The Cupid and The Cerberus ~Part 2~

Title : The Cupid and The Cerberus

Author : Nisya Mutiara Busel Siregar

Rating : PG-13

Genre : AU (Alternative Universe), Fantasy, Romance

Length : Chapter

Main Cast :

  • Nadine (Haejin’s Western name)
  • Aiden (Donghae’s Western name)

Guest Stars :

  • 2AM Jinwoon
  • Kara Nicole
*Part 2*

”Cerberus?” Nadine tercengang.

Dia terkekeh. ”Kenapa? Tidak pernah bertemu Cerberus sebelumnya, Cupid Nadine?” dia melirik ke arah Jonghyun dan Saekyung yang kini bertengkar seru dan banyak sekali orang menonton mereka. ”Wah, sangat asyik melihat mereka seperti itu, Cupid Nadine.”

Nadine menatap sedih kedua orang itu, Saekyung menjerit-jerit membabi buta dan menghancurkan etalase toko perhiasan, sampai beberapa petugas keamanan datang. Aura cinta diantara keduanya menggelap, aura itu masih ada, tapi telah terutup kebencian yang begitu sarat. Bagaimana mungkin? Dua manusia yang saling mencintai, harus dipisahkan begini?

”Kau jahat sekali!” seru Nadine.

Aiden tersenyum tenang, sama sekali tidak gentar. ”Kalau aku tidak jahat, maka aku akan jadi Malaikat, Nadine. Tapi aku Cerberus, dan aku seperti kau, harus menyelesaikan tugasku demi menjadi Lucius.”

”Tapi…”

”Mau sekuat tenaga pun kau menyangkal, kau tetap tidak akan menemukan pembenaran untuk melawanku,” ujar Cerberus itu dingin, angkuh, dengan senyum sinisnya. ”Aku memang terlahir untuk itu, kan?” tanyanya sambil tersenyum. ”Mereka takkan bersatu.” Dia mengedikkan kepalanya perlahan ke arah Jonghyun dan Saekyung lagi. ”Kau harus cari common thread lagi, maaf…” dia terkekeh senang.

Nadine mendesah kesal.

”Dan sampai saat kau menemukan common thread itu, kupastikan kau akan bertemu lagi denganku.” Cerberus itu tersenyum nakal lagi, dan terbang cepat melewati Nadine yang terkejut setengah mati.

Nadine melayang naik-turun dengan sedih menatap Jonghyun-Saekyung yang kini digiring oleh petugas keamanan pusat perbelanjaan tersebut, aura benci telah tumbuh, dan aura cinta itu sudah menghilang. Nadine merasa berdosa sekali, tugas keduanya gagal, gara-gara Cerberus itu. Bagaimana Cerberus itu bisa melacaknya?

Nadine terbang pelan keluar dari dalam pusat perbelanjaan tersebut, gaun putih panjangnya berkibar-kibar sementara dia terbang sambil melamun. ”Nadine, kau tidak boleh melamun!” Nadine memperingatkan dirinya sendiri. ”Kau harus menemukan common thread, sebelum Cerberus itu melacak dirimu, ayolah Nadine, tadi kau berhasil menyatukan Minho dan Eunseo, maka sekarang kau pasti bisa! Meski Jonghyun dan Saekyung…” desahnya miris.

Matahari mulai terbenam, dan kegelapan mulai naik ke atas, sementara Nadine benar-benar kelelahan. Maka dia memutuskan untuk beristirahat di atas sebuah genting rumah di daerah perumahan yang asri. Sayap birunya terlipat, sementara ia memeluk lututnya dan memandang ke arah batas cakrawala, dimana matahari mulai bergerak turun dan sebentar lagi akan menghilang.

Cinta.

Nadine lagi-lagi memikirkan hal itu. Dulu, ketika Nadine masih mempersiapkan diri sebelum turun ke dunia, Nadine hanya bisa melihat apa itu cinta melewati Kolam Hati. Kolam yang memperlihatkan apa yang dihasilkan oleh Common thread di muka bumi, bagaimana pancaran mata, dan bahasa tubuh orang yang merasakan cinta. Tapi, begitu Nadine bisa merasakan emosi itu, Nadine bisa tau betapa bahagianya manusia-manusia yang merasakan emosi tersebut. Apalagi begitu tadi Nadine merasakan cinta yang tidak bisa tersampaikan.

Ternyata menyampaikan rasa cinta tidak semudah yang Nadine bayangkan. Melihat Minho dan Eunseo, serta Jonghyun dan Saekyung merupakan bukti konkret kesulitan mereka dalam mengutarakan rasa cinta. Dan begitu cinta itu hampir diikrarkan, dalam kasus Jonghyun-Saekyung, datang Cerberus itu, dengan seenaknya memutus common thread yang telah dia ikat.

Nadine bisa turut merasakan sakit hati yang teramat parah yang dibawa oleh Iblis muda tersebut. Emosi itu, bahkan bisa menyesakkannya, dan mengunci tenggorokannya rapat-rapat. Bagaimana mungkin, hal indah yang Tuhan titipkan kepadanya, ia biarkan begitu saja dihancurkan oleh Cerberus bernama Aiden tadi? Kejam sekali… Cerberus itu kejam, dan begitu pula ia.

Terlarut dalam pikiran itu, Nadine menangis tersedu-sedu di atas atap rumah berwarna abu-abu itu. ”Ya, Tuhan, maafkan aku… aku melalaikan tugasku, aku membiarkan Cerberus itu memutus apa yang sudah Kau satukan, maafkan aku Tuhan.” Isak Nadine.

Setelah puas menangis, Nadine memeluk lututnya lagi. Cupid tidak tidur, tidak makan, tidak minum. Maka Nadine memutuskan untuk menunggu datangnya pagi, dan ia akan segera mencari common thread-nya sebelum Cerberus itu dapat melacaknya sekali lagi. Nadine memandangi bulan yang bersinar pucat, dan berusaha memikirkan bagaimana cara menghindar dari sensor Cerberus. Nadine merasakan getaran dalam sensornya, kuat sekali.

Nadine langsung mengepakkan sayapnya dan melayang naik turun di atas rumah itu. Sensornya terlalu kuat, jelaslah orang itu ada disini. Nadine melayang turun ke pekarangan rumah yang ia tumpangi itu. Rumah itu sederhana, hanya bertingkat dua, dengan model rumah Jepang. Pintu geser dari kaca, yang memperlihatkan dengan jelas ruang keluarga di rumah itu.

”Di dalam rumah ini?” tanyanya bingung. Kedua kakinya menyentuh rumput basah pekarangan rumah itu, sayapnya otomatis terlipat sempurna di belakang tubuhnya. Dan dengan langkah ringan, ia masuk ke dalam ruang keluarga itu. Sensornya langsung menajam, bahwa ada seorang gadis yang bersembunyi, dengan pikiran, hati, dan jantung yang berdegup bahagia sekali.

Nadine mengernyit, apa yang dipikirkan gadis ini? Bahagia, tapi common thread-nya belum tersambung? Dunia sudah gila! Apa susahnya sih mengakui saling mencintai? Nadine benar-benar bingung, baru satu  hari dia berada di dunia manusia dan sudah menemukan banyak kasus aneh seperti ini. Cinta itu kan mudah, saling mencintai, jelas. Nadine tahu sekali hati dua insan manusia ini, bahkan Nadine bisa menyerapi perasaan, pikiran, dan merasakan seluruh indra mereka yang meneriakkan kata cinta.

Dan aura mereka juga terlihat, pikir Nadine. Lalu apa sih sulitnya saling berikrar saling mencintai? Apakah manusia sepolos itu? Sampai-sampai tidak bisa merasakan aura jatuh cinta satu sama lain. Dasar gila, pikir Nadine lagi. Dan Nadine bisa merasakan sensornya bergerak lagi, ada orang di dalam sini juga, dan ya ampun mereka saling mencintai tapi tidak bisa berjodoh sendiri!

Akhirnya Nadine melihat pria itu keluar dari dalam dapur.

”Colee-ah, kau dimana?” tanya pria itu kebingungan.

Nadine melirik gadis yang bersembunyi di balik lemari televisi yang besar, dia terkekeh dan nyengir bahagia. Wajahnya adalah wajah yang bersemangat, sehingga siapa pun yang berada di dekatnya pasti ikut tersenyum akan aura yang ia bawa, dan emosinya… dia juga mencintai pria ini sama besarnya seperti pria ini mencintainya. Nadine mulai kesal, sudah tiga kali dia bertemu kasus yang sama! Apakah semua manusia sebodoh ini? Jelas-jelas sama-sama memiliki perasaan yang sama!

”Colee?” seorang pria jangkung bermata sipit sekali keluar dari dalam dapur, membawa mangkuk berisi cemilan, dan memandang berkeliling dengan kebingungan. ”Colee? Ah, jebal, jangan bercanda, Colee-ah, kau kebiasaan sekali!” ujarnya kesal. Emosi kesal yang bodoh, pikir Nadine, yah, Nadine bisa membaca semua emosi yang ada dalam diri pria ini.

Rasa kesalnya hanya sepersekian dari seluruh rasa cintanya.

”Colee???” panggilnya lagi.

Gadis itu menekap mulutnya agar suara tawanya terus teredam, kemudian pria itu berdecak lagi, dan tersenyum nakal. ”Arasseo, uri Nicole sudah tidak ada di rumah, jadi ada baiknya aku pulaaaaang~”

”ANDWE‼! Jinwoonie, jangaaaaan!” akhirnya gadis bernama Nicole itu muncul juga dari balik televisi, dan menjerit-jerit panik menghampiri pria jangkung itu dan memeluknya erat-erat. ”Jinwoonie jangan! Jangan! Aku takut kalau sendirian, Mommy sama Poppy belum pulaaaaang!”

Dan pria bernama Jinwoon itu tertawa terbahak-bahak. ”Makanya jangan usil! Kau kira aku tidak bisa lebih usil darimu?” tanyanya.

Nadine memerhatikan keduanya? Apa lagi yang mereka tunggu sih?! Serunya jengkel, tapi kemudian Jinwoon pun balas memeluk Nicole, dan menenangkannya. ”Tenang saja, Colee, aku tidak akan setega itu padamu, Sayang. Abonim dan Eommonim kan menitipkanmu padaku… ayolah, sekarang kita nonton televisi, dan akan kutemani sampai kau tidur.”

”Ah! Tapi kau akan pulang, aku benar-benar takut sendirian!” jerit Nicole.

Jinwoon memutar matanya. ”Colee, rumahku hanya di samping rumahmu, ya ampun…”

”Tetap saja‼! Kau mau aku diculik lagi?!” mata Nicole berkaca-kaca, lalu tiba-tiba saja Jinwoon sudah memeluk Nicole erat-erat.

”Ani, ani, tidak akan terjadi lagi, Colee…”

Kali ini, Nadine merasakan aura lain, selain aura cinta kasih yang begitu dalam dari diri keduanya. Aura takut, trauma, dan rasa bersalah dari Jinwoon yang menguar begitu besar.

”Ah! Aku harus mengikatnya,” Nadine terbang mendekat.

”Mau kemana?!”

Nadine terlonjak di hadapannya, kini berdiri Cerberus yang tadi. Melayang naik turun beberapa centi dari lantai, menutupi Nadine dari pandangannya akan Jinwoon dan Nicole yang masih berpelukan. Sayap hitamnya terbuka lebar, mata dinginnya menusuk menatap Nadine, meski ia tersenyum, sinis. Pangkal pedangnya yang berukiran emas bahkan menyembul dari balik jubahnya.

”Kau mau mengikatnya?” tanya Cerberus itu sambil melayang lebih tinggi dan mengitari kedua insan yang sedang berpelukan tersebut. ”Silakan, dan itu akan lebih cepat menyelesaikan tugasku.”

”Kau tau darimana aku disini?” tanya Nadine takut.

Cerberus itu melayang mendekati Nadine dan meposisikan dirinya dibelakang Nadine, dia berbisik di belakang telinga Nadine. ”Aku bisa membaui auramu, Cupid Nadine.”

Nadine mulai gemetar ketakutan, bagaimana caranya bisa mengikatkan common thread jika Cerberus ini dengan mudahnya mengikutinya. Bagaimana para Bidadari lain berhasil melakukan hal ini sebelumnya?

”Lakukanlah, ikat!” perintahnya memojokkan. ”Jadi tugasku cepat selesai.” Kemudian dia menatap Nadine dengan pandangan malas, dan melipat tangannya, menunggu.

Nadine menatapnya, lama kelamaan, bukan takut yang merasuki pikiran Nadine, justru kesal! Dikiranya dia bodoh, mau mengikat common thread pada saat ada Cerberus di dekatnya? Sama saja bunuh diri, kan? Tapi toh aura tajam dari Cerberus ini, masih menekan Nadine begitu berat, hingga ia tidak berani menjawab atau melakukan apa-apa. Nadine masih saja melayang memandang Jinwoon dan Nicole yang kini sudah duduk berdua di sofa sambil makan camilan, lalu ia ganti menatap Cerberus yang berwajah dingin itu.

”Kenapa diam saja?” tanya Cerberus itu tidak sabar. ”Cepat ikat!” perintahnya seenaknya. ”Dengan begitu tugasku cepat selesai, dan aku cepat kembali ke Tartarus, menjemukan merasakan banyak emosi disini!” keluhnya.

Nadine masih diam, memandanginya ketakutan.

”Kenapa kau diam saja? Cupid bisu, ya?” tanyanya kasar.

Nadine memalingkan wajahnya, sekarang apa yang harus ia lakukan coba? Mengikat common thread antara Jinwoon dan Nicole? Jelas tidak, mereka akan berakhir tragis jika ia tetap memaksa melakukan hal itu, aura kegelapan Cerberus akan menyelubungi mereka terus ketika benang itu terlepas. Dan Nadine tidak tega, Nadine bisa merasakan aura pekat yang menyelubungi Jonghyun dan Saekyung tadi, padahal mereka saling mencintai.

Dan Nadine tidak tega melihat betapa cintanya Jinwoon pada Nicole, dan betapa butuhnya Nicole akan cinta Jinwoon padanya. Nadine tidak bisa membayangkan kalau dia harus merasakan pedihnya perasaan mereka berdua! Sementara Cerberus itu terus menekannya. Mungkin hanya tatapan intimidasi, tapi Nadine berani sumpah, bahkan tatapan itu melumpuhkan seluruh indranya sebagai Cupid, dia jadi takut.

”Kau tidak berani?”

Nadine tersentak, Cerberus itu menatapnya tajam, dingin, menusuk, dan terlihat bosan.

”Wa…waktuku… masih enam… hari lagi…” jawab Nadine pelan-pelan.

Ceberus itu berdecak. ”Semua bangsa Cupid memang bodoh! Bukanlah lebih cepat kalian melaksanakan tugas lebih baik?” tanyanya sarkastis. ”Untuk apa sih menunda-nunda?”

”Hei, yang bodoh itu siapa?!” tanpa disadari olehnya sendiri, dan tentu saja oleh Cerberus itu, Nadine menjawab. ”Kalau aku mengikat common thread-nya sekarang, kau akan menebasnya!”

”Memang itu yang mau aku lakukan.” Sahut Cerberus itu enteng.

”Dan aku tidak mau itu terjadi!” balas Nadine.

Dia menatap Nadine dingin lalu tersenyum, dingin, meremehkan, dan seperti biasa, mengintimidasi. Auranya membuat Nadine bisa tiba-tiba menciut dan mundur dari misinya.

”Kalau begitu silakan saja kau tunggu,” ujarnya tandas. ”Toh lewat tujuh hari kau tidak akan mengikat common thread siapa pun, kau akan gagal, dibuang dari dunia Cupid, tidak menjadi Bidadari.” Ucapnya ringan, dan menyeringai. ”Lalu aku akan menjadi Lucius. Mudah, kan?”

Meski Nadine tidak menjawab, Nadine tahu kalau semua kata-kata Cerberus ini benar.

Cerberus itu tersenyum. ”Lagipula aku tidak pernah melihat Cupid sebodoh dirimu, terlalu lama larut dalam emosi manusia, cih! Kau seharusnya tidak perlu memikirkan mereka begitu dalam.”

”Kau bisa membaca emosi?” tanya Nadine pelan.

”Tentu saja bisa!” serunya.

”Kenapa sih kau selalu marah?!” tanya Nadine takut dan mencicit mundur.

”Karena aku Cerberus, bodoh!”

Nadine diam lagi menatap Jinwoon dan Nicole, lalu menatap Cerberus yang menatapnya kesal itu.

”Jadi, kita akan disini sampai tujuh hari ke depan? Baiklah, tapi kau akan menyesal telah melakukan hal ini padaku,” kata Cerberus Aiden sambil berdecak. ”Cepatlah ikat! Dan kau bisa mencari mangsa baru!”

”Dan kau gagalkan lagi!”

”Setidaknya aku tidak harus menunggu bosan di rumah ini dan merasakan aura memuakkan dari mereka!” balasnya sambil mengedik benci ke arah Jinwoon dan Nicole yang memunggungi mereka di sofa.

Ah, pikir Nadine. Ia ingat ketika dia tumbuh menjadi Cupid remaja, bangsa Bidadari mengajarkan kepada mereka agar tidak takut dan tunduk akan kekuasaan Cerberus. Cerberus memang memiliki aura menekan dan mengintimidasi, tapi Nadine ingat, salah seorang Bidadari pernah mengajarkannya.

Cerberus takut akan aura cinta yang tulus, benar-benar tulus.

Nadine menyeringai. ”Hei, Cerberus, kau yakin akan terus disini? Menunggui dua burung kecil yang memadu kasih ini?”

”Kata-katamu menjijikkan!” hardiknya.

Nadine mundur, sulit melawan aura negatif ini, tapi Nadine harus yakin, atau dia akan gagal. ”Aku tidak bercanda, mereka sangat cocok… mereka saling mencintai, begitu dalam.”

Pria itu bersedekap semakin kencang, dan pandangan matanya yang tajam semakin menusuk. ”Kalau begitu cepat ikat common thread mereka, Nadine!”

”Tidak!” Nadine menggeleng sambil tersenyum.

”Oh, berarti aku tinggal menunggu.”

”Silakan saja, mari kita bersama-sama menikmati tulusnya cinta mereka, itu indah sekali…” ucap Nadine sungguh-sungguh.

Dalam sekejap mata saja, Nadine sudah terpojok dengan mata pedang Cerberus itu terletak di lehernya, dan Cerberus muda itu hanya berjarak beberapa centi darinya. Matanya yang tajam menghunus Nadine dalam. ”Jangan main-main!”

”Aku… tidak… main-main.” Nadine gemetaran menjawab.

”Ikat!”

”Tidak!”

”Kau mau sayapmu itu kutebas?!” ancamnya.

Nadine berdigik ngeri, dan mendorong tubuh Cerberus itu mundur, meski ia mengira itu mustahil. Kekuatannya saja sudah mengintimidasi, tapi tiba-tiba Cerberus itu terlempar cukup jauh. Dan wajahnya berkeriut mengerikan, meski ia bisa melayang mengendalikan diri.

Dampaknya juga semakin mengerikan, aura gelapnya semakin menekan emosi Nadine.

”Kau kuat juga, Nadine.” Katanya dengan nada meremehkan.

Nadine menatap Cerberus yang tengah melayang di atasnya itu. ”Jangan suka sombong! Itulah yang membuat bangsa kalian diusir oleh Tuhan ke Neraka, Iblis itu sombong!”

”Beraninya kau!” desisnya.

”Ya, aku berani!”

”Kuanggap kau menang kali ini,” dan Cerberus itu menghilang begitu saja dari hadapan Nadine.

Nadine mencari-cari, tapi memang pria itu tidak ada di dalam rumah Nicole ini, bukan berarti dia bersembunyi. Nadine pun sudah tidak bisa merasakan aura intimidasi dan tajam itu lagi. Cerberus itu benar-benar pergi. Nadine melayang ke hadapan kedua orang yang duduk di sofa sambil berangkulan dan menonton siaran televisi.

Common thread mereka sudah amat sangat dekat, beberapa sulurnya bahkan sudah terkait. Dengan senang, tangan Nadine melambai di udara kosong, dan kedua common thread itu mengikat menjadi satu. Aura disekitar Nadine pun akhirnya berubah, semua menjadi ringan.

”Colee.”

”Ne, Jinwoonie?”

Jantung keduanya sudah berdegup kencang, seirama, suaranya begitu indah dalam telinga Nadine.

”Tunggu aku ya.”

”Eh?”

”Tunggulah, beberapa bulan lagi.”

”Apa maksudmu?”

Jinwoon menoleh pada Nicole. ”Kita memang sahabat sejak kecil, tetangga yang begitu dekat. Kau kuanggap seperti saudaraku sendiri.” Nicole mengangguk dengan sungguh-sungguh. ”Tapi, sejujurnya sejak penculikanmu ketika kecil, aku sudah tau kalau kau lebih dari sekedar teman kecilku.” Mata Nicole menjadi berkaca-kaca. ”Lalu… kanker serviks setelah kau…”

Nicole benar-benar menangis.

Jinwoon menggenggam tangan Nicole erat-erat. ”Kau tau kenapa aku mau menjadi dokter? Karena aku yakin aku bisa menyembuhkanmu, baik sakitmu, maupun luka hatimu, Colee.”

”Aku… sudah… tidak…”

”Aku tidak peduli! Aku cinta padamu, apa adanya…”

Mereka berpelukan sambil menangis.

Ah, jadi itu sebabnya, batin Nadine. Nicole dan Jinwoon, sepertinya ada luka dari masa lalu Nicole yang membuatnya takut untuk mengeluarkan rasa cintanya kepada Jinwoon. Tulus sekali, mereka berdua ini, hati Nadine pun jadi menghangat, mereka telah berikrar, dan tidak dapat diputuskan oleh Cerberus lagi. Nadine melayang keluar dari rumah Nicole.

”Sangat membahagiakan.” Nadine tersenyum terbang melayang di langit yang bertaburan bintang, dia menari di udara. ”Melihat dua insan berikrar itu membuat seluruh perasaan menjadi ringan. Syukurlah, terima kasih Tuhan.” Misi kedua Nadine berhasil dilaksanakan. Setelah menjodohkan Minho-Eunseo, kini Jinwoon-Nicole yang telah bersumpah saling mencintai, hingga ajal menjemput satu sama lain, meski masih di dalam hati.

Hari kedua Nadine di bumi, pagi yang cerah, dan atmosfer yang menyenangkan membuat Cupid ini begitu bersemangat. Apalagi hingga fajar menjemput, rumah Nicole tidak disambangi lagi oleh Cerberus bernama Aiden tersebut. Kini Nadine terbang di atas kota dengan sensor yang mencoba terus melacak keberadaan common thread.

Dimana lagi common thread itu berada?

Nadine berusaha mencari-cari dan melihat kelebatan benang merah yang menyala-nyala dari taman dimana kemarin ia diturunkan dari Nirwana. Nadine terbang melesat cepat mendekati taman tersebut, dan melihat seorang pria sedang lari pagi. Dengan celana pendek, sweater, dengan headphone mendengarkan musik.

Nadine melayang tepat di atasnya, dan mencoba merasakan emosinya. ”Tidak ada emosi cinta.” Katanya heran, lalu berusaha merasakan emosi-emosi lainnya. ”Tak ada emosi cinta, tapi itu jelas common thread.” Nadine terus mengikutinya. Seluruh emosi dalam pria itu terbaca, kecuali cinta.

Tidak ada rasa cinta, tapi kenapa ada benang merah itu?

Nadine sudah cemas kalau kemampuan ’merasa’-nya menghilang, namun tidak, dia masih bisa merasakan dan mengetahui setiap indra pria yang sedang berlari ini. Nadine terus mengikutinya sampai akhirnya ekor matanya menangkap kilatan benang merah di ujung jalan.

Seorang gadis juga sedang lari pagi, dengan rambut dikuncir kuda, dan wajah bersemangat, dan pastinya di jari kelingkingnya terdapat common thread. Benang merah menyala-nyala, dan pastinya common thread ini adalah pasangan common thread pria disana.

Nadine terbang melesat mendekati gadis itu, dan langsung ’meraba’ pikiran dan perasaannya. ”Aneh, dia juga tidak memiliki perasaan apa-apa.” Nadine terbang sedikit lebih tinggi lagi. Kali ini, keduanya, si pria dan si wanita berpapasan tanpa saling bertegur sapa, hanya berlari lagi, untuk mengitari taman berbentuk persegi tersebut. Nadine benar-benar heran, dan tidak habis pikir. Kali ini ia perlahan-lahan berusaha kembali membaca perasaan dan pikiran keduanya.

Nihil!

”Mereka tidak saling kenal, namun berjodoh?” tanya Nadine kemudian, akhirnya Nadine terbang lagi menunggu waktu yang tepat pada saat keduanya kembali berpapasan. Ketika saat itu tiba, Nadine langsung melambaikan tangannya, dan kemudian kedua common thread itu bersatu dengan kokoh.

Tiba-tiba saja, mereka berdua bertubrukan dan terjatuh.

”Ah, jadi mereka akan saling mengenal dan jatuh cinta?” kikik Nadine, yang langsung bisa merasakan perubahan aura pada diri kedua orang yang sedang terjatuh di jalan setapak taman persegi itu. Nadine memejamkan matanya dan menikmati sensasi itu.

Tak lama, karena kemudian terdengar jeritan keras.

”DASAR NAMJA MESUM!” dan PLAK.

Nadine membuka matanya kaget, si wanita menampar si pria dengan marah. Aura sudah berubah cepat dan pekat, sementara si pria balas memarahi si wanita dengan nada yang tidak kalah kerasnya. Mereka beradu argumen, sampai-sampai banyak orang di taman memerhatikan mereka.

Aura ini…

”Halo, Cupid Nadine, kuharap tidak lupa padaku,” panggil suara sedingin es dan dengan nada menusuk yang sudah dikenalinya.

Nadine memutar pada sayapnya, berbalik melihat seorang pria dengan santainya duduk di dahan pohon tinggi, satu kaki terangkat dan satu kakinya menjuntai ke bawah. Sayap hitamnya berkibar, dan pandangan matanya yang tajam, menusuk, dan mengintimidasi kini menatap Nadine intens. Tak lupa senyum sinis mengerikannya, dan satu tangannya mengelus pelan pedang berukir.

”Kau!”

”Siapa lagi yang bisa memutus common thread? Cerberus Aiden.” Katanya ringan. ”Ck, semalam kau bisa memukulku mundur, aku sudah mengira kau hebat. Tapi sekarang lagi-lagi kau mengulang kebodohanmu, kau memang bangsa Cupid yang bodoh.” Seluruh kata-katanya berupa makian, namun dikeluarkan dengan nada semanis beledu.

Tapi auranya yang menekan benar-benar berbanding terbalik dengan nada dan suaranya, auranya pun sama persis seperti pandangan matanya. Tajam, dingin, mengintimidasi.

”Kau gagal dua kali, Nadine.” Katanya riang.

”Aku sudah berhasil dua kali, Cerberus!”

Cerberus itu terus menyeringai sinis dan bernada menang, ”Selama kau masih tidak bisa menyadari kebodohanmu, kau tidak akan pernah menang melawanku, Cupid Nadine. Perlu kau tahu, kau yang menggagalkan apa yang telah kau tautkan, dan kau tidak menyadarinya.” Kekehnya.

”Kau…” desis Nadine naik darah, secara harfiah.

Dia terus tersenyum. ”Aku apa? Aku kan sudah bilang, semalam kau kubiarkan menang, tapi tidak hari ini. Ah iya, dan waktumu, tinggal lima hari, Cupid Nadine. Carilah common thread lainnya, dan aku akan ada disana untuk memutus apa yang telah kau sambung.”

”Iblis!”

”Ya aku iblis,” dia mengangguk tenang. ”Tapi maaf, kau bukan Malaikat.”

Tuhan, Iblis memang kejam, bagaimana mungkin mulutnya bisa sepedas itu? Dan bagaimana ini? Apa yang harus ia lakukan? Nadine terus gemetaran dan ketakutan. Kebodohan, menurut Cerberus itu, dia yang membuat gagal? Apa maksudnya?

-To Be Continued-

Pertama-tama mau bilang makasih untuk 43 orang yang udah komen, meskipun ada satu komen yang agak-agak menyulut emosi *siram nisya pake air* wkwkwkwkwk :p cuma satu komen kok, yang lainnya gak hahahaha, nah sekarang Nisya mau jawab beberapa pertanyaan 
  1. Dari Isti_KiHae : cast’y anak2 shinee yah, dr suju cmn hae aja?
    klo da kyu seru tuh, dy kan cocok meranin cerberus, haha ——-> Bosen ah, Kyu mulu suruh dijadiin Iblis ^^ #plakk aku pengen Wookie jadi iblis malah wakakakakaka… castnya gak anak SHINee tapi bakalan banyak guest star say ^^ tunggu aja yaaaaa
  2. Dari _ghye Onnie : kata-katanya udah bagus qo nisya,, pa yg ingin di sampein nyampe di otak saia #plak..,bahasanya bagus^^
    tp onn bingung neh ini sih sudut pandang orang ke-3 apa pertama ya?? onn baca sih dominan orang ke-3,bener ga tuh?? tp masih ada kaya ‘aku’ nah loh onn jd bingung neh >.<———-> Onnie makasih koreksinya ya, iya nih masih agak2 siwer aku ^^ bener kok onn, sudut pandangnya orang ketiga tunggal, mudah-mudahan aku makin teliti ya onn ^^
  3. Dari mrsyesungie aka Dian ^^  : Onnie sebeneranya cupid sama ceberus nya ukurannya kecil apa kaya manusia yaa? ———> Cupid sama Cerberus versinya Nisya itu tingginya kayak manusia say ^^ hehehe, mian lupa aku deskripsiin…
  4. Dari AyuOnkey : Aku selalu suka ide2 ceritamu..
    Kalau boleh tau kamu terinspirasi dari mana?? ——–> Cupid-nya aku dapet idenya dari lagu Stupid Cupid #plakk kalo Cerberus-nya, yang udah baca Detective School Q pasti tau betapa gantengnya Cerberus disitu wakakaka, trus aku pengen bikin cerita cinta terlarang, jadilah dicampur jadinya begini ^^
  5. Dari Sarangchullpa92 : Onnie uda khatam nama2 reader?? Namaku masuk gak ke da itu daftar? : ——-> iye hapal banget neng aku ama kamu, aku suka banget sama komenmu yang gaje #plakk 
  6. Dari Geraldineheenim : Nadine knp di sini jd kayak anak kecil galau yaa haha. Donghae penuh aura kelam, kayak kyuhyun? Gak COCOK meheehe ——-> Kyu mulu bosen ah! #plakk bayanginnya jangan Hae yang cengeng dan manja dong, inget2 Hae kayak di foto poster di atas #plakk 
  7. Gimana cerita selanjutnya (hampir semua readers) : tentu saja akan dijawab seiring terusnya ini FF jadi baca terus yaaaa ^^
Jangan lupa komen ya ^^ berupa kritik, saran, dan donghae berpita #plakk

 

 

69 thoughts on “The Cupid and The Cerberus ~Part 2~

  1. Wuaah, Ternyata boleh bertanya toh :O
    Onnie, kapan part selanjutnya? Ayo ayo penasaran sama pasangan aidenadine ini
    Aiden oppa jahat banget ihh, sabar ya nadine onnie😦
    Oh ya itu yang dijodohin harusnya ada aku sama ryeowook oppa #abaikan
    Pokoknya mah next part cepetan ya onnie~🙂 jangan membuat aku menunggu hahaha~😄

  2. keren n smakin seru aj ceritax..
    tpi aidenx nyebelin..
    =.=a
    ajarin gosok gigi gih sana..
    *lohh??*
    mksudnya ajarin cinta..
    L.O.V.E..
    hehehe..

    buat Nadine,smngat terus nyari common thread nya..
    common thread aku ma eunhyuk kpan dsatuin yaa??
    :p
    *ditampol istri2 eunhyuk yg laen*??*
    mksudnya ajarin cinta..
    L.O.V.E..
    hehehe..

    buat Nadine,smngat terus nyari common thread nya..
    common thread aku ma eunhyuk kpan dsatuin yaa??
    :p
    *ditampol istri2 eunhyuk yg laen*

  3. yah…yahh…tu siaiden napa?? sini-sini biar sy ajarin yg namanya “Cinta” kkkkkk~ yahh..buat nadine…yang namanya Cinta,kalu jodoh pasti takkan lari kemana…kwkwkwk…..seru nihh…jd ngebayangin gmana gtu,,;P

  4. aaah,, haenya nyebelin banget yaa.. kkk~~
    makin seru eon ffnya.. Lanjutannya jangan lama-lama eon. penasaran sama nasibnya nadine-aiden

    Lanjut ya eon~~ FIGHTING :))

  5. Alhamdulillah lega banget deh jinwoon-nicole bersatu. Gak bakal tega kalo common thread mereka diputus T.T itu bener2 cinta sejati soalnya.
    Oke next part ditunggu! Mudah2an aja aiden gak mutusin common thread pasangan yg bener2 tuluss T.T itu bener2 cinta sejati soalnya.
    Oke next part ditunggu! Mudah2an aja aiden gak mutusin common thread pasangan yg bener2 tulus

  6. aidenn…..jahat’a dirimu…
    yg mtusin kn aiden knp aiden blg tu keslhan nadine??
    jinwoon…..kau baik skali…..
    ahh jdi tmbh ngfans sama jinwoon….
    ditunggu lnjutan’a y…
    yahh walaupn mngkin agk tlat gy bca’a….hehehehh

  7. Donge. Mulut mu berbisa…. Bisa”nyaaa…..
    sungguh…..
    *sumpeh gapen.
    Tp kalo dpkir” emang nadine rada” oon thor –v ..

  8. Holla, I am cambek again…. Makin penasaran nih sama nasib kedua makhluk nie. Siapa kah…. (Ala-ala Silet gitu ngomongnya), yang bakal berhasil menjalankan tugasnya??? Agak” kawatir juga nih, bisa gak sih Nadine nyelesaikan misinya menyatukan 10 pasangan dalam waktu 7 hari, sementara si cerberus kejam terus mengikutinya…….. Udah 2 sama nih skornya. Biar adil, sama-sama gagal aja deh, terus hidup bahagai deh b-2 sebagai manusia….. he…he….he #ngarep#
    #”Kalau aku tidak jahat, maka aku akan jadi Malaikat, Nadine”#
    Kalau kau jadi malaikat, jadilah malaikat pelindung-ku Aiden…… (gak….gak…..gak nolak, he…hee)
    Oh ya Nisya-sshi, bisa request gak nih???? Jodohin aq ama Donghae donggg, Commont Tread kami berdua udah ngelambai-lambai minta di satuin tuh… Hahai #Plakkk#
    #Kaburrrrrrr, sebelum di sihir ama Cupid Nadine#

  9. ak suka bgt cerita fantasy. apalagi kalo cast.y donghae sma haejin, mereka berdua cocok bgt.
    iih donghae.y nyebelin kasian tuh haejin.y udah susah” nyambungin benang merah.y, eh malah di tebas sama donghae..
    tapi moga” di akhir cerita dpnghae tetep sma haejin #reader so tau

  10. Ah kok disini nadine takut mlulu sama aiden. Unt perkembangannya bikin nadine juga kuat and ga takut sama aiden donk. Masa kalah sama iblis. Ditunggu perkembangan ceritanya. Haejin Daebakk!!!

  11. Aaargh, si Cerberus inii
    *iket Donghae oppa di pohon*
    Waktu makin sedikit, yg berhasil baru 2
    Ayo, Nadine hwaiting!
    *kibar2 spanduk*

  12. ribet yah tugasnya cupid ternyata. ah tapi lagi lagi aku jatuh cinta sama cara momma ngejabarin si cupidnya ini. haduh aku suka karakter keduanya di ff ini🙂
    aku gampang aja sih ngebayanginnya. yah intinya aku suka.
    kasian banget sih yang harus diputus common threadnya sama si cerberus aiden tapi yah itulah kehidupan ga semunya bahagia bahagia aja. ahh aku seneng banget baca ini ff. aku hanya berdoa semoga ada keajaiban jadi file ff ini ketemu lagi dan bisa dilanjut yah momma sayang. amiin :*

  13. Wahh keren..
    Tapi knpa yg jadi iblis malah donghae ya??
    Bukannya kyuhyun yg lebih cocok..

    Ok,, jalan ceritanya aq suka chingu ^^
    Di tunggu ya kelanjutannya..

  14. Aduuuuhh,sihaejinnya lemot nih*plakk
    Pantes aja dibilang bodoh ama cerberus aiden,,terlalu terburu nafsu nih ngiket benang merahnya,kekeke
    Cupidnya jgn takut yach ama cerberus,,sebenarnya cerberusnya ga kuat2 amat kok,,hehe,,eh gimana prosess cupid ama cerberus jatuh cinta yach??ada ga??penasarannnnn,,,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s