{JinHaeXy} Take Care of YoungMaster

Sabtu, 27 Agustus 2011, Dorm 12

”Aku mau ikut.” Rajuk Donghae.

    ”Kakimu masih sakit, Donghae-ya, jangan macam-macam, menyanyi saja kau perlu kursi!” sahut Leeteuk sambil memasukkan barang-barangnya. ”Tinggal di rumah, itu baik untuk kakimu beristirahat, berhenti membuat ELF khawatir.”

   Donghae mengerucutkan bibirnya.

   ”Hyung, kaja!” panggil Kyuhyun sambil membuka pintu kamarnya, lalu begitu matanya menangkap sosok Donghae yang duduk di kasur birunya, matanya melebar jail. ”Hahahaha, Hyung yang biasa tidak diam kini harus puas di tempat tidur! Saatnya menunjukkan kalau aku atletis!”

   Leeteuk memutar bola matanya. ”Cho Kyuhyun, sudahlah, dia merajuk terus dari tadi!”

   Donghae semakin manyun, sementara Kyuhyun terbahak-bahak. Leeteuk selesai merapikan barang-barannya dan memakai ransel putihnya. ”Sudahlah, lumayan kau bisa istirahat.”

   ”Tapi aku sendirian di dorm~” rengeknya.

   ”Ini ada ikan maskoki,” Kyuhyun menunjuk boneka yang dipajang Donghae di atas mejanya.

   Donghae mendelik menatap adiknya itu.

   ”Hyung, kaja!” satu lagi ada yang masuk, dan itu Eunhyuk. ”Semua sudah menunggu! Donghae-ya, jaga rumah ya… jangan nakal!” kedip Eunhyuk menggoda ’couple’-nya itu.

   Donghae mengulurkan kedua tangannya. ”Bawa aku bersamamu…”

   ”Aigo~ jangan bunuh diri selama aku tidak ada, Sayangku…” Eunhyuk memeluk Donghae dan menepuk-nepuk bahunya.

   ”Hyuk~ ayolah aku mau ikut.” Rajuknya lagi.

   ”Aigo, kau masih sakit! Tinggal saja, ya?” kata Eunhyuk sambil meninjuk bahu Donghae pelan. ”Sudah, jangan seperti anak kecil!”

   ”Ayo berangkat! Bye Hae…” Leeteuk melambai, Kyuhyun mengedipkan matanya iseng dan Eunhyuk buru-buru lari sebelum Donghae menangkap ujung jaketnya. Dan kini, semua pergi…

   Donghae menatap ke kanan dan ke kiri dengan miris, tak ada teman! Dia benci sendirian~ dan karena kaki sialan ini dia harus terkurung di rumah, tidak bermain di bawah matahari bersama Hyungdeul dan Dongsaengnya di acara Idol Sport Champion Athletic. Dia melirik boneka ikan maskoki yang cukup besar itu, dan diraihnya lalu dimainkannya.

   ”Kau! Ajak aku main~” katanya sebal. ”Hhh… cepat pulang‼! Jangan lama-lama kenapa sih di Jepang? Tak ada yang bagus di Jepang…” rengeknya. ”Hanya ada 2PM di Jepang~”

   Bel berbunyi.

   Donghae mendongak, tapi kakinya sedang sakit, jadi dibiarkannya pengurus rumah yang membukakan pintu. Lalu pintu kamarnya diketuk, dan pengurus rumah tangga, seorang wanita paruh baya masuk. ”Donghae-gun, ini ada kiriman makanan dari fans.”

   ”Jeongmal?!” mata Donghae berbinar. ”Ah, bawa kesini, Immo.”

   Wanita itu menyerahkannya bungkusan besar itu. ”Ah, kamsahamnida, Immonim, maaf merepotkan. Ini, untuk Immonim juga…” Donghae memberikannya satu kotak dan satu botol minuman. Pengurus rumah tangga itu mengucapkan terima kasih dan Donghae mulai menata makanannya, dan mengambil gambar makanan itu, lalu memasukannya ke Twitter.

   ”Semoga yang lain iri~ aku dapat makanan sendirian, yaa…” Donghae berusaha menghibur dirinya sendiri, padahal dia tidak yakin bisa menghabiskan makanan sebanyak itu sendirian. Setelah selesai mengupdate Twitter-nya, Donghae mulai memakan makanan itu.

   Seperti yang diprediksi, dia tidak kuat makan banyak-banyak. Lalu dia bermain iPad-nya, dan lama-lama mengantuk. Akhirnya Donghae tidur lagi sambil mendekap boneka Ikan maskokinya, mereka sudah melakukan pre recording untuk Music Core, jadi hari ini dia bebas!

*Sementara itu…*

”Onnie jeongmal daebakida!” puji Chihoon.

   ”Bagaimana bisa Onnie mengatakan itu pada Junjin Oppa?” tanya Kyorin yang juga terkagum-kagum.

   Haejin merapikan rambutnya dan memasang sunglass Guess berwarna merah muda kesayangannya. ”Mereka mau uang dari kita, tapi kita juga berhak mendapatkan libur dong! Enak saja, mereka mau kita seperti member Kara? Menuntut mereka? Jelas mereka tidak akan mau.”

   ”Majyeo! Kita sudah banyak bekerja keras belakangan ini,” komentar Chihoon setuju. ”Lagipula kita cuma minta satu minggu saja.”

   Haejin dan Kyorin mengangguk. Percaya atau tidak, kini mereka bertiga sudah berdiri beriringan di Bandara Internasional Narita, Jepang. Haejin sudah membujuk Junjin Oppa dan beberapa petinggi JYP, termasuk Jinyoung Sajangnim sendiri! Jadilah Wonhee Sajangnim tidak bisa bicara apa-apa jika sudah Jinyoung Sajangnim yang memberi izin. Apalagi setelah kejadian Haejin pingsan di Hey Hey Hey Music Champ kemarin, sedikit-banyak pihak Komisi Pekerjaan di Korea Selatan melirik JYP Entertainment lagi, bukan tidak mungkin surat kontrak Haejin akan diperiksa, dan jika mereka menemukan poin Haejin tidak boleh pacaran selama sepuluh tahun, JYP Entertainment akan habis!!

   Jadi itulah yang dimanfaatkan Haejin. Sedikit-banyak, memang dia yang menyetujui surat kontrak itu, tapi dia kan hanya minta istirahat sebentar saja, dan setelah itu mereka akan mulai promo lagi di Jepang.

   Mereka masuk ke pintu yang sudah ditunjukkan bagi para penumpang keberangkatan ke Seoul. Banyak Flyers yang menjadi paparazzi hari, mereka bertiga sebisa mungkin tetap menunjukkan senyum mereka, sampai mereka masuk ke ruang tunggu.

   ”Onnie, nanti kalau sudah sampai di Seoul, aku mau ke Stadium, boleh ya?” izin Chihoon.

   ”Mau ngapain?” tanya Haejin sambil memasang earphone iPod-nya dan mencari lagu favoritnya belakangan ini, Girls Day Twinkle Twinkle.

   ”Oh, Sungmin Oppa sedang ada disana,” jawabnya sok polos.

   Haejin dan Kyorin meliriknya.

   ”Wae? Onnie juga pasti begitu sampai di Seoul akan langsung mencari Hae Oppa, kan?”

   Kyorin berdeham. ”Aku baru tau kalau ternyata kau menganggap Sungmin Oppa seperti Onnie menganggap Donghae Oppa.”

   Chihoon menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

   ”Ya terserah lah, yang penting jangan nakal,” pesan Haejin lagi, lalu dia menoleh menatap Kyorin. ”Lalu kau mau kemana Kyorinnie? Taemin juga sedang ada di Stadium.”

   ”Dan Ryeowook Oppa mungkin latihan musikal,” ujar Chihoon balas dendam. ”Aigoya, dua namja, sekali tangkap!”

   ”Cish!” Kyorin tidak bisa membalas.

   ”Sudah, sudah,” kata Haejin sambil terkekeh.

2 Hours Later

Felidis mendarat di Incheon International Airport, setelah mengambil bagasi mereka, mereka berpisah jalan. Chihoon naik mobilnya sendiri, dijemput oleh supirnya dan, Kyorin pulang naik van Felidis, sementara salah seorang staff membawakan mobil Haejin ke bandara, jadi kini Haejin mengendarai New Ford Escape hitamnya menuju Seoul sendirian.

   Menyusuri jalanan yang lebih dari sebulan tidak ia lihat, kini Haejin membuka kaca mobilnya dan membiarkan udara Korea berhembus ke arahnya, Haejin masih mengenakan sunglass pink-nya, dan dengan riang dia memasang lagu Hands Up dari 2PM di mobilnya, Haejin ikut bernyanyi dengan riang.

   Akhirnya dia pulang! Walau cuma seminggu~

   Tak terasa mobil Haejin kini sudah memasuki kota Seoul yang cukup padat dan ramai, Haejin sudah menutup kembali kaca mobilnya, dan kini sudah mengarahkan laju mobilnya menuju Sky City Apartement, apartemen Super Junior. Haejin berhasil tau kalau Donghae hari ini sendirian, karena kakinya yang sakit.

   Mobil hitam Haejin kini memasuki pelataran parkir Sky City, dan Haejin mengendarai mobilnya masuk ke dalam basement. Begitu dirasa mendapat tempat parkir yang cocok, Haejin memarkir mobilnya dan mematikan mesinnya, lalu memeriksa keadaan mobilnya jika dirasa-rasa tidak ada yang belum dimatikan.

   Haejin mengambil tasnya dari bangku disebelahnya dan memeriksa potongan rambutnya, dan turun dari mobilnya. Setelah memasang alarm barulah, dia berjalan menuju lift dan menekan tombol angka dua belas, dan menunggu. Setibanya di lantai dua belas, Haejin tidak bisa menyembunyikan rasa senangnya lagi, dia melangkah dengan riang bersama ankle boot-nya menuju pintu apartemen kekasihnya tersebut lalu menekan kombinasi password pintunya, dan terdengar bunyi klik pertanda password diterima, dan masuk ke dalam.

   Pertama dia bertemu dengan Immonim pengurus rumah tangga. ”Donghae ada di dalam?” tanya Haejin sambil berbisik setelah menyapa dan bertanya  soal kabar, Immonim mengangguk sambil tersenyum.

   ”Silakan, Haejin-Yang… Donghae-gun tadi merengek terus minta ikut teman-temannya yang lain syuting.”

   Haejin terkekeh. ”Kalau begitu aku ke kamarnya, gomapsumnida, Immo…” Haejin membungkuk, lalu berjalan pelan-pelan mendekati pintu kamar yang sudah sangat ia hapal. Haejin mengetuk pintu kamar itu pelan-pelan, tak ada suara jawaban dari dalam. Lagi, Haejin mengetuk pintu tersebut.

   ”Oh… masuk Immo,” gumam Donghae samar-samar dari dalam.

   Haejin menekan gagang pintu dan membukanya pelan-pelan, lalu mengintip ke dalam, Donghae sedang berbaring dan menatap ke arah pintu dengan mata mengantuk. Barulah Haejin melongokkan kepalanya saja ke dalam. ”Sedang sakit, Tuan Lee?” kedipnya.

   ”MOMMA!” teriak Donghae langsung duduk, dan mau berdiri, tapi sepertinya kakinya belum begitu sembuh, dia langsung meringis. Haejin membelalak, dan melebarkan pintunya.

   ”Gwenchana?!” Haejin mendekat. ”Omo, kakimu separah ini?” tanya Haejin meneliti lutut Donghae yang diperban. ”Aigo! Makanya jangan banyak bergerak, sudah tau sakit, masih saja tidak bisa diam!” omel Haejin.

   ”Momma~” rengek Donghae membuka kedua tangannya, ah dia minta dipeluk.

   ”Cish~” Haejin mendesis tapi kemudian tersenyum dan sok-sokan menjauh dari Donghae. ”Peluk nggak ya? Peluk nggak ya?” godanya.

   ”Huuuh~ Momma~” Donghae terus membuka tangannya dan bibirnya mengerucut lucu. ”Aah, jebal!”

   Haejin tertawa terbahak-bahak, dan memeluk Donghae. ”Uwaaah, kangen Poppa…”

   ”Hmm…” Donghae memeluk Haejin erat-erat.

   Haejin balas mengeratkan pelukannya kepada Donghae dan membenamkan wajahnya di bahu kekasihnya itu, wanginya masih sama! Emporio Armanni kesukaannya. Donghae melepaskan pelukannya, dan menyatukan kedua telapak tangan mereka, dan kedua dahi mereka bertemu.

   Tak lama kedua bibir mereka sudah bertemu untuk bertukar rindu.

   Tak lama, dan Haejin sudah melepaskan bibirnya untuk menatap mata cokelat kekasihnya itu, ah teduh sekali, lalu Donghae menarik pinggang Haejin yang masih membungkuk sambil berdiri di samping kasurnya hingga Haejin terjatuh ke depan sambil memekik, ke arah dirinya dan mereka kini sama-sama berbaring berhadapan di atas kasur kecil Donghae yang berwarna biru.

   Donghae mencium kening Haejin lama, lalu ke hidungnya, lalu mengangkat wajah Haejin, dan mencium kedua pipinya kanan dan kiri, barulah dagunya, dan kini bibirnya lagi.

   ”Poppa gwenchana?” tanya Haejin sambil menarik Donghae mendekat pada dirinya. ”Bagaimana kakinya?”

   ”Gwenchana, hanya belum bisa menari, harus diperiksa beberapa kali lagi dan terapi lagi, tapi selebihnya aku bisa jalan pelan-pelan,” Donghae tidak berhenti mengelus pipi Haejin dan rambut Haejin yang dulu seperti Dora saat ia pindah ke Jepang, dan kini sudah tumbuh panjang lagi.

   ”Jeongmal?” tanya Haejin terlihat khawatir.

   Donghae tersenyum dan mengangguk. ”Tapi kau tidak bilang mau pulang?” cubit Donghae pada pipi Haejin yang tembam. ”Aigo lihat dirimu sekarang kurus begini?” Donghae semakin merapatkan jarak mereka, Haejin memainkan kerah baju Donghae sementara Donghae memeriksa tubuh Haejin yang ada dalam dekapannya. ”Kemana isimu?” dia mencubit perut Haejin.

   ”Aduh, Poppa sakit~” rengek Haejin.

   ”Mulai suka lupa makan, deh?” rajuk Donghae.

   ”Aniyo~” Haejin mengelak tapi tetap tidak berani menatap mata Donghae. ”Asam lambungnya saja naik tiba-tiba.”

   ”Bohong!”

   Haejin terus menunduk.

   ”Pasti bandel deh, Momma… kau itu sekarang jauh, kalau kau di Jepang dan sakit, aku harus bagaimana?” lirih Donghae. ”Tidak bisa kesana dengan mudah, jagalah kesahatanmu.”

   ”Iya, Poppa…” Haejin memeluk Donghae, dan mengikat kakinya seperti memeluk guling.

   ”ADUH!” keluh Donghae.

   Haejin melepaskan pelukannya. ”Wae?”

   ”Momma, sepatumu lepas ya…” Donghae bangun dan melepaskan sepatu Haejin dan melemparnya ke sembarang tempat, lalu berbaring lagi menatap Haejin yang cekikikan.

   ”Mianhae, habis tadi buru-buru mau lihat Poppa.” Kata Haejin sok polos.

   Donghae terkekeh dan mencium bibir Haejin lagi, Haejin mengelus-elus pipi Donghae yang tengah menciumnya pelan itu, dan Donghae mendekatkan tubuh Haejin yang melengkung di atas tempat tidurnya itu.

   ”Berapa lama disini?” tanya Donghae pelan setelah mereka melepaskan diri satu sama lain.

   Haejin menyahut sama pelannya. ”Satu minggu, mudah-mudahan.”

   ”Sebentar sekali,” keluh Donghae.

   ”Kalau begitu buat berharga setiap menitnya,” Haejin menyusuri dadang bidang Donghae dengan jari-jarinya. ”Poppa tidak ada rekaman kan, hari ini? Hari ini mau apa, aku kabulkan deh.”

   Donghae meraih kepala Haejin dan dipeluknya lagi gadis itu. ”Jangan kemana-mana disini saja, sampai kau pulang.” Pesan Donghae.

   ”Adik-adikku bagaimana?”

   ”Katanya dikabulkan, janji adalah janji, dan Momma sudah berjanji mau mengabulkan!”

   Haejin memutar matanya. ”Hanya hari ini.”

   ”Tidak mau, Momma bilang mau membuat setiap menit berharga, sudahlah kapan lagi menginap di dorm namja idol yang terkenal di seluruh Korea? Apa itu? Gosip dengan Siwon bikin gerah saja!” gerutu Donghae.

   Haejin tertawa. ”Percaya sama gosipnya?”

   ”Ya tidak sih~ tapi tetap saja! Mereka tidak tau kebenarannya…” omel Donghae dan memeluk Haejin lagi, dan mengecup pangkal leher Haejin yang cokelat. ”Aku mau tidur, Momma temani.”

   ”Hmm…” gumam Haejin mengiyakan sambil bersembunyi dari balik lengan Donghae yang kekar. ”Aku juga capek.”

   Donghae mengecup pangkal leher Haejin pelan dan dalam, dan Haejin mencubit perut Donghae. ”Geli, Poppa!” katanya tidak niat, dan Donghae terkekeh-kekeh terus melanjutkannya lebih pelan hingga Haejin tertidur pulas.

   Sorenya begitu Haejin terbangun, seperti biasanya, Donghae pasti sudah terbangun duluan, dan sedang memainkan rambutnya, dan mencium dahi dan pipinya. ”Momma, lapar~”

   ”Hoahm…” Haejin menguap dan duduk di tempat tidur lalu merapikan rambutnya yang sedikit berantakan. ”Poppa lapar? Mau aku buatkan makanan?” tawarnya pada Donghae yang masih berbaring miring memainkan ujung cardigan jala Haejin.

  Donghae mengangguk. ”Mau dimasakin pacarku, pacarku sudah lama tidak masak lagi untukku.”

   ”Oke, Poppa tunggu disini, aku bongkar kulkas dan masak,” Haejin turun dari kasur dan mencari sepatunya yang dilempar sembarangan oleh Donghae tadi. ”Sayang, sepatuku kau buang kemana tadi? Mahal itu…” rajuk Haejin sambil terus mencari.

   ”Sudah aku minta Immo menaruhnya di depan,” Donghae ikut duduk.

   ”Ah,” Haejin mengangguk mengerti, tapi lalu berbalik dengan kaget menatap Donghae. ”Immonim masuk ke kamar?! Pada saat aku… kita tidur?!” tanya Haejin membelalak.

   Donghae mengangguk dengan wajah polosnya.

   ”Lalu dia bilang apa?!” lengking Haejin malu.

   ”Bilang apa? Dia bilang kau pasti lelah,” Donghae berusaha mengingat-ingat. ”Memang kenapa?”

   ”Ya, aku… kan… pacarmu, tapi kita tidur satu kamar…” Haejin dengan panik berusaha menjelaskan. ”Apa katanya nanti? Kalau dia bilang pada orang-orang diluar sana bagaimana?”

   ”Ah, tenang saja… Immo tidak begitu kok, lagipula dia sudah biasa…” Donghae mengibaskan tangannya. ”Ayolah, aku lapar Momma~ nanti yang lain keburu pulang dan masakanmu dicoba semua orang!” sungutnya.

   ”Sejak kapan sih kau pelit begini?!”

   Donghae hanya tersenyum-senyum, Haejin bertelanjang kaki berjalan menuju pintu, ketika Donghae berteriak lagi. ”Momma!”

   ”Apa?!” lonjak Haejin yang kaget dan berbalik. ”Apa sih? Kau mengagetkanku saja…”

   ”Jangan ditinggal~” rengek Donghae manja.

   Haejin memutar matanya. ”Katanya mau makan!”

   ”Aku ikut!”

   ”Kakimu…”

   ”Bisa kok pelan-pelan, gandeng~” rajuknya.

   ”Manja sekali!” sungut Haejin.

   ”Ah~” rengek Donghae.

   Haejin memutar matanya lagi dan menghampiri pacarnya itu, lalu digandengnya tangan Donghae dan Donghae berdiri lalu melingkarkan tangannya di pinggang Haejin dan mereka berdua berjalan pelan-pelan keluar kamar.

   Ternyata manja Donghae tidak sampai disitu saja, selama memasak, tangannya tidak lepas dari pinggang Haejin. Haejin yang tengah memotong bawang bombay dengan risih berkata pada Donghae untuk melepaskan pinggangnya, tapi yang terjadi malah Donghae memberikannya backhug, sehingga Haejin lebih leluasa untuk memotong bawang-bawang bombaynya, dengan kepala Donghae bersandar di bahu kiri Haejin sambil bernyanyi lagu Just The Way You Are dengan bisikkan yang membuat Haejin merinding karena deru nafasnya.

   Selesai memotong-motong dan mulai menyiapkan Fettucini Carbonara Sauce, Donghae tetap tidak membiarkan Haejin ’lepas’´dari pelukannya, berapa kalipun Haejin protes dan mengomel, tidak digubris olehnya yang terus berkata. ”Aku kan kangen Momma~” katanya dengan puppy eyes yang hanya bisa membuat Haejin menepuk-nepuk dadanya menahan emosi.

   Fetuccini Carbonara-nya siap, Haejin mengambil dua piring, tapi dicegah oleh Donghae. ”Sepiring berdua saja!” dan dengan setengah hati Haejin cuma geleng-geleng dan menuruti mau kekasihnya yang manja itu, kini mereka duduk di sofa, sambil menonton televisi, dengan Haejin memegang piring berisi fetuccini tersebut, dan sebelah tangan lainnya memegang garpu.

   Donghae juga memegang garpu.

   ”Suapin~”

   ”Iya, Huijangnim,” kata Haejin sambil untuk kesekian kalinya memutar matanya, Donghae tersenyum puas ketika Haejin memelintir gerpunya di fetuccininya dan menyuapi Donghae. Donghae memakannya dengan bersemangat. ”Othe? Masshita?” tanya Haejin.

   Donghae mengangguk. ”Uri Momma daebak~”

   ”Syukurlah,” dan Haejin memelintir garpunya lagi untuknya makan, tapi Donghae menggeleng-geleng.

   ”Aniyo, Momma~ aku yang suapi Momma~”

   ”Arasseo, aah…” Haejin membuka mulutnya.

   Donghae menyuapi Haejin, dan begitu seterusnya sampai isi piring itu habis.

   ”Johta, makannya banyak~” Haejin mengelus rambut Donghae yang langsung menyipitkan matanya sambil tersenyum seperti anak kecil. ”Sudah diam disini sebentar, Momma mau cuci piring.”

   ”Ikut~”

   Haejin menghela napas benar-benar sudah tidak tahan. ”Donghae, Sayangku, Cintaku… aku cuma mau cuci piring, Poppa, tidak membantu Kangin Oppa perang di perbatasan~” ringis Haejin habis sabar.

   ”Ya memang kenapa?! Aku kan kangen Momma~” rajuk Donghae. ”Pokoknya mau ikut!”

   Akhirnya Haejin pasrah saja, Donghae kembali mengekorinya, kali ini tidak dipeluk lagi karena Haejin sudah mengeluarkan sinar berbahaya dari matanya, akhirnya Donghae cuma merangkul pinggang Haejin dari samping dan melihatnya mencuci piring saja. Setelah itu mereka duduk lagi sambil menonton DVD, Donghae mengajak Haejin menonton video konser SS3, maka Haejin menurut sambil merebahkan diri di pelukan Donghae.

   Beberapa kali Haejin berdeham untuk menutupi sendawa yang keluar akibat asam lambungnya yang tinggi agar Donghae tidak terlalu menyadarinya, tapi tetap saja Donghae bukan orang bodoh yang tidak tahu penyakit asam lambung itu apa. Donghae tetap diam dengan tangan terus membelai rambut Haejin dalam pelukannya, setelah beberapa kali Haejin berusaha menutupinya akhirnya Donghae membelai perut Haejin pelan.

   ”Masih sakit ya?” tanyanya lagi.

   Haejin meringis. ”Kau tau ya?” tawanya bersalah.

   ”Aku kan peduli padamu, Momma, mana mungkin aku tidak tau,” ujar Donghae. Matanya terus melihat ke layar, tapi tangannya terus mengelus rambut Haejin, sementara tangan satunya mengelus perut Haejin.

   Haejin melirik wajah Donghae yang terletak sedikit di atas kepalanya yang bersandar di dada Donghae, rahangnya yang tegas sedang membentuk garis serius. Kalau begini dia tidak seperti bayi kecil yang manja.

   ”Gwenchana, ketemu Poppa pasti cepat sembuh~” Haejin mencium rahang Donghae yang kaku itu.

   Rahang itu mengendur perlahan, Donghae merileks sedikit, dan menunduk menatap mata Haejin yang juga menatapnya. ”Saranghae.” Bisiknya.

   ”Nado saranghae~”

   Donghae mendekatkan wajahnya pada Haejin yang langsung tanggap dan menutup matanya. Mereka berciuman lagi. Kini, bukan mereka yang menonton televisi, tapi televisi yang menonton mereka.

   Tapi kemudian…

   ”KAMI PULANG!”

   ”Donghae, kami pulang!”

   ”Omo!”

   ”HYAAAA, HYUNG!” teriak Ryeowook menutup matanya.

   Haejin dan Donghae melepaskan ciuman mereka dan menoleh dengan wajah super polos ke arah pintu, dimana seluruh member Super Junior melongo menatap dua ikan yang tengah memadu asmara itu.

   ”Oppa~” teriak Haejin yang langsung memeluk Heechul.

   Atmosfer ruangan langsung berubah, sepertinya mereka tau apa yang membuat Haejin tiba-tiba berlari memeluk Heechul, bahkan Donghae yang biasanya tidak bisa melihat pacarnya sedikit saja disentuh oleh member lain, diam.

   ”Oppa~” isak Haejin.

   Heechul tersenyum kecil, dan menepuk-nepuk bahu Haejin. ”Ya~ Haejin-ah, jangan menangis! Kau ini dan Donghae sama saja, sama-sama cengeng! Harusnya kau bangga melihat space big star Kim Heechul!” candanya.

   Haejin tetap menangis.

   Donghae menunduk, sepertinya ikut menahan tangis, sementara yang lain tersenyum maklum dan mulai masuk ke dalam ruang keluarga dan melepaskan lelah mereka dengan duduk di sofa, atau di lantai.

   ”Ya ya ya! Lee Donghae, pacarmu ini bikin banjir saja~” keluh Heechul setengah hati, tapi terus merangkul Haejin dan membawanya kembali ke samping Donghae yang duduk di sofa, kini mereka duduk bertiga.

   Haejin menghapus air matanya buru-buru. ”Waktu melihat beritanya aku shock, Oppa, karena sibuk aku tidak bisa menghubungi Oppa! Belum lagi… belum lagi… biar bagaimana pun juga, Oppa sudah kuanggap kakak sendiri~” isak Haejin.

   ”Iya… iya, sudah jangan menangis~ aish, kau mengotori bajuku~” keluh Heechul setengah hati.

   ”Sekarang baru Haejin, tunggu Ririn dan Nara datang,” gumam Ryeowook sambil mengangsurkan tisu pada Donghae yang langsung mengusap air mata Haejin. ”Kurasa mereka akan sama seperti Haejin.”

   ”Berapa lama disini, Haejin-ah?” tanya Shindong.

   Haejin mengusap matanya lagi. ”Aku mau mengantar Oppa,” dia menoleh pada Heechul lagi.

   ”Ya, kau kesini untuk bertemu dengan Donghae atau mau mengantarku? Sebaiknya katakan dengan jelas tujuanmu, kalau tidak nanti manusia ikan ini akan merajuk terus padaku!”

   Haejin tertawa.

   ”Nah, begitu dong, jangan menangis terus!” Heechul menoyor kepala Haejin.

   Haejin memeluk Donghae yang balas memeluknya lagi, membuat Leeteuk, Shindong, Heechul, dan Ryeowook membuang pandang. Tapi Heechul mendesah lega. ”Setidaknya aku tidak perlu melihat pemandangan seperti ini lagi selama dua tahun!” tunjuknya.

   Semua tertawa.

   ”Oppa~”

   ”Hyung~”

   ”Aigo~ dan aku tidak perlu mendengar rengekan semacam ini selama dua tahun, duniaku akan damai~” kata Heechul lagi. ”Ya, dan kalian jangan suka buat banjir di Korea! Aku repot nanti, kalau sampai aku kerepotan gara-gara kalian membuat banjir, tunggulah pembalasanku jika aku keluar nanti!”

   Mereka tertawa bersama-sama. Akhirnya malam itu mereka mengobrol bersama mengenang pertemuan mereka dengan Haejin selama setahun belakangan, hingga kini Heechul akan pergi wajib militer.

   ”Aku boleh antar ya, Oppa?”

   ”Iya!”

   ”Eh, sudah pukul berapa ini? Haejin-ah kau tidak pulang?” tanya Leeteuk pada Haejin.

   Haejin melirik jamnya yang menunjukkan pukul satu pagi. ”Bahta!”

   ”Dia akan menginap disini sampai dia kembali lagi ke Jepang, Hyung,” jawab Donghae.

   Haejin menoleh pada Donghae. ”Malam ini oke, aku menginap, tapi tidak sampai aku pulang! Adikku bagaimana?!”

   ”Kyorin menginap di bawah,” sahut Ryeowook. ”Chihoon juga menginap di bawah kok, mereka lupa memberitahumu?”

   ”Hee? Bagaimana bisa mereka tidak memberitahuku?!”

   ”Mereka asyik, dan kau juga asyik,” Shindong melirik tangan Donghae yang tidak lepas dari pinggang Haejin.

   Haejin terkekeh.

   ”Jadi kita tidur bertiga?!” teriak Leeteuk panik. ”Andwe! Andwe! Lebih baik aku tidur di kamar Hankyung.”

   ”Ah, Oppa~” rajuk Haejin.

   ”Justru kau jangan pindah kamar, Teukie! Kalau dua makhluk ini ngapa-ngapain bagaimana coba?! Tadi saja mereka berciuman disini, aigo… apalagi kalau mereka dibiarkan satu kamar!” seru Heechul.

   ”Kami tidak mungkin begitu!” sergah Haejin.

   ”Majyeo!” Donghae setuju.

   ”Siapa yang tau?”

   Leeteuk akhirnya pasrah, malam ini mereka tidur bertiga, dalam arti, Leeteuk tidur sendiri di kasurnya, sementara pasangan kekasih itu tidur berpelukan di tempat tidur Donghae.

   ”Ya! Jangan macam-macam, awas kalian!” ancam Leeteuk.

   ”Kakiku sedang sakit, Hyung~” Donghae memutar matanya, sementara Haejin sudah pulas sebentar saja dalam dekapan Donghae, dengan memakai kaus tidur Donghae yang sangat kebesaran sampai ke atas lututnya, hingga dia tidak perlu memakai celana pendek lagi.

   Leeteuk menutup kepalanya dengan guling, Donghae merebahkan tubuhnya lagi sambil menatap wajah damai Haejin, dia tersenyum puas. Akhirnya dia bertemu lagi dengan kekasihnya ini! Donghae pelan membawa Haejin semakin dalam di peluknya, dan memejamkan mata.

-Keutt-

Intinya cerita ini dibuat untuk mengabarkan bahwa sejak tanggal 29 Agustus 2011, Haejin pulang ke Seoul selama satu minggu karena mau mengantar Heechul masuk wajib militer… sekalian melihat kekasihnya tercinta yang lagi sakit *elus-elus Donghae*, semoga ceritanya nggak terlalu datar, ini memang sengaja aku buat tentang Donghae-Haejin yang udah lama nggak ketemu…

Selanjutnya, ChoChoiLee bakalan nganterin Heechul masuk ke camp militer… dan tunggu kedatangan Nara dan Ririn di Seoul yaaa wakakakakakaa #Plakk oiya, buat yang mau nagih Strong Heart, tagih ke Siput dulu, baru ke saya ^^

Oh iya buat yang hari ini lebaran, minal aidin walfaidzin, mohon maaf lahir batin ya ^^ Maaf kalau ada banyak banget kata-kata dan tingkah laku Nisya yang tidak berkenan, semoga kita semua kembali fitri, amin ^^ enjoy

136 thoughts on “{JinHaeXy} Take Care of YoungMaster

  1. Mian baru ngomen oeni xD
    Jinhae moment again and again again*2pmmodeon xD
    Hae manja deh*sentil hae#di tabok oeni haejin :b
    Huaaa. . . .Heenim. . . ,
    Sedih. . .sedih. . .sedih T_T#abaikan

  2. AAAA JINHAE moment ^O^
    kangen jinhae skinship :’) akhirnya ya haejin pulang, walopun cuma seminggu juga sih .___.
    promo albumnya haejin msh lama ya?

    wkwk donghae ya, jadi agak manja gitu ketemu haejin. Ecie pasangan ikan lol

  3. So sweet~ jinhae paling bisa bikin gemes deh.. Kangen jinhae skinshipan, yg lama di korea haejin, kasian hae~ heechul oppa, saranghae~❤ :')

  4. ehem….
    minal aidzin eonni🙂
    caelah itu bang ikan, lgi sakit jgn terlalu nafsu gitu dong. member SJ enak bgt sering liat film gratis entah itu romantis,sedih. teuki oppa daripada panas liat jinhae berduan mening sama aku yu kita bikin yg panas2 juga hahaha
    jinhae emang perfect!!

  5. aygo, haeppa manja banget ih, jd pengen nyubitin dech.
    wkwkwk
    syukur dech haejin onn dah balik ke korea, meskipun cuman sebentar, hehe
    heeppa semangat wamil.a ya.
    ^-^ 2 tahun elf akan selalu menunggu mu sampai kau pulang nanti.
    fighting. . . . ! !

  6. omo appaku gatau diri*ditabok* aiyaa donghae belakangan ini makin ganteeng~~ ah skinship couple lucu ya:3 kalo kyunara kan perang terus*nyengir kuda*selanjutnya gasabar!dijamin aku ikutan nangis bacanya…

  7. onnie..mianh telat comment..sejak mudik udah lama ngga mampir ke sini hehehe😛

    aigoo yang lagi mesra-mesraan skinship skinshipaaaan…ett dah baru aja mau senyam-senyum ngebacanya eeh pas giliran scene yang ada heenimnya malah mewek on😥..
    huhuhuhu

  8. Annyeong,, ^_^
    Hoaaa jinhae ada lg,, *loncat girang
    Kangen sma jinhae,,
    Pa lg klo udh kangen2an,, wahhh dua2X bikin gemes
    Hahahahaa
    Haejin udh balik,, yeyyy,,, hae puas niy semnngu full haejin bwt hae,,

    Sedihh pngen meluk chul jugaaa,,
    Teuk kesian jd obat nyamuk jinhae,,
    Sini oppa k kamar ku aja,,
    Hahaaaaa ^o^

  9. Anyyeong😀 mian baru ngomeen br baca soalnya ._. Ini couple emg demen skinship yeee sampe2 bikin yg lain ngiri aiiish coba kyunara jg kyk gitu #eh

  10. Dasar evil magnae,.,kerjaannya ngegoda hyungnya terus,.,

    Romantissss banget.,.,baru ktmu langsung skinship,.,aigoooooo bkin ngiri ajja,.,
    hahahaaaaa,.,haejin mesti ekstra sabar ngadapin Hae opaa yg super Manja,.,tp ngegemesin,.,
    pas bag ichul mw wamil jd Sedih,.,.OPPA cepet pulang yaaaaa,.,

  11. Aaah sedih😥

    Kebayang bgt deh muka manja donghae ahaha lanjutkan eon! ‎​~(‾▿‾~) ‎​~(‾▿‾)~ ‎​(~‾▿‾)~

  12. gemes ngeliat manjanya donghae deh,, kadang pengen meluk kadang pengen jitak.. kekeke,, aiya, aku selalu suka jin-hae momment tapi aku juga suka ngeliat jin-hee couple.. coba aja ada scene atau cerita haejin ma heechul bersua tp buka sebagai pacar tapi oppa-dongsaeng, pasti seru..😀

  13. Baru tau kalo haejin di kontraknya ada poin gak boleh pacaran 10thn!!
    Gilaaaa!! Kalo ketauan habislah.. Susahnya jadi idol (⌣́_⌣̀)
    Aahh akhirnya ketemu lagii… Horeeee…
    Mesraa lagii..
    Tp abang ikan sakit aja ttp ganteeng qo.. Gak ngaruhh *ya iyalah yg sakit kan kaki* kekeekekek

  14. Kyu emank evil dah bnr2.. Donghae lg sakit malah sngaja dkerjain… Haejin sm donghae akirny ktmu jg so swit gt.. Mesra skaleeee.. Iri la saia…

  15. Huweeeee~ aku juga sedih ini pas ichul mau wamil.. rasanya gmana gtu. Apalagi baca dialog ichul yg di ff ini momma, berasa makjlebnya..hiks~
    Errr.. itu itu itu iyuuuuh banget eunhaenya *tabok* bagus bagus.. haejin emang jago masalah ngelawan perusahaan..wkwk~
    Dan itu *hela napas* pertemuannya rasanya intim banget yah.. di kasur .. haduh #plakk~ mana udah kyak suami istri banget lagi deh.. bkin mupeng tapi deg deg.. hadeeeh😄

  16. tes

    Huweeeee~ aku juga sedih ini pas ichul mau wamil.. rasanya gmana gtu. Apalagi baca dialog ichul yg di ff ini momma, berasa makjlebnya..hiks~
    Errr.. itu itu itu iyuuuuh banget eunhaenya *tabok* bagus bagus.. haejin emang jago masalah ngelawan perusahaan..wkwk~
    Dan itu *hela napas* pertemuannya rasanya intim banget yah.. di kasur .. haduh #plakk~ mana udah kyak suami istri banget lagi deh.. bkin mupeng tapi deg deg.. hadeeeh😄

  17. Hiks hiks, dipart ni bikin nangis. Keingetan heenim, kata2nya… Aah, bogoshipo oppa.
    Truz kamu hae, aduh manja bgd si.. Bikin gemez, bikin iri sama haejin eonni.
    Truz itu immo ngeliat, wah ga ada malunya ni bang ikan.
    Lanjut ..

  18. Pengen liat ekspresi ririn n nara nihh😀
    Jinhae., ahhh skinship alwaysss :*

    Nggak keganggu kan ya leeteuk oppa?gak kya di saipan?? Hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s