{JinHaeXy} STILL ~Part 8~ END

Title : Still

Length : Chaptered

Rate : PG15++

Genre : Romance, Family, Friendship, Lil bit Angst

Main Cast :

  • Lee Haejin
  • Lee Donghae

{JinHaeXy} STILL ~Part 8~

”Donghae-ya…”

   ”Hmm?” Donghae bergumam, sambil terus menatap pemandangan kolam renang di bawah sana, dari balik kaca kamar hotelnya.

   ”Bagaimana?”

   Donghae menghela napas dan berbalik menatap Hyukjae yang duduk di sofa kamar tidurnya. Donghae mengerti apa yang sahabatnya itu tanyakan, tentang bagaimana masalah mereka setelah semalam berbicara berdua. Hyukjae sendiri terlihat tidak jauh berbeda darinya, masih lemas, dan sendu.

   ”Tidak ada hasil,” sahut Donghae. ”Kau?”

   ”Nado.”

   ”Apakah sebaiknya kita menemui mereka lagi?” tanya Donghae.

   Hyukjae menghela napas. ”Aku harus memanfaatkan segala kesempatan yang ada untuk membujuknya.” Lalu ditatapnya Donghae. ”Kau bisa juga nanti kalau sudah di Seoul.”

   ”Maksudnya?”

   ”Lho, Haejin kan sudah pulang hari ini, pesawat pukul sepuluh.”

   ”Jinjja?!”

   Hyukjae mengangguk. ”Tadi sepertinya Sungmin Hyung ke Ritz Carlton pagi-pagi buta,” dia mengangkat bahu

   ”Dia tidak bilang dia pulang sepagi itu…” gumam Donghae sambil kembali menatap pemandangan melalui jendela. ”Yah.. dia tetap tidak bilang apa-apa lagi.” Ia mengerjapkan matanya kecewa. ”Dan di Seoul… dia akan lebih susah lagi untuk di raih… Hyuk, aku sungguh ingin menyerah.”

   Hyukjae mengangkat kepalanya tak percaya. Lee Donghae? Mau menyerah dalam mendapatkan kembali Lee Haejin? Ini benar-benar berita!

   ”Haruskah?” tanya Donghae. ”Haruskah aku melepasnya saja?”

   ”Tsk,” Hyukjae terkekeh. ”Kalau kau masih terus bertanya, tandanya kau memang tidak bisa melepasnya! Kalau bisa, ya sudah lepas saja… tidak perlu ada pengumuman bukan?!”

   Donghae terkekeh kecil. ”Aku jadi manusia bodoh dibuat olehnya, Hyuk.” Jawab Donghae merana. ”Aku digantung! Aku dipermainkan! Super Junior Lee Donghae di permainkan!”

   ”Lalu apakah kau akan mempermainkannya kembali?”

   ”Mungkin. Itu akan membuatku lega.” Donghae mengangguk. ”Tapi hanya sesaat. Lalu apa yang kudapat? Dia yang semakin menjauh? Dia yang semakin tidak perduli? Aku tidak mau mendapati itu!”

   Hyukjae tertawa sekarang. ”Hei sobat, kau memang tidak bisa melepasnya!”

   ”Oh,” Donghae mengangguk frustasi. ”Itulah kenapa aku frustasi! Diapakannya hingga aku begini?”

   Hyukjae terkekeh. ”Hanya kalian berdua yang tahu.”

   Donghae menoleh tajam. ”Apa maksudmu?!”

   ”Lho, kenapa sewot? Aku kan hanya bercanda…” Hyukjae mengerjap bingung. ”Aigo…” suaranya berubah, dari sendu menjadi mesum sekarang. ”Lee Donghae, jangan bilang kalau…”

   “Diam kau!” Donghae membuang wajahnya yang sudah memerah.

*           *           *

Gaon Chart Event, 22nd February 2012

Hari ini pertemuan pertama Super Junior dan Felidis, atau lebih tepatnya Donghae dan Haejin setelah pertengkaran terakhir mereka di Singapore beberapa hari yang lalu. Haejin sudah tahu kalau Super Junior pasti diundang dalam malam penghargaan seperti ini, dan ya sudah, mau diapakan lagi? Dia harus profesional dalam melakukan pekerjaannya kan?

   ”Sepulang dari sini kita akan kemana?” tanya Chihoon bersemangat.

   ”Memang mau kemana? Pulang, kan?” tanya Kyorin bingung.

   ”Tidak ada acara lagi kan?”

   ”Sepertinya tidak ada, wae?”

   ”Kita ke dorm Oppadeul, yuk…” ajak Chihoon. ”Mereka pasti menang, dan aku mau makan-makan.”

   Kyorin mendengus kecil mendengar kata-kata sang maknae, sementara Haejin yang duduk diantara keduanya, hanya menyilangkan tangannya dan melamun menatap ke depan.

   ”Bagaimana, Eonnie?”

   Haejin menghela napas. ”91line berjanji bertemu bersama hari ini. Kalau kalian mau ke dorm Super Junior ya sudah tak apa-apa. Lebih aman disana daripada kalian jalan-jalan sendiri diluar.”

   ”Jadi Eonnie tidak mau ikut?”

   ”Aku sudah punya janji,” sahut Haejin.

   Dan memang, Key sebagai ’dedengkot’-nya 91line tadi siang sudah memberi kabar kalau hari ini Woohyun mengajak semua berkumpul. Itu berarti jika Woohyun yang duluan meminta berkumpul, dia yang akan mentraktir. Key juga bilang hari ini full member akan berkumpul semua, termasuk U-Kiss yang ada di Jepang, meski hanya Eli dan Kevin yang datang.

   Dan Haejin bersyukur tidak perlu datang ke dorm Super Junior. Dia masih gamang akan hatinya, dan belum ingin bertemu dengan Donghae yang mungkin akan melancarkan berbagai macam sikap. Haejin sedikit yakin Donghae akan terus membicarakan masalah ini, dia kenal betul Donghae setelah hampir dua tahun menjalin kasih.

   Jika tengah dalam masalah bersama member, dia akan terus mengejar siapa pun yang marah padanya untuk menyelesaikan masalah tersebut, tidak peduli yang punya masalah masih kesal atau tidak. Sisi baiknya, masalah tidak menjadi berlarut-larut, namun sisi buruknya, annoying

   Dan sayangnya Haejin adalah tipe yang tidak suka menyelesaikan masalah secara terburu-buru, dia selalu memilih untuk diam terlebih dahulu, dan memikirkan segalanya sendirian.

   Tidak mau gegabah mungkin.

   Mereka turun dari van diiringi puluhan jepretan blitz berkilauan, dan Haejin sudah memasang senyum profesionalnya, bersama kedua membernya yang lain. Sedikit gemetar dengan angin yang berembus yang menerpa kulit mereka yang mengenakan mini dress putih, ketiganya membungkuk hormat pada sisi kanan dan kiri red carpet yang menyambut mereka.

   Di dalam gedung, akhirnya Haejin bisa melihat Super Junior, yang tentu saja sudah datang terlebih dahulu dan tengah menyapa para undangan yang lainnya. Dan begitu Felidis datang mereka juga tersenyum dan menyapa, kecuali Donghae yang memang terlihat canggung dan justru hanya mengangguk singkat. Hal itu tidak luput dari pandangan Kyorin yang nampak khawatir, dan Chihoon yang terang-terangan menampakkan wajah super heran.

   Dalam perhelatan Gaon Chart untuk pertama kalinya ini, lebih di dominasi oleh kehadiran rookie idol group, hal itu yang kemudian membuat Haejin lebih fokus meladeni sapaan para rookie kelewat ramah, terlebih kepada B1A4 yang memang jelas-jelas sangat menjadi berterima kasih kepada Felidis, dan tentunya Haejin, yang telah mengajak mereka berpartisipasi dan berkolaborasi dalam konser tunggal Felidis Desember lalu.

   Sementara menurut pikiran positif Kyorin, Donghae lebih banyak menyapa grup yang sudah ia kenal cukup baik, karena Donghae memang bukan tipe pria cepat akrab, meski dalam kasus ini dia bercakap-cakap dengan Wonder Girls, dan tentu saja Son Eunseo yang hadir. Tapi, sedikit heran karena Haejin tidak terlihat terganggu sama sekali.

   Sementara Chihoon tentu saja tidak memakai teori polos Kyorin tersebut. Jelas-jelas meski saling mengacuhkan, Haejin dan Donghae tengah berperang! Karena harus Chihoon akui, meski Haejin terlihat ramah menyapa sapaan para rookie, Haejin sedikit bossy atau menunjukkan bahwa ia adalah senior kepada A Pink dan Girl’s Day, yang Chihoon tahu benar, merupakan idola Donghae dan member Super Junior lainnya, yang memang menggandrungi darah muda, Chihoon sendiri ikut sewot beberapa bulan lalu saat Sungmin yang biasanya ’dewasa’ malah ikut-ikutan sindrom Ahjussi Gaul, yaitu menggandrungi Girl’s Day dan A Pink bersama Leeteuk, Heechul, Eunhyuk, dan Donghae.

   Dan sekarang, Haejin gelisah. Donghae melirik kepadanya sekali pun tidak pernah. Awalnya ia justru yakin, Donghae akan berusaha segala cara untuk mengajak Haejin berbicara berdua saja, tapi ternyata tidak terjadi. Dan itu membuat Haejin khawatir, meski enggan mengakuinya.

   Sengaja, Haejin memisahkan diri dari Chihoon yang tentu saja sudah melayang di dekat Cho Kyuhyun dan Lee Sungmin, dan Kyorin yang bersamanya, sejak tidak lagi dekat dengan Ryeowook. Haejin sempat hendak menyarankan agar Kyorin dan Kyuhyun berpacaran saja, tapi kemudian ingat sebetulnya Kyorin sudah menjalin kasih dengan Lee Taemin SHINee.

   Dan disinilah Haejin, di depan meja bubbling punch. Sudah gelas ketiga yang Haejin tenggak dari minuman berwarna biru cerah tersebut, dan justru sekarang ia membuat kesempatan agar Donghae mendekat kepadanya, mengajaknya bicara. Tapi dilihatnya Donghae bersama membernya, setengah galau karena Donghae tidak menghampirinya, tapi setengah hati lega karena setidaknya Donghae tidak lagi bergenit ria pada Wonder Girls dan Son Eunseo. Yah, okelah tidak genit, dia hanya menyapa, Haejin menambahkan dengan amat sangat enggan. Tapi kemudian dia menghela napas dalam-dalam, merasa gagal.

   ”Noona…”

   Dan Haejin menoleh mendapati lima member B1A4 menghampirinya, dan Haejin tidak bisa menyembunyikan senyum sumringahnya. ”Halo, babies…” sapanya kelewat riang.

   ”Haejin centil!” ledek Son Dongwoon yang datang mengambil punch sambil menyeringai, dan Haejin cuma menjulurkan lidahnya lalu menjawab pertanyaan dari Baro dan CNU soal persiapan album. Yeah, B2ST juga hadir disini. Dan Haejin sedikit mengerling ke arah Donghae yang benar-benar tidak menoleh sedikitpun kepadanya, meski dia sudah tertawa super (sok) manis pada kelima pria-pria menggemaskan di hadapannya, karena Dongwoon tidak menggemaskan menurut Haejin, dan Dongwoon entah kenapa sukarela sekali berdiri di sebelah Haejin dan mengganggunya saat hoobae mereka memuji Haejin sepatah dua patah kata.

   Pertunjukan dari Secret di panggung membuat Haejin, beserta laki-laki yang mengelilinginya menghentikan obrolan mereka seketika. B1A4 berbalik menatap panggung meski tidak meninggalkan Haejin juga, dan Dongwoon juga memilih tetap berdiri di sebelah Haejin, yang Haejin syukuri dalam hati, meski tidak akan memberitahu Dongwoon-nya juga.

   Tapi tetap saja, Lee Donghae tidak menoleh, dan tidak nampak peduli, bahwa Haejin memerankan mawar merah merekah, dimana ada enam kumbang di sekitarnya. Dan Haejin hanya bisa mengembuskan napasnya kecewa. Bisa saja dia merayu Dongwoon untuk membawa Gikwang, Hyunseung, dan Dujun datang ke sisinya, karena Haejin yakin ketiganya mau dengan sukarela, tapi Haejin sadar, itu tidak ada gunanya.

   Donghae bahkan tidak peduli saat ini, dengan enam pria mengelilinginya.

   Dan Haejin menjadi diam malam itu, tidak peduli Dongwoon dengan isengnya mengganggunya, juga Gongchan, yang selalu menjadi favorit Haejin di B1A4, bahkan nampak prihatin dan menanyakan kondisinya yang nampak muram. Haejin tetap tidak bisa menyembunyikan kesedihan, bahwa Donghae mungkin benar-benar membuktikan kata-katanya, bahwa ia berharap ia bisa lupa siapa Lee Haejin itu.

*           *           *

Dorm Super Junior, After Gaon Chart

”Hah~” Leeteuk mengeluh setelah membalikkan daging yang tengah ia panggang di atas panggangan kecil, sementara orang-orang di sekelilingnya menikmati santapan mereka, atau ikut menyiapkan daging. Tapi, tak luput dari telinga mereka, keluhan panjang dari sang leader.

   ”Kenapa, Hyung?” tanya Siwon penasaran.

   ”Rumah ini sepi,” sahutnya.

   Dan seluruh member menatapnya bingung, apa yang sepi dari begitu lengkapnya member berkumpul, hanya kurang Kyuhyun, dan ada Chihoon sebagai pengganti yang super mirip. Kyorin juga terpaksa absen karena ternyata dia memiliki jadwal latihan Catch Me If You Can malam ini, dan manajer barunya lupa memberitahukannya. Untunglah Haejin sedang tidak dalam mood untuk ngomel malam ini.

   Toh, Kyorin akhirnya pergi bersama Kyuhyun juga, diiringi ledekan jail para member yang mulai menjodoh-jodohkan mereka berdua dengan bercanda.

   ”Kalau sedang ada masalah cinta,” Leeteuk memasukkan dagingnya ke dalam mulut. ”Mendadak satu rumah sepi.”

   Dan Siwon, Shindong, Sungmin, dan Chihoon terpaksa menahan kikikan mereka. Sementara Donghae, Ryeowook, dan Eunhyuk menelan makanan mereka dengan rasa pahit yang tiba-tiba muncul entah darimana.

   ”Hyung jangan tertawa!” omel Eunhyuk yang entah kenapa ingin sekali melempar sesuatu pada Sungmin, yang nyata-nyata terkikik di hadapannya, apalagi di tambah wajah super ceria Chihoon yang meledek di sebelahnya, benar-benar pemandangan yang membuat sakit mata.

   ”Chihoonie menginap?” tanya Shindong penasaran. ”Kyorin dan Kyuhyun sepertinya akan pulang pagi. Dan bagaimana dengan, err… Haejin?” sebetulnya banyak yang ingin menanyakan mengapa Haejin absen dalam makan-makan hari ini. Apakah karena Donghae? Tapi jelas itu tidak mungkin, Haejin biasanya selalu menemani adik-adiknya meski dalam keadaan bertengkar dengan Donghae sekalipun.

   Chihoon menelan selada yang disuapkan Sungmin kepadanya lalu menenggak air kuat-kuat untuk menekan sayur tersebut masuk ke dalam tenggorokannya sebelum menjawab. ”91line berkumpul. Eonnie bilang tadi Woohyun Oppa Infinite mengajak berkumpul bersama. Dan Eli Oppa juga Kevin Oppa bahkan hadir dari Jepang, jadi dia tidak enak mau mangkir.”

   ”Ah,” semua menggumam mendengarkan alasan Chihoon.

   Donghae tidak nampak tertarik, meskipun kemudian menatap sebal pada Sungmin yang tiba-tiba sudah menyelimuti sepotong daging dengan sausnya, berikut selada, dan Chihoon mulai merengek manja tidak mau makan sayur lagi. Tapi toh dengan suapan dari Sungmin, ditelan juga.

   ”Jadi Chihoonie tidur sendiri saja di kamar Kangin Hyung ya,” pesan Shindong. Chihoon mengangguk-angguk tidak peduli dan kembali makan dari yang disuapkan Sungmin.

   ”Kalian bisa tidak sih menghargai yang single disini?” tanya Siwon ikut terganggu.

   ”Kami single kok.” Sahut Sungmin dan Chihoon kompak.

   Dan semua berdecak.

   Setelah makan-makan selesai, Sungmin memutuskan untuk menginap di atas, meski tidak seperti Donghae yang pasti tidak akan melewatkan kesempatan untuk tidur memeluk kekasihnya jika kekasihnya menginap. Sungmin cukup gentleman untuk tidur di futon yang ia bawa, dan rela tidur melantai di ruang tengah, dan bahkan ia membawakan piyama tidur untuk Chihoon. Setelah mengganti pakaian, keduanya pun masih duduk berdua di depan televisi menyaksikan film kolosal Troy yang diulang disalah satu stasiun televisi swasta.

   ”Aku masih mau menonton,” Donghae menutup pintu kamar dengan bibir mengerucut, dan Leeteuk yang tengah memoles wajahnya dengan krim malamnya menoleh heran. ”Tapi Sungmin Hyung dan Chihoonie benar-benar merusak mata! Apanya yang single?!” gerutunya.

   Leeteuk terkekeh. ”Sudahlah, Donghae-ya…”

   Donghae mendekati lemari dan mengeluarkan sabun pencuci mukanya, ”Aku mau tidur saja!” dan dia keluar lagi membawa handuk untuk membasuh mukanya, sementara Leeteuk geleng-geleng saja melihat kelakuan sang adik. Donghae menjadi lebih pendiam, dan itu mengkhawatirkan, pikir Leeteuk setelah selesai memoles krimnya, dan sekarang memutuskan untuk berbaring di balik selimut putihnya.

   Donghae memang terlihat pendiam jika dalam kerumunan orang banyak, yang tidak ia kenal begitu dekat. Namun, jika Super Junior, keluarganya, Donghae bisa menjadi ekstra cerewet dan manja, juga merengek kesana-kemari meminta keinginannya di kabulkan. Rengekan manjanya berubah setelah nyaris dua tahun belakangan, karena Donghae memiliki orang lain untuk direngeki jika mengutip istilah Kyuhyun.

   Dan selalu dan selalu, tidak pernah ada perubahan. Donghae akan menjadi ekstra pendiam, dan lebih mudah tersinggung (karena pada dasarnya memang Donghae amat sangat mudah tersinggung), namun dalam artian buruk. Bukan berarti dulu Donghae yang mudah tersinggung tidak buruk. Sekarang, jika merasa perasaannya tidak baik, Donghae hanya diam dan berwajah masam.

   Leeteuk lebih memilih Donghae yang merengek cengeng tentunya, daripada Donghae yang memendam seluruh masalahnya sendirian. Tak lama kemudian Donghae datang, dan merapikan handuk kecilnya, beserta perlengkapan cuci mukanya, kemudian mengoleskan krim tidurnya, dan mematikan lampu. Menyisakan lampu tidur berpenerangan remang di puncak tempat tidurnya.

   Leeteuk yang pura-pura tertidur melihat punggung Donghae. Satu lagi yang berubah jika Donghae memiliki masalah. Pria itu tidak pernah tidur memunggunginya, dia terlalu ’penakut’ jika kembali mengutip istilah Kyuhyun. Tapi, sudah nyaris dua bulan Donghae selalu tidur seperti ini.

   Dan Leeteuk tidak salah, karena beberapa jam kemudian ia terbangun dan melihat Donghae melamun, terkadang menghapus air matanya yang lolos dan mengkhianati tekadnya untuk menjadi pria kuat. Leeteuk kembali menghela napasnya, dan akhirnya duduk.

   ”Hae… kau tak bisa begini terus.”

   Donghae diam saja.

   ”Kau tahu apa yang kau lakukan kemarin pada Haejin adalah salah, kan? Dan kau harus menerima konsekuensi yang ada,” kata Leeteuk lembut. ”Aku tahu itu berat, karena aku tahu jauh di dalam hatimu, dan aku yakin, kau benar-benar tidak bermaksud berbuat kasar kepada Haejin.” Donghae menunduk mendengarkan kata-kata Leeteuk barusan. ”Tapi, tidak bisa setiap kau benar-benar berada di puncak emosi, kau berbuat kasar kepadanya. Aku sendiri pun kalau jadi dia, mungkin akan berpikir berulang kali…” suara Leeteuk terdengar tersendat. ”Aku sering dipukuli ayahku juga, kan… kau lupa?” kekehnya agar terdengar sedikit rileks.

   Pria di hadapannya terus diam.

   ”Haejin sudah berusaha berubah demi kau, Donghae-ya,” lanjut Leeteuk lagi. ”Dia memang lebih muda jauh daripada kau. Tapi dia berusaha untuk terus mendukung kariermu, bagaimana pun cemburunya ia jika kau bersanding dengan perempuan lain selain dirinya. Aku tahu benar perasaannya. Kau dan Haejin sebetulnya sama, sama-sama pencemburu, berat.” Leeteuk memutar matanya. ”Dan kau seharusnya bersyukur, karena itu berarti Haejin sangat mempercayaimu. Apa yang ia lakukan jika ia cemburu belakangan ini? Dia tidak pernah lagi kan sengaja pergi jalan-jalan atau melakukan sexy dance bersama Choi Minho.” Leeteuk mencoba mengajak Donghae bercanda. ”Tidak, aku tidak pernah melihat hal itu lagi pada Haejin. Mungkin ya, dia menggunakan banyak kesempatan untuk membuatmu cemburu, tapi toh dia tetap pada pendiriannya dia mencintaimu. Dia juga yeoja idol yang banyak disorot, itulah kenapa skandalnya banyak. Tapi, apa yang kulihat, dia sangat mencintaimu, Hae.”

    Donghae bisa merasakan bibirnya bergetar menahan tangis, mendengar penjelasan Hyungnya yang terdengar amat masuk akal. Ia merasa bodoh, yang dikatakan Hyungnya sudah begitu jelas. Kenapa dia tetap tidak percaya, dan khilaf melakukan perbuatan kasar, yang mendorong orang yang paling ia cintai untuk pergi dari dalam hidupnya.

   ”Apa dia pernah mengeluh kau tidak bisa sering datang ke Jepang, saat ia sedang melakukan promosi di Jepang?” tanya Leeteuk lagi. ”Kulihat ia tidak mengeluh, meski dia sering sakit disana. Aku tahu dia pasti ingin kau menemaninya, tapi dia tahu kau begitu sibuk dengan promosimu juga disini bersama Super Junior. Dan dia tidak pernah mengeluh dia yang bolak-balik ke Taiwan ketika kau promosi dengan Super Junior M disana. Bahkan dia ikut kau ke Indonesia saat dia memiliki libur, yang seharusnya bisa ia gunakan untuk istirahat dari promo album perdana Felidis tahun lalu.”

   Satu tusukan, dua tusukan, rasanya tidak ada apa-apanya dibandingkan betapa tajamnya kata-kata Leeteuk yang menusuk hatinya. Karena semua benar! Dan kenapa ia baru menyadari itu semua sekarang?!

   ”Dia pernah bilang pada Ririn; tak apa kalau Hae yang pergi ke luar negeri dan aku yang ditinggalkan di Korea Selatan. Tapi aku tidak pernah bisa lama-lama meninggalkan Hae di luar negeri, makanya di Jepang aku sakit terus.”

   Dan tangis Donghae tumpah saat itu juga.

   ”Hae… Haejin itu sangaaaaaat mencintaimu.”

   Donghae terisak.

   ”Jadi, percayalah… kurangilah rasa cemburumu, yang akan merugikanmu sendiri. Kau harus percaya pada dirimu sendiri, karena Haejin tidak berpaling pada Minho atau entah siapa saja sih skandalnya itu? Lee Gikwang, atau Changmin!”

   ”Hyung!” isak Donghae. ”Percuma kau membicarakan ini sekarang…” Donghae mengusap matanya. ”Terlambat. Haejin tetap tidak mau kembali kepadaku… Haejin sudah terlanjur… sakit hati kepadaku.”

   Leeteuk menghela napas dalam-dalam ikut menunduk. Dalam hal ini, memang semua keputusan ada di tangan Haejin. Tapi, toh ia sudah berusaha semaksimal mungkin untuk mengubah sifat tidak percaya diri dalam diri Donghae, adiknya. Yah, jika keduanya berjodoh… lagipula Leeteuk masih yakin Haejin mencintai Donghae sama besarnya seperti Donghae mencintainya juga.

   Tapi mungkin, kali ini Donghae yang harus belajar untuk lebih dewasa. Ya, mungkin ini memang saat yang tepat bagi Donghae untuk belajar menjadi lebih dewasa akan sikapnya.

*At The 91line Gathering*

Now put your hands up, put your hands up, put put put put put…”

   Haejin tertawa terbahak-bahak menyaksikan Dongwoon, Mir, Eli, Jinwoon, Woohyun, dan Minho memperagakan gerakan 2PM Hands Up, sementara gadis-gadis lain bersorak memberi semangat. Key duduk di samping Haejin yang sudah menenggak botol kedua yoghurt mix soju-nya.

   ”So,” kata Key, membuat perhatian Haejin dari melempari Dongwoon dengan kacang terhenti, dan menoleh menatap Key. ”Apa yang Minho perbuat padamu hingga kau dan Hae Hyung berpisah?”

   Haejin terkekeh, dan menyikut rusuk Key. ”Dia tidak melakukan apa-apa!” Haejin kembali menimpuk Dongwoon dengan kacang.

   ”Tapi, jelas dia melakukan sesuatu kepadamu,” Key terus menatap Haejin serius. Dan Haejin masih tetap menimpuk Dongwoon yang sepertinya tengah berbahagia dianugerahi kesempatan menjadi Nichkhun 2PM. ”Ya!” dipanggilnya Haejin lagi.

   Haejin kembali menoleh pada Mr Grumpy satu ini. ”Kenapa sih, Key? Minho sangat baik padaku… dia bahkan terus menyarankanku untuk berbaikan dengan Donghae. Kenapa malah kau kira yang tidak-tidak sih?” Haejin terkekeh memikirkan Key yang memang suka bergosip ini, dan kembali menatap enam pria di hadapannya yang tengah menggila.

   ”Mwo?!” Key mengangkat alisnya tinggi. ”Choi Minho memintamu berbaikan dengan Donghae Hyung?!”

   ”Iya, dia menyarankannya,” koreksi Haejin sambil lalu. ”Dia begitu mencintai Hyungnya tersebut,” Haejin menggeleng-geleng. ”Dia tidak mau Donghae bersedih. Tapi, Key…” Haejin menatap Key lamat-lamat. ”Aku hanya belum bisa menerima Donghae semua itu lagi…”

   Key ternganga tidak percaya. ”Jadi kau pikir itu semua Minho lakukan karena Donghae Hyung?!”

   ”Oh,” Haejin mengangguk yakin. ”Dan Minho sangat menyayangi kami berdua. Donghae dan aku, dia tidak mau kami bersedih, makanya dia terus menyarankanku untuk kembali.” Haejin menghela napas dalam-dalam. ”Err, Key… berita aku dan Donghae putus sudah begitu menyebarnya kah di SMTOWN?”

   Key berdecak. ”Trainee kami malah berpikir kau dan Minho ada sesuatu! Bahkan trainee kami tidak tahu kau itu pacar Donghae Hyung.”

   ”Ya untuk apa mereka tahu?” Haejin mengangkat bahu. ”Tidak penting juga.”

   ”Tapi, serius Minho tidak… Minho tidak… membujukmu untuk berpisah?” tanya Key heran.

   Haejin mengangguk. ”Iya! Dia dan Donghae lama-lama mirip lho, Key… terus merengek agar aku mengabulkan permintaan mereka. Tapi yang dia minta adalah aku kembali pada Donghae, jadi ya tidak semudah itu.” Haejin berusaha terlihat cool meski masih ingat sikap dingin yang Donghae tunjukkan di Gaon Chart Awards tadi.

   ”Maldo andwae…” Key berbisik sambil geleng-geleng, dan Haejin sudah tidak memerhatikan lagi karena sibuk lagi-lagi menimpuki Dongwoon dengan kacang, kali ini Dongwoon akhirnya habis sabar dan balas menimpuk Haejin, namun seperti biasa, Ok Taecyeon wannabe, ya Choi Minho yang berperan sebagai Taecyeon di 2PM gadungan ini malah mengejar-ngejar Dongwoon, diiringi sorak riang Haejin, dan akhirnya karaoke ini berubah menjadi pesta kejar-kejaran.

   Hanya Hyorin yang berbaik hati mau menolong Dongwoon, sementara Haejin, setelah Minho menangkap Dongwoon yang mengiba-iba, malah semakin menimpuki Dongwoon lagi dengan kacang, dan tentu saja, Nicole, Seohyun, Min, dan yang lainnya ikutan.

   Baru pukul tiga, mereka memutuskan untuk kembali ke rumah masing-masing setelah saling berpamitan, dan berujar ingin berkumpul lagi. Jinwoon bilang member 91line akan banyak yang reuni di bulan Maret nanti, karena 2AM, Miss A, MBLAQ, Felidis, dan SHINee akan melakukan comeback bersama, dan Jinwoon janji akan mengajak semua berkumpul saat lima grup tersebut satu panggung.

   ”Kau mau pulang?!” tanya Key tajam saat melihat Minho bangkit mendekati Haejin yang memeluk Nana erat-erat. Nana pamit akan kembali ke Jepang juga, satu pesawat bersama Eli dan Kevin pukul sembilan nanti. Afterschool dan U-Kiss memang tengah promo disana.

   Minho menoleh menatap Key yang tengah memandangnya tajam. ”Aku harus mengantar Haejin dulu.” Sahutnya jujur.

   ”Dia bahkan tidak memintamu mengantarnya,”

   ”Kibum-ah, ini pukul berapa? Dan dia wanita,” balas Minho, tak kalah pelan dengan desisan yang barusan teman satu grupnya katakan.

   ”Aku tahu bukan alasan itu yang membuatmu mengantarnya!” Key nyaris berseru.

   ”Ya memang bukan hanya karena itu,” Minho menjawab. ”Donghae Hyung menitipkan Haejin kepadaku.”

   ”Me-ni-tip-kan!” koreksi Key lagi. ”Dia bukan di-be-ri-kan!”

   Minho mendesah berat. ”Kibum-ah, sudah berapa kali kita membicarakan ini di dorm? Aku bahkan tidak berniat merebutnya dari Hae Hyung! Bagaimana mungkin kau berpikir aku sehina itu? Aku mengenal Hae Hyung jauh sebelum aku mengenal Haejin. Dan aku tidak mungkin mempertaruhkan resiko aku kehilangan saudaraku hanya karena seorang gadis, catat itu!”

   Key masih memberengut.

   ”Dengar, Kibum-ah… aku tidak mengerti kenapa kau begitu terganggu dengan aku yang dekat dengan Haejin,” jelas Minho lagi melihat kini Haejin hanya tinggal bersama Jinwoon saja, itu pun sebentar lagi Jinwoon akan pulang. ”Kau tidak mau aku merebut Haejin, atau kau justru ingin aku melakukannya? Agar aku sama sepertimu!” tuding Minho, dan ia meninggalkan Key yang tergagap di tempatnya berdiri dan menghampiri Haejin serta Jinwoon.

   Dan Haejin memeluk Jinwoon sekali lagi. ”Hati-hati, ah… kita tidak akan bertemu sampai kita comeback nanti, saling merahasiakan konsep! Salam untuk Changmin Oppa, Jokwonnie, dan Ongie.”

   ”Oke, jaga diri baik-baik ya, Jinnie.”

   ”Oke!”

   Jinwoon kemudian memeluk Minho dan bertukar salam. Haejin menghela napas, dan menoleh mendapati Minho berdiri di sampingnya, ia mengerang sebal. ”Pasti kau mau mengantarku pulang! Aku sudah bukan bayi lima tahun, Minho-ya… kau tidak perlu terbebani dengan urusan titip-menitip dari Hyungmu yang bodoh itu.”

   Minho terkekeh. ”Sudahlah,” dan didorongnya Haejin keluar dari kedai, dengan bibir mengerucut, dan keduanya sudah tiba di samping Ford Escape hitam milik Haejin, dengan Minho yang sudah membuka pintu kemudi.

   Haejin duduk di kursi penumpang, dan melirik Minho sinis. ”Jika ini untuk Hyungmu kau tidak usah khawatir. Siapa yang mau menculikku di pagi buta begini?” tanya Haejin.

   Minho mengacuhkannya dan memasang sabuk pengaman, lalu mulai menyalakan mesin. ”Tetap saja, wanita menyetir sendirian. Aku kaget tadi saat kau tiba, kukira kau setidaknya diantar atau dijemput oleh manajermu… itu kan sepulang acara Gaon.” Minho memundurkan mobil dan mulai menjalankannya. Lalu lintas sudah tidak sepadat dan seramai biasanya.

   ”Lalu bagaimana kau pulang nanti?” tanya Haejin heran.

   ”Dijemput Onew Hyung, kau tenang saja,” Minho nampak santai. ”Lagipula kau ini. Hyung tidak akan memaafkanku juga, jika aku membiarkanmu pulang sendiri. Kau mau diantar kemana?”

   ”Pulang.”

   ”Tidak mau menjemput Chihoon?”

   ”Chihoonie akan diantarkan oleh Sungmin Oppa besok,” sahut Haejin santai sambil mulai menurunkan joknya, sedikit lebih rendah. ”Lagipula sudahlah Minho-ya, kau benar-benar sudah tidak perlu bertindak sebagai babysitter-ku untuk Hyungmu.”

   Minho menyeringai. ”Ya, aku mendengar nada kesal dari suaramu. Apa ada yang terjadi?”

   ”Huh? Apa misalnya?” Haejin mulai sok polos.

   Dan itu membuat Minho semakin yakin bahwa memang ada sesuatu yang terjadi di Gaon Chart Award tadi antara Haejin dan Donghae. ”Jadi, Hyung memintamu lagi untuk kembali?”

   ”Ani,” sahut Haejin sambil menatap bulan, dan menolak menatap Minho.

   Minho mengernyit. ”Bagaimana mungkin? Kalian bertemu kan di Singapore. Ah, aku belum sempat bertanya kepadamu.” Minho memutar setirnya berbelok menuju ruas jalan yang semakin mendekat ke arah Sky Dining Apartement.

   ”Ne, kami bertemu.”

   ”Lalu?”

   ”Lalu apa?” tanya Haejin menghela napas dalam-dalam, dan segala yang ia bendung hari ini, perasaan sedihnya saat melihat Donghae mengacuhkannya di Gaon Chart Award, ditambah teringat dengan kata-kata tajam Donghae ketika mereka di Singapore membuatnya, lagi, akhirnya menangis di depan Minho.

   Dan Minho menghentikan mobilnya tepat di samping taman kecil, hanya beberapa ratus meter dari bangunan tinggi tempat tinggal Haejin. Ia menoleh dan mendapati Haejin menangis diam-diam. Minho tidak bicara apa-apa, hanya mengawasi Haejin menangis dalam diam, meski ingin meraih, meski ingin memeluk, semua ia tahan, karena Haejin terlihat masih berusaha menguatkan dirinya yang rapuh.

   ”Jadi, semua tidak berjalan dengan baik?” bisik Minho.

   Haejin mengangguk dan menghapus air matanya. ”Donghae tahu aku mengambil cincinnya.”

   ”Cincin?” Minho mengangkat alis, berusaha mengingat. ”Ah! Cincin yang tempo hari ia minta kembalikan?”

   ”Oh,” Haejin mengangguk. ”Dan semua berputar. Aku tidak tahu aku harus berbuat apa, Minho-ya. Aku tahu aku tidak boleh menkankan gengsi atau logika, tapi kedua hal tersebut berpusing di kepalaku dengan cepat! Meyakinkanku aku tidak boleh memberikannya kesempatan semudah itu…”

   Minho mengeluh.

   ”Tapi…” isak Haejin. ”Tapi Donghae marah… lagi,” dan Haejin menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. ”Dia berharap, dia berdoa… dia ingin melupakanku… karena aku… menggantungnya…”

   ”Lagipula kenapa kau gantung dia?”

   ”Aku tidak tahu!” Haejin menutup kupingnya dan menggeleng-geleng. ”Aku tidak tahu! Kenapa banyak yang berbicara di telingaku… untuk tida memberinya kesempatan secepat itu! Tapi… aku tidak mau! Lebih baik aku mati daripada dia melupakanku… aku tidak mau! Tapi aku tidak bisa menerimanya! Minho aku bingung! Ada apa denganku?! Kenapa aku labil sekali???”

   Minho tidak bisa berkata apa-apa. Dia sudah berusaha sekuat tenaga untuk menolong gadis yang ada di hadapannya, dengan segala nasihat. Tapi gadis di depannya kini begitu keras kepala, meski jelas-jelas dia masih mencintai, atau kata masih kurang tepat, dia memang mencintai pria itu, kakaknya sendiri. Dan sudah waktunya Minho bertindak, untuk yang pertama dan terakhir kalinya… demi Haejin.

   Setelah mengantarkan Haejin ke apartemen dan memarkirkan mobilnya, Minho pamit pulang tanpa mampir terlebih dahulu, ia mengerti Haejin ingin sendirian dan mungkin jika Tuhan berkenan, memberikan hidayahnya kepada makhluknya yang keras kepala tersebut, bisa mencarikan kekeraskepalaannya. Minho berdiri santai menunggu Onew menjemputnya, dan berpikir keras.

   Ia bertekad untuk membantu Haejin menyadari perasaan cintanya jauh lebih tinggi daripada gengsi dan logika-sok-tahunya tersebut. Minho menatap ponselnya serius dan terus berpikir, kira-kira cara apa yang paling ampuh?

   ”Lee Haejin, Lee Haejin,” ucap Minho sambil terus berpikir. ”Jika ini menyangkut Lee Haejin… maka…” dan seperti dalam film kartun, sebuah lampu mendadak menyala di kepalanya. Sebuah nama muncul begitu saja, dan Minho langsung membuka fitur kontak, dan mencari nama yang ia maksud.

   Hanya dia yang bisa membantu Minho.

*           *           *

29 February 2012

 

From    : XXX XXXXXX

   Donghae-ssi apakah kita bisa bertemu, aku butuh bantuanmu…

Donghae mengangkat alis. Dia kemudian kebingungan, pekerjaannya belum bisa untuk ditinggalkan. Tapi kemudian nomor itu menghubunginya, sebelum ia bahkan bisa memutuskan.

   ”Donghae-ssi, bagaimana?”

   ”Ehm… aku sedang diluar, aku sedang tidak di dorm, dan sedang ada yang kukerjakan… mungkin kau mau datang kesini saja?” Donghae tidak sampai hati menolak permintaannya.

   ”Oke,” sahut suara bening tersebut, Donghae bisa membayangkan wajah penuh senyum yang tengah berbicara kepadanya. ”Boleh kutahu dimana alamatnya?”

   ”Ah akan kukirimkan saja, err… padamu.”

   ”Baiklah. Kuharap aku tidak mengganggu ya, Donghae-ssi…”

   ”Ah, gwenchana…”

   Dan setelah sambungan telepon putus, Donghae menatap seluruh ruangan, dan melihat hasil yang ia kerjakan. Dihelanya napasnya panjang dan menatap miris seluruh pekerjaannya. Tapi lalu mengernyit, mengingat siapa yang ingin datang dan membutuhkan bantuannya.

   Yah, sudahlah… toh… Donghae menggeleng-geleng, dan kembali melakukan pekerjaannya.

*           *           *

From    : XXX XXXXXX

            Kail masuk ke dalam kolam

   Minho terkekeh membaca isi pesan tersebut, lalu menatap bayangan Haejin yang baru saja tiba di samping mobilnya dengan bibir mengerucut, bentuk protes atas pemaksaan hari ini. Dan dengan senang hati Minho mengetikan sederet pesan kepada si ’kail’ sementara Haejin merapikan rambutnya pada bayangan spion.

To        : XXX XXXXXX

            Ikan betina siap diantar…

Dan Haejin akhirnya masuk ke dalam SUV hitam milik Minho, cemberut. ”Jadi, apa lagi yang mau kau lakukan?”

   ”Aku mau membeli apartemen,” jawab Minho santai.

   Haejin mengangkat alis. ”Jinjja?!”

   ”Oh,” Minho menyalakan mesinnya. ”Dan aku mau minta pendapatmu, karena aku kurang mengerti tentang lokasi strategis dan sebagainya.” Minho mulai menjalankan mobil. ”Sebagai gantinya, aku akan mentraktirmu yoghurt soju.”

   Haejin tetap mengangkat alisnya tidak percaya.

   ”Kenapa sih, Haejin-ah?” tanya Minho santai sambil terus mengendarai mobilnya, menyadari tatapan tajam.

   ”Kau Kyu-Line!”

   ”Oh, tepat sekali…” Minho mengangguk kalem. ”Tapi sepertinya aku tidak mengerti kenapa kau tiba-tiba berkata aku Kyu-Line disini.”

   Haejin mendesis. ”Kau pasti punya rencana tertentu! Manipulatif, seperti Kyuhyun dan Chihoon.”

   Minho terbahak-bahak. Dan Haejin tidak berhenti cemberut sampai akhirnya mobil Minho benar-benar berbelok di sebuah kompleks apartemen baru. Yang Haejin tahu benar, banyak ruangan belum terisi. Haejin tidak bisa berhenti membelalak menatap bangunan tinggi, yang elegan, minimalis, dan sangaaaaaat sesuai dengan gayanya tersebut.

   ”Ini?”

   ”Yep, Pearl Black Apartement,” Minho menghentikan mobilnya dan melepaskan sabuk. ”Aku hanya ingin investasi terlebih dahulu. Bisa juga kedua orangtuaku yang tinggal disini. Aku belum begitu memutuskan… hei, bagaimana menurutmu?” tanya Minho.

   Haejin mengangguk-angguk antusias. ”Tempat ini idaman yeoja idol lho.”

   ”Jeongmal?”

   ”Ne, tempat ini dekat dengan Apgujeong, dan mau kemana saja mudah. Di depan sana sudah ada stasiun MRT, juga ada halte, dan banyak taksi berkeliaran… strategis.” Haejin mengangguk-angguk. ”Aku sendiri dapat brosur penawarannya waktu jalan-jalan dengan 91line gadis-gadis.”

   Minho terkekeh. ”Kaja! Ayo kita lihat dalamnya…” Minho nampak bersemangat dan kembali memeriksa ponselnya. Sementara Haejin mengekor di belakangnya.

   Dan, seperti memang bangunan apartemen ini di desain khusus untuk idol yang membutuhkan privacy, mereka berdua bahkan tidak perlu melewati lobi utama, atau harus keluar dan menampakkan diri mereka. Haejin yakin, bertemu citizen atau netizen yang tengah bersantai di kedai kopi yang terletak di lantai satu di depan lobi, mereka berdua akan berakhir menjadi santapan media selama berbulan-bulan.

   Haejin  bahkan bisa membayangkan judul artikelnya, Allkepo dan Dispantatch selalu bisa membuat judul yang sangat kontroversial. Ia masih ingat insiden berita bohongnya dan Gikwang jalan bersama di Jepang tahun lalu. Tapi, Haejin menjadi curiga, jika memang Minho ingin membeli apartemen, bukankah seharusnya dia masuk kantor pemasaran, dan bukan masuk ke dalam lift lalu menekan tombol delapan.

   Haejin merapat pada Minho, dan berusaha tidak melihat sekitarnya. Dinding lift tersebut terbuat dari kaca transparan yang elegan. Dan, sebagai trivia, Haejin memiliki dua fobia, yaitu ketinggian dan tentu saja, ular, Minho sudah tahu itu, ketika mereka rekaman Teenage Running Man. Dan sekarang Haejin merapat sambil menutup matanya juga, Minho terkekeh.

 

From    : XXX XXXXXX

            Ikan jantan masuk kolam

   Minho membalas lagi.

To        : XXX XXXXXX

            Ikan betina sudah di kolam

   Meski tahu Haejin takut ketinggian, Minho harus tetap melakukan ini, ditepuknya pundak Haejin dan Haejin membuka sedikit mata kanannya. ”Apa?” tanyanya merasa terganggu.

   ”Kurasa kau harus lihat itu.” Minho menunjuk lift di sebelahnya, yang juga berbentuk transparan.

   Haejin memaksakan diri membuka mata, dan tidak melihat kebawah, melaikan ke kotak kaca bening di hadapannya. Awalnya Haejin bingung, apa yang diminta Minho untuk dilihat olehnya selain kotak bening tersebut yang justru memperlihatkan pemandangan hall apartemen di bawahnya, dan lantai-lantai yang membentuk lingkaran tersebut.

   Tapi kemudian sebuah lift turun, dan berpapasan dengan lift mereka yang naik ke atas.

   Hanya sepersekian detik, kedua lift ini berhadapan, dan menampakkan isinya satu sama lain. Tapi layaknya drama, terlihat dalam gerak lambat, terutama karena dinding kaca.

   Sepasang mata yang awalnya penuh tanya, kemudian bertemu dengan sepasang mata yang melebar kaget, tidak percaya. Bahkan hanya sepersekian detik dua pasang mata itu saling bertatapan, tapi rasanya seumur hidup keduanya bisa menyesal jika tidak membuka pintu lift sekarang juga.

   Haejin gemetaran.

   Apa yang dilakukan Lee Donghae dan Son Eunseo disini? Mereka mau membeli apartemen juga?!

*           *           *

TING TONG.

   Donghae menurunkan perlengkapannya dan meletakannya di bawah sambil menoleh ke arah pintu. Dihelanya napasnya dalam-dalam, dan melepaskan sarung tangan, masker, beserta apron birunya, dan segera melangkah menuju pintu, tanpa merasa perlu mengecek siapa yang datang.

   Toh memang, ya… Son Eunseo yang datang.

   ”Annyeonghaseyo, Donghae-ssi.”

   ”Oh, annyeonghaseyo.” Donghae balas membungkuk dan tersenyum.

   ”Sepertinya aku mengganggu ya?” tanyanya.

   ”Aniyo, tapi lebih baik kita bicara diluar saja. Catnya belum begitu kering, jadi baunya masih menyengat.” Kata Donghae terus tersenyum.

   Eunseo mengangguk setuju. ”Ne, kulihat dibawah ada coffee shop.” Dan dia mengeluarkan ponselnya sebentar, lalu tersenyum menatap Donghae yang menunggu. ”Kaja, Donghae-ssi.”

   Donghae menutup pintu di belakangnya dan mengikuti Eunseo ke dalam kotak kaca bening yang akan membawa mereka turun ke bawah. Donghae masih merasa canggung dan agak bingung untuk bertukar kata. Selama ini mereka hanya bercakap-cakap biasa saja, dan selalu berhubungan dengan We Got Married, tapi kini… entah ada angin apa…

   ”Err… Donghae-ssi, sepertinya aku kenal mereka.” Tiba-tiba Eunseo menunjuk ke kotak kaca di sebelahnya yang tengah menarik sebuah lift kaca naik ke atas.

   Donghae menunduk, berusaha melihat dengan penasaran. Dua puncak kepala yang ia rasa cukup familiar. Dan ketika kedua lift mereka bertemu, Donghae terperangah mendapati dua orang yang ada di dalamnya, serta dua mata yang berkilat shock menatapnya.

   Minho dan Haejin. Haejin tengah menatapnya nanar, dan Donghae terus mendongak ke atas, bahkan saat lift itu semakin menjauh. Dan ia tahu Haejin juga terus menatapnya. Minho dan Haejin, di sini?! Apa yang mereka berdua lakukan?! Dan… Haejin melihatnya bersama Eunseo.

   Ini buruk!

   Kedua lift sama-sama berhenti di lantai yang berbeda. Lift Donghae dan Eunseo di lantai satu, dan lift Haejin dan Minho di lantai lima. Minho dan Eunseo sama-sama menoleh pada patung hidup yang berdiri di samping mereka.

   Tiba-tiba saja, baik Haejin di lantai lima, dan Donghae di lantai satu berlari keluar dari dalam kotak kaca tersebut dan berlari menuju tangga spiral megah yang terletak di sisi ruangan, beberapa meter dari kotak lift kaca tersebut, dan Minho tersenyum. Cukup sampai disini dia membantu.

To        : Eunseo Noona

            Gomawo Noona, ayo kita makan~

Dan Eunseo membalasnya.

To        : Minho~^^

            Okay, dan kau hutang penjelasan padaku, Minho-ya…

*           *           *

Minho benar! Rasa cintanya pada Donghae jauh lebih besar, jauh lebih berharga dibandingkan rasa gengsinya. Dan Haejin, meski terlambat, tidak mau menyesal! Dia akan menyeret Donghae naik, jika itu yang bisa ia lakukan untuk menjauhkan Donghae dari tangan Eunseo! Dia tidak rela, dia tidak akan pernah rela! Kenapa dia bodoh sekali baru menyadarinya sekarang?!

   Dibutakan air mata, Haejin tidak peduli, dia harus menuruni tangga, dan hampir terjatuh, asalkan ia bisa secepatnya turun dan menarik Donghae! Memohonnya kembali, meski harus merendahkan harga diri! Apa saja asal Donghae tidak bersama gadis lain, terutama Son Eunseo.

   Namun baru dua lantai ia lewati, dengan napas terengah-engah, nyaris putus, dan persetan dengan asmanya, mati pun ia rela yang penting Donghae tidak bersama wanita itu!

   Dan dilihatnya sepasang mata cokelat, dengan wajah bersimbah keringat, air mata, dan berusaha mengatur napasnya juga, tengah memandangnya kaget. Beberapa anak tangga di bawahnya. Dan mata Haejin yang sudah kabur oleh air mata, semakin buram, karena mendadak sepertinya seluruh pasokan air matanya mendesak keluar! Menyadari satu hal…

   Donghae masih mencintainya, meski ia sudah menyakitinya.

   Jika Haejin pikir hanya ia yang bersyukur, maka ia salah juga. Donghae sungguh bersyukur, dan air matanya tumpah. Haejin mengejarnya turun, Haejin masih menginginkannya, meski ia sudah menyakiti Haejin, bahkan mengasari Haejin. Tapi Haejin turun, Haejin yang tidak bisa olahraga apa-apa berlari turun, hanya untuk mengejarnya.

   Tidak perlu kata, bahkan mereka sudah saling memahami saat saling menatap satu sama lain seperti ini. Saling mengatur napas mereka.

   ”Kenapa diam saja?” tanya Haejin sambil menunduk.

   ”Mwo?”

   ”Kau tidak mau memeluk…”

   Dan Donghae berlari dengan kecepatan cheetah piaran Shindong dalam lagu Oops, untuk meraih gadis mungil di hadapannya ke dalam pelukannya. Dan bersyukur, merasakan tangan Haejin yang sudah lama mendorongnya pergi, kini justru semakin erat memeluknya.

   Keduanya menangis haru. Tanpa penjelasan, tanpa apa-apa, kini mereka mengerti apa maksud dua orang tadi mendadak mengajak mereka kesini. Mereka mengerti hati mereka sendiri, dan merasa lagi-lagi dibodohi oleh gengsi. Haejin sesenggukan memeluk erat pria yang ia rindukan begitu lama, yang ia sakiti, yang ia usir dari hidupnya, padahal ia tahu, pria ini adalah inhaler-nya dalam asma.

   ”Aku merindukanmu.” Bisik Donghae sambil mengecupi puncak kepala Haejin dalam pelukannya.

   Haejin mengangguk. ”Aku juga.”

   ”Aku mencintaimu.”

   ”Aku mencintaimu, juga, selalu.” Haejin mendongak, menampakkan wajah sungguh-sungguhnya, dan Donghae dengan air mata terakhirnya, tersenyum dan mengangguk, sambil mendekatkan wajahnya.

   Jika Tuhan memang ada, Tuhan tahu betapa Haejin merindukan segala sentuhan ini. Saat bibir Donghae membelai kedua bibirnya, pelan, dalam, dan lembut. Haejin melepaskan semua pertahannya, ditunjukkannya rasa rindunya yang mendalam pada laki-laki ini. Diraihnya rambut cokelatnya, dan dibenamkannya tangannya ke dalam rambut lembut tersebut, dan kepala mereka saling bergerak menyesuaikan bibir mereka yang bertaut.

   Seperti berdansa, Haejin bisa merasakan Donghae menarik Haejin satu anak tangga ke atas. Tidak mau melepaskan tautan, Haejin mengejar naik masih sambil mengalungkan tangannya pada leher Donghae, dan keduanya terkikik manakala bibir mereka yang nyaris terlepas, kembali bertemu saat salah satu dari mereka mengejar naik.

   Terkadang saat Donghae yang kehilangan kendali, Haejin yang berbalik dan naik semakin tinggi, tanpa menyadari mereka yang tadi bertemu, di lantai tiga. Dan semakin mereka mengejar, mereka semakin menggoda satu sama lain.

   Tentu saja, seperti biasa, tangan Haejin sudah tidak bisa diam. Dia begitu merindukan menyentuh seluruh bagian tubuh kekasihnya, yang hanya miliknya, dan tidak boleh untuk orang lain, pikiran menjadi posesif itu membuat Haejin bahagia. Akhirnya ia kembali menjadi dirinya sendiri, dan setan sok logis yang selama ini menghantuinya sudah ori verderci.

   Tanpa terasa mereka sudah saling mencium hingga tiba di puncak lantai lima, dan ketika Haejin ingin menarik Donghae naik lagi, Donghae kini menariknya, dan membimbingnya, hingga Haejin terhempas, dan punggungnya menabrak sebuah pintu. Haejin tidak peduli, rasa sakitnya tidak muncul, karena dia sudah menarik Donghae lagi untuk kembali menciumnya dalam.

   Tangan Donghae bergerak mendekati sederetan tombol di gagang pintu, yang tiba-tiba terbuka, dan membuat Haejin nyaris terjungkal ke belakang. Tapi kini tangan Donghae menangkap pinggangnya, dan tidak membiarkan Haejin terjatuh. Dibawanya Haejin masuk, tanpa melepaskan ciuman mereka yang entah sudah berlangsung berapa lama, dan dilihat oleh siapa saja tadi di sana.

   Indera penciuman Haejin menangkap wangi cat baru, tapi tidak peduli lagi, karena wangi tubuh Donghae yang ia rindukan, kini sudah memenuhi indera penciumannya. Dan Haejin bersorak girang saat Donghae kini sudah menggendongnya, dan membiarkan kakinya melingkar di pinggang pria itu, sementara Donghae terus membawanya menyebrangi ruangan, dan kembali membuka sebuah pintu.

   Ciuman mereka baru benar-benar terlepas ketika punggung Haejin sudah menyentuh tempat tidur yang masih dilapisi plastik pembungkus. Tapi tempat tidur itu nyaman, dan dengan wajah girang, dilihatnya sepasang mata cokelat yang mengabur, lalu wajah Donghae yang sudah kembali mendekat dan menciumnya dalam lagi, kali ini tangan Donghae ikut bergerak seirama dengan tangan Haejin yang sudah bergerilya sejak tadi bahkan mereka masih di lantai tiga.

   Dan dengan pekik penuh kemenangan, Haejin merasakan baju longgarnya disobek, dan tertawa. Kali ini, ada yang tidak sabar… dan itu bukan dia.

*Epilog*

Eunseo menekap mulutnya menahan tawa, menatap Minho yang menarikan Ring Ding Dong, Juliette, Noona Neomu Yeppeo, Hello, dan Lucifer dengan hiperaktif di lobi apartemen, dan menarik perhatian banyak orang.

   Setelah melewati satu jam penuh malu, Minho menyeret Eunseo kabur dari lobi. Untungnya Eunseo memakai penutup kepala dan wajah, sehingga ia dikira seorang pria, karena untungnya Eunseo tidak memakai sepatu wanita.

   ”Hei, kau tadi kenapa?” tanya Eunseo masih tertawa, sesudah tiba di mobil.

   ”Mereka butuh pengalih perhatian.”

   Eunseo tertawa tapi tidak menyembunyikan keheranannya. ”Kau masih hutang penjelasan, lho.”

   ”Iya Noona, iya.” Dan Minho membawa mobil itu keluar.

-Keutt-

139 thoughts on “{JinHaeXy} STILL ~Part 8~ END

  1. °•(>̯┌┐<)•° jinhaeeeeee…… Akhirnya…. Chukae…..
    Ehemmmm… Yg terakhir ngp'in tu?? Smpai sobek"in baju… Wkwkwkwk
    Minho trims banget niiii…….

  2. akhirnya balikan juga >.<. minho sama eun soo aja udah #plakk
    bagian terakhir berhasil bikin menelan ludah, berapa lantai coba itu mereka kissnya -___- saking udah lama gak pernah ketemu kali ya. jaln ceritanya suka eon, gengsi itu emang harus dikesampingkan buat pasangan ini🙂 daebak lah!😀 ditunggu ff jinhae yang lain eon ^^

  3. Haaaa So Sweet!! Keren!! tapi agak gantung ya,, kata2 akhirnya pas bagian HaeJin kurang pas,, hhahahha Tapiii sukaaaa akhirnya mereka balik lagi!! tapi ap2an nih si Minho,, Ikan masuk kolam lah.. hadeeehhh!!! tapiii si Jinnie klo bajunya di robek lha dia pake apa pas pulang? *Plak* ahhaha kerennn!!!!!

  4. :O :O :O :O😡
    Entah kenapa agak takut baca blured sign u.u jadi gabaca deh dan lanjut kesini .
    Bag terakhir eonn , sesuatu *kambuh . Uwaaaaaa , sweet bgt yg pada lari larian di tangga dan masalah ciuman itu , saya kagak komentar deh -.-v Dan apa ? Baju disobek ? >< Aduuu kasian atuh bajunya abang ikan , pasti itu harganya mahal *plakk . Minho-ya~ sabar yaa *pukpukpuk , pasti suatu saat nanti amal ibadahmu akan diterima disisinya *what? *abaikan . Dan terakhir , saya juga single *ngikutchimamin *kaburrr

  5. WuAhhh telat baca nih,,,

    Akhirnya JinHae bersatu lagi,,,
    Chukkaeeee

    Bner” terharu deh sma kisah cinta mereka,,,

    Minho kau baik sekali,,,
    Mau mempersatukan mereka lagi,,,

    Aigooo JinHae gak capek apa ciumannya???
    Brepa anak tangga tuh buat nyampe d lantai 5 ckckck,,,

    D tunggu ff JinHae yg lain, udh kangen nih denger panggilan popa moma mereka,,,

  6. AAAAAAAAAAAAAAAAHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH
    finally momma and poppa comeback again
    and i hope this is the last
    dont break up again
    because you are very sweet couple
    and eeeerrr hot couple also

    and you know i miss so bad with your skinship
    with this i so happy

    keep writing unnie ^^

  7. Finally!!! JinHae balikan jugaaaa
    Sampe terharu :’)
    Yaolooohhh minho pinter jugaaa ckck *tepuk pala minho* wkwk
    Donghae gasabaran ternyata ckck sampe2 ngerobek baju haejin muehehe :3
    Nice ff onnie ^^
    Oya btw WIFnya kapan kelanjutannya?? Penasaran banget222an sama kelanjutannya WIF u.u

  8. Finally!!! JinHae balikan jugaaaa
    Sampe terharu :’)
    Yaolooohhh minho pinter jugaaa ckck *tepuk pala minho* wkwk
    Donghae gasabaran ternyata ckck sampe2 ngerobek baju haejin muehehe :3
    Nice ff onnie ^^
    Oya btw WIFnya kapan kelanjutannya?? Penasaran banget222an sama kelanjutannya
    WIF u.u
    Lanjutin ya eon :))

  9. ¤HAPPY ENDING¤

    Suka,suka klo gni~
    Bwat minho, thanx brat bwat nyatu’n ikan betina (haejin) sma ikan jantan (donghae),hehe~

    Minho kya’a serasi sma eunsoo,kekeke

    Btw,btw~
    Bgian akhir itu*gak bsa ngmng* , ,
    Kngen brat tuh donghae, .
    Sampe nafsu brat,wkwkwk

    Onnie daebak ! !
    Jinhae jjang,

  10. OMO , ternyata udah END aja #hahaha
    baru sempet baca >< hiks
    akhirnya ny Happy Ending #likethis🙂
    nah , skrg minho sama eunso jd mak comblang wkwkwk
    emg tuh duo ikan perlu dibuka mata hatinya #lebaiiii
    kan enak klo udh baikan , apalagi pas baikan lg tancap gassss ~
    asikkkk ga gada galau.galauan lg🙂
    fighting eonn🙂

  11. AKhir.A
    Penantian ga sia”, tuk ikan couplw.🙂
    Muihhh…Udah rindu bgt ma skinship. Jinhae… Heheh
    Dua”.a pd cembru liat pasangan.a jalan ma yg lain. Apalagi pas momma liat poppa jln brg son eunso…Brrrrr
    Ngerasa sakit hati, aq jg #halah==”
    Tp, syukur mrk dah blkn, n skinsip lg.🙂
    Waw, poppo ga sabaran bgt sih, ampe ngerobek bju sgl. =-=”
    ckck,,
    Lanjutkn onnie.. Semangat.😀 !!

  12. Onnieeee mianhae baru komen. Seminggu ini bb gak full service dan lappie masih ditahan sehabis ujian. Jadi gak bsa buka baca sama sekali…

    Onnie daebak ! Aku merasakan perasaan cinta yang menggebu-gebu antara Donghae dan Haejin. Senangnya JinHae udah kembali lagi. Terima kasih banyak buat Minho and Eunseo ! Hahahaha~

  13. Amat sangat terlambat bacanya onn*sengaja* haha

    “Yah.. dia tetap tidak bilang apa-apa lagi.”
    “Dan di Seoul.. dia akan lebih susah
    lagi untuk di raih.. Hyuk, aku sungguh ingin menyerah.”
    Aku jga kaget nyuk donghae bilang kayak begitu.
    Sepertinya fishy sudah teramat sangat lelah,, huh.
    Kyorin selalu positif thinking, dan chihoon selalu dikemungkinan terburuk. Walaupun begitu kemampuan chihoon pantas diacungi jempol karena lebih masuk akal haha. Chihoon masih kecil tapi kemampuannya cwego hihi.
    “Rumah ini sepi.”
    “Kalau sedang ada masalah cinta.”
    “Mendadak satu rumah sepi.”
    *terkikik bareng sungmin karena Siwon, Shindong, dan Chihoon gak punya nyali buat blak – blakkan*wkwk
    “Dia pernah bilang pada Ririn; tak apa kalau Hae yang pergi ke luar negeri dan aku yang ditinggalkan di Korea Selatan. Tapi aku tidak pernah bisa lama- lama meninggalkan Hae di luar negeri, makanya di Jepang aku sakit terus.”

    Baru tau haejin onnie pernah bilang beginian onn, kata – katanya sederhana tapi bikin terharu onn.
    Ya Key napa punya pemikiran kalo minho membujuk haejin untuk pisah ma ikan sih?
    Tapi mungkin aja sih minho ngelakuin itu, lagian ini kesempatan besar banget.
    Tapi juga ada banyak alasan napa minho g ngelakuin itukan onn. Contohnya aja, haejin nganggap minho adik kesayangan donghae dan pastinya minho juga bakal mikir sama, donghae itu Hyungnya, gak mungkinlah dia sejahat itu. Dan yang kedua, foto di ponsel haejin yang diliat minho haha. Dan yang ketiga, percuma haejin ma minho kalo hatinya masih donghae, sekian.
    Key kok negatif thinking banget sih sama minho, jadi sebel lihat key*timpuk key pake bata, eh kacang maksudnya*. Cuci dulu otaknya key*dilirik tajam key*, biar gak buruk terus*kabur*.
    “Kau
    tidak mau aku merebut Haejin, atau kau justru ingin aku melakukannya? Agar aku sama sepertimu!” tuding Minho.
    Waw kata – katanya minho bener – bener tepat sasaran, pedes padahal gak pake cabe wkwkwk.
    Buruan akur deh minkey, jangan sampai terulang seperti diawal dulu cuma karena salah paham.
    XXX XXXXXX itu son eunseo kah onn? Sepertinya iya.
    Apa minho minta bantuan son eunseo jugakah onn?
    Sepertinya memang iya haha.
    “Kau Kyu-Line!”
    “Kau pasti punya rencana tertentu! Manipulatif, seperti Kyuhyun dan Chihoon.”
    Aha… Kenapa tepat sekali haejin onnie?
    Minho ma son eunseo kompak banget, joha^^.

    To : Eunseo Noona
    Gomawo Noona, ayo kita makan~

    Mwo?? Ini sebenarnya minho punya niat sama siapa onn??
    Malah makan berdua mereka -.-“.
    Masalah mereka eolmana himdeulji onn dan cuma karena jebakan minseo, mereka langsung sadar.
    Tau gini dari awal aja minho mikir gitu, karena still end, minho baru deh mikir beginian*lirik nisya onnie*.
    Ngeliat jinhae sama – sama bersimbah keringat dan air mata juga ngos – ngosan, aku jadi malu sendiri onn.
    Memang kalo didepan orang yang dicintai gak perlu pake harga diri dan gengsi ya, kalo udah ketemu, lupa deh semuanya. Seakan Pearl Black milik mereka berdua wkwkwk.
    Bahaya nih kalo jinhae akur, sampai robek baju n tiiiiiit*sensor*.
    Dan yang menggelikan itu onn, buat nyelamatin dua orang yang gak tau tempat itu, minho harus mengingatkan orang – orang kembali dengan shinee yang di ff ini kalo sebentar lagi bakal comeback.
    Baik banget minho, ngebantunya gak setengah – setengah.
    Akhirnya berakhir juga konflik pelik di Still ini onn.
    Ditunggu konflik – konflik lain di part – part jinhaexy yang lain onn, fighting!!!^^ kekeke~.

  14. yeeeeeaaaaahhhh chukkae JinHae kembali lg dan merendahkan ego masing2 chukkae chukkae chukkae

    Jangan pisah lagi yaaa heheheh , lebih seneng kalau kalian bersatu :))

  15. whahahahha akhirnyaaaa skinshipnya ada lagi,
    eh tapi itu gak cuma skinship ding ^^

    ff GIFT tu afstornya kan unn?

  16. PASANGAN AMIS AKHIRNYA BALIK LAGIIIII AHAHAHAHA… walo itu adegan bawahnya duh gustiiiii… bang ikan bang ikan… dulu ngga-ngga… sekarang langsung samber! huuuuuuuu….

    dan aku suka pas adegan itu di lift, berasa nyesek-nyesek nikmat (?) gimanaaaa gitu! dan aku kira ceweknya itu jessica loh, muehehehe… ternyata eunseo! dan eunseo pacaran gih ama minho wkwkwkw….

    dasar ikan! dua-duanya kudu di sentak dulu baru nyadar. kudu di kasarin! ihhh… ngga suka cara halus. tapi alhamdulillah, nyatu juga.. cieeee pasangan romantis nyambung lagiii ahahahaha…

  17. kayanya aku telat bngett dch ini komennya.. T-T
    ini gara2 modem yg lagi ga waras kemaren *malahcurcol

    ahirnyaaaa.. jinhae balikan lagi! kalo tau gitu, kenapaa ga dari duluu digituin minho?? wkwkkw
    aigooo.. sweett bngett pake lari2an ditangga, wkkwkwk
    dan apa itu eonni kisseu.an ampe lewat 3 lantai?? ga sesek apa? aisyhhh jincaaa!! SKINSHIP COUPLE IS BACK!
    tumben nich Key ikut eksis, ada apa ya? akku curiga sama omongan minho yang ”Kau tidak mau aku merebut Haejin, atau kau justru ingin aku melakukannya? Agar aku sama sepertimu!”
    itu maksudnya apa yah?? kayanya bakalan ada sesuatunya ini mah..

  18. ehhh sapa yg ga sabar??? *buka pintu apartemen
    poppaaaaaa kangeennnnn *d injek momma
    hahahaaaa jd itu apartemen sapa yahh??
    astaga haejin liat hae ma eunseo.. hae liat haejin ma minho..
    udh gitu doang cara mancingx?? apa krn udh sama2 ga tahan nahan rindu???
    yahhh minho appa ngalihin prhatianx ga dance d lobi hotel jg kali -_-
    ntar malah d seret sekuriti kan ga lucu jg jdx.. ckckckkkk
    jinhae.. jinhae.. cipokan dmn ajah.. ngerepotin orang ajah..

  19. aku lupa mau nanya ini eonn, itu haejin sama minho kan asalnya mau ke lantai 8, tapi ko berenti dilantai 5? #gapentingbanget
    hehehehe.. mian, cuma penasaran aja eonn.. kekke

  20. huahahahaaa..
    aku pertama ngakak waktu baca ‘ajussi gaul’-nya sungmin😄

    btw, aku udah ketinggalan banyak cerita ternyata T.T
    itu luapan kerinduannya kerasa banget feelnya dan juga sii Minho pengertian banget…
    aww~ so sweett!!! oppa-ku emang the best lahh!! ga malu2in keluarga choi😄

  21. Minho.. I love you!!
    jinhae balikan lagi.. yeyeyeyey..😀
    eh yah, itu jinhae.. baru juga.. udah robek2 baju aja.. kirain udah baikan cuman ciuman aja. ckck

  22. *puk puk minho*
    minho-ya kamu kasian sekali, dan sangat sweet. Jadi ya……tapi JinHae harus tetep bersama /dibunuhminho/
    Nah gini dong! Makanya Haejin Haejin janvan gengsi muluuuu~
    wkwkwkwk ini emang ikan dua susyahhh yah kalo urusan putus balik lagi -,-
    Tapi aku bersyukur akhirnya balik ckckck
    Makanya nae oppa jangan kaya shang!
    Ending nya booo~ adududuh~ manstap :p wkwkwkwk

  23. Tulisan nisya eonn emang paling beeudddd *sok gaul
    Minho-yyaaaaa!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
    Dirimu baik banget, berkorban buat jinhae.. mrk emang takdir minho oppa-ya, dirimu harus mengalahkan pesona donghae oppa😀 pengen ketemu cowok kayak minho :3
    Haejin “mempermainkan” donghae, tapi pas hae diem, malah haejin menggalau sndirii.. kekeke..
    Akhirnya gengsinya udh terbaaangggg ke langit! Udah ilang, gak usah BALIK2 lagi!!!!! *smirk

    Last but not least,, endingnya~~~~~~~~~~ o__o 😄

  24. ALHAMDULILLAH……

    HAEJIN – DONGHAE BALIKAN

    minhoyaaaaaa kamu pinter dehhhhh *cium*seretkekamar*

    eh aku mau nanya…
    ”Dengar, Kibum-ah… aku tidak mengerti kenapa kau begitu terganggu dengan aku yang dekat dengan Haejin,” jelas Minho lagi melihat kini Haejin hanya tinggal bersama Jinwoon saja, itu pun sebentar lagi Jinwoon akan pulang. ”Kau tidak mau aku merebut Haejin, atau kau justru ingin aku melakukannya? Agar aku sama sepertimu!” tuding Minho, dan ia meninggalkan Key yang tergagap di tempatnya berdiri dan menghampiri Haejin serta Jinwoon.

    itu kayaknya ada sesuatu deh apa sih??? kok minho ngomong gitu ya????

    dan seperti biasa dua ikan kalo bersatu ga inget tempat /kabursebelumdigetokjinhae/

    XDXDXDXDXD

  25. wahhhh,,,,minho berjasa bngt…dongsaeng yg baik…
    hehehe
    itu…**nunjuk2 ikan betina ama ikan jantan** lg ngapain???
    kok bju nya sampe robek??whaaaa#ketawa setan#
    wah,,,lega deh para2 ikan ini bersatu lg..chukae 😀

  26. waaa

    akhirnya haejin ma donghae balikan lagiii
    syukurlaaah

    wuah minho baik banget mau bantu mereka
    good boy
    #elus-elus kepala minho

    ciuman dari lanti 3 mpe lantai 5??
    bener-bener hot couple jinhae ituu

    donghae udah ngga sabar yaa
    main robek-robek bajuu ajaa

    hhahaa

    ff yang daebak bangeeet
    klo bisa ada sekuel dong onni

    ditunggu next ff nyaa
    hwaiting😀

  27. Akhirnyaaaaaaaaaaaaaah >.<
    Ini toh yg robek robek itu.. awww aku suka maen robek merobek😄
    Untunglah akhirnya balikan lagi.. emang pada maen gengsi sih poppa momma itu.. kudu disulut dulu api cemburunya baru deh mau bergerak.. itu awalnya ngakak banget baca sms-an itu.. ikan jantan ikan betina..ahaha😄
    Ga nyangka minho sama eunso yg ngebantuin momma poppa balikan lagi.. dan minho gila.. iyuuuh~ dasar geblek.. udah minho sama eunso yah.. momma punya poppa..ihihi~ akhirnya poppa sadar juga setelah terpengaruhi oleh siwon jadi kuat nahan napsu.. akhirnya poppa gatahan nahap napsu ke momma sampe robek robek..ahaha😄

  28. Yeyyyyyyyy !!!!! Akhirnya mereka balikan agaiinnn !!!
    ҉~(˘▽˘҉) (҉˘▽˘)~҉

    Wuhuu, degdegan terus bacanya dr awal ampe akhir ! Uwah uwah . Akhirnya mereka bersatu kembali ♥
    Daebak ! Daebak ! Daebakkk !!!!

  29. Whooooaaa…. Stlh dibuat jungkir balik (?) Gara2 sikapnya haejin, akhirnya baikan jugaaa….
    Aaaaah, ngegemesin banget dah ah nih couple *cipok hae*😀
    Mianhae, jeongmal mianhae jd sider dt Still 1-8, akhirnya bru bs comment *bow
    Msh pnsrn sm awal kisah mereka jd mw mnt izin ngubek2 dlu..
    Daebak dah ah.. *thumbssss up*

  30. Ternyata minho beneran jatuh cinta pda haejin., tpi haejin emg lola dan naif #benerkatadonghae
    Haejin iniiii., ahh tp minho bener2 baik., T.T
    Tissuu hiks., tissuuuu.,
    Tp endingnyaa., skinship dan aaahhhh
    Hahaha., jinhae bertemu dan., taraaaaa
    Sky n seaa akan datang😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s