{JinHaeXy} See You Later, My Love

12th July, 2011

06.00 AM KST, Felidis Dorm

Kamar itu masih gelap, hanya berkas-berkas cahaya kecil yang tidak begitu kentara menyusup masuk melalui gorden softpink yang menyelubungi jendela berbentuk persegi panjang di dalam kamar tersebut. Jendela tersebut mengarah langsung pada tempat tidur single dengan selimut berwarna senada dengan banyak perabotan di ruangan itu. Terdengar nafas teratur dari kedua orang yang sedang tertidur dengan posisi berpelukan di balik selimut.

   Gadis itu, Haejin, membuka matanya pelan-pelan. Dia merasakan matanya sakit dan susah untuk dibuka, Haejin yakin sekali matanya merah dan sembab, dia tersenyum memikirkan perkelahiannya, eh, pertengkarannya dengan Donghae semalam, yang memang berujung manis. Dan kini, pria yang telah mendampinginya selama kurang lebih satu tahun empat bulan itu tengah mendekapnya posesif dalam tidurnya, dan itu membuat hati Haejin semakin berat dan sedih, namun sedikit terselip rasa bahagia juga, biar bagaimana pun, pria yang pernah tiga kali putus dengannya ini, mencintainya sama besarnya seperti dia mencintai pria itu.

   Haejin bahkan tidak mau bergerak dari posisinya sekarang, kedua kakinya dikunci oleh kedua kaki Donghae di bawah sana. Satu tangan Donghae memeluk pinggangnya dan satu tangan lagi memeluk kepalanya erat, meski dengan mata terpejam. Wajah pulasnya benar-benar damai, dan tidak terelakkan Haejin memang paling menyukai momen-momen ini, momen dimana ketika dia tidur dengan Donghae, dia bisa melihat betapa damainya wajah malaikat yang sedang tertidur di sampingnya, dan momen itu jarang terjadi, karena yang biasa terjadi adalah Donghae bangun lebih dulu dari dirinya.

   Maka kini Haejin benar-benar menikmati wajah malaikat yang tertidur itu, tapi dilirknya waktu telah bergerak menjadi setengah tujuh pagi, dan hari ini dia tidak bisa mengelak lagi dari semuanya, Haejin pelan-pelan bergerak berusaha melepaskan kakinya dari kurungan kaki Donghae yang liat, perlahan-lahan agar tidak membangunkan kekasihnya itu, lalu pelan-pelan dia melepaskan tangan Donghae yang berada di antara kulit dan lipatan kaus tidurnya pelan-pelan.

   Siapa yang sangka kalau kemudian Donghae justru menarik tubuh Haejin dan mendekapnya lebih erat. ”Mau kemana kau?” tanyanya dengan mata terpejam, Haejin memeluk erat tubuh kekasihnya lagi.

   ”Ah, jebal, jangan seperti anak kecil.” Keluh Haejin setengah hati.

   ”Kau juga tidak mau pergi, kok.”

   ”Tapi aku harus pergi, Poppa sayang.”

   Donghae melepaskan pelukannya pada Haejin dan kini keduanya bertatapan di atas satu bantal yang sama. Pancaran mata Donghae sedih sekali, matanya sama sakit dan sembabnya seperti Haejin.

   ”Semalam kan kita sudah mencapai kesepakatan,” Haejin mengusap-usap pipi Donghae.

   ”Siapa bilang kita sepakat? Kau selalu tau cara mengalihkan perhatian,” sungutnya setengah hati.

   Haejin memutar matanya. ”Toh kau juga menikmati dialihkan perhatiannya, kan?” balas Haejin.

   ”Haruskah?” desah Donghae sambil membenamkan wajahnya lagi di leher Haejin dan mendekap pinggang Haejin lagi. Dia benci sekali menjadi cowok cengeng begini, apalagi dalam situasi seperti ini, dia tidak bisa melakukan apa-apa selain menangis, karena Haejin tetap tidak akan merubah keputusannya.

   Haejin mengelus rambut hitam Donghae, dan menelusupkan jari jemarinya disana, sambil tersenyum miris. ”Kau tau jawabannya, kan?”

   ”Tapi kenapa kau tidak pernah bilang dari awal?! Kenapa harus seperti ini? Kau menyembunyikannya!”

   Haejin mendesah. ”Aku takut kau marah…”

   ”Tapi tau seperti ini pun…” Donghae bahkan kehilangan kata-katanya.

   ”Kalau aku beritahu lebih awal toh reaksimu juga akan tetap seperti ini lagi,” gumam Haejin pasrah. ”Semua permintaanmu sudah kukabulkan semalam, kenapa kau merajuk lagi?”

   ”Ya karena aku sedih!”

   Haejin menghela napas. ”Ayolah, Lee Donghae, geumanhae. Aku tidak mungkin bisa tenang kalau kau terus bersikap seperti ini.” Haejin melepaskan pelukan Donghae dan duduk bersila di atas ranjangnya, Donghae ikut bangun dengan wajah dan rambut yang sama kusutnya.

   ”Arasseo, arasseo,” Donghae mengangguk malas.

   ”Begitu dong, that’s my man!”

   Donghae mengernyit. ”Momma, jangan ngomong bahasa Inggris dong.”

   .___.

   ”Geurom, aku mau mandi, kau kalau mau makan, makan saja, di dapur ada roti…” Haejin bangkit dari kasurnya dan mengambil handuknya, lalu masuk ke dalam kamar mandi.

   Donghae berbaring lagi dengan sayu menatap pintu kamar mandi yang menutup pelan-pelan. Lalu dia mengambil iPod-nya dan menyumpalkan kedua telinganya dengan earphone, saat kemudian sebuah musik dengan irama ballad-dance mengalun. Lagu itu belum pernah diputar dimana pun, dan dia termasuk orang pertama yang mendengarkan lagu tersebut.

   Dan Donghae tetap tidak mengerti. Dia melepaskan earphone-nya dan samar-samar mendengarkan senandung dari dalam kamar mandi, dan suara musik yang dua kali lebih besar karena di putar di dalam kamar mandi. Dimulai lagu-lagu Pussycat Dolls, Black Eyed Peas, hingga bergeser ke Lee Hyori, DongBangShinKi, sedikit lagu H.O.T, lalu Kara, SNSD, Brown Eyed Girls, Afterschool, 2PM, Miss A, B2ST, SNSD, SHINee, f(x), dan Super Junior dinyanyikan dan ditarikan semua oleh Haejin di dalam kamar mandi, maka jangan heran mengapa dia mandi begitu lama.

   Donghae bersandar sambil memainkan boneka-boneka Nemo yang berhamburan di lantai karena kasur tidak cukup lagi untuk menampung mereka semalam, ketika mendengar ketukan pintu dan suara Kyorin dari luar yang lirih, dan takut-takut.

   ”Onnie… Oppa, sudahkah kalian bangun? Manajer Oppa akan kesini… jangan sampai Manajer Oppa melihatmu Oppa, jebal, bangunlah…” suaranya benar-benar putus asa.

   Donghae menjawab. ”Kami sudah bangun, Onniemu sedang mandi, terima kasih, Kyorin-ah.”

   Kyorin menggumam dari luar, sementara Donghae beranjak dengan malas dan mengetuk pintu kamar mandi. ”Momma! Itu Junjin Hyung sudah mau kesini, kau mau sampai kapan konser?”

   Sementara Haejin masih asyik dengan pelvic dance Chitty Chitty Bang di dalam kamar mandi. Donghae cuma geleng-geleng kepala, mendengarkan suara Haejin yang bernyanyi riang, dia berusaha mengusir bayang-bayang Haejin yang menari Chitty Chitty Bang sekarang.

   Kemudian akhirnya Haejin keluar dari kamar mandi dengan jubah mandi pink-nya dan rambut yang terbungkus handuk. Wajahnya segar, dan tubuhnya bugar setelah berolahraga di dalam tadi. Kini ganti Donghae yang ke kamar mandi untuk mandi, yang jelas dia mandi tidak selama Haejin.

   Ketika Donghae keluar dengan rambut basahnya, Haejin sudah mengeringkan rambutnya dan sudah rapi serta wangi. Bahkan sudah memakai sepatunya, dan dengan miris Donghae melihat beberapa koper sudah tergeletak rapi di sekitar tempat tidur Haejin.

   ”Hah~” desah Donghae frustasi sambil menggantung handuknya di tempat handuk yang ada di depan kamar mandi Haejin.

   ”Oh, jebal, jangan mulai lagi…” keluh Haejin sambil menutup kopernya yang terakhir. ”Kau kira aku tidak berat melakukan ini semua?”

   Donghae duduk di tempat tidur Haejin, sambil terus memerhatikan kekasihnya itu memasukkan banyak CD Super Junior dan Super Junior M ke dalam tas selempangnya. Sekarang Felidis Haejin sudah dikenal dengan Super Junior M fan semenjak kemunculannya di Sukira saat comeback Breaking The Heart lalu.

   ”Haejin-ah.”

   Haejin mendongak menatap Donghae, tak biasanya kekasihnya memanggilnya dengan nama begitu saja, biasanya Donghae selalu menyebutnya Momma, Sayang, atau Ikan Koki.

   ”Kesini sebentar.”

   Haejin memutar matanya, dan menghampiri Donghae. ”Mwoya jigeum?”

   ”B2ST, 2PM, SHINee…” kata Donghae tiba-tiba.

   ”Mereka kenapa?” tanya Haejin bingung.

   Donghae langsung menjawab. ”Mereka sedang di Jepang juga saat ini, Lee Haejin. Aku tau kau terakhir kali di artikel menyebutkan suka pada Lee Gikwang kan?!” tanyanya tajam.

   ”Ya ampun,” Haejin menepuk dahinya. ”Cuma pertanyaan begitu saja…”

   ”Ah, jangan bawel!” potong Donghae. ”Lalu di SHINee ada Minho,” delik Donghae tajam, Haejin mendengus tak sabar. ”Dan di 2PM, haduuuuh… bisa jadi aku khawatir pada keenamnya!”

   ”Hae, mereka itu seperti saudara kandungku sendiri, ya ampun!”

   ”Tetap saja…” Donghae berkata dengan lirih, lalu meraih kedua tangan Haejin, dan menggenggamnya erat. ”Aku tidak pernah tidak bisa takut soal itu. Kemarin saja saat kita pisah jauh, kita…” Donghae tidak meneruskan kata-katanya, tapi Haejin tau apa yang Donghae maksudkan. Mereka sempat putus, karena kesalahpahaman dan jebakan perusahaan yang berlarut-larut.

   Haejin cuma tersenyum miris menanggapinya, dan mengeratkan genggaman tangan Donghae.

   ”Aku sangat bersyukur saat akhirnya aku selesai di Taiwan, dan bisa kembali ke Seoul. Tapi nyatanya, saat aku kembali… nyatanya justru kau yang harus ke Jepang.” Ujar Donghae miris.

   ”Kau tidak mendukungku?”

   ”Aniyo!” geleng Donghae mengeratkan genggamannya. ”Aku mendukungmu, tapi… aku hanya menyesali keadaan kita berdua. Kita sama-sama idol, yang tidak mungkin bisa mengelak dari kesibukan seperti ini. Dan, kenapa rasanya… rasanya seperti kita terus menerus dipisahkan?”

   ”Kenapa kau bicara begitu?” tanya Haejin sedih.

   Donghae menunduk.

   ”Apakah memang begitu sulit ya menjalani ini bersama?” tanya Haejin, membuat Donghae kalut dan langsung memeluknya.

   ”Mianhaeyo, aku seperti anak kecil lagi!” keluhnya.

   Haejin balas memeluknya.

   ”Aku tidak bermaksud lelah atas hubungan seperti ini, aku hanya ingin bersamamu, selalu… tapi, aku tau itu tidak mungkin, makanya aku kecewa, tapi aku tidak pernah berpikir sekali pun untuk berpisah!” Donghae terus meyakinkan Haejin.

   Haejin mengangguk, berusaha menahan air matanya. ”Aku tak akan lama.”

   ”3 bulan…” desah Donghae.

   ”3 bulan kan bukan waktu yang lama, itu katamu…” kekeh Haejin.

   Donghae mengangguk. ”Arasseo, semua kata-kataku kau kembalikan padaku, ne, aku terima!” gerutunya. ”Maka aku akan bilang padamu, jangan nakal! Seperti yang selalu kau katakan padaku.”

   ”Iya, Poppa…”

   Donghae mengecup tangan Haejin satu persatu sampai akhirnya dia menengadah dengan kaget. ”Cincinmu mana?” Donghae bisa melihat kedua bola mata Haejin melebar.

   ”Cincinnya…”

   ”Cincinnya kemana?”

   Haejin menundukkan wajahnya dalam-dalam, tidak berani menatap Donghae lagi. Cincin itu sudah entah dimana, dibuangnya ke laut Busan yang luas, dengan satu alasan pasti. Cincin itu lebih baik hilang daripada dipasangkan pada wanita lain, yah memang pikiran Haejin bodoh.

   Ujung-ujungnya mereka balikkan lagi, kan?

   ”Cincinmu mana?” ulang Donghae.

   ”Hi…hilang…” sahut Haejin pelan.

   ”Hilang kemana?”

   ”Mollayo. Kubuang di laut Busan,” Haejin akhirnya mengaku. Toh lambat laun Donghae akan menyadarinya juga, bahwa cincin perak, hadiah pertama darinya untuk Haejin itu kini sudah tidak ada.

   Donghae tercekat, dia hampir pasti mengetahui alasan dibalik hilangnya cincin itu. ”Kau buang?”

   ”Bisa dibilang begitu,” sahut Haejin pelan.

   ”Boleh kutanya kenapa?” tanya Donghae sama pelannya.

   ”Mollayo,” Haejin menjawab dengan air mata sudah menggenang lagi, kalau mengingat masa-masa itu, hatinya nyeri-nyeri lagi. Dia masih ingat sekali rasa sakitnya. ”Sebagian besar karena aku yakin kita tidak akan kembali lagi, dan sebagian lagi karena… aku tidak bisa membayangkan cincin itu jatuh pada wanita lain. Siapa pun itu.”

   Donghae menjawab. ”Mianhae.”

   ”Sudahlah, itu sudah lewat, harusnya aku yang meminta maaf karena telah membuangnya.” Haejin tersenyum kecil, keduanya bertatapan lalu Donghae memeluk Haejin lagi, Haejin balas mendekapnya juga. ”Kita tidak usah bicarakan yang sudah lewat, toh di depan masih banyak masalah.”

   ”Ne.” jawab Donghae sambil mengelus rambut kekasihnya itu. ”Pokoknya jangan nakal!”

   Haejin tertawa. ”Ya ampun!”

   ”Kau itu bisa lebih nakal dari aku, makanya aku khawatir… skandalmu bertebaran dimana-mana. Dari Taecyeon, Junsu, Seulong, Chansung, Minho, Changmin, dan kemarin kau buat dengan Gikwang, ckckckckckck…”

   ”Kenapa sih kau sekarang hobi banget ngomel?! Skandalmu juga banyak!” seru Haejin.

   Mereka saling melempar pandangan tajam.

   ”Ahh, sudahlah, kau mau pergi, kita jangan bertengkar,” Donghae meraih Haejin lagi dalam pelukannya.

   ”Kan kau yang mulai,” kekeh Haejin.

   ”Onnie, Junjin Oppa tiba!” Kyorin mengetuk pintu kamar lagi.

   Haejin dan Donghae saling pandang, ”Save the best for the last…” bisik Haejin, dan Donghae meski tidak mengerti artinya, tapi rasanya menangkap maksud Haejin. Mereka kemudian langsung saling memangut bibir masing-masing, dan saling mendekap erat, untuk saat-saat terakhir, hingga tiga bulan ke depan.

   ”Onnie! Onnie!”

   ”Haejin-ah, palliwa!”

   Haejin dan Donghae tetap tidak mau melepaskan satu sama lain, masih terus saling memeluk, membelai, dan mengecup rasa masing-masing. Tapi keduanya tau, toh ini harus berakhir, dan baru kali ini mereka berdua melepaskan ciuman dengan hati yang begitu manis.

   Donghae masih menempelkan dahinya pada dahi Haejin, kedua mata mereka masih terpejam, dan kedua tangan mereka masih bertautan. Tapi suara-suara diluar sudah sangat mengganggu.

   ”Aku pergi ya…” pamit Haejin sambil tersenyum, ada air mata tergenang.

   Donghae mengangguk, dan mengecup dahi Haejin. ”Baik-baik disana, jaga kesehatan. Saranghae.”

   ”Nado.”

  Kedua pasang mata mereka kembali bertemu, dan mereka kembali berciuman mesra. Sampai akhirnya Junjin Oppa mengancam akan mendobrak pintu, barulah keduanya saling melepaskan satu sama lain. Donghae memutuskan untuk bersembunyi di kamar mandi terlebih dahulu, sampai Felidis dan Junjin Oppa pergi meningglkan dorm, barulah ia juga keluar.

*           *           *

   Satu jam kemudian Donghae sudah berada di dalam mobil putihnya, dan menatap ke langit biru. ”Neon naekeoya, saranghanda, Haejin-ah… saat kau kembali nanti, aku punya hadiah menanti.” Senyumnya, sambil kemudian memutar kunci kontak mobilnya, dan menjalankan mobilnya pelan. Yah, pada akhirnya dia bisa juga memakai mobil dengan sedikit lancar. Dalam perjalanan Donghae melihat kalender yang menunjuk tanggal 12 Juli 2011, dan bergumam. ”Oh iya, berbicara hadiah, Haejin kan mau ulang tahun!” Donghae kaget dia lupa, bahwa beberapa hari lagi kekasihnya akan merayakan ulangtahunnya yang keduapuluh (dua puluh satu umur Korea).

The End

Halo ^^ lama nggak update ff tentang perkembangan JinHae, tapi ya beginilah perkembangannya ^^ jangan timpuk saya, Haejin dan Felidis akan debut Jepang, nanti mudah-mudahan segera aku publish lagu Jepangnya, dan pendeskripsian MV-nya #saaah FF ini dibuat dengan kerinduan yang begitu dalam sama Donghae, tapi nggak tau penyalurannya jadinya ya agak-agak maksa sih sebenernya menurutku… pokoknya intinya FF ini mau menjelaskan Donghae yang udah santai, tapi Haejinnya gantian yang sibuk, wakakakakaka…

Oke, dariku itu aja dulu, buat yang nanyain The Girls Are Mine, yang part selanjutnya yang bikin si Yoonri, jadi nagihnya ke dia aja ya #plakk dan Let’s Get Married, aduh lagi males ngelanjutin, moodnya belum ada, kalo dipaksa aku takut hasilnya malah jelek…

Di beberapa postingan banyak yang nanyain FF lama yang belum ada lanjutannya seperti Strong Heart dan Stuck On You, Strong Heart dengan berat hati karena ada alasan pribadi nggak aku teruskan, kalau Stuck On You, aku belum dapet moodnya lagi, kalo ada mood Insya Allah di teruskan ^^

Seperti biasa, komen dan apresiasi kalian yang aku tunggu baik berupa kritik maupun saran, atau bahkan Donghae berpita *?* saranghae ^^ ehh iya, ada yang bisa tebak, Haejin kapan ultahnya? #plakk

119 thoughts on “{JinHaeXy} See You Later, My Love

  1. ff jinhae yang trakhir aku baca apa ya unn ?
    ko ujung2nya nyesek gini -__-
    jepang..
    apakah passpor donghae bakalan sama ama passpor haejin ? wkwk
    hah ?
    itu mandi atau haejin academy ? *inget seungri
    sedikit lagu HOT, jadi banyak lagu lain yng diputer
    air mahal air mahal wkwk

    saengil chukka hamnida ya unnie ^^v
    aduuh udah kepala 2 (?)
    yaah, aku telat ngucapin
    mian ya unn
    kmaren2 sibuk pndaftaran ini itu #curcol

    daebak

  2. ahh, ternyata haejin mau ke jepang… wkwkwk, itu mah haejinnya konser di kamar mandi… tp istimewa karna cuma hae doang yang bisa dengerin konsernya haejin..
    oh ya happy birthday kalo gitu ya onn *sksd banget* plak!

  3. yahh haejinnya mau ke jepang , si hae ditinggal deh kasian si hae hahaha … wah kelakuan haejin yg nyayi sabil nari dikamar mandi sama kyk aku tiap pagi hahahahha … onnie ultah yah ?? happy birthday onn ^_^, semoga dapet hadiah yg bagus dri si poppa hehe

  4. ini jinhae bertengkar gara2 apa?? gara2 haejin mau ke jepang, kah??
    skinship couple udah mulai beraksi lagi nih😀,tapi kok haejin mau ke jepang? bakal jarang skinship nih, hhe…
    ahh…buat donghae sih, mau haejin ke jepang atau kemana aja bakalan disusulin terus😀
    oya, haejin mo ultah? waaw…pasti hae bikin surprise. enggak sabar pengen baca jinhaexy lagi >.<

  5. daebak bgt haejin sama donghae poppo nya kaga nahan (?) padahal udh d gedor sekampung, hehe tetep aja nempel…

    Felidis mau debut d jepang ya… Chukkae… \^o^/

  6. finally,, skinship! yeah

    felidis debut jepang? chukkae..!

    poppa udah sante, eeh momma ke jepang.. kasian poppa *hug poppa*

    fighting eon! dah sante, eeh momma ke jepang.. kasian poppa *hug poppa*

    fighting eon!

  7. whoaaaaa felidis debut jepang… ahahahahahahha saingan donghae emang lagu di jepang semua ya… hahahahhaha kemaren donghae di taiwan sekarang haejin di jepang… kapan mereka bareng barengnya ya??? kasian pasangan ikan…

    always skinship… but i like it…

    udah ahhh saya nyampah… hahaha

  8. Waaahhh…kq kyk.a ep t’akhr.a aq gk baca tntg mrka b’klhi… aigo~b’arti aq klwtn jauh nih:/ parah!
    Tpi ttp dgn JinHae yg skinship🙂 yg ttp couple t’mns😀
    *emg gula manis*
    The last,jin debut d jepang😀 jgn sdh ya hae…

  9. hiyey!!!!😀
    kisseu lagi😄
    #plak

    donghae ma haejin nekad ya??
    tdr berdua,kamr dikunci,pastes aja kyorin mpe khawatir
    #yadong😄

    daebaklah felidis ma haejin!!!
    mo keluarin lagu versi jepang😀

    ya allah haejin..insap nak
    #crmh ala siwon
    jangn kau tambah lagi skandalmu dengan namja ganteng nan seksong dsno..kasihan si ikan -_-“

  10. sumpah ya itu haejin mandi apa latihan konser? –a tapi aku mandinya juga lama lho onnie.. =D
    disini waktu haejin mau berangkat ke jepang tapi hae udah di korea ya? aduh aduh,, LDR is never end for jinhae nih kayaknya… semoga hubungan onnie sama hae baik2 terus yaaa….

    oiya aku baru inget tanggal 16 juli kemaren onnie ulang tahun yaaa? saengil chukkae! semoga jadi ibu yang baik buat sea, sky, dan si baby dalam perut =P
    ngomong2 sea sky mana? kangeeeen *cium cium

  11. yaaaah
    kok mlh jd tukeran gitu perginya?
    satu kelara di taiwan, satunya mlh ke jepang
    T__________T
    tp itu part haejin yg di kamar mandi kocak bgt
    jd ngebayangin bnran dia nyanyi n nari² lagu segitu banyak sambil mandi
    klo direkam bs jd album kompilasi kkkk~

  12. Ahh so sweet.. Kaya mau ditinggal pergi jauh bangett..
    Gak bisa dipisahin yah mereka.. Kalo bisa nempel terus tiap hariii😀

  13. Jiailah poppa.. sampe segitunya khawatir momma bakalan nakal di jepang.. wkwk~ momma lg mandinya deh ah..
    Ih itu itu itu~ lucu banget udah digedor tapi masih aja yah asyik poppoannya.. emang deh jinhae klo bibir udah nempel pasti dipisahinnnya susah..wkwk😄

  14. tes

    Jiailah poppa.. sampe segitunya khawatir momma bakalan nakal di jepang.. wkwk~ momma lg mandinya deh ah..
    Ih itu itu itu~ lucu banget udah digedor tapi masih aja yah asyik poppoannya.. emang deh jinhae klo bibir udah nempel pasti dipisahinnnya susah..wkwk😄

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s