[FF Contest 1st Winner] Letters of Segovia

Eresma Iglesia.

Ini tentang seseorang yang membuat rasaku mengalir sederas Fuente fria.

Dia yang seangkuh gunung Guadarrama.

Dia yang selalu berpaling dari kilatan kamera.

Dia yang tertunduk mengalah pada kata cinta.

Dan dia yang mengorbankan air matanya demi bakti pada Segovia.

 

***

 by : Assri KiHae/Orinly (@Orin_Park)

Gadis itu terduduk diam di salah satu sudut Griffith cafe. Ia tampak serius mengamati secarik kertas di tangannya sambil sesekali menyendok coffee ice creamnya di atas meja. Kim Yoonri. Mungkin dari namanya pun kalian sudah bisa menebak darimana gadis ini berasal. Ya, Korea Selatan. Namun garis wajah dan mata coklatnya tak bisa membohongi siapa pun bahwa ia punya darah asli negara ini. Spanyol..

Sambil melipat sebuah surat di tangannya, gadis itu kemudian menghempaskan punggungnya ke punggung kursi. Sepasang mata coklatnya mulai beralih menatap ke luar dinding-dinding kaca cafe. Menyapukan pandangan keseluruh kota kecil yang baru disinggahinya 2 hari lalu itu.

Segovia. Sebuah kota di pusat Spanyol, yang terkenal dengan perpaduan modern dan sejarahnya. Masih sama seperti dulu, kota ini tak pernah lepas dari kata ramai. Para turis tampak berkeliaran di jalur Hontanon strett sekedar untuk berfoto-foto di depan Aqueduct Roman yang merupakan symbol Segovia.

Yoonri menghela nafas, kemudian membuka lipatan kertas di tangannya lagi. Kembali membacanya, sambil berharap menemukan setitik pencerahan dari 4 baris kalimat yang tertulis rapi dalam bahasa Spanyol itu..

 

‘Ketika pelita berada di titik terang atap hitam.

bercerminlah pada jendela suci dewa..

temukan arah yang ditunjuk kunang-kunang,

lalu larilah menapaki tanah Segovia..’

 

Tapi nihil. Ia masih juga tak mengerti. Isi kertas itu terlalu membingungkan baginya. Jadi, berapa lama lagi ia harus berada di kota ini? Berapa lama lagi ia harus bersabar menekan kerinduan masa kecilnya tentang seorang kakak? Dan kenapa pula Ibunya meninggalkan surat wasiat berupa teka-teki yang harus ia pecahkan di Segovia?

Seminggu yang lalu sebelum meninggal, Agrima Tesia –Ibunya-, memberikan sebuah surat yang berisi teka-teki. Dan anehnya lagi, itu bukanlah surat yang utuh! Yoonri harus mendapatkan potongan-potongan surat lainnya di kota ini, dari seseorang bernama Neil. Yang entah siapa..

Hening sejenak. Sepiring Fabada Ascrone (semacam kacang dan jagung yang diolah dan disiram dengan saus coklat) di tengah meja tiba-tiba menarik alih perhatianya. Setelah mengabaikan makanan itu beberapa lama, Yoonri mulai meraihnya dengan sedikit ragu. Ia terjebak dalam anomali pikirannya sendiri. Makan atau tidak? Tapi akhirnya, dengan tangan yang agak bergetar, ia mulai menyendok makanan itu dan menyuapkannya kedalam mulut.

Detik berikut, 3 rasa manis yang berbeda mulai melumer dalam mulutnya. Jagung, kacang, dan coklat. Yoonri tersenyum getir saat kenangan itu mulai memenuhi kepalanya lagi. Ini makanan kesukaan orang itu! Orang itu… Kim Sunggyu. Kakaknya, yang menghilang tanpa jejak di kota ini, 10 tahun lalu. Akhh.. Andai Sunggyu ada di sampingnya sekarang. Mungkin ia tak akan pusing sendiri menghadapi teka-teki ini.

Yoonri menyangga dagunya di atas meja, menghembuskan nafas keras-keras, “Jadi… apa yang harus aku lakukan sekarang?”

‘CKRREEKKKK….’

 

***

 

San Andreas Gate menjulang megah sebagai gerbang masuk kebanggaan Segovia. Arsitektur bangunan yang tersusun dari bebatuan kapur Segnov itu terlihat kuno dan begitu klasik, benar-benar mencerminkan sisi sejarah yang kuat dari kota ini.

Ada sebuah terowongan kecil di bawah balkon utara San Andreas. Biasanya tempat itu digunakan para pelukis atau musisi-musisi jalanan sebagai hiburan untuk para touris. Dan Kim Yoonri berada disana sekarang, duduk bersandar pada sebuah kursi semen di salah satu sisi terowongan, sambil menyapu pandang pada secarik kertas premm dalam genggamannya.

 

‘Percayalah pada dewa dewi Segnov, Kimmy.

Maka mereka akan menuntunmu ke tengah.

Dan disana, Princess menyambutmu..’

 

Itu adalah potongan surat lain yang didapatkan Yoonri tadi pagi. Tiba-tiba saja surat itu sudah ada di depan pintu kamar hotelnya saat ia hendak keluar berkeliling Segovia. Siapa yang menaruhnya? Mungkin seseorang bernama Neil itu. Tapi kenapa ia tidak menyampaikan potongan surat ini secara langsung kepada Yoonri? Entahlah..

‘CKRREEEKKK…’

Yoonri memalingkan wajahnya saat merasakan silau dari kilatan lampu blitz. Seseorang memotretnya. Lagi! Ya, sejak di Griffith cafe kemarin, Yoonri selalu merasa ada seseorang yang memotretnya diam-diam, dan ia benci itu.

Ia mendengus, meniup-niup poninya keatas dengan sedikit jengkel, “Aku benci kamera! Dan aku tidak tau orang tolol macam apa yang me-”

“Aku tidak tolol!” potong sebuah suara dengan aksen korea kental.

Yoonri mendongak, sedikit kaget. Seorang pria dengan kaus berompi dan nikon camera yang tergantung di leher, meloncat keluar dari ujung sisi terowongan. Dengan wajah tanpa dosa, pria itu tersenyum lebar dengan tampang tengil. Ia menggaruk-garuk kepalanya sejenak, dan berjalan mendekat kearah Yoonri.

“Kau!” sepasang mata Yoonri menuding sinis, “Aku tidak peduli walau kita sama-sama warga Korea. Tapi bisakah kau berhenti melakukan pekerjaan bodohmu itu?”

“Ini sama sekali bukan hal bodoh!”  sentak pria itu, sedikit tak terima. “Aku hanya sedang menyimpan keindahan lewat kamera..”

“Ahh… jadi kau fotografer?” tanya Yoonri, malas.

“Kau terkesan?”

“Tentu! Aku sangat terkesan!” gadis itu asal menarik senyum, “Jadi silahkan pergi dan fotolah apa pun yang kau mau!”

Pria itu memutar bola matanya, “Apa pun?”

“Apa pun!”

‘CKRRREEKKK…’

Ia hanya meringis tanpa dosa di balik lensa camera saat Yoonri melotot tajam kearahnya, “Kalau begitu aku ingin terus memotretmu..”

Kim Yoonri berjengit. Shock bercampur blank. Bagaimana bisa ia bertemu dengan seorang pria aneh macam ini? Masalah teka-teki dari Ibunya saja sudah membuat Yoonri pusing, dan sekarang? Gadis itu memijat-mijat pelipisnya sebentar, kemudian mendengus pasrah, “Terserah…”

Pria itu tersenyum penuh kemenangan. Kemudian dengan sangat santainya, ia mendudukkan diri di sebelah Yoonri dengan kedua kaki menyilang.

“Hyukjae. Lee Hyukjae!” Ia menyodorkan tangannya, “Dan kau?”

Tak ada sahutan. Kim Yoonri sudah kembali menyibukkan diri dengan potongan surat di tangannya. Mengabaikan. Bagi gadis itu, meladeni pria ajaib yang tiba-tiba muncul di hadapannya ini hanya akan membuang-buang waktu.

“Baik. Kau tidak perlu memberitahuku bahwa namamu Kimmy..”

Sepasang mata coklat Yoonri membulat kaget. Bagaimana pria itu tau nama kecilnya? Yoonri menengok cepat dan memanyunkan bibirnya saat menyadari pria bernama Hyukjae itu sedang ikut mengintip isi potongan surat di tangannya..

“Jadi…. itu semacam teka-teki dari Ibumu?” tanya Hyukjae, polos.

 

***

 

“Jadi, aku sangat mencintai Segovia! Kau harus tau bahwa kota ini punya banyak sejarah menarik, Kimmy. Selain itu, kota ini juga menjunjung tinggi sebuah rasa bakti. Bahkan ada sebuah pepatah kuno yang mengatakan bahwa saat kau memberikan baktimu pada Segovia, maka Segovia akan memberimu keajaibannya..

Hyukjae terus berkoar panjang lebar sambil sesekali membersihkan lensa kameranya dengan blower. Ia bahkan tak peduli walau Yoonri terus berjalan mengabaikannya sejak tadi pagi. Akhh.. tidak! Tepatnya, sejak 3 hari yang lalu. Ini adalah keempat kalinya mereka bertemu, entah kebetulan atau tidak.

“Kimmy~”

Yoonri menengok malas, “Hmh?”

‘CKRREKKKK…..’

“LEE HYUKJAE!!!”

Hyukjae terkekeh puas. Pria itu dengan sigap menghindar saat Yoonri melemparkan caleng cola kearahnya, “Memangnya sampai kapan kau akan terus menghindar dari kameraku?”

“Sampai mati!” ketus Yoonri.

Dan pertengkaran-pertengkaran kecil macam itu terus berlanjut sepanjang mereka berjalan menyusuri sungai Eresma. Memang bukan tempat yang menarik, tapi ada jalur bagus sepanjang tepi sungai ini yang cukup menyegarkan di tengah iklim kering Segovia. Sampai kemudian langkah mereka terhenti di depan megahnya Aqueduct Roman.

Aqueduct ini dibangun pada akhir abad 1 oleh kerajaan Romawi selama pendudukannya di Iberian Peninsula. Sama seperti Aqueduct pada umumnya, Aqueduct ini juga berfungsi mengalirkan air untuk seluruh kota. Aqueduct yang terbentang sepanjang 1 km ini terdiri dari 2 levels, terbuat dari 20.400 buah blok besar batu granit yang disusun tanpa di clamp, serta terdiri dari 166 arches dan 120 pilar.

“Kau punya pena?” tanya Hyukjae setelah puas mengambil beberapa gambar Aqueduct –dan beberapa gambar Yoonri diam-diam- dengan cameranya.

Sementara gadis yang ditanyainya itu cuek saja, memilih menyibukkan diri dengan mengagumi kekokohan pilar-pilar Aqueduct. Setidaknya menghindar dari kilatan camera Hyukjae. Dia paling benci dipotret..

“Jika kau memberiku pena, aku akan diam dan menyimpan kameraku..”

Satu kalimat itu langsung membuat Yoonri menoleh. Matanya menyipit memandang Hyukjae dengan sedikit tidak yakin. Jika ia meminjamkan pena, maka pria itu akan diam dan menyimpan kameranya? Tawaran menarik. Tapi..

“Sungguh!” Hyukjae membentuk V dengan jarinya.

Detik berikut, Yoonri mengambil pena dari dalam tas dan menyerahkannya pada Hyukjae. Membuat pria itu tersenyum puas dan langsung berlari kecil menuju salah satu pilar Aqueduct, kemudian menuliskan sesuatu tinggi-tinggi di dinding pilar itu.

Sementara Yoonri tanpa sadar terus memandangi gerak-gerik pria itu lewat ekor matanya. Penasaran, “Apa yang kau lakukan?”

“Menulis harapan..” Hyukjae tersenyum lebar, “Ada sebuah legenda disini. Jika kau menuliskan harapanmu setinggi mungkin di pilar Aqueduct, maka dewa dewi Segnov akan mengabulkannya..”

“Hanya dengan sesederhana itu? Apa benar-benar akan terkabul?” alis kanan gadis itu terangkat, sedikit ragu.

“Mungkin tidak..” sahut Hyukjae dengan senyum bodohnya. Ia selesai, dan kembali berjalan mendekat ke arah Yoonri.

“Lalu untuk apa kau menulisnya?” cibir Yoonri.

“Untuk berharap..” Hyukjae menyodorkan pena ditangannya pada Yoonri, “Karena ketika kau punya harapan, kau akan selalu punya kekuatan. Tak peduli nantinya akan terkabul atau tidak. Tak peduli itu akan menjadi nyata atau tidak. Tapi asal kau percaya, kau akan selalu punya kekuatan untuk terus tersenyum..”

Hyukjae tersenyum lagi. Dan entah hanya dalam pandangan seorang Kim Yoonri, atau memang benar, tapi senyuman Hyukjae kali ini terlihat… menenangkan. Untuk sesaat, Yoonri merasakan angin Segovia menerpa wajahnya dengan lembut. Untuk sesaat, Yoonri merasakan sepasang mata Hyukjae tengah mengunci matanya. Untuk sesaat, Yoonri merasakan darahnya berdesir hangat. Tapi mungkinkah itu memang hanya sesaat?

“Kimmy~, kau ingin tau apa yang kutulis?” wajah Hyukjae tiba-tiba sudah berada tepat di depan wajahnya.

Yoonri tersentak, wajahnya memerah tanpa sadar. Dengan kesal ia buru-buru mendorong wajah Hyukjae menjauh darinya, “Tidak! Terimakasih..”

“Tidak apa-apa, Kimmy. Aku akan memberitahumu!” santai Hyukjae dengan senyuman bodoh yang sudah normal seperti biasanya.

“Aku tidak ingin tau!”

“Aku menulis semoga kita selalu bertemu secara kebetulan seperti ini..” maka Lee Hyukjae tetap memberitahukan apa yang ditulisnya itu sambil tersenyum bangga.

“YA!! KAU MENGUNTITKU! DAN KAU SEBUT ITU KEBETULAN?”

 

***

 

‘Reerando Fernando Monta.

Pilihlah satu-satunya kejujuran utama.

Dan saat pintu itu terbuka,

Neil akan menyampaikannya..’

 

Itu adalah bunyi potongan surat terakhir yang lagi-lagi Yoonri temukan di depan pintu kamar hotelnya. Yoonri mengacak-acak rambutnya sendiri dengan gusar. Teka-teki ini terlalu sulit, atau memang dia yang terlalu bodoh? Benar-benar membingungkan!

Yoonri menoleh kedalam, tersenyum getir memandang sebuah frame foto berukuran besar yang tergantung diatas meja rias. Seorang gadis kecil berusia 7 tahun dan seorang pria kecil yang sedikit lebih tinggi, tampak tersenyum berangkulan dengan latar halaman kastil Alcazar. Sebuah foto penuh kenangan yang diambil 10 tahun lalu di kota ini..

“Oppa…” lirih Yoonri dengan suara yang nyaris tak terdengar, “Adakah satu kemungkinan diantara banyak kemungkinan yang tak mungkin itu? Kau dimana?”

Masih dengan pikiran yang kacau, Yoonri kemudian menutup pintu kamarnya dan beranjak turun menggunakan tangga hotel. Gadis itu melipat potongan surat tadi dengan asal dan memasukannya kedalam tas rajut yang selalu ia bawa. Dan saat berlari kecil menuruni tangga, air matanya tiba-tiba tumpah. Mengalir perlahan..

Yoonri menyekanya berulang kali, tapi air mata itu tak juga mau mengalah. Perasaannya benar-benar tak karuan sekarang.  Coba bayangkan! Saat kau tengah berusaha melupakan seseorang yang sangat berarti bagimu –apalagi itu kakakmu sendiri-, namun kau justru harus berada di suatu tempat yang penuh kenangan tentang orang itu. Seberapa sesak kau akan merasa?

Sambil mulai melangkah menyusuri jalan setapak Segovia yang terlihat sepi pagi ini, gadis itu menyeka air matanya lagi kuat-kuat. Yoonri sadar, semua hal tentang Sunggyu hanya akan membuatnya menjadi lemah! Dia butuh seseorang yang bisa membuat pikirannya teralih dari hal ini. Ia butuh seseorang untuk melampiaskan semua emosinya sekarang juga.

“Hyukjae?” gumamnya tanpa sadar.

Tapi detik berikutnya gadis itu malah mengetuk-ngetuk kepalanya sendiri sambil mengumpat. Kenapa nama pria bodoh itu tiba-tiba bisa terlintas di otaknya? Dan satu hal yang tak juga disadari gadis itu adalah. Kenapa air matanya berhenti mengalir saat ia mengingat Hyukjae?

Gadis blasteran Korea-Spanyol itu terus melangkah menyusuri Clomarro strett. Membiarkan angin barat Segovia membelai wajahnya, menerpa tiap helai rambut coklatnya yang berantakan. Kakinya terus terayun hingga terhenti di….. San Andreas Gate? Tunggu, kenapa dia malah kesini?

“Akkhh.. Kimmy! Kau sudah lama?” seseorang menepuk pundaknya.

Yoonri menoleh refleks. Sosok Lee Hyukjae menyunggingkan sebuah senyum lebar yang tampak bodoh sambil menyodorkan dua kaleng coca cola dingin, “Reguler or Cherry?”

“Jangan menyapa seolah-olah aku sedang menunggumu disini..” sinis Yoonri.

Hyukjae mendengus kecewa, “Jadi bukan?”

“Tentu saja bukan!” Dan alih-alih kesal, Yoonri tetap saja menyambar sekaleng coca cola Cherry dari tangan Hyukjae, kemudian menengguknya.

“Berarti kita memang sudah ditakdirkan untuk selalu bertemu, Kimmy!” dan Hyukjae tiba-tiba saja sudah menarik lengan Yoonri untuk mengikutinya sambil berlari kecil.

“YA!!! KAU MAU MENCULIKKU KEMANA??”

 

***

 

Dan ternyata Lee Hyukjae mengajaknya berkeliling kawasan The Alcazar of Segovia. Salah satu tempat paling bersejarah di Spanyol. Sebelum masuk kedalam kastil, Hyukjae mula-mula menarik Yoonri lebih dulu kearah taman di halaman belakangan kastil. San Ildenofonso park.

Taman belakang kastil Alcazar ini merupakan salah satu taman terbaik Segovia yang dirancang pada abad kedelapan belas oleh arsitek Perancis René Carlier. Taman ini dibentuk sebagai perpaduan antara alam dan seni pahat. Jadi, selain hamparan rumput hijau, pohon-pohon rindang, dan bunga-bunga yang bermekaran, San Ildefonso juga menyuguhkan keindahan klasik dari ornamen-ornamen patung marmer bernilai seni tinggi.

Sedangkan tepat di tengah-tengah, berdiri sebuah kolam air mancur yang tampak megah. Gemricik airnya terdengar bergitu menenangkan. Lengkap dikelilingi dengan patung-patung titans yang dicat imitasi dari perunggu timah. Dan disanalah kedua orang itu berada sekarang..

“LEE HYUKJAE!! SIAPA YANG MENGIJINKANMU MENDORONG AYUNANKU??” jerit Yoonri ketika Hyukjae tiba-tiba mendorong kencang ayunan yang didudukinya.

Ayunan kayu itu begitu unik, digantung diatas kolam feed jet yang airnya memancur lansung dari danau besar di bawah tanah Segovia yang disebut El Mar. Setiap 3 menit sekali, patung pisces di tengah kolam itu akan memancurkan air ke atas sampai setinggi 3 meter dan membuat siapa pun yang berayun di atasnya menjadi basah kuyup.

“KYAAA!!! PELAN-PELAN!” pekik Yoonri lagi. Sementara Hyukjae hanya terkekeh sambil terus mendorong. Kapan lagi bisa melihat gadis angkuh itu ketakutan seperti ini?

Yoonri menjerit murka, “PRIA BODOH! IKAN TERI BERACUN! MONYET TAK TAU DIRI! LEPASKAN!!”

“Oke!!”

Hyukjae langsung melepas dan mendorong tali ayunan itu begitu saja, membuat tubuh mungil Yoonri oleng dari ayunan dan jatuh tercebur kedalam kolam. Beberapa saat kemudian, Yoonri mendongak bangkit dengan penampilan yang basah kuyup. Gadis itu menggembungkan pipinya sambil menatap Hyukjae dengan penuh dendam.

Hyukjae meringis, “Mianhae…”

Namun tangannya langsung ditarik tanpa perasaan oleh Yoonri, sehingga kini keduanya sama-sama jatuh dan tercebur ke dalam kolam. Hyukjae dan Yoonri saling mendelik sebal. Delikan Yoonri terlihat begitu ketus, berbanding terbalik dengan delikan konyol Hyukjae. Hingga beberapa detik kemudian tawa keduanya pecah memenuhi Sal Ildenfonso.

Yoonri diam-diam mencuri pandang kearah Hyukjae yang masih saja tertawa sambil mencuci mukanya dengan air kolam. Gadis itu tersenyum kecil. Ketika tiba sebuah masa yang sulit. Jika aku mendengarkan suaramu walau sebentar, kenapa aku bisa melupakan segala hal sulit itu dan kembali tertawa?

………………………………………………………….

………………………………………………………….

Dan menjelang senja tiba, akhirnya mereka beralih menjejaki bangunan utama. Kastil Alcazar. Sebuah istana atau kastil megah yang dibangun di atas batu karang di atas pertemuan sungai Eresma dan Clamores dekat pegunungan Guadarrama. Bentuknya yang mirip seperti halauan kapal, membuat kastil ini menjadi unik. Bahkan saking uniknya, atap menara kastil ini sampai ditiru dan dipakai oleh Disney di U.S.

Interior ruangan kastil ini sangatlah indah. Lantainya dihiasi dengan alas keramik roulet khas Segovia, atap langit-langitnya menawarkan keindahahan dari susunan batu-batu coffered, juga pintu dan jendela-jendela yang tertutup mozaik kaca berwarna. Di dalam sana terdapat beberapa peninggalan barang-barang raja-ratu Spanyol seperti lukisan, singgasana, dan sebagainya.

“Reerando Fernando Monta..” gumam Yoonri membaca sederet tulisan Spanish kuno di atas sebuah rak tua di ruang rapat kerajaan.

“Kenapa?” tanya Hyukjae tanpa beralih dari lukisan-lukisan ratu Segovia di sepanjang dinding berlapis keramik stalaktit.

Yoonri mengedikkan bahu, “Aku hanya merasa pernah membaca kalimat itu..”

“Dimana? Di hatiku?” cletuk Hyukjae.

Yoonri menoleh malas, kemudian menyipitkan matanya. Ia menatap Hyukjae serius dari ujung kaki hingga ujung rambut. Pria ini benar-benar sudah gila ya? Atau dia terkena sydrom percaya diri akut yang sudah tidak bisa disembuhkan?

“Kenapa menatapku seperti itu?” tanya Hyukjae sambil menyentil hidung Yoonri, “Apa aku sebegitu membuatmu terpesona?”

Kim Yoonri hanya mendengus sambil mengusap-usap hidungnya. Sementara Hyukjae berdecak kecil dan membalik badan. Kemudian dengan sangat seenaknya, pria itu menarik Yoonri menuju sebuah pintu kayu di sebelah rak buku. Pintu yang menyambutnya dengan 158 anak tangga yang dilapisi karpet merah. Jalan menuju puncak kastil Alcazar..

“YA!! Berhenti menarikku secara paksa!” pekik Yoonri

15 menit yang melelahkan untuk menaiki 158 anak tangga, terbayar lebih oleh pemandangan dari puncak kastil. Yoonri tersenyum lepas, entah sejak kapan tiba-tiba ia tak lagi berontak saat tangannya berada dalam genggaman Hyukjae. Dari sana ia bisa merasakan angin yang lain, aroma yang lain, dan.. akhh.. semua terasa lain saat ia tiba disana. Puncak kastil itu berupa rooftop, tempat di mana prajurit-prajurit dulunya berjaga.

“Bagaimana? Suka? Kau bisa melihat seluruh Segovia dari atas sini..” Hyukjae menarik Yoonri ke sisi tepi, menyandarkannya pada pagar batu.

Yoonri mengangguk kecil. Dari puncak Alcazar, ia dapat melihat keseluruhan kota Segovia secara utuh. Menjulangnya Aqueduct dan Chaterdal yang tertutup kabut, deretan bangunan-bangunan kuno berwarna coklat senada, sungai Eresma yang mengalir pelan. Puncak gunung Pramolli yang tertutup salju juga tampak jelas darisana. Pemandangan yang begitu menakjubkan.

Gadis itu tersenyum, memejamkan mata sebentar, menghirup angin tenang musim gugur Segovia yang mulai bertiup dari barat. Tiba-tiba ia merasakan lengan Hyukjae merangkul pundakku. Hangat. Yoonri bergeming, tak menepisnya sama sekali. Entahlah, sesuatu di dalam hati gadis itu terasa nyaman saat lengan Hyukjae terus menggantung di pundaknya.

“Buka matamu, Eresma Iglesia (Sungai dingin yang lembut)! Saatnya melihat senja di langit Segovia..” lirih Hyukjae, melepaskan rangkulannya di pundak gadis itu.

Yoonri mulai membuka matanya perlahan. Gadis itu tersenyum kecil mendengar panggilan baru Hyukjae untuknya. Semburat nila menyambutnya di cakrawala. Matahari Segnov mulai terbenam perlahan, menorehkan garis-garis jingga yang menenangkan. Gadis itu kemudian beralih menatap sosok Hyukjae yang saat ini tengah tersenyum bahagia memainkan kameranya..

“Kau mengibaratkanku seperti sungai?”

Hyukjae terkekeh kecil tanpa menoleh, “Aku memanggilmu bukan sebagai sungai. Tapi sebagai Dewi Eresma. Dewi cinta dalam sejarah mitologi Segovia yang angkuh namun setia memberi baktinya pada Clamores..”

Mata coklat Yoonri menyipit ingin tau, “Bisa ceritakan padaku tentang Dewi Eresma?”

 

***

 

Kim Yoonri menggeliat pelan saat merasakan silau sinar matahari menerobos celah kelopak matanya. Sepasang mata coklatnya mengerjap beberapa kali sebelum benar-benar bisa membiasakan diri dengan cahaya di sekelilingnya. Gadis itu menguap sebentar, kemudian melirik sosok Hyukjae yang tidur bersandar disampingnya dengan hanya memakai kaos tipis..

“Pria aneh! Bagaimana bisa ia tidur dengan hany-”

Yoonri tak bisa menyelesaikan kalimatnya saat menyadari ada sebuah kain hangat yang menutupi tubuhnya. Jaket milik Hyukjae. Gadis itu tersenyum kecil. Tanpa sadar, ia mulai memandangi wajah Hyukjae lamat-lamat. Pria itu masih tidur, beberapa kali menggeliat tak nyaman, tampak begitu lelah. Apa pria bodoh ini menjaganya semalaman?

“Terimakasih..” gumamnya kemudian.

Lalu tatapannya beralih pada sebuah foto yang tergenggam di tangan Hyukjae. Foto apa? Atau foto siapa? Yoonri mengambil secarik foto itu pelan-pelan, dan detik berikutnya ia sudah tersenyum malu. Itu fotonya ketika tengah menikmati jingga kemarin. Disudut kanan bawahnya, tertulis ‘Eresma Iglesia’. Manis sekali bukan? Dan sebuah puisi singkat juga tertulis di balik foto itu..

 

Aku menculikmu bersama senja,

Memaksamu untuk ikut menikmati jingga

Berbagi sunyi di bawah langit segovia.

 

Lalu di bibir gedung, kuperkenalkan kau dengan cakrawala.

Menghibur lelahmu dengan secuil puisi tentang rasa

Mengusir penatmu dengan setitik celoteh tentang canda.

 

Kau tau? Sejujurnya aku selalu suka..

Karena kau dan senja itu sama.

Indah, dan selalu menjadi akhir dari sebuah cerita.

 

Dan entah untuk alasan apa, tiba-tiba sebuah cairan bening mulai menyeruak keluar dari ujung matanya. Yoonri segera menyekanya cepat-cepat, kemudian melirik sekilas kearah Hyukjae yang masih tertidur pulas. Kenapa ia bisa menangis haru seperti ini? Memang seberapa berarti pria itu untuknya? Lalu perasaan berdebar dan hangat ini, apa namanya?

“Cinta?” gumamnya sendiri, kemudian terkekeh pelan.

Yoonri membalik sedikit posisinya hingga ia bisa menatap wajah Hyukjae secara langsung. Gadis itu melepas jaket hitam yang masih melekat di tubuhnya, kemudian memakaikannya untuk menyelimuti tubuh Hyukjae, “Pria bodoh…”

Setelah tersenyum lagi, gadis itu melangkah pergi, meninggalkan puncak Alcazar.

Sementara Lee Hyukjae mulai membuka kedua matanya perlahan. Pria itu tersenyum puas sambil menggaruk-garuk pipinya, “Pria bodoh?”

Lalu ia terkekeh sendiri, “Pria bodoh yang telah mencuri hatimu. Benar kan?”

 

***

 

Kim Yoonri menjejerkan ketiga carik kertas itu dan memandanginya lamat-lamat. Ia harus memecahkan teka-teki ini! Secepat mungkin! Gadis itu terus berpikir keras sambil sibuk membolak-balik sebuah kamus korea-spanyol, sampai tiba-tiba ponselnya bergetar di sisi meja. Yoonri segera meraih benda tipis itu dan membuka flipnya. Sebuah MMS masuk dari nomor tak di kenal.

Yoonri menekan tombol open, dan sebuah foto menyambut. Membuatnya tertegun sebentar. Itu fotonya! Fotonya dari arah samping yang tengah memandangi Aqueduct Roman sambil menengguk sekaleng coke.

“Monyet bodoh…” umpatnya sambil tersenyum kecil tanpa sadar. Ia tau pasti siapa pengirim foto itu. Yoonri menscroll lagi layar ponselnya kebawah. Ada sebuah pesan singkat yang tertulis disana..

 

From: (+921429***)

Aku mencuri gambarmu diam-diam XP

Kau cantik, Kimmy. Semua orang tau..

Dan Dewa juga tau, ia mengintip lewat jendelanya..

 

Sepasang mata Yoonri tiba-tiba membulat kaget ketika membaca baris terakhir pesan itu. Dewa mengintip lewat jendelanya? Gadis itu buru-buru meraih salah satu kertas prim lusuh di hadapannya..

 

‘Ketika pelita berada di titik terang atap hitam.

bercerminlah pada jendela suci dewa..

 

“Terimakasih, Lee Hyukjae..” gumamnya, tersenyum puas. Detik berikut, gadis itu segera menyambar tas rajutnya dan berlari keluar. Tanpa peduli bahwa jam dinding di atas perapian sudah menunjukkan pukul 1 pagi.

Jalanan sepi Segovia disusurinya. Kim Yoonri terus berlari hingga langkanya terhenti di depan Aqueduct Roman. Gadis itu tersenyum. Jendela para dewa! Bagaimana bisa ia tak menyadari kalau bentuk sekat dari Aqueduct ini mirip seperti jendela? Tapi dimana ia harus bercermin? Ada jutaan jendela yang terbentuk disini!

“Mom, kenapa ada patung dewa di tempat setinggi itu?”

Pertanyaan sederhana dari seorang pria kecil berhasil membuatnya sadar. Yoonri menghela nafas, berjalan mundur beberapa langkah, lalu menatap jendela di sisi patung dewa. Dan dari sana ia melihatnya. Sebuah rasi bintang! Ya, kunang-kunang yang dimaksud dalam surat Ibunya adalah rasi bintang. Sebuah rasi Fogoon berbentuk tanda panah yang menunjuk kearah utara. Yoonri tersenyum kemudian berlari..

 

‘Temukan arah yang ditunjuk kunang-kunang,

lalu larilah menapaki tanah Segovia..’

 

Kim Yoonri berlari ke arah utara, mulai mempercepat langkah menyusuri jalanan kecil yang terhimpit bangunan-bangunan kuno dan apartement-apartement klasik bergaya abad-18an. Jalan panjang beralas batako hitam yang warnanya mulai pudar.  Hingga tiba-tiba langkahnya berhenti di pesimpangan. 3 jalan menyambutnya. 3 jalan menuju tempat berbeda yang berada di utara Segovia.

Yoonri membungkuk memegangi lututnya, mencoba mengatur nafas.

“Jadi?” tanyanya pada diri sendiri, “Museum Picos, kastil Alcazar, atau Catillo de Coca? Aku harus kemana?”

 

‘Percayalah pada dewa dewi Segnov, Kimmy

Maka mereka akan menuntunmu ke tengah.

Dan disana, Princess menyambutmu..’

 

Dewa Dewi Segnov? Tapi disini tidak ada kuil. Pilihannya sekarang adalah 3 tempat tadi. Yoonri hampir saja menyerah hingga tiba-tiba saja ia teringat cerita Hyukjae. Tentang Dewa Dewi Segnov. Tentang Dewi Eresma. Dewi cinta dalam sejarah mitologi Segovia yang angkuh namun setia memberi baktinya pada Clamores..

Segurat senyum terkembang di bibir Yoonri, gadis itu mengangguk paham. Ia mungkin tidak bisa menemukan kuil disini. Tapi ia bisa menemukan Sungai Eresma dan Sungai Clamores. Mereka akan menuntunnya ke tengah? Jadi apa yang berada di antara sungai Eresma dan sungai Clamores? Alcazar dan Castillo de coca! Tapi, dimana Princess akan menyambutmu?

“Di istana mereka! Istana Disney!” gumamnya.

Kastil Alcazar. Kastil kebanggaan Segovia yang bentuk menaranya dipakai sebagai symbol istana oleh Disney. Dan kesanalah Kim Yoonri kemudian berlari. Sepi. Ia menerobos masuk begitu saja melalui gerbang depan. Sedikit menguntungkan begitu mendapati si penjaga tertidur. Jadi, sekarang apa lagi?

 

‘Reerando Fernando Monta.

Pilihlah satu-satunya kejujuran utama.

Dan saat pintu itu terbuka,

Neil akan menyampaikannya..’

 

“Reerando Fernando Monta?” Yoonri mulai berpfikir keras. Rasanya ia pernah membaca kalimat kuno itu di suatu tempat.

“Rak buku!” sentaknya kemudian, kemudian sedikit memekik.

Gadis berambut coklat itu segera melangkahkan kakinya menuju ruang rapat kastil. Begitu menyeruak masuk kedalam, matanya tertuju pada tulisan ‘Reerando Fernando Monta’ yang terukir di bagian atas sebuah rak buku tua. Mungkin di dalam sana ada ruangan rahasia. Dan salah satu buku ini mungkin adalah pintu masuknya.

Yoonri mengambil potongan surat terakhir tadi dan membacanya lagi. Jadi? Apa yang dimaksud ‘Pilihlah satu-satunya kejujuran utama’ di dalam teka-teki ini?

“Hal yang paling jujur dan tak pernah bisa berubah adalah…..” Gadis itu kemudian memejamkan matanya.

Kim Sunggyu. Bayangan sang kakak tiba-tiba berkelebat dalam otaknya. Meinggalkan rasa sesak itu lagi. Rasa sesak yang sama seperti sebelum-sebelumnya. Ya.. Ia tak pernah bisa membohongi dirinya sendiri bahwa ia rindu semua ingatan Sunggyu. Ia tidak pernah bisa membohongi dirinya sendiri bahwa diam-diam ia berharap untuk kembali ke masa kecilnya bersama Sunggyu. Ia selalu jujur tentang itu. Ya.. hal itu.

“Kenangan….” desis Yoonri kemudian seraya membuka matanya.

Gadis itu maju selangkah, jemarinya lentiknya mulai menyusuri susunan buku-buku dalam rak. Mencari. Hingga beberapa saat kemudian, jemarinya terhenti pada sebuah buku berjudul ‘Memories’. Yoonri tersenyum, kemudian menarik buku itu dari tempatnya.

‘GRREEKKKHHHH….’

 

***

 

Rak buku tua itu tiba-tiba bergeser. Menampakan sebuah pintu rahasia di belakangnya. Dengan sedikit ragu, Yoonri membuka pintu kayu dengan ukiran angka Spanyol kuno itu dan mulai melangkahkan kakinya kedalam. Sebuah balkon. Ada seorang pria di sana. Tengah bersandar di sisi timur balkon, sambil diam menikmati semburat cahaya matahari yang sebentar lagi akan terbit.

“Neil?” panggil Yoonri, sedikit tak yakin.

Pria itu hanya terkekeh kecil, “Kenapa begitu lamban, Kimmy?”

Yoonri tersentak. Matanya membulat kaget ketika pria itu tiba-tiba membalikan badannya. Wajah yang sama sekali berbeda. Tulang pipi yang semakin menguat. Badan yang semakin tinggi dan kekar. Mungkin banyak orang yang tak akan mengenalinya, tapi Yoonri tau betul siapa dia. Sepasang mata coklatnya yang penuh keteduhan itu tetap tidak berubah sejak 10 tahun lalu..

“Kim… Sunggyu?”

“Sudah 10 tahun ya?” kenang Sunggyu. Pria itu tersenyum hangat kemudian merentangkan kedua tangannya lebar-lebar, “Tidak rindu pada Oppa?”

Yoonri tersenyum, ia segera menghambur kedalam pelukan Sunggyu dengan air mata yang tiba-tiba saja sudah mengalir sentah sejak kapan. Ia memeluk kakaknya itu erat-erat. Tidak ingin lepas. Tidak ingin kehilangan lagi.

“Kau tumbuh jadi gadis yang mandiri tanpa oppa kan?” Sunggyu mengecup puncak kepala adiknya itu dengan sayang.

Yoonri mengangguk dalam dekapannya, “Jadi, ini wasiat Mom?”

“Bukan. Oppa hanya bonus, sayang..” sahut Sunggyu, terkekeh. Ia melepaskan pelukannya kemudian mengacak-acak rambut Yoonri sementara gadis itu terus menyeka air matanya,

“Lalu?”

“Neil menyampaikan untukmu,” Sunggyu menyodorkan gulungan kertas prem yang barus saja ia ambil dari saku mantelnya, “Wasiat dari Mom..”

Yoonri meraih kertas itu, dahinya berkerut bingung.

“Kubuka?” tanyanya kemudian yang langsung disambut denga anggukan Sunggyu.

 

Selamat datang di kastilmu, putriku…

Boleh Mom mengatakan sesuatu? Gyu memang tidak pernah hilang! 10 tahun lalu, Mom sengaja meninggalkan kakakmu itu disini karena ia sendiri yang memintanya. Gyu sudah tau tentang asal-usul Mom dari kakek kalian, dan ia meminta pada Mom untuk tinggal di Alcazar. Maaf Mom tak memberi tahumu soal itu..

Dan kau perlu tau sekarang. Bahwa Mom, adalah.. Putri Alcazar.

Mom tau kau akan terkejut tentang ini, Kimmy. Tapi begitulah kenyataannya. Sekarang kau sudah dewasa. Kau harus menggantikan kedudukan Mom. Dan saat ini, saat kau membaca surat ini, maka Mom telah menyumpahmu sebagai Putri genarasi ke 18. Putri Alcazar baru yang dimiliki Segovia..

Lalu, pernakah kau mendengar tentang bakti putri Alcazar pada Segovia?

Kau juga harus berbakti atas nama Alcazar. Kau harus memberikan baktimu kepada kota ini. Karena bakti adalah hal yang paling di junjung dalam budaya Segovia,

 

Kim Yoonri terhenyak. Gadis itu menatap deretan kalimat itu dengan nanar. Wajahnya memucat. Ia tak tau harus berekspresi seperti apa saat ini. Lidahnya kelu. Matanya kering. Gadis berambut coklat itu menghembuskan nafas keras-keras. Ini menyesakkan, jauh lebih menyesakkan dibanding saat kau menangis.

Sunggyu membelai rambut adiknya yang masih terlihat shock itu, “Ada yang salah?”

Tak ada jawaban. Ya, memang ada yang salah!, batin Yoonri menjerit. Isi surat itu terlalu mengejutkan. Tidak, bukan! Bukan tentang kenyataan sebagai Putri Alcazar, ada sesuatu yang lain yang membuat Yoonri jelas tidak siap untuk itu. Tentang sebuah aturan. Tentang 3 kalimat terkahir yang menjadi perintah dalam surat wasiat Ibunya…

 

Seperti Mom yang menikah dengan Dad 20 tahun lalu. Maka ikutilah aturan budaya kota tua ini. Menikahlah dengan pangeran Segovia, itulah takdir untukmu..

 

Sunggyu menatap curiga pada reaksi aneh adiknya, “Kau tidak sedang mencintai seseorang kan, Kimmy?”

Yoonri hanya diam, mengigit bibir bawahnya. Mencintai seseorang? Ia sendiri tidak tau! Tapi tiba-tiba saja bayangan Lee Hyukjae yang tersenyum bodoh berkelebat dalam otaknya. Pria aneh yang suka menguntitnya. Pria bodoh yang penuh rasa percaya diri. Pria menyebalkan yang selalu menjahilinya. Pria sialan yang… yang lancang menerobos masuk dan mencuri hatinya diam-diam.

“Lupakan orang itu!” ujar Sunggyu kemudian, lebih terdengar sebagai perintah. “Kau tidak boleh egois disini. Segovia butuh baktimu. Dan ini aturannya, kau harus menikah dengan pangeran Segovia..”

Yoonri menelan ludah, “Tapi…”

“Hargai wasiat Mom, Kimmy!” tegas Sunggyu, “Ini tentang sebuah bakti..”

“Tapi…. tapi aku berhak menentukan pilihanku, Oppa!”

Sunggyu menggenggam erat kedua pundak Yoonri, kemudian menatap adiknya itu dengan tegas, “Sayangnya ini bukan pilihan, Kimmy! Ini keharusan..”

 

***

 

Gelap. Basah. Lembab.

Hujan turun perlahan, mengguyur Segovia di malam yang dingin. Rintik yang membasahi ranting pohon. Rintik yang mengalir turun dari atap-atap rumah. Rintik yang menetes dari tiyang lampu-lampu jalan. Rintik yang merembes kedalam pilar-pilar Aquaduct. Rintik yang mengintip sebuah kisah lewat sela-sela kanopi bening halte bus San Andreas.

Kim Yoonri terduduk diam disana. Gadis itu merapatkan mantel sebentar, kemudian menoleh ke samping, menatap sosok Hyukjae yang duduk di sebelahnya dengan tatapan nanar. Pria bodoh itu sedang asyik sendiri. Menggeleng-gelengkan kepala, mengetuk-ngetukkan kaki seirama dengan sepasang headphone yang menempel di telinganya.

“Hyuk, aku tidak tau harus mulai dari mana..” desahnya dengan gamang,“Aku tidak yakin kau perlu tau ini atau tidak. Yang jelas, aku.. aku mulai menyukaimu..”

Yoonri menelan ludah. Akhirnya ia bisa jujur pada dirinya sendiri. Akhirnya ia mampu mengungkapkan rasa itu walau ia sendiri tau bahwa Hyukjae tidak mungkin mendengarnya. Akhh, sebenarnya justru ini yang ia inginkan! Dengan Hyukjae yang mendengarkan musik keras-keras, ia bisa mengatakan semua hal tanpa perlu membuat pria itu mendengarnya.

“Aku mencintaimu, Hyuk! Tapi, tapi kenyataannya mungkin kita memang tidak bisa bersama..” lirihnya lagi, tersendat. Saat merasakan matanya mulai memanas, Yoonri mengigit bibir bawahnya kuat-kuat, “Kau tau, Hyuk? Aku sudah memecahkan teka-teki itu. Dan ternyata…. ternyata..”

Semakin tersendat. Tergantung. Yoonri menggigit bibir bawahnya lagi. Tapi semakin kuat ia melakukan itu, semakin kuat pula sekumpulan cairan bening mendesak untuk keluar dari sudut matanya.

“Ternyata… aku adalah putri Alcazar. Dan aku harus menikah dengan pangeran Segovia..” akhirnya kalimat itu berhasil meluncur. Pias. Bersamaan dengan air mata yang kemudian mengalir pelan tanpa bisa dicegahnya lagi.

Rintik hujan kian menderas. Meredam suara. Menyamarkan segalanya.

Yoonri mengangkat kakinya keatas kursi panjang halte, kemudian memeluk lututnya erat-erat. Semua terasa sesak, begitu sesak! Air matanya bahkan menolak untuk berhenti. Air mata itu tumpah sejadi-jadinya tanpa bisa diajak berkompromi.

“Kenapa aku terlalu penurut dan begitu menyayangi seorang Kim Sunggyu? Aku bisa saja berontak dan kabur, tapi aku tidak bisa melakukannya!” omelnya kemudian, parau. Ia tidak ragu, setidaknya musik di telinga Hyukjae dan deras irama hujan di sekitar mereka akan membuat pria di sampingnya itu tidak mungkin mendengar apa pun.

“Dia seolah memegang tali pengekang dan mengendalikanku! Aku tidak tau! Sejak kecil sudah begitu! Aku tidak bisa menolak perintah kakakku itu..” isaknya, begitu ringkih.

Yoonri menoleh sekali lagi kearah Hyukjae, kemudian tersenyum dengan sedikit lega. Pria bodoh itu ternyata masih santai-santai saja sambil menyanyi-nyanyi kecil, beberapa kali memejamkan mata menghayati lagu yang mengalun dari headphone-nya..

“Maafkan aku..” desis Yoonri kemudian sambil membenamkan wajahnya kedalam kedua tangan. Membiarkan tangisnya berderai di sela kecil itu.

“Kimmy, semakin deras. Kenapa bus belum datang?”

Masih dengan headphone di telinganya, tiba-tiba Hyukjae menoleh ke samping. Pria itu terkejut mendapati Yoonri yang sudah terisak membenamkan wajahnya. Hyukjae menelan ludah. Ia menggeser duduknya, kemudian mengelus punggung rapuh Yoonri dengan agak canggung, “Kimmy, kau kenapa?”

“JANGAN!!!”

Tiba-tiba saja Yoonri menyentak tangan Hyukjae. Gadis itu beranjak bangkit, kemudian berlalu pergi setelah mendorong tubuh Hyukjae menjauh darinya. Ia berlari. Berlari meninggalkan Hyukjae yang masih berdiri kaku di depan halte. Berlari menapaki genangan-genangan air hujan. berlari menerobos tirai hujan yang kian menderas.

Sementara Lee Hyukjae masih terdiam. Ada setitik harapan bahwa gadis itu akan menghentikan langkah sebentar, menoleh padaya. Tapi nihil. Dan yang sanggup dilakukannya kemudian, adalah menyaksikan punggung rapuh itu yang mulai menghilang di tikungan jalan. Hingga perlahan, butiran hangat itu menerobos keluar dari sepasang matanya.

“Terimakasih telah mencintaiku, Kim Yoonri..”

Hyukjae melangkah keluar meninggalkan halte. Membiarkan hujan mengguyur tubuhnya. Jemarinya menulusuri kabel putih Headphonenya. Ia mengeluarkan ujung headphone itu dari saku jaket, yang ternyata tidak terhubung dengan apa pun. Hyukjae tersenyum miris, “Jadi, kau adalah putri Alcazar? Yang harus menikah dengan pangeran Segovia?”

Lee HyukJae tersenyum mengejek untuk dirinya sendiri, “Bodoh! Harusnya sejak awal kau tak perlu berharap pada gadis itu, Lee Hyukjae!”

Sambil terus melangkah dan membiarkan air matanya mengalir bercampur air hujan, Hyukjae meraih ponselnya di saku jaket yang lain. Ia menyambungkannya dengan headphone, kemudian memutar play list secara asal. Dan lagu itu mengalun, mengejeknya..

 

Sesangi eoduwojigo, joyonghi biga naerimyeon,
Yeojeonhi geudaero…

Oneuldo eogimeobsi nan, beoseonajil motane
Neoui saenggak aneseo..

 

Ije kkeuchiraneun geol aljiman, miryeoniran geol aljiman
Ije anil geol aljiman.

Geukkajit jajonsime neol japji motaetdeon naega,
Jogeum aswiul ppuninikka..

 

Biga oneun naren nareul chajawa,
Bameul saewo goerophida…

Biga geuchyeogamyeon neodo ttaraseo,
Seoseohi jogeumssik geuchyeogagetji..

(B2ST – On the Rainy days)

 

***

 

……………………………………….

……………………………………….

Pengorbanan adalah wujud bakti seorang Putri.

Dan aku bersedia menjadi istrimu demi baktiku pada Segovia..

 

Dengan lemas, Kim Yoonri melipat secarik surat yang harus ia sampaikan pada pangera Segovia itu. Memasukannya kedalam sebuah amplop, kemudian menyerahkannya pada Sunggyu. Gadis itu tersenyum kecut, kemudian melangkahkan kakinya kearah balkon. Perasaannya kacau, namun pemandangan Segovia dari balkon tertinggi Alcazar itu nyatanya tak mengubah apa pun.

“Kenapa, Kimmy?” Sebuah tangan menyodorkan amplop -yang kini sudah tersegel kearahnya.

Yoonri meraih surat itu kemudian menoleh pelan. Senyuman hangat Sunggyu menyambutnya. Pria itu lalu mengacak-acak rambut Yoonri dengan sayang, “Percayalah, saat kau memberi baktimu pada Segovia, maka Segovia akan memberikan keajaibannya untukmu..”

“Hyukjae juga pernah mengatakan itu..” lirih Yoonri.

“Ssttt… berhenti memikirkan pria itu!” Sunggyu meletakan telunjuknya di bibir Yoonri, menatap gadis itu dengan sorot mata yang tegas, “Belajarlah melupakannya dari sekarang, atau kau akan menyakiti dirimu sendiri..”

Tak lama kemudian, seekor merpati tampak terbang dari arah bukit. merpati putih dengan kalung emas yang melilit di lehernya. merpati itu menerobos masuk kedalam balkon, kemudian bertengger di atas pagar setelah sebelumnya terbang berputar mengitari Yoonri.

Sunggyu tersenyum, “Saatnya menyampaikan surat untuk pangeran?”

Yoonri mengangguk. Ia merengkuh merpati putih Alcazar itu perlahan, mengelus sayap putihnya. Apakah ini memang takdir yang harus dijalaninya? Yoonri tersenyum pasrah, kemudian menyelipkan amplop berisi surat tadi di antara paruh mungil merpati itu.

“Kutitipkan padamu..” bisik Yoonri,

Sang merpati terbang. Mengepakkan sayapnya. Menuju pangeran Segovia.

Sementara Kim Yoonri masih terdiam kaku. Matanya menerawang sendu pada merpati putih itu. Sesak. Perih. Sedikit dari logikanya mulai mengutuki Segovia! Kenapa ia harus mengikat janji pernikahan dengan seseorang yang sama sekali tak dikenalnya? Kenapa ia harus mengorbankan cintanya hanya demi sebuah bakti?

Danau bening itu sudah membuat cekungnya dalam binar mata Yoonri. Sebentar lagi. Sebentar lagi, dan ketegaran palsu itu akan runtuh. Sebentar lagi, dan air matanya akan meluap tumpah. Sebentar lagi! Tapi lengan seseorang segera menahan kedua matanya dari belakang. Lengan sunggyu. Pria itu sudah memeluk adiknya erar-erat.

“Kau hebat, cantik!!” bisiknya, “Jangan menangis..”

 

—-

 

Sementara di tempat lain, di tanah barat Segovia. Seekor merpati putih terbang turun mengepakkan sayapnya. Ia menjatuhkan sebuah amplop bersegel di paruhnya ke pangkuan seorang pria yang tengah duduk di bawah sebuah pohon mapple.

Pria itu mengangkat sebelah alisnya, tampak bingung. Tapi tepat setelah membuka amplop tadi dan membaca surat di dalamnya, pria itu mengguratkan sebuah senyum tipis. Senyuman kecil yang tak hanya sekedar mengungkap bahagia. Senyuman kecil yang hanya bisa diartikannya sendiri..

“Jadi, kau akan menikah denganku, Princess?”

 

***

 

22 Oktober 2011. Seberapa siap jika sekarang kau harus menikah dengan seseorang yang bahkan belum pernah kau temui sama sekali?

 

“Pangeran Segovia sudah menunggu, Kimmy..” Sunggyu menyandarkan punggunya pada kerangka pintu kamar sang adik.

Yoonri menoleh, memaksakan sebuah senyum kecil, “Aku sudah siap, Oppa..”

Ya, Yoonri siap. Gadis itu siap untuk membohongi dirinya sendiri. Gadis itu siap untuk menghancurkan bahkan membunuh hatinya sendiri. Gadis itu siap untuk bermain dengan ikrar suci di depan Tuhan. Gadis itu siap kehilangan cinta dalam hidupnya. Tapi satu yang ia belum siap, ia belum siap menghapus semua memory-nya tentang Lee Hyukjae.

Didampingi sang kakak, gadis itu mulai melangkahkan kakinya ke gerbang Gereja Alcazar Tert Pietro. Bangunan berpilar megah dengan patung malaikat-malaikat kecil yang menyambut hangat diatas gerbang masuk. Undakan tangga dengan karpet emas tipis yang terlihat begitu anggun. Musik kerajaan menyambut dengan hormat. Sorakan ribuan rakyat Segovia begitu ramai, amat antusias menyambut putri baru mereka.

‘Dan inikah pengorbanan yang harus kulakukan demi bakti pada Segovia? Demi membuat ribuan rakyat ini tersenyum bangga?’ batin Yoonri menjerit.

Semua tampak megah. Cantik. Begitu indah. Tapi sayangnya, keindahan itu sama sekali tak ada di hati sang putri Alcazar. Bagi Kim Yoonri. Bagi Kimberly. Bagi Eresma Iglesia. Yang ada saat ini hanya rasa rancu. Kelabu. Abu-abu. Ya, coba saja bayangkan! Bagaimana rasanya jika kau harus melepas cintamu dan menikah dengan seseorang yang bahkan tak pernah kau kenal sebelumnya?

“Kimmy…” panggil Sunggyu

“Hemh?”

Sunggyu menggenggam tangan Yoonri semakin erat, “Tersenyumlah. Rakyat Segovia ingin melihat putri mereka tersenyum..”

“Ya…” sahutnya, tersenyum kecil.

Dengan gaun putih panjang bermotif capung, rambut yang tergerai panjang, dan sebuket bunga mawar putih di tangan. Yoonri mulai melangkah masuk, menyusuri jalan beralaskan karpet merah yang dipenuhi taburan kelopak mawar. Sunggyu mendampinginya memasuki ruangan utama gereja yang sudah berbalut nuasa serba putih dan elegan.

“Terimakasih untuk baktimu, Princess..” bisik  seorang kakek tua yang dilewatinya.

Dan di depan altar suci itu, Yoonri melihat sosoknya. Sang Pangeran Segovia. Pria itu berdiri menghadap pastor –memunggungi Yoonri- dengan setelan tuxedo hitam bermodel khas Segovia. Yoonri menelan ludah, dadanya kembali sesak, rasa perih itu tiba-tiba menikamnya lagi. Apa dia benar-benar siap?

“Kau lama sekali, Princess..”

Kim Yoonri membelalakan matanya saat sosok pangeran itu tiba-tiba menoleh dan menyunggingkan sebuah cengiran bodoh yang sok hebat di hadapannya. Kenapa pria itu bisa ada disini? Dimana pangeran Segovia? Lalu kenapa tiba-tiba Yoonri merasa semua rasa sesak dan sakitnya tiba-tiba terlepas saat itu juga?

“Lee… Lee.. Hyukjae?”

Hyukjae tersenyum, jemarinya mengusap lembut cairan bening yang tiba-tiba mengalir pelan dari ujung mata Yoonri, “Aku lebih bangga menyebut diriku sebagai Pangeran Segovia..”

Yoonri masih terdiam, ia tidak mengerti. Gadis itu melirik meminta penjelasan pada sosok Sunggyu di sampingnya, “Oppa?”

Sunggyu hanya terkekeh sambil mengedikkan bahu, “Aku sendiri tidak menyangka dia Pangeran Segovia..”

“Maksudnya?”

“Kau tidak perlu tau!” Dan tiba-tiba saja Hyukjae sudah merengkuh gadis itu kedalam pelukannya, disambut siulan dan sorakan riuh dari seisi gereja. “Kau tidak perlu tau apa pun, Kimmy. Yang perlu kau tau sekarang adalah, bahwa aku mencintaimu, dan Segovia memberi restu untuk kita!”

 

‘Dan saat kau mencarinya, Pangeran Segovia tak pernah benar-benar ada, Kimmy. Karena pangeran Segovia adalah cinta yang dipilih merpati untukmu. Lalu saat kau menulis sebuah surat dan memberikannya pada merpati, maka siapa pun yang mendapatkan surat dari merpati itu, ia lah yang akan menjadi pangeran Segovia…’

 

Yoonri tersentak saat mendengar suara itu berbisik lirih di telinganya. Suara lembut Agrima Tesia. Ibunya. Gadis itu tersenyum, kemudian semakin membenamkan kepalanya kedalam dekapan Hyukjae. Nyaman. Tak peduli walau air mata bahagia tetap mengalir dan tak juga berhenti..

………………………………………….

“Lee Hyukjae, di depan Altar Tuhan yang suci dengan saksi roh Johannes Paullus. Apa kau bersedia menerima putri kami, Kim Yoonri, sebagai istrimu?? Selalu mencintainya dalam keadaan senang mau pun susah?” tanya sang Pastor saat upacara akhirnya dimulai.

“Aku….” Jawaban Hyukjae menggantung. Sementara tangan kirinya diam-diam tengah mengambil sesuatu di balik saku jas. Kamera.

“Kau bersedia, kan?” bisik Yoonri, sedikit cemas.

“Aku bersedia, my Princess…” Hyukjae meneruskan jawabannya dengan mengunci bibir Yoonri dengan bibirnya. Sementara tangan kanannya sudah siap menekan tombol kamera dan mengarahkannya pada mereka berdua..

‘CKRREEKKK….’

 

“Dan percayalah. Saat kau memberikan baktimu pada Segovia, maka Segovia akan memberimu keajaibannya..

 

Alcazar Castle

Aqueduct Roman

 

–END–

 

From Yoonri for the second winner (Another Day) :

hai hai^^ maaf kemaren cuma sempet posting ff nya aja karena mepet nggak ada waktu >< nah sekarang mau komen tentang ff 2nd winner nya – Another Day. well aku tau kalian mungkin mikir : kenapa ini endingnya ngegantung? kenapa leeteuk nya yang mati? emang Yoonri nggak inget Leeteuk? atau Leeteuk kenapa nggak ngenalin Yoonri? dan yang mungkin banyak di benak kalian : KENAPA SECOND WINNER NYA GINI?!

hihihi,aku nggak bisa jawab satu-satu, tapi jawaban akan aku rangkum kenapa alasanku milih ff itu sebagai second winner. well mungkin memang ff itu nggak complex di RiHyuk love story nya dan itu lah keunggulannya! sekali ada romance scene aku ngerasain feel ff ini dapet banget >< aku ngerasain bagaimana kupu-kupu terbang di perut waktu adegan Yoonri di minta jadi pacar Eunhyuk, mungkin emang nggak romantis tapi bagiku ada feel tersendiri dari adegan itu ><

dan ini yang mungkin bikin bingung, ending dan sebagainya. itu tidak menggantung readers sayang^^ it’s already end when Leeteuk got shot by Siwon >< coba baca ff ini dengan tenang dan hati damai, percaya bahwa alur ff ini memang sedikit rumit tapi itulah kelebihannya^^ nah kalau masih ada yang beranggapan ff nya nggak pantas mohon maaf keputusan tidak bisa di ganggu gugat^^ i love that ff^^ sorry~

For the first winner (Letters of Segovia) :

How  can i describe it?! demi Lee Hyukjae yang sangat imut itu saya ngomong ff ini terlalu DAEBAK! pertama aku suka thema yang di ambil, bener-bener ini orang awam jarang yang tau maka dari itu penasaran. bahasa sangat menarik dan membuat readers semakin mendalami cerita ini dan membuat FF ini punya FEEL yang JAGOAN ><

aku persis kaya orang gila baca ff ini yahhh setidaknya saya bertambah gila!! aku suka karakter EUnhyuk, ini Eunhyuk dan Yoonri banget walaupun bukan the original one. aku blushing bener bener blushing ketika Eunhyuk melakukan pendekatan ‘konyol’, ketika Yoonri nyatain cinta berharap Eunhyuk ga denger dan ternyata cuma bohongan buat sebuah lubang di hati (?) rasanya beneran sakit banget T-T dan saat ketemu kakak aku juga dapet feel nya, dan terima kasih atas bonus nya kakak bernama Kim SUnggyu *digorok karena melenceng* and i absolutely crying when Yoonri know that she will marrying Hyukjar T-T that’s too much. ff ini bener bener bikin hati ombang ambing nggak karuan berasa di hantam badai >/////<

how to spell this fiction? D-A-E-B-A-K!! Jeongmal gomawoyo T-T

 

 

38 thoughts on “[FF Contest 1st Winner] Letters of Segovia

  1. *speechless*
    DAEBAK!!!!!!!!!!!
    Waktu baca list di apdetan contes ff, aku nemu judul ini dan entah knp lgsg yakin. Pasti Letters of Segovia ini 1st winner. dan ternyata!! BETUUULL!! Astaga~ keren banget semuamuamuamuamuanya!!! #plakk
    Eris termasuk yg hobi bgt baca novel Dan Brown atau keluaran Dastan Books. Bg yg ga tau Dastan Books, bs googling. List novelnya novel thriller ttg religi-peradaban-konspirasi. Semuamuanya ttg keindahan Roma, Vatikan, Prancis, blablabla. Dan penjabaran novelis2 itu aku dapatkan di FF ini!! Pas banget rasanya baca en ngebayangin Segovia, Well, ap yg harus Eris tulis lagi? Semua kata sdh terangkum dlm satu kata yaitu DAEBAK!! Congratz first winner!! ^^

  2. *speechless*
    DAEBAK!!!!!!!!!!!
    Waktu baca list di apdetan contes ff, aku nemu judul ini dan entah knp lgsg yakin. Pasti Letters of Segovia ini 1st winner. dan ternyata!! BETUUULL!! Astaga~ keren banget semuamuamuamuamuanya!!! #plakk
    Eris termasuk yg hobi bgt baca novel Dan Brown atau keluaran Dastan Books. Bg yg ga tau Dastan Books, bs googling. List novelnya novel thriller ttg religi-peradaban-konspirasi. Semuamuanya ttg keindahan Roma, Vatikan, Prancis, blablabla. Dan penjabaran novelis2 itu aku dapatkan di FF ini!! Pas banget rasanya baca en ngebayangin Segovia, Well, ap yg harus Eris tulis lagi? Semua kata sdh terangkum dlm satu kata yaitu DAEBAK!! Congratz first winner!! ^^
    @kimmy – thx for note-nya. baru aja mau minta ijin bikin lanjutan another day gr2 ngeliat komennya yg pd bingung. ky midnight sun yg twilight dr sisi edward. sequel another day, another day dr sisi leeteuk. bolehkaaahh??? #plakk😄

  3. woah FF-a DAEBAK… keren banget, ceritanya nyentuh, dan yang paling aku suka tch jalan ceritanya yang kompleks, dan sulit ditebak arahnya, mau kemana nch setelah ini,,,, bikin aku “pokoknya harus baca ampe abis” hehehehehehe
    again. daebak..
    congrats for the 1st winner ^^

  4. DAEBAK , excellent , good story ,
    cara penggambaran kota spanyol nya suka , detail banget😀
    kisah cintanya so sweet ,🙂

  5. Setuju!! Ff ini daebak!!!
    Berasa ikut berpetualang sama kimmy xD
    Penjabaran segovia nya keren. .
    Nambah pengetahuan jugaa xD
    Slamat buat authornya \(´▽`)/

  6. ini terlalu bagus luar dalam! Memang juara satu! Congrats yo! Selamat sudah membuat readers menghayal tinggi-tinggi :p

  7. ff ini daebak!!
    awal’y aku gak bs ngebayangin tempat2, kan aku gak begitu tau segovia..
    tp trnyata da piku’y,, bs b’imajinasi n b’tmbh dch pengetahuanku, haha

    cmpur aduk bc nih ff,,
    aku bs ngerasain smw perasaan yoonri n karakter lee hyukjae benar2 keren…^^

  8. woaah.. pantes aja jadi the first winner ^^ ff-nya bgus banget.. kata-katanya daleem, bahasanya juga bgus. jadi kya bca karya sastra milik pnulis yg udh berpengalaman..🙂

    pendeskripsian tiap kjdiannya juga bagus banget, jd berasa ada di pristiwa itu juga..

  9. Akhhh… FF gue? 1st? O.o *msih ga nyangka*
    Alhamdulillah bgt klo bnyk yg suka. sneng lagi2 bsa bagi pengetahuan sputar sejarah dn traveling lewat ff XP

    prtma, mksh buat yoonri-ya, yg udh mlih ff saya. >< *peluk cium cubit2*
    kdua, buat kunyuk, si ikan teri beracun yg qu byangin tengilnya pas bkin ini..😄

    ktiga, yong junhyung, yg ngenalin qu sma tmpat indah brnama segovia. muach.. ;*
    kempat, suami trcinta spanjang masa, little nemo lee donghae yg mkin ckep N sexi aja.hahai..

    Happy 6th anniv SuJu!😄

  10. Akhhh… FF gue? 1st? O.o *msih ga nyangka*
    Alhamdulillah bgt klo bnyk yg suka. sneng lagi2 bsa bagi pengetahuan sputar sejarah dn traveling lewat ff XP

    prtma, mksh buat yoonri-ya, yg udh mlih ff saya. >< *peluk cium cubit2*
    kdua, buat kunyuk, si ikan teri beracun yg qu byangin tengilnya pas bkin ini..😄

    ktiga, yong junhyung, yg ngenalin qu sma tmpat indah brnama segovia. muach.. ;*
    kempat, suami trcinta spanjang masa, little nemo lee donghae yg mkin ckep N sexi aja.hahai..

    Happy 6th anniv SuJu

  11. Wow demi apapun keren banget. Romantis parah, sweet banget ceritanya ^^ selamat ya buat authornya. Ff nya keren banget ^^ dabbong!!!!

  12. Temanya bgs dan aku ga nyangka klo terakhirnya pangeran itu bneran ga ada, tpi pilihan hati Kimmy
    Ini daebak bgt >_< aku beneran suka dari segi ide, cerita, dan karakter Kimmy jg hyukjae yg msh mirip2 lah
    Ini emg pantes jd juara 1😀

  13. keren banget…
    meski awalnya bingung gara” ceritanya cintanya diselipin sejarah..
    jd sambil baca sambil nyari gambarnya biar jelas..
    daebak!!!

  14. D A E B A K B G T ff nyaaaa .. Huwaaa imajinasiku bener2 main disini, ngebayangin tempat2 itu yg ada di spanyol, keindahannya, penggambarannya juga detaiiiiiil banget .. Romantis juga. TOP bgt deh pokok.a😀

  15. teka teki. itu bener2 suatu tema yg bagus banget! latarnya aja segovia wiiiih saya berasa lg nonton film loh baca ini FF. pokoknya buat authornya, oke bangetlah sampe nggak bisa kasih komen apa2 lg sayanya🙂 yg ada di pikiran pas baca ini malah film2 mulai dari pirates, sampe letters to juliet 😀 OMFG ini bagus banget dan emang layak jadi #1!!!

  16. seru n romantis bgt crtanya….slamat ya mnjadi pmnang prtama….smoga ntr bsa buat ff yg lbh seru n mnarik lgi….

  17. Sesuju…Demi King Of Evil di SuJu…saia rasa ff ini pantas buat jadi the winner…bahasanya ringan, masih mudah dipahami…cuma, bagi saia yang amat sangat buta negara, apalagi tentang sejarah2nya, saia cukup sulit memahami tempat2 yg dimaksud

    Over all, DAEBAK!!!feel dapet, demi apa coba, Karakter Hyuk Jae bener2 memikat, entah kenapa saia ngerasa damai aja liat sikap autis dia disini, dan Yoonri..i dont know, semua serba daebak

    Buat authornya..terus berkarya yah..saia suka ff anda😀

    Berasa real aja gitu, unsur koreanya dapet, tp segovianya juga kental banget, perpaduan yg pas deh…wew, andaikata saia guru sejarah, nilai anda sudah sempurna…:)

  18. kyaaaa demi apa ff ini hebat bangett.. Author jjang!!
    Bahasanya keren banget..ceritanya keren banget..dan feelnya dapet bangett.. Aigoo..aku cinta cerita ini, *cipok authornya*

    paporit banget sama kalimat ini,
    —“Karena ketika kau punya
    harapan, kau akan selalu
    punya kekuatan. Tak peduli nantinya akan terkabul atau
    tidak. Tak peduli itu akan
    menjadi nyata atau tidak.
    Tapi asal kau percaya, kau
    akan selalu punya kekuatan
    untuk terus tersenyum..”— dalem banget,,walau kata2nya sederhana,tp menyentuh *meleleh*

    lg mellow mellow ngebayangin yoonri dan hyukjae yg lg nangis dibawah guyuran hujan,,tiba tiba ngakak gaje pas baca ‘sesangi eoduwojigo’..aku lgsung teriak ‘on rainy days’..ampe orang2 pada nengok ke aku dg tatapan apa-banget-ni bocah-udah-gila-kali-ya..

    ah,pokoknya ni ff daebak deeeh..

    dan ah ya,satu lagi.. Selamat ya udah jd 1st winner🙂

  19. demi SS4 indonesia, demi si umin yg bertambah imut, demi apapun lah..
    asli FF ini keren banget!!
    you deserves to be the 1st winner >.<
    ide ceritanya bagus, bahasanya jg enak, dan yg paling penting feelnya dpt
    tdnya aku kira si unyuk gatau klo dia itu ternyata pangeran segovia
    sama ky kimmy yg gatau dia princess alcazar
    ternyata merpati itu yg pilih pangeran segovia
    aaah~ so sweet!!
    neo jeongmal daebakida chingu~ya!!😄

  20. omo~
    ga tau mesti ngomong apa kereeeeeennnn
    ga nyangka bgt bener tekateki yg membingungkn dan hebat di watu yg bersamaan
    pantes aja disini hyuk pinter bgt wawasanny luas ternyata dia pangeran segovia!!
    D-A-E-B-A-K !!! >____<

  21. *Speechless*
    Wow, I’m so touched.
    Bener2 keren nih FF. Ini FF yang bukan seperti FF, bener2 dibuat dengan segenap hati dan pikiran.
    Penggunaan bahasa yang mendeskripsikan keindahan kota Segovia dengan sangat indah, menjadikan pembaca benar2 bisa membayangkannya walau sama sekali buta dengan kota itu.
    Ide cerita yang fresh dan menarik, berbeda dari cerita2 FF pada umumnya. Like a professional.
    Two thumbs up for you, author!
    Keep writing!

  22. INI FF EMANG PANTES DIJADIIN FIRST WINNER.
    TERLALU KEREN! DAEBAK! Ya ampuun sampe speechless mau komen apa ..
    Ini keren bangetttt, berasa baca cerita novelis terkenal gitu. Keren Keren Kerennnnnn!!!

  23. Aaaa keren bnget! Diiksinya bgus..
    Ending nya ga ketebak sama sekali..ga monoton..aa pokoknya bgus!
    Gra2 ff ini aku jdi tau tntg spanyol.thankyouu smart author
    ada blog pribadi?mau doong

  24. Sumpah demi apa…..
    ff nya sempurna.
    Serasa keliling spanyol, meskipun nama2 tempatnya asing tp qt tertolong dgn deskripsi dan pict nya.
    Dan pas mencari teka teki surat mom nya kimmy itu qt bener2 ngrasa kayak main detektif2an.
    Dan scene terakhir pas hyuk-yoonri mau nikah itu. Ya ampunnn…sweet banget. Trnyata pangerannya emang siapapun yg dicintai sama princess.

    orin semangat nulis ff terus ya…^^

  25. daebak!! meskipun sedikit2 pusing karena istilah2 spanyolnya…
    tapi suka, keren, romantis soalnya, apalagi yang pas yoonri dipangiil sungai itu, ^^

    pantes deh jadi 1st winner, chukhae..
    daebak, ^^b

  26. iseng pgn bca ff yg blm smpet kebaca d jinhaexy dan ktemu ff ini..
    awalx g tertarik tp pas dbca aq larut jg dlm ff ini..
    g ad kta yg bsa ngungkapin betapa kerenx ff ini..
    daebak poll..
    suka-suka dech..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s