The Girls Are Mine (PG/17) ~Part 2~

WARNING!!! UNDERAGE STAY AWAY… MASIH MENDEKAT DOSA TANGGUNG SENDRI… DON’T LIKE? DON’T READ, DON’T OPEN, DON’T SEE!!! CUMA UNTUK PENIKMAT FF SARAP ^^

PS : ANAK SMP DIMOHON JANGAN BACA, NEKAT RESIKO TANGGUNG SENDIRI.

 

Get new boyfriend~” mata Haejin berkilat saat mengatakannya.

   Donghae mengangkat alis tinggi sekali, hingga bisa-bisa alisnya sudah tidak terlihat poni lemparnya yang berwarna pirang. ”So, siapa namja beruntung itu? Atau namja naas itu?”

   ”Ya! Kenapa kau bilang dia naas? Dia beruntung dong,” Haejin memutar matanya. ”Aku tidak sembarangan mau dengan laki-laki, Oppa.” Dengan bergaya dia menggoyangkan telunjuknya.

   Donghae menghela napas. ”Ayo taruhan berapa lama lagi kau akan bertahan dengan pria itu?”

   ”Omo! Kau yakin sekali aku akan putus lagi, Oppa, teganya…”

   ”Ya! Yang memutuskan mantan-mantanmu kan kau, bosanlah, kurang seksi lah,” Donghae memutar matanya. ”Bukan mereka yang meninggalkanmu, kan? Ckckckck, anak nakal!”

   ”Biarin!” Haejin memeletkan lidahnya.

   ”Haejin-ah!” seru Yoonri tiba-tiba sudah ada di belakangnya dan langsung memeluknya, Hyukjae di belakangnya dengan ekspresi yang amat sangat sulit di deskripsikan.

   Kurang lebih ekspresinya sama dengan kakak sepupu Yoonri, Donghae.

   ”Jadi, kenapa kau juga girang?” tanya Donghae.

   ”Apa maksudmu?” tanya Yoonri pada Donghae.

   Donghae menunjuk wajah adik sepupunya yang sudah tinggal bersamanya sejak kecil itu. ”Kau tidak akan berwajah merona seperti itu jika tidak dalam keadaan senang, kan?”

   ”Ah, kau bisa saja!” Yoonri terkekeh dan menepuk pelan bahu Donghae. ”Aku dapat pacar baru…” katanya dengan suara menggoda. Kontan mata Hyukjae dan Donghae melebar, sementara Haejin dan Yoonri jejingkrakan berdua sambil berpelukan heboh karena senang.

   ”Bagaimana?! Astaga, Yoonri-ya, aku juga baru dapat pacar baru!” jerit Haejin.

   ”Jinjayo?! Nado, semalam di club aku berkenalan dengan pria yang pandai sekali menari, Haejin-ah!”

   ”Dan aku pacaran dengan cowok yang seeeeeeeeeeekkkkkkkksssssssssssssiiiiiiiiiiiii sekali!”

   ”Oke, sepertinya hanya ada dua orang di ruangan ini,” kata Eunhyuk bosan. ”Donghae-ya, baiknya kita pergi dari sini sebelum gendang telinga kita pecah mendengarkan kicauan dua gagak.”

   ”Oppa!” seru Haejin dan Yoonri bersamaan protes.

   ”Aku bosan mendengar cerita kalian tentang pacar-pacar kalian, nanti juga putus lagi kan? Ayo Donghae-ya…”

   Donghae cekikikan dan pergi dari situ.

   ”Ya, malhaebwa… siapa cowokmu?”

   Yoonri terkekeh. ”Dia itu pria yang paling berbeda dari semua namja yang pernah kukenal, dia yang paling sempurna! Semua yang kuinginkan ada padanya, bagaimana dia bisa mengimbangiku saat menari…” pikiran Yoonri mulai melayang ke tadi malam, bagaimana begitu intensnya keintimannya dengan pria bernama Leeteuk, yang sudah membuatnya bertekuk lutut. ”Bagaimana tangannya menyentuh kulitku yang lembut… aaaah jeongmal, daebak!”

   ”Jinja?! Chingu-ya, wajahmu sangat bahagia…” senyum Haejin usil. ”So tell me? Do you really make it last night?”

   Wajah YoonRi memerah. ”Almost, dan dia membuatku gila, Haejin-ah!”

   ”Aww! You can tell me with your eyes, babe…” desah Haejin sambil mencubit pipi Yoonri. ”Jadi dia memang sesempurna itu? Siapa namanya?”

   Yoonri mengedipkan matanya. ”Ra-ha-si-a.”

   ”Oh jadi namanya rahasia?!” Haejin mengangkat alis.

   Yoonri terkekeh. ”Kami benar-benar baru saling kenal dan… kami sudah merasa saling melengkapi satu sama lain. Dia khawatir jika semua orang tau kami baru mengenal dalam hitungan hari aku akan dicap jelek orang, jadi kami tidak boleh go public dulu.”

   ”Bahkan padaku?!” tunjuk Haejin pada dirinya sendiri.

   Yoonri mengangguk. ”Dan bagaimana denganmu?”

   ”Aku takkan memberitahumu!” Haejin sok ngambek.

   ”Ya, kau tidak perlu memberitahu siapa orangnya dulu, tapi kau bisa bercerita padaku, bagaimana kau memikatnya?”

   Haejin memutar matanya. ”Bagaimana aku memikat orang, kau tau caranya… tapi bagaimana dia memikatku.” Haejin menjawab dengan pandangan menerawang. ”Apa kau percaya bahwa begitu dia selesai mengajakku berkenalan, dia langsung menciumku begitu saja?”

   ”Aku bisa percaya,” Yoonri terkekeh. ”Tapi dia yang menciummu atau kau menciumnya?”

   ”Dia lah!” wajah Haejin memerah dan berusaha tidak memandang Yoonri. ”Tapi dia seksi bangeeeeeeet, mana tahan gak cium balik? Hah, kita memang soulmate Yoonri-ya, bagaimana mungkin kita bisa menemukan pacar dengan kriteria sama pada saat bersamaan?”

   Yoonri terkekeh. ”Rasanya kita bisa kencan ganda suatu saat.”

   ”Well, kalau yang kau maksud dengan kencan itu…” Haejin terkekeh.

   ”Aku yakin dengan pilihanku kali ini soalnya.”

   Haejin mengangguk. ”Majyeo! Aku juga yakin sekali, semua yang kumau lengkap ada padanya. Aku tak sabar mau bertemu dengannya lagi, hahahaha…”

   ”Ingat, kencan ganda! Tidak sendiri!” mata Yoonri memperingatkan.

   ”Aku takut kelepasan,” jujur Haejin.

   Yoonri terkekeh. ”Kau kan memang selalu kelepasan, kalau lihat cowok seksi. Aku masih ingat kalau bukan karena kakakmu… kau mungkin sudah…”

   ”Ne, tapi aku yakin!” wajah Haejin yakin.

   ”Arasseo! Apa rencanamu malam ini?”

   ”Kita ke salon yuk, perawatan badan,” mata Haejin berkilat-kilat.

   ”Kaja!”

*           *           *

Leeteuk duduk sambil menyilangkan kakinya, kemudian satu tangannya membuka kontak ponselnya sambil menyeringai. ”Siapa malam ini? Yoonri atau Haejin? Hah~ sepertinya aku butuh meringankan pikiran… jadi yang kupilih adalah, Yoonri dulu saja malam ini. Besok baru Haejin.”

   Di dengarnya nada sambung yang baru sebentar saja mengalun, lalu tiba-tiba suara seorang gadis menjawab. ”Yeoboseyo.” Leeteuk tau benar itu suara kekasihnya, yang baru.

   ”Halo, Sayang… miss me?

   Yoonri terdengar terkejut, ”Hai…” suaranya terdengar menahan diri agar tidak terlalu antusias. Leeteuk tau benar kalau wanita ini sudah jatuh dalam pesonanya yang terdalam.

   ”I know you do.” Leeteuk menjawab pertanyaannya sendiri. ”Mau menemaniku malam ini?” tanyanya dengan suara dalam dan pelan.

   ”Sekarang?” suara Yoonri terdengar tercekat.

   ”Keurom.”

   ”Dimana?”

   ”Aku ada di KTV di atas club kita kemarin, berdua… just you and me.

   ”A…aku kesana.”

   ”Lovely, bye.” Leeteuk langsung memutuskan sambungan teleponnya, sepertinya malam ini dia tidak akan pulang ke rumah, setidaknya pagi dia mungkin akan ke rumah, tergantung jam berapa ’kegiatan’-nya bersama Yoonri akan selesai.

*Salon*

”Sepertinya aku harus pergi.” Suara Yoonri seperti mencicit.

   Haejin yang sedang mendaftarkan paket perawatannya menoleh cepat. ”Wae?!” tanyanya protes.

   ”Dia meneleponku, dia mengajakku bertemu.”

   Haejin ternganga. ”Jadi kau memilih dia dibanding menemaniku merawat tubuh?”

   ”Ah, jebal, Haejin-ah…” pandangan Yoonri benar-benar seperti musafir yang kurang air. ”Aku mau… aku mau bertemu dengannya! Dia menungguku, ya ya ya? Kau kan biasa ke salon sendiri, oke?”

   ”Tapi kan sudah malam!” seru Haejin.

   ”Aish! Biasanya juga kita tengah malam baru pulang!”

   ”Kan itu ada kau! Kali ini aku sendirian…”

   ”Minta jemput Eunhyuk Oppa, atau Hae Oppa ya? Aku pergi dulu,” dan Yoonri mengecup pipi Haejin lalu kabur.

   Haejin memutar matanya, lalu menghadapi resepsionis salon kecantikan yang menantinya. ”Oke, aku ambil paket lengkap pokoknya…” desisnya kesal, dan merutuk dalam hati mengapa kemarin dia lupa menyimpan nomor ponsel Leeteuk untuk mengajaknya berduaan malam ini jika Yoonri dan pacarnya pun malam ini bisa berduaan.

*JinHyuk House*

Donghae mengambil handuk dari dalam sport bag-nya lalu mengusap peluh di dahi dan lehernya yang berkeringat. Sementara Eunhyuk di belakangnya sudah membuka kausnya sehingga kini dia hanya mengenakan celana training-nya saja. Mereka berdua baru saja selesai berlatih koreografi terbaru untuk mengikuti sebuah kompetisi dance nasional.

   Donghae duduk di sofa dan melirik jam dinding. ”Hyuk, sudah jam setengah sebelas, lho.”

   ”Ah ye.” Eunhyuk ke belakang mengambil botol air minum, dan ketika kembali melemparkan sebotol pada Donghae dan Eunhyuk mengambil ponselnya untuk menghubungi adiknya yang bandel itu. ”Kemana si Haejin dan Yoonri?”

   ”Apa mereka ke club lagi?” tanya Donghae.

   ”Mereka tadi pamitnya ke salon, kok.”

   Donghae menghela napas. ”Apa iya semalam ini? Memang ada salon yang masih buka?” dia kemudian mengeluarkan ponselnya dan mencoba menghubungi Yoonri, sementara Eunhyuk mengeluh kalau ponsel Haejin mati. ”Ponsel Yoonri gak mati, kok.” Dia berusaha menenangkan Eunhyuk.

   ”N…nhe?” suara Yoonri yang tersendat membuat Donghae khawatir.

   ”Yoonri-ya? Gwenchana?”

   ”Ahh… gwen…cha…na Oppah… ah…”

   ”Ya! Apa yang terjadi denganmu? Kau tidak apa-apa, kan?”

   ”Ah, jebal…” suara Yoonri memohon lalu, dia berdesis. ”Aku baik-baik saja, Oppa! Sudah ah, tutup ya?”

   ”Hei! Kau dimana? Ini sudah larut, dan kalian berdua belum pulang! Kalian dimana?!”

   ”Hee? Haejin belum pulang?”

   ”Memang kau tidak bersamanya?!” tanya Donghae kaget, dan tentunya suara kaget Donghae membuat Eunhyuk cemas, Eunhyuk bisa menangkap situasi bahwa Haejin dan Yoonri tidak bersama-sama. ”Kalian kemana?!”

   ”Oppa! Aku ada janji, Haejin masih di salon, sudah jangan ganggu aku… ahh…”

   ”Kau dimana?!”

   Tapi Yoonri keburu menonaktifkan ponselnya, karena saat Donghae mencoba menghubunginya lagi, hanya suara oprator yang menjawab.

   ”Mereka dimana?!” tanya Eunhyuk.

   ”Mollayo, Yoonri bilang Haejin masih di salon dan dia ada janji…” Donghae balas menatap Eunhyuk cemas.

   Eunhyuk buru-buru kembali ke kamarnya dan memakai kaus yang dia ambil dari dalam lemari, dan mengenakannya secara buru-buru pula. ”Haejin dimana tadi, Hae?!”

   ”Salon.”

   ”Aduuuh, kita jemput mereka, jemput Haejin, lalu cari Yoonri, kaja!”

   Donghae mengikuti Eunhyuk masuk ke dalam mobil dan mereka berdua menahan cemas di dalam mobil. Mereka tiba di salon langganan Haejin dan Yoonri. Ternyata salon itu memang masih buka, keduanya masuk ke dalam, dan di dalam memang masih banyak yang melakukan perawatan.

   Tapi kalau memang Haejin masih di dalam, kecemasan keduanya kini beralih pada Yoonri. Dimana anak itu?

   Donghae memberanikan diri mendekat ke resepsionis dan bertanya, ”Permisi, saya mau cari adik saya, apa dia masih disini?”

   ”Namanya?”

   ”Haejin. Lee Haejin.”

   Resepsionis itu bahkan tidak perlu mengecek komputernya, mungkin karena memang sudah hapal oleh Haejin dan Yoonri yang hobi kesini. ”Haejin-ssi ada, tunggu sebentar.”

*Ruang Spa*

Haejin baru saja selesai di pijit dan melakukan waxing di seluruh badan, dan kini telepon di ruangannya berbunyi, dan capster-nya memberitahunya bahwa kakaknya sudah menunggunya. Haejin memutar matanya, Eunhyuk pastilah mengira dia clubbing lagi sampai perlu mengeceknya kesini. ”Suruh saja masuk.” Kata Haejin akhirnya, dia akan memberi pelajaran kepada Eunhyuk, yakni untuk menunggunya melakukan perawatan!

   Pria paling benci menunggu wanita melakukan aktivitas salon-menyalon, dan tak lama pintu terbuka, dan terdengar langkah kaki memasuki ruangan tersebut. Dan Haejin dalam posisi tengkurap masih dipijat dengan wewangian rempah yang membuat tubuhnya rileks.

   ”Ngapain kesini, Oppa?” Haejin menoleh, dan melihat bukan hanya Eunhyuk, melainkan Donghae juga. Eunhyuk menatapnya jengkel, sementara Donghae di belakangnya ekspresinya tak terbaca.

   ”Yoonri eodi?” tanya Eunhyuk heran. ”Katanya kalian berdua mau ke salon bersama-sama? Kenapa sekarang hanya kau sendirian yang ada di salon? Yoonri dimana?” tanyanya.

   ”Dia bersama pacar barunya.” Haejin memejamkan matanya menikmati sensasi pijat di punggungnya.

   ”Pacar?” tanya Donghae pelan. ”Dia punya pacar lagi?”

   ”Hmm…” Haejin hanya menggumam. ”Sudahlah, dia tidak akan apa-apa, nanti juga dia pulang. Kalian pulang saja, atau tunggu disini, silakan…” Haejin memejamkan matanya.

   Eunhyuk menoleh pada Donghae. ”Mau cari Yoonri?”

   ”Dimana? Haejin-ah, kau tidak tau dimana Yoonri?”

   Haejin bangkit dan merasakan handuk yang menutupi tubuhnya turun, Haejin menariknya menutup dan menoleh. ”Kalian ini! Kami berdua sudah besar, mau sampai kapan sih kalian sibuk mengikuti kami?!”

   Donghae diam.

   ”Sudah besar apanya?! Kalian masih SMA!”

   ”Kami sudah punya KTP!” balas Haejin.

   ”Haejin-ah!” seru Eunhyuk menunjuk tubuhnya. ”Disini ada Donghae! Tutup cepat!”

   Haejin menoleh dan melihat handuknya turun setengah mengekspos setengah bagian dadanya yang berukuran 38B itu. Haejin mengernyit, ”Lho, dia kan pasanganmu, untuk apa aku malu? Dia takkan tertarik padaku,” kekeh Haejin.

   ”HEH!” teriak Donghae protes.

   ”Hahahaha, arasseo arasseo.” Haejin tengkurap lagi. ”Sekarang aku masih mau pijit, terserah kalian masih mau disini atau mau pulang, tapi jangan cari Yoonri!”

   Eunhyuk dan Donghae menghela napas menahan sabar.

*KTV Roosevelt Club*

Yoonri yang memang sudah berpakaian modis dan mengekspos kaki indahnya yang jenjang, langsung ditunjukkan ruangan yang dipesan oleh Leeteuk untuk mereka berdua. Yoonri bisa merasakan jantungnya seolah-olah sedang melakukan olahraga pembentuk tubuh, sehingga tingkat kerjanya semakin lama semakin naik. Yoonri sudah lama tidak merasakan deg-degan dan gugup pada kencannya. Tapi Yoonri yakin ini bukan kencan biasa, dan dia senang membayangkannya.

   Yoonri membuka pintu ruangan dan melihat Leeteuk sedang duduk, dengan kaki menyilang dan tangannya yang satu terulur di sofa, yang satunya lagi memegang ponsel. Dia mendongak begitu Yoonri membuka pintu, dan Demi Tuhan, pikir Yoonri, senyum memikatnya begitu melihat Yoonri. Ingin rasanya Yoonri telan pria itu dalam sekejap.

   ”Halo, Babe…” sapa Leeteuk lembut.

   Yoonri masuk dan menutup pintu pelan-pelan, tapi kemudian dia sudah bisa merasakan napas panas di tengkuknya. Kemudian dirasakannya dua tangan kokoh memeluk perutnya, dan wajah yang di tempelkan di bahunya. ”You make me wait so long, honey.”

   ”Sorry, aku harus menemani sahabatku ke salon dulu.” Jawab Yoonri tersenyum sambil memejamkan matanya menikmati sentuhan bibir Leeteuk pada lehernya yang jenjang.

   ”Kau harus membayarnya,” ujar Leeteuk sambil membalik tubuh Yoonri dan langsung menciumnya panas, dan Yoonri langsung membuka pelukannya lebar, dan merengkuh kepala Leeteuk untuk memaksanya menciumnya dalam-dalam lagi. Yoonri kini tidak merasakan kakinya menapak tanah, karena benar saja, Leeteuk sudah menggendong tubuhnya, sehingga kakinya melingkar di pinggang pria itu, dan Leeteuk tidak melepaskan pangutannya pada Yoonri.

   Yoonri terus mencium Leeteuk, seolah-olah bibirnya adalah pintu oksigen, dan dia adalah penderita asma akut. Yoonri bisa menyesap wangi maskulin yang menguar dari tubuh Leeteuk, dan kini Yoonri bisa merasakan tubuhnya melayang ke langit ketujuh ketika Leeteuk merebahkannya disofa panjang tanpa melepaskan ciumannya. Tubuh keduanya menempel erat, dan tangan Leeteuk mulai tidak bisa diam dan bergerak ke segala arah tubuh Yoonri, dan ciuman Leeteuk turun ke leher Yoonri, Yoonri cuma bisa mendesah sambil meremas rambut lembut pria itu yang sudah tidak rapi lagi.

   Cardigan Yoonri sudah terlepas, dan lengan bajunya sudah turun sebelah sehingga bahunya sebelah kanannya sudah terekspos, sementara Yoonri dengan ’lapar’ menarik wajah Leeteuk, dan menciumnya lagi. Nyaris digigitnya bibir Leeteuk kencang menahan sentuhan tangannya, hingga ponselnya yang brengsek berbunyi dan mengganggu aktivitasnya.

   ”N…nhe?” Yoonri duduk dan mengangkat telepon dari kakak sepupunya itu, sementara dia menggigit menahan nikmat sentuhan Leeteuk yang semakin liar, dan ciuman Leeteuk di lehernya pada saat bersamaan.

   ”Yoonri-ya? Gwenchana?” suara Donghae terdengar khawatir.

   ”Ahh… gwen…cha…na Oppah… ah…” Yoonri berusaha menjauhkan tangan Leeteuk yang bandel di bagian depan tubuhnya.

   ”Ya! Apa yang terjadi denganmu? Kau tidak apa-apa, kan?”

      ”Ah, jebal…” Yoonri kesal sekali pada Donghae, dan pada dirinya yang tidak bisa menahan kenikmatan yang diberikan jari jemari Leeteuk pada tubuhnya, akhirnya dia berusaha kabur dari Leeteuk, lalu mengecup bibirnya singkat dan memberi isyarat bahwa dia menjawab telepon sebentar, dan beringsut menjauh dari Leeteuk. ”Aku baik-baik saja, Oppa! Sudah ah, tutup ya?” serunya pada Donghae.

   Tapi orang ini masih belum mau menyerah, ”Hei! Kau dimana? Ini sudah larut, dan kalian berdua belum pulang! Kalian dimana?!”

   ”Hee? Haejin belum pulang?” Yoonri kaget, sementara Leeteuk sudah meraih tubuhnya lagi dari belakang, dan bibirnya mulai tidak bisa diam, tangannya pun mulai mengelus bagian dalam paha Yoonri.

   ”Memang kau tidak bersamanya?!” tanya Donghae kaget, ”Kalian kemana?!”

   ”Oppa! Aku ada janji, Haejin masih di salon, sudah jangan ganggu aku… ahh…” Yoonri mengeluh, tapi dia tidak mau melepaskan tangan Leeteuk padanya lagi.

   ”Kau dimana?!”

   Yoonri membanting ponselnya, dan langsung membalik tubuhnya untuk mengecup bibir Leeteuk yang terkekeh dan meneruskan eksplorasinya pada Yoonri lagi.

   Setengah jam kemudian, Yoonri memeluk erat tubuh Leeteuk yang sudah lembab, basah karena keringat. Tubuhnya sendiri sudah mengeluarkan banyak keringat di ruangan sedingin ini, keduanya bertatapan. Leeteuk mengelus rambut Yoonri, dan perlahan tangannya mengelus tubuhnya turun ke bawah. Yoonri cuma memejamkan matanya menikmati, telah kehabisan tenaga.

   ”Kurasa aku bisa membuat teman-temanku iri, tentangmu.” Kata Leeteuk ringan sambil mengecup bibir Yoonri lagi.

   ”Katamu kita tidak boleh bilang siapa-siapa.”

   ”Justru itu, aku kan hanya membayangkannya. Kurasa lebih baik kita menikmati hubungan kita yang seperti ini, hanya berdua! Tanpa ada yang mencoba mengusik-usik, kan?” Leeteuk memperdalam suaranya, Yoonri menatap mata indahnya dan mengelus rahangnya, Leeteuk dengan gemas menggigit jari Yoonri yang mengelus menggoda. ”Just you and me, tak boleh ada yang tau. Promise?” ditatap seperti itu, Yoonri meleleh.

   ”Promise.”

*Di rumah JinHyuk*

”Kita latihan saja, Hae,” ajak Eunhyuk begitu mereka bertiga sudah tiba di rumah. ”Sambil tunggu adikmu.”

   Haejin duduk mengambil bantal kursi dan melihat kedua Oppa-nya sedang bersiap-siap latihan lagi. ”Aku mau lihat tarian kalian. Aku tidak pernah melihat dua jagoan tari latihan, katanya bagus.”

   ”Kau ini!” seru Eunhyuk sebal. ”Meremehkan sekali!”

   ”Aku tidak meremehkan, aku kan cuma mau lihat.”

   Donghae terkekeh. ”Kau akan terkesan, Jin-ah.”

   ”Jinjayo?” tanya Haejin.

   ”Hmm… kaja, Hyuk!” mereka merenggangkan badan mereka, dan melodi mulai mengalun. Donghae dan Eunhyuk mulai menggerakan badan mereka, Haejin bisa melihat bakat menarinya menurun darimana. Ternyata sang kakak juga memang sangat pandai menari dan meliukkan tubuh dengan luwes. Donghae juga tidak kalah luwesnya.

   Haejin memeluk bantalnya, memerhatikan keduanya menari. Setelah satu lagu selesai, mereka berhenti mengatur napas. Eunhyuk menatap adiknya, ”Otte? Bagaimana menurutmu?”

   ”Hmm,” Haejin menarik napas. ”Koreografinya bagus,” tapi ada kerutan di wajahnya. ”Tapi apa kalian tidak pikir kalian berdua justru terlihat seperti… eum, pasangan kekasih?”

   ”Ya!” mereka protes bersamaan.

   ”Aniyo, aku tidak bermaksud menghina kalian!” Haejin mengibaskan tangannya. ”Koreografi kalian seksi, tapi kalau kalian menarikannya seperti tadi… euum, itu yang kutangkap!”

   ”Lalu apa solusinya? Ganti koreografi?!” wajah Donghae sudah lelah sekali, capek sekali kalau harus memikirkan koreografi baru sementara deadline sudah benar-benar di depan mata.

   Eunhyuk juga mengernyit. ”Aku ada ide jadinya.”

   ”Apa?” tanya Donghae cepat.

   ”Haejin-ah, kami butuh bantuanmu.”

   Haejin yang memeluk bantal dan mulai mengantuk mengernyit. ”Bantuan apa?”

   ”Kurasa kau bisa ikut tim kami, kalau koreografi tadi kami lakukan bersama perempuan, tidak akan terkesan homo, kan?” tanya Eunhyuk lagi. ”Ayolah, Haejin-ah, bantu kami.”

   ”Kenapa aku?!” protes Haejin.

   ”Kau dan Yoonri, bagaimana?” tanya Donghae memohon. ”Ayolah, kami sudah tidak sempat untuk mencari koreografi baru.”

   ”Dibayar berapa?” tanya Haejin.

   ”Jangan matre!” Eunhyuk menoyor kepala adiknya.

   ”Ayolah, Haejin-ah, jebal… tolonglah kami,” Donghae memohon. ”Kami benar-benar tidak mungkin ganti koreo lagi.”

   ”Ara, ara… baiklah, besok kita mulai latihan. Malam ini aku ngantuk sekali.”

   Esoknya Haejin terbangun dengan tangan seseorang memeluknya, Haejin membuka matanya dan melihat Yoonri sedang nyengir nggak jelas memandangnya dengan pakaian lengkap. ”Haejin-ah!” suaranya mendesah merdu dan senang sekali.

   ”Ya! Kau ini, mengganggu tidurku!”

   ”Ini sudah pagi, bodoh!”

   ”Aiya! Sudah pulang kau? Bagaimana kencanmu dengan pacarmu semalam?” Haejin mengangkat alis. ”Kau tidak melakukannya, kan?!” tanya Haejin curiga membuat Yoonri terkekeh, dan membetulkan posisi duduknya.

   ”Aku tidak melakukannya,” tapi wajahnya tersipu-sipu. ”Tapi kami melewati malam yang indah, jeongmal! Ah, hampir melakukannya tapi… aku kan ingat janjiku padamu, Haejin-ah.”

   ”Anak baik, tapi kau jahat meninggalkanku!”

   ”Ah, mianhae, jadi kau di salon sampai jam berapa?”

   ”Sampai Eunhyuk Oppa dan Donghae Oppa datang dan menjemputku,” Haejin memutar matanya. ”Mereka berdua itu harus kita carikan pacar segera, atau mereka akan mengganggu hidup kita terus.”

   Keduanya cekikikan.

   ”Tapi tarian mereka indah, jujur.” Aku Haejin sambil menguncir rambutnya tinggi, memperlihatkan tengkuk cokelat alaminya. ”Aku suka dengan tarian mereka. Mereka memang berbakat, dan lagunya juga indah… dan mereka minta kita untuk jadi supporting dancer mereka.”

   ”WHAT?!” pekik Yoonri yang mencoba tertidur tapi terbangun lagi.

   ”Yeah, kau tanya saja Donghae Oppa, semalam aku bilang tarian mereka bagus, tapi kalau mereka hanya menari berdua, malah terlihat seperti pasangan homo yang jatuh cinta.” Haejin memutar matanya. ”Dan mereka sudah tidak mungkin ganti koreografi, jadilah kita ketiban sial jadi dancer mereka.”

   ”Aku kan belum setuju!”

   ”Kau kira aku setuju?!” tanya Haejin sebal. ”Ah, aku punya ide.” Mata Haejin berkilat nakal.

   Yoonri yang setengah mengantuk mendekatkan telinganya, dan Haejin membisikinya. Yoonri kaget mendengar rencana Haejin, ”Kau gila, ya?! Donghae itu Oppaku, Oppa sepupuku!”

   ”Eunhyuk juga!” tantang Haejin. ”Kakak kandungku malah.”

   ”Ah tapi kau gila! Kita kan udah punya pacar…”

   ”Lalu? Kita kan tidak ada apa-apa dengan EunHae couple itu!”

   ”Iya sih.” Yoonri mengangguk ragu. ”Tapi aneh ah,” erang Yoonri.

   ”Kita kasih pelajaran sama mereka!” tambah Haejin menggebu-gebu. ”Lagipula apa mereka itu beneran homo? Makanya kita pakai diri kita pancing mereka untuk segera punya pacar.”

   ”Tapi aku mau muntah membayangkan itu bersama Donghae.” Kernyit Yoonri menahan jijik.

   ”BABO!” Haejin menjitak kepala Yoonri. ”Kau kira aku menyuruhmu melakukannya dengan Donghae?! Takkan berefek apa-apa padanya, begitu juga kalau aku dan Eunhyuk.”

   ”Jadi maksudmu…?” pertanyaan Yoonri tergantung di udara.

   ”Bagus kalau kau mengerti, sekarang ayo mandi! Kita lakukan rencana kita!”

   Yoonri terhuyung mengikuti Haejin keluar dari dalam kamarnya, dan langsung mandi. Seperti biasa, dua anak bandel itu bolos sekolah lagi gara-gara semalam mereka terlalu larut untuk tidur, dan Eunhyuk sudah menyerah membangunkan Haejin, sementara Donghae sudah menyerah juga menyuruh Yoonri pulang, karena Yoonri tiba di rumah Haejin ketika matahari sudah terbit. Dan mereka berdua berencana menemui EunHae di kampus mereka, untuk memberikan mereka ’pelajaran’ agar mereka berdua cepat punya pacar, memang ide Haejin gila!

*Seoul University*

”Tarian kalian bagus, dan berenergi, tapi tidak memberikan greget!” kata pelatih tari mereka berdua.

   Donghae dan Eunhyuk yang sudah kelelahan terpaksa mengembuskan napas mereka pelan-pelan, dan menahan emosi. Ternyata yang Haejin katakan semalam benar, bahwa tarian mereka bagus, tapi auranya tidak. Hanya saja mereka berdua sudah hilang akal untuk memodifikasi di saat-saat genting begini.

   ”Apanya yang kurang greget Sunsangnim?” tanya Eunhyuk tanpa bisa dicegah terdengar kecewa.

   ”Tarian ini akan lebih indah kalau kalian menarikannya dengan pasangan kalian, kecuali kalau kalian bermaksud berpacaran ya. Terlalu intim untuk ditarikan dua orang pria, mengerti?”

   Donghae mengembuskan napasnya.

   ”Ne, algessimnida, akan kami perbaiki.” Eunhyuk membungkuk, dan pelatihnya itu keluar.

   ”Memang terlalu intim, ya?” tanya Donghae heran.

   Eunhyuk menghela napas. ”Sepertinya iya, eh…” Eunhyuk mengeluarkan ponselnya yang bergetar di saku celana training-nya. ”Haejin menelepon. Anak itu pasti bolos lagi,” keluhnya. ”Yeoboseyo?” tanyanya.

   ”Oppa, eodi?”

   ”Di kampus, kau jangan main! Di rumah saja!” seru Eunhyuk. ”Sudah bolos, masih minta main, kulaporkan Appa!”

   ”Aniyo! Katanya mau dibantu menari, aku dan Yoonri sudah di kampusmu, Oppa.

   ”Jinja?! Kami di ruang latihan, kalian kesini saja.”

   Donghae berdiri dan meregangkan badannya lalu membuka kausnya, sehingga kini dia topless. Bajunya sudah basah kuyup karena keringatnya saat latihan tadi, sementara Eunhyuk sudah membuka kancing kemejanya dari tadi.

*Meanwhile*

”Ruang latihan itu kalau nggak salah belok sin…” Haejin menangkap mobil Audi putih berkilap yang dikenalinya sebagai mobil Leeteuk, Yoonri ikut berhenti dan menoleh menatapnya heran.

   ”Ada apa?”

   ”Aniyo, sepertinya itu ruang latihannya, kau kesana dulu, aku mau ke kamar mandi sebentar.”

   ”Eh, tapi… Haejin, Lee Haejin!”

   Haejin sudah menghilang, akhirnya dengan sebal Yoonri masuk sendiri ke dalam situ, dan Haejin berjingkat-jingkat mendekati Audi putih tersebut, dan benar saja kaca mobil itu terbuka, dan memperlihatkan sosok Leeteuk dengan kacamata gaya, dan senyum memikatnya.

   ”Aku baru mau menghubungimu, ternyata kita sehati.” Kata Leeteuk sambil membukakan pintu.

   Haejin masuk dan cemberut. ”Kau tidak menghubungiku kemarin.” Katanya.

   ”Maaf sayang, aku harus susah payah mencari nomormu, bodohnya aku!” sesal Leeteuk kemudian menekan sesuatu di ponselnya dan ponsel Haejin berdering, dilihatnya Haejin mengeluarkan ponselnya. ”Sekarang kau bisa menghubungiku kapanpun, dan pastinya aku tak perlu membuatmu merasa terabaikan.”

   ”Jeongmal?” Haejin tersipu-sipu.

   Leeteuk mengangguk dan membuka kacamatanya, gerakannya sudah membuat lutut Haejin lemas. ”Mau kutunjukkan tempat yang indah?” tanya Leeteuk nakal. ”Dan tidak panas tentunya, kudengar kau benci panas.”

   Haejin pura-pura berpikir. ”Oke.” Dia memberi pesan pada Yoonri bahwa dia bertemu pacarnya dulu sebentar, dan akan ’segera’ kembali.

   Ternyata tempat yang indah itu adalah perpustakaan kampus, tapi di bagian rak paling pojok dan tak ada satu pun yang kesana, sekali pun penjaga, dan anak-anak yang duduk untuk membaca. Perpustakaan itu memang besar sekali, dan letak rak terpojok itu pun memblokir pemandangan di dalamnya, sehingga Leeteuk dan Haejin aman.

   ”Aku tidak tau ini yang kau sebut tempat yang indah,” komentar Haejin sambil menikmati ciuman Leeteuk pada lehernya. Keduanya berbaring di lantai perpustakaan, dengan posisi Haejin di bawah, dan Leeteuk di atas tubuhnya tentunya. Haejin menarik paksa kemeja Leeteuk dan membukanya paksa, sehingga beberapa kancing tanggal. Haejin dengan puas dan berbinar-binar mengelus perut kotak-kotak pria itu.

   ”Memang ini tidak indah?” tanya Leeteuk pelan, sambil mengelus pipi Haejin dengan telunjuknya dan tangannya turun ke lehernya, dan turun lagi. Haejin memejamkan matanya menahan nikmat.

   ”Apa pun asal bersamamu indah.”

   ”Majyeo! Dan ini menantang, kau suka tantangan kan?”

   ”Sangat suka,” dan Haejin membuka matanya lagi untuk mencium bibir Leeteuk. Leeteuk memutar badannya agar mereka saling berhadapan di lantai, dan menurunkan paksa celana jins pendek Haejin, karena tanktop putihnya sudah merosot ke bahunya.

   Leeteuk kemudian menurunkan ciumannya ke leher Haejin lagi, dan beralih ke bagian depan tubuh Haejin, sementara tangannya sudah bermain nakal di bawah, Haejin mendesah keras sambil meremas rambut Leeteuk, dan tangannya mengusap dada Leeteuk seduktif. Memang Leeteuk mulai menguasai akal sehat Haejin, tapi Haejin tetap tidak habis akal menurunkan akal sehat laki-laki itu.

   ”Pelan saja, Leeteuk sayang…” Haejin menarik wajah Leeteuk tepat di hadapannya. ”I’m not as easy as you think.” Kedipnya. ”But I love when you touch, go ahead but not that…” Haejin menekan sesuatu di bagian bawah Leeteuk, hingga Leeteuk memutar matanya nikmat.

   ”You drive me crazy.”

   ”So do I, you make me feel too…” keduanya saling menggumam nikmat sambil berciuman mesra.

   Terdengar bunyi gemerisik, mereka kaget dan saling bertatapan ngeri. Mereka memisahkan diri, dan langsung merapikan diri masing-masing, masih terdengar gemerisik dan suara buku-buku ditarik dari raknya, lalu kursi bergeser dekat sekali dengan mereka. Mereka berdua menahan napas.

   ”Oow, disini tidak aman,” kekeh Leeteuk.

   ”Pindah!” rengek Haejin masih ingin melanjutkan kegiatan mereka.

   Leeteuk meremas bagian sensitif Haejin, menggodanya sambil Haejin memelototinya dan menggigit bibir menahan agar desahannya tidak terdengar. Akhirnya Leeteuk mengajaknya kabur lewat jendela melewati ruangan-ruangan sambil bergandengan dan tiba-tiba masuk ke dalam ruangan kecil, dan keduanya tertawa di sana sambil mengatur napas.

   ”Ah, kamu keringetan,” Leeteuk mengusap peluh di leher Haejin, untuk mengusap sekaligus menggoda. Karena Haejin langsung membuka kancing baju Leeteuk lagi dan buru-buru menelusupkan tangannya ke dalam, sementara bibir mereka kembali bertemu, kini dalam posisi berdiri. Leeteuk kembali menurunkan tali tanktop Haejin dan tangannya bergerilya lagi di tubuh berisi gadis itu.

*Ruang Latihan*

Yoonri masuk dengan bete.

   ”Lho, Yoonri-ya, mana Haejin? Kau sendirian?” tanya Eunhyuk heran.

   Donghae yang sedang meregangkan tubuhnya, masih half-naked berbalik. ”Sendirian?” tanyanya juga.

   ”Aniyo, Haejin ketemu pacarnya ternyata. Dia bilang sih segera kembali, tapi segeranya pake tanda kutip.” Desahnya sebal, dia jadi kangen pada Leeteuk saat ini, dan kini Haejin yang meninggalkannya.

   ”Pacarnya anak sini?!” Eunhyuk kaget.

   ”Kayaknya, dia masih belum mau cerita.” Yoonri duduk bersila. ”Ah, Oppa paegopha…” katanya pada Donghae.

   ”Tuh di tasku ada biskuit.”

   ”Hae-ya, ayo cari Haejin!”

   ”Ya! Kalian ini biarkan saja dia pacaran dulu,” seru Yoonri baik hati meski dia ditinggalkan, toh semalam dia juga meninggalkan Haejin. ”Jangan diganggu, toh nanti dia balik lagi!”

   ”Koreografi kami mendesak!” dan Eunhyuk berlari keluar diikuti Donghae sambil memakai kaus kering di tubuhnya mencari Haejin diluar. Keduanya berpencar, Eunhyuk ke utara kampus, Donghae ke selatan.

   Sampai dia melihat dua sosok berantakan keluar dari jendela perpustakaan dan berlari kencang sambil tertawa dan bergandengan tangan. Donghae mengenali gadis yang berlari di belakang pria itu, itu kan Haejin. Donghae mengikutinya berlari, dan mereka masuk ke dalam ruangan. Baru Donghae mau mengetuk pintu tersebut, suara-suara yang tak pernah dibayangkannya di dengar secara langsung olehnya. Desahan dan lenguhan pria dan wanita, yang biasanya hanya di dengarnya lewat video yang Eunhyuk berikan padanya.

   Dan dengan akal sehat yang mulai menipis, Donghae sadar, kalau suara itu, orang yang amat ia kenal yang membuatnya. Adik kecilnya, Lee Haejin.

*Ruang Latihan*

Sepeninggal Eunhyuk dan Donghae, Yoonri berbaring telentang di ruang latihan tersebut, dia memejamkan matanya dan membayangkan betapa panjangnya malam yang ia lalui bersama Leeteuk. Bagaimana sentuhan pria itu bisa menggetarkan seluruh syarafnya, dan Yoonri melengkungkan tubuhnya, menginginkan pria itu lagi. Dia memang candu, Yoonri masih bisa melihat ruam-ruam kehitaman di seluruh tubuhnya hasil karya pria itu.

   Pintu menjeblak terbuka ketika dia sedang memeriksa tubuhnya yang membiru di berbagai tempat, dan Eunhyuk terpana melihat tubuh Yoonri yang membiru. Pikirannya langsung buntu. Yoonri? Biru-biru?

-TBC-

ROFL!!! gimana gimana? HOT kah? *yang nge publish telen ludah* ini yang memublishkan Yoonri, tapi yang nulis sang master yadong~ *plakk* kuota inet si master abis gara-gara buat DL lagu mantan *ditabok* ide ini adalah ide berdua makanya disebut ff kolab. wkwkwkwkwk, comment are love :*

154 thoughts on “The Girls Are Mine (PG/17) ~Part 2~

  1. bener, ini ratingnya naik. —
    bacanya uda lama padahal… tapi baru komen sekarang — *payahsaya.
    kalo haejin onni yg bikin pastilah HOT >_< dan ini kolab ya? daebak deh! ^^d
    Hae, ayo buat rebut haejin!!! suka skinsipnya jinhae… auranya lebih kerasa (?)
    yeah #ditendang.

    itu ngapainlah ada suara2 aneh? teuk-ah jgn di apapain haejinnya donghae!!

  2. waah…nie FF beda banget ya un alurnya ma When I Fall…🙂
    karakter teuki bner2 180 deajat beda…😀
    penuh dengan skinship jd klo baca harus malem2 biar gag batal puasanya..ckckck

    tu Haejin kok mau ya ma teuk…donghae kn kayaknya suka gt ma haejin…🙂
    baru baca karna heboh di blog nie..
    fighting ya un..katanya ge sakit lambung..cepet sembuh ya..😀

  3. Annyeong., new’s reader here🙂
    ahrin imnida😀
    mian baru nemu blog ini, pdhal daridulu (di sjff) aku suka ff2 ttg JinHaeXy, RinWonTic, sma KyuNara, tpi gtau blog2 nya.. (klo KyuNara udah,hhe)

    onnie~ omygod.. kereeen! d.sini Haejin brkarakter bgt, woow!, aku sukaa..
    btw jdulnya ‘The Girls are Mine’, Girls dsana Yoonri+Haejin ya?
    Ga nygka uri angel Teukie bisa evil kya gitu., lbih evil dari Kyu kyanya T_T
    Donghae blum trllu kliatan ya dsini? hehehe
    *oke, aku mw baca part2.nya*

  4. Aigo aigoo~
    donghae sma eunhyuk braksii ! haha
    dsini mreka mlai kliatan cast.nya😀
    aaah~ aku ngbyangin EunHae couple ngdance brasa keren gmnaaaa gtu ><

    dsni Leeteuk liar bgt ya? huwaaa..
    wah mlai bhaya nih donghae ngdnger Haejin-Leeteuk 'gitu', dan yg bikin pnasaran jga gmna reaksi Eunhyuk liat Yoonri biru-biru!!
    Onnie, tggu aku ngmention yaa buat part3.nya,hehe😀

  5. itu sbnrnya si donge suka y ma si haejin.. soal na keliatan gx rela gmn gt….
    aduh… teuk semakin parahh… + semakin menggoda#plakk
    bc na bikin gx kuat.. hehehe
    klo ma teuk aj udh sgni hot na.. ntar gmn ma eunhae?? hoho

  6. baca malem”, komen siang” #plaakk
    aduh haejin sma yoonri. makin lama makin gmana gitu.
    mulai ketauan deh sama donghae & eunhyuk.
    jadi penasaran sama lanjutan.y, tapi kalo ga salah part3 d protect yh??

  7. Omo! Itu siYoonri nggak diapa2in kan sama teukie oppa?
    Teukie oppa kenapa kau jadi begitu?
    Macarin 2 cewek sekaligus? Mau dikemanakan aku#plakk..
    Untung aku lagi nggak puasa pas bacanya.

  8. Astapiloh#geleng2.angguk2…..
    teukppa HOT bgt,,,dy kok playboy bgt….
    gmn yah reaksi c raja yadong wkt ngeliat yoonri yg sekseehh…..
    YoonJin khan emang mw ngetes eunhae…..

  9. Hot tp gak panas,,, #plak
    Pnjbran’a bgt yg ak tngkep,,,
    Krn bys bc ff jd udh bsa ngbyngin lg ngpayin jinteuk,,, #plak🙂
    jd pnsrn bgmna gya nulis nisya soal ff yg b’bau nc,,
    oia 38B itu sbsar apa yah??? #plak lg

    Oh my hae jgn liat haejin lg ngpyin ntar mewek lg,,, XDDD
    Ak bngung mo koment apa lg,,,

    Go tu twit ajah deh mention mnta pw,,,!!! Mdah2n dksih,,, amin,,,!!!!🙂 :y

  10. aigooya~
    ampe nahan napas bacanya
    PG17 aja udh bgini, klo 21 apa kbr?
    wkwkwkwk
    teukie oppa bnr2 jd bad boy disini
    jarang2, biasanya alim terussss
    haha daebak lah

  11. Omo ini hot bgt..
    Ampe nahan napas baca.a…

    Huaa c’leeteuk jdi playboy.. Angel.a kmana …
    It benern yoonri yum nglakuin??
    N haejin gimana?? Penasarn..
    Dtnggu lanjutan.a ya..

  12. haduh haejin sama yoonri dapet pacar baru di waktu yang sama dan orang yang sama pula itu. jujur kasian sama mereka berdua. leeteuk cassanova banget disni yah. enak banget dia tinggal milih siapa yang bakalan dia aja ketemuan tiap harinya. yoonri yah tau deh yang lagi dimabuk cinta jadi ninggalin haejin karena ada panggilan dari leeteuk.. kkk~ poor haejin :p
    haduh haejin yah, donghae pan nafsu tuh padahal sama haejin tuh #plakk~ dia mah enak enak aja. lagilagi aku bahagia banget pas baca bagian eunhae disindir sindir sama haejin. bahagiaaaaa banget deh😄
    ehh itu ngakak banget pas yoonri angkat telepon dari hae tapi pas ngejawabnya dibarengins ama desahan garagara si leeteuk. parah banget parah :p
    eh tapi beneran penasaran banget sama ide gilanya haejin loh itu. haduh itu pas bagian haejin leeteuk gila gila parah. ngos ngosan baca sambil ga percaya menatap layar hp pas baca tadi, gila banget deh itu. aigoooo >.<
    wah haejin ketauan. wah yoonri juga keliatan sama hyuk. wah itu gmana lanjutannya yah itu #plakk

  13. 😀 kyaa!!!!!!!!!!!!
    oppa andwe……..jngn gituin haejin,,,,hahha
    aku pngn nya haejin ma haeppa,,, 😀

    wahhhhh gila gila beberapa kali baca tetap merinding diriku😀
    daebak eon…….

  14. ahhh leeteuk mesuuuuummm!!!!!
    ehh jgn” rncana haejin itu psti aneh” ke eunhyuk ma donghae…
    btw kug aq ngrasa eunhyuk itu suka ma yoonri trus donghae ma haejin…
    ahh pnasaran lanjuuuuuuuuuutttttt!!!!!!!!!!!

  15. Waah daebakk.. Leeteuk sumpah ya minta ditampol ngrjain yoonri sm haejin.. Ntr gawat kn kl hub prsahabatan retak gr2 cinta? Hiissh

  16. . maf onnie bru coment. hehehe*plak
    . crita.a daebak abis! tpi teuki oppa ko jadi evil?

    pnasaran ma part3.a. hae slamatkan haejin*hwaiting

  17. wow.. Liar banget dah permainan mereka.. ckck..
    Haejin ama Yoonri belum tau klo pacar mereka org yg sama..
    Gmana tuh jadinya Hyuk bgeliad Yoonri lg buka baju ya?
    Trus Haejin ketauan ama Hae lagi berbuat itu.. wkwkwk..
    Kapan nih ada skinship Jinhae?? hahaha..

  18. Itu si leeteuk playboy bnget yah, mlamnya sma yoonri eh bsoknya sma si haejin. Puas pasti yah #plak. Eunhae udah pda curiga kan. Udah rebut yoonri haejinnya dri leeteuk. Spya mkin yadong (?) . Lanjut thor🙂

  19. Glek ! *nelen liur* huaaa skinship’a ƍαќ nanggung” IŃĭε si eonni (ˇ▼ˇ)-c<ˇ_ˇ") HOT abeesss .. *hahahah tapi nanggung IŃĭε ?? Ehh😄

  20. Eonni, WOW. INI FF BENER2 BIKIN MEREMANG AH !! Feel eonni sukses bikin aku nahan nafas. Hahaha~ Sukses terus ya eonni. Hehe~ semangat !

  21. Aigoo Leeteuk oppa hrs sgr ketahuan krn dia jahat bgt mempermainkan 2 wanita cantik yg msh SMA apalagi kakak2 mereka jg terkenal di kampus Seoul university

  22. Sumppah, teuki oppa bener2 liarrr..
    Sbenernya Hae udh ada rasa kan sm Jinni ya.
    Smoga HaeJin sm Yoonri cepet tobat.hahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s