{Hangover} #3

Author : Nisya @ccl_haejin

Genre : JinHaeXy Universe, Friendship, Romance

Length : Ficlet I guess

Rate : PG-13

Summary : KBS Music Bank Live in Paris, SHINee dan Felidis menjadi bintang tamu…

Hangover #3

 

”Mau menemani jalan tidak?”

   Aku membelalak, gadis ini bicara padaku? Memintaku? Dia tidak salah, kan? Aku mendongak, melihat dua mata bulatnya tengah intens menatapku. Serius. Sementara kurasakan pandangan dingin menyapu punggungku.

   ”Kau mau kemana? Ini sudah malam,” gumamku pelan.

   ”Aku mau jalan-jalan, cari wine,” jawabnya. ”Kau kan sudah pernah ke Paris, setidaknya aku tidak akan nyasar kalau kau menemani.” Kekehnya.

   Aku baru memperhatikan sesuatu, tawa itu, tidak sampai pada matanya. Mata bulatnya memang tengah menatapku, tapi senyumnya tidak sampai kesana. Matanya lain dari biasanya.

   Mungkin aku terdiam terlalu lama, dia tersenyum kecil maklum, lalu berbalik pergi.

   ”Jin-ah,” aku berdiri dan mengejarnya, tanpa kupedulikan dengusan dari belakangku. Aku, pria bodoh yang takkan pernah sanggup mengabaikannya. Kuikuti ia berjalan ringan sendirian dengan mata menjelajahi lobby hotel. ”Jin-ah, hei! Katanya kau mau minta ditemani!” seruku.

   Dia tersenyum kecil, melirikku sekilas dan menjawab. ”Kalau kau tidak keberatan kok, kalau kau lelah istirahat saja.”

   ”Eonnie!”

   ”Eonnie mau kemana?! Ikut‼!”

   Kami berhenti, dan melihat Kyorin serta Chihoon ikut berlari menghampiri kami, aku tersenyum sedikit sedih. Mereka takkan pernah membiarkan Eonnienya ini bersama pria lain selain Hyung, pasti.

   ”Aku mau jalan-jalan, kalian mau ikut? Tidak lelah?” tanya Haejin pada mereka berdua.

   ”Kami ikut!” Key dan Taemin sudah ada di sebelahku, Taemin tersenyum pada Kyorin, sementara Key menatapku intens, penuh perhitungan, tegas. Aku masih belum bisa melupakan suara dengusnya tadi. Aku tersenyum dan mengangguk, lalu kami berenam sama-sama keluar dari lobby hotel.

   Kami berjalan-jalan menikmati Paris di malam hari, ada beberapa penggemar yang mengikuti kami, tapi mereka tetap sopan dan menghargai privasi kami. Terlebih, siapa pun mungkin bisa merasakan aura berbeda dari Haejin. Berbeda dengan Chihoon dan Kyorin yang nampak menikmati Paris di malam hari, Haejin memilih menikmatinya dalam kesunyian.

   ”Ah toko wine,” Chihoon tiba-tiba berhenti dan melihat display yang memajang botol-botol wine dengan wajah ingin sekali. Key yang berjalan di sebelahnya ikut memandang botol- botol tersebut.

   ”Hei, kau masih di bawah umur! Jin-ah, lihat ini adikmu mau beli wine!” Key menoleh dengan suara mengadu.

   Tapi Haejin sibuk menatap menara Eiffel yang menjulang tinggi dengan lampu-lampu indah berkelip. Key menggeleng-geleng dan aku ikut melihat wine. Chihoon kelihatan kepingin sekali.

   ”Tapi kau belum punya KTP, Chihoonie,” bujuk Key.

   Chihoon masih diam saja.

   ”Bukan untukku,” katanya pelan. ”Aku mau membelinya… oleh-oleh…” Chihoon menoleh mencari Haejin, tapi dilihatnya Haejin masih sibuk memandang Eiffel, dan Chihoon menghela napas.

   ”Memang kau mau yang mana? Ya sudah aku yang ke dalam membelikan,” akhirnya Key mengalah. Chihoon tersenyum berbinar-binar dan menarik Key masuk ke dalam toko wine tersebut.

   Taemin dan Kyorin? Dimana mereka? Aku memandang berkeliling, tapi tidak menemukan kedua orang itu. Akhirnya aku mendekati Haejin yang masih terus menatap kosong ke arah menara Eiffel. Aku berdiri di sebelahnya, dan dia tetap tidak bergeming.

   ”Indah, ya?” tanyaku.

   Haejin tersenyum kecil, mengangguk. ”Ne.”

   Aku menoleh memerhatikan ekspresi wajahnya, muram, sedih, tak ada lagi senyum yang tergambar. Dia menghela napas kelihatan lelah. ”Hah~” katanya sambil terkekeh dan menggeleng-geleng.

   Apakah sesuatu tengah terjadi padanya? Wajahnya kelihatan sedih, dan dia menatap langit, seolah menahan air mata yang turun. ”Kenapa di depanmu aku tidak bisa berpura-pura tegar?” tanyanya lebih kepada diri sendiri, dan mengusap matanya.

   Hatiku mencelos. Dia ada masalah?

   ”Hei, apa yang terjadi?” tanyaku cemas. Kenapa belakangan ini kau selalu menangis, Jin-ah? Sudah berapa kali aku melihatmu menangis? Apa lagi yang terjadi? Apakah karena Hyung? Apa yang kau lakukan lagi? Tidakkah kau sedih melihatnya menangis begini?

   Haejin tersenyum kecil sambil mengusap matanya. ”Gwenchana, jebal jangan tanya apa-apa dulu.” Kekehnya berusaha menghapus sedihnya. ”Maaf, aku cengeng sekali,” dia buru-buru mengusap matanya lagi.

   Kuambil sapu tanganku dan kubantu ia mengusap matanya.

   ”Aku tidak mau membuat adik-adikku khawatir,” cicitnya cepat. ”Maaf, Minho-ya,” ia mengusap matanya terburu-buru. Aku mengangguk. Miris melihatnya begini, pura-pura tegar. Apa lagi yang ia rasakan sebenarnya? Apa yang terjadi kepadanya? Sakit melihatnya begini.

   Aku menghela napas, aku harus melakukan sesuatu. Dia harus tersenyum!

   ”Hei, aku tahu tempat yang menyenangkan untuk kita bermain malam ini,” aku menyikut lengannya bercanda, agar ia ikut ceria. Dia menoleh dan matanya melebar tertarik. ”Ayo, kita bermain!”

   ”Jinjja?!” tanyanya tertarik.

   Aku mengangguk. ”Kibum dan Chihoon juga harus ikut, tapi… aku tidak melihat dimana Kyorin dan Taemin.”

   ”Mwo?!” Haejin mengerjapkan matanya dengan bingung lalu memandang berkeliling dengan panik. ”Otokhe?! Minho-ya…”

   ”Tenanglah, mereka tidak hilang sendiri,” aku jadi menyesal memberitahunya.

   Tak lama Key dan Chihoon keluar menenteng tiga buah botol wine dengan Chihoon yang tersenyum manis. ”Tabungan habis,” kekehnya. Aku tahu anak nakal itu berbohong, aku tersenyum saja.

   ”Kyorin! Kyorin!” Haejin mulai memanggil-manggil.

   Ternyata Kyorin dan Taemin keluar dari toko permen di sebelah toko wine, Haejin menghela napas lega. Kuajak mereka semua ke sebuah taman dengan arena bermain sepeda. Sepeda besar model tahun enam puluhan, kami menyewanya tiga buah. Awalnya Haejin tidak mau bermain, dia mau duduk saja, tapi melihat adik-adiknya tertawa-tawa (Taemin membonceng Kyorin, begitu pula Key yang membonceng Chihoon), akhirnya Haejin mau juga bermain sepeda.

   Kami saling mengejar sepeda satu sama lain, Haejin menjerit-jerit senang ketika Key dan Chihoon mengejar sepeda kami. Haejin bahkan memeluk pinggangku erat agar ia tidak jatuh dari tempat duduk belakang di sepeda, dan dia tertawa lepas. Sementara Taemin dan Kyorin berkeliling taman dengan damai berdua.

   Syukurlah, begitu kami kembali ke hotel, dia sudah tersenyum senang. Hanya itu yang kubutuhkan sebagai oksigenku, tak perlu ia balas mencintaiku, yang penting ia tersenyum dan bahagia, itu saja cukup. Haejin, Kyorin, dan Chihoon kembali ke kamar mereka. Begitupun aku, Key, dan Taemin yang kembali ke kamar kami.

   Tapi, betapa terkejutnya aku saat kami masuk Jonghyun Hyung menatapku tajam dan menghampiriku. ”Ada pesan untukmu dari Donghae Hyung.”

   ”Donghae Hyung?!”

   ”Oh, sepertinya berita kalian bermain sepeda bertiga tadi sudah menyebar kemana-mana.” Jonghyun Hyung menggelengkan kepalanya.

   Key ikut menatapku tajam.

   ”Kami tidak melakukan apa-apa, kami hanya bermain sepeda, dan bukan hanya aku dan Haejin, Key dan Chihoon, Kyorin dan Taemin,” aku menunjuk Key dan Taemin. Key memutar matanya, Taemin memilih diam.

   Kubuka pesan dari Donghae Hyung yang ditunjuk oleh Jonghyun Hyung, isi pesannya membuatku sesak.

From : Hae Hyung ^^

            Jaga Haejin baik-baik… Minho-ya, jangan buat dia menangis seperti aku

 -Keut-

Hatiku mencelos. Ada apa ini?!

68 thoughts on “{Hangover} #3

  1. Donghaeee!! yg bener kamu udah tulus sama minho-haejin?! Huaaa aku ga terima aku JinHae shipper >_<
    Ayo donghae pertahankan cintamu lah, misalnya kejar Haejin ke paris gtu wkwkwkw
    lanjut Onn, kpn Jinhae bersatu kembali?😦

  2. andwae,,,,
    jngan xerah gt donk Haeppa,,,,!!!
    q g mo JinHae pisah bneran,,,!!!
    Minho,,,jngan dngerin pa kt Haeppa yg lg galau tu,,,!!!
    please satuin mrk lg,,,!!!
    km m q aj yah,,,!!!hahaha*plak

    dtnggu klanjutanx yah momma,,,pluuuussss klanjutan ff yg lain tentux,,,!!!hehehe^^

  3. hueee.. kta2 bang ikan itu singkat tp jleb!
    nyesek.. kpan mreka blikan? #gigitnemo
    ff lain stia d tnggu eon.. hwaiting!

  4. Jadi suka sama MinHae *dicincang donghae* kkkk itu JinHae kenapa deh?? Ribut lagi.. Aigooo. Donghae rela ngelepas Haejin gitu aja??😮
    lanjut yaaa ^^

  5. aduuuuuh ntah knp tiap abca hangover, bawaannya nyesek aja jd minho…
    udah lah haejin ma minho aja, donghae juga udah ikhlas tuh😄

  6. MINHAE JJANG!!!
    lama2 kenapa jadi MinHae Shipper yah???
    Coz capek hub kayak JinHae yg putus nyambung putus nyambung.. cemburuan apalagi klo udah ada kekerasan fisik..
    Mungkin butuh penyegaran buat masing2, menerima org lain buat menyadari siapa orang yg bener2 di cintai..😀

  7. ahh akhirnya bikin nyesek ih:/ hae segitu tersiksa-nya-kah dirimu?? Tapi kok saya seneng yah liat kamu tersiksa #plaak *ditendang hae* xD v

    Ecieeeee chi beli wine, buat umin yah?? Hahaha ;D buat kyo-taemin no comment deh kkk~

  8. Minhooooo~ sama aku aja yuuk hehe
    JinHae masih berantem ya?? Balikannya kapan?? u,u
    Kutunggu next partnya ya eon ^^

  9. yah.. yah.. yah.. jangan deh ampe minho tau masalah jinhae..
    meskipun yakin itu jinhae balik lagi.. #iyagitu?
    tapi mau gimana balik lagi kalo haenya nyerah… nyerahin haejin sama minho..
    ikan.. don’t give up!! #kibarbenderajinhae

  10. Ini tuh sambungannya di ff jinhaexy yah mana deh yah? Pernah bacalah pokoknya.. jadi ini toh yg bkin hae tiba2 ngirim pesan kyak gtu.. tuhkaaaan~ lagilagi choi minho bkin kesabaran abis deh.. knapa gtu dia nempelin haejin terus ish -_-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s