{JinHaeXy} Hate That I Love You ~PG15++~

{JinHaeXy} Hate That I Love You

From    : Minho ^^

            Hyung, pacarmu mabuk dan memanggil namamu terus, sebaiknya kau jemput kesini, kami semua punya jadwal lain

Mataku membelalak! Oke, ini bukan pertama kali Haejin mabuk, tapi, sumpah, dia jarang mabuk! Haejin termasuk salah satu perempuan yang tahan minum alkohol banyak, dari banyak perempuan yang kukenal. Aku meringis, panik!

   Dia pernah mabuk, dulu, ketika kami putus pertama kali. Dan aku bingung karena waktu itu aku belum bisa menyetir dengan baik. Aku sampai pada titik pasrah, dimana aku ikhlas jika kami harus mati berdua dalam perjalanan membawanya pulang ke dorm Felidis.

   Tapi, sekarang, dia mabuk.  Aaahhh~ aku mengacak rambutku kesal. Ini pasti karena kemarahannya kemarin! Kukira dia hanya ngambek biasa, dan kami akan berbaikan lagi secara instan, karena tak biasanya, lagi, dia merajuk seperti ini. Dan sekarang, setelah terbiasa dengan Haejin yang cuek, tiba-tiba ia seperti ini lagi, aku bingung.

   Ditelepon tidak diangkat, di sms tidak di balas, di kirimkan direct messege tidak dibalas juga, padahal dia online, bahkan saat aku memakai BlackBerry lamaku dan mengirimkan chat, meski sudah di read, tetap tidak dibalas!

   Dia kenapa sih?!

   Aku ingat percakapan kami kemarin. Dia bilang sepulang latihan di kantor JYP, dia kangen padaku, dan langsung cari berita tentangku. Setelah itu dia NGAMBEK!

   Aku tidak tahu apa salahku, tiba-tiba dia marah!

   Kutanya Ririn, jauh-jauh aku menelepon ke Belanda, dengan izin Siwon juga tentunya, kalau tidak Siwon yang ngambek, kasusnya akan lebih parah daripada Haejinku.

   ”Dia kenapa sih, Hoshi?” tanyaku nyaris menangis kemarin.

   Dan kalian tahu? Ririn malah tertawa, dan cukup lama aku cemberut menunggu tawanya selesai. ”Ya ampun, Hae… kau polos sekali sih?!” tanyanya geli. ”Makanya kalian itu ya, laki-laki, biasakan peka sedikit!”

   ”Haejin lebih tidak peka dari aku!” seruku tidak terima. Haejin itu benar-benar amat sangat tidak peka.

    ”Ah, aku lupa kalau membicarakan kalian berdua! Kalian bukan tidak peka, tapi kalian itu lola!” seru Ririn tajam sambil tertawa.

   ”Ya!” protesku. ”Aku menelepon bukan untuk dihina, Hoshi!”

   ”Arasseo,” Ririn berusaha mengendalikan tawanya. ”Baiklah, Hae, kau harus tahu ya Ikan sayang. Pacarmu sedang datang bulan sekarang.”

   Aku mendesah berat. ”Lalu kenapa kalau dia datang bulan?!”

   ”Ya justru itu! Itu akar masalahnya!”

   Aku mengernyit. ”Maksudmu salahku jadi dia datang bulan?!

   ”Ah, kau ini babo sekali!” omel Ririn. ”Mana mungkin! Itu siklus bulanannya, tapi ya justru itu! Kalau perempuan sedang datang bulan, emosinya sedang labil. Barangkali akumulasi dia sedang lelah, kemarin dia sempat drop dan harus recharge seperti Soo Oppa di rumah sakit, karena jadwal Invicible Youth dan latihan konsernya yang berlebihan. Belum lagi dia capek pulang dari MAMA dan esoknya harus fanmeeting, lalu kembali lagi ke Seoul untuk persiapan konser.”

   Aku menghela napas. Bukannya aku tidak tahu jadwalnya…

   ”Nah, mungkin karena dia lelah, dan hormonnya sedang tidak stabil karena datang bulan, dia emosi dan kau lah pria beruntung yang jadi sasarannya, chukae!” sahut Ririn riang.

   Ige mwoya?!

   ”Jadi maksudnya aku hanya pelampiasan?!”

   ”Dia justru tengah menghindarimu jadi pelampiasan, dia tidak menemuimu dan membalas pesanmu kan? Dia mungkin khawatir kalau kalian bertemu, kalian justru akan bertengkar.”

   Dan aku mengingat percakapanku dengan Ririn kemarin, lalu membaca pesan dari Minho, membuatku merasa sedih. Aku sebagai kekasihnya tidak bisa berbuat banyak sama sekali. Sejak MAMA di Singapore kemarin, aku belum pulang sampai kemarin. Aku harus ke Thailand dan Malaysia lagi setelahnya.

   ”Oh ya, Rin-ah, dia marah karena melihat apa sih? Tidak ada gosip Sunye lagi kan? Sunye kan sudah punya pacar…” kataku bingung. Apalagi yang bisa membuat kekasihku emosi, kuingat kembali percakapanku dengan Ririn kemarin.

   ”Poster Skip Beat dan trailer Skip Beat.”

   ”Tapi dia sudah melihatnya!”

   ”Trailer iya, poster belum.”

   ”Tapi tetap saja…”

   ”Aduh, Lee Donghae! Aku kan sudah bilang tadi, Haejin sedang datang bulan! Harus kuulang berapa kali sih?! Wanita yang sedang datang bulan, hormonnya terganggu! Bersyukurlah Haejin tidak mengajakmu berpisah!”

   ”YA!” teriakku.

   ”Makanya, sudahlah.”

   Aku termenung mengingat segelintir percakapanku dengan Ririn, kemudian seulas senyum tersungging di bibirku. Akhirnya pacarku cemburu lagi, aku terharu! Aku tidak bisa berhenti tersenyum, sampai aku mengingat siapa yang mengirimkan pesan padaku, dan melaporkan kekasihku sedang mabuk bersamanya.

   CHOI MINHO!

   Mataku mau keluar, langsung kusambar mantel, topi, kunci mobil. Aku berlari secepat kilat, keluar lagi. Padahal aku baru tiba di dorm setelah perpisahak Sukira Hyuk dan Teuk Hyung.

   Tapi kalau menyangkut Minho, tak ada yang bisa menunggu! Salah sedikit, gadisku akan hilang, lenyap! Aku menggigit bibirku, bukan kecemburuan belaka! Haejin menyukai Minho, JAUH lebih dulu daripada dia menyukaiku.

   Bahaya, bahaya, kalau dia jatuh dalam pesona pria itu! Ba-ha-ya!

   Akhirnya aku tiba di restoran yang Minho berikan padaku. Aku masuk dengan tergesa-gesa. ”Minho-ya!”

   ”Hyung!” dia buru-buru berdiri dan nampak gugup.

   Aku mengernyit. Apa yang membuat Minho gugup begitu? Apakah dia dan Haejin baru melakukan sesuatu, aku merengut tak rela, tapi kemudian kulihat keadaan Haejin, sepertinya tidak mungkin mereka melakukan hal yang tidak-tidak. Tapi kenapa Minho gugup?

   ”Minum berapa botol dia?” lirihku stress. Anak itu, aku kadang-kadang minder dengan kemampuan minumnya. Dia tiga botol pun masih bisa membedakan uang dengan baik, tapi aku? Segelaspun aku akan jet lag sampai esok hari.

   Hari-hari di Saipan kemarin membuatku malu, ketika kami kabur untuk clubbing, Haejin bisa minum sampai ke Jack Daniels segala, dan aku hanya Orange Juice agar kami bisa bermesraan dengan sadar, memalukan!

   Oke, berhenti memikirkan hal itu!

   ”Ya ampun,” keluhku. ”Kalau ada yang lihat bagaimana? Kalian tadi ramai-ramai?”

   ”Oh.” Minho mengangguk. ”Oh ya, Hyung… err, ini…” dia mengulurkan ponsel Haejin padaku.

   Aku mengambilnya, Minho nampak gemetar saat memeberikannya.

   ”Aku harus pulang, Hyung, yang penting dia sudah bersama Hyung. Tadi dia memanggil nama Hyung terus tuh,” Minho terkekeh. ”Kau berikan dia apa Hyung sampai dia cinta mati padamu, begitu?” canda Minho.

   Aku tersipu. ”Jeongmal?!” mataku membesar. ”Benar dia cinta mati padaku?!” aku mencibir dan menyipit. ”Tapi apa itu, yang di televisi, sedikit-sedikit Choi Minho, sedikit-sedikit Choi Minho. Eiy, gadis ini!” aku bertolak pinggang melihatnya menelungkup.

   Minho terbahak. ”Itu semua demi televisi saja, Hyung. Toh nanti kalau kalian sudah berhenti jadi idol, dia akan mengatakan namamu.”

   ”Aduh,” aku membungkuk dan tersenyum. Tak bisa menahan semua luapan perasaan cintaku saat melihatnya sedang mabuk begini. Aku sedikit bangga juga. Kata-kata yang keluar pada saat mabuk adalah kebenaran, kan? Dan di depan Choi Minho, Haejin memanggil namaku, ah Tuhan, Engkau memang selalu mendengar doa umatMu.

   Kusibakkan sedikit poni Haejin, dan kuliah dia tidur dengan bibir seksinya mengerucut, seperti menggerutu. Ekspresinya lucu sekali, menggemaskan, sekaligus, indah.

   ”Hyung, kalian berdua seperti film hidup, jadi ayo cepatlah jangan buat film disini, kita harus pulang!”

   Aku tertawa. ”Mianhae, kau bisa bawa mobil Haejin? Aku kesini dengan mobilku.”

   ”Apa tidak sebaiknya Hyung bawa mobil Haejin, dan aku yang bawa mobil Hyung? Haejin kan tidak terlalu suka naik sedan, dan mobil Hyung Audi.”

   Aku mengernyit. ”Oh iya!” tapi kemudian keningku mengerut. Bagaimana bisa Minho justru lebih mengingat kebiasaan-kebiasaan Haejin dibandingkan denganku sendiri? Aku merasa tersindir, tertampar, dan terhenyak. Apakah benar aku sudah begitu mengenal kekasihku ini?

   ”Hyung?” tanya Minho.

   ”Oh ye, kau bawa mobilku ke dorm, bilang saja pada mereka aku ke tempat Haejin, mereka takkan heran.” Jawabku agar dingin, lalu mulai meraih bahu Haejin yang kemudian terkulai lemas dalam tanganku.

   Minho mengangguk, dan aku melemparkan kunciku padanya. ”Kalau begitu aku duluan, ya Hyung? Hyung butuh bantuan membawa Haejin ke mobil?”

   ”Aniyo, gwenchana. Aku bisa sendiri.”

   ”Ah, ye, Hyung, aku pulang duluan kalau begitu,”

   Barulah setelah Minho pergi aku menegakkan diri setelah mengangkat tubuh Haejin yang sedikit lebih ringan dari sebelumnya. Dia memang semakin ringan dari hari ke hari, tapi bukan itu yang kupikirkan.

   Kulihat sekeliling ruangan ini. Hanya ada sekitar delapan botol soju, dan dua sisa hidangan samgyeopsal. Apakah memang benar 91 line tadi berkumpul disini? Harusnya kalau memang 91 line berkumpul disini, tidak hanya ada delapan botol soju saja, kan? Begitu juga dengan samgyeopsal-nya.

   Dan yang paling pasti adalah, mobil.

   Hanya ada satu mobil di depan tadi, yang kukenali. Mobil SUV hitam Haejin, dengan plat nomornya yang sudah kuhapal di luar kepala.

   Namun, tak ada mobil Minho disitu.

   Berarti, mereka memang hanya berdua kesini! Aku menelan ludahku kuat-kuat, dan mengencangkan cengkramanku pada tubuh Haejin yang lemas dalam gendonganku. Napasku memburu, dan kepalaku mulai pusing karena amarah.

   ’Poppa… wangi Poppa… mau bertemu Poppa…’

   Kudengar suara kecil, serak, isak, dan bernada galau dari tubuh yang kurengkuh kini. Amarahku luruh seketika. Haejin bergerak gelisah dalam gendonganku, tapi kemudian kedua tangannya terangkat memeluk leherku, semakin memantapkan tubuhnya dalam gendonganku, seakan sudah terbiasa dalam dekapanku.

   ’Poppa… uh!’ keluhnya dalam tidur, namun erat memelukku.

   Kubawa dia keluar dari restoran ini, dan kurebahkan tubuhnya di samping kursi kemudi. Setelah memastikannya aman, kupasangkan seat beltnya, dan barulah aku sendiri duduk di balik kemudi, dan memasang seat beltku, dan menyalakan mesinnya, lalu memutar CD Player, sambil melajukan mobilnya.

   Rihanna feat Neyo mengalun.

   Hate that I love you.

*END of Donghae’s POV*

Kukerjapkan mataku. Perih, pusing, mual, semua menderaku. Yang lebih parah, aku merasa cukup berkeringat. Dan badanku pegal?! Apa yang terjadi?! Kukerjapkan mataku beberapa kali lagi, dan akhirnya aku benar-benar membuka mataku. Aku sedang berbaring bergelung di atas jok mobil, dan di sebelahku, wajah polos bak malaikat, dengan jok yang juga dimundurkan tengah bergelung juga sambil menatapku.

   Aku buru-buru duduk, dan memegang kepalaku. ”Kenapa aku disini?!” cicitku bingung.

   Aku melihat sekeliling dan kaget. Ini di pinggir pelabuhan? Aku bisa meliha hamparan laut yang luas, dan beberapa kapal nelayan. Ya Tuhan, aku dimana?! Kenapa bisa ada disini? Setahuku aku sedang curhat dengan Minho. Ugh! Dia pastilah oknum kenapa akhirnya aku dan dia bisa ada disini.

   Aku menekan tombol play pada CD Player mobilku setelah menyalakan mesinnya. Aku sengaja, aku tidak mau membangunkannya secara langsung. Aku mau dia terbangun sendiri.

That’s how much I love you…

That’s how much I need you…

And I can’t stand you…

Must everything you do, make me wanna smile…

Can I not like you for a while?

Kemarahan yang muncul, begitu mudah surutnya saat melihat raut polosnya. Toh memang tak ada yang harus dimarah. Aku sadar, aku membiarkan emosi menguasaiku kemarin. Poster itu, kaki Donghae, itu semua tuntutan skrip, tuntutan skrip, tuntutan skrip.

   Aku sudah mengalaminya kok, aku pernah main drama, aku bahkan tidak bisa bayangkan bagaimana jika aku jadi Hae. Bukan sekali aku berciuman dengan Minho dalam drama kami, dan bukan hanya dengan Minho juga dengan Changmin dan Joongki Oppa.

   Skrip.

   Meski Donghae mengaku tidak menonton drama tersebut, tapi aku tahu, siapa sih yang sebetulnya rela dan ikhlas melihat orang yang kita cintai mencium orang lain? Tapi, Hae mengharagai profesionalitasku, dan mengizinkan. Bahkan dia mendukung dan err… mengajariku melakukan adegan ciuman itu.

   Aku tidak marah lagi padanya. Dengan dia ada disini saja, hatiku sudah bahagia… aku tersenyum kecil dan memandang lautan dengan sumringah. Semangatku untuk berlatih datang kembali, hanya karena membuka mata melihatnya tertidur dengan wajah polos di sampingku.

   ”Oh, kau sudah bangun ya?”

   ”GYAAA!” aku menjerit tatkala kedua tangannya yang kekar dan besar merengkuhku. Di dada dan diperutku, lalu menarik kedua tubuh kami ke jok belakang yang lebih luas.

   Tangannya bergerak dengan lincah ke double blower mobilku, menggantikan pemanas mobil dengan pendingin. Di bulan Desember? Dia gila, apa?

   ”Morning, kiss me…”

   Aku meraup wajahnya dan menciumnya dalam-dalam. Dia terkekeh merasakan ciumanku, tangannya membelai punggungku, mengusapnya, memberikan kenyamanan manakala bibir kami masih bertaut. Kini aku mengerti kenapa dia menyalakan pendingin, di musim dingin begini.

   Jika kami berdekatan, aura panas yang keluar, tak ada aura dinginnnya.

   ”Tadinya aku mau marah padamu,” bisiknya pada permukaan wajahku, aku mengalungkan tanganku pada lehernya, menikmati tatapan matanya yang teduh kepadaku, tangannya berada di pinggangku. ”Tapi setelah kau cium aku tadi, semua yang ada di kepalaku langsung hilang.”

But you won’t let me…

You upset me girl, and then you kiss my lips…

All of a sudden I forget, that I was upset

Can’t remember what you did…

   Aku tertawa. ”Aku juga tadinya marah padamu. Tapi melihatmu, langsung hilang semua marahku. Tenagaku terisi, semangatku kembali.” Aku memeluknya. ”Ah, aku hanya butuh kau sebagai nutrisiku.”

   ”Nado.” Dia mengelus tulang punggungku lurus, dari atas hingga ke bawah.

   Sensasi geli, namun ringan, dan nyaman.

But I hate it…

You know exactly what to do…

So that I can’t mad at you…

For too long, and that’s wrong…

   Dia mencubit pipiku gemas, dan mulai menggesekkannya pelan dengan pipinya, aku menemukan bentuk tulang rahangnya dan mulai mengecupnya hingga ke pangkal tenggorkannya, dan menyesapnya pelan. Dia melenguh, ringan.

   ”Tadinya aku mau mengomel saat kau bangun,” dia menengadahkan lehernya untuk terus kucium.

But I hate it…

You know exactly how to touch…

So that I don’t want to fuss and fight no more…

Said I despise that I adore you

Aku melepaskan ciumanku pada lehernya, biru. Aku menarik wajahnya dan menciumnya dalam, kemudian aku menjerit, dia melakukannya lagi. Aku suka itu! Dia menyentuhku lagi disitu.

   Kami berciuman lagi, kurasakan gerak bibirnya. Kepalaku sibuk berkonsentrasi, karena baik bibir dan tangan kami bergerak pada saat yang bersamaan. Sentuhannya pada tubuhku membuatku hendak berteriak, tapi aku enggan melepaskan tautan kami. Ini sungguh nikmat, dan memabukkan.

   Soju? Lewat.

And I hate how much I love you boy…

I can’t stand how much I need you…

And I hate how much I love you boy…

But I just can’t let you go…

And I hate that I love you so…

 

Aku mau menjerit, aku suka diperlakukan seperti ini, dia dalam pelukanku, ciumannya pada pundakku, tangannya pada tubuhku, dan kini aku mulai melengkung menerima tubuhnya dalam pelukanku.

   Sepertinya kami memang tepat diciptakan untuk bersatu, satu sama lain. Tubuh kami pas sekali.

   ”Hae…” kikikku geli.

   ”Wae? Katanya suka…” balasnya penuh senyum.

   ”Oh, lagi…” pintaku, sambil terkekeh.

   Dan dia melanjutkannya lagi.

   Aku terus terkikik geli, dan dia tertawa bersamaku. Dia menikmati ekspresiku yang terlena dengan segala perlakuannya padaku, dan dia tertawa puas melihatku tidak bisa diam dan terkikik, lalu menuntut lebih.

You completely know…

The power that you have, the only one that makes me laugh…

 

   Dia meletakkan jarinya di pipiku saat aku sudah kehilangan napas dan tersengal-sengal terbaring di dalam jok belakang, tanganku menarik kausnya agar ia terus mendekat, dan tidak jauh dariku.

   ”Lanjut?!” tanyanya menggoda.

   Aku menggeram kesal!

Said it’s not fair…

How you take advantage of the fact that I…

Love you beyond the reason why…

And it’s just ain’t right!

   Kutarik lagi agar sekarang gantian aku yang berada di atas tubuhnya dia terkekeh takut. ”Momma…” bujuknya, tapi aku mulai menaikkan telunjukku menyusuri wajahnya yang tampan, dia nampak malu-malu saat aku melakukannya, kemudian turun ke badannya. Aku bisa merasakan dada bidangnya, hingga kini mencapai perutnya.

   Kukedipkan mataku, dan kulirik ke bawah dengan tatapan menggoda.

   Dia menaikkan kausnya pasrah.

   Aku berbinar-binar menatap hamparan indah yang ada di hadapanku, dadanya yang bidang, perutnya yang cokelat, berbentuk kotak-kotak. Aku mulai menyusurinya perlahan-lahan, mengikuti setiap garis yang tergambar.

   Napasnya mulai tidak teratur, dia mengeluh. ”Momma…”

   And I hate how much I love you girl…

   I can’t stand how much I need you…

   And I hate how much I love you girl…

   But I just can’t let you go…

   And I hate that I love you so…

   Sampai akhirnya aku tiba di garis pelvisnya, kugoreskan dengan jariku terus ke bawah, dan aku mengecup bibirnya yang sudah siap menyambutku. Kuturunkan lagi kausnya, dan kini kami berpangutan. Gerakan kepala kami bergantian seirama dengan nada lagu, aku bisa merasakan kebutuhannya akan aku, dan betapa aku butuh akan dia.

   Tanganku sudah penuh terisi rambutnya yang kacau, dan seketika, mobil kami berkabut karena napas yang kami keluarkan bersama-sama.

   Kami tertawa setelah melepaskan satu sama lain, tapi kami tidak bisa berjauhan. Rindu kami terlalu dalam, kami masih berpelukan, menertawakan embun yang menutupi seluruh kaca mobil.

   ”Entah kapan aku akan bosan akan ciumanmu?” tanyaku.

   ”Mungkin nanti, tapi entah kapan,” dia terkekeh dan mengusap bibirku, sambil terus menatapnya, seperti anak kecil yang menemukan mainannya.

   Aku mengangguk.

   ”Tapi, kurasa, ketika itu tiba, aku bosan, atau kau bosan, saat kita bertemu, kita akan seperti ini, saling membutuhkan.” Lanjutnya penuh kasih sayang dan mengecup dahiku lembut, penuh kasih sayang. Aku mengangguk, aku yakin akan kata-katanya, dan mengeratkan pelukanku, sambil membalas mencium pipinya.

One of these days maybe your magic won’t effect me…

And your kiss won’t make me weak…

But no one, in this world, knows me the way you know me

So you probably always have spell on me…

   ”Aigo hari yang menyenangkan,” Donghae mengeluarkan ponselnya, si I-Phone jelek itu! ”Aku mau update Twitter, aku mulai mahir pakai bahasa Inggris, Momma.” Ujarnya bangga.

   Aku mengangguk bosan. ”Oke, oke, jangan lupa ya, gonna itu pakai O, bukan pakai A.”

   ”Ih, Momma!” dia mendesah malu, dan mengetikkan ponsel apel tak utuhnya itu. Dia mendongak dan tersenyum lucu. ”Momma, cium dong…” pintanya dengan menggemaskan.

   Aku tersenyum, dan mendekatkan wajahku padanya, tapi begitu bibir kami bertemu, dan lidah kami bertaut, kemilau blitz menyinari kami. Dan dia terkekeh saat melepaskan ciuman kami.

   ”Ah, Momma, yeppeoda…”

   Aku menghela napas. ”Mana lihat?”

   Foto itu, ya ampun, kenapa bajuku masih terangkat? Ini efek terbiasa pakai baju kurang bahan di atas panggung. Aku merapikan bajuku lagi, dan melihat wajah kami. Wajahku saat menciumnya, nampak sangat antusias, dan penuh hasrat menjadikan Ikan Mokpo jantan ini milikku satu-satunya.

   Dan wajah Donghae? Sangat menikmati seranganku.

  

That’s how much I love you…

How much I need you…

That’s how much I need you…

How much I love you…

And I hate that I love you…

So…

And I hate how much I love you boy…

I can’t stand how much I need you…

And I hate how much I love you girl…

But I just can’t let you go…

And I hate that I love you so…

And I hate that I love you, so… so…

”Bagaimana kalau ku upload ke Twitter?!”

   ”ANDWAE‼!”

-Keutt-

@donghae861015: Everybody Good morning !! Have a nice day !!!

PS : JinHae di mobil, TIDAK melakukan hal yang iya-iya… ^^ mereka ngapain? hahahaha tanyakan pada rumput yang bergoyang #plakk

99 thoughts on “{JinHaeXy} Hate That I Love You ~PG15++~

  1. AYOKK!! AYOK!!
    di tunggu picnya di upload di twitter hahaha

    idihhh!!!
    mingo knapasihh??? ckck
    jangan gitu dong min!!

    Itu yg yg adegan di mobil,
    ngga bisa ngomong apa2 deh.:p
    hehe
    JinHae emang slalu HOT!

  2. pantesan pendingun’y dnyalakan, bakalan gerah sih.. hehe

    upload donk foto’y, pengen banget liat…😄

    klo urusan skinship, JinHae ahli’y..
    pengen jg… wkwkw

  3. Jinhae daebak. . .
    Kren. . .kren. . .
    Suka dech low lhat jinhae skinship, , ,
    pnasarn gmana reaksi elf y low fto jinhae ciuman benran d upload?pzti bkal ngamux dech ELF trutma elfishy . .
    Kwkwkwk

  4. Minhooo, baru abis liat foto itu aja lgsung degdegan, gmn kalo baca ff ini (?) kkkk

    wehehe hayulah upload ke twitter, wkwkwk…. aihh jinhae teteeep, abis ngambek langsung kisseu xD

  5. akhirnya jinhae baikan juga🙂

    sempat bingung jg knpa nyalain pndingin saat musim dingin. trnya gara2 itu toh… hhhmmm jinhae kalo kisseu selalu HOT sihhhh…

    ada bonus piku🙂

    PIKU NYA MANISSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSS SEKALI !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
    huhuhuhuhuhuhuh

    Have a nice day, too oppa!!!🙂

  6. itu ngapain di mobil? tangan hae megang2 apanya jinnie tuh? aduuh~ bener2 deh ini. gak dimana gak dimana… -___- upload dong ke twitter hae, biar dunia terguncang. bhahahahhahahaha ngomong2 itu minho kenapa gemeteran tadi pas di resto? terus emng bener sama 91-line?

  7. bruan di upload ikan.
    pgen liat tampang haejin lgi nafsu wkwk
    blum pda mandi jga, udh guling2an.
    pdahal dmobil loh, gmana kalo dkasur?*tak terbayangkan*
    penasaran bget onn, minho it gemeteran wktu ngshkn hp haejin ke ikan??
    npa gemeteran? Liat walpaperny haejin g beres ya ho?? Wkwk

  8. Oops!
    Ehem..yg skinshipnya makin fanaz!
    Itu Haejin demen disentuh apanya sih sm Hae? *pr2 bego
    Minho,udah dh,jgn maen api.maen ja yuk ma q.ha3.
    Trnyt dy memendam rasa.ceila~ kasian ni anak.

    O ow..ada yg dah g perawan lg tuh?fotonya ngapaen tuh?
    Alamat bang Angel a.k.a Teukie kecolongan..ckckck..

  9. eh udah ada ff lg, #telat

    hihihi om ikan kalang kabut,,😀

    –”Ah, aku lupa kalau membicarakan kalian berdua! Kalian bukan tidak peka, tapi kalian itu lola!”–
    mulutnya pacartabbi tajemnya kemana mana ya, ahahaha.. *diinjek kuda*

    minho kenapa itu gugup? Gegara poto kah? Ahaha,malang nian nasibmu nak, *elus2*

    dan apa itu yg dimobil?
    *tutup mata*😀

  10. Ikaaaaan,
    Wat ar yu duing on de kar????
    Grrrr, ga tau haejin lg pergoden yeee
    Tetep aja mancing2….
    Nti klo kebablasan, alamat jadi
    ‘pisang saos stroberi’ yeee….
    Ups, keceplosan….
    Iyain aja daaaaaah….

    Ni maennya pasti dipinggiran ancol yack
    Kan disono bnyk mobil goyaaaang…
    Wkwkwkwkwk….

  11. muhahaha gk ngapa2in aja bkin panas dingin apa lg yg iy2 n yg ngga2 bkin mau kyknya #plakk wkwk

    Haha dsini haejin udah jebol blm momma? Wkwk
    Uwa lanjutkan skinship jinhae…wkwk

  12. Y minho mw maen api neh .. tp kayak ny gara2 liat tuh foto lngsung padem[?] dh😀
    pagi2 ud bikin panas . ckck sering y maen d mobil O:
    ..

  13. wkwkwwk.. yakin tuh tdk melakukan apa2..
    klo berdasarkan walpaper dihp haejin berarti mereka ada melakukan hal yg iya2 di saipan donk..
    aigoo.. gak nyangka minho naksir pula ama haejin..
    jgn ampe hae tau, ntar bs terjadi banjir ama perang dunia.. hahhaha

  14. hyaaaaaaa! udah lama akku gag koment di blog ini, kangen jugaaaa… kekkekeke~
    mianhae haeji eonni kalo kemaren2 akku hiatus dari kegiatan koment-mengoment,, tapi akku selalu ngikutin cerita jinhae ko.. kekke *bilang ajja jadi siders*
    okkeyy,, dengan adanya ff ini akku akin yakin sama apa yg udah dilakuin jinhae di saipan! huweheheheh #ketawa yadong
    daannn…. omoooo!!! ternyata minho juga suka ya sama haejin?! hiksss.. akku patah hati dch! #plaakkkk
    segitu ajja dch cuap2nyah.. akku selalu nunggu ff2 mu eonn.. hwaiting^^

  15. Ad bru lg? Huft, kpn q bc yg lma ya? #plakk, aduh knpa g d upload d twitter aja. Pan seru it. Wkwkwkwk, aduh mkn mupeng aj bc JinHae ini.

  16. tanyakan pada rumput yang bergoyang #plaak << mending dari pada nanya sama daun yang diam? #apasih

    kyaaaaaaaaaaa cium2an lgi, hot hot summer banget itu *dance hot summer*
    ahhh envy envy pengen gitu ah sama teuk #plaak
    lanjutannya ya kaka galau😀

  17. em,,,,, selalu seperti itu, kapan ga ngelakuin begitu’n???
    aduuuuuuuuuhhhh bikin iri aja deh….
    itu itu hae pegang apa’y haejin sih,,, mpe gemeteran bacanya….
    oke pikiranku ikut liar neh jadinya😄

  18. Hwaaaa~~ jadi penasaran apa yg terjadi di saipan… Tp berhubung ‘seseorang’, nisya jd stop nulis ff ttg saipan (╥ ﹏ ╥)

    Mereka ngapain aja di Saipan nis??? #penasarantingkatdewaaaaa

  19. haduh onnie.. dirimu membuatku menahan nafas ketika membacanya!
    feelnya, pembawaan ceritanya beeeh ga ada NC tp berasa NC, onn! #plaakk

    aku bgung mau ngasih tanggapan gmana ke minho -_-
    kasian ga kasian sama dia ._____.v

  20. Haejin mabukk tapi tetep ngingoin poppaa…kkkkkkkkk..
    eh hae liat haejin mabok malah malu karna ga bisa minum banyak..
    ada ada aja daahh inii..hahhahhaha..
    kirain donghae bakal bawa haejin pulang ke dorm feledis tau nya enggak..
    mesra-mesraan di mobil pulaa…chooaaaa…..kkkkkkkkkkk…
    memang cewe yg lagi datang bulan itu sensitif ny minta ampun..
    aku pun begituuuu…hihiihihiih…
    *curcol😀

  21. wakakaka,,,
    baca ini ff meski diruang berAC ttep jadi panas,,,,

    Jd penasaran sbner’a hae ngelakuin apa sih ampe haejin sneng bgt hae ngelakuin lg !! Trus cba itu i-phone’a ilang trus w yg nemuin,,, bner” w upload deh ktwitt,,, hahaha *evil laugh*
    mrk emang sling mmbtuhkan yadong (?) hahaha

    slam yadong dr bini chul paling bohay nan sexy ._.v

  22. wkwkwkwk…
    ah, jinhae biasa suka gitu, marahan, ketemu, skinship an lagi…😀
    ntah ya, aku malah ga terlalu kepengaruh sama adanya minho disini… o.oa
    yang penting jinhae bahagia,😀

  23. Nggak ngelakuin yg iya2 berarti ngelakuin yg nggak2 dong?? #plaak wkwk
    itu donghaejin ternyata dua2nya sama2 nakal yaa u,u ckck

  24. Choi Minho ama Lee Haejin sesuatu banget… *menatapcuriga*
    Mana Haejin dalam keadaan mabok lagi. Ckckckc.. cewek asuhan Im Seulong sih, pasti diajarin’a ya mabok2an wae.. -__-
    Akhhhh…………………………………….
    ……………………..
    Ada bagian itu….
    …………………………………………………..*close tab*
    *ditendang Nisya Onnie*

  25. Mateeeeeeeeeeee kaca berembun, pake peyukan nempel2!! Heeeemmmmm knpa ga sekalian buka baju ajah jin’ah?? Akakakakkakaaa
    Gw paling demen adegan dimobil, entah film entah ff, otak gw udin liar dluan ngebayanginnya,, eeeeerrrrrrrrr

  26. ini pagi2 udah bikin mobil berembun dan goyang2?? astagaa!!
    kalo udah ketemu gak bisa lepas yaakk??
    ini di pinggir pantai mana?? macem mobil goyang di ancol hahaaha *peaceV*😀
    lucu iiihhhh

  27. Ko saya mulai mencium sesuatu yg gak enak yah dengan keberadaannya minho.. tolong deh yah jauh jauh dari momma poppa saya *siapin pager*
    Ihihi~ di mobil udah pasti yg iya iya kali ah tuh momma.. pake gamau ngaku lagi deh..wkwk >.<
    Jadi hate that i love you yah? Itu berasa makjleb banget sama aku pas yah itulah.. ihihi *lalu ngilang*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s