[RinWon] Back to December

Title : Back to December

Author : Kimmy a.k.a Grace

Category : Songfic

Genre : Angst

Length : Oneshot with 2239 words

Cast :

Choi Siwon

Park Ririn

This is just a fiction which i made because i don’t have any thing to do. This fiction is made esp for Siput unnie and all of my readers.

Credit song : Back to December by Taylor Swift

 

I’m so glad you made time to see me

How’s life, tell me how’s your family

I haven’t seen them in a while

Aku akhirnya kembali melihat sosoknya, sosok itu. Sosok yang selama setahun ini membangun rasa bersalah yang tidak pernah terpikirkan dulu. Keegoisan, ketakutan, ketidak percayaan. Perpaduan itu semua yang membuatku berdiri disini. Berdiri memandanginya dengan tatapan memuja namun tidak dapat dipungkiri adanya rasa keterpurukan yang amat dalam.

Aku berjalan mendekati mejanya yang tedapat di pojok coffee shop ini, dia masih sama. Dia masih suka memandangi ke luar tembok kaca, mengamati lalu lintas Seoul yang akhir-akhir ini cukup padat. Menikmati pemandangan dengan secangkir kopi hangat, espresso yang selalu di pesannya. Dulu, aku ada di sana. Di hadapannya, menemaninya menghabiskan waktu yang dulu kurasa membosankan namun sekarang aku tau itu menanangkan.

Dia menoleh dan melambai ke arahku dengan senyuman. Senyuman itu, yang setiap hari selalu aku nikmati. Senyuman yang dulu aku anggap hanya senyuman formalitas. Namun sekarang aku sadar, Tuhan telah menciptakan sebuah senyuman menjadi mahakarya yang indah. Karena itu senyumannya. Aku menghembuskan nafas lalu menampakkan seulas senyum. Senyum percampuran antara rasa senang, bersalah dan berharap.

Akhirnya, akhirnya aku ada dihadapannya. Jarak kami hanya terpaut satu meter atau mungkin kurang. Aku, bisa menemuinya kembali. Setelah semua yang terjadi, setelah selama satu tahun ini. Aku bisa bertemu dengannya.

“Hai..”

Suaranya, aku mendengar suara itu lagi. jadi aku tidak bermimpi. Aku tidak sedang dalam halusinasiku ataupun mimpi-mimpiku. Ini nyata, dia ada dihadapanku. Namun yang berbeda adalah keadaan dan waktu. Ya benar, keadaan.

“Hai..”

Aku tersenyum lagi, senyum bahagia sekarang. Aku duduk dihadapannya, sama seperti dulu. Namun sekali lagi, ini bukan lagi dulu. Sekarang semua sudah berubah, sudah berbeda.

“Sudah lama menunggu? Maaf kau tau sekarang Seoul macet..”

“Tidak, kau santai saja Ririn-ssi. Kau mau memesan sesuatu?”

Ririn-ssi, aku menyadari perubahan itu. Tidak ada lagi kata-kata ‘Rin-ah’ atau ‘Baby’. Hanya ada Ririn-ssi, Park Ririn-ssi. Mendengar dia memanggilku saja perih seakan menggerogoti hatiku sedikit demi sedikit. Ironis dan menyedihkan, begitulah aku.

“Apa saja..”

“Ehm, apa saja yang jelas tidak mungkin kau kupesankan secangkir kopi bukan? Aku sedang tidak ingin mengantar seseorang ke rumah sakit”

Dia tersenyum, lubang itu bertambah besar. Bukan karena melihatnya tersenyum, melihat senyumnya adalah salah satu kebahagiaanku sekarang. Tapi bagaimana dia masih mengingat detail kecil tentang aku. Mengingat bahwa aku tidak bisa meminum kopi, dia masih mengingatnya. Aku tersenyum lagi, memandangi relief dihadapanku dengan sempurna.

Gambaran wajahnya tercetak sempurna, seperti karikatur dewa Yunani. Sempurna, karena itu dia. Karena itu Siwon. Karena itu orang yang ternyata aku cintai, Choi Siwon.

“Bagaimana kabarmu?”

Dia memulai percakapan lagi, tak seharusnya aku diam begini terus. Aku yang memulai semua, aku juga yang seharusnya berusaha. Tapi lidahku rasanya kelu, dan luapan kebahagiaan bercampur penyesalan mengantui. Membuatku tak bisa perpikir jernih.

“Baik, semua berjalan dengan lancar.”

Semua, kecuali hatiku.

“Bagaimana denganmu? Siwon-ssi? Apa kabar Appa dan Umma mu?”

Akhirnya aku mengucapkannya, memaggil namanya. Siwon-ssi, aku tak ingin memanggilmu dengan nama itu. Keluarganya. Sudah lama aku tak bertemu, tentu saja. Kejadian itu sudah berlalu kurang lebih satu tahun. Dan tak seharusnya aku memutus silaturahim dengan orang tuanya seperti ini.

Everything is good, semua berjalan dengan sangat lancar. Dan orang tuaku, mereka Puji Tuhan baik-baik saja. Dan aku harap begitu juga dengan keluargamu.”

Tak seharusnya aku berharap seperti itu, seharusnya aku bahagia mendengarnya melewatkan waktu satu tahun ini dengan baik. Tetapi kenapa rasanya seperti ini?

You’ve been good, busier than ever

We small talk, work and the weather

Your guard is up, and i know why

“Aku ikut bahagia jika kau bahagia..”

Aku mengucapkannya, dengan nada yang tersirat penuh kekecewaan mendalam. Kulihat air mukanya berubah, tak seharusnya aku berkata seperti itu. namun bukanlah Choi Siwon jika dia tidak berbuat selayaknya seorang malaikat. Dia masih tersenyum padaku.

“Kudengar kau di China, mengurus cabang perusahaan ayahmu disana ya?”

Di minumnya cangkir dihadapannya, sebelumya dia menghirup bau dari kopi itu, kebiasaannya,

“Begitulah. Ternyata tanggung jawabnya sangat besar, terkadang ingin rasanya keluar dari belenggu itu. Namun aku harus melakukannya demi orang tuaku.”

Anak yang baik, berbakti pada orang tua.

“Pasti yang akan menjadi istrimu nanti akan bangga padamu..”

Aku tak sadar menyuarakan pikiranku itu. air mukanya kembali berubah, tak seharusnya aku mengungkit masalah sensitif ini.

“Terima kasih..”

Hanya itu, hanya itu yang keluar dari mulutnya namun tetap dengan seulas senyum. Senyum malaikatnya.

Because the last time you saw me is still burned in the back of your mind

You gave me roses and i left them there to die

Kenangan akan selalu membekas di hati serta pikiran. Entah kenangan indah maupun buruk. Dan aku tak menyalahkannya yang masih mengingat kejadian itu. Kejadian di malam itu. semua orang bahkan diriku sendiri akan memaki kebodohan yang telah kuperbuat.

Hubungan kami, semua orang mempertanyakannya. Apakah kami sepasang kekasih? Atau hanya berteman? Jujur saja kami tidak pernah menyatakan kami adalah sepasang kekasih. Tidak ada kata-kata permintaan darinya untukku menjadi kekasihnya. Yang kutau dia hanyalah sosok laki-laki sejati.

Dia menarikku dari keterpurukan cinta yang sebelumnya. Memberiku rasa nyaman dan ketergantungan. Seperti tak bisa hidup tanpa dia, atau lebih tepatnya harus bersamanya sebanyak yang kubisa. Jadi tanpa kata-kata itupun kami seperti sudah terikat. Namun itu hanya di awal, aku hanya merasakannya di awal. Dan aku merasa jenuh setelah menjalaninya hingga tahun kedua.

Hingga saat itu aku yang dengan bodohnya memilih keputusan yang salah. Keputusan yang kusesali sampai saat ini.

So this is me swallowing my pride

Standing in front of you saying i’m sorry for that night

And i go back to December all the time

“Siwon-ssi.. Ani, Siwon-ah..”

Dia menatapku dengan wajahnya yang tergambar jelas bahwa dia cukup terkejut. Aku menguatkan hatiku, mencoba melawan egoku. Meruntuhkan gengsi yang ada dan menghadapi yang akan terjadi nanti.

“Aku.. minta maaf..”

Dia diam namun tersenyum lagi. sedikit terkejut dengan jawabannya yang seperti enggan membahas ini semua.

“Kau tak salah apa-apa, kenapa harus minta maaf?”

“Siwon-ah..”

Aku tak mau hanya berakhir seperti ini, harus ada kejelasan untuk kami berdua. Bukan kami, tapi aku. Karena aku pun tau dia bisa tanpaku, tapi aku? Bahkan aku tak tau kalau satu tahun ini aku masih hidup. Kulanjutkan kata-kataku sesaat setelah dia meminum kopinya, menenangkan kegelisahan yang terpancar.

“Malam itu, tentang malam itu. Aku minta maaf. Aku, baru menyadarinya sekarang. Kebodohanku, tidakan konyol dan ketidak dewasaanku. Maaf atas semua itu..”

“Tanpa kau meminta, aku sudah memaafkanmu Ririn-ah. Dan setelah aku berpikir kembali aku tau bahwa apa yang kau lakukan itu wajar. Tidak ada yang salah. Jadi sudah tidak usah seperti itu..”

Tuhan, kenapa kau ciptakan makhluk sebaik dia?

It turns out freedom ain’t nothing but missing you

Wishing i’d realized what i had when you were mine

I go back to December, turn around and make it alright

I go back to December all the time

Aku tau. Seperti yang aku katakan, aku tidak merasa seperti hidup selama satu tahun ini. dulu kupikir semua akan baik-baik saja. Semua akan terasa lebih menyenangkan. Suasana baru yang kudambakan, yang tidak kudapatkan dari hubungan saling ketergantungan yang monoton itu.

Iya monoton, kami memang selalu berbuat sesuatu yang manis. Menorehkan cerita dengan semua hal yang manis. Tidak berubah. Awalnya menyenangkan dengan seperti itu, merasa menjadi gadis paling beruntung. Namun rasa jenuh mengalahkan itu semua. aku butuh merasakan perasaan yang lain.

Namun ternyata aku memang dulu menjadi gadis yang paling beruntung. Setelah aku melepas semua, merelakan dia pergi dengan perasaan bahagia –dulu- aku merasa hidupku lebih menyedihkan. Aku tidak merasakan kebebasan yang ku idamkan dulu. Yang kurasakan hanya kekosongan hatiku, kekosongan dan merindukannya.

Semua sudah terlambat, aku terlambat menyadarinya. Seandainya saja aku tidak bersikap seperti itu. Semua akan baik-baik saja, bahkan mungkin kami sudah hidup bahagia dengan rumah tangga kami. Dan dengan bodohnya aku selalu berdoa, berdoa agar aku yang dulu menyadari ini lebih awal dan menjalani dengan senang hati. Dan dengan bodohnya berharap bisa kembali pada saat itu. Di bulan Desember.

These days i haven’t been sleeping

Staying up playing back myself leaving

When your birthday passed and i didn’t call

Kemarin, aku mendengar kabar dia kembali ke Seoul. Terbesit pikiran untuk menemuinya setelah argumen yang kulakukan dengan pikiranku sendiri. Malam itu aku tidak tidur. Menelisik lembar demi lembar masa lalu yang ternyata sangat manis. Kembali menyesali tindakan bodoh itu. Berandai-andai tentang kelanjutan hubungan kami jika kami tetap bersama.

Namun itu hanyalah kata-kata jika. Jika, artinya aku salah memilih. Bukankah memang begitu? Dahulu aku hanya berpikir aku yang sakit dengan keadaan ini dan memilih mengakhiri semua. tapi aku tak pernah berpikir apakah dia juga merasakan sakit yang sama. Apakah itu berpengaruh banyak dalam kehidupannya. Atau dia merasakan sesuatu yang lebih sakit dari pada apa yang aku rasakan.

Dengan kejamnya aku melewatkan ulang tahunmu tanpa sebaris katapun ucapan selamat terucap. Bukan, bukan karena aku tak bisa. Aku hanya lagi-lagi kalah dengan rasa ego yang bisa sebegitu besar. Mengalahkan semua. Siwon-ah, mianhae..

Then i think about summer, all the beautiful times

I watched you laughing from the passenger side

And i realized i loved you in the fall

Musim panas dua tahun lalu kami habiskan di pantai. Busan, menjadi saksi bagaimana sepasang sejoli ini menikmati hembusan angin. Menyapa permukaan kulit kami. Kami menikmati itu semua dengan perasaan cinta yang meluap-luap.

Saat itu lah aku menyadari bahwa aku mencintaimu. Saat melihat tawamu aku menyadarinya. Betapa aku membutuhkanmu seperti aku membutuhkan oksigen. Kau belai rambutku dan tersenyum. Senyum yang tak pernah bosan aku lihat bahkan sampai sekarang. Kenangan yang indah, membekas dan terpatri dengan bingkai indah di salah satu sudut hatiku.

And then the cold came, the dark days when fear crept into my mind

You gave me all your love and all i gave you was goodbye

Aku kembali ke saat ini, saat sekarang menghadapinya lagi. mengumpulkan keberanian kembali.

“Won.. aku sayang kamu..”

Dia tercekat, rahangnya mengeras. Aku tau dia terkejut, sangat terkejut dengan pernyataan barusan mengingat setahun yang lalu apa yang aku lakukan padanya masih belum hilang dari ingatannya.

“Kesalahanku, kebodohanku, ketidak dewasaanku yang menghancurkan semua. Seperti yang semua bilang, penyesalan akan ada di akhir perbuatan. Dan aku sadar, aku salah. Aku menyesali semua, menyesali kejadian setahun yang lalu yang ternyata tidak untuk kebaikanku. Hanya untuk memenuhi egoku, keinginan semuku.”

Aku yakin aku tampak sangat menyedihkan sekarang. Air mata mengalir tanpa ada isakan. Tangisan yang jika dilihat kau akan ikut bersedih atas kesedihan mendalam yang dialami. Siwon menangkupkan tangannya dan meraub wajahnya. Terlihat frustasi. Apakah aku salah? Apakah aku salah mengatakan semua? Aku hanya tidak ingin menyesali kebodohanku yang tidak mengaku untuk kedua kalinya. Apapun jawabannya nanti akan berdampak lebih baik bagiku.

I miss your tan skin, your sweet smile so good to me, so right

And how you held me in your arms that september night

The first time you ever saw me cry

Maybe this is wishful thinking

Probably mindless dreaming

But if we loved again, i swear i’d love you right

I’d go back in time and change it, but i can’t

So if the chain is on your door i understand

Jika ada kesempatan, jika memang masih ada yang dinamakan kesempatan kedua. Aku ingin sekali melakukannya untuknya. Untuk Siwon. Laki-laki yang tidak terasa mengajariku bahwa cinta itu bukan hanya tentang perasaan. Namun juga tentang rasa saling memahami dan mengerti. Tentang kesabaran, karena dalam suatu hubungan tidak ada yang berjalan mulus.

“Aku tidak memaksamu Siwon-ah, aku hanya mengatakan apa yang kurasakan. Urusan tentang apa kau mau dan tidaknya bukan masalah utama disini. Aku hanya ingin kau tau, aku masih menyayangimu dan akan terus begitu.”

Dia memelukku, merengkuhku dalam dekapan. Dekapan yang sangat kurindukan. Posesif, hangat namun terasa pas. Terasa memang dia tercipta untukku. Dia membelai rambutku dan isakanku keluar. Akhirnya aku tak bisa menahan lagi, aku menangis terisak di pelukannya. Setidaknya bila jawabannya tidak aku ingin moment ini berlangsung lebih lama. Dan aku akan merekam semua, detil ini semua.

Semua hal terakhir yang akan aku lewati dengannya. Akhirnya dilepaskannya pelukan itu sesaat setelah isakanku berhenti. Dia menatap mataku, kubalas tatapan itu memandang tepat ke manik matanya yang hitam kecoklatan. Mata indah itu, yang selalu kupandangi saat hariku berjalan tidak menyenangkan. Namun hanya dengan melihat kedua mata itu dia membuat hari yang baru untukku, hari yang lebih indah.

“Rin-ah..”

Dia, dia memanggilku apa?

“Maafkan aku..”

Aku tau hanya dengan kata-kata itu semua aku tau bahwa ini benar-benar berakhir. Aku memaksakan seulas senyum.

Hanbeonman,  hug me please.. Jebal, for the last time.

Aku ingin merasakan benar-benar untuk yang terakhir kalinya kehangatan pelukannya, dekapannya. Aku benar-benar tak ingin semua berakhir, tapi aku tau cepat atau lambat pelukan ini akan berakhir. Begitu juga ketika aku melangkah keluar coffee shop ini. semua akan berakhir, kisahku dengannya, dengan Choi Siwon akan berakhir. Aku membalikkan badanku dan memberinya senyuman untuk terakhir kalinya. Senyum perpisahan, senyuman terima kasih atas semua yang telah dia berikan. Terima kasih Choi Siwon, terima kasih atas semua.

Siwon POV

Aku juga menyayangimu Rin-ah..”

-FIN-

Nyahh nyahhh nyahhh happy new year saudara saudara sekalian😀 halo dan maaf baru bisa update. Finally i start the new year with mellow dramatic Songfic :p how how? Gantung? Nyebelin endingnya? Nyahahaha suka dan maksud saya emang gitu *ditampol* enjoy your new year eve readers JinHaeXy! Thanks for support me❤ and this fiction is for my unnie, Siput unnie. I read that you want RinWon angst fiction. It’s not as good as yours but i hope it can make you feel better and tambah semangat buat skripsinya. And i think this is for all of the readers who miss RinWonTic *count me in* hahahaha thank you❤

33 thoughts on “[RinWon] Back to December

  1. kyaaaaa…grace!!!!! knapa gantuuuuung???? ending pd saat yg tdk tepat…#nangisguling2# ahhh..tumben-tumben ririn kyk gni…tabahkan hatimu ririn-ssi..hiks-hiks…

  2. RinWon… Hadeeeeuuuuhhh tahun baru mlh dpt crita sedih (˘̩̩̩~˘̩̩̩ƪ)
    Mpuuuuuttt we’ll miss ur writing…

    Grace, u’re success to make me sad #tanggungjawab!!!

  3. Kangen sma rinwon,kangen pangglan baby ma hubby. .
    Tp end’a kx gntung y thor?bkin lnjtn’a d0nx thor,bkin rinwon brsatu. .XD

  4. ini alur ff nya ngena banget thor…
    jadi ikut terhanyut #ehh
    tahun baru jadi ikut galau menye menye gini wkwk :p
    yah kok gantung, but its ok. nice ff thor😀
    anyway happy new year 2012 thor😀

  5. Sama kayak reader lainnya..kangen banget sama rinwon..sama kyunara juga..it’s ok…awal tahun meriah dengan ff galau dari kimmy..:p

    pas banget isinya..kapan kalian kembali wahai author2 yg maybe..sibuk ditempat masing2…nara sibuk ngurus perusahaan di jepang, ririn sibuk nulis diholand..untung jinhaexy penuh author2 berbakat…ini cukup mengobati rasa kangen sama ChoChoiLee..:)

    Keep fighting!

    Eniwei..nanti post RiHyuk yah..:p
    *reader bawel*

  6. kangeeen RinWonTic,,
    awal tahun baca beginian ditemani hujan dan diktat kuliah itu rasanya galau,,, haha
    akhirnya gantung dan cukup bikin nyesek T_T
    ayooo buat Mput Onnie semoga cepet selese skripsinya dan kembali kepelikan Siwon Oppa #eh

  7. awal thn bc cerita yg galau2…
    kangen RiWon tp ending’y gantung..
    entah knp menurutku malah happy ending, haha

  8. Author aq msih bngung ma endingnya….
    Jd itu siwon ma ririn pisah gto?? Tp kug sad ending sich… Ahh pusing bngung gr” jln critanya…..

  9. Kangen RinWon couple,,,

    Ff na bagus, bner” angst
    Jd ikut ngegalau,,
    Tp sayang ending na ngegantung,,

    Msih penasaran knapa siwon ga mw balikan ma ririn??

  10. Akhirnya Rin Eonnie kesampean ada yg bikinin Riwon Sad FF.. haxhaxhax..
    Eonnie ayo comeback..
    Grace, nice FF.. Bikin Galau.. Pengennya sih ada lanjutannya nih FF..😀

  11. Gyaaaa RinWon \(´▽`)/ udh lama banget banget bangeeetttt gak baca RinWon😀
    Bagusss😀 tp sedih bangettt T_T
    Dan bingung sm endingnya #plaak
    Ahhh gantung tung tung u,u
    Ah biarlah, keren kerennnn \(´▽`)/

    Ne, happy new year too unnie #telat

  12. ahh~, wae wae? berpisah? saling menyangi kan??
    TT___TT *biting lips*
    aigoo~ emang penyesalan cuma kita sadari di akhir.. huwaaaaaaaaaaaahhhh
    tapi, tapi, mereka kan sweet bersama??
    dan masih saling mencintai.. huwaaaaaaaaaaaaa
    TTT__TTT

  13. A a a.. hana dul set #plakk~ ini kenapa sedih banget songficnya..uhuhu pagi pagi pula bacanya pas masih sepi :3
    Aku kirain awalnya yg ngeliatin orang minum kopi itu siwon yg ngeliatin ririn eh malah kebalik gtu.. kasiaaaaaaan~ emang nyesel pasti belakangan. Jenuh wajar tapi yah mungkin itu emang udah digarisin kayak gtu dari sananya.. sabar yah ririn #pukpuk
    Paling ngenes pas ririn udah jujur tapi gabisa ngubah keadaan apapun. Itu dia yg bkin paling nyesek.. yaoloooo~ won, klo masih sayang juga kenapa ga balik lagi? kenapa harus minta maaf? Duh yah ribet orang dewasa u,u

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s