{JinHaeXy Ficlet} Pembicaraan Laki-Laki

Leeteuk membungkuk, mengucapkan terima kasih, memberikan sapaannya kepada rekan pers, mengangguk kepada kolega yang memberikan senyuman hangat kepadanya, dan menyapa kepada beberapa senior yang juga datang di acara Seoul Fashion Weak kali ini, meski tubuhnya cukup lelah. Dibelakangnya, setia mengikutinya, Donghae, yang beberapa kali tersenyum-senyum sendiri sambil membalas pesan singkat di ponselnya.

   Hari ini, mereka berdua menghadiri Seoul Fashion Weak, yang kebetulan hari ini menampilkan pakaian-pakaian pria yang dirancang oleh designer-designer ternama, dan sebagai salah satu anggota boyband yang membawa besar nama Hallyu di seluruh dunia, tugasnya dan Donghaelah datang di acara semacam ini, meski sedikit membosankan.

   Tadi saja, ketika mereka berdua hendak masuk ke dalam hall acara, mereka harus berhenti sebentar untuk interview singkat, Leeteuk yang lebih banyak berbicara, sementara Donghae cuma mengangguk, dan mengiyakan pendapatnya saja, barulah kemudian masuk ke dalam.

   Sebetulnya Donghae juga enggan untuk diajak menonton pergaan busana, pria pula, Leeteuk tahu bahwa Donghae sedang senang-senangnya. Apalagi alasannya, kalau bukan, pacarnya yang sudah pulang ke Korea, dan sedang free pula! Kebanyakan waktu Donghae habiskan hanya untuk pacaran saja belakangan ini. Maka itulah, Leeteuk yang sibuk, memilih ditemani oleh Donghae yang benar-benar menganggur untuk menghadiri acara ini.

   Well, Donghae sama sekali tidak menolak, tapi beginilah, begitu di tempat acara, dia hanya tersenyum saja, tidak banyak bicara pada kamera, meski memang Donghae bukan tipe sepertinya yang selalu berbicara jika ada mikrofon disodorkan kepadanya. Tapi, Leeteuk senang melihat adiknya sudah kembali sumringah, dibandingkan sebulan lalu, ketika dia dikerjai pacarnya sendiri.

   Dan kini, selama model-model pria itu berlenggak-lenggok di catwalk stage, Donghae hanya melirik sekilas-sekilas ke panggung, dan berdecak kagum jika ada coat atau suit yang sesuai dengan seleranya, selebihnya terus menerus menoleh pada ponselnya! Tapi, Leeteuk membiarkannya, lebih tepatnya, sudah memasrahkannya. Mungkin, Donghae memang sudah benar-benar tenggelam dalam dunia cintanya, dan tidak meminta tolong untuk diangkat.

   ”Cish~ kau sudah seperti orang gila,” Leeteuk akhirnya tak tahan juga untuk tidak meledek, dia menyenggol pelan bahu Donghae yang sedang terkikik membaca pesan di ponselnya.

   Donghae mengangkat wajahnya melihat Leeteuk. ”Ah, Hyung…” dia hanya menutup mulutnya malu, wajahnya bersemu-semu.

   Leeteuk geleng-geleng. ”Memang apa yang ditulis kekasihmu itu?” dia berusaha mengintip, tapi Donghae buru-buru menekan tombol close, dan berusaha menjauhkan ponselnya.

   ”Hyung mau tau saja!”

   ”Ya aku kan penasaran, memang apa yang ditulis Haejin sampai kau senyum-senyum seperti itu?”

   ”Rahasia rumah tangga, Hyung~”

   ”Cish!”

   Mereka berdua tertawa bersama-sama.

   ”Jadi,” Leeteuk menatap Donghae penasaran ketika Donghae sudah selesai membalas pesan dari Haejin dan kembali memasukkan ponselnya ke dalam saku, meski dalam waktu singkat ia akan mengeluarkannya lagi untuk membaca apa balasan Haejin. ”Kau bahagia sekali sepertinya…”

   ”Ah, Hyung bisa saja!” sahut Donghae malu-malu.

   ”Aku serius penasaran, kalau aku jadi kau…” Leeteuk menatap Donghae serius, meski tetap tersenyum. ”Aku takkan mungkin memaafkan Haejin lho, karena telah mengerjaiku seperti itu! Maksudku, itu sedikit… err… kelewatan! Bukannya aku mengomporimu untuk balas dendam pada Haejin, tapi yang mau aku tanyakan… kenapa kau tidak marah?”

   Donghae tertawa. ”Buat apa aku marah? Toh dia hanya bercanda.”

   ”Tapi kan…” Leeteuk menyipit menatap Donghae. ”Yang Haejin lakukan sedikit kelewatan. Dulu, biasanya kalau dia sudah seperti itu, kau kan akan ngamuk-ngamuk… vas pecah,” sindir Leeteuk.

   Donghae menunduk malu.

   ”Serius, aku heran!” Leeteuk terus mendesak Donghae. ”Apa yang Haejin berikan padamu sampai kau tidak jadi marah padanya?” mata Leeteuk menatap Donghae curiga.

   ”Aigo~” wajah Donghae memerah, dan menyikut Leeteuk. ”Hyung jangan berpikir macam-macam!”

   ”Aku tidak berpikir macam-macam!” seru Leeteuk kaget. ”Kau yang bilang aku berpikir macam-macam, justru membuatku jadi berpikiran macam-macam! Ya, beritahu aku, apa yang diberikan Haejin padamu?!”

   ”Aish, Hyung… dia bahkan tidak memberiku kado!”

   ”Jinjja?!”

   ”Ne, dia tidak memberikanku kado sama sekali, karena dia bilang aku bisa beli sendiri.” Donghae meyakinkan Leeteuk.

   Tapi Leeteuk justru semakin curiga. ”Wah, kalau begitu dia memberikan hal lain, iya kan Lee Donghae?!”

   ”Aniyo!” Donghae menggeleng-geleng malu.

   ”Nah, coba lihat?! Kau malu-malu begitu?! Ya ya ya, Lee Donghae!” Leeteuk menjitak kepala Donghae. ”Kau ini!”

   ”Hyung membicarakannya ambigu, aku jadi berpikir kemana-mana kan…” sahut Donghae polos.

   ”Kau ini anak polos! Kenapa sekarang jadi begini, sih?! Sejak pacaran dengan Haejin kau semakin lama semakin mirip Hyukjae!”

   ”Jangan samakan aku dengannya, Hyung…” keluh Donghae.

   Leeteuk geleng-geleng. ”Jadi?!”

   ”Tidak, Hyung, aku berani sumpah!” Donghae mengacukan V sign di tangannya. ”Haejin belum kasih kado apa-apa.”

   ”Lalu?”

   ”Keunyang…” Donghae terkekeh. ”Aku kan dulu selalu tidak bisa percaya, kalau dia benar-benar cinta padaku,” Donghae menjelaskan dengan wajah semakin memerah. ”Tapi, semenjak ultahku kemarin, apalagi dengan yang ia perbuat untukku, aku justru menjadi yakin, kalau ya memang Haejin itu benar-benar cinta padaku.” Katanya berbunga-bunga.

   Leeteuk tertawa terbahak-bahak. ”Hanya karena itu?!” tanyanya.

   ”Oh!” Donghae mengangguk polos.

   ”Jinjja?! Hanya karena itu?!”

   ”Ne!” seru Donghae. ”Entah kenapa setelah kejadian kemarin aku jadi yakin, kalau memang dia tidak bisa hidup tanpaku,” katanya bahagia. ”Melihat bahwa dia memikirkan segalanya dari jauh-jauh hari, memikirkan dia berusaha keras untuk menahan rindunya padaku, apalagi mendengar cerita Kyorin dan Chihoon tentang Haejin yang menahan rindunya padaku, membuatku sudah amat sangat yakin, dan tak ada keraguan lagi Hyung!”

   Leeteuk tertawa geli. ”Ya! Kau saja yang bodoh, kami ini bisa lihat memang dia cinta mati padamu, kau saja yang tidak sadar, yaish!” Leeteuk berdecak. ”Mana sanggup dia jauh darimu.” Ledek Leeteuk yang membuat Donghae semakin tersipu-sipu malu dan menutup wajahnya. ”Memang kenapa kau tidak percaya sih?!”

   ”Ya, Hyung tahu sendiri Haejin bagaimana, kan?!” ucapnya sebal. ”Mudah sekali menarik perhatian paus-paus ganas diluar sana,” ujarnya berlebihan. ”Dan selalu, setiap namja yang ia sukai, pasti kemudian bilang bahwa menyukai Haejin juga… dan tersipu-sipu malu kalau Haejin menyebut nama mereka. Mana dia seksi pula, laki-laki jaman sekarang menyukai wanita seksi Hyung.”

   ”Ya termasuk kau!” sahut Leeteuk.

   ”Eh, aku beda, Hyung~” Donghae mengelak, sementara Leeteuk menaikkan alisnya. ”Aku menyukai Haejin dari dulu dadanya masih rata!” dan Leeteuk menjitak kepalanya, sementara Donghae mengaduh kesakitan dan mengusap kepalanya. ”Tapi benar, Hyung! Aku suka pada dia ya karena itu adalah dia, belum terkenal… belum jadi apa-apa, masih polos, belum nakal seperti sekarang!” dia mengembuskan napasnya sebal.

   ”Oh, jadi dia nakal?!”  tanya Leeteuk usil.

   Donghae terkekeh.

   ”Kau juga penyebabnya, makanya dia nakal, kau genit sih!”

   ”Hyung juga genit, sudah punya istri empat, masih tambah satu lagi,”

   ”Ya!” omel Leeteuk.

   Donghae terkekeh.

   ”Dia kan jadi suka seksi-seksi begitu setelah pacaran denganmu, iya kan?! Sudahlah akui saja, dulu ketika Aegyo Chu~ debutnya, dia mana pernah seperti sekarang, iya kan?!”

   Donghae berdeham-deham membersihkan tenggorokannya.

   ”Tapi dia juga suka padaku sebelum badanku jadi, kok,” Donghae mengangguk-angguk. ”Tapi, begitu tubuhku bagus, dia semakin mencintaiku, Hyung~ ya begitu juga aku.” Donghae mengangguk-angguk penuh arti. ”Badannya tambah bagus, aku juga semakin suka, aku kan laki-laki normal, Hyung.”

   Leeteuk geleng-geleng kepala. ”Lalu, kapan hadiahnya akan kau berikan?!” tembak Leeteuk tiba-tiba, dan membuat Donghae terdiam, wajahnya yang daritadi senyum-senyum dan tersipu-sipu mendadak tegang. ”Ini sudah Oktober, Hae, ulang tahun Haejin kan Juli… kapan kau berani memberikannya hadiah ’itu’?” tanya Leeteuk dengan senyum tulus.

   Donghae menghela napas dalam-dalam. ”Mollayo, Hyung.”

   ”Waeyo?!” tanya Leeteuk heran. ”Apalagi yang kau tunggu, Hae? Dia kan sudah pulang?”

   ”Memberikannya hadiah ’itu’ tidak mudah, Hyung, lagipula… dia tidak pernah menanyakan hadiahnya sedikitpun sejak kembali ke Korea Selatan.” Kata Donghae heran.

   ”Bagaimana dia mau bertanya, kalau kalian berdua saja tidak banyak bicara?!” tembak Leeteuk tepat sasaran.

   Wajah Donghae memerah, dan ia menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal. ”Apa kuberikan padanya saat Natal saja, Hyung?” Donghae menatap Leeteuk meminta saran, bingung.

   ”Sebagai hadiah Natal? Katanya hadiah ulang tahun… lagipula, memangnya Haejin Natalan?”

   Mereka berdua tertawa lagi.

   ”Aigo~ kapan anak itu mau mengenal Tuhan?” Donghae geleng-geleng.

   ”Makanya kalau kalian berduaan, pasti ada setan yang mengikuti,” sambung Leeteuk lagi. ”Haejin tak kenal Tuhan.” Dan Donghae tertawa. ”Di Facebook-nya saja agamanya netral.”

   Donghae hanya menggelengkan kepalanya pusing. ”Aku menyerah soal itu, kuserahkan pada Siwon dan Ririn saja kalau soal agama. Aku angkat tangan.” Donghae menggeleng pasrah.

   ”Ya, jadi kapan?”

   ”Menurutmu, Hyung, haruskah kuberikan sekarang-sekarang ini?”

   ”Ya, berikanlah,”

   Donghae memilin jari-jemarinya cemas. ”Aku tidak mau dia merasa terbebani dengan pemberianku ini.”

   ”Dia pasti terbebani,” Leeteuk jujur. ”Karena hadiah itu adalah pintu menuju hadiah-hadiah yang lain, kan?”

   ”Itulah.”

   Leeteuk menepuk bahu Donghae. ”Dengan kau memberikannya hadiah itu, dia akan semakin berpikir mengenai hubungan kalian kedepannya. Karena hadiah itu, bisa berarti banyak hal, Hae.” Leeteuk tersenyum penuh pengertian. ”Dengan kau memberikannya hadiah itu, kalian tidak boleh mundur lagi.”

   ”Aku takut, aku takut dia tidak menerima hadiah itu.”

   ”Kenapa kau takut?”

   ”Kami, tidak pernah berbicara sejauh itu, Hyung…” kata Donghae serius, kali ini di dalam wajahnya, terdapat gurat kecemasan yang tak lagi bisa disembunyikan. ”Aku sadar kalau ini akan merubah hubungan kami kedepannya, tapi aku tak bisa menahan diriku untuk tidak membelinya, karena aku yakin, Hyung!”

   ”Kalau kau yakin makan lakukanlah, ingat pesan Appamu, Hae… berjalanlah, lakukanlah sesuai hatimu. Kau yakin, kan?!”

   Donghae mengangguk.

   ”Berikanlah pada Haejin.”

   Donghae sedikit terdiam, tapi melihat Leeteuk yang memberikannya nasihat, lewat tatapan matanya, Donghae seperti melihat kedua bola mata ayahnya yang tengah menatap kepadanya, memberikannya nasihat.

   ”Keurae, Hyung…” Donghae mengangguk. ”Akan segera kuberikan.” Senyumnya optimis.

-Keutt-

88 thoughts on “{JinHaeXy Ficlet} Pembicaraan Laki-Laki

  1. kadoo.ny lamara di menara eiffel yy??
    khekhe….
    pembicaraan antar laki-lakin.ny kayak tertutup bangett
    aku sampe gag ngertiii

    emang acara fashion.ny gag seru yy??
    ampee gtu baanget muka.ny teukppa saama haeppa

  2. waa aku seikit bingung , tdinya aku mengira kadonya sebuah janji menuju pelaminan alias donghae akan melamar haejin soalnya ad kata membeli jd mungkin membeli cincin. #plakk sotoy ikh hahaha . memeng pembicaraan antara namja sulit dipahami atau jgn jgn.jgn onnie merangkap jd namja . wkwkwk #kidding . aku tunggu kelanjtannyaa ~

  3. aaaah hayooo apa hadiahnya??? Hhm jangan2 apartemen neh atau cincin? Habis katanya bakal merubah hubungan mereka. Jadi mikir yang enggak2 kayak Teukie. Teukie oh Teukie.. dewasa bangeeeeet. sweet banget deh nih ff. bikirn orang2 nebak2 buah manggis!

  4. huwwaaa…mau ngelamar kah?? kan cincin yang dulu dah dibuang haejin…wawawa… >o<

    cepetan buruang ngelamar bang…sebelum si haejin tergoda dengan paus-paus lainnya.. hehehehhe…
    :p

  5. yeaayy..ada p0stingan baru,🙂 #telat

    –”Kau ini anak polos! Kenapa sekarang jadi begini, sih?! Sejak pacaran dengan Haejin kau semakin lama semakin mirip Hyukjae!”— apa maksud itu tuki appa?? Mau bilang haejin yadong? Wkwkwkwk..

    ehm,jadi yg teukhae maksut dengan ‘itu’ apaan? Om ikan mau lamaran kah? :p

  6. Hmm… Hadiahnya apa nih onn?
    Gk mau nebak2 ah, ntar kena tipu kayak d ff kmaren #eh
    hehe
    itu ekspresi mereka kayak niat gk niat dateng d acara #gakpenting
    penasaran nih sama lanjutannya..
    Smangat onn

  7. Itu mksdnya hae mo ngelamar ta eon wkwk
    Haejin atheis hae kristen taat nikahnya nanti gmn o.O smoga haejin mau tobat haha
    Msi blm mudeng jd ditunggu aja lanjutan kejelasanya😄

  8. abang ikan mau ngasi apa ama haejin? ‘itu’ nya pke tanda kutip lagi… jadi mikir kemana2 -__- Apaaan siihh??? penasaran deh~ #mukulmanjahae –‘

    kirain hae ama teukie ngebicarain model2 cwe yg lagi ada di fashion show itu~ ternyata haejin juga yg jadi TT dipembiacraan mereka #eh? #plak

    di lanjut dong eon~ #sawer

  9. hae mau ngasih apa buat haejin?
    Hae mau ngelamar haejin ya?
    Nggak sabar nunggu jinhae selanjutnya..
    Ditunggu lanjutan jinhaenya eonn🙂

  10. Onnie, aku komentar dari awal aja yaahh🙂
    Itu ngakak lho lihat foto di atas, Leeteuk oppa ya ampun matanya melotot banget, jadi kaya orang belo, hahahaha nggak tahan ingin ketawa! Donghae oppa pulaa, lucu banget jadi ingin dicubit pipinyaaaa
    Emangnya mereka nggak takut kedengaran orang lain ya onn, ngomong di publik gitu? Di sampingnya nggak ada orang dong?😀 pas aku baca ini, serasa lagi baca mereka tuh lagi ada di ruang tunggu, atau emang aku yang salah baca yah? Males baca lagi =)))
    Onnie, yang aku penasaran banget tuh, itu tuh… *nunjuk* ‘itu’ teh apa?😀 Hmm, aku udah mikir kemana-mana lho onn wkwkwk =))) #plaakk
    Jangan-jangaaaan #plak
    =))) ditunggu aja lanjutannya deh onn! ^^
    Segitu aja hehehe

  11. Hae oppa mw ngelamr haejin onnie y.? ? ?ntar low nkahan q d undng y *readers sarap*
    teuk oppa kyk bpk’a haeppa z, , ,
    ska wkt haeppa blang k teukppa low teukppa udh pnya istri 4+1, ,lcu dech
    kwkwkwkwk

  12. eonniieeee !!!
    itu kadonya apaa??
    penasaran sayaaaaa….
    mau dilamar ya? cincin ?
    kalung ?
    ato HP ???
    wkkkwkk
    hadohh yg obrolan kaum lelaki… membingungkan saja:/

    en ntar dulu …
    leeteuk punya istri 4 ??? O.o

  13. berhubung otak saya merupakan imitasi dari otak eunhyuk saya mikirnya macem2 ‘hadiah’ nya itu yang ‘itu’ atau berupa lamaran? aigo~ jangan bikin penasaran eonnie!

  14. Wahhh
    hadiahnya lamarannya???
    Penasaran ama kado hae buat haejin

    on, mian kalau aku jarang komen, soalnya lagi sibuk kuliah😦

  15. eh malah ngegosip ini -..- ato malah curhat?

    ciyeeeh haejin mau dapet hadiah :p
    hae hadiahnya bagi bagi dong, tapi hadiahnya ciyum ya
    *digamparnisyaoenni

  16. woah…
    Jangan-jangan Donghae mau ngelamar Haejin nch!!!! kkkkkk
    dan yang dimaksud sebagai “hadiah” oleh Donghae adalah cincin *reader sok tau*
    kkkk, ditunggu ya kelanjutannya…hehehehe

  17. kadony cincin kawin y onn?? Cuit cuit*plakk*
    kykna abang ikan udh smkin dewasa nih, tpkn haejinny msih kcil*sotoy*.
    tuh org ber2, liat peragaan kog mlah curhat*ampun*
    dtunggu hadiahny abang ikan*kedip2in mata*
    haha

  18. hahaaa bener tuu om lituk genit !! udah ada istri 4, eh nambah lagi (- -,)
    *malah ngomongin yg ga penting*
    donghae polos banget sumpah !! *gigit*
    tapi emang gitu yaa, dia jadi ga polos lagi seudah ngenal haejin .
    wong pas lagi sama hyuk aja masih polos koo~ kekee~ *elus pala hyuk*

    e iyaa !! kadoo yang waktu itu yaa !!
    smpe kelupaan aku sama kado ituu hihihi .
    heuuum .. rada curiga sama kata2 “kado itu pintu dari kado yang lain”
    beneran ada hubungan sama lamar2an yaa?
    atw mau go public?
    atw mau dikenalin sama eomma-nya donghae?
    atw mau dikenalin sama hyung-nya donghae?
    atw mau dikenalin sama tetangga2 donghae di mokpo?
    *dibekep*
    aku kira pertamanya dia mau nunjukin dia udah bisa naek mobil ga bentur2 jalan + ga bikin penumpang kudu waswas klw dia yang nyetiir (.___.)
    ah apapun hadiahnya .. minumnya *tiittiittiiittiit* <<)//

  19. Annyeonghaseyo, nisya eonni ^^ mian bru komen *deep bow*

    Hadiah dari hae buat haejin? Cincin prtunangankah?😀
    Emang haejin atheiskah, eonn? Kok g natalan? .__.

  20. Tebak-tebak buah pepaya
    hadiahnya cincin lamaran yaaaa?? #slapped
    Ini si TeukHae kok kaya bapak ama anak yg lagi ngomongin mantu ya??
    Btw, itu kok si Teuki matanya melotot gitu sih? Wkwkwkwk~ malah ngakak jadinya..

  21. hadiah ‘itu’???? itu apaan sich????? penasaran apa ‘itu’ positif atau negatif kekekekkeke
    donghae emang pemalu hahahhaha
    bener2 pembicaraan laki-laki

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s