My Soul in Seoul (Prolog)

Title : My Soul In Seoul

Author : Aveeka Mauri (Makasih Onnie Sayang :*)

Genre : Romance, Alternative Universe, Angst, 

Rate : PG-13

Length : Chapter

Main Cast :

  • Lee Donghae
  • Lee Haejin
Supporting Cast :
  • Find it by yourself ^^

…PROLOG…~

Tuhan menciptakan segalanya berpasangan didunia ini…
Menyimbangkan….

Tuhan menyuruh kita mencari pasangan jiwa kita didunia ini…
Bertemu denganmu…

Tuhan memberi arti dalam setiap pertemuan yang tertulis dalam Diary Takdir…
Aku Jatuh Cinta…

Tuhan menyisipkan cerita dalam setiap tarikan nafas kita…
Kisah Cintaku Dengannya…

Tuhan menghilangkan satu rusukku dan itu adalah tanda pasangan jiwa yang dipilihnya untukku…

Kau adalah Jiwaku, Rusukku yang hilang….         

Tuhan membuat partisi agar kita tidak terjebab dalam dosa…
Kita melanggarnya…

Tuhan memiliki kuasa akan kehidupan dan menjatuhkan pilihan pada kita, mana yang kita mau…
Berpisah atau Bersatu Denganmu…

Dulu aku seperti itu, kini bagaimana aku..?
Dulu aku berada disini, kini dimana aku..?

Dulu dia mencintaiku, kini adakah cinta yang sama..?
Dulu dia mempercayaiku, kini adakah dia ragu..?
Dulu dia dalam pelukku, kini adakah dia pergi..?

Arti hadir seseorang akan kita sadari saat kita kehilangan. Setidaknya banyak potongan cerita sudah kita buat saat bersamanya. Disaat sepi dalam kesendirian, mengapa potongan cerita itu seolah bagai rangkaian film yang terus berputar mengelilingi kita agar kita bisa melihat seperti apa kisah kita dahulu…

   “Haruskah kita melakukan ini..?”

“Tapi ini sudah terbuka dan kita sudah memulainya, walau diri kita menolak tapi koneksi saraf kita menginginkannya… Aku merasakan itu, tidakkah kau merasakannya…?”

   “Aku merasakannya, dan aku juga merasakan perubahan didiriku… Tapi haruskah kita berbuat ini..?”

“Aku tidak ingin munafik untuk mengatakan tidak…”

“Begitu juga aku…”

“Bila kau tidak menginginkannya baiknya kita hentikan…”

“Apa kau rela menghentikan semua ini… ?”

“Tidak, aku tidak rela…”

“Begitu juga aku, tapi entah mengapa aku seperti pernah melakukan ini denganmu…”

Aku diam menatap bola mata bening dihadapanku, apakah dia mengingatnya…

“Abaikan apa yang kau rasa, kini hanya cukup mengingat dan mempercayai kalau kita melakukannya untuk pertama kalinya…”

Tubuh kami berdua kembali merapat, dan decakan basah disertai eluhan desah membuat kami seolah memiliki malam ini berdua. Ini terlalu terbuka dan benar2 terbuka setelah sekian lama. Lembar per lembarpun telah terbuka dan ini buku2 jaripun telah menyentuh semuanya, semua tempat yang biasa tersembunyi. Setiap sentuhan memiliki sinyal dan tingkat ketegangan berbeda dimana itu enggan dihentikan. Biarlah, aku menyukai dan kami menginginkan. Hal yang sederhana yang kami pikirkan dalam penyatuan diri ini.

Aku merindukannya…

Dalam sisa batas asa keangkuhan juga keegoisanku aku merindukannya. Harusnya kumiliki hati yang suci untuk dapat melihat betapa sucinya cinta kami. Belajar memaafkan dan menerima dirinya.

“Bisakah dilain waktu dan disaat mendatang kau mengucapkannya..?”

“Mengucapkan apa..?”

“Tentang kerinduanmu juga isi hatimu…”

“Maksudnya…”

“Bila kau rindu padaku, katakanlah..”

“Lalu…”

“Lalu aku akan berlari dan menemuimu seketika itu juga…”

“Dasar aneh…”

“Bukan hal aneh, ini hanya wujud ekspresiku atas apa yang diinginkan kekasihku…”

“Tapi aku bukan kekasihmu…”

“Oh, tidakkah kau menginginkanku sebagai kekasihmu…”

“Emmm….”

“Aku tidak mendapat jawaban kalau kau hanya bergumam seperti itu.. Apakah kau tidak ingin berpacaran dengan seorang artis…?”

“Tidak… “

“Kalau begitu haruskah aku berganti profesi agar kau mau menjadi kekasihku dan berpacaran denganku..?”

“Jangan lakukan… Teruskan karirmu sebagai artis…”

“Tapi kau tidak ingin berpacaran dengan artis dan kau juga tidak mengijinkanku beralih profesi… Bagaimana aku bisa menjadikanmu kekasihku…”

“Memang mengapa harus meminta pendapatku dan menginginkanku menjadi kekasihmu..”

“Sepertinya aku jatuh cinta padamu dan menyukaimu… Tidak bisa dalam sedetikpun aku tidak mengetahui tentangmu..”

Dia diam mengunci mulutnya namun matanya tertuju padaku.

“Jadi, bagaimana ? Apa aku harus beralih profesi..?” Tidak ada jawaban.

“Aku serius dan tidak bercanda…”

“Aku tahu… Tapi sebaiknya, teruslah menjadi artis dan tetap dengan profesimu sekarang..”

Mengapa musim gugur meniupkan angin dingin menusuk sendi..?

Kuingat kisahku dulu bersamamu, menunggu serpihan putih jatuh dari langit yang membawa udara dingin hingga membuatnya datang dan larut dalam pelukku. Saat tubuh kami bertemu, ada kehangatan yang kami dapat mengusir dingin juga menjawab kerinduan.

“Aku menyukai setiap peralihan musim…”

“Mengapa…?”

“Entahlah, setidaknya aku bisa mengerti segalanya yang didunia ini melalui sebuah proses…”

“Lalu bagaimana dengan kita…?”

“Kita…?? Maksudnya dengan kita..?”

“Tidakkah kepura-puraan ini dijadikan sesuatu yang nyata…”

“Lalu…”

“Lalu..?? Hanya itu..?”

“Iya, lalu kau menginginkan apa..?”

“Umumkan pada semua orang kalau kita sepasang kekasih…”

“Jangan gila… Ini akan menyulitkanmu sendiri, jangan buat masalah..”

“Masalah datang dengan sendirinya dengan atau tanpa status aku punya kekasih atau tidak…”

Diam, kini hanya diam…

“Salju turun… Hwaaa, indahnya….!!”

“Mengalihkan pembicaraan…”

“Eh… Bicara sesuatu…?”

“Lupakan….”

“Marah padaku….?”

“Begitulah… Nikmati saja saljunya…”

“Tapi tadi bicara apa…?”

“Tidak ada, aku tidak membicarakan apapun… Saljunya indah, masih putih seperti tahun-tahun kemarin…”

“Hei…. Ini benar2 merajuk rupanya… Baiklah, katakan yang sebelumnya tadi…”

“Kubilang lupakan… Aku tidak bicara apapun…”

“Status pura2 ini jadi nyata…? Oh, padahal aku sudah ingin menjawab iya sebenarnya… Baiklah, kita lupakan…”

“Apa… Kau mau jawab apa…?”

“Lupakan, saljunya putih ya… Sama seperti tahun-tahun kemarin…”

Kini haruskah musim yang akan datang kulalui sendiri… Tanpanya, sendiri…

“Kau hanya ingin mempermainkanku… Kalian semua sama…!!”

“Itu tidak sengaja…”

“Tidak sengaja tapi kau diam menunggu bibirnya hinggap dibibirmu lalu bertukar saliva.. Begitukah..?”

“Dia memaksa….”

“Apa kau tidak punya harga diri dengan menolaknya… Kau dulu menolak saat kita hampir melakukannya… Tapi kini… Apa kau ingin membandingkan ciumanku dengannya…”

“Diam.. Hentikan semua tuduhan ini… Aku tidak sengaja, oke…. Aku minta maaf…”

“MAAF….??? Kau begitu curiga dan cemburu saat melihatku dengan laki-laki lain… Lalu kini, kau pikir dengan maaf lalu bisa merubah segalanya…”

“Lalu apa maumu sekarang… Jangan buat aku pusing dengan semua ini…. Apa kau mau kita berpisah..?”

“Baguslah… Akhirnya kau mengucapkan itu… Kalian semua sama…. Aku membenci kalian semua… Jangan datang lagi dengan menawarkan cinta sementara kalian tidak bisa memahami maknanya…”

“Kau mau kemana…? Kita belum selesai bicara…”

“Kau sudah selesai, dan dengan jelas ucapanmu sampai ditelingaku… Kita berpisah…”

“Aku tidak bermaksud seperti itu.. Aku hanya bertanya… Jangan mengartikan apapun sesuai pikiranmu…”

“Selamat Tinggal….”

Aku membuatnya terluka walau tanpa kusadari sebenarnya aku juga sedang menyayat hatiku sendiri saat melukainya. Aku merindukannya, namun mereka tidak mengijinkanku bertemu dengannya.

Aku hampir kehilangannya, tapi kupastikan hatiku untuk tetap memilikinya. Aku akan mengumpulkan kisahku yang terkoyak bersamanya, menyatukan semua kembali untuk menjadi sebuah kisah seperti dulu. Namun andai itu tidak mungkin…

“Tidak bisakah kita memperbaiki semuanya.. Kita mengulang lagi dari awal…”

“Aku tidak tahu, terlalu banyak kebohongan…”

“Ini hanya salah faham….”

“Aku belum bisa, entahlah….”

Dosa itu terungkap dan rahasia itu akhirnya diketahui. Kini aku harus berjuang sendiri untuk mendapatkannya kembali, kembali kesisiku, kembali mendapatkan cintanya

“Ternyata perasaanku benar… Dugaanku kubenar…”

“Aku mengenalmu…. Kita pernah bertemu…”

“Mengapa kau sembunyikan semua…. Mengapa tidak jujur, apa ingin mempermainkanku…”

“Maaf….”

“Pengecut… Bersembunyi dengan dalih status pura-pura padahal ingin memperbaiki semua dan menghapus dosamu…”

“Aku tidak bermaksud seperti itu…”

Kuberharap dia tidak melupakan semuanya…

Kuberharap dia mau membuka pintu maaf dan mengijinkanku kembali..

Biarlah kubuat cerita baru bersamanya, tetap dengannya.. Karena dia adalah jiwaku….

Jiwaku yang kutemukan di Jantung Kota Seoul…

-Keutt-

Ini masih Prolog… FF ini buatannya Veeka Onnie, hahahaha… mungkin Readers kenal Veeka Onnie sebagai Author Twinsnc.wordpress.com hehehe, tapi selain NC, FF buatan Veeka Onnie itu daebak-daebak, Nisya sering jalan-jalan ke blognya… kalasepi.wordpress.com, please appreciate her story ^^

Part 1 Coming Soon ^^ by the way, bisa tebak gak? Diatas itu POV-nya siapa? wkwkwkwkwkwk

66 thoughts on “My Soul in Seoul (Prolog)

  1. Woah… keren bgt cerita.a…baru baca judul.a aja udah bisa nebak, ni ff pasti daebak🙂 tnyata bener duga‘an ku. ahihihi baru main lg ke blog ini udah capt.3 aja… ok lanjut baca malem2 lg… wah aq jg pgn main ke blog.a veeka onn.. salam kenal yo.🙂 hehe

  2. itu donghae pov kah?
    mm.. mian mau dikit komen, kalo menurut aku, ini menurut aku lho ya, buat sebuah prolog ini berasa terlalu panjang, kalo prolog kan pas konflik hampir mau selesai biasany, kalo ini kayaknya garis besar cerita ya? mian kalo salah,

    tapi dibaca ceritany kayaknya seru, jinhaexy banget kayaknya, hhe..
    lanjut k part. 1..🙂

  3. Eitsss keren nih Nis…
    Veeka eonni? NC? *mata berbinar*langsung save link* kwkwkkwkwkkkk

    Pas baca agak ribet nentuin POVnya, n bikin pnasaran…
    Langsung ke part1nya aja deh..
    Ciaooo…

    NB: thank’s for d link :p

  4. keliling2 mbah gugel,, gegara rindu ma ff dri myyesung unnie..
    trnyta msih d protek …
    dan trdampar kesini.. hehe
    baru tau kalo myyesung unnie pnya blog khusus nc.. keke~
    bangapta chingu ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s