{JinHaeXy} When I Fall ~Part 19~

   Beberapa hari setelah kami melakukan rapat bersama tim JYP Entertainment dan MBC jadwal Felidis masih tetap longgar, jadilah aku, bersama Kyorin dan Chihoon masih bisa terus mengikuti Super Junior, mulai dari Music Bank, Music Core, dan hari ini adalah Inkigayo, yang diganti menjadi Dream Concert.

   Kami berangkat pagi-pagi ke dorm Super Junior terlebih dahulu, barulah menjelang siang kami ikut mereka ke Seoul Olympic Stadium, tempat acara dilangsungkan. Kami bertiga ikut rombongan staff, karena Super Junior masih harus mengikuti red carpet session dan press conference Dream Concert terlebih dahulu, setelah itu barulah kami bertemu kembali di waiting room.

   Tapi ternyata, waiting room Super Junior digabung dengan SNSD, SHINee, dan f(x)!

   ”Apa kita harus ke dalam, Onnie?” tanya Chihoon gugup padaku di depan waiting room mereka, karena kini diluar red carpet session sedang berlangsung, dan kami tengah berdiri di depan tenda waiting room SMTOWN. ”Ini bukan hanya waiting room Super Junior, tidak enak kalau kita main masuk ke dalam saja.”

   Kyorin mengangguk-angguk. ”Tadi kata Hae Oppa apa?”

   ”Katanya kita disuruh tunggu di dalam,” jawabku mengingat kata-kata Donghae ketika kami berpisah tadi.

   ”Tapi di dalam tidak ada yang kukenal, staff Super Junior juga tidak ada…” Chihoon memberanikan diri mengintip ke dalam. ”Mungkin itu staff grup lain.”

   ”Apa kita ke backstage-nya JYP saja?” usulku.

   ”Ah, setidaknya kita lebih kenal dengan staff JYP!” Kyorin mengangguk.

   Kami akhirnya malah masuk ke tenda khusus JYP Entertainment, 2PM dan Wonder Girls akan menjadi pengisi acara malam ini, meski tak ada 2AM. Staff JYP bertanya-tanya mengapa kami datang, tapi kami berbohong dengan mengatakan bahwa kami hendak menonton 2PM dan Wonder Girls. Sekitar setengah jam kemudian, sepertinya acara tersebut sudah selesai, lalu Wonder Girls dan 2PM muncul.

   ”Lho?! Kalian datang?” YeEun Onnie terkejut, namun tampak senang, begitu juga dengan Sunye Onnie, Yoobin Onnie, Sohee, dan Hyerim yang langsung menyapa kami bertiga. Saat kami asyik ngobrol, 2PM juga masuk dan dengan senang menyapa kami bertiga juga.

   Akhirnya kami keasyikan ngobrol bersama Wonder Girls dan 2PM, kulihat Kyorin dan Chihoon mulai kembali ramah pada Taecyeon, karena mungkin melihatku sudah menyapa Taecyeon seperti biasa, dan Taecyeon juga tidak kalah ramahnya padaku. Bahkan kami sudah mulai bercanda-canda bersama. Dan gara-gara ini, aku lupa tujuanku datang kesini, sampai Kyorin mengangkat teleponnya.

   ”Onnie, Donghae Oppa bertanya kita dimana…” bisik Kyorin mencicit padaku yang sedang sakit perut menertawakan lelucon yang dibicarakan Junsu Oppa. ”Ponselmu mati lagi?”

   Aku buru-buru merogoh kantung celana pendekku, dan melihat ponsel flipku yang berwarna pink. Yah, memang batreinya habis. Aku menatap Kyorin dan tersenyum penuh rasa bersalah. ”Iya, habis…”

   ”Kalau begitu kita sebaiknya kesana, Donghae Oppa gusar tuh…” ledek Kyorin.

   ”Oh.” Aku mengangguk-angguk, dan kembali memasukkan ponselku ke dalam kantung celana pendekku.

   Junsu Oppa terkekeh melihatku. ”Asyik deh yang punya pacar.”

   ”Iya nih, jadi jarang berkumpul lagi bersama kita,” tambah Sunye Onnie sambil tertawa dan berdeham-deham bersama YeEun Onnie.

   Wajahku memerah.

   ”Omo! Ada yang malu?!” Nichkhun Oppa menunjukku, dan sekarang member 2PM, termasuk Taecyeon sudah ikutan menertawakanku.

   ”Sudahlah, sana… jangan sampai Donghae Hyung yang kesini,” kata Junsu Oppa lagi.

   Akhirnya aku pamit pada mereka, dan keluar dari dalam tenda 2PM dan Wonder Girls, diiringi ledek-ledekan mereka. Aku senang keluarga JYP sudah kembali lagi seperti dulu, saat aku dan Taecyeon masih berpacaran, tidak lagi ada canggung-canggungan, seperti saat kami putus. Taecyeon tidak bebas berbincang bersama siapa pun jika ada aku, dan aku juga begitu, tapi kini keadaan sudah kembali normal. Syukurlah…

   Kami berpapasan dengan banyak artis pengisi acara, 4Minute, Kara, SS501, Rainbow, U-Kiss, dan sebagainya lagi, yang menyapa kami sopan, tapi tak urung juga mereka nampak heran. Ya jelas mereka bingung, kami bukan pengisi acara, tapi kami berkeliaran disini. Terakhir kami bertemu Afterschool, yang menyapa kami dengan ramai.

   Rupanya Gahee Sunbae, UEE Sunbae, Jooyeon Sunbae, dan Raina Sunbae masih ingat dengan kami setelah kolaborasi kami kemarin. Kami dikenalkan dengan sisa member mereka, yaitu Lizzy, yang merupakan member baru, juga Nana, Bekah Onnie, dan JungAh Onnie. Mereka amat sangat ramah, mereka meminta kami memanggil mereka dengan sebutan Onnie saja, tanpa perlu sungkan-sungkan, apalagi kami sebetulnya debut pada saat yang sama. Jadi Sunbae kami sebetulnya hanya Gahee Onnie, yang sebelum bersama Afterschool sudah pernah debut solo.

   Setelah mampir cukup lama di tenda Afterschool, barulah kami sampai tanpa hambatan lagi di depan tenda SMTOWN yang terdengar ramai, karena banyak suara tawa dan obrolan yang terdengar dari dalam. Aku, Kyorin, dan Chihoon kembali saling pandang, gugup.

   Di dalam bukan hanya ada Super Junior, kan?

   ”Kita mau berdiri disini sampai kapan, Onnie?” tanya Chihoon bingung, karena sekarang banyak staff yang mondar-mandir, memandang aneh pada kami bertiga. ”Kita ini idol yang nampak seperti sasaeng!”

   Kyorin mengangguk-angguk menatapku memohon.

   ”Tapi aku malu,” bisikku takut.

   Dan kemudian pintu tenda, atau tepatnya, kain penutup tenda terkuak! Membuatku, Kyorin, dan Chihoon terpekik kaget dan mundur. Tapi yang kulihat adalah Choi Minho, yang menatap kami bertiga heran.

   ”Oh, Felidis… annyeonghaseyo.” Dia membungkuk.

   ”Oh, annyeonghaseyo.” Balas kami gugup sambil membungkuk.

   Dia menatap kami bingung dan menggaruk kepalanya. ”Kalian… mau… menonton?” tanyanya. Pastilah tadinya ia sebetulnya mau bertanya, apa yang kami lakukan disini, namun karena tidak terdengar sopan, maka ia merubah pertanyaannya menjadi apakah kami mau menonton.

   ”Ne…”

   ”Haejin-ah?!”

   Kami menoleh, melihat Leeteuk Oppa yang berjalan santai menuju tenda. Aku, Kyorin, dan Chihoon menghela napas lega melihatnya. Minho ikut tersenyum pada Leeteuk Oppa.

   ”Kenapa kalian tidak masuk?” tanya Leeteuk Oppa heran, kami bertiga hanya meringis.

   ”Hyung darimana?” tanya Minho pada Leeteuk.

   ”Kamar mandi, dan Minho-ya, kenapa tidak disuruh masuk mereka bertiga? Mereka bertiga pasti malu masuk sendiri, aish! Kau ini, mana sikap gentlemen-mu terhadap wanita? Ayo masuk, Haejin-ah, Kyorin-ah, Chihoonie.”

   Minho gelagapan. ”Bukan begitu, Hyung… aku… hanya…” tapi Leeteuk Oppa sudah mendorongku, Kyorin, dan Chihoon masuk ke dalam tenda sebelum Minho selesai.

   Begitu kami masuk secara tiba-tiba, kami lebih malu lagi, di dalam anak-anak SNSD, f(x), dan SHINee sedang berkumpul bersama, menikmati snack dan bento mereka, tapi kini mereka menoleh pada kami kebingungan.

   ”Annyeonghaseyo.” Aku membungkuk malu, Kyorin dan Chihoon ikut membungkuk dibelakangku, dan mereka ikut merapat padaku, mereka berdua pasti sama gugupnya.

   SNSD, f(x), dan SHINee juga menyapa kami.

   ”Kyorin, annyeong!” sapa Taemin SHINee.

   Kami menoleh pada Kyorin, yang nampak lega melihat Taemin. ”Oppa, annyeong…” sapanya pada Taemin. Ah iya, aku lupa, Kyorin dan Taemin kan satu sekolah, Taemin satu tingkat di atas Kyorin. Chihoon juga kemudian sudah dicubiti member SNSD dan f(x), karena menurut mereka Chihoon menggemaskan. Hah~ mereka tidak kenal Chihoon saja.

   ”Darimana saja?” rajuk Donghae begitu dia menghampiriku.

   Aku menatapnya penuh rasa bersalah. ”Maaf… tadi kami canggung kau suruh tunggu disini, jadilah kami ke backstage JYP, dan ponselku mati…” aku mengeluarkan ponselku dan menunjukkan kepadanya, ngomong-ngomong aku baru memperhatikan penampilannya.

   Wow~

   Dia memakai rompi lagi… perlu kuulang, rompi, hanya rompi! Mana warnanya putih pula, dengan aksen emas, rambutnya sudah ditata dengan baik, dan ia sudak memakai wire microphone yang melingkar di telinganya. Tapi tubuhnya masih kering, syukurlah… aku tidak bisa jamin apa yang terjadi padaku kalau tubuhnya sudah disemprot oleh cairan pembangkit gairah wanita itu. Aku digandengnya ke pojok ruangan, dan duduk disana, bersama Eunhyuk dan Siwon yang menyapaku hangat.

   ”Tak apa-apa aku masuk kesini? Kalau mereka tahu kita pacaran bagaimana?” aku mengedikkan kepalaku ke arah staff.

   Siwon menjawab menenangkan. ”Kami diperbolehkan, asal tidak ketahuan publik saja, jadi kau tenang saja… sebetulnya bukan boleh juga sih, tapi ya, tidak seperti di perusahaanmu lah intinya.” Eunhyuk mengangguk-angguk setuju.

   ”Sudah, sana… sana…” usir Donghae pada mereka berdua.

   ”Kau mengusir kami?” Siwon menunjuk dirinya sendiri.

   ”Teganya!” omel Eunhyuk.

   Aku tertawa dan memukul pelan bahu Donghae, ”Tidak boleh begitu, kan kita yang mengambil tempat mereka.”

   Donghae mencibir. ”Aku mau berduaan denganmu, jadi kalian pergi…” sekarang Donghae mengibaskan handuk pada Siwon dan Eunhyuk yang langsung bubar jalan mencari tempat untuk duduk lainnya.

   Donghae berbalik menghadapku dan tersenyum. Aku balas tersenyum kepadanya. ”Sudah makan?”

   ”Belum, aku menunggumu,” dia menarik keluar bento-nya. ”Kau juga belum makan, kan? Mau aku ambilkan?”

   Aku menggeleng. ”Kau saja yang makan, aku tidak begitu lapar.” Bohongku, aku tidak enak minta makan dari mereka, aku kan bukan pengisi acara. ”Mau kusuapi?” tanyaku lagi.

   ”Oh!” dia mengangguk semangat.

   Aku terkekeh dan mengambil kotak itu dari tangannya dan membukanya, melihat ada banyak makanan yang ditata rapi di dalam bento tersebut. Aku mulai menyuapinya perlahan-lahan sambil sesekali kami berbincang-bincang. Aku sedikit canggung, karena biar bagaimana pun, ini bukan hanya di kamar ganti Super Junior, melainkan juga kamar ganti grup lain, yang dua grupnya merupakan seniorku, kecuali f(x) yang debut pada saat yang hampir sama dengan Felidis, tahun 2009.

   ”Aaaah! Lihat, lihat… Donghae Oppa suap-suapan di pojok!” teriak YoonA Sunbae ke arah kami.

   Wajahku kontan memerah, manakala seluruh member SNSD, f(x), dan SHINee menoleh pada kami dan bersorak-sorak. Posisiku saat itu sedang menyuapkan potongan salmon ke dalam mulut Donghae, aku membeku dan Donghae cuma senyum-senyum malu. Aku menatap Donghae cemas, tapi Donghae malah menggenggam tanganku menenangkan, sekaligus memberikan konfirmasi pada rekan-rekannya bahwa kami memang menjalin hubungan. Aku tersenyum malu pada member SNSD dan f(x), mereka malah bertepuk tangan melihat wajahku yang memerah malu.

   ”Ehem! Katanya mau dijodohkan denganku, Hyung,” ledek Minho sambil menyikut bahu Donghae, baik Donghae dan aku langsung tersedak, membuat Minho tertawa puas sekali.

   Donghae membelalak menatapnya, setelah berhenti tersedak. ”Ya! Choi Minho!”

   Minho terkekeh-kekeh. ”Dulu kan Hyung sendiri yang bilang katanya Haejin ini suka padaku, mau mencomblanginya denganku, ya kan?” tanya Minho jail kepada Donghae, yang wajahnya semerah kepiting rebus.

   Udara disekitarku menjadi panas, bagaimana mungkin mereka membicarkan ini tepat di hadapanku?

   ”Pantas~ aku dulu heran, kenapa Hyung peduli sekali pada wanita yang mau jadi pacarku… ckckckckck,” Minho geleng-geleng dan merangkul Donghae. ”Ternyata Hyung yang punya rasa padanya?” Minho mengerlingku.

   Wow~ tampannya…

   Donghae menjitak dahi Minho dengan brutal. ”Ya! Jangan berani-berani kau melempar tatapan semacam itu pada Haejin-ku!” dan tiba-tiba saja dia sudah menarikku dalam pelukan posesifnya.

   ”Omoooooo!” teriak gadis-gadis SNSD dan f(x) melihatku tiba-tiba ditarik ke dalam pelukan Donghae yang posesif. Mereka bersorak-sorak riuh, seolah-olah tengah menonton drama. Tapi, ada satu perasaan yang membuncah di hatiku, perasaan yang membuat dadaku menghangat, dan hangatnya pun naik hingga ke pipiku, karena aku melingkarkan tanganku di pinggangnya, balas memeluknya.

   Kenyataan bahwa dia tidak ragu menunjukkan bahwa aku adalah miliknya di depan teman-temannya, kenyataan bahwa dia mencintaiku, tak peduli berapa banyak orang yang menatap kami. Tak peduli status kami, dan tak peduli bahwa dulu dia nyaris menjodohkanku dengan Minho, atau apalah… yang jelas, dia bangga memiliki aku sebagai kekasihnya.

   ”Jangan bermesraan disini!” dan kurasakan kepalaku dan kepala Donghae dipukul oleh cue card MC.

   Heechul Oppa, seperti biasa mengomeli kami jika kami sudah terlihat begitu ’intim’, member Super Junior tertawa melihat kami, tapi Donghae tetap tidak melepaskan pelukannya padaku.

   ”Haejin-ssi, beruntungnya dirimu.”

   ”Onnie, aku mau seperti Onnie…”

   ”So sweet!”

   Aku tersenyum mendengar kata-kata yang diucapkan banyak dari member SNSD dan f(x), yang semuanya tidak tampak keberatan. Ternyata dari yang kulihat, banyak dari mereka juga yang kini tengah ’dekat’ dengan namja idol, pantas saja mereka begitu mengerti melihatku dan Donghae.

*Selasa Malam*

Selasa tiba begitu cepat setelah pekan kemarin aku dan Donghae habiskan bersama-sama. Memang dia masih sibuk melakukan promosi dan syuting berbagai variety show sebagai bentuk promosi album terbaru Super Junior. Senin lalu, aku menemaninya recording acara yang dipandu oleh Shin Dongyup dan beberapa MC kawakan lainnya, dan termasuk diantaranya SHINee Onew. Syuting dilakukan hampir sepanjang malam, dan aku terus mengikutinya di dalam van Super Junior bersama Manajer Super Junior, yang tidak banyak bicara, tapi baik hati.

   Sebetulnya Donghae tidak tega membiarkanku ikut terjaga semalam-malaman menemaninya, tapi toh memang aku yang mau menemaninya. Setelah itu, dia mengantarku pulang, dan karena lelah juga, dia tidur sebentar di dorm. Kami tidur berpelukan sampai pukul sembilan pagi, hingga ponselnya berbunyi kembali, karena dia harus segera kembali ke dorm.

   Malam ini adalah malam pemutaran Strong Heart episode dimana aku menceritakan kisah cintaku dan Taecyeon dulu, juga disitu kuselipkan kejutan untuknya. Entah apa reaksinya nanti malam, aku tidak sabar… dia bilang dia akan menontonnya bersama membernya. Aku senang, aku tidak perlu melihat reaksinya secara langsung, apalagi soal ceritaku dan Taecyeon nanti.

   Malamnya, aku, Kyorin, dan Chihoon, sudah duduk bersama di depan televisi dengan pakaian tidur kami, memeluk bantal. Sepuluh menit kemudian, akhirnya Kang Shim Jang dimulai! Mulai dari perkenalan Kang Hodong dan Lee Seunggi, yang kemudian memperkenalkan kami para bintang tamu.

   Acara dimulai seperti biasa dengan obrolan-obrolan ringan antara para bintang tamu, barulah masuk ke segmen pembicaraan serius. Sudah menginjak empat puluh lima menit, dan barulah tiba giliranku berbicara ditayangkan. Aku melihat bayangan diriku sendiri disitu, aku mengenakan pakaian hitam asimetris elegan, dengan celana pendek putih, juga rambut dikuncir kuda sederhana. Tapi satu yang kutangkap dari bayanganku sendiri, aku nampak begitu tenang, nyaman, dan terlihat bahagia, meski menceritakan hal yang cukup menyakitkan.

   Aku memerhatikan bintang tamu lainnya saat mendengarkan ceritaku, mereka terlihat kaget mendapati kenyataan bahwa sosok Ok Taecyeon yang humoris, ternyata begitu dingin terhadapku. Dan sampailah di bagian aku mulai menceritakan bahwa aku jatuh cinta. Dan tahukah kalian? Aku malu melihat ekspresiku sendiri, omo!

   Wajahku begitu merona, dan aku tahu… ada pancaran bahagia ketika aku mengatakan terima kasih kepadanya setelah aku menari sambil bernyanyi diiringi tepuk tangan riuh. Aku menangis lagi melihat diriku tampil, dan dari sudut mataku, kulihat Kyorin dan Chihoon juga menangis diam-diam ikut terharu akan penampilanku.

   Barulah setelah itu penampilan khusus Afterschool feat Felidis. Awalnya member Afterschool yang menjadi bintang tamu menyanyi Bang! bersama-sama, dan kemudian kami bertiga muncul, dengan seragam yang sama dengan Afterschool, dan ikut menari Bang!

   Setelah itu special corner ketika aku dan Gahee Onnie menarikan lagu Pussycat Dolls yang berjudul When I Grow Up bersama-sama. Dari situ aku lihat, ternyata aku ada bakat jadi sexy juga, ya… memang Gahee Onnie memberiku saran untuk memasang ekspresi yang sedikit ’mengundang’ ketika kami menari When I Grow Up, dan tak kukira ekspresi semacam ini yang kubuat. Mataku nampak tajam menatap kamera, perut cokelatku dan leherku berkeringat, dan bibirku yang merah begitu menantang kamera.

   Aku mengangguk-angguk puas ketika acara berakhir, Kyorin dan Chihoon pamit ke dalam kamar mereka masing-masing sementara aku justru beranjak ke meja komputer, memeriksa reaksi apa yang diberikan netizen kepada kami!

   Reaksi yang diberikan netizen beragam, dan tentu saja banyak Hottest yang memaki-makiku, jelas mereka tidak terima Taecyeon dibicarakan seperti itu. Tapi tidak sedikit juga Hottest yang mendukungku, dan senang melihat hubunganku dan Taecyeon sudah membaik, juga karena menurut mereka, aku tetap tidak menjelek-jelekkan seorang Ok Taecyeon, mereka dengan senang hati menerimaku kok.

   Sejauh ini, semuanya berbanding sama, ada yang tidak suka padaku, namun ada yang menyukaiku juga, syukurlah. Tapi, yang membuatku paling senang dari seluruh reaksi netizen adalah mereka memuji kemampuan kami bertiga. Mereka terkesima akan suara Chihoon, mereka takjub akan kemampuan Kyorin memainkan berbagai macam alat musik, selain biola. Dan mereka memuji kemampuan dance-ku diluar ballet saja.

   Banyak dari pikiran mereka yang terbuka, mengatakan bahwa talenta kami terkubur dalam-dalam oleh JYP Entertainment, dan melalui hal inilah, katanya kami baru terlihat bersinar setelah Hysteria yang gagal.

   Syukurlah…

   BIIIP.

   Aku kaget dan menoleh ke arah pintu. Siapa yang datang pukul segini? Ini kan sudah larut malam? Aku berdiri dan berjalan pelan mendekati pintu. Pengunjung itu hanya menekan bel sekali, tapi aku yakin ia belum pergi. Maka aku tekan tombol kecil di intercom yang menempel di dinding atas rak sepatu.

   Hoodie abu-abu.

   Donghae?!

   Aku buru-buru memutar kunci, dan menarik lepas gerendel yang menyekat pintu, dan menarik kenop terbuka, dan benar saja. Donghae, dengan hoodie kesayangannya, dan celana tanggung.

   ”Hae?!”

   Dia mendongak, wajahnya tersenyum sumringah.

   ”Kau sedang apa malam-malam kesini?” bukannya mempersilakannya masuk, aku malah bertanya, tapi dia kemudian memelukku.

   Aku kaget, kami berpelukan di depan pintu. ”Hae, ada apa?”

   ”Gomawo.” Ucapnya lembut.

   ”Gomawo mwo??”

   ”Kang Shim Jjang…

   Aku baru mengerti. Ternyata ini yang membuatnya datang malam-malam? Dia mengeratkan pelukannya padaku, aku tersenyum kecil dan membelai-belai punggungnya. Dia melepaskan pelukannya padaku dan mengecup dahiku dalam, lembut sekali, aku bahkan sampai memejamkan mataku menikmatinya.

   ”Itu… indah sekali,” katanya tulus. ”Suaramu, nyanyianmu, kata-katamu, tarianmu, untukku… terima kasih.”

   Aku terharu mendengarnya, tak kurasa air mata sudah menggenangi kedua pelupuk mataku, dan dia menghapusnya.

   ”Justru aku yang harus berterima kasih,” jawabku sedikit tercekat.

   Dia terus tersenyum sambil membelai pipiku, lalu perlahan dia menundukkan wajahnya lagi, mendorongku mundur sambil menutup pintu, dan menempelkan bibirnya yang sedikit dingin karena cuaca diluar tadi. Aku terkekeh dan langsung mengalungkan kedua tanganku di lehernya sementara dia menggendongku masuk ke ruang tengah.

   Waktu memang berlalu bagai terbang jika kalian menikmatinya. Aku dan Donghae tidak banyak bicara setelah melepaskan ciuman kami, kami hanya duduk bersandar di sofa, saling menatap satu sama lain. Kedua tangan kami bertautan. Sesekali, dia akan mengelus pelan wajahku, dan aku akan mengelus wajahnya juga. Tak ada banyak kata, hanya mati kami yang berbicara.

   Cinta yang tak terucap lewat lisan, biarkanlah dia melihatnya melalui pancaran mataku. Dia milikku, Donghae milikku, dia pacarku, dia kekasihku, yang mengangkatku dari patah hati berat.

   Setelah menonton Strong Heart, sikapnya padaku berubah. Kubilang dulu dia seorang protektif, seperti ketika ’melindungiku’ dari Minho di Dream Concert? Sekarang lebih menjadi! Tapi aku menikmatinya, walaupun terkadang jengah. Sedikit, aku merasa aku tertular rasa protektifnya.

   Aku sedikit cemburu kalau dia dan Eunhyuk mulai berdekatan, padahal Eunhyuk kan sahabatnya! Tapi dari berita-berita yang lihat di forum-forum dan fanbase Super Junior, mereka adalah EunHae couple. Pasangan dengan skinship paling hot di atas panggung, dan membuat fans mereka tergila-gila akan fanservice yang mereka lakukan. Huh~

   Awalnya aku biasa-biasa saja, karena fansku juga suka menjodohkanku dengan Chihoon ==” tapi kukira itu tidak serius. Tapi, EunHae ini lain! Setelah membaca artikel-artikel tentang mereka, aku selalu memerhatikan moment-moment mereka, dan mereka terlalu intim! Aku mendesah kesal, kenapa aku bisa dikalahkan oleh cowok macam Eunhyuk?

   Aku tidak menunjukkan ketidaksukaanku, karena aku masih menganggapnya menggelikan, dan tidak logis untuk tidak menyukai mereka, jadi jika mereka berduaan di backstage aku pilih keluar jalan-jalan saja.

   Sepulang recording, aku yang sedikit kesal pada Donghae tadi karena mengabaikanku demi berbincang seru soal rencana mereka di Asia Tour Super Junior berikutnya, meminta pulang, meski dia masih punya satu recording lagi.

   Siapa peduli? Aku sedikit kesal padanya! Dia sedikit bingung akan sikapku yang mendadak dingin, meski setiap ia bertanya aku tetap menjawab, datar. Dia mengantarku sampai apartemen kami, bahkan ikut masuk ke dalam. Di lift aku cuma diam sambil menunduk, tapi dia meraih jemariku dan menggandengnya, sambil membawaku menyusuri koridor lantai lima belas.

   Sampai di depan pintu apartemen, aku langsung menekan kombinasi angka yang sudah kuhapal diluar kepala, pintu langsung terbuka. Aku baru mau melangkah masuk ketika tangan Donghae menahanku. Dengan malas aku berbalik, memasang wajah pura-pura mengantuk.

   ”Apa?”

   ”Ada apa sih?” tanyanya cemas.

   Aku berbalik menatapnya, dan sedikit merasa bersalah melihatnya nampak cemas. ”Aku hanya mengantuk.” Jawabku lembut. ”Kau kerjalah, maaf tidak bisa menemanimu.”

   ”Kau lelah?”

   ”Oh.”

   ”Kalau begitu istirahatlah,” dia membelai pipiku, aku tersenyum singkat, dan dia mencium pipiku, sekilas di bibirku. Aku tidak membalas ciumannya, diam saja. Dan ini tak biasanya baginya, dia menatapku heran, kemudian mungkin memutuskan bahwa aku hanya kelelahan, dia mencium dahiku dan pamit.

   Aku masuk ke dalam, melepaskan ankle boot-ku dan merebahkan tubuhku di kasur. Menilik keadaan dorm yang sepi, kurasa kedua adikku belum pulang. Ini memang masih pukul lima sore, kemungkinan mereka akan menghabiskan waktu di perpustakaan sekolah untuk mengejar ketinggalan mereka, sementara aku… kuliahku sudah di awang-awang.

   Kuputuskan untuk berendam sambil menyetel musik, Lee Hyori Sunbaenim memberikanku CD album solonya yang terbaru. Suasana hatiku buruk. Dan bahkan, lagu Chitty Chitty Bang Bang yang begitu up beat, tidak membuatku cheer up sama sekali. Air hangat penuh busa dan aromaterapi ini membuatku sedikit rileks, tapi suasana hatiku tidak.

   Kuingat tanggal berapa hari ini. Memang mendekati akhir bulan, saat-saat sensitifku sebagai seorang wanita. Aku mendesah berat dan menyandarkan kepalaku di bathub.

   Selesai mandi, aku mengenakan celana tidur hitam, mengantisipasi jika tamu bulananku datang saat aku tidur nanti, dengan tank top putih ketat. Aku memesan makan malam, dan benar saja, malam tiba kedua adikku sampai dengan wajah kelelahan. Mereka mandi, dan langsung makan, tanpa banyak bicara. Termasuk aku.

   Menjelang pukul delapan, kami duduk bersama di depan televisi.

   ”Ada acara apa?” tanyaku.

   ”Onnie tidak tahu? Kan malam ini Come To Play Super Junior dan Wonder Girls diputar.” Kata Chihoon sambil menyandarkan kepalanya pada Kyorin, dan kakinya di tumpangkan pada pangkuanku.

   Aku mengangguk-angguk, aku tidak menyentuh ponselku lagi. Kurasa Donghae pasti memberi kabar soal tayangan ini, tapi biarlah. Toh aku memang bilang kalau aku kelelahan, biar saja ia pikir aku tidur!

   Come To Play dimulai. Kim Wonhee dan Yoo Jaesuk membuka acara tersebut, yang bertemakan Global Project. Perwakilan Asia, Super Junior dan Wonder Girls. Cuplikan-cuplikan tur konser kedua grup tersebut diputar, dan narasi mulai menyebutkan satu persatu prestasi mereka.

   Aku tersenyum melihatnya, Kyorin dan Chihoon tak kalah heboh, keduanya berdecak kagum melihat prestasi kedua grup tersebut. Kemudian Wonder Girls membuka perkenalan mereka dengan menarikan lagu Nobody dan Two Different Tears. Setelah itu barulah Super Junior tampil dengan Sorry Sorry dan Miinah.

   Pertama-tama Wonder Girls ditanya soal promo mereka di Amerika Serikat, dan Sunye Onnie mengatakan bahwa mereka akan memulai tur konser mereka, terhitung Juni, di duapuluhempat kota berbeda di Amerika.

   ”Oh, bulan depan? Aigo, cepat sekali mereka sudah harus pulang,” desah Kyorin kecewa.

   Lalu Yoo Jaesuk bertanya soal perbedaan antara fans disini dan di Amerika Serikat sana. Sohee menjelaskan bahwa fans asing lebih terlihat dekat seperti teman mereka sendiri, dan Sunye Onnie menambahkan bahwa fans asing juga tidak segan-segan untuk mencium pipi mereka.

   ’Dan karena itulah, begitu kami pulang ke Korea, kami merasa sangat bersalah pada fans disini yang hanya bisa bersalaman, dan kami justru memeluk mereka…’ Sunye Onnie menjelaskan dengan penuh semangat. Ah, Wonder Girls, baik hatinya mereka.

   Mereka semua tertawa mendengar penuturan Sunye Onnie, sampai salah seorang pria di barisan Super Junior menyela. ’Apa boleh, kita mencobanya bersama?’ dan mataku membelalak lebar. Sunye Onnie terkejut, begitu juga keempat member Wonder Girls lainnya.

   ’Kau mau mencobanya, Donghae-ssi?’ tanya Yoo Jaesuk.

   ’Iya, berpelukan dan mencium pipi kanan-kiri,’ lanjut Donghae tanpa malu-malu, dengan wajah benar-benar ingin! Aku tetap tidak berhenti terpaku menatap televisi. PACARKU MAU MEMELUK KAKAKKU SENDIRI?‼

   Dan berikutnya, Donghae dengan pedenya berdiri, maju dan memeluk Sunye Onnie yang malu! Donghae bahkan memeluknya ke sebelah kanan dan kiri. Aku tidak berhenti menggigit bibirku melihat kejadian itu! Donghae… dan Sunye Onnie?!

   Mereka semua menggoda Donghae dan Sunye Onnie, belum lagi kemudian Donghae berkata. ’Sekali aku menyukainya, aku akan membuatnya jadi milikku!’ membuat Yoo Jaesuk dan Kim Wonhee semakin bersemangat menggodanya. Rombongan Wonder Girls terkikik, hanya Yoobin Onnie yang terlihat bingung.

   Dadaku sesak…

   ’Jadi maksudmu, kau menyukai Sunye-ssi?’ tanya Kim Wonhee.

   Donghae dengan wajah malu-malu meneruskan, ’Aku fansnya…’ kata-kata itu menikam jantungku. Aku ingat dulu dia pernah menanyakan soal Wonder Girls padaku! Dan inikah… aku mencengkram erat bantal kursi! Dia meneruskan ’Aku melihat audisinya dalam sebuah acara pencarian bakat…’ Sunye Onnie tersenyum dan mengangguk. ’Dia sangaaaaat cantik, dan aku berharap dia bisa sukses waktu itu, dan sekarang ia berhasil.’ Jelas Donghae panjang lebar.

   Aku diam. Aku diam melihat Donghae mengatakan itu semua! Sudah tiga bulan aku menjadi kekasihnya, dan aku tidak tahu kalau dia menyukai Sunye Onnie, dalam acara pencarian bakat yang dulu Sunye Onnie ikuti!

   Yoo Jaesuk bertanya kembali. ’Apakah ini pertama kalinya kau mengatakan hal ini padanya?’

   Donghae mengangguk. ’Ya, ini pertama kalinya…’

   Setelah itu aku tidak berkonsentrasi lagi menonton acara tersebut. Dadaku bergemuruh, dan samar-samar, aku memerhatikan Kyorin dan Chihoon sesekali melirikku penuh arti, namun mereka tidak berani berkomentar. Kurasa ekspresi wajahkulah yang membuat keduanya tidak bertanya.

   Aku terus menonton meski hatiku mulai terasa teriris, isi kepalaku kini berusaha menyocokkan segala-galanya! Pernyataan cinta Donghae soal cintanya padaku selama tujuh tahun yang palsu! Sikap aneh Sunye Onnie kemarin. Dan Donghae yang pernah bilang kalau dia penggemar Wonder Girls! Dan segala tindakan tanpa pikir panjangnya MEMELUK Sunye Onnie.

   Mereka pindah di backroom. Mereka juga mengganti outfit mereka dengan tema sekolah, dan melakukan perkenalan. Aku tidak begitu menyimak, siapa bernama siapa, sampai pada Donghae.

   ’My name is Donghai… my hobby… sekali aku menyukai seorang gadis, aku akan langsung menjadikannya kekasihku!’

   KAU BOHONG‼! Teriakku dalam hati, aku memejamkan mataku kuat-kuat! Kalau memang demikian, kenapa kau tidak langsung menjadikanku pacarmu, jika memang saat dulu melihatku, kau menyukaiku! Aku mengatur napasku, seolah-olah kata-kata itu akan muntah begitu saja dari mulutku.

   ’Keahlianku, menjadi bunga matahari yang hanya bisa melihat pada gadis…’

   Dan full shot penuh pada Sunye Onnie! Dadaku semakin sesak, semua makian yang kutelan menyekat tenggorokanku, dan membuatku mual! Aku tidak pernah merasa seperti ini, jika aku tidak benar-benar sakit hati!

   Kuserahkan hatiku padanya, sepenuh hati. Dan ini balasannya untukku?!

   Mereka memulai polling! Sunye Onnie, Sohee, dan Yoobin Onnie memilih Heechul Oppa, YeEun Onnie memilih Leeteuk Oppa, dan Hyerim memilih Kyuhyun. Kebalikan dari Super Junior, Leeteuk Oppa justru memilih Sunye Onnie, sementara Heechul Oppa memilih YeEun Onnie.

   Donghae memilih Sunye Onnie, tentu saja. Shindong Oppa memilih Yoobin Onnie, dan Kyuhyun balas memilih Hyerim. Hanya mereka berdua yang saling memilih, dan ini membuat keduanya terlihat malu! Aku tetap tidak bisa ikut tertawa, meski Chihoon sudah menertawakan ekspresi Oppanya.

   Donghae terlihat geram Sunye Onnie memilih Heechul. Aku merasakan mataku memanas, dan aku mulai menekan dadaku, sakit. Napasku mulai tertahan. Aku memang tidak boleh menelan kekesalanku, karena pasti asmaku akan kumat seperti ini. Aku mulai menarik dan membuang napas melalui mulutku.

   ’Masih ada waktu untuk membuat hatinya berubah…’ Donghae bertekad merubah pilihan Sunye Onnie agar tertuju padanya.

   ’Yang menjadi pasangan, akan mengenakan couple ring ini di acara MBC Music Core pekan ini…’

   Acara dilanjutkan dengan segment Super Junior mengirimkan pesan kepada Wonder Girls, dan Wonder Girls yang tidak tahu siapa yang mengirimi mereka pesan, akan menghubungi nomor tersebut untuk memecahkan siapa yang mengirimkan pesan kepada mereka.

   Pertama Sunye Onnie yang mendapatkan dua buah pesan. Dia membacakan pesan pertama. ’Apakah kau mengingat Oppa?’ dan begitu Sunye Onnie menghubungi balik, ternyata itu ponsel Leeteuk Oppa. Leeteuk Oppa kemudian menjelaskan kalau dia pernah bertemu Sunye Onnie di kios burger dulu.

   Lalu Sunye Onnie membacakan pesan kedua, ’Apakah kau ada acara setelah recording?’ Sunye Onnie terpekik, dan malu-malu meneruskan. ’Maukah kau pergi ke bioskop bersamaku?’

   Dan tak perlu jenius untuk menebak siapa yang mengirimkannya. Air mataku mulai tumpah setelah lama menggenang! Tapi aku tetap berusaha keras untuk tidak mengeluarkan suara, agar kedua adikku tidak khawatir. Dan benar saja, memang ponselnya yang berbunyi.

   Aku bahkan tak tahu dia punya ponsel yang sama denganku. LG Lollipop, miliknya putih, dan milikku merah muda! Aku mulai terisak, dan Kyorin serta Chihoon kaget menoleh padaku, kedua bola mata mereka melebar ngeri, aku mulai menangis menahan pikiran burukku.

   ’Neo animyeon andwe…’

   ’Donghae tidak bisa hidup tanpa Sunye…’ ledek Leeteuk Oppa.

   Tapi aku tidak bisa melihat televisi karena Kyorin dan Chihoon panik mengerubungiku, aku menggeleng dan meminta mereka minggir, karena kemudian Sunye Onnie menelepon Donghae.

   ’Yeoboseyo…’

   ’Yeoboseyo.’

   ’Nuguseyo?’

   ’Apa aku salah menghubungi?’

   ’Aniyo, aku hanya bercanda. Memang aku yang mengirimimu pesan. Kau akan kemana setelah ini?’

   ’Latihan.’

   ’Apakah kau benar-benar harus latihan?’

   ’Sepertinya aku memang harus pergi.’

   ’Kau selalu berlatih setiap hari, apakah kau harus latihan juga sekarang?’

   ’Apakah ada alasan untukku tidak berlatih?’

   ’Tidak usah berlatih! Bagaimana jika berlatih cinta denganku?’

   Aku benar-benar tidak tahan lagi. Aku menangis tersedu-sedu dengan dada sesak, Kyorin mengambilkan inhaler-ku, tapi aku menepisnya! Chihoon hendak mematikannya, tapi aku menyentak tangannya juga!

   Mereka kejam!

   Apa yang mereka berdua lakukan di belakangku setelah recording?! Aku sesak nafas, apalagi menjelang akhir, Sunye Onnie memilih Donghae, dan mereka memakai cincin pasangan itu di MBC Music Core Sabtu lalu! Padahal aku disana, dan mereka tidak repot-repot memberitahuku kalau mereka akan pamer cincin itu!

   Pandangan mataku mengabur.

*           *           *

Aku membuka kedua mataku, dadaku sudah tidak sesak, tapi mataku pedih sekali! Kurasa air mataku mengalir terus ketika aku tidak sadarkan diri. Perlahan-lahan kupaksakan kedua mataku terbuka, dan aku melihat beberapa wajah kabur yang sedang menatapku cemas.

   Dari wanginya, aku yakin ini kamarku. Hanya sedikit penerangan remang-temang dari lampu tidurku, tanganku digenggam erat oleh seseorang yang duduk di tepi ranjang.

   ”Jinnie? Kau sadar?”

   ”Sayang…”

   Aku kenal dua suara itu. Satu suara seseorang yang paling ingin kutemui saat ini, dan satu lagi suara seseorang yang ingin kuhindari saat ini. Mataku belum fokus, sampai akhirnya aku bisa melihat Kyorin dan Chihoon menatapku cemas dalam balutan piyama mereka.

   ”Sudah sadar?” tanya seseorang yang melongok dari pintu.

   ”Sudah, Rin-ah, tolong ambilkan minum,” sahut seseorang lagi.

   Aku masih berusaha mengumpulkan kesadaranku lagi, semua kembali berbayang-bayang, apa yang terjadi. Dadaku sesak lagi. Air mataku mengalir lagi.

   ”Kata dokter apa?” tanya pria yang menggenggam tanganku cemas, dari suaranya dia tengah menangis. Hah~ apa dia yakin dia menangis untukku?

   ”Hyung, kata dokter, asmanya kambuh, dia terlalu banyak memendam masalah.” Jawab pria yang berdiri disamping ranjangku juga.

   Akhirnya mataku mulai fokus, aku melihat Donghae bersimbah air mata menggenggam tangan kananku. Seulong berdiri cemas menatapku, sedikit jauh. Ada juga Siwon yang menatapku cemas di samping pintu, sampai kemudian, kekasihnya, Ririn masuk membawakan air.

   ”Ini, Hae.” Diserahkannya gelas itu pada Donghae.

   ”Sayang, bisa minum?” tanya Donghae cemas padaku.

   Aku menatapnya, kosong. Dia membantuku bangun, tapi aku menepis tangannya. Dia membelalak kaget. ”Ongie-ya, aku mau minum…” rengekku, sambil menatap Seulong.

   Mata Donghae melebar kaget, dia menoleh pada Seulong yang juga terperangah. Siwon dan Ririn saling pandang. Disisi tempat tidurku yang lain Kyorin dan Chihoon menarik napas dalam-dalam.

   ”Ah… keurae,” Seulong kebingungan menatap Donghae dengan gelasnya.

   ”Aku mau minum, Ongie-ya…”

   Donghae berdiri dan menyerahkan gelasnya pada Seulong, Seulong mendekat takut-takut padaku, dan membantuku duduk. Aku mengalungan tanganku di bahunya untuk duduk, dibantu Kyorin dan Chihoon. Kurasakan tatapan Donghae padaku, apalagi ketika Seulong membantuku minum.

   ”Kau kenapa?” tanya Seulong cemas.

   Aku mulai terisak sesak lagi, Donghae menekap mulutnya ketakutan melihat asmaku bekerja.

   ”Jin-ah! Jebal, geumanhae!” teriak Seulong panik, sambil meraih inhaler-ku panik, dan mulai memasukkannya ke dalam mulutku. ”Tarik napas, Jinnie! Jangan begini lagi!” teriaknya panik. Kyorin dan Chihoon mulai menangis, sementara Donghae, dia ditenangkan oleh Siwon dan Ririn.

   Dadaku sesak, kejadian itu terus berputar di kepalaku, ditambah dengan bayang-bayang Taecyeon meninggalkanku. ”Jin-ah, jebal… Haejin-ah!” Seulong terus memompa oksigen itu, hingga aku tenang dan bisa menarik napasku dengan benar, dan teratur.

   ”Apa yang terjadi?  Jelaskan padaku… kau tidak pernah begini,” Donghae mendekatiku lagi dengan cemas.

   Aku menatapnya. ”Kau! Pergi dari sini kalau tidak mau aku mati!”

   ”Mwo?!”

   ”Karenamulah aku begini! PERGI‼!” teriakku histeris melempar bantal dan semua yang ada di dekatku karena semua bayang-bayang rayuannya pada Sunye Onnie bercampur dengan Taecyeon yang memutuskanku. ”JANGAN PERNAH TEMUI AKU LAGI! AKU BENCI KAU! LAKI-LAKI PEMBOHONG! PERGI‼! AAAAAARRRRGGGHHHH…” aku berteriak menjambak rambut panjangku, dan mendorong tubuhnya yang mendekat padaku.

   Dia tercengang.

   ”PERGI‼!” teriakku sambil terus berusaha menyakiti diriku sendiri. Seulong melompat ke arahku, memelukku erat agar aku berhenti berusaha memukuli dan menjambak diriku sendiri. Kedua adikku menangis. ”PERGI! MULAI DETIK INI AKU TAK MAU LIHAT WAJAHMU LAGI! PERGI!”

   Yang kutahu kemudian dia ditarik pergi oleh Siwon dan Ririn dengan mata nanar menatapku.

-To Be Continued-

Done!

Nyari mood yang pas buat membongkar luka lama, hahahaha… yah, karena mood bagus, baru berani nulis bagian ini. Kalo nggak bagus, nanti kebawa galau ba-ha-ya! Wkwkwkwkwkwkwk…

Kulihat-lihat dari semedi *baca : membaca ulang banyak novel* aku nemuin banyak typo wakakakakakaka, jadi seolah-olah aku dapet ‘legalisasi’ untuk boleh typo #plakk tapi maksudku, aku berusaha untuk mengurangi typo, tapi yaaaa namanya manusia pasti ada aja yang miss… wkwkwkwkwkwkwk, abis ini mau bikin Blurred Sign, semoga lancar ^^ kemaren Blurred Sign-nya sengaja di pending karena When I Fall belum ditulis-tulis…

Buat mengurangi typo, hahahaha, Nisya kayaknya serius mempertimbangkan editor… nanti dibikin postingannya, huhuhu dari kemaren pengen bikin lupa melulu wkwkwkwkwkwk…

Ada satu komen yang menarik perhatian di part lalu bertanya apakah WIF Donghae gak ada kabarnya? Dan apakah WIF mau dibuat sampe 30 part??? Hahahahha, WIF Donghae kan aku udah bilang nunggu WIF Haejin POV selesai dulu… gak nyimak ya? Wkwkwkwkwkwk, kayaknya udah lama deh aku bilangnya… trus mau dibuat ampe 30? Aku bisa berhentiin di part berikutnya lho kalau aku mau… jadi intinya, ya aku sendiri belum tau akan sampai mana FF ini, karena masih banyak yang perlu dijelasin… Momma-Poppa aja belum keluar kan? ^^

Oke, itu aja… komen, LIKE *ini jarang banget yang nge-LIKE huhuhu* berikut Donghae berpita ditunggu #plakk, XoXo saranghae….

114 thoughts on “{JinHaeXy} When I Fall ~Part 19~

  1. nisya onn….
    ini ff onn yang pertama aku baca hahaha
    donghae di ctp emang bikin hati panas sih ya =_=
    ahh ceritanya walo belom aku baca semua tapi bagus lho..
    lanjutkan menulisnya onn!!😀

  2. Walah, haejin eonni kalap.
    Itu kn cm reality show, ada skenarionya.
    tp iya si nyesek jg nontonnya..
    Ah, hae pazti bingung itu mas kokinya knapa??
    Spertiny Bakal ada banjir bandang lagi..
    Lanjut eon^^

  3. aaahhh.,, lanjutannya nishaaa!!!
    kasian donghae.,, tp dia terlalu genit.,, sudah genit dng eunhyuk dan sejrg dgn sunye?? donghaeeeee.,, -_-

  4. emang sih ya..kalau bukan teman satu agensi dan belum kenal dekat agak sedikit sungkan….
    salah paham apalagi ini,, sampai Haejin asma? ahh sepertinya ini bakalan panjang salah pahamnya soalnya menyangkut Sunye eonni jg

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s