{JinHaeXy} When I Fall ~Part 10~

Aku bisa melihat Ririn-ssi, Kyorin, dan Chihoon menekap mulut mereka kaget dengan pernyataan cinta terus terang dari Donghae, begitu pula dengan Siwon yang langsung menepuk tangannya. Aku menatap pria di hadapanku yang memegang kedua tanganku, wajahnya sangat serius, sementara keempat orang yang menjadi ’saksi’ tadi menatapku, menungguku memberi jawaban.

   Pelan-pelan, aku tersenyum, dan mengangguk. ”Ne… mau.”

   ”WOAH!” teriak Chihoon.

   ”KYAA!” Kyorin menjerit bahagia, dan langsung ber-high five dengan Chihoon, keduanya berpelukan.

   Sementara Siwon mengacungkan satu jari ke atas, seperti gaya Lionel Messi jika mencetak gol, dan Ririn-ssi, dia nampak terharu, dan menangkupkan tangannya. ”Akhirnya, ikan dewasa… hueee, aku terharu! Hubby, akhirnya Ikan berhasil…” dia terharu sekali.

   Aku tertawa melihat reaksi mereka berempat, tapi aku tidak mengecek ekspresi pria di hadapanku ini, aku menoleh lagi menatapnya, dan aku terperanjat, dia menundukkan kepalanya dalam-dalam, dengan kedua tangan masih menggenggam erat tanganku.

   ”Hae, kenapa?” tanyaku cemas, berusaha mencari wajahnya.

   ”Hae…?” tanyaku lagi pelan.

   ”Ya ya ya! Pasti menangis dia…” kata Siwon geleng-geleng, sementara Ririn-ssi sudah tertawa terbahak-bahak.

   Dan benar saja Donghae memang menangis, tapi sambil tersenyum, tapi sesenggukan juga, aku jadi mau tertawa, tapi kasihan dia, ditertawai pasangan Siwon-Ririn dan Chihoon, ini juga si Chihoon malah ikut-ikutan, cuma Kyorin yang baik hati, hanya tersenyum.

   ”Udah, dong… diterima masa nangis sih?” aku usap air mata kekasihku ini, dia malah makin membuatnya menangis, aku jadi mau ikut tertawa, karena Siwon-Ririn-Chihoon makin heboh ketawanya. ”Udah ah!” aku memelototi mereka. ”Godain lagi, awas ya!” ancamku pada mereka.

   ”Woaaah udah ada pacarnya yang jagain sekarang!” tunjuk Ririn. ”Gak bisa digangguin lagi nih, Hubby…”

   Siwon terkikik. ”Udah, udah, kasian ah, masa baru jadian udah di ledekin, kita kasih selamat dulu dong.”

   ”Hoo iya!”

   ”Donghae-ya, chukaeyo!” tos Ririn pada Donghae yang membalas high five-nya, lalu Siwon yang memeluknya. Kami seperti menang penghargaan saja, dilanjut dengan Chihoon dan Kyorin.

   ”Kau jadi kakak iparku sekarang, urus Onnie kami yang keras kepala ini ya…” kata Chihoon kurang ajar. Kutoyor kepalanya gemas, dia tertawa, dan Kyorin ganti menyalami Donghae.

   ”Gomawo, Oppa, sudah memberi Onnie kami senyum lagi.” Katanya.

   Donghae tersenyum, dan merangkul pinggangku mendekat ke arahnya. ”Ne, percayakan Onniemu padaku, ya?”

   ”Awww… so sweet,” ledek Ririn.

   ”Ririn-ssi, mianhaeyo,” kataku. ”Aku belum sempat minta maaf padamu…”

   Ririn mengibas-ngibaskan tangannya. ”Tak apa-apa, dulu juga sempat muncul gosip antara kami, hahahaha… tapi tenang saja, si Ikan cuma sahabatku, si Kuda ini baru piaraanku.”

   Aku tertawa.

   ”Baby kok piaraan sih?!” protes Siwon.

   ”Kamu kuda, kan aku kusirnya, Hubby…”

   Aigoo, romantisnya.

   Akhirnya kami dijemput oleh van Felidis, sementara Siwon dan Ririn-ssi mengikuti dari belakang, karena Donghae ngotot mau mengantar sampai dorm, padahal dia nggak bisa nyetir. Walhasil, dia ikut van kami, jadi nanti dia pulang bareng Siwon dan Ririn-ssi. Di jalan, Chihoon tak ada bosannya menggoda kami, sampai-sampai akhirnya mulutnya kusumpal dengan sapu tangan.

   Kami sampai di apartemen, Chihoon dan Kyorin duluan naik ke atas, sementara aku dan Donghae masih di sebelah van hitam Felidis. Shin Sunsangnim sih tidak banyak omong, dia tidak akan bocor pada siapa-siapa. Beliau, yang memang sudah cukup berumur, hanya tersenyum kebapakan, sebelum akhirnya kembali ke kamar apartemennya yang disewa oleh perusahaan bersama staff Felidis lainnya.

   ”Gomawo mau mengantar,” senyumku.

   Donghae balas tersenyum, masih menggenggam tanganku yang sejak tadi di mobil tidak dilepaskannya. ”Aku masih tidak percaya…” ucapnya sambil terus tersenyum. ”Sudah lama aku menunggu kau menjawab iya.”

   ”Mianhaeyo, aku memang gadis bodoh.” Sesalku.

   ”Yang penting sekarang, kau memang pacarku!” katanya, terselip rasa bangga dari caranya mengatakan hal itu, dan aku juga merasa bangga. ”Hhh…” dia menghela napas. ”Sebenarnya masih banyak yang mau aku bicarakan denganmu, tapi, kau harus istirahat, aku tidak mau kau sakit lagi seperti tadi.” Dia menatapku benar-benar serius, tapi aku malah mau tertawa.

   ”Ya, kau juga kan sakit… kau juga harus istirahat, lagipula Siwon dan Ririn-ssi menunggumu, tidak enak kalau lama-lama,” kataku lagi.

   ”Arasseo, naui yeojachingu…” dia mengatakannya dengan aegyo sekali, membuatku gemas. Dia mengelus-elus kepalaku, ”Oiya, kau besok ada jadwal tidak?”

   Aku mengernyit, mengingat-ingat. ”Rasanya tidak ada, Felidis tidak sibuk, hehehe…”

   ”Kalau begitu besok kujemput deh, besok jadwalku rekaman terakhir,” kata Donghae bersemangat. ”Kita bisa menghabiskan waktu berdua setelah itu, tapi kau tidak keberatan kan kalau kita naik taksi?”

   ”Ya ampun, iya tidak apa-apa,” aku meyakinkannya.

   ”Oke,” dia mengulurkan jari kelingkingnya. Aku mengaitkannya dengan kelingkingku.

   ”Kalau begitu aku pulang ya,” pamit Donghae.

   Aku mengangguk. ”Hati-hati bilang pada Siwon, langsung tidur ya, sampai ketemu besok.”

   ”Ne, kau juga, tidur yang nyenyak,”

   ”Ne, kau juga…”

   Kami sama-sama melambai, dia berjalan ke lobi sementara aku langsung ke lift naik ke atas. Perasaanku meringan, hatiku menghangat. Aku naik ke atas, dan begitu membuka pintu apartemenku, kedua adikku langsung memelukku kompak. ”Yeee, Onnie!”

   ”Ne, gomawo… aku sayang kalian.” Kataku mengeratkan pelukan keduanya. ”Makasih atas semuanya.”

   ”Kalau bukan Donghae Oppa, kami juga gak akan melepas Onnie,” kata Chihoon.

   Kyorin mengangguk. ”Karena ini Donghae Oppa, yang memang sudah suka sama Onnie sejak kecil, makanya kami lepas.”

   ”Kok kalian tau?”

   ”Dikasih tau Kyuhyun Oppa.”

   Aigoooo, sepertinya dua setan itu sifatnya sama persis!

*           *           *

Setelah resmi menjadi kekasih Super Junior Lee Donghae, meski tidak diketahui orang lain, yang tau hanya member Felidis, member Super Junior, member 2PM dan 2AM pastinya sudah tau semua, karena entah kenapa kalau cerita pada salah satu dari mereka, pasti menyebar kepada kesepuluh One Day itu, aku menjadi lebih hidup kalau kalian lebih mengerti maksudku.

   Aku bahagia! Aku kangen diperlakukan, dan disayang, dijaga, dan dimiliki oleh seseorang. Dan seperti musafir yang kehausan di padang pasir dan menemukan oase, seperti itulah yang aku rasakan setelah menjadi pacar Donghae. Meski di depan dua adikku, 2AM, dan 2PM aku mengeluh karena ternyata Donghae itu overprotektif banget, tapi kayaknya mereka nggak ada yang percaya. Iya juga sih, karena aku bahagia di perlakukan seperti itu, sumpah!

   Menjelang bulan April kesibukannya sangat padat sekali, dan dia nampak khawatir kalau di awal-awal hubungan pada umumnya, adalah saat-saat yang manis, tapi dia malah sibuk. Kukatakan padanya aku tidak keberatan mendampinginya, toh Felidis sama sekali tidak memiliki kesibukan sekarang. Jadi aku bilang padanya kalau aku mau menemaninya, dan dia senang sekali.

   Di pertengahan April, jadwal rekamannya yang banyak menyita waktunya. Aku biasanya ikut dia ke studio rekaman, kecuali aku ada panggilan syuting atau pemotretan, dan itu jarang sekali. Jadi selama bulan April aku menemaninya rekaman di siang hari, dan malamnya dia selalu mengantarku pulang, dan mengatakan kalau dia punya jadwal lain.

   ”Syuting?” tanyaku.

   Donghae menggeleng sambil tersenyum. ”Itu surprise untuk ELF, dan untukmu juga… pokoknya masih dalam persiapan album terbaru deh.” Senyumnya di depan pintu apartemen Felidis. Yap, kegiatan berbincang-bincang sebelum dia akhirnya pamit adalah rutinitas kami.

   ”Hoo? Untukku juga?” tanyaku heran.

   ”Majyeo!” dia mengangguk matanya membesar. ”Kuharap kau suka,” kekehnya. ”Aku harus kesana sepertinya…” dia melirik jam tangannya. ”Jangan tidur terlalu malam ya, Sayang.”

   ”Kau juga,” kataku percuma. Dia memang tidak mungkin tidur malam, tapi tidur pagi, dan esok paginya dia sudah menjemputku dan mengajakku rekaman lagi. ”Setidaknya makanlah lebih banyak.” Bujukku malu-malu, baru kali ini aku benar-benar memerhatikannya.

   Dia terkekeh. ”Iya.” Angguknya.

   ”Ya sudah, semoga jadwalmu berjalan baik, hati-hati di jalan.” Pesanku padanya, dia mengedipkan matanya dan berlari-lari kecil pergi sambil melambai padaku, aku balas melambai ke arahnya lalu menutup pintu apartemen.

   Besoknya terus seperti itu, pagi-pagi dia menjemputku dan mengajakku rekaman lagi. Tapi kali ini dia bilang sudah finishing, dan dia akan langsung syuting MV keesokan harinya beserta photoshoot album keempat Super Junior. Soal album keempatnya ini, dia pelit, dan benar-benar tidak mau memberitahuku apa-apa, dia bilang kejutan untuk ELF, dan untukku pula.

   ”Karenanya, kau tidak boleh ikut besok,” katanya mencari mataku di dalam van Super Junior dalam perjalanan ke studio rekaman.

   Aku menatapnya. ”Oke, aku bisa tidur di rumah kalau gitu.”

   Dia menggigit bibirnya, sambil menunduk dan memainkan tanganku. Hihihi, ini kebiasaannya, dia suka memainkan jari-jariku, awalnya aku bingung, tapi suka wajahnya yang sedang memainkan jari-jariku. Seperti anak kecil yang bertemu dengan mainan kesukaannya.

   ”Tapi aku tidak suka.” Katanya lagi.

   ”Tidak suka apa?”

   ”Aku mau ditemani.”

   Aku mengangkat alis. ”Katanya aku tidak boleh lihat, bagaimana sih?”

   ”Justru itu, aku mau kau temani, sekaligus mau memberimu kejutan,” dia mendesah kesal dengan peperangan batin dalam dirinya sendiri. Itu lucu, aku suka melihat bibirnya yang tertarik ke belakang cemberut dan manyun.

   Aku nyengir. ”Hayooo, kau mau memberiku kejutan apa tidak? Kalau mau kau bisa bersabar kok, dan aku yakin aku akan senang dengan kejutan itu.” Aku mencoba mengutarakan pendapat.

   Dia memandangku lagi.

   ”Kau comeback kapan?” tanyaku.

   ”Pertengahan Mei, kurasa, wae?”

   ”Tidak terlalu lama, kan? Memang setelah syuting dan pemotretan kita tidak bisa bertemu? Bisa kan?” aku membujuknya. ”Atau kau berniat bersembunyi, berhubung konsep baru?”

   Dia menggeleng terkekeh. ”Aku tidak akan sembunyi.” Dia tersenyum kecil masih bermain dengan tanganku. ”Hanya menyembunyikan hal-hal kecil saja,” dia menatapku usil.

   ”Oh ganti warna rambut?”

   ”Aniyo, nanti kau akan tau. Kalau begitu nanti malam ke dorm ya, besok kan kita tidak bertemu.”

   Aku mengangguk.

   ”Dasar Romeo dan Juliet, kalian tidak sadar ya berbicara berdua dengan suara keras tapi di dalam sini ada kami?  Ckckckck.” Decak Heechul Oppa.

   ”Pengantin baru, Hyung.” Kyuhyun memutar matanya.

   ”Dunia milik berdua, lalu kami sewa tempat gitu?” tanya Eunhyuk tak terima.

   ”Iri!” aku merangkul Donghae, dan Donghae mencium dahiku.

   Seisi mobil berteriak : ”NORAK‼!”

   Mereka balik badan sementara aku dan Donghae terkikik. Bukan salah kami mereka berpaling kan? Lagipula ini sudah hampir sebulan aku dan Donghae berpacaran, tapi mereka masih senang sekali mengganggu kami saat kami sedang ngobrol berdua, sehingga dari awalnya kami malu-malu, jadi jengkel!

   Sambil menemaninya rekaman, aku bersandar di sofa ruang tunggu bersama member-member lain yang belum take vocal, lalu kalau gilirannya sudah selesai, dia akan keluar dan menemaniku. Karena kami tidak akan pulang sebelum seluruh member selesai.

   Hari ini aku bertekad membuatkannya bekal, karena kulihat selama satu bulan berpacaran dengannya, dia nampak tidak begitu banyak makan. Berbeda dengan member-member lainnya yang makan dengan lahap. Well, dia makan dengan lahap juga sih, tapi dia tidak terlalu suka ngemil seperti yang lainnya. Dia kebalikan sekali denganku yang suka makan, suka ngemil, intinya mulutku suka mengunyah! Jadilah, meski telah makan tadi siang, sorenya aku sengaja meminjam pantry disini untuk membuatkannya sandwich.

   Makanan yang mudah bukan? Karena aku tidak bisa masak yang aneh-aneh, apalagi yang ribet-ribet. Hanya roti berisi selada, timun, tomat, dengan mayones, keju, daging asap, dan telur cacah. Bahkan memotongnya saja tidak serapi chef di televisi, hiks… kuharap dia tidak melihat ini dari penampilan luarnya, karena dia akan tau kalau aku bukan gadis yang memerhatikan kerapihan.

   Kumasukkan potongan sandwich yang besar itu ke dalam kotak makan berwarna oranye, berbentuk Nemo, yang begitu kulihat di supermarket, langsung mengingatkan-ku padanya, dan langsung kubeli. Setelah roti-roti itu masuk, kubawa lagi ke ruang tunggu, dan Donghae masih di dalam ruang rekaman, aku menyilangkan kakiku sambil meniup-niup poniku yang mulai panjang.

   ”Hei, nggak capek?” tanya Heechul Oppa menghampiriku.

   Aku menggeleng. ”Nggak.” Jawabku sambil tersenyum.

   ”Itu namanya kekuatan cinta, Heechul-ah~” ledek Leeteuk Oppa yang sedang di mesin pengatur suara sambil memerhatikan gelombang suara yang dihasilkan Donghae, Sungmin Oppa, dan SJ KRY di dalam studio rekaman melalui layar grafik.

   ”Kalian ini benar-benar seperti pengantin baru, tidak terpisahkan!” decak Heechul. ”Sekarang rasanya kalau melihat Donghae, tidak lengkap kalau tidak ada kau. Padahal kalian baru sebulan~”

   ”Kalau begitu bawa pacarmu dong, Chul-ah.” Gumam si pengarang lagu yang juga mendengarkan.

   Heechul memutar matanya.

   Tak lama SJ KRY dan Sungmin Oppa, beserta Donghae keluar dari ruang rekaman. Padahal pendingin ruangan ini bekerja, tapi mereka berlima berucucran keringat. Woah, memang kalau rekaman dengan serius akan seperti itu. Aku sendiri tidak mendengar lagunya, karena yang bisa mendengar lagu itu hanya yang memakai headphone, jadi mereka tetap mau merahasiakan isi album keempat mereka padaku.

   ”Capek ya?” tanyaku pada Donghae sambil tersenyum, dia menggeleng dan duduk di sebelahku juga tersenyum. Aku mengangsurkan botol air mineral, dan mengeluarkan backpack tissue-ku, kuusap peluh di dahinya sementara dia minum.

   ”Ckckckckck, dunia benar-benar serasa milik berdua.”

   ”Kami ngontrak.”

   ”Mesra sekali, ya ampun!”

   ”Tidak terpisahkan.”

   ”Apa sih?” tanya Donghae sewot. ”Iri, kan? Kalau tidak suka kalian boleh tidak melihat kok.”

   ”Kalian mesra-mesraan di depan kami!” jawab Leeteuk Oppa sewot. ”Itu curang sekali namanya!”

   ”Apanya yang curang?! Pacar kalian sendiri yang tidak kalian bawa!”

   ”YA!” protes yang lain serempak.

   Aku terkekeh, akhirnya ada juga kenyataan lain yang terungkap setelah sebulan berpacaran dengan Donghae. Aku memang tau Siwon punya pacar, dan itu adalah Park Ririn, adik dari Leeteuk Oppa. Tapi, aku tidak tau dengan member lain. Menurut Chihoon, Kyuhyun sudah punya pacar, tapi aku belum pernah bertemu dengannya. Leeteuk Oppa, Heechul Oppa, Yesung Oppa sepertinya juga sudah punya pacar, tapi aku tidak yakin, dan aku juga malu bertanya pada Donghae. Shindong Oppa sudah jelas, siapa pacarnya kan? Sungmin Oppa dan Ryeowook, dan Eunhyuk aku tidak tahu.

   ”Aku buatkan makanan, makan ya…” pintaku padanya.

   Matanya melebar kaena senang, ”Jinja?! Woah, daebak! Hyung, Haejin membuatkanku makanan yee…”

   Aku nyengir sambil mengeluarkan kotak makan Nemo-ku, dan membuka tutupnya pelan-pelan. ”Maaf tidak rapi, karena aku tidak bisa rapi lagi,” ujarku putus asa. ”Semoga rasanya rapi.”

   ”Punya kami mana?!”

   ”Bagi doooong~”

   ”Curang!”

   ”Andwe!” Donghae menutup kotak makannya dan memeluknya erat-erat. ”Ini kan untukku, Haejin buatkan untukku, bekal pertama yang dia buat untukku. Enak saja kalian ikut makan!”

   ”Hei, kenapa kau ketularan Eunhyuk sih, jadi pelit begitu?!”

   ”Merong!” dia meledek membernya dan membuka kotaknya lagi, lalu menatap sandwichku dengan mata begitu berbinar. Aku tersentuh melihatnya, padahal sumpah, roti itu tidak rapi, bentuknya mencuat ke segala arah, tapi Donghae menatap rotiku itu penuh pemujaan.

   Begitu dia mendongakkan wajahnya, ada genangan di matanya, dan aku langsung blank? Dia nggak nangis lagi kan?

   ”Aduh, Haejin tanggung jawab ya! King of Tears beraksi,” dan Kyuhyun langsung cabut dari ruangan.

   Hihihi, satu lagi soal pacarku ini, dia cengeng sekali! Tapi itu berarti hatinya lembut dan sensitif. Kelihatan kok, dari cara dia memperlakukanku dengan lembut. Tapi kadang-kadang lucu juga, masa iya cuma gara-gara roti gak jelas buatanku, dia bisa menangis begini?

   Tapi ya begitulah dia, akhirnya aku ambilkan satu rotinya dan kusorongkan ke mulutnya. ”Aaah…”

   ”Oke, mereka mulai suap-suapan,” Heechul Oppa menghentakkan kaki.

   ”Romantisnya~” kata Ryeowook, dengan wajah bosan.

   ”Kalian mau sampai kapan sih seperti ini?” tanya Yesung Oppa penasaran.

   ”Kalian juga memangnya gak bosan ya ngeliatin kami?” tanyaku benar-benar penasaran.

   Mereka menggeleng.

   ”Hyungdeul iri aku punya pacar secantik kamu,”

   Dan hal itu berhasil membuat semua orang keluar dari dalam ruangan, aku tertawa terpingkal-pingkal. Dan dia terus makan, aku menyuapinya terus, sesekali mengusap ujung mulutnya yang belepotan mayones. Dia makan lahap sekali, ya ampun, kapan terakhir kali dia makan?

   ”Oiya, makan itu boleh kan?” tanyaku khawatir. ”Kau ada pantangan makan tidak?”

   Dia menggeleng, ”Aku dianjurkan makan banyak justru,” dia mengedip rahasia. ”Tapi aku bingung karena aku tidak kuat makan banyak-banyak. Untunglah kau membuatkanku ini, aku jadi semangat makan.”

   ”Iya, kamu kok gak kuat makan banyak sih?” tanyaku penasaran. ”Baru dua piring kamu udah kenyang.”

   Matanya melebar. ”Dua piring itu baru?” tanyanya.

   ”Ne,” aku mengangguk. ”Aku kuat lho makan lebih dari itu.”

   ”Aigooo…” dia mencubit pipiku gemas. ”Makanya pipimu chubby begini, kau harus makan yang banyak biar pipimu bisa kucubit. Tapi kalau kau yang masakkin aku yakin aku makannya lahap, kok.”

   Aku menggeleng. ”Aku malah nggak yakin.”

   ”Kamu pikir aku bohong?”

   ”Nggak, karena makananku gak layak makan, aku kan gak bisa masak. Ini kan gampang,”

   Dia cuma tersenyum. ”Tapi kan tangan kamu yang buat, dan enak kok.”

   Aku tersenyum dan memalingkan wajah, wajahku pasti memerah, pujiannya terdengar tulus, dan itu nyentuh banget ke hatiku. Dia menyolek bahuku, aku menoleh lagi.

   ”Aaah…” dia minta disuapi lagi, aku menyuapinya lagi.

   Sampai pintu terbuka, dan wajah Eunhyuk yang jengkel masuk. ”Kalian mau bulan madu sampai kapan? Ayo, kita mau pulang! Hae, malam ini kita masih ada jadwal, jadi ayo pulang sebelum kuberitahu Haejin apa yang kau kerjakan!” ancam Eunhyuk.

   Aku mengernyit.

   ”Ya!” protes Donghae. ”Ara~” dia cemberut. ”Ayo, Sayang… dia kurang dapat perhatian sejak aku pacaran denganmu.”

   ”Oh ya ampun, malangnya aku,” sindir Eunhyuk.

   Aku diantar lagi-lagi sampai ke pintu dorm. ”Makasih bekalnya, enak sekali…” katanya sambil tersenyum. ”Aku akan syuting MV besok, tapi aku akan meneleponmu dan mengirimimu pesan. Kau akan balas, kan?” tanyanya berharap.

   ”Pastilah,” senyumku. ”Hwaiting!”

   ”Gomawo, jangan tidur malam-malam.” Pesannya.

   ”Iya, kau juga kalau ada waktu istirahat, gunakan dengan baik, aku memang tidak tau apa jadwalmu malam ini, tapi semoga sukses!”

   ”Kau akan suka, kok.” Dia tersenyum lagi.

   ”Ya sudah, hati-hati.”

   ”Ne.” dia melambai dan berlari-lari kecil pergi.

   Aku menutup pintu dorm dan di dalam adik-adikku masih belum pulang, kulirik jam dinding pukul sembilan. Tugas menggila apa lagi yang diberikan kepada mereka? Sampai mereka tidak bisa menikmati masa remaja, bukan karena keartisan melainkan karena tugas?

   Esoknya aku bangun pagi dengan santai, tidak mandi buru-buru, karena hari ini dipastikan Donghae tidak akan menjemputku. Dia akan syuting MV untuk album keempat Super Junior, jadilah aku menyiapkan roti panggang dan tiga gelas susu untuk kami dalam keadaan belum mandi, dan masih berbaju tidur, meski sudah cuci muka dan sikat gigi.

   ”Pagi, Onnie.” Kyorin keluar kamar duluan, seperti biasa, dengan piyama dan sandal bulu, lalu ke kamar mandi mencuci mukanya dan menggosok gigi. Tak lama Chihoon keluar dengan gaun tidur kepanjangannya dan gantian dengan Kyorin cuci muka dan sikat gigi.

   Aku mengeluarkan selai-selai dan meletakkannya di atas meja makan, Kyorin duduk dan mengambil rotinya. ”Onnie mau pakai apa?” tanyanya, anak itu selalu mengoleskan roti untukku duluan.

   ”Selai kacang aja.” Jawabku sambil tersenyum dan meletakkan tiga cangkir di atas meja.

   Tak lama Chihoon keluar dan duduk di meja makan, lalu sambil mengoleskan mentega ke rotinya dia menatapku dari ujung rambut hingga ujung kaki. ”Onnie, tumben belum mandi?”

   ”Aku hari ini di rumah,” jawabku riang.

   ”Oh, nggak ada jadwal?”

   Aku menggeleng. ”Aku memang tidak berjadwal,”

   ”Itu jadwal menemani suami,” sahut Chihoon. Ya ampun, anak itu pagi-pagi mulutnya sudah suka usil.

   Aku memutar mataku. ”Hari ini mereka syuting MV terbaru, aku tidak boleh lihat, katanya kejutan.”

   ”Ah jinjayo?!”

   ”Wah, mereka akan comeback,” kata Kyorin semangat, yep dongsengku ini sejak trainee memang sudah terkenal dengan ELF-nya, terutama Ryeosomnia-nya. Dia penggemar Ryeowook. Tapi dia profesional sekali di dekat Ryeowook, tidak nampak salting atau apa.

   ”Kira-kira apa ya konsep Super Junior?” kata Chihoon penasaran sambil mengunyah rotinya.

   ”Kyuhyun Oppa tidak bilang apa-apa padamu?” tanyaku.

   Chihoon menggeleng. ”Dia mana suka ditanya-tanya begitu, lagipula aku suka dengan penasaranku. Jadi tunggu nanti, tapi aku juga mau menebak. 2PM comeback di Januari lalu dengan konsep black, MBLAQ juga, apa boyband lagi keranjingan konsep black gitu ya?”

   ”Hmm, girlband juga, cuma kita yang tidak…” desahku.

   ”Ne, Kara, T-Ara, dan SNSD di album repackage-nya Run Devil Run juga konsepnya black.”

   ”Kara dengan Lupin, T-Ara yang I Go Crazy Because of You, kan?” tanyaku, aku mengangguk. ”Benar juga, 2PM dengan Without U, konsepnya black, MBLAQ dengan Y, juga black. B2ST juga, trus apa lagi ya…”

   ”Apa ada kemungkinan Super Junior juga gitu?”

   ”Molla, kita tunggu saja.”

   Aku diam, lalu kemudian tertawa terbahak-bahak. Membayangkan kesepuluh anggota Super Junior itu memasang tampang galak seperti 2PM di lagu Without U dan dalam konsep black. Kok kayaknya mustahil ya? Mereka kan usil, cablak, tidak tau aturan, suka tumpah dan berceceran, dalam arti mereka itu heboh dan kalo udah ribut ya riuh banget, dan nggak ada jaim-jaimnya. Satu hari bersama mereka, sudah bisa melihat betapa gelo-nya mereka.

   Tiba-tiba membayangkan wajah sok seram mereka di seperti di Without U, aku langsung tidak bisa berhenti tertawa. Aku ingat sekali, waktu anak-anak 2PM, minus Taecyeon tentunya, memperlihatkanku MV Without U, sebelum MV itu rilis. Dan tau apa yang terjadi? Aku ngakak tidak berhenti di lantai, sampai-sampai mereka habis akal menyuruhku berhenti tergelak.

   Bagaimana aku tidak tertawa geli? Membayangkan wajah sok sangar Wooyoung yang aslinya tukang nyeletuk itu? Lalu wajah sok sangar Junsu Oppa, yang kutau orangnya agak-agak lola dan mudah diintimidasi, wajah sok terluka Nickhun Oppa yang sebenarnya sangat polos. Wajah Junho yang marah padahal dia kalau tersenyum eye smile-nya minta di cubit? Dan Chansung yang biasa jadi objek pelengkap penderita menangis memohon-mohon? Taecyeon, aku tak bisa berkomentar… ingin kukatakan harusnya aku yang menyanyikan bagian rapp itu untuknya. Aku tak peduli lagi sekarang, aku sudah ada Donghae, jangan pikirkan dia lagi!

   Dan Chihoon dan Kyorin juga tertawa memikirkan kemungkinan itu. Mereka berdua juga kenal dengan member Super Junior, jadi akan aneh kan kalau melihat mereka sok galak? Hahahaha~ akhirnya setelah mereka berdua mandi, aku mengantar mereka ke depan pintu dorm, dan melambaikan tangan kepada mereka berdua. Lalu aku baru mandi, dan membereskan rumah.

   Pukul sepuluh saat sedang memeriksa email dengan jadwal yang sedikit sekali, itu juga masih akhir bulan nanti, aku merasakan ponselku bergetar di atas meja kerja. Dan begitu kubuka, ternyata pacarku yang mengirim pesan.

From : fishy ^^

            Sayang ^^ bagaimana harimu? Rindu padaku? Kekekeke

Kubalas sambil tersenyum kecil.

To : fishy ^^

            Hariku menyenangkan ^^ tidak rindu, biasa saja :p kau kali yg rindu padaku?

Tak lama balasannya datang

From : fishy ^^

            Teganya T___T

Aku langsung tertawa dan membalas lagi.

To : fishy ^^

            Aniyo, aku cuma bercanda kok aku rindu padamu juga, hwaiting ya Hae‼! Buat aku surprise

Dan dia langsung membalas cepat.

From : fishy ^^

            Jinja?? Akhirnya kau bilang juga kalau kau kangen padaku hihihi… aku akan semangat, Miina

Aku mengernyit, tidak biasanya dia memanggilku cantik. Ada apa? Tapi sudahlah, kubiarkan saja, toh dia memang biasa menggombal, meski hanya kuanggap angin lalu hehehe.

   Seharian kuhabiskan dengan hanya bermalas-malasan menonton televisi, dan menonton drama Cinderella Onnie, yang katanya seru. Tapi karena sedih aku menangis terus dan mataku lelah, akhirnya aku ketiduran, dan begitu bangun sudah jam tujuh malam. Aku memutuskan memesan makanan untuk adik-adikku yang memang selalu pulang malam karena mengejar pelajaran di sekolah, sehingga jika mereka pulang makanan sudah tersaji.

   Benar saja, saat aku mandi sore mereka pulang dan langsung makan dengan bernafsu. Ya ampun mereka pasti capek, apalagi kulihat sepertinya tugas mereka banyak.

   Ponselku berdering lagi, kuangkat ternyata Donghae.

   ”Halo?”

   ”Halo, Sayang…”

   ”Halo? Udah selesai syutingnya? Capek nggak?” tanyaku.

   ”Hmm udah, lumayan capek, kamu lagi apa?”

   ”Baru mau makan. Kamu udah makan?”

   ”Belum.” Jawabnya manja.

   Aku terkekeh. ”Kamu dimana?”

   ”Wae?”

   ”Mau kuanterin makan? Kalo capek pasti nanti kamu sampe dorm langsung tidur deh… harus makan dulu.” Kataku.

   ”Arasseo, aku mau ke dorm, perlu kujemput?”

   ”Nggak usah, aku sendiri aja kesana.”

   ”Ya udah, hati-hati sayang…”

   ”Iya.”

   Setelah mencuci piring dan pamit kepada Kyorin dan Chihoon aku turun ke bawah dan memanggil taksi. Di taksi aku mampir dulu ke kedai bulgogi, kudengar Donghae suka sekali makanan itu, jadilah kupesankan dalam porsi banyak, karena nanti yang lain protes lagi kalau aku cuma membelikannya untuk Donghae. Aku sampai di dorm mereka dan melangkah menuju lift saat seorang gadis ikut masuk bersamaku.

   Aku menekan tombol lantai duabelas, dan dia menekan tombol lantai sebelas. Aku mengernyit heran menatapnya, dia menoleh dan kaget melihatku. Omo! Kurasa dia mengenaliku, meski tanpa make up. Dia menatapku berbinar-binar, aku balas tersenyum padanya di lantai sebelas pintu lift terbuka, dan betapa terkejutnya aku, Donghae ada di depan situ dengan Harddisk eksternal di tangannya, dia tidak memandangku melainkan memandang gadis itu.

   ”Halo,” sapanya ramah.

   ”Hai, Oppa…”

   ”Mau ketemu Kyu ya?”

   ”Ne, aku duluan ya,” gadis itu keluar dari lift dan Donghae masuk ke lift memunggungiku.

   Aku speechless, dia tidak melihatku disini?! Akhirnya dengan tidak sabar aku mencolek-colehk punggungnya. Dan dia menoleh lalu matanya melebar kaget, tapi senyum senang mengembang. ”Sayaaaang~” katanya.

   ”Tadi siapa?” tanyaku langsung. ”Sampe gak ngenalin aku gitu…” sambungku penasaran.

To Be Continued

Akhirnya saudara-saudara, ini FF publish juga ^^ maaf ya nunggu lama, moodku waktu itu jelek gara-gara si Ikan Mokpo, begitu udah bener, mood buat nerusin WIF-nya nggak ada, sampe frustasi, untunglah sekarang ada lagi… jadi maaf kalo kurang memuaskan hehehe… 

setting diatas diambil waktu Super Junior mau comeback Bonamana yaaa ^^ enjoy reading, dan makasih buat komen-komennya, mian gak dibales satu-satu tapi pasti aku baca dan aku perhatikan masukan dari temen-temen semua *bow* saranghae ^^

 

66 thoughts on “{JinHaeXy} When I Fall ~Part 10~

  1. ckck, yang baru jadian.. mesranya,
    aigo kasihan member yang lain, xd!
    makanya cari pacar… !!! aku nganggur loh oppa-oppa, #plak

  2. aigooo ya! hae lucu banget di buatin bekel malah nangis, kyeowoooo~ >< wkwkwkkwkw.
    ash keliatatan banget hae bahagia dapetin haejin, tapi perkiraan aku ntar kalo udah seneg2 gini, party selanjutnya angst! *plaksotoy wkwkwkwk.
    WIF !! cant waiiit ~

  3. cieeeeeeeeeeeeeeeeeeeh…… so sweet banget sih… ngakak baca tingkah anak2 suju tiap merasakan aura jinhae..! hahaha😄😄😄😄😄
    cieh,,,cieh… nggak berhenti buat senyam-senyum baca ni ff… ya ampun,,, hae… ckckckc… kapan ya.. ada namja asli seperti itu? buset… hahhaa
    *kabur ke WIF part 11*

  4. Pingback: {JinHaeXy} When I Fall ~Part 12~ « JinHaeXy

  5. cie .
    Haejin donghae yang baru jadian.
    selamat yaaah.
    kasian member yg lain dicuekin .
    dunia serasa milik berdua😀
    akhirnyyyaaaa!!!

    ayo member yg lain cari pacar.sama ku juga boleh lol :b

  6. hah, ini episode waktu haejin donghae baru jadian yah… aku no comment dah.. ini part dimana semuanya masih galau, kan, onnie? *soktau* haha.. masa-masa pertama jadian yang indah =P penuh warna canda tawa cemburu dan curiga… *barusan aku ngetik apaan deh?

    aku udah pernah baca ini tapi belum komen kayaknya… –a semoga penyakit sider saya ngga kumat-kumat lagi,,, aaammiiiiin… =P

  7. CIYEEEEE YANG JADIAN CIYEEE PEJENYA DOONG xD *plakk
    Donghae kamu tak makan lhoo kalo jadian malah nangis, keterlaluan gembengmu. Gemes tau nggak!!! >,<
    Aduh hari ini cukup sampe 10 part dulu deh yaa Kak Nisya, aku capek baca wkwk. Yah walopun masih penasaran tapi tetep aja ntar kalo dipaksa malah nggak konek sama ceritanya -.- *curhat*
    Aku suka When I Fall xDD

  8. weeee.,, se cengeng itu kah donghae??? penasaran!! dan sepertinya aku mulai jatuh cinta dengan pasangan ini!! jiaaaa.,,, tak bisa berhenti tersenyum membacanya.,, lanjutt yaa semangatt!!!! ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s