{The Felidis} 1st Covering Concert Day 1 Fanaccount

Title : {The Felidis} 1st Covering Concert Day 1 Fan Account

Author : @ccl_haejin

Length : One Shot

Genre : JinHaeXy Universe, Humor, Concert Adaptation

Rating : PG

Main Cast :

  • Lee Haejin
  • Lee Kyorin
  • Cho Chihoon

Summary :

Fleur De La Supergirl alias Felidis, adalah girlband besutan JYP Entertainment, yang memulai debut mereka pada tahun 2009 lalu. Setelah sempat tenggelam, nama mereka kembali terangkat setelah pada tahun 2010 membawakan variety show yang memang dikhususkan untuk mereka, The Felidis Show, acara tersebut diputar di stasiun televisi MBC, dan mengundang para idol untuk di cover lagu dan tarinya oleh Felidis.

Setahun berselang setelah acara tersebut berakhir, Felidis menjadi semakin terkenal setelah menelurkan album perdana mereka, Breaking The Heart di bulan April 2011 lalu, dan menjadi Oricon Empresses setelah memulai debut Jepang mereka Juli 2011 lalu.

Karena kesuksesan Felidis itulah, pihak MBC bekerjasama dengan pihak JYP Entertainment menyelenggarakan konser covering yang belum pernah dibuat oleh grup manapun sebelumnya.

{The Felidis} 1st Covering Concert Day 1

Seoul Olympic Stadium dipenuhi dengan ribuan orang yang memegang lightstick beraneka warna, meski dominasi warna silver light sky ada dimana-mana. Riuh rendah gumam semangat, terdengar di seluruh penjuru tempat duduk yang menghadap ke panggung yang telah di desain begitu spektakuler.

   Seoul Olympic Stadium memang biasa dipakai untuk menggelar konser besar, misalnya Super Show 4, yang baru saja dilangsungkan beberapa minggu yang lalu. Dan kini, untuk pertama kalinya, gilrband besutan JYP Entertainment, Fleur De La Supergirl, atau biasa disapa Felidis, menggelar konser covering perdana mereka.

   Pemandangan tak biasa namun terlihat begitu mencolok adalah warna lightstick yang begitu beragam. Tentu saja, ternyata lightstick itu adalah lightstick official Felidis, namun dengan warna yang dapat berubah mengikuti warna-warni lightstick grup yang akan ditampilkan pada malam hari ini, 17 Desember 2011.

   Panggung tersebut berbentuk garpu, dengan setiap ujung yang berkaitan satu sama lain, sehingga membagi dua penonton eksklusif di dalam lingkaran panggung terdepan tersebut.

   Di dua tempat eksklusif tersebut, duduklah para tamu undangan, atau dengan kata lain namja idol dan yeoja idol baik grup maupun solo, yang diundang secara khusus oleh ketiga gadis yang menggawangi grup Felidis tersebut. Dapat terlihat jelas, member Secret, Afterschool, Sistar, f(x), SHINee, 2NE1, 2AM, T-Ara, Girl’s Day, B2ST, B1A4, CN Blue, Orange Caramel, Wonder Girls dan DBSK yang akan di cover hari ini. Juga, ada Super Junior, Sistar, Kara, Brown Eyed Girls, SNSD, 2PM, Miss A, MBLAQ, Infinite, U-Kiss, Z:EA, dan A Pink, terlihat hadir juga.

   Tepat pukul tujuh, lampu mulai mati, dan hanya sedikit kerlip lampu sorot, menyinari panggung yang besar tersebut. Suara semakin riuh, dan atmosfer excited mengalir dari berbagai sisi ruangan.

   Kemudian, layar-layar besar yang disediakan mulai mengeluarkan sinar cahaya putih kemerlap, dan sound system mulai melantunkan nada tegang yang biasa muncul sebagai efek-efek film.

*VCR*

It’s flowers of girls…

Supergirl…

How can I let you go…

   Dentum musik di dominasi dengan efek-efek gitar dan drum yang meningkatkan suasana tegang. Gumplan api mulai terlihat di layar, api itu benar-benar berwarna merah membara, bunga-bunga apinya berbentuk kelopak, dan membentuk lingkaran deras di langit yang gelap, desing-desing bunga api berbentuk kelopak itu kemudian mengitari The New 7 Wonders, mulai dari Pulau Komodo di Indonesia, hingga berakhir di Pulau Jeju, Korea Selatan.

   Dan kini bunga api tersebut melingkari sebuah siluet, yang latarnya kini telah berganti menjadi abstrak dengan warna-warna gelap empat dimensi. Sosok itu awalnya kabur, namun perlahan-lahan, seperti memadat, dan kemudian menjadi amat sangat jelas. Sesosok wanita ramping, dengan rambut pendek. Tubuhnya jangkung, dan kini ia memakai gaun berwarna merah melambangkan api.

   Setelah wajah dan sosoknya jelas, seluruh stadion berteriak mengumandangkan namanya.

   ”Chihoon.” Desis Narator.

   Chihoon berjalan lurus dengan elegan, wajahnya mengesankan karakter kuat dan tegas dari api yang melingkarinya dan efek asapnya, dalam gerakan lambat.

   Perlahan Chihoon menghilang, digantikan efek desau angin yang kuat dan bertiup. Angin tersebut di dominasi warna ungu yang juga berbentuk kelopak bunga. Angin itu kini kembali mengitari langit dengan dominasi warna-warnanya tersebut. Melintasi tujuh bangunan-bangunan bersejarah di dunia, mulai dari menara Pisa hingga Tembok Cina.

   Dan perlahan, dengan latar yang berubah menjadi langit dan awan, angin berbentuk kelopak bunga itu mengitari sebuah sosok yang kabur, namun kembali perlahan-lahan memadat, menampilkan sosoknya. Seorang gadis berambut panjang, lurus, matanya tegas, namun memiliki garis wajah anggun yang tak terkalahkan.

   ”Kyorin.” Desis Narator kembali.

   Penonton kembali berteriak-teriak riuh tatkala sosok Kyorin berjalan lurus dengan anggunnya. Pembawaan tenangnya cocok dengan efek angin yang mengibarkan rambut dan gaun ungu mudanya. Efek angin tersebut, perlahan menghilang mengiringi perginya Kyorin.

   Kemudian gelembung air berbentuk kelopak muncul perlahan-lahan, bunyi airnya yang lembut, tenang, namun kemudian menghanyutkan muncul, dengan dominasi warna biru tersebut seolah-olah memberikan efek tenggelamnya samudera-samudera di dunia. Mulai samudera Hindia, hingga Atlantik semua dilalui oleh gelembung berbentuk kelopak bunga itu.

   Kemudian latar belakang itu berubah menjadi abstrak empat dimensi dengan warna hitam dan biru elektrik. Gelembung kelopak bunga itu kemudian berputar mengitari sosok kabur yang kemudian menjadi jelas tersebut. Gadis berambut panjang, bergelombang, memakai gaun biru, dengan ekspresi wajah dingin seolah baru muncul dari dalam air.

   ”Haejin.”

   Dan penonton bersorak histeris tatkala sosok Haejin berjalan lurus dan memberikan efek decak air dalam tiap langkahnya yang dibuat lambat. Kemudian, dari dua sisi Haejin, baik kanan maupun kiri, mengikuti Chihoon dan Kyorin berjalan lambat mengikuti Haejin yang memimpin di depan, dengan efek elemen mereka masing-masing mengikuti ketiganya.

(Ket Outfit : Chihoon – Haejin – Kyorin)

Elemen itu menyatu, dan penonton bersorak histeris lagi, manakala elemen tersebut pecah, dan ketiga member Felidis tersebut telah muncul di panggung utama bersama banyak back up dancers mereka.

   Perlahan, ketiganya, dan juga enam back up dancers berbalik pada saat yang bersamaan, memunggungi para penonton yang telah bersorak-sorak riuh bersemangat.

   Haejin yang tubuhnya di tertutup oleh Kyorin, perlahan muncul, dengan gerakan mengesankan, dan hentak kaki yang seperti irama. Haejin memberikan senyum pertamanya yang misterius, dan ’mengundang’ sebelum dia melakukan gerakan menyapu lantai dengan sepatu tap.

   Perlahan-lahan, dengan gerakan gemulai ala balletnya, Haejin mulai bergerak kembali ke tengah dan dan berdiri di sisi Kyorin, sehingga kini punggung Kyorin dan Chihoon terekspos.

   Haejin mulai melakukan solo tap dance, yang kemudian langsung disambut dengan big applause dari para penonton yang sudah menangkap apa yang Haejin cover. Afterschool Gahee, Let’s Step Up.

   Haejin berputar perlahan sambil mendesah pada wire microphone-nya. ”Are you ready?!” tepat Haejin berbisik, Kyorin dan Chihoon berbalik dengan gerakan mengesankan, dan senyum terbaik mereka.

   Haejin terus melakukan solo tap dance sendirian. ’Come on!’ Haejin melakukan spin cepat dengan satu tangan terentang. ’Ah!’ desahnya lagi. Lalu Kyorin dan Chihoon bergabung dengannya. ’Let’s go!’

   Kini posisi segitiga dibalik, Chihoon di ujung belakang, sementara Haejin dan Kyorin sejajar. Chihoon freeze dengan kedua tangan di pinggangnya sementara Haejin dan Kyorin, serta dua back up dancers melakukan tap dance, sambil berteriak berirama. ’Yeah…’

   Keduanya membentuk garis miring dan berteriak. ’Yeah!’ lagi. Chihoon kemudian melangkah maju ke depan, sementara Haejin dan Kyorin mundur ke belakang. Chihoon dan tiga back up dancers kini gantian melakukan tap dance.

   ’Ah… ah… hi!’ teriak Chihoon berirama. ’Ah… ah…’ dan Chihoon membuat gerakan menarik anak panah, mempersilakan Haejin dan Kyorin maju kembali. Ketika keduanya telah memimpin di depan, Chihoon kembali menjadi sumbu segitiga. ’Ha!’ teriak ketiganya.

   Tap dance terus berlangsung berlawanan arah sehingga formasi terlihat indah. ’Uh… uh…’ ketiganya melakukan spin secara berkala, mulai dari depan, perlahan-lahan ke belakang, hingga akhirnya Chihoon terakhir spin.

   ’Óne!’

   Ketiganya membentuk garis lurus dan saling menepukkan tangan dan melakukan wave pada saat berlawanan. ’Yeah!’ Haejin dan Kyorin membuka formasi dan tinggal Chihoon di tengah melakukan solo tap dance sendirian.

   ’Good girl!’ Chihoon melakukan wink, Kyorin dan Haejin kembali menutup formasi, menjadi garis lurus lagi. Dan pecah lagi, kali ini Haejin di sebelah kiri, dan Chihoon di sebelah kanan, sementara Kyorin dengan anggun menepukkan tangannya dan melakukan solo tap dance.

   ’Yeah!’

   Chihoon dan Haejin berbalik memunggungi penonton, dan menyatu kembali dalam formasi garis lurus. Dan kembali menghadap penonton. Perlahan-lahan mereka membuka formasi, membuat kembali formasi segitiga sambil meletakkan tangan di pinggang dan berlari di tempat.

   ’EVERYBODY MOVE!’ suara rapp desah Haejin terdengar. ”Stop! No way! Urineun jeoldae never jincheo… Felidis Flyers and others, this sound micyeo, michyeo…” ketiganya membentuk lingkaran dan melakukan tap dance yang kali ini dikombinasikan dengan gerakan tangan. ’Stop! No way! Da bolsseo da bbajyeo beoryeosseo, Okay? This way!’ ketiganya melakukan spin lagi.

   Haejin mengeluarkan desis pelan. ’You know what it is? Guess who’s back?!” dan ketiganya strike a pose. Kyorin melakukan X form dengan satu kaki menyentuh lantai, Haejin berdiri di belakangnya, dan Chihoon bersandar pada Haejin.

   Suara piano kemudian muncul ketiganya berdiri dan maju semakin mendekat ke depan panggung. Tepuk tangan riuh kembali terdengar. Saat ketiganya mulai melakukan koreografi Shampoo. Mereka di pecah menjadi tiga formasi, Chihoon paling kiri, Kyorin di tengah, dan Haejin di pinggir kanan, pada saat menarikan bagian intro dengan masing-masing dua back up dancers di belakang mereka.

   ”Shampoo ga dwego shipeo, Geudae ye meori karake na heulleo naerimyeo,” Haejin maju ke depan sambil bergerak gemulai.

   Kemudian di sisi kiri, Chihoon yang menyanyi. ”Jiteun naye hyanggiro, geudareul gamssago shipeo yo…”

   Kyorin di tengah mulai menari sambil menyanyi. ”Dareun hyanggireul, sarang haet damyeon Ijen jiwo beoryeo yo…” dengan senyum anggun dan gerakan yang sama anggunnya.

   Haejin muncul lagi berpindah ke tengah. ’Sesange eobtneun hyanggi deullo neol yeongwonhi neol chwi hage hal geoya…’ Haejin dan Kyorin kini menyebar ke kanan dan kiri, sementara Chihoon maju menyanyikan reff,  ”Hokshi neo byeol byeol byeol iyuro, nareul seulpeuge hamyeon, Neoye nuneul tta gabge hal geoya…”

   Dan ganti Haejin kembali ke tengah. ”Amudo neoreul gajji mot hage, nareul mudhyeo dul geoya Nae hyanggi neun ji ulsu eobseul geol…”

   Kyorin berpindah sebagai centre, sementara Chihoon dan Haejin dengan posisi duduk menari gemulai di bawah. ”Cheoeum neol bwasseul ttae, Neo ege, punggi neun hyanggi ga neomu shilheosseo.  Jigeum kkajin da ijeo Ije nae, hyanggiman mudhillae.”

   Haejin memimpin berjalan ke sisi tengah panggung berbentuk garpu tersebut, ketiganya meninggalkan panggung utama, mendekat ke arah tribune yang langsung disambut sorakan riuh, karena kemudian Haejin mengeluarkan senjata pamungkasnya, rapp seksinya.

   ”Ibsuri sarangeul yaegi hal ttaen, geuttaen uri sarangeun the end! Niga naege bbajyeosseul ttae, geuttaen ilcho do neomu gireo, Tik tok, yu tok, wi tok, uri shiganman jakku heureugo, Nae gaseumi teojil geotman gata, na ireon niga miwo…”

    Lagu Shampoo dibawakan dengan elegan dan indah, hingga ke pose terakhir saat mereka seolah-olah memainkan piano. Ketiganya masuk ke dalam perut panggung, menghilang diiringi tepuk tangan riuh dari para penonton.

   Tidak menunggu waktu lama, ketiganya tiba-tiba muncul di masing-masing ujung panggung berbentuk garpu tersebut, telah melepaskan pakaian ballet yang tadi mereka kenakan. Berganti dengan jaket kulit ketat berwarna merah, yang tidak menutupi perut rata mereka. Mereka juga mengenakan celana pendek kulit dan sepatu boot hitam selutut, dan langsung membawakan Bang! dengan amat sangat enerjik.

(Kiri: Let’s Step Up & Shampoo Outfit, Kanan : Bang! & Because Of You Outfit)

Ketika lagu Bang! berakhir, ketiganya merapat, dan back up dancers mereka langsung menghilang, manakala nada pelan merana diputar, dan Haejin mulai menyanyikan bagian Afterschool Gahee dalam lagu Because of You.

   Selain Haejin yang memamerkan kebolehannya dalam rapp, Chihoon tidak kalah memamerkan suara emasnya saat nada tinggi di bait terakhir.

   ”Yah! Kamsahamnida!” teriak Chihoon setelah mereka selesai menyanyikan tiga lagu Afterschool tersebut, mereka bertiga membungkuk dan kemudian kembali ke panggung utama sambil mengambil wireless microphone yang dipegang oleh tangan dan melepaskan wire mic yang di telinga mereka.

   ”Siap untuk covering selanjutnya?!” tanya Haejin pada para penonton.

   ”YAAAA!” seru para penonton.

   ”Oke, kita siap untuk covering selanjutnya, adakah yang sudah bisa menebak kami akan membawakan apa?” tanya Haejin lagi sementara Kyorin dan Chihoon tersenyum di sampingnya.

   Suara-suara kembali riuh.

   ”Ah, semua laki-laki disini malu-malu,” keluh Haejin sambil menggeleng-geleng.

   ”Ne…” Kyorin dan Chihoon mengangguk.

   ’Shy boy!’ seru Haejin sambil berlari ke tengah lagi diikuti kedua adiknya, dan lagu Shy Boy mulai mengalun.

   Dari gaya mereka yang tajam saat membawakan cover Afterschool, sekarang berganti dengan sweet dan aegyo saat membawakan Shy Boy dari Secret. Ketiganya berpencar ke tiga sudut berbeda saat membawakan lagu Shy Boy. Setiap giliran mereka bernyanyi, mereka akan bertingkah super genit, dan mengedip-ngedipkan mata mereka, lalu menaik-naikkan bahu mereka. ’Ah… ah… ah… I don’t know…’ selalu membuat para penonton menjerit girang.

[Haejin’s Rapp] Ttak saenggin daero nol janha, ah Bad Boy

Ttak bbaenjil bbaenjil saenggin, neo neo Fly Boy

Dalkomhan soksak imbodan deum jikhan mameul gajin Boy

You R My Boy, naegero Come In Come In Come In Come In Boy

[Chihoon High Note]Saranghae SHY BOY neol saranghae, geureohke sujubeo haji malgo

Joshimsshik naegero dagawa jwo

[All]You R My Shy Shy Shy Boy (Shy Shy Shy Boy)

Oh Oh Oh My Boy (My My My Boy)

Jalsaeng giji anha do, maeumi ttadeut han geureon namja Oh

Say Say Say Boy (Say Say Say Boy)

Say Say Say My Boy (My My My Boy)

One two three four saranghae ijeneun sarang handa malhae jwo Shy Boy

   Di bagian reff ketiganya tetap membawakan koreografi Shy Boy, meski di tempat berbeda. Barulah ketika bagian rapp, ketiganya berkumpul di tengah-tengah. Setelah Haejin membawakan rapp-nya, Chihoon kembali memamerkan suara emasnya di bagian bridge, yang langsung mendapatkan standing ovation dari seluruh penjuru Seoul Olympic Stadium.

   Dan sekali lagi, setelah Shy Boy selesai, ketiganya menghilang ke dalam perut panggung, dan VCR kembali di putar. VCR tersebut memperlihatkan ketiganya dalam ruang ganti indah dengan dekorasi super mewah. Ketiganya mengenakan gaun panjang yang mahal menatap ke arah cermin, sementara di belakang mereka seorang PD terus menerus membacakan kegiatan mereka.

   Dari sisi kiri, Chihoon melipat kakinya, diikuti Haejin, dan Kyorin. Wajah mereka terlihat bosan, dan lelah. Akhirnya ketiganya berdiri, dan mendorong si PD dengan angkuh, lalu ketiganya melemparkan senyuman angkuh mereka dan pergi dengan langkah elegan.

   Tiba-tiba saja ketiganya sudah keluar lagi di atas panggung. Memakai dress berwarna pink dengan kerutan-kerutan lucu, dan memakai mahkota. Ketiganya kemudian berjalan dengan anggun ke panggung bagian tengah.

O nae mamiya mamiya mami mamiya

   Para penonton kini bisa menebak dengan pasti lagu siapa yang akan mereka bawakan kali ini. Dan kini di layar, keempat member Secret tengah disorot, ketiganya memberikan tepuk tangan antusias.

   O nae mamiya mamiya mami mamiya

   Ketiganya terus berjalan dengan langkah elegan, sesekali berhenti, dan lanjut lagi berjalan, hingga benar-benar sampai di jantung ruangan Seoul Olympic Stadium.

    O nae mamiya mamiya mami mamiya

   ’I’m gonna tell you secret…’ bisik Haejin.

   ”WOAAAA!”

   O nae mamiya mamiya mami mamiya

   Ketiganya langsung bergoyang dengan heboh melakukan gerakan lagu Madonna dari Secret. Apalagi ketika kata-kata ’Moduga hot, hot, hot… nattaeme, nattaeme, hot hot hot…’ ketiganya menyanyikan hanya sepenggal lagu Madonna.

[Haejin] Naega naega baro Sexy Icon

Geu nugudo makji motal Control

Oh Oh Oh Oh Oh Oh

Lady Lady Lady

[Chihoon] Duryeoul ge eomneun Super Women

Museoul ge eomneun Wonder Women

Oh Oh Oh Oh Oh Oh

Lady Lady Lady

[Kyorin] Neukkim itge dodohage geureoke

Gwagamhage senseu itge geureoke

[Haejin] Oh Lady mangseoriji malgo neukkyeobwa

Oh Lady jigeum isunganeul jeulgyeobwa

[Kyorin] Dangdanghage meositge neul geureoke

Yeosincheoreom bitnage neul geureoke

[Chihoon] Saneun geoya baro nacheoreom

[All] Ma Ma Ma Ma Madonna donna

Madonna donna donna

Moduga Hot Hot

Nattaeme nattaeme nattaeme Hot Hot Hot

Madonna donna

Madonna donna donna

Neukkyeobwa nal nal

O nae mamiya mamiya mami mamiya

Nae mamiya mamiya mami mamiya

O nae mamiya mamiya mami mamiya

Mam mam mam nae mamiya

[Haejin’s Rapp Part] Like A saenggakdaero neoreul matgyeo

Fire jinan sigandeureul taewo

M A D O Double N A

Jasin itge momeul umjigyeo

Move it Groove it Shake it

Nuguboda michige deo sinnage

Amudo ttara haji motage

Yo ijebuteo modeungeol da boyeojulge

Wanna Wanna Wanna Wanna Primadonna

Mereka membeku saat Haejin selesai rapp, tapi kemudian musik groove mulai mengalun, dan ketiganya mulai menyanyi lagi.

   ’Come on! Come on!’

   Mereka bertiga langsung membawakan lagu Secret yang terbaru, Love is Move. Seperti biasa, Chihoon menjadi vokal utama, membawakan part Jieun, lalu Haejin yang tidak banyak menyanyi membawakan bagian Hyoseong dan rapper Zinger, terakhir Kyorin membawakan bagian Sunhwa.

Neottaeme Oops! Oops! neottaeme Oops! Oops! (Ooh~ neottaeme)

haedo haedo hae neomuhae (neomuhae yeah)

dabdabhae neo neo gabgabhae neo neo

yeoja neun galdae gateun geoya

Sarangeun Move Move, sarangeun Move Move

bangshim hadagan domang ga

ginjanghae neo neo, joshimhae neo neo

sarangeun umjiki neun geoya

Come On (Come On) Come On (Come On)

watda gatda watda gatda, heundereo naemam

Come On (Come On) Come On (Come On)

”Yeah!”

   Ketiganya membungkuk lagi. ”Secret!” kata Chihoon. ”Ah, neomu joha… lagu terakhir tadi, adalah lagu favoritku dari semua lagu Secret!”

   ”Ne, untuk sekedar informasi, dari ketiga lagu Secret tadi, semua dipilih oleh Chihoonie.” Kata Kyorin setelah mengangsurkan microphone besar untuk dipegang oleh mereka bertiga.

   Semua bertepuk tangan.

   ”Ne, setelah ini, kita akan covering lagi!” kata Kyorin disusul seru-seruan para penonton yang tiba-tiba menjadi besar, dan seolah-olah meledak menjadi suitan panjang dan riuh, tatkala grup yang penampilan berikutnya akan di cover di sorot oleh kamera.

   ”Woah!” Haejin memandang takjub tatkala lautan hijau mulai terlihat. ”Sepertinya para penonton disini sudah membaca surat undangan kita.”

   ”Ah ye, sebelumnya, ketiga lagu selanjutnya ini dipilih oleh Haejin Onnie,” kata Chihoon dengan seringai evil-nya dan Haejin memelototinya lucu, karena para penonton mulai bersorak-sorak riuh.

   Kyorin tertawa dan memisahkan mereka berdua.

   Intro lagu Hello dari SHINee mulai terdengar, mereka bertiga memisahkan diri dan mulai menari ringan mengikuti koreografi asli SHINee – Hello. Chihoon mengambil dua bagian, part Jonghyun dan Key, sementara Kyorin, tentu saja mengambil bagian Taemin dan Onew.

   Lagu Hello pun hanya dinyanyikan sebagian saja, dari bagian awal, reff, kemudian masuk ke rapp part, dan ketika berakhir, untuk kesekian kalinya ketiga gadis itu menghilang ke dalam perut panggung.

   Sepi sesaat tatkala seluruh lampu mulai mati, tiba-tiba saja di setiap ujung panggung yang berpisah tiga seperti garpu tersebut, tiga orang pria berdiri. Lampu sorot kini menyinari mereka, yang membuat para penonton menjerit.

   Di sudut kiri berdiri SHINee Key, di panggung tengah SHINee Minho, dan di ujung kanan SHINee Taemin. Ketiganya memakai wire mic pada telinga mereka. Kemudian terdengar siulan ketika dari dalam perut panggung, tepat di samping ketiga pria yang sudah mengulurkan tangannya.

[All] Juliette! yeonghoneul bachilkkeyo

Juliette! jebal nal bada jwoyo

Juliette! dalkomhi jom deo dalkomhage

Soksagyeo naui serenade…

Juliette!

Ketiga pria itu bernyanyi dengan musik lambat, pandangan mereka memuja, dan tiba-tiba mereka berlutut dan menawarkan tangan mereka pada gadis-gadis yang berdiri disamping mereka. Bersamaan, serentak Chihoon, Haejin, dan Kyorin memberikan tangan kiri mereka pada Key, Minho, dan Taemin.

   Ketiganya mulai berdansa dan Key, Minho, dan Taemin sambil bernyanyi. Ketiganya melakukan dansa salsa yang begitu intim.

[Taemin/Minho] jebal mameul yeoreoyo nal daehaneun momjit tto seuchyeo jinado

[Key] tteollineun gaseum geumbangirado teojigesseo

[All] Juliette! yeonghoneul bachilkkeyo

Juliette! jebal nal bada jwoyo

Juliette! dalkomhi jom deo dalkomhage

Soksagyeo naui serenade

Kemudian lagu diaransemen dan ketiganya mulai free dance, mulai dari laki-laki menaikkan tangannya, dan para perempuan berputar di tempat, sampai gerakan back hug dance yang mengundang teriakan heboh. Apalagi ketika Key menggendong dan memutar Chihoon, lalu Taemin dan Kyorin yang seolah-olah berciuman, namun Kyorin seolah membuang wajah Taemin ke samping dan terus menari lagi. Dan Haejin dan Minho yang saling mengusap punggung masing-masing dengan pandangan tajam satu sama lain, yang membuat fans going crazy.

   Soksagyeo, naui serenade…

   ”GYAAAAAAA!”

   Ketiga pasangan itu membuat pose seolah berciuman, dengan laki-laki menutupi tubuh para perempuan dengan dekapannya, lalu ketiganya masuk ke dalam perut panggung kembali. Sementara VCR kembali berputar.

   Tampak punggung, dengan sayap hitam sedang memandang ke luar jendela. Begitu disorot dari jauh, adalah ketiga malaikat, yang tentu saja Haejin, Kyorin, dan Chihoon, sedang menatap ke luar jendela di sebuah bangunan tua. Gaun hitam panjang mereka berkibar tertiup angin.

   Ketika disorot dari depan, wajah mereka begitu tajam dengan sapuan smokey eyes. Dari belakang mereka kemudian, yang membuat teriakan histeris penonton terdengar lagi.

   Choi Siwon, Choi Minho, dan Choi Seunghyun (TOP Big Bang) tengah berlari, mengenakan stelan jas hitam, dasi hitam, kemeja putih, dan membawa pistol dan berniat menangkap ketiga gadis yang tengah menatap ke bawah dengan serius.

   Ketiga pria tampan bermarga Choi itu kemudian berlari menaiki tangga dimana Felidis tengah berdiri menatap ke bawah. Kyorin menoleh dengan anggun, gerakan slow motion membuat fans mereka, terutama Viola (fandom Kyorin) berteriak histeris.

   Kyorin mengedikkan kepalanya, dan ketiganya langsung menghilang, terbang ke langit luas. Sementara Siwon, Minho, dan TOP kehilangan jejak ketiganya. Mereka menatap ke jendela dengan nanar sambil mengencangkan pegangan mereka pada pistol mereka.

   Layar mati. Kemudian dari ujung panggung kiri, muncullah Kyorin dengan dandanan smokey-nya membawa microphone wireless besar yang dipegang, dan bernyanyi.

 

(Ket Outfit : Chihoon – Haejin – Kyorin)

[Kyorin]
Soomeul gotdo chatji mothae naneun piharyeogo aesseo bwado

Geobujocha hal su eopneun

nege gadhyeobeorin na

[Chihoon]
Sarangieotdamyeon jeongmal saranghaetdeon georamyeon naege ireojineun mala

Her whisper is the lucifer

Setelah itu dari ujung panggung bagian kanan muncul Chihoon dengan dandanan serba hitamnya juga, dan menyanyikan bagian Jonghyun. Keduanya terus menyanyikan bagian reff kemudian terus bergantian sahut menyahut. Kyorin membawakan bagian Onew dan Taemin, sementara Chihoon bagian Key dan Jonghyun.

   Akhirnya Chihoon berdiri di tengah panggung dan sekali lagi menunjukkan kemampuan vokalnya yang diatas rata-rata. ”Eodi anga ireohke Nan neoman barabogo gidaryeon watjanha… uwooooo!” para penonton bertepuk tangan riuh, termasuk Cho Kyuhyun yang berdiri dengan bangga di salah satu kursi penonton.

   Lampu kembali mati, dan tiba-tiba saja dari langit-langit, Haejin turun dengan diikat tali ke tengah panggung, diiringi lagi-lagi oleh tepukan riuh.

[Haejin]
Neoui nunbichi nal sarojabda nali jinalsurok nalkaroweojyeotda

Neoeui jibchake jichyeotda manhi be eotda mame piga nanda

Na sseureojil Jjeum doimyeon dagawaseo cheonsagati “saranghae” ran mal

Nu ga jinjja neoyeotneunji aldagado haetgallige mandeunda

Akhirnya covering SHINee berhasil dengan sukses, ketiganya membungkuk-bungkuk di panggung tengah.

   ”Woah, Shawol gomapsumnida!” teriak Haejin, diiringi tepukan riuh dari para penonton. Lautan hijau itu bertepuk tangan. ”Kita tidak tahu apakah kita bisa sebaik SHINee, tapi kita sudah berusaha yang sebaik mungkin. Gomapsumnida!”

   Semua bertepuk tangan lagi.

   ”Lagu SHINee tadi, semua dipilih oleh Haejin Onnie,” ledek Kyorin dan Chihoon yang langsung mendapat seruan antara setuju dan tidak oleh para penonton. ”Haejin Onnie juga Shawol, seperti Shawol yang ada disini.”

   ”Ne, dan dia Flames.” Kata Chihoon.

   Haejin menekap mulut Chihoon, langsung diberikan sorakan riuh para penonton. ”Ne, aku Shawol.” Katanya lagi sambil tertawa-tawa. ”Sebelumnya kami mengucapkan terima kasih banyak kepada teman-teman, Sunbaedeul, Hoobadeul, Chingudeul, dan fandeul dari semua fandom yang sudah mau datang dan hadir dalam Felidis 1st Covering Concert.”

   Semua bertepuk tangan.

   ”Ingin sekali rasanya semua yang datang kesini sekali saja kupeluk,” sambung Chihoon tiba-tiba.

   ”Oh jinjja?!” Kyorin bertanya. ”Ah, pikiran kita sama.”

   ”Kalian mau kami peluk?” tanya Haejin.

   ”YEAH!”

Hanbeonman anajwo

Hanbeonman useojwo

Hanbeonman neukkyeojwo

Hanbeonman useojwo

Hanbeon hanbeon hanbeon hanbeon

Dan hanbeonman anajwoyo

Hanbeonman anajwo

Sepanjang lagu Hug Me Once ini, lagi-lagi ketiganya berpisah. Namun kali ini, ketiganya turun dan menghampiri para penggemar mereka, dari mulai menyalami, dan memberikan high five sambil membawakan lagu Hug Me Once dari Girls Day ini.

   Setelah Hug Me Once berakhir, ketiganya merapat pada lingkaran besar tepat di depan panggung utama, di sisi kiri. Tempat dimana para tamu undangan, yang berarti para idol-idol yang diundang oleh Felidis secara langsung duduk.

   Felidis langsung berdiri di depan Super Junior, yang duduk di barisan paling terdepan, sedang tertawa dan bertepuk tangan. Tiba-tiba saja musik berbunyi.

[Haejin] Oppadeul, Do you hear me, Listen

[Chihoon] nae mareum jom deureobwa oppan jeongmal labbasseo

nae mameul wae humchyeosseo oppan jeongmal motdwaesseo

[Kyorin] eojjeom eojjeom eoddeokamyeon nan joha

utjima utjima neomu meotjyeo nan molla

[Haejin] hajima hajima ma-ma-ma-ma ma-ma-ma-ma

gajima gajima ma-ma-ma-ma ma-ma-ma-ma

I love you

Seuljjeokseuljjeok barabojima

Banjjakbanjjak nae ipsul barabojima

Johahaneun uri sai meoreojilgga bwa

Meoreojilgga duryeowo

Member Super Junior tertawa-tawa, sampai akhirnya ketiganya melambai dan membungkuk pada mereka, lalu kembali naik ke atas panggung sambil meneruskan membawakan lagu tersebut.

   ’This is Felidis, uh… yeah!’ tutup mereka.

   ”Yay! Girl’s Day!” setelah akhirnya mereka bertiga berdiri di panggung utama diiringi tepuk tangan meriah. ”Haejin Onnie, kau penggemar Girl’s Day?” tanya Chihoon.

   Haejin terkekeh. ”Aku suka lagu Twinkle Twinkle barusan.”

   ”Ne, nado joha…” Chihoon mengangguk-angguk. ”Nah setelah ini… iya! B2TY, ARE YOU READY?!”

   Nyala lightstick langsung berubah menjadi warna kebangsaan B2TY fandom B2ST.

   ”Woah B2TY banyak sekali, annyeonghaseyo!” Kyorin membungkuk.

   ”Nah, untuk lagu B2ST kali ini, semua adalah saran Kyorin,” kata Haejin tiba-tiba menepuk bahu Kyorin.

   Semua tertawa.

   ”Huh…” Kyorin menghela napas panjang, dan intro lagu Soom berputar. Haejin pun langsung mengambil alih bagian rapp Junhyung B2ST dengan apik.

[Haejin]
Let me talk about my…

Chagapge doraseon dwitmoseube sigani jamsi meomchun deut hae

Hayake dwaebeorin meorissogen neol jabaya dwae ani neol bonaeya dwae

Oh neol itgo saldeon neol itji motae uldeon na

Doel daero doeraji nado nal jal molla

[Kyorin] Ijeobollae niga doraseomyeon nan dasin japji anheullae

[Niga han beonman han beonman dasi tto] saenggakhae dallan mare

Deoneun gomin an hallae ije neoreul beorillae

[Haejin] Haji ma nareul tteonagajin ma myeot beoneul saengga[I know]khae bwado

Naega neoreul itgineun himdeul geot gata ijeul su eobseul geot gata

[I can’t take my breath breath breath]

[Chihoon] Sigani galsurok jeomjeom jinagalsurok oh nan deo

[I can’t hold my breath breath breath]

[Chihoon] Galsurok naneun deo jakkuman nae sumi makhyeo wa nae sumi yeah

Breath in breath out ha ha

Breath in breath out ha ha

Breath in breath out ha ha

Breath in breath out ha ha

Dan untuk entah yang keberapa kalinya, Chihoon kembali memukau para penggemar B2ST dengan nada tinggi saat mengambil bagian Yoseob. ’I don’t know… I don’t know…~”

   Dan dengan manis Haejin menutup dengan rapp-nya.

   Everyday I just can’t control… everynight the loneliness my love… it’s so Felidis… in JYP!” kata Chihoon lagi, dan mereka berjalan ke panggung tengah membawakan lagu Shock sambil bercanda satu sama lain.

   Terutama ketika memperagakan Everyday I shock… shock!

   Mendapatkan sambutan hangat dari B2TY, lagi-lagi Felidis membungkuk. Setelah membawakan dua lagu dari B2ST tidak full, penampilan ketiga mereka, akan membawakan lagu B2ST secara full, dengan koreografi pula.

   Suara musik mulai terdengar berdeguk merana, seperti kaset rusak, dan barulah menemukan musik aslinya. Fiction. B2TY kembali bersorak-sorak heboh manakala Kyorin mulai bernyanyi. Kyorin membawakan peran Doojoon dan Dongwoon, Chihoon membawakan bagian Yoseob dan Hyunseung, sementara Haejin, tentunya Junhyung dan Gikwang.

   Mereka bahkan melakukan tarian yang mirip shuffling dengan indah, di bagian reff, membuat B2TY pun bertepuk tangan puas, apalagi ketika member B2ST di sorot dan memberikan standing ovation pada Felidis.

   Segera setelah lagu berakhir ketiganya menghilang ke belakang panggung, sementara VCR kembali berputar.

   Felidis kini berada dalam sekolah, ketiganya memakai seragam sekolah, dan duduk bersama Gongchan, Baro, dan Sandeul dari B1A4, membuat para penonton yang melihat menjerit.

   Pertama-tama, Kyorin menyenggol bahu Chihoon, Chihoon menoleh ke arah ketiga laki-laki yang tengah mengobrol bersama itu. Chihoon kemudian menyenggol Haejin yang sedang melamun. Haejin menoleh padanya, Chihoon mengedikkan kepalanya pada ketiga laki-laki itu.

   Haejin kemudian tersenyum dan mengangguk. Mereka berdiri dengan gerakan cukup seduktif mendekati ketiga laki-laki tersebut. Chihoon duduk di sebelah Sandeul, dan langsung mengedip-ngedipkan bulu matanya dengan genit.

   Kyorin merangkul bahu Baro tiba-tiba, dan Haejin tiba-tiba saja duduk di atas meja Gongchan. Ketiganya tiba-tiba meneguk ludah mereka dalam-dalam, dan dengan waktu singkat, Haejin menarik dari Gongchan dan mengajaknya berdiri, diikuti Kyorin dan Chihoon yang membawa pria-pria tawanan masing-masing ke dalam kamar mandi.

   Tak lama kemudian, dari dalam kamar mandi, keluarlah ketiganya sambil merapikan seragam mereka, dan mengelap bibir mereka. Ketiganya saling pandang nakal, lalu berjalan pergi.

   Di kamar mandi, tinggallah tiga ekor kucing.

   VCR itu mati, dan muncullah ketiga gadis itu diiringi tepuk tangan kencang. Mereka juga memakai seragam sekolah, dengan bando kuping kucing. Mereka menyanyikan Bo Peep Bo Peep dan Yayaya dari T-Ara. Setelah dua lagu tersebut selesai, dance break. Haejin perlahan-lahan, menarik lepas sweater rajutannya hingga menampakkan tank top putihnya, yang membuat namja-namja menjerit histeris.

   Barulah Chihoon dan Kyorin juga mengikutinya pada saat bersamaan. Mereka bertiga membawakan lagu I Go Crazy Because Of You, yang memang membuat seluruh Seoul Olympic Stadium menjadi gila, karena mereka mendesah-desah tidak karuan sepanjang lagu, belum lagi koreografi lagu tersebut yang sedikit menantang dan seduktif.

   Kyorin sesekali membelai kakinya yang jenjang, Chihoon mengelus tubuhnya yang ramping, dan Haejin mengusap bibirnya yang seksi sambil terus bernyanyi dan menari. Para penggemar hanya bisa berteriak histeris.

   ”Ja! T-Ara!” teriak Kyorin setelah mereka melepaskan wire mic telinga mereka dan memakai microphone wireless besar di tangan mereka lagi. ”Sayang sekali kita tidak covering lagu Cry Cry.”

   ”Ne, neomu joha!” Chihoon mengangguk. ”T-Ara, gomawoyo… Diadem, kamsahamnida!”

   Penggemar T-Ara berbaur dengan penggemar Felidis bertepuk tangan.

   ”Tidak lupa juga terima kasih kepada B2TY dan B2ST.” tambah Haejin sambil mengangguk. ”Oh iya, apakah kalian melihat VCR kami tadi?!” tanya Haejin kepada para penonton.

   ”NEEEE!”

   ”Ah, mereka menonton, apakah kalian suka B1A4?” tanya Kyorin pada para penonton.

   ”NEEEEE!”

   ”OK!”

   Dan Felidis kembali menyebar membawakan lagu OK dan Handsome Target, yang dirubah liriknya sehingga pas untuk wanita yang bernyanyi bagi pria. Haejin, Kyorin, dan Chihoon kembali menyebar dan kini sambil membagi-bagikan gantungan kunci chibi mereka.

   Setelah dua lagu tersebut selesai di putar, ketiganya kembali ke panggung utama, sambil minum, Haejin berkata. ”Selanjutnya, ada penampilan spesial… bagi para penggemar mereka yang sudah ikut datang juga ke Felidis 1st Coverting Concert.”

   ”Oh keurae? Nugunde, Onnie?” tanya Chihoon bersemangat.

   ”Kotjimalhajimasaeyo, Chihoon-ssi, kau penggemar berat penggebuk drum yang satu ini.”

   Chihoon menutup wajahnya malu.

   ”CN Blue!” teriak Haejin.

   Dan keempat member CN Blue masuk dari belakang panggung, Chihoon langsung menekap mulutnya excited, membuat para penonton tergelak-gelak. Keempatnya sudah berdiri dibelakang instrumen masing-masing.

   ”CN Blue, terima kasih banyak mau hadir di konser kami.” Haejin membungkuk.

   ”Ah, ne… gwenchanayo,” Jung Yonghwa sebagai leader menjawab. ”Ini semua karena kami CN Blue, juga adalah penggemar Felidis.”

   Para penonton bertepuk tangan.

   ”Jinjjayo?” tanya Haejin.

   ”Ne, kami juga ingin berkolaborasi dengan Kyorin-ssi, yang bisa memainkan banyak instrumen musik.” Jawab Yonghwa lagi. ”Lalu aku pernah mendengar rapp Haejin-ssi yang daebak, dan Chihoon-ssi, yang… menyukai Minhyuk.”

   Para penonton tertawa, termasuk Haejin dan Kyorin yang ber-high five.

   ”Lalu Jonghyun-ssi,” kata Yonghwa lagi. ”Kau dan Haejin-ssi, adalah sepupu?” tanyanya.

   Lee Jonghyun sang gitaris tertawa, dan mengangguk. ”Ne, majyeoyo…” Jonghyun mengangguk. ”Haejin-ssi Eommonim, orang Mokpo-Busan. Jadi itulah kenapa kami bisa bersaudara.”

   Haejin mengangguk-angguk. ”Eh, jamkamanyeo, Chihoon-ssi, kenapa kau diam saja dari tadi?”

   Chihoon melotot pada Haejin yang langsung disambut tawa riuh dari member CN Blue lainnya. Akhirnya tidak menunggu waktu lama, Kyorin mengambil gitar dan ikut berdiri di samping Yonghwa, sementara Haejin berdiri di sebelah Jonghyun, masing-masing dengan stand microphone. Sementara Chihoon, dia di belakang memainkan perkussi bersama Minhyuk dengan malu-malu.

   Mereka berkolaborasi membawakan Love dan Intuition. Kyorin yang sesekali memainkan bagian melodic guitar. Haejin yang sesekali menggantikan rapp Yonghwa, dan Chihoon yang sesekali memasukkan gebukan perkusinya.

   Setelah dua lagu tersebut, mereka kembali menghilang. Dan kini VCR kembali diputar. Chihoon yang tengah duduk di samping sebuah danau, memakai gaun pastel dan menghirup udara segar, sesekali dia memandang danau dengan wajah cutevil-nya, dan tertawa.

   Kemudian dia berdiri dan sebuah foto terjatuh. Foto sebuah keluarga. Dirinya, dengan seorang perempuan dan laki-laki yang lebih tua darinya. Wajah mereka mirip, garis jail dan tegas kentara di wajah mereka, dan Chihoon memungut foto tersebut sambil tertawa. Kemudian VCR berpindah pada seorang gadis yang tengah berlatih biola di dalam ruangan latihan, dia terus berlatih hingga jari-jarinya berdarah.

   Kyorin membanting biolanya kesal dan memeluk lututnya nyaris menangis, tapi kemudian seseorang memasangkannya headphone, dan dia mendongak, tersenyum dan berdiri.

   Lalu VCR  berubah lagi, di jalanan pertokoan Shibuya. Haejin mendengarkan musik sambil bergoyang dengan asyiknya, dia memandang seluruh isi jalan Shibuya dengan bersemangat. Lalu ketiga wajah mereka yang tersenyum di satukan dalam satu frame, lepas.

   VCR mati, dan lampu sorot mengarah pada ujung panggung garpu sebelah kiri, Chihoon muncul dengan gaun pastelnya bernyanyi.

[Chihoon] Hanchameul kkumeul kkun geot gata

Handongan hemaego hemaeda

Machi yaksogirado han deut

Nae gyejeoreul geoseulleo geu nalcheoreom

Maju seoinneun uri

Geu ttae uriga sseonaeryeogatdeon areumdawotdeon iyagi

Geu ttae uriga gidohaesseotdeon yeongwon hajadeon yaksokdeul

Hanassik tteoollida naui gaseumi

Gyeondiji mot halgeol algie

Ne saenggage kkukkkuk chamasseo

Neoui il nyeoneun tto eottaesseonni

Lampu sorot tak lagi mengarah pada Chihoon. Kini sorotan lampu berpindah di panggung tengah. Para penonton kontan berteriak kencang, sang kakak, Cho Kyuhyun kini tengah berdiri dan memegang mic, di sebelahnya berdiri kakak tertua mereka, Cho Ahra yang menggesek biola. Chihoon perlahan-lahan berjalan mendekati mereka, sementara Kyuhyun bernyanyi, keduanya mulai memamerkan suara indah mereka.

[Kyuhyun]Hanchameul ijeun chae saratji

Handongan gwaenchanheun deut haesseo

Hajiman sigani heureumyeon kkaedara gago isseo

Neo eobsineun naneun an doendaneun geol

Geu ttae uriga aju jogeumman eoreunseureo wotdeoramyeon

Geu ttae uriga micheo mollatdeon jigeumeul aratdeoramyeon

Kkeuchi eomneun huhoeman doe noeidaga igyeonael jasini eobseoseo

Geu geot majeo kkuk kkuk chamasseo

Geureoke il nyeoni heulleowasseo

Ketika akhirnya lagu berakhir, tepuk tangan membahana terdengar dari seluruh ruangan. ”Kamsahamnida.” Kyuhyun membungkuk, lalu memeluk adik dan kakaknya diiringi tepukan iri dari para penonton, lalu ketiganya membungkuk bersama-sama sambil bergandengan tangan.

   Setelah ketiganya menghilang, alunan piano yang terdengar riang muncul, semakin besar, dan dari sisi panggung kanan muncullah Kyorin mengenakan gaun berwarna kuning, bernyanyi tak kalah riang dengan alunan pianonya.

[Kyorin] neutge daniji jom ma

sureun meolli jom haebwa

yeol saljjari aecheoreom mareul an deutni

Dan seperti ketika Kyuhyun muncul tadi, kini di tengah panggung, sudah muncul 2PM Junho yang melanjutkan lirik IU feat 2AM Seulong – Nagging tersebut.

 

[Junho] jeongmal useumman nawa

nuga nugul bogo aira haneunji

jeongmal useumman nawa

[Kyorin] sirheun yaegi hage doeneun nae mameul molla

[Junho] joheun yaegiman nanugo sipeun nae mameul molla

[Both] geumanhalkka? Geumanhaja

[Kyorin] hanabuteo yeolkkaji da neol wihan sori

nae mal deutji annneun neoegeneun ppeonhan jansori

[Junho] geu manhaja geuman haja

saranghagiman haedo sigan eomneunde

[Kyorin] meori anin gaseumeuro haneun iyagi

niga sirta haedo an hal suga eomneun iyagi

[Both] geumanhaja geumanhaja

neoui jansoriman deullyeo

Keduanya bernyanyi dengan riang, dan bersikap seolah-olah pasangan kekasih yang saling bertengkar karena mengkhawatirkan satu sama lain. Terkadang jika menyanyikan nada tinggi, Kyorin dan Junho akan bergandengan tangan satu sama lain, bahkan sedikit peluk dan rangkulan. Mereka membungkuk dan saling berangkulan lagi setelah lagu tersebut berakhir, Junho mengelus kepala Kyorin penuh sayang, dan mereka masuk ke dalam perut panggung lagi.

   Panggung utama berdesing saat sebuah set pintu keluar, dan siulan dengan nada menggoda terdengar. Para penonton sudah mulai mengenal dengan lagu yang sedang hot dibicarakan di berbagai portal ini.

   Tiba-tiba saja, dari pintu itu keluarlah Super Junior Donghae dengan kemeja hitam dan celana panjang hitam, dengan wire mic mulai meliukkan tubuhnya dengan seksi.

Pintu itu berbalik hingga kini, ia berdiri di sisi kiri pintu, dan Haejin di sisi kanan pintu dengan kaus halterneck seksi, yang memamerkan perut, punggung, dan sedikit belahan dadanya.

1! 2! 3!

[Donghae] Ni nuneul ppomyeon nan Trouble Maker

[Haejin] Ni gyeote seomyeon nan Trouble Maker

[Donghae] Jogeumssik deo deo deo

[Haejin] Galssurok deo deo deo

[Donghae] Ijen nae mameul nado eojjeol su eopsseo

[Both] Niga nareul itjji motage jakku ni apeseo tto

Ni mam jakku naega heundeureo beoseonal ssu eopttorok

Ni ipssureul tto humchigo meolli daranabeoryeo

Nan Trou a a a ble! Trouble! Trou! Trouble Maker!

Trouble Maker!

[Haejin] Trouble Maker!

[Donghae] Trouble Maker!

[Haejin] Trouble Maker!

[Haejin] Ni mameul kkaemulgo domangchil geoya goyangicheoreom

Neon jakku andari nal kkeoya nae apeuro wa eoseo hwanaeboryeom

Nae sekssihan georeum ni meori soge balttongeul kkeoneun

Eungeunhan seukinsip eolgure bichin mot chama jukkketttan ni nunbit

Koreografi yang mereka bawakan persis sama seperti yang dibawakan HyunA dan Hyunseung. Adegan mengelus, menelusup, dan nyaris cium mereka lakoni sambil tersenyum menggoda. Harmonisasi mereka cukup kuat karena tipikal suara mereka nyaris sama, rapp desah mereka sinkron.

   Sedikit improvisasi, ketika Haejin mengelus dada Donghae belakang, dia menarik kemeja tersebut hingga terbuka sampai ke perut, dan penonton menggila melihat Super Junior Donghae memamerkan kembali abs-nya. Dan mereka pun membungkuk setelah selesai membawakan lagu tersebut.

   Donghae mengelus kepala Haejin dan membungkuk minta diri, lalu dia menghilang ke belakang panggung sementara Haejin tetap di tempatnya melepaskan wire mic-nya dan mengambil mikrofon besarnya.

   ”Kamsahamnida!” lalu diikuti oleh kedua adiknya yang masih mengenakan gaun solo mereka mendekat ke Haejin. ”Terima kasih banyak untuk Kyuhyun Sunbaenim, Ahra Sunbaenim, Junho Sunbaenim, dan tentu saja Donghae Sunbaenim atas partisipasinya dalam solo kami.”

   Para penonton bertepuk tangan.

   ”Juga terima kasih pada IU, Seulong Sunbaenim, HyunA Onnie, Hyunseung Oppa, Jessica Sunbaenim, dan Onew Sunbaenim.” Kata Kyorin kemudian. ”Yang telah memberikan kami kesempatan untuk mengcover secara solo lagu mereka.”

   Mereka bertiga bertepuk tangan lagi.

   ”Lalu untuk lagu selanjutnya,” kata Chihoon lagi. ”Ini adalah penampilan khusus, tantangan untuk Haejin Onnie, dari Nara Onnie.” Chihoon menunjuk seorang gadis yang duduk di bangku penonton, yang ditunjuk langsung menutup wajahnya malu. ”Dan juga fans lainnya.”

   ”Oh jinjja? Tantangan apa?” tanya Kyorin.

   ”Haejin Onnie, selalu tidak percaya diri soal suaranya. Haejin Onnie selalu bermain aman jika bernyanyi, maka sekarang kita akan membawakan lagu ballad.”

   Haejin tertawa. ”Kita sudah punya kau, Chihoonie.”

   ”Kadang ada waktunya aku ingin istirahat,” selorohnya. ”Baiklah, Kyorin Onnie, bagaimana Flyers menurutmu?” tanya Chihoon tiba-tiba pada Kyorin yang memerhatikan.

   Kyorin menghela napas. ”Flyers sangat berarti untukku.”

   ”Keurom.” Chihoon mengangguk. ”Begitu juga untukmu, Onnie?” tanyanya pada Haejin.

   ”Ne!” Haejin mengangguk. ”Bahkan sampai matipun takkan kulepaskan Flyers itu.”

   ”Oh, keurae!”

   Lalu iringan piano mulai diputar, Even if I die I can’t Let you Go. Mereka bertiga berdiri berdampingan, mulai dari Chihoon, Haejin, dan Kyorin. Ketiganya menunjukkan kemampuan vokal asli mereka tanpa bantuan rekaman musik. Setelah lagu Even if I die I can’t let you go, mereka membawakan Like A Crazy secara akapela, yang membuat para penonton kembali terkagum-kagum akan suara mereka. Setelah Like A Crazy berakhir, ketiganya berjalan ke tengah panggung.

   Haejin mengangkat microphone-nya dan kembali, setelah Like A Crazy, menjadi lead vocal.

[Haejin] naega jal-jal-jalmothaesseo

Ne mari dal-dal-dalkomhaeseo

Maennal mal-mal-malloman

Nal-nal-nallo nal

Gatgo noneun geol mollasseo

[Chihoon] Baby do you really wanna hurt me?

Why are you doing this to me? Why?

[Kyorin] neoui dareun namjadeul yaegi

An johdaneun haengsildeul yaegi

Moreuneun cheok mot deureun cheok

Neomeoga boryeogo hae bwado

[Haejin] jaggu chigeundaeneun sulbeoreut

Nae chinguege jinneun useum

Gochirago geuman harago

Amuri neoege malhaedo

[Chihoon] mianhadaneun mareun da geuddaebbun

Byeonhagetdaneun maldo da geuddaebbun

Nae gaseum apa apa apeun geol almyeonseodo

Jagguman banbokdoeneun geol

[Kyorin] naega jal-jal-jalmothaesseo

Ne mari dal-dal-dalkomhaeseo

Maennal mal-mal-malloman

Nal-nal-nallo nal

Gatgo noneun geol mollasseo

[Haejin] Baby you’re breaking my heart

Baby you’re hurting my heart

[Chihoon] geumandugo sipeunde

Jalmotdoen geol aneunde

Dasi ne gyeote doraga

Meski lagu ini ballad, namun tetap menghadirkan koreografi layaknya diatur oleh pemain boneka di belakang mereka, dan Haejin mengambil alih bagian rapp Changmin dan Jinwoon, yang biasanya dibawakan oleh Chihoon dan Kyorin. Setelah covering 2AM selesai, mereka kembali masuk ke belakang panggung sementara VCR kembali diputar.

   Felidis memakai seragam sekolah. Namun berbeda seperti seragam yang mereka kenakan saat covering Bo Peep Bo Peep, mereka terlihat lebih nerd. Dan kini, Wonder Girls Yoobin, SNSD Jessica, dan Kara Park Gyuri tengah menyudutkan ketiga Felidis ini di kelas.

   Mereka memarahi Haejin, Kyorin, dan Chihoon lalu membuang sampah kertas di atas kepala mereka. Ketiga gadis itu menunduk, kemudian datanglah SHINee Key, B2ST Gikwang, dan B2ST Dongwoon. Mereka memerintahkan Yoobin, Jessica, dan Gyuri pergi dari depan Felidis.

   Key membantu Chihoon berdiri, Gikwang membantu Haejin, sementara Dongwoon membantu Kyorin. Ketiganya melempar senyum hangat kepada para gadis yang dibalas dengan gelengan dan dorongan pelan, ketiga Felidis pergi dari situ.

   Lalu dari perut panggung bagian tengah keluar Haejin dengan mikrofon di tangannya, dia mengenakan kaus santai abu-abu, yang memamerkan salah satu aset tubuhnya, perut rata dengan pusar bertindik berlian kecil, dan memakai hot pants dari bahan denim biru muda, dan sepatu tinggi agar kakinya terlihat jenjang. Balkge useobojiman Nae mame deulji anha Nan yeppeuji anha areumdapji anha Oh oh oh oh Oh oh oh oh…” dia berputar anggun dan memungut salah satu hadiah pemberian fans, yakni boneka ikan koki besar dan melambaikannya.

   Lalu mengikuti Chihoon yang juga keluar dari perut panggung, telah mengganti bajunya juga dengan kaus santai hitam dengan gambar salib di tengahnya, dan mengenakan celana panjang hitam juga. Norael bulleobojiman, Amudo deutji anha, Nan yeppeuji anha areumdapji anha Oh oh oh oh Oh oh oh oh…”

   Dilanjutkan dengan Kyorin yang keluar membawa banner Felidis, dia mengenakan kaus santai juga, berwarna putih keruh, dan rok lipit sebagai ciri khasnya. Nan wae ireohke motnan geolkka Eoddeokhamyeon nado neocheoreom hwanhage Useobol su isseolkka

(Ket Outfit : Chihoon – Haejin – Kyorin)

  Ketika di bagian reff, ketiganya meloncat-loncat seperti dalam konser musik rock, memanaskan panggung, terlebih kembang api ikut menghiasi panggung setiap kali mereka berteriak. ”I think I’m ugly!”

   ”2NE1!” teriak ketiganya.

   ”Walaupun 2NE1 Sunbaedeul tidak dapat hadir hari ini, tapi mereka menitipkan salam dan berterima kasih karena kita mau mengcover lagu mereka.” Kata Kyorin, membuat para penonton bertepuk tangan.

   ”Ah keurae? Gomapsumnida Sunbaenim.”

   ”Ne, gomapsumnida, Sunbaenim.” Kata Chihoon sambil membungkuk. ”Dan terima kasih juga untuk Black Jack yang sudah menyempatkan diri hadir dalam konser kami.” Black Jack memberikan standing ovation. ”Ah iya, berhubung ini 2NE1… hip hop.”

   Kyorin mengangguk. ”Ne, hip hop.”

   ”Berarti ini saatnya Haejin Onnie unjuk kebolehannya,” Chihoon menunjuk ke sebelahnya.

   Haejin tersenyum. ”Oh jinjja?! Aku harus unjuk kebolehan di lagu 2NE1?”

   ”Ne, ini kesempatan tepat, Onnie!” lanjut Kyorin bersemangat.

   ”Ne, majyeo!”

   ”Lalu lagu apa yang akan kita nyanyikan berikutnya?” tanya Haejin kepada dua adiknya.

   ”Tentu saja dua lagu tersebut akan menampilkan Rapper Haejin! Bagaimana Flyers, kalian mau mendengarnya? Uri sexy leader mengeluarkan kemampuannya?” tanya Chihoon pada para penonton.

   Semua kembali bersorak.

   ”Let’s get a FIRE!”

   Kembang api kembali menyembur, kali ini dari atas kepala mereka. Kemudian Kyorin dan Chihoon sudah diikat oleh sling dan dibawa terbang mengelilingi ruangan sambil menebarkan gantungan kunci chibi Felidis, sementara Haejin menunjukkan bakat rapp-nya dalam lagu Fire, yang kemudian ditutup dengan lagu Go Away. Dengan berakhirnya Go Away, selesailah covering 2NE1 kali ini.

   Setelah lagu Go Away berhenti, mereka berkumpul di panggung tengah, dan sebuah musik yang menggetarkan samudera merah tua mengalun. Mirotic. Ketiga gadis itu kembali mengeluarkan aura seksi mereka dalam membawakan Mirotic. Chihoon menjelma sebagai Junsu, Kyorin sebagai Changmin dan Jaejoong, sementara Haejin sebagai Yunho dan Yoochun.

   Lagu kedua, Keep Your Head Down, mendapatkan sambutan meriah, karena kali ini ganti Kyorin yang unjuk gigi dengan kemampuan vokalnya, sementara Chihoon dan Haejin lebih banyak menari.

   ”Woah… lautan merah, neomo yeppeo,” gumam Haejin.

   ”Ne, Cassieoppeia kamsahamnida!” teriak Chihoon.

   ”Ah, ne…” Kyorin ikut membungkuk bersama Haejin dan Chihoon. ”DBSK, mereka adalah generasi Hallyu yang memberikan kontribusi besar terhadap Hallyu itu sendiri. Keurae?”

   ”Ne!” Chihoon dan Haejin mengangguk.

   ”Onnie, kau suka DBSK?”

   ”Oh ne, keureomnyeo,” Haejin mengangguk. ”DBSK, aku selalu merindukan lagu ballad mereka.”

   ”Oh, jinjja? Yang mana, Onnie?” tanya Chihoon.

   ”Hug?”

   ”Hug? Kita akan membawakan lagu Hug?” tanya Chihoon.

   ”Ne, bagaimana?”

   ”Oke!”

   Tak lama kemudian beberapa staff datang dan membawakan tiga buah kursi dan stand mike. Ketiga gadis itu duduk berdampingan dengan formasi Chihoon – Haejin – Kyorin.

[Kyorin] Haruman nibangui chimdaega dwegoshipo

Do dasuhi pogunhi nae pume gamssa ango jaeugo shipo

[Haejin] Aju jagun dwichogimdo noui joguman sogsagime

Nan ggumsogui gwemurdo I gyonae borir thende

[Kyorin] Naega obnun noui haru oddohge hulloganun gonji

Narur ormana saranghanunji nan nomuna gunggumhande

[Chihoon] Noui jagun sorab sogui irgijangi dwego shipo

Setelah Chihoon selesai bernyanyi di belakang mereka lampu sorot menyala, dan muncullah DBSK Changmin dan DBSK Yunho yang ikut bergabung bersama mereka bertiga.

[Changmin] Ar su obnun noui gubimirdo

Nae mamsoge damadullae no mollae

[Yunho] Haruman noui goyangiga dwegoshipo

[Haejin] Niga junun mainun uyowa buduroun nipumaneso

Umjiginun jangnanedo noui gweyoun ibmachume

[Chihoon] Nado mollae jirthurur nuggigo issona bwa

Mereka berdiri bersama-sama dan saling menyanyikan lagu Hug dengan harmonisasi suara yang amat indah. Baik penggemar DBSK, penggemar Felidis, maupun para penggemar lain yang datang, semua berdiri memberikan tepuk tangan meriah pada special performance mereka hari ini.

   Changmin dan Yunho mengucapkan terima kasih, juga selamat kepada Felidis yang berhasil menyelenggarakan konser mereka, lalu pamit setelah melempar tos pada ketiga gadis yang lebih muda beberapa tahun dari mereka itu, lalu kembali ke balik panggung sementara Felidis meneruskan covering stage mereka.

   Kali ini f(x).

   Dimulai dari Danger, dan dilanjutkan dengan Chu~ yang menyelipkan special act, saat Haejin harus jungkir balik meniru Victoria. Dan lagu terakhir dari f(x) yang mereka bawakan adakan Hot Summer. Setelah Hot Summer selesai, mereka kembali masuk ke dalam stage, dan VCR terakhir diputar.

   Kyorin membaringkan kepalanya lesu di atas meja makan, dia tidak menyentuh makanannya. Dan berulangkali dia menghela napas berat, dan duduk. Tak lama dia memandang sebuah pigura.

   Ketika pigura itu disorot, penonton menjerit histeris.

   Fotonya bersama seorang pria, Kwangmin Boyfriend. Kyorin lagi-lagi menghela napas berat, dan kini pemandangan berubah menjadi suasana sekolah. Lagi-lagi Kyorin menghela napas duduk di bangku taman.

   Haejin dan Chihoon menghampirinya. ’Waeyo?’ tanya mereka berdua.

   ’Kwangmin, eodieyo?’ tanya Haejin.

   ’Kwangmin…’ desah Kyorin berat. ’Dia mau memutuskan aku.’

   ’Ah, waeyo?!’

   Kyorin mendesah. ’Taemin Sunbaettaemunae.’

   ’Omo, Taemin Sunbae?!’ pekik Haejin dengan ekspresi lucu. Semua tertawa, bagaimana mungkin Haejin memanggil Taemin yang jauh lebih muda darinya dengan panggilan Sunbae?

   Kyorin mengangguk.

   ’Ya, kau mencintainya, kan?’

   Kyorin mengangguk lagi.

   ’Kalau begitu tunjukkan!’

   ’Bagaimana caranya?’ tanya Kyorin.

   ’Aku punya ide!’ Chihoon tersenyum evil.

   Setelah VCR mati, ketiganya kembali muncul dengan stand mike bertuliskan logo FELIDIS, dan telah mengganti pakaian mereka dengan gaun merah tua, dan memakai mahkota. Ketiganya mulai bernyanyi lagu Nobody dari Wonder Girls, dilanjutkan dengan So Hot dan Be My Baby.

   Setelah Be My Baby selesai, ketiganya pamit.

   ”Jeongmal kamsahamnida bagi semua yang sudah menyempatkan diri untuk hadir pada Felidis 1st Covering Concert.” Ucap Haejin sambil membungkuk, diikuti Kyorin dan Chihoon. Dia nampak terharu, sesekali mengusap air matanya, bersama Chihoon dan Kyorin yang juga sama harunya. ”Terima kasih untuk pihak MBC yang memberikan kami kesempatan menyelenggarakan konser akbar ini. Terima kasih untuk special guest kami hari ini, terima kasih kepada Sunbaedeul, Hoobaedeul, dan Chingudeul yang memberikan kami kesempatan untuk covering lagu kalian.” Haejin mengusap air matanya.

   Para penonton kembali bertepuk tangan.

   ”Lalu terima kasih kepada FLYERS‼!” teriak Haejin kepada seluruh ruangan. ”Baik Electra, Viola (read : vayola), dan Melchiny (read : melsyaini) yang sudah mendukung kami semua. Dan kepada seluruh fandom yang menyempatkan hadir hari ini. Kami tidak akan bisa menyelenggarakan ini semua tanpa kalian. Gomapsumnida.” Ketiganya kembali membungkuk.

   ”Encore! Encore! Encore!

   ”Untuk ke depannya, kami akan terus berusaha sebaik mungkin menghadirkan Felidis yang lebih baik lagi. Dan jangan lupa esok hari, jam yang sama Felidis 1st Covering Concert Day 2!” Kyorin mengingatkan.

   ”Dan terimalah persembahan akhir kami hari ini! Aing~”

   Mereka menyanyikan lagu Aing~ dari Orange Caramel yang di medley dengan lagu Shanghai Romace sambil melakukan goodbye lapping ke seluruh penjuru panggung sambil membungkuk dan mengucapkan terima kasih, sebelum akhirnya benar-benar pamit dan menghilang.

   See you on 2nd day ^^

-Keutt-

Sorry for late update ^^ kondisi kesehatan dicampur dengan kondisi pulsa modem tidak menguntungkan. Hohohoho… ^^ ya semoga nggak pada bosen sih. Kemaren di ChoChoiLee, Nadhia Kim kalau nggak salah atau Una bilang membosankan karena kebanyakan lirik lagu… maaf ya *bow* mendeskripsikan cerita yang dituang dari lagu emang gak mudah, tapi disini aku potong-potong lagunya, mudah-mudahan nggak bosenin, ini pengalaman pertama bikin FF konser #plakk hwaiting! *bawa pompom sama Bada*

untuk hari Minggunya, 18 Desember 2011, konser hari kedua sedang on going. Lalu kalo misalkan pada heran kenapa lagunya gak aku tulis keterangannya? Wkwkwkwk sengaja, tebak-tebak buah manggis aja ya lagunya… kekekeke 

53 thoughts on “{The Felidis} 1st Covering Concert Day 1 Fanaccount

  1. Baju’a lucu2.. ^^
    paling suka baju2 yg buat covering ugly. hehe.. bad girl.
    Nisya on kok bsa sih kreatif bgt ampe mikirin VCR segala?? Hahaha..
    DAEBAK DEH!! ditunggu yang hari kedua…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s