{91Liners} #1STEpisode ~Bumunim~

OMG!

Seriously, I’ve been waiting so long for this episode! Akhirnya tadi pukul 19.oo KST, stasiun SBS menayangkan tayangan perdana Teenage Running Man ; 91Liners yang dibintangi idol-idol kelahiran tahun 1991, termasuk uri Electric Leader, Lee Haejin!

Kami dari f3lidisjjang.com sudah berhasil menghimpun Cut Video uri leader dari episode satu, dan sudah tidak sabar untuk menanti episode dua! Jangan lupa silakan tinggalkan komentar kalian setelah menonton ya ^^

Teenage Running Man ; 91Liners

Teenage Running Man…”

   ”91 LINERS!”

   Lima orang gadis berdiri di sisi kiri, sementara lima orang pria tampan berdiri di sisi kanan.

   ”Woah, ini masih pertengahan Januari,” Eli menatap langit.

   ”Ini sudah akhir Januari,” koreksi Dongwoon sambil terkekeh, sementara Haejin, Nana, Min, Nicole, dan Hyorin tertawa melihat Eli yang salah tingkah dan protes pada Dongwoon yang menegurnya.

   Eli meneruskan. ”Intinya ini masih dalam suasana musim dingin.”

   ”Ya kalau begitu bilang saja kalau ini masih dingin,” Mir sekarang ikut-ikutan menyudutkan Eli.

   ”Iya iyam ini masih musim dingin!”

   Kelima gadis kembali tertawa-tawa lagi.

   ”Keundae, kita sekarang berkumpul di?” Minho menoleh ke belakang. ”Ah gedung SBS Yeouideo, dan sebelumnya, kami dari 91Liners mengucapkan, selamat tahun baru…”

   ”Selamat tahun baru!” seru kesepuluh orang itu sambil membungkuk.

   Eli meneruskan. ”Semoga ada Teenage Running Man ini bisa meneruskan sukses senior kita Running Man, dan mengalahkan rating acara tetangga yang membahas masalah rumah tangga.” Lagi-lagi semuanya tertawa.

   ”Tapi, itu… ya, kalian tidak kedinginan pakai pakaian seperti ini?” tanya Dongwoon menunjuk kelima gadis-gadis itu. ”Kami saja yang pakai stelan jas lengkap masih kedinginan.”

   ”Dingin, lah… makanya kita harus cepat!” seru Min sambil memeluk tubuhnya. ”Kalian jangan banyak bercanda makanya!”

   ”Oh dingin ya? Haejin kayaknya tenang-tenang saja tuh memakai mini dress seperti itu, Jin-ah, kau kedinginan?” tanya Jinwoon.

   Haejin yang tertawa-tawa memperhatikan teman-temannya terkekeh kecil. ”Keurom, dingin sekali!”

   Minho tiba-tiba melepaskan jasnya lalu menyampirkannya di bahu Haejin yang terbuka. Membuat Hyorin, Nicole, Nana, dan Min berteriak. ”GYAAAAAAAAAAAAAAAA‼!”

   ”Ya! Minho-ya, kenapa kau curi start?!” Eli protes dan mendorong-dorong Minho dengan bercanda sementara Dongwoon dan Mir menarik-narik tubuh Eli, dan Jinwoon tertawa-tawa bersama gadis-gadis.

   ”Itu yang harus laki-laki lakukan jika ada wanita yang kedinginan!” sahut Minho kalem.

   ”Min duluan yang kedinginan kenapa kau memberikan mantelmu pada Haejin? Jinjja! Haejin jatahku!”

   Haejin menggeleng-gelengkan kepalanya.

   ”Mosshita…” Nicole bergumam sambil merangkul Haejin dan menontoni laki-laki yang tengah berkerumun protes itu.

   ”Keurae, mari kita berikan mantel kita pada mereka,” akhirnya Jinwoon membuka jasnya, diikuti Eli, Mir, dan Dongwoon yang bergantian, dan sedikit bingung dan pusing hendak memakaikan jas mereka pada siapa.

   Akhirnya jas Eli dipakai Nana, jas Dongwoon dipakai Hyorin, jas Jinwoon dipakai Nicole, dan jas Mir dipakai Min.

   ”Kalau begitu sebagai perkenalan, sepertinya kita harus memperkanalkan diri kita masing-masing terlebih dulu,” kata Nicole menyarankan. ”Dan juga memberikan ucapan dan harapan kita di tahun baru ini.”

   ”Ah, majyeo!” semua menyetujui.

   ”Kalau begitu ladies first, dari ujung sana,” tunjuk Mir.

   Hyorin menunjuk dirinya sendiri. ”Aku?”

   ”Bukan, yang disana tuh… yang jauh tuh disana, di halte!” canda Mir kembali membuat Hyorin melempar pandangan tajam dengan senyum geli di wajahnya dan Mir tertawa.

   Mereka melakukan perkenalan yang sorot secara close up, dimulai dari Hyorin, Min, Nana, Nicole, Haejin, Minho, Jinwoon, Eli, Mir, dan terakhir Dongwoon. Setelah melakukan perkenalan mereka langsung diminta mengganti pakaian resmi mereka dengan pakaian yang tergolong ’tua’ dan mereka didandani sedikit lebih tua daripada usia mereka, dan pakaiannya juga ’tua’.

   ’Camera, rolled… action!’

   ”PD-nim, pertama-tama saya mau bertanya,” kata Eli. ”Judul acaranya 91Liners atau 70Liners sih?”

   Semua kembali tertawa.

   ”Tema kalian hari ini adalah ’Bumunim’.”

   ”Orangtua?!” tanya kesepuluhnya bingung.

   ”Ne, tema hari ini adalah ’Orangtua (Bumunim)’ kalian berpasang-pasangan, dan setelah itu kalian akan diberikan misi sebagai orangtua.’

   ”Jamkaman! Menjadi orangtua?!” tanya Mir heran. ”Ini Running Man atau Hello Baby?”

   PD Nim hanya terkekeh dari balik kamera dan meneruskan. ”Sebelum kalian menjadi orangtua dan menjalankan misi kalian untuk hari ini, pertama-tama kalian harus memilih pasangan terlebih dahulu.”

   Mereka bersepuluh mengangguk.

   ”Cara memilih pasangan kali ini adalah, dengan memanggil nama pasangan yang kalian inginkan, ditambahkan dengan embel-embel Eomma atau Appa. Jika dia menerima, maka dia akan menjawab hal yang sama, tapi jika dia menolak dia akan menjawab… Salah sambung.”

   Lagi-lagi hal ini memancing tawa dari kesepuluh artis tersebut.

   ”Kalau begitu, kita mulai pemilihan pasangannya yang pertama! Choi Minho-ssi kau bisa mulai duluan…”

   Minho berdeham dengan bersemangat.

   ”Aigooo, perasaanku tidak baik!” Eli bergumam, Dongwoon dan Mir menertawainya bersama.

   ”Ehem! Haejin Eomma…”

   Haejin yang sedang tersenyum saja menunggu, terkejut dengan sapaan lembut dari Choi Minho barusan. Dengan wajah terperangah dan tersipu-sipu, diiringi ledekan heboh dari Nicole, Nana, Hyorin, dan Min, Haejin menutup wajahnya dengan malu-malu.

   ”Nah kan! Dia selalu mencuri start,” Eli menunjuk Minho tidak puas pada Mir.

   Haejin melepaskan kedua tangannya dari wajahnya dan terkekeh malu-malu. ”Minho Appa!”

  1. Minho & Haejin
  2. Eli & Nana
  3. Mir & Min
  4. Dongwoon & Hyorin
  5. Jinwoon & Nicole

Setelah kelima pasangan sudah berdiri saling berdampingan, kini mereka menerima mission card.

Carilah seorang anak di bawah usia enam tahun dan bawalah ia ke Amusement Park

”Culik anak maksudnya?!” tanya Eli.

   Nana menjitak kepalanya. ”Bukan! Kita harus mencari seorang anak yang mau berakting sebagai anak kita. Aish, Eli-ya, jinjja! Kaja!”

   ”Hah?! Mencari anak dimana?!” tanya Eli bingung, tapi ikut saja Nana mengajaknya ke mobil.

   Min dan Mir, menelengkan kepala mereka dan menghela napas berat. ”Mireu, anak yang mana?” tanya Min. ”Apakah aku tidak dipertimbangkan sebagai seorang anak-anak?” tanya Min dengan tingkah sok polos, sementara Mir menariknya agar tidak bertingkah irasional, juga menuju mobil.

   ”Aku punya keponakan,” Dongwoon memberitahu Hyorin.

   ”Jeongmal?! Kita pakai dia!” seru Hyorin, dan dia serta Dongwoon mengikuti Eli-Nana dan Mir-Min mengambil mobil/

   Jinwoon dan Nicole saling pandang bingung. ”Tetangga bisa?” tanya Nicole bingung. ”Setahuku di dorm Kara ada seorang ibu yang menjadi penggemar Kara dan memiliki bayi!”

   ”Kita kesana!” seru Jinwoon ikut pergi bersama Nicole.

   Tinggallah Haejin dan Minho masih di sorot kamera yang masih setia di depan gedung SBS, sementara beberapa VJ sudah mengikuti yang lain. Minho menggigit bibirnya keras.

   ”Kita harus cari anak-anak!”

   ”Oh, tapi dimana?” tanya Haejin bingung. ”Di bawah enam tahun, kau tidak punya saudara atau keluarga yang memiliki anak kecil?”

   ”Hahaha, ada, tapi di Incheon. Kau?”

   ”Di Busan,” sahut Haejin sama polosnya.

   Keduanya kini tertawa heboh mendengar kata-kata menggelikan yang mereka lontarkan berdua. ”Yang jelas kita harus bergegas sekarang! Bisa-bisa Dongwoon-Hyorin atau Jinwoon-Nicole yang sudah pasti memiliki anak!”

   Haejin ikut berlari menuju mobil yang tersisa, yang sudah dilengkapi dengan kamera-kamera. Dia duduk di kursi depan, bersama Minho di sebelahnya yang memakai sabuk pengaman dan mulai menyalakan mesin.

   ”Tetangga?” tanya Haejin.

   ”Aku tidak kenal dengan tetanggaku,” Minho mulai menekan pedal gas dan menjalankan mobil tersebut, diikuti oleh mobil staff di belakang mereka, menembus jalanan kota Seoul.

   ”Kalau begitu siapa? Tetanggaku, aku tidak kenal tetangga juga,” Haejin membetulkan kuncirannya. ”Aku belum bertemu anak bayi belakangan ini.” Kekehnya kemudian.

   Minho ikut tertawa. ”Tapi kita harus mendapatkan bayi!”

   ”Tempat penitipan bayi?” usul Haejin.

   ”Mereka takkan dititipkan untuk waktu yang lama, dalam dua jam mungkin ibunya yang berbelanja akan kembali.” Gumam Minho sambil terus berpikir keras. ”Kita tidak boleh kalah!” ujar Minho berapi-api.

   Haejin tertawa geli. ”Aku tidak tahu harus pakai bayi siapa! Ah!” Haejin menepukkan tangannya bersemangat sambil menoleh memandang Minho. ”Anakmu! Minho-ya, anakmu!” ujarnya bersemangat.

   ”Aku belum punya anak!”

   ”Aish! Anakmu itu lho… Hello Baby, yang mirip sekali denganmu, yang menggemaskan!”

   ”Yoogeunie?” tanya Minho.

   ”Ne! Yoogeun, ah jinjja! Aku ingin sekali bertemu dengannya, ayolah Minho-ya, dia saja yang jadi anak kita.”

   Minho langsung tertawa dan nampak malu. ”Uri aegi?”

   ”Ne,” Haejin memandang ke depan. ”Kan kita jadi bumunim. Dan jeongmal, Minho-ya, ketika acara Hello Baby-mu tahun 2009-2010 lalu, aku selalu menontonnya. Aku penggemar berat Jung Yoogeun, dia begitu lucu, tampan, dan pandai menari…” Haejin menjelaskan.

   Minho mengangguk-angguk. ”Ne, dia memang sangat berbakat.”

   ”Dan kalian tidak memiliki seorang Eomma untuk mengasuh Yoogeun, ah, andai saja saat itu kalian memanggilku, atau Taemin meneleponku saat dia memang ingin mencarikan Eomma!”

   ”Kau suka anak-anak kudengar?”

   ”Sangat! Mereka lucu! Aku suka menonton Hello Baby, terakhir Kyumin, dia juga lucu. Tapi aku sangat menyukai Yoogeun!” kata Haejin berapi-api. ”Bagaimana apa kita bisa pakai Yoogeun sebagai anak kita?”

   ”Aku punya nomor orangtuanya.”

   ”Ne, teleponlah, lalu kita jemput kesana!”

*           *           *

”Yoogeun-ah!”

   ”Minho Appa!”

   ”Gyaaa dia memanggilmu Appa!” jerit Haejin histeris sambil terus mengekor di belakang Minho, dan Minho meraih Yoogeun dalam pelukannya, dan menggendongnya. Disekitar mereka seluruh VJ tengah merekam momen-momen tersebut.

   Minho tersenyum dan mencium pipi Yoogeun. ”Yoogeun-ah, Appa bogoshipo?”

   ”Bogoshipo,” ujarnya sambil memainkan rambut panjang Minho, membuat Haejin mengerang senang dan gemas.

   ”Jinjjayo? Seberapa besar?”

   Dan Yoogeun mengangkat kedua tangannya seolah membuat lingkaran besar. ”Sebesar ini…”

   ”Ahhh, yeppeoda…” seru Haejin.

   Minho terkekeh. ”Ah iya, Yoogeunie, kemarin Appa berjanji akan mencarikan Eomma untuk Yoogeun. Yoogeun ingat?”

   ”Gyaaa, aku jadi Eommanya!” Haejin terkikik pada kamera yang disorot oleh seorang VJ.

   ”Oh.” Yoogeun mengangguk.

   ”Nah ini, Eommanya…” Minho membawa Yoogeun menatap Haejin yang tersenyum super sumringah pada Yoogeun sambil melambai-lambai. ”Haejin Eomma, panggil Haejin Eomma… yang nanyi Aegyo Chu~”

   Haejin tergelak.

   Yoogeun memperhatikan Haejin dengan intens.

   ”Haejin Eomma ini, istri Appa…” kekeh Minho sambil malu sendiri setelah mengatakannya. ”Jadi, Yoogeun harus memanggilnya Eomma, arachi?”

   Haejin menjawil pipi Yoogeun pelan. ”Annyeong, Yoogeunie, ini Eomma…” Haejin geli sendiri mengatakannya. ”Jeongmal! Andai anakku perempuan nanti, akan kujodohkan dengan Yoogeun.” Kali ini ganti Minho yang terbahak-bahak.

   ”Hei, Yoogeun kan sudah jadi anakmu, kalau nanti kita punya anak lagi, dia adik Yoogeun.”

   ”Ah, ye… mianhae, Yeobo!”

   Dan mereka berdua tertawa geli bersama-sama diiringi tatapan Yoogeun yang heran dari gendongan Minho. Setelah pamit pada kedua orangtua asli Yoogeun, Minho dan Haejin menggandeng Yoogeun yang berjalan ditengah, diantara keduanya, dengan tangan menggandeng masing-masing jemari Minho dan Haejin.

*Taman Bermain*

”Kita sampai!” kata Haejin sambil melepaskan sabuk pengamannya, dan menggendong Yoogeun, yang dengan senang hati melingkarkan kedua tangannya pada lehernya. Minho kemudian turun terlebih dahulu dan membukakan Haejin pintu, lalu mengambil Yoogeun, dan membawanya dalam gendongannya. Sebelum akhirnya mengulurkan tangannya dan membantu Haejin keluar.

   ”Ya ya ya!” seru Eli dari tempat recording yang sudah di tentukan, dengan deretan kamera dan para PD yang sudah merekam beberapa pasangan yang telah tiba. ”Apa itu?”

   Nana bersorak-sorak bertepuk tangan bersama anak perempuan kecil yang berdiri ditengah mereka. ”Haejin dan Minho benar-benar seperti pasangan muda!”

   ”Majyeo!” seru Min dan Mir iri dengan anak laki-laki kecil yang digendong oleh Mir.

   ”Kenapa kita justru terlihat seperti sosok kembar tiga?” Min bertanya pada Mir yang langsung tertawa terbahak-bahak.

   Haejin melingkarkan tangannya pada lengan Minho sambil terus menggandeng tangan kecil Yoogeun dan mereka bertiga melangkah mendekati pasangan Eli-Nana dan Mir-Min.

   ”Ya! Kalian adalah pasangan ketiga yang sampai, oh… ada lagi yang menyusul!”

   Keenamnya menoleh dan tertawa lagi melihat Hyorin dan Dongwoon membawa dua bayi sekaligus, nampak kerepotan dengan barang-barang bawaan mereka. Keduanya benar-benar kerepotan.

   ”Kyeopta!” Haejin dan Nana bahkan ikut berlari menghampiri Hyorin dan Dongwoon, yang membawa keponakan kembar Dongwoon tersebut. Mereka menurunkan tas, yang pastinya berisi perlengkapan si kembar.

   ”Boleh gendong?” tanya Haejin pada Dongwoon.

   Dongwoon menyerahkan bayi yang digendongnya pada Haejin lalu membantu Hyorin menurunkan tas yang disandangnya, kru mulai ikut membantu mereka, sementara para orangtua dari anak-anak yang dibawa, yang pastinya ikut serta juga, nampak sedikit khawatir.

   ”Gyaaaa! Yoogeunie,” Haejin membawa bayi yang digendongnya pada Yoogeun yang digendong Minho. ”Lihat ini namdongsaeng… Yoogeun mau punya adik?” tawarnya, membuat Minho langsung tersedak menahan tawanya dan Min, Mir, serta Eli berteriak histeris.

   ”Jin-ah, kau mau membuatkan adik untuk Yoogeun?” tanya Mir tidak percaya. ”Daebak!”

   Bahkan para kru tertawa.

   Haejin dan Minho terkekeh dan menggeleng-geleng tidak bermaksud bercanda seperti itu. Akhirnya Hyorin dan Dongwoon sudah bisa leluasa menggendong dua bayi tersebut, dan sekarang kedatangan Jinwoon dan Nicole bersama anak tetangga di apartemen Nicole membuat semua bersorak juga.

   Gadis kecil berusia sekitar dua tahun itu tertidur di gendongan Jinwoon.

    ”Kalau ini seorang Appa yang membawa dua anak perempuannya jalan-jalan,” komentar Dongwoon, dan Nicole tertawa.

   ”Bumunimdeul, silakan berdiri di tanda X yang tersedia, sesuai urutan kedatangan kalian masing-masing.”

   Kelima pasangan beserta ’anak’ mereka berdiri di setiap tanda X tersebut, dan tak lama mereka masing-masing diberikan mission card dengan perintah yang nampaknya berbeda satu sama lain.

   ”Silakan jalankan misi yang tertulis pada mission card kalian,” kata PD kemudian. ”Setelah misi tersebut selesai, maka kalian akan mendapatkan mission card untuk misi selanjutnya.”

   Haejin dan Minho membaca kartu yang diberikan pada mereka. ”Datanglah pada permainan Cup Berputar dengan menggendong anakmu di pundak, disanalah letak mission card kalian berikutnya. Jangan lupa saling memakai nickname Eomma-Appa sebagai Bumunim dan membahasakan ’anak’ kalian bahwa kalian adalah Bumunimnya untuk hari ini.” Minho dan Haejin saling pandang.

   ”Cup Berputar itu disebelah mana ya?” tanya Haejin bingung.

   ”Kita harus cari secepatnya, Yoogeunnie, kau naik di bahu Appa ya,” kata Minho memberitahu Yoogeun. ”Agar kita bisa segera menemukan tempat itu.” Lanjutnya pada Yoogeun yang mengangguk.

   Haejin mencubit pelan pipi Yoogeun sebelum akhirnya Minho menaikkannya di atas pundaknya, dibantu oleh Haejin. Lalu mereka mulai mencari wahana Cup Berputar tersebut, diiringi oleh beberapa VJ, dan beberapa petugas keamanan yang menghalau citizen yang ingin mengambil gambar mereka.

   ”Woah!” gumam Minho. ”Yoogeunie, senang?” tanya Minho lagi. ”Disini banyak permainan ya?”

   ”Oh!” Yoogeun nampak bersemangat melihat berbagai permainan.

   ”Yoogeunie mau naik permainan apa?” tanya Haejin mendongak cukup tinggi agar melihat Yoogeun yang duduk di pundak Minho. ”Nanti kita naik ya, sekarang kita akan main Cup Berputar dulu.”

   ”Mau naik itu…” Yoogeun tiba-tiba menunjuk komedi putar yang memang berputar-putar dengan musik anak-anak yang mengiringi.

   ”Ah kau mau naik itu? Jinjja? Nanti ya kita naik itu ya… Eomma mau naik apa?” tanya Minho pada Haejin.

   Haejin terkekeh kecil dan menunjuk. ”Eomma mau naik ayunan putar itu,”

   ”Yakin? Memang Eomma berani?” ledek Minho.

   ”Kan ada Appa yang melindungi…”

   Dan mereka lagi-lagi menertawakan cheesiness mereka berdua sambil terus berjalan. Dan tiba-tiba Minho memekik. ”Oh! Omo! Eomma, itu Cup Berputar, kan?!” tunjuknya.

   ”Ne, majyeo! Palli!” dan keduanya berlari mendekati wahana tersebut.

   Dan disana sudah ada seseorang berseragam biru dengan banner : 91Liners Bumunim Race.

   Dan PD yang bertugas untuk pasangan MinHae memberikan mereka mission card lagi.

   ”Race : Ini adalah wilayah kalian! Sekarang, salah satu dari kalian harus mengambil kaus kaki dari Putri pasangan Jinwoon-Nicole, sementara salah satu dari kalian harus menjaga anak kalian agar kaus kakinya tidak diambil oleh orang tua lain. Jika kaus kaki anak kalian terambil, maka kalian gugur!

   ”Omo!” Haejin memandang Yoogeun yang masih dalam gendongan Minho, sementara Minho berpikir keras. ”Jadi ini misinya adalah mengambil kaus kaki putrinya Jinwoon-Nicole?” tanya Haejin pada PD.

   PD mengangguk. ”Jinwoon-Nicole pun memiliki tugas yang sama seperti kalian.”

   ”Itu artinya mereka akan mengambil kaus kaki Yoogeun?” tanya Minho juga.

   ”Bisa jadi mereka, bisa juga pasangan lain.”

   Minho dan Haejin kembali saling pandang dengan wajah cemas.

   ”Kalau begitu, kita harus melindungi Yoogeun,” kata Minho dengan yakin. ”Dan harus mendapatkan kaus kaki anaknya Jinwoon-Nicole agar kita bisa maju ke babak berikutnya.”

   Haejin mengangguk serius. ”Kalau begitu lebih baik bersembunyi di dalam salah satu cangkir,” tunjuk Haejin.

   ”Aku akan mengambilkan kaus kaki,” Minho menurunkan Yoogeun.

   Haejin masih menggigit bibirnya berpikir keras.

   ”Yoogeunie, kau disini bersama Eomma ya,” Minho memberitahu Yoogeun yang mengangguk.

   Haejin kemudian menarik tangan Minho. ”Appa, apakah semua ’Appa’ yang akan menyerang? Berarti ada kemungkinan Jinwoon Appa, Dongwoon Appa, Eli Appa, atau Mir Appa yang akan menyerangku dan Yoogeun kan?”

   ”Kemungkinan besar begitu,” Minho menjadi khawatir.

   ”Huft, Appa… kalau mereka yang menyerang, aku dan Yoogeun tidak akan mungkin menang,” kata Haejin khawatir.

   Minho menggigit bibir, memandang Haejin dan Yoogeun bergantian. ”Iya, jika wanita melawan laki-laki pasti kemungkinan besar yang wanita yang akan kalah, apalagi Eomma harus melindungi Yoogeun.” Wajah Minho nampak keruh.

   ”Kalau kemungkinan besar para Appa yang akan menyerang, bagaimana kalau Eomma yang menyerang?” tanya Haejin pada Minho yang membelalak kaget.

   ”Kau yakin?”

   ”Ne!” Haejin mengangguk bersemangat. ”Rencanaku begini, kalau nanti ada Appa yang kesini mau merebut kaus kaki Yoogeun dan disini ada Appa, Appa bisa melindungi uri Yoogeun. Sementara aku akan melawan Nicole, bukankah kekuatannya jadi seimbang?” tawar Haejin dengan mata berbinar.

   ”Ah bahta! Eomma daebak!” Minho mengacungkan tangannya.

   Haejin membalas tosnya. ”Kalau begitu, Yoogeunie, Eomma pergi dulu membawakan Yoogeun kaus kaki! Yoogeun disini bersembunyi dengan baik bersama Appa, oke?” Haejin berjongkok agar sejajar dengan Yoogeun.

   Yoogeun mengangguk.

   ”Eomma high five.” Haejin mengacungkan tangan kanannya, dan Yoogeun langsung menyambutnya. ”Peluk!” Haejin membuka tangannya dan Yoogeun memeluknya, Minho tertawa.

   Menoleh pada kamera ia bergumam. ”Seperti mau berpisah saja.” Sambil tersenyum.

   ”Eomma poppo,” pinta Haejin.

   Dan Yoogeun langsung mencium bibir Haejin, dan Haejin bersorak-sorak kegirangan sementara Minho melongo. Haejin kemudian berdiri dan menghadap VJ-nya. ”Tenaga sudah terisi! Anakku sudah memberi semangat, hahaha…” tawanya bahagia.

   ”Eomma hwaiting!” Minho dan Yoogeun menyemangati, sementara Haejin kemudian berlari mencari lokasi Jinwoon dan Nicole menyembunyikan anak perempuan mereka di taman hiburan sebesar ini.

*All Mission*

 

  1. Eli & Nana = Menonton Wahana 3D
  2. Mir & Min = Gajah Terbang (Mengambil kaus kaki putra Haejin-Minho)
  3. Minho & Haejin = Cangkir Putar (Mengambil kaus kaki putri Jinwoon-Nicole)
  4. Dongwoon & Hyorin = Roller Coaster Kecil (Mengambil kaus kaki putri Mir-Min)
  5. Jinwoon & Nicole = Perahu Layang (Mengambil kaus kaki putra Hyorin-Dongwoon)

Mir, Haejin, Dongwoon, dan Jinwoon sedang dalam perjalanan mereka menuju mangsa masing-masing dikarenakan Eli dan Nana beserta anak mereka datang paling pertama, maka Eli-Nana otomatis masuk final, sementara keempat pasangan lain menunggu siapakah yang akan bertarung di final bersama Eli-Nana?

-To Be Continued-

PS : Tunggu preview cut video episode kedua ^^

57 thoughts on “{91Liners} #1STEpisode ~Bumunim~

  1. yaaaaaaa *loncat girang
    yoogeun…. peyuk peyukkk… poppooooo….
    haejin nikmatin bgt jd eomma yoogeun..
    ngiri dehhhh.. minho appa kamu emng appa sejati *peyuk
    hahahaa
    suka sama pasangan min n mir..
    eli lucu yahh dongwon jg lucu..
    hahahaa pokox ngakak bacax.. ^^

  2. kyaaaaaaaa~~~ hahahahaa
    yoogeunieee… bogoshipeooo…
    hahhaa… kenapa jadi kangen sm yoogeun??😀
    sumpah ini kocak hahaaa.. haejin girang bgt ktmu yoogeun, pasti kaya bocah bgt kelakuannya..
    hahhaaa
    lucu lucu lucuuuuuu😀

  3. hiyaaaaaaat 91 liner seru bgt! Ahhh nyesel deh bru bacaaa
    Aduh ampun dah ya minhae couple nebar kt2 gombal mulu… Pantes poppa gk mw nonton lg 91 liner wkwk

    Ohy mia jg ngakak dah ama kelakuan anak 91 liner gk da yg bener eh tp jinun bener deh hoho

    Ok mia mw lanjut langsung bc ah…

  4. Istri appa? Yeobo? Kan ada appa yg melindungi? IGE MWOYAA??!!! *dilindes*
    Iyuuu cheesy banget yah haejin sama minho.. haduh jadi ga rela.. poppa saya banjir itu kyaknya #pukpukpoppa~
    Luc lucu lucu tapi tidak untuk MinHae yah.. aku antisnya MinHae #plakk~ paling ngakak pas sosok kembar tiga Min, Mir sama anak yg dibawanya..ihihi ngakak😄

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s