{JinHaeXy} Mr Simple, Come to Me, Right Now!!!

 

Disarankan mendengarkan :

Can I Have This Dance – Zac Efron & Vanessa Hudgens

Tokyo, 01.30 AM JST

 

”Hueee… aarrrggghhh… hiks!”

   BRANG! PRANG! TANG! KUNG! GABRUK‼!

   Chihoon yang sedang tertidur pulas terbangun dengan kaget dan tergopoh-gopoh turun dari kasur, di sebelahnya, di kasur sebrangnya, tak ada Kyorin. Di dorm Jepang, memang mereka berdua tidur sekamar, hanya Haejin yang tidur sendirian. Tapi kali ini, Chihoon pun tidak menemukan Kyorin di kasurnya.

   Apa yang terjadi?

   Chihoon buru-buru keluar, di luar dia melihat Kyorin yang sedang memejamkan matanya dengan earphone terpasangan di kedua telinganya, dia memejamkan matanya dan menikmati musik yang ia dengarkan. Tapi yang membuat Chihoon heran, padahal suara BRANG! PRANG! TANG! KUNG! GABRUK!-dan sebagainya itu terdengar dimana-mana dan kencang sekali!

   Apakah volume yang dipasang Kyorin begitu tinggi? Lagipula, berarti pelaku perusak mimpi Chihoon bukan Kyorin, si kalem itu sedang tenang mendengarkan lagu. Dan penyebabnya berarti satu orang lagi, karena di dorm ini, mereka hanya tinggal bertiga. Dengan geram Chihoon beralih ke kamar Haejin, dan menjeblak pintunya terbuka, dan terperangah.

   Haejin sedang menggelepar di lantai sambil berguling-guling, ribuan tisu yang sudah selesai di pakai bertebaran di sekelilingnya, dan sebuah laptop berwarna merah muda terbuka di dekatnya. Sementara yang punya sedang melempar-lempar boneka, sambil menangis.

   Sudah lama, Chihoon tidak melihat kakak tertuanya seperti ini! Siapa lagi yang bisa membuatnya menangis seperti ini kecuali oknum satu itu!

   Ikan Mokpo, Lee Donghae.

   ”Onnie, apa yang terjadi?! Hae Oppa selingkuh lagi?”

   Dan dia malah mendapatkan lemparan boneka sapi oleh Haejin yang masih berguling-guling di karpet kamar dan menangis-nangis seperti orang gila! Sebetulnya ada apa sih?!

   ”Onnie, waekeurae?! Kenapa kau menangis?!” tanyanya mulai tak sabar.

   ”Donghae~” rengek Haejin masih sambil memeluk boneka gurita berwarna pink yang ia dapat dari member 2PM saat ulang tahunnya kemarin. Chihoon mendekat, dan berjongkok di sebelah tubuh Haejin yang tergolek mengenaskan, gaun tidurnya sudah acak-acakkan. Dan wajahnya penuh bersimbah air mata.

   ”Hae Oppa ngapain lagi, Onnie?!” seru Chihoon.

   Haejin tiba-tiba duduk dan menampakkan wajah sembabnya tepat di hadapan Chihoon. Wajah Haejin yang mirip Samara dari film The Ring, membuat Chihoon kaget dan nyaris jatuh dari posisi jongkoknya.

   ”Aku… aku… Donghae…” isaknya.

   ”Iya, Hae Oppa ngapain?! Apa lagi yang dia buat? Skandal lagi?”

   Haejin menggeleng-geleng.

   ”Lalu apa?” Chihoon meneliti keadaan Haejin yang mengenaskan. ”Dia datang kesini dan memperkosamu, Onnie?!”

   ”Aniyo!” Haejin melempari Chihoon dan menangis lagi seperti anak kecil berusia dua tahun.

   Chihoon mengaduh dan geleng-geleng. ”Ah bahta! Aku lupa, Onnie sih tidak menolak kalau diperkosa ya, kan?” dan Haejin mendorong Chihoon hingga terjengkang ke belakang. ”Aduh! Onnie!” teriaknya.

   ”Kau sih!” isaknya.

   ”Ya habisnya Onnie tidak bilang apa-apa lagi!” seru Chihoon kesal. ”Kau kenapa menangis?! Hae Oppa kenapa?!”

   Haejin terisak-isak, lalu menarik Chihoon mendekat ke laptopnya, yang menampakkan berbagai macam screen caps seorang Lee Donghae, dan semua memang memasang ekspresi ’mengundang’ sekali! Chihoon tau benar, Haejin paling tidak tahan kalau melihat Donghae memasang tampang begini!

   ”Jadi Onnie menangis karena?!”

   ”JADI KANGEN!” teriak Haejin histeris. ”Euh! Mau pulaaaaaang~ Chi, aku mau pulang~”

   Dan Chihoon melongo.

   ”Mau pulang! Aku mau pulang! Kangen Poppa… Poppa ganteng banget! Lagunya enak banget‼!” dan Haejin mulai meracau, disertai air mata dan repetan omongan tidak jelas lainnya.

   Inilah sindrom kangen akut! Haejin hanya pernah seperti ini satu kali, seingat Chihoon. Itu ketika Donghae meneleponnya ketika ia masih di Taiwan, dan Haejin di Korea. Dan obatnya cuma satu, bertemu! Tapi ini gila, jadwal mereka di Jepang benar-benar padat! Lebih padat dari promosi album Breaking The Heart mereka. Belum lagi mereka akan mengeluarkan mini album Jepang!

   Bisa dibilang kemungkinan Haejin curi-curi waktu untuk pulang, tidak ada! Jadwal Felidis belakangan ini full! Ditambah 2PM juga sedang promosi I’m Your Man, jadi bisa dipastikan hampir setengah staff JYP sedang berada di Jepang saat ini. Haejin tidak bisa kabur, seperti waktu ia di Korea kabur ke Taipei.

   ”Donghae~” dan kini, kakak tertuanya itu sedang meratapi layar laptopnya.

   Chihoon geleng-geleng. ”Onnie, geumanhae… telepon saja Hae Oppa sana!”

   ”Nanti aku malah semakin ingin pulang!” rengeknya.

   ”Benar juga,” gumam Chihoon. Onnie-nya ini aneh memang, semakin berjauhan ia dengan Donghae, dan semakin jarang ia berkomunikasi dengan kekasihnya, ia justru akan semakin kuat! Tapi kalau sekali saja mendengar suara kekasihnya, langsung! Itu bisa meruntuhkan pertahanannya.

   Menyakitkan hanya bisa mendengar tanpa menyentuh!

   Chihoon akhirnya stress melihat Haejin, dan buru-buru keluar dari dalam kamar bak Titanic karam-nya Haejin, dan mencari ponselnya, sementara Kyorin masih menikmati entah apa di earphone-nya. Setelah ditemukannya ponsel birunya itu, dihubunginya oknum yang membuat sang kakak menggila.

*Seoul, 02.00 KST*

”Yeoboseyo.” Donghae mengangkat telepon dari Chihoon dengan cemas. Tak biasanya adik Kyuhyun itu menghubunginya, apalagi di jam-jam yang tidak lazim seperti ini. Apakah sesuatu terjadi pada kekasihnya di Jepang sana.

   ”Oh, Oppa… mengganggu?”

   ”Aniyo, aniyo,” sahut Donghae cepat. ”Kami belum tidur, ada apa, Chihoonie? Kakakmu baik-baik saja?”

   Chihoon mendesah berat. ”Justru itu aku meneleponmu, Oppa! Kau harus tanggung jawab‼!”

   ”Mwo?!” wajah Donghae langsung blank.

   ”Ne!”

   ”Apa yang terjadi?! Haejin… Haejin… hamil?!” tanya Donghae ngeri.

   ”Kalau iya bagaimana?” tanya Chihoon dengan suara mistis.

   Wajah Donghae berubah pucat. ”Ah, jangan bercanda, Chihoonie! Mana… mana… mana mungkin! Ah, yang benar saja?!”

   ”Eiiy, kenapa kau panik, Oppa?”

   ”YA! Sudah jangan bercanda! Haejin kenapa?”

   ”Onnie hamil!”

   ”Ah, yang benar?!”

   Dan Chihoon tertawa terbahak-bahak. ”Aniyo, aniyo…” girangnya. ”Kenapa kau panik, Oppa?”

   ”Siapa yang panik?!” kilah Donghae.

   ”Itu… kau sampai terbata-bata, ya ampun, ternyata ya kalian berdua ini… aku memang sudah curiga! Kalian terlalu sering tidur satu kamar!” ucapnya blak-blakkan tanpa jeda.

   ”Enak saja kau! Kami belum pernah, kok…”

   ”Belum pernah apa?”

   ”Hey, Setan Kecil! Sudah jangan menggangguku terus! Katakan cepat, Onnie-mu kenapa?!”

   Chihoon terkekeh, tapi tidak berniat mempermainkan Donghae lebih jauh. ”Onnie sedang menangis sekarang di dalam kamarnya, Oppa mau lihat? Nanti kuaktifkan video call supaya Oppa lihat! Tapi Onnie bajunya seksi… Oppa tak boleh lihat, ah!”

   ”Ya ampun! Apa yang terjadi?! Kenapa dia menangis?!” panik Donghae. ”Haejin kenapa? Sakit? Atau ada masalah?”

   ”Dia menangisimu, Oppa!”

   ”Apa salahku? Aku tidak berbuat apa-apa?! Ya Tuhan…” dan kini Donghae sudah mondar-mandir di dalam kamarnya. ”Chihoonie~ Haejin kenapaaa?” dan sekarang Donghae sudah ikut merengek.

   ”Aiyaaa~ kalian berdua ini sama saja! Banjir oh banjir, eh Oppa, di Korea kudengar banjir longsor, jangan kau tambahi lah.”

   ”Hei! Cepat katakan, Haejin kenapa‼!”

   Chihoon tergelak, dia malah kegirangan mengusili Donghae. ”Ne, nan mollayo, Oppa. Aku sudah tidur, tiba-tiba dia banting-banting barang, dan bonekanya semua dilempar-lempar. Begitu aku masuk ke kamarnya dia berguling-guling di lantai seperti ayam dilumuri tepung…”

   ”Ah, kau bercanda!”

   ”POPPA~” lengking Haejin dari kamarnya, dan Chihoon mengarahkan speaker ponselnya ke kamar Haejin. Kemudian bicara lagi. ”Nah, Oppa dengar sendiri, kan? Ah, naega micheosseo, jeongmal micheosseo…” Chihoon kini malah menyanyikan lagu Son Dambi.

   ”Ya Tuhan, dia kenapa?” lirih Donghae.

   ”Eis, molla! Yang jelas dia mengganggu tidurku, begitu kutanya dia cuma bilang neottaemunae neottaemunae…” dan sekarang dia malah menyanyikan lagu Afterschool. ”Makanya Oppa kau harus tanggung jawab!” dan telepon diputus begitu saja.

   Donghae berdecak. ”Tidak kakak, tidak adik sama-sama tidak sopan!” tapi kemudian dia sudah tidak bisa mengkhawatirkan ketidaksopanan Chihoon lagi, dan ganti memikirkan kekasihnya. Haejin tidak ada tanda-tanda marah, atau kesal sedikitpun padanya belakangan ini.

   Terkakhir kali mereka bertengkar kecil hanya karena Felidis dan SHINee sempat karaokean bareng setelah mengisi salah satu acara musik di stasiun televisi Jepang, dan Haejin mengupload foto mereka di neoraebang ke akun Twitternya. Kontan saja beberapa situs ramai membicarakan hubungannya dengan Minho!

   Memang sih di foto itu ada mereka berdelapan, lengkap! Tapi entah kenapa netizen menghubung-hubungkan semua itu! Padahal jelas mereka hanya karaoke bersama, tidak lebih! Sungut Donghae, tapi seperti biasa mereka tidak bertengkar serius, hanya sebentar dan sudah berbaikan lagi.

   Lagipula, hari ini Haejin pun masih mengabarinya sesekali. Jadi apa yang terjadi? Pikir Donghae cemas. Akhirnya dia beranjak ke meja kerjanya, dan membuka laptopnya, mau tak mau harus begini. Dikirimkannya pesan singkat melalui ponselnya ke nomor Haejin.

To : -Momma-

            Momma, webcam-an, sekarang!

Tak lama kemudian dia sudah berhasil menyambungkan dirinya ke akun Yahoo Messengernya, dan melihat kalau Haejin juga sudah online. Ditekannya fasilitas webcam, dan langsung diterima oleh Haejin.

   Betapa terkejutnya Donghae melihat wajah kekasihnya yang kusut dan kentara sekali habis menangis. Belum sempat Donghae bicara, Haejin sudah menangis tersedu-sedu lagi.

   ”Momma, kenapa?” tanya Donghae suara tercekat. ”Gwenchana?! Ada yang terjadi padamu?” tanyanya cemas. ”Kenapa kau menangis?”

   Haejin semakin tersedu-sedu dan menarik banyak tissu untuk kemudian diusapkannya di wajahnya, Donghae menatap kekasihnya itu bingung, karena Haejin tetap tidak bilang apa-apa.

   ”Kau kenapa?” tanyanya berulang kali sambil terus menatap layar laptopnya cemas.

   Akhirnya setelah Haejin bisa mengontrol isak tangis bombai-nya, Haejin berkata pelan-pelan. ”Neottaemunae.”

   ”Naega wae?”

   ”Na, bogoshiposoyo…” ujar Haejin lirih.

   Donghae tertegun, rasanya dia ingat! Dulu sekali, setahun yang lalu, ketika mereka baru pertama kali pacaran. Haejin juga pernah menangis tiba-tiba seperti ini di depannya. Dan ternyata itu karena dia minta dicium, tapi tidak bisa mengungkapkannya secara langsung, jadilah dia menangis!

   Ya Tuhan, jangan bilang Haejin mau dicium… Donghae mulai nyengir, tapi ditahannya karena wajah Haejin serius sekali. ”Kangen?” tanya Donghae pelan. Haejin mengangguk kecil, tanpa memandang layar.

   ”Seberapa kangen?” tanya Donghae penasaran.

   Haejin menatapnya sinis melalui webcam, ”Aku sudah seperti ini kau masih tanya seberapa kangen?!” desisnya.

   ”Ara, ara.” Donghae mengangguk. ”Mian. Aku juga kangen padamu…”

   Haejin menunduk lagi.

   ”Belum bisa pulang ya?” tanya Donghae pelan.

   Haejin menggeleng, dan mendongak. ”Kau juga, tidak bisa kesini?” tanyanya dengan tatapan memohon. Donghae ingin sekali ke Jepang saat ini juga, menghilangkan ekspresi sedih itu dari wajah Haejin.

   ”Maaf, tidak bisa.” Jawab Donghae lirih. ”Aku baru mau comeback.”

   Haejin mengangguk, menelan kekecewaannya. ”Ara, gwenchana, Poppa. Sebetulnya, aku menangis karena mendengar suaramu.”

   ”Suaraku?”

   ”Aku sudah download Mr Simple, dan full album-nya, jeongmal daebak!” isak Haejin. ”Hanya aku ingat, dulu ketika 4Jib keluar, aku ada di sampingmu terus. Dan sekarang momen ini tiba, tapi tidak ada disana… tidak bersamamu, itu… membuatku agak… kacau.” Kekehnya miris, sambil berurai air mata.

   Donghae jadi ikut sedih. ”Momma, jangan menangis.”

   ”Ye, mianhaeyo…” Haejin buru-buru mengusap air matanya. ”Jeongmal bogoshipo…” dan dia malah terisak lebih keras lagi, dan menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya.

   Donghae mengulurkan tangannya pada layar laptopnya, dan mengelus pelan layarnya yang menampakkan Haejin yang tersedu-sedu. Setidaknya, Donghae ingin berbuat sesuatu meski jauh, dia ingin menghapus air mata itu. Meski air matanya juga sudah meleleh.

   ”Jangan khawatir, Momma… perpisahan kita tak akan selamanya, kan?” Donghae berusaha kuat, dengan suara bergetar dia mencoba tersenyum. ”Kalau ada kesempatan, aku akan Jepang! Dan Momma juga kalau ada kesempatan pasti pulang kesini, kan? Tapi walaupun kesempatan itu tidak ada, perpisahan itu tak ada yang abadi, Momma Sayang. Kita pasti bertemu lagi.”

   Haejin mengangguk-angguk mencoba tersenyum.

   ”Saranghae.”

   Haejin mengangguk. ”Nado, nado saranghae, Poppa.”

   ”Cepatlah pulang, aku menunggu… ada hadiah untukmu, saat kau pulang nanti.”

   “Hadiah apa, Poppa?”

   Donghae tersenyum misterius. ”Pulanglah.”

*03.00 AM, JST, Tokyo*

Haejin mematikan laptopnya setelah puas berbincang-bincang dengan kekasihnya cukup lama. Melepas rindu, saling menatap wajah masing-masing setelah sudah terlalu mengantuk untuk bertukar cerita. Bahkan ketika mematikan sambungan webcam pun dilakukan Haejin dengan susah payah.

   Dia begitu merindukan kekasihnya itu, tapi dia harus kuat, dia harus profesional! Hal ini tidak berlangsung lama. Donghae menunggunya, ada hadiah yang menantinya di Seoul.

   Dia tidak begitu peduli soal hadiah, yang dia mau Donghae! Haejin berbaring terlentang lagi di atas karpet kamarnya, dan memeluk gulingnya sambil menyumpal telinganya dengan earphone, dan mencari lagi favoritnya. Lagu yang beberapa tahun lalu dinyanyikan oleh dua lovey dovey favoritnya, yang kini sudah berpisah Zac Efron dan Vanessa Hudgens.

   Take my hand

   I’ll take the lead, and everyturn will be safe with me

   Don’t be afraid, afraid to fall, you know I’ll catch you

   Trought it all

   And you can’t keep us apart (even a thousand miles, can’t keep us apart)

   Cause my heart is, wherever you are

   Haejin memejamkan matanya, ya dimana pun Donghae, dan dia yakin Donghae merasakan hal yang sama. Dimana pun mereka, walau jauh, hati mereka terus bersama.

END

Well, Gaje Allert?? Just feel like, I really miss him… his charm around me when 4Jib, but when 5Jib, I also felt like we are really really far away… well, this is the trouble when you’re totally into your fanfict ^^  well guys, do you love Mr Simple? Yes, of course… me too… and can’t wait for the MV, maybe I will be crazy like this too LOL…

Happy fasting everyone ^^

114 thoughts on “{JinHaeXy} Mr Simple, Come to Me, Right Now!!!

  1. eheemm jadi ikut penasaran hadiah bang onge apaan -,-
    keingetan khuntoria wgm, jgn2 mw nyulik haejin ke pantai gara2 udah bisa nyetir yaa?? hahaha😀
    tp ngenes jg liat haejin smpe menggelepar (?) gara2 kangen sama ikan nemo .
    wkwkwk xD
    chi epil+cuplas ceplos kaya kyu dahh .
    mpe blg haejin ga akan protes klw diperkosa sma donge wkwkwk xD
    well, emg sih~ #plak
    daebak as usual unnie~😀

  2. mian bru komen eon, bru bca ini..
    *peace (._.)v

    eh?
    fanfic effect?
    Hihi
    knp jauh eon sm si ikan?
    kan tiap hari diliatin di lepy..🙂

    hepy lebaran day😀

  3. Ihh haejin mah kalo lg kangen berat kaga kira2 heboh.a….
    mpe nangis bak banjir dn gempa dimana2…. kekekee…..
    seru seru…..

  4. Mommaaaaa~ sampe segitunya liat poppa comeback tapi pas dia di jepang..wkwk gabisa menyentuh kurang enak yah.. #plakk
    Kasian tidur chi jadi keganggu.. dan chi malah iseng ngusilin donghae.. hadeeeh adeknya kyuyun ini -_- itu kyo tidurnya ngapa geblek banget sampe ga bangun gtu yah udah ada suara macam gtu..wkwk😄
    Uhuukk~~ enakan nih yg udah webcam-an.. cieee😄

  5. tes

    Mommaaaaa~ sampe segitunya liat poppa comeback tapi pas dia di jepang..wkwk gabisa menyentuh kurang enak yah.. #plakk
    Kasian tidur chi jadi keganggu.. dan chi malah iseng ngusilin donghae.. hadeeeh adeknya kyuyun ini -_- itu kyo tidurnya ngapa geblek banget sampe ga bangun gtu yah udah ada suara macam gtu..wkwk😄
    Uhuukk~~ enakan nih yg udah webcam-an.. cieee😄

  6. woii dah ah ini WP -_-

    Mommaaaaa~ sampe segitunya liat poppa comeback tapi pas dia di jepang..wkwk gabisa menyentuh kurang enak yah.. #plakk
    Kasian tidur chi jadi keganggu.. dan chi malah iseng ngusilin donghae.. hadeeeh adeknya kyuyun ini -_- itu kyo tidurnya ngapa geblek banget sampe ga bangun gtu yah udah ada suara macam gtu..wkwk😄
    Uhuukk~~ enakan nih yg udah webcam-an.. cieee😄

  7. Mommaaaaa~ sampe segitunya liat poppa comeback tapi pas dia di jepang..wkwk gabisa menyentuh kurang enak yah.. #plakk
    Kasian tidur chi jadi keganggu.. dan chi malah iseng ngusilin donghae.. hadeeeh adeknya kyuyun ini -_- itu kyo tidurnya ngapa geblek banget sampe ga bangun gtu yah udah ada suara macam gtu..wkwk😄
    Uhuukk~~ enakan nih yg udah webcam-an..

  8. Huahaaahaaa ,, ketawaa guling” liat pengekspresian ikan koki yangg kangenn sama si nemoo .. *bikin envy .. Mauu punyaaa pacaalll kaia donghaee .. *huaaaaa nangis teu pararuguh :p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s