{91LINERS} #5THEpisode ~Minho vs Haejin~

KonaBeans, Apgujeong, 23.00 KST

Sebuah van hitam tiba, dan Felidis Leader, Lee Haejin muncul, dengan stelan mantel pastelnya, berikut pumps dengan warna senada. Beberapa kamera sudah menyorot seperti biasa ke arahnya. Haejin membungkuk sopan sambil tersenyum. ”Aku terlambat ya? Mereka sudah berkumpul?!” pekik Haejin kaget.

   ”Animida, Choi Minho-ssi masih belum datang.”

   ”Oh, jeongmal?! Eh, ini van-nya,” Haejin yang baru mau melangkah masuk, melihat sebuah van tiba dan berhenti tepat di belakang van-nya. ”Aku menunggu saja, biar kalau nanti dimarahi terlambat bersama-sama, tidak sendirian.” Selorohnya. Dan Minho turun dengan jaket berlapis, kaget melihat Haejin.

   ”Kau baru tiba?” tanyanya.

   ”Oh,” Haejin mengangguk. ”Mereka sudah duluan, sepertinya kita terlambat,” ringis Haejin.

   ”Kaja!” Minho mendahului Haejin masuk, dan Haejin mengikuti.

   ”Annyeonghaseyo.” Minho membungkuk terlebih dahulu.

   ”Annyeonghaseyo.” Haejin ikut membungkuk menyapa seluruh kru dan staff, beserta teman-temannya yang ikut menoleh dari tempat duduk mereka.

   ”Annyeonghaseyo!”

   ”YA! Kalian pasti janjian dulu ya makanya baru tiba sekarang?!” omel Eli tiba-tiba hendak berdiri, namun Nana menarik kerahnya, dan Eli jatuh terduduk diiringi tawa member 91Liners lainnya.

   Minho dan Haejin terkekeh sambil menggeleng-geleng mendekat ke kerumunan mereka.

   ”Baiklah, untuk game pertama, seperti biasa, kita akan memulai race,” terang PD-nim dari belakang kamera, sementara mereka bersepuluh mendengarkan. ”Race kali ini adalah tentang siapa yang akan menjadi The Last Man Standing!”

   ”Mwo?! Super Junior, dong?!” tanya Haejin membulatkan matanya.

   ”Ya kami meminjam istilah itu dari Super Junior,” dan seluruh member 91Liners tertawa. ”Tapi karena episode ini adalah episode yang kita rekam pada bulan penuh cinta, Februari, maka tidak akan ada bintang tamu, kami jamin.”

   ”Tidak ada bintang tamu?!”

   ”Tidak ada bintang tamu. Tapi sebagai gantinya, race ini akan menentukan siapa The Last Man Standing diantara kalian bersepuluh. Hanya ada satu pemenang dalam race ini, dan itu diantara kalian!

   Mereka semua saling pandang.

   ”Apakah ini maksudnya menentukan best of the best dari 91Liners?” tanya Minho kemudian.

   ”Bisa dibilang begitu.”

   ”Ah, ini sulit~” keluh Dongwoon. ”Kami tidak berpasangan seperti biasanya?” tanyanya lagi. ”PD-Nim… minggu lalu kami melawan Minho saja kalah, bagaimana…” dia menatap Mir dan Eli dengan pandangan prihatin.

   ”Ya apa maksudmu?!” protes Eli.

   ”Kau meragukan kemampuan kami, hah?!”

   ”Ani, bukan meragukan kemampuan kalian,” Dongwoon tertawa. ”Hanya saja kalian berdua… terlihat tidak meyakinkan!”

   ”Eh kau juga tidak terlihat meyakinkan!” omel Min.

   ”Sudah, sudah…” kata Jinwoon.

   ”Jamkamanyeo, PD-Nim… race akan dilakukan disini? Di toko kopi ini?” tanya Eli sambil mengangkat tangannya.

   Haejin membelalak. ”Sempit! Walaupun cukup besar, tapi mana ada tempat kita untuk bersembunyi!”

   ”Majyeo!” Min mengangguk, nampak khawatir.

   ”Animida. Di depan telah disediakan sepuluh buah mobil. Kalian satu persatu akan mencari kunci mobil yang tersebar di seluruh ruangan ini, dan setelah kalian menemukan kunci tersebut, kalian akan menemukan lokasi race di dalam mission card yang terletak di dalam mobil. Sebelumnya, kalian bisa mengganti pakaian kalian terlebih dahulu.

*           *           *

Kesepuluh member 91Liners telah mengenakan jaket, celana jeans, sneakers, dan tentu saja name tag ditempelkan di belakang punggung mereka. Mereka berdiri berjajar menunggu instruksi.

   ”Ada sepuluh buah kunci dengan angka yang menunjukkan mobil mana. Setelah kalian menemukan kunci dengan nomor tersebut, silakan kalian masuk ke dalam mobil, dan pergi ke lokasi berikutnya. Race, start!”

  Mereka bersepuluh berpencar ke dalam seluruh ruangan untuk mencari-cari kunci tersebut. Baik ke konter, hingga ke dalam dapurnya, dan memeriksa oven-ovennya. Tak lupa mereka juga menggeledah lemari pajangan yang menempel pada dinding-dinding kedai, yang berisi foto, souvenir, bahkan marchendise resmi Super Junior.

  ”Ketemu!” pekik Min dengan sebuah kunci dengan tulisan nomor dua di tangannya, dia menemukannya tertempel di bawah sebuah meja bundar. ”Aku pergi duluan~ bye!” Min berteriak histeris, dan kesembilan lainnya langsung terburu-buru untuk mencari kembali.

   ”Ah~ Min sudah ketemu!” Haejin berjingkat panik. ”Kalian tahu? Aku itu benar-benar buruk jika disuruh mencari benda-benda kecil seperti ini… jinjja! Mataku benar-benar tidak… OMO!” pekik Haejin melihat sebuah kunci tertempel pada salah satu CD Mr Simple, dengan foto Kyuhyun. ”Wahahahaha… Kyuhyunnie, eh…” Haejin buru-buru menepuk mulutnya, dia harus membiasakan diri untuk berbicara formal jika di depan kamera. ”Kyuhyunnie Oppa~” ralatnya membuka kaca geser, dan mengambil kuncinya. ”Kyuhyun Oppa, gomawo~” kekehnya. ”Aku pergi!” seru Haejin pada seisi ruangan yang langsung ikut panik dan mulai mencari-cari.

   Haejin menatap kuncinya dan melihat angka tujuh disana. Tepat ketika Haejin keluar dari dalam KonaBeans, para fans yang rupanya telah berkumpul, berteriak. Haejin membungkuk-bungkuk memberi salam terburu-buru sambil berlari menghampiri mobil-mobil yang terpakir rapi.

   ”Tujuh!” Haejin berlari menghampiri mobil berwarna hijau toska tersebut, dan memutar kuncinya. ”Aduh! Kenapa harus sedan~” keluhnya sambil memasang sabuk pengaman. ”Oppa~” teriaknya keluar memanggil sang Manajer. ”Oppa bawakan obat mabuk darat ya~” keluhnya, lalu menaikkan kaca mobil dan membaca Mission Card. ”A Departement Store…” Haejin langsung berpikir. ”Ah, beda lima blok dari sini,” dan memutar kunci kontak. ”Kita harus segera kesana, kalau beruntung langsung mencabut nama Min~” tekadnya, menghela napas dan langsung memundurkan mobil. ”Tapi masalahnya aku mabuk naik mobil sedan~”

   Haejin memacu mobilnya dengan kecepatan sedang, dan akhirnya tiba di tempat yang dimaksud, dengan melihat banner Teenage Running Man : 91Liners berkibar di depan pusat perbelanjaan besar tersebut. Haejin melepaskan sabuk pengamannya dan buru-buru turun dan sang Manajer yang juga mengikuti dengan van di belakangnya tadi, buru-buru memberinya obat anti mabuk, yang diminumnya cepat sambil menerima mission card berikutnya.

   Haejin membacanya. ”Cabut seluruh name tag peserta, maka kau akan menjadi 91Liners terbaik!” Haejin menghela napasnya. ”Jadi tugasku hanya harus bertahan dan mengeliminasi yang lain?”

   ”Ne, jangan sampai kau juga dieliminasi.”

   ”Keuraeyo.” Haejin mengangguk, lalu mulai masuk ke dalam gedung tersebut. Tepat ketika masuk ke dalam, pengeras suara menggema. ”Haejin, enter! Haejin Enter!” teriaknya.

    Haejin terkekeh sendiri karena kaget. ”Hmm… aku ingat episode ini, seperti di Running Man. Gary Oppa menang~” katanya sambil melihat sekeliling. ”Itu berarti tidak jaminan siapa yang kuat, dia yang akan menang… itu membuktikan bahwa selain kekuatan fisik, kekuatan pikiran… juga berguna.” Haejin menatap sekeliling. ”Min sepertinya memutuskan untuk bersembunyi, dan aku rasa harusnya seperti itu…” Haejin berkeliling di koridor yang sudah sepi, dan menemukan toko pakaian dalam.

   Dia terkikik. ”Karena kita wanita…” diberitahunya sang VJ dan kameranya. ”Akan sangat berbahaya jika pria yang mengeliminasi kita. Akan lebih baik, kalau kita bersembunyi disini!” tunjuknya. ”Minho, Eli, Mir, Dongwoon, dan Jinwoon akan malu jika masuk kesini…” dan Haejin menarik manekin-manekin yang memamerkan lingerie ke depan. ”Biasanya laki-laki akan sedikit terbata-bata jika dihadapkan pada lingerie menantang seperti ini… mereka akan speechless.” Ujarnya yakin. ”Lalu kita menunggu di dalam.” Dan Haejin menyeringai sambil masuk ke dalam lautan gantungan pakaian dalam tersebut.

   ”Hahaha…” Haejin nampak menikmati melihat-lihat pakaian dalam, dalam keadaan lampu dimatikan. ”Mimpi semua orang adalah berbelanja saat toko sudah tutup, benar? Eonnie,” katanya pada VJ-nya. ”Apakah pakaian-pakaian ini akan masuk sensor jika di tayangkan di televisi?” tanyanya polos. Sang VJ tertawa dan mengangkat bahunya. ”Ah itu tugas pihak editing… Eonni! Lihat, aku ingin sekali punya bikini berenda seperti ini~”

   ”Minho enter! Mir Enter! Nicole enter!”

   Haejin melirik ke belakang. ”Minho, Mir, dan Nicole sudah sampai. Berarti tinggal Eli, Dongwoon, Jinwoon, Nana, dan Hyorin.” Bisiknya. ”Setelah itu semua lengkap, dan aku baru akan keluar dari sini.” Haejin memutuskan duduk di pojok sambil memeluk kedua kakinya. ”Keundae, aku sedikit khawatir… kalau memang ini adalah pertarungan hukum rimba, dimana yang paling kuat yang akan menang… jelas aku tidak akan bisa melawan Choi Minho~” keluhnya. ”Otokhe?!” tanyanya pada kamera. ”Aku harus melakukan sesuatu…”

   ”Nana enter! Dongwoon Enter!”

   ”Nana dan Dongwoon sudah masuk…” Haejin memeriksa jam tangannya. ”Tinggal Eli, Hyorin, dan Jinwoon.” Haejin menggosok-gosok tangannya. ”Pertama untuk bertahan, jika ingin menang… aku harus membentuk sekutu, benar? Kalau begitu aku harus mencari Minho! Harus Minho!” Haejin berdiri dan mengeluarkan ponselnya, lalu mencari nama Minho.

   ”Ne, yeoboseyo… Jin-ah?”

   ”Minho-ya?!” cicit Haejin.

   ”Ne, eodiseo?! Aku mencarimu sejak masuk ke dalam gedung.”

   Haejin membelalak. ”Mwo?! Kau tidak mau mencabut name tag-ku, kan? Mentang-mentang aku lemah?!” cicit Haejin ketakutan.

   ”Aniyo! Mana mungkin aku mencabut name tag-mu!” seru Minho gusar. ”Dengar~ posisiku rasanya kurang menguntungkan, dan kau juga… besar kemungkinan mereka mengincarmu, Jin-ah…”

   ”Itu dia yang kupikirkan!”

   ”Bagaimana kalau kita membentuk aliansi bersama?”

   ”Mwo?! Kita bersekutu maksudnya?”

   ”Oh~ kurasa pasti Nicole-Jinwoon, atau Dongwoon-Hyorin akan membentuk sekutu bersama juga.”

   ”Majyeo! Tidakkah menurutmu game semacam ini terlalu cepat, Minho-ya?” tanya Haejin heran. ”Kita bahkan baru melakukan recording sekitar empat episode. Kenapa kita sudah harus diadu perkepala seperti ini?”

   Minho tertawa. ”Molla~ bagaimana?!”

   ”Jinwoon enter! Mir enter! Hyorin enter!

   ”Omo! Ya! Kita semua sudah ada di dalam gedung sekarang…” cicit Haejin. ”Kita harus segera mengambil name tag mereka!”

   ”Itulah~ kita harus bertemu terlebih dahulu. Kau ada dimana? Biar aku kesana, agar kau tidak apa-apa.”

   ”Ne, aku ada di dalam toko pakaian dalam~”

   ”Mwo?!”

   Haejin terkekeh. ”Supaya tidak ada laki-laki yang masuk kesini. Kalau hanya wanita yang masuk kesini, aku masih bisa melawannya. Palli, nanti kalau aku melihatmu di depan toko, aku akan keluar… jadi kau tidak perlu masuk kemari.”

   ”Arasseo, arasseo… tunggu ya.” Minho masih terkekeh saat memutuskan sambungan teleponnya dan tak lama kemudian dia sudah terlihat di depan toko pakaian dalam dengan wajah supermalu.

   Haejin mendadak muncul dari balik manekin lingerie super terbuka. ”Hai~”

   ”Ya! Ayo cepat keluar dari sana, kita mulai menyerang~” ajak Minho tidak mau menatap lingerie-lingerie tersebut. Haejin tertawa-tawa sambil menutupi mulutnya dan mengikuti Minho.

   Mereka berjalan perlahan, berusaha tidak menimbulkan suara sambil menoleh ke kanan dan ke kiri.

*           *           *

”Omo! Lihat itu! Lihat itu!”

   ”Bagus! Rencana kita berjalan lancar,” Eli menggumam dari lantai tiga menatap ke bawah, dimana Haejin dan Minho tengah mencari mereka.

   Yang lain ikut menatap dari atas.

   ”Selanjutnya, kita semua harus saling menyerang satu sama lain?” tanya Hyorin menatap rekan-rekannya.

   ”Ne, kita harus menyerang seperti biasa saja, seolah-olah kita memang tengah bertarung!” Jinwoon mengangguk. ”Tapi kita tidak boleh menyerang mereka berdua, atau kita pura-pura saja menyerang mereka, tapi dengan dalih agar mereka bisa menarik name tag kita juga!”

   ”Dan jangan sampai mereka tahu!” Mir menambahkan.

   ”Pokoknya tidak masalah kita saling serang, atau bagaimana, yang penting kita membiarkan Haejin dan Minho menjadi yang paling akhir, dan kita melihat siapa yang akan jadi pemenang!” Nicole kemudian menambahkan.

   ”Keundae, kalau kita terlihat bersama-sama begini akan lebih mencurigakan lagi. Bagaimana kalau kita seperti membuat aliansi seperti Minho dan Haejin?” usul Min kemudian.

   ”Tapi jangan semuanya! Begini saja, yang tidak kentara mencurigakan, lebih baik aku dan Hyorin, lalu Jinwoon dan Nicole. Selebihnya, kau, Min, Eli, dan Nana berpencar sendiri-sendiri saja! Bagaimana?” tanya Dongwoon.

   ”Oh ide bagus!”

   ”Kalau begitu sekarang kita ke lantai satu!” komando Dongwoon. ”Tapi jangan semuanya, Jinwoon dan Nicole terlebih dahulu. Lalu terserah Eli, Mir, Nana, Min, atau bagaimana… lalu baru aku dan Hyorin.”

   Mir memberi lirikan ganas pada Dongwoon. ”Ya! Kenapa kau dan Hyorin paling belakangan?”

   ”Kau tidak menyimpan modus tertentu, kan?” tanya Min ikut curiga.

   Hyorin tertawa.

   Dongwoon menghela napas, dengan wajah bersemu. ”Kalian ini~” omelnya. ”Sudahlah~” dengan malu-malu dia mendorong yang lain agar turun terlebih dahulu. Yang lainnya tertawa dan mengikuti arahannya.

*           *           *

”Sepi…” bisik Haejin mengekor di belakang Minho. ”Minho-ya, apa jangan-jangan mereka semua bersembunyi, dan tidak ada yang mau keluar?” tanya Haejin kebingungan.

   Minho terkekeh. ”Kalau semua bersembunyi maka sampai toko buka tidak akan ada yang menang~”

   ”Disini lengang sekali.”

   ”Jiwa Eli itu kompetitif, Jin-ah,” Minho memberitahu. ”Dia terutama merasa tersaingi soal kau,” Minho berbalik, dan Haejin terkikik. ”Jadi tidak mungkin dia berdiam diri saja, Jin-ah.”

   Haejin mengangguk-angguk. ”Arasseo, arasseo…”

   ”Hyorin-ssi, out!”

   ”Mwo?!” Haejin dan Minho saling pandang dan kedua mata mereka melebar tiba-tiba.

   Haejin menatap sekeliling. ”Hyorin out?!” tanyanya pada VJ-nya. ”Tapi… aku bahkan tidak mendengar suara… aish! Ini pasti ulah Son Dongwoon!” Haejin menghentakkan kakinya. ”Dia itu selalu bermain kejar daku kau kutangkap~” keluh Haejin sambil berlari meninggalkan Minho.

   ”Ya! Jin-ah, kau mau kemana?!” Minho buru-buru mengejarnya.

   ”Pria itu harus kita bungkam dulu, Minho-ya, Dongwoon sudah terlalu sering menipu kita! Minggu lalu dia mengeliminasi Hyorin duluan, dan sekarang juga!” seru Haejin sambil menaiki eskalator. ”Aku yakin dia masih disekitar sini… Hyorin-ah!” teriak Haejin, melihat Hyorin di bawa kedua orang petugas berbadan tegap.

   Hyorin nampak menggapai-gapai berusaha menarik Haejin. ”Jin-ah… Dongwoon, Dongwoon!”

   ”Dongwoon yang mengeliminasimu?!” Minho membelalak tidak percaya.

   Hyorin mengangguk sedih dan pergi.

   ”Lihat?! Apa kubilang, Son Dongwoon itu benar-benar!” omel Haejin bertolak pinggang. ”Minho-ya, kita harus tangkap Dongwoon. Begini, aku akan jadi umpan, dan kau yang cabut namanya, othe?!”

   ”Jeongmal?! Kau tidak takut akan ditarik terlebih dahulu?” tanya Minho khawatir.

   ”Makanya kau harus cepat menyelamatkanku!” seru Haejin.

   Minho mengangguk-angguk dan menepuk bahu Haejin. ”Arasseo! Kalau begitu kita cari Dongwoon terlebih dahulu.” Minho menatap sekeliling dan melihat Dongwoon yang melesat di depan toko buku. ”Jin-ah! Itu Dongwoon!”

   ”Eodi?!” Haejin langsung mencari-cari.

   ”Disana!”

   ”Kaja!” Haejin langsung melesat ke depan dengan wajah lapar, sementara Minho menunggu dengan mata tajam menatap ke arah Haejin masuk ke dalam toko buku. Minho mengikuti.

   Tiba-tiba terdengar suara jeritan melengking khas Haejin, yang membuat ekspresi Minho membeku seketika, dan tanpa komando, Minho melesat bagai cheetah ke dalam toko buku, dan melihat Haejin dalam posisi berbaring, mempertahankan name tag-nya dari tangan Dongwoon yang agresif.

   ”YAK! SON DONGWOON!” teriak Minho melihat posisi tersebut, dan langsung melempar Dongwoon dengan menabrakkan tubuhnya dengan keras ke arah pria tersebut, Dongwoon terlempar ke belakang sambil tertawa.

   ”Yah~ Minho-ya, neo jinjja!” serunya.

   Haejin buru-buru duduk. Sementara Minho sudah melesat, dan dalam sekali tarik, name tag Dongwoon terlepas. Dan dua orang petugas langsung membawa Dongwoon yang masih tertawa-tawa melihat reaksi Minho yang dinilainya berlebihan sesaat tadi. ”Dongwoon-ssi, out!”

   ”Ah,” Haejin berdiri sambil menghela napasnya lega. ”Dia benar-benar cepat, untung kau segera datang~”

   Minho menghela napas lega juga.

   ”Mir-ssi, Nana-ssi, out!”

   ”Hee?! Mir dan Nana out?!” Minho nampak kebingungan.

   Haejin menepuk tangannya. ”Mereka itu gerombolan cinta-cinta tak berbalas, Minho-ya… Mir pasti ditarik namanya oleh Eli, sementara Nana ditarik oleh Min!” kata Haejin yakin.

   ”Dimana mereka ya? Kalau beruntung kita bisa menemukan Eli dan Nana kalau begitu,” Minho kali ini menarik Haejin agar mengikutinya keluar dari dalam toko buku lagi, dan melongok ke bawah.

   Di lantai bawah sekarang terlihat Mir dan Nana dibawa paksa oleh para petugas.

   ”Jamkaman, kita hitung dulu siapa yang tersisa. Eli…”

   ”Nana, Jinwoon, dan Nicole!” sahut Haejin.

   Minho mengangguk. ”Eli dan Nana ada di bawah sana. Kalau beruntung, Nana mungkin akan menarik name tag Eli! Pokoknya salah satu diantara Nana dan Eli, mereka pasti akan saling melawan!”

   ”Oh, wae?!” tanya Haejin bingung.

   ”Eiii, bayangkan saja… Eli terus menerus bilang bahwa dia ingin berpasangan denganmu, Jin-ah, lalu menolak Nana.” Minho menjelaskan. ”Lagipula Eli itu percaya diri sekali. Aku bahkan belum pernah mendengar Nana pun mau dipasangkan dengannya…”

   Haejin tertawa, dan mengangguk-angguk setuju. ”Nana berpasangan dengan Eli kan hanya karena mereka yang tersisa!” dan diakhiri dengan Haejin serta Minho malah tertawa-tawa.

   ”Eli-ssi, out!”

   Lagi-lagi keduanya tertawa.

   ”Benar kan?! Nana pasti marah pada Eli~”

   Haejin mengangguk-angguk. ”Ah, kalau begitu menurutmu bagaimana? Kita serang Nana sekarang, atau kita mencari Jinwoon dan Nicole?”

   ”Menghemat waktu,” Minho terlihat berpikir keras. ”Kau turun ke bawah tarik milik Nana. Aku akan mencari Jinwoon dan Nicole, kalau menemukan mereka, dan aku butuh bantuan, aku akan teriak memanggilmu, oke?!”

   Haejin mengangguk.

   ”Tapi kau bisa kan menghadapi Nana sendirian?”

   Haejin mengacungkan jempolnya sebelum menuju eskalator. ”Kalau lawannya Nana, aku masih berani!”

   ”Oh, arasseo… hati-hati!”

   ”Ne~” Haejin buru-buru turun dan melihat Nana yang tengah berjalan ringan tanpa menyadari kehadirannya. Dan langsung saja begitu tiba di belakang Nana, peluknya Nana dari belakang erat-erat.

   Nana menjerit kaget. ”GYAAAAA!”

   ”Ini aku, Nana-ya…” kekeh Haejin.

   ”Haejin-ah! Ya! Datang dari mana kau?! Apa yang mau kau lakukan?!” Nana berusaha meronta-ronta meminta di lepaskan. ”Haejin-ah! Ya! Aku tahu apa yang mau kau lakukan! Tapi izinkanlah aku menang tanpa bayang-bayang Eli, Haejin-ah!”

   Haejin tertawa.

   ”Selama ini aku kalah karena Eli yang tidak pernah ikhlas menjadikanku pasangannya, maka sekarang lepaskan aku, Haejin-ah!” teriak Nana.

   ”Eli memang kejam~” Haejin tetap memeluk Nana, dan mereka sekarang bergerak berdua seperti sepasang bebek kembar siam yang berputar-putar di tengah mall. ”Tapi aku juga mau menang Nana-ya…”

   ”Andwae‼!”

   Dan Haejin dalam satu tarikan napas berhasil menarik lepas name tag Nana. ”AAAANDWAEEE!” teriak Nana.

   ”Nana-ssi, out!”

   ”Mianhae, Nana-ya…” Haejin memeluk Nana erat-erat.

   ”Nicole-ssi, out!”

   Haejin berputar di tempat kaget mendengar pemberitahuan tersebut. ”Nicole out?! Itu berarti Minho yang yang mengeliminasi Nicole? Atau Jinwoon?” tanya Haejin pada VJ-nya yang sebetulnya tindakan sia-sia. Mana mungkin VJ-nya tahu keadaan diatas, sementara ia mengikuti Haejin sedari tadi.

   ”Aneh…” Haejin menggigit bibirnya. ”Minho tidak berteriak. Itu berari Jinwoon yang mengeliminasi Nicole? Otokhe? Kenapa mereka tidak ada yang memiliki hati pada pasangan mereka?” keluh Haejin sambil berlari lagi menaiki eskalator dengan hati tak karuan. ”Dongwoon sangat senang berpasangan dengan Hyorin, bahkan jika kita memulai game, selalu dia yang paling dulu meminta bersama Hyorin~ tapi kenyataannya dia mengeliminasi Hyorin terlebih dahulu!”

   Haejin tiba di lantai dua, dan langsung menaiki eskalator lagi ke lantai tiga. ”Lalu orang yang paling tidak mungkin kedua adalah Jinwoon!” kata Haejin lagi terus kepada VJ. ”Jinwoon selalu menjaga Nicole~ aish, Jinwoon-ah, kau akan habis dibantai Key!”

   Haejin tiba di lantai tiga dan menemukan Minho yang tengah mengintai.

   ”Minho-ya…”

   Minho menoleh dan meminta Haejin mendekat. ”Jinwoon mengeliminasi Nicole tanpa perasaan! Tepat setelah kau mengeliminasi Nana tadi…” bisik Minho pada Haejin yang langsung ternganga tidak percaya. Jung Jinwoon benar-benar mengeliminasi Nicole!

   ”Jinwoon yang mengeliminasi Nicole?!”

   ”Oh, dan dia langsung lari kesini!”

   Tepat setelah Minho selesai bicara Jinwoon melesat cepat keluar dari dalam dan mencari kesempatan kabur ketika Haejin dan Minho berdiskusi. ”MINHO-YA!” teriak Haejin refleks begitu melihat Jinwoon kabur. Minho dengan cepat mengejar Jinwoon yang sudah mencapai eskalator terlebih dahulu.

   Haejin beberapa langkah tertingal di belakang mereka bisa melihat betapa gesitnya kedua orang tersebut berlari, hingga tiba di lantai satu. Keduanya sudah bergulingan, dan Haejin ikut menyeruak diantara mereka berusaha membantu Minho untuk meraih name tag Jinwoon.

   ”YA! LEE HAEJIN KENAPA KAU MEMBANTU CHOI MINHO?! BUKANKAH SETELAH INI KAU YANG AKAN DIHABISI?!” teriak Jinwoon. ”GYAA, ANDWAE!” Minho dengan kekuatan ekstra memutar tubuhnya, dan Haejin dengan cepat menarik name tag-nya.

   ”Jinwoon-ssi, out!”

   Jinwoon dipaksa berdiri dan ditarik paksa oleh para petugas. ”Yak! Kalian berdua…” katanya sambil menatap Minho yang mengatur napasnya, dan Haejin yang masih duduk di lantai dengan name tag di tangannya menatap Jinwoon yang dibawa pergi oleh para petugas.

   Haejin menghela napas dalam-dalam menyadari pertarungan yang sudah dekat di depan matanya. Akankah Minho menarik namanya juga tanpa perasaan sama seperti saat Jinwoon menarik nama Nicole? Sementara Minho sendiri masih memunggunginya menolak menatapnya.

*           *           *

’Penjara, Ruang Tunggu Lantai 2 A Department Store, Apgujeong’

”Charaesseo!” Nicole berdiri dan bertepuk tangan bersama yang lainnya menyambut kedatangan Jinwoon ke dalam ’penjara’. Di depan mereka kini ada sebuah televisi layar datar besar yang menampilkan potongan kejadian di lantai satu saat ini. Haejin dengan memegang name tag Jinwoon, sementara Minho menolak menoleh menatapnya.

   Keduanya sudah sadar bahwa ini dalah the last battle.

   Jinwoon menerima tos dari Nicole, lalu teman-teman lainnya.

   ”Jinjja, mereka berdua benar-benar tidak tergoyahkan soal kekompakannya,” Hyorin berdecak kagum. ”Dari tadi kita menonton, dan Haejin sama sekali tidak meragukan Minho!”

   ”Oh~ padahal aku tadi sudah berusaha memprovokasi mereka,” Nana berkata.

   ”Tsk! Memang sulit menghabisi kedua orang ini,” Min geleng-geleng sambil melipat kedua tangannya di dada.

   Dongwoon terkekeh. ”Tadi kalian lihat saat Minho menghabisiku?!”

   ”Ani, ani…” geleng semuanya.

   ”Minho benar-benar cheetah!” Dongwoon bercerita. ”Minho benar-benar tidak bisa melihat Haejin disentuh barang satu jari pun!” tekannya. ”Haejin berusaha mempertahankan name tag-nya, jadi dia berbaring terlentang dan aku mau tidak mau harus seolah akan…” Dongwoon menirukan gerakannya seolah akan menerkam Haejin, dan semua gadis berteriak. ”Tapi aku benar-benar belum maju, jeongmal!”

   Eli berdecak dan menggeleng-geleng. ”Kau harus hati-hati, kau lupa disini ada siapa?!”

   ”Memang siapa?!” cibir Mir.

   ”Dan Minho benar-benar tanpa perasaan membuatku jatuh ke belakang! Jinjja!” Dongwoon menjelaskan lagi.

   ”Ya! Lihat, Minho dan Haejin, mulai bergerak!” jerit Nicole tiba-tiba menunjuk televisi.

*           *           *

Haejin menarik napasnya dalam-dalam.

   Minho berbalik dan terkekeh. ”Jin-ah, kau gugup?”

   Haejin melirik ke arah Minho, lalu mendesah berat. ”Oh~” Haejin mengangguk. ”Aku belum pernah satu melawan satu sebelumnya seperti ini.” Haejin kemudian berdiri dan mereka benar-benar berhadapan.

   ”Hah~” Minho mengeluh. ”Pemenang dari game ini hanya ada satu orang, Jin-ah…”

   ”Itulah yang kupikirkan.”

   Minho tersenyum.

   Haejin juga tersenyum.

   ”Keundae,” Haejin bicara lagi. ”Naneun, jinjja… power eobseo,” Haejin terkekeh. ”Kalau bukan karenamu, aku tidak akan mungkin menang, menang, menang, dan menang… tapi sekarang… ani! Sekarang pun aku bisa bertahan sampai disini itu semua karenamu, Minho-ya…”

   Minho terkekeh.

   ”Kalau bukan karena kau yang menolongku, mungkin tadi aku sudah out terlebih dahulu oleh Dongwoon,” kata Haejin lagi. ”Dan aku tahu… Minho-ya, kau sangat benci kalah.”

   Minho tertawa. ”Mwo?!”

   ”Ne, aku tahu kau sangat benci kekalahan… keuraseo,” Haejin tersenyum manis, dan mendadak memutar tubuhnya memunggungi Minho. ”Karena kau aku bisa menang, maka ambil saja name tag-ku.”

*’Penjara, Ruang Tunggu Lantai 2 A Department Store, Apgujeong’*

”MWO?!”

   ”Maldo andwae!” teriak Eli.

   ”Haejin mengalah?!”

   ”Otokhe?!”

   ”Ani! Lihat, Minho mendekat!”

*Minho vs Haejin*

Minho berjalan perlahan-lahan mendekati Haejin mengangkat rambutnya memperlihatkan name tag-nya yang tertempel pada jaketnya. Minho kemudian mendekatkan bibirnya pada telinga Haejin dan berbisik. ”Gomawo~”

   Haejin terkikik.

   Minho meletakkan tangannya di punggung Haejin, Haejin memejamkan matanya menunggu saat-saat name tag-nya ditarik oleh Minho, tapi yang terjadi justru Minho memutar tubuhnya untuk menghadap dirinya.

   ”Keundae… aku sudah berjanji, kalau kau mau menang, kau harus terus bersamaku…” Minho mengedip. ”Dan kau, apa pun yang terjadi sejak awal episode hingga hari ini… bahkan ketika kita kalah pun, kau tetap bertahan disisiku…”

   Haejin menutup mulutnya.

   ”Aku pria sejati, Jin-ah, aku akan terus memegang janjiku sekalipun aku harus mengalah padamu. Kalau kau mau menang kau harus bersamaku… maka,” Minho berbalik. ”Ambillah name tag-ku.”

’Penjara, Ruang Tunggu Lantai 2 A Department Store, Apgujeong’

Kedelapan orang yang tengah menonton, mendadak ternganga dan terduduk lemas. Minho dan Haejin sama-sama tidak ada yang mau mengeliminasi satu sama lain! Dan itu diluar perkiraan mereka semua. Mereka selalu mengira kedua orang yang ambisius itu akan melakukan segala cara untuk membuat diri mereka menang.

   ”Maldoandwae!”

   ”Yah~ Eli-ya,” Nana mendorong Eli. ”Kau harus buka matamu lebar-lebar! Haejin dan Minho tidak bisa dipisahkan!”

   Eli menunduk frustasi.

   ”Majyeo! Minggu lalu saja mereka kalah dari kami, tapi Haejin terus setia bersama Minho!” kini Dongwoon ikut menunjuk-nunjuk Eli. ”Itu berarti, bukannya Haejin yang tidak mau denganmu Eli-ya…”

   ”Lalu?!” tanya Hyorin polos.

   ”Memang Haejin yang cinta pada Minho~” sahut Mir.

   ”Ah, ini semua salahmu!” sekarang Min mengomeli Eli. ”Mereka berdua tidak ada yang mau mengeliminasi satu sama lain! Dan kita tidak akan menang game ini, Eli-ya! Ini semua idemu!”

   ”Majyeo! Ini semua salahmu!”

*Minho vs Haejin*

”Aku tidak mau menariknya,” Haejin menggeleng dan memutar tubuh Minho menghadapnya.

   ”Aku juga tidak mau menarik milikmu!”

   ”Lalu bagaimana?!”

   ”Minho-ssi, Haejin-ssi, win!”

   Keduanya kemudian ternganga dan saling pandang kebingungan. ”Menang? Kita menang?!”

   ”Tapi kita tidak menarik nama satu sama lain!”

   ”CHUKAHAMNIDA, CHUKAHAMNIDA! MINHAE WEDDING CHUKAHAMNIDA!” gemuruh suara terdengar dari lantai dua, dimana satu persatu member 91Liners turun dan bertepuk tangan membawa sebuah kotak sambil bernyanyi-nyanyi.

   ”Wedding mwoya?!” tanya Haejin bingung.

   ”Chukae!” Hyorin dan Nana berlari memeluk Haejin.

   Mir menyerahkan kotak tersebut. ”Game ini kalian berdua yang menang! Kami mengaku kalah!”

   ”Kalah mwoya?!” Minho dan Haejin masih bingung.

   ”Begini, sebetulnya… ini bukan race yang sebenarnya,” Nicole menjelaskan. ”Ini sebetulnya hidden camera untuk kalian berdua!”

   ”JINJJA?!”

   ”Ne, ini ide Eli!” Dongwoon menunjuk Eli yang malu dan berwajah masam. ”Ingin melihat bagaimana jika kalian dibuat menjadi dua finalis, apakah kalian akan saling mengeliminasi! Ternyata kalian tetap kompak dan tidak mau mengeliminasi satu sama lain!”

   Minho dan Haejin menekap mulut mereka.

   ”Jinjja, kalian benar-benar serasi! Membuat kami iri! Kami akui kehebatan kalian…” Min bertepuk tangan bersama yang lainnya.

   Semua bertepuk tangan.

   ”Tapi, Minho-ya,”

   ”Ne, Eli-ya?!”

   ”Aku masih belum menyerah! Masih ada banyak game untuk merebut Haejin!”

   ”YAK! ELI-YA!” omel yang lain.

   Sebagai simbol poin atas kemenangan mereka di babak pertama, Minho dan Haejin mendapatkan Running Ball, yang akan diundi di akhir game nanti untuk menentukan siapa yang akan mendapatkan hukuman! Game apalagi yang akan mereka lakukan di episode selanjutnya?! Stay tune on SBS channel!

-Keut-

PS : Really, I warn you all, since I’m still nice… if you read, please leave your comment or appreciation, or I will protect my blog, for this time… will never open it freely anymore! Thanks

93 thoughts on “{91LINERS} #5THEpisode ~Minho vs Haejin~

  1. sengaja ga baca previewx takut ga bsa tidur saking penasaranx..
    akakakkkk
    liat running man epi siwon ma 2pm doank.. selain itu ga ngikutin..
    cuma pngen tanya.. ini dr epi 1-5 dpt ide gamex gmn nis??
    apa dr epi2 running man trus d mskin k ff??
    aduhhh seru tuh game..
    dan baru sadar klo momma tuh licik bgt yah..
    ngumpet d toko celdam.. ngajak sekutuan ma minho.. meluk dr belakang.. telentanglah dpn dongwon gara2 ga mw d ambil name tagx.. trus yg terakhir ngeroyok bareng minho..
    eaaaaaa mommaaaa *geleng pala
    tapi endingx aq kira haejin bakal ttp menang..
    ngalah lah pzti minho.. secara ada hati jg minho..
    ehhh tp ga nyangka loh haejin bakal brkorban jg bwt minho..
    momma hebat!! *nari hulahop bareng poppa
    d tunggu epi sljtx.. msh ada kan yahh???
    momma paiting!!!! ^o^

  2. huwaaaa,minho gentle bngt..
    tp jelas pake perasaan cinta tuh ke haejin..
    kekeke..
    gimana donghae nonton episode ini ya??
    bisa2 dorm banjir (?) lagi..
    hahaha…

  3. huwaaaa…dongwoon ahhh…kita maen kejar daku kau ku tangkap yuuuu…. xDDD
    aiyaaahhhh…si MinHae udh kek sepasang kekasih aja….jadi cemboro saya….saling pengertian juga…
    Abng Eli…bener2 deh pantang menyerah semangat 54 bgt ngejar Haejin…walaupun selalu di tolak -____-
    Next part Onn..^^

  4. demi apa? kya.. couple sejati deh… ga kebayang gimana komentar member suju & terutama donghae kalo liat nih program… ayo onnie bikin…
    anyway… ini keren… apalagi pas mereka ga ada yang mau ngeeliminasi satu sama lain… daebak

  5. Udah lama gak buka wp ini dan..
    JENG,JENG!!
    Ff nya banyak ! Utang baca utang komen. Utang utang.*plak.
    Mianhae eonni nisya.*bow*
    Dan baru baca yg ini lgsung ada bacaan wp mau di protec. Huhuhu.. (ʃ˘̩̩̩_˘̩̩̩ƪ)

    Eonni daebak bisa bikin ff ala runningman gini!aku suka bgt sama RM dan eonni bner2 daebak bisa bikin ff kyak gini ><

    Eli yaaa.. Kau takkan bisa memisahkan minhae. Terima aja kek nana. Cantik gitu..

    Tapi bener2 gapercaya waktu minhae sama2 rela name tag nya dicabut! Awh.. So sweet! 😀

  6. huwah! keren! minho-ya.. jinjja, kau keren d sni! wuhuu! eli smangat deh ya! hahaha
    pnasaran ma ikan kalo liat ini smua , woh psti ngamuk.. haha
    jgn d protec dong eon, kan kasian jinhaeternal, pkoknya eonni smngt, hwaiting!

  7. Kyaaa… ~ ff bertaburan… Wkwkwk…
    Skripsi selesai.. Sidang selsai.. Revisi selesai.. Udh dijilid.. Mari rayakan dgn membaca ff… #gx ad yg nanya.
    Saya suka RM.. N’ saya suka ff ini.. Berasa nntn RM.. haejin minho so sweet bgt dha.. 2″nya ngalah gitu. Mpir mirip sma episode bareng sam-D itu. Yg suami istri.. Ahhh.. Lupa namanya.. Cm itu 2″nya sama” nyabut nametagenya…
    Cb ad eps suju… Seru x ya….
    Haejin… Saya rasa si ikan bakalan nangis darah klo nntn ini. Bisa berapi” jg liat kalian kyk gt. Hehehehe

  8. wkwkwkwk daebak epsnya
    ga nyangka terakhirnya MinHae sama2 ga mw nge-eliminasi satu sama lain
    pdhl aku udah harepin ada adegan action(?) wkwkwkwk
    tpi nice Onn ^^ kpn nih suju jd guest wkwkwk

  9. ahahahaha lucu aja~
    ikut ketawa bareng Dongwoon pas Minho dorong dia😀
    Uwaaa~ MinHae Wedding…apa kabarnya ini uri poppa. nangis guling guling kali ya haha

  10. MinHae Wedding Minhae wedding MinHae wedding sekarang, sekarang MinHae wedding MinHae wedding sekarang #nyanyi-____-
    Yipiiiii MinHae nikah#ditamparIkan.

    seruuuuuuuuuuuuu, berasa nonton beneran onnie.
    SUKAAAAAA~
    cekikikkan wktu Haejin ngumpet di toko daleman >///<
    ini aja curi-curi waktu bacanya hehehe. .
    selesai ujian bakal baca yang lainnya jga kok, tenang.
    aaaaahhhhh ituuuu Blurred Sign udh ktinggalan 3 chapt ,huweeee eomma!

    tunggu aku onnie !!#siapaGue?

    oke sekian komennya.
    FIGHTING ONNIE!!^^

    • oke komen kepotong. .

      Poppa!! Poppa harus lihat ini!! wkakakaka~
      gmna ya kalo Donghae ngelihat ini?
      mesra banget loh MinHae, cieeeeeee#tebarBunga.

      Eli, malang nian nasibmu wkakak
      ngakak, Dongwoonnie gwenchana? ada yang sakit? Minho kejam
      tapi emang posisinya errrr beud wakkaakaka. .

      Onnie, miahae baru muncul sekarang.
      lagi Ujian sampe senin besok
      ini aja curi-curi waktu bacanya hehehe. .
      selesai ujian bakal baca yang lainnya jga kok, tenang.
      aaaaahhhhh ituuuu Blurred Sign udh ktinggalan 3 chapt huweeee eomma

      tunggu aku onnie #siapaGue?

      oke sekian komennya.
      FIGHTING ONNIE^^

  11. ancamannya mantap…

    kira2 masih ada sider yg bandel ga ya??? :p

    wah wah wah minhae daebak… aaaaaaaa choi minho… kau sangat gentle….. /cium minho/

    minhae minhae minhae❤❤❤
    ❤❤

    ini si eli kekeh amat ya pengen pasangan ama si haejin.. ckckck

    i found such a beautiful romance betweet minhae.. ahh my fav couple :p

  12. annyeong eonni~~~ this is NYUNYUN🙂
    cuma mau kasih tau klo aku di komenan selanjutnya mo pake akun ini😀
    jadi jangan disangka sider ya nantinya..tengKyu

    ps : salam manis untuk author cantik :* /nyahahaha

  13. Gyaaaaaa ><
    Kejar daku kau kutangkap, para cinta tak terbalas wakakaakak
    Kocak2 xD

    Beneran yak, efek haejin di situ ke minho besar banget wkwkwk
    Babat abis yg brani macem2 wkwkwkwk
    Hati haejin berbunga-bunga seperti ditaman bunga /plak/

    Wkwkwk semua nyalahin eli wkwkwkwkwk
    Saya senang /digamparkissme/ wkwkwk

    See see?? MinHae emang kompak wkwkwk
    Itu berasa dalam drama aja /plak

    Chukkae ya minhae menang , dan lainnya manyun gegara minhae emg kompak wkwkwk

  14. Onnie , aku baru baca…. Onnie… Gimana ini … MinHae semakin akrab. Aku jadi sedih (?)

    Kmrn itu baca ff yang bener-bener angst dan kebawa terus. Dan disitu sang ‘suami’ selingkuh dengan wanita lain meskipun dia jg cinta sama istrinya.

    No no no !! Aku sama sekali nggak menuduh Haejin selingkuh… Aku cuma takut nantinya akan berkembang perasaan yang tak seharusnya… Aku nggak bisa… MinHae jujur sangat serasi. Chemistry dapet. Tapi tetep JinHae itu lebih…. Dalam. Bukan sekedar chemistry.

    FF nya bagus. Jujur aja aku sama sekali belum pernah ntn Running Man jadi nggak terlalu tahu. Tahu Ji Hyo pun krn dia main Princess Hours. Rasanya seru banget kayak lagi nonton. Unnie mendeskripsikannya bagus banget.

  15. Yaampun!!!!!!!
    Imej nya bang onta udah jelek banget disini wkwkkk~
    Haejin dendam tuh sama bang ontaa~
    Eaaa~ aku ngebayangin minho nyeruduk dongwoon itu asli ngakak bgt unn, yg ada dalam otakku, itu minho nyeruduk sekuat tenaga, baru bang onta terhempas nya jauhhhhhh bgt gyahahahahaha~ (>ˆ▽ˆ)> ωªªκªªκªª <(ˆ▽ˆ<)

    Nana keren eh, beniat bgt eliminasi Eli, wkkwk~
    Tp ttap ya, MinHae gak terpisahkan, yaampun, aku ngebayangin reaksinya Hae pas nntn ini pasti super jelek mukanya aduh duh unnii~

    Kira2 next episode nya apaan L̲̮̲̅͡å9î ya unn??
    Haha, aku gak pnah nntn running man sih x_x jd nya bingung -,-

  16. Ahhh….kenapa si minhae jadi kaya’ beneran gini?
    Nggak mau…
    Momma jangan kaya’ gitu dong, kasihan poppa nanti nangis-nangis, kasihan juga member suju nanti mesti ngepel #plak
    ah…ttp nggak rela kalau haejin sama minho, lebih suka haejin sama donghae, biar minho ama aku aja #plak
    lanjut on, tpi aku nggak baca preview on, takut penasaran😐

  17. Minhae couple sejati . .huaaaahhh eonni keren bgt dah . .tp tetep jinhae yg plng the best ^^

    eli’a pantang menyerah bwat ngrEbuT (?) Haejin . .hahaha
    kocak . .

    Poko’a eonnie daebak dech . .^^

  18. Aigooooooo baca ini ngebayangin adegan ala sinetron MinHae jd geli sendiri… Kwkwkkwkwkkk… Cie cie cieeee suit suitttttt!!!!

    Nis, bkin ff pas suju nonton 91Liners donk… Mau tau cletukan” mreka liat adegan” kompak nan mesranya MinHae!!! Hahaha sumpah ini bkin ngakak!!!! Mau tau reaksi mreka yg nonton…

  19. MinHae is REAALL uwooohhhh!!!!
    biarin lah poppa nangis meraung raung n dorm SJ kebanjiran (?) yang penting MinHae REALL!

    yang waktu si minho liat onta mau ngambil nametagnya haejin, hohohoho sejak itu saya putuskan jadi MinHae shippeeerr!!! bakalan dukung minho sampe titik darah penghabisan pokoknya!
    gudjob onn ^^ next episode ASAP ya onn😀

  20. sebelumnya mianhae, akku telat bngett komennya -____-
    Omooooooo!! benar2 tag terduga, minho yg amat sangat ambisius rela ngalah demi haejin?! DAEBAKKK!!! cinta memang buta! *eh?
    aiiihhh.. aku agak pusing tadi pas baca yg mir sama nana dieliminasi, padahal mgkin mksudnya mir sama min yg di eliminasi.. kekkekeke~
    tapi tapi tapi.. aaaaaaaaa~ MinHae bikin akku gigit2 bantal!! >.<

  21. ah~ ini Running Man ep berapa yang Garry oppa mnang.. si lol lol
    cari ah~ yang no guest

    LOL banget dah ma si Haejin ngumpet ditempat pakain dalam… hahahahahahaha dasar..
    terharu ma sikap Minho juga ma perkataannya.. namja sejati, bener2 namja sejati, bahkan rela name tag.a diambil Haejin biar Haejin bisa menang,…
    ah MinHae bener2 sweet couple.. tapi.. tapi masih berat ama si Hae😦 coba si ikan begitu juga, sweet and pengertian😦

  22. so sweeeeeettttt minhaeeeeee no.1*kibasinbanner*
    sorry haeppa tapi chemistry antara haejin eonni sma minho oppa bner2 klopp
    coucokk jd pacar *dipiteshaeppa*

    ohh,,jdi ini kerjain 91lines yang lain tohhh..
    btw eon dongwoon sm hyo lin sling suka ya ??
    cieee..kem kem

  23. Oke~ stelah mnempuh US, akhr’a saya bsa bka blog ini dan coment..
    Hahaahahaha… bye2 B.mandarin (?)

    Onnie~ Ige mwoya? wkwkwk..
    knpa Haejin-Minho mkin dket ja sh? Aigoo..
    orang tanding individual kok ya msh aja kompakan dgn alasan ‘bkin relasi’ XP
    Haejin nakal ya.. ngumpet’a di tmpat bgituan..kekekeke.. knpa ga skalian di toilet ce aj?

    Dan… dan.. Minho lelaki sejati? lalu Eli apa?
    Eli ‘pengrusuh’ sejati! \^0^/
    AYO ELI! JANGAN MENYERAH!!! *dibakar91liners*

    Btw On, pas scene mreka tinggal br2 trus canggung…
    Eung~ inget WGM teukso yg prtama Eunso ama Hae ktmu trus mrka di mobil.. trus diem-dieman.. terus bingung.. terus….. ARRGGGHHHH *sirambensin* *pulang*

  24. wkwkwk..ige mwoya? Kenapa minhae malah main ngalah ngalahan ampe yg laen menganga begitu? Kkk~

    semangatnya eli hebat ya? Kkk~ eli jjang! Hahaha..

    ngakak geje pas part cheetah!minho.. Ihihi..

  25. Gyaaaa~ MinHae emang kompak!! Udh lah ni jd jihyo sm joongkook generation xD
    Sumpah ya tdnya dkirain bakalan haejin yg menang ato mreka bakal sling narik nam tag nya itu jd sm2 kalah wakakaka taunya PDnim nya lgsung ngumumin mrka menang wkwkwk makin galau aje Eli😀

    Donghae nntn ini kek biar nyaadar minho suka sm haejin #plakplak
    Kece nih lah kaka galau ayo ditunggu lagi lanjutannya wkwkwk😀

  26. Kyaaaa baru nemu fanfict seperti ini.😄
    Berasa nonton runningman asli.😄
    Dongwoon ampun dah =))))
    Haejin ama Minho feelnya dapett banget X3 jadi inget runningman yang ada mas drunkentiger. Harusnya diakhiri dengan ciuman jugaa😉

  27. Minhae kompak banget yaaak
    Hueeee mau sama minhoooo
    Huaaaaa kata2nya minho romantis :3
    Gak nyangka minhae yg bakal menang wk tadinya aku kira minho wkwk
    Next partnya ditunggu yaa onnie ^^

  28. Annyeong eonni, salam kenal aku reader baru di blog eonni
    aku suka ceritanya, alur yg eonni buat juga pas jadi ga bikin bingung
    tapi aku ga nyangka kalo akhirnya haejin sama minho bisa menang dua2 nya
    kan mestinya cuma ada satu pemenang
    di tunggu next part nya🙂

  29. wkwkwk anak2 91liner mw ngetes minhae nih critanya… Hahaha
    Tp syg kali ya minhae malah saling ngalah… Aduh co cweet bgt dah… Huhuhu

    Aduh minho makin cinta deh gw ama lu #plakk
    Ini msh berlanjut kan y momma? Seru deh 91 liner…

  30. Cheesy banget sih MinHaenya.. haejin Cuma cinta sama donghae tau *digantung*
    Jadi kangen running man.. tapi gamau ngebayangin haejin sama minho ah.. sakit hati jadinya #plakk~ mereka terlalu…intim? #digampar~ deket banget buat jadi temen.. bener kata poppa~ haejin selalu nganggep cwo2 yg di deket dia deket dan baik karena emang sikap mereka kyak gtu..padahal kyak minho deh, pasti kan ada rasa tuh *ini kok komen gue ngelantur kmana mana yah -_- maap momma *bow

  31. Oh my, nyesel kenapa dari dulu ga mau baca Teenage RunningMan ini.
    Kyaa!!
    Seru, kocak, keren, pokoknya semua campur jadi satu!!
    Ah, Minho so sweet~
    Udahlah, Haejin sama Minho aja, dijamin ga akan disakiti, dan tersakiti. Monho tulus bgt. *ditendang Donghae*
    Hahahahaha
    Kapan lanjutannya, eon?
    Ayo, lanjut, lanjut!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s