{SongFic Contest – RiHyuk Winner} Nagging

Title : Nagging

Author : Anggita Arum Pertiwi

Main Cast :

  • Kim Yoonri
  • Lee Hyukjae

neutge daniji jom ma
sureun meolli jom haebwa
yeol saljjari aecheoreom mareul an deutni

***********

Yoonri’s POV

“Oppa, eodieso?”

“…..”

“mwo? Yak, oppa! Ini sudah tengah malam dan kau baru makan malam? Aish, jinja!”

“…”

“Aigoo, cepat kembali ke hotel, beristirahatlah oppa, mendengar suaramu saja aku bisa tau kau sedang tidak enak badan sekarang!”

“….”

“Aish, oppa, kalau kau tidak beristirahat, aku jamin besok badanmu akan demam tinggi!”

“…”

“Mwo? jadi menurutmu begitu? Kau tau,Oppa? Kalau kau bilang aku sudah mirip seorang ahjumma, maka sekarang kau benar-benar seperti anak-anak, tidak mau mendengarkan nasihat orang lain.”

“…”

“Yak, Sekarang, terserah kau saja,Oppa!annyeong”, dengan kasar kumatikan sambungan teleponku dan langsung kulemparkan handphoneku sembarang arah.

“Aish!!”, teriakku kesal sambil menghentak – hentak kan kakiku. Anchovy menyebalkan itu memang tidak bisa untuk tidak membuatku marah.

“Lee Hyukjae pabo! Jeongmal paboya”, hanya kata – kata itu yang terus menerus meluncur dari bibirku, gumaman-gumaman kekesalan pun tak luput keluar dari mulutku, hingga tanpa terasa aku sudah jatuh terduduk, memeluk kedua lututku. Mataku sudah mulai mengeluarkan Kristal-kristal Air matanya. Dan nyatanya sekali lagi, air mataku harus jatuh, tidak terbendung, air mata yang jatuh untuk kesekian kalinya hanya untuk seorang Lee Hyukjae.

*************

jeongmal useumman nawa
nuga nugul bogo aira haneunji
jeongmal useumman nawa
**********

Eunhyuk’s POV

eodiseobuteo yaegihalkka eonjebuteonga mworalkka sojunghamiran geol irheogatjanha

Handphone yang tengah berada di saku celana ku ini tiba-tiba berdiring. Dengan sedikit mengernyitkan kening, kutarik paksa handphone yang sejak tadi bersemayam di kantong celanaku itu. Kernyitan di dahiku semakin bertambah, saat menyadari siapa yang meneleponku selarut ini.

“Yoboseyo, Yoonri~ya”,

Yoonri bukan tipikal yeojachingu yang akan menelpon namjachingunya terlebih dahulu. Ditambah waktu sudah menunjukkan pukul 12 malam. Kalau bukan sesuatu yang penting ia pasti tidak akan meneleponku terlebih dahulu. Tindakan awal untuk menghubungiku yang biasanya ia lakukan hanya mengirimiku sms. Tadi saja, selepas kam menyelesaikan konser kami di Taiwan ini, ia hanya mengucapkan selamat lewat sms =.= jadi, sesuatu yang langka bukan saat seorang Yoonri meneleponku terlebih dahulu?

“….”

“Ah, kami sedang ada di sebuah kedai? Waegurae?”

“…”

“Kami sudah makan malam sejak tadi, hanya saja kami sedang berpesta sekarang. Merayakan kesuksesan kami di Taiwan, hahaha”, kekehku pelan –sambil berusaha menahan batuk yang sejak tadi ingin keluar dari tenggorokanku-

 “…”

“Yak, sejak kapan kau bisa menebak keadaan seseorang hanya dari suaranya saja? Aku baik-baik saja. Lalu juga mana mungkin aku tidak ikut berkumpul bersama member yang lain merayakan kesuksesan kami”, ucapku berusaha mengelak dari tuduhan tidak enak badan yang dilayangkan Yoonri.

“…….”

“Aigooo. Yoonri~ya, makin lama kau terdengar seperti seorang ahjumma. Aku baik-baik saja.”

“….”

“Mwo? Yak! Kenapa kau memanggilku anak-anak? aku jauh lebih dewasa dari kau Yoonri, tenang saja, aku tau keadaanku sendiri. Dan jangan mengomel seperti itu lagi, atau besok saat aku kembali ke Seoul, wajahmu justru sudah berubah menjadi seperti seorang ahjumma.”, ucapku sambil lagi-lagi terkekeh pelan, membayangkan ekspresi wajah Yoonri saat ini.

“…..”

Eh, apa ini? Kenapa tiba-tiba mati? Kutekan-tekan handphoneku, berusaha menghubunginya lagi. Anak itu tidak marah kan karena kubilang mirip seorang ahjumma? Aigoo, jadi sekarang siapa yang mirip seorang anak-anak? Aku atau dia?. Aku tertawa ringan saat mengingat percakapan kami barusan. Seperti anak-anak? aku? Aigooo.

**********

sirheun yaegi hage doeneun nae mameul molla
joheun yaegiman nanugo sipeun nae mameul molla
geumanhalkka? geumanhaja

*******
Yoonri’s POV

Sinar matahari pagi menelisik masuk lewat celah-celah jendela ruang kamarku. Bias- bias pancaran sinar matahari ini nyatanya mampu membuat kedua mataku mengerjap sesaat. Saat kesadaran penuh sudah menyapaku, akhirnya aku tersadar dengan posisi tubuhku sekarang. Jadi, semalam aku jatuh tertidur setelah menangis tanpa henti. Setelah lagi-lagi membuat mataku sembab bukan main. Aku tersenyum miris, saat menyadari penyebab tangisanku semalam.

Lee Hyukjae, lelaki itu. Apakah dia tidak bisa sedikit saja mendengarkan apa yang aku katakan? Ia, sekarang sedang tidak terjangkau oleh jarak pandang mataku. Jadi, bisakah ia sedikit saja, setidaknya tadi malam tidak bisakah ia merasakan kekhawatiran yang ada di hatiku? Tidak bisakah ia sedikit saja memahami perasaan khawatir yang kadang terpeta dengan sendirinya? Aku tau, aku bukanlah sosok yeoja yang manis, yang bisa mengeluarkan kata – kata penyemangat dan dukungan setiap saat. Ada saat dimana, kata – kata penyemangat yang kuungkapkan justru menjadi omelan panjang tanpa henti. Omelan – omelan yang akan keluar begitu saja saat kekhawatiran ini menyelimuti hatiku. Kalau boleh kukatakan, aku juga tidak ingin memiliki perasaan khawatir ini, aku tidak berharap memiliki hati yang akan mencemaskanmu sedemikian rupa, aku tau kau sudah cukup dewasa untuk memahami keadaanmu sendiri. Tapi, terkadang, ada kalanya kekhawatiran ini muncul dengan sendirinya, dan perasaan ini datang membanjiri hatiku tanpa terbendung.

Aigoo, air mataku lagi-lagi menetes tanpa sadar. Anchovy satu itu, ternyata mampu membuatku menjadi selemah ini hanya dengan tidak mau mendengarkan perkataanku? Ah, semalam bukan pertama kalinya ia tak mau mendengarkan nasihatku.

“Eunhyuk-ssi, tak bisakah kau mendengarkan ucapanku?”, gumamku pelan sambil meraih handphone yang semalam kulempar begitu saja.

“Untung saja tidak pecah, kalau sampai handphoneku rusak, kucekik kau monyet!”, lagi –lagi aku menggerutu pelan sambil –lagi lagi- menyebut namanya dalam gumamanku.

*********

hanabuteo yeolkkaji da neol wihan sori
nae mal deutji annneun neoegeneun ppeonhan jansori
geu manhaja geuman haja
saranghagiman haedo sigan eomneunde


meori anin gaseumeuro haneun iyagi
niga sirta haedo an hal suga eomneun iyagi
geumanhaja geumanhaja
neoui jansoriman deullyeo
**********

Tulisan ‘4 missed call, 2 new messages’ terpampang jelas di layar menu handphoneku.  Kubuka missed call data milikku, melihat siapa yang semalam mencoba meneleponku. Dan ternyata, anchovy satu itu. Jadi dia masih mengkhawatirkanku eh? Takut aku marah? Aku terkekeh pelan saat memikirkan kemungkinan – kemungkinan alasan mengapa ia meneleponku semalam.

“Babo”, ucapku pelan. Tentu saja, ucapan satu kata ini ditujukan pada makhluk menyebalkan bernama Lee Hyukjae itu. Lalu, kubuka inbox messages, dan lagi – lagi kutemukan nama kontaknya di tulisan sender ‘2 new messages’ tadi.

From : Anchovy Babo

Eh? Pulsamu habis? Atau kau marah padaku? Tapi, setelah kupikir – pikir, kau tidak mungkin marah padaku kan? Haha😀

From : Anchovy Babo

Ah, geurae, aku tau, kau pasti sudah tidur kan? Aku tau, kau itu kerbau tidur Yoonri ~ ya😛 sebaiknya aku tidak mengirimu sms, karena pasti bunyi sms nya akan mengganggu tidurmu, lagipula kau tidak mungkin membalas pesanku kan. Jaljayo, have a nice dream. Saranghae #hug# :*

Aku – lagi lagi – terkekeh, sebuah senyuman tanpa sadar sudah terulas di bibirku, laki –laki itu benar – benar mampu menjungkir balikkan hatiku. Memang benar, semalam ia menjadi alasanku menangis, namun nyatanya sepagi ini, tak lama setelah aku membuka kedua mataku, ia nyata – nyatanya sudah mampu membuatku tersenyum hanya karena pesan yang dikirimnya semalam. Ia, adalah satu alasan yang sama untukku bisa tersenyum. Ia, alasan yang sama untukku menitikkan air mataku. Sepertinya, poros hidupku tergantung pada sosok satu itu. Aigoo.

Setelah sedikit lama melamunkannya, merindukan setidaknya bayangannya. Kuputuskan untuk membalas pesannya semalam. Setidaknya untuk memberitahunya bahwa aku tidak marah, dan sekaligus memastikan bahwa keadaannya baik – baik saja, tidak terkena demam seperti yang kukutukkan semalam =.=.

To : Anchovy Babo

Mianhae. Semalam aku membuat oppa tidak nyaman dengan rentetan nasihatku. Aku hanya sedikit khawatir. Aku tidak marah , seperti yang Oppa katakan , aku tidak mungkin marah pada Oppa. Ahaha. Good morning nae namja, have a great day. Arrachi?🙂

 Aku tersenyum saat mengirimkan pesanku. Lalu , setelah meregangkan otot yang kaku karena semalaman tidur dengan posisi menekuk lutut, kuputuskan untuk mencuci mukaku, setidaknya menghilangkan bekas air mata semalam. Selepas membersihkan diri, aku mendudukkan diriku di atas kursi di balkon. Tempat favoritku dan Hyukjae Oppa. Handphoneku bordering pelan, menandakan ada sebuah pesan masuk. Ah, pasti dari anchovy babo nan jelek satu itu

From : Anchovy babo

Ne, gwenchana yo🙂 tapi, kalau boleh jujur, semalam aku memang tidak begitu nyaman dengan sikapmu Yoonri ~ ya. Aku tau kau khawatir, tapi kata – kata nasihat yang kau ucapkan  sejak dulu sampai tadi malam itu selalu sama. Aku bosan dengan nasihatmu itu😛 Berhentilah mengkhawatirkanku, aku sudah cukup dewasa untuk bisa mengurus diriku sendiri. Khawatirkan keadaanmu sendiri Yoonri. Aku akan segera kembali ke Seoul. Bogoshipo🙂

Entah kenapa, selepas membaca pesan dari Hyukjae Oppa aku menghela nafasku. Entahlah, rasanya rasa sesak yang semalam hadir – dan baru tadi pagi rasa sesak itu menghilang – tiba tiba datang lagi, menghujam tajam ke hatiku. Aku tau, kata – kata bosan yang Hyukjae Oppa katakan hanya sebatas bercandaan. Tapi, tetap saja kata – kata yang ia tuliskan sukses menohok hatiku. Akhirnya, kuputuskan untuk tidak membalas pesannya dan memilih mencari cara untuk menghilangkan rasa sesak yang sejak tadi bergelayut di hatiku.

Kau tau? Senyatanya Ada kata – kata yang ingin kuucapkan padanya, tapi entah mengapa, kata – kata itu seolah menggantung di udara, tak tersampaikan. Gengsi? Mungkin.

Ah, Hyukjae Oppa, maaf untuk membuatmu bosan dengan semua nasihat , dan peringatan yang terus menerus berulang. Ya, ya, dan aku tau, kau sudah cukup dewasa untuk bisa memahami segalanya. Dan, hei apa kau tau? Rasa sayang itu tak harus ditunjukkan dan diungkapkan melalui kata – kata manis penyemangat, kata – kata dukungan yang terkesan yah begitulah =.=. Menurutku –dan aku tau, ini tidak sesuai dengan pikiranmu- , terkadang nasihat dan peringatan itu juga dibutuhkan pada saat yang sama. Dan kembali lagi, jadi kau sudah bosan dengan semua ‘omelan’ku eh? Haruskah mulai sekarang, aku berhenti dan berlagak tidak peduli dengan segala hal tentagmu Lee Hyukjae–ssi?

********

babeun je ttae meongneunji
yeojan meolli haneunji
on jongireul ne yeope itgo sipeunde
naega geu mamingeoya
jumeoni soge neol neoko danimyeon
jeongmal haengbokhal tende

duri animyeon andoeneun uri iyagi
nuga deutneundamyeon nollyeodaego useul iyagi
geumanhalkka? geumanhaja

********
Waktu ternyata berjalan begitu cepat, tanpa kita sendiri menyadarinya. Kau tau? Sekarang jam dinding di kamarku sudah menunjukkan pukul 21.00 , dan belum ada satu pun kabar, belum ada satu pun pesan yang ia –anchovy babo- itu kirimkan padaku. Baru tadi pagi, ia bilang akan kembali ke Seoul hari ini. Jadi, bukankah setidaknya saat ini ia sudah  berada di Seoul, dan menghubungiku?

Lagi dan lagi, rasa khawatir ini muncul secara mendadak, tanpa diduga.  Untuk setidaknya mengurangi rasa penasaran –sekaligus khawatir- ini, kuputuskan untuk menghubungi Leeteuk Oppa. Bukankah dia leader? Jadi dia tau kan kemana para dongsaengnya itu berada.

“Yoboseyo, Oppa”

“Yoboseyo, Yoonri. Wae?”, Leeteuk oppa terdengar sedikit terkejut saat menerima teleponku. Mungkin, dia heran, dalam rangka apa aku meneleponnya.

“Sudah di Seoul kah oppa?”, tanyaku cepat

“Sudah, kami sedang di dorm.”

“Hyukjae Oppa, eodiessoyo?”

“Mollaso, dia sejak tadi sesampainya di Seoul, sudah menghilang, kami kira dia menemuimu.”

“Aniyo. .Ottokhae?”

“Aish, tidak akan ada apa – apa Yoonri, dia sudah dewasa. Kalau tidak hubungi saja handphonenya.”

“Ne, aku tau Oppa. Ah, handphonenya tidak aktif. Ya sudah oppa, mungkin dia sedangada kepentingan. Gamsahamnida, oppa~ya. Annyeong”, tanpa menunggu jawaban dari Leeteuk Oppa, sambungan teleponnya langsung kuputus.

Dan entah untuk keberapa kalinya dalam hari ini aku menghela nafas karena Hyukjae Oppa. Bukan apa apa, bukannya ingin menjadi sosok yang protektif atau apapun itu namanya. Hanya saja, terkadang jarak dan waktu itu bisa begitu menyenangkan sekaligus menakutkan. Menyenangkan, karena ada jarak yang membentang , waktu yang terbatas,setidaknya kami berdua bisa memahami apa itu arti kata merindukan, arti kata bersabar. Tapi ketakutan akan segalanya senyatanya benar – benar terasa, tidak tau bagaimana keadaannya yang sebenarnya, tidak tau apa yang ia lakukan, tidak mengerti apa yang sebenarnya ia rasakan. Belum lagi, ditambah kenyataan, dimana keegoisan merajaiku, berharap ia akan selalu berada di sisiku.

Ah, benar kata Leeteuk Oppa. Hyukjae Oppa sudah cukup dewasa, jadi tak ada salahnya mulai menghentikan semua kekhawatiran ini bukan?.

***********

saranghada malgeoramyeon an hal iyagi
nuguboda neoreul saenggakhaneun maeumui sori hwaga nado sori chyeodo neoui jansorimajeo nan dalkomhandesaranghaeya hal su inneun geureon iyagi nae mal deutji annneun neoegeneun ppeonhan jansori geumanhaja geumanhajaireon nae mameul mideojwo
 **********

Lagi – lagi aku melamun, memikirkannya, merindukannya, Ah sudahlah, lebih baik aku tidur, dan berharap esok pagi akan menemukan kontak namanya dalam deretan missed call maupun sender messages. Saat aku melangkahkan kaki menuju pintu kamar, tiba tiba bunyi bel apartemenku berbunyi.

 Eh, siapa yang berkunjung semalam ini? Akhirnya, kuputuskan untuk membuka pintu tanpa mengecek intercom dalam.

“Nuguseyo?”, ucapku sembari membuka pintu apartemen.

Dan ternyata di depan pintu, tampak punggung seorang namja. Kusipitkan mataku, merasa mengenal dan mengetahui hoodie yang tengah namja itu pakai, hoodie yang sama persis dengan milikku.

“Oppa?”, ucapku pelan. “Hyukjae Oppa?”

Dan seketika saat aku berniat menepuk bahu namja itu, satu buket bunga mawar putih tersaji (?) di depan mataku.

“Eh?”, ucapku reflek terkejut.

Dan tiba tiba dari balik buket bunga itu muncul wajah yang begitu kurindukan.

“Yoonri ~ ya bogoshippo”, hanya satu kalimat yang ia ucapkan, dan tubuhku langsung tertarik dalam pelukannya.

“Oppa. . “, bisikku sambil membalas pelukannya

“Mianhae.”,

“Mwo? Untuk?”, ucapku sedikit terkejut dengan permintaan maafnya

“Untuk membuatmu khaawatir. Gomawo, masih mau mengkhawatirkan namja sepertiku. Saranghae”, dan akhirnya air mataku sekali lagi menetes saat bibirnya menyusuri dahiku.

‘Saranghae Yoonri~ya”

Dan, pada akhirnya aku mengerti, apapun yang terjadi. Aku percaya rasa ini akan tetap bertahan di tempat yang sama. Karena kekhawatiran,peringatan,nasihat,omelan,kebosanan, dan segala sesuatunya itu hanya satu fase dimana kita ingin menunjukkan rasa sayang kita, perasaan kita.

-end-

39 thoughts on “{SongFic Contest – RiHyuk Winner} Nagging

  1. Krna kbiasaan bca N bkin ff pke Author POV ato 1st Cast POV, jdi skrg agk aneh klo bca ff yg ada ganti2 POV gni. Hehehe..

    Seru! Hyuk t2p tlol, udh tw Yoonri mrah2 d tlpon, eh tu teri bracun msh bs cengar-cengir aja.. *dibunuhYoonri*

    Overall bgus, Chingu. Lbh bgus lagi kalo ada Junhyung’a..😄 *apabanget dh saya, dri kmren Junhyung mulu ._.

    Chukkae bwt author’a ya.. ^^
    N’ last, suka sama paragraf trakhir!

    • aku juga baru sekali ini nyoba pake POV gonta-ganti, yang bikin aja ngrasa aneh #plakkk, abisnya di lagunya kan itu yang nyanyi berdua, nyesuain sama lirik lagunya sih.ehehe ^^v

      Junhyung Beast kan chingu? aku juga suka dia, tapi lebih suka Dongwoon #ehhh

      Gomawo,uda mau baca ^^, chukkae juga, chingu juga menang kan😀

  2. Yaah~ end nya krg puas /slap ._.v

    ㅎㅎㅎ, chukkae buat yg menang ξ\(⌒.⌒)/ξ

    Emang2, masalah kaya gini lumraaah bgt ya xD

    Cie bgt unyuk bawa bunga segala hahaha..

  3. Waktu pertama baca ff ini, aq lgsg yg : HA??! Ejiigilee yoonri perhatian bet!!! *digampar* sumpah! Eunhyuk hrs ngerasa beruntung krn yoonri se-care ini. Ente pan biasa’y dicuekin bang😄

    tp emg, kadang qt suka jengkel sama org yg sering ngebawelin kita, nasihatin kita, ngingetin kita. Ampe kadang gedeeeegg bgt klo qt udh mulai diceramahin. Tp ssungguhnya yaaa itu u/ kbaikkan qt jg. Dan lgi, itu tanda’y org sayang ama qt.. *apadehguemulaiceramah*

    aaa.. Daebak dehh pokonya!! ^^ cukkhae yaaa :*

  4. aish…
    hyukjae berperan sbg bad boy..
    pdhl jelas2 yoonri khawatir..

    suka ma ending’y walaupun tetep gak bs ngebayangin hyukjae romantis, haha

    cukhae~ bwt yg menang…😀

  5. Cie unyuk monyet tumben nggak pelit. Beliin bunga. Gila hebat. Keajaiban monyet mengeluarkan uang

    Kereenn romantis sekalee. Yoonri disini khawatir banget. Tapi tetep karakter manjanya nggak berubah

    Cukhae yah🙂

  6. hai.. *batuk batuk ngelegain tenggorokan*
    ahh jeongmal gomawo >.< makasih banget ya buat songfic-nya :'') *sobbing*
    ini, romantis banget TT_TT
    saking romantisnya saya yang baca sampe nangis *aslinggakpakeboong*
    aku terharu ada yang buatin fiction buat rihyuk gitu *sobbing*
    huhu padahal rihyuk saya telantarkan TT_TT
    jeongmal gomawoyo buat songficnya :')
    makasih bangeeeeet ya TT_TT ga bisa ngomong apa apa lagi bingung :')
    maaf buat readersdeul yang kecewa rihyuknya menghilang :')
    i'll try to write :))
    sekali lagi makasih angggita TT_TT

    • aaa~ akhirnya dikomen sama kimmy eonnie *telat yang bales,mian eon ._.v*
      ehhee, romantis ya eon? syukurlah kalo eon suka *nyengir*
      kan uda nongol satu itu ff rihyuk buatan eon, ditunggu ff ff yang laen.😀
      ayo eon semangat nulis, ditunggu karyanya kimmy eon😀

  7. hyaaaaaa unyuuuu…. duh perhatian bgt ama nyukie ><
    "Karena
    kekhawatiran,peringatan,nasihat,omelan,
    kebosanan, dan segala sesuatunya itu
    hanya satu fase dimana kita ingin
    menunjukkan rasa sayang kita, perasaan
    kita." ini… ini manis banget deh…
    chukkae ya buat yg menang.. x)))

  8. nih pasangan emank kekanakan keq na..
    soal na sifat hyuki mank keq anak2.. *dihajar hyuk.. wkwkw..
    tp endingnya sosweet deh.. sama2 terbuka ama perasaanya koq.. hehe

  9. ceritanya sama kayak lirik lagunya,,seperti sebutir gula pasir.. Ringan tapi manis^^

    ehemm..ini yoonri kenapa jadi care begini? Wkwkwk, *dicekek grace*
    beruntung ye si abang teri dapetin cewe seperhatian yoonri..
    Yg aku gak habis pikir,sempet sempetnya hyuk cengar cengir gaje,padahal yoonri lg nangis di kamarnya.. Dasar..😄

    Ecieee..ada yg dikasi bungaaa, *suit suit/toel toel yoonri*

  10. Aigoo~ pada jago2 bkin songfic, berguru boleh g nih?? Hehe

    ceritanya so sweet:) like like like😀

  11. yoonrinya perhatian sama kunyuk..
    kunyuk so sweet banget pake bunga2an.. hhe..
    hhe…
    ceritanya simple sih kalo kata aku, ntah mungkin bawaan lagu tapi jadi kurang greget konfliknya kalo kata aku.. hhe..
    tapi udah bagus koq segini juga..😀

  12. Dan, pada akhirnya aku mengerti, apapun yang terjadi. Aku percaya rasa ini akan tetap bertahan di tempat yang sama. Karena kekhawatiran,peringatan,nasihat,omelan,kebosanan, dan segala sesuatunya itu hanya satu fase dimana kita ingin menunjukkan rasa sayang kita, perasaan kita.

    Ah suka banget sama kata2 yg itu. So sweet, ini ff nya manissss bangettt *gula kali*

    Selamat ya anggita-ssi sang pemenang😀 hadiahnya jan lupa bagi2 #plaak

  13. hadeh . emang udah nasip otaknya berkapasitas minimum yaa si hyuk .
    dikhawatirin malah ngejek ajumma . emang teri minta dipites (?)
    nice ff thor :DD

  14. ud pnh bca, tp pas mw komen g bsa2..
    ukh sbel wktu itu, jdx g komen..

    ckrg aq komen..
    tadaaa!!
    ini songfic unyuk bgd..
    yoonri ttp khawatir.an tp kn tnda cnta..
    si eunhyuk romantis bgd d sni..
    omo, mawar putih..
    unyu bgd dech..
    chukae bwt autorx ud menang..
    mian telat ucapin+telat komen..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s