[FF Contest] Heart of the Love

Nama               :  Erzsa Gartika

Nama FB         : Erzsa Gartika

Title                 : Heart of The Love

Author             : Haezsa

Length             : Oneshot

Genre              : Romance, angst

Cast                 : Eunhyuk, Yoonri, Sungmin, Donghae.

“Yoonri-yah, Siang ini lagi-lagi oppa tidak bisa menjemputmu” beritahu Sungmin pada adik perempuan satu-satunya, saat berada diruang kerjanya. “Dua minggu ini oppa memang tak pernah menjemputku” protes Yoonri.

“Yoonri-yah, oppa…”

“Sedang sibuk saat ini, jadi kau harus mengerti” potong Yoonri, “Aku bosan dengar alasan seperti itu, kita hanya bertemu saat pagi hari, selebihnya oppa tak pernah ada dirumah” tambahnya.

Sungmin menghentikan kegiatannya yang sedang memasukan berkas-berkas kedalam tasnya, lalu berdiri dan memegang kedua bahu Yoonri. “Yoonri-ah, saat ini oppa benar-benar sibuk, tapi oppa janji, setelah pekerjaan oppa selesai, kita akan pergi kemanapun yang kau mau”

“Setelah omma dan appa pergi, didunia ini hanya oppa yang aku punya” ujar Yoonri lirih.

“Selamanya oppa akan menjadi omma dan appa untukmu, jadi tunggulah sampai urusan oppa selesai” ujar Sungmin seraya memeluk Yoonri.

“Oke, sekarang oppa akan mengantarkanmu ke sekolah” ujar sungmin seraya melepaskan pelukannya.

“Oke”

~norael bolleo bwa ijen chumeul ttarahae

gachi sinnage eolssigujeolssigu~

Handphone Sungmin berdering.

“Yeoboseo”

“…..”

“Ne”

“….” Sungmin melirik kearah Yoonri.

“Arasseo, Aku segera kesana” ujar Sungmin lalu menutup sambungan.

“Yoonri-yah….”

“Arasseo, Aku bisa berangkat sendiri” ujar Yoonri lalu keluar dari ruang kerja Sungmin, Yoonri tidak peduli dengan panggilan Sungmin.

“Yoonri-yah,…… Yoonri…. Yoonri”

“Yaa~ hari ini aku tidak akan masuk sekolah lagi, biar Shin seongsenim  menelpon Sungmin oppa, dan memberitahu kalau adiknya sudah seminggu tidak masuk sekolah tanpa ada kabar” ujar Yoorin saat dijalan, karena kesal dia menendang-nendang batu yang ada didekatnya, sampai akhirnya karna terlalu kesal, tanpa disadari batu yang dia tendang mengenai seseorang.

“AAAWW” teriak orang yang terkena batu, yang ditendang Yoonri.

“AA, Jeosonghamnida” Yoonri membungkukan badannya, meminta maaf.

Orang itu hanya menatap Yoonri sekilas dengan tatapan kesal, lalu pergi.

“Yang penting aku sudah minta maaf” ujar Yoonri pelan, saat ia hendak pergi matanya tidak sengaja melihat sesuatu, diapun mengambil benda tersebut.

“Perekam suara ? apa ini punya laki-laki tadi” Yoonri berpikir sejenak. “Tidak ada salahnyakan kalau aku mendengar” ujarnya ragu-ragu, diapun langsung mendekatkan perekam suara itu ke telinganya.

“omma appa, apa kalian sedang melihatku sekarang ? sungguh aku masih belum…..”

“Apa kau tidak pernah diajarkan kalau menyentuh barang orang tanpa ijin itu tidak boleh” ujar laki-laki tadi setelah merebut perekam suaranya dari tangan Yoonri.

“Aku…aku hanya…”

“Hanya apa ?” tanya Laki-laki itu sedikit berteriak.

“Aku…hiks… hanya ingin… hiks…tau itu milik siapa” isak Yoonri yang kaget dengan bentakan laki-laki itu. Melihat perempuan dihadapannya terisak membuatnya sedikit tidak tega.

“Sudahlah lupakan saja, lain kali jangan lakukan lagi” ujarnya lalu pergi, tapi Yoonri malah menangis makin keras. Mau tak mau laki-laki itu kembali menghampiri Yoonri.

“Berhentilah menangis, lihat banyak yang memperhatikan kita” bisiknya ditelinga Yoonri, tapi Yoonri bukannya berhenti malah menangis makin keras.

“Aish mimpi apa aku semalam” ujarnya sambil mengacak-acak rambutnya lalu menarik tangan Yoonri, perempuan yang tidak dia kenal.

Setelah berada ditempat yang dirasa sepi, laki-laki itupun melepaskan tangannya dari tangan Yoonri yang sudah berhenti menangis.

“Kau ini merepotkan sekali” decaknya kesal, Yoonri hanya memanyunkan bibirnya.

“Sudah sekarang lebih baik kau pergi kesekolah”

“Aku sudah terlambat” ujar Yoorin pelan.

“Benar juga, kalo gitu kau pulang saja”

“Shiro!!” tolak Yoorin.

“Terserah, aku akan pergi” ujarnya lalu pergi meninggalkan Yoonri. Tapi belum jauh dari tempat tadi, laki-laki itu menengokan kepalanya kebelakang.

“Kenapa kau mengikutiku ?” tanyanya kesal.

“Aku tidak tau harus kemana, jadi aku mengikutimu”

“Ya! Apa kau akan terus mengikutiku ? aku ini ingin pergi kerja” ujarnya kesal.

Yoonri langsung mengeluarkan wajah ingin menangis.

“Aah baiklah tapi kau ingat, jangan menggangguku, arachi ?” Yoonri langsung menganggukan kepalanya senang. “ini akan jadi hari yang panjang” ujarnya dengan suara pelan.

“Ajushi, namamu siapa ?” tanya Yoonri.

“AJUSHI BOE ?? do jinca… aish”

“Aku pikir kau seorang ajushi” ujar Yoonri dengan polosnya.

Laki-laki itu menarik napas, “Eunhyuk, namaku Eunhyuk. Apa aku terlihat tua ? lihatlah baik-baik wajahku yang tampan ini” ujar laki-laki yang bernama Eunhyuk itu, seraya mendekatkan wajahnya.

“Kalau dari dekat malah terlihat seperti orangtua” ujar Yoonri sambil menahan tawa.

“Baiklah, sekarang lebih baik kau pulang” ujar Eunhyuk hesal.

“HAHAHHAHA, kau lucu saat sedang marah Eunhyuk-ssi” Yoonri tertawa, membuat Eunhyuk menghentikan langkahnya. “Tidak lucu”

“Akukan hanya bercanda”

“Sudahlah, kita sudah sampai, itu tempat kerjaku”

“Kau bekerja di kedai dokkboki ?” tanya Yoonri.

“Ne”

“Eunhyuk-ssi, itu makanan kesukaanku, ayo cepat kita kesana” ujar Yoonri seraya menarik tangannya.

“Eunhyuk-ah, kau terlambat 15 menit” ujar salah seorang temannya yang bernama Donghae.

“Mianhe” Eunhyuk meminta maaf..

“Kau terlambat karena berpacaran dulu ?”

“Aku bukan pacarnya” ujar Yoonri dan Eunhyuk berbarengan.

“sudahlah kau duduk disana saja, dan jangan menggangguku bekerja” Eunhyuk menunjuk salah satu meja disudut ruangan.

“Baiklah, oiya, aku pesan satu porsi dokkboki ya”

“Ne, sudah sana”

Dokkboki pesanan Yoonri pun datang, tapi yang mengantarkan bukan Eunhyuk, melainkan temannya, Donghae.

“Agassi, apa kau yakin bukan pacarnya hyukie ?”

“Mana mungkin aku pacarnya, dia bukan tipeku. Oiya jangan panggil aku agassi, panggil saja aku Yoonri”

“Hahaha, sudah kuduga, oiya namaku Lee Donghae. Bangapseumnida”

Setelah itu Donghae kembali bekerja.

Yoonri terus memperhatikan Eunhyuk yang sedang melayani pembeli, kadang Yoonri tersenyum melihat senyum yang Eunhyuk berikan pada pelanggannya.

Tidak terasa waktu sudah menunjukan pukul 5 sore. “Yoonri-ssi pekerjaanku selesai, jadi sekarang aku akan mengantarmu pulang” ujar Eunhyuk.

“Baiklah, Kaja”

Selama perjalanan pulang mereka berdua hanya diam, sibuk dengan pikirannya sendiri.

“ehmm Eunhyuk-ssi, itu rumahku, kau mau mampir ?” tawar Yoonri.

“Tidak terimakasih, lain kali saja”

“baiklah, kalau begitu annyeong” pamit Yoonri, tidak lama kemudian Yoonri membalikan badannya dan memanggil Eunhyuk.

“Eunhyuk-ssi”

“Ne”

“Besok, hmm bolehkah aku pergi ketempat kerjamu lagi ?” tanya Yoonri ragu-ragu.

“Bukankah kau harus sekolah ?”

“Hmmm besok kebetulan sekolahku libur” ujar Yoonri berbohong.

“Benarkah, kalau begitu datanglah, tapi ingat besok dokkbokimu tidak gratis” ujar Eunhyuk disertai tawa.

“Huuu kau pelit” ujar Yoonri seraya menjulurkan lidahnya.

“Hahaha, sudah masuk sana”

Yoonri pun masuk kedalam rumahnya, Eunhyuk tersenyum lalu pergi.

“Ah~, hari ini aku beruntung bertemu dengannya” tanpa sadar wajah Yoonri dihiasi oleh senyum.

“Apa oppa belum pulang ?” tanyanya lebih kepada dirisendiri, lalu dia pergi melihat ruang kerja oppanya, lalu menyalakan lampu ruangannya dan duduk dikursi kerja oppanya.

“Apa yang sering oppa lakukan disini” Yoonri membuka laci meja yang ada dihadapannya. Didalamnya terlihat ada sebuah foto suami istri, Karena penasaran Yoonri pun mengambilna. “Siapa mereka, ini bukan foto appa dan omma, kenapa oppa menyimpannya” dibalik foto itu terdapat tulisan ‘Menghilangkan orang-orang bodoh yang tak berguna’.

“Apa maksudnya ?” Yoonri memasukan kembali foto itu kedalam laci, lalu ia pun berjalan menghampiri lemari yang berada diruang kerja oppanya.

“Oo, apa ini ?” Yoonri menemukan sebuah surat yang terselip diantara buku-buka, saat Yoonri ingin membacanya tiba-tiba ada yang merebut kertas itu dari tangannya.

“Apa yang kau lakukan disini ?” ternyata Sungmin sudah pulang.

“Aku mengecek apa oppa sudah pulang, tapi ternyata belum, jadi aku pikir tidak ada salahnya aku menunggu oppa disini”

“Lain kali jangan lakukan ini lagi, jangan masuk ruang ini tanpa seijin oppa”

“Kenapa ?” tanya Yoonri heran.

“karena… karena, sudahlah apa kau sudah makan ?” ujar Sungmin mengalihkan pembicaraan.

“Sudah, apa oppa sudah makan ? kalau belum akan aku buatkan” tawar Yoonri.

“Belum, jadi tolong buatkan ya” pinta Sungmin seraya menyubit pipi adiknya.

“Arasseo” Yoonri pun keluar dari ruang kerja Sungmin. Terlihat wajah lega dari Sungmin.

***

“Yoonri, hari ini oppa…”

“Tidak apa-apa, aku bisa berangkat sendiri” potong Yoonri saat mereka berdua sedang sarapan.

“Bukan itu, maksud oppa, hari ini oppa akan pergi ke pulau jeju, ada pekerjaan disana”

“Berapa lama ?” tanya Yoonri pelan, wajahnya berubah sedih.

“Mungkin dua minggu, kau ingin oppa bawakan apa ?” tanya Sungmin berusaha mencairkan suasana.

“Bisakah oppa tidak pergi ?”

“Yoonri-yah”

“Aku hanya bercanda, pergilah, dan bawakan aku banyak oleh-oleh” Yoonri pura-pura tidak sedih, padahal terlihat jelas dari wajahnya jika ia tidak menginginkan oppa-nya pergi.

“Aku sudah selesai makan, aku berangkat dulu, dah Oppa” pamit Yoonri seraya mencium pipi Oppa-nya.

Seperti perjanjiannya kemarin, ia pergi ketempat kerja Eunhyuk dan membolos sekolah lagi.

“Annyeonghaseo”

“Waah Yoonri-ssi, kau datang lagi, tapi kedai ini belum buka, apa kau datang kemari untuk bertemu Eunhyuk” ujar Donghae dengan senyum merekahnya.

“Bagaimana kabarmu hari ini Donghae-ssi” Yoonri mengalihkan pembicaraan.

“Baik, Eunhyuk-ah, Eunhyuk-ah cepat kemari” teriak Donghae,memanggil Eunhyuk. Tidak lama kemudian Eunhyuk keluar, wajahnya yang sedikit belepotan membuat Yoonri tertawa.

“Kenapa kau tertawa ?” tanya Eunhyuk heran.

“Lihat wajahmu Eunhyuk-ah” ujar Donghae yang ternyata ikut tertawa.

“Ada apa dengan wajahku ?” eunhyuk lalu mengambil cermin, kemudian dengan malu-malu dia berkata, “wajar jika wajah seorang koki seperti ini”.

“Apa aku boleh membantumu memasak ?”

“Dengan senang hati, tapi aku hanya membayarmu dengan semangkuk dokkboki ya”.

“Dasar pelit, baiklah semangkuk dokkboki juga sudah untung” kata Yoonri seraya mengikuti Eunhyuk keruang dapur.

***

Hampir seminggu Yoonri terus menerus datang ke tempat kerja Eunhyuk, dan selama seminggu pula hubungan Eunhyuk dan Yoonri menjadi lebih dekat, sekarang tidak ada embel-embel –ssi dibelakang panggilan mereka berdua, Yoonri memanggil Eunhyuk dengan sebutan ‘oppa’. Kadang Eunhyuk mampir kerumah Yoonri atau sebaliknya Yoonri yang main kerumah Eunhyuk. Karena sudah merasa dekat satu samalain kadang mereka menceritakan rahasia yang mereka miliki, sampai suatu hari Eunhyuk menceritakan tentang keluarganya.

“Omma, Appa, dan adikku meninggal 2 tahun yang lalu”

“Maaf aku tak bermaksud…”

“Tidak apa-apa, lagi pula aku merasa ingin menceritakannya padamu” ujar Eunhyuk.

“Ceritakanlah kalau kau tidak keberatan”

“Mereka dibunuh”

“BOE ??” Yoonri tak percaya dengan apa yang didengarnya.

“Kau tau bagaimana rasanya melihat orang yang kau sayang dibunuh didepan matamu ? mereka…meraka benar-benar tidak punya hati” suara Eunhyuk terdengar bergetar karena menahan tangis.

“Kenapa semuanya bisa seperti itu ?” tanya Yoonri penasaran.

“Semakin tinggi pohon, semakin kencang juga angin yang bertiup, mungkin itu istilah yang kami hadapi waktu itu”

“Maksudmu ? aku tak mengerti”

“Waktu itu Appa mendapatkan kedudukan sebagai pemegang saham terbesar di salah satu perusahaan, tapi ada salah seorang rekan kerjanya yang tidak terima dengan kenyataan itu.” Eunhyuk berhenti sesaat untuk menghirup udara, lalu melanjutkan “Dia mengirim seorang pembunuh bayaran untuk membunuh kami sekeluarga, karena dengan begitu dia akan mendapankan seluruh sahamnya.”

“Bagaimana kau bisa selamat ?”

“Omma mengorbankan nyawanya demi menyelamatkanku” terlihat air mata di pelupuk matanya. Yoonri berusaha menenangkannya dengan mengusap punggung Eunhyuk.

“Aku berhasil kabur, kata omma selama aku masih hidup, dia tak akan mendapatkan apa-apa dan sekarang aku berjanji akan mencarinya dan membalas apa yang telah mereka perbuat pada keluarga kami”

“Sudahlah, kenapa aku bicara seperti itu” ujar Eunhyuk seraya menghapus airmatanya yang hampir jatuh.

“Yoonri-yah, sudah malam Aku akan mengantarkanmu pulang”

“Ne”

Eunhyuk mengantarkan Yoonri pulang, tapi kali ini ia tidak mampir karena sudah terlalu malam.

“Gomawo oppa, besok aku akan ke kedai dokkboki-mu lagi, Annyeong” ujar Yoonri seraya melambaikan tangan kearah Eunhyuk lalu masuk kedalam rumah.

Saat membuka pintu rumahnya, Yoonri kaget karena Sungmin oppa sedang berdiri menatapnya dengan tatapan marah.

“Oppa, kau sudah pulang ? bukankah kau pergi dua minggu ?”

“Apa kau ingin oppa pulang minggu depan, agar kau bisa leluasa membolos dan keluyuran dengan laki-laki yang tidak tau asal-usulnya ?” ujar Sungmin marah, Yoonri menundukan kepalanya.

“Kenapa kau lakukan itu semua ?” bentak Sungmin.

“Aku… hiks… mianhe oppa… hiks hiks….” isak Yoonri.

“Oppa tak butuh air matamu, jelaskan kenapa kau lakukan semua itu ?” suara Sungmin semakin meninggi.

“Kenapa oppa tidak tanya pada diri oppa kenapa aku lakukan itu, aku hanya ingin oppa tau, kalau aku tak suka oppa terlalu sibuk” Yoonri berherti sejenak. “Teman-temanku semua meledekku karena aku tak punya appa dan omma, dan oppa tau, tidak lama ini mereka meledekku kalo oppa membuangku, karena mereka tak pernah melihat oppa mengantar atau menjemputku lagi.”

“Yoonri-yah, mianhe oppa…”

“Aku seperti tidak punya siapa-siapa didunia ini, oppa. Semua orang menjauhiku, dan sekarang oppa sudah mulai tidak mempedulikanku” air matanya kini jatuh tak terbendung, Sungmin langsung memeluk adik sematawayangnya itu.

“Maafkan oppa Yoonri, oppa janji, mulai saat ini oppa akan memebuktikan kepada teman-temanmu, kalau kau masih memiliki oppa”

“Gomawo oppa”

***

Seminggu setelah kejadian itu, Yoonri rajin masuk sekolah, tapi karena Sungmin mengantar jemput Yoonri setiap hari, maka Yoonri tidak bisa pergi menemui Eunhyuk, tapi mereka tetap saling berhubungan lewat telepon.

Malamnya, Yoonri terbangun karena haus maka ia keluar kamar untuk mengambil minum, tapi saat melewati ruang kerja Sungmin, ia tidak sengaja mendengar Sungmin bicara dengan seseorang di telpon.

“Sudah malam begini, kenapa oppa belum tidur” Yoonri berinisiatif untuk masuk kedalam ruang kerja oppanya, tapi niatnya diurungkan saat mendengar pembicaraan Sungmin.

“Sudah kubilang cari sampai dapat, apa kau ingin mati hah ?”

“…”

“Bawa padaku hidup atau mati”

“….”

“Apa kau gila, sudah ku bilang aku tak bisa mendapatkan semua saham itu, jika salah satu anaknya masih hidup” Yoonri tersentak mendengar apa yang dikatakan oppanya.

“Sudahlah, kalau begitu langsung saja kau membunuhnya, aku akan membayarmu berapapun yang kau minta”

Yoonri langsung kembali kekamarnya, tidak jadi mengambil minum karena terlalu syok dengan apa yang dengarnya barusan.

“Tidak mungkin, Tidak mungkin Oppa, itu tidak mungkin” ujar Yoonri meyakinkan dirinya sendiri.

“Mereka dibunuh”

“Dia mengirim seorang pembunuh bayaran untuk membunuh kami sekeluarga, karena dengan begitu dia akan mendapankan seluruh sahamnya.”

“… kata omma selama aku masih hidup, dia tak akan mendapatkan apa-apa…”

“Bawa padaku hidup atau mati”

 “… aku tak bisa mendapatkan semua saham itu, jika salah satu anaknya masih hidup”

Tidak sadar Yoonri pun menangis semalaman memikirkan semua itu. Sampai akhirnya terlelap karena kelelahan.

***

“Ada apa dengan matamu ? apa kau habis menangis ?” tanya Sungmin saat mereka sedang sarapan.

“Oh ini, karena aku kurang tidur mungkin, akhir-akhir ini tugasku banyak”

“Jangan terlalu dipaksakan, kalau kau butuh bantuan beritahu oppa, arachi?”

“Ne” jawab Yoonri pelan.

“Yoonri-yah, kenapa kau belum siap-siap, cepat pakai seragammu, kita berangkat sekarang”

“Hari ini aku libur, oppa” beritahu Yoonri.

“oh iya oppa lupa” kata Sungmin seraya memukul keningnya sendiri.

“Yoonri-yah, sepertinya malam ini oppa akan pulang terlambat, jadi kau tidak usah menunggu oppa”

“Ne”

“Ya sudah kalau begitu oppa pergi dulu ya” pamit Sungmin seraya mencium kening Yoonri.

Setelah memastikan kalau Sungmin benar-benar sudah pergi, Yoonri langsung menuju ke ruang kerja Sungmin untuk mencari bukti-bukti yang mungkin akan menjelaskan semuanya.

Yoonri mencari disetiap bagian tapi dia tidak menemukan apa-apa, sampai akhirnya ia ingat waktu itu iya menemukan secarik kertas, tapi dia tidak sempat membacanya karena sungmin lebih dulu merebutnya.

“Kertas itu, ya kertas itu” Yoonri membuka semua buku yang ada di lemari buku, seingatnya kertas itu terselip di salah satu buku.
“Ini dia” Yoonri menemukannya, sejenak ia menenangkan dulu hatinya sebelum membacanya.

“Aku siap, apapun kenyataannya aku akan menerimanya” lalu Yoonri pun membacanya.

“Surat ini dibuat tanpa paksaaan saya Lee Hyuk Jae selaku pemegang saham terbesar, jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan dengan keluarga kami, maka saya akan memberikan semua saham saya kepada saudara Lee Sungmin, , tapi jika salah satu dari putra kami masih hidup dan mampu menjalankan saham ini, maka saham ini akan diberikan kepada putra kami, dengan catatan dibawah kepengawasan saudara Lee Sungmin.
tertanda

                                                                            Lee Hyuk Jae”

Yoonri segera mengambalikan kertas itu ketempat semula, lalu bergegas pergi menemui Eunhyuk.

 

 

“Oppa, dimana Eunhyuk oppa ?” tanya Yoonri pada Donghae, saat sampai di kedai.

“Sudah beberapa hari ini dia sakit, jadi tidak datang kesini. Mungkin karena sudah lama tidak bertemu denganmu” ledek Donghae.

“Baiklah, aku akan kerumahnya saja”

Yoonri bergegas menuju rumah Eunhyuk yang tidak jauh dengan kedai.

Eunhyuk terkejut saat membuka pintu karena dia tidak menyangka akan bertemu dengan Yoonri.

“Yoonri-yah” ujarnya seraya memeluk Yoonri. Yoonri diam terpaku karena Eunhyuk tak pernah memeluknya sebelumnya.

“Ah.. mianhe, apa yang baru saja aku lakukan” ujar Eunhyuk yang juga sama terkejutnya, dengan kelakuannya.

“Kudengar kau sakit, sakit apa ?” tanya Yoonri saat mereka sudah ada didalam rumah.

“Hanya sakit ringan, sebentar biar kuambilkan minum dulu” ujar Eunhyuk.

Saat Eunhyuk  pergi kedapur untuk mengambil minum, Yoonri langsung memanfaatkan moment ini untuk mencari sesuatu yang berkaitan dengan peristiwa yang dia takuti.

“Foto ini, sepertinya aku pernah melihatnya”

“Yoonri-yah, kau sedang apa?” tanya Eunhyuk heran melihat Yoonri yang terus menatap foto orangtua-nya.

“Foto ini”

“Itu foto kedua orang tuaku” beritahu Eunhyuk.

Pikiran Yoonri langsung teringat foto didalam laci ruang kerja Sungmin, fotonya sama persis.

Dia juga teringat dengan tulisan yang ada dibalik foto tersebut.

Menghilangkan orang-orang bodoh yang tak berguna’.

“Tidak mungkin” ujar Yoonri dengan suara pelan.

“Apa, barusan kau bilang apa ?”

“Ah tidak, bukan apa-apa, aku haus mana minumanku?” Yoonri mengalihkan pembicaraan. Eunhyuk menyerahkan gelas yang dia pegang untuk Yoonri.

“Duduklah, aku ingin memberitahu kabar gembira” ujar Eunhyuk.

“Apa itu ?”

“Orang suruhanku hampir menemukan pembunuh keluargaku”

“Uhuk.. uhuk ..uhuk” Yoonri kaget mendengar apa yang diucapkan Eunhyuk.

“Yoonri-yah, kalau minum jangan buru-buru, jadi tersedakkan” ujar Eunhyuk seraya menepuk-nepuk punggung Yoonri.

“Aku tidak apa-apa, oiya selamat ya, semoga pembunuhnya cepat ditemukan”

“Gomawo, dan yang ku dengar dia memiliki seorang adik perempuan, dan aku akan…”

“Kau akan membunuhnya ?” potong Yoonri.

“Bukankah ada istilah ‘nyawa dibayar dengan nyawa’”

“Kalau misalnya adik perempuannya itu adalah aku, apa kau akan tetap membunuhku ?”

“Kau ini bicara apa, jangan bicara yang aneh-aneh” sergah Eunhyuk.

“Ya akukan hanya ingin tahu”

“Aku mencintaimu Yoonri, jadi jangan bicara seperti itu” Yoonri tersentak dengan ucapan Eunhyuk.

“Oppa”

“Mungkin ini terlalu cepat, tapi aku sungguh mencintaimu Yoonri-yah”

Tak terasa airmata jatuh dari pelupuk mata Yoonri.

“Saranghae Yoonri-yah”

“Oppa”

“Saranghae”

“Nado oppa”

Merekapun berpelukan.

***

Hari-hari mereka berdua lalui selayaknya sepasang kekasih, Yoonri masih menyembunyikan identitas keluarganya walaupun Eunhyuk sering mendesak agar Yoonri menceritakan keluarganya. Tapi Yoonri selalu punya alasaan untuk tidak menceritakannya.

Yoonri tak ingin Eunhyuk tahu siapa dia sebenarnya, karena itu akan membuat hubungannya berantakan.

“Chagiya, tidak terasa ya kita sudah berpacaran 10 bulan, 15 hari, 8 jam, 6 menit” ujar Eunhyuk ngegombal.

“Apanya yang 8 jam, lihat sekarang pukul 5 sore, berarti sudah 9 jam”

“Hahahaha, kalau seperti ini terlihat jelas kalau kau mencintaiku” ledek Eunhyuk.

“Aku hanya membenarkan saja kok :P”

“hmm, saranghae my Yoonri” ujar Eunhyuk seraya memeluk Yoonri.

“Nado”

“Malam nanti aku akan melakukan sesuatu, kalau ada apa-apa denganku maukah kau mengingatku terus” ujar Eunhyuk membuat Yoonri heran.

“Maksud oppa ?”

“Maksudku, Aku mencintaimu, sampai kapanpun aku akan tetap mencintaimu, dan apapun yang terjadi Aku akan terus mencintaimu”

“Apapun yang terjadi ?” tanya Yoonri.

“Ne”

“Saranghae Oppa”

“Nado”

***

Malam harinya Eunhyuk dan pesuruhnya pergi untuk mengepung rumah pembunuh keluarga Eunhyuk.

“Apa kalian yakin ini rumahnya ?” tanya Eunhyuk tak percaya.

“Yakin tuan, Lee Sungmin tinggal berdua dengan adik perempuannya”

“Tidak mungkin” Eunhyuk benar-benar tidak percaya.

‘Tidak mungkin Yoonri, Tuhan katakan kalau ini salah’ isak Eunhyuk dalam hati.

“Orang suruhanku hampir menemukan pembunuh keluargaku”

“Uhuk.. uhuk ..uhuk” Yoonri kaget mendengar apa yang diucapkan Eunhyuk.

“… dan yang ku dengar dia memiliki seorang adik perempuan, dan aku akan…”

“Kau akan membunuhnya ?” potong Yoonri.

“Bukankah ada istilah ‘nyawa dibayar dengan nyawa’”

“Kalau misalnya adik perempuannya itu adalah aku, apa kau akan tetap membunuhku ?”

“Kau ini bicara apa, jangan bicara yang aneh-aneh” sergah Eunhyuk.

“Ya akukan hanya ingin tahu”

“Apa kita akan bertindak sekarang ?” tanya salah satu pesuruhnya, membuyarkan lamunan Eunhyuk. Eunhyuk memejamkan matanya sebentar lalu berkata dengan yakin.

“Kita masuk sekarang”

Semua orang suruhan Eunhyuk termasuk Eunhyuk sendiri segera masuk rumah tersebut, dengan mendobrak pintu dan memecahkan jendela, tidak lama kemudian orang-orang suruhan Sungmin keluar, dan terjadilah perkelahian hebat didalam rumah itu.

Tapi apa daya orang suruhan Eunhyuk lebih banyak, jadi dengan mudahnya bisa menjatuhkan semua orang suruhan Sungmin.

“Lee Sungmin, keluarlah. Ternyata kau pengecut, KELUAR” teriak Eunhyuk.

“Dia tidak ada diruangan ini” beritahu salah satu orang suruhannya.

“Cari sampai dapat” uajar Eunhyuk.

Eunhyuk menelusuri setiap ruangan, dalam hatinya Ia berharap kalau Yoonri sedang tidak disini, Eunhyuk bingung apa yang akan dia lakukan jika melihat Yoonri sekarang.

Eunhyuk membuka pintu ruangan yang agak menyudut,  dan betapa terkejutnya saat Yoonri berdiri  tepat didepannya, sedangakan tangan Eunhyuk yang sedang memegang pistol mengarah ke Yoonri yang sedang menangis.

Mereka saling bertatapan untuk beberapa saat, sampai akhirnya Eunhyuk menurunkan tangannya dan memalingkan wajahnya dari Yoonri.

“Pergilah, aku akan pura-pura tidak melihatmu”

Yoonri masih tetap pada posisinya, tidak menghiraukan Eunhyuk.

“Pergilah sebelum aku berubah pikiran” ujar Eunhyuk tanpa melihat wajah Yoonri.

“AKU BILANG PERGI” teriak Eunhyuk dengan air mata yang menjatuhi pipinya.

“Pergilah Yoonri, jeball”

Dengan masih menangis, Yoonri pergi.

Ternyata Yoonri bersembunyi tak jauh dari tempat sembunyi Sungmin, jadi saat mereka sudah menemukan Sungmin, sudah sangat jelas Yoonri mendengar semua yang dikatakan mereka, dan dapat melihat mereka memukuli Sungmin, tak terkecuali Eunhyuk.

“Tak kusangka kau akan balas dendam seperti ini” ujar Sungmin dengan susah payah.

“Kurang ajar” Eunhyuk meninju wajah sungmin yang sudah babakbelur.

“Sekarang katakan pesan terakhirmu sebelum aku membunuhmu” ujar Eunhyuk.

“Kau tidak lebih dari seorang anak pecundang” kata Sungmin.

“Kurang ajar” saat Eunhyuk mengarahkan pistolnya kearah sungmin, tiba-tiba dari arah belakang muncul Yoonri seraya mengarahkan pistol kearah Eunhyuk.

“Jatuhkan senjatamu, atau aku akan menembakmu!” ancam Yoonri, ia tetap tak berhenti menangis.

“Yoonri-yah”

“Jatuhkan sejatamu”

Saat Eunhyuk menjatuhkan senjatanya, tiba-tiba saja terdengar dua suara tembakan.

DORRR DORRR

***

1 TAHUN KEMUDIAN.

Terlihat seorang pria berdiri disebuah pemakaman, Ia membawa seikat bunga dan menaruhnya diatas makam yang ada dihadapannya.

“Jika dihitung-hitung hubungan kita sudah 20 bulan, 30 hari, 8 jam, 6 menit, Yoonri-yah kau harus selalu ingat kalau aku mencintaimu, sampai kapanpun aku akan tetap mencintaimu, dan apapun yang terjadi Aku akan terus mencintaimu” ujar pria itu, yang tak lain adalah Eunhyuk.

*Flasback*

“Jatuhkan sejatamu”

Saat Eunhyuk menjatuhkan senjatanya, tiba-tiba saja terdengar dua suara tembakan.

DORRR DORRR

Orang suruhan Eunhyuk menembak Yoonri dari belakang, setelah itu langsung menembak Sungmin.

“Yoonri-yah” Eunhyuk berlari kearah Yoonri.

“Oppa, mianhe selama ini aku tak pernah memberitahumu tentang hal ini, tapi sungguh aku tau semua ini setelah oppa mengatakan semuanya padaku, maafkan aku oppa, maafkan aku. Saranghae” keadaan Yoonri semakin melemah, sampai pada akhirnya ia menghembuskan nafas terakhirnya di pelukan Eunhyuk.

END

 

 

9 thoughts on “[FF Contest] Heart of the Love

  1. ya ampun, endingnya nyesek deh.
    hyuk baik eh nyuruh kimmy pergi u.u
    yah walaupun akhirnya Ming-Yoori di tembak T.T
    hah suruhannya hyuk bikin gemes
    as usual nice ff🙂

  2. omo! kok umin jd serem gt sih?
    beda bgt ama aslinya yg selalu cengar cengir
    keren FF-nya!!
    tp endingnya sedih
    ksian unyuk T______T

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s