The Cupid and The Cerberus ~Part 1~

Title : The Cupid and The Cerberus

Author : Nisya Mutiara Busel Siregar

Rating : PG-13

Genre : AU (Alternative Universe), Fantasy, Romance

Length : Chapter

Main Cast :

  • Nadine (Haejin’s Western name)
  • Aiden (Donghae’s Western name)

Supporting Cast :

  • Crystal
  • Alice
  • Michelle
  • Dewi Bidadari

Guest Stars :

  • SHINee Minho
  • SHINee Jonghyun
  • Son Eunseo
  • Miss A Min
  • Shin Saekyung
Note :
Oke, ini cuma keisengan saya yang lagi pengen bikin FF tentang hal-hal fantasi seperti ini. Tentang Cupid, Cerberus, Nirwana, dan Tartarus-nya, nggak sama seperti yang di legenda, karena ini merupakan imajinasi saya sendiri🙂 Jadi, kalau ada yang berpikir kalau Cerberus dan segala istilah dalam FF ini salah, hehehehe… mohon maaf, itu memang unsur kesengajaan ^^ 
Seperti biasa komennya ditunggu banget🙂

Ini adalah Nirwana…

Tempat dimana para Cupid berkumpul…

Cupid-cupid disini menunggu waktu untuk bisa menjadi Bidadari…

Sebelum menjadi Bidadari, ada satu tugas yang harus Cupid lakukan…

Menjodohkan sepuluh pasangan dengan common thread dalam waktu tujuh hari di bumi…

Jika dalam kurun waktu tujuh hari Cupid-Cupid itu berhasil…

Mereka akan menjadi Bidadari…

Tapi tentu saja, hidup tidak semudah itu meski ini di negeri Nirwana…

 

Ini adalah Tartarus…

Tempat dimana para Cerberus berkumpul…

Cerberus-Cerberus disini menunggu waktu untuk bisa menjadi Hades…

Sebelum menjadi Hades, ada satu tugas yang harus Cerberus lakukan…

Memutuskan common thread sepuluh pasangan yang dijodohkan oleh Cupid dalam waktu 7 hari di Bumi…

Jika dalam kurun waktu tujuh hari Cerberus berhasil…

Mereka akan berubah menjadi Hades…

Malaikat Kegelapan Tartarus…

Tapi apa yang terjadi jika mereka gagal melaksanakan misi tersebut?

Sayap mereka akan patah, dan selamanya mereka akan menjadi manusia, dan tidak akan bisa kembali menjadi Cupid maupun Cerberus…

Dan mereka tidak akan mendapatkan keindahan yang dijanjikan bangsa mereka…

Mereka akan dihukum menjadi manusia

*           *           *

Taman Firdaus

Di taman ini yang jelas semua serba indah, rerumputan segar nan hijau berdiri pendek dan rapi. Dikelilingi banyak bunga besar dengan warna-warni yang bahkan tidak pernah kau temui di dunia ini. Dengan peri-peri kecil yang berterbangan mengelilingi bunga-bunga tersebut. Taman ini adalah taman dari segala taman di surga, tempat singgah para Cupid.

Cupid adalah Dewi Cinta, bagian awal dari metamorfosis untuk menjadi Bidadari, sejak mereka diciptakan Tuhan. Cupid-Cupid biasa di didik dengan tugas menjadi mediator bagi kaum adam dan kaum hawa, untuk bersatu dalam satu ikatan bernama cinta. Jika seorang Cupid bisa menyatukan common thread dari sepuluh pasang manusia, maka metamorfosis Cupid itu sempurna, dan ia bisa berubah menjadi Bidadari, yang menemani jiwa-jiwa tenang di Surga.

Common thread. Tuhan selalu menciptakan segala makhluknya berpasangan, kaum Adam dan Hawa. Tuhan pun sudah menggariskan hidup, mati, jodoh manusia saat mereka dilahirkan. Common thread adalah benang merah jodoh yang menjuntai di kelingking kiri laki-laki, dan kelingkin kanan perempuan. Jika kedua common thread itu diikatkan oleh seorang Cupid, maka kedua insan manusia itu akan memiliki jodoh kekal abadi oleh Tuhan.

Dan di taman ini biasanya para Cupid berkumpul, sebelum mereka melewati Gerbang Lengkung Emas untuk masuk ke Bumi, dan melaksanakan tugas hidup-mati mereka. Hari ini ada empat Cupid yang akan pergi ke Gerbang Lengkung Emas untuk masuk ke dalam dunia manusia, atau biasa disebut Bumi.

Nadine, termasuk satu diantaranya, bersama ketiga sahabat Cupidnya. Crystal, Alice, dan Michelle. Nadine memiliki sarap biru safir berpendar muda, dengan rambut merah gelap bergelombang panjang. Crystal bersayap biru muda, Alice bersayap ungu muda, dan Michelle bersayap ungu tua keemasan. Mereka tinggal menunggu sayap mereka benar-benar terang, dan mereka diperbolehkan untuk melewati gerbang lengkung tersebut.

”Yang harus kalian ingat,” pesan Dewi Bidadari, beliau adalah pemimpin tertinggi Negeri Nirwana. ”Jika kalian melihat Common Thread, ikatlah… dan jika mereka menjadi sepasang kekasih dalam waktu tujuh hari, kalian berhasil.”

Nadine mengangguk sambil tersenyum, dia sangat bersemangat sekali untuk melaksanakan tugas tersebut. Baginya, menyebarkan benih cinta bagi manusia-manusia itu sangatlah mulia, meski dia tidak tahu, dan dia takkan pernah tahu apa artinya cinta. Nadine, dan semua bangsa Cupid hanya tahu bahwa Cinta adalah tugas mereka, mereka diharuskan menemukan common thread di jari kelingking kaum Adam dan Hawa, kemudian mengikat keduanya menjadi satu, sehingga Cinta itu sah di mata dunia.

Bahkan sampai sekarang pun, Nadine tetap tidak bisa menjelaskan apa arti cinta, Nadine hanya bisa melihat, dan merasakan cinta yang terpancar dari bola mata manusia yang common thread-nya telah disambungkan oleh Cupid-cupid sebelum mereka, yang kini telah menjadi Bidadari.

Ah, Nadine juga ingin sekali cepat menjadi Bidadari. Tidak ada yang lebih indah dari menjadi Bidadari. Patut Nadine akui, sekarang dia memang indah, memiliki sayap biru safir berpendar, dan memiliki suara yang indah, tapi dia tetap bukanlah Bidadari, yang menemani jiwa-jiwa manusia baik hati yang telah terlepas dari raga mereka. Itu kan berarti Bidadari itu sangat mulia.

”Tapi, ingat, kalian tidaklah boleh lengah,” pesan Dewi Bidadari lagi. ”Bangsa Tartarus tidak akan diam. Tuhan menciptakan sesuatu selalu dua sisi, baik dan buruk. Nirwana dan Tartarus, surga dan neraka. Bidadari akan tetap tinggal di Nirwana, sementara Iblis dan anak-anaknya akan berusaha membawa manusia jatuh ke dalam Tartarus atau neraka.” Jelasnya lagi. ”Begitu pula dengan anak-anak Hades, yaitu Cerberus. Mereka akan berusaha membuat tugas para Cupid gagal, jadi anak-anakku, berhati-hatilah pada Cerberus.”

Tartarus. Begitulah, dalam kehidupan, dimana pun itu akan selalu ada dua sisi. Demikian pula Tuhan menciptakan Nirwana dan Tartarus. Jika Nirwana adalah Surga, tempat jiwa-jiwa tenang yang baik hati, baik itu sudah terlepas dari raga, maupun hendak diturunkan ke dalam raga manusia, maka Tartarus adalah kebalikan dari Nirwana. Tartarus adalah neraka, dimana jiwa-jiwa nyalang yang menggembara, tersesat dalam kekuasaan Iblis tertinggi, Hades. Jika di Nirwana ada Cupid, maka di Tartarus, ada Cerberus. Mereka pun bentuk awal metamorfosa dari Lucius, Iblis dewasa, yang juga menjaga jiwa-jiwa jahat dan bertugas menyesatkan jiwa-jiwa abadi.

Tugas Cupid adalah menyatukan dua insan manusia, sementara tugas Cerberus agarbisa berubah menjadi Lucius, adalah menggagalkan tugas Cupid. Hampir sebagian besar Cupid bisa mengalahkan para Cerberus, tapi ada pula Cupid yang gagal karenanya, untuk itulah Cupid dan Cerberus terus berlawanan. Cerberuslah yang bisa memotong common thread dan menjadikan dua insan yang berjodoh menjadi saling bermusuhan dan saling membenci. Karena itulah, Cupid dilarang gagal dalam melakukan tugasnya.

”Baik, Yang Mulia Dewi.” Nadine beserta ketiga sahabatnya membungkuk.

Dewi Bidadari tersenyum penuh kedamaian. ”Kalian berempat akan kukirim ke empat tempat berbeda. Kalian memiliki waktu tujuh hari, kalian mengerti?”

”Ya, Yang Mulia.”

”Baik, sekarang berjalanlah ke Gerbang Lengkung Emas berurutan dengan perintahku. Michelle, kau paling depan.” Michelle berdiri paling dahulu. ”Semoga berhasil, Michelle Sayang…” ucapnya lembut.

Nadine bisa melihat Michelle tersenyum pada mereka dan mengangguk mohon diri, lalu menatap Gerbang Lengkung Emas yang perlahan-lahan membuka dan sayap Michelle berpendar indah sekali. Sayap itu membuka perlahan-lahan, dan sinar keemasan semakin besar hingga menyelubungi tubuh Michelle yang ramping. Tak lama kemudian terdengar suara deru angin, dan cahaya keemasan yang menyelubungi tubuh Michelle perlahan-lahan memudar. Di depan gerbang itu, Michelle telah menghilang. Michelle telah masuk ke dunia manusia.

”Sekarang, Crystal.”

Crystal juga tersenyum. ”Sampai ketemu lagi, Nad, Al.” pamitnya pada kedua sahabatnya.

Nadine dan Alice tersenyum lagi.

Begitu terus prosesnya hingga Alice akhirnya menghilang dan masuk ke dalam dunia manusia. Kini hanya tinggal Nadine yang tersisa. Nadine melangkah pelan menuju Gerbang Lengkung Emas tersebut, tapi Dewi Bidadari mendekatinya terlebih dahulu, dan menepuk bahu Cupid Remaja itu pelan, pandangannya sendu.

”Ya, Yang Mulia?” tanya Nadine sambil tersenyum.

”Nadine, kau adalah calon Bidadari, kau tahu kan?”

”Ya, Yang Mulia.” Angguk Nadine masih sambil tersenyum.

”Nadine,” kata Dewi Bidadari pelan tapi sambil membelai lembut kepala Cupid itu. ”Jalan di depanmu akan berat,” katanya perlahan. ”Tapi ingatlah, kau selalu punya pilihan. Oke?”

Nadine sedikit mengernyit, tapi tak sekalipun senyum hilang dari wajahnya. ”Cerberus, kan?”

”Ya, mereka tidak akan mempermudah jalanmu, mereka adalah ujian yang sangat berat untukmu.”

”Ya, Yang Mulia, saya akan berhati-hati.”

Dewi Bidadari tersenyum kembali, kemudian dia mengeluarkan sesuatu dari tangannya. Benda itu muncul tiba-tiba di telapak tangannya, ”Ini,” diberikannya belati putih dengan motif keemasan itu pada Nadine.

”Apa ini, Yang Mulia?”

”Itu adalah Belati Takdir.”

”Belati takdir?” ulang Nadine.

Dewi Bidadari mengangguk sambil tersenyum. ”Begini, kau tau kan resiko jika gagal?”

”Aku akan menjadi manusia.”

”Betul, dan pasti akan ada satu Cerberus yang mengikutimu, jika kau gagal, tikam ini ke jantung Cerberus itu. Dan dia juga tidak akan menjadi Lucius, Nadine.” Jelas Dewi Bidadari.

Nadine mengernyit. ”Dia tidak akan menjadi Lucius? Lalu dia akan menjadi apa, Yang Mulia?”

”Dia akan menjadi manusia juga, dan Nadine, kau memiliki kesempatan menjadi Bidadari, jika telah mengajarkan Cerberus itu kebaikan, mengerti?” tanya Dewi Bidadari.

Nadine berusaha mencerna kata-kata Dewi Bidadari, lalu dia mengangguk. ”Jadi, meskipun aku gagal, aku bisa menjadi Bidadari dengan merubah Cerberus itu menjadi manusia yang baik?”

”Ya, kau benar.”

Nadine mengangguk-angguk senang. ”Berarti, meskipun aku gagal, dan menjadi manusia, jika aku merubah Cerberus itu menjadi baik, aku bisa kembali kesini, Yang Mulia?”

”Ya.”

”Terima kasih, Yang Mulia.” Nadine senang sekali.

Dewi Bidadari tersenyum kembali, ”Tapi Nadine, ingatlah, setiap pilihan selalu ada resiko yang mengikuti.”

”Maksudnya?”

”Kau akan mengerti, sekarang bersiaplah, Nadine, kau akan memulai tugasmu.”

Nadine mengangguk dan memandang Gerbang Lengkung Emas yang mulai bergerak dan berpendar, dia menutup matanya, merasakan sayapnya terbuka sendiri tanpa diperintah olehnya. Dan dia merasakan kehangatan saat sesuatu melingkupi tubuhnya, dan dia merasa berpindah.

Bahkan dalam keadaan pelupuk mata yang tertutup dia bisa merasakan cahaya yang berusaha menembus pelupuk matanya, perlahan-lahan semakin menyilaukan, dan menyilaukan. Akhirnya pelan-pelan Nadine membuka matanya, kini dia melayang-layang beberapa meter di atas taman, yang menghadap langsung ke sinar matahari. Pantas saja, dia merasa matanya silau.

Nadine memandang seisi taman itu, taman itu memang tidak seindah Taman Firdaus, tapi suasananya yang nyaman dan dengan anak-anak kecil berlarian, membuat Nadine bisa merasakan banyak aura kuat di taman ini. Ada aura bahagia, ada aura sedih, ada aura persahabatan, semua terkumpul kuat dalam sensor Nadine. Hanya saja, Nadine tidak merasakan ada sensor cinta, atau matanya pun belum menangkap common thread yang harus segera ia sambungkan.

Nadine melayang-layang mengitar taman itu, dan memandang berkeliling, melihat beberapa pasangan yang sedang duduk di bangku-bangku taman. Nadine melihat cinta yang terpancar dari mata mereka, namun begitu melihat jari kelingking keduanya pasangan itu, tidak ada common thread yang melambai-lambai.

”Kasihan sekali, seharusnya mereka berjodoh… mereka kan saling mencintai,” gumam Nadine sedih sambil terus melayang menjauh, dan sekarang dia sudah terbang di atas jalan-jalan kecil di sekitar taman.

Nadine terus berusaha menajamkan sensor yang ada di dalam pikirannya untuk mencari dimana keberadaan common thread yang harus ia sambungkan. Sampai akhirnya dia merasakan sensornya bergetar, dan dalam bayangannya berkelebat seorang gadis dengan seragam sekolah.

”Ah, murid SMA, manisnya…” pikir Nadine bahagia. ”Dia harus menemukan jodohnya!” Nadine langsung terbang melesat mengikuti insting dalam pikirannya, bagaimana bunyi degup kencang jantung gadis itu, yang seirama dengan degup jantung pasangannya. Bagaimana nafas gadis itu tersendat-sendat menahan sorak kegirangan untuk menutupi rasa cinta yang meluap-luap dari dalam dirinya, dan tentu saja dari semua tanda-tanda itu, tanda yang paling disukai Nadine adalah, bagaimana pancaran mata gadis itu melembut saat menatap sang pria.

Nadine bisa langsung merasakan itu semua dan melesat cepat menuju sebuah bangunan besar bercat putih yang membentang, dengan jendela-jendela dan suara keramaian di dalamnya. Banyak hal yang bisa Nadine rasakan begitu terbang memasuki gedung sekolah itu, tapi Nadine langsug bisa fokus pada sensornya, dan langsung terbang dan menembus bangunan itu, dan semakin mendengarkan dengan seksama irama jantung yang berdebar karena cinta, betapa manisnya. Akhirnya Nadine akan menyatukan cinta kedua insan manusia.

Kini dia terbang di depan sebuah kelas, banyak orang-orang berlarian di lorong kelas tersebut, tapi Nadine tahu, gadis yang dicarinya sedang berada di dalam kelas tersebut. Maka Nadine terbang perlahan, dan masuk ke dalam kelas tersebut.

”Ah itu dia!” dengan bersemangat Nadine terbang mendekati seorang gadis berambut panjang dengan bando putih menghiasi rambut indahnya. Wajahnya cantik, dan matanya memancarkan kehangatan. Tapi yang membuat Nadine heran, tidak ada siapa pun di ruangan tersebut.

”Lalu siapa yang dicintai gadis ini?” tanya Nadine sambil terbang naik-turun di sekitar gadis itu. Gadis itu tetap duduk diam di tempat duduknya, sementara teman-teman sekelasnya keluar, mungkin sekarang waktu makan siang. ”Apa aku terlambat, ya? Pria pujaannya sudah kesini?” tanya Nadine bingung, akhirnya dia memutuskan untuk tetap terbang di sekitar gadis itu.

Gadis itu masih duduk tenang di kursinya, tapi aura disekitarnya tetap tidak berubah, setiap pikiran, helaan napas, degup jantung, dan telinga gadis itu seperti tajam ingin memikirkan, atau mungkin menghubungkan seluruh bagian dalam dirinya pada pemuda yang dicintainya itu.

”Ya ampun, jatuh cinta itu ternyata bisa mengendalikan hampir semua syaraf dalam tubuh manusia, ya? Sehebat itukah cinta?” Nadine bertanya-tanya sendiri masih melayang naik turun dengan sayap terbuka. ”Aku jadi penasaran, pemuda mana yang bisa membuat seorang gadis sampai seperti ini?” Nadine akhirnya melipat sayapnya dan menjejakkan kakinya di lantai yang dingin.

Nadine benar-benar penasaran akan gadis ini, yang sedang memikirkan setiap inchi dari pria pujaannya. Ia pun berjalan memutari satu kursi untuk menatap langsung gadis itu yang sedang menatap lurus ke depan, menembus dirinya. Yang bisa Nadine tangkap, gadis itu memang memandang ke depan, tapi pikirannya jelas untuk pria itu. ”Dan dia tidak tahu kalau pria itu juga mencintainya,” kata Nadine lagi prihatin. ”Tunggulah teman, kau akan kubantu… segera setelah kalian bertemu, aku akan mengingatkan common thread kalian.” Nadine tersenyum pada gadis itu.

Jelas saja gadis itu tidak menjawab.

Tak lama kemudian Nadine bisa mendengar suara dering kencang yang membuatnya kaget, dan otomatis mengeluarkan sayapnya, dan melayang lagi, nyaris mengenai atap kelas. Ternyata itu adalah tanda agar murid-murid masuk kembali ke dalam kelas, dan akhirnya aku melihatnya!

Seorang pria tampan berwajah ramah masuk ke dalam kelas, namun merangkul gadis lain, Nadine mengernyit, dan menelengkan kepalanya. Lalu dia menajamkan kembali sensor di kepalanya, dan dia bisa merasakan sakit hati? Apa sakit hati itu? Pikirnya heran, lalu dia menajamkan sensornya pada gadis dengan common thread melayang di jari kelingkingnya, yang sudah ia ikuti.

Jantung gadis itu berdenyut melemah, seolah memancarkan kesedihan, dan Nadine bisa membaui tangis. Mata gadis itu mulai mengeluarkan kristal bening, dan begitu dipandang oleh Nadine, gadis itu sudah menggigit bibirnya kuat-kuat, dan memalingkan pandangannya dari pria yang merangkul seorang gadis itu. Kata-kata sakit hati berkelebatan di sensor Nadine.

Nadine memutuskan melayang mendekati pria itu dan melayang naik turun di sekitarnya. Aku bisa melihat common thread yang melayang-layang di jari kelingking kanannya juga, dan dia tersenyum hangat pada gadis yang dipeluk olehnya itu. Nadine terus melayang sampai benar-benar berada ditengah kedua manusia itu. Nadine pelan-pelan menajamkan sensornya lagi, karena dia merasa ada yang salah disini.

Memang tidak ada emosi apa-apa diantara kedua orang ini, tapi kedekatan mereka berdua membuat gadis disana sakit hati. Nadine mengernyit, bahkan kedua manusia di hadapannya ini hanya memiliki emosi persahabatan yang amat sangat erat, tanpa common thread yang bisa diikat.

”Kenapa sih mereka ini? Jelas-jelas tidak ada perasaan cinta diantara mereka? Kenapa mereka malah memutuskan bersama?” tanya Nadine heran. ”Sementara gadis disana harus patah hati melihat ini.”

Gadis berambut pendek yang digandeng pria tadi menoleh ke belakang lalu menatap pria tadi. ”Kurasa dia cemburu, Minho-ya.” Pandangan matanya memang penuh kasih, tapi tidak lebih. ”Ayolah, jangan mengeraskan hatimu seperti ini, dia menyukaimu juga.”

Pria bernama Minho itu merunduk. ”Kau hanya mau melihat apa yang ingin kau lihat, begitu pula aku.” Nadine bisa merasakan aura harapan, namun juga aura putus asa menguar dari pemuda itu. ”Eunseo, hanya menganggapku sahabatnya, tidak akan lebih.”

”Kalau kau putus asa seperti ini, kenapa kau harus memintaku melakukan sandiwara ini?” tanya gadis di depan Minho.

”Mianhae, Minyeong-ah.”

Minyeong tersenyum, dan melirik ke arah gadis yang menyimpan cinta begitu besar pada Minho itu. Nadine pun ikut menoleh ke belakang, Eunseo, hanya menoleh ke arah jendela, dan berpura-pura tidak melihat yang terjadi di depannya. Minho menatap Eunseo dengan seluruh indranya, bukan hanya mata, tapi jantungnya, telinganya, dan hatinya semua hanya menuju satu orang. Gadis yang duduk di belakang sana, gadis bernama Eunseo itu.

”Kenapa mereka berdua seperti ini?” tanya Nadine heran sambil melayang di atas mereka. ”Mereka berdua jelas-jelas saling mencintai, tapi mereka tidak menyadari perasaan satu sama lain, mengapa bisa begini?” tanya Nadine bingung, lalu ia tersenyum. ”Ah, benar juga… aku kan Cupid, justru itulah tugasku, menyatukan mereka berdua, kan?” Nadine menyemangati dirinya sendiri agar bisa mengikatkan common thread yang melambai di jari kelingking kedua insan manusia itu.

”Tapi bagaimana aku bisa membantu mereka berdua?” Nadine mengernyit lagi. ”Aku kan tidak bisa mengikat common thread itu jika mereka tidak berduaan, sekarang apa yang harus kulakukan agar mereka berdua? Sepertinya mereka memutuskan untuk menghindar…”

Nadine kembali melayang menghampiri Eunseo yang menahan tangis. Pikiran Eunseo sepertinya melayang pada keyakinan bahwa Minho tidak mencintainya, tapi hatinya tetap terus berdenyut menggumamkan nama pria itu.

”Bukankah cinta itu mudah?” tanya Nadine lebih kepada dirinya sendiri. ”Apa sulitnya jika mereka sudah jatuh cinta? Dan mereka sudah memiliki common thread, sudah jelas mereka berjodoh. Kenapa mereka dengan bodohnya memikirkan bahwa mereka tidak saling mencintai?”

Nadine benar-benar pusing. Dalam kasusnya, di Taman Firdaus, Nadine hanya melihat hal-hal yang sudah berhasil dilakukan kawan-kawannya yang kini telah menjadi Bidadari. Sebelum dikirim ke Bumi, Nadine dan teman-teman Cupidnya harus selalu melihat apa yang telah dilakukan para Bidadari, dengan kata lain, saat para Bidadari itu harus menjalankan tugas seperti ini.

Tapi, yang Nadine lihat dari Kolam Hati, kolam yang memperlihatkan hasil ikatan common thread dari para mantan Cupid itu, adalah hal yang indah. Dua insan manusia, yang saling mengikat sumpah, bukan sumpah dalam bentuk verbal, melainkan hati mereka yang bersumpah. Dan Nadine tidak pernah melihat proses ketika para mantan Cupid itu mengikatkan common thread.

Apakah ternyata sesulit ini menyatukan dua benang merah itu?

”Jangan putus asa, Nadine! Tugas ini baru dimulai, kau pasti bisa!” Cupid itu menyemangati dirinya sendiri. ”Pasti ada kesempatan untuk membuat mereka berdua, dan aku akan mengikat common thread-nya!”

Nadine memutuskan menunggu, sampai tiba saatnya kesempatan itu datang. Dan berutung baginya, kemudian, ada bel yang berdering lagi. Dan melihat bahwa kemudian Eunseo memutuskan bangkit dari tempatnya, Nadine langsung bisa merasakan bahwa radar alami yang dimiliki Minho pun bergerak memerhatikan Eunseo.

Nadine melayang diatas Eunseo, Eunseo benar-benar keluar dan Nadine terus mengikutinya, ternyata Eunseo naik ke rooftop sekolah. Disana Nadine melihat gadis itu menangis tersedu-sedu, dan meluapkan semua emosi yang ditahannya di dalam hati dan pikirannya.

Emosi ini, pikir Nadine, kenapa menyakitkan sekali untuk dirasakan? Kenapa manusia bisa merasa sesesak ini? Nadine terus bertanya-tanya, dia tidak sanggup melihat Eunseo seperti ini, maka dia melayang turun kembali, dan dengan cepat bisa menemukan Minho, yang emosinya pun masih melayang memikirkan Eunseo. Minho tetap di kelas, berdiri dengan emosi serupa seperti Eunseo, di meja Eunseo.

”Bodohnya, kenapa dia tidak menyusul Eunseo?!” seru Nadine kesal. ”Apakah manusia semua seperti ini jika menyangkut masalah perasaan?” Nadine melayang mendekat ke arah Minho. ”Semoga dia bisa mendengarku…” Nadine menghela napas pelan-pelan dan mendekatkan mulutnya ke telinga Minho.

’Kejar dia, Minho… dia sedang menangis di rooftop.

Tapi sia-sia, mana mungkin seorang manusia bisa mendengar suara Cupid sepertinya? Nadine mendengus dengan kesal. ”Ayolah, Minho! Masa kau mau membiarkan Eunseo salah paham terus kepadamu?! Ayolah, ayolah…” Nadine terus berusaha membujuk Minho.

Minho tetap terus dengan pikirannya yang bergolak, dengan emosi yang sama kelamnya seperti Eunseo di rooftop. ”Kenapa kalian berdua ini bodoh sekali? Kalian kan saling mencintai!” desah Nadine sambil melayang di depan Minho. ”Minho, Eunseo mencintaimu!”

Tapi Minho tetap tenggelam dengan emosinya sendiri.

”Ah, aku harus apa?!” tanya Nadine panik sambil melayang-layang bingung. ”Bagaimana ini? Mereka tidak bisa mendengarku, jadi bagaimana bisa membuat mereka bertemu berdua?! Sementara mereka malah menghindar satu sama lain…” gumam Nadine cemas. ”Aku kan harus menjodohkan sepuluh pasangan, kalau setiap pasang seperti ini, waktuku takkan cukup…”

Nadine menjadi panik, tapi kemudian dia menggeleng lagi. ”Tidak bisa! Ayolah, Nadine, kau pasti bisa!” Nadine mengulurkan tangannya untuk menyentuh bahu Minho, tapi tidak ada yang terjadi, Minho tetap tidak merasakan sentuhannya. ”Ah, bagaimana ini?!” tanyanya gemas.

”Sebaiknya, aku menenangkan diri…” gumam Minho.

”Hei, kau mau kemana?! Eunseo ada di atas!” seru Nadine, dan tetap sia-sia. Tapi toh Nadine juga terus mengikuti Minho, dan betapa senangnya Nadine, ternyata Minho juga naik ke rooftop.

”Kenapa kau tidak bilang dari tadi, Minho?! Aku kan tidak perlu mengomel…” Nadine terus melayang mengikuti Minho. Tiba-tiba Nadine bisa merasakan emosi Minho berubah, menjadi berdebar-debar. Karena benar saja Minho sudah melihat Eunseo menangis memunggunginya, emosi-emosi lain mulai berkecamuk dan dapat ditangkap oleh Nadine.

Emosi sedih, kecewa, dan patah hati dari Eunseo. Emosi khawatir, cemas, dan galau dari Minho. Tapi ada satu emosi yang sama, rasa cinta yang besar yang membuat mereka bahkan tidak mampu berpaling pada orang lain, Nadine tersenyum menyadari emosi ini yang justru lebih kuat diatas emosi-emosi yang lain. Minho buru-buru mendekati Eunseo.

”Eunseo-ya, gwenchana? Kau menangis?!” rasa cinta dan khawatir bercampur menjadi satu, saat Minho mendekati Eunseo. Minho tidak peduli, meski Eunseo hanya menganggapnya sahabat, yang penting bagi Minho, agar Eunseo tidak menangis sedih seperti ini.

Nadine trenyuh melihat adegan dua manusia di bawahnya ini, pelan-pelan Nadine turun diantara mereka berdua, dan sayapnya terlipat otomatis. Nadine menatap Eunseo yang sibuk mengusap air matanya ketakutan melihat Minho, dia tidak mau Minho tau kalau dia menangisi sahabatnya yang ia cintai itu. Nadine akhirnya mengerti apa yang membuat Eunseo takut, dan tidak mau percaya bahwa Minho juga mencintainya.

Eunseo takut, persahabatannya yang sudah terjalin dengan Minho kandas karena perasaannya. Nadine menatap damai keduanya, emosi-emosi yang bermain disini sangat kuat, meski keduanya sampai sekarang pun masih belum bertukar kata-kata. Nadine memejamkan matany untuk merasakan emosi yang menyesakkan namun begitu indah ini.

”Eunseo-ya, gwenchana?” tanya Minho lagi lembut.

Eunseo mengangguk, dan menunduk sambil mengusap matanya. ”Gwenchana, Minho-ya.”

”Kenapa kau menangis?” tanya Minho pelan, kecemasan sarat dalam hati dan pikirannya. ”Apakah terjadi sesuatu padamu, Eunseo-ya? Marhae, jangan membuatku cemas.”

”Gwenchana, hanya saja…” Eunseo terbata-bata berusaha tersenyum.

Kedua tangan mereka terangkat, Minho saat berusaha menenangkan Eunseo, dan Eunseo yang sedang mengusap matanya. Nadine tau ini waktunya, maka dengan sekali sapuan tangannya dua common thread yang melambai-lambai itu terikat menjadi satu dan tiba-tiba saja Eunseo menangis lagi.

”Aku cemburu…” katanya.

”Padaku?!” Minho berharap.

Eunseo mengangguk. ”Mianhae, ternyata aku tidak bisa menganggapmu sahabat biasa.”

”Mwo?!”

”Aku, mencintaimu, Minho-ya. Tapi kau terlanjur bersama Minyeong… dan kau sahabatku, maafkan aku telah melakukan ini, maafkan aku mengkhianati kepercayaan yang kau berikan sebagai sahabat.”

Minho, Nadine bisa merasakan aura kemenangan dan kebahagiaan yang meluap-luap dari dalam dirinya. ”Son Eunseo, kau tidak perlu merasa bersalah…” Minho tercekat, dan berusaha bicara. ”Aku pun telah mengkhianati kepercayaanmu dari awal.”

Eunseo mendongak.

”Aku tidak menganggapmu sebagai sahabatku.”

”Mwo?!” Eunseo terkejut, emosinya berubah lagi, menjadi sakit hati, dan patah hati yang lebih akut dari sebelumnya. Oh ya ampun, pikir Nadine, apa semua wanita seperti ini? Berburuk sangka?

Untungnya Minho kemudian meneruskan. ”Dari awal, aku pun sudah mencintaimu, Eunseo-ya.”

Akhirnya, kata-kata itu terucap juga, mata Nadine pun ikut mengabur seperti Eunseo yang menangis bahagia. Cinta, ya… emosi itu kini berterbangan di udara, Nadine bahkan yakin dia bisa menghirupnya. Ya Tuhan, cinta itu begitu indah, pantas saja Bidadari mendapatkan tugas mulia disana.

Dan Nadine tahu bahwa tugasnya sudah berhasil, karena meski tak ada janji, tapi hati mereka kini telah berjanji, dan telah terikat satu. ”Ah, kalian berdua ini…” Nadine terkekeh, lalu terbang lagi. ”Misi pertamaku berhasil!”

Nadine kemudian melayang-layang lagi di atas kota dan mencari common thread berikutnya. Nadine melayang-layang di daerah gedung-gedung pencakar langit, berarti ini adalah pusat kota. Nadine terus memandang ke bawah dan mencari-cari adanya benang-benang merah common thread yang harus ia sambungkan. Dan kemudian radar di kepalanya menangkap emosi itu lagi.

”Ah!” Nadine memekik. ”Common thread lagi!” Nadine menajamkan sensor alami di dalam kepalanya itu, dan berusaha merasakan emosi itu. Ya, Nadine bisa meraskan sepasang err, kekasih, kah? Keduanya ada di dalam satu gedung pencakar langit di hadapannya ini.

Nadine terbang menembus salah satu kaca gedung itu dan bisa melihat bahwa banyak sekali, ribuan manusia berlalu-lalang di dalam ini, dan tentu saja ribuan emosi terasa disini. Nadine melayang ke tengah-tengah ruangan itu, dan bisa melihat banyaknya orang di setiap lantai gedung ini.

”Oh ya ampun, apa yang harus kulakukan? Sensorku berdenging…” gumam Nadine. ”Tapi mereka ada di dalam sini, pasti…” Nadine berbelok dan melihat sekelilingnya. ”Dimana mereka?” Nadine terus memandang sekeliling dengan bingung sambil terbang naik turun di tengah ruangan tersebut.

Nadine terbang mengelilingi ruangan berbentuk cekung tersebut, berusaha menajamkan sensornya. Dia yakin, bahwa common thread itu ada disini, dan dua orang itu sudah cukup dekat untuk diikatkan olehnya, tapi di tengah lautan manusia ini, sensor Nadine berdenging terus menerus.

”Dimana mereka?” tanya Nadine lagi setelah memutuskan untuk menyusuri setiap lantai dari pusat perbelanjaan besar tersebut perlahan-lahan. Nadine memejamkan matanya untuk menajamkan sensornya, karena untunglah dia tadi sudah sempat menangkap common thread tersebut, jadi sekarang dia mengenali bunyinya.

Dan begitu Nadine mengitari lantai tiga, sensor itu akhirnya menangkap emosi yang dia cari! Common thread ada di lantai ini, begitu dekat. Nadine terbang melesat mendekat. Dan akhirnya Nadine merasakan emosinya, dan keberadaan common thread itu, dan juga melihatnya.

Berpendar-pendar di kedua jari kelingking sepasang manusia yang sedang duduk di pinggir sebuah toko perhiasan. Nadine turun, dan menjejakkan kedua kakinya di lantai marmer gedung itu. Toko perhiasan, kedua orang ini sepertinya sedang mencari cincin. Mereka akan bertunangan.

Tapi, kalau mereka memang sudah bersatu, mengapa ia harus mengikatkan common thread itu? Nadine merasa ada yang tidak beres disini, ia melangkah mendekati pasangan itu. Nadine merasakan cinta yang menguar dari diri keduanya, tapi lagi-lagi Nadine merasakan emosi lain, emosi bahwa mereka tidak saling memiliki.

”Astaga! Kenapa ini lagi?!” tanya Nadine heran.

Pria itu bertanya. ”Bagaimana?”

”Kurasa indah,” jawab gadis itu agak enggan, Nadine menatap wajah gadis itu, memang keengganan itu jelas sekali dalam emosinya. Dan yang akhirnya bisa Nadine tangkap, cincin itu bukan untuknya.

Nadine mendesah. ”Kenapa banyak sekali manusia mendapatkan masalah seperti ini dalam hidup mereka?”

”Kau selalu bilang indah dari tadi,” gumam pria di sebelahnya sedikit kecewa. Hatinya sakit, Nadine prihatin. Pria ini ingin membeli cincin, tapi bukan untuk wanita di sebelahnya.

”Cincin itu memang indah jika dipakaikan di tangan Minjung.” Jawab gadis itu lagi. ”Minjung kan cantik.”

Pria itu mendesah berat. ”Arasseo, kalau menurutmu yang ini.” Pria itu meminta pada pelayan untuk menyiapkan cincin yang ini, lalu dia menoleh pada gadis di sebelahnya. ”Saekyung-ah, aku akan memberikanmu hadiah, kau mau yang mana?”

”Terima kasih, Jonghyun-ah, aku senang kok sudah menemanimu.”

Apa-apaan ini?! Tanya Nadine heran, jelas-jelas mereka berdua ini saling mencintai. Akhirnya saat tangan keduanya terangkat lagi, Nadine yang sebal mengikatkan common thread mereka. Aura pada diri keduanya langsung berubah, Nadine menggelengkan kepalanya sedih, kenapa banyak sekali manusia tersesat dalam hati mereka sendiri?

Nadine kemudian terbang lagi. ”Tugasku masih banyak, banyak sekali manusia bodoh disini.” Gerutunya.

PRANG‼!

Nadine terlonjak meski dia sambil melayang dan berbalik, dan matanya membelalak lebar melihat kotak kristal yang dipegang oleh gadis bernama Saekyung itu jatuh berserakan di lantai. Emosi yang kuat dan berbeda sudah menguasai mereka berdua.

”Apa yang terjadi?!” pekik Nadine kaget dan terbang mendekat lagi.

”Kau mempermainkanku, Kim Jonghyun!” teriak gadis bernama Saekyung itu. ”Bagaimana mungkin kau bisa membelikan aku cincin, sementara kau juga membelikan tunanganmu itu cincin?!” teriak gadis itu emosi.

Pria bernama Jonghyun ini berteriak keras. ”Cincin persahabatan kita, Shin Saekyung! Demi Tuhan!”

Orang-orang sudah mulai memperhatikan mereka berdua, tapi aku tahu ada yang salah disini. Emosi mereka, sudah lain, tak ada lagi rasa kasih, yang ada hanya patah hati yang dalam meski emosi cinta itu masih ada, emosi ini menyakitkan. Tapi mana mungkin?!

Common thread.

Nadine menunduk menatap jari kelingking mereka, dan hatinya mencelos. Common thread itu sudah putus, terlepas dari jari mereka berdua. Hanya dalam hitungan detik saat Nadine pergi.

Tapi tak ada yang bisa memutus benang merah itu, kecuali…

”Mencariku, Cupid Nadine?”

Dengan ngeri Nadine berbalik perlahan-lahan.

Seorang pria muda dengan rambut cokelat lembut, wajahnya tampan, matanya tajam, tapi auranya. Nadine gemetar ketakutan menatap pria itu, dia memakai jubah hitam, dan melihat tidak ada orang yang menyadari pria itu, Nadine tahu, kalau pria itu bukan bangsa manusia. Karena hanya ada satu kaum yang bisa memutus common thread yang sudah disatukan Cupid, namun belum disumpah jantung keduanya.

Cerberus.

”Halo, Cupid Nadine…” sapanya ramah, tapi matanya tetap dingin, dan senyumnya, yang seperti seringai yang mampu membuat bulu kuduk siapa pun meremang.

”Kau?”

”Ah, kau terkejut,” dia mengedik ke belakang bahu Nadine, dimana Jonghyun dan Saekyung bertengkar. ”Kurasa kau mengerti dengan baik, mengapa common thread mereka terlepas?”

Nadine mencicit. ”Kau… kau… menebasnya?”

”Ya, kau benar.” Jawab Cerberus ini sambil tersenyum dan mengeluarkan pedang tinggi berkilat. ”Aku sudah terlalu lama membiarkanmu merajalela sendirian di negara ini, Cupid Nadine, sehingga kau berhasil menjodohkan satu pasangan. Tapi tak apa, kau sudah gagal…” suaranya ringan sekali.

Nadine gemetar, napasnya putus-putus.

”Ah iya,” Cerberus ini tersenyum lagi. ”Kau tidak mengharapkan jalanmu akan damai, kan? Bukannya Ibu Bidadari tau bahwa kau akan selalu diikuti oleh bayang-bayang Cerberus?” tanyanya lagi.

Nadine diam, dia ketakutan, dia tidak pernah bertemu Cerberus sebelumnya. Dan Nadine tidak tahu, kalau Cerberus memiliki tingkat percaya diri yang tinggi, dan aura yang menyesakkan.

”Nah, kalau begitu, kenalkan, aku Cerberus yang akan selalu mengikutimu, dan menggagalkan rencanamu.” Dengan wajah mengerikannya dia tersenyum menakutkan. ”Cerberus Aiden.”

*To Be Continued*

Holaaaaa ^^ kali ini saya update FF lain yang bukan JinHaeXy… mood untuk When I Fall-nya masih belum dapet, jadi saya sebagai penulis amatiran memohon maaf dengan sangat, karena masih belum bisa nerusin secepetnya. Pokoknya yang jelas kalau ada mood, When I Fall dan Let’s Get Married bakalan aku terusin.

Mungkin juga ini disebut dengan tingkat ingin mencoba sesuatu yang baru, dan kebetulan ide ini udah ada dari lama, tapi karena inget tanggungan FF masih lama, jadi aku nggak nulis-nulis, tapi ya beginilah jiwa penulis, kalau nggak disalurkan bisa gila kali ya #Plakk jadilah aku nulis dan justru update yang ini, semoga temen-temen suka, amin ^^

Temen-temen yang setia komen di blog ini, makasih banget, aku udah hapal sama nama kalian di luar kepala sekarang *bangga* wakakaka, dan untuk temen-temen SiDer yang baru tobat, makasih banyak juga, ditunggu janji komennya… dan buat yang belum insyaf *?* aku masih menunggu lho ^^

Akhir kata seperti biasa saran, kritik, atau masukan dan Donghae berpita *?* siap saya tampung… dan juga mau ngucapin makasih buat 49 orang yang ngucapin di Blog, yang di FB, dan yang di Twitter waktu ultah kemaren hehehe… ^^

Sampai juma ^^ XoXo

70 thoughts on “The Cupid and The Cerberus ~Part 1~

  1. eonn maaf ya baru komen..
    Ff nya seru eonn

    nadine semangat..!!
    Jangan takut dg aiden
    bakalan seru ni, aiden bakalan ngikutin nadine terus..
    Nadine nyatuin, aiden mutusin ckck
    nadine nanti gagal ya eonn?
    Penasaran kali?
    Ditunggu lanjutannya ya eonn🙂

  2. onnie………*tereak*
    Maaf yaa…telat bca…telat coment..haa haa haa.. *V*

    Cerita baru neh…
    Seruu…seruuuu….
    wehhh…si ikan jadi ank menyeramkan di sini…gak ada unsur cengeng’x…haa haa haa..
    Si ikan juga rese nehh…maen putus2 aja tu benang…
    Oke..,ketemu di part 2 yak onn…hihihi

  3. maap yak eon telat comment. aku hbsnya jg telat bc *curhat*
    jzzzzzzz, si haejin inosen bangettttttt hahahahha, psti eonyeoh :3 wkwkwk. yaaaa haejin ama donghae jd rival, plngn nti ending mrka dua jg jodoh😛 wakakakak.
    suka nihhh krain aku gmnaaaa gtu, eh rupa2nya aku dpt bgt feelnya^^.
    si hae psti klo gt ganteng bangeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeet *A*

  4. Awalnya aku kirain gak seru onn -,-v soalnya aku gak terlalu suka cerita fantasi (peduli gitu?) -,- ,tapi ternyataaaaaa… Cerita fantasi keren juga, keren banget malah b^_^d

  5. bayangin ikan pake sayap (?)
    Ikan kan pake sirip…*plakkk,,ditendang author*

    Hwaa..seru..seru..baru buka udah disajiin giniann *makanannnn kaleeee*

    Itu, si ibu peri baek banget ya ma nadine, kenapa belatinya cuma dikasih ma nadine? Ma alice n mic gak ya???trus, misalnya klo udaa sumpah dlm ati gitu, emang gak bisa diputusin ya commonnya??

    #reader cerewet

    Ok…abaikan…*trinkkkk,,ngilang ke part 2*aru buka udah disajiin giniann *makanannnn kaleeee*

    Itu, si ibu peri baek banget ya ma nadine, kenapa belatinya cuma dikasih ma nadine? Ma alice n mic gak ya???trus, misalnya klo udaa sumpah dlm ati gitu, emang gak bisa diputusin ya commonnya??

    #reader cerewet

    Ok…abaikan…*trinkkkk,,ngilang ke part 2*

  6. Asiiik ada FF fantasi !!!🙂
    Itu 동해 yg mutusin? Wah ada bau bau bakalan jadi manusia nih dua duanya .___.

    Okee eon aku mau ngabur ke part 2 Dulu yaaa! babay !!

  7. Ya ampun, onnie, feelnya dapet deeh :’) apalagi yang si Minho, terharu euy ngeliatnya huahaha (?)
    Dugaan aku si aiden sama nadine bakalan jatuh cinta dehh~ yakan yakan? =))
    Tapi feel donghae oppa jahat nggak kedapetan soalnya imut banget orangnya, jadi ngebayangin kyuhyun wkwkwk
    Ayo ayo, baca yang part 2 dulu :bd

  8. eonnie mian telat ngomen yaa

    wah asyyyyiiiiik~~ ada ff baru nih..
    ffnya keren eon, haenya pasti serem ya.. aaah ga bisa ngebayangin hae..
    lanjut ya eon,, FIGHTING

  9. Wih kerenkeren banget, penyegaran nih tumben onnie bikin cerita fantasy😀

    Aiden jahat amat sih! Kasian tuh korbannya😦 tapi justru aku suka karakter aiden wkwk

    pasti ntar mereka jadi manusia terus saling jatuh cinta deh /sotoy jahat amat sih! Kasian tuh korbannya😦 tapi justru aku suka karakter aiden wkwk

    pasti ntar mereka jadi manusia terus saling jatuh cinta deh /sotoy

  10. Wah da crita bru y,, walaupn tlat bca te2p komen koq
    ehhmmm..jadi crita’a nadine vs aiden nih…

    lsg bca yg part 2 y…

  11. Annyeong, Siders tobat datang lgi…… Woahhh, another love story from Haejin a.k.a Nadine and Donghae a.k.a Aiden. Walaupun rada-rada udah bisa ketebak sih akhirnya (Nadine & Aiden bakal bersatu) #soktaumodeon#…. Tapi entah kenapa ya,,,,, aq selalu suka pairing satu ini, apa pun ceritanya (baik Jinhae Story maupun another side of their love story). Pokoknya I am #1 Jinhae shippers.
    Nisya-sshi, sering” aja ya bikin another side love story of Jinhae. Jujur aja ya, sebenarnya aq udah lama jadi penggemar Jinhae. Mulai dari ceritanya Can It Be Love, Oh!, It’s Fine, Donghae’s Dauhgter & Son sampai yang JinHaeXy…..
    Terus berkarya ya, Nisya-sshi….. FF”-nya Daebak….. Hwaiting!!!!!!
    #Lempar Hae berpita pink#

  12. hehehe baru sempet comment ni .
    ff fantasi ya ? i like that .
    ff fantasi nya tidak ribet dan mudah dimengerti jd enak bacanya !
    ahahahha

  13. Satu kata KEREN!!! Hebat bgt ide ceritanya, seru, tegang dan senyum2 gila pas bacanya. Kapan2 bikin tema ky gini lagi yak. Smg ide2 gilanya mengalir lancar…car…car… ^^

  14. aku sukaaaaaaaaaaaaaaaaaaa :*
    pokoknya aku suka banget sama penjabarannya disini. bahasanya aku suka. bahasa ff fantasinya yah gtu deh tapi bahasanya tuh lembut banget pas ngungkapin semuanya gtu #bingung sendiri~
    yah intinya aku suka deh. biasanya aku biasa aja sama ff yang fantasi apalagi klo itu ff udah pake nama barat gtu. soalnya aku rada males dan ribet ngafalinnya tapi ini ceritanya seru jadi aku lanjut baca karena penasarannya itu. itu nadine udah enak enak yah eh tau tau muncul aiden. kalo kata aku sendiri yah. biarpun donghae terkenal lembut trus cengeng dan segala macemnya yang kata orang kaga cocok jadi jahat kayak gini, yang notabene biasanya kyu yang dijadiin jahat kayak gtu. tapi menurutku tiap cowok itu punya sisi baik dan jahatnya masing masing loh. aku suka banget malah donghae disini. aku gatau kenapa gampang ngebayanginnya. suka karakternya disini malah. karakter haejin/nadine juga ga kayak biasa, aku jga suka yang kayaknya tuh polos dan penuh cinta itu. ah pokoknya aku udah jatuh cinta sama ff ini deh momma :*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s