{JinHaeXy} Cold Heart, Baby? 1/?

Title : Cold Heart, Baby?

Length : Chapter

Rate : G

Genre : R0mance, Friendship

Cast :

  • SJ Donghae
  • Felidis Haejin
  • Super Junior Member
  • Felidis Member

{JinHaeXy} Cold Heart, Baby?

”So what, if you want… call us, Felidis! Yeah!”

   ”Keut!”

   Haejin menegakkan diri dari pose-nya yang terakhir lalu dengan cepat berbalik pada kedua adiknya yang juga baru menegakkan diri. Chihoon kembali cemberut. Pukul berapa ini!? Pukul satu pagi! Dan Haejin masih belum puas juga dengan latihan koreografi mereka?

   ”Kau masih terlambat sepersekian detik!” desis Haejin dengan suara berapi-api. Keringat mengucur deras dari pelipis, dan lehernya. Sejujurnya itu sangat mengesankan, tapi tidak dengan wajah Haejin yang keras seperti ini.

   Chihoon dan Kyorin sudah menduga bahwa Haejin Eonnie mereka akan meledak. Yeah, belakangan ini Haejin menjadi cepat marah dan sering ngomel. Berawal ketika promosi Baby Baby Baby berakhir dan langsung memulai comeback Jepang mereka dengan lagu sama, Baby Baby Baby. Namun, setelah perjanjian dan perundingan yang Haejin buat dengan pihak perusahaan (setelah menolak satu tawaran drama yang sangat disesalkan Junjin, dan Haejin juga), perusahaan memperbolehkan Felidis membuat summer mini album.

   Comeback Jepang mereka tentunya berlangsung sukses, meski SHINee Sherlock dan belakangan SNSD Paparazzi muncul. Awalnya Chihoon dan Kyorin kira, tingkat senewen Haejin karena faktor kelelahan. Ketiganya setiap hari atau beberapa hari sekali harus bolak-balik Seoul – Tokyo, karena mempersiapkan mini album, dan tentu saja Haejin masih harus recording acara 91Liners. Tapi lama kelamaan, keduanya tahu, bukan karena itu. Haejin sudah pernah lebih lelah dari ini.

   Alasan utama Haejin senewen, dan yang dibicarakan ini tidak mau mengakuinya sama sekali, tak lain dan tak bukan, pacar tercintanya, Super Junior Donghae. Dan memang baru kali ini, Chihoon dan Kyorin melihat Donghae membuat Haejin senewen.

   Awalnya Chihoon menikmati, karena baru kali ini Haejin uring-uringan berat karena sikap Donghae yang cuek. Tapi lama kelamaan, kalau ia dan Kyorin juga yang kena getah, dia ingin mencungkil mata si tersangka lama-lama.

   ”Demi Tuhan, Eonnie! Aku cuma terlambat sepersekian detik! Yang aku bahkan bisa mengitungnya jika Eonnie memberiku angka!” seru Chihoon sebal. ”Tapi tarianku sudah lebih maju daripada biasanya! Promosi kita sudah berakhir, dan aku menghabiskan sebagian besar hariku disini, diruang latihan!”

   Kyorin menghela napas dan buru-buru mengambil tiga buah botol air. Jika suasana panas, ia harus tetap tenang agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Diberikannya dua botol itu kepada Chihoon dan Haejin, lalu dibukanya botolnya sendiri sambil berdiri diantara keduanya.

   Haejin memutuskan menuntaskan dahaganya terlebih dahulu.

   ”Eonnie,” kata Kyorin pelan, kali ini, ia merasa ia harus bertindak. Chihoon benar, dia sudah menari dengan baik, terlebih karena waktu untuk mempersiapkan Summer Mini Album mereka singkat, Haejin tidak memaksakan ide cemerlangnya dalam koreografi, yang biasanya cukup menyulitkan dirinya, terutama Chihoon. ”Tarian Chihoon sudah hampir sempurna.”

   Haejin diam saja, terus melanjutkan menenggak minumannya.

   ”Apa kubilang?!” seru Chihoon tidak mau mengalah. ”Tarian yang ini cukup mudah, dibandingkan Breaking The Heart!”

   Haejin memutar matanya. ”Tetap saja kau masih salah di menit ke dua lewat tiga belas detik, dan dua puluh detik sebelum lagu berakhir, meski dengan cepat kau mengkovernya!”

   Mulut Chihoon ternganga. Eonnienya ini bodoh, tapi selalu teliti jika menyangkut langkah-langkah dance setiap orang. Ini, Chihoon, member grupnya. Chihoon ingat ketika konser perdana covering mereka akhir tahun lalu, Haejin saja tidak segan-segan mengomeli member One Day 2PM dan 2AM yang salah dalam menari.

   ”Setidaknya kesalahannya sudah jauh berkurang, Eonnie. Ini kan sudah menjelang pagi juga.” Kyorin masih mencoba membela Chihoon. ”Lagipula Chihoon sudah tidak sekaku dulu, Eonnie.”

   ”Tetap saja…” Haejin memulai, tapi Chihoon memotongnya.

   ”Ya! Eonnie, lampiaskan marahmu pada Donghae Oppa! Jangan padaku! Semakin kau melampiaskannya kepadaku, lama-lama kucungkil juga matanya!” omel Chihoon tidak terima. Dan Kyorin membuka mulutnya panik, dia tidak mendukung pula cara frontal ini.

   Kyorin menatap keduanya panik, bergantian.

   Tapi, wajah Haejin malah menjadi merah padam malu, dan dia merepet. ”Kenapa jadi dia, sih?”

   ”Aww, bahkan Eonnie menyebutnya dengan kata ganti orang ketiga tunggal,” Chihoon geleng-geleng, tapi seringai jail sudah kembali pada wajahnya. Mengganggu Haejin adalah salah satu kegiatan favoritnya, bagaimana pun juga. ”Eonnie lupa namanya, kah? Lee Donghae kalau perlu kuingatkan.”

   Haejin menginjak kaki Chihoon dengan bercanda, lalu berbalik dan menghampiri tasnya sendiri mengobrak-abrik isinya.

   Chihoon terkekeh, bahagia jelas bisa membungkam Haejin.

   ”Donghae Oppa masih belum menghubungimu, Eonnie?” tanya Kyorin bersimpati, melempar pandangan mencela pada Chihoon, yang kentara sekali tidak menyembunyikan wajah puasnya karena berhasil membuat Haejin kesal.

   ”Tidak. Aku tidak mencarinya!”

   Yang justru membuktikan hal yang sebaliknya.

   Akhirnya ketiganya duduk berhadapan, meluruskan kaki mereka yang pegal-pegal karena latihan semakin intensif dilakukan, menjelang Summer Comeback mereka. Haejin sudah tidak lagi mau mengomentari Chihoon, dan memutuskan, ’mengecek’ pesan yang masuk pada smartphone bututnya.

   Chihoon melakukan hal yang sama pada Galaxy Note-nya, dan membalas pesan dari satu-satunya pria yang masih mau menanyakan kabarnya di dini hari begini. Sementara Kyorin, yang masih ’menutupi’ status sebenarnya dengan Taemin, meski sebetulnya Haejin dan Chihoon sudah tahu, memutuskan tidak membalas pesan kekasihnya terlebih dahulu.

   ”Jadi, tak ada pesan, Eonnie?”

   ”Tidak ada.” Jawab Haejin terdengar berusaha acuh tak acuh, dan membalas cepat-cepat Messenger dari Eli yang menanyakan comeback album Felidis.

   ”Aneh,” mau tak mau Kyorin bergumam. ”Donghae Oppa tidak pernah menghilang seperti ini sebelumnya.”

   Chihoon bergumam. ”Menghilang itu kata-kata yang berlebihan, Eonnie.”

   ”Ya tapi,” Kyorin berdecak. ”Masa kau tidak penasaran kemana Donghae Oppa yang biasanya menempel pada Haejin Eonnie terus? Maksudku, sekarang kan kita sudah benar-benar di Seoul. Biasanya, meskipun Donghae Oppa mau comeback, tapi dia masih menyempatkan menghubungi Eonnie, kan?”

   Chihoon menghela napas sok prihatin. ”Bukan karena dia akhirnya lelah bermanja ria pada Eonnie?”

   ”Chihoonie!” omel Kyorin, apalagi melihat Haejin sedikit tersentak.

   ”Hehehehe, mianhae, Eonnie,” Chihoon buru-buru berkata, tanpa penyesalan tapi, lalu melanjutkan. ”Oh ayolah, Haejin Eonnie selalu mengeluhkan Donghae Oppa yang selalu merengek dan mengikutinya. Sekarang ketika Donghae Oppa memutuskan mandiri, diprotes juga… dunia ini aneh.”

   Kyorin melempar pandangan tajam padanya.

   ”Wae? Aku kan berkata yang sebenarnya… lagipula, kata Sungmin Oppa, Donghae Oppa sangat sibuk belakangan ini. Porcupine and Miss Panda contohnya, ditambah lagi persiapan 6jib mereka.”

   ”Hmm… hingga ia juga jarang mengupdate Twitternya,” Kyorin mengangguk.

   Haejin tetap tidak berkomentar.

   ”Hmm,” Chihoon mengangguk, ikut pura-pura prihatin, namun tujuan aslinya hanya ingin menggoda. ”Dan juga tidak menjawab WhatsApp. Tidak lagi menggunakan BlackBerry lamanya, dan memutuskan untuk tidak mengecek… err… Direct Messege Twitternya, meski masih bisa mengupdate.”

   Haejin meliriknya sebal, dan Kyorin berdecak.

   ”Eonnie, kalau kau memang butuh kabarnya, sana kirim pesan duluan atau telepon dia duluan,” kata Chihoon akhirnya menyembunyikan tawanya. ”Kau ini terlalu gengsi, sok-sok hard to get.”

   Haejin memutar bola matanya dan menyahut. ”Hard to get? Hell, I’m not easy…”

   ”Cih~ Eonnie itu hanya not pretend easy!”

   ”Ya!”

   ”Eonnie, Chihoonie…” keluh Kyorin lelah.

   ”Eyy, Eonnie… katakan pada Haejin Eonnie, aku mengatakan kebenaran. Kalau dia memang mencari Donghae Oppa, ya sudah duluan saja mengabarinya. Untuk apa menunggu Donghae Oppa yang mengabarinya duluan?”

   ”Tapi kan bisa kau tidak mengganggunya!” omel Kyorin.

   ”Kalau begitu Eonnie setuju kan dengan pendapatku?” tembak Chihoon, dan Kyorin menjadi salah tingkah. Apalagi, Haejin menatapnya sebal juga. ”Oh ayolah, mau sampai kapan kau uring-uringan begini, Eonnie? Sungmin Oppa bilang, Donghae Oppa jika sedang fokus pada sesuatu akan sangat… err, fokus?”

   Haejin bahkan tetap diam, memaksakan diri untuk tidak berkomentar.

   ”Yah, yang Chihoon bilang ada benarnya juga, Eonnie,” Kyorin kini ganti menoleh kepada Haejin. ”Coba Eonnie duluan yang tanya bagaimana kabarnya.” Sarannya pelan. ”Mungkin saja kan, Donghae Oppa tidak menghubungi Eonnie karena dia mengira Eonnie sibuk?”

   Rasional.

   ”Ah, ya kalau begitu biar dia sibuk, aku tidak mau mengganggu.” Haejin bangkit berdiri. Tetap ngotot tidak mau menghubungi kekasihnya duluan. Chihoon berdecak, dan Kyorin menghela napas. ”Ayo pulang! Besok kita kesini lagi untuk latihan, dan kata Junjin Oppa ada tawaran jadwal untukmu Chihoonie, tapi datanya ada pada asistenmu, mungkin besok dia akan membawanya. Sekarang kita istirahat…”

*           *           *

Felidis Dorm, 06.00 AM KST

Haejin membuka matanya, pelipisnya nyeri. Jelas, ia kurang tidur, tapi ia mendadak terbangun begitu pagi, dan hanya karena sesuatu yang menurutnya tak penting! Tapi harus ia akui, meski enggan, amat sangat penting!

   Dicarinya ponselnya yang ada di balik bantalnya. Banyak Blackberry Messenger, pesan teks, dan WhatsApp yang masuk dari teman-temannya, atau stylist-nya yang mengirimkan produk baju terbaru. Dan Haejin memeriksanya satu persatu dengan teliti kembali.

   Kecewa, lagi dan lagi.

   Pesan terakhir dari Donghae adalah Kamis pekan lalu, yang memberikannya pesan untuk menjaga kesehatan dan basa-basi lainnya. Sekarang sudah hari Sabtu, itu berarti Donghae terakhir menghubunginya satu minggu lebih dua hari!

   Haejin tidak putus asa. Ditendangnya selimutnya begitu saja, dan berlari membuka laptopnya di atas meja kerjanya, untuk membuka aplikasi-aplikasi lain, dimana Donghae biasanya online.

   Dan, ya… Donghae sepertinya kemarin sempat bercakap-cakap di Twitter mengenai foto teaser-nya yang baru. ”Huh, yang begini yang begitu sibuk dan fokus? Masih ingat punya pacar tidak sih?!” desis Haejin berapi-api membaca setiap kalimat yang Donghae tulis pada akun Twitternya.

   Dan latihan hari ini benar-benar kacau! Haejin tidak bisa berkonsentrasi, dan juga selalu marah-marah, hingga Chihoon tak tahan dan ikut marah-marah kembali padanya.

   Kyorin yang tidak tahan, akhirnya kabur ke kamar mandi membawa ponselnya. Dicarinya kontak Donghae dan dihubunginya. Sebetulnya tak butuh waktu lama bagi Donghae untuk menjawab teleponnya, dan itu membuat Kyorin heran setengah mati.

   ”Yeoboseyo.”

   “Oh, Oppa?”

   ”Ne, Kyorin-ah…” suara Donghae terdengar sangat heran. ”Ada apa? Sesuatu terjadi?”

   Kyorin menjawab cepat. ”Aniyo, aniyo… tidak ada apa-apa.” Kemudian ia melanjutkan. ”Hanya penasaran, Sungmin Oppa bilang Oppa sangat sibuk, benarkah?” tanyanya jujur.

   ”Hmm… ya, kurang lebih.” Sahut Donghae tak yakin dari sambungan telepon. ”Tapi… tentunya kau tidak segitu ingin tahunya soal betapa sibuknya aku kan, Kyorin-ah?”

   Kyorin mengangkat alisnya heran. ”Hmm?”

   ”Eonniemu yang menyuruhmu?”

   ”Oh, aniyo, Oppa.” Kyorin menjawab kembali. ”Eonnie… dia tidak menyuruhku menghubungimu.” Suaranya terdengar ragu-ragu. ”Aku sendiri yang memutuskan menghubungi Oppa, karena penasaran.”

   Didengarnya Donghae terkekeh disana. ”Penasarn kenapa, Kyorin-ah? Ya ampun, aku bingung. Jangan bilang kau memiliki perasaan juga kepadaku. Tidak baik memacari dua orang sekaligus di dalam satu grup. Aigoo, penggemarku bertambah banyak ya…” ucap Donghae panjang lebar.

   Kyorin ternganga. ”Oppa! Oppa punya pacar lagi?!”

   ”Mwo?! Aniya…” Donghae buru-buru, terdengar gugup dan panik. ”Aku kan hanya bercanda! Dan jangan katakan itu pada Eonniemu!” ancam Donghae dengan suara amat tidak meyakinkan. ”Ya sudah, malhaebwa… ada apa kau menghubungiku sebelum aku semakin membuat salah paham.”

   Kyorin terkikik. ”Well, Oppa… aku hanya heran. Eonnie belakangan ini moodnya jelek sekali.”

   ”Dia memang moody,” celetuk Donghae.

   ”Ya memang, tapi moody-nya Eonnie kan pasti ada sebabnya,” Kyorin kemudian membela kakaknya tersebut. ”Kurasa, yah walaupun Haejin Eonnie enggan mengakuinya dengan mulutnya sendiri. Dia merindukanmu Oppa. Oppa tidak pernah menghubunginya lagi, kan?”

   Donghae diam.

   ”Oppa?”

   Di dengarnya Donghae menghela napas. ”Ya memang aku tidak menghubunginya lagi sejak Kamis lalu.”

   ”Nah, kurasa… dan menurut Chihoonie juga, dia merasa uring-uringan karena itu, Oppa.”

   ”Hmm,” Donghae bergumam. ”Bukankah hal itu juga yang biasa ia lakukan kepadaku?”

   ”Eh, maksud Oppa?”

   ”Yah. Jangan salah paham padaku, Kyorin-ah…” Donghae lagi-lagi menghela napas. ”Dengan segala macam kesibukan kami… aku sibuk, Haejin sibuk. Maksudku, memang tidak mudah untuk berkomunikasi belakangan ini. Bahkan hanya untuk sekedar memberi kabar, kau harus tahu itu. Kau akan merasakannya saat kau punya pacar idol juga nanti.”

   Yah dia sudah punya, dan komunikasinya dan Taemin lancar-lancar saja. Kyorin kemudian menjawab. ”Tapi masa sih tidak memiliki waktu untuk mengabari, tapi Oppa masih sempat bermain Twitter? Dan jangan kira Haejin Eonnie tidak melihatnya…”

   ”Hahaha…” Donghae tertawa suram. ”Aku tahu Haejin juga online. Pertama dengan U Kiss Eli, kedua dengan Im Seulong, dan ketiga dengan anak B1A4 yang maknae itu! Yah, Kyorin-ah, tidakkah kau berpikir aku juga heran kenapa dia tidak pernah mengabariku sementara dia asyik di SNS bersama teman-temannya?”

   Kyorin menghela napas lagi. ”Jadi ini semua karena Oppa juga merasa diabaikan oleh Eonnie?”

   ”Aku sudah biasa diabaikan oleh Haejin,” koreksi Donghae. ”Aku tidak bohong ketika aku berkata aku capek cemburu, karena cemburu itu memang melelahkan. Dan dia juga sudah lelah kucemburui bukan?” tanya Donghae lagi. ”Jadi aku memutuskan, kalau dia memang butuh aku dia akan datang padaku sendiri. Dan untuk sementara ini, sampaikan saja kepadanya… aku tengah menghadapi dunia baru. Dunia akting dimana kini aku sendirian sebagai pemeran utama, tanpa ada siapa pun member Super Junior disana, dan tentu saja aku juga sibuk untuk 6jib.”

   Kyorin tidak senang mendengar ini.

   ”Mungkin aku sudah sampai pada titik, bahwa aku tidak bisa terlalu mengikuti Haejin kemana-mana lagi. Haejin punya dunianya sendiri, dengan teman-temannya… dan aku pun demikian. Dan untuk saat ini, aku tengah menikmatinya, Kyorin-ah.”

   ”Jadi,” Kyorin berusaha mengontrol suaranya yang sudah getas menahan marah. ”Pada intinya, Oppa bosan?”

   ”Hei, aku juga tidak bilang begitu…” sahut Donghae buru-buru. ”Aku masih kekasihnya!”

   ”Aku benar-benar tidak mengerti dengan kalian berdua.” Kata Kyorin jujur. ”Kalau Oppa memang tidak suka pada sikap Eonnie yang tidak pernah terlebih dahulu menghubungi Oppa, Oppa harusnya bilang padanya.”

   Donghae diam saja.

   ”Ya sudahlah, Oppa,” Kyorin menghela napasnya lagi. ”Aku toh tak berhak ikut campur dalam urusan kalian. Maaf sudah mengganggu Oppa.” Kyorin langsung mematikan ponselnya.

T B C

108 thoughts on “{JinHaeXy} Cold Heart, Baby? 1/?

  1. mommaaaaaaa,,,,, poppaaaaaaaa,,,,,
    lama yah kita ga maen bareng *eh?
    ihh msh aja suka bales2an,, saling menyakiti,, ckckckckkkkk
    tp aq menikmati koq kalian saling menyakiti #plakk
    abis gemes jadinya,,
    hahahahaaaaa *ditabok
    ihh gemes gemes gemes momma ayo donkk telpon duluan,,
    aq sama oppa lg asik maen berdua nih,, ^o^

  2. yaaahhh poppa sama momma gimana sih
    baru kemarin balikan trus #ehem-ehem an eh sekarang beranten lagi
    jangan sok jaim dan gengsi deh, sama-sama butuh juga

  3. ahh, duo ikan ini, nggak bisa beherti ya bersikap kekanak2an satu sama lain😄
    ini lagi SI Hae sok2dewasa…. padahal masih sama aja.
    -.-
    Haejin.. haejin.. gengsi muludah ditinggi-in, pacar lo si Ikan mokpo ngambek kan, karena terlalu sering “ter-a-bai-kan”
    bwahahahahahahahahaahahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s