{DramaFiction} Let’s Get Married ~Episode 1~

TOK. TOK. TOK.

   ”Masuk,”

   Seorang pelayan berseragam jas lengkap dengan dasinya, dengan kepala botak pelontos, dan juga kacamata hitam muncul dari pintu. ”Sajangnim, ada kiriman untuk Anda.”

   ”Kiriman apa?”

   Pelayan itu masuk dan meletakkan selembar amplop tebal di atas meja kerja. Kemudian kursi direktur yang memunggungi sang pelayan berbalik. Dan seorang wanita tua berwajah lawak menghadapnya.

   ”Ini, Sajangnim,” pelayan itu membungkuk.

   Wanita itu mengambil surat tersebut, dan membukanya. ”Surat apa ini?” tanyanya sambil membacanya. Perlahan-lahan wajahnya mengerut dan dengan serius dia membaca surat tersebut.

   ”Dimana cucu-cucuku?”

   ”Mereka di kamar masing-masing, Sajangnim.” Sahut si Pelayan.

   ”Panggil mereka kesini segera!”

   ”Ne, algessimnida, Sajangnim,” tunduknya.

*Mokpo, Jeolla Selatan*

Seorang gadis berambut panjang selesai memakai seragam sekolahnya, dia lalu mematut dirinya di depan kaca dan berlenggak-lenggok. ”Oke! Lee Haejin, hwaiting!” katanya menatap kaca dengan semangat, lalu dia berlari-lari keluar dari kamarnya dan melewati tempat penyembahan jenazah. Haejin berhenti, dan tersenyum, lalu dia melipat kakinya, dan menyembah, juga mulai berdoa.

   ”Haraboji, doakan aku hari ini…” pintanya.

   BRAK!

   ”Aigoyaaa… Haejin-ah, Eomma dataaaaang~” dengan suara mengantuk dan mabuk.

   Haejin yang sedang asyik berdoa melonjak dan berdiri, lalu buru-buru berlari ke depan, dan mendapati sang ibu teregeletak begitu saja. Tasnya kemana, blazer kerjanya kemana-mana, dan tubuhnya bau alkohol.

   ”Eomma, jinja!” Haejin menarik Ibunya yang teler itu. ”Berapa kali kubilang jangan suka mabuk seperti ini! Eomma tidak sadar usia Eomma sudah berapa?! Eomma…” Haejin dengan susah payah membawa ibunya yang sempoyongan dan meracau tidak jelas ke dalam kamarnya.

   Setelah membaringkan ibunya dan menutupinya dengan selimut, dan kemudian dia menghela napas memandang Ibunya yang sudah mulai mendengkur. ”Eomma jangan lupa makan! Aku sudah menyiapkan Eomma makanan, ara?”

   ”Hmm…” dengkurnya, entah ibunya mendengar atau tidak.

   Haejin mendengus. ”Jinja! Sudah tau kondisi keuangan keluarga sedang parah, tapi tetap saja Eomma mabuk-mabukkan diluar, ah jeongmal!” sambil ngedumel Haejin keluar dari kamar Ibunya dan berjalan ke dapur, dimana dia telah memasakkan makan siang untuk ibu, dan ketiga adiknya.

   Haejin mengangkat tudung saji, dan melihat sisa sarapan tadi pagi, yang memang sengaja disisihkan untuk ibunya, ketika Lee Jibin datang dan mencuri sepotong ikan goreng.

   ”LEE JIBIN!” teriak Haejin sambil menjewer telinga adiknya, dan kemudian dengan marah dicubitnya kedua pipi adiknya yang tembam.

   ”KYA KYA KYA! NOONAAAA… SAKIT‼! AMPUN NOONA!” teriaknya.

   ”Setiap pagi kau mencuri sarapan Eomma! Dasar tikus kecil!” cubit Haejin lagi. ”Kau kan sudah sarapan tadi!” omelnya.

   ”Haejin-ah, ayo berangkat!” seru Jihyo, sahabatnya dari depan rumahnya. Haejin melirik jendela, dan terus mencubit pipi Jibin.

   ”Ah, ye! Jihyo-ya, jamkaman!” seru Haejin. ”Jangan nakal lagi kau, Jibin-ah, Dabin-ah, Yoogeunie… aku sekolah dulu ya, kalian baik-baik disini!” kedua adik Haejin yang sedang menyelesaikan sarapannya mengangguk, sampai kemudian si kecil Yoogeun si kecil mendekati Haejin.

   Haejin menunduk. ”Ada apa, Yoogeunie?”

   ”Noona…” katanya cadel. ”Celanamu ada kelincinya… lucuuuu…”

   ”KYAAA! LEE YOOGEUN! KAU MASIH KECIL…” Haejin mendorong Yoogeun menjauh, sementara Jibin dan Dabin tertawa. Wajah Haejin sudah memerah karena malu.

   ”Noona, kau masih mengenakan celana dalam dengan gambar kelinci padahal kau sudah SMA? Benar-benar kekanakan,” kata Jibin dengan gaya intelek.

   ”Diam kau, Jibin!” Haejin menjitak kepala adiknya.

   Dabin, tertawa. ”Onnie, bagaimana nanti jika kau sudah memiliki kekasih?” tanyanya. ”Kau kan harus begini dan begitu dengan kekasihmu nanti!”

   ”Omo omo! Lee Dabin, siapa yang mengajarimu! Sudah kalian berisik semua pagi-pagi, Dabin-ah, jaga Yoogeun baik-baik, aku mau sekolah dulu! Jangan makan sarapan Eomma, arasseo?!” ujarnya galak pada Jibin.

   Jibin mengangguk sebal.

   ”Dan hari ini adalah peringatan kematian Haraboji yang ketiga belas tahun, jadi kalian jangan kemana-mana, ya!” pesan Haejin.

   ”Ah, uri Haraboji, sudah tiga belas tahun meninggalnya?” tanya Dabin sambil memainkan rambut kuncir kudanya. ”Onnie, kau pasti mengenal Haraboji, ceritakan tentangnya.”

   ”Haraboji adalah anggota korps angkatan laut, beliau meninggal di laut, dan jasadnya tidak pernah ditemukan,” kata Haejin sambil memakai sepatunya.

   ”Noona, benarkah Haraboji orang aneh?”

   ”Kudengar sih begitu, nan molla… aku juga masih kecil dulu,” kenang Haejin.

   ”Yang jelas, ada satu cerita tentang Haraboji yang aku ingat, adalah… kudengar Haraboji punya kisah cinta yang menarik,” kata Haejin sambil mengikat tali sepatunya. ”Mirip Romeo dan Juliet. Keluarga Haraboji kaya, dan Haraboji jatuh cinta pada putri musuh bisnis kedua orangtuanya… jadilah cinta mereka tidak bersatu.” Haejin mengangkat bahu.

   Jibin dan Dabin mengangguk-angguk, sementara Yoogeun makan biskuitnya dengan celemotan.

   ”Aigo, meskipun endingnya tidak bahagia tapi aku mau punya kisah cinta seperti itu…” Haejin menerawang.

   ”Oke, kita biarkan saja dia seperti itu,” gumam Dabin pada Jibin, Jibin mengangguk-angguk.

   ”Ya sudah, aku pergi dulu!”

   Begitulah kehidupan keluarga Lee. Seorang ibu rumah tangga, dengan empat orang anak, dua putri, dan dua putra. Haejin, Jibin, Dabin, dan Yoogeun. Semenjak kematian ayah mereka beberapa tahun lalu, Im Yejin, sang ibu, harus berusaha keras untuk menghidupi keempat anaknya, dengan bekerja siang malam. Namun belakangan ini, keadaan perekonomian keluarga mereka yang semakin parah, membuat Im Yejin stress dan bisa pulang dalam keadaan mabuk.

*Seoul*

TOK. TOK. TOK.

   ”Masuk,”

   ”Sajangnim, Tuan Muda sudah datang,”

   ”Suruh masuk,”

   ”Haelmonie,”

   Wanita dengan wajah lawak itu berbalik dan memandang dari bawah ke atas, tubuh jangkung kedua cucunya. Yang satu dengan rambut hitam pendek rapi, dengan kacamata bergaya. Dan yang satunya dengan kemeja putih dikeluarkan dari jins biru modisnya, dan rambut berantakan.

   ”Ada apa, Haelmonie?” tanya yang berambut pendek, dengan suara cempreng.

   ”Ne, ada apa?” tanya yang berambut berantakan dengan suara bass.

   Wanita itu tersenyum. ”Waktunya sudah tiba, kalian pasti bertanya-tanya kan kenapa kupanggil?”

   ”Iya, Haelmonie ada apa?” tanya keduanya.

   ”Aku punya kabar untuk kalian,” katanya serius. ”Kalian, akan kujodohkan…”

   ”MWO?!”

   ”Haelmonie, jangan bercanda!” seru si suara bass.

   ”Memang kami setidak laku itu apa?”

   Nenek mereka geleng-geleng dan mengangkat tangannya untuk meredam pertanyaan. ”Diam! Justru karena kalian terlalu laku, dan playboy…” wanita ini mendelik ke arah si rambut berantakan. ”Aku jadi harus serius memikirkan masa depan kalian.”

   ”Haelmonie…”

   ”Jangan kalian kira aku memanjakan kalian selama ini tanpa tujuan apa-apa… aku ingin kalian menjadi anak kebanggaan orangtua kalian.” Jelas nenek mereka itu tapi wajahnya tidak meyakinkan.

   Si rambut pendek menjawab. ”Memang apanya dari kami yang tidak membanggakanmu, Haelmonie?”

   ”Hanya karena kalian belum punya pendamping,” sahut Haelmonienya.

   ”Usia kami baru enam belas tahun,” kata si rambut berantakan. ”Yang benar saja kami harus buru-buru cari pendamping! Sudahlah, Haelmonie jujur saja, sebetulnya apa tujuan Haelmonie?”

   Jung Joori Haelmonie tertawa terkekeh menggelikan. ”Ya, memang aku tidak bisa mengelabui kalian. Pokoknya kalian harus menurut! Kalian tau mantan kekasihku?”

   ”Nugu?” tanya si rambut berantakan.

   ”Ah, Lee Sukjin?” tanya si rambut pendek. ”Mantan kekasih Haelmonie yang legendaris itu, yang meninggal karena hilang di laut, kan?”

   ”Aish! Dia belum pergi… dia masih hidup!”

   ”Hee?!” lengking kedua cucunya kaget.

   ”Bagaimana bisa?!”

   ”Untuk itu,” kata Joori Haelmonie. ”Karena cinta kami yang begitu dalam tidak bisa bersatu, maka cinta cucuku, dan cucunya bisa.”

   Dua wajah tampan di hadapannya melongo.

   ”Jamkaman, Haelmonie. Haelmonie tidak bermaksud untuk menjodohkan kami dengan cucu-cucu pacar Haelmonie, kan?” tanya si rambut pendek.

   ”Ah, kau memang pintar, Choi Changmin.”

   ”Mwo?!” teriak saudara kembarnya.

   Joori Haelmonie mengangguk. ”Namanya Lee Haejin, usianya sama seperti kalian berdua.”

   ”Cih~ aku bisa cari sendiri Haelmonie!” seru Changmin.

   ”Dia bukan tipe merepotkan, kan?” tanya saudara kembarnya.

   ”Kalian akan menemuinya malam ini, aku mau kesana, jadi kalian bersiap-siaplah, tampilkan yang terbaik.”

    ”Eh, Haelmonie, jamkaman! Yang dijodohkan siapa dengan gadis itu? Tidak mungkin kami berdua, kan?”

   Joori Haelmonie cuma mengedip.

*Mokpo, Jeolla Selatan*

Haejin berjalan bersama ketiga adiknya, Jibin, Dabin, dan Yoogeun setelah selesai dari acara peringatan kematian sang kakek yang ketigabelastahun. Mereka berjalan pelan menyusuri jalanan pasir putih tersebut.

   ”Aigo, anginnya kencang sekali,” keluh Dabin sambil mengucek matanya. Gadis kecil itu mengucek matanya. Dan angin bertambah kencang. ”GYAAA‼!”

   Haejin buru-buru menggendong Yoogeun, sementara Jibin dan Dabin memeluk Haejin, karena mendadak angin kencang dengan pasir berterbangan mengenai mata mereka.

   ”Uhuk! Uhuk!” Jibin mulai terbatuk.

   Haejin menahan napas, sambil menyembunyikan kepala Yoogeun di pelukannya, dan Haejin bisa mendengar suara menderu yang keras, dan bunyi-bunyi baling-baling, sampai akhirnya semua berhenti, dan keempatnya mulai membuka mata mereka perlahan-lahan, dan lansung melongo melihat sebuah helikopter di parkir tak jauh di pekarangan rumah mereka yang langsung tembus ke pantai.

   ”Helikopter?”

   ”Aku tidak mimpi, kan?” tanya Jibin. ”Ada helikopter di halaman depan rumah kita?” tanyanya.

   Haejin juga mengerjap-ngerjapkan matanya.

   ”KYAAAAA!” teriak seseorang dari dalam rumah.

   ”Eomma!” pekik Haejin, Jibin, dan Dabin, lalu mereka bertiga, dengan Yoogeun dalam gendongan Haejin berlari masuk ke dalam rumah, dan kaget melihat banyak pria dengan seragam hitam.

   ”Eomma!” panggil Haejin.

   Semua pria itu menoleh menatap Haejin bersamaan, membuatnya merinding, dan melihat ibunya sedang berebutan sebuah bingkai foto bersama seorang wanita tua dengan wajah menggelikan.

   ”Lepaskan!”

   ”Kau yang lepaskan! Jelaskan kau siapa?! Datang ke rumahku dan tiba-tiba merampas foto ayahku begitu saja! Ya!”

   ”Lepaskan Sukjin-ku‼!”

   ”Sukjin?!” tanya Haejin, Jibin, dan Dabin bersamaan.

*10 Menit Kemudian*

Kini wanita menggelikan itu sudah duduk diantara dua pengawalnya yang berseragam hitam-hitam tersebut. Sementara Haejin duduk disamping Eommanya, dengan Jibin, Dabin, dan Yoogeun.

   ”Ah, perkenalkan, saya Jung Joori, nama saya setelah menikah adalah Choi Joori.” Dia memperkenalkan diri.

   ”Mwo?! Choi Joori?! Pemilik perusahaan ternama Choi Corporation, lalu memiliki banyak Departement Store, Hotel, dan sebagainya?!” pekik Jibin.

   Haejin melongo. Benarkah yang ada di hadapan mereka Choi Joori itu? Direktris Choi Corp? Tapi kenapa wajahnya begitu menggelikan? Pikir Haejin, mana rebutan bingkai foto pula.

   ”Maafkan perbuatan saya tadi, saya tidak bisa menahan diri.”

   Eomma, Haejin, Jibin, dan Dabin mengangguk-angguk kaku, masih bingung dengan apa yang terjadi.

   ”Tapi apa yang dilakukan orang besar Choi Joori disini?” tanya Haejin bingung.

   ”Rasanya Eomma pernah mendengar nama itu,” kata sang ibu sambil berpikir-pikir, sementara Choi Joori membuka kipasnya dan kini berkipas-kipas dengan penuh gaya di hadapan mereka.

   Lalu Eomma memekik. ”Choi Joori! Kau adalah… kau adalah… cinta Appaku yang hilang, kan?!”

   ”MWORAGO?! Ini kekasih Haraboji?!” lengking Haejin.

   Dan Choi Joori mengedipkan matanya. ”Pajoyo! Aku adalah Choi Joori, kekasih Lee Sukjin!”

   Haejin, Jibin, dan Dabin melongo. Kakek mereka begitu tampan ketika muda, bagaimana mungkin pacarnya seperti ini?! Yang benar saja, hilang sudah bayangan wanita cantik yang selalu dikagum-kagumi oleh kakek mereka, apalagi Haejin yang benar-benar mendambakan kisah cinta macam itu.

   ”Ah, apa mungkin karena ini peringatan kematian Aboji yang ketigabelas, jadi Anda kesini?” tanya Eomma pada Choi Joori.

   ”Aku menerima ini,” Joori mengeluarkan amplop. ”Kau boleh baca, dan kau boleh putuskan sendiri siapa penulisnya.”

   Eomma mengambil surat tersebut, dan Haejin ikut membacanya, Eomma langsung berkata. ”Itu jelas tulisan Aboji, Joori-ssi.” Sementara Haejin, Jibin, dan Dabin memandangi surat tersebut.

   ”Dan itu kuterima pagi ini, jadi bisa kukatakan kepada kalian, Sukjin belum mati.” Kata Joori bahagia.

   ”Mwo?!” tanya Eomma, Haejin, Jibin, dan Dabin tak percaya.

   ”Kotjimal, Haelmonie,” kilah Jibin. ”Haraboji sudah meninggal tiga belas tahun lalu, sebelum aku lahir.” Sementara Haejin dengan serius terus membaca isi surat dari sang kakek.

   Mereka masih terus saling bicara sampai.

   ”YA! IGE MWOYA?! Tujuh belas tahun yang lalu kau telah memiliki cucu, kan? Sama sepertiku. Untuk menyelesaikan cinta kita yang tidak bisa bersatu, bagaimana jika menjodohkan cucu laki-lakimu dengan cucu perempuanku?!” teriak Haejin setelah membaca suratnya.

   Jibin menunjuk Haejin. ”Haelmonie, maksudmu… Haejin Noona?”

   ”Aigo…” kata Haejin seperti kehilangan kesadaran.

   ”Ya, kami datang kesini dengan tujuan, menjadikan Lee Haejin, sebagai tunangan dari cucu laki-lakiku.”

   ”Mwo?!” teriak Haejin. ”Apa maksudnya?!” Haejin bahkan sampai berdiri.

   ”Itu kan yang meminta Harabojimu,” sahut Joori ngeyel.

   ”Bagaimana bisa?! Haraboji sudah meninggal tiga belas tahun yang lalu!” Haejin bersikeras.

   Joori mendengus. ”Kalau dia meninggal lalu ini apa?” dia menunjuk surat itu.

   ”Ya tapi kan…” kilah Haejin. ”Kenapa aku? Kenapa harus aku? Datang tiba-tiba dan berkata jika aku harus jadi tunangan dari cucumu!” Haejin menggeleng. Aku bahkan belum pernah merasakan cinta pertama, bisiknya dalam hati.

   Joori menutup kipasnya dan berdiri. ”Baiklah kalau begitu, kita pergi. Ayo semua, mari pulang.”

   Wajah Haejin langsung ==” cuma begitu ternyata?

   ”Tapi, sangat disayangkan,” kata Joori setelah tiba di pintu keluar, dia berbalik menatap Haejin yang sedang menatapnya serius. ”Kemungkinan rumah ini akan disita oleh Bank kami.”

   Mata Haejin melotot sempurna.

   ”Hutang keluarga kalian yang sudah tidak bisa dibayar, maka Ibumu meminta pinjaman di Bank, dan Bank kami menerimanya, dengan jaminan rumah ini. Tapi, karena keegoisan gadis sepertimu…”

   Haejin langsung merasa jantungnya direnggut seketika.

   ”Ya! Tapi itu licik!” seru Jibin. ”Kau menggunakan Noona!”

   Joori tersenyum. ”Itu terserah kalian, kalian bisa cari pekerjaan lain lagi, dan sebagainya… aku hanya bisa membantu dalam doa.”

   Im Ye Jin langsung menggenggam tangan Haejin. ”Haejin-ah, jebal pergilah… pergilah! Kau mau melihat kami kelaparan? Kau mau melihat Jibin, Dabin, dan Yoogeun tidak bersekolah?! Jebal, Haejin-ah…” Eomma tiba-tiba bersimpuh di kaki Haejin. ”Jebal, Haejin-ah…”

   ”Eomma!” teriak Haejin.

   ”Hutang keluarga kita sudah bertumpuk, Lee Haejin sayang… hanya keluarga Choi yang bisa membantu.” Mohon Eommanya, sementara Jibin dan Dabin melongo parah melihat Eommanya malah mendukung keputusan ini.

   ”Eomma menjualku?!” jerit Haejin.

   ”Eomma tidak bermaksud menjualmu, tapi ini kan demi wasiat Harabojimu juga… kau mau melihat ketiga adikmu tidak bersekolah?!”

   Haejin menunduk, dan mengeluh. ”Aish Eomma jinja!” teriaknya frustasi. Lalu dipandangnya Yoogeun yang kini sudah minum air beras saja, karena mereka tidak mampu beli susu.

   Jibin dan Dabin mulai berkaca-kaca. Mereka tidak rela juga melepas Haejin seperti ini, tapi yang dikatakan Choi Joori benar-benar membuat mereka tidak memiliki banyak pilihan.

   Haejin menoleh pada Joori yang masih senyum-senyum. ”Arasseo! Aku ikut ke Seoul!” katanya tegas.

   ”Noona…” Jibin menahan tangannya. ”Noona ini tidak adil!”

   ”Onnie! Demi kita, Onnie…” isak Dabin.

   Haejin tersenyum. ”Gwenchana, tenang saja, aku tidak akan apa-apa.”

   ”Bantu dia merapikan pakaiannya!” seru Joori pada para pengawalnya yang langsung berebutan masuk ke dalam kamar Haejin.

   Haejin memeluk ketiga adiknya. ”Baik-baik ya, jaga Eomma! Eomma jangan banyak mabuk! Aku sudah mau berkorban, tapi Eomma jangan buang uang untuk hal yang sia-sia!”

   ”Noona…” isak Jibin.

   ”Onnie…” tangis Dabin.

   ”Gwenchana,” Haejin mengelus kepala keduanya. ”Tetap tersenyum! Tuhan selalu bersama kita, arachi? Yoogeunie, Noona akan rindu padamu,” dan dikecupnya bocah kecil yang tersenyum itu.

   Haejin akhirnya masuk ke dalam helikopter tersebut bersama barang-barang bawaannya, dan helikopter tersebut pergi dari pekarangan rumah keluarga Lee di Mokpo. Sementara Im Ye Jin melambai-lambai pasrah pada helikopter, Dabin memeluk Yoogeun menangis.

   Jibin berteriak. ”Noona! Jangan minum air mentah di Seoul!” sambil menangis. ”Noonaaaa…”

   ”Tenang saja, dia akan kembali kok,” ujar Im Ye Jin yang tahu benar watak putri pertamanya tersebut.

*Kediaman Choi*

Haejin melongo parah di depan rumah keluarga Choi yang begitu megah dan besar, dia tidak berhenti ternganga melihat setiap inci dan isi dari rumah tersebut, lehernya sampai sakit saat berusaha melihat setiap inci bagian langit-langit.

   ”Silakan ganti pakaian Anda disini, Agasshi. Agasshi akan diantarkan ke ruangan utama tiga puluh menit lagi. Disana Agasshi akan bertemu dengan tunangan Anda.” Kata pria botak itu.

   Haejin langsung merinding dan menggigit bibir. ”Arasseo.” Sementara pelayan itu meninggalkan Haejin sendirian di dalam kamar. ”Hwaiting, Lee Haejin! Kau tidak boleh lari, karena rumah dan adik-adikmu adalah taruhannya…” Haejin berusaha mengatur debaran jantungnya yang tiba-tiba meningkat. ”Ah bahta! Tunangan itu, dia pasti tidak mau kan dijodohkan begitu saja dengan gadis yang dia kenal? Pastinya kalau aku mengajaknya bicara baik-baik, dia mau melepasku… benar, benar!” Haejin mengangguk-angguk.

   ”Hwaiting! Sekarang ganti baju…” Haejin mendekati lemari baju tersebut, dan membukanya. Dan mendapati banyak sekali gaun yang bisa dipilih, perlahan-lahan, Haejin melepaskan pakaiannya satu persatu dari tubuhnya.

*In The Other Room*

Seorang laki-laki duduk di depan perangkat canggih komputernya yang memantau pergerakan seorang gadis di dalam sebuah kamar. Laki-laki itu memandang dengan seksama gadis yang sedang dipandanginya. Gadis itu hanya mengenakan pakaian dalamnya saja, dan memunggungi kamera, sedang memilih pakaian apa yang hendak ia kenakan.

   Dan segera saja laki-laki itu sudah melihat parade peragaan busana kecil, karena gadis itu mengenakan banyak pakaian yang ada di dalam lemari tersebut.

*Kamar Haejin*

”Kok rasanya aku mendengar sesuatu ya?” tanya Haejin dengan sebuah gaun di selampangkan di bahunya, dan dengan masih mengenakan pakaian dalam. Haejin mengedikkan kepalanya. ”Hanya imajinasiku saja,” dia berbalik mendekati kaca, ketika melihat sebuah kepala dengan kacamata hitam menyembul dari mantel yang tergantung.

   ”Hmm…” gumam kepala itu, nyaris membuat Haejin serangan jantung.

   ”KYA‼! ADA PENGINTIP! SIALAN KAU! TUBUHKU SUDAH TIDAK PERAWAN DILIHAT OLEHMU!” Haejin bertetiak-teriak histeris sambil mengibas-ngibaskan bajunya di kepala pria itu.

   Haejin malah berlari keliling kamar dengan panik dan berteriak, sementara pria itu terkekeh. ”Dasar cewek aneh!” dan dengan senyum menawan, dia kabur lewat jendela besar di kamar Haejin.

   Haejin berlari ke ambang jendela. ”Hah?! Serius dia loncat dari lantai lima?! Gila, apa dia ninja?” tanya Haejin.

*Ruang Utama*

Akhirnya Haejin memutuskan mengenakan baju sederhana saja, dan duduk di dalam ruangan utama, dengan puluhan pelayan yang menatapnya. Dengan gugup Haejin meremas-remas ujung rok panjangnya, dan menggigit bibirnya.

   Kemudian terdengar suara mesin menderu, dan seperti stage konser, Choi Joori muncul dari bawah tanah.

   ”Woah, kau cocok memakai baju itu,” katanya bergaya sambil menunjuk baju yang dikenakan Haejin.

   Haejin cuma memandangnya sengit.

   ”Ah, semua sudah berkumpul,” kata Joori senang. ”Lee Haejin, akan kukenalkan kau pada cucu-cucuku.”

   Ya Tuhan, kumohon, berikanlah orang baik, yang baik hati, yang baik hati, agar dia bisa diajak kerjasama. Doa Haejin di dalam hati, dan dengan ketakutan, cuma menggumam, tapi kemudian dia mengernyit, dan memandang Joori serius. ”Haelmonie, cucu-cucumu?!”

   ”Ah, aku belum bilang ya… cucuku kembar.”

   Haejin melotot. ”Kembar?!”

   ”Suruh mereka masuk!” perintah Joori.

   Haejin menutup matanya ketakutan, dia masih terus berdoa di dalam hati demi nasibnya. Dan kemudian Joori berkata. ”Haejin-ssi, ini dia… cucu-cucuku. Choi Minho dan Choi Changmin.”

   Haejin membuka matanya, dan melihat dua pria jangkung sedang berdiri dengan gagahnya di hadapannya. Haejin menelan ludahnya. ”Dua?”

   ”Ya, permintaan Sukjin adalah agar menjodohkan cucu perempuannya dengan cucu perempuanku, masalahnya cucuku ada dua,” kata Joori ringan. ”Jadi mereka berdua yang akan jadi tunanganmu.”

   Haejin mau protes.

   ”Tapi, jangan terlalu dipikirkan, mereka memang tidak mirip meskipun sama-sama tampan.”

   Pria yang berambut pendek dan berkacata mendekati Haejin yang ketakutan. ”Annyeonghaseyo, Haejin-ssi. Selamat datang di keluarga Choi, kami senang bisa menerimamu disini.”

   Dan para pelayan pria bersorak riuh : ”CHANGMIN HUIJANGNIM, HIMNAE!”

   ”Selamat datang, senang bertemu denganmu,” ucap pria berambut panjang berantakan sambil mengedipkan sebelah matanya. Dan membuat seluruh pelayan wanita menjerit : ”MINHO HUIJANGNIM, SARANGHAEYO!”

   Ige mwoya? Tanya Haejin dalam hati.

   ”Hei,” Minho berbisik di telinganya. ”Bisakah kau memakai pakaian dalam yang lebih seksi lain kali?” tanyanya. Haejin langsung melotot menatapnya. Minho berjalan menjauh dengan tangan diletakkan di kepalanya santai. ”Bagaimana mungkin anak SMA mengenakan celana dalam kelinci?”

   Haejin langsung ingat pria yang ada di kamarnya tadi. ”YA!” teriaknya. ”JANGAN BILANG KAU ADALAH PENGINTIP TADI?!” tanyanya galak.

   ”Aku setuju,” gumam Changmin. ”Rasanya terlalu kekanakan jika mengenakan pakaian dalam kelinci.”

   ”Ah,” kata Minho tertawa. ”Changmin-ah, kau menggunakan kamera rahasiamu lagi kali ini untuk mengintipnya? Aigo, aku tidak menyangka kau akan melakukannya…” cekikik Minho.

   Haejin ingin menenggelamkan diri saat ini juga.

   ”Aku kan cuma mau lihat bagaimana tunangan kita,” sahut Changmin dingin sambil mengeluarkan sebuah foto, dan memberikannya kepada Minho. ”Siluetnya dari belakang sebetulnya cukup bagus.”

   Minho tertawa dan menarik Haejin untuk melihat foto itu. ”Lihat, andai kau mengenakan pakaian dalam hitam berenda, kau akan terlihat lebih seksi,” ucapnya yakin.

   Haejin mau menangis dilecehkan seperti itu.

   ”Ada yang salah?” tanya Joori menghampiri mereka.

   Minho buru-buru menyembunyikan foto tersebut. ”Tak ada, Haelmonie…”

   ”Kalau begitu mulai hari ini Haejin-ssi akan melaksanakan pelajaran pengantinnya, dan kalian berdua juga, harus menjaganya!”

   Keduanya mengangguk dan merangkul Haejin bersamaan. ”Ne, Haelmonie.”

   Haejin benar-benar mau pingsan dan mati saat ini juga! Kenapa takdir hidupnya seperti ini?! ”Aku tidak mau diserahkan pada duo mesum seperti kalian! Aku menyerah! Aku tidak mau lagi!” Haejin mendadak melepaskan diri dan mencoba kabur.

   ”Sayang sekali…” ucap Joori. ”Adik-adikmu akan…”

   Haejin berhenti. Dia ingat apa yang membuatnya berdiri di sini, dan menerima semua perlakuan keji ini! Tiba-tiba pintu terbuka, dan si botak pelayan Joori itu masuk. ”Ada paket dari Lee Sukjin!”

   ”Ah!” ucap Joori girang dan mengambil suratnya.

   Minho mendesah. ”Apalagi isi suratnya kali ini?”

   ”’Hai Joori…’

   ==”

   ”’Demi membuat cinta yang kuat diantara cucu-cucu kita, maka aku mengirimkan sebuah misi kepada mereka…’

   ”Misi apa?”

   ”’Ciumanlah sekarang juga!’”

   ”MWO?!” teriak seisi ruangan.

   ”Aigooo…” Joori sekarang berguling-guling di ruangan. ”Aku masih ingat saat Sukjin dan aku melakukan ciuman pertama kami…”

   Haejin mau menendang wanita tua itu saat ini juga.

   ”Jadi orang yang akan menjadi tunangan sejati itu adalah orang yang berhasil melaksanakan misi ini,” ucap Joori bahagia.

   Minho tiba menarik dagu Haejin, dan mendekatkan wajahnya. ”Hmm, kedengarannya menarik. Berciuman adalah hal mudah untukku, tapi jika diberitahu untuk mencium… aku tidak suka.”

   Wajah Haejin sudah pucat di dekati seperti itu.

   ”Biar bagaimana pun, itu tergantung tiap orang,” Changmin melepaskan kacamatanya tiba-tiba. ”Kalau Haelmonie meminta demikian…” dan Changmin mendekati Haejin, dan tanpa aba-aba sudah mengecup bibir gadis itu yang langsung kaku bagai triplek.

   Matanya langsung kosong setelah Changmin melepaskannya sambil berkata. ”Rasanya aku tidak punya alasan untuk menolak, ya kan?” Changmin berbalik dan berjalan menghampiri saudara kembarnya sambil berkata. ”Tapi bukankah seharusnya jika berciuman kau menutup matamu, ya?”

   Minho terperangah, tidak menyangka saudara kembarnya akan nekat melakukan itu. ”Changmin-ah, neo…”

   Changmin menepuk bahu Minho. ”Seperti ini, kau tidak suka kan? Kau kan paling tidak suka dikalahkan, Minho-ya…”

   Minho menggaruk kepalanya gusar. ”Sejak awal aku sudah tidak terlalu tertarik dengan masalah ini.” Dia menoleh pada Changmin. ”Tapi aku paling benci dikalahkanmu, Hyung.” Tekannya, dan menghampiri Haejin.

   Haejin masih kaku.

   Tapi Minho menarik dagunya, dan mengecup bibirnya lagi dengan cara yang intens dan berbeda dengan cara Changmin. Hingga semua pelayan wanita menjerit-jerit meneriakkan namanya.

   Haejin langsung pingsan, meratapi ciuman pertamanya yang diambil begitu kejam oleh dua pria kejam itu! Lee Haejin, enam belas tahun, dia belum menyadari, bahwa kejadian hari ini, baru permulaan.

To Be Continued

Akhirnya, setelah si Haejin syuting lama bener, episode satunya disiarin juga di SBS #plakk jadi kira-kira ada yang bisa tebak gimana reaksi Donghae nonton drama episode satu ini? #plakk

Trus kalau pada nggak keberatan, diminta komennya, tapi seolah-olah temen-temen adalah netizen yang nonton drama ya, kritik akting siapa, atau muji akting siapa gitu #ditabok wakakaka, untuk JinHaeXy nanti…

PS : buat yang masih suka nanya, kok nggak ada Donghaenya? kok Haejin nggak sama Donghae? ini bukan FF, ini adalah DramaFiction, bagian dari JinHaeXy, dimana Haejin lagi main drama ceritanya ^^

Kamsahamnida *bow*

47 thoughts on “{DramaFiction} Let’s Get Married ~Episode 1~

  1. Huaaa unn, ak ngakak tingkat dewa, masa anak 16 tahun pake celana dalam kelinci😀

    Astaga!! Astaga!! Enak betul jadi haejin, dicium sama 2 orang cowok keren sekaligus😀

    Haejin, kalo udah bosan akting sama mereka berdua, ak bisa gantiin kok.. /plak

    Bakalan galau lagi ini mah si abang donghae, ngeliat kekasihnya begini😀

    Huaaa next eps ditunggu loh unn😀

  2. Sama banget ma komikny..
    Kebayang bgt tuh jung joori dan” ky ne”k centil + smua aksiny..

    Peranny belum terlalu menonjol..meski karakter masing” udh d jelasn..bru ep 1 kli y..
    Haejin,,changmin,,minho fighting..

  3. taipei banjir pas donghae nonton ini, haduuuuuh –” apalagi yang kisseu scene-nya!
    ngakak di bagian pakaian dalam kelinci! wahahahaha changmin sama minho nekat, ati-ati nanti pas donghae pulang mereka bisa dibunuh ikan mokpo wakakakaka xD
    ah iya~ nama pemainnya tetap ya? o.o

  4. wah wah yg ditunggu tunggu nongol juga, ya jarang2 baca sekarang tapi pas da tweet lo dah publish langsung baca *kagak ada yg nanya*
    ngakak aku waktu bahas celana dalam kelincinya haejin, adik2nya heboh bener.. Uh itu nenek2 bener2 aneh gto ya |plakk|… Minho+changmin aigoo merebut first kiss haejin *ditabok hae baru tau rasa*…
    Jadi penasaran nich kelanjutan nya, gmana hidup haejin selanjutnya,
    onnie.. Kapan episode 2nya.. Jangan kelamaan… HWAITING…

  5. ahhhh..
    minho…
    kuq km cium haejin kek gt s??
    ak ga trima..
    *minho: in cm film kuq.. ak tetep py km.. (ngarep.. wkwkw)
    it nenek ny s narsis amat yak..
    bgng knp kakek ny haejin bs ska ma dy..
    love is blind..
    hahaha..
    mu jd haejin dunk..
    ㅋㅋㅋ

    PS: ga k bayang dah thu ud bnjir kek ap d tmpt s hae brada..
    *lebai

  6. ahh, ngakak bacanya Xp
    jadi Minho itu Nagi, nd Changmin Kaze yah unn? O.o
    ya ampun, jd kangen sama manganya u,u
    kritik?
    cuma krg panjang >.<

  7. *krik..krik..krik* kerajinan bgt nih onnie ngepost ff malem2 gini

    hahahahhaha….
    si ikan ngamukkkk *joget2 bareng kyu*.kasihan deh loe ikan.nasib ya bang gak bisa maen film bareng ama umma haejin😀

    Onnie hebat euy,dapet 2 ciuman sekaligus dri DUO MESUM *ditabok ChangHo*

    onnie aku gak bisa kritik gitu *babo* bingung mau kritik apa. #ditabokumma

  8. Kyaaaa….
    DramaFiction-nya bagus onniee.. ^_^ baru main lagi nieh disini..

    Si Changmin cocok banget acting cool disini, ckck Minho harus hati-hati nieh,

    oia, sifat Cool dan jaimnya minho masih keliatan onnie disini, semoga nanti di episode 2-nya udah bisa menjiwai karakternya Nagi *cielahh bahasanya

    Aku suka adegan pas changmin buka kacamata di penghujung cerita.. uhuyy, Kazeee~~

    Haejin yang sabar ya ngadepin nenek centil itu.. ^_^v

  9. aktingnya udah bagus qo,,paling suka aktingnya haelmonie’y,,, LOL
    itu changmin diem” menghanyutkan ya,,aku kira yg masang tu kamera minho,,ternyata oh ternyata…😄
    trus pas agedan ciuman itu mereka berdua (changmin & minho) niat nyium haejin apa engga qo ga dapet feel’y,,apa kena main” jadi aku ngerasa feel’y ga dapet…
    masalah donghae nonton drama ini,,aku no koment lah,, udah tau bakal kaya apa..tp bisa jadi bahkan ga bakal ada kejadian apa”, adem ayem gtu..😀

  10. Pengen ngasi saran nih.
    Setiap ff, ngga ding. Jarang2. Ngga juga ding. Kadang2.
    Ada kata2 kaya gini, contoh “Donghae memasang wajah ==””
    Aku jd bingung cara mendeksripsikannya gimana ._.
    Setidaknya, kasih perkataan gitu. Misalnya
    ==” itu wajah datar yang syok(?)Lah ato apa gitu😀

    Wow, ffnya. Pakean dalem kelinci ==”
    Jorok wakakkakakaa

  11. un, kurang panjaaaaang >,<
    kalo tiap episod pendek2 bgini , gabungin aja un beberapa episod skaligus😄
    *maunya*
    keren un mantep
    saya berasa pernah baca komiknya
    tapi lupa2 inget jalan ceritanya sekarang -_-'

    dramanya nayangin haejin tampak belakang yang cuma pake daleman doang gtu?? saaaaah
    minho changmin lihat gtu?
    ampun bang ikan, jangan buat kolam penampungan air mata yaa di taipei
    cekacekaceka xD

    next part ditunggu yah un !🙂

  12. yaah, masa cuman segitu aja?
    episod 1 nya kurang panjang, :Da

    bayangin wajah Jung Joori, mantep pengen ngakak, centil2an pula,😄

    Changmin mesuuum..
    Minho juga…
    aigoo..
    ga habis pikir, O.O”

    ikan, sabar yaaa..
    ga usah di tonton aja kalo mau bikin banjir..
    #plaak..
    :Dv

  13. wow heajin-ssi beruntung sekali, dicium oleh 2 namja tampan, aku lebih suka gaya berciuman minho dan sepertinya shawol akan histeris melihatnya.. *netizen abal-abal* wkwk~

  14. Ih sumpah haejin disini konyol bgtt..masa iya msi pake daleman gmbar kelinci?? Ckckck..

    Duo mesuuumm..
    Ya ampun apa apa an itu coba kompak bgt pada ngintipin..heuheu..

    Reaksi om ikan?
    Mencak2 ?
    Menggelesor pasrah?
    Ato nangis?
    Ato awalnya dia mencak2 dpan tv,lalu menggelesor pasrah di lantai,dan tiba2 nangis??
    #analisa aneh

  15. seru!! bru eps.1 ajj dah ngakak m clana dlam klinci!hhehe
    aq suka m krakter haejin ny, ceria, syng bgt m dongsaeng2 ny smpe rela berkorbn gtu! suka pas bilang * tetap tersenyum, tuhan slalu bersm qt* *ksih jmpol hae*
    hae nangis kjer, taipei bnjir bandng, dn member lain hrz rela ngpel! mungkn blz dendm d drma skip beat..hehe
    eps. 2 ny d tnggu y eon

  16. buat sejauh ini akting lee haejin,choi minho and choi changmin lumayan bagus tp kyknya si changmin gak ada bedanya deh ama minho kalo sama2 mesum gt..
    buat joori kurang kejam dan ekspresinya itu kan campuran kejam n lucu, tp kalo soal tindakan dia kejam…
    trs ekspresi haejin kurang ngena pas dicium,,, #jeongmal mianhae
    tap meski gt for all bagus – bagus aja kok
    haejin, kamu pntas sekali2 mendapatkan bonus kissu dr namja lain #dicekekdonghae

    ehm,, itu menurutku yakk..
    hehehehe
    mian ya^^ #bow
    lanjutannya aku tunggu yak

  17. ini penulis naskah siapa sih? Baru juga episode 1 adegan kisseu-nya udah dua kali. gila! Kalo beneran ada pasti asia tenggelem, fans-nya haejin, minho sama changmin nangis massal.
    ah lupa! Si ikan asin juga. Hahaha yg sabar ya bang, udah sini ama gue aja :p
    ayo episode 2-nya jangan lama2 yau eonn😀

  18. kakak ipar aku ngakak dulu ya sebelum jadi netizen (?) WAKAKAKAKAKAKAKA celana dalem kelinci? Donghae demennya yang ginian #plakk
    sekarang pura-puranya aku jadi netizen : “wah akting Haejin bagus, walaupun ini adalah debut pertamanya di dunia akting aku seperti sudah melihat moon geun yeong. dia bisa memerankan peran Lee Haejin dengan baik walaupun itu jauh dari kepribadiannya, aku tau itu karena kebetulan aku flyers~ dan untuk ciumannya, aku suka ciuman Haejin dan Minho, Oh Tuhan apakah MinHae benar? aku harap tidak >.< Felidis jjang!"
    wakakakaka sumpah kenapa gw ngakak sendiri baca komen netizen abal-abal gw ~.~
    kakak ipar, baru aja balik udah mau siap2 world war 3 aja😄😄 *elus punggung Hae* sabar ya Hae, kan kamu udah pernah ngerasain ciumannya Haejin, ada plus plus nya juga pan? *dicekek*

  19. haejin-ssi totalitas sekali melakukan aktingnya, meskipun ini adalah drama pertamanya.sosok haejin di drama ini sangat berbeda dengan di dunia nyata. tidak sabar untuk melihat second episodenya.😄
    LGM JJANG!!
    ps:minhae?? NO!! haejin-ssi tidak cocok dengan minho oppa! aq lebih setuju jika dia bersama changmin oppa.🙂

    kekeke.. netizen uji coba(?).. :p

  20. Haejin cuma pake daleman trus liat sama 2 cowo mesum #plak hahaha
    belom lagi dicium? Aigoooooo berenutngnnya haejin dicium 2 pria tampan nan mesum ini hahaha
    part 1 aja udah gini apalagi part selanjutnya aduh makin panas aja nih
    kayanya banjir bandang ditaipe akan meluas sampai kekorea nih haha

  21. Onn, ada salah ketik.. Nih, yang ini : “Ya! Permintaan Sukjin adalah agar menjodohkan cucu perempuannya dengan cucu perempuanku”
    Masa Changmin sama Minho ditulis perempuan ==”
    Eh?! Haejin baru ketemu udah diajak ciuman? Sama dua orang pula! Woo~
    Di sana ditulis ‘ciuman pertamanya’..
    Aah bohong kan? Bukannya udah sering sama hae hihihi :3

    Aku ikut bantu doa ya semoga hae ga langsung pingsan atau nangis nyampe bikin banjir pas ngeliat drama ini😀

  22. MINHOOOO OPPPAAAAAAAAAA SARANGGGHAEEYOOOOOOOOOO…..

    opppaaaaaaaaaaa kenaapaaaa kau melakukannnya (?)

    ahhh haejinnn-ssi kau beruntunggg merasakan dua bibir namja sexy TT__________TT

    minhoo oppa ga bole jatuh cinta beneran sm haejin TT_________TT

    Joorii ahjummmaaa mana ekspressinya ekspressii *dimakanjoori*

    haejinn-ssi aku flyerss lohhhhhhh tapi tetep aku ga rela kamu beruntung bgd di cium 2 namja kesayanganku *gigitjempolkaki*

    yah buat eps 1 untuk pemula seperti haejin-ssi ini sudah lumayan koq *wink*\

    changmin oppa..klo yunho oppa ga mau ngenali kamu sm adeknya…

    kenalan sama aku aja ne nomor telpon ku 0809010677321

    *ciumminhooppa*

    XDXDXDXDXD

  23. Huwaaaaa,, cd kelinci, diintipin pas ganti baju, direnggut firts kiss-nya *yang terakhir perlu dipertanyakan kebenarannya* aigooya,, naas benar hidupmu haejin,,

    aq ngfans ma halmoni-nya, itu nenek gokil abiiisss,,

    overall suka, cuma kurang panjang hehehe,,

    reaksi om ikan?? Darah mendidih liat haejin dapet kisseu maut dari changmin n minho,, banjir bandang lanjutan deh padahal kemaren baru baikan n ada adegan ranjang segala, sekarang dah mau banjir2an lagi?? Hmm,, sujuM memberdeul,, siap2 ngepel yaaa,,

  24. astaga itu haejin untung apa apes ya? kalau untung karena ketemu dua cowok cakep, kalau apes ih, baru hari pertama dateng udah diintipin…. cowoknya mesum semua pula . . . .
    Taiwan? dijamni deh, banjir!!!!! ayo member suju m ngepel!!! #pletak!!

  25. Ih~~~
    Baca neh ff sumpah da geleuh ama ci Abang Minho ma Dedek Min2!!
    Mereka nyebelin…..=u= Kagak adaaa bagus2nya dah sifat mereka di part ini… *sigh*

    Tuh kan!!!
    Jumma apaan pula tuh cipokan ma dedek n abang nta?!!!
    SELINGKUH TAH!!!!!! LoL
    Hahahahahahahahahaha

    Lanjuttt Jumma~~~~~

  26. Aigo, aigo…. oennie, adegan d kamar kirain cmn seorg yg ngintipin haejin>_< omo~ mna dlmanx kelinci lgi kkk
    hadeuuh q kira changminnya kalem kalem g2, pdhal sma aj ma minho wkwkwk eh driq mau nyiapin pelampung,, kykx bntr lgi bakal ad banjir bandang #plakk :p

  27. tsunami taipei tsunami dahhh….
    dicium 2 cowo, celana dalem kliatan,,
    aigo… jangan perang lagi yah😄
    pantes si hae bilang ga nonton gapapa,, hahahaha,,

    celana dalam kelinci? kenapa ga sekalian dikasi yang ada buntut kelinci nya???
    kekekeekkeee,, demenannya skinship couple gini toh,, *minta diinjek mpe penyet*

    kalo komen netizen apaan yah?
    hmmmm….
    akting haejin masih kurang alami,, dan hanya ketika ciuman dengan 2 cowon keren saja terlihat meyakinkan *piss onn cuma komen netizen ngasal kan, lagian kan uda diajarin sama ikan dan sudah berpengalaman dalam cium mencium XD* minho dan changmin karena sudah pernah berakting terlihat lebih alami.. karena ini baru episode pertama dan saya rasa bisa dimklumi karena pada dasarnya akting haejin itu bagus,,

    halah ngomong apa sih saya??
    kekekekee
    fighting onn😄

  28. ada yg salah dengan clana dalam kelinci ?? #upss

    wow…!! changmin-ah !! keren banget deh pake kacamata…. minho-ya !! rese banget deh kamu disini…=,=a

    yoogeun moogeun !!! bogoshipta !! kamu sudah tambah besar yah !! kasian minum aer beras…=,=a

  29. Komen 1 : g bsa ngebygin gmana reaksi donghae liat nich drama onn. Yg pzti dy lgsg tepar wkwk.
    Gila aj, pcrny dliatin org tp msh pke dleman gtu, kelinci pula -.-”
    adkny haejin jga, kcil2 pda mesum wkwk
    g nyangka kalo kakekny haejin msh hdup, n g nyangka jga kakeknya haejin yg ktany dlu wktu muda it cakep pcrn m ce yg PERFECT (?) anehny.
    N crita cintany mirip romeo n juliet, bner2 g bsa ngebygin onn.
    16 taon??? Ap g slah ya. Udh tua2 gtu jga, n yg pntes cma minho kykna onn*plak*
    ngakak bner di adegan trkhr, trnyta minho m changmin kembar mesum haha.

    Komen 2 : bner2 mengejutkn onn, aq kra nich drama, umur minho, changmin m haejin diatas 19 taun. Eh gtwny trnyta msh 16 taun.
    Kalo 16 taun kn it msh kekanak2an kykna, tp kog para pelayanny kykna trlalu brlbhan seakn2 mreka it udh dewasa. Jd dpuja2 gtu.
    Udh gt kelakuan m adegan untk ank 16 taun kykna trlalu berlebihan. Jd kliatan jauh lbh dewasa dbndingkn umurny kecuali haejin pastiny. It mnrutku ya onn hehe
    tp intiny critany seru kog, wlwpun g prnh bca komikny.
    Dlanjut onn^^

  30. wow
    lee hyejin anggota felidis terlihat bagus memerankan drama ini
    dan cangmin terlihat tampan sekali menggunakan kacamata it !
    Tdk sabar menunggu eps 2 dr drama ini !!

  31. Saya pura pura jadi netizen nih onn ?? #PLAAAAAK

    1. muka lawak onn ?? Hahahahahahhaha
    Mbayanginnya aja saya udah ketawa sediri =P

    2. Itu yang ngintip pale kamera si Changmin ya ?
    Dasar mesum abis onn
    Nggak nyangka maknae masa kini sudah sekotor itu *diinjekchangmin

    3. Penggambran tokoh Minho nya onn
    Nggak tau kenapa ganteeeeeeeng banget ahahahhaahahahah
    Diksi Onnie Daebak deh ^^

    4. Kalo nih drama bener bener ada onn
    Saya pantengin terus pasti hahahahhahhahahah

    5. Kalodonghae nonton drama ini
    Dijamin balik ke Seoul
    Dateng ke dorm Haejin
    Minta kisseu lebih banyak daripada Changmin sama Minho *pertanggungjawabangituceritanya* =P
    Nggak kebayang Kalo pas syuting salah terus pas adegan itu
    Dijamin Donghae langsung bunuh diri onn
    Hahhahahhahahahh

  32. Ciahhh. Ada drama kaya gni. Gwe guling”nntön.nya ..
    Kalo dgn gaya netizen gwe komentarnya : haejin.ssi apa yg kau rasakan mendapatkan bibir minho n changmin dlm skali kesempatan.*lol

  33. buahahahahhahahaa,,,,
    aigoo pake CD kelinci ??? hahahhahahaha
    Haejin malang nian nasibnya , wakakaakaka
    si Jung Joori gatel beud dah, padahal dah bau tanah !!#plakkk

  34. Pingback: {ChoChoiLee} Strong Heart Trap 2/2 « JinHaeXy

  35. ahh author kereeeennn.. aq cinta lho ma komik ni!!!!
    pertama kli baca komik ni wkt smp!!!!
    ehh btw td aq nemu kejanggalan… cucunya joori kn cwo,tp nulisnya ad yg cucu perempuan…
    ahh daebaaaaaaaaaaaaakkkkkkkk!!!!!!!!!!!!!!

  36. Ahhh minho-ya~~ hahahaa genittt! Sama aja changmin main sosor ajaaa
    Suka sm halmeoni nyaaaa hahahaa koplak😀
    Haejin! Iriiii irii sama haejinnn wkwkwkwk

  37. Haejin ..dosa apa coba di masa lalumu nak, dapet bencana kyak gtu.. udah ngurusin ade2 sama eomma yg begitu.. kudu berkorban nerima perjodohan biar keluarganya ga diapa2in.. ini nih si nenek sumpah ngakak banget yah pas baca dengan wajah lawak..ahaha😄
    Nenek ini apabanget dan kakek itu juga.. seenak jidat banget ngejodohin begitu dih -_- itu juga cucuknya si nenek apabanget.. minho yg kesannya liar, kyaknya dia mau jadi tarzan gajadi tuh makanya gampang loncat2an begitu.. nah si changmin profesor ga jadi #plakk~ mana dua2nya mesum pula ngintipin haejin.. itu juga ciuman pertama oh tolong maen cium gtu aja tanpa tau malu dan minho itu errr.. kyaknya hot yah mas #plakk😄

  38. bagus akting Haejin…udh privat dulu sih sm poppa…wkwkwk
    ahh padahal Haejin handal bgt deh kalo urusan poppo…kekekk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s