{SongFic Contest} How Great Is Your Love

Title : How Great Is Your Love

Author : Finnia Kartika (Goo Hyu Ra)

Cast :

  • Lee Donghae
  • Lee Haejin
Soundtrack : SNSD – How Great Is Your Love

 

In your smile that’s like a spring day,

the whole world gets brighter

It makes me dream again

“Nah baiklah,karena ratunya sudah tiba… sekarang kita mulai acaranya” Ucap Seulong semangat

“Ongie-ya,memangnya kita diijinkan membawa soju didalam gedung ini?” ucapku bingung.

Yah hari ini aku,Seulong,dan member 2PM yang lain sedang berada di gedung KBS. Aku dan Seulong datang menghadiri comeback stagenya 2PM. Karena Seulong akan berangkat keSingaporeuntuk konsernya bersama anggota 2AM yang lain, jadi dia mengusulkan untuk merayakan comeback stage 2PM usai mereka tampil.

“Tak apa Haejin-ah,aku sudah meminta ijin pada salah satu staff disini. Dan mereka memperbolehkan kok” ujar Junsu Oppa. Aku hanya mengangguk paham.

“Ayo kita rayakan keberhasilan kita” teriak Chansung semangat. Dalam keadaan seperti ini baru terlihat dia adalah seorang magnae

“Eits,sepertinya tak seru merayakan acara yang luar biasa ini dengan cara yang ‘biasa’” ujar Junho menatap Seulong. Astaga! Aku tau arti tatapan itu. Apakah mereka akan melakukannya?

“Ah,majyeo. Ini harus dirayakan dengan cara yang ‘luar biasa’” tambah Taecyeon

“Bagaimana Haejin-ah? Kau siap?” Tanya Seulong padaku

Aku memasang tampang tak mengerti. Ayo lah jangan sampe melakukan hal itu. Aku belum makan dari tadi sore. “Siap apanya?” tanyaku

Nickhun oppa mengacak rambutku gemas “Ayolah Haejin-ah,jangan bersikap seolah kau tak mengerti maksud kami” ucapnya. Aku hanya mengembungkan pipiku. “Ara,ara” jawabku

Mereka semua sudah memandangku serta Ongie yang sudah berhadapan dengan 10 botol soju diatas meja.

“Tantangannya apa?” tanyaku pada mereka semua. Sungguh mereka adalah

Sunbae terkejam yang pernah aku kenal

“Kalau kau kalah kau harus….” Seulong terdiam sejenak lalu beranjak dari duduknya dan membuka pintu ruangan 2PM. Dia tersenyum melihat targetnya berjalan melewatinya

“Annyeong Donghae Hyung” ucapnya ramah

“Ah,Seulong. Annyeong” jawab Donghae Sunbae. Aku masih menatapnya dengan pandangan tak mengerti. Sedangkan para member 2PM sudah tertawa,bahkan Nickhun Oppa menepuk bahuku.

Aku bisa melihat Donghae Sunbae tersenyum kearah kami semua. Mau tak mau akupun ikut tersenyum. Tapi aku merasa ada yang aneh pada diriku. Seperti ada yang loncat-loncat cepat dijantungku saat melihat senyumnya Donghae Sunbae.

“Nah,kau sudah taukan apa tantangannya kalau kau kalah” ujar Seulong yang

sudah berada dihadapanku lagi. Hah! Memangnya tadi dia sudah bilang yah apa tantangannya kalo aku sampai kalah?

“Memangnya tadi kau bicara apa Ongie-ya?” tanyaku untuk memastikan tantangannya

“Mwo? Bicara? Aku belum bicara apa-apa. Ahh,jangan bilang kau tak focus tadi dengan apa yang kulakukan?” ujar Seulong menggelengkan kepalanya

“Eh,memangnya kau melakukan apa?” tanyaku lagi yang masih benar-benar bingung.

“Hahahaha,sepertinya dia menjadi lola saat melihat targetnya” ucap Wooyoung yang masih tertawa.

“Target?” tanyaku lagi

Junsu Oppa mengelus kepalaku “Maksud Seulong,kau harus mendekati Donghae Sunbae jika kau kalah” ucapnya dan aku melihat yang lain mengangguk

“MWOYA?? DONGHAE SU….” Belum selesai aku mengucapkan nama Donghae Sunbae,mulutku sudah ditutup oleh tangan besar Taecyeon.

“Lephaskhan yheonhie-yha” Taecyeon melepaskan tangannya dari mulutku setelah aku sadar kesalahanku

“Ongie-ya tak adakah target lain?” ucapku memelas. Dan dia menggeleng

“Oppadeul” kali ini dia menatap seluruh member 2PM “Inikan acara kalian…. Harusnya kalian yang menentukan. Kalian saja yah yang menentukan” ucapku pada mereka

“Baiklah” ucap Junho. Aku tersenyum girang

“Kami mau targetnya…..” aku mendengarkan nama yang akan keluar dari mulut mereka ber-6. “Lee Donghae Super Junior” satu nama yang keluar dari mulut mereka membuat badanku lemas. Aku mengacak rambutku frustasi

“Kalian bersekongkol” desisku. Dan mereka semua tertawa

When I sometimes walk ahead and suddenly look back

That face that looks at me is so eye-blinding

 

Sial!sial!sial! aku kalah telak dari Seulong. Dan mereka semua tertawa bahagia. Argh,seorang Lee Haejin kalah dalam hal minum?. Astaga,mau ditaruh dimana wajahku?. Dan parahnya lagi,aku harus mendekati Donghae Sunbae. Ya Tuhan! Kenapa kau memperkenalkanku dengan 7 namja teriblis itu. Berbagai cara kabur sudah kulakukan tapi sialnya mereka ber7 selalu tau niat busukku. Aku berjalan kearah kamar ganti Super Junior Sunbaenim.

Saat aku sudah dekat dengan ruangannya. Aku melihat Donghae Sunbae sedang bersama seorang gadis yang bisa-dibilang-cukup-imut tengah berbincang didepan pintu ruangan. Aku membatalkan niatku untuk mendekat

“Aigo,ottokhe? Donghae Sunbae sudah memiliki kekasih. Bagaimana aku mendekatinya?” aku tertunduk dan menggaruk kepalaku yang tak terasa gatal hingga seorang gadis menegurku

“Haejin eonnie? Leader Felidis?” tanyanya semangat. Aku mengangkat wajahku. Dan aku kaget,gadis yang tadi sedang mengobrol dengan Donghae Sunbae berdiri dihadapanku

“Ah ne,annyeong” sapaku ramah memberikan senyum terbaikku.

“Wah,senangnya bisa bertemu eonnie. Aku fansnya eonnie loh. Boleh aku berfoto bareng dengan eonnie?” tanyanya dengan wajah berbinar. Aku tersenyum dan mengangguk. Bagaimana ini? Masa iya aku harus tetap mendekati Donghae Sunbae sedangkan kekasihnya ini adalah penggemarku?. Aish,Seulong benar-benar kejam.

“Eh,eonnie sedang apa disini? Mau bertemu oppadeul yah?” tanyanya sambil menunjuk ruang ganti Super Junior. Aigo,bagaimana mungkin ia tau,memangnya tertulis dijidatku

“Eh,bagaimana bisa kau tau?” tanyaku padanya. Lalu dia tersenyum

“Eonnie,lupa ruangan digedung ini yah? Lihat eonnie,jalan kesana buntu dan satu-satunya tempat tujuan dilorong ini adalah ruangan oppadeul” aku menepuk jidatku. Aiya,kenapa aku bodoh sekali

“Kajja eonnie” ditariknya tanganku. Aku mengikutinya,saat sudah didepan pintu. Dia melepaskan tangannya lalu menatapku heran. Astaga,apalagi yang akan dia tanyakan?

“Eonnie mau bertemu siapa?” tanyanya dan aku tersenyum. Ah,syukur dia menanyakan pertanyaan yang sudah aku susun jawabannya

“Aku mau bertemu Donghae Sunbae,ada pekerjaan yang harus aku lakukan bersamanya” jelasku dan dia mengangguk. Saat dia hendak membuka knop pintu,aku menariknya

“Mian,tapi kalau boleh tau,namamu siapa yah?” tanyaku pada gadis ini. Sungguh aku lupa menanyakan nama gadis yang membuat aku mudah bertemu Donghae Sunbae ini.

Gadis itu tersenyum “Choneun Goo Hyura Imnida. Panggil aku Ra-ya saja eonnie” ucapnya tersenyum. Aigo,senyumannya manis. Mian Hyura bila nanti aku membuat hubunganmu dengan Donghae Sunbae meregang.

“Ya! Lama sekali ketoiletnya?” teriak Kyuhyun Sunbae saat melihat Hyura masuk ruangan

“Mian oppa,aku tak jadi ketoilet. Tadi saat mau ketoilet malah bertemu idolaku” ucapnya tersenyum

“Nugu?” kali ini aku tau suara itu. Itu suara Donghae Sunbae

“Eonnie.. ayo masuk. Jangan berdiri disitu” ucapnya padaku. Aku masuk dengan kikuk kedalam ruangan King Hallyu ini.

“Annyeonghaseyo Sunbaenim” ucapku membungkukkan badanku

“OMO! Leader Felidis!! Lee Haejin” ucap Leeteuk Sunbae dan aku tersenyum

“Adaperlu apa Haejin-ssi?” Tanya Yesung Sunbae. Aduh aku harus menjawab apa. Kalau aku menjawab mencari Donghae Sunbae,mereka pasti berisik. Aku harus jawab apa?

“Eonnie mencari kau Minam.. Ya,oppa! Kenapa curang?” ucap Hyura. Syukurlah dia yang mengatakan. Eh? Minam? Aigo,makin tak sanggup aku melakukan tantangan ini.

Aku menatap member Super Junior. Aiya,wajah mereka kenapa senyum-senyum begitu. Aku benar-benar dibuat malu kalau begini jadinya.

“Eh? Mencariku?Adaperlu apa Haejin-ssi?” Tanya Donghae Sunbae padaku

“Ini Sunbae,aku diberi tahu oleh managerku. Bahwa aku akan melakukan pekerjaan denganmu. Aku disuruh untuk mengenalmu” ucapku gugup. Dan aku bisa mendengar member Super Junior yang lain asik bersuit-suit dan berdeham-deham. Aku hanya bisa menundukkan kepalaku.

“Jinjjayo?” Tanya Donghae Sunbae dan aku mengangguk

“Cieeee,Hae…. Tancap Hae” teriak Siwon Sunbae

“Aigo,bisa-bisa aku jadi duda ini” kali ini Eunhyuk Sunbae. Aku hanya bisa menundukkan kepalaku makin dalam. Astaga!die!die!die! ucapku dalam hati.

“Asik deh Minam. Ehem,ehem” astaga, kali ini Hyura ikut-ikutan. Sumpah aku tak enak dengan Hyura

“Ra-ya kau jangan salah paham. Aku hanya urusan pekerjaan kok” ucapku pada Hyura

“Eh? Kenapa aku harus salah paham? Aigo,jangan bilang kau mengira Minam kekasihku eonnie?” tanyanya dan aku membulatkan mataku kaget dengan pertanyaannya “Hahaha,kau salah sangka eonnie. Minam itu sudah ku anggap oppaku sama seperti Sungmin oppa” ucapnya lagi dan aku menunduk malu

“Haejin-ssi,Hyura ini adik sepupuku dan dia kekasihnya Henry bukan Hae” ujar Sungmin Sunbae dan aku mendongakkan kepalaku. Kulihat member Super Junior yang lain semakin tertawa kencang. Jangan sampai mereka berpikir yang macam-macam

“Tak usah cemburu Haejin-ssi” omo, Kyuhyun Sunbae ikutan juga. Die!die!die!

Aku melihat Hyura berjalan mendekatiku dan Donghae Sunbae. Dia meminta ponselnya Donghae Sunbae lalu menyerahkannya padaku

“Masukkan nomormu eonnie” perintahnya. Aku mengikutinya

“Nah selesai. Nanti biar Minam yang menghubungimu yah eonn. Sebaiknya sekarang eonnie pulang,aku takut semakin lama eonnie disini. Iblis-iblis disini semakin menjadi” ucapnya sambil tersenyum. Ahh,benar juga. Sebaiknya aku pulang saja,dan bersiap untuk membunuh Seulong.

Aku berjalan cepat keluar ruangan. Tapi aku membalikkan tubuhku melihat sebentar kebelakang untuk berterima kasih pada Hyura. Tapi aku hanya mendapatkan wajah Donghae Sunbae yang menatapku. Seketika tatapannya membuatku buta. Ya Tuhan! Dia sungguh mempesona. Aku segera membungkuk dan berjalan cepat kembali keruangan 2PM.

When I hear the sound of spring coming,

I walk on the path with the bloomed flowers

When the rainy summer comes,

I walk as I see the rainbow

Sudah hampir 2 minggu sejak kejadian saat digedung KBS itu berlalu. Dan sudah sejak 2 minggu juga aku mengenal Donghae Sunbae. Donghae Sunbae benar-benar menghubungiku untuk membicarakn pekerjaan palsu yang menjadi alasanku mendekatinya. Sebenarnya menurut Seulong aku sudah lulus menjalani tantangan itu. Tapi karena alasan yang kubuat,jadilah aku tak bisa menjauhkan diri dari Donghae Sunbae.

Semakin hari aku dan Dongahe Sunbae semakin dekat saja. Seperti saat ini, aku diajak mengunjungi sebuah taman yang menjadi salah satu tempat syuting summer scent.

“Wow!! Ini sunguh indah Sunbae” ucapku menatap sekeliling melihat bunga yang baru akan bermekaran

“Panggil aku Donghae saja Haejin-ah” ucapnya dan aku mengangguk. “Kau suka?” Tanya lagi.

Aku mengangguk “Keurom” Donghae tersenyum padaku,lalu mengajak aku duduk disalah satu kursi taman. Aku sangat menikmati hari ini. Aku rasa,aku mulai menyukai Donghae. Lama kami berbincang menikmati udara ditaman ini,hingga rintik hujanpun turun. Aku dan Donghae segera mencari tempat berteduh. Tak jauh dari tempat kami terdapat kedai makan yang terlihat sepi. Donghae mengajakku menuju kedai itu. Pemilik kedai tersenyum manis pada kami. Aku dan Donghae membungkuk sopan. Aku harap pemilik kedai itu tak mengatakan apapun melihat aku dan Donghae berdua seperti ini.

Sepertinya aku salah mengenakan pakaian. Sekarang aku hanya bisa mengusap tanganku menahan rasa dingin. Donghae tersenyum melihatku,lalu ia melepas jaket yang sedari tadi ia kenakan dan memakaikannya padaku. Aku berusaha menolak,tapi Donghae memaksa aku untuk mengenakannya. Mau tak mau aku menerima jaketnya dan memakaikannya. Lama kami berteduh dikedai ini,hingga hujan akhirnya berhenti.

Aku berjalan lagi menyusuri taman ini. Sungguh hujan membuat taman ini terlihat semakin indah. Saat asik tengah berjalan,Donghae mencoel-coel bahuku. Aku memandangnya dan dia menunjukkan kearah langit. Aku mengikutinya dan aku terkejut betapa indah lengkungan warna-warni itu.

“Wow!! Pelangi yang indah” ucapku kagum. Donghae tersenyum disampingku. Aku benar-benar bahagia hari ini. Sikap Donghae benar-benar membuat aku semakin menyukainya.

I always waited for a love

 that resembles the sky to be given to me

Sepertinya aku bukan menyukai Donghae lagi tapi aku sudah mencintainya. Aigo,tadi malam aku bermimpi tentangnya. Aku bermimpi dia melamarku. Aiya,jadian saja tidak,mengapa mimpinya langsung seperti itu. Aku keluar kamar dengan wajah kusut. Seperti biasa aku menyiapkan sarapan untuk dua dongsaengku.

“Pagi eonnie” sapa Chihoon dan Kyorin

“Pagi Chi,Kyo” balasku

“Eonnie mau selai apa?” seperti biasa Kyorin selalu mengoleskan roti untukku dan Chihoon.

“Coklat Kyo” ucapku meletakkan ketiga gelas susu diatas meja.

“Eonnie ada masalah?” Tanya Chihoon sambil memperhatikanku.

“Ani” jawabku seadanya.

Ya Tuhan! Bayangannya dimimpi terlintas lagi. Apa iya aku bisa memilikinya. Akibat Seulong!!! ini semua akibat Seulong. Kalau bukan karena tantangan itu. Aku takkan sampai seperti ini memikirkan Donghae.

“Eonnie,aku ada jadwal hari ini?”

Apalagi sikap Donghae selama ini benar-benar membuatku melayang. Perhatiannya membuatku tak bisa menolaknya.

“Eonnie,kau mendengarkanku?” aku tersentak

“Adaapa Kyo?” tanyaku

“Sepertinya eonnie memang memiliki masalah yah?” kali ini Chihoon yang berbicara lagi.

Aku menggeleng “Tidak ada Chi. Tadi kau tanyakan apa Kyo?” tanyaku ulang pada Kyorin

“Kau serius eonn?” Chi menanyakan lagi dengan serius. Aku tersenyum lalu menggeleng

“Yasudah,tadi aku bertanya. Hari ini apa aku ada jadwal?” Kyorin mengulang kembali pertanyaannya

“Sepertinya hari ini kau free,hanya kau saja Chi diminta untuk rekaman Ost. drama terbaru”Chihoon mengangguk.

“Kalau begitu mungkin aku akan pulang larut eonnie. Aku harus mengejar ketinggalanku” kali ini aku yang mengangguk

Setelah selesai sarapan Kyorin dan Chihoon segera berangkat kesekolah. Aku membereskan sisa sarapan kami,lalu memilih untuk duduk menonton TV. Mataku menatap layar televisi,tetapi pikiranku melayang menuju seseorang. Sseseorang yang membuat hidupku berbeda akhir-akhir ini. Seseorang yang memberikan warna baru dalam kertas hidupku. Seseorang yang selalu menyita seluruh waktuku. Seseorang yang nama dan wajahnya memenuhi pikiranku. Seseorang yang bernama,Lee Donghae.

Your seasons that go round and round,

repeating like a secret

In that unchanging love,

my eyes are blinded

Sudahlimabulan aku mengenal Donghae,dan sudah tiga minggu juga Donghae tak menghubungiku. Tak biasanya dia seperti ini. Paling lama hanya dua hari dia tak menghubungiku. Dua hari. Dan ini sudah tiga minggu. Pernah aku mengirimkannya pesan. Tetapi hanya di balas singkat. Sesibuk itukah Super Junior?

Aku memutuskan untuk bermain ke kantorku menemui Min. Aku sengaja menyibukkan diri,agar aku bisa melupakkan pria itu sejenak. Sejenak? Yah sejenak. Aku mana bisa melupakan pria itu selamanya. Dia sudah menjadi seseorang yang wajib untuk aku ingat sekarang.

Aku sampai di gedung JYP. Dan betapa terkejutnya aku saat melihat Siwon Sunbae dan juga Eunhyuk Sunbae sedang berada dilobby. Aku menghampiri mereka.

“Annyeonghaseyo Sunbaenim” sapaku pada mereka. Mereka terkejut melihatku

“Annyeong Haejin-ah” balas Siwon Sunbae

“Adaperlu apa Sunbaenim kesini?” tanyaku

“Ah,ini aku ada perlu dengan Nickhun” ujar Siwon Sunbae.

“Oh,menunggu Nickhun oppa. Sepertinya dia akan lama turun. Mau aku panggilkan Sunbaenim?” tawarku pada Siwon Sunbae

“Ah? Oh,tak perlu Haejin-ah. Kurasa sebentar lagi dia akan turun.” ucap Siwon Sunbae dan dapat kulihat Eunhyuk Sunbae sedang mengetik pesan

“Baiklah Sunbaenim,kalau Nickhun oppa lama kau naik saja ke lantailima. Itu tempat mereka latihan. Aku masih ada urusan. Maaf tak bisa menemani Sunbaenim. Annyeong” pamitku ramah pada Siwon Sunbae dan Eunhyuk Sunbae. Lalu aku segera menuju lift. Tak sabar ingin bertemu Min.

Aku segera menuju tempat latihan Miss A. Namun langkahku terhenti saat melihat pria yang mengganggu pikiranku keluar dari toilet sebelah ruang latihan Miss A. Aku terkejut melihatnya,sepertinya diapun mengalami hal yang sama denganku.

“Hai” sapaku

“Hai” balasnya

Kami terdiam. Ayolah Haejin-ah tanyakan kabarnya atau apalah agar kau bisa bicara padanya ucapku menyemangati diriku. Aku benar-benar gugup kalau dipertemukan seperti ini.

“Haejin”

“Donghae”

“Kau duluan” ujarnya

“Ani. Tadikan kau yang memanggilku duluan.Adaapa?” tanyaku.

Dia tersenyum “Aku permisi dulu Haejin-ah. Siwon dan Eunhyuk sudah menungguku dibawah”

“Ah? O”

“Annyeong” ucapnya sambil tersenyum. Lalu memasuki lift yang sudah terbuka

Aku menatap tubuhnya sampai hilang dibalik lift. Tak bisa ditahan air mataku meluncur begitu saja. Aku membekap mulutku menahan tangisku,tapi kurasa aku tak sanggup menahannya. Akhirnya suara tangiskupun keluar. Aku menangis didepan pintu latihan Miss A. Hingga seseorang menepuk pundaku dan aku berbalik,aku langsung memeluk Min yang sedang berdiri dihadapanku dengan tatapan bingung. Aku menangis sesugukan dipelukkan Min,Min hanya mengelus punggungku memberikanku ketenangan.

Lihat Lee Donghae,aku begitu rapuh hanya karena kau mengacuhkanku. Dan bodohnya lagi aku tak bisa membencimu. Kau hebat Lee Donghae. Kau sukses membuatku hancur. Kau…membutakanku.

 

When autumn passes and winter comes,

with the warmth from our hands

We walk together

How great is your love

 

Aku sedang tengah berlatih sendirian. Sedangkan Kyorin dan Chihoon seperti biasa,mereka harus sekolah. Sebenarnya aku bukan berlatih,lebih tepatnya aku mencari gerakan untuk acara Strong Heart besok. Saat aku sedang asik membuat gerakan baru untuk besok,tiba-tiba aku melihat 7 namja masuk dengan enaknya.

“Apa yang kalian lakukan disini?” tanyaku masih dalam keadaan menari

“Sampai kapan kau latihan?” Tanya Seulong padaku.

Aku berputar dan melakukan wink “molla” jawabku. Aku kembali meliuk-liukkan badanku depan cermin besar sesuai dengan irama.

Aku bisa melihat ke-7 namja itu sudah duduk sambil memperhatikanku. Aku sudah biasa diperhatikan mereka saat sedang latihan. Yang aku heran tumben-tumbennya mereka menungguku latihan.

Saat aku ingin mengulang gerakanku untuk yang 10 kalinya musik sudah diberhentikan oleh Junho

“YA! Kenapa kau matikan musiknya?” teriakku marah pada Junho. Dan aku mencoba untuk menyalakannya lagi. Tetapi belom sempat tanganku menyentuh alatnya,Taecyeon sudah menarikku untuk duduk disebelahnya.

“Aish,kalian ini kenapa sih? Kalau hanya kesini untuk menggangguku latihan,lebih baik sekarang kalian pulang” ujarku geram sambil menegak air putih yang disodorkan Junsu oppa.

“Kami kesini memiliki niat baik Jin-ah” ujar Chansung

“Ne,kami kesini untuk mengajakmu bersenang-senang” kali ini Wooyoung yang berbicara

“Kalau ingin mengajakku bersenang-senang,tunggu sampai aku selesai latihan” jawabku sambil berdiri dan kembali berjalan untuk menyalakan musiknya. Dan lagi-lagi Taecyeon menarikku duduk

“Aish,yeonie-ah” teriakku kesal,tetapi Taecyeon hanya tersenyum seperti biasa.

“Kalau kami menunggumu latihan,rencana bersenang-senang kami denganmu akan batal. Ayolah Jin-ah,kali ini saja kau latihan tidak sesuai jadwal” ucap Nickhun oppa.

“Memangnya kalian mau mengajak aku bersenang-senang kemana? Aku tak mau lagi kalau hanya kekedai soju seperti biasa”

Seulong tersenyum dan menepuk pundakku “tenang saja,kali ini kau pasti akan senang. Dan kita benar-benar akan bersenang-senang”

“Baiklah,aku ganti baju dulu. Kalian tunggu saja di lobby” ucapku mengambil pakaianku dan pergi kekamar ganti.

Setelah beberapa menit aku mengganti pakaianku dan sedikit polesan bedak. Aku segera menemui mereka yang sudha menunggu dilobby.

“Kajja” tanganku langsung diseret Chansung.

***

“Akhirnya sampai” teriak Seulong dan aku menjitak kepalanya.

“Ini yang namanya bersenang-senang? Aku mau pulang saja” ucapku membalikkan badanku saat kami baru saja menginjakkan kaki ditaman yang indah ini.

Sebenarnya teman ini indah,sungguh indah. Walaupun baru dua kali kesini. Tapi aku langsung jatuh cinta dengan tempat ini. Tapi yang membuat aku malas kesini karena ini adalah tempat pertamaku yang aku kunjungi bersama dirinya. Bersama orang yang ingin aku lupakan sejenak.

“Eiitt.” tanganku ditarik Taecyeon

“Ayolah Jin-ah,kali ini saja bersenang-senang” ucap Junsu oppa

“Aku mau bersenang-senang,tapi tidak disini. Ayo pilih tempat yang lain” ucapku pada Nickhun oppa

“Memangnya kenapa sih? Tempat ini bagus loh Jin-ah. Lagian aku bosan pergi dengan penyamaran. Lihat kalau disini kita tak perlu penyamarankan?” ucap Wooyoung dan diangguki yang lain.

“Pokoknya aku mau pulang. Kalau tak ingin menyamar kita didormku saja” aku masih berusaha untuk pulang dari tempat ini

“Adayang salah dengan tempat ini?” Tanya Chansung “atau jangan-jangan kau sudah pernah kesini yah?” aku kaget dan langsung menggelengkan kepalaku

“Aku tak suka taman bunga” jawabku berbohong

“Kau bohong Jin-ah” kali ini Seulong yang berbicara “ayo cerita pada kami ada apa dengan tempat ini?” paksanya

“Kansudah kubilang aku hanya tak suka taman bunga” ucapku “aish,yasudahlah kita bersenang-senang disini. PUAS?” dan mereka semua tersenyum lalu menarikku kesebuah taman yang luas.

Dan dengan segera mereka menggelar tikar yang sudah mereka bawa. Dan mereka menidurinya

“YA! Aku tidur dimana?” tiba-tiba aku merasa lelah. Aku juga butuh merenggangkan tubuhku.

“Diatas perutku saja bawel” ucap Seulong. Aku mendengus,lalu merebahkan kepalaku diatas perutnya. Tak butuh waktu lama aku sudah memasuki dunia mimpi.

30 menit kemudian

“Jin-ah,Jin-ah. Bangun” ucap Seulong. Aku hanya menggumam.

“HAEJIN BANGUN” teriaknya ditelingaku. Aku terbangun dan langsung memukul kepalanya

“YA! Kupingku sakit bodoh”

“Habis kau susah dibangunkan”

“Loh! Yang lain kemana?” tanyaku.

“Makanya jangan tidur mulu”

“Aku lelah tau. Yang lain mana?” tanyaku lagi

“Junsu,Nickhun,Taecyeon membeli makanan. Junho,Wooyoung dan Chansung entah kemana. Mereka bilang sih hanya pergi sebentar” aku mengangguk

“Kau mau kemana?” tanyaku saat seulong hendak pergi

“Ketoilet. Aku sudah tak tahan” ujar Seulong langsung berlari.

Aku tiduran kembali di tikar. Aku memajamkan mataku. Tak sampailimadetik aku langsung membukanya lagi. Aku memandang sekelilingku. SEPI. Aku menatap langit. GELAP. Aku sudah mulai ketakutan

“Aish,tega sekali mereka meninggalkanku sendirian” geramku.

Aku mencoba menangkan diriku dengan bersenandung kecil. Tiba-tiba ponselku bergetar. Menandakan sms masuk

Ikuti lampu taman yang menyala

Aku menatap sekelilingku. Mungkin Seulong atau Junho mengerjaiku. Tapi nihil,tak ada satupun orang ditaman. Aku mulai ketakutan. Aku memeluk lututku ketakutan. Kemana sih perginya yang lain?!. Ponselku bergetar kembali

 

Ikuti lampu taman yang menyala sekarang. Atau kau takkan selamat

Aku menatap lampu taman yang menyala. Hanya ada satu jalur lampu taman yang menyala. Aku ragu untuk mengikuti pesan itu,tapi rasa penasaranku sangat tinggi. Aku mulai bergerak mengikuti lampu taman yang menyala. Rasa penasaranku mengalahkan rasa keraguanku.

Aku mulai mengikuti lampu itu hingga lampu taman itu tak menyala lagi. Keadaan taman semakin gelap,tapi aku bisa melihat ada seseorang yang berdiri membelakangiku. Ketakutanku muncul,aku berbalik bermaksud pergi dari situ. Tapi sebuah sms masuk lagi di handphone ku

 

Jangan kabur! Mendekatlah dengan orang yang ada disana

Aku mengerutkan alisku heran. Bagaimana orang ini tau bahwa disini ada orang. Atau jangan-jangan ini kerjaan para namja iblis itu? Aku mendekati seseorang yang berdiri tak jauh didepanku. Aku menepuk pundaknya

“Nugu?” tanyaku. Orang itu berbalik dan tersenyum padaku.

“Donghae” pekikku saat melihat orang dihadapanku sekarang

“Hai Haejin. Aku lama menunggumu disini.” Ucapnya. Sedangkan aku mengerutkan alisku lagi. Tak mengerti apa maksudnya

“Apa yang kau lakukan disini Hae?” tanyaku

“Menunggumu”

“Eh? Menungguku? Untuk apa?”

“Untuk….” Lalu Donghae mengeluarkan sebuah kotak. Dan dia membuka kotak itu didepan mataku. Aku terkejut,sebuah cincin bermata berlian yang sangat indah.

“Haejin” panggilnya saat aku tengah menatap cincin indah itu. Aku mendongak dan mendapatkan rangkaian daun dengan bentuk I dan U dan rangkaian mawar merah dengan bentuk hati diantara IdanU.Aku terharu menatap rangkaian indah dihadapanku. Aku tau maksudnya,hanya saja aku menunggu kata-kata itu keluar dari mulutnya.

“Haejin” ucapnya lagi. Aku menatapnya menunggu dirinya melanjutkan kata-katanya “Would you be my girl?” lanjutnya. Akhirnya keluar kata-kata itu dari mulutnya. Aku menghembuskan nafasku. Aku gugup,tiba-tiba aku merasa sesak. Aku hendak menjawab,tetapi dia melanjutkan kata-katanya lagi.

“Kalau kau menerimaku kau ambil cincin ini. Tapi kalau kau menolakku kau boleh membuang cincin ini” ucapnya lalu dia memejamkan matanya.

Aku sengaja memperlama waktunya. Aku senang melihat wajah gugupnya. Dia semakin mempesona dalam keadaan gugup. Aku menjulurkan tanganku

“Hae” panggilku. Dia membuka matanya dan menatap mataku “Kau yang memasangkan? Atau aku yang mengambilnya?” tanyaku. Dia tersenyum. Dia mengambil cincinnya lalu memasukkannya di jari manisku.

“Yeppo” ucapku tersenyum. Lama kami terdiam. Aku bingung ingin mengucapkan apa.

“Hae…terima kasih untuk hari ini” akhirnya aku memberanikan mengeluarkan suaraku. Dia tersenyum sekilas. Lalu kembali menatap tanganku. Eh?tanganku? ada apa dengan tanganku?

“Adaapa Hae?” tanyaku

Dia menatapku ragu “Haejin… Boleh aku genggam tanganmu?”

Ya Tuhan! Pria ini sungguh membutakanku. Untuk menggenggam tanganku saja dia meminta ijin dulu padaku. Astaga! Lee Donghae,kau benar-benar pria yang kuinginkan.

Aku mengangguk “Keurom” aku menjulurkan tanganku dan dia dengan segera menggenggam tanganku erat. Saat aku sedang menikmati keadaan ini,tiba-tiba ponselku berdering. Seulong. Aku segera mengangkatnya

“Haejin-ah Chukhae” teriak Nickhun oppa

“Aigo,adik kecilku sudah besar” ucap Junsu oppa

“Yah,aku sendiri deh” kali ini Tecyeon yang berucap

“Jin-ah,jangan kasar pada Donghae hyung” ujar Junho dan Wooyoung bersamaan

“Aku minta traktir” teriak Chansung

“Ya,Chansungnie jangan berteriak ditelingaku. Ah,Haejin-ah selamat yah. Jangan suka galau,nanti Donghae hyung bingung dengan sikapmu” kali ini sahabat terbaikku berbicara

“Ne Ongie-ya. Gomawo,jeongmal gomawo” ujarku

“Nah,karena sekarang kau sudah memiliki kekasih. Jadi kami pulang yah. Kau minta antar pada Donghae hyung. Annyeong Jin-ah”

Mwo? Mereka meninggalkanku? Bagamana aku pulang ini? Masa iya aku minta antar Donghae. Dan seenaknya saja mereka memutuskan sambungan telponnya. Aku mengigit bibirku.

“Waeyo?” Tanya Donghae

“Eh,ini… anu…. Hae… apa kau tak keberatan mengantarku kedorm? Seulong meninggalkanku.” Ujarku padanya

Dia tersenyum “Keurom. Kaukankekasihku sekarang Haejin. Jadi sudah kewajibanku mengantarmu pulang. Kau mau pulang sekarang?” tanyanya. Dan aku mengangguk

“Kajja” dia menggenggam kembali tanganku yang tadi sempat kulepas untuk mengangkat telepon.

Kami menyusuri taman yang hanya ditemani lampu taman. Kali ini lampu taman menyala semua. Tak ada yang lebih indah dari hari ini. Dan tak ada yang lebih baik saat aku menggenggam tanganya. Tangan yang tak terlalu besar,namun pas sangat aku menggenggamnya. Tangan dari pria lembut bernama Lee Donghae. Tak ada cinta yang sempurna selain cinta yang Donghae berikan untukku.

Saranghaeyo Lee Donghae

End

9 thoughts on “{SongFic Contest} How Great Is Your Love

  1. So sweet ….🙂
    cie…cie…yg baru jadian…
    Chukae…
    Haejin harus blg akasih tu ama seulong yg udh ngasih tantangan😀
    tu 2pm ama seulong ngintip ya?

  2. Ceritanya dah keren. Tp plotnya kecepetan n jinhaenya kurang brasa.
    n nyisain pertanyaan, knapa hae ga hub haejin slama 3 mingggu? Marah gugup ga pd atau apaaaaaaaa?

  3. yeee, cocwiiitt.. wkwkkww…
    jd tu hae sengaja cuekin haejin ya??
    anak2 2pm ma seulong uda sekongkol ma hae rupa na..
    bahagia na haejin pny sahabat2 keq gt.. wkwkkw

  4. Uuuwww haejin berasa adek banget sama manusia2 giant itu xD

    Cie bangeet lee donghae xD emg paling bisa dah bikin haejin “buta” /plak
    Wkwkwk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s