{SongFic Contest} How Great Is Your Love

*Haejin’s POV*

Kekuatan cinta itu, muncul begitu saja , mengalir seperti air , tanpa kehendakmu tapi itu benar-benar kuat sampai kau tidak bisa mengendalikannya. Kira-kira seperti itu saat aku menyukainya. Rasa cintaku padanya , membuatku bangkit dan bisa meraih impianku.

You became a bright light to me, who was exhausted by the world
Even if winter comes at the end of this narrow road we walk together
If you would hold my hand, to me, this rough world will be like spring days
How great is your love
How great is your love

*********

…Masa Orientasi Siswa SMA

 “cepat naik ke atas meja dan lakukan dance Kara-Mister”

 “m..mwo ? mworago, sunbae ?”aku berusaha meminta penjelasan lebih, atau lebih tepatnya pengulangan kalimat darinya , walaupun dengan sangat takut.

“kau tuli ? aku bilang NAIK KE ATAS MEJA DAN LAKUKAN DANCE KARA-MISTER”perintahnya dengan penekanan kata-kata “NAIK KE ATAS MEJA DAN LAKUKAN DANCE KARA-MISTER” sambil memelototiku dengan tatapan matanya yang menurutku sangat menyeramkan

Inilah salah satu alasan kenapa aku benci masa orientasi. Aku sebenarnya ingin sekali menolak perintah sunbae ini, tapi di satu sisi aku merasa takut untuk menolaknya apalagi ditambah dengan ekspresi wajahnya yang seolah ingin menerkam ku sekarang juga jika aku berani menolak perintahnya.

 “AYO CEPAT ! KAU TULI YA ?!”teriaknya lagi , aku menunduk takut dan dengan pasrah , akhirnya aku naik ke atas meja.

“setelah aku bunyikan musiknya , kau harus dance dan harus seksi ! awas jika kau melawan !”perintahnya lagi.

Keringat dingin mengucur dari dahiku. Kurasakan semua badanku tiba-tiba terasa dingin , jantungku berdegup cepat , seluruh tubuhku terasa sangat kaku. Kudengar suara tertawaan kecil teman-temanku , walau samar. Baiklah, sebaiknya aku pasrah saja. Aku pun menutup kedua mataku, dan suara musik mulai terdengar,

Sya la la la la sya la la la la , 1 2 –

“hentikan”

Aku membuka mataku , dan mencerna kata-kata siapa yang kudengar barusan. Tapi aku yakin itu suara laki-laki dan bukan suara sunbae yang bengis itu. Karena penasaran aku menoleh ke sumber suara dan ternyata seorang laki-laki dengan pakaian seragam, berambut hitam pekat dan berkulit putih sedang berdiri di depan pintu dengan tatapan yang .. agak marah sepertinya ?

“ayolah sunye, jangan melakukannya lagi”suaranya pelan , tapi terdengar nada sedikit marah di dalamnya. Dari situ aku juga tau nama senior yang bengis itu adalah Sunye.

“donghae-ya ayolah ! ini saatnya bersenang-senang !”kilah Sunye sunbae -si sunbae bengis- , dan tiba-tiba Donghae sunbae –sunbae baik hati- yang tadinya berdiri di pintu kini berjalan masuk ke kelas menghampiri .. menghampiri ku ?

“turunlah”donghae mengulurkan telapak tangannya tepat di dekat tanganku. Dengan malu-malu aku menggapai tangannya dan turun dari meja.

“donghae-ya , c’mon ! why are you being like this ?”Sunye sunbae sangat emosi sepertinya , lalu dia menyorotkan tatapan sadis padaku. Aku tidak berani menatapnya dan hanya menunduk

“apakah menurutmu , menyuruh seorang gadis polos seperti dia untuk menari tarian memalukan dengan rok di atas lutut seperti itu adalah untuk bersenang-senang ? ”cerca Donghae sunbae pada Sunye sunbae dengan sorot mata tajam. Sunye sunbae hanya mengerucutkan bibirnya dan mendecis.

“kau boleh duduk”ujar Donghae sunbae padaku sambil tersenyum. Tuhan , kenapa senyumnya begitu manis ? aku mengangguk dan berjalan kembali ke bangku ku

******

…Hari Pemilihan Ekstrakulikuler

Hari ini, seluruh murid baru dikumpulkan di tengah lapangan dalam sekolah yang cukup teduh, dan dibiarkan berkeliaran bebas untuk memilih kegiatan ekstrakulikuler yang diminati. Pokoknya hari ini adalah hari bebas kami, sekaligus hari terakhir yang mengakhiri Masa Orientasi Siswa

“haejin-ah , kau mau ikut yang mana ?”tanya hawon padaku, dia adalah sahabatku semenjak SMP .

molla”jawabku sekenannya, karena memang aku merasa aku tidak punya bakat sama sekali.

Hawon menepuk pundakku untuk menghiburku sambil ia tersenyum padaku. Huh, dia berada di kondisi yang jauh lebih baik daripada aku. soalnya, Hawon itu multi-talented !

“Donghae-ya ! menurutmu ini bagaimana ?”

Donghae ? apakah maksudnya Donghae sunbae ? aku bergerak , berputar kesekeliling mencari sumber suara. Dan BINGO ! kudapati Donghae sunbae yang sedang duduk di sebuah kursi , yang didepannya terdapat 1 buah meja. Dia sedang ngobrol dengan teman laki-lakinya , sepertinya.

Dan entah saraf mana yang memerintahkan otakku untuk menggerakkan kedua kakiku berjalan mendekatinya.

“yah ! haejin-ah ! kau mau kemana ?!”teriak hawon dari kejauhan, tapi dia tidak mengejarku

Dan entah saraf mana lagi yang memerintahkan otakku untuk membiarkan mulutku terkunci tanpa merespons pertanyaan hawon.

Aku lepas kendali.

Dan tanpa diduga , disinilah aku sekarang. Aku berdiri tepat dihadapan Donghae Sunbae dan hanya dibatasi sebuah meja. Tapi sepertinya Donghae Sunbae belum menyadari keberadaanku

“kau mau mendaftar ekstrakulikuler dance ?”tanya laki-laki disamping Donghae Sunbae.

DANCE ?

Donghae Sunbae akhirnya menyadari keberadaanku dan menegakkan kepalanya yang tadinya menunduk. Dia menatapku , dan tuhan lagi-lagi. Aku memuji ketampanannya, tapi di dalam hati.

“kau mau mendaftar ?”tanyanya.

Baik ini gila, aku mana bisa dance ? nilai pelajaran menariku selalu buruk asal kalian tau ! kenapa pula tadi aku berjalan kesini ? Haejin-ah ! apa yang terjadi denganmu ?

“hey ? kau mendengarku ?”dia melambaikan tangannya tepat di depan wajahku.

“eh ? IYA !”jawabku

APA ? APA YANG BARUSAN KUKATAKAN ?

“baiklah,  isi nama beserta kelasmu disini”ujar Donghae Sunbae sambil memberikan selembar kertas dan pulpen hitam ke hadapanku.

Ya tuhan, kenapa ini ? apa yang salah denganku ?

Dengan pasrah aku mengisi kertas itu dengan nama dan kelasku. Terserahlah. Aku sepertinya harus menemukan kenapa otakku bisa begitu saja bekerja tanpa perintahku. Apa karena aku terhipnotis ketampanan Donghae Sunbae ? Andwe ! ini tidak boleh terjadi !!

When I sometimes walk ahead and suddenly look back
That face that looks at me is so eye-blinding

******

…Hari pertama di SMA setelah Masa Orientasi

“hawon-ah eottokhe ? hari ini aku akan masuk ekstrakulikuler menari untuk pertama kalinya. Dan rasanya aku mau kabur saja ! eomaaaa”keluhku pada Hawon sambil pura-pura menangis. Kebiasaanku jika terlalu kesal.

Dan diluar dugaanku, hawon malah tertawa.

“YA !! kenapa kau tertawa ?”protesku padanya.

“a.. aniyo. Mianhae. Habisnya kau juga sih, kau tau jelas kau tidak bisa menari SAMA SEKALI , tapi malah nekat”cercanya padaku. Aku menggerutu kesal.

Panggilan kepada murid yang akan mengikuti ekstrakulikuler menari harap berkumpul di aula sekolah sekarang

Aku menghela nafas sangat panjang dan mempersiapkan mentalku dan akhirnya aku keluar dari kelas setelah aku melambaikan tangan pada hawon.

Aku kebingungan mencari dimana aula sekolah, karena inikan hari pertama aku resmi bersekolah. Ah, bodohnya aku. kenapa penyakit “buta-arah” ku muncul disaat yang tidak tepat sih.

dan saat aku akan menaiki tangga, aku bertemu dengan teman SMP ku, dia adalah Park Yoon Hee.

“kau ikut ekstrakulikuler menari ?”tanyanya padaku, dan nada bicarnya entah kenapa yang kutangkap adalah nada menyindir

“ne”jawabku singkat. Ia hanya mengangguk dan aku berjalan mengikutinya

Ah bagaimana ini ? sainganku di ekstrakulikuler ini sangat berat. Apa kalian tahu siapa Park Yoon Hee ? sewaktu SMP , dia adalah penari yang sudah sering tampil di beberapa lomba. Dan sering juga dia membawa pulang piala. Dan satu lagi ! dia sangat populer, berbeda denganku.

Kenapa nada bicaraku seolah aku iri padanya ?

Akhirnya aula sudah di depan mata , Yoon Hee mendorong pintunya terlebih dulu jadi aku hanya tinggal mengikutinya masuk saja. Dan diluar dugaan, ternyata yang ikut ekstrakulikuler ini hanya sedikit sekali. Yang kuhitung dari luar, hanya sekitar 3 orang saja yang berada di dalam.

“annyeong, silahkan duduk” sapa guru laki-laki berkacamata padaku dan Yoon Hee.

Aku memutuskan untuk duduk di bangku kedua, di belakang Yoon Hee. Mataku berkeliling , mencari .. Donghae Sunbae ? aigooo apa yang salah dengan otakku ?

“perkenalkan , nama saya adalah Yoon Jae Bum, kalian bisa memanggil saya Yoon Songsaengnim dan saya yang akan jadi tutor menari kalian mungkin satu tahun kedepan”jelas guru laki-laki berkacamata tadi, dan sekarang aku tahu bahwa aku bisa memanggilnya Yoon Songsaengnim.

“oh ya silahkan masuk Donghae-ssi”tiba-tiba Yoon Songsaengnim berucap, sambil tersenyum

Apa ? apa katanya ? Donghae ?

Aku pun menoleh kebelakang, dan aku melihat Donghae Sunbae menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.

“ne , gomawoseumnida”ujar Donghae Sunbae sambil tersenyum. Manis sekali. Tuh kan, lagi-lagi aku memujinya.

Dan tanpa diduga, ia duduk di belakangku. Oh tuhan ! aku bisa mati gaya kalau begini.

Yoon Songsaengnim mulai menjelaskan tentang pelajaran dasar di bidang seni tari, aku jelas tidak minat. Cuma aku berusaha untuk mendengarkannya , tapi entah kenapa fikiranku terus terpusat tentang orang yang sedang duduk tepat di belakangku sekarang. Ini sungguh tidak boleh terjadi !

“hey”

Dia menyenggol punggungku ? ah eottokheeee.

“n.. ne , sunbae ?”

“aku.. boleh pinjam pulpen mu ? punyaku hilang”jelasnya padaku. Aku mengangguk, mencari pulpen di dalam kotak pensilku dan memberikan padanya.

Dia tersenyum lalu mulai menulis entah apa di bukunya. Aku membalikkan badanku ke depan dan memegang kedua pipiku. Dengan cepat aku mencari cermin kecil yang selalu kuletakkan di dalam kotak pensil, melihat bagaimana keadaan pipiku karena aku merasa ada yang tidak beres, sepertinya.

Tuhkan, pipiku.. kenapa jadi merah begini ?

When I sometimes walk ahead and suddenly look back
That face that looks at me is so eye-blinding

******

… Akhir Semester 1

Mianhae haejin-ah. Aku juga baru tau tentang info ini. Dan katanya mereka berpacaran sudah lama sekali , sekitar 2 tahun. Katanya juga, pacar Donghae Sunbae yang sekarang , Ran Sunbae adalah first love-nya.

Jadi…. Donghae Sunbae sudah punya pacar ?

Bodohnya aku. kenapa aku baru tau tentang info ini ? aissh~ jjinja. Bukannya apa, aku tidak mau dicap sebagai perebut pacar orang.

Dan belum lagi, aku tidak tega. Aku merasa aku benar-benar jahat jika tetap meneruskan perasaanku.

Tapi dilain sisi, aku terlanjur memiliki perasaan sebesar ini kepadanya, dan aku tidak mau melepasnya begitu saja.

Eottokhe ?

From : KHW

Sudahlah jangan terlalu difikirkan. Mereka masih pacaran kog, belum menikah. Masih ada kesempatan untukmu.

Benar juga sih kata Hawon. Baiklah, aku akan tetap dengan semua ini. Mianhae Ran Sunbae~

*****

… Akhir Semester 2 , menjelang kenaikan kelas 2 SMA

From : Donghae Sunbae

Semangat untuk Kimia besok ! Good Luck ^^

Aku tersenyum lebar membaca pesan singkat dari Donghae Sunbae.

To : Donghae Sunbae

Gomawo ! Donghae Sunbae juga , selamat berjuang untuk Geografinya \(^_^)/

Ah senangnya. Kenapa Donghae Sunbae begitu baik padaku ? Apakah dia seperti ini juga pada Yoon Hee ? tuh kan. Kenapa lagi otakku ini.

Tapi bisa saja kan ? dari segi pandanganku, Donghae Sunbae baik ke semua adik-adiknya di Ekstrakulikuler Tari. Cuma memang, dia paling dekat dengan Yoon Hee dan aku. Akhir-akhir ini aku selalu melihat mereka bercanda bersama, dan mereka juga sering latihan bersama.

Kenapa setelah pacar Donghae Sunbae yaitu Ran Sunbae sekarang bertambah Yoon Hee ? cish~ sainganku bertambah banyak saja.

*****

…. Awal kelas 2 SMA

“Donghae Sunbae !”

Aku berlari mengejar Donghae Sunbae yang sudah berjalan terlebih dulu dihadapanku. Ia berhenti sejenak, menungguku agar kita bisa jalan bersama.

Akhir-akhir ini kami memang tambah dekat, sangat dekat malah. Donghae Sunbae dan aku sering saling berkirim pesan singkat, dan ternyata kita punya hobi yang sama.

Dan hari ini kami dipanggil Yoon Songsaengnim untuk berkumpul di aula sekolah. Bersama Yoon Hee juga sih , dan murid yang mengikuti ekstrakulikuler tari lainnya.

Sesampainya di aula ternyata sudah ada Yoon Hee. Dan tiba-tiba dia mengajak ngobrol Donghae Sunbae dan membawanya pergi dari sampingku. Aissh jjinja !

Aku hanya mengikuti mereka dari belakang. Dan mereka duduk bersampingan pula. Rasanya ingin kuhajar Yoon Hee sekarang juga. Tapi jelas aku tidak ada wewenang apa-apa kan ? toh aku juga bukan pacar Donghae Sunbae.

“anak-anak sekitar 5 bulan lagi, akan diadakan kompetisi tari nasional. Untuk Yoon Hee dan Haejin , kalian saya pilih untuk mengikuti kompetisi tersebut”Yoon Songsaengnim menjelaskan di tengah-tengah kami.

Aku .. dipilih ? jjinjayo ?

“untuk siswa-siswi lain, jangan kecewa. Masih ada kesempatan di lain waktu. Dan untuk Haejin dan Yoon Hee , saya harap kalian bisa memberikan yang terbaik”

Aku mengangguk sambil tersenyum. Kulihat Yoon Hee sudah bermanja-manja pada Donghae Sunbae. Cish~ apa-apaan dia itu. Kuyakin Ran sunbae saja—

“chukkae.”tiba-tiba Donghae Sunbae menengok ke arahku, dengan senyum lebarnya , lalu ia mengulurkan tangan kanannya di hadapanku.

Aku bingung harus bagaimana.

“g.. gomawo”jawabku lambat, karena semua ini diluar prediksiku. Lalu aku tersenyum kaku sambil menjabat tangannya.

“kuharap kau bisa menggantikan kekalahanku di kompetisi sialan itu. Hahaha”ujar Donghae Sunbae , masih dengan tawa khasnya .

Aku mengangguk pasti. Aku senang sekali ia bisa mempercayakan ini padaku.

Yoon Hee-ya, tunggu ya. Sebentar lagi , Lee Haejin yang menurutmu bukan sainganmu akan menjadi saingan terberatmu.

*****

…3 bulan sebelum kompetisi tari nasional

“haejin-ah, kau berkembang pesat. Aku sungguh-sungguh kali ini !”ujar hawon padaku. Aku tertawa kecil

“hey apa kau tidak ingat ? dulu setiap kau menari, gerakanmu sangat kaku, rasanya aku seperti melihat tarian robot saja haha”

“YAK !”aku segera memberinya pukulan bertubi-tubi

“hey lihat. Itu Donghae Sunbae dan Ran Sunbae , aduh mereka serasi sekali ya..”bisikan tidak enak mulai terdengar

Ya, aku melihatnya melalui jendela kelas. Donghae Sunbae dan Ran Sunbae berjalan bersama di koridor sekolah. Aku benar-benar iri

“eiyy~ ada yang cemburu”hawon menyikut lenganku. Aku langsung menatapnya tajam

“sudahlah. Jangan terlalu difikirkan, mereka belum menikah haejin-ah~”Nasihat Hawon

“mworago ? Tapi kan tetap saja, kurasa Ran Sunbae adalah jodohnya Donghae Sunbae. Kau tau kan ? donghae sunbae itu tipikal laki-laki setia”kilahku padanya.

“Semua itu Tuhan yang mengatur haejin-ah, siapa yang tau”

“arasseo arasseo ! berdebat denganmu memang tidak ada habis-habisnya !”ujarku sedikit membentak. Hawon tertawa kecil

“sudah sana , berlatihlah ! semangat !”ujar Hawon.

Aku mengangguk, lalu melambaikan tangan pada hawon dan beranjak keluar kelas.

*****

..Ruang Latihan Menari

“Donghae Sunbae ? kenapa disini ?”tanyaku pada Donghae Sunbae. Dia menengok ke arahku lalu menatapku dengan tatapan wajah datarnya

“terserah aku dong !”lagi-lagi jawaban tidak terduga keluar dari mulutnya. Menyebalkan !

“cish”jawabku sambil mencibir, kulihat dia malah tertawa puas. Sialan !

Tiba-tiba Yoon Songsaengnim datang dengan membawa satu kardus besar. Dari yang kulihat itu isinya adalah sejenis kostum panggung

“Donghae-ya, tolong antar ini ke ruang seni teater ya ?”perintah Yoon Songsaengnim pada Donghae Sunbae

“aku ? kenapa harus aku ?”

“kau kan laki-laki. Bagaimana sih ?”

“bagaimana kalau yang gendut saja yang membawa itu ?”usul Yoon Hee. Aku mengangguk setuju

“Haejin kan gendut”

“YAK SUNBAE !!”aku bergerak memukulnya, kulihat ia meringis kesakitan. Rasakan ! jahatnya mengatai aku gendut. Mana ada laki-laki seperti dia ? kalau dia tidak tampan kujamin aku akan mengikatnya dan membuangnya dari lantai tujuh

Tapi dia tampan sih, jadi aku tidak akan tega

“sudah-sudah ! kalian ini ! donghae-ya , ppaliwa ! bawakan ini”perintah Yoon Songsaengnim, aku menjulurkan lidahku pada Donghae Sunbae, dia menggerutu lalu berlalu begitu saja.

Setelah Donghae Sunbae membawa kardus itu keluar ruangan, aku dan Yoon Hee diperintahkan untuk mempelajari gerakan tari yang akan ditampilkan sewaktu kompetisi tari.

Yoon Songsaengnim memutar 1 video tari, ditampilkan melalui layar besar yang disalurkan melalui LCD. Yang kulihat sepertinya ini adalah tari tradisional Korea, jika dilihat dari sisi musiknya.

Dan demi tuhan, tariannya sangat indah. Tapi.. sulit

“ah jjinja, tari seperti ini mah dasar sekali”kudengar Yoon Hee berkomentar

GLEK ! mati aku. ini ? ini sainganku ? seseorang yang menganggap tarian serumit ini adalah tarian ‘dasar’ ?

“bagaimana Haejin-ah ?”tanya Yoon Sonsaengnim padaku secara tiba-tiba

“ne ?”jawabku agak terkejut

“iya , bagaimana menurutmu ? apa kau bisa gerakan ini ?”

Yoon Hee menatapku sinis lalu ia tertawa kecil, aku tau itu tawa mengejek. Dasar nenek sihir ! kalau aku tidak ingat disini ada Yoon Songsaengnim akan kuhajar kau tanpa ampun !

“haejin-ah ?”

“n.. ne , ah itu mudah sonsaengnim”

MWO ? MWORAGO ? apa yang barusan keluar dari mulutku ?

“jjinjayo ? ah baiklah, kalau begitu minggu depan kalian bisa praktikkan di hadapanku ya ?”

“ne”Yoon Hee menjawab semangat, sedangkan aku hanya mengangguk lemas.

*****

… 1 Minggu Kemudian

Setelah berlatih selama 1 minggu, akhirnya tiba juga hari ini. Sejak pagi, kulihat Yoon Hee malah asyik dengan handphonennya, sedangkan aku ? sibuk menghafal gerakan tarian tradisional sialan itu.

Dan beberapa menit kemudian, Yoon Songsaengnim datang.

“Annyeong, kalian sudah siap?”

Yoon Hee mengangguk pasti, aku cuma tersenyum tipis, padahal jantungku sudah berasa ingin melompat dari tempatnya

“Okay, Yoon Hee kau bisa tampil duluan, setelah itu baru Haejin”

Yoon Hee maju ke depan, dan Yoon Songsaengnim menghidupkan tape yang dia bawa, suara musik tradisional khas korea mulai menggema

Yoon Hee mulai memposisikan badannya dan bergerak sesuai dengan musik, dan kuakui gerakannya, benar-benar seperti gerakan penari profesional.

Beda sekali denganku.

Musik berhenti, Yoon Songsaengnim bertepuk tangan sambil tersenyum puas.

“Bagus, bagus sekali Yoon Hee-ah”

Yoon Hee mengangguk, masih dengan ekspresi wajahnya yang seolah berbicara “ah-ini-bukan-apa-apa”. Lalu dia kembali duduk

Benar-benar arogan, tapi wajar sih, dengan semua skill fantastis yang dia punya

“Haejin , ayo maju”

Aku mengangguk, menenangkan diriku terlebih dahulu, lalu berdiri dan melangkah maju ke depan

Musik mulai menggema, aku memposisikan badanku sedemikian rupa dan mulai menari. Aku tidak berani melihat ekspresi wajah Yoon Songsaengnim, aku takut dia memasang ekspresi tidak menyukai tarianku. Itu sangat menyakitkan, jadi aku hanya menutup mata selama menari.

Beberapa menit kemudian, musik berhenti. Aku tidak berani mengetahui apa—

“Daebak, daebak”

Eh ?

Aku membuka mata, dan aku melihat Yoon Songsaengnim tersenyum lebar padaku

“Gerakanmu benar-benar semakin baik dari hari ke hari. Kalau dipertahankan, kau pasti bisa jadi penari profesional , haejin-ah”

Aku tersenyum malu, aku tidak menyangka hasilnya akan sebaik ini.

“gomawo, sonsaengnim”ujarku padanya, lalu aku kembali duduk

Yoon Hee menatapku sinis, cish~ dasar wanita pencemburu.

Setelah itu Yoon Songsaengnim menjelaskan kepada kami, tentang Kompetisi Tari Nasional yang akan diadakan 2 bulan lagi. Itu berarti waktuku untuk berlatih tidak banyak, belum lagi dipotong hari libur.

“Saya harap kalian bisa serius berlatih, dan saya harap salah satu dari kalian bisa mendapat medali emas”

Yoon Hee mengangkat sebelah mulutnya ke atas, lalu ia tertawa pelan sekali. Lagi-lagi tawa mengejek. Astaga, aku tidak menyangka ada wanita yang sangat tinggi hati seperti dia.

Ayo Haejin-ah, buktikan pada wanita sombong ini kalau kau bukan lawan yang pantas untuk diremehkan !

*****

… 2 Minggu kemudian , 44 Hari sebelum kompetisi tari nasional

Biasanya, aku selalu pulang ke rumah tepat waktu, sekitar jam 2 siang dari sekolah. Tapi sekarang, aku selalu saja pulang di atas jam 5 sore karena harus latihan menari. Setiap hari aku selalu saja berlatih sendiri, jarang sekali Yoon Songsaengnim bisa menemaniku, karena dia juga sibuk dengan jadwal mengajar disekolah. Jujur saja aku lelah, tapi setiap mengingat Donghae Sunbae, rasanya aku jadi semangat lagi. Sungguh ! Dia benar-benar mood-booster ku.

Dan sekarang, aku masih berada di sekolah untuk latihan menari, sendiri tanpa Yoon Songsaengnim ataupun Yoon Hee. Selama ini , Yoon Hee jarang sekali berlatih, yah wajar sih. Dia kan sudah penari profesional.

Kalau dihitung-hitung, hari ini aku sudah 2 jam latihan menari tanpa istirahat, padahal biasanya latihan 30 menit saja aku malas.

Akhirnya aku memutuskan untuk istirahat sebentar, daripada nanti kakiku sakit atau terjadi sesuatu dengan anggota gerakku, efeknya akan lebih berbahaya

Aku mengeluarkan handphone dari tasku, dan mengirimkan pesan singkat

To : Donghae Sunbae

Sunbae, aku benar-benar gugup. Yoon Hee bukan saingan yang mudah

Dan beberapa menit kemudian, ia sudah membalas pesanku

From : Donghae Sunbae

Kau pasti bisa, asalkan terus berusaha dan berdo’a. Semangat Haejin-ah ! Aku percaya padamu ^^

Mwoya ? dia.. baru kali ini dia menggunakan smile seperti itu.

Dan tiba-tiba rasa semangat berlatihku muncul, entah darimana. Aigoo~ Haejin-ah ! kau pasti sudah gila !

*****

…1 bulan sebelum kompetisi tari nasional

Waktu berjalan begitu cepat, tidak terasa. Sekarang waktuku tinggal 1 bulan.

Tapi akhir-akhir ini fikiranku jadi kacau. Aku memikirkan tentang perasaanku pada Donghae Sunbae.

Aku merasa, perasaanku ini benar-benar salah.

Bagaimana hal ini bisa disebut benar ? apakah menyukai seseorang yang sudah memiliki pacar bisa disebut benar ? ini seharusnya tidak boleh terjadi. Aku bisa merusak hubungan Donghae Sunbae dan Ran Sunbae

Tapi.. hati kecilku selalu saja berontak. Mereka selalu saja tidak mengizinkanku untuk melupakan Donghae Sunbae.

….

Baiklah, aku tidak akan berhenti. Untuk sementara ini, biarkan aku menjadikan Donghae Sunbae sebagai alasanku untuk tetap berjuang menjadi penari profesional.

Ya, biarkan untuk sementara saja.

Dengan sisa kekuatanku , aku berdiri lagi. Aku menghidupkan musik dan mulai menari. Aku pasti akan bisa mengejar Donghae Sunbae yang ahli menari ! Donghae Sunbae , lihatlah ! akan kubuktikan padamu aku bisa mengejarmu.

Sunbae, aku benar-benar gugup. Yoon Hee bukan saingan yang mudah

Kau pasti bisa, asalkan terus berusaha dan berdo’a. Semangat Haejin-ah ! Aku percaya padamu ^^

Aku tau , ini semua mungkin terlihat sangat tidak mungkin. Tapi setiap aku ingat Donghae Sunbae , rasanya aku tidak mau menyerah. Rasanya aku ingin bangkit.

If you would hold my hand, to me, this rough world will be like spring days
How great is your love

Donghae Sunbae, walau rasanya aku tidak mungkin denganmu , tapi aku akan buktikan , semua supportmu untukku , tidak akan sia-sia.

Haejin-ah ayo semangat ! aku yakin kau bisa !

=======

Kuharap kau bisa menggantikan kekalahanku di kompetisi sialan itu. Hahaha

=======

How great is your love

Theme Song tarian yang akan aku bawakan mulai terdengar. Aku mulai menggerakkan kakiku ke kanan , mengangkat kedua tanganku keatas membentuk postur balerina, lalu berputar.

Aku akan berjuang, sampai kapanpun.

******

…Kompetisi Tari Nasional

Hari yang kunantikan selama 5 bulan akhirnya tiba juga. Sejak pagi , aku dan Yoon Hee beserta Yoon Songsaengnim sudah stand by di lokasi. Kostum-kostum juga sudah dipersiapkan dengan sangat baik.

Yoon Hee terlihat tenang-tenang saja, yang kuamati dari tadi dia hanya memainkan handphone-nya, sesekali ia terlihat mengobrol dengan Yoon Sonsaengnim.

Sedangkan aku ? sibuk mengatasi rasa gugup dan demam panggungku. Tanganku benar-benar dingin, dan perutku tiba-tiba sakit, kebiasaanku jika sedang gugup

“jangan gugup haejin-ah, percaya diri dong”tiba-tiba Yoon Songsaengnim mendekatiku lalu menepuk pundakku pelan, menenangkanku.

Aku tersenyum padanya, padahal sebenarnya aku tetap gugup bagaimanapun caranya untuk menenangkanku.

Beberapa menit kemudian , acara mulai dibuka. Setelah runtutan acara berlangsung dengan sangat baik, akhirnya tiba lah ke acara inti.

Setiap peserta dipanggil untuk masuk ke dalam ruangan, yang di dalamnya sudah terdapat 4 juri. Mengingat hal itu, aku jadi semakin gugup.

Yoon Hee mendapat nomor urut 10, sedangkan aku 11. Dan sekarang, peserta nomor urut 1 sudah mulai memasuki ruangan.

Waktu berlalu cepat, dan sekarang tiba saatnya Yoon Hee memasuki ruangan. Dia sangat santai, yah aku tau dia sangat hebat. Dengan semua skill fantastisnya itu, wajar saja dia tidak gugup sama sekali.

“Haejin-ah”Yoon Songsaengnim menepuk bahu kananku

“ah ne sonsaengnim ?”

“jangan gugup”katanya sambil tersenyum padaku. Aku mengangguk sambil tersenyum, padahal jelas-jelas aku gugup setengah mati.

Sembari menunggu giliranku, aku menghafal gerak tarian yang akan kubawakan nanti dalam memoriku. Jangan sampai aku lupa !

“Peserta nomor urut 11 , Lee Haejin dipersilahkan memasuki ruangan”

Sekarang giliranku, aku menarik nafas panjang lalu menghembuskannya, begitu terus sampai 3 kali. Katanya sih ini ampuh untuk mengatasi rasa gugup.

Dan benar, rasa gugupku hilang. Aku bangkit dari tempatku duduk dan sedikit membungkuk pada Yoon Songsaengnim, dia menyemangatiku.

Aku berjalan memasuki ruangan, aku yakin aku pasti berhasil.

******

… 3 Jam Kemudian

Akhirnya tiba saat pengumuman pemenang. Tanganku mendadak dingin, keringatku terus bercucuran pertanda aku sedang gugup.

Dan Pembawa acara sudah memasuki tengah panggung. Yoon Songsaengnim was-was sekali, terlihat dari ekspresi wajahnya. Yoon Hee, tentu saja. Masih dengan wajah cool nya.

“Sebentar lagi kami akan mengumumkan pemenang Kompetisi Tari Nasional , yeorobeun , apa kalian siap ?”

“NE !!”

“hana … dul…set”

“pemenangnya adalah..”

Jantungku berdegup, tidak berirama. Kali ini degupannya seperti memburu, sangat cepat sekali. Aku takut jika aku tidak berhasil, berarti aku menghancurkan harapan Donghae Sunbae. Soalnya dia sudah mendukungku daripada Yoon Hee, itu membuatku sangat senang, sekaligus tidak percaya.

Yoon Hee sudah tenang-tenang saja, sepertinya dia percaya diri sekali akan menang. Tuhan, tolong berikan keajaibanmu.

“hana…

“dul

“set !

“LEE HAEJIN DARI SMA KYUNGGI ! CHUKKAHAMNIDA !!”

Aku ? Aku… berhasil ?

Suara tepuk tangan menggema keras, belum lagi Yoon Songsaengnim yang melompat kegirangan dan tak henti-hentinya memelukku. Beberapa guru dan murid yang hadir juga sibuk berteriak-teriak , meneriakkan namaku.

Aku bahagia. Dan tanpa perintah airmataku turun dengan sendirinya.

Yoon Songsaengnim membantuku naik ke podium untuk menerima hadiahnya. Sedangkan nyawaku, seperti belum terkumpul semua. Aku masih belum percaya kalau ini kenyataan.

Menteri Pendidikan Korea Selatan mengalungiku medali emas, bertali merah motif garis-garis tebal. Aku tersenyum lalu menyalami tangannya.

“silahkan Lee Haejin-ssi untuk memberikan beberapa kata”

“gamsahamnida”ujarku , lalu aku berhenti sebentar untuk berusaha menghentikan airmataku , suara tepuk tangan dan teriakan semakin meriah. Sepertinya mereka menghiburku.

 “jeongmal gamsahamnida untuk Yoon Songsaengnim , dia tutor ku yang membuat aku yang tadinya tidak bisa menari dan sekarang bisa jadi seperti ini. Jeongmal gamsahamnida, sonsaengnim”aku tersenyum pada Yoon Songsaengnim yang duduk di bangku penonton

“gamsahamnida untuk kedua orang tuaku , yang sudah memberikan dukungan dan do’a mereka, jeongmal gamsahamnida. Juga untuk semua orang yang telah mendukungku, terima kasih banyak,”aku membungkukkan badanku sedikit lalu beranjak turun dari podium dibantu oleh pembawa acara.

Penonton bertepuk tangan serempak, mengiringi langkahku untuk kembali ke bangku ku, disamping Yoon Hee.

“chukkae.”tiba-tiba Yoon Hee menghadang jalanku dan menyodorkan tangan kanannya padaku.

Aku tersenyum lalu balas menjabat tangannya “gomawo”ujarku

Yoon Hee tersenyum padaku, dan aku membalas senyum. Kurasa senyumnya tidak buruk juga hehe.

DDRTT DDRT DDRT

Ada pesan masuk ? dari siapa ? ah mungkin hawon.

From : Donghae Sunbae

Chukkae.

Donghae Sunbae ? ah jjinja~ laki-laki itu bisa saja memberi kejutan. Kukira dia sudah tidak peduli lagi padaku karena beberapa hari ini aku jarang bertemu dengannya karena dia yang sibuk menghadapi Ujian Akhir dan aku yang sibuk dengan kompetisi ini

To : Donghae Sunbae

Gomawo , sunbae ^^ besok datang ke Kafe Strawberry, aku traktir !

Besok akan aku utarakan perasaanku padanya.

******

…Kafe Strawberry

Jam tanganku menunjukkan pukul 9 tepat, kenapa dia belum datang juga ? aissh~ tega sekali dia membuat wanita menunggu.

DRAP DRAP DRAP

Oh tidak, itu pasti dia. Ah eottokhee, sebentar lagi ia akan segera mengetahui perasaanku.

“loh ? Cuma kita berdua ?”dari nada bicaranya sepertinya ia benar-benar terkejut. Tapi ia malah langsung duduk di hadapanku.

“n.. ne, sunbae”jawabku gugup, dia menatapku aneh

“kau kenapa ? kau sakit ?”

“aniya ! ani.. jjinja”

Dia mengangguk lalu menyantap strawberry milkshake yang memang sudah kupesankan untuknya.

“kenapa kau hanya mengajakku ? kau tidak mentraktir Yoon Hee juga ?”tanya nya , sambil terus meminum milkshake strawberry-nya. Tapi yang kutangkap dari nada bicaranya, dia tidak curiga padaku

Sepertinya inilah saatnya.

“Donghae Sunbae , aku ingin mengatakan sesuatu padamu”

Ekspresi Donghae Sunbae langsung berubah , sepertinya dia mulai curiga.

“Ada apa ? sepertinya serius sekali.”ujarnya serius, ia langsung meletakkan milkshake strawberry-nya yang tadinya ia minum.

Aku menghirup nafas panjang , lalu menghembuskannya. Aku benar-benar gugup, sebentar lagi. Sebentar lagi, Donghae Sunbae akan mengetahui perasaanku. Walau aku tau , kita tidak mungkin berpacaran, tapi aku hanya ingin ia tau bahwa aku menyukainya.

“Aku menyukaimu”

Dan benar tebakanku. Donghae Sunbae diam, ekspresinya berubah 180 derajat. Dia sepertinya sangat terkejut.

“Aku mengikuti ekstrakulikuler menari karenamu, aku tau aku sangat buruk pada saat menari tapi karenamu aku percaya aku bisa , dan aku berjuang mati-matian di kompetisi menari nasional juga karenamu”jelasku panjang lebar. Dan oh tidak, kenapa air mataku tiba-tiba keluar dengan sendirinya ? aku malu pada Donghae Sunbae dan akhirnya aku berlari meninggalkannya.

Kudengar ia berteriak memanggilku , tapi aku tetap berlari. Aku tidak ingin mengetahui apa reaksinya. Aku tau dia tidak mungkin akan mengatakan kalau dia mencintaiku juga kan ? aku sudah tau akan seperti ini jadinya.

******

…Perpisahan Murid Kelas 3

Sudah beberapa hari ini aku lost contact dengan Donghae Sunbae. Yah semenjak insiden aku menyatakan perasaanku, kami benar-benar canggung. Benar kata Hawon waktu itu , dia sudah memperingatkanku tapi aku tetap saja nekat.

Hari ini adalah hari perpisahan murid kelas 3 , hari ini juga hari terakhir aku akan bertemu dengan Donghae Sunbae.

Aku pasti akan sangat merindukannya.

Ah sudahlah, ngomong-ngomong hari ini aku diperintah oleh Yoon Songsaengnim untuk menari di acara perpisahan. Maka disinilah aku sekarang , backstage gedung perpisahan.

“haejin-ah , kau tidak ganti kostum ?”tanya hawon. Dia juga akan tampil nanti, tapi dibagian paduan suara.

Aku menggelengkan kepalaku. Rasanya memang hari ini aku benar-benar tidak semangat.

“semangat dong haejin-ah ! tunjukan pada Donghae Sunbae !”Hawon mengomporiku tapi tetap saja , aku malas.

Berulang kali aku merenung, fikiranku benar-benar kacau. Rasanya aku ingin menangis. Aku .. benar-benar tidak bisa kehilangan orang itu.

“LEE HAEJIN !! MANA BOLEH KAU HANYA DUDUK DISITU ?!”

Oh tidak, itu suara Yoon Songsaengnim. Sial !

“mianhamnida sonsaengnim, ne algeseumnida aku akan segera ganti kostum”

Sepertinya ini benar-benar bukan hariku.

******

…20 menit sebelum aku tampil

“haejin-ah ! ingat setelah ini kau akan tampil SOLO ! jadi konsentrasi , jangan sampai membuat kesalahan !”

“nde songsaengnim. Algeseumnida”

Yoon Songsaengnim mengangguk mantap, menepuk bahu kananku pelan, memberikan senyum terbaiknya lalu beranjak pergi.

20 menit lagi aku akan tampil. Tapi bukan itu yang aku resahkan, bukan karena aku gugup atau nervous untuk tampil di depan umum. Entah kenapa tiba-tiba rasanya aku ingin menangis. Aku ingat ini adalah hari terakhir aku bisa bertemu dengannya.

Bagaimana jadinya setelah tidak ada dia ?

========

“bagaimana kalau yang gendut saja yang membawa ini”

“haejin kan gendut !”

“YAK SUNBAE !!”

========

 “aku gugup sunbae”

“tidak usah gugup. Anggap saja kalau kau tidak bisa, berarti tidak akan ada orang lain yang bisa”

========

“usaha dong haejin-ah ! aku kasih tau kuncinya, kalau kau mau bisa, rajin-rajinlah berlatih ! dan jangan pantang menyerah ! don’t give up ;)”

========

“okay, jadi yang terbaik. Jangan lupa bawa pulang medali ya ! ^^”

========

“haejin-ah ! ini waktu mu tampil !”

Aku berjalan gontai menuju pintu masuk panggung. Jujur saja aku masih terfikir tentang yah, kalian tau kan tentang apa.

Dan ketika aku memasuki panggung, pemandangan itu.. kenapa juga harus terlihat sangat jelas ?

Laki-laki bertuxedo hitam, dengan rambut hitam pekat dan kulit putihnya itu kenapa harus dia duduk di barisan paling depan ? dan oh tidak. Dia menatapku.

“Penampilan selanjutnya adalah Lee Haejin, siswi kelas 11-6 yang akan menarikan tarian tradisional korea, beri applause yang meriah !!”

Kulihat Donghae Sunbae tersenyum ke arahku ! yaampun , demi bumi dan seluruh isinya. Dia tampan ! okay Lee Haejin, kau harus berikan yang terbaik.

Musik tradisional Korea mulai menggema, diiringi beberapa back dancers, aku mulai menari seirama dengan musik.

Mereka selalu saja bertepuk tangan selama aku menari, membuatku semakin melayang saja.

Dan beberapa menit kemudian aku telah selesai menari, aku membungkukkan sedikit badanku ke arah penonton, mereka menyambut dengan tepuk tangan meriah.

Dan ketika aku turun dari panggung, aku mengirim pesan singkat .

To : Donghae Sunbae

See you in Seoul National University, sunbae. Jeongmal Gomawo untuk semuanya, mianhae karena aku selalu menyusahkanmu. Jaga kesehatanmu, dan tetap tersenyum karena kalau kau tidak tersenyum wajahmu terlihat sangat buruk kkk~ jangan balas pesanku yang ini, karena kalau kau membalasnya kau akan membuatku menangis hehe ^^. Ok, jalja~

Selamat tinggal Donghae Sunbae.

******

…1 tahun kemudian

 

  1. 1.      Lee Haejin – Seoul National University, Art Major

From : KHW

Chukkaeyo haejin-ah ! akhirnya kau diterima di Universitas Seoul ! dan  urutan 1 pula ! haejin jjang ! semoga beruntung dengan sunbae mu :p selamat berjuang ! \^^/

To : KHW

Gomawoyo hawon-ah ! ah iya do’akan ya semoga usahaku untuk mengikutinya tidak sia-sia >.< kau juga ya berjuang di Universitas Parang ! semoga beruntung ^^

Waktu berlalu begitu cepat , tidak terasa dan tidak bisa kuprediksi. Seorang Lee Haejin yang sangat buruk dalam hal menari kini berhasil diterima sebagai mahasiswi Universitas Seoul, dan di urutan 1 pula.

Ini semua karenanya, itu sangat benar. Aku beruntung bisa memiliki perasaan sebesar ini padanya, walau mungkin ia tidak memiliki perasaan sebesar itu terhadapku, tapi tidak bisa kupungkiri karena perasaan itu aku bisa masuk ke universitas ini.

Gomawoyo, Donghae Sunbae.

Dan sekarang aku bisa berada di satu universitas, dan satu jurusan yang sama dengannya. Jurusan Seni. Aku tidak tau apa dia masih mengingatku. Entahlah. Tapi yang jelas aku … entah kenapa aku masih mengharapkannya. Jeongmal paboya

DDRT DDRT

Eh ? siapa yang sms aku malam-malam begini ?

From : Donghae Sunbae

Chukkae ^^ , kita bertemu besok.

Apa ? Dia mengirimiku.. pesan singkat ? dia masih ingat padaku ? setelah 1 tahun ini kita tidak pernah berhubungan dia masih… mengingatku ?

Aku benar-benar menangis sekarang. Aku benar-benar bahagia.

To : Donghae Sunbae

Gomawo sunbae ^^ oke sampai ketemu besok~

Dan bisa kupastikan , ini adalah malam paling indah setelah satu tahun aku tidak pernah mengalami malam yang indah seperti ini. Terima Kasih tuhan, aku mohon malam ini tidak berlanjut karena aku masih ingin merasakan perasaan bahagia ini.

In your smile that’s like a spring day, the whole world gets brighter
It makes me dream again
*********

…Hari pertama di Universitas

Aku gugup. Keringat tidak berhenti mengucur dari dahiku , dan tanganku dingin. Belum lagi jantungku yang berdegup semakin cepat.

Ah ayolah, aku kan hanya akan bertemu dengan Donghae Sunbae, kenapa harus berlebihan seperti ini sih ?

Setelah 1 tahun ini, aku benar-benar merindukannya. Sungguh. Kira-kira seperti apa ya dia sekarang ? apakah dia masih lebih pendek dariku ? apa dia justru sekarang lebih tinggi ? apa dia masih gendut ? apa senyumnya masih .. manis ? apa dia tetap tampan atau lebih tampan ? baiklah, fikiranku mulai kacau.

“Haejin-ah ! ppaliwa !”suara Eun Sun dari balik pintu kamarku , dia adalah temanku di SMA, dan kini kami satu universitas , jadi dia menjemputku untuk berangkat bersamanya.

Aku segera mengambil tas ku , sedikit merapikan rambutku dan memasang sebuah pita kecil untuk menjepit poniku. Aku siap, tapi hatiku yang belum siap.

*********

…Universitas Seoul, pukul 8 pagi.

From : Donghae Sunbae

Temui aku di halaman depan universitas jam 11 nanti.

Donghae sunbae memintaku untuk bertemu dengannya jam 11 , aku benar-benar bahagia. Perasaan seperti ini , kapan ya terakhir kali aku merasakannya ? Baiklah kalau seperti ini aku jadi ingin waktu cepat berlalu hingga jam 11 tiba.

Otakku benar-benar sudah tidak waras.

*********

…Universitas Seoul, pukul 11 pagi.

Mata kuliah Dosen Park sudah berakhir. Tiba saatnya aku.. menemuinya.

Berulang kali aku menata rambutku, merapikan kemeja dan celana jeans ku. Ah aku gugup !! ini benar-benar gila.

Dengan langkah penuh harap, aku berjalan menuju halaman depan universitas, tempat nya sudah mulai sepi karena jam kuliah mulai padat mulai jam 11 pagi sepertinya. Untungnya jam kuliahku sudah berakhir.

Sesampainya disana, aku bergerak memutar kesekeliling, tapi kenapa dia tidak—

“Haejin-ah”

Tidak, suara siapa itu ? jangan bilang itu suara.. aku kenal benar suaranya. Aku hafal nada bicaranya dan kuyakin itu.. suaranya.

Aku menoleh ke belakang, karena memang sumber suara itu berasal dari arah belakang, dengan gerakan sangat lambat karena aku, gugup.

Dan ya, aku menatapnya sekarang. Orang yang kurindukan selama 1 tahun ini. Dia ada dihadapanku. Dan dia .. sangat tampan. Badannya jauh berkembang dan ia benar-benar menandingi tinggi badanku.

Aku berjalan mendekatinya , dengan wajah tertunduk dan langkah gugup. Tidak mudah melakukan ini, aku malu karena tiba-tiba aku teringat insiden ketika aku ‘menembaknya’ dan lalu ketika aku lari begitu saja tanpa mendengar jawabannya.

“annyeong , sunbae”sapaku singkat. Ini benar-benar tidak mudah !!

“naiklah”ujarnya lalu ia menaiki motornya

Aku melamun di tempat, tidak percaya dengan apa yang kudengar.

“naiklah”ulangnya lagi sambil menoleh ke arahku.

Dengan langkah gugup aku menaiki motornya. Lalu ia menghidupkan motornya, dan motornya kini melaju cukup cepat, keluar dari Universitas Seoul

I always waited for a love that resembles the sky to be given to me
On the day where the stars twinkle, I walk to the melody of the birds

*********

…Sungai Han

Angin sepoi-sepoi menerpa rambutku, motor ini masih melaju cukup cepat, aku tidak tau ini akan berhenti dimana. Berulang kali aku menatap bahagia menyadari siapa yang ada dihadapanku sekarang dan dalam jarak sedekat ini.

Dan beberapa menit kemudian motornya berhenti, tepat di tepi sungai han.

Aku turun dari motornya begitu juga dengannya. Ia berjalan ke tempat duduk yang menghadap langsung ke sungai han , dan aku mengekorinya. Setelah itu ia duduk, aku pun duduk di sampingnya.

Lagi-lagi jantungku berdegup cepat. Dan entah kenapa wajahku tiba-tiba panas. Aku tidak berani menatapnya walau jarak kami benar-benar sedikit

“chukkae. Sudah kukatakan kau pasti berhasil”ujarnya membuka pembicaraan. Aku Cuma tersenyum sambil menatapnya , aku belum berani bicara takut-takut aku salah kata karena aku benar-benar gugup.

Suasana hening sejenak, kurasa kami benar-benar canggung bukan hanya karena 1 tahun tidak bertemu, tapi juga karena insiden “menembak” itu. Sial !

“aku putus dengan Ran , kira-kira 8 bulan yang lalu”ujarnya pelan.

Eh ?

“Aku sangat mencintainya, kita sudah berpacaran selama lebih dari 2 tahun. Kami harus berpisah karena dia memutuskan untuk kuliah di luar negeri”

Aku mengangguk mengerti , entah kenapa bukannya bahagia aku malah sedih mendengarnya. Aku sungguh-sungguh kali ini. Bahkan rasanya aku merasakan rasa sakit yang ia rasakan. Walau terdengar berlebihan tapi memang itu yang aku rasakan sekarang.

“tapi jauh sebelum itu sebenarnya perasaanku mulai goyah karena….. seseorang”lanjutnya tanpa menatapku , tapi kulihat dia sedikit tersenyum.

Tuhan, aku berdebar menunggu kelanjutannya. Apa yang dia maksud itu Yoon Hee ? dia lebih sering meledek Yoon Hee daripada aku. aku jadi curiga.

“karena siapa .. sunbae ?”tanyaku was-was

“dia itu seseorang yang periang, tapi ketika ia ingin meraih sesuatu ia berubah menjadi pribadi yang serius dan tidak mudah menyerah”dia menjawab tanpa menatapku, tapi kulihat dia masih tersenyum

Oh baik, kenapa feelingku jadi tidak enak. Dari ciri-cirinya kenapa mirip sekali dengan Yoon Hee. Periang, itu benar-benar Yoon He, lalu tidak mudah menyerah ? kurasa seluruh dunia pun tau kalau Yoon Hee itu sangat ambisius dan tentu saja tidak pantang menyerah.

Sepertinya akhir kisah cintaku bukanlah akhir yang bahagia.

Aku sudah beranjak membereskan letak tasku, dan membenarkan sedikit tatanan rambutku , aku berdiri dan Donghae Sunbae menengok ke arahku

“waeyo ?”katanya dengan tatapan polosnya, dia ini tidak tau, apa pura-pura tidak tau ?

“aku pulang”aku bergerak turun dari tempat yang kududuki, karena tempat duduk ini didesain bertingkat seperti tangga. Dengan gerakan lambat aku berjalan, bukan karena menunggu penjelasan dari Donghae Sunbae, tapi karena aku terlalu sedih mengetahui akhir cerita ini.

Sad Ending.

Lututku benar-benar sudah lemas. Air mataku sebenarnya sudah mendesak keluar, tapi aku tahan dengan seluruh energiku yang tersisa.

“haejin-ah, kau mau kemana ? hey !”Donghae Sunbae berteriak padaku , dan tanpa mengejarku. Cish~ laki-laki itu benar-benar tidak bertanggung jawab. Setelah berani-beraninya mengajakku bertemu, dia malah menceritakan kalau dia memiliki perasaan dengan Yoon Hee. Dia fikir aku wanita yang tidak memiliki perasaan ?

“saranghaeyo, Lee Haejin !”

DEG.

Bumi seolah berhenti berputar dan waktu berhenti berjalan. Aku mematung di tempat. Apa tadi ? suara apa yang barusan masuk ke telingaku ? aku tidak salah dengar kan ?

DRAP DRAP.

Itu pasti suara langkah kakiknya, oh tuhan ! dia berjalan menghampiriku. Padahal aku masih belum bisa mengontrol ekspresi wajahku dan detak jantungku. SIAL !

tiba-tiba Donghae Sunbae menarik tanganku untuk berdiri sejajar dengannya, dan akupun mengikutinya. Dan sekarang kami berdiri berhadapan. Tuhan , jantungku seperti akan melompat saja melihatnya dalam jarak sedekat ini.

Ia merengkuh kedua bahuku untuk menempel dengan badannya. Ia.. memelukku.

Jantungku ! kenapa sih degupnya benar-benar cepat dan keras ? aku kan malu ! pasti dia bisa merasakan degup jantungku yang sangat cepat dan tidak karuan ini.

“saranghae”

Aku menangis. Benar-benar menangis.

“hey , kenapa menangis ? mianhae , apa aku menyakitimu ?”ah bodonya dia, kenapa dia tidak sadar kalau aku menangis bahagia karenanya ? paboya !

“g.. go..mawo”ujarku sambil sesenggukan.

Dan diluar dugaanku , dia malah tertawa ! jahat ! tapi setelah itu dia menghentikan tawanya dan tersenyum padaku. Senyumnya… kenapa begitu manis ? kenapa senyumnya masih semanis dulu ?

“terima kasih juga sudah berjuang sejauh ini , demi aku”katanya

“cish~ percaya diri sekali”elakku, walau sebenarnya perkataannya sangat tepat.

“kau masih bisa mengelak setelah kau menemba—“

Dengan sigap aku langsung mengunci mulutnya dengan tanganku. Dan dia berusaha melepaskannya sambil menahan tawa. Aku kan malu ! jangan bicarakan hal itu !!

Tapi sialnya ia berhasil lolos dan malah tertawa keras. Ahhh aku malu ! dan sialnya lagi wajahku malah memerah. Dan sepertinya ia menyadarinya dan malah tersenyum lebar.

“tadi kenapa kau pergi ? paboya !”ujarnya mencibir sambil menoyor kepalaku. Appo !

“YAK ! berani sekali kau menyentuh kepalaku !”teriakku, dia hanya tertawa puas.

“aku hanya berfikir , sunbae menyukai Yoon Hee, makanya aku langsung pergi sebelum aku benar-benar menangis di tempat”jelasku cepat.

“kenapa kau bisa ambil keputusan seperti itu ?”tanyanya

“abisnya katamu dia orang yang periang , Yoon Hee kan periang , jauh lebih periang daripada aku”

“cish~ gadisku yang satu ini mudah sekali cemburu”jawabnya sambil mengacak rambutku

“gadismu ? menjijikkan.”

“wae? Kau kan memang gadisku, Lee Haejin selamanya hanya mencintai Lee Donghae”

“seenaknya sendiri membuat keputusan, padahal kan bisa saja nanti aku selingkuh”

“YAK !! tidak boleh. Pokoknya tidak boleh”

Aku tertawa keras mendengar perkataannya, dia memang 1 tahun lebih tua dariku, tapi tingkahnya mirip seperti anak kecil ckck~

Dan tanpa diduga ia memunggungiku dan “naiklah”ujarnya. Dia ini kebanyakan nonton drama , mungkin ? kenapa ia mendadak berubah romantis ?

Tapi aku suka.

Dan akhirnya aku naik ke atas punggungnya dan dia menggendongku. Tidak kusangka ia kuat , padahal kan aku berat ! dia sendiri yang dulu mengataiku—

“dasar gendut ! kau berat sekali !”

“YAK !!”aku berteriak dan memukuli punggungnya bertubi-tubi.

*********

In your smile that’s like a spring day, the whole world gets brighter
It makes me dream again
On the day where the sun sparkles,
I hold your hand and walk in sync with your footsteps
When I hear the sound of spring coming, I walk on the path with the bloomed flowers
When the rainy summer comes, I walk as I see the rainbow
When autumn passes and winter comes, with the warmth from our hands
We walk together – how great is your love

END

13 thoughts on “{SongFic Contest} How Great Is Your Love

  1. Ah , hampir sama kaya’ aku , ikut ekskul gara” someone *curcol*
    Tapi nyentuh banget , gimana perjuangan Haejin buat dapetin Donghae .
    Ada pelajaran juga yg bisa diambil , contohnya kita harus berusaha untuk mencapai keinginan kita , kaya’ Haejin waktu mau lomba sampe akhirnya dia menang *ceramah*
    Daebakk ! Two thumbs for author !

  2. Hmm gara gara Ff ini judulnya sama kaya yg sebelumnya makanya kirain aku itu double post tapi ternyata beda tooooh.

    Haejin tahan amat sih 3 taun kan berarti nunggunya ckckck. Dan lagi-lagi sunye nongol disini hahahahahaha =)) dan aku pengen ketawa pas baca yang “apa dia masih lebih pendek dariku” huahaahahahaha =))

    Ceritanya romantis sekali ada adegan gendong gendongan segala lagi jadi ngiler naik ke bahunya hae kan. Hahahaha overall aku sukaaaaa😉

  3. Ini manis bgttttt .
    Setuju ama haejin , senyumnya donghae itu demi apapun manisnya melebihi manisnya gula termanis di dunia *abaikan
    Dan Ran kyk nama pacarnya shinichi kudo di detectif conan -_- *abaikanlagi
    Good job author \(^o^)/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s