{JinHaeXy} STILL ~Part 4~

Title : Still

Author : Nisya (Donghae’s Wife)

Length : Chapter

Genre : Romance, Friendship, Humor, Friendship

Main Cast :

  • Lee Donghae
  • Lee Haejin

Supporting Cast :

  • Felidis Members
  • Super Junior Members

{JinHaeXy} STILL ~Part 4~

Donghae menarik tuas rem tangan tersebut sambil kemudian menghela napas lega. Akhirnya mereka tiba di apartemen Super Junior juga. Jujur saja, Donghae juga merasa lelah, tidak tidur semalaman, kedinginan menunggu Haejin selesai recording, tapi rasanya tidak seberapa dengan lelah yang dialami gadis yang amat ia cintai itu. Donghae bersandar di joknya, sambil menoleh ke arah Haejin yang tertidur pulas. Wajahnya benar-benar kelelahan.

   Donghae tidak bisa memikirkan bagaimana jika ia tidak datang dan menjemput Haejin? Bisa-bisa seperti dugaannya, gadis itu kecelakaan karena menyetir dalam keadaan kelelahan. Donghae tidak bisa membayangkannya.

   Nafas Haejin teratur, wajahnya kelelahan, dan tidurnya benar-benar pulas. Demi apa pun Donghae takkan pernah tega membangunkannya. Donghae terus menatapi wajah Haejin yang tertidur itu, dia merindukan saat-saat ini. Dia merindukan menatapi gadis itu tertidur dan kemudian terbangun dalam pelukannya. Rasanya, hal itu sudah lama sekali tidak terjadi.

   Donghae kemudian memerhatikan setiap gerak tubuh Haejin, yang nampaknya masih mencari posisi yang lebih nyaman dalam tidurnya. Perlahan, dibukanya sabuk pengaman Haejin, dan ia turun dari dalam mobil. Dibukanya pintu dari sisi Haejin, dan dengan perlahan-lahan disisipkannya lengannya pada tengkuk dan di bawah lutut Haejin, lalu mulai menggendong Haejin keluar dari dalam mobil. Hati-hati ditutupnya pintu mobil dengan punggungnya, dan dikuncinya.

   Haejin bergerak-gerak gelisah dalam tidurnya, tapi kemudian dengan otomatis, seperti yang biasa terjadi diantara mereka dulu, kedua lengan Haejin otomatis memeluk leher Donghae dan mengetatkan pelukannya pada pria itu dalam keadaan tidur. Donghae bergumam pelan. ”Sebentar, Sayang… sebentar lagi kita sampai.”

   Ditekannya tombol lift hingga kisi-kisinya terbuka, dan masuk ke dalam.

   Setelah tiba di lantai dua belas, Donghae menyusuri koridornya hingga benar-benar tiba di depan pintu apartemen Super Junior. Dengan susah payah ia berusaha memasukkan kombinasi angka akses masuk, dan barulah ia masuk ke dalam melepaskan sepatunya.

   Dorm masih sepi dan lengang, sepertinya belum ada yang bangun. Ini masih pukul tujuh pagi. Atau malah sudah berangkat? Dibawanya Haejin ke kamar Hankyung, dan direbahkannya tubuh Haejin di atas tempat tidur tersebut. Dilepaskannya sepatu Haejin dan mantel Haejin perlahan-lahan. Setelah itu, dia mengambil cleansing toner yang terletak di atas meja, dan kapas.

   Haejin sepertinya benar-benar kelelahan, sampai-sampai saat Donghae membersihkan wajahnya dengan toner pun, gadis itu tetap tidak terbangun. Hanya bergerak-gerak gelisah, namun tetap tidak terbangun.

   Selesai dengan membersihkan wajah Haejin barulah Donghae merasakan lelah luar biasa. Dia terjaga semalaman, dan juga diserang angin dingin sisa-sisa musim dingin di luar Times Square, dia pun kembali ke kamarnya setelah menutup pintu kamar Haejin perlahan-lahan.

   Chihoon geleng-geleng kepala sambil terkekeh melihat Donghae yang kelelahan masuk ke dalam kamarnya sendiri. ”Hae Oppa… jeongmal daebakida! Tinggal Haejin Eonnie sekarang,” diliriknya pintu kamar Hankyung yang ditempati Haejin dengan wajah sebal. ”Eonnie ini gengsinya tinggi, keras kepala pula.” Keluhnya.

*29 Januari 2012, 20.00 KST, Day 2 Felidis Di Dorm Super Junior*

”Jadi begini,” Leeteuk tengah duduk di sofa. Member Super Junior, dan tiga gadis member Felidis yang menginap karena menjadi korban kebocoran pipa di apartemen mereka, baru saja selesai makan malam. Sungmin dan Chihoon mencuci piring di dapur, sementara Kyorin dan Kyuhyun sudah kembali beradu akting di meja makan.

   Sisanya, tengah bersantai di ruang tengah sambil mendengarkan Leeteuk.

   ”Besok yang bisa ikut untuk acara Happy Together,” katanya sambil memegang secarik kertas. ”Siwon ke Thailand, untuk Acer, jadi tidak mungkin… lalu, Eunhyuk, Donghae! Kalian harus ikut!” tunjuk Leeteuk dengan pulpen bulu-nya. ”Shindong?!”

   ”Aku ada jadwal besok, Hyung,” sahut Shindong.

   ”Oke, berarti Eunhyuk, Donghae, aku, Sungmin, Ryeowook, Kyuhyun, dan Yesung,” Leeteuk menyelesaikan catatannya. ”Kita tidak perlu menggunakan outfit, karena disana disediakan seragam sauna.”

   Eunhyuk dan Yesung mengangguk.

   ”Tidak ada acara yang bagus ya?” Shindong menekan-nekan remote mengganti dari satu acara ke acara yang lainnya.

   ”Eonnie!” panggil Chihoon dari dapur.

   ”Ne?” sahut Haejin yang sedang duduk-duduk di ruang tamu juga.

   ”Tolong potongkan semangka,”

   Haejin bangkit dan berjalan ke dapur, bersyukur di dalam hati, ada yang bisa ia kerjakan sementara hatinya resah. Sejak bangun tadi siang, dorm dalam keadaan sepi, semua pergi, termasuk Donghae. Tapi menjelang sore, ketika satu persatu member Super Junior kembali, termasuk Kyorin dan Chihoon, yang harus bersekolah meski di hari minggu demi mengejar ketinggalannya, batang hidung Donghae sekalipun masih belum tampak.

   Gelisah, dan ingin bertanya, tapi malu dan gengsi! Ah, sebenarnya dia kemana???‼!

   Dikeluarkannya semangka yang Chihoon beli dalam perjalanan pulangnya dari sekolah tadi, dan di belahnya menjadi dua, lalu mulai dipotong satu persatu dengan hati-hati. Belum pernah Haejin sehati-hati ini dalam memotong sesuatu, ia benar-benar memaksa otaknya untuk berkonsentrasi pada hal lain, selain bertanya-tanya kemana Donghae pergi.

  ”Johta!” Kyuhyun menggulung naskahnya.

   ”Haruskah kita ulang sekali lagi, Oppa?” tanya Kyorin dengan nada masih kurang puas.

   ”Nanti malam saja, saat semua sudah tidur, mungkin kita bisa lebih menghayati. Lagipula kau sudah mempersiapkan untuk besok? Kau juga akan ke Happy Together kan?” tanya Kyuhyun.

   ”Oh, Oppa benar…” Kyorin menggaruk kepalanya. ”Eonnie, apa yang harus kita lakukan besok?”

   Tapi Haejin masih serius menggarap semangka.

   ”Biarlah, dia tengah belajar memotong,” larang Kyuhyun pada Kyorin yang hendak bertanya kembali. ”Kalian siapkan saja, kalau Haejin paling mentok dia akan menari,” kekeh Kyuhyun.

   Haejin kemudian menghela napas berat setelah memotong semangka dengan amat sangat rapi, malah mungkin jika kalian ingin mengukur ukuran dadu semangka tersebut. Sama persis!

   ”Ya, ada yang salah dengan semangkanya?” tanya Kyuhyun menahan senyum. ”Tak perlu kau menghela napas berat seolah-olah semangka ini sudah selingkuh dengan kekasihmu.”

   Haejin menyipit menatap Kyuhyun.

   ”Selesai!” Chihoon mengeluh juga. ”Oppa~ capek,” Chihoon mendekati Kyuhyun. ”Pijat!”

   ”Tsk! Kau ini, selalu minta pijat padaku! Yang membuatmu pegal kan Sungmin,”

   ”Pakai Hyung bisa tidak sih?!” omel Sungmin sambil mendekati Chihoon juga. ”Kau pegal? Mana sini, aku pijat…”

   ”Ani, ani… Oppa duduk di depanku, aku akan pijat Oppa, dan Kyuhyun Oppa memijatku dari belakang, jadi kita seperti bermain kereta-kerataan,” kata Chihoon cerah.

   Dan mereka mulai saling pijat memijat, meninggalkan Haejin yang menatap iri.

   ”Aku akan membawa semangka ini ke ruang tengah,” kata Haejin pelan sambil membawa piring berisi semangka berwarna merah segar itu ke ruang tengah, dimana Shindong masih menonton, lalu Leeteuk, Eunhyuk, dan Yesung berbincang-bincang. Ketiganya menyambut hangat semangka yang Haejin bawakan.

   Haejin ikut duduk bersila sambil melihat apa yang Shindong tonton, dan hatinya mencelos, seolah tiba-tiba saja lantai di apartemen ini membuka, dan menelan Haejin hidup-hidup!

   Siaran ulang We Got Married!

   ”Aku tidak menonton kemarin, memang apa yang kau lakukan Hyuk-ah, sampai kau dikecam sedemikian rupa oleh netizen dan penggemar We Got Married?” tanya Shindong sambil menelan semangkanya.

   ”Yah, Hyung lihat saja,” sahut Eunhyuk getir.

   Leeteuk menoleh pada Haejin yang matanya terpaku pada televisi, lalu mendorong pundak Shindong. Shindong menoleh, dan Leeteuk memberikan isyarat melalui matanya pada Haejin.

   ”Astaga!” Shindong benar-benar lupa, dan diraihnya remote untuk dipindahkan ke saluran lain.

   ”Tak usah dipindahkan, ada yang salah dengan We Got Married?” tanya Haejin dengan suara getas. Ditelannya semangka bulat-bulat. ”Aku kan juga mau menonton, Oppa~”

   ”Ani~” Yesung menggeleng-geleng. ”Tapi kan, dalam acara ini…”

   ”Kencan buta, kan?” sahut Haejin. ”Aku sudah baca di artikel, artikelnya kan ada dimana-mana.”

   Gerombolan yang ada di dapur menjadi hening setelah mendengar Haejin menyinggung topik We Got Married. Perlahan Sungmin, Kyuhyun, Chihoon, dan Kyorin ikut bergabung. Sungmin menepuk dahinya melihat acara apa yang tengah di putar di televisi, sambil melirik Chihoon khawatir.

   ”Ya, untuk apa acara ini ditonton lagi? Bukankah Eunhyukie…” Sungmin berusaha mengalihkan channel.

   ”Waeyo, Oppa?” protes Haejin. ”Aku mau lihat!”

   ”Eonnie,” larang Kyorin sambil geleng-geleng.

   Haejin kemudian tersenyum, dan Kyuhyun merinding. ”Aku kenal senyum semacam itu,” bisiknya pada adiknya. ”Itu senyum mengerikan, yang menyimpan dendam dan emosi, khas klan kita.”

   ”Ah,” Chihoon mengangguk-angguk.

   ”Klan mwoya?!” decak Sungmin heran, bagaimana bisa dua bersaudara ini bercanda di saat-saat seperti ini.

   Akhirnya, We Got Married ini ditonton bersama-sama dalam keadaan hening! Hening total! Bayangkan, betapa lucunya tayangan di televisi, tapi seolah-olah mereka tengah menonton upacara pemakaman yang sangat menyedihkan.

   Hanya Haejinlah yang mengeluarkan suara, dia terkekeh atau bergumam. Tapi, dia tidak bisa menyembunyikan emosi yang sesungguhnya ia rasakan ketika melihat Donghae malu-malu, awalnya ia masih bisa menikmatinya, tapi semakin lama, jelas saja, ada rasa tidak rela, meski tahu itu hanya skrip semata, tapi mengingatkannya pada dua tahun yang lalu.

   Ketika Donghae malu-malu mendekatinya, mengakui perasaannya, dan memintanya jadi kekasihnya. Kenangan itu begitu melekat, mengingat masa awal-awal pacaran mereka yang indah, tanpa konflik. Tapi setelah konflik tersebut berdatangan satu persatu, menjalani hubungan itu… menjadi teramat berat. Haejin kembali memerhatikan televisi kembali, Donghae bahkan begitu peduli pada Eunsoo Eonnie yang memakai rok pendek, ketika hendak melempar bola bowling.

   Hingga di penghujung acara, akhirnya Haejin mengerti apa yang membuat artikel penuh dengan nama Eunhyuk kemarin. Eunhyuk di daulat sebagai karakter nappeun namja, dan Donghae seolah-olah makhluk malang yang paling tersiksa disini, ketika wanitanya di rebut oleh sahabatnya sendiri. Acara macam apa ini, sampai-sampai menyebutkan dua belas tahun persahabatan mereka?

   ’Karena Donghae-ssi tadi bilang bahwa sekali ia jatuh cinta, maka ia tidak akan pernah melepaskannya.’

   Kedua mata Haejin membelalak lebar mendengar penuturan Son Eunseo barusan. Kata-kata sakral milik Donghae. Jadi, Donghae juga mengatakan hal yang sama pada Son Eunseo? Daebak~ Haejin berdiri, diiringi pandangan-pandangan khawatir dari Leeteuk, Yesung, Shindong, Sungmin, Ryeowook, Kyuhyun, Kyorin, dan Chihoon.

   ”Aku pulang~”

   Semua menoleh lagi ke pintu masuk, melihat Donghae datang membawa sebuah bungkusan besar dengan wajah cerah. ”Aku selesai membuat kue! Ini kue pertama yang kubuat… kalian kenapa?” tanyanya heran, lalu melirik Haejin yang menatapnya dingin, dan masuk ke dalam kamar, dia ternganga.

   ”Arrggghhh! Sudah kubilang tadi pindahkan saja!” omel Leeteuk pada Shindong.

   ”Bagaimana mungkin mau memindahkan channel-nya? Dia yang berkeras tetap mau menonton ini, Hyung!” Shindong tak mau kalah.

   ”Eonnie!” Kyorin bangkit dan langsung mengejar Haejin masuk ke dalam kamarnya, Chihoon berdecak sebal, dan mengikuti jejak kakaknya tersebut.

    ”Ah~” keluh Sungmin.

   Yesung geleng-geleng.

   ”Apakah aku melewatkan sesuatu?” tanya Donghae heran, lalu dia melirik televisi, dimana kini Leeteuk tengah menutup acara We Got Married tersebut, dan pelan-pelan mengerti situasi yang terjadi.

   Kyuhyun mengambil remote dan mematikannya segera.

   Donghae menatap bungkusan yang ia bawa. Padahal hari ini, dia sengaja membuat kue ini dengan tangannya sendiri, setelah kemarin ketika memasak, meski dalam keadaan saling gengsi, Haejin menyukai masakannya. Dan sekarang, bayangannya soal Haejin lagi-lagi kagum akan kemampuannya membuat kue, lenyap seketika. Padahal kue ini…

   ”Hae,” panggil Leeteuk.

   Donghae menatapnya.

   Leeteuk memberi isyarat ke kamar Haejin agar Donghae menemuinya, tapi Donghae menggeleng, dan membawa kuenya ke dapur.

   ”Ah~” keluh Kyuhyun. ”Aku bahkan tidak tega meledeknya.”

*           *           *

Haejin keluar dari kamar. Ruang tengah sudah gelap gulita, begitu juga lampu-lampu beberapa kamar. Hanya lampu dapur yang masih menyala. Mengira bahwa mungkin FranKyu dan BrendaKyo tengah berlatih dialog untuk Catch Me If You Can, Haejin yang memang kehausan langsung melangkah kesana, dan mendapati Donghae duduk di kursi makan, dengan sebuah kue di hadapannya.

   Haejin terkejut melihatnya, dan Donghae tidak mendongakkan wajahnya, melainkan tetap terus mentap kosong ke arah kuenya. Merasa tidak seharusnya gugup, Haejin dengan cuek mendekati rak piring dan mengambil gelas yang tergantung disana, dan membawanya pada dispenser dengan air hangat, lalu menenggaknya.

   ”Tentang We Got Married tadi…” tiba-tiba Donghae menjelaskan sambil menatap punggung Haejin.

   Haejin menenggak airnya cepat sambil melambai, memberi isyarat bahwa Donghae tidak perlu menjelaskan. Setelah selesai minum, Haejin kembali meletakkan gelasnya. ”Kenapa kau harus menjelaskannya padaku? Memang aku siapa?” tanya Haejin cukup dingin.

   ”Mwo?!” ulang Donghae. ”Kau siapa?!” tanyanya tak percaya.

   ”Ne, memang aku siapa?!” Haejin dengan cool bertanya sambil bersandar pada kitchen set. ”Hae… kau dan aku, sudah bukan pasangan kekasih lagi.” Lanjutnya, membuat wajah Donghae pucat pasi. ”Kita sudah berpisah, dan memangnya salah kalau aku menonton acara itu? Acara itu menarik, pastilah bayaran kalian tinggi, kan?” gumam Haejin ringan.

   ”Kau tahu berkata begitu sangat menyakitiku, kan?” tanya Donghae tajam. ”Kau tahu setiap kata-kata yang kau keluarkan itu amat menyakiti hatiku kan?” Donghae berdiri dan berjalan tepat ke depan Haejin. ”Aku lelah berpura-pura selama beberapa hari ini. Aku tahu aku salah, Haejin-ah.”

   ”Ah, sudahlah…” Haejin mengelak dan berusaha pergi, tapi Donghae menahan tangannya.

   ”Jangan pergi dulu!” tahannya. ”Aku terima kata-katamu tadi sebagai hukuman bagiku. Tapi tidakkah kau sakit juga saat mengatakannya?”

   Haejin menyeringai. ”Tidak.”

   ”Bohong!”

   ”Kau lihat aku?” Haejin mengangkat kedua tangannya. ”Aku hidup dengan baik, justru setelah tidak bersamamu!”

   Donghae merasa dadanya kembali ditikam, bibirnya bergetar, menatap mata Haejin dalam tanpa ampun, tapi Haejin juga balas menatapnya dengan berani. ”Katakan yang sejujurnya! Kenapa kau tadi malah masuk ke dalam kamar setelah menonton acara itu?! Kalau kau memang tidak apa-apa, kenapa kau marah setelah menonton?!”

   ”Memang ada yang melarang?!” balas Haejin heran. ”Aku sudah merasa selesai menontonnya, ya aku kembali ke kamar!”

   Donghae memejamkan matanya. ”Kau bohong! Aku bisa merasakannya!”

   ”Ah, sudahlah, untuk apa sih kita membahas hal tidak penting seperti ini?” Haejin merasa tidak nyaman dengan jarak yang telah dipangkas oleh Donghae. ”Bertahan saja dengan pikiranmu itu jika itu membuatmu senang. Sekarang minggir, aku mau kembali istirahat!”

   ”Tidak sebelum kau mendengar penjelasanku!”

   ”Penjelasan untuk apa?” tanya Haejin bosan. ”Tidak ada yang perlu di jelaskan! Kau dan aku sudah tidak ada hubungan apa-apa!”

   ”Itu yang kau mau?!” seru Donghae. ”Kita tidak ada hubungan apa-apa lagi? Dua tahun ini tidak berarti apa-apa bagimu?!”

   ”Kita memang sudah tidak ada apa-apa, jangan delusional!”

   ”Kuanggap kata-katamu itu hanya demi menghukumku,” Donghae memejamkan matanya rapat-rapat. ”Aku lelah,” Donghae berkata lirih. ”Berpura-pura tidak peduli padamu itu lebih lelah daripada cemburu padamu. Cemburu, meski melelahkan, aku… tidak… pernah bisa berhenti melakukannya.”

   Haejin menolak manatap Donghae.

   ”Tidakkah kau sama lelahnya?” tanya Donghae lirih.

   ”Aku lelah padamu, itu saja,” sahut Haejin dingin. ”Jadi minggir, aku mau istirahat, aku lelah fisik, dan lelah hati.” Haejin mendorong tubuh Donghae minggir, lalu masuk kembali ke dalam kamar.

   Donghae menatap punggung Haejin yang masuk ke dalam pintu berwarna cokelat tersebut, sebelum akhirnya luruh duduk bersandar pada lemari dapur. Sementara keadaan Haejin di dalam kamar tidak jauh berbeda, tepat ketika ia menutup pintu kamar, ia sendiri merosot dan memegangi dadanya yang terasa sesak.

   Haejin tahu, yang ia katakan semua adalah kebohongan! Haejin juga tahu dia hanya berakting kuat, tegar, dingin, dan angkuh! Tapi entah kenapa dia tidak bisa menghentikannya. Harga dirinya jauh di atas segala-galanya! Donghae dan Son Eunseo? Silakan! Dia juga bisa mencari laki-laki lain!

   Tepat setelah berpikir begitu, dadanya sesak kembali, dan air mata perlahan-lahan turun menganak sungai di kedua belah pipinya yang tembam. Ditekapnya mulutnya kuat-kuat agar isak tangisnya tak terdengar keluar, atau dia kalah! Dia tidak mau Donghae tahu semuanya! Donghae tidak boleh tahu kalau kini Haejin tengah menangis melawan peperangan batin memerangi dirinya sendiri, antara benci dan cinta.

   Sementara Donghae berulang kali memukulkan kepalanya pada pintu lemari di belakangnya! Memang salahnya Haejin menjauh, memang salahnya Haejin terlepas dari pelukannya! Tapi dia yakin, gadis itu masih sangat mencintainya! Tapi kenapa gadis itu sangat ingin pergi?! Bulir air mata turun dari kedua matanya.

   Tolong, Tuhan… batinnya, tolong, karena dia benar-benar ingin gadis itu kembali dalam pelukannya. ”Sabarlah, bersabarlah, Lee Donghae, kau pasti bisa! Kau tidak akan pernah menyerah!” bisiknya pada dirinya sendiri, menguatkan dirinya.

*Senin, 30 Januari 2012, 08.00 KST*

Member yang tinggal di lantai sebelas, kini sudah berkumpul di lantai dua belas untuk sarapan bersama. Hanya selama Felidis berada disini saja, memang, demi menghormati tamu, begitu alasannya. Jadi kini, sebagian besar penghuni dorm tengah duduk mengelilingi meja makan, menikmati sup krim buatan Kyorin, kecuali Shindong yang tengah di kamar mandi, dan Haejin yang sepertinya, seperti biasa, belum bangun.

   Melihat wajah Donghae yang resah, dan sesekali melirik mangkuk kosong Haejin yang belum diisi, Leeteuk menatap Chihoon yang asyik melahap potongan roti panggang yang dicelupkan ke dalam sup krim asparagus tersebut.

    ”Chihoonie, bangunkan Haejin, dia harus sarapan setidaknya,”

   Chihoon mendongak, ”Eonnie sudah bangun, kok.”

   ”Jinjja? Lalu kenapa dia tidak ikut makan bersama?” tanya Yesung heran. ”Ayo panggil sana!”

   Chihoon mengernyit, benar juga! Ada apa? Pikirnya heran sambil melangkah ke kamar Hankyung yang ditempati sang Eonnie. Baru diangkatnya tangannya tersebut, pintu sudah terbuka, dan Haejin sudah berpakaian lengkap, make up tipis lengkap!

   ”Eonnie mau kemana?”

   ”Aku harus ke perusahaan,” sahutnya sambil mengecek ponselnya. ”Jinyoung Sajangnim mau bertemu. Mungkin soal proyek album kita yang terbaru…” sahutnya sambil mengangkat bahu.

   ”Mwo?! Jadi aku dan Kyorin Eonnie juga harus ikut?” tanya Chihoon jelas terdengar keberatan.

   ”Kau bukannya ada recording?!”

   ”Ne, Happy Together, bersama Eonnie juga!” tunjuk Chihoon.

   ”Kau dan Kyorin saja, aku tidak janji bisa datang,” Haejin mengangkat bahunya.

   Kedua mata Cho Chihoon menyipit. ”Oh… memang rapat apa? Kalau mengenai album baru kita, kenapa hanya Eonnie yang harus pergi?!”

   Dengan gelagapan Haejin menyahut. ”Aku juga tidak yakin soal album baru kita!”

   Yakinlah Chihoon, sesuatu telah terjadi pada Eonnienya ini! Sejak kapan Lee Haejin bisa bangun sepagi tadi, mandi, dan berdandan lengkap, sendirian pula! Eonnie-nya itu kan paling tidak suka memakai eyeliner sendirian. Pastilah harus Kyorin Eonnie-nya yang memakaikan!

   Dia pasti ingin menghindari sesuatu, pikir Chihoon.

   ”Eonnie, bukanhkah di kontrak sudah dijelaskan bahwa kita bertiga yang harus pergi ke Happy Together?!” Chihoon mengeraskan suaranya. Dan suasana ruang makan menjadi hening.

   ”Lalu aku harus membayar kompensasinya, kan? Akan kubayar, perusahaan pasti membayar, karena aku dipanggil kesana.”

   ”Tidak selama itu pasti kan pertemuannya?!”

   ”Kalau lama bagaimana?!”

   ”Ya, Eonnie!” seru Chihoon dengan suara tinggi. ”Memang mereka tidak tahu jadwalmu?!”

   ”Aku sendiri masih tidak tahu apa yang akan dibahas nanti, Chihoon-ah!”

   ”Dimana profesionalitasmu, Eonnie?!”

   ”Ya!” omel Kyorin yang akhirnya merasa perlu bergabung dalam perdebatan ini, dan menghampiri Eonnie serta dongsaengnya yang berdiri berhadapan tersebut. ”Ingat-ingat, ini bukan dorm kita!” desisnya tidak enak.

   Haejin menghela napas. ”Kyorin, kau jangan lupa jaga Chihoon nanti, ya…” Haejin membetulkan letak tali tas kulit yang tersampir di pundaknya. Lalu dia beranjak begitu saja sambil melambai. ”Oppadeul, aku pergi~” member Super Junior hanya balas melambai dengan pandangan heran, lalu kembali menatap Chihoon yang kelihatan kesal.

   ”Dia tidak pernah seperti ini! Sejak kapan dia tidak profesional begini?! Siapa yang dia hindari?!” omel Chihoon kesal.

   Mendadak, seluruh mata tertuju pada Donghae.

*JYP Entertainment Building, 10.00 KST*

”Jadi kalian masih tidak mau juga memakai lagu ciptaanku?” tanya Jinyoung Sajangnim sambil mengangkat alis.

   Haejin terkekeh menutup kembali agenda kulitnya. ”Lagu Sajangnim kami masukkan kok ke dalam album kami.”

   ”Aku menawarkannya sebagai judul album.” Cibirnya.

   ”Ahahaha, mianhaeyo, Sajangnim. Bukannya kami menolak, hanya saja kan Sajangnim tahu sendiri, ketika perjanjian soal penundaan debut kami.” Ledek Haejin. ”Dan kami kan benar-benar ingin mengembangkan kualitas bermusik kami, Sajangnim.”

   Jinyoung Sajangnim mengangguk-angguk. ”Baiklah. Kalian sangat berhasil, dan itu memuaskan sekali. Kalian bisa bangkit dari saat-saat keterpurukan kalian, aku sangat bangga.”

   ”Gomapsumnida, Sajangnim, ini semua berkat dukungan Sajangnim juga.”

   Jinyoung Sajangnim menepuk kepala Haejin kalem. ”Aku ada pertanyaan untukmu, ini diluar meeting kita tadi.”

   ”Ne, Sajangnim.”

   ”Mengenai masalah kontrakmu, dan kontrak Felidis,” Jinyoung Sajangnim menjelaskan.

   Haejin tiba-tiba merasa ada sesuatu yang menohok jantungnya. Apakah Jinyoung Sajangnimlah yang sekarang akan memperkarakan masalah kontraknya? Dan menegaskan poin melajang selama sepulu tahun? Ataukah jangan-jangan masalah pacarannya bocor lagi?

*Traditional Spa House, Sinyil, 20.00 KST*

”Eonnie sepertinya benar-benar tidak datang hari ini,” keluh Kyorin dengan seragam khas spa umum, berwarna pink cerah dengan handuk. ”Otokhe, Chihoonie? Kau bisa menghubungi Eonnie?”

   Chihoon menggeleng, merapikan bentuk handuknya yang dibuat seperti permen di atas kepalanya. Mereka tengah berada di kamar ganti, mungkin rekaman akan dimulai tepat pukul sembilan malam nanti, karena semua sedang tahap persiapan, termasuk mengisi kuesioner-kuesioner untuk acara nanti.

   ”Sepertinya semalam terjadi sesuatu,” ujar Chihoon sambil menatap kaca dan memoles bibirnya dengan lipbalm tanpa warna. Felidis terkenal dengan natural make up-nya memang, tapi sebetulnya Chihoon ingin sekali berdandan lengkap a la Jaekyung Rainbow itu, sayangnya kedua Eonnie-nya menekankan bahwa usianya masih kecil, jadi harus memberikan sentuhan alami.

   ”Oh ya? Eonnie marah setelah menonton We Got Married?”

   ”Tidak marah, sih…” Chihoon mendesah. ”Kita berdua tahu sendiri Nona Gengsi itu! Dia tidak akan pernah mengakui terang-terangan kalau dia cemburu jika dalam keadaan perang dingin dengan Donghae Oppa. Jangan-jangan setelah kita semua tidur terjadi sesuatu?” tebak Chihoon lagi.

   Kyorin menatap Chihoon cemas. ”Otokhe?!”

   ”Haejin Eonnie pasti akan mementingkan harga dirinya sendiri dibandingkan apa pun, meski itu harus melukai hati Donghae Oppa! Percaya padaku, Eonnie, semalam terjadi sesuatu, yang membuat Haejin Eonnie menghindar.” Chihoon menggigit bibirnya dan meraih keluar ponselnya, Galaxy Note berwarna putih itu dan mencari-cari kontak WhatsApp Messenger milik Eonnie-nya tersebut yang memiliki status, Can’t talk, WhatsApp only.

   Dikiriminya pesan, namun nihil, Haejin tidak membalas, tapi pesannya sampai.

   Pintu kamar ganti diketuk, dan Hyorin, coordie mereka muncul bersama beberapa asisten dan staff dari KBS Happy Together. ”Mereka akan memberikan kalian kuesioner sementara kami akan menata rambut kalian.”

   ”Ah ye, Eonnie,” sahut keduanya.

   Para staff Happy Together kemudian memberikan beberapa pertanyaan yang keduanya jawab secara kasual. Sementara diwawancara, rambut mereka ditata, setelah Hyorin, dengan yakinnya merasa bahwa Haejin takkan membiarkan Chihoon mengenakan topi handuk bodoh tersebut, akhirnya Chihoon, meski cemberut rela rambutnya di tata juga.

   ”Haejin mana?!” tiba-tiba Junjin Oppa masuk dengan Galaxy Tab di tangannya, wajahnya panik dan menatap arloji.

   ”Molla, Oppa,” ringis Kyorin. ”Tadi Haejin Eonnie bilang dia dipanggil Jinyoung Sajangnim.”

   ”Aku tahu, tadi aku sempat melihatnya di kantor,” resah Junjin Oppa sambil memasak bluetooth earphone-nya di telinga kanannya mencoba menghubungi Haejin, namun tidak diangkat. ”Kalian bersiap saja, aku akan coba cari Haejin terlebih dahulu.” Junjin Oppa beranjak keluar.

*Kamar Ganti Super Junior*

Kyuhyun baru saja masuk ke dalam kamar ganti setelah kembali dari kamar kecil, di luar tengah terjadi kehirukpikukan pada staff manajemen Felidis, sehingga terdengar gaduh meski ke dalam kamar ganti Super Junior yang berisik. Berisik disini dalam arti, suara-suara hair dryer, game console, dan candaan yang terjadi di dalam ketika persiapan recording.

   ”Ada apa?” tanya Ryeowook yang kebetulan di rias paling dekat dengan pintu dan bisa melihat Manajer Felidis, Kim Junjin mondar-mandir.

   ”Haejin belum datang sepertinya,” Kyuhyun menjawab. ”Dan dia tidak bisa dihubungi.” Kyuhyun lalu duduk di sofa sambil mengeluarkan ponselnya, rambutnya sudah di tata, di sebelahnya Donghae terlihat cukup terpukul mengenai keadaan ini. Jangan-jangan Haejin tidak mau datang karena…

   Donghae menghela napas dalam-dalam, dia percaya Haejin profesional! Tapi, sebentar lagi recording akan dimulai, dan gadis itu benar-benar belum tampak batang hidungnya! Dimana dia? Apakah karena pertengkaran mereka semalam? Tapi Haejin sangat profesional jika menyangkut pekerjaannya, batin Donghae.

   ”Hei, ini ada staff Happy Together, akan memberikan kalian kuesioner untuk acara nanti,” Prince Manajer, Kim Junghoon, masuk bersama lima orang staff yang membawa kertas-kertas.

   ”Hyung, itu Felidis kenapa?” tanya Leeteuk penasaran sebelum kuesioner dimulai.

   Prince Manajer itu mengangkat bahu. ”Kasihan juga aku melihat Junjin. Haejin bandel sekali tidak mengangkat panggilannya, dan sekarang staff bingung harus bagaimana skripnya jika Haejin tidak ada.”

   Semua saling lirik diam-diam. Akhirnya mereka menjawab kuesioner yang diberikan dengan cara wawancara tersebut, setelah selesai dan make up serta hair do mereka juga rampung, seorang PD laki-laki masuk ke dalam ruangan dan memberitahukan bahwa dalam waktu kurang dari sepuluh menit, recording akan dimulai, dan member Super Junior serta Felidis diminta untuk langsung masuk ke dalam set acara tersebut yang memang menyewa salah satu ruangan spa yang cukup terkenal di bilangan Sinyil ini.

   ”Recording dimulai? Lalu Felidis bagaimana?” tanya Leeteuk kembali khawatir.

   ”Mungkin hanya Kyorin dan Chihoon, tanpa Haejin.”

   ”Kita harus membantu mereka berdua, mereka selalu agak canggung jika tanpa Haejin.” Kata Leeteuk ikut cemas mengenai adik-adiknya itu, lalu mengomandoi Eunhyuk, Yesung, Ryeowook, Kyuhyun, dan Donghae keluar dari dalam kamar ganti menuju set.

   Mereka berjalan sambil terus membungkuk pada para staff yang memenuhi tempat tersebut, hingga akhirnya bertemu langsung dengan keempat pembawa acara Happy Together tersebut yang sudah duduk manis di kursi panjang kayu di dalam set. Yoo Jaesuk, Park Myungsoo, Park Misun, dan Shin Bongsun. Member Super Junior tentu saja langsung membungkuk dan menyalami keempatnya, dibelakang mereka ternyata Kyorin dan Chihoon juga mengikuti mereka.

   Penata gaya mengarahkan dimana member Super Junior dan Felidis duduk, dan mengatur cahaya serta angle sekali lagi, sebelum akhirnya PD utama memberi komando. ”Siap semua?!”

   ”Jamkaman, jamkamanyeo!” semua menoleh, dan melihat Lee Haejin berlari-lari, sudah mengenakan seragam pink spa, dan rambutnya pun sudah di tata, dengan make up tipis disapukan pada wajahnya yang terlihat lelah. Semua bisa melihat bahwa Haejin mungkin baru tiba sekitar dua puluh menit lalu?

   Haejin membungkuk dalam-dalam. ”Mianhamnida, mianhamnida, maafkan keterlambatanku. Sunbaenim,” Haejin membungkuk-bungkuk memohon maaf, dan para MC dengan baik hati mengatakan tak apa, lalu Haejin duduk di sisi kanan mereka, tepat diantara Chihoon dan Kyorin yang memasang wajah benar-benar lega melihat Haejin datang.

   ”Eonnie darimana?!” desis Chihoon saat Haejin sudah duduk manis, sambil memasang handuk putih pada kakinya. ”Kami menghubungimu sejak tadi tapi kau tidak mengangkat.”

   Haejin cuma tersenyum. ”Tak ada waktu menjelaskannya sekarang.”

   ”Eonnie dipanggil Jinyoung Sajangnim, benar kan?” tanya Kyorin dari sebelah kirinya cemas, dengan suara rendah sementara para PD mengatur kamera lagi. ”Apa yang terjadi Eonnie?”

   ”Tak apa, nanti saja…” Haejin merapikan helai-helai hair piece-nya sambil tersenyum misterius.

   Di hadapannya, enam orang member Super Junior dengan seragam spa biru duduk berurutan dari kiri ke kanan, Ryeowook, Kyuhyun, Sungmin, Yesung, Donghae, Eunhyuk, dan Leeteuk yang sudah memakai clip on yang diselipkan di bagian kerah seragam biru mereka. Setelah clip on untuk kedua tim selesai di pasang, rekaman benar-benar dimulai.

-To Be Continued-

Kurang panjang? Kalian tau julukkan Nisya kan? Evilectric Leader #plakk makin kalian bilang kurang panjang makin aku pendekkin ini cerita wkwkwkwkwk… Nisya lagi ‘datang tamu bulanan’ jadi daripada ngomong pedes wkwkwkwk, mendingan mengingatkan aja, kalau nisya itu EVIL juga, jadi kalau ada komen-komen yang menurut Nisya isinya irasional, makin Nisya bikin, jadi karena kemaren udah 20 Page word dibilang pendek lah, ini bukan eonnie nisya lah, hari ini cuma lima belas page… bilang begitu lagi, nisya bikin drabble aja lah mendingan wkwkwkwkwk :p

Terus mau kasih tau, abis ini Happy Together selama dua part atau bisa juga satu part, lalu langsung masuk ke STILL ~Part 5~, jadi yang nanti bacanya loncat-loncat dan bertanya-tanya kok gini, kok gitu, takkan dilayani okeh??

Terus itu tolong di perhatikan tanggal-tanggalnya baik-baik ya… biar pada nyambung, okeh? Sip~ selamat membaca

91 thoughts on “{JinHaeXy} STILL ~Part 4~

  1. kereeem acting nya haejin.. cool banget.
    jangan2 aturan kontrak melajang 10 taun dicabut ya??
    penasaran abis nih..

  2. Aku bener2 penasaran loh sama ceritanya.. Semoga bs cepet ya chingu lanjutannya…
    Dan mudah2an donghae sama haejin balikan lagi.. Harus!!!

  3. apa itu? masalah apa lagi itu onnie? Jinyoung Sajangnim ngomong apa? *penasaran to the max* onnie maafkan diriku yang jadi agak jarang comment bahkan songfictmu belom aku baca sama seklai padahal itu bejibun *lirik tugas yg seabrek*
    hayo donghae nyesel kan? makanya jangan bandel :p besok sabtu WGM nya dia keluar kan? yang sabar ya onnie…
    anyway… aku kangen CHoChoiLee bareng-bareng lagi deh…

  4. Momma gengsinya tinggi bangeudhhhhhh hehehe

    Gasabaar happy together felidis suju ‎​(>̯͡-̮<̯͡)

    Momma, kyorin, chihoon, fighting!!!!

  5. ting tong…seribu pertanyaan berkelabat dikepala…okelah…let it’s flow ajah..sebagai reader saia mah ikut author…eniweiiii…like..like..like…emang jinhae luar biasa dah..satu gengsian…satu lagi cengeng #ditabokjinhae..but itulah kalian…like..like..like..makin panas ajah..*kipas2*

  6. itu pas malem” nyesek amat ya…..
    serus aja deh pada nyakitin diri sendiri terutama nona egois ^^…
    eh eh JYP ngomong apa??? waaahhh sepertinya bakal ada angin seger neh..^^

  7. waaaa…..ketinggalan!!!gara-gara lappie dipake adik(eh,kok curhat??)
    iknow it will be not-so-easy for haejin to make it up with him,,,,sooooo…..apa yg bakalan terjadi di Happy together nanti??gk sabar pingin tau seberapa lama mereka bisa bertahan…..

  8. kangen poppa momma..
    moga ja bisa balikan..
    aq rasa berat buat haejin maafin hae coz dah KDRT..
    tp selama masih ada cinta pasti ada donk pintu maaf..
    JinHae ini kayak sinetron Cinta Bilang Benci.. Cinta n Benci tuh beda tipis, makin berpikir gak bisa maafin, berarti jauh dilubuk hatinya masih ada cinta.. Cuma ego yg halangin tuk mengakui itu cinta bukan benci..
    *Sok iye banget nih comment*

  9. aisshh.. aisshh .. gengsi haejin tinggi kali?? kasian itu abang ikan
    kasian dah lama” liat ini pasangan .. o,o
    penasaran eh sm happy together ny ..

    ditunggu part 5 ny eon😀 fighting!!😀

  10. geleng-geleng liat haejin.
    Udah tau nyesek sampai mengiris ulu hati masih bisa bersikap cool di depan smua orang.
    Weleh-weleh

  11. Haejin gengsinya bener” tinggi,,
    Donghae udh mw ngalah, eh malah haejin ttp kekeh sma pendiriannya,,
    Tp acting haejin bener” keren,

    Wuahh ada apa sma masalah kontrak???
    Penasaran
    D’tnggu lanjutannya onnie,,

  12. hahhah,,jinhae betengkar lagi.. Ayo berbaikanlah,aku rindu kalian bedua.. *toel2 jinhae* kkk~

    —”Itu senyum mengerikan, yang menyimpan dendam dan emosi, khas klan kita.—
    klan? Klan apa? Klan setan?😄 *dilirik nista sm kyuhyun* ampun omm.. *senyum manis minta ampun*

    WGM oh WGM.. scra gak lgsung jd akar tengkaran dimalam itu.. Hehheh..

    aku penasaran dg apa yg diom0ngi haejin sm park jinyoung.. Kalian ngom0ngi apa? *toel2 penasaran bos jyp*

  13. momma itu selain oon batu juga yah haha.
    maksa mau nntn.eh sakit hati sendiri haha

    maap momma baru bisa comment.
    aku cinta kyunya *cium kyu*

  14. Yeaaaay ada Happy Together nyaaa, pasti kocak nih. Hahaha Haejin masih gengsi ajaaa u,u
    ditunggu lanjutannyaa ^-^

    • Hae so swit ya on😦
      Haejin nya kok gengsi bgt..
      Balikan on balikan..
      Udah kangen JinHae nih *udah lama nggak bk web nya onnie tau” ini cople break ㅠ.ㅠ
      Baca part 1-3 nya dlu deh.. Haha
      Dtg” lsg baca pt4 ini –“

  15. cie cie cie donghae move on..

    Chihoon banyak banget yah akalnya..

    Aduhhh deg degan nunggu part mereka jadian lagi,, kekekke

    suukkaa banget sama chihoon di semua part still..

  16. Haejin gengsinya tinggi bgt hoho
    jgn gengsian ama donghae kacian nanti hhehe
    oia kira2 apa yaa yg di omongin JYP appa sama haejin x) angin segernya keliatan(?) buktinya haejin mau ikut happy together :p *eh walaupun mepet hahaha
    (oia maaf kak di still ini aku jarang komen u,u sibuk sama Ujian praktek, UAS. Rencananya abis uas mau komenin ff) hehehe

  17. Ada apa dg kontrak haejin??? Apa kontrak yg ga pacaran slma 10 thn d cabut??? Gyaaaa~~ momma penasaraaaannn~~~>< *gigit leher kyuuuu*
    Udah tao sama2 menderita knapa masih ttp mementingkan gengsi, aiisshh~

    • Komenku kpotong =..= sharusnya ga kaya gituuu T..T

      Ada apa dg kontrak haejin??? Apa kontrak yg ga pacaran slma 10 thn d cabut??? Gyaaaa~~ momma penasaraaaannn~~~>< *gigit leher kyuuuu*
      Mnurut analisisku *tsaaahh bhasanya =…=* beneran d cabut, habis pas haejin k acara happy together mood'nya agak senen dan pake senyum2 misterius lg.. uuuuhhh momma bikin pnasaran niihh!!!

      Dan soal sikap haejin pas d dapur sama donghae, aiiiiihhh bikin gregetan~~ udah tao sama2 menderita knapa masih mentingin gengsi siihh eeeerrrr~~

  18. Yeiy ! Happy together .. moga ad skandal2 #wink

    JYP gomongin ap ntuh sama haejin ?
    Hwaa . . semoga nggak yang anehaneh

  19. Aaaahhh donghae so sweet bangeetttt…
    gendong haejin turun dri mobil trus di bawa kekamar..
    trus ditidurin dikasur tanpa bikin haejin kebangun…
    hahh kirain udah mau rujuuukkk…
    ayoooo dong haejinn baikaaaannnnn…
    trima donghae lagiii..jangan nyiksa diri terlalu lama gtu dong…
    klo kata member suju en member feledis mah gengsi haejin terlalu gede…
    kkkkkkkkkkkkkkkkkkkk…..

  20. haejin balikan donk..
    kasian tu donghae..
    ntar nangis lg..

    eh ada apa ama kontrak haejin?
    yg ga bole pacaran d cabut? atau malah makin ga bole..

  21. AHHHHH~
    kenapa jadi begini dah?
    masa Haejin ma Hae marahan lagi sch..
    aishh~ pasti karena WGM double date nch si Nisya, maka.a uring2an lagi…
    yah~ saya sebagain JinHae shipper doa’in yang terbaik buat mereka berdua aja deng..
    TT__TT WGM broke my heart too… but.. but… tetep mau nonton, cause si ikan adorable + idiot banget disitu😦 gak tahan ama keidiotan.a…
    tapi ngeselin juga.. ahh~ pusing
    Haejin Hwaiting!!

  22. Hai, aku reader baru, theresia imnida, 90 lines…
    Aku suka ff km, baca 2 orang yg gengsinya setinggi langit, didepan yg lain pura pura ga peduli padahal amat sangat butuh sekali banget2an.
    Aku udah baca still 1 smp part ini, wlwpun ga tau sidonghae sm haejin ribut trs putus krna apa ttp tetep menarik, kynya ini lanjutan dr cerita sebelum still, jd biar ga bingung aku permisi baca yah.
    Tar di ff selanjutnya setiap baca aku comment yah.

    • hadeeh pantes bingung kapan haejin dipanggil JYP .. haduhaduu ..
      okey itu adegan gendong menggendong itu udah donge yang biasa lagi ..
      tapi haejiiiinn !! grrrrrr~
      kelamaan gaul sama nara nih !
      gengsinya selangiiit .
      hadeeeh hadeeeh~
      dan WGM mengingatkan saya pada nappeun hyuk -_____-”
      aishhh~ onnieee maaaaah .. ingeeet lagiiii huweeeeeeeee~ :3
      #jadicurcol
      o iya jangan2 itu jyp mau benerin kontrak haejin ?
      biar boleh pacaran ? #plak!sotau . lanjut onn~

  23. akhirnya bisa baca *elap keringet*
    wuaaahhh aku baca yang bagian atas udah senyum senyum gitu mengira akan berujung baik tapi kenapa scroll ke bawah jadi kaya gini? ._.
    sumpah aku yang baca aja sedih loh ini u.u
    kakak ipar beneran nonton?
    aku ga berani dan ga mau sama sekali nonton WGM u.u
    KSR aja aku masih belum bisa suka -__________-
    dan ditambah pembullyan atas monyetku itu menambah ke enekan ga mau nonton WGM u.u
    huaaa huaaa kenapa riwuul yah? ini kenapa nggak JinHae nggak YeWook nggak RiHyuk seret gini kisah cintanya ._.
    udah mau dua tahun, sayang kan kalo mau putus u.u kalian harus bertahan! harus!

  24. Aku gak protes kok eon….. yg penting ada bacaan trus komen deh HEHE
    Kapan JinHae balikannyaaa…??? *garuk tanah*
    Ayolah haejin….. balikan sama donghae yuk wk
    Next partnya di tunggu yaa onnie ^^

  25. KLAN??? Astaga!! Cho kyuhyun ini bener2 menganggap dirirnya sebagai edward cullen yah?? Hahahaha, lagi serius2 dia bikin ngakak..
    Cho chihoon juga sama aja..
    Haejin, kalo dibilang egois yah egois sih yah.. Tp yah mau gimana kalo hati udah lelah? Kalo dia baik2 sm hae nanti luluh lagi..
    Tp aku jinhae shipper eon.. Gak rela aja gt kalo jinhae begini..
    Kasiann (˘̩̩̩~˘̩̩̩ƪ)

  26. Ih padahal udah manis manis di awalnya.. melting liat donghae perhatian gtu… haejin juga yg pas malah meluk leher donghae.. eh taunya garagara we got married itu jadinya kayak gini.. pake acara debat lagi mereka.. kasiaaan ih~ mommaaa tuh >.<

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s