{SongFic Contest} Can’t I Let You Go Even If I Die? I Can’t!

Title : Jinhae- Can’t I let you go even if I die? I Can’t!

Author :tatasinta

Length : Oneshot with 2,102 words

Category : Songfic

Genre : Romance

Rating : AA

Main Cast(s) :

  • Lee Haejin
  • Lee Donghae
  • Lee Kyorin
  • Cho Chihoon
Soundtrack : 2AM – Can’t Let You Go Even If I Die

“ Onnie, apa kau sakit?”, Tanya Kyorin dan Chihoon saat sedang menyantap sandwich buatanku untuk sarapan pagi mereka.

Aku hanya menatap mereka dan menggeleng dengan lemas. “ Aniyo. Cepat habiskan makanannya. Nanti kalian kesiangan. Chihoon hanya mengangkat bahunya dan Kyorin menggeleng-gelengkan kepalanya.

“ Onnie, kami pergi dulu!” setelah mengucapkan selamat tinggal kudengar bunyi pintu tertutup. Aku masih membereskan bekas sarapan Kyorin dan Chihoon saat mereka pamit pergi. Hari ini jadwalku kosong setelah kemarin-kemarin aku kerja gila-gilaan. Sangat bersyukur hari ini aku tidak ada jadwal sama sekali. Aku sedang tidak bersemangat melakukan apapun. Dismenor. Yah, sakit perut disaat datang bulan di hari pertama itu sangat menyebalkan. Berhasil membuat moodku rusak sepagi ini.

Kumasuki kembali kamarku masih dengan setelan tidur dan rambut berantakan. Tidur mungkin akan bisa sedikit membuat baik. Kurebahkan tubuhku di kasur dengan alas tidur merah mudaku dengan posisi meringkuk menahan perut yang sakit. Ternyata minum segelas susu saat tadi sarapan bersama Kyorin dan Chihoon pun belum membuatku baik.  Aku mencoba memejamkan mata, saat tiba-tiba handphoneku berbunyi tanda ada sms masuk. Dengan malas aku mencari-cari handphoneku yang semalam aku lupa terakhir kali menyimpannya dimana. kutemukan handphoneku di meja rias dan harus membuatku bangkit kembali dari tidurku.

From: Poppa

Momma, mianhae. Semalam aku sudah tidur.lelah sekali. Good morning :*

Cih, dasar pria. Selalu tidak peka. Saat semalam aku uring-uringan karena dia tidak membalas sms dan tidak menjawab teleponku, sekarang dengan seenaknya dia bilang maaf? Semenjak peristiwa ‘break’ baru-baru kemarin, dia bilang dia akan selalu ada disaat aku membutuhkannya. Ah ternyata tetap saja, hanya janji yang tidak bisa dia tepati. Kusimpan kembali handphoneku di meja pinggir tempat tidur tanpa membalas smsnya dan juga mematikannya terlebih dahulu. Aku sedang tidak ingin diganggu. Kuambil Ipod merah mudaku. Mendengarkan lagu boleh juga. Kuputar lagu secara acak.

#np I Can’t Let You Go Even If I Die-2AM

Kupejamkan mataku mencoba meredam rasa sakit di perutku dan mendengarkan 4 pria bersuara emas ini melantunkan setiap liriknya. Selama kurang lebih 3 menit lebih 16 detik lagu ini melantun dari Ipodku, kenapa terasa menyentuh hati sekali. Terasa aku pernah menjadi bagian dari cerita lagu tersebut. Cerita cintaku. Bersama Lee Donghae. Kuputar lagu itu untuk yang kedua kalinya.

Eoryeodo apeun geon ttok gata

(Even though I’m young, the pain is the same)
Sesangeul jal moreundago apeungeol moreujin anha

(Just because I don’t know the world very well , Doesn’t mean that I don’t know pain)

Bahkan sejak lirik pertama yang dinyanyikan Jinwoon sudah membawa ingatanku tentang perjalanan cintaku bersama pria yang saat ini sedang membuatku malas untuk berkomunikasi dengannya. Saat awal kisahku, saat hatiku terluka akibat perpisahan dengan Taecyeon. Pria yang mampu menjeratku saat aku bahkan masih menjadi training. Saat aku masih muda. Perpisahan  yang tiba-tiba yang belakangan aku ketahui bahwa semua adalah atas perintah perusahaan, saat aku benar-benar tidak bisa melupakannya bahkan setelah bertahun-tahun kami berpisah. Dia.,dia Lee Donghae yang memperbaiki semua itu. Dia yang memperbaiki luka hati yang Taecyeon torehkan dihatiku. Dia yang datang diam-diam saat aku sedang di Rumah Sakit, yang setiap hari menjagaku setiap malam di rumah sakit, melarangku menyalakan lampu dan membuatku menerka-nerka. Dia yang membawakan aku bunga mawar. Dia yang mengaku sudah menyukaiku bahkan saat kami masih sama-sama di Mokpo. Saat aku mengajar balet di sekolahnya dan dia mengaku melihatku secara diam-diam saat aku sedang latihan. Dia yang perlahan menutup luka lamaku dengan janji tak akan pernah melakukan hal yang sama yang dilakukan Taecyeon. Tak akan membiarkanku mengenal rasa sakit lagi. Tak akan membiarkanku menangis. Karena dia berjanji akan melindungiku. Dengan janji itu, aku percaya. Mencoba untuk mempercayai lagi sosok seorang laki-laki dan menyerahkan hatiku  untuk dia miliki.

Gwaenchana jil georago wae geojitmareul hae

(Why do you lie, saying it’ll be okay?)

Ireohke apeun gaseumi eotteohke shwipge natgesseo

(How will my heart that hurts this much, Be healed so easily?)

Neo eobshi eotteohke salgesseo

(How will I live without you?)

Geuraeseo nan

(That’s why I)

Hah! Kenapa lirik yang dinyanyikan Ongie ini terlalu…. Menyakitkan. Mengingatkanku pada satu peristiwa yang ingin aku lupakan. Saat Donghae ternyata tidak menepati janjinya. Saat dia bahkan menorehkan kembali luka di hatiku. Saat dia berjanji memperbaiki lukaku, dia malah merobeknya kembali hingga ke bagian terdalam. Bagaimana tidak? Dia mengatakan 5 kata keramat yang bahkan tidak pernah aku ingin dengar lagi seumur hidupku. Putus. Saat dengan mudahnya dia bilang dia berkencan dengan Sunye Onnie. Kakakku sendiri. Dia mengatakan semua akan baik-baik saja. Saat itu dia mengatakan seiring berjalannya waktu kita bisa melupakan satu sama lain. Bagaimana aku baik-baik saja, setelah mendengar hal itu asmaku kambuh. Manager oppa, adik-adikku, Ongie dan semua dibuat geger karena ulahku. Aku sudah seperti mayat hidup saja saat itu. Kuingat saat pergi ke pantai, membuang cincin yang diberikan Donghae untukku. Itu sangat menyakitkan. Berharap saat itu aku terbawa ombak saja dan mati ditengah lautan daripada harus melihat dia bahagia dengan orang lain. Bukan..bukan..dengan orang lain. Dengan kakakku sendiri. Dia memang terlalu baik. Melakukan semua itu ternyata demi melindungiku dari perusahaan yang hampir mengetahui hubungan kami. Dia tidak ingin menyakitiku. Tidak ingin karirku hancur. Dia melindungiku. Dia mencintaiku.

Sebaik-baiknya hati pria tetap saja ada saat-saat dia menunjukan sisi emosinya. Dia sempat cemburu. Itu yang membuatku memutuskan untuk rehat sejenak dari hubunganku dengannya kemarin. Dia cemburu pada Minho yang jelas-jelas hanya mengantarku ke dokter karena yang aku tahu dia belum pulang dari Taiwan. Dia terbakar cemburu dan dia menyakitiku. Aku syok dan dia membuatku sakit parah. Saat itu aku memutuskan untuk ‘break’ dengannya. Aku meyakinkannya bahwa semua akan baik-baik saja. Bahwa ‘break’ ini baik untuk membuat kita introspeksi diri. Untuk memperbaiki diri masing-masing. Tapi itu tidak bertahan lama. Kyorin dan Chihoon menceritakan padaku bagaimana dia menjagaku saat aku sakit. Saat dia melihatku tertidur dengan ke-histerisannya. Aku tidak bisa hidup tanpanya. Bahkan saat kami ‘break’ pun aku tetap memantau aktivitasnya. Aku tidak bisa lepas dari pesonanya. Tidak bisa berhenti mencintainya.

Jugeodo mot bonae naega eotteohke neol bonae

(Can’t let you go, even if I die, How am I suppose to let you go?)

Garyeo geodeun tteonaryeo geodeun nae gaseum gochyeo nae

(Whether you go or leave, fix my heart)

Apeuji anhke na saragal surado itge

(So that I won’t be in pain)

Andwindamyeon eochapi ussal geo

(If you can’t fix it .I wouldn’t be able to live anyway)

Jugeodo mot bonae

(I can’t let you go, even if I die)

Bagaimana aku bisa membiarkan dia pergi bahkan jika aku mati. Dia milikku. Selamanya. Mungkin terdengar egois, tapi itulah kenyataannya. Aku tidak yakin apakah hidupku akan baik-baik saja saat dia pergi. Saat dia pergi, saat dia tidak ada disisiku menemaniku. Mungkin jika ada angin topan mampir di Korea, aku lebih baik terbawa putaran angin itu daripada harus hidup tanpa dia.

Amuri niga nal milchyeodo

(No matter how much you push me away)

Kkeutkkaji butjabeul geoya Eodido gaji mothage

(I’ll hold onto you until the end, So that you won’t be able to go anywhere)

Orang-orang terdekat pasti tahu bahwa kita pasangan ‘agresif’. Paling suka menunjukkan keromantisan kita didepan orang-orang. Aku terlalu berambisi padamu Lee Donghae. Bahkan saat aku berusaha membuatmu menjadi milikku seluruhnya. Saat aku pasrah menyerahkan diriku seutuhnya padamu kau masih berusaha mengendalikan dirimu, menahan nafsumu hanya karena tidak ingin menyakitiku. Hanya karena kau ingin menjagaku dan kesucianku sebagai seorang perempuan. Kau mati-matian menolakku dan malah itu yang membuatku sakit. Kau memberiku pengertian bahwa kau hanya akan melakukannya saat kita sudah terikat dalam satu ikatan pernikahan yang suci. Tapi kau tau sendiri, untuk saat ini aku tidak pernah berpikir untuk menikah. Aku hanya ingin kau jadi milikkiu seutuhnya begitupun sebaliknbya tanpa perlu suatu ikatan pernikahan. Aku terus berusaha, tidak peduli kau menganggapku wanita seperti apa. Aku bergerak maju kau malah mundur sebagai responnya. Itu menyiksaku. Apalagi terror dari Leeteuk oppa yang terus saja mengikutimu semakin membuatku susah untuk bergerak. Tapi aku tak pernah lelah merobohkan benteng yang kau ciptakan. Saipan, tempat terindah. Dimana hanya ada aku dan kau, yang orang lain bahkan tak kuijinkan untuk memasukinya. Suatu malam di Saipan, dimana saat yang aku inginkan akhirnya terwujud. Saat dimana aku jadi milikmu seutuhnya dan begitu juga sebaliknya.

Jeongmal gal georamyeon geojitmareul hae

(If you’re really going to leave, then lie)

Naeil dashi manna jago useu myeonseo bojago

(That we should meet again tomorrow, That we should meet as we smile)

He eojijan mareul nong damirago

(If breaking up wasn’t a joke)

Animyeon nan

(then I)

Saat mengingat hal yang satu ini aku benar-benar selalu ingin tertawa. Tapi jika itu suat kenyataan aku tidak tahu apa yang akan terjadi pada hidupku. Saat dia ulang tahun 15 Oktober 2011 lalu, aku memberikan ‘hadiah’ yang mungkin tidak akan pernah dia lupakan. Kugunakan Eunhyuk, soulmatenya untuk membantu rencanaku. Kujadikan koleksi-koleksi video aku dan Donghae yang berhasil diabadikan Eunhyuk, menjadi suatu keuntungan untuk mendukung rencanaku. Saat itu berdasarkan skenario, Eunhyuk diancam oleh orang-orang dari perusahaanku untuk menyerahkan videoku itu. Perusaahaanku mengancam video itu akan disebar dan jika kami tidak mengakhiri hubungan kami, maka karirku bersama Felidis akan benar-benar tamat. Sekali lagi, dia memilih untuk melindungiku. Dia mengatakan kata perpisahan dan aku berpura-pura menerima semuanya. Berpura-pura terpukul dan dia yang tidak tahu apa-apa juga sangat terpukul berdasarkan info dari member Super Junior yang lain. Dia tidak baik-baik saja saat itu, tapi dia berpura-pura mengatakan bahwa bahwa dia baik-baik saja. Berusaha menerima perkataanku bahwa kita memang tidak ditakdirkan untuk bersama. Tapi aku bersyukur karena itu semua hanya bagian dari rencana yang kubuat untuk ulang tahunnya. Dan aku bersyukur karena dia tidak mengetahui rencanaku sampai akhir. Aku juga selalu merasa bersalah dan berterima kasih atas bantuan Eunhyuk. Dia yang bahkan harus merelakan pipi mulusnya diberikan pukulan telak oleh Donghae karena tahu Eunhyuk memberikan video itu pada perusahaan. Aku membuatnya hancur. Dia sangat hancur. Ditinggalkan kekasih sekaligus dikhianati sahabatnya sendiri. Tapi semua itu hanya pura-pura dan aku tak pernah ingin hal itu menjadi sebuah kenyataan.

Jugeodo mot bonae naega eotteohke neol bonae

(Can’t let you go, even if I die, How am I suppose to let you go?)

Garyeo geodeun tteonaryeo geodeun nae gaseum gochyeo nae

(Whether you go or leave, fix my heart)

Apeuji anhke na saragal surado itge

(So that I won’t be in pain)

Andwindamyeon eochapi ussal geo

(If you can’t fix it .I wouldn’t be able to live anyway)

Jugeodo mot bonae

(I can’t let you go, even if I die)

Gu manun Shiganul Hamkke Gyokkonnunde

(We spent all that time together)

Ijewa Ottoke hinja sallan goya

(How will I live on my own now?)

Guroken Mothae Nan Mothae

(I can’t like that, I can’t)

 

Kau sudah menjadi candu bagiku Lee Donghae. Pelukanmu, ciumanmu, semuanya sudah menjadi medan magnet yang siap kapanpun menarikku. Kau milikku dan selamanya akan tetap begitu. Menjadi milikku. Akan kita habiskan bersama waktu yang kita milikki. Dia pernah bilang bahwa dia tidak akan mencintaiku sepanjang hidupku, tapi dia berjanji untuk mencintaiku sepanjang hidupnya.

Aahh Lee Donghae. My man. Bagaimana mungkin aku akan membiarkanmu pergi walaupun aku mati. Karena selamanya aku hanya ingin bersamamu. Bahkan hingga di kehidupan selanjutnyapun.

Kutekan tombol ‘Stop’ di layar Ipodku. Kubuka kedua mataku, ada air mata yang mengalir membasahi kedua mataku. Aku terlalu takut kehilangan dia. Kehilangan pria yang aku cintai. Kehilangan ikanku. Bahkan membayangkannya pun membuatku bergidik ngeri. Aku juga menangis karena terlalu bahagia. Bahagia karena sampai saat ini dia masih ada disampingku. Masih milikku. Masih menjagakku.

Aku bangkit dari tidurku, mengambil handphone di atas meja rias dan duduk bersandar di kepala tempat tidur.

~ Calling Poppa

 

“ Yeobseo..momma!” respon yang terlalu histeris menurutku untuk menjawab sebuah panggilan telepon.

“ Poppa”

“ Momma, kenapa kau tidak membalas pesanku? Handphone-mu juga tidak aktif. Kau marah? Mianhae, aku ketiduran”.

Aku tersenyum. Mendengar suaranya rasanya sudah membuat rasa sakit perut ini hilang.

“ Momma bicaralah. Kau baik-baik saja kan? Apa kau sakit? Kau dimana? Aku kesana ya sekarang..”

“ Nan gwenchana. Hanya sedang dismenor saja poppa”

“ Heh? Dismenor? Itu nama penyakit? apa serius?” dia memberondongku dengan pertanyaan bernada cemas. Aku ingin melihat ekspresi cemasnya. Pasti sangat cute.

“ Sakit perut di hari pertama saat datang bulan poppa”

“ Oh urusan wanita”.

“ Poppa..saranghae”.

“ Eh momma, kau kenapa? Gwenchana?

“ Kau ini tidak membalas ucapanku!” ada nada kesal dalam ucapanku.

“ Ne? Eh iya, nado saranghae. Kau seriuskan baik-baik saja?” ada nada gusar dalam ucapannya.

“ Aku baik-baik saja Poppa. Bogoshipo. Chu~~”

“ Nado. Rindu ciumanmu Momma”.

“ Nado. Poppa…”

“ Ne”.

“Jugeodo mot bonae”.

“ Heh?” dia diam dan terdengar seperti sedang menggumamkan sesuatu.

“ Momma”.

“ Ne”.

“ Bukankah itu salah satu judul lagu 2 AM? Benarkan? ”

~~THE END~~

NB:

Annyeong~~. Alhamdulillah akhirnya songfic ini selesai juga * sujud syukur*. 2 songfic yang aku buat (songfic ini+ Yejin- The Boy’s letter) aku persembahkan untuk anniversary Jinhaexy. Saengil chukkae ^^. Oh mianhae untuk RiHyuk couple ga sempet aku bikin karena ini juga bikinnya mepet di tengah kuliah yang belum libur *curcol*.Dan juga songfic ini aku buat sebagai wujud permintaan maafku karena aku bukan termasuk reader baru tapi jarang jarang banget komen. Mianhae. Songfic ini sebagai wujud tobatku (alah -__-) dan juga sebagai permintaan maafku. Happy reading. Mianhae kalo ceritanya ga seru. *kiss and hugs for Jinhaexy’s authors and readers

15 thoughts on “{SongFic Contest} Can’t I Let You Go Even If I Die? I Can’t!

  1. anyyeong…saya reader baru…
    dan hemm…aku senyum-senyum sendiri baca ini apa lagi yang terakhir itu…
    aku suka cara mereka salig manggil momma and poppa…
    lucu aja ngebayangin gi mana suara haejin saat manggil ‘poppa’

  2. ahhhh…salah 1 lagu fav. Aku inih…sumpahhhh…pas bgt di hati…hehehe
    cerita.nya mengenang masa lalu…hehehe..
    Tpi masa lalu yg indh sih sebenarnya…
    Bagian yg terakhir soo swettt…hahaha
    sukaaaa deh pokoknya…

    • ketekenㅠㅠ
      ini songficnya keren, skalian ngucapin happy anniversary jinhae~ poppa momma.. longlast y..*kecupin donghae*

  3. ini jd kyk rangkuman perjlanan jinhae..
    y gpp, suka, suka..

    lucu d bag akhrx momma jd canggung gtu sma poppa..
    sakin bhagiax kykx..😀

  4. Mungkin jika ada angin topan mampir di Korea, aku lebih baik terbawa putaran angin itu daripada harus hidup tanpa dia.

    Wew..aq senyum sendiri baca bagian ini..:p

    long last jinhae..:)
    Pas banget..like this…terutama lagunya..dalem banget yah

  5. Mwehehe..
    Pelajaran, klo lgi pms jan dgrin lagu galau #plak
    Ntar makin sensi #plak
    Wkwkwk..

    Yah.. Susul donk ke dorm, hae!!
    Kan bisa kangen2an kkk

  6. Kau sudah menjadi candu bagiku Lee Donghae. Pelukanmu, ciumanmu, semuanya sudah menjadi medan magnet yang siap kapanpun menarikku. —– ga nahan mabrooo~~ wkwkwkwk~

  7. Flashback perjalanannya JinHae . Nyentuh banget kata-katanya .
    Abang Fishy ekspresinya pasti cute deh waktu di telpon sama Haejin *bayangin* *ditabok Nisya eon*

  8. Itu haejin curhat yak?? Heheeee
    Kirain haejin bete ke donghaenya lamaaaaa ternyata sebentar HEHE😀
    Nice ff onnie ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s