[FF Contest 2nd Winner] Another Day

Title                            : Another Day

Genre                         : EU! (Not AU but EU : Eris (?) Universe!), Angst, Romance, Thriller

Length                        : Oneshot with 4.475 Words

PG                              : 13

Casts                           : Kim Yoonri, Lee Hyukjae, Park Ririn, Park Jungsoo, Choi Siwon

Special Casts              : (a.k.a Numpang Lewat) *dibacok* Kim Ryeowook, Lee Haejin

Copyright                   : It’s not a right thing to do some copy paste on all posts in this blog w/o permitt.

This Story belongs to Kim Yoonri and myself. Only us who have a right to copy this

post.

Disclaimer                  : The Casts are belong to God and themselves. But, Kim Ryeowook is MINE! LOL~

Song Recommended : 1. Yoonri Ran Away part               : BoA – Hurricane Venus

                                      2. Hyukjae punched Leeteuk         : JYJ – Mission

                                      3. RiHyuk talk ‘bout Love              : Se7en – Key of Love

                                      4. On Funeral                                  : Super Junior – Coagulation

 

~ Another Day ~

 

“Onnie!!! Cepat kemari!!”

“Apa sih? Aku lagi masak nihh…”

“Cepat kemari atau kau tidak dapat melihat Pangeranmu! Ppali!!!”

Ririn buru-buru mematikan kompornya dan bergegas ke ruang tamu. Dilihatnya Yoonri sedang menatap layar kaca dengan pandangan berbinar. “Ada apa sih?”

“Apakah benar kau akan menyumbangkan honor dari reality show terbarumu untuk membantu korban gempa di Jepang itu?” siaran televisi sedang menayangkan seorang reporter yang tampak mengajukan pertanyaan sekaligus mic-nya ke arah Choi Siwon yang baru keluar dari gedung KBS. Tampak beberapa reporter dan kamera yang mengerubunginya.

“Ya, itu benar. Kurasa sebagai sesama manusia kita harus saling membantu, iya kan? Lagipula, bukankah Tuhan selalu berkata dalam firmannya untuk mengasihi sesama?” Choi Siwon berhenti sejenak dan tersenyum ke arah kamera.

“Aaah~ kau lihat dia, Yoonri? Dia begitu baik dan religius! Kudengar honornya dari Love Relay KBS itu bahkan seharga sebuah mobil keluaran Kwan’s Corp yang terbaru!” Ririn menepuk tangan Yoonri dengan histeris. “Aaah~ tampannya…”

“Ya, dia memang sangat baik. Benar-benar tipe pria idaman!!” Yoonri tersenyum melihat televisi sambil berusaha menepis tangan Ririn yang semakin lama semakin brutal. “Onnie, SU-A-KIT!! Berhenti memukul tanganku!”

“Kudengar sumbangan yang kau berikan itu hanya kamuflase untuk memperbaiki pamormu karena kasus penganiayaan staff agensimu? Bisakah kau memberikan kami sedikit penjelasan mengenai rumor itu?” seorang reporter wanita yang tidak terlihat wajahnya itu mengajukan pertanyaan yang membuat wajah Choi Siwon sedikit berubah. Wajahnya sedikit terlihat mengerut mendengar pertanyaan itu.

“Ah, itu tidak benar. Seperti yang kau bilang, itu hanya rumor.”

“Tapi kau telah terlibat kasus pemukulan terhadap atase kepolisian Seoul setahun yang lalu. Kudengar kau memiliki masalah dalam pengontrolan emosimu, bisakah kau jelaskan hal itu?”

“Maaf, aku ada jadwal lagi. Maaf ya…,” dan Choi Siwon pun masuk kedalam mobil silvernya yang baru saja tiba dan segera pergi. Dan gambar pun berganti menjadi dua presenter yang melanjutkan acara dengan berita terhangat selebritis lainnya.

“Ah, apa benar ia melakukan hal itu? Infotainment itu selalu saja berlebihan..” ujar Ririn yang tak terima artis idolanya diserang reporter. Yoonri terlihat berpikir untuk menanggapi ucapan teman sekos-nya itu.

“Entahlah. Tapi kasus dia meninju polisi itu sepertinya memang benar. Yeah, meskipun kasusnya tidak jelas sampai sekarang sih,” Yoonri segera mengganti channel televisinya dan berhenti di channel tivi kabel yang sedang menayangkan Marsupilami.

“Hhh~ tauk ah. Benar atau tidaknya juga bukan urusanku,” Ririn bangkit dari sofa dan kembali ke dapur. Yoonri tertawa keras saat si pemburu berhasil dikelabui lagi oleh Marsupilami yang menjaga anak-anaknya. Mendadak, Ririn melongokkan kepalanya dari pintu dapur.

“Yoonri-ya, bisakah kau ke supermarket? Aku lupa madunya.”

“Heh?? Kenapa tadi tidak sekalian saja pas aku beli semangka? Aaah~ onnie ini,” Yoonri sedikit tak rela harus meninggalkan salah satu kartun kesayangannya itu. “Mana uangnya?”

“Ayam madu tanpa madu itu namanya bukan ayam madu,” Ririn merogoh saku celana jeans-nya dan mengeluarkan dompet merahnya. Ditariknya beberapa lembar won dan memberikannya kepada Yoonri.

“Cih~ bahasamu rumit!”

Ririn terkekeh. “Kau saja yang terlalu bodoh. Makanya segera lulus SMA dan kuliah~”

“Jangan ingatkan aku tentang itu! Matematika itu menghambatku!” Yoonri menggembungkan pipinya dan mengambil uang dari tangan Ririn. “Aku pergi ya! Jangan makan malam tanpa aku!!”

“Nee~ lagipula makan malam ini tidak akan matang tanpa madunya. Sudah sana! Jangan lama-lama!”

Dan Yoonri pun segera melangkahkan kakinya keluar dari rumah kecil yang disewanya bersama Park Ririn, sahabatnya.

 

*          *          *          *

Langit mulai menghitam karena senja sudah datang. Yoonri keluar dari supermarket sambil menenteng kantong belanjaannya. Ia melirik ke dalam kantong itu dan tersenyum melihat isinya. Ia membeli beberapa yoghurt dan es krim untuk dimakannya bersama Ririn. Sejak Ririn sibuk dengan tugas kuliahnya, Yoonri jarang menikmati malam menonton drama sambil makan es krim dengan Ririn. Karena kali ini semua tugas Ririn sudah selesai, Yoonri ingin bersantai sejenak dengan seniornya saat di SMA itu.

Yoonri berjalan santai dan bernyanyi-nyanyi kecil. Ia baru saja berbelok di tikungan ketika sebuah mobil silver berhenti tak jauh di depannya. Ia melihat dua orang lelaki berpakaian hitam sedang menyeret seorang lelaki berkemeja putih yang babak belur. Mereka menyeretnya masuk kedalam gang kecil yang ada tak jauh dari situ. Yoonri menganga tak percaya. Dan bingung. Apa yang harus ia lakukan? Pura-pura tidak tahu dan membiarkan mereka?

Ya. Itu adalah hal termudah saat ini. Abaikan saja mereka.

Yoonri pun kembali berjalan. Ia menundukkan kepalanya. Dadanya berdegup kencang saat melewati gang itu. Ia bisa mendengar erangan dan lenguhan yang memilukan dari sana. Ia juga mendengar suara pukulan-pukulan itu dengan jelas.

Batin Yoonri bergulat. Apa dia harus membiarkan orang itu mati dipukuli? Atau dia bisa memanggil beberapa orang dewasa untuk membantu menghentikan pemukulan itu? Atau mungkin, ia harus memanggil polisi?

Seseorang berjalan melewatinya dan masuk kedalam gang. “Hentikan! Biar aku yang menghabisinya!”

Yoonri terkesiap. Suara itu…. Bukankah itu suara…

Yoonri mengendap dan berjalan kembali mendekati gang itu. Ia melongokkan kepalanya sedikit. Jantungnya mencelos saat ia melihat orang yang familiar di matanya sedang mengacungkan pisau ke lelaki berkemeja putih yang babak belur itu. Choi Siwon…

“Ucapkan selamat tinggal pada dunia, Kim Ryeowook!” dan Yoonri mendengar suara deguk mengerikan dari pria yang perutnya ditusuk pisau itu.

Yoonri menekap mulutnya dengan kedua tangannya. Membuat belanjaannya jatuh berguling dan berdentang karena membentur aspal. Ketiga pria didalam gang itu menoleh.

Dan kini Yoonri tahu, ia benar-benar berada dalam masalah besar.

 

*          *          *          *

 

“Siapa itu?!” Siwon mendesis. Yoonri berbalik dan bersandar lemas pada tembok disebelahnya. Jigeum ottokhae??

“Jawab aku! Siapa itu?!” Siwon kembali mengeluarkan suara beratnya. Otak Yoonri memerintahkannya untuk segera melarikan diri dari tempat itu. Tapi, kakinya gemetar hebat!

“Hyukjae, coba lihat siapa itu dan bawa kemari! Dia juga harus dibungkam!” Siwon mengeluarkan perintahnya. Yoonri makin lemas saat mendengar kata-kata ‘harus dibungkam’. Apakah ia akan bernasib sama dengan pria bernama Kim Ryeowook itu?

Yoonri memejamkan matanya saat suara langkah kaki mulai mendekat. Ia mencoba menggerakkan kakinya. Dihirupnya nafas dalam-dalam, dan…

“Siwon, dia kabur!!” Hyukjae berteriak saat ia melihat seorang gadis berlari dengan kencang ke arah komplek perumahan.

“Kejar sampai dapat!”

Dan Hyukjae pun berlari mengejar Yoonri. “Hei, kau! Jangan kabur!! HEIIII,, JANGAN LARIIIIIIII!!!!”

 

*          *          *          *

 

Yoonri berlari secepat yang dia bisa. Beberapa kali ia nyaris terjatuh karena jalanan yang menanjak. Dan bodohnya, kenapa ia malah berlari ke dalam perumahan?? Kalau tadi dia berlari ke arah jalan besar, ia mungkin sudah bisa lapor ke kantor polisi.

“Aiisshh! Nan baboya!!”

Yoonri sudah mulai kelelahan. Peluh membanjir di dahinya dan pelipisnya. Poninya menempel basah di dahinya. Rambut panjangnya yang tadi diikat rapi kuncir kuda kini sudah berantakkan disana-sini.

“HEII!! BERHENTI KAUUUU!!”

Yoonri menoleh dan melihat Hyukjae yang berada tak jauh dibelakangnya. “Sial! Apa yang harus kulakukan sekarang??”

Yoonri masih berlari. Ia meraih pintu kayu besar salah satu rumah dan menggedornya. “TOLONG!! SESEORANG TOLONG AKU!!!”

Namun tidak ada yang keluar dari rumah itu. Komplek perumahan tempat Yoonri berada sekarang adalah komplek perumahan elit yang jarak antara pintu gerbang dan pintu utamanya bermeter-meter.

GREBB!!!

“KYAAAAAAAAAA!!!!!!!!!!!!!” Yoonri menjerit sekuat-kuatnya. Hyukjae telah berhasil menangkapnya.

“Ssshhh!! DIAM!!” Hyukjae menekap mulut Yoonri. Yoonri mengambil tindakan reflek dan menggigitnya.

“AAARRRGGHHHH!!!!!!!!! Kenapa kau menggigitku??!!!” Hyukjae berteriak kesakitan namun tidak melepaskan pelukannya dari Yoonri. Yoonri pun meronta-ronta dari dalam cengkeraman Hyukjae.

“Hei hei hei, ada apa ini?” seorang lelaki berpakaian keamanan keluar dari rumah yang pintunya tadi digedor oleh Yoonri. Yoonri meronta lagi. Kali ini pemberontakkannya lebih ganas. Namun, tetap saja Hyukjae bisa menahannya.

“Tolong aku!! Mereka pembb~ eemmpphh~”

“Ahh. Tidak apa-apa. Dia hanya takut dengan anjing di rumah ujung jalan sana. Maaf menggangu anda,” Hyukjae menyeret Yoonri menjauhi rumah itu. Sementara orang tadi hanya menggelengkan kepalanya dan menutup kembali pintu pagar rumah itu.

“EEMMPPHH~ EEEEEMMMMPHHHH!!!!!!”

“Diam atau kubunuh kau!!” Hyukjae mengancam Yoonri. Yoonri semakin membelalakkan matanya mendengar ancaman Hyukjae.

“HEEEEEMMPPHHH!!! HEEEEEMMMMPPPPHHHH!!!!!!!”

“Sudah kubilang diam!!” Hyukjae mengetatkan tangannya di leher Yoonri. “Kau pilih diam atau kucium?? Hah?!”

Dan entah kenapa Yoonri malah lebih takut dengan ancaman Hyukjae yang baru. Ia bersikap kooperatif dan tidak lagi meronta. Hyukjae tersenyum sinis melihat korbannya mendadak menurut. Ia mendorong Yoonri ke arah tembok salah satu rumah dan mendesaknya disana. Tangan kanannya tetap menekap mulut Yoonri dan lututnya menekan paha Yoonri agar Yoonri tidak lari hingga gadis itu mengerang kesakitan. Tangan kirinya merogoh saku celana belakangnya dan mengeluarkan sebuah slayer abu-abu dari sana. Tangan kananya berpindah ke leher Yoonri dan mencekiknya. Mulut Yoonri terbuka karena ia tidak bisa bernafas. Hyukjae mengikatkan slayer itu ke mulut Yoonri dan mengikatnya kebelakang kepala Yoonri. Ia melepas tangannya dari leher Yoonri lalu kembali berjalan dengan menyeret Yoonri di lehernya.

“Hahhh~ apa kau pikir aku benar-benar akan menciummu?”

“HHEEEEEMMMPPHHHH!!!”

“YAK!! DIAM!! KAU INI SENGAJA INGIN MERASAKAN BIBIRKU YA??!”

Yoonri kembali terdiam. Ia menatap lelaki yang sedang menyeretnya dengan sejuta perasaan benci, kesal, marah dan takut. Hyukjae mendesis karena tatapan Yoonri. “Eeiissh~. Jangan melihatku seperti itu! Aku tahu aku tampan!”

Yoonri menggeram. Hyukjae tertawa melihat reaksi Yoonri. Ia melirik ke wajah Yoonri yang penuh degan keringat.

“Kau cukup cantik. Kurasa kita bisa menjadi kekasih kalau kau berhasil lolos dari eksekusi Siwon,” dan Hyukjae tertawa lebih keras setelah mengatakan hal itu. Seolah ia baru saja mengatakan sesuatu yang sangat brilian. .___.

Mereka sudah mendekati gang kecil tadi. Namun, Hyukjae tidak melihat mobil Siwon disana. Ia segera mendesak Yoonri untuk masuk kedalam gang dan menahannya disana. Ia mengikat tangan Yoonri dengan tambang putih yang berlumuran darah yang dipungutnya di tanah. Yoonri menduga itu adalah tambang yang tadi digunakan untuk mengikat lelaki malang itu. Ia merogoh saku jas hitamnya dan mengeluarkan ponsel. Ditempelkannya ponsel itu ditelinganya dan diam sebentar.

“Hyung? Mana Siwon? Aku sudah mendapatkan gadis ini. Apakah aku harus langsung membunuhnya?”

“…………….”

“Arra. Aku segera membawanya ke markas. Pria tadi, kau bawa kemana mayatnya?”

“…………….”

“Ah, ne~. Baiklah. Arraseoyo~”

Hyukjae memasukkan kembali ponselnya kedalam saku. Ia mengeluarkan sebilah pisau lipat dari saku lainnya dan mengarahkannya ke dada Yoonri. “Kau tahu apa ini?”

Yoonri hanya mendelik. Bahkan kalaupun mulutnya tidak disumpal, ia tidak akan menjawab pertanyaan bodoh dari pria bernama Hyukjae ini. Jelas-jelas itu pisau?! Masih tanya pula?? Pantas saja dia jadi penjahat. Pasti nilai ijazahnya tidak mencukupi untuk dia bekerja di perusahaan.

“Pisau ini tajam loh, jagi,” Hyukjae mengelus mata pisau itu dengan jari telunjuknya. Yoonri ingin sekali menendang wajah pria dihadapannya ini. Berani-beraninya ia memanggil ‘jagi’?

“Dan akan sayang sekali kalau pisau yang tajam ini meninggalkan jejak segariiiiiss saja di wajah mulusmu.”

Yoonri benar-benar muak! Dan takut. Ia terus berdoa dalam hati agar keajaiban datang dan ia bisa terselamatkan dari sini.

“Jadi, kalau tidak ingin mendapatkan bekas luka seperti Harry Potter, bersikap baiklah,” Hyukjae menggoreskan pisau itu ke dinding semen disebelah Yoonri. Menimbulkan bunyi mengkerik yang membuatnya ngilu.

TTINN TTIIINN!!

Hyukjae menoleh. Ia melihat sebuah mobil hitam yang ia kenali pengemudinya. Ia pun langsung mencengkeram tangan Yoonri dan menyeretnya masuk kedalam mobil.

“Kenapa kau meninggalkanku, hyung?” Hyukjae menutup pintu geser (?) mobil itu dengan sedikit keras.

“Bahaya bagi Siwon jika kita berlama-lama disana,” jawab orang itu lalu menjalankan mobilnya.

Hyukjae mencondongkan tubuhnya. “Ini mobil siapa?”

Orang itu tersenyum. “Bukan urusanmu. Ngomong-ngomong, hanya gadis seperti itu saja kenapa lama sekali?”

“Dia memberontak terus, hyung. Dan sangat merepotkan. Sekaligus mengerikan. Jariku hampir putus karena gigitannya,” Hyukjae menunjukkan jari telunjuknya. Yoonri mendengus. Menjijikkan! Yang digigit kan daging tangannya, bukan jarinya!

Yoonri menatap Hyukjae dengan pandangan intens yang mengerikan. Perasaanya benar-benar tak keruan saat ini. Ia takut. Cemas. Marah. Kesal. Dan ia juga bingung bagaimana caranya keluar dari cengekraman setan-setan ini.

“Hiks,” dan air mata pun mengalir dari kelopak mata Yoonri. Isakkan tertahannya membuat Hyukjae menoleh dan membuat orang yang mengemudi mobil mengintipnya dari kaca spion tengah.

“Hei, kenapa menangis?? Jangan menangis! Aiissh, kau merepotkan!!” Hyukjae mengacak rambut kuningnya. “Leeteuk hyung, bagaimana ini? Dia menangis~”

Leeteuk hanya mengintip lagi dari spion dan berdecak. “Biarkan saja.”

“Hiks… Hiks…”

Hyukjae menoleh lagi dan menatap Yoonri putus asa. “Aku kan tidak menyakitimu, jangan menangis! Aku benci melihat wanita menangis!”

“Hiks… Hiks….”

“Aaiisshh! Uljjima~ ! Berhenti menangis atau kucium kau!!” Hyukjae mencoba kembali metodenya yang tadi. Sepertinya gadis ini sangat sensitif soal cium mencium.

Tapi Hyukjae salah! Tangisan Yoonri justru semakin kencang. “Hiks… Heeeuuuu… Hiks~ Hiks~”

“Aiisshh!! Apa mulutmu sakit? Baiklah! Kulepaskan ikatan di mulutmu tapi janji jangan menangis lagi!” dan Hyukjae pun melepaskan ikatan slayer di mulut Yoonri.

“Yak! Lee Hyukjae! Neo jeongmal babboya!!” Leeteuk melotot dari kaca spion.

“Biar saja, hyung. Hanya mulutnya ini. Bukan tangannya,” Hyukjae kembali bersandar di joknya.

“HUAAAAAAAAAA~”

Hyukjae melonjak kaget mendengar tangisan Yoonri. “YAK!! KENAPA MAKIN KENCANG NANGISNYA??!!”

“EEMMPPHH!!” Hyukjae kembali menekap mulut Yoonri dengan tangannya.

“Sudah kubilang jangan lepaskan ikatannya!” Leeteuk membentak Hyukjae dari depan.

“AAARRGGHHH!!!!!” Hyukjae mengibaskan tangannya sekarang. Yoonri telah menggigitnya dengan segenap tenaganya hingga berbekas di tangan Hyukjae. Hyukjae melempar pandangan benci ke arah Yoonri.

“Neo jeongmal….”

“Aku takuuuuutt! Kalian menyeramkan!! Aku mau diapakan?? Jangan bunuh aku! Aku masih mau sekolah dan aku belum menikah!!!”

Hening.

Benar-benar hening. Hanya ada isakkan Yoonri yang tertahan yang terdengar.

“BHAHAHAHAHAHAHAHA!!!!” mendadak Hyukjae tertawa sekeras-kerasnya. Leeteuk dan Yoonri menatapnya bingung.

“Hiks… Tidak lucu!” Yoonri mengisak lagi. Dan Hyukjae masih tertawa.

“Ahahaha! Tentu saja lucu! Hahaha~ kau ini sedang, haha, diculik!! Masih sempat memikirkan pernikahan! Hahahaha~”

Yoonri memberikan death glare terbaiknya kepada Hyukjae. Dan entah kenapa Hyukjae langsung diam ditatap seperti itu.

“Hiks~ kau tidak tahu rasanya! Coba kalau kau yang diculik dan tahu kalau hidupmu akan berakhir begitu mobil ini berhenti dan tiba ditujuannya. Kau pasti memikirkan hal-hal yang belum kau lakukan. Dan sangat ingin kau lakukan!”

Yoonri menarik nafasnya yang berat. “Aku belum membahagiakan orang tuaku. Aku belum membahagiakan diriku sendiri. Bahkan aku belum pernah merasakan yang namanya pacaran seperti teman-temanku. Aku sangat ingin merasakannya.

“Dan mendadak kau mendapati kenyataan kalau kau akan segera mati! Tanpa punya kesempatan mengucapkan selamat tinggal pada orang-orang yang kau sayangi. Itu… itu… menyedihkan!!” Dan Yoonri pun menangis lagi.

“Kami tidak perlu hal-hal seperti itu. Hyukjae, bungkam lagi mulutnya yang bawel itu!” Leeteuk memerintahkan dari kemudi. Hyukjae hanya diam dan mengambil slayer abu-abu itu dari sebelah Yoonri.

“Tunggu! Apa kalian tidak punya keluarga?? Bagaimana rasanya jika salah satu keluarga kalian mati begitu saja??” Yoonri berteriak ke arah Leeteuk. “Apa kau tidak punya ibu atau adik perempuan?? BAGAIMANA RASANYA JIKA MEREKA YANG SEKARANG BERADA DI POSISIKU??!! BAGAIMANA JIKA MEREKA YANG SEKARANG DIAMBANG KEMATIAN SEPERTIKU, HAH??!!”

Dan Yoonri kembali terisak. Leeteuk berdecak lagi dibalik kemudinya. Sementara Hyukjae mencondongkan tubuhnya ke kursi Leeteuk.

“Maaf hyung,” Hyukjae bergumam di telinga Leeteuk. Dan semuanya terjadi begitu cepat. Leeteuk menoleh karena bingung dan Hyukjae langsung menyarangkan sikutnya ke pelipis Leeteuk.

DUAK!

Mobil pun oleng karena Leeteuk pingsan akibat sikutan Hyukjae di kepalanya. Beberapa mobil dibelakang mereka mengklakson dengan keras saat mobil Freed hitam itu menggila di jalanan Seoul. Hyukjae buru-buru mengambil kendali atas kemudi mobil itu dan berusaha menyingkirkan Leeteuk. Yoonri yang mendapatkan kesadarannya setelah syok beberapa saat atas tindakan Hyukjae langsung memberingsut ke depan. Ia menarik tubuh Leeteuk dengan kedua tangannya yang terikat agar Leeteuk menyingkir sementara Hyukjae bisa duduk di kursi kemudi. Kaki Leeteuk yang ada di atas pedal gas membuat mobil itu melaju dengan kecepatan tak terkira. Nyaris saja mereka menabrak sebuah sedan putih didepan mereka.

Hyukjae berhasil duduk di kursi depan. Namun, kepalanya membentur langit-langit mobil. Itu jelas karena sebenarnya ia menduduki pinggul Leeteuk yang terbaring miring. “Hei, kau! Singkirkan tubuh si tua ini!”

“Cerewet! Aku juga sedang berusaha! Kau tidak ingat tanganku terikat??” Yoonri menyembur Hyukjae dengan omelan. “Suruh siapa kau mengikatku dengan kencangnya??”

Dan setelah beberapa saat yang merepotkan, Yoonri berhasil menyingkirkan tubuh terkulai Leeteuk. Tubuh Leeteuk tergeletak sempurna di dasar mobil. Yoonri pun terengah kehabisan nafas.

“Kau!” Hyukjae menatap Yoonri dari spion tengahnya. “Pindah ke depan sini!”

 

*          *          *          *

 

“Hyukjae-ssi, gomawo~” Yoonri ikut bersandar seperti Hyukjae di kap mobil yang pendek. Ia mengarahkan pandangannya ke langit yang bertabur bintang. Hyukjae hanya mendengus mendengar ucapan Yoonri. Ia mengeluarkan sebungkus rokok dari jasnya dan menyulutnya sebatang. Ia menghirup rokok itu dalam-dalam dan menghembuskan asapnya ke udara bebas.

Yoonri menatap kosong udara didepannya. Memperhatikan bagaimana asap-asap itu melebur dan menghilang ditelan kegelapan malam.

Mereka kini berada di bukit kecil sebelum jalan tol Seoul – Incheon. Menurut Hyukjae, ini adalah tempat paling aman untuk mereka bersembunyi. Yoonri jadi bertanya-tanya sendiri apakah Hyukjae sering kabur dari tugasnya yang diperintahkan Siwon ke tempat ini?

“Kenapa kau mau… membantuku?” Yoonri menggigit bibir bawahnya.

Hyukjae hanya menghisap rokoknya dan kembali membuang asap putihnya. “Aku tidak tahu apa alasan manusia untuk saling membunuh. Tapi untuk saling membantu, tidak dibutuhkan alasan yang logis, kan?”

Yoonri menoleh ke arah Hyukjae dan menganga tak percaya. Aiisshh, orang ini! Jinjja~

“Hei, itu kan kata-kata Shinichi Kudo saat di New York!”

Hyukjae hanya tertawa. “Hahaha, ketauan ya? Kukira kau bukan tipe gadis yang suka komik.”

Yoonri mencibir. Ia benar-benar membulatkan hipotesanya mengenai nilai ijazah Hyukjae yang jeblok setelah pria disebelahnya ini mengutip kata-kata tokoh dari komik sebagai jawabannya. Mana gayanya sok cool sekali saat mengatakan kutipan itu. Cih~

Hening kembali mendera. Hanya ada suara hembusan asap Hyukjae dan jangkrik-jangkrik. Tanpa ada suara lagi yang keluar dari mulut keduanya. Yoonri berpikir mungkin Hyukjae kelelahan setelah peristiwa tadi. Karena setelah mereka sampai ke tempat ini, Hyukjae menjadi begitu diam.

“Adik perempuanku meninggal tiga tahun yang lalu.”

Yoonri mengalihkan pandangannya dari langit berbintang dan segera menatap Hyukjae dengan fokus penuh.

“Namanya Lee Haejin,” ia menghisap lagi rokoknya dan menghembuskannya. “Seperti yang kau bilang, ia meninggal tanpa sempat mengucapkan salam perpisahan padaku.”

Yoonri mendapat pemahaman mendadak. Jadi itu sebabnya Hyukjae sangat diam dari tadi. Ia teringat dengan adiknya. “Adikmu kenapa?”

Hyukjae menghisap rokonya untuk yang terakhir kalinya karena ia langsung membuang batang rokok yang sudah pendek itu ke tanah lalu menginjaknya. Ia memasukkan kedua tangannya kedalam saku celana.

“Ayah Siwon membunuh mereka,” jawab Hyukjae yang membuat mata Yoonri melebar. “Orang tuaku sangat miskin. Usaha ayahku menjadi pengrajin tembikar tak kunjung membaik. Meskipun kami memiliki tembikar-tembikar yang bagus, kami tidak memiliki modal untuk mendistribusikannya. Akhirnya ayahku meminjam uang yang berjumlah besar kepada keluarga Siwon.”

Hyukjae menghela nafasnya dalam. “Aku sedang pergi untuk audisi dance di SM Entertaintment saat semua itu terjadi. Aku berpikir kalau aku jadi artis, aku akan cepat mendapatkan uang. Hutang kami sudah lewat empat bulan dari waktu jatuh tempo. Dan orang-orang suruhan ayah Siwon menagih hutang itu ke rumah.

“Bisa ditebak, kami sama sekali tidak bisa membayar hutang yang jumlahnya jutaan won itu dalam sekali bayar. Ayahku pun meminta keringanan dengan memohon untuk menyicilnya. Tapi mereka tidak terima dan langsung menembak ayahku begitu saja di kepala.”

Yoonri menekap mulutnya mendengar cerita Hyukjae. Ia kira, semua hal seperti rentenir kejam dan hutang menumpuk itu hanya terjadi dalam drama-drama dan novel. Ternyata, ia mendapatkan bukti nyatanya hari ini.

“Dan kemudian, ibuku serta Haejin juga dihabisi oleh merka. Dan itu membuatku marah!”

Yoonri menggigit bibir bawahnya lagi. Ia merasa air matanya sebentar lagi akan jatuh menetes. Sekuat tenaga ia tahan hingga pandangannya terasa kabur. “Lalu, kenapa kau bekerja untuk Siwon sekarang?”

“Aku berniat balas dendam pada ayahnya. Aku ingin membuat Siwon sedekat mungkin denganku dan menganggapku seperti ia menganggap Leeteuk hyung. Sebagai informasi, Siwon sangat menghormati Leeteuk hyung. Hanya Leeteuk hyung yang bisa mengendalikan kemarahan Siwon. Dan aku bermaksud membuat diriku jadi sepenting itu dimatanya. Dan pelan-pelan, aku akan membunuhnya.”

“Bagaimana caranya?”

“Oh, banyak! Banyak sekali cara untuk membunuh Siwon tanpa identitasku bisa dilacak. Dan aku akan menggunakan Leeteuk hyung untuk hal ini,” Hyukjae menatap Yoonri dengan seringainya. Membuat Yoonri bergidik ngeri. Kenapa ia bisa lupa kalau Hyukjae itu penjahat? Tapi kenapa Yoonri merasa aman kabur bersama penjahat?

“Kalau begitu, kau sama saja dengan ayahnya Siwon, kan?”

Hyukjae mendengus. “Aku tidak peduli.”

“Lalu, ada apa dengan pria yang kalian bunuh sore tadi?”

Hyukjae menyedekapkan tangannya di dada. “Dia adalah staff HRD di agensi tempat Siwon bernaung. Entah ada masalah apa sehingga pria itu membuat Siwon sangat marah dan mengejarnya selama 2 minggu. Setelah mendapatkannya, Siwon langsung menghabisinya begitu saja.”

Yoonri bergidik mendengar penuturan Hyukjae. Ia tak habis pikir bagaimana wajah tampan yang terlihat baik dan berhati malaikat itu bisa melakukan hal sekeji itu? Apakah jantung Ririn onnie akan baik-baik saja setelah mendengar cerita ini?

”Hei, apa Leeteuk tidak akan bangun?” Yoonri melongok khawatir kedalam mobil lewat kaca depan.

“Tidak akan. Alkohol yang baru kubeli tadi tergolong alkohol yang kuat. Ia bisa membuat orang tidur selama 18 jam!”

Yoonri menganggukkan kepalanya. Eehh? Jam berapa ini?? RIRIN ONNIE!!!

“Ehmm, bolehkah aku meminjam ponselmu?” Yoonri bertanya pada Hyukjae takut-takut. Hyukjae hanya merogoh saku jasnya dan mengeluarkan ponselnya.

“Ini.”

Yoonri segera menerima ponsel layar sentuh itu dan memencet sederetan angka yang dihafalnya. Nomornya sendiri.

“Yeobseo? Onnie?”

“…………..”

“Ya! Pelan-pelan kalau bertanya. Aku sedang bersama temanku saat ini. Kau tidak perlu khawatir. Aku akan menjelaskannya saat aku kembali.”

“………….”

“Aniya! Pokoknya nanti saja aku ceritakan! Oh iya, kau bisa makan malam tanpaku. Aku sudah makan tadi.”

“………….”

“Kkeekeke~ yasudah, nanti aku huubungi lagi. Annyeong.”

Yoonri memencet tombol merah di ponsel Hyukjae dan menyerahkannya lagi kepada pemiliknya. “Ini ponselm…”

Yoonri terdiam melihat Hyukjae sudah merosot dan terduduk diatas rerumputan sambil bersandar di bemper depan mobil. “Hyukjae-ssi?”

Hyukjae tetap diam dan tak bergeming. Apa dia tidur?

Yoonri menepuk pelan bahu Hyukjae membuat pemuda itu bergumam pelan. “Hmm?”

“Gwaenchanayo?”

Hyukjae membuka matanya dan menatap lurus kedepan. “Ne. Gwaenchana. Duduk sini.”

Dan Yoonri pun duduk disebelah Hyukjae.

“Ceritakan tentang dirimu,” Hyukjae bergumam lagi dan menutup matanya kembai. Yoonri mengerutkan dahinya, bingung.

“Apa yang harus kuceritakan? Tidak ada yang menarik tentang diriku,” Yoonri menggaruk kepalanya sambil nyengir ragu (?) ke arah Hyukjae.

“Kau bilang kau belum pernah pacaran? Masa gadis secantikmu belum punya pacar?”

“Eeiiiyy~ apa kau sedang mencoba merayuku? Dasar gombal,” Yoonri mencibir. Hyukjae tersenyum kecil mendengar celotehan Yoonri. “Tidak. Aku tidak punya pacar. Sepertinya aku ini calon perawan tua. Teman-temanku saja sudah bergonta-ganti pacar beberapa kali. Sementara aku? Hhh~ sekali saja belum…

“Tiap malam sabtu, mereka pasti keluar rumah bersama pacar mereka. Sekedar makan di kafe atau nonton bioskop. Sementara aku, dirumah saja menyelesaikan tugas dan PR dari sekolah.”

“Apa kau mau punya pacar seperti mereka?”

Yoonri terlihat berpikir. “Mungkin iya. Mungkin juga tidak.”

Hyukjae membuka matanya dan menoleh ke arah Yoonri. “Kenapa bisa begitu?”

“Jujur saja. Aku memang ingin punya pacar. Aku ingin punya seseorang yang memperhatikanku dan menyayangiku dengan tulus. Ingin ada yang melindungiku atau sekedar mengirim sms sesekali ke ponselku. Tapi,

“Aku tidak ingin merasakan sakitnya. Beberapa temanku seringkali menangis saat mereka putus dengan pacar mereka atau mereka memergoki pacar mereka selingkuh dibelakang mereka.”

“Berarti kau tidak siap merasakan sakitnya cinta, kalau begitu,” Hyukjae menanggapi ucapan panjang lebar Yoonri. “Asal kau tahu, Cinta itu, semua tentang rasa sakit dan bahagia. Kau bisa merasa sangat bahagia suatu kali karena cinta. Tapi kau juga bisa merasa sangat sakit sampai ingin mati rasanya hanya karena cinta.”

Yoonri menatap Hyukjae dalam. Pria dihadapannya ini penuh kejutan! Terkadang dia bersikap seperti anak kecil yang senang merajuk. Terkadang ia berubah menjadi sosok cuek yang menyebalkan. Lalu, ia bisa berubah menjadi sosok yang elegan dan bertanggung jawab. Dan kini, ia sedang bertransformasi menjadi lelaki dewasa yang matang dan bijak.

Hyukjae mendekatkan wajahnya pada wajah Yoonri. Rona merah menjalar sangat jelas terlihat dari pipi Yoonri meskipun ini malam yang gelap. Hyukjae mengecup bibir Yoonri pelan.

“Apa kau mau jadi pacarku?”

 

*          *          *          *

 

Suara cicit burung dan gemerisik daun mengusik tidur Yoonri saat itu. Desau angin lembut menyentuh pipinya yang putih pucat. Yoonri mengucek matanya. Ia mendapati sebuah selimut bayi tersampir di lengannya dan tersenyum. Ia yakin Hyukjae yang menutupinya dengan selimut ini. Dan matanya pun langsung bergerak mencari sosok Hyukjae.

Semalam, ia benar-benar merasa bahagia sekaligus bodoh. Ia bahagia karena akhirnya ada yang menyatakan cinta padanya. Tapi ia juga merasa bodoh. Bagaimana bisa ia bersedia menjadi pacar orang yang baru dikenalnya selama 6 jam?

“Tidur nyenyak, tuan putri?”

Yoonri menoleh dan mendapati Hyukjae sedang tersenyum padanya dengan gummy smile-nya dari luar jendela mobil. “Tidak juga. Nyamuk-nyamuk ini membuatku menderita!”

“Hahaha, kalau kau pulang nanti, aku jamin kau tidak akan berkawan dengan nyamuk-nyamuk lagi saat malam.”

Yoonri tersenyum. Namun, senyumnya hilang ketika ia mendengar sebuah suara yang sangat dikenalnya dari hasil menonton drama.

“Minggir!”

Senyum Hyukjae juga menghilang. Rahangnya mengeras saat merasakan sesuatu yang dingin terasa ditekan di tengkuknya. Moncong pistol.

“Bawa dia keluar!” Siwon memerintahkan Hyukjae. Yoonri langsung menciut. Habis sudah nyawanya kali ini!

Hyukjae membuka pintu Yoonri dan menarik gadis itu keluar. Apa-apaan ini? Apakah Hyukjae akan menyerahkan Yoonri kepada Siwon? Apakah kata-kata indah dari Hyukjae semalam itu hanya rekaan?

“Siwon, aku jamin dia tidak akan membocorkan rahasiamu. Lepaskan dia,” Hyukjae berdiri dengan tubuh Yoonri dibelakangnya. Siwon hanya mendengus dan tersenyum licik.

“Ada apa denganmu? Apakah kau mengenalnya?”

“Tidak! Tapi, kumohon Siwon-ah, lepaskan dia. Kalau kau memang mau melampiaskan kekesalanmu, kau bisa melakukannya padaku!” Hyukjae mendorong tubuh Yoonri kebelakang menjauhi moncong pistol Siwon.

“Minggir kau. Aku akan mengurusmu setelah selesai dengan gadis keparat ini!”

Hyukjae bergeming. Ia tetap pada posisinya di depan tubuh Yoonri. Sebisa mungkin menjaga gadis itu dari apapun rencana keji Siwon.

“Baiklah, kau yang meminta ini kan, Lee Hyukjae?” Siwon menarik pelatuk pistolnya dan tanpa ragu, melepaskan tembakannya.

Hyukjae dan Yoonri memejamkan matanya dan…

DORR!!

“AARRGGHHH!!!”

Siwon menelan ludahnya. Darah mengalir deras dari kepala orang yang ditembaknya. Tanpa deguk terakhir, orang itu tewas seketika. Hyukjae dan Yoonri membuka mata mereka dan syok dengan apa yang terjadi saat mata mereka terpejam sesaat tadi. Siwon jatuh berlutut dan pistol yang digenggamnya meluncur begitu saja dari tangannya.

“Hyung!!!”

 

*          *          *          *

 

Yoonri memeluk Ririn dengan erat. Ia mengelus-elus bahu onnie-nya itu dengan sabar. Ia ikut merasakan kepedihan hati Ririn yang terluka karena baru saja ditinggal oleh kakak lelakinya. Satu-satunya keluarga yang Ririn miliki.

Leeteuk, bawahan kepercayaan Choi Siwon, ternyata bernama asli Park Jungsoo dan kakak dari Park Ririn. Tanpa Ririn ketahui, ia bekerja untuk Siwon setelah orang tua mereka meninggal dalam kecelakaan pesawat 10 tahun yang lalu demi menghidupi Ririn dan dirinya sendiri. Dan sejak saat itu, Leeteuk menjadi salah satu bodyguard terdekat dari putera pewaris Hyundai Corps, Choi Siwon.

Ririn, Yoonri dan Hyukjae. Mereka orang terakhir yang masih berada di makam Leeteuk saat semua orang sudah kembali ke rumah masing-masing setelah melayat. Air mata Ririn masih mengalir deras. Begitu juga dengan air mata Hyukjae. Sementara Yoonri, ia bahkan sudah tidak bisa menangis lagi.

 

-Flashback Side, 3 Years Ago-

 

“Oppa!” Ririn menghampiri Jungsoo yang baru saja turun dari taksi. Jungsoo menatap adiknya itu dan senyumnya melebar.

“Hyaaa! Uri Ririn sudah besar sekali!!” Jungsoo mengacak rambut Ririn setelah membayar ongkos taksi yang ditumpanginya.

“Oppa jangan mengacak-acak rambutku, bisa tidak sih?! Rambutku itu gampang kusut tauk!” Ririn memajukan bibirnya yang membuat Jungsoo tertawa. “Ayo masuk, oppa! Aku sudah masak semua kesukaan oppa!”

“Jinjja? Apa kau memasakkan ayam ginseng untukku?”

Ririn terlihat bersalah mendengar pertanyaan Jungsoo. Ia tidak memasak ayam ginseng.

“Anniya. Aku tidak memasak ayam ginseng karena Yoonri tidak suka,” Ririn menggigit bibir bawahnya. “Tapi, aku memasak ayam madu.”

“Ayam madu? Hmmh, kedengarannya enak,” Jungsoo terlihat berpikir. Ririn tertawa melihat ekspresi oppa-nya. Ia membuka pintu rumahnya dan membawa koper Jungsoo masuk.

“Oppa mau menginap berapa hari?”

Jungsoo menoleh sejenak ke arah Ririn dan terlihat salah tingkah. “Eeehhmm, mungkin hanya tiga hari. Kau tahu, sebagai manager pemasaran itu dilarang ambil cuti banyak-banyak!”

“Jinjja? Waahh, oppa daebak! Manager Pemasaran itu kereeeeenn~,” Ririn mengacungkan jempolnya. “Eh, Yoonri, sini kenalkan! Ini oppaku, Park Jungsoo.”

Yoonri yang baru saja keluar dari dapur tampak kaget karena suara Ririn. Ia kemudian melihat ke arah Jungsoo dan membungkuk sedikit. “Annyeong haseyo, Kim Yoonri imnida.”

“A.. annyeonghaseyo. Park Jungsoo imnida,” Jungsoo membungkukkan badannya sedikit lebih lama untuk menyembunyikan rona merah yang menjalar ke sekitar pipinya.

 

                                                                                T. H. E E. N. D

 

 

Author’s Note :

Ini FF jenis apaaaaaa cobaaaa??! *gelinding*

Ga jelas. Ga berending. Ga kreatip. Ga mutu. Ga…. ahhh gak gak gak kuat (?) #plakk

Btw..

HAPPY ANNIVERSARY RIHYUK!! Saya baru kenal couple ini padahal…

Baru beberapa judul FF yang saya baca soal RiHyuk. Itu kenapa cerita kali ini sangat klise dan tidak ada gregetnya. Mianhae… *bungkukampementok* (?)

Pokoknya keep writing buat Yoonri! HWAITING!! Write another Rihyuk yang bikin gemes ampe mau nabok (?) rasanya.. *digamparbeneran*

Sebenernya ngiler banget ama A Cha, Light Stick, dan poster itu *maruk*.

Tapi… *scroll* *baca ulang* kayanya mustahil yah?? *mojok* #amasiapatuh? #amaRyeongdong!! #abaikan

Alhamdulilah yah~ nyampe ke page 13~ wkwkwkwkwk~ *ketauangakbakatbikinffpanjang*

Kalau pun ga menang ya ra’ popo… Jadi FF kado aja kaya RinWon kemaren..

Btw, aku tuh ada deh yah, FF buat JinHae.. Tapitapitapi, boleh gak nih aku kasih ke Haejin Onnie? Abisan, kemaren JinHae putus.. Jadi urung niat mau ngasi FF JinHae.. takut bikin Hajin onnie yg lg galau makin galau… *dibakar*

 

Oya, buat yang baca mungkin ada yang nanya *PD* : “itu Hyukjae dapet selimut bayi dari mana?”

Jawabannya, : “GAK TAU!! SUMPAH! AKU AJA YANG NULIS BINGUNG NGAPA TAU2 TUH SELIMUT MUNCUL BEBAS GITU AJA… u,u

anggep aja deh yang punya mobil Freed itu punya bayi jadi selimutnya ketinggalan di mobil pas mobilnya dicolong Eeteuk.

 

 

25 thoughts on “[FF Contest 2nd Winner] Another Day

  1. WAHAHAHAHA iya aku kepikiran selimut bayi dapet darimana? Tp tunggu bentar kalo Yoonri kenal Leeteuk masa sih dia ga inget waktu Leeteuk nyetir di depan? Endingnya masih gantung gitu ya tp sukalah ceritanya :p

  2. Wait!!
    Ini ff saya?
    Kimmy, saya menang??
    Omaiwook! Ngimpi banjir semalem ternyata artinya ini toh? Aaaa~ saya bahagiaaaaa~ *jogetdiatassekoci*
    Padahal ni ending gantung banget, loh! Soalnya saya udah mentok disitu. *babo*
    Tapitapitapi, ternyata saya menang??
    Aaaaa~ *masihamaze*
    Ya ampuuunn, makasiii *kecupkecup*

  3. Ffnya keren, critanya jga bagus,,
    Aq suka bacanya,

    Tp endingnya rada ngegantung,,

    Wuahh siwon oppa ternyata bisa jahat jga,,
    Tega amat bunuh orang kyk gt,,

    Chukae ya eon udh menang,,🙂

  4. keren ffnya. cman gantung gitu yah. nggak jelas deh cerita rihyuknya. tapi selebihnya bagus kok. kalo bisa sih ada sequelnya hihihi. yang menjelaskan semuanya

  5. tunggu2 hehehe itu di endingnya sengaja dibikin gantung yah? aduuuh nggak kalah sama aoyama gosho deh emang authornya hahaha😀 /apadeh. jadi 3 taun lalu leeteuk sama kimmy udh pernah ketemu dan leeteuk naksir sama yoonri? tapi kenapa pas di mobil leeteuk sama sekali nggak nunjukkin tanda2 dia tau yoonri? dan gt juga sama yoonrinya. tapi yaaa ngertilah akhirnya kenapa leeteuk yg kena tembak siwon hehehe. selamat yaaah buat authornya. langsung makan2 brg wookie nih abis dpt juara 2😀

  6. yah kok endingnya nyangkut bgini? penasaran~
    haha gpp lah, yg penting yoonri ama hyukkie ternyata ga ketembak
    tp kok jd teukie yg kena? ceritanya dia ngelindungin mrk gt?
    soalnya ga disebutin dia tiba2 muncul kkk~
    td kirain siwon nembak palanya sndiri :p

  7. waaa ceritanya serem si kuda putih jd pembunuh -_-
    tp ko ending eunhyuk sama yoonri nya ga romantis #plakk
    aku bingung sama alur tiba.tiba leeteuk jd kakanya ririn , trus knp leeteuk ga ngenalin yoonri kan mereka pas d flashback udh pernah d kenalin ..
    tp so far tetep seru ff nya .
    semangat ^.^

  8. Woaaah ff nya bagus nih ^o^)b
    Oiya coba deh baca pelan2, diulangi lg klo bisa, klo mnurutku ini endingnya ga gantung kok
    Ak nebak blh ya? Knp leeteuk ngehalangin siwon yg mau nembak yoonri sama hyuk? Krna teuk wktu k apartement ririn itu trs kenalan sama yoonri dia suka yoonri kan? Nah makanya dia ngehalangin yoonri d tembak karna dia suka *reader sok tau -___-v*
    Aahh tp ak suka nih ff nya, hyuk dsini keren bisa berkata bijak bukan berkata yadong(?) Hahahaha *digampar jewels*

  9. bwahahaha,kocak rihyuknya..😀

    —Aku takuuuuutt! Kalian
    menyeramkan!! Aku mau
    diapakan?? Jangan bunuh
    aku! Aku masih mau
    sekolah dan aku belum
    menikah!!!”— ampun deh si yoonri,,lg diculik sempet2nya mikirin nikah,,ahahaha,😀

    itu om kudanya ikut mati ato gmn?🙂

  10. ending’y gantung..
    tp scr keseluruhan cerita’y seru,,
    cmn bingung aja ma hubungan yoonri ma leeteuk..
    leeteuk kenal yoonri tp dy pura2 gak kenal gitu,, trus karena suka jd’y dy berkorban..

    smg da sekuel’y, jd bs d’perjelas cerita’y..🙂

  11. jadi maksudnya yg ketembak itu leeteuk, buat ngelindungin eunhyuk..
    tapi kenapa coba??
    padahal kan leeteuk orang kepercayaan siwon, kenapa dia sampe mau ngelindungin eunhyuk..
    cerita flashbacknya serasa ga nyambung, kirain bakal nyeritain hidupnya leeteuk kenapa bisa ketemu siwon, atau sama kaya ceritanya eunhyuk. karna mau bales dendam jd ngedeketin siwon….

  12. Ooo jadi leeteuk sama yoonri udh pernah kenalan tooh tapiiii kok pas ketemu di mobil yoonrinya gak ngenalin leeteuk gitu??
    Masih penasaran sama ffnya sih tapii yg gpp lah nice ff yaa ^^

  13. Betul eonn, emang rada bingung asal usul nya selimut bayi itu (⌣́_⌣̀) akhirnya gantung, tapi rada ngerti, jadinya leeteuk itu suka sama yoonri? Terus jadinya dia mau ngelindungin yoonri gitu *soktautingkatDEWA hehehe nice ff. Selamat buat authornya ^^

  14. Bagus bgt!
    Aku suka ff gantung kyk gitu, dan ga nyangka bgt jungsoo suka yoonri sampe mau ngelindungin di saat2 terakhir itu❤
    Bgs ini ffnya daebak😀

  15. Wah… Wah…
    Si siwon sadis amat…
    Leeteuk kesian, tpi lebih kesian lagi ama wookie. Numpang lewat cma bwt dibunuh* pdhal kalo gak salah, author-a biasnya wookie bukan??

    Tpi keren, suka kalo ff bau2 war kyak gini…

  16. Owh..itu maksudnya leeteuk mau ngelindungin yoonri soalnya 3 taun yg lalu pernah ketemu sama wyoonri dan jatuh cinta?
    seru bnget ffnya

  17. he?? jd sebenernya leeteuk uda kenal yoonri dr dulu??
    tp ko bisa yoonri ga ngenalin teuk wktu disekap di mobil?
    hehehehe tp tetep keren kok daebak
    ps. ga nyangka ternyata tuan choi berdarah dingin T_T

  18. Ya ampun aku udah ketinggalan banyak update-an FF baru di blog ini -.-
    Ini ceritanya kereeeeen~
    Yah walopun gantung gitu ih bikin gemes -.-
    Siwon kamu kok jahat amat sih, taat beribadah eh kok suka bunuh orang. Tapi nggak apa2 ding, seru malahan hahaha.
    Asik~

  19. yang aku bingung, jadi ini sebenernya ceritain rihyuk apa jungsoo-ririn? o.oa
    tapi rame sih ide ceritanya.. daebak..🙂
    dan aku bayangin unyuk ngerokok koq kayaknya keren ya(?) #geleng2tobat
    coba lebih dikembangin lagi ceritanya pasti keren.. :)b

  20. hem..
    emg smpet bngung ma nech ff..
    ap mksdx?
    eh, bru ngrti trnyata gtu..
    leeteuk ma yoonri ud pnh ktemu n suka ma yoonri..
    makax teuki berkorban..
    oh, oh..

  21. Itu tb2 ad slinyt bayi ngambik drmn? Ahahaha… Aga ga masup akal jg sih ad pmbunuh eh malah jd pacarny ahahaha.. Trus gmn shiwon yah stlh kematian leeteuk?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s