REPOST : {ChoChoiLee} Open Your Mind, and Hold Me!!!

DON’T LIKE DON’T READ, OPEN AND SEE!!

IF U WANNA REPOST THIS FF DON’T FORGET FOR THE CREDIT!

oh iya dimohonkan sambil medengarkan Mp3 ato Mp4 yang paling galau, paling asik, paling ajeb2 dr ponsel ato laptop ato apa dah yg bisa dipake denger musik nyambih baca ne ep2 abal2 *plak. kecuali jangan pake radio masjid ya XDXDXD

HAPPY READING LOPHPLY ^___^


“Beri tepuk tangan yang meriah untuk Felidis Haejin, Ririn dan Nara”, ucap Kang Hodong dengan teriakan khasnya dan segera membuat penonton bertepuk tangan dengan riuh juga bersiul nyaring.

Nara, Ririn dan Haejin hanya membungkuk sopan dan tersenyum simpul kearah kamera yang sedang menyorot kearah mereka, “Jangan lupa untuk tersenyum~”, ucap Haejin mengingatkan dengan mempertahankan senyuman lebarnya.  Nara dan Ririn ikut tersenyum lebar namun tetap membalas perkataan Haejin, “Arasseoyo~”.

“Penampilan selanjutnya adalah dari SECRET!”, ucap Jung Joori dengan semangat.  Nara, Ririn dan Haejin langsung beranjak ke sisi panggung dan naik ke tempat duduk yang sudah disediakan oleh pihak MBC.  Haejin langsung mengambil posisi duduk di samping para personil SHINee, sedangkan Ririn langsung berbincang dengan GDragon dan personil Big Bang lainnya. Mereka seolah-olah tidak memeperdulikan bahwa diseberang sana ada mata yang tak lepas memandang mereka. Siwon yang emosinya sudah diubun-ubun masih berusaha tenang. Donghae yang sudah semakin kesalpun masih berusaha bersikap profesional. Walau aura hitam telah menyelimuti KyuSiHae *sahhhhhhhhh

Nara yang hanya seorang siswi SMA biasa, masih merasa canggung saat berada di tengah kerumunan artis yang biasanya hanya ia lihat dari TV saja.  Jadi dia hanya menatap lurus kearah panggung, memperhatikan gerakan dance yang ditampilkan oleh Secret.  Namun matanya tak sengaja melirik kearah Kyuhyun yang ternyata sedang balas menatapnya dengan pandangan bengis dan penuh aura membunuh. Ri rin sesekali menyentuh rambut TOP saat mereka saling berbicara, Siwon masih mengepalkan tangannya. Leeteuk yang melihat ketiga dongsengnya seperti gunung berapi siap meletus berusaha waspada. Walau bagaimanapun dia tidak ingin terjadi hal yang buruk….

Nara hanya menyunggingkan bibirnya ke atas dengan penuh ekspresi mengejek dan tetap menatap Kyuhyun, sama sekali tak merasa takut.  “Cish~”, desis Nara sambil terkekeh sinis.

Haejin dia malahan benar-benar lebih acuh tak acuh dengan Donghae!!

(permisi kami dari author mau beli helm keselamatan dulu wukakakak)

“`

Kyuhyun  terlihat sangat geram tetapi masih mencoba menahan emosinya.  Beruntung ada Eunhyuk dan Ryeowook yang terus-terusan menenangkannya dengan mengelus bahunya sambil memberikan kata-kata hiburan, “Sabar, Kyuhyun-ah.  Mungkin niat awalnya itu…dia hanya ingin membantu Haejin yang kebingungan karena Chihoon dan Kyorin tak bisa datang”, ucap Eunhyuk dengan hati-hati, takut salah bicara(inner Wookie sm Eunhyuk mah sebenernya masih mikiri nasep mereka ntar mau tinggal dimana LOL)

Kyuhyun tak menjawab dan masih menatap kearah Nara yang kini sedang tertawa bebas denganUKiss Dongho.  Entah sejak kapan, Onew sudah berada di samping kekasihnya itu dan mengacak rambutnya dengan akrab.  Bahkan Onew sampai mencubit pipi Nara tanpa canggung, seperti mengisyaratkan bahwa mereka berdua sudah mengenal lama.

Sedangkan Heechul dan Yesung berusaha menghibur Siwon agar perhatiannya terahlikan dari Ri rin yang sepertinya begitu nyaman berbincang dengan anak-anak BigBang.

“Kyuhyun-ah…senyumlah!  Kamera menyorot kearah kita!”, ucap Leeteuk sambil menyenggol lengan Kyuhyun yang masih terlihat kesal.  Kyuhyun mencoba mengambil nafas dalam dalam dan menghembuskannya perlahan kemudian tersenyum kecil kearah kamera.  Sebuah senyum yang sangat dipaksakan, bahkan dia sendiripun menyadarinya.

Donghae terus menerus mengigit bibirnya, berusaha tidak membuka keran air matanya. Minho orang yang sudah dianggapnya bak adik sendiri sekarang sepertinya menusuk dia dari belakang! (uyeehh pake tusuk sate mas!*plak*). Saat kamera kembali menyorot gerakan dance Secret,Kyuhyun langsung melirik kearah Taecyeon yang duduk di bangku yang tepat berada satu tingkat dibawahnya.  Kyuhyun juga melihat kedua Hyungnya yaitu Siwon dan Donghae yang sama seperti dia menahan emosi dan berusaha bersikap sesantai mungkin.

Kyu melihat Taecyeon sedang menatap lurus kearah bangku tim merah.  Kyuhyun mengikuti arah pandangannya, bukan…Taecyeon bukan menatap Haejin yang notabene adalah mantan kekasihnya tapi dia menatap KEKASIHNYAKwan Nara.  Kyuhyun yakin akan hal itu, sangat yakin, karena posisi duduk Ririn, Haejin dan Nara sudah terpisah dengan jarak yang cukup jauh.  Dan Kyuhyun yakin bahwa arah pandangan Taecyeon itu tertuju pada Nara, bukan Haejin. Donghae juga tak habis pikir kenapa Haejin begitu teganya, dia berusaha menerka-nerka apa yang telah diperbuatnya hingga Haejin begitu. Siwon? Mungkin tak jauh beda dengan Donghae dan Kyuhyun. Ada apa yang diotak Ri rin! Itu yang sekarang menari-nari diatas kepalanya. Dia tidak menyangka kalau Ri rin benar-benar melakukan apa yang telah diucapkan padanya beberapa hari yang lalu.

Kyuhyun tahu bahwa kekasihnya itu sangat menyukai 2PM.  Terlebih lagi pada Taecyeon..

Donghae tahu kalau Choi Minho itu adalah PRIA IDEAL impian Haejin dan sekarang dia seperti akan kehilang Haejin untuk selamanya..

Siwon tahu kalau Ri rin begitu menyukai Bigbang, Superjunior adalah keluarganya dan Bigbang itu adalah idolanya itu yang selalu dikatakan Ri rin. Dia tahu betapa kagumnya kekasihnya itu pada sosok seorang TOP. Masalahnya sekarang TOP juga mengagumi Ri rin…

Hyung, dia lebih menyukaiku dibandingkan denganmu”, tiba-tiba Chansung menyenggol lengan Taecyeon sehingga menyadarkannya dari Kyuhyun.  Kyuhyun masih bisa menangkap pembicaraan mereka berdua karena jarak duduknya dengan group 2PM itu memang tak terlalu jauh.

Taecyeon terkekeh pelan, “Aku mencium pipinya”, ucapnya penuh rasa bangga hingga membuat Kyuhyun harus mengepalkan tangan dengan kencang sebelum tinjunya melayang ke wajah Taecyeon.  Chansung tertawa kecil, “Haejin bilang bahwa gadis itu adalah fans beratku.  Aku juga sudah pernah berfoto dengannya”, ucap Chansung sambil mengeluarkan handphonenya dan menunjukkan sebuah foto yang terpampang di layar handphone itu.

Fotonya  dengan Nara!

Ya Tuhan, bahkan Kyuhyun pun tak memiliki foto dirinya dan Nara yang sedang berfoto bersama.  Tidak satupun, bahkan dalam 2 tahun masa hubungan mereka.  Tapi sekarang?  Seorang pria yang tak memiliki status apapun dengan gadis itu malah memiliki foto yang seperti…menunjukkan kedekatan diantara keduanya?!

Aish!!”, Kyuhyun tak bisa menahan emosinya lagi.  Dia langsung beranjak berdiri dan meninggalkan studio.  Leeteuk langsung kelihatan kebingungan karena kepergian Kyuhyun yang tiba-tiba, namun ia segera sigap menyusul langkah maknaenya itu.”Kyuhyun-ah!  Kau mau kemana?!”

“WC”, ucap Kyuhyun dengan nada dingin hingga membuat Leeteuk agak merinding.  “Jangan ikuti aku”, tambahnya lagi sambil menatap Leeteuk dengan pandangan bengisnya.

Leeteuk hanya mengangguk patuh dan beranjak kembali ke gedung studio dengan langkah kaku.  “Ya Tuhan, aku kira akan dimangsa olehnya”, desis Leeteuk saat mengingat tatapan dingin dan bengis yang dipancarkan dari mata Kyuhyun barusan.  “Ya Tuhan, kenapa di dalam group ini mesti ada raja iblis sepertinya?!”( makanya oppa yassinan tabur bunga bakar sate #eh?/gedebug/)

~~~

Sementara itu, di dalam WC, Kyuhyun segera mengeluarkan handphonenya dan menekan beberapa angka yang membentuk sebuah kombinasi nomor yang sudah dihafalnya diluar kepala.  Selama nada sambung itu berbunyi, Kyuhyun memperhatikan keadaan di dalam WC, tak ada siapapun disini.  Langsung saja ia mengunci pintu utama WC, supaya tindakannya ini tak diketahui oleh siapapun.  “Babo, cepat angkat!”, desisnya pelan saat telefonnya tak kunjung diangkat oleh gadis itu.

Kyuhyun ingin menelfon Nara dan menanyakan apa maksud tujuannya melakukan semua hal yang tak masuk akal ini.  Ia ingin bertanya tentang semuanya!.  Ia ingin kejelasan dari semua ini!.  “Gadis tolol!  Cepat angka…”

Nomor yang anda tuju sedang sibuk.  Cobalah beberapa saat lagi’

“YA!”, Kyuhyun langsung melemparkan handphonenya itu ke tembok hingga kini semua bagiannya terpisah berantakan.  Dia langsung terkulai lemas dan menjambak rambutnya sendiri dengan penuh rasa frustasi, “Kau…ingin bermain-main denganku, ‘hah, Kwan Nara sayang?”

Tak lama kemudian, Kyuhyun segera mengeluarkan I-Phone’nya dan mencari satu nama kontak yang sudah tak asing baginya, “Song Chien?”

~~~

“Sampai jumpa di Dance Battle berikutnya!”, Kang Hodong dan Jung Joori tersenyum lebar selebar senyum matahari di Teletubies! XDXD sambil melambaikan tangan kearah kamera yang menyorot kearah mereka berdua.   Sementara itu, semua artis yang ikut berpartisipasi dalam acara itu hanya berdiri di belakang MC dan melambaikan tangannya sambil tersenyum lebar, seakan ikut bahagia karena acara itu berlangsung sukses.

“Yak, CUT!”, seru seorang staff dan  seluruh tim produksi lainnya langsung bertepuk tangan puas.  Para artist disitu langsung membungkuk sopan kepada artist dari group lainnya.  Begitupun juga Nara, Ririn dan Haejin yang membungkuk sopan ke tiap group yang ada disitu.

Sampai akhirnya tiba bagian mereka bertiga untuk membungkuk pada Super Junior, wajah Ririn dan Haejin langsung terlihat masam.  Sedangkan ekspresi wajah Nara masih terlihat datar saat bertatap mata dengan kekasihnya itu.

Donghae langsung waspada begitu acara berakhir, matanya yang memerah, dan wajahnya yang cemberut sudah membuat member lain, dan anggota-anggota grup lain enggan menyapanya. Dia sudah tidak menangis, tapi kini tangannya mengepal dan emosi sudah menguasai dirinya, kali ini tak ada air mata lagi yang menguasainya.

Setelah semua mulai bubar ke kamar ganti masing-masing, Donghae langsung mencari Haejin. Haejin harus diberi pelajaran sekarang juga, atau dia tidak akan jera! (sambilnyanyilaguagnesyangJERAjgnlupayaHae LOL) Hanya itu yang ada dalam pikiran Donghae, dia mencari kamar ganti Felidis, tapi begitu dibuka, isinya kosong, hanya ada barang-barang. Bahkan Ririn dan Nara juga tidak ada disana. Dimana dia? Pikiran Donghae sebetulnya ada pada satu tujuan, tapi dia berusaha menyangkalnya, dan tidak berani membayangkan gadisnya ada disana sama sekali!

~~~

Beberapa member Suju sempat berkumpul sebentar dan berdiskusi minus Kyuhyun, Siwon dan Donghae. Siwon dan Donghae sudah tak terlihat bagai kabut! *apaasehh /kick/ . Member Suju bingung juga kemana dua orang tadi yang sebelumnya masih bersama mereka. Mau tahu apa yang mereka bicarakan..tes tes cekidot *plak*

Leeteuk : yang jelas jangan di dorm 12!

Yang lain langsung menatap Leteuk

Ryeowook, Sungmin, Eunhyuk : Hyung masa harus lantai 11…

Perotes mereka.

Heechul : kalian mau 2 lantai jadi serpihan secara bersamaan *bayangiajatuhmukaevilheeculsok2ngancem! XDXD*..member yang tinggal di lantai 11 langsung mengkeret *joget*

Shindong : iya seh..hyungg tapi ga gtu juga kaleee *sokgaoelldeh*

Leeteuk : dari pada kita ngungsi atau cari apatement baru, lo2 pade mao geto duit gaji dikurangi buat apartement baru, pan sayang noh mending kite2 tabung buat modal kawin.

(yaellahh oppa emg ada yg mau gtu *plak* XD)

Yang laen angguk-angguk geleng-geleng tunduk-tunduk*etthhdahberasanyanyi LOL

Heechul : udah deal aja deh itu pasangan-pasangan bermasalah kita kumpuli jadi satu dilantai 11!! jadi kalo mao banjir kek, mao  perang kek, mau ada khobat 7 hari 7 malem biarin aja sono. Oke2..deallll

Member yang lain cuman bisa angguk setuju. Apalagi member yang tinggal di lantai 11 mereka cuman bisa pasrah lantai 11 dikorbankan! *lol*

Yesung : berarti member yang lantai 11 nungsi dong ya ke lantai 12..

Leeteuk : ehmmm..

Melihat gelagat yang tidak baik member yang tinggal dilantai 11 langsung menatap ganas Leeteuk dan Heechul

Heechul : iyaalahh masa iyadongg jamu aja digendong masa digelindingi?*lempar chul appa pake tomat! Dilempar balik ama petals pake duit! Oyeeeee wuakakak

Ya itulah tadi sekelumit rapat darurat Suju, intinya mereka menyediakan tempat kalau-kalau saja ketiga pasangan itu ingin berbicara heart to heart eyes to eyes delele XDXD

~~~

Ri rin bersandar pada dinding dekat pintu ganti ruang tunggu SuperJunior. Siwon keluar begitu saja melewatinya tak mengacuhkannya. Ri rin diam saja. Kemudian menelepon taksi untuk menjemputnya. Dia sempat mengecek account twitternya dan ternyata berita memang cepat sekali tersebar. Sekarang dia dan TOP menjadi perbincangan apalagi kali ini TOP benar-benar gila berani menunjukkan perutnya. Ada beberapa reaksi keras dari fans TOP tapi Ri rin tidak terlalu ambil pusing. Saat dia akan berjalan menuju pintu keluar Member BigBang mendekatinya. Ternyata mereka juga sudah melihat berita di internet, karena merasa khawatir akan keselamatan Ri rin, mereka menawarkan akan mengantarnya. Leeteuk yang mencari Ri rin mendekatinya.

“Rin-ah, kau pulang sama oppa saja,” Leeteuk mengajak Ri rin

“Tidak usah Oppa, aku sudah memanggil taksi kok,” Ri rin juga menolak ajakan oppanya

“Tapi ini sudah pukul 10 Rin,” Leeteuk mengingatkan

“Ri rin-ssi kalau kau menolak tawaran kami untuk mengantarmu, minimal kau pulanglah dengan oppamu,” TOP membuka suara, Ri rin cuman tersenyum.

“Kalian ini jangan khawatir, sudahlah, taksiku juga sudah datang kok,” Leeteuk dan member Bigbang saling berpandangan.

“Kalau begitu kami antar kau hingga masuk taksi,” kata Seungri.

“Oppa mengizinkanmu pulang sendirian, tapi ketika sampai langsung hubungi oppa, arrasoe!” warning Leeteuk dan Ri rin mengangguk. TOP langsung mengandeng tangan Ri rin, Ri rin kaget tapi mau bagaimana lagi sekarang dia sudah terseret ikut dengan langkah besar TOP yang mengenggam kuat tangannya.

Ri rin tidak tahu kalau ternyata Siwon masih ada disekitar situ. Celakanya saat itu Siwon hanya melihat Ri rin saja yang bergandengan tangan dengan TOP dan tidak melihat member BigBang lain yang berjalan dibelakang mereka!

(nahlo nahlo nahloo nangis kejer deh anak orang*plak*)

~~~

Nara langsung melewati Kyuhyun, tanpa mempedulikannya dan beranjak kearah Sungmin yang masih duduk di bangku, “Oppa!  Bagaimana penampilanku tadi?”, tanyanya dengan nada ceria dan sama sekali tak melirik kearah kekasihnya itu.  Sungmin tersenyum kecil dan mengelus rambut Nara, “Bagus.  Tak kusangka kau bisa menari seperti itu”.

Nara tersenyum lebar hingga eye smilenya terlihat jelas.  Dia langsung mengalihkan pandangannya kearah Eunhyuk, “Hyuk Oppa, boleh aku mendaftar menjadi dancer di SS3?  Mungkin saja aku bisa menjadi dancer di penampilan EunHae duet”, tanya Nara dengan penuh antusias.

Eunhyuk langsung tertawa menyeringai, “Bilang saja jika kau mau menyentuh abs’ku.  Keuraeyo?”, tanyanya dengan penuh percaya diri dan langsung dibalas dengan lemparan sepatu terbang dari tangan Nara kearahnya.  Eunhyuk yang tak sempat menghindar, hanya bisa menggerutu sebal.  “Ya Tuhan!  Kalian berdua ini latihan lempar sepatu dimana, sih?!  Kenapa bisa sangat tepat dan akurat seperti ini?”, gerutunya sambil melirik kearah Kyuhyun yang masih menatap lurus ke pintu masuk studio MBC, seakan menunggu kedatangan seseorang.

Nara hanya menggembungkan pipinya dengan raut wajah sebal saat mendengar ucapan Eunhyuk.  “Oppa, kurasa kadar kenarsisan yang ada dirimu bisa mengalahkan kadar kenarsisan milik Dongha…”

“Song Chien!”, seru Kyuhyun saat sosok seorang gadis berambut panjang itu muncul dari pintu masuk studio.  Kyuhyun melambaikan tangannya dengan semangat dan gadis itu juga balas melambai kearahnya, dia beranjak melangkah mendekati Kyuhyun dengan senyum anggunnya. “Bagaimana hasil pertandingannya?”, tanya gadis (yang biasa kita kenal dengan nama Song Chien) itu pada Kyuhyun.

Kyuhyun tersenyum angkuh, “Tentu saja kami menang.  Sayang sekali kau tak bisa ikut di pertandingan kali ini”.  Song Chien tersenyum manis, “Jadwalku padat.  Lagipula Nichkhun tidak datang kali ini, dia sibuk di Thailand.  Jadi, untuk apa aku kesini?”

Kyuhyun dan Song Chien langsung terlibat kedalam pembicaraan yang seru dan terkadang tertawa bersama.  Benar-benar terlihat dekat.  Sangat dekat, menurut Nara.  Karena selama 2 tahun menjalani hubungan bersama dengannya, Nara tak pernah melihat Kyuhyun tertawa seceria itu di hadapannya.  Dan kini dia melakukannya untuk gadis lain?

Ryeowook langsung menutupi mata Nara dengan tangannya, takut jika gadis itu melihat pemandangan yang tak seharusnya dilihat olehnya.  Ryeowook langsung mencoba mengalihkan pembicaraan,  “Ah~ Nara-ya, kau lapar?  Bagaimana jika kita makan di restoran atau akan kubuatkan masakan untukmu di dorm?  Jadi kali ini kau ikut saja bersama kam…”

Nara  melepaskan tangan Ryeowook dari matanya.  Dia menggeleng pelan dan tersenyum samar, “Aku tidak lapar, Oppa.  Lebih baik kau memasak untuk member lainnya.  Terutama untuk dia.  Tubuhnya makin terlihat kurus akhir-akhir ini.  Jadwalnya padat, bahkan hingga membuat kantung matanya terlihat menghitam”, ucap Nara dengan suara lirih dan melirik kearah Kyuhyun dan Song Chien yang masih berbicara seru.

Para member lainnya langsung terdiam saat mendengar ucapan gadis yang biasanya menjadi ratu iblis ini.   Nara menghembuskan nafasnya dengan pasrah dan bangkit dari bangkunya, “Kurasa…lebih baik aku pulang.  Besok aku harus sekolah”, ucapnya.

“Perlu kami antar?”, tawar Yesung.  Nara langsung menggeleng lunglai, “Aku…bisa melakukan semuanya sendiri.  Santai saja”, jawabnya sambil melambaikan tangannya dengan ringan.  “Aku biasa sendirian”, tambahnya.

Tapi Sungmin berkata pelan, “Mereka hanya sahabat.  Kau harus percaya padanya, Nara-ya”, ucapnya dan membuat Nara menghela nafas dalam-dalam.  Ia tak menatap para member dan malah menengadahkan kepalanya ke atas, seakan menahan air mata yang sudah menggenang di pelupuk matanya.  “Aku selalu percaya padanya, Oppa.  Tapi terkadang, semua rasa percaya itu berhenti di satu titik bernama keraguan.  Dan sekarang…aku ragu”, ucapnya pelan.

Nara menyadarkan pikirannya dan menjitak kepalanya sendiri, “Aigoo~ aish, pasti karena ini sudah malam, makanya aku bisa berpikiran gila seperti ini”, ucapnya sambil terkekeh pelan.  Member lainnya tak ikut tertawa, mereka menatap Nara dengan penuh rasa iba.  “Nara-ya…”

“Aiyaa~ sudahlah.  Tenang saja.  Aku bukan gadis bodoh yang menangis hanya karena hal sepele seperti ini”, ucap Nara sambil tersenyum lebar.  Ia membungkuk singkat kearah para member, sebagai salam perpisahan.  “Aku pulang dulu, Oppadeul. Lain kali mainlah ke rumahku, kita makan-makan dengan hadiah daging ini”, ucap Nara sambil menunjuk sekotak daging di tangannya, yang adalah hadiah dari Dance Battle tadi.

Sungmin, Ryeowook, Yesung dan Eunhyuk hanya mengangguk pelan.  Mereka melambaikan tangannya dengan masih sedikit khawatir, “Hati-hati saat naik bis, Nara-ya.  Ini sudah larut malam!”,pesan Ryeowook.  Nara mengangguk ringan, “Arasseo”.

Nara beranjak melangkah menuju pintu studio MBC, masih ada Kyuhyun dan Song Chien yang berbicara seru disana.  Nara harus menarik nafas beberapa kali sebelum ia memantapkan hati untuk melewati keduanya,  “Kwan Nara, ayolah…”, desisnya pada dirinya sendiri, seakan memberikan sugesti.

Akhirnya dia melangkah melewati Kyuhyun dan Song Chien yang masih berbincang dan seakan tak mempedulikan kehadirannya.  Nara menggigit bibir bawahnya, mencoba menahan tangis.  Selama ini dia memang tak peduli dengan semua skandal yang menerjang Kyuhyun,tapi kali ini…saat melihat isu skandal itu terjadi di depan matanya, entahlah…itu terlalu menyakitkan.

“Nara-ya!”, panggilan dengan suara berat itu langsung menghentikan langkah Nara dan membuatnya menoleh ke belakang.  Ternyata Chansung dan Wooyoung yang memanggilnya, “Ah,choneun?”, tanya Nara sambil menunjuk dirinya sendiri, masih ragu jika dirinyalah yang dipanggil oleh mereka berdua.

Chansung dan Wooyoung mengangguk dan beranjak menghampirinya, “Kau…mau pulang bersama kami?”, tanya Chansung hingga membuat Nara membelalak lebar.  “Hee?”.

Wooyoung segera menambahkan, “Sebenarnya, kami naik minibus milik JYP dan jatah kursi untuk Haejin itu kosong karena ada sedikit masalah.  Dia menghilang entah kemana”, jelasnya dan membuat Nara segera berpikir bahwa Onnienya itu sedang bertengkar dengan Donghae di suatu tempat. Ah, ya~ itu pasti.

“Kami minta bantuanmu.  Kau pura-puralah menjadi Haejin dan masuk ke dalam bus JYP.  Karena kami takut wartawan akan mengira hal yang bukan-bukan jika mereka tahu bahwa Haejin menghilang entah kemana”, jelas Chansung.  Nara menggumam paham, “Ahh~ arasseo.  Jadi sekarang aku harus…”

Tanpa basa-basi, Chansung langsung menarik tangan Nara untuk kembali masuk ke studio MBC dan melewati Kyuhyun dan Song Chien yang masih berada di tempatnya semula, “Aku harus menjelaskannya kepada member lain dulu, supaya mereka mengerti”, ucap Chansung.  Nara menganga lebar, “Heee?!  2PM?!!  Andwae~!!  Jangan bawa aku kesana!! Jebal, Chansung Oppa~!!”

Nara hanya takut jika nanti dia mimisan dan pingsan jika sudah bertatap muka dengan tiap member dari group yang sangat ia kagumi itu.

~~~

Ditempat lainnya….

Ternyata firasat Donghae terlalu kuat, kalau Haejin sedang ada disana, dalam pelukan adik kesayangannya, kedua wajah mereka mendekat seperti tadi. Donghae menggelengkan kepalanya kuat-kuat tidak berani membayangkannya! Donghae langsung berlari menuju ruang ganti SHINee, awalnya dia hendak mengetuk pintunya, tapi begitu terdengar suara tawa bening yang sangat antusias dari dalam, sekaligus suara tersebut sudah sangat dikenalnya, amarahnya yang sudah sampai di ubun-ubun meledak.

Disentaknya pintu kamar ganti SHINee hingga terbuka, dan dilihatnya enam orang di dalamnya membeku. Onew yang di dekat pintu berusaha tetap ramah, dan membungkuk kepada Donghae, Taemin dan Jonghyun saling pandang, Key geleng-geleng mengangkat bahu pada Onew.

Tapi Donghae tidak memperhatikan itu semua, dia menatap lurus ke sofa, dimana Minho dan Haejin sedang duduk dan tercengang menatapnya. Persis, seperti orang tertangkap berselingkuh! Dan itu semakin membuat Donghae mau meledak, dia menatap Haejin dan Minho satu persatu, wajah Minho tegang, Haejin juga.

Kemudian Donghae maju dan menyentak Haejin dengan satu tangan, Haejin nyaris terjungkal, tapi dia berhasil mencari keseimbangan. ”Ya! Apa yang kau lakukan?!”

”Hyung…” Taemin agak cemas melihat cara Donghae mencengkram Haejin, karena wajahnya memerah menahan sakit.

Donghae tidak peduli dia artis, atau apa, diseretnya Haejin dengan tenaga yang sama sekali tidak pernah dibayangkan bahkan oleh dirinya sendiri, bisa dikeluarkannya. Haejin di seret melewati banyak kamar ganti, yang untungnya sepi. Hanya beberapa orang yang melihat, persetan dengan semua itu! Pikir Donghae.

Dan persetan juga dengan Haejin yang terus berteriak dan meronta minta dilepaskan, Donghae terus membawanya. Menuruni tangga darurat, hingga Haejin terjatuh pun, Donghae tidak peduli, dia terus menarik Haejin hingga mereka tiba di lahan parkir gedung MBC, yang tidak terlalu ramai, karena disitu khusus tempat parkir para petinggi.

Donghae menghempaskan tubuh Haejin ke sebuah mobil, hingga Haejin terbentur, dan meringis. ”Apa yang kau lakukan, sih?!” teriak Haejin sambil memegangi tangannya yang sakit dicengkram Donghae tadi.

”Kau bertanya apa yang aku lakukan?! Harusnya aku yang bertanya apa yang kau lakukan?!” balas Donghae.

”Apa yang kulakukan?!” Haejin menegakkan dirinya sambil memegangi tangannya. ”Apa ada yang salah dari yang aku lakukan?!”

”Kau tidak sadar apa yang kau lakukan?! Apa itu tadi?! CHOI MINHO!”

”Aku hanya menari dengannya!”

”Menari?! Yang kau sebut dengan menari itu seperti… seperti…” Donghae hampir kehilangan kata-kata.

”Wae?! Yang kulakukan persis sama dengan apa yang kau lakukan!”

Donghae menahan napas kemudian menendang tong sampah di dekat situ, sama sekali tidak ada gurat kesakitan, padahal bunyinya nyaring. ”Kau balas dendam Lee Haejin!” desis Donghae.

”Kau tahu aku bukan wanita sembarangan, kan?” balas Haejin mendesis.

Donghae menatapnya tajam, kemudian mendengus. ”Tapi kau seperti tadi, menunjukkan bahwa kau wanita sembarangan!”

Haejin terperangah, Lee Donghae mengeluarkan kata-kata tersebut padanya?! Seumur hidup tak ada satu orang pun yang pernah mengatainya begitu, tangan Haejin melayang dan menampar wajah Donghae.

”Kenapa kau mau dengan wanita sembarangan kalau begitu?!” balas Haejin, entah kenapa kali ini air matanya tidak keluar.

Keduanya benar-benar diliputi amarah besar, baik Donghae maupun Haejin, tidak ada yang bisa mengontrol emosinya pada saat ini. Biasanya jika bertengkar, Haejinlah yang cenderung meledak-ledak, dan Donghae akan kalem dan akhirnya keduanya berdamai.

Tapi tidak kali ini. Donghae sudah benar-benar tidak bisa menolerir Haejin, dan Haejin tetap tidak mau mengalah!

”Choi Minho… DIA CHOI MINHO, HAEJIN-AH!” meledak Donghae sambil mendorong Haejin hingga punggungnya menabrak tiang listrik. Haejin mengernyit, tapi tetap tidak gentar. ”Dia… adikku!”

Dia… tipe idealku!” desis Haejin.

Makin marahlah Donghae, dia memukul tiang tersebut hingga berbunyi, dan mendekatkan wajahnya tepat pada wajah Haejin, menatap Haejin tajam, dan Haejin balas menatapnya tajam.

”Harusnya…” bisik Haejin, napasnya bisa terasa di permukaan kulit Donghae. ”Kalau kau mau rasional! Kau bisa berpikir, Lee Donghae, kenapa aku melakukan semua itu!”

”Apa?! Karena apa?! Karena aku tidak tampan?! Aku tidak tinggi?! Aku tidak atletis seperti Choi Minho! Pria sempurna yang selalu kau harapkan hadir dalam mimpimu, begitu?!” sembur Donghae.

”BUKAN ITU!” teriak Haejin.

”LALU APA?! KAU GILA YA?! DI DEPAN SEMUA ORANG, KAU MERABA PERUT ADIKKU SENDIRI?!” meledaklah hal yang ingin disampaikan Donghae dari tadi. ”KALAU DIA ITU DANCER, AKU TIDAK APA-APA, TAPI INI DIA CHOI MINHO, LEE HAEJIN!”

”Donghae-ya!” teriak beberapa orang.

Tiba-tiba saja, Leeteuk, Heechul, dan Shindong sudah muncul, lalu menarik Donghae dan Haejin.

”LEPASKAN AKU HYUNG!” teriak Donghae membabi buta. ”GADIS INI HARUS DIBERI PELAJARAN!”

”Mwo?! KAU YANG HARUS DIBERI PELAJARAN!” teriak Haejin.

”Terserah deh! Yang jelas aku tidak mau Super Junior namanya hancur karena kalian! Cepat masuk ke dalam mobil! Atau aku yang akan berbuat kasar!” ancam Leeteuk, dia dan Heechul mendorong Donghae masuk ke dalam van, sementara Shindong mendorong Haejin masuk ke dalam van.

”Selesaikan di dorm! Kami tidak akan mengganggu! Tapi tolong tau tempat!” kata Leeteuk tegas.

Donghae berusaha mengatur napasnya dan Haejin cemberut di kursi tengah, Donghae memandangnya, karena dia duduk di kursi belakang, di apit oleh Heechul dan Leeteuk.

Atmosfer di dalam mobil benar-benar tidak mengenakkan, apalagi  begitu mobil sudah berbelok ke dalam apartemen, dan Leeteuk memang sengaja menyuruh supir untuk masuk ke basement, karena akan gawat bila ada netizen dan paparazzi yang melihat Super Junior Lee Donghae menyeret Felidis Lee Haejin ke dalam dorm Super Junior.

Apa yang akan ada di benak masyarakat nanti? Setelah mobil benar-benar berhenti, Shindong dan Haejin di bangku tengah turun terlebih dahulu, kemudian barulah Heechul, Leeteuk, dan Donghae.

~~~

Kyuhyun melirik Chansung yang sedang menggenggam dan menarik tangan Nara itu dari ujung matanya.  Dia mencoba mengatur emosinya dan menghela nafas dalam-dalam, “Menggenggam tangan pria lain, huh?”, desis Kyuhyun dengan suara lirih saat sosok Nara, Chansung dan Wooyoung telah berjalan menjauh darinya.

Song Chien hanya mengikuti arah pandangan Kyuhyun dan mengangguk paham, “Ahh~ aku tahu”, ucapnya dengan nada ringan.  Kyuhyun langsung menatapnya dengan pandangan sinis, “Mwo?  Apa yang kau ketahui?”

“Gadis itu…kekasihmu”, jawab Song Chien singkat dan tersenyum kecil.  Kyuhyun mendengus kesal, “Kekasih yang tak tahu diri.  Gadis Iblis yang tak akan pernah merasakan cemburu sedikitpun”, ucapnya singkat.

Song Chien menggeleng pelan, “Ayolah, kau tak melihat ekspresinya saat dia berjalan melewati kita, Gui Xian.  Gadis itu menggigit bibir bawahnya.  Dan bagi seorang wanita, dia hanya melakukan hal itu jika dia sedang cemburu”, jelasnya.  Kyuhyun masih mendesah bingung, “Dia…tak akan pernah cemburu”.

Song Chien mendengus kecil, “Aish~ memang susah bicara dengan pria kepala batu sepertimu. Selalu berasumsi sendiri.  Memang keputusan yang benar jika aku memilih Nichkhun sebagai pasanganku”, ucapnya sambil mengikat rambutnya menjadi kuncir kuda dan membuat Kyuhyun terkekeh pelan.  “Mianhaeyo, Victoria-ssi.  Aku sama sekali tak berminat dengan gadis yang lebih tua”, goda Kyuhyun dan membuat Song Chien agak manyun dan membalas, “Arayo.  Kau memang pedofil”.

Namun baru saja  Kyuhyun ingin membalas ucapannya, tiba-tiba group 2PM sudah melangkah melewati mereka dan beranjak keluar dari studio MBC.  Diantara mereka sudah ada seorang gadis yang berjalan diapit oleh Taecyeon dan Chansung.  Kyuhyun tahu bahwa gadis itu bukan Haejin, tubuhnya terlalu tinggi untuk ukuran Haejin.  “Itu…”

“Masih berniat untuk berdiri disini dan melihatnya pergi begitu saja, Zhao Gui Xian?”, ucap Song Chien dengan nada yang mengejek hebat.  Kyuhyun mendecak kesal dan langsung menengadahkan tangannya kearah gadis dihadapannya ini, “Aku pinjam kunci mobilmu”.

“Heeeh?!  Lalu bagaimana caraku pulang?!”, tanya Song Chien heran.  Kyuhyun tak menjawab dan segera meraih kunci mobil milik Song Chien yang daritadi sedang digenggam olehnya, “Kau pulanglah dengan Hyungdeul”, ucapnya ringan dan segera keluar dari studio MBC, meninggalkan Song Chien yang menggeleng heran.

Aigoo~ bagaimana bisa gadis itu bertahan dengan pria keras kepala seperti Gui Xian?”

~~~

Siwon masih berdiri didekat mobilnya meninggalkan duluan member yang lain. Untung hari ini dia membawa mobil sendiri. Dia berusaha menjernihan pikirannya. Niat tadinya ingin mengantar Ri rin pulang tapi apa yang terjadi! Ri rin berjalan bergandengan tangan didepan matanya!

Apa dia itu tidak ingat! Tidak sadar kalau sudah mempunya kekasih. Siwon mengumpat-umpat.

Hingga ada sms masuk kedalam ponselnya.

~~~

Begitu turun, Donghae lagi-lagi menyeret Haejin dengan kasar, sehingga bahkan Heechul mau marah! Tapi Haejin tidak gentar, entah apa yang terjadi diantara mereka berdua, tak ada air mata, tapi bahkan Leeteuk, Heechul, dan Shindong tahu bahwa amarah keduanya sudah sangat besar!

”Kejar! Aku tidak mau terjadi sesuatu pada mereka berdua…” ajak Heechul, Leeteuk mengangguk setuju, dia dan Shindong kemudian berlari mengikuti Heechul.

Sementara Donghae sudah menyeret Haejin masuk ke dalam lift, seperti tadi Donghae menyentaknya, dan langsung menekan tombol 12, sementara Haejin sedikit meringis memegangi tangannya. Begitu pintu lift terbuka, Donghae menarik Haejin lagi menyusuri koridor, dan masuk ke dalam dorm, setelah pintu terbuka, Donghae menyentak Haejin lagi untuk masuk ke dalam, Haejin mendesis dan melempar sepatunya begitu saja, tanpa memakai sandal rumah, langsung masuk ke dalam.

”Jelaskan padaku sekarang!” kata Donghae lagi. ”Apa maksudmu melakukan itu semua?!”

”Aku hanya mengajak Ririn dan Nara! Kemudian melakukan couple dance…” tekannya dengan mata melotot kepada Donghae, Donghae menyipit menatapnya. ”Kau kira hanya kau yang bisa melakukannya, hah?!” tanya Haejin sambil menyilangkan kakinya, dan memandang Donghae yang berdiri menatapnya.

”Kau balas dendam!” kata Donghae berapi-api.

”Bagus! Akhirnya kau bisa berpikir dengan baik, ya… aku balas dendam, Lee Donghae!”

”Apa yang kulakukan lagi, sih?!” teriak Donghae frustasi. ”Aku selalu salah di matamu! Aku tidak boleh begini, aku tidak boleh begitu… dekat dengan gadis ini, kau marah! Digosipkan dengan gadis ini kau marah! Tapi kau juga sama, kau harus berkaca pada dirimu sendiri Lee Haejin!”

”AKU SEPERTI ITU KARENA KAU!” ledak Haejin. ”KAU TIDAK BISA BERPIKIR KAH KENAPA AKU MELAKUKANNYA?!”

”APA HARUS DENGAN CARA INI HAH?!” Donghae meraih vas bunga dan membantingnya ke lantai. Bunyi pecahan kaca, dan pecahannya yang berhamburan kemana-mana membuat Haejin terkesiap.

Selama kenal dengan Donghae, Haejin sama sekali tidak pernah membayangkan pria tampan yang lembut ini akan berlaku brutal seperti ini. Donghae menatap Haejin tajam lagi.

”Kau mau aku jadi kuat? Aku bisa kuat seperti Minho!” dia meraih bingkai foto besar dan mematahkannya jadi dua saking marahnya, tangan Donghae bahkan berdarah. Haejin makin terkesiap, dan mundur ke belakang.

Donghae mendekatinya dan memandangnya semakin tajam. ”Apa lagi?” dan dia meraih gelas dan memecahkannya, semua barang-barang pecah belah yang ada di dekat Donghae pecah berhamburan.

Haejin sudah terpojok ketakutan di pojok ruangan.

”Kenapa kau tidak pernah mau mengerti, Lee Haejin?! AKU BENCI CHOI MINHO!” teriak Donghae sambil melemparkan vas bunganya tepat di atas Haejin, nyaris kena kepalanya.

Haejin terperangah, dan merosot lemas, air matanya yang dari tadi ditahan, akhirnya meleleh dia gemetar ketakutan, rambutnya basah terkena air di dalam vas bunga, dan terkena serpihan pecahan bunga!

”Kau tahu…” kata Donghae pelan. ”Aku lebih memilih kau kembali pada Ok Taecyeon daripada harus pada saudaraku sendiri!”

Pintu menjeblak terbuka.

”LEE DONGHAE!” teriak Leeteuk. ”Kau keterlaluan! Aku tahu kau marah! Tapi ini namanya penyiksaan!” dia kemudian berlari menghampiri Haejin yang shock meringkuk di pojok, napasnya tak beratur.

Bibir Haejin sudah putih, dia memeluk tubuhnya, dan gemetar ketakutan dengan tubuh berlumuran air, patahan bunga, dan serpihan beling, Leeteuk menepuk-nepuk pipi Haejin. ”Haejin-ah… Haejin-ah… gwenchana?” Haejin hanya diam, air matanya terus turun, dia gemetaran.

”Kuantar kau pulang…” Leeteuk membantu Haejin berdiri, tapi begitu Haejin mencoba berdiri, Haejin terjatuh.

”Aah…” Haejin gemetaran memegang tangannya sendiri, Shindong dan Heechul saling pandang panik. Donghae masih menatap ke arah lain, tidak peduli darah yang menetes dari kedua tangannya, dan trauma yang dialami kekasihnya.

Leeteuk memapah Haejin, sambil melirik Donghae. ”Kau akan jadi urusanku setelah ini!” baru sampai di depan pintu dorm, tubuh Haejin sudah melemas, dan hilang kesadaran.

”Haejin-ah! Haejin-ah, Haejin-ah… ireona! Ireona!” panik Leeteuk sambil langsung menahan tubuh Haejin, ditepuknya pipi Haejin. Shindong dan Heechul berlari ke luar, dan shock mendapati Haejin pingsan. Akhirnya Leeteuk mengantar Haejin pulang ke dorm.

Donghae duduk di sofa, masih seperti orang linglung, dia masih menatap kosong, sampai Heechul menepuk bahunya.

”Donghae-ya… itu tadi keterlaluan…” katanya pelan. ”Aku tahu kau marah pada Haejin…” lanjut Heechul pelan. ”Tapi kau lihat dia sampai terguncang begitu? Itu namanya kekerasan, Donghae-ya, kalau dia menuntutmu, kau bisa kena masalah…”

Donghae menarik napas pelan, meski matanya masih kosong.

”Dan aku tahu kau marah… tapi coba kau pikirkan masak-masak, kalau terjadi sesuatu pada Haejin diluar kesadaranmu. Seandainya Haejin, terluka, atau… atau…” Heechul berhenti. ”Aku tahu kau sangat sayang padanya, kan? Bagaimana nanti kau menghadapi rasa marah pada dirimu sendiri, kalau ternyata yang menyebabkan gadismu menderita ternyata dirimu sendiri?”

Akhirnya air mata Donghae turun perlahan, dan Heechul memeluknya. ”Aku tidak suka… aku tidak suka… aku takut, dia akan memilih Minho daripada aku! Kalau Taecyeon tidak masalah! Aku percaya dia tidak akan… mengambil Haejin lagi, tapi kalau Minho! Dia tipe ideal Haejin, Hyung… aku jauh sekali dari Minho di matanya…”

Heechul menepuk-nepuk bahu Donghae. ”Sampaikanlah baik-baik padanya, dan kurasa Haejin pun punya alasan, kenapa dia melakukan itu semua…” Donghae mengangguk.

”Bagaimana kalau gara-gara ini dia malah akan meninggalkanmu, Hae?” tanya Shindong.

Donghae pucat, langsung berdiri dan berlari keluar, dia berpapasan dengan Leeteuk yang sudah kembali. ”Hyung! Bagaimana keadaannya?!” tanya Donghae panik, dan berlinangan air mata.

”Oh sudah sadar kau…” Leeteuk menghela napas. ”Dia memanggil namamu terus tuh… sana kedorm Felidis!” baru Donghae hendak pergi, Leeteuk menahan tangannya lagi. ”Jangan pernah bertindak seperti tadi lagi ya… atau aku yang akan menghajarmu!”

”Ne, Hyung!”

Setelah Donghae pergi, Leeteuk menghela napas. ”Dan sekarang aku harus merapikan dorm.”

~~~

Kyuhyun langsung masuk ke dalam mobil sedan milik Song Chien yang terparkir di tempat yang strategis, karena tak banyak wartawan yang berdiam di tempatnya berada sekarang.  Jadi dia tak perlu khawatir jika ada media yang memberitakannya karena dia menaiki mobil milik gadis yang sedang banyak diperbincangkan dengannya itu.

Dia masih yakin bahwa gadis yang berjalan bersama 2PM itu bukan Lee Haejin.  Dia adalah gadis lain.  Biarpun dandanannya mirip dengan style Haejin, tapi…Kyuhyun tahu bahwa itu bukan Haejin.  Dan entah kenapa, Kyuhyun merasa bahwa gadis itu adalah Nara.

Kyuhyun langsung memasangkan sabuk pengaman dan melirik kearah minibus milik JYP yang sedang dikelilingi oleh para wartawan yang seakan masih penasaran dengan status Haejin-Minho dan Taecyeon-Nara saat dance battle tadi.  Ia hanya bisa terkekeh pelan, “Taecyeon-Nara?  Cish~”, ucap Kyuhyun sambil mendengus kesal.   “Kyuhyun-Victoria?”, lanjutnya lagi.

“Tak adakah kabar yang bisa memuat nama Kyuhyun-Nara?”.

~~~

~~~~

Nara  menengokkan kepalanya ke kiri dan kanan, “Okay, aman”, desisnya pelan saat memastikan bahwa tak ada wartawan di tempatnya berada sekarang.

Ya, Nara sedang berada di pintu belakang dari gedung MBC.  Dia menolak permintaan para member 2PM yang memintanya untuk menggantikan Haejin dan mengusulkan untuk menggantikannya dengan salah satu staff MBC yang wajahnya agak mirip dengan Haejin.  Untung saja para member 2PM lainnya setuju, dan tak merasa tersinggung dengan penolakannya.

Bukan apa-apa, namun Nara hanya terlalu lelah dengan semua hal ini.  Dia merasa lelah setelah seharian harus tersenyum lebar di depan kamera, menarikan sexy dance dan juga melihat kedekatan kedua orang itu tepat di depan matanya.  Sungguh, mungkin akan lebih baik jika dari awal Nara tak mengiyakan ajakan Haejin dan memilih untuk diam di rumah, menonton semuanya dari layar TV.   Jika dia menonton dari TV, dia tak perlu merasa lelah, dia tak perlu merasa kesal, dan ia juga tak perlu merasa…cemburu.

“Cho Kyuhyun sialan!”, ucap Nara sambil menendang sebuah kaleng minuman yang tergeletak di pinggir jalan hingga menimbulkan suara bising di daerah yang sunyi itu.  Nara hanya bisa mendesah pelan sambil menengadahkan kepalanya ke langit luas.

Malam ini, langit terlihat sangat bersih dan bintang bintang terlihat sangat jelas bertabur di langit hitam pekat itu.  “Bintang, bisakah kau membuat Cho Kyuhyun menyadari bahwa aku sangat mencintainya?”

“Bisakah kau membuatnya sadar bahwa aku melakukan semua ini untuknya?  Hanya untuk membuatnya sedikit cemburu…”

“Bisakah kau membuatnya sedikit mengerti bahwa aku merasa cemburu setiap saat dia tertawa ceria seperti itu dihadapan gadis lain?”

“Bisakah kau membuatnya paham bahwa dia tak setampan yang kelihatannya? Jadi buatlah dia berhenti menebar pesona pada gadis-gadis disekelilingnya!”

“Buatlah dia tahu semua perasaanku…”

~~~

Kyuhyun menghentikan mobilnya di depan gedung JYP.  Para member 2PM dan gadis itu turun satu persatu dari minibus.  Junho menepuk-nepuk bahu gadis itu, seakan berterima kasih dan gadis itu hanya mengangguk singkat dan membuka tudung jaket juga maskernya.

Namun Kyuhyun langsung menganga tak percaya saat dia melihat gadis yang menaiki bus JYP itu bukanlah Haejin ataupun Nara.  Gadis itu memang mirip dengan Haejin, tapi kenyataannya adalah bukan.

“Hee?!!  Lalu dimana dia berada sekarang?!!”.

Kyuhyun langsung mengambil handphonenya dari dalam saku dan memencet nomor handphone Nara, tapi handphonenya masih tidak aktif!.  “Aish!  Kau dimana?!  Ini sudah larut malam, Kwan Nara sayang!”, ucapnya saat melihat jam digital yang terpampang di dashboard mobil, pukul 01.20AM.

Kyuhyun memutarkan setir mobilnya kearah berlawanan dan hanya memikirkan satu tujuan, “Pasti dia disitu…”

~~~

*Dorm Felidis*

”Onnie gemetaran di kamar mandi, Oppa…” cicit Chihoon lirih. ”Kami tidak tahu kenapa.”

”Tadi dia dibawa Leeteuk Oppa masih dalam keadaan pingsan, tapi sekarang setelah sadar, dia terus gemetaran di bawah shower, tidak mau keluar… tolong Oppa, hanya kau yang bisa…” ratap Kyorin panik.

Donghae langsung masuk ke dalam kamar Haejin. Terdengar suara guyuran air di dalam kamar mandi, dan pintu kamar mandi yang terbuka, Donghae langsung melihat ke dalam. Haejin sedang duduk di bawah shower, masih dengan baju yang tadi dipakainya, dan dia menangis tersedu-sedu, gemetaran, dan menunduk. Bahunya berguncang.

Donghae masuk ke dalam, dan membuka kotak shower-nya pelan, lalu berjongkok di hadapan Haejin. ”Haejin-ah…” panggilnya pelan, dan takut. Haejin mendongak, dan langsung refleks mundur ke belakang. Haejin ketakutan, Donghae menatapnya sedih, begitu juga Haejin.

Donghae menutup pintu kotak shower berbentuk bulat tersebut, dan ikut duduk bersila di hadapan Haejin. Haejin masih terisak-isak ketakutan, hingga akhirnya Donghae bicara. ”Aku marah karena cemburu… aku tidak suka gadisku sendiri seperti itu…” katanya pelan. ”Aku benci melihatmu menyentuh Minho seperti itu di hadapan semua orang, padahal aku pun menarikan dan menyanyikan lagu yang sama, tapi kau pacarku dan kau tidak pernah melakukannya denganku…”

Haejin diam, dan terus menunduk sambil menangis.

”Belum lagi Choi Minho, kau menyukainya jauuuh lebih dulu dibandingkan kau suka padaku…” dan diluar kemauannya sendiri, air matanya tumpah. ”Aku sering ragu, kau memang menerima cintaku, tapi dalam setiap kesempatan jika ditanya, siapa tipe idealmu, kau selalu menjawab Choi Minho, tidak pernah ada nama Lee Donghae dari mulutmu…”

”Aku memang egois, memintamu tidak melakukan itu semua, padahal aku melakukannya juga… aku sadar, dan bisakah kau jelaskan kenapa kau melakukannya, Haejin-ah?”

Haejin menjawab pelan setelah beberapa saat. ”Aku benci melihatmu dibelai wanita lain…” matanya memandang nyalang ke dinding kamar mandi, tidak menatap Donghae. ”Aku benci lagu itu! Setiap kali aku mendengar lagu itu, yang kuingat hanyalah dia yang menyentuh perutmu, di depan semua orang.” Kemudian Haejin mengisak lagi. ”Lalu kau takut aku meninggalkanmu? Aku jauh lebih takut kau yang meninggalkanku… hatimu cepat berubah di televisi, dalam satu kesempatan kau seperti sangat menyukai Sunye Onnie, kakakku sendiri! Sama seperti Minho, adikmu sendiri! Lalu Hara, temanku… aku bisa menolerir itu semua, pada akhirnya…” Haejin terisak. ”Tapi kau sebentar lagi akan ke Cina kan, Hae? Aku takut sekali… aku tidak mau jauh-jauh, dan akhirnya… akhirnya, kau akan main drama dengan Ariel Lin Jie Jie, kan? Kalau soal dia, aku tidak bisa diam lagi…” Haejin menutup wajahnya dan mengisak keras disana.

”Jujur, setelah kita pacaran, aku mencari tahu tentangmu, tentang semua yang kau lakukan di Cina dan Taiwan! Aku takuuuuut… karena aku tak mau kau meninggalkanku, aku melakukan itu… agar kau tahu, aku bisa sepertimu!”

Donghae mengusap air matanya, dan meraih Haejin dalam pelukannya. ”Arasseo, arasseo…” diusapnya punggung Haejin, sambil keduanya terus diguyur air hangat dari shower.

”Untuk sekali saja, aku mau mengurungmu, jangan pergi! Jangan pergi! Tetap disini! Kau milikku, dan bukan milik orang lain!” isak Haejin dalam pelukan Donghae. ”Tapi jelas tidak mungkin, karena aku juga merasakan hal yang sama, kita sama-sama idol, yang sayang pada kita banyak, kan? ELF dan Flyers…”

Donghae mengangguk. ”Gomawo sudah mau mengerti aku sejauh itu…”

”Mianhae, kalau itu menyakitimu… dimulutku mungkin Choi Minho, tapi di hatiku tetap Lee Donghae, percayalah…” Haejin menatap Donghae serius.

Donghae balas menatapnya dan tersenyum, ”Aku percaya, aku akan percaya padamu… maka percayalah padaku, itu semua hanya peranku di televisi. Tapi seorang Lee Donghae, hanya punya Lee Haejin disini…” dan diraihnya tangan Haejin di dadanya.

Haejin tersenyum, kemudian kaget menatap tangan Donghae. ”Kau terluka!”

”Aaah… iya,” Donghae melirik tangannya.

”Ayo, kuobati…” Haejin berdiri dan menggandeng Donghae, sambil mematikan shower.

Diluar, Kyorin dan Chihoon melongo melihat Haejin dan Donghae keluar kamar dalam keadaan basah kuyup, mereka mau bertanya tapi malu, Haejin mengambil kotak obat, dan membawa Donghae ke dalam kamarnya lagi.

”Oke, Chi, tidur!” perintah Kyorin.

”Tapi, Onnie…” tolak Chihoon.

”Tidur! Daripada mendengar yang tidak-tidak…” usir Kyorin.

Sementara di kamar Haejin mengambilkan handuk dan memberikannya pada Donghae, sembali membalut tubuhnya sendiri. Haejin kemudian mengobati tangan Donghae perlahan-lahan.

”Aww…” ringis Donghae. ”Tadi rasanya tidak sakit…” ringisnya sementara Haejin mengobati jari-jarinya.

”Kau kalau marah mengerikan…” ujarnya. ”Jangan begitu lagi, ya… aku takut setengah mati…”

”Kau takut, aku lebih takut lagi…”

”Wae?”

”Hanya membayangkan, bagaimana kalau kau mati di tanganku…” ujar Donghae apa adanya, Haejin menatapnya kaget. ”Entah apa yang akan kulakukan untuk membunuh dan menyiksa diriku kalau aku ingat hal tadi…” ujar Donghae lirih. ”Aku buas sekali…” sesalnya.

Haejin mengecup tangan Donghae. ”Sembuuuuh… sudah jangan diingat!”

”Gomawo…” senyum Donghae tulus. Kemudian mengelus pipi Haejin dan menyingkirkan rambut basah yang menempel di wajahnya, Haejin melakukan hal yang sama pada Donghae.

Tak lama, kedua bibir mereka sudah menyatu, dan saling berpangutan.

We belong together right? No matter what… they belong together…

~~~

Nara  melangkah pelan menyusuri pinggiran dari sungai Han di sampingnya.  Dia memasukkan tangannya ke saku jaket dan mengeratkan jaketnya saat angin dingin mulai berhembus menerjang tubuhnya.  “Dingin~”, ucap Nara pelan, asap putih langsung keluar dari mulutnya saat ia mengucapkan kata-kata itu.

Matanya menyusuri setiap penjuru dari daerah wisata Sungai Han ini.  Ternyata banyak pasangan yang asyik bercengkrama di sekitar sini, saling menggenggam tangan kekasih masing-masing dan menunjukkannya secara terang-terangan, tanpa perlu merasa takut dengan setiap hal yang akan terjadi selanjutnya.  Sangat berbeda dengan dirinya dan Kyuhyun yang harus merasa waspada setiap kali mereka berjalan bersama.

Ia menghembuskan nafas dengan pasrah saat dia melihat pasangan kekasih yang sedang berciuman dengan mesra di sebuah bangku.  Ia langsung mengalihkan pandangannya, “Aigoo~ banyak pemandangan yang tak boleh kulihat”, ucapnya pada dirinya sendiri.

Akhirnya Nara memilih untuk duduk di pinggiran sungai dan menatap lurus kearah sungai.  Tangannya mengambil beberapa batu kerikil yang ada di dekatnya dan melemparkannya satu persatu kedalam sungai.  Matanya masih menatap kosong lurus kedepan, “Haahh~”, desahnya pelan.  “Mungkin lebih baik jika kau mati saja…”

“Jangan berpikiran seperti itu”, tiba-tiba seorang gadis sudah duduk disamping Nara dan menyodorkan sekotak tissue untuknya, “Mau membeli tissue?”, tanya gadis yang kelihatan sebaya dengannya.  Nara menatap gadis itu sekilas dan menggeleng pelan, “Tidak usah.  Aku sudah bosan menangis”, jawab Nara sambil kembali melemparkan kerikil di tangannya.

Gadis itu duduk di samping Nara dan tersenyum tipis, “Saat kau menginginkan seseorang untuk mati, kau harus berpikir bagaimana kelanjutannya saat kau sudah kehilangan dia”.

Nara mendesah kecil, ingatannya tertarik kembali disaat Kyuhyun mengalami kecelakaan mobil bersama dengan Eunhyuk, Shindong dan Leeteuk beberapa tahun yang lalu.  Nara mengingat bagaimana dia menangis siang dan malam saat mendengar kabar yang tersiar di TV Nasional.

Nara mengingat bagaimana orang-orang sudah merasa pesimis mengenai peluang hidup Kyuhyun.

Nara mengingat bagaimana janjinya pada Tuhan saat sedang berdoa di depan kapel gereja.  Janji untuk selalu menjaga dan menyayanginya dengan sepenuh hati jika ia masih diberikan waktu untuk terus melihat senyuman iblis milik pria itu.

Dan sekarang, disaat Tuhan sudah memberikan waktu itu, kenapa Nara menginginkannya untuk mati?

Hanya karena cemburu?  Tak ingin melihat gadis lain berada di dekatnya?  Hanya karena rasa egois untuk memilikinya seorang diri?

“Ini…kuberikan gratis untukmu”, tiba-tiba gadis itu berdiri dan menyodorkan sekotak tissue ke tangan Nara.  “Aku senang sudah bisa membantu”, ucap gadis itu dan beranjak meninggalkan Nara yang langsung menyeka air matanya dengan pandangan nanar.  Gadis itu beranjak pergi meninggalkan Nara yang masih merenungi semua pemikirannya barusan.

Cho Kyuhyun bukan hanya miliknya seorang, tapi ada ratusan ribu gadis lain yang memiliki dirinya.  Dan Nara yakin, cinta mereka pada kekasihnya itu pasti lebih besar dibandingkan cintanya sendiri.  ELF, Nara tak pernah bisa merebut Kyuhyun dari genggaman mereka.

Dan mengenai berbagai gossip, Nara hanya bisa menutup mata dan telinga mengenai hal itu.  Mungkin mulai dari sekarang, ia harus belajar menjadi seseorang yang tak peduli dengan kabar miring itu.  Nara tak boleh percaya begitu saja dengan semua hal yang belum pasti kebenarannya.  Karena kebenaran yang pasti hanyalah, Cho Kyuhyun sedang menjalani hubungan dengan Kwan Nara.

Nara harus mencoba untuk menjadi gadis yang lebih dewasa.

Nara harus mencoba untuk menjadi sebuah pribadi yang pantas untuk bersanding dengan seorang pria bernama Cho Kyuhyun.

“YA!!”, teriakan itu langsung membuat Nara tersadar dari lamunannya dan segera menoleh ke samping kanannya.  Setelah menyadari siapa pemilik sosok itu, Nara hanya mendesah pelan dan kembali menatap kearah sungai.  “Ternyata…kau bisa menemukanku”, jawab Nara dengan ringan, tangannya kembali melemparkan kerikil kecil yang tersisa di dekatnya.

Kyuhyun tak mengatakan apapun dan langsung menarik tangan Nara untuk segera pergi dari situ.  “Ya!!  Kau mau membawaku kemana?! Ya!!”, Nara mencoba berontak dari genggaman tangan Kyuhyun.

Beberapa pasangan yang keheranan dengan kelakuan mereka, hanya bisa menatap mereka dengan penasaran.  Namun untungnya Kyuhyun memakai masker dan tudung jaket yang dapat menyamarkan wajahnya hingga tak dapat dikenali oleh mereka semua.

Sesekali Nara mencubiti pinggang Kyuhyun dengan ganas, menggigiti lengan Kyuhyun yang sedang mencengkram tangannya, menginjak kakinya atau menjambak rambutnya.  Dia masih berusaha supaya pria ini melepaskan tangannya.  Tapi percuma, tenaga kekasihnya ini terlalu kuat jika dibandingkan dengannya.

Hingga akhirnya mereka berdua sampai ke sebuah mobil yang terparkir dipinggir jalan.  Kyuhyun mengedikkan kepalanya, seakan menyuruh Nara untuk segera masuk ke dalam mobil.  “Cepat masuk”.

Nara menggeleng cepat, mukanya masih masam.  “Shireo!”.

Kyuhyun mendecak kesal dan segera mendorong tubuh Nara untuk masuk, tapi Nara masih berpegangan pada sekeliling pintu sehingga dia dapat bertahan untuk tidak masuk ke dalam mobil.  “Akuuu…tidakk…mau…masuukk!!”, seru Nara sambil masih berusaha melawan.

Kyuhyun mendesah kesal, “Kalau kau tak mau masuk, aku akan memperkosamu!!  Aku serius!!”.  Tepat sedetik setelah Kyuhyun mengatakan hal itu, tubuh Nara langsung menjadi ringan hingga kini ia masuk ke dalam mobil dan duduk di bangku penumpang.  (.____.)

Tanpa membuang waktu, Kyuhyun langsung masuk ke bangku pengemudi dan membawa pergi mobil itu dari daerah sekitar sungai Han.  Dia melirik Nara yang masih menatap lurus ke depan, seperti enggan menatap ke arahnya.  “Cish~”, Kyuhyun mendengus kesal dan menekan pedal gas  makin dalam hingga kini mobil sedan itu melaju kencang di jalan raya.

Jantung Nara langsung terasa berdebar seribu kali lebih cepat saat kecepatan mobil itu mulai mencapai kecepatan 120km/jam.  Dia langsung menoleh kearah Kyuhyun yang masih menyetir dengan ekspresi datar, “Ya!!  Kau ingin membunuhku, ‘hah?!”, tanya Nara dengan geram, dia masih mencengkeram tali sabuk pengaman dengan ketakutan.  “Turunkan kecepatannya!!”

“Tidak akan kuturunkan kecepatannya sampai kau minta maaf padaku”, ucap Kyuhyun sambil menatap lurus ke depan dan membelokkan mobil dengan tikungan tajam tanpa menurunkan kecepatannya, hingga membuat kepala Nara terantuk jendela mobil.

Nara mengelus kepalanya yang kesakitan, namun ia masih merasa seram karena mobil itu masih melaju kencang.  “CHO KYUHYUN!  HENTIKAN MOBILNYA!!”

CCCITTT!

Mobil sedan itu berhenti mendadak di tengah jalanan yang kosong melompong dan membuat kepala Nara kembali terantuk ke dashboard mobil.  “YA!  KAU INGIN MEMBUNUHKU?!”

“Memang!  Aku ingin membunuhmu!  Aku ingin membuatmu mati, hingga aku tak perlu melihatmu menari seperti tadi!”, ucapan Kyuhyun itu terdengar datar, tapi Nara tahu bahwa pria itu tengah menahan emosinya yang meluap.  Ia bisa melihat tangan Kyuhyun yang terkepal kuat dan mencengkeram setir mobil dengan erat.  “Aku lebih baik melihatmu mati dibandingkan harus melihatmu melakukan hal itu”

Nara mengatur nafasnya yang masih tersengal karena efek terkejut setelah dibawa kabur dengan mobil ini.  “Kau…kira aku mau, hah?”, tanya Nara dengan suara mendesis.  “Kau kira…aku tak malu meliukkan badanku seperti tadi?!  Kau kira aku senang, hah?”

Kyuhyun terkekeh sinis, “Jika kau tak suka, kenapa masih melakukannya…”

“Karena aku benci melihatmu yang sekarang, Cho Kyuhyun!.  Aku benci melihat semua perubahanmu!”, ucap Nara lirih.  Dia melirik kearah kekasihnya itu dengan penuh amarah, “Dan aku…ingin kau melihat perubahanku.   Perubahan yang bisa membuatmu benci setengah mati pada seseorang yang paling kau sayang.  Aku ingin kau merasakan hal itu!”.

Kyuhyun mendesah pelan dan menyenderkan kepalanya ke setir, ekspresinya benar-benar lelah.  “Aku lelah, Nara-ya.  Sangat lelah dengan semua perubahan ini”, ucapnya lirih, Nara masih enggan menatap Kyuhyun dan lebih memilih menatap ke jalanan yang kosong melompong.  “Aku sadar jika aku sudah banyak berubah semenjak saat kita pertama kali bertemu.  Aku sadar akan hal itu.  Tapi…”

Kyuhyun menghela nafas dalam-dalam sebelum melanjutkan kalimatnya, “Aku mohon, kau tak boleh berubah, Nara-ya. Jebal, tetaplah menjadi Nara yang dulu kukenal”.

“Sejujurnya, aku sudah muak dengan semua perubahan drastis ini.  Mulai dari ketenaran Super Junior, hingga perubahan fisikku sendiri.  Aku…benar-benar muak”

Nara masih diam.

“Dan ditengah semua perubahan itu, aku hanya berharap ada satu hal yang tak berubah.  Dan hal itu adalah KAU, Kwan Nara.  Sebenarnya, aku sama sekali tidak peduli dengan gerakan tarianmu dengan Taecyeon tapi aku hanya merasa sakit saat melihat perubahanmu”

Aku hanya menginginkan gadis polos yang selalu menganggap bahwa tak ada lagi hal yang lebih berarti didunia ini selain PSP miliknya

Seorang gadis bodoh yang selalu merasa bahwa dia tak pantas menjadi kekasih Cho Kyuhyun, hanya karena dirinya sangat tolol dalam pelajaran matematika

Nara menyeka air matanya yang turun perlahan saat mendengar tiap ucapan Kyuhyun barusan.  Dia tak menyadari bahwa perubahan yang sangat dibenci olehnya itu ternyata juga tak disukai oleh Kyuhyun sendiri.  Bahkan dia merasa muak dengan perubahan itu.

“Maafkan semua perubahanku ini.  Maafkan jika aku memang egois, tapi aku mohon…jangan pernah berubah dari sosok seorang gadis bernama Kwan Nara yang dulu kukenal.  Karena hanya dengan sosok itulah, aku bisa bertahan melewati semua perubahanku ini”, Kyuhyun mengangkat kepalanya dan melirik kearah Nara yang sedang menggigit bibir bawahnya, seakan tak ingin memperlihatkan tangisan itu di depannya.

Kyuhyun menghela nafas dan mematikan mesin mobilnya, “Aku tahu akan berat bagimu untuk melakukan hal itu.  Jadi, aku tak akan pernah memaksamu untuk terus berada disampingku yang telah berubah seperti ini.  Jika kau ingin putu…”

Sebelum ucapan Kyuhyun selesai, Nara langsung menjambak rambut Kyuhyun dengan brutal dan mencubiti pinggangnya dengan liar.  Kyuhyun yang tak siap dengan serangan itu hanya bisa berontak seadanya, “Ya!! Ya!! Ya!! Kenapa kau menjambakku?!!”

“Jangan pernah katakan satu kata dan 5 huruf itu.  Aku benci mendengarnya”, ucap Nara sambil masih menjambak rambut Kyuhyun, kali ini ditambah dengan pukulan ringan ke bahunya. ”Aku masih bisa mentolerir semua perubahanmu.  Tapi kalau kau mengatakan  5 huruf itu dihadapanku, aku akan membunuhmu, Cho Kyuhyun yang tampan melebihi Edward Cullen!!”

Kyuhyun terkekeh pelan dan tersenyum kecil, “Kita memang tak pernah bisa bertengkar lama-lama ya?”, tanyanya asal.  Nara memeletkan lidahnya kearah Kyuhyun, “Untuk apa aku menghabiskan waktu lama-lama jika hanya untuk bertengkar denganmu, hah?.  Masih banyak hal lain yang lebih berguna dibandingkan hanya terus memikirkan masalah denganmu”.

“Bagus.  Itulah Kwan Nara yang kukenal”, ucap Kyuhyun sambil mengelus kepala Nara dengan penuh rasa bangga.  Nara terkekeh pelan dan menguap, “Masalah kita sudah selesai ‘kan?”, tanya Nara dengan enteng, seakan tak ada masalah yang terjadi sebelumnya.

Kyuhyun mengangguk singkat, “Sudah selesai”, ucapnya dan membuat Nara balas mengangguk.  “Jadi, segera antarkan aku ke rumah.   Besok aku harus sekolah”, pinta Nara.  Kyuhyun menggumam mengiyakan dan mulai menyalakan mesin mobil, tapi….

DDRRRTT..DDRTTT…

“Eh?!”, Nara dan Kyuhyun bergidik ngeri saat mesin mobil itu mulai menunjukkan tanda-tanda yang tidak beres, mesin mobilnya masih tak mau menyala.  Dan detik berikutnya…

DUARR!

Nara dan Kyuhyun hanya bisa menganga tak percaya saat kap mesin mobil itu terbuka lebar dan mengeluarkan asap putih yang mengepul hebat. (O.o).  Nara menatap Kyuhyun dengan penuh pandangan bengis yang tak termaafkan, “CHO KYUHYUN, BUKANKAH SUDAH KUBILANG..JANGAN MENGEBUT!!”

“Ya!!  Ini bukan salahku!!  Salahkan Song Chien yang jarang membawa mobilnya ke dealer service!!  Masa’ baru dibawa ngebut sampai 120km/jam saja sudah…”, Kyuhyun menghentikan ucapannya saat merasakan tatapan tajam itu seakan menusuk seluruh tubuhnya.  Dan dia menyadari bahwa dia baru saja mengucapkan nama keramat itu.  “O…ow…”

“Cho Kyuhyun yang tampan melebihi Edward Cullen, kau bilang ini mobil siapaa~?”, tanya Nara sambil memasang senyum termanis yang dimiliki olehnya tapi matanya masih menyiratkan tatapan api yang berkobar panas.

Kyuhyun meneguk ludahnya dengan berat dan menjawab lirih, “Song Chie….EERGH!!”, desisan Kyuhyun langsung berganti menjadi teriakan kencang saat Nara mulai melemparkan semua isi tasnya kearah Kyuhyun.  Mulai dari sepatu kets, kaus kaki kotor, hingga…pakaian dalam. (._____.)

“YA!!  Arasseoyo!  Maafkan aku!!  Kwan Nara, Maafkan aku!!  Aku tak akan menyebut namanya lagi!  Sumpah!  Tidak untuk sekalipun!”

“TAK AKAN PERNAH KUMAAFKAN KAU, CHO KYUHYUN!!”

~~~

Ri rin Apartement

Ri rin masuk kedalam Apartementnya dan melemparkan begitu saja tasnya ke sofa. Berjalan dia kedapur dan meneguk segelas penuh air putih tanpa henti. Dilihatnya lagi ponselnya. Cih! dia benar-benar tidak menghubungi rutuk Ri rin. Kesal dengan kelakuan Siwon yang sama sekali tak mengacuhkannya tadi dan tidak menghubunginya atau mengkhawtirkan dirinya sama sekali.

Ri rin menghidupkan TV, menekan remote sembarang saja. Ada rasa kesal dan sesal yang bergelayut dihatinya. Dia bukannya tidak tahu kalau secara tidak langsung sudah menyakiti Siwon tapi dia juga kesal karena sepertinya selama ini Siwon tidak perna mengindahkan perkataanya. Ri rin menarik nafas berat dan menghembuskannya. Tak lama berselang suara berisik dari bell Apartementnya. Dengan malas Ri rin beranjak dari duduknya. Tak dilihatnya lagi siapa yang menekan bell di malam buta seperti ini.

Ri rin terkejut siapa yang datang..

(yayayyaya pembaca budimana pasti sudah tahu atau harus tahu deh ya *plak* XD)

Dengan malas Ri rin menatap Siwon. Tidak dipersilahkannya Siwon untuk masuk.

“Mau apa?” tanya Ri rin malas. Siwon menatapnya dalam. Ri rin balas melihatnya.

“Bisa tidak aku masuk dan kita berbicara didalam Baby!” dengan penuh penekanan Siwon berbicara pada Ri rin, terlihat sekali dia menahan emosi dan juga khawatir. Bagaimanapun yang membawanya ke apartement Ri rin malam ini hanya ingin memastikan Ri rin pulang dengan selamat tanpa kurang satu apapun. Walau dia marah, dia kesal, dia cemburu tapi ketika mendengar perkataan member dan hyungnya dia juga berfikir tidak seharusnya dia meninggalkan Ri rin begitu saja. Apalagi dia sudah melihat sendiri berita Ri rin dan TOP yang langsung  jadi salah satu topik hangat, ada saja nettizzen yang membashing di account twitter Ri rin gara-gara dia dan TOP jadi couple dance tadi.

“Kalau cuman mau marah besok saja deh, aku sudah lelah capek mau tidur..” tolak Ri rin jutek

“Kenapa? Merasa bersalah ya, heh!” tak kalah sengitnya Siwon menjawab.

“Terserah kau deh!” Ri rin meninggalkannya masuk, Siwon mengikutinya dari belakang sebelumnya dikuncinya pintu.

Ri rin berbalik dan menghadap Siwon.

“Kalau memang penting untuk dibicarakan, katakan sekarang kalau tidak silahkan pulang..” hardik Ri rin.

“Sudah tahu sepertinya apa yang mau aku bicarakan Park Ri rin-ssi”

“Oh! Maaf Mr.Choi prosesor otaku sudah menurun jadi aku tidak bisa menebak apa yang mau kita bicarakan,” Siwon geram melihat kelakuan Ri rin

“Heh! Kupikir kau tadi pulang dengan si TAMPAN TOP itu yang sangat KHARISMATIK!”

Seperti mengejek Siwon berkata pada Ri rin.

“Kau cukup bilang saja kalau apa yang tadi sudah kau lakukan itu cuman khilaf semata. Cukup katakan kalau kau cuman ikut-ikutan Nara atau Haejin, benarkan baby?” pelan tapi penuh penekanan. Ri rin benar-benar kesal dengan perkataan Siwon

“Hello, hubby atau cukup kupanggil saja MR. Choi yang SOK TAHU! Kau kira usiaku berapa mau ikut-ikutan tanpa alasan. Kau pikir aku terlalu idiot (emang! *plak* XD)!” kata-kata Ri rin menusuk

“Aku sudah mencoba tenang Rin..” hardik Siwon

“Aku ga nyuruh tenang kok lagian disini ga ada yang lagi panik atau ada kebakarankan.” Seloroh Ri rin (kasian Siwon XD)

“Rin, seriuslah, perkataanmu tidak terkontrol belakangan ini, tingkahmu tadi itu MEMALUKAN TAHU!”

“Aku tidak mencuri dan aku tidak BERSELINGKUH! Jadi kenapa harus malu..” santai Ri rin

“Kau pikir menari-nari dengan pakaian seperti itu dan dengan PRIA ITU apa tidak memalukan!” emosi Siwon naik dan berteriak kepada Ri rin.

“CHOI SEUNGHYUN! Namannya Choi Seunghyun hubby! Bukan PRIA ITU!” tantang Ri rin. Siwon menatapnya tajam!

“Memalukan! Aku masih pake baju!”

“Hah! Pakaian yang hampir 80% tidak menutupimu itu!”

“Kau benar-benar ya! Mulai sekarang berhenti berdekatan dengan Haejin!” hardik Siwon

“Apa hakmu melarang aku untuk berteman dengan siapa! Berhenti mengkambing hitamkan orang lain Mr.Choi! koreksi DIRIMU! Kalau kau PINTAR!” Siwon tertohok melihat Ri rinnya begitu lantang dan berani berbicara keras padanya. Selama ini Ri rin yang dia kenal adalah orang yang santai dan tenang. Tidak meledak-ledak seperti sekarang.

“Kau masih memikirkan masalah ABS ini!” hardik Siwon, Ri rin cuman diam

“OH jadi ini bentuk protesmu! Terlalu murahan Park Ri rin! Merendahkan dirimu dengan mudah dijamah pria lain!” Ri rin benar-benar tertusuk dengan perkataan Siwon

“Murahan!? Memang! JUST LIKE YOU!” balas Ri rin!

“AKU CUMAN UNTUK PERKERJAANKU!” Bentak Siwon

“SAMA! KALAU BEGITU KAU BERKACA SAJA!” Teriak Ri rin

“Oh atau kau tidak mampu membeli kaca untuk TUBUH SEMPURNAMU ITU” remeh Ri rin

“KAU MAU MEMBUATKU CEMBURU?! BAGUS KAU BERHASIL! TAPI AKU KASIAN PADAMU PARK RI RIN!

“MAAF  YA AKU TIDAK BUTUH BELAS KASIHANMU! LEBIH BAIK KAU SIMPAN SAJA BUAT YANG BUTUH MR.CHOI”

“BERHENTI MENJAWAB DAN MEMBANTAH PERKATAANKU PARK RI RIN”

“BERHENTI BERTERIAK PADAKU MR.CHOI”

“KEKASIH MANA YANG TIDAK NAIK PITAM KALAU KAU MELIHAT DIA MENARI EROTIS DENGAN PRIA YANG JELAS-JELAS DIA TAHU SEKALI KALAU KEKASIHNYA TIDAK SUKA DENGAN PRIA ITU! HAH!”

“KEKASIH MANA YANG TIDAK CEMBURU! TIDAK PANAS! “

“KEKASIH MANA YANG TIDAK STRESS KALAU MELIHAT ORANG YANG DIA SAYANGI BERUBAH DRASTIS”

“KESAL MELIHAT PASANGANNYA SEOLAH-OLAH MENGECILKAN DIA!”

“MARAH DENGAN KELAKUAN YANG TIDAK WAJAR!”

“BERI TAHU AKU PARK RI RIN LAKI-LAKI NORMAL MANA YANG TIDAK SEPERTI AKU!” Siwon Berhenti berteriak menarik nafas, mengeluarkan batu besar yang telah menghimpit dadanya, dilihatnya Ri rin yang diam dan nanar menatapnya.

“KAU TIDAK SALAH DAN TIDAK PERNA SALAH!” kata Ri rin dalam

“AKU YANG SALAH. SALAH KENAPA BEGITU BODOH BERBUAT YANG SIA-SIA. MESTINYA AKU SADAR KALAU SEORANG CHOI SIWON TERLALU ANGKUH UNTUK MENYADARI KALAU ADA ORANG YANG TERKADANG BEGITU KESAL DENGAN TINGKAHNYA!”

“AKU YANG BODOH! BODOH TERKADANG MENANGISI ORANG YANG DIA SAYANGI KALAU SEWAKTU-WAKTU AKAN MENINGGALKANYA! “

“BODOH! TERKADANG SELALU MERASA DIA TERLALU SEMPURNA UNTUK ADA DISAMPINGMU”

“BODOH! SELALU MENGKHAWTIRKAN DIA! MENGKHAWATIRKAN PERASAANYA! MENGKHAWTIRKAN KEADAANYA”

“BODOH! MERASA BERSALAH SETIAP MENDENGAR BERITANYA ATAU MENGETAHUI KEADAANYA TERLUKA SAAT KAU TIDAK ADA DISAMPINGNYA”

“MERASA TAK BERGUNA UNTUKNYA SAAT DIA BEGITU SEDIH DAN TERPUKUL!”

“SAKIT SAAT TAHU KEADAANNYA YANG BEGITU GENTING BUKAN DARI MULUTNYA SENDIRI”

“APA INI BISA DIANGGAP SUATU KEKELIRUAN KALAU AKU BEGITU TIDAK SEMPURNANNYA UNTUK KAMU,” Ri rin menahan air matanya

“AKU TIDAK MENUNTUN KAMU UNTUK SEMPURNA DAN AKU TIDAK BUTUH KAMU UNTUK MENJADI SEMPURAN , RIN”

“TAPI KAMU TIDAK PERNA BERUSAHA MELIHAT SEMUA ITU DI POSISIKU HUBBY!”

“KALAU KAMU TERPAKSA KAMU BISA BILANG PARK RI RIN!!!”

“Sadarkah kenapa belakangi aku berubah, apa boleh aku jujur, saat aku ke Indonesia ponselku tidak hilang! (baca RinWontic : Miss you My princess) Tapi aku dengan sengaja merusaknya! Kau tahu kenapa? Berharap tiba-tiba aku menghilang darimu untukmu selamanya. Berharap esok kau bisa melupakanku dan tidak perna ingat dengan memory yang kita miliki…”  Ri rin tidak menitikkan air mata tapi hatinya kini menangis, Siwon yang mendengarnya termenung seperti tidak percaya dengan perkataan dari babynya. Mungkin ini bukan moment yang tepat tapi mungkin inilah waktunya untuk mereka untuk benar-benar jujur dengan apa yang selama ini mereka simpan.

“Bukan gossipmu dengan banyak perempuan yang membuatku sedih atau menyerah untukmu..bukan itu. Tapi saat kau sakit, terluka dan sedih itu yang selalu membuatku tidak layak untukmu karena saat penting seperti itu aku tidak ada untukmu. Aku bisa tahan dan cuek untuk berita dengan si A atau si B. Aku selalu merasa bodoh kenapa kau bisa menyukaiku. “

“Aku berusaha menghindar dan takut untuk melanjutkannya lagi, tapi aku sadar ternyata kau sudah begitu menyatu dengan diriku.”

“Aku cuman berusaha agar dapat mengimbangimu walau kenyataanya kaulah yang melakukannya. Aku yang emo, moody, cuek.”

“Berusaha belajar untuk dapat lebih peka lagi dengan orang yang aku sayangi, berusaha menjadi tempatnya bersandar, tempatnya merasa aman, merasa nyaman dan membuatnya sadar kalau dia selalu ada tempat untuk kembali.”

“Ternyata itu tidak cukup..”

“ Aku salah tetap salah..” Ri rin terdiam. Untuk beberapa saat mereka saling terdiam. Ri rin melihat jam yang menempel di dinding. Pukul 2.

Ri rin berjalan ke pintu  apartement melewati Siwon, dibukanya pintu.

“Pulanglah, “ Siwon berbalik melihat Ri rin

“Pulang sekarang, masih banyak pekerjaan yang akan kau kerjakan,” tanpa melihat Siwon dia berbicara. Siwon berjalan mendekatinya.

Brugh!!” Siwon menonjok dinding tepat disebelah tempat Ri rin berdiri.

“TERNYATA KAU PENGECUT!” maki Siwon

Ri rin tanpa takut melihatnya, masih tersirat kemarahan dan kekecewan dimata Siwon.

“Jika kita sudah dapat berfikir jernih dan kau masih ingin membahasanya, kau boleh datang untuk menemuiku,” Ri rin berbicara saat Siwon telah berada diluar.

Ditutupnya Pintu tanpa memastikan Siwon sudah masuk lift atau belum seperti kebiasaanya selama ini. Tubuhnya merosot jatuh terduduk…

FIN!

Eh apa2an ini maen pin pin aje ini udh segini doank noh rinwon lo berantemnya,,,uwoooo ga seru… kaga ada neh piring terbang atau bumi gonjang ganjing! *plak*

Ri rin : ne author banyak bacot ya masih untung gw mau  maen ni ep2

Siwon : iya masih untung ya kita mau bongkar2 rahasia dapur kita! Iyakan baby?

Ri rin : hooh, odong ne author

Author babo : yaelahh nanggung masalahnya mameeeen, noh masa gtu doang akh kaga kaga, sono maen lagi *kickRINWON*

~~~

Dorm lantai 12

Leeteuk mondar mandir di depan Heechul yang berdiri udah kae mandor ngliati member lain beres-beres Dorm yang tadi sudah menjadi HASIL MAHAKARAYA KEMARAHAN IKAN MOKOPO! Lol

“Ya! Teuk stop deh lo ya mondar mandir kae strikaan rusak!”

Leeteuk tidak bergeming

“Kenapa sih?” cecar Heechul

“Ri rin tidak bisa dihubungi babo!” ternyata Leeteuk khawatir dengan keadaan adiknya.

“Udah sampe apartement kali, coba deh lo telpon apartementnya, mungkin juga si MASI ada disana,” santai Heechul

“Justru itu yang aku khawatirkan, kalau dia sama Siwon!” kata Leeteuk

“Nape emangnye?” lagak Heechul

“Lo liatkan si ikan  mokpo yang cengeng gitu aja bisa buat kae gitu” Leeteuk menunjuk bergedik.

“Nah ini Siwon chul Siwon, yang paling banter kalau ngambek cuman manyun ato nghentaki kaki. Ga taunya dia berubah jadi Hulk…ya amponn adek gw gimana ceritanya, dy liat orang berantem mulut aja udh stress mau pingsan! Apalagi kalau dia liat Hae sama haejin tadi! Nara ama Kyu kita udah tahu kalau mereka perang gimana, lah ini si Ri rin ama Siwon pegimane ceritenyeee..” Leeteuk udah kae mpok-mpok deh *plak*

“Oh iya ya juga ya Teuk..mana ne si evil belum balik lagi..heedee ini kerja si Nara, Ri rin ama Haejin juga. Kenapa juga itu coba pake menyiram minyak diatas bara *sahhhhhhhh” Leeteuk diam menatap Heechul.

“Biasa aja deh Teuk liat gw, cakep emg gw *plak*” kata Heechul NARSIS

“ Ga! sejak kapan lo pinter pribahasa?!” tatap tak percaya Leeteuk

“Etthhh dah ne gw baru baca dari primbon (?)” Heechul sok pamer XDXDXD

“YA! Hyung bantui donk kami beres-beres,” teriak member yang lain

“Ini tugas kalian tahu mestinya kan mereka berantemnya dilantai 11!” hardik Leeteuk

“Mana kami tahu, salahi si ikan dong napa kemari,” protes Sungmin dan Shindong.

“Ya mestinya lo-lo pada ngalihi ke lantai 11 dong,”Heechul buka suara

“Yaelahhh hyung kae lupa aja tadi si Hae kae gimana – -‘a” rutuk Ryeowook dan Eunhyuk

“Udah beresin aja. Rempong deh lo pada..” wkwkwkwkwk

Leeteuk akhirnya berusaha menghubungi telpon di apartement Ri rin tapi tidak diangkat

“Udah percaya deh pasti ga kenapa-kenapa. Mereka tuh udah gede. Lagian Siwon anak tuhan gitu pasti tahu deh mesti gimana…” Heechul berusaha menenangkan, Akhirnya Leeteuk menyerah dan pasrah…lalallalal

~~~

Pukul 5 pagi di Apartement Ri rin…

Ri rin masih duduk ditempat yang sama. Matanya tetap terjaga, tidak menangis atau apapun. Pikirannya terlalu kosong dan hatinya terlalu sakit. Belum perna dia lihat Siwon semarah itu, membentak dan berteriak padanya. Hatinya terlalu dalam dan pikirannya terlalu dangkal. Dan dia belum perna seberani itu untuk memaki orang lain, apalagi ini dengan Siwon yang notabene kekasihnya.

Kembali suara bell yang berisik ditekan berkali-kali dari pintunya terdengar. Ri rin tersadar kemudian mencoba bangkit. Perutnya yang sakit tak dipikirkannya lagi. Tanpa melihat lagi seperti tadi Ri rin membuka pintunya. Ri rin terdiam membatu, shock dan berbagai macam rasa melandanya dalam 1 serangan. Ri rin berusaha menutup mulutnya. Laki-laki berambut putih itu masuk tanpa dipersilahkan Ri rin. Ri rin masih terpaku ditempatnya.

Dia  memutar tubuhnya yang melihat orang itu masuk dan duduk, tersadar Ri rin menutup pintu. Berjalan mendekati Orang yang duduk menundukkan kepalanya. Ri rin menyentuh kepala orang itu dan….

Menarik kuat rambutnya..

“AWWW” teriak orang itu..

“Astagaaa hubby ini beneran asli!*plak*” Ri rin berkata polos

Siwon iya laki-laki berambut putih itu adalah SIWON lol

“Salon mana yang buka jam segini?” tanya bodoh Ri rin masih menlihat tak percaya Siwon yang kini rambutnya berwarna putih.

“Aku ngcat sendiri koq” manyun Siwon

“Hah?” masih bingung Ri rin tapi dia tak ambil pusing

“Terus ngapai lagi kesini?” Ri rin bertanya lagi

“Urusan kita belum selesai, sekarang otakku mulai jernih,” Siwon menggeser duduknya dan menarik Ri rin untuk duduk didekatnya.

“Apa yang harus aku lakukan biar kita tidak seperti ini lagi?” tanya halus Siwon

Ri rin menatapnya

“Bagaimana caranya agar aku bisa buat kamu yakin?” Siwon berbicara lagi. Tidak seperti sebelumnya begitu keras dan emosinya Siwon. Kini dia lebih tenang

“Tidak membuatmu tertekan, Tidak membuatmu menangis dan merasa seperti orang yang tidak perna tahu apa-apa?” Siwon membuka suara lagi, disentuhnya lembut pipi Ri rin.

“Ajari aku untuk memahaminya..dan tidak berusaha memaksamu..” Siwon menatap dalam Ri rin, Ri rin melihat wajah didepanya, tergambar jelas wajah yang frustasi dan kesedihan dimatanya. Di diri seorang Choi Siwon.

Ri rin menjauhkan tangan Siwon dari wajahnya.

Dipalingkannya wajahnya kearah lain.

“Lelah..” jawab Ri rin

“Aku sudah lelah won..” kembali Ri rin berbicara, Siwon menarik wajah Ri rin untuk melihatnya.

“Jelaskan padaku!” marah Siwon yang emosinya terpancing

“Aku Lelah selalu membuatmu seolah-olah penjahatnya, membuatmu sedih, membuatmu marah. Aku lelah dengan drama-drama ini..”

“Bisakah aku nantinya tetap tersenyum dan mendukungmu walau kita dengan status berbeda..pikiran itu selalu terlintas dibenakku.”

“Aku perna berusaha melihat pria lain, aku tidak bohong dan tidak munafik won, tapi aku tidak berniat selingkuh, aku ingin mencoba seberapa besar rasa sayangku padamu, seberapa besar pengaruh seorang Choi Siwon untukku. Dan itu sangat besar. Kalau kau bilang aku adalah udara yang ada disekitarmu. Kamu lebih dari itu untukku,” Ri rin berkata panjang lebar dengan Siwon.

“Aku cuman ingin sedikit bersenang-senang tadinya, walau aku tahu resikonya kamu pasti akan marah, sangat marah. Tapi aku tidak memperhitungakan kalau ternyata malam ini menjadi suatu kebenaran bagaimana isi hati kita masing-masing.” Sekarang Ri rin menatap lurus Siwon.

“Aku selalu merasa takut untuk kehilanganmu baby…berusaha seprotective mungkin menjagamu..tapi ternyata itu membuatmu tertekan. Aku cuman ingin kau melihatku saja, aku tidak perlu yang lain. Tidak perna ingin kau berubah menjadi dewi yang sempurna. “ Siwon mendekati Ri rin dan memeluk Ri rin. Hangat yang dirasakan dihatinya.

Ri rin melepaskan diri dari pelukan Siwon. Dia memikirkan sesuatu. Mereka kini memang butuh sejenak waktu untuk melihat titik awal mereka menjalani hubungan ini. Tanpa terasa air mata yang ditahannya sedari tadi kini terjatuh Siwon menghapusnya. Ri rin beranjak kedapur. Bersiap membuatkan kopi kesukaan kekasihnya. Hatinya memang sakit begitu juga Siwon.

Apa yang sudah mereka lakukan kini semuanya adalah kebodohan. Lagi-lagi mereka kalah dengan Emosi dan Nafsu saja.

Sebuah tangan melingkar di pinggulnya. Sejenak Ri rin menghentikan kegiatannya.

“Aku kangen…” Siwon berkata pelan, Ri rin membiarkannya menjatuhkan ringan kepalanya di bahu Ri rin.

“Aku ingin membunuh si TOP tadi, ketika dia memelukmu. Berbicara akrab denganmu dan mengenggam tanganmu.” Siwon bercerita. Ri rin mendengarkannya

“Aku benci laki-laki lain menyentuhmu,” Siwon mempererat lingkaran tangannya, hembusan nafasnya terasa dileher Ri rin.

“Aku benci melihatmu tadi menyentuh rambutnya, melingkarkan tanganmu kepadanya. Pokoknya aku tidak suka baby..”

Siwon membalikkan tubuh Ri rin menghadapnya masih dipeluknya ringan pinggang Ri rin.

“Aku tidak mau lagi kau dengan sengaja membuatku cemburu baby, lain kali pokoknya tidak ada lain kali lagi untuk ini. Bilang kalau kau memang kesal denganku.” Kata Siwon

“Sudah kok, tapi ya sudahlah itu mungkin memang tidak penting, lupakan saja “ jawab Ri rin

“Mungkin itu juga karena penyakit budegmu LOL”

“Mwoya..!!” Siwon melotot. Digendongnya Ri rin dan duduk di sofa  dengan Ri rin tetap dipangkuannya.

Ngcat dimana?” Ri rin menyentuh kembali rambut Siwon.

“Tadi di rumah Brian,” jawab Siwon

“Oo..” jawab Ri rin singkat, ditariknya tangan kanan Siwon untuk melihat keadaan tangannya itu.
“Itu Brian tadi memaksa mengobatinya,” Siwon bercerita.

“Kenapa tidak pulang kerumah?” tanya polos Ri rin

“Kau pikir aku bisa tenang apa..”Siwon mendelik.

“Kenapa masih sempat mau ngcat rambut,” tatap dala Ririn

“Kenapa? Aku lebih keren ternyatakan dibandingkan si TOP itu kalau pakai warna ini,” akhirnya Ri rin kali ini benar-benar tertawa, tawa yang ditahannya sejak tadi.
“Joengmal, aku ini benar-benar ya punya kekasih tapi kelakuannya tidak lebih dari anak 4 tahun yang selalu tidak mau kalah dengan temannya ckcckck..” Ri rin untuk pertama kalinya sejak kemarin bermuka masam, sekarang tersenyum pada Siwon. Siwon merengkuh kepala Ri rin mendekatkan wajahnya, bibir mereka bertaut. Ri  rin membiarkannya. Tangan Siwon meraba punggungnya…

Tiba-tiba tangan Siwon masuk kedalam bajunya dan meraba perutnya!

Ri rin melepaskan ciuman mereka.

“YA! Apa yang kau lakukan!” hardik Ri rin

“Akukan cuman meraba perutmu baby! Jutek amat sih” Siwon memajukan bibirnya,

Pletak

“Aw! Sakit baby! Tidak adil kenapa si TOP itu boleh meraba perutmu tapi aku tidak!”sungut Siwon XDXD

“Kau sadar tidak Hubby….MA SIWON, yang baca FF ini masih banyak yang bawah umur! Odong”

“Ihh busettt, iya juga sih, tapi bodoh akh…hayo sana yang bawa umur menyingkir!!”

“Memangnya kau mau apa..”

“Mau mau..apa serah deh…!

“Jaga jarak! Kita belum sah suami istri Hubby,”Ri rin mencubit pipi Siwon

“Ya udah besok kita nikah!”

“Sekarang mending Hubby ke dokter jiwa dulu!”

“YA!”

Hahahah mereka tertawa bersama…satu hal yang sejenak  mereka lupakan..

~~~

Siwon dan Ri rin terbaring diatas Sofa. Saling memeluk.

“Tadi aku ingin membuatkanmu kopi..” kata Ri rin

“Sudahlah nanti saja. Aku lelah dari kemarin belum istirahat.” Kata Siwon semakin mempererat pelukannya merengkuh Ri rin semakin dalam.

“Tidurlah baby, kau juga pasti lelah..” Siwon mengelus lembut kepala Ri rin.. Membelai rambutnya.

Ri rin membenamkan wajahya didada Siwon.

“Nanti kau harus ke salon hubby, aku tidak suka dengan warna rambutmu,” Ri rin masih berceloteh

“Tapi kau begitu tergila-gilanya memuji-muji dia waktu di studio,” Siwon sepertinya tidak terima.

“Dia, itu dia bukan kau. Kau kekasihku hubby sedangkan dia CUMAN idolaku. Peduli amat sama dia. Kalau mau aku begitu ya sudah ga usah ke salon.”

Tanpa dilihat Ri rin, Siwon tersenyum senang mendengar perkata Ri rin.

“Selalu kangen dengan aroma ini,” kata Ri rin membaui baju Siwon

“Padahal aku belum mandi loh dari kemarin wkwkwkkw,” kata Siwon meledek

“Tidak masalah, ada bau khas yang selalu buat aku tahu ini adalah hubbyku…” Siwon mendengarnya semakin senang… tak lama dilihatnya, ternyata peri kecilnya sudah tertidur lelap. Saling berpelukan mungkin salah satu obata untuk mereka. Cukup saling mendekatkan tubuh tanpa lebih dari itu. Memberikan rasa aman dan nyaman dengan pelukan.

“Princess…mimpi indah..” mengecup lembut puncak kepala kekasihnya yang juga belum berganti pakaian dan Siwon pun memejamkan matanya menyusul masuk kealam mimpi

FIN

Oke sekian terimakasih untuk para LOPHLY YANG GA MUNTAH N STRESS BAJA FF GAJE NAN PANJANG INI

TUNGGUI YA CHOCHOILEE SERIS LAENNYA YA

PASTINYA DENGAN CERITA DAN KONFLIK BERBEDA HEHEHHEEH

*CHU*

Ayo deh saia mao cerita Behine The Scene ne EP2 *plakpelemkale*

BTS :

Sebenarnya ne ff yg part awal kemaren sudah sebulan nganggur di leppie, entah males aja tuh belum dilanjut2in, terus iseng nglanjuti di hape..eh males lage..

Chatting2 gaje deh sm chochoilee_LHJ dan Chochoilee_Nara

Puncaknya akhirnya semangat lage buat ne ep2 gara hahaha ya suami2 qta ini wkwkw

Tahukan kalau sekarang di SJM itu eunhyuk juga gabung udah deh, chochoilee stress.

Ya mikir aja, si playboy hae, si tukan tepe siwon dan Kyuhyun yang bermulut manis itu rasa-rasanya sudah cukup untuk menjadikan SJM sarang laki-laki lenje*plak*

Eh ini ditambah EUNHYUK DAN SUNGMIN.

Bagoess sekarang SJM SARANG CASSANOVA!! (nyuk,min, mi2, mochi, won2,kyu,hae,wook)

Akhirnya saia semangat lagi buat tuh FF dibantu dengan Chochoilee_LHJ dan Chochoilee_Nara.

Dan ternyat responenya ajigileeeeeeee

POKOKNYA CHOCHOILEE KHATUR NUHUN YA BWT YANG KOMEN N BACA DI PART SEBELUMNYA

Nah buat yang sekarang ini bener2 deh yang part ini gabungan dengan 3 gaya penulisan..

Hehehhe jangan bingung ya bacanya kekeke

Akhir kata saia chochoilee_rin serta chochilee_LHJ dan chochoilee_Nara

Mengucapkan terimakasih buat LOPHLY semua.

Oh ya series Chochoilee ini bisa aja ga hanya dipublish di Account saia

Bisa Saja sewaktu pake Acc Donghae wife atau Cho.Kyu.Nara

^____________^

Seperti biasa leave coment n like lophly *HUGnCHU*

27 thoughts on “REPOST : {ChoChoiLee} Open Your Mind, and Hold Me!!!

  1. Annyeong ..
    Saiia Pnggemar Jinhae, Kyunara Dan RinWon, Tapi Baru kali Ini bisa Komen krna sesuatu yg Mungkin ”Memalukan” Buat dipubLish, Eheheh
    Tapi Dngan susah paiiah akhrnya saiia Bisa Komen jugga *Yeey*🙂

    Mu Ninggalin Jejak dlu krna beLom Baca ..
    Ntar Koment Lagi🙂

  2. Ternyata cemburu buta jga ada buat kyusihae😀
    hae kalau ngamuk ngeri, tpi endingnya tetep skinship😀
    kyunara malah adem ayem, kaya’nya kalau ngamuk hae ama kyu tukeran jiwa deh :p
    siwon kaya’ anak kecil😀

    lanjut on kangen ama crita chochoilee

  3. Hae menyeramkan! Ketularan nara sepertinya._.
    Berantem gitu semuanya, beneran setia kawan ya ketularan semua sama sama berantem untung baikannya juga ketularan hehe🙂
    *kayakvirusaja* -_-V
    Aaaaaaaa really i miss ChoChoiLee
    Comeback dong author FF ChoChoiLee^^

  4. Aish.. Kangen ccl~ kapan kalian kombek lg un? Nara haejin k jpang, ririn k holland~ kalian terpisah jarak~ hya ccl go internasional nh~ wkwk

    Sumpah kangen kegokilan kalian 3couple ini.. Miss u ccl

  5. onn…kalo ini ada lanjutannya…kaya keren dehhh…hehehehe…
    Meskipun udh baca..tetep menarik…hehehe…

    KyuSiHae VS ChoChoiLee…???
    Kaga ada yg menang…hahahaha

  6. Ya ampuuuuun rinwon jebol dah tu capslock hahaha bner2 ga dduga donghae yg lembut klo marah bisa buas gitu eh eh eh giliran siwon yg tampangnya gahar (?) gitu marahny cuma mngorbankan capslock ini lgi si magnae serasa dirinya ananda micola aj nyetir mobil kcepatanny bisa smpe 120 xkkckx
    tp seru euy akhirny mlihat oppadeul mrah2 dgn crany sndiri2 wkwkwk

  7. HAE!!! GILA LU SIH KEJAM ABIS!!
    untung tu vas kagak kena pala,klo kena kan…LOL
    ahh gila serem sndiri jadinya ngebayangin hae berantem sebuas iitu..
    hahaha,ternyata kyu bisa takut jg ama nara wktu dia nyebut song chien..
    coba ni FF dibuat jd drama,wuihh keren abis tuh!!

  8. SUKAAAA !!!! KEREN BANGETTTTTTT !!!
    Haha, aku gemeteran sendiri pas hae ngamuk. Nginetin aku banget sama namja sial (?) #curhat #eh
    Btw, aku reader baruuuuu. Annyeong :d
    Kalau siwon oppa sama ririn onnie, aku bisa baca ceritanya di wp mana ya? Hehe biar bisa baca 33nyaaaaaa ;;)

    Gomawo

  9. Noh kan om ikan serem,,hiiyy..
    Ujung2nya teteeep swit switan..diguyuran aer pula..bikin ngirii..
    *lirik heechul*

    Ehm ehm,kyuNara berantemnya paling ‘normal’.. Pdhal yg biasanya n0rmal aja heboh *lirik rinwon*

    Aku gk tau k0menku sama apa kagak sama yg dulu di blog tetangga,lupa lg..heuheu..

  10. Eonnieeeee -yyaaaaaaa😦
    Sumpah demi apaa aku kangen berat sama seriesnya CCL😥
    Aku inget bgt dulu pas pertama kali baca ff ini jam 3 malem ….
    Rasanya sesakkk…
    Feelnya berasa bgt!! Sedihnyaa dapet bgt!!
    Eehhh~
    Sekalinya pas skrg baca ulang ttep aja nyesek,, gak berubah …..
    Ttap hebat bgt penggambaran karakter disini …
    TOP BGT lah (y) (y) (y) ({})
    Ayooo dong eonn …. Bikin CCL series lagi yg model kaya gnih ….
    Demen bgt akuu sumpahhhhhh dehhhh
    Suer samber gledek :p
    Bahasa pnulisannya kayak gnih jga gpp kok …
    Bagusss…. Jd di tengah2 nyesek aye smpat ketawa. Gara2 bahasanya yg lucu (y)

  11. nah… saya serem baca ni ff…
    donghaenya itu loh…
    ga kebayang donghae yang manis2 gitu bisa marah2 macam gitu…
    tapi sedih juga ujungnya…😥

    ayo bikin ChoChoiLee lagiiii~~~~

  12. Masa oloh onnie.. Saya nangis bombai baca ini bneran deh ._.v

    Sedihhhh bgt yg haejin-donghae itu, kasian haejin nya diriku.. *nangis*
    Tp ttp ye si jinhae itu gajau2 dr skinshipan *heran*

    Kasian sm nara, yaampun kata2 nya daleeemm bgt itu si ratu iblis #plaak
    Tp mereka mah garomantis ah, masa cuma elus pala doang (⌣́_⌣̀) *readers rese
    Skali2 bkin kyunara skinshipan dong onn *memohon*

    Dan utk RinWon, sumpah bner pemikiran nya dewasa ya.. Daebak!!
    Dan saya masih membayangkan bgaimna rambut siwon yg putih itu? *bayngin*

    Okelah chochoilee trus berkarya! Aku percaya padamu! *ngasih piala*

    Mian ya onn baru koment *nyengir

  13. ni ff yg udh lama q cari2,,
    dlu prnh baca jg sih di sjff..
    tp kangen bgt mo baca lg,,
    akhir’y ktmu dh..
    ah.. senang’y..
    di tunggu ff chochoilee selanjut’y ya🙂

  14. eh? ternyata ini lnjtannya ya?
    kirain blm ada kkk~
    maklum pendatang baru :p
    aish~ KyuNara kelar berantemnya gt aja?
    haha evil vs evil mlh lgsg adem
    yg lain aja ampe heboh
    siwon aja ampe sempet2nya ngecat rambut *rotfl*
    tdnya ngebayangin ririn diceramahin semaleman pdhl ><

  15. berhubung aku baru disini
    introduce dl dh annyeong salam kenal ^O^ #g penting abaikan ^^
    aku mulai dari jinhae dl dh bener ga nyangka hae bisa jd sgt mengerikan kyk gitu kalo marah padahal kan dia plg kalem ckckckck
    malah yg ga terduga kyunara couple ternyata masih mending dibanding ama jinhae hehehehe
    trus siwon ama ririn jg berakhir manis
    oke satu kata enam huruf daebak !! ^___^

  16. Ini sampe sekarang masih suka banget sama cerita ini ..uhuhu :3
    Kalo dulu sih ga gtu ngeh yah klo penulisannya beda karena err gatau dulu mikirnya kmana.. skrng keliatan tulisan mana tulisan siapa #plakk~
    Aku sukaaaaaa.. paling suka yg kyunara deh cara berantemnya. Maksudnya Cuma begitu doang yg diajak ngebut lalu bilang sejujurnya dan baikan..bener bener bocah deh yah u,u etapi aku tetep demen chochoilee ko :3
    Serem banget sama poppa yg tau2 berubah drastis gtu..ngeri sama yg diam diam menghanyutkan semacam itu. Keliatannya baik2 aja eh pas udah marah sampe bkin haejin shock gtu -__-
    Klo siwon ririn.. apabanget yg siwon mulai nyindir murahanlah terus neriakin ririn.. dan keselnya ririn gabisa bales neriakan siwon karena siwon pacarnya.. haduhh rin ngapa sabar sih.. tapi lucu juga pas paginya siwon dateng dengan rambut dicat >< errr~ dilanjut lebih ke atas boleh ko itu rabaannya won #plakk

  17. KyuSiHae !!!
    Donghae yang marahnya paling serem !! sumpah gue bacanya ngeri sendiri.
    boleh dia bilang Donghae emang keliatan kasar banget tadi !! tipe cowo tempramental ckckckc
    KyuNara berantemnya lucu deh. macem ababil-ababil gitu heheh
    ehh, SiRin putus tuhh. aigo kasian, padahal yang lain pada baikan😥

  18. Whuaah… Seruuu #tepoktangan.
    ChoChoiLee bener2 daebak! Berantem paling mengerikan itu hae tp paling sakit dan nyesek waktu nara liat kyu dan qiany berduaan.
    Ah daebak!
    Gumawo..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s