memilih memukul lengan Ryeowook karena telah merusak suasana. Namun Yoonri harus sabar.

“Lalu?”

“Aku pusing, semua member menyalahkanku tentang kejadian semalam. Mereka tidak mau memahami perasaanku.”

“Apa kau merasa apa yang kau lakukan benar?”

“Eung? Ige..”

“Kau sudah merasa kalau kau melakukan itu demi kebaikan kalian berdua? Atau kau hanya egois memikirkan perasaanmu saja?”

“Yoonboo-ya..”

“Ceritakan padaku sebenarnya apa yang kau rasakan, semua!”

“Akupun tak tau..”

Ryeowook pusing, kepalanya ingin sekali diadukan dengan tembok atau apapun. Saking stressnya Ryeowook bergulingan di sofa sambil tangannya memukuli bantal atau sofa. Aksi yang bisa membuat semua fansnya pingsan karena tidak tahan dengan rasa gemas yang mereka rasakan.

“Eomma.. Huaa..”

Yoonri hanya geleng-geleng. Anak ini umurnya sudah seperempat abad namun masih saja sikapnya tak jauh beda dengannya. Yoonri tidak tahan lagi dan memukul kepala Ryeowook dengan bantal. Cukup keras untuk membuat Ryeowook tau bahwa sahabatnya itu sudah kesal dengan sikapnya. Tanpa dikomando ulang Ryeowook membenarkan duduknya dan sudah siap bercerita kembali –sebelum Yoonri benar-benar mengusirnya.

“Jujur saja aku dulu mengagumi Lee Kyorin. Namun tiba-tiba Yejin datang, kami dekat karena masalahnya dengan Yesung hyung. Aku selalu membantunya, dan tibat-tiba dia menyatakan perasaannya padaku. Aku tidak menjawab sebenarnya..”

“Namun kau juga sudah memperlakukannya seolah-olah kau berkata iya..” potong Yoonri cepat.

“Tunggu dulu, biarkan aku menceritakan semua dulu..” bela Ryeowook saat Yoonri sudah akan menghakiminya.

“Aku berbuat seperti itu karena aku nyaman dengannya, dan di lain sisi Kyorin tidak pernah menanggapiku. Puncaknya pada saat konser Felidis kemarin, aku akhirnya menyatakannya pada Kyorin..”

……………….

‘Bugh Bugh Bugh’

Terdengar suara dentuman bantal yang di pukulkan Yoonri pada Ryeowook. Diam-diam Yoonri sudah menahan geram. Pria macam apa sahabatnya ini?! Seenaknya sendiri bermain dengan perasaan. Pria tamak, egois, menyebalkan. Yoonri benar-benar benci pria macam itu namun mengapa sahabatnya sendiri juga seperti itu?!

Geumanhae, appo..”

“Sakit itu tidak sebanding dengan apa yang dirasakan Yejin, neo.. Hah!”

Yoonri menghela nafas lagi, berusaha menenangkan diri. Cerita belum selesai, dia butuh lebih banyak cerita lagi agar dia memiliki lebih banyak alasan untuk memukul pria imut disampingnya ini.

“Lanjutkan ceritamu..”

Dengan takut-takut dan sedikit manyun Ryeowook setuju melanjutkan cerita sambil memegangi lengannya yang masih sedikit sakit.

“Dan ternyata Yejin mendengar percakapanku dengan Kyorin. Dia sempat menghilang tak bisa kuhubungi..”

“Sudah pasti, aku heran jika dia tidak seperti itu..” Ryeowook berusaha mengabaikan cercaan Yoonri, seperti sudah biasa baginya.

“Dia kembali namun menjadi Yejin yang berbeda, tidak emosional dan sangat feminin. Lalu puncaknya tadi malam, saat itu aku benar-benar kalut bagaimana Yejin bisa berbuat ceroboh dan mengakibatkan Kyorin luka.”

“Apa kau tidak tau disitu Yejin juga terluka?” Yoonri benar-benar menahan geram melihat Ryeowook yang terlihat blank seakan malam itu memang dia tidak menyadarinya.

“Sekarang aku tanya, memang kau benar-benar mencintai Kyorin?”

Pertanyaan tepat sasaran. Ryeowook tediam hanya bisa kembali menangkupkan wajahnya ke kedua telapak tangannya.

“Apa kau merasa kehilangan Yejin saat ini? Jawab aku..”

“Entahlah, aku merasa benar-benar bersalah dan sedikit takut jika Yejin tidak mau menemuiku lagi.”

“Kau sudah salah dari awal Ryeongboo-ya. Kau tidak seharusnya berbuat seperti itu. kau tidak bisa hanya ambil enaknya sendiri. Kau menerima perhatian dari Yejin dilain sisi kau tetap mengagumi Kyorin. Itu terlalu jahat..

Jika aku jadi Yejin bahkan sejak saat dimana aku mendengar kau menyatakan cinta pada Kyorin aku lebih memilih pergi. Tapi dia tetap kembali, berusaha menjadi apa yang kau sukai agar kau menatapnya, menganggapnya ada. Tidakkah kau rasakan itu maksudnya?

Dan kemarin, kau seharusnya perlu tau bahwa luka Yejin lebih parah dari pada luka Kyorin. Bukan hanya luka di tubuhnya yang lebih parah, namaun juga di hatinya. Kesalahanmu sudah fatal Ryeongboo-ya..”

Ryeowook tertunduk, ternyata kesalahannya memang sangat fatal. Tidak heran jika Yejin mengabaikan pesan-pesannya. Dengan frustasi dia menjambak rambutnya, pusing. Dia tau dia tidak mau kehilangan Yejin saat ini.

“Lalu aku harus bagaimana Yoonboo-ya? Semua sudah terlanjur..”

Terdengar suara isakan tertahan. Yoonri tak tega mendekat dan mengelus punggung sahabatnya itu. Berusaha memahami perasaan Ryeowook. Yoonri sebenarnya merasa Ryeowook tidak benar-benar mencintai Kyorin. Posisi Ryeowook disini hanya mengagumi gadis itu. Namun entahlah kenapa Ryeowook berani-beraninya menyatakan perasaanya yang mungkin dirasakannya dulu.

Dulu mungkin Ryeowook pernah memiliki masa dimana dia benar-benar mencintai Kyorin, tak hanya mengagumi. Namun seiring berjalannya waktu, karena kehadiran Yejin perasaan itu berubah namun selalu dipungkiri dirinya sendiri. Kehadiaran Yejin membawa perubahan yang berarti bagi Ryeowook. Gadis itu memang bukan tipenya, namun tipe bukanlah sebuah keharusan bukan?

Apa lagi mereka sudah cukup lama menghabiskan waktu bersama. Bukankah ada pepatah berkata cinta tumbuh karena terbiasa. Itulah yang mungkin dirasakan Ryeowook sekarang, yang belum juga disadarinya.

Disaat Yoonri merasa Ryeowook mulai tenang dia kembali ke pantry mengisi kembali teh lemon tersebut lalu memberikannya pada Ryeowook.

“Bolehkah aku berkata jujur?”

Ryeowook masih dalam diam namun dia tau Yoonri masih akan melanjutkan kata-katanya.

“Sejujurnya, saat kau berkunjung dengan Yejin kemari aku merasa kau benar-benar mencintainya apa lagi dia. Kalian saling menyayangi, aku yakin itu. kau hanya perlu melawan egomu, kalau kau tak bisa mengakuinya dihadapanku setidaknya akuilah pada dirimu sendiri..”

Ryeowook tidak bergeming namun otaknya sudah berputar, berfikir keras mengenai apa yang dikatakan Yoonri.

“Aku tidak bisa membantu banyak disini Ryeongboo-ya, hanya kau yang bisa menyelesaikannya sendiri. Aku hanya bisa memberikan solusi untukmu..”

“Jika semuanya sudah seperti ini apa yang bisa aku lakukan Yoonboo-ya? Belum lagi kau tidak tau tadi Henry menyuruhku menjauh dari Yejin karena.. dia juga menyukai Yejin..”

“A.. Apa? Henry oppa..?”

“Mmm.. Kesempatan sudah kecil dan semakin kecil saat aku mengetahui fakta itu.”

“Kau tau dari mana? Jangan bercanda, mereka kan hanya sahabat.”

“Dia mengatakannya sendiri tadi kepadaku, dia menyuruhku menjauh, dia juga bilang mulai saat ini dia yang akan menjaga Yejin.”

Yoonri tertegun, ternyata masalahnya lebih rumit lagi. Pantas saja sahabatnya terlihat sangat tertekan. Jika sudah seperti ini mau bagaimana lagi? Bahkan untuk kesempatan kecilpun terlihat sangat tidak mungkin. Astaga, ternyata tidak hanya dirinya yang memiliki masalah rumit seperti ini.

“Kau tau kan sekarang mengapa aku benar-benar frustasi? Benar-benar tidak ada kesempatan lain Yoonboo-ya..”

Yoonri mengelus punggung Ryeowook lagi, dia bisa membantu apa jika sudah seperti ini?

“Aku mungkin tak bisa membantu banyak karena sekali lagi hanya kau yang bisa memutuskan semua. Tapi aku masih berharap kau datang menemui Yejin, minta maaflah. Dan jika kau sudah mantap, katakanlah kepadanya. Aku yakin Yejin masih sangat menyayangimu.. Keputusan semua ada ditanganmu Ryeongboo-ya..”

Keputusan semua ditanganmu. Keputusan hanya dirinya sendiri yang bisa menentukan. Dia berusaha berfikir kembali, haruskah dia melakukannya? Atau terima saja? toh’ juga semua sudah kejadian bukan? Tinggal menunggu takdir Tuhan. Namun ada bagian dari hatinya berkata untuk tidak menyerah begitu saja. Inilah yang semakin membuatnya frustasi.

“Jangan dipikirkan sekarang jika belum bisa, jangan dipaksakan..”

Ryeowook akhirnya menangis, dia sebenarnya tidak ingin namun seakan kelenjar air matanya bekerja tanpa kendali otaknya. Saraf otaknya tak bekerja. Dia tau sekarang, dia rapuh tanpa Yejin, namun dia juga bimbang dia tak mau menyakiti Yejin lebih lagi. setelah semua yang Yoonri katakan dia menyadari apa yang dia perbuat selama ini pada Yejin.

Pernahkah dia membuat gadis itu bahagia? Pernahkah dia setidaknya membuat gadis itu merasa berharga? Yang dia lakukan selama ini hanya membebani gadis itu, bahkan jahatnya dia tak benar-benar tulus menyayangi gadis itu. Yejin, Kim Yejin. Nama itu benar-benar bisa membuat otaknya lumpuh saat ini.

Dilain sisi Yoonri sangat sedih melihat sahabatnya seperti ini. Ryeowook menangis tanpa eksprsi. Namun air mata pria itu sekan menjelaskan kesedihan yang dalam yang dialaminya.

“Aku jahat Yoonboo-ya, kenapa aku baru menyadarinya sekarang?”

Yoonri memeluk Ryeowook, dia tak tahan melihat sahabatnya ini hancur meski karena ulahnya sendiri. Yoonri tak benar-benar bisa menyalahkan Ryeowook, karena disini Ryeowook tak benar-benar bersalah. Keadaan yang membuat semua menjadi lebih buruk.

“Sudahlah, percaya padaku Ryeongboo-ya, cobalah, aku yakin Yejin akan mengerti..”

“Tapi Yoonboo-ya..”

“Jangan seperti ini, kau harus mencobanya dulu. Dia butuh perjuanganmu, dengan begitu mungkin dia bisa percaya padamu. Jangan mengulangi kesalahan bodohmu itu lagi..”

Ryeowook akhirnya menangis terisak. Merasa bersyukur dia memiliki orang-orang yang menyayanginya dan membantunya di saat dia benar-benar sudah tak bisa lagi.

“Yoonboo-ya, gomapta..”

*          *          *

57 thoughts on “I Wonder If You Hurt Like Me

  1. ish!! Kim Ryeowook ssi,anda Menyebalkan!
    *unyeng unyeng /geregetan pengen nabok*

    haaaahh..udah lama gk baca yewook..dan sekarang muncul dg wookie galau mode on..wkwkwk,
    kesian juga liatnya,,ihihi,
    i wonder if you hurt like yejin,Mr.Kim.. LoL
    *giliran eka yg diunyeng unyeng wookie*


    Dia berusaha berfikir kembali, haruskah dia melakukannya? Atau terima saja? toh’ juga semua sudah kejadian bukan? Tinggal menunggu takdir Tuhan..

    em0si tingkat tangga baca kalimat ini.. Ya ampun ryeowook, -_-

    di ff ini,puas juga liat galaunya wookie,nyahaha..
    Terimakasih buat yg nulis, saranghae kimmy ya!! *kecup*

  2. Aaaah, dasar nappeun namja!
    kenapa baru nyadar skrg ryeonboo???? sukurin tah, akhirnya frustasi sndri kan?
    kesel ama ryeowook! pengen jewer deh..
    pokonya skrg ryeowook kudu ngejar yejin lg, gk mau tau *reader maksa*
    YEWOOK makin melow aj ksninya, sedih2 gmn gt.,
    tp tetep TOP deh buat author yg udh bkin yewook.. keren bgt thor ff’a, serasa jd yejin saya (?) hehe
    next chap ditunggu^^

  3. whoaaa ini YWM tp bikinan kimmy ya? kompak bgt author2 disini saling tukeran ff~ eh bener ga sih? abis yg ngepost rihyuk *sotoy* aah rasanya pengen ngerendem si wookie dlm kuah kimchi *dirajam ryeosomnia* ckck knp br sadar udh hari begini mr. kim? >.< ayo skrg dikejar yejin-nya, seblm makin telat!! haha *tiba2 semangat*

  4. Sorry ya baru comment skrg, kmrn nyoba nggak bisa terus (•̯͡.•̯͡)
    Wookie is napeun namja !!!
    Galau kan yejin pergi :p
    makanya wookie skrg tu gantian kamu yg ngejar-ngejar yejin (*≧∇≦*)
    Mudah-mudahan wookie bisa dapat kesempatan kedua, amiiin. (‾⌣‾)♉
    Yoorin sahabat yg baik ya , wookie beruntung bisa punya sahabat kaya’ yoorin ╮(^▽^)╭

  5. Aku baru baca loh ini. Bener-bener baru baca ;; astagaaaa Akhirnya Wookie menyadarinya !!! Tapi dia sudah menyakiti Yejin jadi dia harus ‘menderita’ dulu menurutku ㅋ ㅋ ㅋ

    Tapi entah kenapa menurutku Henry nggak bener-bener suka Yejin. Hmm……..

  6. para reader (khususnya saya) terpuaskan baca scene ryeowook galau disini.. wkwk..
    harusnya ryeowook nyadar dari dulu donk.. jadinya yejin ga perlu sakit kayak sekarang.. u.u
    kalo sekarang gimana kan, nasi udah jadi bubur(?)
    yauda fighting lah kim ryeowook, semoga dapetin lagi yejinnya..
    eh, tapi diadain dulu yejin-henry moment kayaknya lumayan tuh..😄

  7. Dsr wookie (‾▿▿▿▿▿▿‾) tp yejin jd k jepang kn? Ahahaha… Msih ga nrima kl yejin dgituin sm wookie.. Mian wookie, sptny dirimu hrs dpt ‘pmbalasan’ biar lbh sadar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s