{RiHyuk} Jealousy Dilema

Allert, ini GALAU!!! Sebenernya yang galau itu si Yoonri, tapi dia bagi-bagi galaunya pas lagi nonton Music Bank ke Haejin yang lagi on the way pulang kerja #plakk well, Yoonri suka bikinin aku FF<, jadi ini FF buatanku untuk Yoonri… ahh, mudah-mudahan memuaskan deh.. amin ^^ Oiya ini persembahan buat seluruh Jewels, ya… anggap aja kalian juga Yoonri ^^

”Eunhyuk dan G.NA satu ruangan lho.”

   ”Ah jeongmal?”

   ”Tadi aku melihat rekaman Music Bank mereka,”

   ”Sepertinya seluruh netizen kini tengah membicarakan mereka, ya?”

   ”Eunhyuk katanya tidak bisa berbicara dengan benar.”

   ”Bahkan dia hanya berbicara di akhir, ketika mereka sama-sama satu ruangan itu.”

   ”Berat ya, jika mantan kekasihmu ketahuan oleh publik.”

   ”Tapi Eunhyuk itu banyak skandal juga ya, Lee Yoonji, G.NA… kita tidak tahu lagi dengan siapa dia akan berkencan.”

   ”Tapi dia mengencani G.NA ketika G.NA masih trainee di Cube Entertainment… darimana dia mendapat kontak G.NA ya?”

   ”Yah, yang jelas itu membuktikan kalau Eunhyuk mau dengan gadis manapun. G.NA ketika masih trainee pasti belum cantik seperti sekarang, dan Eunhyuk mau padanya. Bukan tidak mungkin dia akan mau dengan kita!”

   ”Ah, tidak sabar! Kapan kira-kira Eunhyuk akan ke JYP ya? Mungkin saja dia melihat kita!”

   Kuping Yoonri sudah panas sekali mendengar percakapan antara teman sekelasnya di kelas dance hari ini. Hati mendidih, kepala sakit, dan dari mulut ingin sekali rasanya ia meneriakkan kalau Super Junior Eunhyuk kini punya pacar trainee lagi, iya trainee lagi! Tapi sekarang trainee JYP!

   ”Yoon Sae-Ah, Oh Jiyoon! Sampai kapan kalian mau bergosip?! Cepat push up! Kalian ini!”

   Rasakan! Batin Yoonri, apa mereka tidak punya pekerjaan lain selain bergosip soal Eunhyuk? Yoonri kembali teringat kejadian Jumat kemarin, dia dan teman-teman trainee-nya bersama-sama menonton Music Bank. Untuk penampilan minggu ini, K-Chart akan mempertemukan Super Junior dan G.NA! Dia mau menangis melihat kekasihnya satu frame dengan mantan kekasihnya sendiri! Dia langsung hilang selera untuk menonton performa Super Junior setelah itu.

   Berpura-pura mengatakan bahwa perutnya sakit, Yoonri berjalan dengan gontai menuju kamar asramanya. Tapi apa yang ia dapat begitu membuka pintu kamarnya, justru poster besar Super Junior, dan senyum gusi Eunhyuk yang mnatap ke arahnya. Yoonri memalingkan wajahnya dengan gusar dan langsung menangis.

   ”Huuh! Monyet sialan! Ikan teri tak berguna!” Yoonri mulai memaki-maki kekasihnya tersebut. ”Kau benar-benar senang sekali membuatku cemburu, sih?! Euuuuh, aku sebal!” dan Yoonri menghamburkan seluruh boneka yang terletak di atas kasurnya.

   Tak lama pintu kamarnya terbuka, dan masuklah Joo, ya Joo yang itu, yang berduet dengan Super Junior Leeteuk. Joo, tinggal satu asrama dengan Yoonri, karena kemungkinan Yoonri akan debut dengan Joo.

   ”Ya, neo waeirae?” tanya Joo heran melihat sahabatnya kini tengah melempar-lempar seluruh bonekanya. ”Ya! Waekeuraeyo? Kenapa kau seperti orang gila? Yak! Kim Yoonri, kau membuat kamar kita berantakan!” Joo maju dan menghampiri Yoonri yang hendak membuang boneka selanjutnya. ”Andwe! Andwe!” Joo menangkap tangan Yoonri dan perlahan membawa Yoonri yang wajahnya tengah ditekuk.

   ”Si Monyet jelek itu!”

   Joo mengangkat alis, sepertinya dia mengerti siapa yang sahabatnya ini maksud. Lee Hyukjae, Eunhyuk Super Junior. Well, memang hanya Joo yang tahu hubungan antara Eunhyuk dan Yoonri.

   ”Sekarang jelaskan, dia kenapa?” Joo dengan sabar menanyai sahabatnya itu.

   ”Kau lihat saja televisi!”

   Joo berusaha mengingat hari, ada acara apa hari ini di televisi yang bisa membuat Yoonri marah begini? ”Music Bank?”

   ”Oh!” Yoonri mengangguk.

   ”Lalu apa yang salah? Super Junior Sunbaedeul kan sedang mempromosikan album mereka.”

   ”Dia beradu K.Chart dengan si Manusia Dada!”

   Joo kaget mendengar umpatan sarkasme tersebut. ”Ya, Yoonri-ya, tidak biasanya kau seperti ini. Manusia Dada itu siapa?” tanya Joo polos, tapi kemudian melihat wajah Yoonri yang merengut, pemahaman mendadak muncul di kepala Joo. ”Jangan bilang kalau…”

   ”Jangan. Pernah. Berani. Kau. Sebut. Nama. Itu!”

   ”Arasseo.” Angguk Joo patuh. ”Baiklah, she who must not be named!” Joo berdeham memakai nama Voldemort untuk itu, karena kini sahabatnya tengah emosi. ”Jadi mereka bertanding K.Chart… lalu?”

   ”Lalu mereka satu frame, Joo!” omel Yoonri. ”Dan Eunhyuk, dia salah tingkah sepanjang rekaman itu. Dia bahkan tidak bisa berbicara dengan benar, huh~”

   Joo terlihat bingung.

   ”Aku kesal!” dan Yoonri menonjok-nonjok boneka Ikan Nemo yang belum sempat ia buang ke lantai.

   ”Kau kesal hanya karena itu? Hanya karena Eunhyuk dan She who must not be named satu frame?!” lengking Joo.

   Yoonri mengangguk.

   Dan Joo ganti melempar wajah Yoonri dengan boneka lobak.

   Itu kemarin, hari Jumat, dan sekarang masih saja banyak trainee yang membicarakan Eunhyuk! Yoonri sama sekali tidak bisa konsentrasi latihan, akibatnya dia dimarahi oleh pelatihnya. Seusai latihan dia kembali ke asramanya, dan tidak melihat Joo, Joo pastilah ada jadwal, dan Yoonri mengecek ponselnya yang ia biarkan mati selama beberapa hari ini.

   Biar saja! Biar Eunhyuk tahu rasa!

   Ada banyak pesan masuk dari Eunhyuk yang menanyakan keadaannya, serta beberapa pesan suara, yang tidak dibuka oleh Yoonri karena merasa masih kesal oleh Eunhyuk. Beribu pemikiran negatif merasuki kepalanya jika sudah menyangkut dengan wanita itu!

   Ponselnya berdering ketika dia tengah merutuki perbuatan kekasihnya itu, dan betapa kagetnya dia melihat caller id yang meneleponnya. Ya kekasihnya, Eunhyuk. Diabaikannya saja panggilan dari kekasihnya itu, dan dia mulai mengganti pakaiannya dengan piyama.

   Hampir lima belas kali Eunhyuk menghubunginya, namun Yoonri masih bergeming, dia tetap pada egonya hendak membiarkan Eunhyuk frustasi. Memang itu bayaran yang pantas karena telah membuatnya frustasi juga. Menjelang pukul sebelas malam, ponselnya berbunyi lagi, namun kini justru Leeteuk Oppa lah yang menghubunginya.

   Ada apa?

   ”Yeoboseyo.” Yoonri buru-buru mengangkatnya.

   ”Oh, jadi kalau Leeteuk Hyung bahkan baru pada deringan pertama kau angkat?!” tanya seseorang dengan nada tinggi, tapi ini bukan suara Leeteuk. Dia kenal suara ini, ini suara Eunhyuk!

   Mereka kan sedang siaran Sukira, Eunhyuk pastilah menggunakan ponsel Leeteuk untuk menghubunginya! Sialan, rutuk Yoonri dalam hati. ”Ada perlu apa?” suara Yoonri berubah menjadi dingin.

   ”Kimmy, ada apa?” tanya Eunhyuk berubah lembut dan memanggil Yoonri dengan panggilan sayangnya. Eunhyuk mulai mendeteksi ada sesuatu dalam diri kekasihnya, kekasihnya tidak biasa berulah seperti ini. ”Ada yang salah?”

   ”Kau pikir saja sendiri!” balas Yoonri ketus.

   ”Aku pikir sendiri? Tapi aku tidak tahu… kau kenapa? Aku menghubungimu sejak tadi tidak kau gubris, dan baru dengan ponsel Leeteuk Hyung kau mengangkatnya. Sebetulnya ada apa? Jangan membuatku cemas!”

   ”Tak ada apa-apa, sudahlah urus urusanmu sendiri!” balas Yoonri kesal.

   ”Kau kenapa sih?!”

   ”Tak apa-apa!” balas Yoonri tak kalah tinggi.

   ”Ayolah jangan seperti anak kecil begini…” bujuk Eunhyuk.

   ”Aku memang anak kecil, aku memang masih kecil! Jadi kenapa kau memacari aku sudah tau aku anak kecil?!” balas Yoonri bertubi-tubi. ”Pacari saja yang lebih dewasa, yang lebih seksi, yang lebih montok!”

   ”Kau kenapa sih?” tanya Eunhyuk semakin bingung.

   ”Oh masih perlu tanya kenapa? Tanya saja pada dirimu sendiri Tuan Lee yang terhormat!”

   ”Tapi bagaimana aku bisa tau kalau kau hanya diam!”

   ”Apa butuh intelektualitas yang tinggi untuk mengetahui mengapa kekasihmu sendiri naik darah sejak kemarin?!”

   Eunhyuk terdengar semakin bingung. ”Sejak kemarin?”

   ”Dan kau tidak sadar aku sudah menghindarimu sejak kemarin?!”

   ”Bagaimana aku bisa tau?! Kau kira aku peramal?”

   ”Ya sudah pikir saja sendiri!” dan Yoonri memutuskan sambungan teleponnya. ”Bodoh!” makinya, tapi kemudian dia merasakan matanya panas. ”Padahal sudah lama kami tidak bertemu… kenapa seperti ini sih? Kenapa pula aku harus marah-marah begini? Tapi aku kesal?” isaknya sendirian.

   Ponselnya bergetar.

From    : Si Kakek :p

            Yoonri, sayang… kumohon, jelaskan padaku apa yang terjadi

Yoonri tetap bergeming, memang kalau begini gengsi akan mengalahkan segala-galanya.

From    : Si Kakek :p

            Yoonri kau membuatku gila! Ada apa? Apa salahku saat ini? Jebal, jelaskan padaku, agar aku bisa memperbaikinya…

Cih~ pikir Yoonri, kau mau memperbaiki apa? Batinnya, mantanmu sudah dia, ya sudah tidak bisa diubah.

From    : Si Kakek :p

            Yoonri-ya… kau mau membuatku menangis ya?

Apa dia benar menangis?

From    : Si Kakek :p

            Apa pun itu, apa pun itu salahku, kumohon maafkan aku… kumohon jangan acuh begini. Aku tidak tahan… lebih baik kau pukul aku, daripada kau harus diam begini… jebal Yoonri, katakan aku harus apa…

Yoonri menghela napasnya dalam-dalam, pikirannya mulai terurai satu persatu. Dia merasa, memang dia menjadi kekanakan. Dia memang masih kecil, masih SMA, sementara kekasihnya sudah seperempat abad. Terkadang dia juga benci harus sering cemburu seperti ini, tapi apa yang harus ia lakukan? Perasaan cemburu itu datang sendiri.

   Dia sebetulnya tidak tega mengabaikan Eunhyuk seperti ini, tapi dia juga memiliki ego yang kuat.

From    : Si Kakek :p

            Balaslah pesanku meski hanya tanda titik saja

Yoonri langsung menangis membaca pesan terakhir. Dia tahu Eunhyuk mengutip dialog sebuah drama, tapi sungguh dia tidak bisa menahan tangisnya lagi. Entah kenapa pada saat ini lagi-lagi kembali ego yang berkuasa pada hatinya, dia kesal pada dirinya sendiri, dia kesal pada keadaan.

   Pintu kamarnya diketuk.

   ”Ne?” jawab Yoonri serak. Siapa malam-malam begini?”

   Wajah Joo muncul. ”Ya, ada yang mencarimu!”

   ”Nugu?”

   ”Kau keluarlah di taman belakang gedung, cepat sebelum penjaga asrama memeriksa!” paksa Joo.

   Yoonri buru-buru mengambil jaketnya dan keluar, apakah firasatnya benar? Apakah Eunhyuklah yang mengunjunginya? Tapi tidak mungkin, Eunhyuk kan sedang siaran radio. Semakin dia mendekati taman, semakin hatinya berdebar-debar, taman itu berbentuk bundar dengan kursi melingkar ditengahnya, juga dengan lampu yang berkelap-kelip mengelilinginya. Dan seseorang dengan hoodie hitam memunggunginya.

   Yoonri hapal betul siluet pria itu, dan tanpa bisa dicegah air matanya turun begitu semakin mendekati pria itu. Pria itu buru-buru berbalik dan matanya melebar melihat Yoonri menangis.

   ”Yoonri-ya…” dia buru-buru mendekat, tapi dilihatnya Yoonri yang berjengit seolah jijik padanya. Eunhyuk menahan dirinya untuk tidak memeluk kekasihnya itu. ”Yoonri-ya…”

   Yoonri mengusap air matanya dengan kasar. ”Ada apa?” tanyanya dengan suara bergetar.

   ”Aku…” Eunhyuk memulai kata-katanya, namun dia terlihat bingung. ”Aku sudah dengar dari Joo.”

   Yoonri menunduk malu! Juga mengutuki Joo, tapi dia tidak berniat memberi penjelasan lebih jauh soal masalah ini. Selain karena dia juga merasa ini terlalu kekanakkan, tapi dia juga memikirkan egonya.

   ”Aku tidak tau harus bersikap bagaimana.” Lanjut Eunhyuk lagi.

   Yoonri masih diam.

   ”Ketika itu, yang kupikirkan justru langsung kamu, Yoonri-ya,” kata Eunhyuk pelan. ”Aku bingung harus bersikap bagaimana kala itu. Jika aku seperti biasa, riang gembira bercerita… orang akan menganggap, dan kau mungkin akan menganggap aku senang satu frame dengannya. Aku diam… kau juga marah… jadi aku bingung, Yoonri-ya, aku harus bagaimana?” mohonnya.

   Yoonri merasa tertohok! Memang sebetulnya tidak masalah, tapi kenapa egonya mempermasalahkan ini?!

   ”Hanya karena itu kau sampai mendiamkanku begini… aku benar-benar bingung, karena aku benar-benar tidak bermaksud menyakitimu. Lalu aku harus apa? Bukan aku yang meminta kami untuk satu frame… aku harus apa?”

   Mendengar Eunhyuk memohon begini, semakin Yoonri merasa bersalah.

   ”Maaf kalau itu menyakitimu, tapi aku tidak bisa mengelak, itu bagian pekerjaanku untuk satu frame dengannya kemarin. Aku tidak menyangka itu bisa menyakitimu seperti ini… tapi bukan mauku, Yoonri-ya.”

   Yoonri mulai terisak.

   ”Maaf.” Ucap Eunhyuk pelan.

   Dan Yoonri langsung menghambur dalam pelukan Eunhyuk, Eunhyuk yang kaget hanya bisa terpana, dan dengan perlahan-lahan diusapnya dengan lembut punggung kekasihnya tersebut.

   ”Maaf.” Kata Eunhyuk lagi.

   Yoonri menggeleng dan mengisak. ”Aku yang harusnya minta maaf kepadamu…” ucapnya. ”Aku memang kekanakkan, aku memang masih kecil, tapi… pernahkah kau berpikir bagaimana aku dan dia? Kami berbeda jauh… aku cuma takut kau akan kembali…”

   ”Ssshhh… jangan bilang begitu. Kisah itu sudah usai.” Eunhyuk menggeleng.

   ”Tapi aku takut.”

   ”Maaf sudah membuatmu takut,” Eunhyuk melepaskan diri dari pelukan Yoonri dan kini mengusap matanya yang berair dengan kedua ibu jarinya. ”Tapi aku dan dia sudah tidak ada hubungan apa-apa. Kemarin kami hanya partner kerja, dan sekarang pacarku itu kamu.”

   Yoonri tersenyum.

   ”Nah, kan lebih cantik kalau tersenyum,” Eunhyuk mengecup kening Yoonri, dan memeluknya lagi. ”Bogoshipo.”

   ”Nado.” Yoonri balas mengeratkan pelukannya.

   ”Ya ampun, pacarku ini kalau ngambek seram sekali sih…” Eunhyuk menjawil hidung Yoonri. ”Kau benar-benar membuat pekerjaanku nyaris kacau, kau tau kenapa Leeteuk Hyung mau meminjamiku ponsel? Karena dia sudah tidak tahan akan kelakuanku.”

   Yoonri terkekeh. ”Syukurlah.”

   ”Wae?” tanya Eunhyuk heran.

   ”Ya itu kan berarti kau mencintaiku!” sahut Yoonri pede.

   ”Percaya diri sekali gadis ini.”

   Yoonri melepaskan pelukannya, menatap Eunhyuk tajam. ”Oh, jadi kau tidak mencintaiku?!” tanyanya tajam.

   ”Ya ampun Kimmy sayang, kau ini sensitif sekali…” Eunhyuk menarik tubuh Yoonri dan menengadahkan kepalanya. Diciumnya bibir Yoonri sekilas. ”Aku mencintaimu, puas?”

   Yoonri mesem-mesem habis dicium.

   ”Aigo…” Eunhyuk geleng-geleng.

   ”Oh tidak ikhlas?!”

   ”Kimmy, kau ini sedang PMS ya?!”

   ”Molla!”

   ”Kimmy…”

   ”Sudah jangan merayu, sana kalau kau terpaksa…”

   ”Aniyo, aduh sayangku makin cantik kalau marah…”

   ”Jangan merayu!”

   ”Kimmy sayang, aigooo wajahmu merah kalau dirayu!”

   ”Lee Hyukjae‼!” Dan Yoonri mengejar Eunhyuk yang tertawa terpingkal-pingkal mengelilingi taman itu.

-Keutt-

51 thoughts on “{RiHyuk} Jealousy Dilema

  1. Haaaiii!!! Aku pengunjung baru di blog mu…salam kenal ^^
    Aku suka cerita ini, easy reading banget🙂 Apalagi castnya woohoo!❤
    Oya, aku nyari FF JinHae yang paling lama & ternyata pencarian FF Older di blog ini sampe 40 halaman, itu juga belum selesai…ohmaigat! Melimpah ruah FF disini yah hehe
    Makasih ya, author chingu buat karya-karyanya dan ijin yang dikasih oleh kami para pembaca untuk menikmati tulisan-tulisan mu dkk ^^
    Semangat! ^^9

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s