{DramaFiction} Let’s Get Married ~Part 3~

Joori…

Pujaan hatiku…

Bagaimana keadaan cucu-cucu kita sekarang?

Baik bukan?

Aku mengirimkan ini…

*           *           *

”HUATCHIM‼!” Minho terus menerus bersin dalam balutan piyamanya.

   ”Huijangnim, Huijangnim tidak apa-apa? Apa Anda sakit?” para pelayan Minho mulai panik.

   Minho menggeleng dan mengangkat tangannya menahan para pelayan mendekat. ”Gwenchana… huatchim! Aku cuma… huatchim! Tidak berhenti bersin dari tadi… huatchim!”

   ”Benarkah? Ini pasti karena kemarin Anda pulang dalam keadaan kehujanan, kan?” seru pelayannya.

   ”Oiya, Huijangnim, karena hari ini hari libur, apakah Anda tidak berkencan? Biasanya di hari libur, jadwal kencan Anda padat, Huijangnim.”

   Minho menggeleng sambil menggaruk kepalanya. ”Yeojadeul? Aku sudah tidak terlalu tertarik dengan cewek-cewek itu sekarang.” Katanya santai sambil tersenyum atau bisa dibilang menyeringai.

   Para pelayannya kaget setengah mati. Choi Minho yang terkenal playboy, sekarang tidak tertarik pada gadis-gadis?

   ”Toh sekarang aku punya mainan baru,” katanya bersemangat.

   ”Mainan?” tanya para pelayannya heran.

*Kamar Haejin*

Haejin berdiri di depan cermin dengan gaun pengantin putih bersih panjang, rambutnya digelung sederhana, namun cadarnya diletakkan dibawah gelungan rambutnya, sehingga nampak seperti ditata.

   ”Woaaah! Haejin Agasshi, cantik sekali!” seru pelayan-pelayan yang membantunya di kamar.

   ”Ayo, Agasshi, dicoba lagi gaunnya… total ada selusin gaun pengantin yang dipesan oleh Joori Sajang, sayang sekali kalau tidak dicoba semuanya, Agasshi.” Kata pelayannya bersemangat.

   Haejin melirik deretan gaun pengantin mengembang tersebut, dan menghembuskan napas kuat-kuat, wajahnya kusut.

   ”Agasshi, semua orang sangat bersemangat soal pernikahan ini, kenapa cuma Anda yang biasa saja?” tanya pelayan satunya polos.

   ”Ya, tidak seperti itu…” Haejin duduk di sofa, sambil mengangkat cadarnya dengan selebor, lalu menopang dagunya dan menatap khawatir ke lantai. ”Hanya saja, sudah beberapa hari, tapi tidak ada surat perintah baru lagi.” Dia mengembuskan napasnya berat.

   ”Hee?! Agasshi, sejak kapan Anda mengharapkan surat perintah?” pelayan itu berbinar-binar.

   ”Aduuuuh, aku menunggu bukan karena berharap, tapi aku khawatir, perintah apa lagi yang akan diberikan Nenek Girang itu kepadaku!” seru Haejin kesal.

   ”Ah, berarti sebetulnya Agasshi sudah memutuskan siapa yang akan Agasshi pilih?”

   ”Aniya!” seru Haejin panik.

   ”MWO?!” teriak kelima pelayan wanita yang ada di dalam kamarnya tersebut. ”WAE?! Agasshi, Changmin dan Minho Huijangnim itu sangat sempurna, kenapa Agasshi tidak bisa memilih?”

   ”Sempurna kata kalian?! Makhluk-makhluk mesum seperti itu kalian bilang sempurna?! Astaga, jangan bercanda…” Haejin histeris. ”Mereka sudah menodai pikiran dan kehidupan gadis inosen sepertiku!”

   ”Tapi, Agasshi, meskipun Agasshi bilang seperti itu, mereka memiliki kisah hidup yang tragis,” kata salah satu pelayan itu.

   Haejin menatapnya tidak percaya.

   ”Jeongmalyeo, Agasshi… semenjak ibu mereka berdua meninggal…”

   ”Hei! Kenapa kau menceritakannya!” seru pelayan satunya.

   Haejin mengernyit, lalu bergumam. ”Pajoyo! Aku belum pernah mendengar cerita tentang kedua orangtua mereka berdua. Memang apa yang terjadi pada kedua orangtua mereka?”

   ”Nyonya Choi, Ibu dari Changmin dan Minho Huijangnim itu meninggal dunia ketika usia mereka berdua masih kecil, dan sejak saat itu, ayah mereka sama sekali tidak peduli pada mereka. Ayah mereka, mungkin terlalu sedih dan terpukul atas kematian istrinya, dan Changmin dan Minho Huijangnim, sedikit banyak mengingatkan Tuan Choi tentang istrinya.” Jelas pelayan itu.

   Haejin diam dan mengangguk, ternyata dia merasa dia masih sedikit lebih beruntung dari si kembar.

   ”Bisa Agasshi bayangkan masa kecil mereka yang sepi,” kata pelayan satunya lagi sambil tersenyum sedih. ”Jadi, meskipun Agasshi melihat sikap mereka yang seperti ini… saya yakin Agasshi akan mengerti diri mereka yang sebenarnya, segera.”

   Haejin berusaha membayangkan bagaimana sedihnya kedua anak itu, Haejin masih beruntung, ibunya masih ada, meski materialistis, dan dia masih memiliki kenangan akan ayahnya.

   ”YO! YO! YO! AYO KUMPUL SEMUA!” suara yang sangat mengganggu indahnya pagi itu tiba-tiba terdengar, dan mengejutkan seisi rumah. Seisi rumah langsung mencari sumber suara, yang ternyata berasal dari kolam renang indoor.

   Dan betapa inginnya Haejin meninju nenek tua yang sedang bergaya ala putri duyung di dalam perahu karet di kolam renang tersebut. ”Pagi semua…” sapanya tanpa dosa.

   ”Haelmonie…” keluh Minho. ”Semakin lama Haelmonie semakin tidak sadar umur saja…”

   ”Ngantuk…” keluh Changmin sambil mengusap-usap matanya.

   Haejin benar-benar menahan diri untuk tidak menenggelamkan nenek aneh yang bertanya, ”Sudah bangun semua? Baguslah… dan sekarang, sudah waktunya pengumuman perintah ketiga!” si Nenek menjentikkan jari, dan sebuah gulungan kertas yang tertempel di pilar ruangan, membuka.

TIDUR BERSAMA

”Tidur… apa?” tanya Changmin sambil mengucek-ngucek matanya.

   ”Tidur bersama,” sahut Minho sok cuek.

   Haejin sudah shock.

   ”Pengertian ’tidur bersama’ disini adalah, laki-laki dan perempuan tidur di dalam satu atap, atau dalam kata lain, kumpul kebo!” dan si Nenek Joori mulai joget-joget aneh di atas perahut karet. ”Aku masih ingat, malam pertamaku dengan Sukjin…”

   Dan Haejin melempar Nenek itu dengan sandal kamarnya, tepat pada sasaran. ”Aku tidak mau dengar! Ya, Haelmonie, apa maksudmu dengan tidur bersama?!” jerit Haejin. ”Kami kan belum menikah‼! Aku diajarkan adat Mokpo, dan kau jangan seenaknya menyuruhku melanggar tabu!” seru Haejin semakin histeris.

   ”Ya, Lee Haejin… bukankah kumpul kebo itu sudah biasa sekarang ini? Kau ini benar-benar dari kampung sekali ya…” Changmin memandangnya aneh.

   ”Bukan itu poinnya!” bentak Haejin panik. ”Keperawananku dalam bahaya!”

   Minho dengan girangnya lalu menggendong Haejin ala bride dan berkata, ”Yeobo… tenanglah, aku tidak akan kasar-kasar… sekarang kita langsung ke kasur saja, bagaimana?”

   ”TURUNKAN AKU!” jerit Haejin sambil mencekik leher Minho.

   Sementara pelayan botak kesayangan Changmin menyusul Changmin yang pergi begitu saja. ”Huijangnim, Huijangnim harus cepat bergerak! Anda lihat, Minho Huijangnim sudah bergerak duluan…”

   ”Tak apa…” sahut Changmin cuek.

   ”MINHO HUIJANGNIM!” tiba-tiba teriakan panik memenuhi ruangan.

   ”Ya, Minho-ya… Choi Minho!” seru Haejin yang terjatuh dalam pelukan Minho yang sudah tidak sadarkan diri. Haejin meraba dahi Minho. ”Astaga! Badannya panas, kita harus memindahkannya… tolong bantuk aku…” kata Haejin panik.

   ”EMERGENCY‼!” teriakan memenuhi rumah besar itu.

   Tiba-tiba Haejin sudah di dorong minggir oleh seluruh pengurus rumah yang langsung membawa Minho ke atas kasur dorong yang entah dibawa oleh siapa, dan Minho dipindahkan ke dalam kamarnya. Setelah itu, Haejin dan Changmin hanya bisa mengintip lewat pintu kamarnya.

   ”Ya, dia cuma demam kan?” tanya Haejin.

   ”Kayaknya sih,” ujar Changmin.

   ”Lalu kalau dia cuma demam kenapa semua orang disini panik?” tanya Haejin bingung.

   Dan Haejin serta Changmin di dorong minggir oleh para pelayan. ”Itu benar! Karena Minho Huijangnim adalah Pangeran kami, yang dititipkan oleh Tuan Besar Choi untuk dijaga, untuk itulah, kami protektif!” kata para pelayan itu.

   Haejin masih nampak khawatir, Changmin memerhatikannya. ”Ya, sejak kapan kau begitu peduli pada Minho?”

   ”Mwoya?! Aniyo!” elak Haejin.

   ”Jeongmal?!” tanya Changmin mengangkat alis. ”Tapi aku merasa kasihan kepadanya, seluruh pelayan sekarang jadi overprotektif kepadanya. Dan mulai sekarang rasanya dia akan selalu minum obat terus menerus…” Changmin melirik gadis disebelahnya penuh arti. ”Andai saja, kau mau masuk dan merawatnya.”

   Wajah Haejin memerah, dan langsung memalingkan wajahnya. ”Ke…kenapa harus aku? Seluruh pelayan kan merawatnya…”

   Tak lama terdengar beberapa langkah kaki, dan muncullah Joori Haelmonie dengan dandanan normal. Haejin menatapnya masih agak sinis, sementara Changmin menyapanya. ”Haelmonie…”

   ”Nyonya Besar, hendak menjenguk Minho Huijangnim.” Kata pelayan botak yang biasa bersama Changmin itu.

   ”Ah!” Joori Haelmonie tiba-tiba menatap Haejin penuh arti.

   Haejin sudah merasa akan ada yang tidak beres terjadi.

   ”Hei,” kata Joori dengan suara beratnya yang khas. ”Beritahu ini, umumkan kepada seluruh rumah!”

   Semua yang ada di depan kamar Minho, diam menunggunya selesai bicara.

   ”Aku akan membawa semua yang ada disini berlibur ke Pulau Jeju, jadi semuanya mari kita pergi!” serunya bahagia, membuat Haejin dan pelayan botak setianya itu melongo parah. Lalu dia menatap Haejin penuh arti. ”Jadi, aku akan menyerahkan semua hal disini untuk diurus olehmu, Haejin-ssi.”

   Dan setelah itu, mereka semua benar-benar pergi‼! Mereka naik pesawat pribadi yang memang memiliki landasan sendiri di rumah, dan semua pelayan pergi tanpa terkecuali.

   Jadilah, di rumah itu hanya tinggal Haejin, Changmin, dan Minho!

   ”Astaga! Wanita itu memang benar-benar sudah gila! Aku tidak percaya dia akan melakukan hal seperti ini!” omel Haejin.

   ”Well, Haelmonie memang tipe orang seperti itu,” sahut Changmin.

   Tapi bagaimana mungkin dia meninggalkan cucunya yang sedang sakit?! Wanita gila! Dan sekarang dia malah berlibur?! Haejin benar-benar tidak habis pikir.

   ”Eeh… kalian teriak-teriak apa sih?” tanya suara lemah di belakang mereka.

   Changmin dan Haejin berbalik. ”Minho?!”

   ”Tak apa-apa, sudah tidur lagi sana, bodoh!” kata Changmin pada saudara kembarnya.

   ”Ahahaha…” dan Minho merosot lemas, wajahnya pucat. ”Kalau kita tidak menyelesaikan ini, tapi nanti…”

   ”Minho-ya!” panggil Haejin cemas, karena Minho yang berkeringat dingin, napasnya mulai tersengal saat bersandar di dinding. Nenek itu benar-benar kelewatan, dia menyerahkan padaku cucunya yang hampir sekarat ini?! Haejin berseru pada Changmin. ”Changmin-ah, dengarkan aku!”

   ”Oh?!”

   ”Karena sudah terlanjur seperti ini, maka kau harus membantuku, aku tidak tau apakah bantuan kita ini berguna atau tidak, tapi yang jelas kau harus membantuku!” seru Haejin pada Changmin. ”Sekarang, berhubung kamar Minho besar, dan langit-langitnya terlalu tinggi, pastilah dingin, sementara badannya panas! Jadi dimana ruangan berlangit-langit rendah disini?!” seru Haejin cepat.

   Changmin berusaha mengingat-ingat. ”Rasanya kamar paling kecil, adalah kamar yang dulu kami tempati saat masih kecil dulu… tapi itu juga besarnya kira-kira beberapa ratus meter…”

   ”Oh, Tuhan! Aku tidak perlu pamermu, yang penting sekarang kau gendong Minho kesana!” Haejin menarik Changmin ke arah Minho yang sudah antara sadar dan tidak. ”Saudara kembarmu satu-satunya sekarang sudah nyaris ’lewat’ jadi mau tidak mau tugas ini jatuh kepadamu.”

   ”Kenapa harus aku?” dumel Changmin.

   ”Lalu aku juga butuh banyak handuk dan baskom berisi air, lalu disini dapurnya dimana?!” tanya Haejin pada Changmin yang sudah susah payah menggendong Minho yang tak sadarkan diri.

   Akhirnya setengah jam kemudian, Minho sudah berbaring di balik selimut, dengan kepala di kompres handuk.

   ”Bagaimana keadaanmu?” tanya Haejin pada Minho.

   ”Ne, hangat… enak,” jawab Minho pelan, dengan mata masih terpejam.

   Pintu kamar terbuka, dan muncullah Changmin yang ngos-ngosan membawa gundukan handuk. ”Aku masih tak percaya kau memerintahkanku melakukan semua ini!” dumelnya.

   ”Terima kasih, Changmin-ah,” sahut Haejin seadanya masih terus memerhatikan Minho yang pelan-pelan membuka matanya. ”Ada apa, Minho-ya? Ada sesuatu yang kau inginkan?”

   ”Hmm…” gumam Minho. ”Wanginya enak.”

   ”Ah,” Haejin mengambil mangkuk yang diletakkan di meja. ”Aku membuatkanmu bubur, mau?”

   Minho pelan-pelan bangun dan duduk bersandar di kepala kasur, sementara Haejin tiba-tiba meniup bubur panas tersebut, dan menyorongkan sendoknya pada Minho sambil berkata, ”Ayo, buka mulutnya, bilang aaaa…”

   ”Ya… aku kan bukan anak kecil,”

   Haejin menyuapkan sesendok bubur itu ke mulut Minho yang meski menolak, tetap juga ditelan olehnya. Haejin tertawa melihat ekspresi Minho yang seperti anak kecil, ”Othe? Enak?”

   ”Hmm…” Minho mengangguk. ”Tapi kan ini memalukan…” gerutu Minho.

   ”Sudah jangan banyak protes, orang sakit harus menurut…” dan Haejin lagi-lagi menyuapi Minho.

   Changmin cuma memerhatikan dari jauh, lalu sambil membenarkan letak kacamatanya dia bergumam. ”Aku sudah tidak diperlukan disini rasanya…” dan dia melangkah mendekati pintu.

   ”Ya!” Haejin meletakkan mangkuk buburnya, lalu mengejar Changmin keluar. ”Changmin-ah! Choi Kang Changmin!” seru Haejin.

   Changmin menoleh dengan bete lalu bertanya sinis, ”Apa?! Kau mau menyuruhku membantu Minho apa lagi?!”

   ”Jamkamanyo!” Haejin tiba-tiba menarik kerah baju Changmin turun mendekat ke wajahnya, wajah Changmin memerah mendadak, tapi Haejin menyentuh dahinya sebentar. ”Kan! Apa kubilang… kau juga demam!”

   Changmin menjauhkan wajahnya dari Haejin dan meraba dahinya sendiri. ”Demam?!” tanyanya tak percaya.

   ”Aish! Jangan bilang kau tidak tau? Badanmu panas, Changmin-ah! Kau pasti tertular Minho. Ayo sini, aku harus mengurusmu!”

   ”Aniyo! Aku akan minum vitamin dan aku akan baik-baik saja, Haejin-ah!” tolak Changmin.

   Haejin baru menyadari, betapa sedihnya menjadi Changmin dan Minho. Setiap dia sakit, ibunya pasti selalu ada di sampingnya dan merawatnya. Tapi Changmin dan Minho, ibunya sudah tidak ada sejak mereka kecil. Dan sekarang yang mengurusnya hanya pelayan-pelayannya, dan sekarang pelayan-pelayannya juga malah pada pergi liburan.

   ”AH! AKU SEBAL!” seru Haejin dan langsung menarik Changmin paksa. ”Obat demam itu bukannya vitamin, bodoh! Tapi kasih sayang! Sudahlah, nurut padaku, karena sudah tidak ada waktu, dan tidak ada tenaga tambahan, aku akan merawatmu bersamaan dengan Minho!”

   ”Tapi kubilang aku baik-baik saja!” seru Changmin berusaha melepaskan tangan Haejin yang menariknya.

   ”Kau ini keras kepala sekali sih?!” omel Haejin. ”Kalau kau begini terus yang ada sakitmu tambah parah, bodoh!”

   ”Heh! Kau tidak boleh memaksa pasien!” teriak Changmin yang entah kenapa kalah oleh tenaga Haejin yang menyeretnya masuk ke kamar rawat Minho tadi. ”Dari kecil kalau aku sakit aku selalu diledek, karena namaku Changmin, mirip dengan masuk angin, jadilah aku selalu sakit.”

   Haejin berhenti menariknya dan menoleh menatapnya, dan Changmin bergumam, ”Jadi itulah alasannya aku…” gumam Changmin malu.

   Tawa Haejin meledak. ”Hahahaha eh, Changmin sama Masuk Angin jauh kali!”

   ”Tuh kan kau tertawa!” omel Changmin.

   ”Ahahaha, ya… mianhae,” Haejin berusaha mengontrol tawanya. ”Aku selalu menyangka Changmin adalah orang yang berbeda dengan Minho. Jadi aku sendiri bingung apa yang sama dari kalian…” senyum Haejin. ”Tapi ternyata kalian sama saja, sama-sama bocah!”

   Changmin terdiam mendengar penjelasan Haejin.

   ”Dan aku bersyukur karenanya,” senyum Haejin tulus.

   ”Hee, maksud…mu?” tanya Changmin dengan wajah memerah.

   ”Maksudku, sana baring!” tiba-tiba Haejin sudah mendorong paksa Changmin masuk ke kamar Minho, dan mendorongnya ke kasur. Minho sampai terbangun dan kebingungan. ”Oke, kalian berdua, jadilah anak baik… jangan nakal! Aku mau ganti air kompresan!” dan dengan riang Haejin mengambil baskom air yang tadi digunakan untuk mengompres Minho.

   ”Ya… apa yang terjadi?” tanya Minho pada Changmin bingung.

   ”Kata dia sih aku kena demam juga, dan aku dipaksa untuk istirahat disini bersamamu…” keluh Changmin sambil masuk ke balik selimut, disebelah saudara kembarnya itu.

   Minho terkekeh. ”Changmin, memang gampang masuk angin!” ledek Minho, yang langsung dihadiahi jitakan manis dari Changmin.

   ”Sudah berapa kali kukatakan kepadamu, bodoh?! Jangan pernah sebut kata-kata Changmin Masuk Angin itu, atau aku akan benar-benar membunuhmu!” omel Changmin, sementara Minho mengusap-usap kepalanya.

   ”Tapi…” kata Minho sambil tersenyum menatap langit-langit. ”Aku tidak tau kalau kau akan mendengarkan kata-katanya.”

   ”Bukan mauku…” gerutu Changmin sambil berbaring miring. ”Dia yang memaksaku masuk kesini, aku tidak bisa menolak.”

   Minho terkekeh. ”Pajo! Tidak bisa melawan dia ya… Changmin-ah, apa pendapatmu tentang dia?” tanya Minho tiba-tiba serius.

   ”Idiot.”

   ”Apa maksudmu?” tanya Minho.

   ”Kau selalu seperti ini,” sahut Changmin. ”Seperti kita kecil dulu, saat kau masuk ke kamarku, karena tempat tidur kita terlalu besar untuk ditiduri seorang diri.” Changmin lalu berdiri.

   ”Ya, mau kemana?” tanya Minho heran dan menyusulnya.

   Changmin membuka pintu kamar, dan dia dan Minho dengan mulusnya terkekeh melihat Haejin yang tertidur sambil memeluk baskom di depan pintu. Pulas sekali, benar-benar seperti orang capek.

   ”Dia mungkin benar-benar lelah,” kata Minho menatap gadis yang tertidur itu dalam sambil tersenyum. ”Apalagi ketika Haelmonie dengan rencana gilanya, dan perintah dari kakeknya yang memberatkannya, dia pasti benar-benar lelah.”

   Changmin terkekeh. ”Aku baru sadar ini menarik!”

   ”Apa maksudmu?” tanya Minho.

   ”Aku sama sekali tidak menyangka, bahwa kau akan menganggap serius perjodohan kita ini.” Changmin menoleh menatap Minho.

   ”MWO?! ANIYO!”

   Tapi mulutnya keburu dibekap lagi oleh Changmin. ”Jangan berisik bodoh! Dia sedang tidur!”

   ”Kalian kenapa berisik sekali siiih?” igau Haejin dengan suara berat dan mata masih tertutup. ”Kalian kan harus ada di atas kasur sekarang jadilah anak baik, ayo tidur… selamat tidur…” igau Haejin terus.

   Tapi kalimat kecil itu, sontak membuat si kembar terdiam.

   ”Changmin, Minho? Sakit ya? Karena sedang sakit, harus tidur cepat… sekarang jadilah anak baik, ayo tidur… selamat tidur…”

   Satu kalimat yang biasa ibu kandung mereka katakan pada mereka.

*           *           *

”Hmm…?!” Haejin perlahan-lahan membuka matanya yang terasa berat, dan badannya terasa sesak. Begitu kesadarannya semua berkumpul, dia barulah menyadari, dia sudah ada di tengah-tengah tempat tidur, dengan Minho dan Changmin di sebelah kanan-kirinya. ”MWOYA?! BAGAIMANA INI?! APA YANG TERJADI? KAPAN AKU DIBAWA KESINI?!”

   ”Hmm… berisik!”

   ”Apa sih yang kau takutkan?”

   Dua suara mengantuk itu membuat Haejin terdiam, Changmin dan Minho masih dengan mata terpejam, dan masih berbaring miring menghadap dirinya yang posisinya di tengah. ”Kami tidak ada tenaga… untuk menyerangmu.” Tutup mereka berdua, dan mereka pulas lagi.

   Haejin akhirnya terkekeh, dia merasa seperti ibu kandung kedua bocah ini. Akhirnya Haejin berbaring lagi dan mereka bertiga tidur dengan nyenyaknya.

*Pulau Jeju*

”BERHASIL! Mereka tidur bersama…”

   Joori terkekeh melihat betapa berhasilnya rencananya dengan CCTV yang dipasang di seluruh rumah.

To Be Continued

38 thoughts on “{DramaFiction} Let’s Get Married ~Part 3~

  1. itu neneknyaa gila , tidur bareng ??? Si ikan ngamuuuukkkk ~

    Apaan itu minho gendong haejin aala bridestyle, uwaaahh mintaa si ikaann ngadain banjir bandang lagi ?? Itu si donge uda meledaakk eonn nontonnyaa. *jogetjoget*

    tapi aku merdeka kalo liat abang ikaan cemburu liatnyaaa . Hahaha ,

    Penasaraan episodd slanjutnyaaa,

  2. misinya makin lama makin aw aw aw, wkwk!!
    Kaya banget ya keluarga choi,
    Rumahnya punya landasan pesawat pribadi, wow~

  3. wah part 3 ini mantep deh un😀
    changmin masuk angin *ngakak
    mereka berdua lucu ya kalo pas sakit, trus haejin jadi kelihatan lebih kalem
    rasanya damai benget liat mereka bertiga ga ribut2 terus
    kkkkk~
    si minho+changmin kyaknya udah mulai ada rasa sama haejin
    ihihihih
    semakin lama partnya emang semakin saaaah banget dah perintah2 yang diksih kakeknya hejin dan nenek joori semakin ekstrim😄
    keluarga choi kelewat kaya u,u
    ahahhaha
    part 4 nya di tunggu unnie :))

  4. haelmoninya sadis….tapi gokiel juga…haahaahaa
    Misi2’x kurang ekstream…hahaha…yg ekstream kan lebih seru…

    Haejin enak bgt sii….bobo di antara pangeran2 nan tampan…huuhh

    Part 4 di tunggu^^

  5. CHANGMIN MASUK ANGIN XDD
    *d getok Changmin*😀
    part 4 makin seru ^^
    adegan tidur bersama yg sempurna >.<b
    Kaze-Min
    Nagi-Ho jjang😀

  6. cuma bisa elus elus dada, kelakuan neneknya super sarap.
    pantesan 2 cucunya juga sarap mesum *ditabok fans*
    itu lagi girang banget liat 2 cucunya haejin kumpul kebo ckck.

    terusin ff ini onn,ngga sabar nunggu lanjutan kesarapan neneknya :p kekeke
    Fighting!!😀

  7. nenek joori gila, *dikubur nenek joori di tanah abang*
    nek.. ikan ngamuk nek.. ikan mau bunuh diri nanti nengok momma nya sama namaj lain ..

    aduh nenek ikan jadi evil kyk kyuhyun nanti nek, main bantai minho ma changmin ,,

    eh buset .. haejin enk nya dirimu nak.. di kelilingi oleh namja tampan..

    iri, iri.. bisa bisa jkt banjir juga nii .. *nyiapin ember*

    LANJUT onnie ..

  8. CHANGMIN MASUK ANGIN ?! *brbngakak hahaha apa apaan haha kerokin aja dah.

    Itu nenek nenek asli ngocol , aneh aneh aja. Tapi GOKIL ! haha pntes aja cucunya kagak ada yg bner , mesum gtu *eh? Hahaha

    Itu keluarga choi , kebnyakan duit ya ? Aigoo aigo
    Ayo lanjot onn , gokil ! Hahaha

  9. aigoooo~ ituuuuu si nenek gaul girang amiiit daaaah~ ><
    hahahaha .
    kelakuan si nene garong #nyanyi << plakk!
    ahh~ disinii yaa mulai changmin peduli sama haejin .
    tadinya dia mau nyerahin aja ke minho kaan .
    aiyaa~ cinta segitigaa~
    eh, segiempat? bang donghae pasti amuk-amukan nonton episod1-3 !!
    kaga ada yang ngga ada skinship-nya .
    banjir maniiing banjir maniiing~😀
    next part asap unn~~😀

  10. Hahaha tidur barengnya ternyata gitu doang. ahahai… bagus bagus bagus. Tp kayaknya tetap aja ikan bakal cemberut… Lanjutannya jangan lama-lama.. Mumpung libur nih.

  11. yaaaa! nenek tua itu gilaa, sarapp. .inget umur nek. .-___-
    btw ceritanya makin menarik onnie. .
    Haejin pilih yg mana nih Minho ato Changmin ??*Donghae mewek* wkakakakaka..

    ditunggu chap brkutnya onn. .~

  12. JOORI NENEK SARAP SINTING GILA~~~
    Astaga nie nenek ya, sumpah geli ngbayangin dy dsini, iiiihhhh~~~

    T__T t’nyata kisah si kembar menyedihkan jg ya, kehilangan kehangatan keluarga😦

    LOL CHANGMIN MASUK ANGIN~~
    Jauh to the max, hahahaha~~
    Akhirny misi t’selesaikan jg, nie makin lama misinya makin stressss ya, hahahaha~~

    Itu nanti haejin sma siapa ya jdnya, minho apa changmin?ngarepnya seh ama minho🙂

  13. reaksi donghae ngeliat episode ini cemberut atau malah banjir bandang *ketawa setan*
    ky’a selalu ada skinship d tiap episode’a..
    ngebayangin nenek’a bergaya ala putri duyung jadi ngakak sendiri..
    lanjuuut..

  14. MWOYA IGE? ? ?
    Tidur brg? ? ?
    Tu nenek tua bner2 udah sarap!

    Gmana komen nya si ikan cengeng dong?
    Banjir ga tuh dorm suju?

    Ckckck
    aq mlah jd pnasaran sm misi selanjtnya. Apa lg besok?
    Pertama ciuman,
    kedua pelukan,
    ketiga TIDUR.
    Ap lg coba besok?
    Makin gila aj tuh halmeoni.

    Lanjut aja dah eon.
    Aq selalu menanti.
    ^^

  15. gila gila gila
    dan saia makin mupeng..
    haejin beruntung sekali…
    aigooooo….gila itu dech ma si haelmoni.. disuruh tidur bersama.. kumpul kebo????
    dan dengan teganya meninggalkan cucunya yang sedang sakit…
    masih penasaran ma changmin.. dia suka ga sich ma haejin????

  16. itu kata2 changmin masuk angin buatan onnie ya? Hahaha abis di komik kayaknya ga ada deh.
    ya ampun ga ngebayangin gmn ekspresi nya si ikan pas liat

  17. hohohoho…~~~
    haejin daebak ya…!!
    bisa ngurusin mreka berdua(minho&changmin)hehehehehe

    tapy q sedih juga melihat mreka,,
    lanjut ..lanjut

  18. Dasar joori, ne2k2 sarap.
    Mkin lma perntahny mkin aneh2 aj -.-”
    tidur bersama?Heh?Kykna biasa aj. Tp haejin aj yg pkiranny trlanjur kotor*plak*
    hahaha
    duh snengny, drmah m namja2 ckep gtu.
    Bkin mata segar onn, tp g enkny mlah dsuruh jagain org skit.
    Mank bner2 gila tuh nenek2, pgi ke jeju rombongan?? Dasar org kaya o.O.
    Nice fflh onn.
    Aplg bgian, “kami tidak ada tenaga untuk menyerangmu” (?)
    lanjut onn, daebak

  19. joori aneh -,- mainannya curang dia!! Bisa bgt bikin hhaejin tiidur brng gitu haha sweet dah kaya ibu dan 2anak kembarnya😀

  20. nenek-nenek gila…. ahahahah bner banget tuh,,, ya ampuuunnn tu nenek jail banget sumpah…
    ahhh ternyata si kembar rindu kasih sayang ibunya ya….
    penasaran ma misi dari sang nenek selanjutnya,,, ^^

  21. Nenek gilaaaaaa muahahaa apa itu masa nyuruh cucuny kaya gitu, keke

    itu minho sama changmin beneran sakit kan?bukan buatan neneknya xD

    aihhh haejin~ gimana sama si ikan? xD onnie lanjutannya ASAP😀

  22. aiiisss, , .
    tuh nenek gila, selalu aja bikin Haejin sweedrop. .
    apaan tuh kumpul kebo??? ckckck, gag elit banget halmeoni *dicekik Joori halmeoni*

    cieehhh, si Minho dah mulai tertarik neh sma Haejin. .
    good good good. .

    btw, aku juga mau dong jdi si Haejin. .
    bobo di temanin 2 cowok cakep. .
    tp klo aku seh, bukannya bobo, tp mlah mimisan. .
    wkwkwkwk

    di tggu lho lanjutanya onn.
    Daeebakk!!!

  23. Wew~~~~
    Endingnya aduuuhaaaaai… Tidur baeng boooo bertiga pula! Ckckckckckckck
    Jumma nakaaaaal neh…
    Ci dedek ma abang nta juga bener2 dah… Kagak kebayang dah mereka kayak begitu….

    Keren lah Jumma…
    Makin suka berasa baca komiknya… Hehehehehehe
    Lanjuuut dah!!! Dan jangan lpa kasih taaaaaau~~~~~

  24. Heuheu..terus terang aja aku gk bs nganggap ini drama..kkk~
    Aku brasa lg bca fanfic biasa..hehe..

    Ngebayangin wajah joori halmoni,yg muncul dikepalaku adalah wajahnya nyonya Park di drama dong yi yg wajahnya bodor..

    Eum eum..neneknya jail bener dah..kkk~
    Duo MinMin kebayang manisnya lg pda merem..

  25. huaaaa nostalgia ama komiknya… seruuuu!!! >.<
    bobo be3?? o.O wowowowoooooo….nakal yaaaa??? ^.*

    c nenek girang makin lama makin yahud ide gilanya… wkwkwkkkk XDDD

  26. hari ini mumpung sempat buka jinhaexy, komen2 ah.. =D
    onnie, lee kyora again here… aku mau komen soal LGM yang sudah lama aku tunggu-tunggu tapi tak kunjung muncul lagi di layar laptop *apa banget dah*
    aku cuma mau komen: apa itu maksudnyaaaaa haejin changmin minho tidur bertigaaaaa????? *netizen sewot*
    tapi mereka baik2 semua yaa onnie, sama haejin… aku penasaran, nanti haejin nikah sama siapa? minho? changmin? apa dua duanya? –a
    tapi gimanapun juga aku tetep lebih suka jinhae.. =D

    semoga cepat sembuh, haejin-minho-changmin =DD

  27. Tuhkan itu lagi gila masa nyuru kumpul kebo.. sumpah itu nenek ngakakin sekaligus nyebelin.. iyuuuh banget #plakk😄
    Apalagi minho yah itu maen angkat aja haejinnya yaolooo.. tapi lucu akhirnya yah emang mereka itu emang bocah doang sebenernya yg butuh kasih sayang.. sweet banget haejin ngerawatin mereka berdua.. errrrrr itu gila banget klo lg demam msh mau nyerang haejin ..wkwk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s