{SongFic Contest} Haebaragi (Sunflower)

Haebaragi (Sunflower)

Title : YeWook – Sunflower

Author : MaiyaMinho0509 a.k.a @maiyaminho0509

Length : Oneshoot

Genre : Romance, Friendship, Conflict

Rating : PG – 13

Main Cast(s) :

  • Kim Yejin
  • Kim Ryeowook

 

Warning : baru kali ikut kontes ff ^^ jadi maaf klo jalan alurnya masih berantakan, abal, dan aneh .. *bows* ada yejin pov, ryeowook pov, and author pov. So, happy reading ^^

 

Credit Song : Haebaragi (Sunflower) – Gavy NJ feat Sunny Side M

 

~ YeWook – Sunflower ~

Yejin POV

 

Ku akan menantimu , akan tetap di sini, karena aku tahu engkau adalah cinta terakhirku

jangan lupakan,  waktu terus berlalu, bila engkau kembali padaku, kau tak akan kulepas

Aku tak menyangka jika mencintaimu akan mengalami hal seperti ini. Bagaimana kau berkata bahwa kau akan menunggu dan berharap pada Kyorin. Sepertinya aku salah mengartikan senyuman saat aku mengatakan perasaanku padamu. Lalu sekarang apa yang harus aku lakukan ?

“Nate? Are you really okey until now ?” aku menoleh kearah pemilik suara itu. Henry? Ya, sampai saat ini hanya Henry yang mengerti bagaimana perasaanku sekarang.

“Hmm” ia menyodorkan coffee cup hangat. Aku melihat kepulan asap dari cairan berwarna hitam itu. Semoga dengan kehangatan kopi ini bisa menghangatkan perasaanku juga. Aku mengambil coffee cup itu dan menyeduhnya sedikit. Hangat.

“Nate, aku harus segera kembali ke backstage konser Felidis. Apa kau mau kuantar pulang sekarang ?”

“Andwe! Jangan tinggalkan aku !” aku memegang lengannya, mencegah ia pergi. Aku sedang membutuhkan penyangga untuk membuatku berdiri lagi, aku sedang terpuruk saat ini.

“Kalau begitu, kau ikut aku saja kesana,” aku mengangguk pasrah. Henry berdiri dan disusul olehku. Kami berjalan meninggalkan tempat ini.

“Henry-ya, apa kau tau perasaanku saat ini ?” tanyaku dengan pandangan nanar lurus kedepan.

“Hmm, mungkin,”

“Apa aku terlihat menyedihkan ?”

“Jangan bicara lagi, diamlah dan tutup mulutmu!” aku menggandeng lengan Henry dengan kuat dan membenamkan wajahku di lengannya. Aku tidak peduli dengan jalanan saat ini.

“Jangan pernah meninggalkan aku Henry-ya, hanya kau, Yui, ayah, dan Jongjin oppayang bisa membuatku bertahan hidup sampai saat ini,” entah apa yang harus kukatakan lagi. Sampai saat ini, hanya itu yang aku inginkan. Kurasakan tangan Henry membelai rambutku dengan lembut.

“Sebisa mungkin aku akan selalu bersamamu. kau jangan khawatir,” aku mendongak melihat wajahnya. Walaupun aku menangis lagi, tapi aku masih bisa melihat wajahnya. Aku pasti terlihat menyedihkan sekali saat ini. Aku melihat ke jalan kembali. Ternyata aku kini sudah berada di tempat ini lagi, dimana kejadian itu terjadi. Memori percakapan dua orang itu kembali berputar.

“Nate, Ryeowook ada didalam, apa kau ingin tetap masuk ?” dia…didalam? apa aku akan tetap masuk ?

“Baiklah, kau masuk saja, daripada kau diluar menungguku seperti orang gila,” Henry menarikku kedalam backstage itu. Dan…aku melihatnya, aku melihat dia sedang duduk bersama dengan Yesung Oppa. Apa yang harus aku lakukan ?

“Yejin-ah, jadi tadi kau tidak pulang? lalu kenapa kau malah bergandengan dengan si China ini? Ya ryeonggun! Apa kau tidak cemburu hah ?” cemburu? aku rasa tidak. Eunhyuk mengerang kesakitan setelah lengannya di cubit oleh Donghae yang duduk di sebelahnya.

“Yejin-ah, kau kuantar pulang sekarang !” Ryeowook berjalan mendahuluiku. Aku mengeratkan tanganku ke lengan Henry dan menatapnya. Berharap Henry tahu bahwa aku sedang tidak ingin bersamanya. Hanya melihatnya saja aku sudah ingin menangis lagi.

“Dia bersamaku, biar nanti dia yang kuantar pulang! Kau tak perlu repot-repot mengantarnya! Urus saja urusanmu sendiri !” Kudengar Henry menolak ajakan Ryeowook.

“Apa maksudmu ?” Ryeowook kembali berkata. Ryeowook-ah, mianhae, tapi aku sedang tidak ingin bersama bersama denganmu. Bersamamu berarti aku menyakiti diriku sendiri.

“Yejin-ah, kita pulang sekarang saja !” Henry melepas tanganku dan akupun bediri seperti patung. Henry bodoh!  Aku melihatnya mengambil tasnya kemudian berjalan kearahku dan menggandeng tanganku.

“Kajja !” aku ditarik keluar backstage ini. Sekilas aku melihat Ryeowook, dia hanya diam tanpa berbuat apa-apa. Ryeowook-ah, jika kau menahanku sampai aku pergi dari tempat Felidis Concert ini, akan ku pastikan aku akan mempertahnkanmu dan tak akan pernah kulepas.

“Chamkanman !” aku dan Henry menoleh kearah suara itu. Haejin Onnie berjalan kearahku dan Henry.

“Hati-hati dijalan Yejin-ah~, Hey China Bodoh! Jaga dia, arasseo ?” Haejin Onnie hanya melambaikan tangannya dan berjalan kembali kekursinya. Aku melihat Kyorin dengan raut wajah yang tidak bisa kuartikan. Apakah ia habis menangis? apakah itu berarti …

“Yejin-ah, mulai besok jangan datang lagi ke dorm, biaraku saja yang ke apartemenmu,” Henry membuyarkan pikiranku. Ryeowook-ah, apa kau yang membuat Kyorin menangis? Aku melihat Ryeowook hanya memandangku dengan tatapan yang tak bisa kuartikan. Jebal Ryeonggun! Aku menunggumu disini untuk kau menjawab omongan Henry tadi! Apa kau tidak mengerti?

“Untuk apa kau masih melihatnya? Jika aku menjadi dirimu, aku pasti sudah memutuskan hubungan itu! Oh! Aku lupa sebenarnya mungkin dia menganggapmu sebagai pelarian dari orang yang ia sukai,”aku menundukkan kepala. Mataku memanas lagi. Henry menarikku keluar ruangan itu. Ya, seharusnya aku berbuat seperti itu. Tapi hatiku tidak menginjinkannya Henry-ya, hati kecilku berkata aku harus menunggunya dan tetap disini untuk menunggunya. Karena ia adalah cinta terakhirku.

“kenapa kau hanya diam saja? Say something, please ?” kata Henry dalam perjalanan menuju halte bus. Aku hanya diam. Tapi tidak untuk Henry, dia selalu berbicara hal yang lucu, tapi untukku, itu sama sekali tak membantu.

***

Yang kutahu hanya satu cinta saja , aku tak pernah tahu bagaimana mencintai  yang lain, aku bodoh yang hanya ingin engkau seorang,

siapapun yang mengatakan padaku, aku hanya mendengar dan melihat engkau saja ,  aku harus berbuat bagaimana..?

“Mulai sekarang, jangan dengar perkataan orang lain selain aku, Jongjin hyung, dan Yui. Kau mengerti ?” ucapnya ketika aku dan dia sedang menunggu bus di halte. Aku menganggukkan kepala pelan tanda mengerti. Aku mendengar derapan langkah seperti seseorang yang sedang berlari, semakin lama semakin mendekat. Aku menoleh ke kanan, dan…

“Yejin-ah,” dia mengejarku sampai disini?

“Untuk apa kau menyusul kami ?” ucap Henry sinis. Kualihkan kembali arah pandanganku kejalanan.

“Lebih baik kau pergi dan menghilang kehidupan Yejin !,” Henry-ya, mendengar ucapanmu, hatiku semakin sakit.

“Yejin-ah, apa kau mendengar percakapanku dengan Kyorin ?” tubuhku lemas seketika. aku berjongkok dan kemudian menutup telingaku, memejamkan mataku dan  membenamkan wajahku diantara kedua lututku. Mataku memanas dan aku kembali menangis. Kenapa ingatan ituterus berputar di kepalaku ?

“Yejin-ah, jawab aku !” ia kembali bersuara. Aku semakin mengeratkan kedua tanganku yang menutupi telinga.

“Kita pergi sekarang !” sebuah tangan menarikku berdiri dan berjalan lurus kedepan. Aku membuka mata mencari tahu keadaan sekarang. Aku menaiki bus dan Henry yang membayarnya. Aku tak menoleh kebelakang. Setelah aku dan Henry mendapatkan tempat duduk paling belakang. Aku mencoba untuk menata perasaanku. Melihat pemandangan di luar kaca jendela mungkin bisa membantu.

“Nate, are you okay ?” aku menoleh kearah Henry kemudian mengangguk dan tersenyum sebisa mungkin.

“Senyummu terlihat memaksakan, Nate !”

“Jongmal ?” aku mengangkat kedua alisku dan kemudian tersenyum simpul lalu mengangguk membenarkan perkataannya.

“Lupakan dia dan berusahalah mencintai orang lain, Nate, dan kau pasti akan lebih baik dari ini.” Ucapan Henry memang benar. Aku tak mungkin terus terpuruk seperti ini.

“Tapi aku hanya mencintainya, hanya satu cinta, dan itu…dia, aku tak pernah tahu bagaimana mencintai orang lain kecuali orang lain itu adalah…dia,” ucapku lirih. Aku sudah bisa bersuara sekarang.

“Bodoh! Bagaimana kau bisa mencintainya selama 2 tahun sedangkan dia ternyata mengharapkan orang lain ? kau akan semakin terluka Nate,”

“Ne, kau benar! Aku memang bodoh mengharapkan harapan kosong. Aku memang bodoh tidak menyadari tentang itu. Dan aku juga bodoh yang hanya menginginkan dia seorang,” mataku kembali memanas. Aku kembali menangis.

“Mungkin, apapun yang kau katakan padaku, aku akan hanya mendengarkanmu saja, hati kecilku berkata bahwa aku harus melihatnya saja, tak ada yang lain, eotteokae Henry-ya ?!” ucapanku disela-sela tangisan. Hal ini sedikit membuatku sesak. Aku kembali mengatur napas.

***

akutidak  tahu caranya bagaimana tersenyum dan aku tak tahu cara melupakanmu

aku bodoh … selain hanya engkau saja, sungguh aku tidak tahu sama sekali

aku sangat mencintaimu…sungguh kutelah mencintaimu, bila engkau pergi, aku harus bagaimana..?

“kau harus belajar untuk melupakannya !”

“Kata-katamu membuatku semakin sakit, Henry-ya,” aku mengusap airmataku yang sudah membasahi pipiku sejak tadi.

“Cobalah untuk melupakannya,”

“Aku tidak tahu cara melupakannya, mungkin setelah ini, bagaimana cara tersenyum saja aku tidak tahu,” ku rengkuh seluruh wajahku dengan kedua tanganku. Ya Tuhan, aku harus bagaimana ?

“Bodohnya aku hanya tahu tentang dirinya saja, tak ada yang lain, eobseo !” kurasakan tangan Henry mengelus puncak kepalaku.

“Apa kau sangat mencintainya ?” pertanyaan macam apa itu? Apa harusku jawab?

“Ne, aku sangat mencintainya. Sungguh kutelah mencintainya,” Henry memelukku. Aku kembali membasahi bajunya karena airmataku.

“Lalu jika dia mengharapkan orang lain seperti saat ini, aku harus bagaimana Henry-ya ?” aku tidak peduli dengan orang-orang di sekitarku. Egois memang karena ini tempat umum. Tapi aku ingin meluapkan perasaanku yang sesungguhnya.

***

hidup segan matipun tak mampu,  hidupku ini dengan hari-hari  tanpamu

aku sungguh sakit sampai  aku tak mampu bernafas

siapapun mengatakan seperti ini, itu, maka begitulah engkau jalani hidup

mengapa saya begitu lelah serasa mati

_2 hari kemudian_

Sudah lama aku tidak mengunjunginya. Ah~ dua hari berbeda dengan dua tahun bukan ? dua hari aku tak bertemu dengannya berbeda dengan dua tahun aku bersama dengannya tapi tak mengetahui bahwa sebenarnya ia tidak mencintaiku. Itu membuat hatiku merintih kesakitan dan terasa sesak jika mengingatnya. Apakah ia baik-baik saja? Apakah ia sudah makan? Apakah ia menjalani aktifitasnya dengan baik? Selalu setiap pagi aku membuka mata, pertanyaan-pertanyaan itu muncul di otakku. Apa ada program yang bisa menghilangkan kebiasaanku untuk mengingatnya itu ? kurasa tidak ada.

Ting tong ting tong ..

Ku matikan TV danmeletakkan remote TV yang tadi ku pencet-pencet dengan malas karena tidak ada acara yang menarik. Aku berjalan ke pintu apartemenku dan membuka pintunya.

“Apakah benar ini apartemen Nona Kim Yejin ?” aku mengangguk membenarkan. Dilihat dari penampilan pria yang sedang bertatap muka denganku ini, dia seperti seorang kurir. Tetapi suara kurir itu aku sepertinya pernah mendengarnya.

“Ada kiriman paket untuk anda Kim Yejin-ssi, tolong tanda tangan disini,” setelah menerima paket dari kurir itu, aku memberi tanda tangan di sebuah nota dan kemudian kurir itu berpamitan pergi. Paket ini tidak ada nama pengirimnya.

“siapa yang mengirim ini ?” aku menutup pintu dan berjalan ke sofa. Aku mengambil bungkusan paket itu dan membukanya.

“boneka…winnie the pooh ?” aku mengerutkan keningku.

Drrrrrttt….drrrrrrrttt… ponselku bergetar.

“Kyuhyun ?” aku semakin mengerutkan kening. Apakah aku harus mengangkatnya? Ponselku tak berhenti bergetar. Apa yang harus aku lakukan? Aku angkat saja ?

“Yeobeoseyo ?”

“O! Yejin-ah! Aku kira kau tidak akan mengangkat teleponku juga !”

“Wae geurae? to the point !”

“Apa kau sudah mendapatkan sebuah paket berisi boneka the pooh itu ?”

“Hmm”

“Besok datanglah ke dorm dan bawa juga boneka itu, aku ingin berbicara sesuatu yang tidak penting !”

“Tidak pentingkan? Berarti aku tidak datang juga tidak apa-apa !”

“TAPI KAU HARUS DATANG!!!” Klik. Ku matikan telepon itu. Ternyata aku salah mengangkat telepon itu.

Drrrrrttt….drrrrrtttt… ponselku bergetar kembali. Ada pesan masuk.

From : Kyuhyun

KAU HARUS DATANG BESOK!!!

JIKA KAU TAK DATANG, KAU AKAN MENYESAL, ARASSEO ?!

Aku tidak membalasnya. Ku buang ponselku ke sofa. Aku berjalan ke pintu apartemen dan memastikan bahwa ia terkunci dengan aman kemudian berjalan ke kamar. Aku ingin beristirahat sejenak. Semalaman lagi aku tidak tidur hanya untuk menangisi dia. Sepintas aku melihat boneka Winnie the pooh itu.

“apakah aku benar-benar bisa melupakannya? Sedangkan dua mala mini aku terus menangisinya,” aku berjalan lagi ke depan kaca. Lingkaran hitam seperti mata panda itu masih ada rupanya. Sungguh menyedihkan bukan? Aku merebahkan diri diatas kasur empukku. Seperti biasa, tak ada yang bisa membuatku semangat kembali. Begitu sakitkah hatiku sampai hidup saja aku segan dan matipun tak mungkin?! aku masih ingin hidup untuk melihatnya tumbuh. Tapi hidup tanpanya, aku seperti kekurangan oksigen yang selalu mengisi hari-hariku.

Klek. Kudengar suara pintu apartemenku terbuka. Aku bangkit dari tempat tidurku dan berjalan keluar kamar dan berjalan ke pintu apartement. Yesung oppa datang.

“Waeyo oppa ?” Diapun berjalan masuk dan memakai sandal rumah lalu duduk di sofa ruang tamu.

“Bukankah Henry sudah bilang jangan mengangkat telepon dari member, kenapa kau masih saja mengangkat telepon Kyuhyun ?” ucapnya datar. Aku membawa sebotol air putih dari lemari es dan berjalan kearah Yesung oppa kemudian duduk di sebelahnya.

“Aku kira mungkin ada berita darimu atau Henry, jadi aku mengangkatnya !” celetukku asal.

“Apa kau dikirimi sesuatu ?”

“Ne,”

“Kau dikirimi apa? sebenarnya kau ini kenapa? Apa kau ada masalah ?”

“oppa tak harus tahu,” mianhaeyo Yesung oppa, tapi memang saat ini aku tak mau memberitahumu karena kau orang yang begitu dekat dengan… menyebut namanya pun aku masih tak sanggup.

“besok kau datang ke dorm ?” aku menundukkan kepalaku kemudian menggeleng. Aku merasa sangat pusing sekarang. Aku ingin istirahat.

“mollayo,” aku berdiri sambil membawa dan memeluk boneka winnie the pooh kiriman member suju itu dan berjalan menuju kamar. Tapi tiba-tiba rasa pusingku kini lebih mendominasi sampai aku hampir jatuh di depan kamar. Tapi ada yang memegang pundakku. Aku menoleh, ternyata Yesung oppa.

“neo gwaenchana ?” aku menunduk merasakan pusingku yang semakin menyiksa. Perlahan aku menggeleng. Aku sudah tidak tahan dan tiba-tiba gelap.

***

 jejak langkah yang ku tinggalkan membuat tidak nyaman

bila aku pergi hanya dengan seperti ini, sungguh aku tak akan bisa  melihatmu lagi

kenangan-kenangan yang indah itu selalu terbayang di mata

Aku terbangun di sebuah rumah. Aku berusaha duduk dari posisi tidurku dan melihat ke jendela. Omo!! Aku sedang berada dipinggir pantai yang indah. Dihiasi dengan matahari tenggelam yang sangat indah.

“Yejin-ah, kau sudah bangun ?” namja itu berdiri dipintu rumah itu. Namja itu. Namja yang masih kucintai. Namja itu tersenyum bahagia disana.

“Ayo keluar, kau pasti akan sangat senang melihatnya !” Ia berjalan kearahku. Ia membungkuk menggenggam tanganku dan menarikku untuk berdiri dan berjalan keluar. Ya Tuhan, pantai ini sungguh indah. Kurasakan tangannya semakin erat menggenggam tanganku. Aku menoleh kearahnya. Ia sedang menikmati pemandangan pantai didepan kami. tepAku tak bisa memungkiri bahwa aku memang sangat merindukannya. Dan aku tidak bisa lagi membohongi diriku sendiri bahwa aku masih mencintainya.

“Yejin-ah…” ucapnya masih melihat kearah pantai. Aku hanya menggumam menjawab panggilannya. Tiba-tiba dia menoleh kearahku. Dia menatapku tepat dimanik mataku.

“Saranghae ..” aku terhenyak. Tubuhku membeku saat itu juga. Aku juga mencintaimu Ryeong-gun, tapi saat aku ingin mengucapkannya, mulutku tak ingin terbuka. Kerja otak dan hatiku sungguh bertolak belakang. Aku tidak bisa terus begini, aku harus berbuat sesuatu. Tapi aku hanya diam, kinerja tubuhku juga tidak mau bekerja sama juga. Tanpa kusadari tanganku melepaskan diri dari genggamannya. Kepalaku menunduk dan mataku mulai memanas.

“Mianhae,” ucapku lirih.

“Kau masih menunggunya.. hatimu tak sepenuhnya untukku Ryeowook-ah,”ucapku hampir terisak. Aku mundur selangkah darinya. Tetapi dia hanya diam.

“Nado saranghae, hajiman, aku tak bisa bersamamu.” Kurasakan airmataku mulai jatuh ke pasir pantai yang putih ini. Aku kembali mundur selangkah lagi. Aku tahu jika aku berhenti saat ini juga dan bisa menerima bahwa ia masih menunggunya, perlahan tapi pasti aku bisa meyakinkannya untuk seutuhnya mencintaku dan tidak membuatnya menunggunya lagi. Tapi jika tidak, aku yakin aku pasti tak dapat melihatnya lagi. Aku tak dapat melihatnya lagi didalam hatiku yang hancur karenanya.

“Yejin-ah…” ucapnya lirih. Ia maju satu langkah dan reflek pula aku memundurkan kakiku lagi.

“Dua tahun… selama dua tahun aku menganggap bahwa kita saling mencintai, hingga saat itu, setelah konser itu, aku mendengarmu mengatakan bahwa kau…” apakah aku harus mengatakan semuanya? Haruskah? Dadaku terlalu sesak. Aku sulit bernapas. Siapapun, tolong aku!! Tiba-tiba seseorang memelukku, dan aku tahu itu dia. Kim Ryeowook.

“Terlalu banyak kenangan kita lewati bersama Yejin-ah, apakah kau sudah lupa ?” aku semakin terisak dipelukkannya. Mengapa aku merasakan bahwa ini pelukkan terakhirnya ?

“Apa kau lupa bagaimana sabarnya aku mengajarimu memasak? Apa kau tidak ingat bagaimana marahnya kau sampai mabuk ketika aku memperlihatkan ABS-ku di SS4 bersama dancer-dancer itu ?” Ryeowook semakin mengeratkan pelukkannya. Seakan tak ingin membiarkan aku pergi.

“Apa kau pikir dengan mengingat bagaimana sabarnya kau mengajariku memasak dan bagaimana kau menolongku saat kau mabuk akan merubah segalanya ?” gumamku masih didalam pelukkannya.

“Apakah begitu mudah kau akan melupakannya Yejin-ah ?” Ryeowook tak menjawab dan beralih pada pertanyaan yang lain. Ia membelai rambutku kemudian membenamkan kepalanya dipundakku.

***

air mata ini tumpah dan aku memegang lenganmu…namun

harus disini kita mengakhiri cintaku dan cintamu ?

ku masih belum mampu melupakan kenangan itu dalam setiap nafas

hatiku sangat sakit aku tak mampu menderita lagi

maafkan aku tak mampu mengatakan  kata-kata selain ini

“Yejin-ah, aku sungguh mencintaimu,” aku masih berada dipelukkannya. Hatiku terasa semakin sakit saat ia mengatakan bahwa ia sungguh mencintaiku. Tapi entah mengapa hatiku tiba-tiba terasa remuk. Aku semakin berusaha keras untuk menyembunyikan tangisanku. Perlahan aku berusaha melepaskan pelukkan ini. Saat terlepas, aku mendongak. Ryeong-gun, kau menangis? Aku mengangkat tanganku dan kemudian mengusap airmata di kedua pipinya dengan kedua ibu jariku.

“Uljima..” suaraku tercekat saat ia menatapku nanar dan memegang kedua lenganku.

“Apakah kisah cinta kita akan berakhir seperti ini Yejin-ah ?” aku menatapnya tepat di manik matanya.

“Jujur aku masih belum sanggup untuk melupakan apa yang telah terjadi diantara kita! Semua kenangan bersama kita! Jangan membuatku sulit untuk bernafas tanpamu Yejin-ah !!” aku menundukkan kepalaku kembali. Aku menangis lagi.

“Kau tak mengerti bagaimana menderitanya aku saat kau tak ada kabar!! Kau tak mengerti bagaimana khawatirnya aku ketika kau berada diluar negeri menjalankan tugasmu sebagai entertainment!! Kau hanya datang saat kau membutuhkan aku!! Aku hanya sebagai pelarianmu dari Kyorin !!” kutumpahkan semua penyataan-pernyataan yang ada di otakku saat itu. Aku sudah tidak peduli lagi dengan keadaan apapun saat ini.

“Setiap pagi aku berpikir bagaimana kabarmu saat ini, apa kau baik-baik saja? Apa kau sudah makan? Apa kau sudah meminum vitaminmu? Tapi tak pernah sedikitpun kau menghubungiku! Tidak pernah kau membalas pesanku hanya dalam waktu sebentar saja! Apa seluruh waktumu tersita dengan pekerjaanmu? kurasa tidak, pasti kau juga meluangkan waktumu untuk menghubungi Kyorin, bukan ?” dia menundukkan kepalanya.

“Hatiku sangat sakit ryeong-gun, dan aku takut jika aku menerimamu, aku sudah tak mampu menderita lebih sakit lagi ryeong-gun,” aku menangis lagi. Tangisanku semakin keras. Aku memegang liontin berinisial E yang selalu setia menemaniku. Perlahan tangannya melepaskan lenganku.

“Mianhaeyo, apa kata-kataku membuatmu hatimu sakit? Aku tak ingin membuat hatimu sakit!! tapi aku juga tak bisa terus tersakiti! mianhaeyo, hanya ini yang bisa aku katakan, mianhaeyo,” aku mundur selangkah demi selangkah untuk menjauhkan diriku darinya.

***

돌아와줘내슬픈사랑아가슴쉬도록널부르고있잖아

dorawajwo nae seulpeun saranga gaseum swidorok neol bureugo itjanha

( kembalilah kesedihan cintaku selama hatiku masih bernafas, aku memanggilmu )

 

Aku mendengar ia bernyanyi. Suaranya yang selalu bisa menenangkanku. Entah kenapa suara itu kembali bisa menghentikan tangisanku. Dengan genangan airmata aku mendongakkan kepalaku. Aku melihatnya juga sedang menangis. Suara nyanyian itu terdengar tulus dari hatinya. Tapi, apakah aku bisa mempercayainya ?

너에게하고픈한마디너무사랑해이말너는듣고있니

neoege hagopeun hanmadi neomu saranghae imal neoneun deutgo inni

( aku telah mengatakan ini padamu.. ‘aku sungguh mencintaimu’, apakah kau mendengarkan kata ini ? )

 

Aku mendengarnya ryeong-gun, aku mendengarnya. Aku masih diam terpaku melihatnya bernyanyi dan menangis di waktu yang bersamaan. Aku juga mencintaimu, tapi aku belum siap untuk saat ini. Aku kembali menangis dalam diam. Airmataku terus mengalir dan senantiasa membentuk sungai kecil di pipiku.

“Yejin-ah, apa kau masih tidak bisa mempercayaiku lagi ?” aku menutup mataku erat dan isakanku semakin keras. Apa yang harus ku lakukan?? Eomma~

“Aku…aku…” apa yang harus aku katakan? aku merasakan hembusan angin dari pantai itu. Aku membuka kembali mataku. Ia menghilang. Namja itu menghilang. Kuedarkan seluruh pantai ini. Nihil. Ia tak ada. Aku berlari kearah pantai itu sekencang mungkin.

“Aaaaaaaaaaaaaarrrrrrggghhhh !!!!!!” aku berteriak sekencang-kencangnya. Hatiku sudah seperti gelas yang pecah terinjak mobil. Bergitu berantakan dan tak mungkin dapat terangkai kembali. Aku kembali menangis. Tubuhku terjatuh dibibir pantai itu. Aku sudah tidak kuat menopang tubuhku sendiri.

***

널사랑해날두고가지마마지막사랑난너란걸아니까

neol saranghae nal dugogajima majimak sarang nan neoran geol anikka

( aku mencintaimu , jangan tinggalkan aku, karena aku tahu engkau adalah cinta terakhirku)

 

Sebuah sinar menyilaukan mataku yang masih terpejam. Perlahan aku membuka mata. Aku di apartement ? aku beranjak dari kasurku dan berjalan ke kamar mandi, aku yakin pasti mukaku sangat berantakan sekarang. Saat aku keluar, Yui sudah berada  di dalam kamarku, ia duduk di kursi meja riasku. Aku berjalan ke kasur kembali tanpa melihatnya dan duduk diatas kasurku.

“Aku bermimpi sangat aneh, kau tahu ?” ucapku membuka pembicaraan.

“Apa yang kau impikan? apa kau bermimpi bersama namja itu ?” aku kembali mengingat semua kejadian yang terjadi di mimpiku. Ya, aku bermimpi bersama namja itu.

“Ya!! apa kau masih mengumpulkan nyawamu ?” ucapan Yui menyadarkanku dari lamunan singkatku. Aku tersenyum simpul. Yui mendecak pelan, aku menoleh kearahnya. Dia melihatiku dengan tatapan prihatin.

“Apa kau akan seperti ini terus? Berdiam diri di dalam kamar dan tak melakukan apa-apa!? Ya! Kau masih punya begitu banyak pekerjaan di kantor Nona Kim Yejin! Dan aku tak mau tahu kau harus menyelesaikan semuanya dalam waktu cepat !” ucapnya dengan sedikit bercanda.

“Aku sudah memutuskan,” ia semakin menatap mataku dengan lekat. Akupun juga begitu.

“Lalu apa yang akan kau lakukan ?” aku kembali tersenyum.

“Aku akan berusaha untuk membuatnya melihatku, hanya melihatku, dan kemudian dia mencintaiku, dan membuatnya menjadi milikku seutuhnya,” ucapku dengan tegas.

“Kenapa kau mengambil keputusan itu ?”

“Aku tak mungkin akan terus menerus terpuruk dan menjadi seperti orang gila hanya karena namja pendek itu. Move on. Hanya itu yang ada dipikiranku. Aku masih mencintainya. Aku masih menyayanginya. Mungkin ia masih menunggunya, tapi aku tahu, disisi lain dari hatinya yang paling dalam, pasti ada aku. Aku tahu itu.”

“Sebegitu yakinkah kau padanya ?”

“Entahlah, hanya itu yang aku rasakan saat ini. Padahal mimpiku tadi sangat berbanding terbalik.” Yui berdiri dan berjalan kearah kasurku dan kemudian duduk di sebelahku.

“Apapun yang akan kau lakukan, lakukanlah sesuai kata hatimu. Aku akan mendukungmu semampuku.” Ia memegang pundakku dan tersenyum manis.

“…”keheningan tercipnta. Sesaat kemudian, Yui tersenyum simpul.

“Sejujurnya…. Aku melihatmu semakin hari semakin menyedihkan. Apakah kau tidak lelah selalu berusaha merebut perhatian orang lain? Mulai dari orang tuamu, Yesung, dan sekarang Ryeowook, apa kau tidak lelah ?” aku menangkap tatapan kasihan darinya. Aku menunduk. Mataku kembali memanas.

“Lelah.” Ucapku lirih. Ya, aku memang sangat lelah. Aku lelah selalu mencari perhatian dari orang yang aku sayangi, sedangkan dia sama sekali tidak pernah mencari perhatian dariku.

“Apa kau tidak pernah berpikir menjadi orang yang dicari perhatiannya ?” air mataku kembali terjatuh. Aku lelah Yui-ah, aku lelah. Aku kembali terisak.

“Uljima, jika memang ini yang kau inginkan, jalani saja. Tapi jika kau berubah pikiran, berhentilah. Keluargaku keluargamu juga Yejin-ah, hmm ?” aku hanya membisu. Tidak bisa. Aku tidak bisa meninggalkan orang yang aku sayangi, bahkan aku cintai. Aku tidak bisa.

“Bagaimana ?”

“Tidak bisa.” Aku mendongak menatapnya lagi. Aku mengerti bagaimana maksudmu, tapi aku sudah menetapkan hatiku untuk tidak meninggalkan mereka.

“Hanbonman. Sekali lagi sampai mereka yang menyuruhku pergi meninggalkan mereka. Baru aku akan berhenti dan pergi dari kehidupan mereka.”

***

Author POV

또다른누군가온대도너하나면되다신널놓지않아

tto dareun nugunga ondaedo neo hanamyeon doe dasin neol nochi anha

( sekali lagi  siapapun yang datang, seandainya engkau seorang, aku tak akan melepaskanmu )

Yejin berjalan di depan deretan toko yang menjual begitu banyak barang-barang seperti pakaian dan semacamnya. Ah~ dingin sekali, batinnya. Yejin berjalan semakin cepat dan berhenti pada sebuah apartemen yang sudah sangat ia hafal. Ia menekan tombol lift untuk naik ke lantai 12. Semoga saja ia tidak terkejut dengan kedatanganku, batin Yejin di dalam lift. Pintu lift terbuka menandakan ia sudah berada di lantai 12, tempat dimana namja yang sudah tidak ia temui sejak seminggu yang lalu tanpa memberi kabar apa-apa. Yejin sudah berada di depan pintu apartement itu, ia mengeluarkan ponsel flip hitam kesayangannya dan membuka aplikasi pesan.

To : Nona Shinigawa

Aku pulang terlambat. ^^

Yejin menutup ponselnya dan mencabut baterainya, ia tak mau rencananya hari ini berantakan hanya karena ponselnya yang berbunyi. Ya, Yejin telah mempersiapkan suatu rencana yang sudah ia susun dengan baik semalam,, dan itu hanya untuk namja yang membuatnya gila. Kim Ryeowook. Yejin memencet bel apartemen itu 3 kali dan seseorangpun membukanya.

“O! Yejin-ah !” Yejin hanya tersenyum simpul dan menengok kedalam apartemen itu.

“Apa aku tidak boleh masuk? Kenapa aku hanya kau lihati di pintu dorm ini? Kau tahu di luar sangat dingin !” Yejin sedikit membentak pada seseorang yang sudah membukakan pintu itu.

“Ryeonggun-ah, ada Yejin !” Eunhyuk yang membukakan pintu untuk Yejin itupun berjalan kedalam dorm dan membiarkan Yejin di pintu dorm.

“Wae? kau tidak ingin masuk dan melihat Ryeowook ?” Yejin menatap sinis kearah Eunhyuk kemudian ia melangkah masuk. Yejin merasa sepertinya sudah sangat lama ia tak pernah kemari. Saat ia berjalan keruang tamu, ia menemukan namja yang tak lain adalah Kim Ryeowook. Ryeowook menoleh ke belakang dan mendapati Yejin sedang melihatnya. Kedua mata mereka saling berpandang satu sama lain. Ryeowook berdiri dan berjalan kearah Yejin tanpa sedikitpun melepas pandangannya dari mata Yejin.

“Ikut aku !” Ryeowook berjalan mendahului Yejin mrenuju kearah balkon. Yejin hanya menurut mengekori namja itu. Setelah berada di balkon, Ryeowook berjalan ke pinggir pagar pembatas. Yejin berhenti agak jauh dari Ryeowook.

“Kau kemana saja? Sudah seminggu kau tak bisa di hubungi!! Apakah kau tahu aku mengkhawatirkanmu ?!” setelah saling berdiam diri cukup lama, ryeowooklah yang memulai pembicaraan mereka. Yejin hanya diam, ia tahu bahwa Ryeowook tidak pernah tahu bahwa ia mendengar semua apa yang dikatakan Ryeowook pada Kyorin waktu itu.

“Mianhae,” ucap Yejin lirih. Ryeowook menoleh kearah Yejin dari pinggir balkon. Yejin sedang berusaha sekuat tenaga untuk tidak mengeluarkan airmatanya saat ini. Jujur saja ia sangat ingin memeluk namja yang berada di depannya ini.

“Apa hanya itu yang bisa kau katakan ?” Ryeowook berjalan mendekati Yejin dan sedetik kemudian ia memeluk Yejin. Yejin sedikit tersentak kaget dan sedikit memundurkan tubuhnya. Tapi Ryeowook semakin mendekapnya erat. Yejin terisak pelan. Pertahanannya runtuh seketika.

“Kau tahu, semalaman aku sudah menyiapkan sebuah rencana untukmu, tapi karena kau berbuat seperti ini, rencana itu menjadi gagal !!” ucap Yejin disela tangisannya. Ryeowook mengelus rambut Yejin dengan lembut. Sangat lembut seperti takut membuat rambut Yejin rusak.

“Apa yang kau rencanakan ?”

“Apa aku harus memberi tahumu ?!” ucap Yejin sesenggukkan dan mengusap ingusnya yang keluar dari hidung dengan tangan kanannya.

“Tentu saja !” Ryeowook melepaskan pelukannya dan menatap Yejin. Ia menghapus airmata Yejin kemudian merangkulnya dan membawanya ke pinggir balkon.

“Sirheo !!” Yejin berjalan mundur, menjauhkan tubuhnya dari Ryeowook. Yejin berjalan ke dalam untuk menyapa member lain yang belum sempat ia sapa setelah menghilang selama seminggu penuh.

“Yejin-ah, sepertinya aku mulai menyukaimu, apa kau menyadari itu ?” gumam Ryeowook yang masih di posisinya setelah ditinggal Yejin, Ryeowook menggembungkan kedua pipinya, menghembuskan napas lega sekaligus pasrah. Lega karena ia sudah bertemu yejin, pasrah karena ia lebih memilih hanya dia yang mengetahui bahwa ia menyukai yejin, walaupun Ryeowook tahu bahwa Yejin mencintainya.

***

Yejin kembali berbaur bersama member super junior yang lainnya. Bahkan bukan hanya grup boyband itu saja, girlband Felidis –tanpa Kyorin- juga berada di dorm suju hanya untuk sekedar berkunjung.

“O! Natalie !” seorang laki-laki berwajah manis nan putih keturunan China itu keluar dari kamarnya dengan membawa handuk yang ia kalungkan dilehernya.

“Hi !!” jawab Yejin riang. Henry yang masih melongo melihat sahabatnya, tiba-tiba ditarik kembali masuk ke dalam kamarnya oleh Yesung.

“Menurutmu, apa yang akan dilakukan Yesung hyung ke magnae itu ?” Tanya Eunhyuk pada Donghae. Donghae hanya mengangkat bahunya tanda tak tahu. Setelah beberapa menit, mereka –Yesung dan Henry- keluar dari kamar Henry dan berjalan ke tempat tujuan masing-masing, Yesung ke tempat duduk sofa yang tadi ia duduki, sedangkan Henry langsung ke kamar mandi untuk mandi “pagi”-nya.

TING TONG ..

Suara bel apartemen berbunyi. Semua orang yang berada di dorm itupun menoleh kearah pintu.

“Biar aku yang buka,” kata Ryeowook.

“Memang seharusnya kau yang buka, bodoh !” PLAK! Sebuah jitakan meluncur mulus ke kepala Kyuhyun dari Yejin setelah berkata tadi.

“Ya !!” Yejin tidak memperdulikan Kyuhyun yang meneriakinya, ia berdiri dan berjalan menyusul Ryeowook sebelum akhirnya ia berhenti di dekat dapur karena ia melihat yang datang adalah Kyorin. Yejin berjalan perlahan mendekati pintu dorm, ia melihat Ryeowook memegang kedua tangan Kyorin dan tersenyum manis.

“apakah Kyorin merubah pikirannya waktu itu ?” gumam Yejin pelan. Yejin tidak bisa berpikir jernih saat ini. Yang ia pikirkan saat ini adalah hal terburuk yang akan terjadi nantinya dengan hubungannya bersama Ryeowook.Yejin membalikkan badan dan mengurungkan niatnya untuk menyusul Ryeowook, ia berniat untuk ke balkon lagi.

***

“Bawa Yejin keluar, walaupun aku tidak tahu apa yang terjadi antara dia dan Ryeowook, aku merasa ada yang tidak beres dengan mereka berdua. Jadi bawa Yejin pergi, arasseo ?” Henry yang masih setengah mengerti perkataan hyungnya itu hanya mengangguk seadanya.

“Tapi….aku mandi dulu,” Yesung berjalan keluar dan disusul oleh Henry. Henry langsung berjalan ke kamar mandi dan menguncinya rapat-rapat. Setidaknya sampai ia selesai mandi.

_30 menit kemudian_

KLEK! Henry membuka pintu kamar mandi dan mengusap-usap rambutnya yang basah dengan handuknya. Saat berjalan keluar, ia mendongak dan mendapati Yejin sedang berdiri di dekat dapur dengan ekspresi wajah yang yang tidak bisa diartikan. Ia berjalan menghampiri Yejin sebelum akhirnya Yejin kaget dengan kedatangan Henry. Henry menengok pintu dorm.

“Kau melihatnya ?” Tanya Henry. Yejin hanya mengangguk. Henry menggandeng tangan Yejin dan membawanya ke kamarnya.

“Henry !” suara teriakan Ryeowook berhasil membuat semua orang termasuk Henry yang notabene dipanggil dan Yejin yang sudah hampir masuk ke dalam kamar menoleh kearahnya.

“Kenapa kalian harus masuk kedalam kamar hah ?”

“Memang ada urusan denganmu sehingga aku harus mengatakannya padamu ?” Ryeowook berjalan mendekati kamar Henry sebelum akhirnya Henry menutup pintu kamarnya.

“Henry! bukaaa !!” teriak Ryeowook dari luar kamar. Yejin hanya duduk diam termenung diatas kasur, sedangkan Henry berjalan ke lemarinya dan mengambil beberapa potong baju dan memakainya. Ryeowook masih terus setia berada di depan pintu kamar Henry dengan omelan-omelannya, tetapi sesaat kemudian, omelan itu berhenti. Syukurlah~ batin Henry.

“Bagaimana jika kita pergi? beberapa bulan kedepan aku tidak ada jadwal, jadi aku bisa menemanimu kapan saja,”

“Tadi dia memelukku,”

“What ?”

“Dia memelukku dan berkata ia mengkhawatirkanku,”

“…”

“Hiks…dia tadi mengatakan bahwa ia mengkhawatirkanku, dan kemudian…dia menggenggam tangan gadis lain dan tersenyum manis untuknya, senyuman yang seharusnya hanya untukku..hiks..” Henry berjalan kearah Yejin dan kemudian duduk disampingnya.

“Apakah kau sudah lelah ? jika sudah lelah, lepaskan saja,”

“Tidak bisa,”

“Why ?”

“Aku mencintainya. Sangat mencintainya.”

“Tapi kau ..”

“Aku tahu aku terlihat menyedihkan, bahkan sangat menyedihkan. Aku tahu aku memang sudah sangat lelah mancari perhatian orang yang aku sayangi sedangkan dia bahkan sepertinya sama sekali tidak pernah mnganggapku ada.”

“Kau harus berhenti Natalie, aku semakin iba melihatmu seperti ini,”

“Tidak. Aku tidak bisa berhenti,”

“But ..”

“Sampai dia yang menyuruhku untuk pergi, aku akan pergi. Bahkan bisa untuk selamanya.”

“…”

***

2 tahun kemudian

Seorang gadis yang berjalan santai membawa seekor anjing berwarna putih yang sangat cantik sedang berjalan-jalan di jalan setapak sebuah taman di pusat kota Tokyo, Jepang. Gadis itu terlihat sangat gembira dan menikmati pemandangan taman itu yang dikunjungi oleh anak-anak kecil yang bermain dan beberapa orang yang sedang melepas penat setelah 6 hari penuh bekerja seharian di dalam kantor masing-masing.

“Natalie !!” gadis itu menoleh kearah suara yang memanggilnya. Yejin tersenyum simpul dan menyuruh anjingnya untuk duduk. Seorang gadis yang memanggilnya tadi kini sudah berada di sampingnya dan menyapa anjing milik Natalie.

“Apa kau sudah melihat berita pagi ini? Kau menjadi hot topict seantero Tokyo, kau tahu ?” ucap gadis itu.

“Lalu ?” jawab gadis yang bernama Natalie itu.

“Heiii~ kau menjadi sangat terkenal sekarang! Berkat kau, perusahaan kita menjadi terpercaya lagi, dan kau menjadi pahlawan sekarang, yah~ setidaknya menjadi pahlawan kesiangan, haha,” ucap gadis yang bernama Yui itu mengelus anjing Natalie dengan penuh kasih sayang dan tertawa bersama Natalie.

“Biarpun aku menjadi terkenal, itu juga tidak akan merubah segalannya, right ?” Jawab Natalie. Kini raut wajahnya yang gembira berubah menjadi sangat sedih dan terpukul karena mengingat kejadian dua tahun lalu.

“Ayolah Natalie, moving on baby! Percayalah bahwa kau bisa untuk melupakannya,”

“Aku tidak akan pernah bisa melupakannya.”

“Natalie ..”

“Kejadian waktu itu, saat ia memutuskan untuk melepaskan aku. Saat ia lebih memilihnya. Saat ia berkata tidak ada orang lain kecuali aku yang ia sukai tapi juga tidak ada orang lain kecuali dia yang ia cintai. Hal yang membuatku runtuh seperti rumah yang ambruk karena pondasi yang sudah tak bisa dipertahankan lagi. Aku tak bisa melupakannya.”

“…”

“Aku tidak bisa membohongi diriku sendiri jika aku masih mencintainya.”

“Natalie !”

“Aku masih menunggunya, siapapun yang datang untuk mencoba menjadi pacarku atau bahkan melamarku nanti, seandainya hanya dia, aku tidak akan melepaskannya walau sehelai rambutpun.”

“Jinjja ?” Natalie dan Yui menoleh kearah suara yang tiba-tiba menganggu percakapan pribadi mereka. Anjing Natalie langsung berdiri dan mengonggonggi laki-laki yang berponi panjang kearah kiri itu.

“Kim…Ryeowook…” ucap Yui dengan terbata. Kedua gadis itu masih diam terpaku di tempatnya sedangkan laki-laki yang dipanggil Ryeowook itu hanya tersenyum innocent.

“Apa benar kau akan terus menungguku?? Sampai kapan kau akan menungguku ?” ucap laki-laki itu.

“Ck! Bodoh! Bukan begitu cara melamar wanita yang kau cintai !!” sindir Eunhyuk dari belakang Ryeowook. Tiba-tiba Donghae berjalan membelakangi Ryeowook dan  berlutut bagai seorang pangeran di depan Natalie yang masih duduk ditempatnya.

“Would you marry with me ?” ucap Donghae dengan halus namun tegas. Ryeowook langsung menendang bokong Donghae dan reflek Donghae berdiri.

“APA YANG KAU LAKUKAN HYUNG? KENAPA JADI KAU YANG MELAMARNYA? APA KAU SUDAH MELUPAKAN HAEJIN NOONA HAH ?” ucap Ryeowook penuh emosi. Natalie hanya melotot kaget melihat kelakuannya beberapa orang yang tiba-tiba mengganggu percakapan pribadinya bersama Yui. Donghae berjalan ke belakang Ryeowook dan kemudian mendorongnya ke depan Natalie.

“Lakukan !” perintah Donghae. Ryeowook terdiam menatap Natalie begitu pula sebaliknya.

“Lihat?! Bahkan kau tidak berani melakukannya! Ck !” cibir  Donghae. Ryeowook yang tadinya hanya berdiri menatap Natalie kini perlahan merubah posisinya seperti apa yang dilakukan Donghae tadi dan mengeluarkan sebuah kotak kecil berwarna merah lalu membukanya. Natalie terperangah melihat sebuah cincin yang sangat indah itu yang berada di dalam kotak merah yang kini disodorkan oleh Ryeowook. Natalie kembali menatap Ryeowook.

“Yejin-ah, would you marry with me ?”

“…”

“Yejin-ah,”

“I do.” Hening sejenak. Beberapa detik kemudian, sebuah senyuman bahagia terukir indah di bibir dua insan yang kini bersedia saling mengikat janji pernikahan.

“Bagaimana dengan karirmu ?” ucap Natalie.

“Wae ? aku sudah memikirkannya Yejin-ah, kau tak usah khawatir,”

“Ku ingatkan satu hal, disini tidak ada yang bernama Kim Yejin, tapi Natalie Kim, understand ?”

“Baiklah, Nyonya Kim !” Ryeowook dan Natalie kembali saling melempar senyuman manis.

“Apakah kami ketinggalan ?” ucap Leeteuk yang tiba-tiba datang bersama para member super junior yang lain.

“Tunggu, bagaimana kalian bisa tahu aku berada disini ?”

“Henry-ya, gomawo,” ucap Ryeowook. Natalie menoleh kearah seorang namja sipit keturunan China yang sangat ia kenal.

“So, kapan kalian akan meresmikannya ?” Tanya Henry.

“Bagaimana kalau sekarang ?”

“MWOYA ??!!”

-CUT-

Okay deeeehhh… ^^

Finally aku telah menyelesaikan ff kontesku ini ..

Perkenalan ?!  Ne, Annyeonghaseyo, Maiya imnida, 17y.o dari Solo, Jawa Tengah ^^

Jongmal mianhamnida jika ff abal ini menjadi sebuah ff yang sangat bagus untuk menjadi penghuni spam di e-mail JINHAEXY >,<

Karakter Yejin dan Ryeowook di ff ini menjadi sedikit berbeda dengan aslinya >,< *bows*

Ini kontes ff pertama yang aku ikuti, semoga menjadi berguna untuk ff Yewook berikutnya *maksudt lo ?* #plak!

Mianhamnida jika ff oneshoot ini sangat panjang, tapi inilah yang ada di otakku selama hampir satu bulan mengerjakan ff ini >,<

Oh! Aku punya page pribadi sendiri, link nya shiningshineestory.wordpress.com ^^

Finally, aku harap ff ku menang *jalan ke rumah dukun*, menang gak menang bukan suatu masalah, yang penting aku dapat pengalaman, hahaha ..😄

Okay, cukup sekian dan terimakasih, buat para juri, salam kenal yaa ^^

Annyeoooong~ ^^

25 thoughts on “{SongFic Contest} Haebaragi (Sunflower)

  1. bagusss…
    Jeongmal Joahae…
    tapi kalau untuk One Shoot, ini kecepetan…
    kalau dilihat dari Start ceritanya..
    he3x
    mian~
    tapi bener! aku suka banget cerita ini…
    YEWOOOK….
    SARANGHAE!!!
    ^^b

    • ne, gomawoyo sudah baca .. ^.^
      jinjja ?! kecepetan ?! *buka folder*
      klo dibaca lgi iya sih =.=a
      thx sudah kritik2 n saran2,
      NADO YEWOOK,
      SARANGHAE !! >,<

  2. berasa dpt gmbran crita YeWook Moment,critanya hmpr sm cm lbh diringkas aj.
    mdh2 ending YeWook Moment kyk gni jg🙂

    • ne, gomawoyo sudah baca .. ^.^
      ne, memang aku bikin ini gmbaran ny kyk YWM, krn wkt it eris onni juga lama bnget publis lnjutan ny abis yejin dnger pernyataan ryeonggun abis felidis concert, jadi aku bikin gambaran sndiri gtu,
      mudah2.an kyk gtu .. *dukunin eris onni buat bikin hepi end*
      for all, thx sudah kritik2 n saran2,
      salam kenal .. *u*

    • ne, gomawo sudah baca ^.^
      he.emb simpel bnget, bikinnya cuma satu bulan >,<
      hahahaa ^o^ nanti aku di bunuh eris onnie klo bikin ff kyk gini lagi *lirik eris onnie*
      thx udah kritik2 dan saran2
      salam kenal ^^

    • ne, gomawo sudah baca ^.^
      ya, memang sangat simpel, bikinnya cuma satu bulan >,<
      klo aku bikin ff kyk gini lagi bisa di bunuh eris onnie *dilirik eris onnie*
      thx sudah kritik2 n saran2 ..
      salam kenal ^^

  3. Ryeowook-ah..
    Lelaki itu harus tegas /slap
    Wkwkwk..

    ” You never know untill you lose it” ya gak wookie??
    Kkk~
    Makasih ya henly, anda memang best friend yang baik ( ‘.̮’)/\(‘.̮’ )

    Jiahahaa, ikan mupeng yaaak??
    Lamar udah haejinnya xD

    Pas mimpinya jleb amat T^T
    Nice nice ^^

    • gomawo sudah baca ^.^
      ryeowook itu sebenarnya tegas, cuma karena bergaul dengan Yesung oppa jadi agak plin-plan ==a
      mimpinya memang jleb bnget T___T
      thx sudah kritik2 n saran2 ..
      salam kenal ^^

  4. Akkkhhh…. lagu ini lagiii… *galau*
    Udh tau bakal nyesek, t2p aja baca -___-

    Oke, I like it…
    what the dream? apa2an itu mimpi’a…
    JLEBB!! Ngenes!!
    Dan lagi2 Wook jadi cowok plin plan yg lelet, nggak tegas…
    Dan lagi2 Yejin jadi cewek bego. ckckck… *tabur bunga buat Yejin*

    Tpi emang kcepetan sih crita’a. hohoho.. *tos ama yg coment di atas*
    Overall udh ok lah klo bwt pengalaman…
    Keep write ya!! ^o^

  5. baguusss..
    awalnya kaget sih, kirain ini lanjutan ff YeWook yang verse.nya kak eris..
    ternyata ini songFic.nya YeWook..
    kyaaaaa~
    walaupun itu si yejin tetep aja menyedihkan tapi happy ending sama si ryeong, kya kya kya~~ xD

  6. baca ff ini ke pending terus dari kemarin -,-
    Wuaaahh~ rada nyambung yah ceritanya sama YeWook moment yg kemarin..
    Aku berharap YeWook moment juga akan berakhir seperti ini huahahahaha😀

  7. kyaaaaa >____.<

    dan mimpi itu bikin ny butuh wkt 3hari 2malam -,-a
    aku itu sampe bngung, apa ryeonggun itu asli my di suju bner2 plinplan ato gal -.-a
    *ikut tabur bunga buat yejin*
    mbak yejin, yang sabar ya buat menghadapi abang ryeonggun ..

    gmana gak kecepeten onni, org aku bikinnya 1bulan, dan biasa ny aku bikin ff itu paling cepet 2bulan *bakar diri*
    thk udah kritik2 n saran2
    salam kenal onni ^^
    kunjungi juga wp ku yaaa ..

  8. ya ampuuun ahirnya nemu lg yejin hepi ending.. Tadi abis bca 2 judul yg yejinnya mati,,kkk~

    ini sebagian besarnya ngambil dr plot kak eris ya..so swit bgt endingnya.. Tp itu wookie ganas bgt nendang2 pantat ikan,wkwkwk..

  9. gomawo sudah baca ^.^
    ah! ne, krn wkt it eris onni update ny ckup lama jadi aku bikin sndiri, hahaa #plak! *digampar eris onni*
    ne, lg pngen hepi ending krn aku bikin ny juga lg hepi, hahaa ..😄 *ketawa bareng minho*
    salam kenal ya ^.^

  10. euh.. ini pas awal jadi kayak menceritakan kembali yewooknya ya.. tapi versi author.. hhe.. mian, jadi awalny tu kurang spesial.. ^^v
    trus2, itu yejin jadi siapa n apa d endingnya? agak kurang jelas.. n itu yejin n yui dmn ya? d jepang kah? mian banyak ngomong.. hhe..
    tapi endingnya aku suka, yejin d lamar..😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s