{JinHaeXy} When I Fall ~Part 13~

*Part 13*

”Aigo! Palli, kenapa kalian malah bermesraan disini?! Donghae, cepat!” perintah Leeteuk Oppa.

   Donghae lari begitu saja, sementara aku ditinggalkan dalam keadaan yang mengenaskan! Malu parah, aduh! Aku menekap wajahku dan melihat pantulan bayanganku di kaca, dan wajahku merah sekali! Tapi samar-samar, dengan malu harus kuakui, aku kecewa! Hueee, satu bulan lebih berpacaran dan… hah~ kenapa dengan otakku?!

   Akhirnya aku menarik napas dalam-dalam mencoba menenangkan diriku, atau mungkin asmaku akan kumat. Setelah yakin sudah kuat, aku melangkah keluar ruang ganti Super Junior, dan berjalan melewati lorong yang ramai dilalu-lalangi oleh banyak orang, dari artis hingga staff. Sesekali aku membungkuk atau menyapa mereka yang kukenal.

   ”Haejin!”

   Aku berbalik dan melihat 2AM! Ternyata benar tadi yang kulihat Jokwon, dengan senang aku menghampiri mereka. Mereka memelukku bergantian, tapi kenapa mereka menatapku keheranan.

   ”Kenapa?” tanyaku.

   ”Kau ngapain disini?” tanya Jinwoon.

   ”Donghae kan comeback,” jawabku.

   ”Oh iya! Pantas kau tidak dandan sama sekali, hihihi… Super Junior! Bagaimana kita bisa lupa, padahal tadi kami berpapasan dengan mereka. Ayo ikut nonton yuk,” kata Jokwon bersemangat.

   Jokwon, Jinwoon, dan Changmin Oppa jalan duluan, sementara aku meringis mendekati Seulong. ”Ongie-ya…”

   ”Kenapa kau?” tanyanya sambil merangkulku.

   ”Masa Hae cemburu kemarin.”

   ”Cemburu sama siapa?” tanyanya.

   ”Kau.”

   Seulong membelalakkan matanya, lalu tertawa. ”Jeongmalyeo? Dia cemburu? Lalu bagaimana?”

   ”Nanti kuceritakan detilnya, sepertinya dia melihat kesini, kalau dia ngambek lagi gawat.”

   ”Ahahahahai, ciyeeee ngambek!”

   ”Diam kau!”

   Kami tiba di sisi panggung dan melihat Super Junior sedang diberikan pengarahan oleh PD-nim, sementara Ririn-ssi dan JooEun-ssi membungkuk melihatku datang bersama anak-anak 2AM. Demi sopan santun, kukenalkan anak-anak 2AM kepada mereka berdua. Berhubung anak-anak 2AM cukup ramah, mereka bisa ngobrol-ngobrol.

   ”Mereka comeback lagu apa?” tanya Seulong padaku.

   ”Miina.”

   ”Tapi ini sepertinya bukan Miina, bukankah boyband sekelas Super Junior kalau comeback diizinkan menyanyikan dua lagu?”

   ”Molla, Hae tidak pernah mau cerita soal albumnya, pokoknya surprise semua katanya…” sahutku sambil tersenyum. ”Dan aku benar-benar surprise banget. Bukan hanya dia, tapi semuanya.”

   Seulong tersenyum dan mengangguk, tidak menjawab lagi karena musiknya sudah dimainkan. Musiknya tidak kukenali, tapi melihat koreografinya, seperti biasa mataku langsung fokus. Satu persatu dari depan mereka membungkuk, setelah berteriak ”HA‼!” pada saat bersamaan, Kyuhyun maju dan bernyanyi.

   Satu kata yang muncul, konsep seksi benar-benar kental di album ini! Aku bisa gila ya Tuhan, aku menelan ludah bolak-balik. Apalagi ternyata Donghae yang maju berikutnya, dan telingaku panas mendengar kata Oh my god, dan ah… aduh, aku mau pergi saja, tapi tidak enak tidak menonton. Movement dalam lagu ini terlalu liar, dan membuat otakku kacau!

   Nappeun, nappeun, nappeun, aniya stop!

   Aku menggosokkan tanganku ke mukaku dengan cepat, atau bayangan-bayangan liar itu takkan terusir di benakku. Donghae terlalu seksi‼! Dan aku merasa mengenaskan disini. Aku mau pergi saja, daripada pikiran-pikiran liar muncul, dan aku melakukan hal-hal yang diluar kenormalanku, dan memikirkannya sudah membuatku malu sendiri.

   ”Kau kenapa?” tanya Seulong.

    Aku menoleh padanya. ”Hah?” tanyaku tak fokus.

   ”Ck! Keringat dingin tuh, kau kenapa sih? Sakit?” tanya Seulong heran, sambil menatapku heran.

   Omo, aku sampai keringat dingin?! Aku meremas taganku, dan baru kusadari tanganku juga dingin. Aaah, memalukan! Aku tersenyum tak jelas saja padanya, lalu perhatianku kembali ke panggung, dan rupanya itu sama dengan bunuh diri! Karena Donghae kemudian melakukan gerakan menghentak ke arah Eunhyuk, dan semua member kecuali Eunhyuk keluar panggung. Di panggung Eunhyuk pamer abs, aku sudah tidak sempat menikmati karena, kepalaku sudah berpusing cepat rasanya.

   Recording lagu pertama selesai, 2AM sudah berlari menghampiri senior mereka dan memberi selamat atas comeback stage mereka, sementara aku dibiarkan nelangsa disini.

   Mana tadi ditinggalkan dalam keadaan memalukan, ah! Aku mengusap kepalaku kasar, lalu Donghae menghampiriku, saat mata kami bertemu, entah kenapa wajahku memanas, dan bisa kulihat, kami agak menghindari mata satu sama lain. Pastilah karena kejadian di ruang ganti tadi.

   ”Kau sakit?” tanyanya pelan.

   ”Aniyo.” Jawabku bingung.

   ”Seulong bilang…” dia mengerling pada Seulong yang sedang berbincang dengan Yesung Oppa. Kali ini kuberanikan menatap wajahnya, ada satu emosi yang masih tak bisa kutangkap. Tapi kurasa aku tahu apa artinya, dan ingin rasanya mengutuk Seulong sekarang juga. Bukankah dia sudah kujelaskan soal Donghae yang cemburu padanya?

   Aku tersenyum dan menggeleng. ”Tidak, dia salah lihat barangkali.”

   Donghae meraba keningku, lalu ke tanganku, saat dia melakukannya, bulu kudukku meremang semua. Dan jantungku berdebar-debar keras, kepalaku mulai berputar. Biasanya aku biasa-biasa saja kalau dia menggandeng tanganku, hanya sedikit berdebar saja, tapi kali ini rasanya darahku mengalir deras sederas-derasnya, apalagi Donghae sedang full of sweat, yang membuat air liurku susah lagi berproduksi.

   ”Dingin,” gumam Donghae.

   ”Hei! Ayo ganti, kita harus siap-siap untuk Miina,” panggil Shindong Oppa.

   Donghae mengangguk dan menggandengku lagi, aku cuma bisa menunduk dan tersaruk-saruk mengikuti langkahnya, dan member lainnya. Aku bisa melihat JooEun-ssi yang sedang dibujuk-bujuk oleh Eunhyuk, dan Ririn-ssi yang membujuk-bujuk Siwon, sepertinya Siwon agak sedih karena tidak ambil bagian di lagu awal tadi.

   ”Tadi, judul lagunya apa?” tanyaku pelan pada Donghae.

   ”Nappeun yeoja,” sahutnya.

   Aku mengangguk saja lalu kami beriringan masuk ke dalam kamar ganti, dan aku baru paham kenapa Eunhyuk membujuk JooEun-ssi. Sepertinya JooEun-ssi tidak terlalu simpatik dengan Eunhyuk yang pamer abs, hahahaha… apakah itu reaksi normal kekasih kebanyakan? Kenapa aku malah menikmati ya? Otakku benar-benar sudah bergeser dan tidak pada tempatnya lagi.

   Mereka mulai ganti baju, dan menghindari pikiranku dari hal-hal aneh, aku memutuskan untuk keluar ruangan, dan menghirup oksigen sebanyak-banyaknya, serta menenangkan diriku, juga mengirimi pesan kepada Chihoon dan Kyorin, bahwa mereka juga ditunggu member Super Junior lainnya disini sebelum mereka tampil live lagu Miina.

   ”Aaaah, Onnie!” pekik seseorang.

   Aku menutup flip ponsel pink-ku dan mendongak, melihat Kwan Nara dengan seragam sekolah, dan mata berbinarnya menghampiriku. ”Onnie, Onnie… apa kabar?! Hai… ingat aku?” tanyanya antusias.

   ”Ah, annyeong… Nara-ssi,” sapaku sopan, aku masih ingat kejadian panci terbang tempo hari, tapi dia ramah padaku, aku tak peduli lah, toh aku butuh pengalih perhatian daripada wetskin Donghae. Jadi aku memasukkan kembali ponselku ke dalam saku dan memfokuskan pikiranku pada gadis dengan mata bling-bling ini.

   ”Onnie, bukankah Onnie sedang tidak ada performance hari ini? Onnie kesini sama siapa?” tanyanya penasaran, dan membuatku gugup. Kalau dia begini, dia seperti bukan kekasih seorang artis saja. Dia seperti netizen, membuatku ngeri. Aku jadi bahkan tidak berani bilang kalau aku menunggu Donghae.

   Aku cuma tersenyum. ”Menunggu Kyuhyun?”

   ”Ne,” sahutnya ringkas, tapi masih berbinar-binar. ”Onnie sendirian? Tidak ada Lee Kyorin dan Cho Chihoon?”

   ”Ah, mereka dalam perjalanan kesini, Chihoon mau melihat kakaknya comeback.” Jawabku lagi.

   ”Jeongmal?!” matanya berbinar-binar. ”Onnie, nanti kenalkan aku pada mereka berdua ya?”

   Aku nyengir nggak enak. ”Iya, boleh saja… memang belum kenal dengan Chihoon?”

   ”Belum, makanya aku mau kenal, apa Onnie bisa mengenalkanku dengan 2AM? Atau 2PM? Wonder Girls?”

   Anak ini…

   Belum sempat aku menjawab pintu ruang ganti terbuka, dan muncul Seulong. ”Kau ngapain? Ayo masuk, Hae Hyung membutuhkan bantuanmu, semua coordie sedang sibuk.”

   ”Oh!” aku mengangguk, tapi aku merasakan tanganku dicengkram erat, dan begitu menoleh, Nara sedang berbinar-binar, nyaris memuja. ”Kwan Nara-ssi, gwenchanayo?” tanyaku.

   ”Onnie, itu Im Seulong kan? Ayayayaya, Onnie…”

   ”Ne, itu Im Seulong.” Saking bingungnya aku mau menjawab apa.

   Pintu terbuka lagi, dan muncul Kyuhyun yang berdecak, herannya begitu melihat Kyuhyun, Kwan Nara ini bukannya tersenyum, atau mengendalikan dirinya, dia malah semakin merepet menyebutkan 2AM, Seulong, Jokwon, Jinwoon, dan Changmin bergantian, sampai I Am pun disebut.

   Aku buru-buru masuk ke dalam ruangan, karena bisa kulihat laser kemarahan dari mata Kyuhyun melihat kekasihnya meratapi nama-nama member 2AM. Dan di dalam aku disambut pemandangan surgawi yang begitu indah. Lagi-lagi aku seperti orang bodoh, dengan melongo begitu parah, tapi pandanganku ke sudut jauh, dimana Donghae hanya memakai celana panjang hitam!!!

   Tubuh bagian atasnya, terpampang jelas!

   Putih, liat, berkeringat dan memunggungiku, di pojok jauh, dan tertutup bayang-bayang Shindong Oppa. Tapi aku bisa melihat jelasnya lekuk lehernya yang cekung di beberapa tempat, dan garis urat-urat lehernya yang kencang, lututku lemas dan aku mau menangis, entah karena apa.

   ”Haejin, tolong Donghae lagi ya…” kata Leeteuk Oppa tiba-tiba sudah di depanku.

   Dia hanya memakai stelan jas!

   Tanpa kemeja, perutnya membentuk enam garis tegas dan kencang, aku langsung terbatuk, dan mereka sekarang heboh mengangsurkanku air mineral. Obatku bukan air mineral, tapi aku harus keluar dari sini! Dan sekarang Donghae mendekat masih belum menutupi bagian atas tubuhnya.

   ”Sayang, kenapa?”

   Aku masih terbatuk, jadi hanya melambai dan menunjuk kerongkonganku saja. Jokwon menepuk-nepuk punggungku keras. ”Kau ini kenapa sih dari tadi aneh sekali?” tanyanya bingung.

   ”Asmamu mau kumat?” tanya Jinwoon.

   Aku menggeleng, setelah berhasil mengatur napas, aku menjawab. ”Parfumnya menyengat di hidungku, makanya agak tersedak…” kilahku, padahal parfum mereka menambah aura seksi! Dan di sudut Siwon sudah mulai mengeluarkan spray pembangkit hasrat wanita itu lagi! Aku mau kabuuuuuuur, ya Tuhan tolong aku, aku bisa gila!!!

   Aku mengalihkan pandanganku pada Donghae. ”Yuk, apa lagi yang bisa aku bantu?” tanyaku pelaaaaan sekali.

   ”Aku pakai rompi dulu, kau rapikan rambutku saja nanti,” katanya pelan.

   Aku mengangguk, sebetulnya aku ingin meratakan spray nista tadi, tapi tak mungkin juga lah, lagipula aku tidak bisa membayangkan apa yang terjadi kalau aku melakukannya seperti tadi. Donghae memakai rompinya, tapi belahan dadanya masih tercetak jelas! Lebih seksi dari belahan dada wanita menurutku, dia memakai sebelah sarung tangan hitam, lalu duduk di depanku meminta tolong rambutnya. Aku merapikannya sebentar, dengan tangan gemetaran.

   Sisir yang kupegang jatuh terus.

   ”Kamu kenapa?” tanya Donghae benar-benar kaget, dan menggenggam tanganku yang dingin dan gemetaran. ”Sayang, kamu sakit?”

   ”Aniyo.” Gelengku malu.

   ”Tapi hari ini kamu aneh banget, Sayang.” Katanya sambil menuntunku duduk di kursi sebelahnya, aku bisa melihat Leeteuk Oppa dan Heechul Oppa melirik kami diam-diam.

   Aku menghela napas. ”Gwenchana.”

   ”Kotjimal.”

   Aku mengembuskan napasku keras-keras.

   ”Sakit? Mau pulang saja?”

   ”Andwe!” aku menggeleng.

   Dia menatapku frustasi. ”Ayolah, Sayang, bilang padaku ada apa denganmu? Aku bingung.”

   ”Kurasa aku hanya sedikit susah bernapas,” sahutku pelan. ”Sudahlah tak apa-apa, ayo sini kurapikan lagi…” aku merapikan rambutnya lagi sambil duduk di sebelahnya, jarak kami mulai sedekat tadi.

   Tapi kemudian Leeteuk Oppa duduk di dekat kami, membuat kesadaranku kembali, dan tidak melayang-layang memikirkan bahwa kami hanya berdua saja di dalam ruangan ini. Akhirnya selesai semua, dan tak lama aku bisa melihat Kwan Nara masuk bersama Kyuhyun. Wajah keduanya sama-sama dingin, sepertinya mereka habis bertengkar. Aku senang memikirkan masalah orang lain belakangan ini untuk tidak memikirkan lagi pikiran liar itu.

   Lalu kulihat Nara menyapa Ririn-ssi dan JooEun-ssi.

   ”Umma… JooEun Onnie!” katanya riang menghampiri mereka.

   Aku senang memandangi mereka bertiga, asal tidak memandangi pria-pria yang sekarang bergantian menyemprotkan spray pembangkit gairah wanita itu, huh! Pintu ruangan diketuk lagi, dan aku mendesah lega melihat Kyorin dan Chihoon yang langsung disambut heboh oleh anak-anak 2AM dan Super Junior, dan aku tentunya.

   ”FELIDIS!” pekik Nara.

   Aku terkekeh, lalu menghampiri kedua adikku itu. ”Lamanya, kalian ditahan lagi di sekolah?”

   ”Biasalah,” sahut Kyorin ringan, setelah selesai menyapa semua Sunbaedeul-nya.

   Chihoon sudah berbincang-bincang dengan Sungmin Oppa, ah anak itu mulai tebar pesona. Tapi aku salut padanya, hehehe… sampai kurasakan seseorang menarik-narik lengan bajuku.

   ”Onnie, jebaaaal, kenalkan aku…”

   Aku tertawa. ”Ah, iya… Kyorin-ah, Chihoon-ah, kenalkan, ini Kwan Nara… dia JYP Nation Biased, Ongie-ya, Jokwonnie, Jinwoonie, Changmin Oppa kesini. Kenalkan ini Kwan Nara.”

   Kulihat Kyuhyun menutup wajahnya dengan telapak tangan, malu, sementara anak-anak Super Junior jelas-jelas menggerutu, bahwa Nara menyukai JYP Nation daripada mereka. Ririn-ssi dan JooEun-ssi bahkan tertawa melihat kelakuan Super Junior, dan melihat itu semua perasaanku makin tenang.

   Wajah dan badan boleh garang, hatinya tetap Hello Kitty ternyata, tak jauh beda dari 2AM dan 2PM.

   Nara bahagia sekali dikenalkan dengan Felidis dan 2AM. Kukira wanita pada umumnya akan lebih senang jika dikenalkan pada pria-pria tampan, dibanding menjadi fangirl untuk girlband, tapi Nara benar-benar membuktikan kata-katanya sebagai JYP Nation Biased. Bahkan Kyorin dan Chihoon takjub juga memandang Nara, sementara 2AM tersipu-sipu, halah…

   ”Oh iya, Onnie, boleh aku bertanya padamu?” tanya Nara padaku, tapi juga sambil menatap anak-anak 2AM dan Felidis. Sementara Super Junior di belakang kami sudah berdesakan ingin tahu, sekaligus cemburu.

   Apa mereka semua ini tipe pencemburu ya?

   ”Apa benar, Haejin Onnie tidak memanggil pria yang lebih tua dari Onnie dengan sebutan Oppa? Sepertinya benar, aku tadi mendengar Onnie memanggil Jokwon Oppa dan Seulong Oppa dengan panggilan nama saja? Tapi, Onnie memanggil Changmin Oppa dengan sebutan Oppa juga?” tanya cepat sekali.

   2AM tertawa terbahak-bahak, aku jadi ikut nyengir.

   ”Banyak yang bilang sebetulnya aku yang paling tidak sopan pada senior-seniorku,” kata Chihoon menjawab. ”Tapi sebetulnya ya yang paling tidak sopan itu Haejin Onnie, ya kan?”

   Aku menjitak kepalanya, diiringi tawa mereka semua.

   ”Haejin memang begitu! Bukan Cuma kami kok yang dipanggil tanpa Oppa di depan,” lirik Jokwon sok sinis padaku, aku hanya tersenyum. ”Member 2PM bahkan hampir semua dipanggil nama kecuali Nickhun Hyung dan Junsu Hyung.”

   ”Dia tidak mau memanggil Oppa kalau dia tidak merasa benar-benar seperti Oppa-nya, atau memang usia mereka terpaut jauh.” Jelas Seulong memutar matanya. ”Dan ya dia memang tidak sopan.”

   ”Ck! Kau mau mati?!” ancamku.

   ”Aww, kenapa kau hobi sekali mengancamku mati?”

   Aku mendelik menatapnya.

   ”AWW! JinLong Moment, aku punya banyak GIF kalian! Onnie dan Oppa memang benar-benar sahabat karib sekali, semua Flyers dan I Am bahkan tidak pernah cemburu. Kalian memang sudah dekat sejak trainee, kan?”

   Omo!

   ”Wah, kau tau banyak ya…” komentar JooEun-ssi.

   ”Keurom! Tapi, Onnie tenang saja,” Nara menepuk bahuku. ”JinLong adalah bestfriend forever, tapi aku JinTaec Shipper!”

   Aku, Chihoon, Kyorin, Seulong, Changmin, Jokwon, dan Jinwoon terperangah. Mungkin karena melihat reaksi kami yang tiba-tiba menegang, Super Junior yang tadinya menggerutu seperti anak kecil kini menatap kami serius. Aku terperangah, Kwan Nara bukan fangirl biasa.

   ”Super Junior, on stage, sekarang!”

   Kami tak sempat berbincang lagi, aku menoleh pada Donghae yang kini menatapku tajam, aku pura-pura tidak mengerti arti dari tatapannya dan dia mendahuluiku keluar. Tatapan itu menyakitiku, dia nampak menghakimi, aku tidak suka tatapannya itu. Kami buru-buru keluar bersama-sama, tapi dengan adanya gadis bernama Kwan Nara itu, aku tidak leluasa ingin menceritakan gundah hatiku kepada Kyorin, Chihoon, dan anak-anak 2AM, tapi mereka sepertinya juga merasakan apa yang kurasakan sekarang.

   Mereka tampak tegang.

   Sejauh apa Kwan Nara benar-benar menjadi penggemar JYP Nation? Sampai dia tau soal JinTaec? Aku bahkan tidak tahu kalau hubungan kami diketahui oleh fans, lagipula aku dan Taecyeon putus hanya satu hari setelah 2PM debut 10 Poins out of 10, dan waktu itu jelas saja, aku dan Felidis belum debut! Tapi bagaimana mungkin Kwan Nara tau sejauh itu??? Dia bukan gadis biasa, aku dengan gugup beringsut ke pinggir panggung. Rupanya Seulong melihat kecemasanku, dia membelai kepalaku pelan, dan menggeleng-geleng. Jinwoon bahkan menepuk punggungku pelan, mereka berusaha menenangkanku, sementara Kyorin dan Chihoon berbisik-bisik panik dengan Jokwon dan Changmin Oppa.

   Song Joongki dan Seo Hyorim memanggil Super Junior yang sudah ready on stage di panggung, dan rasanya penonton meledak. Suara mereka bising sekali, dan bisa kurasakan banyak artis-artis pengisi acara Music Bank hari ini mendekat ikut menyaksikan comeback stage Super Junior. Aku tersenyum pada Secret, dan membungkuk pada Lee Hyori Sunbaenim yang juga ikut menyaksikan Miina.

   Kali ini aku bahkan tidak bisa menikmati Miina seperti kemarin aku menikmati Music Video-nya. Aku takut pada Kwan Nara, bukan karena lemparan pancinya, melainkan sampai mana dia tau soal ini. Aku bahkan belum pernah menceritakan soal sahabatku pada Donghae, dan sekarang aku mau mengubur kenangan Taecyeon dalam-dalam, disaat aku sudah biasa, muncul lagi yang mengingatkan.

   Bukan berarti aku takut aku akan jatuh cinta lagi pada Taecyeon, aku tidak takut itu lagi. Rasa itu sudah benar-benar menghilang tanpa aku sadari, tapi aku sejujurnya tidak mau kenangan itu dibuka-buka lagi, apalagi pada Donghae, yang meski dia tidak tau, dia yang mengangkatku dari lubang hitam dan menjahit lukaku, tanpa dia sadari sama sekali.

   Super Junior akhirnya selesai perform, dan mereka satu persatu turun dari stage menerima penghormatan dari para artis yang hadir, mereka bersalaman dan berbincang satu persatu. Sehingga baru lima belas menit kemudian kami kembali ke backroom, bersama-sama. 2AM tidak berani meninggalkanku sendiri, yang wajahku kurasa sudah kembali kusut seperti dulu. Kyorin merangkulku erat-erat, kami mendahului Super Junior masuk.

   Chihoon sempat berbisik. ”Kurasa kau memang harus banyak bercerita soal dirimu yang sejujurnya kepada Hae Oppa, Onnie.” Dan Kyorin mengangguk, aku menghela napas dalam-dalam. Di kamar ganti semua saling peluk dan memberi selamat atas suksesnya comeback pertama mereka di Music Bank ini. Aku ikut memberi selamat kepada para member.

   ”Oh iya, Onnie!”

   Kwan Nara itu memanggilku lagi, mendesah, bersiap menghadapi kemungkinan terburuk soal gadis itu, aku berbalik sambil tersenyum. ”Ne, Nara-ssi?”

   ”Ngomong-ngomong aku penasaran, Onnie, aniya… anak-anak Felidis kesini hanya untuk mendukung Super Junior?” tanyanya penasaran, dengan dengusan kesal dari Kyuhyun.

   ”Kau mau tau saja sih!” bisiknya.

   Nara tidak peduli, masih menatapku dengan pandangan bertanya. ”Ah, bahta! Tentu saja karena Chihoon-ssi mau mendukung Oppanya, jadilah Felidis semuanya datang dan mendukung, ne… aku lupa! Felidis pastilah dekat dengan Super Junior, secara Chihoon adiknya Cho Kyuhyun.”

   Aku tersenyum, syukurlah dia bisa menjawab sendiri. Setelah itu kami mulai dengan kesibukan kami masing-masing. Donghae keluar dari kamar mandi, sudah memakai kaus tanpa lengan, dan itu sedikit mengalihkan perhatianku dari pikiran soal takutnya aku pada Kwan Nara. Kaus hitam yang dipakai Donghae tidak seterbuka rompinya, hanya mengekspos tangannya yang kekar. Dia nampak murung lagi, aku mendekatinya dan mengangkat jempolku, berusaha ceria.

   Dia mendongak, dan tersenyum. ”Gomawo.”

   ”Ne…” kataku. ”Habis ini kemana?”

   ”Kalau kau mau pulang, kuantar,” jawabnya.

   ”Hmm, kau tidak ada jadwal?”

   ”Ada, kami ke Sukira malam ini, masih ada waktu untuk mengantarmu,” jawabnya. ”Mau pulang?”

   Aku menggumam, entah harus menyuarakan pikiranku atau tidak, tapi menurut orang-orang disekitarku, aku harus banyak jujur pada Donghae soal apa yang kurasakan. Toh memang komunikasi adalah kunci, kan? Bagaimana mungkin selama sebulan pacaran, aku bahkan tidak tau dia cemburu, dan dia tidak tau aku ingin bersamanya. Kami terlalu lambat.

   ”Sayang?” panggilnya.

   Oke, aku melamun lagi.

   ”Ne? oh, aku… tidak ada jadwal besok,” kataku spontan.

   Alisnya mengerut, kurasa dia berpikir kalau dia kan tidak bertanya aku ada jadwal atau tidak, dan lagipula dia barus aja bertanya apakah aku mau diantar pulang olehnya sekarang?

   ”Kau mau diantar Seulong?” tanyanya tiba-tiba. ”Atau kau mau jalan-jalan bersama mereka?” tebaknya asal!

   Demi Tuhan, aku bahkan mau berduaan saja dengannya. Aku bergumam, ”Kau tidak mau kutemani ya ke Sukira?” tanyaku pelan.

   Dia mengerjap-ngerjapkan matanya. Mendongak menatapku kaget, lalu aku menunduk. ”Tak apa-apa, hanya saja… kan kita baru bertemu hari ini, kemarin kau sibuk terus… kukira kau mau kutemani ke Sukira, tapi kurasa…”

   ”Mau!” serunya. ”Mau, temani aku.”

   Wajahku memerah, dia mengatakannya keras sekali, aku bisa merasakan seisi kamar ganti sekarang sedang menatap kami. Dan mulailah seru-seruan jahil terdengar, bahkan dari mulut member 2AM!

   ”Baby temani juga dong ke Sukira!” rengek Siwon tiba-tiba.

   ”Kau temani aku juga…” pinta Eunhyuk.

   ”Dan sekarang yang punya pasangan malah minta ditemani semua, dunia benar-benar menyebalkan!”

   ”Terus saja Lee Donghae! Terus… kami tak ada disini!”

   ”Hormati yang belum punya pacar dong…”

   ”AKHIRNYA KAMI MELIHAT JINHAE MOMENT!” teriak anak-anak 2AM puas sekali.

   Donghae menjulurkan lidahnya, lucu sekali. ”Iri!”

   ”Eh?!” pekik Kwan Nara kaget menunjukku dan Donghae. ”Maksudnya? Donghae Oppa, pacaran sama Haejin Onnie?”

   Donghae mengangguk-angguk semangat sambil tersenyum, aku senang sekali Donghae tersenyum begitu lagi.

   ”Kemana aja Naraaaa?!” tanya Ririn-ssi dan JooEun-ssi bareng.

   ”Hei, memang kau kira Haejin kesini, dan Haejin ke dorm kemarin ngapain? Hanya karena Chihoon adikku? Jelas tidak! Dia dan Hae Hyung pacaran, puas kau sekarang?” tanya Kyuhyun sebal.

   Nara masih melongo parah. ”Jeongmalyeo? Donghae Oppa? Pacaran sama Haejin Onnie Felidis?!” pekiknya. Member Super Junior sudah menjawab dengan nada seirama karena Nara tidak percaya-percaya juga.

   ”Mana mungkin~! Ini tidak boleh terjadi!” serunya.

   Wajahku yang tadinya tersenyum langsung mengeras. Apa yang terjadi?! Baru kali ini aku mendengar ada yang terang-terangan menentang hubunganku dan Donghae? Aku bisa merasakan Donghae menggandengku. ”Kenapa tidak boleh?!” tanyanya.

   ”Ya, Kwan Nara!” omel Kyuhyun.

   ”Aku JYP Nation Biased! Aku tahu kok, Haejin Onnie bukannya berpacaran dengan Taecyeon Oppa, 2PM?!”

   Bahkan 2AM terbatuk, dan Kyorin serta Chihoon membelalakkan mata mereka.

   ”Oppadeul,” Nara menoleh pada 2AM, lalu pada Chihoon, Kyorin, kemudian padaku. ”Felidis juga, tidak perlu takut… banyak Flyers, Hottest, dan JYP Nation Biased yang tahu hubungan kalian semasa trainee. Banyak kok foto-foto kalian, hanya saja kami kira begitu 2PM debut, Onnie harus pura-pura menjauh dulu. Hottest juga ada kok yang mendukung kalian.”

   Aku benar-benar tidak bisa bicara.

   ”Bahkan kalau Onnie search di Daum atau Naver atau Google dengan tulisan Ok Taecyeon girlfriend, yang mendominasi kan fotomu Haejin Onnie.”

   Semua menoleh padaku yang terpaku, aku tahu member 2AM tak mungkin menjawab sebelum aku yang menjawab, bahkan kulihat Donghae ikut menoleh padaku dengan tatapan yang tak bisa kudeskripsikan.

   ”Lalu Onnie pacaran sama Donghae Oppa? Berarti Haejin Onnie dan Taecyeon Oppa sudah putus dong?!”

   Aku menghela napas dan mencoba tersenyum. ”Kami putus sudah lama, Nara-ssi, saat 2PM debut.”

   ”Ah wae?!” pekik Nara. ”Kami setuju kok kalian tetap…” tapi rupanya Kyuhyun sudah memberikan pandangan mengancam pada Nara.

   Dan seluruh member Super Junior menatapku kaget.

*           *           *

”Aku tak tahu siapa sahabatmu, aku tak tau siapa mantan pacarmu yang ternyata selalu bikin kamu sering nangis kemarin.” Donghae mengatakannya dengan terbata-bata sambil menunduk. Kami kini tengah berada di rooftop KBS Building, sekalian menunggu siaran Sukira. Tak ada yang menghalangi saat kami berdua selesai makan malam pergi berdua, padahal tadinya banyak yang suka menggodai kami. Mungkin mereka tau kami perlu bicara serius pada saat ini.

   Aku sedih mendengar nada suaranya yang sendu begitu.

   ”Apa kamu tau? Aku bertanya pada diriku sendiri, aku memang menyukaimu selama tujuh tahun.” Katanya lagi. ”Tapi nyatanya aku tak tau apa-apa soal dirimu, siapa kamu… bahkan penggemarmu yang lebih tau siapa kau dibanding aku. Aku tau, ketika kita mulai pacaran kau belum melupakan seratus persen mantan kekasihmu itu, aku tau dia begitu dalam di hatimu, tapi aku tidak tau kalau orang itu ternyata Ok Taecyeon.” Aku tercekat, jadi dia tau kalau dulu aku masih terombang-ambing dalam perasaanku. ”Aku tau, kau bukan tipe gadis yang mudah jatuh cinta, dan begitu kau menerimaku, aku tahu kau belum cinta padaku seutuhnya, aku juga tau kau selalu berusaha jadi pacar yang baik.” Bibirnya bergetar. ”Aku membutakan mata dan menutup telingaku, berpura-pura meyakini diriku bahwa kau tergila-gila juga padaku seperti aku tergila-gila padamu. Tapi… ketika Nara bertanya soal Taecyeon dan kau kaget, bahkan kau tak sanggup berbicara dengan benar tadi, membuatku kacau…” dia terisak.

   Aku mau memotong kata-katanya, tapi dia terus berbicara, membuatku bungkam.

   ”Percaya diriku sudah luntur semua hari ini, tenagaku habis semua hari ini…” katanya. ”Aku bahkan tidak bisa menuntut apa-apa darimu, sekalipun kau sekarang berstatus pacarku. Karna buatku, kau itu seperti angin… bertiup kemana pun kau suka, aku bisa merasakan kehadiranmu, tapi aku tidak bisa menahan dan menggenggammu. Kau bahkan tidak memberitahuku kau pergi dengan siapa, kemana…” dia terdiam. ”Dan sekali lagi, aku bahkan tidak sanggup bilang aku tak suka, karena aku terlalu takut kau yang akan pergi.” Lanjutnya. ”Tapi, aku juga hanya pria biasa, Haejin-ah…” dia menatap dalam mataku. ”Aku juga mau seperti orang lain… dicintai dengan tulus.”

   Kata-katanya menusuk hatiku sekali.

   ”Tapi, aku sama sekali tidak punya kepercayaan diri untuk mendapatkan itu darimu. Kenapa kau menerimaku? Apa karena kau kasihan kepadaku?”

   ”Wae?!” seruku tanpa bisa kutahan. ”Kenapa kau harus tidak memiliki keyakinan itu?! Kau mau tahu siapa pria yang kucintai di dunia ini?!” tanyaku kesal dengan berlinangan air mata, bagaimana mungkin dia tidak tau? Bagaimana bisa dia tidak merasakan beberapa minggu ini aku resah karenanya. Dan aku bahkan tidak bisa bernafas dengan baik jika melihatnya hari ini, dan bagaimana aku bahkan menantikan dia menggandengku, memelukku, bahkan menciumku!

   Bagaimana bisa dia tidak tahu kalau aku benar-benar kacau balau dibuatnya?!

   ”Siapa?” tanyanya lemah.

   ”Kalau kau bilang kau belum kenal denganku? Ne, kau benar…” kataku dengan tangis tertahan, dia terkejut mendengarku bicara begitu. ”Kau memang belum mengenalku sama sekali! Kau mau tau aku siapa? Aku Lee Haejin, gadis miskin dari Mokpo, yang harus bekerja sejak SMP karena ibunya yang sakit-sakitan, dan seorang ayah yang aku bahkan tidak pernah tau siapa dia!”

   Donghae membelalak menatapku kaget.

   ”Aku benci laki-laki!” isakku. ”Laki-laki macam apa yang meninggalkan isteri dan anaknya yang bahkan belum bisa mengenalnya, dan isterinya yang sakit-sakitan? Sampai aku berjuang mati-matian agar aku mendapatkan beasiswa ballet, hingga mengajar di SMA! Akhirnya aku mendapatkan audisi dari JYP, dan diterima disana… disana aku mengenal laki-laki bernama Ok Taecyeon.” Aku melihat Donghae menunduk. ”Dia cinta pertamaku… aku akui itu, dia pria pertama yang membuatku berpikir bahwa tidak semua pria seperti ayahku.” Aku terisak. ”Dan disana aku bertemu keluargaku. Seulong, dia adalah orang yang menjagaku, dia yang membantu hubunganku dengan Taecyeon, dia… sosok kakak sekaligus ayah untukku, karena aku bahkan tidak tau ayah itu seperti apa.”

   Aku mengusap mataku, ”Tapi semua berubah ketika Taecyeon memutuskanku, kejadian itu tahun 2008 lalu. Setelah Music Bank, dia meminta berpisah… dengan alasan dia hanya menganggapku… adik saja, dan ada seseorang yang lebih baik dibandingkan dia untukku! Aku benci laki-laki, Hae, sumpah! Aku tidak percaya lagi dengan yang namanya cinta! Bullshit!” makiku. ”Tapi Seulonglah yang membuatku tetap percaya kalau tidak semua pria seperti itu… walaupun makan waktu dua tahun untuk melupakan Ok Taecyeon.”

   Donghae masih diam.

   ”Tidak gampang? Tentu tidak gampang jatuh cinta,” terusku. ”Eomma, kalau bukan karena Eomma yang berpesan selalu ingin melihatku bahagia, aku tidak mau lagi jatuh cinta! Tapi memberku, 2AM, 2PM yang lain, Wonder Girls, mereka terus menyemangatiku… sampai akhirnya…” air mataku menetes. ”Ada pria yang seenaknya muncul begitu saja. Disaat patah hatiku luka parah, dan Seulong yang berusaha menolongku memikirkan jalan singkat hanya karena aku bilang kagum pada seorang pria bernama Choi Minho, Seulong juga yang mempertemukan aku dengannya.” Aku mengisak. ”Lalu aku dan pria itu saling sebatas kenal saja, tapi entah mengapa dia selalu ada setelah aku menangisi Taecyeon, dia selalu mengusap air mataku, dan dia selalu muncul dengan kejutan demi kejutan di hidupku! Dari dia bilang dia kenal denganku sejak aku kecil, hingga dia menolongku yang jatuh di tangga, dan menemani malam-malamku di rumah sakit, dengan genggaman tangan hangatnya yang aku tak bisa lupakan.”

   Donghae menoleh manatapku lekat-lekat, air mata masih ada di matanya, turun tanpa suara.

   ”Nugulka? Siapa pria itu? Kenapa dia begitu mencintaiku padahal aku sendiri tidak pantas dicintai sebesar itu.” Lanjutku dengan penjelasanku. ”Dia sabar, dia baik, dia memperlakukanku dengan baik… ternyata ada pria seperti ini di dunia, bahkan Seulong meyakinkanku bahwa pria ini tulus, karena Seulong bilang kalau dia jadi pria itu, dia takkan mau menungguku selama tujuh tahun…” kekehku sambil terus menerus mengeluarkan air mata. ”Ne, aku jatuh cinta pada pria itu pelan-pelan, karena dia mencintaiku. Aku sudah lupa bagaimana dulu aku jatuh cinta, aku sudah lupa bagaimana dulu aku berpacaran, rasanya aku seperti lahir kembali, dan aku baru pertama kalinya berpacaran lagi…” jujurku. ”Dia tidak tau, moodku jelek selama dua minggu ketika dia tidak bisa menemuiku. Dia tidak tau aku tidak bisa tidur saat melihat wajahnya yang tampan di music videonya, dia masih tidak juga mengerti kenapa hari ini aku tidak bisa bicara dan mengerti apa yang orang katakan dengan benar, karena sibuk memikirkan bagaimana caranya bisa berduaan dengannya!”

   Donghae menatapku kaget.

   ”Aku memang salah…” akuku. ”Aku tidak menceritakan apa isi hatiku padamu, tapi itu begitu sulit kuungkapkan, karena aku malu… tapi apakah perlu alasan mengapa aku menerimamu? Karena aku mencintaimu, karena kau mencintaiku apa adanya, itu Lee Donghae yang aku cintai!” isakku.

   Aku tersedu. ”Maaf kalau aku memang tidak jujur, tapi aku benci kau seperti ini! Bilang kalau kau cemburu, jangan diam dan membuatku memendam semuanya sendiri juga, karena itu sama sakitnya! Dan kau bilang apa tadi? Tidak punya kepercayaan diri?! Kalau kau saja tidak punya apalagi aku? Apa bagusnya aku sampai kau bisa menungguku bertahun-tahun begitu padahal katanya aku tidak pernah memerhatikanmu?!” jeritku tanpa bisa kutahan. ”Tapi itu Donghae yang kucintai, Donghae yang menarikku dari lubang gelap dan menjahit lukaku, tanpa dia sendiri menyadari apa yang telah dia lakukan padaku.”

   ”Kau hanya bersimpati padaku.”

   Kutarik tangannya, dan dengan paksa kuletakkan tepat dimana jantungku berada. ”Kumohon, dengar ini… aku tau hatimu tulus kepadaku, aku percaya… maka percayalah, kalau denyut ini bisa berdetak cepat, bahkan mati, itu karenamu. Lee Donghae, aku sudah tergila-gila padamu. Aku cinta padamu.” Akhirnya terucap sudah, apa yang harusnya kusampaikan dari dulu. ”Maaf banyak membuatmu salah paham, maaf.” Isakku. ”Aku gadis bodoh, maafkan aku…” dan tak kusangka-sangka, dia memelukku erat sekali.

   Kami menangis terisak-isak berdua, dapat kurasakan tangannya membelai-belai rambutku, dan satu lengannya memeluk punggungku erat-erat. Aku membenamkan wajahku di bahunya, dan kedua tanganku memeluk pinggangnya. ”Maaf, Hae… maaf.” Ucapku lagi.

   ”Ani, kau tak salah! Berhenti minta maaf!”

   ”Aku cinta padamu Hae, aku cinta padamu…”

   ”Aku cinta kau juga.”

   Kedua dahi kami bertemu, dia tersenyum, senyumnya yang aku suka, meski air mata menghiasi matanya. Dia mengusap air mataku. ”Aku cinta padamu, Haejin-ah, aku cinta padamu.”

   ”Aku cinta padamu, Donghae-ya… aku cinta padamu.” Ucapku lagi tak ragu. ”Aku janji aku akan selalu menceritakan apa yang kurasakan, agar kau tak lagi salah paham.” Lanjutku.

   Donghae mengangguk. ”Maafkan aku, maaf telah ragu padamu. Aku percaya padamu.”

   ”Janji untuk saling terbuka satu sama lain?”

   ”Janji.”

   ”Lee Donghae, saranghae.”

   ”Lee Haejin, saranghae.”

   Donghae memejamkan matanya, dan kembali mendekatkan wajahnya padaku, dan aku bisa mencium aromanya, kedua tangannya menggenggam tanganku, dan aku kembali memejamkan mataku. Akhirnya kami akan melakukannya malam ini! Sorakku girang.

   ”BABY YOU TURN IT UP NOW‼!”

   Kami melonjak dan memisahkan diri saat itu juga dengan frustasi, Donghae menarik keluar ponselnya. ”Ne, Hyung?!”

   ”KAU DIMANA LEE DONGHAE?! SIARAN AKAN DIMULAI SEPULUH MENIT LAGI‼!” bisa kudengar suara Leeteuk Oppa yang menggema.

   ”Haaaaaah!” keluh kami bersamaan.

To Be Continued

Alhamdulillah, makasih banget sama temen-temen yang udah apresiasi di part 12 kemarin ^^ aku tunggu janji kalian yang mau rajin komen, karena aku masih tetep mau lihat perkembangan Blogku ini… statnya dan komennya ^^ 

Makasih buat temen-temen silent reader yang udah mau berhenti dan mulai komen di part kemaren, itu semua bikin semangat aku naik, dan bisa nerusin ff ini dengan cepet ^^ untuk penutupan atau privatisasi blog masih aku pertimbangkan, kalo misalkan di part ini turun lagi dan statnya masih tinggi, akan bener-bener aku privatisasi… tapi alhamdulillah temen-temen pada mau komen, makasih banyak yaaa… buat yang belum komen aku tunggu lho komennya masih di part ini ^^

Buat yang nanya kapan JinHae skinship?? jawabannya masih proses hahahaha, dan pertanyaan jadi ini penyebab Haejin jadi tukang yadong? jawabannya adalah YA… jujur aja sebelom Bonamana, aku masih poloooos, gara-gara si ‘Chi’ aku jadi gak polos dan gara-gara Hae tentunya #plakk pokoknya penggambaran disini rata-rata aku ambil bener-bener murni dari hati paling dalam ^^

ini juga 21 word page ya, jadi please di tunggu apresiasinya ^^ *bow*

 

197 thoughts on “{JinHaeXy} When I Fall ~Part 13~

  1. Jinhaexy ternyata pas awal2 susah 㪪ǟ mau skinship, selalu ada gangguannya, ga percaya skinship couple ni ternyata pa awal2nya pada malu2,

    haejin otaknya di cuci dulu biar ga keringat dingin kalo liat anak suju apalagi si bang ikan, waah kwan nara daebak! Bisa tahu sampe segitunya tapi kayanya mulut nara harus disumpel biar diam tapi tak apalah berkat dia jinhae couple bisa saling jujur, ◦°◦нå◦нä◦нã◦нä◦нâ◦°◦ ..
    Akhirnya jinhae couple bisa jujur sama apa yang mereka rasakan, komunikasi itu penting loh,
    Jinhae moment nya diperbanyak dong, kalo bisa banyakin adengan mereka bedua nangis bareng, suka de jinhae kaya gtu😀

  2. uwaaaaaaaaaaaaa kenapa harus ketunda lagi onnieeeeeeeeeeee yaowloooh -_______-
    bener2 selalu TBC disaat yang nggak tepat *acak2rambut*
    jinhae couple emang kalo urusan nangis2an jago bener ye
    tapi akhirnya mereka bisa terbuka satu sama lain…senangnyaaaaa😀
    ternyata ke-bocor-an mulutnya nara membawa berkah juga hahahaha😀

    btw kalo gue jadi haejin yang ngeliat perut kotak2 gitu udah sesek terus pingsan,ternyata haejin imannya kuat -_-
    ditunggu part selanjutnya onn ^^

  3. astajiim…
    eon jangan dipending ato di protect ya…
    aq penggemar FF nie..tp selama nie jd silent reader.. #ngaku

    eon, please ya jangan diprotect..hehehe…
    tu 3 huruf TBC disaat yg gag tepat amat ya… T_T

  4. lol, haejin sampe keringet dingin gitu ngeliat hae xD tapi boom boom emg hot banget *.*

    astaga naraaaaa, itu polos apa jujur??? tapi bagus deng, jadinya hae sama haejin jujur semua xD

    aihhhh lagi” keganggu sama eeteuk >< lol xD

  5. Huahh… keren2..
    akhirnya saling jujur juga jinhae..hahaha
    tp kissinngnya koq ga jadi..
    leeteek ganggu deh..hahaha..
    ayo cepetan ah part 14nya..
    Makin enasaran ne T_T kapan sih skinsipnya d mulai.. hahahaha

  6. Annyeong chingu,,.Mian, klo slama ini udah jdi Silent Readers…. Bkan maksud hati ato ga ngehargai chingu, tpi karena kseringan OL di HP.
    Comment d hp to susah bgt,,,

    Sumpah… Ga’ sabar bgt nantiin setiap kelanjutan WIF. Pengen tau gmana sih lika-liku perjalanan cintanya JinHae… Pokoknya aku JinHae Shippers sejati deh….

    So jgn protect apalagi ampe d tutup blognya…… Coz cerita cintanya JinHae slalu bsa jdi penghilang rasa bosan ku saat tugas numpuk…. Sampai ketawa n senyum” sendiri…. Pokoknya, setiap hari slalu cek blognya, bwt ngeliat update-an JinHae……

  7. y ampun knpa bnyak bgt pengganggu sih!!!!

    ternyata untuk jadi skinship couple susah y!!!

    ckckckckckck
    nara bner2 RATU IBLIS!!!
    hehehe
    py krn nara jg sih mrk jd trbuka!!
    brarti nara berjasa dalam terbentuknya skinship couple!!
    good job nara sifat iblis mu kli ini brmanfaat!!!

  8. Akhirnya mereka slg buka2an.. *maksudnya isi hati.. “̮˚°◦♡ώκωķ♡◦°˚”̮
    Duh ngakak gw baca pas mereka mw skinship gt trus keganggu trus ama teuki oppa..
    Koq bkn si hyuk aja.. Jd kan critanya hyuknya cemburu gt.. Wkakakak..
    Gw suka bgt ma jinhae..
    Lanjud ya thor.. Bakal rajin2 comment deh mulai skrg..
    Mian klo jrg comment dlnya.. mereka mw skinship gt trus keganggu trus ama teuki oppa..
    Koq bkn si hyuk aja.. Jd kan critanya hyuknya cemburu gt.. Wkakakak..
    Gw suka bgt ma jinhae..
    Lanjud ya thor.. Bakal rajin2 comment deh mulai skrg..
    Mian klo jrg comment dlnya..

  9. wooow,jadi dari sini awal mulanya jinhae si couple skinship dimulai?
    aigoo,ceritanya keren
    lanjut chingu🙂
    love couple skinship🙂

  10. waawwww naraaa membuka semuaanyyaaa haahah tp ga apa jinhae kan jd bs terbuka satu sama lain heheh pas jinhae ber2 ngmngin masalah mereka ak ikutan nangis..serius ini bacanya bersa kegampar hahaa *curcooolllll
    aduh itu mau poppooo batal lageee hahah di next chap ada donk onn adegan kiss nya hahaha kangen jinhae skinship😛

  11. masih menunggu Skinship .. #mupeng
    kaget pas selesai baca ini baru sadar baju basah dengan air mata.. #plaakk
    makin seru ditunggu part selanjutnya onn..

  12. owalaaaah hahahaha kenapa mereka masih malu buat skinship T.T gagal2 mulu pula kalo mau skinship #halaaah eh tapi ane penasaran gmana ceritanya nanti mereka bisa jadi demen skinship :p nara hebat bisa tau begitu rahasia haejin dulu …

  13. Kyaaa~~haejin yadongnya msh lanjut dpart ini /plak
    Beuh, surga banget ya klo dhadepin ama yg kekar2 ber-abs, beuh bkin ngiler aja, hahahaha~~~
    Aigoooo~~kwan nara-ssi, embeeerrrr bangeeeeeet dech ah di sini, mpe mati kutu si haejin~~~
    Akhirnya bsa buka2an jg nie psangan, fiuuuh~~ euh PARK JUNGSOO selalu saja mengganggu, itu dkit lagi kan kisseu2nya~~~

  14. Haduh…….capek nih biz ngebut baca dr awal,, tpi gpp…crita’a sru…..aplagi yg ini..saling m’ungkapkn isi hati..aaahhhh so sweett..

    Waahh,, bnyak gangguan y..mo skinship g bsa2……hehehe

    Kapan lnjutan’a?????? Jgn lama2 y…

  15. aaaaa, ini bisa jadi part favorit aku onn (T^T) kok aku malah berkaca-kaca ngebaca pas di roof kbs…
    ga nyangka masa lalu haejin sekelam itu T_T
    dan…. hae ga boleh gitu dong masa bilang ga pd? abang hae yg pd dong, org haejin udh klepek2 gitu :p

    aku jg kesel nih sama nara >:o cereweeeet bgt *ditimpukonnicha rasanya tak sempel mulutnya itu, kyuppa yg sabar ya sama nara kekeke~

    jinhae jjang!

  16. aigoo aigoo aigoo .. .
    LEE HAEJIN???
    ige mwoya????
    ckckckck. . tak ku sangka pikiranmu bisa seperti itu. . .
    oh ghosh. . diriku benar2 syok. .. .

    btw onn, kapan seh JinHae skinship????
    lama bener deh??? #ngarep

    eh, tuh si Kwan Nara Sayang ngapain pake ngungkit-ngungkit masa lalu Haejin. . .
    bikin Hae ngambek aja deh. . tuh, mukanya jdi tambah imut kan. . .(?)
    si Nara gak nyadar yah, Kyuhyun udah pasang tampang evil gituh. . masih aja dia nyerocos. . .
    lagian, darimana pula dia tau begituan???

    onn, next chapt na gimna neh???hehehehe. .
    oh iya, Let’s Get Married nya kapan neh onn???
    penasaran neh???
    hehehehe

    keep writting yah onn. . Hwaitting!!!!

  17. annyeong eonni ^^
    aku silent readers yg bru komen nih, semenjak bca when i fall part 1 ak jd ktagihan baca ff eonni. Mian ya, tp ak mau jd readers yg rajin komen mulai saat ini .___.v

    (back to story) haduh it lama amat ya jinhae skinship.a. Ada aj gngguan.a =___= tp kbanykan d ganggunya it sma teuki.
    Ada ap dgn leeteuk? Cemburukah? #dtabokhae irikah? #dtabokteuki

    Ok d tunggu ya eon part skinship.a jinhae #dinjek😀

  18. akhirnya haejin bisa blak2an ama hae..
    jadi haejin dah bener2 suka ya ama hae ..bagus lah hohoho

    ya ampun, tuh mulutnya nara ga bisa di rem ya??
    bener2 polos tapi ga pada tempat nya hahaha

  19. annyeong onnie🙂
    mian baru komen lagi, soalnya aku ga bisa komen lewat hp😦
    aku udah baca WIF sampe part ini, keren banget🙂
    aku suka sama gaya bahasa onnie, mudah diterima, ringan deh pokoknya🙂
    seru,
    ya ampun itu kasian banget ga jadi kiss-kiss -___-a nae yeobbo si teukkie mengganggu mulu hehehehe
    lanjut ya eon:)
    hwaiting ^^

  20. mian terlambat koment.a…
    oh ini toh yg bikin si Haejin jadi punya otak Yadong.. uwoo.. keren dech…. makasih nara (?) karena gara2 kamu akhirnya hubungan JinTaec diketahui Hae juga.. kekekke… aku nggak tahu mesti koment apa.. selalu. FF karya Nisya selalu aku suka.. kekekeekek

  21. waaaaah ga nyangka haejin yadong gara-gara miina.tapi emang donghae badannya jadi bagus gara-gara miina haha

  22. eonni~ daebak!😀

    maaf baru komen *bow* dari kemaren mau komen gak bisa gegara hape laknat #banting hape

    eonni, keep going with your amazing ff! we will always support you!

    wif bikin gue speechless ._. next part asap please~

  23. onnie!!! kangen jinhae skinshp!!! huaaaa,. emang ya onn pas miina mereka semua emg mantap! aku aja sempet pikir yadong waktu itu. hehe… onnie ayoo publishnya cepet. saran aku ya onn. itu si teuki jgn merusak suasana dulu, biar hyuk aja.. kan cocok tuh. couple vs couple.😀

  24. HAEJIIIIIINN-ah kaw PARAH NAK!!! hahahah aji gile di part 14 udh begono ternyata udh dr part 13 dy udh ngyadong /plak/

    akhh gw berasa baby sitter na siwon aja
    n eteukga dmn2 ya selalu aja bs bwt org KENTANG

    XDXD

  25. LoL ikan dodong banget Haejin nelen ludah mulu dia ga tau gara gara tuh roti sobek di perut xD
    kakak ipar jujur lah sama hae, daripada berabe kaya gini, pokoknya no tangis tumpah (?) lagi. Kalian berdua harus dewasa dan terbuka *sok bijak*
    wkwkwkwk nape pasti si angel yang jadi perusak tuh ciuman sih? Pan jinhae tanpa ciuman berasa sayur tanpa garam :3 #sahhhh
    Baca yang lain dulu ya mumpung semPet :p

  26. nara asal ngomong banget. bilang jitaec shipper lagi -__- tapi ada bagusnya! gara gara itu haejin jadii terbuka sama donghae!! haha.. lanjut D

  27. Ya ampun donghae segitu menggodanya ya ampe haejin hilang kesadaran gitu??
    Nara!!! Bikin haejin ribut tp untung baikan,,
    duuuhh momment d akhirnya gak enak banget!!

  28. nah disini nih, saya jadi maleeees banget liat nara –a (sekarang udah ngga sih, hehehe) sumpah itu anak berasa pengen disumpel sepatu *ditabok nara* tapi kayaknya nara emang fangirl yang baik jadi tau seluk beluk idol nya =P kayaknya aku udah pernah komen disini, tapi lupa –a..

    onnie, aku suka WIF yang part 11 dan selanjutnya =D

  29. buset itu si nara -__- dableknya minta apmpun deh xD
    kita senasib thor, liat suju di bonamana itu menggoda banget-_-
    aaaaaa stop bonamana pikiranku langsug yadong gatau kemana-_-
    ciee mau kisseu batal nih ye #dilempar panci
    panjangin lagi thor #plak
    enggak kok segini aja udah daebak, apalagi panjangpanjang :3
    10 thumbsup xD

  30. kyaaaa kenapa ada gangguan lagi, padahal dikiiit lagi tuh. Sabar ya JinHae.. Kekeke
    akhir.a Haejin bisa cerita smua.a ke Donghae.. Baguslah *ikut seneng🙂

  31. Spray pembangkit gairah wanita???? LOL..
    Abang Ecung pake ga yack?
    “Duh g usah pake spray itu, ane da bergairah kok liat abang autis n aegyo…”
    Wkwkwkwk, ups keceplosan lg….

    Debat dirooftopnya seru….
    Lg demen bikin FF dimna da couple debat…
    Lanjut Jin-ah….

    *jgn blg mslh koneksi gw g bs komen, komen gw brantakn jd ga urut di ni ff.. (ngomelin Iphone)*

  32. Wkwkwk aku ketawa terus pas mau skinshipan eh ada aja gangguannya. Teuki xD
    Dan Nara terlalu .. Jujur? Tapi nggak apa2 deh malah semakin bikin JinHae bisa saling terbuka .
    When I Fall baguuus wkwk *akibat telat baca*
    Dan terbang ke part 14 ~

  33. Saya gemes banget sm kwon nara!!! >///<
    Aissshh jinjja!!!!
    Aaaa, kasian banget nasib haejin. D sini bru kebuka semuanya😦

  34. akyaaa.,, part ini bikin aku menonton comeback stage nya suju di musik bank.,, dan benar2 bisa membuatku berfikir ad seseorg yg menunggu donghae di backstage nya.,, haa., cerita ini bener2 luar biasa bikin delusi pembaca., hahaha., tp wajar donhae sedih, udah PD membentuk badan eh dibandingin sama si mantan -_- #akkdikeplak.,,
    dan kwan naraaaaa.,, mulutmu membuat ku emosiii!!! benar2 cocok dengan evil satu itu!!
    ini romantisss, mengharukan,, dan membuatku tambah penasaran!!
    dan sepertinya aku jd suka SUJU dari pada SNSD seetal ini.,
    semangat skinship #ehh
    semangat nulisnyaaaaa!!! :*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s