{JinHaeXy} Tepian Hati

WARNING!!! Dari seluruh ff galauku, kayaknya ini FFku yang paling galau!!

jadi kalo ada yang gak suka, mendingan gak usah baca, daripada nantinya muncul komen yg gak enak, dan saya lagi kagak mood juga, yang ada malah kacau ya gak? ini cuma curahan hati… 

Taipei

”Kumpul di meja makan, sekarang!”

   Suara tegas itu membuat siapa saja, termasuk Kyuhyun ngeri, dan terdiam. Diawali Siwon, Sungmin, Kyuhyun, ZhouMi, Henry, Ryeowook, Eunhyuk, dan Donghae akhirnya berkumpul di meja makan, melihat Manajer Hyung sudah memasang wajah serius seperti itu pastilah terjadi sesuatu.

   ”Ada apa, Hyung?” tanya Siwon pelan.

   Manajer Hyung mengeluarkan sebuah amplop cokelat besar dari dalam tasnya, kemudian melemparnya ke atas meja. ”Buka!”

   Henry dan Ryeowook meraih amplop bersamaan, dan akhirnya Ryeowook mengalah, dibiarkannya Henry membuka amplop tersebut, dan Henry menarik keluar beberapa lembar foto, dan Henry membelalak.

   ”Wae?” tanya Sungmin penasaran.

   Henry takut-takut meletakkan lima lembar foto tersebut di atas meja cokelat, dan semua terperangah, termasuk objek foto itu sendiri. Mereka semua saling pandang, dan menatap pria berambut pirang yang sedang terpaku kemudian meraih salah satu foto itu, dan memerhatikannya.

   ”Ini gak mungkin!”

   Manajer Hyung menjawab. ”Yah itu kenyataannya! Dan sekarang posisiku terjepit, member di Seoul sekarang sedang diinterogasi, dan kurasa giliran kalian akan tiba segera.”

   ”Tapi… tapi…”

   ”Lee Donghae,” kata Manajer Hyung. ”Kau kuberi izin ke Seoul kemarin dan kau memang menepati janjimu untuk kembali tepat waktu, tapi kau kan sudah kusuruh hati-hati! Kenapa foto ini ada?”

   ”Tapi… tapi…” Donghae terbata-bata.

   Manajer Hyung menghela napas. ”Di internet belum menyebar apa-apa, tapi yang jelas ini bukan untuk mengancam kita.”

   ”Maksudnya?” tanya Eunhyuk.

   ”Ini untuk mengancam Haejin, dan Felidis,” jelas Manajer Hyung. ”Karena isi pesannya untukmu Donghae-ya,”

   ”Mwo?!”

   Manajer Hyung mengeluarkan sebuah surat, dan membukanya. Itu surat kaleng, karena diambil dari huruf-huruf di judul-judul koran. Tapi satu kalimat yang jelas disitu : BERPISAHLAH DENGAN LEE HAEJIN, ATAU LEE HAEJIN AKAN HANCUR!

   ”Astaga!”

   ”Ini ancaman serius…”

   ”Siapa pelakunya?” tanya Siwon tiba-tiba. ”Hae, ini dimana?”

   ”Lokasi syuting,” sahut Donghae pelan.

   ”Wartawan bisa masuk?”

   Donghae menggeleng. ”Setauku cuma staff, wartawan dan fans hanya bisa di luar…” suaranya tercekat.

   ”Lalu siapa yang mengambil gambar ini?!” tanya Eunhyuk cemas. ”Ya ampun, ini dimana?”

   ”Kamar mandi, ruang ibu menyusui,” sahut Donghae cemas, dia menggigit bibirnya. Dia terlihat cemas. ”Aku tidak peduli kalau aku yang kenapa-napa, tapi tidak bisa dia! Dia…”

   ”Hae, tenang… tenang…” bujuk Sungmin.

   Kyuhyun menatap foto-foto tersebut. ”Kalau dilihat dari kamernya sih, kamera bukan profesional, Hyung. Bukan SLR canggih yang biasa dipakai forum atau fansite,” komentarnya.

   ”Kalau yang aku simpulkan, fotonya diambil secara terburu-buru,” kata Sungmin lagi.

   Donghae tidak mendengarkan, dia hanya menatap nanar foto tersebut.

   ”Bisa nggak ya, diselidikin foto ini diambil dari tipe kamera apa?” celetuk ZhouMi. ”Barangkali dari situ bisa kita selidikin siapa yang punya ponsel,”

   ”Hae, hanya ancaman kosong mungkin,” kata Siwon.

   Donghae menggeleng. ”Sanksi untuk Haejin di perusahaannya akan sangat keras! Dia kan sepuluh tahun tidak boleh memiliki kekasih, belum lagi kompensasi semuanya, dan dia juga yang harus…” suara Donghae tercekat. ”Dan dia sudah tidak punya siapa-siapa lagi…”

   ”Donghae, Donghae, tenangkan dirimu,” kata Sungmin cemas.

   ”Aniya, aku harus melakukan sesuatu!” seru Donghae. ”Ini mau drama pertamanya, dan ini baru tahun Felidis, aku tidak mungkin menghancurkannya!”

   ”Donghae, kau bicara apa?!”

   Donghae berdiri, dan berbalik masuk ke dalam kamarnya.

*           *           *

Seoul

            Haejin berjalan masuk ke dalam apartemennya, dan disambut oleh seruan hangat dari kedua dongsengnya. Dia baru kembali dari Mokpo untuk syuting episode kelima Let’s Get Married, badannya letih sekali, dia ingin segera mandi air hangat lalu tidur, karena besok pagi-pagi akan mulai syuting episode keenam.

   Haejin merayap naik ke tempat tidur, dan membuka ponselnya, ada pesan masuk.

From : PRR_CSW

            Aku mau Taipei~ mau titip pesan apa?

To : PRR_CSW

            Aiya, jadi juga ke Taipei~ bilang : Poppa, cepatlah pulang! :*

            Ririn tidak membalas pesannya, sepertinya dia sedang dalam pesawat, barulah Haejin mandi dan mengeringkan bajunya sembari memakai gaun tidur kesayangannya. Saat dia berkaca, dia melihat dari arah tempat tidur, si Putih berkedip-kedip, dengan penasaran Haejin berbalik dan membukanya, ada pesan.

From : PRR_CSW

            Banyak banget gossip gak bagus di timeline twitter, berita basi juga padahal

To : PRR_CSW

            Berita apa? Sudah tiba di Taipei?

 

From : PRR_CSW

            Sudah~ dan coba kau tebak, Haejin-ah? Suaraku habis gara-gara memarahi Choi Siwon! ^^

 

To : PRR_CSW

            Kekeke, rawatlah dia Onnie, jangan malah dimarahi, ya sudah, aku mau makan dulu yaaa…

   Sambil berjalan ke meja makan, Haejin terus membuka-buka timeline Twitternya yang cukup ramai. Kalau Ririn membicarakan gosip, biasanya semua berasal dari Twitter, dan benar saja, perasaan Haejin langsung tidak enak mendengar berita-berita tidak baik ini.

   Donghae confirmed that he’s dating Sunye in his Cyworld!

   Mata Haejin membeliak, ponselnya jatuh ke bawah.

   ”Onnie?! Kenapa dijatuhin?” tanya Chihoon.

   Haejin langsung berlari menuju komputernya, dan mencari berita tersebut, eobseo.

   Haejin jadi bingung sendiri, kemudian dia menggaruk kepalanya bingung, dan membuka timeline Twitternya. Dia melihat banyak pembicaraan soal Donghae-Sunye disini. Pacaran sama Sunye? Tapi, kan… Haejin mulai khawatir, dia di Taipei, dan Haejin memang tidak bisa selalu mengawasi kekasihnya.

Oh Tai Wan Mei‼!

   Haejin menutup aplikasi Twitter For Blackberry-nya, dan langsung membuka pesan masuk.

From    : -poppa-

            Aku mau bicara, angkat telponku ya

   Ah, mungkin Donghae mau menjelaskan soal gosip Sunye, hihihi, dia pasti mulai panik, padahal Haejin sudah tidak mudah galau sekarang. Tak lama mengalunlah melodi Beautiful dari ponselnya, dan Haejin langsung mengangkatnya.

   ”Yeoboseyo, Poppa Sayang.”

   ”Haejin-ah,” suara Donghae kering.

   ”Wae?” tanya Haejin riang.

   ”Mianhae,”

   ”Mianhae mwo? Gosip itu? Gwenchana, aku sama sekali…”

   ”Mianhaeyo,” potong Donghae. ”Itu bukan gosip sama sekali,” lanjutnya pelan. ”Itu bukan gosip, Haejin-ah.”

   Aku tergagap. ”Mwo?”

   ”Aku mau menjelaskan padamu sebetulnya nanti kalau aku sudah kembali ke Seoul,” jelas Donghae lagi. ”Aku tidak bermaksud untuk… keurae, aku tidak akan basa-basi, aku menduakanmu.”

   Dunia rasanya berhenti berotasi.

   ”Mianhae, Haejin-ah tidak jujur padamu dari awal. Aku mencintai Sunye, tapi aku juga sayang padamu, hanya saja…”

   Haejin bisa mendengar dirinya sendiri menyahut. ”Ah… keurae? Gwenchana,”

   ”M…mwo?” tanya Donghae kaget.

   ”Ne, gwenchana,” Haejin berdeham, dan mengatur suaranya, meski air matanya sudah mau tumpah. ”Aku tidak apa-apa, kok. Itu hakmu, mungkin memang Sunye Onnie memiliki sesuatu yang aku tidak bisa berikan padamu.” Haejin mencoba terkekeh.

   Donghae tidak menjawab apa-apa. Tapi Haejin berharap ini mimpi, ini bukan kenyataan, tapi Donghae tidak bergeming, dia tetap diam. Setelah setahun ini mereka berdua lalui bersama.

   ”Maafkan aku ya, kalau aku punya salah padamu, Donghae-ssi,” ucap Haejin lagi. ”Kau sudah jadi kekasih yang baik untukku selama setahun belakangan. Oiya, Sunye Onnie itu kakak terbaikku, jangan sakiti dia ya…”

   Donghae masih tidak menjawab apa-apa.

   ”Annyeonghikaseyo, eh, jamkaman,” kata Haejin lagi. ”Donghae-ssi, jaga kesehatan ya, jangan lupa makan.” Haejin mengusap matanya. ”Himnae! Banyak kok yang mendukungmu dengan Sunye Onnie. Annyeonghikaseyo.” Haejin menutup sambungan telepon, dan langsung menangis terduduk.

   Dia menggigit bibirnya menahan isakannya, tapi tidak bisa, akhirnya dia mengisak keras, dan sesenggukan.

   ”Onnie, waeyo?!”

   ”Onnie, gwenchanayo?!”

   Haejin mengisak keras sambil memeluk kedua adiknya, kedua adiknya kebingungan, dan masih menunggu Haejin menyelesaikan tangisnya, tapi yang terjadi, Haejin malah menangis terus, sampai akhirnya dia tertidur di pelukan kedua adiknya. Kyorin menatap Chihoon.

   ”Telepon, Seulong Oppa, sekarang!”

   Chihoon kemudian menelepon, dan tak lama dia kembali dengan wajah keruh. ”Onnie, Seulong Oppa sedang ke Indonesia, dia panik juga tuh, bagaimana ini?” tanya Chihoon.

   ”Aigo, tapi tak apalah, Haejin Onnie sudah tertidur, tapi… apa yang terjadi padanya menurutmu?”

   ”Hae Oppa?” tebak Chihoon.

   ”Biasanya sih, tapi apa lagi?”

   ”Molla,” Chihoon mengangkat bahu.

*           *           *

Saat sambungan telepon itu putus, air mata Donghae turun satu persatu, dan kemudian dengan segala cara dia berusaha memukuli dirinya sendiri, dia berteriak sendirian dan memukuli dadanya sendiri. Sampai akhirnya Eunhyuk dan Siwon menerobos masuk dan menenangkannya.

   ”Sudah, sudah, Lee Donghae, keumanhae!”

   ”Donghae-ya!”

   Setelah kedua tangannya dipiting paksa oleh Siwon, dan Eunhyuk menahan kakinya yang memberontak, barulah Donghae lemas, tapi air matanya tetap mengalir, ”AAAAAAAAARRRRRRRRRRRRGGGGGGGGGGGHHHHHHHHHHH‼!” dan dia pun berteriak.

   Sungmin, Ryeowook, ZhouMi, Henry, dan Kyuhyun hanya bisa merinding mendengar teriakkan Donghae. Mereka tau Donghae memang gampang menangis, tapi baru kali ini Donghae berusaha melukai dirinya sendiri, dan teriakannya terlalu memilukan.

    ”Tapi bagaimana dengan Sunye-ssi? Dia kan tidak tau apa-apa soal ini? Bagaimana jika Haejin bertanya padanya?” tanya Eunhyuk.

   ”Perusahaan sudah mengatur agar Sunye hanya perlu menjawab ya,” sahut Siwon miris. ”Kurasa JYP sebenarnya sudah tau masalah ini, dan jika Donghae tidak buru-buru bilang dia pacar Sunye, mungkin Haejin akan…”

*           *           *

“Jangan pergi dulu! Aku belum selesai bicara…” Mohon Donghae.

“Apa?! Kau mau bicara apa lagi?! Aku sudah dengar semuanya kok, kau sendiri yang bilang pula! Aku sudah tidak peduli lagi!” Haejin berteriak-teriak histeris.

“Arasseo! Aku salah!” Balas Donghae tidak kalah keras. “Tapi sumpah, aku benar-benar tidak ada maksud apa-apa! Aku harus bagaimana supaya kau percaya?!”

“Nikahi Hara!”

“Mwoya?! Lalu kau mau menikahi Taecyeon begitu?! Sampai aku mati tidak akan kuizinkan!” Seru Donghae keras, mata indahnya menatap Haejin tajam. “Aku sudah mendengar bagaimana semua orang membandingkanku dengan Taecyeon. Aku memang tidak sekuat dia, aku lemah. Aku tidak jangkung seperti dia, aku pendek! Aku tidak bisa seksi seperti dia, aku tau! Tapi aku bersumpah tidak akan meninggalkanmu, seperti dia! Aku tak masalah soal dia adalah pria pertama di hidupmu, yang penting adalah AKU yang terakhir!”

*           *           *

Lengan kokoh Donghae memeluk tubuh Haejin, Haejin meletakkan tangannya di atas tangan Donghae.

”Katanya, valentine itu terasa spesial kalau kita menghabiskan waktu melakukan apa saja bersama pasangan kita, jadi tidak terlalu ada makna spesifik…” Haejin memainkan jemari Donghae.

Donghae memejamkan matanya sambil terus hidungnya menghirup aroma rambut Haejin.

”Jadi hari ini aku mau terus bersamamu…”

”Kalau begitu valentine terus setiap hari, yuk…” kata Donghae pada kulit leher Haejin.

Haejin terkekeh. ”Maunya sih begitu, sayang kita kerjanya juga setiap hari ya…” sesalnya.

*           *           *

”Khawatir? Huuuh, masa aku tau kamu sakit dari Twitter sih? Kamu nggak bilang…” pukul Haejin pelan pada bahunya. ”Kalau kamu bilang kan…”

”Kalau aku bilang, kita nggak akan jalan…” kata Donghae lirih. ”Kapan lagi kita bisa jalan kayak kemarin? Aku sibuk, kamu sibuk…”

”Arasseo! Kalau begitu, aku mau disini seharian nemenin pacarku…” Haejin mengangkat tubuhnya naik ke kasur, lalu menegakkan tubuhnya di papan tempat tidur, dan memeluk kepala Donghae dengan tangannya. ”Pacarku sakit apa sih, Sayang? Diare?”

Donghae memejamkan matanya dan tersenyum, mengangguk.

”Masuk angin?”

Donghae mengangguk.

”Aduuuh kasian, tampan-tampan, penyakitnya nggak elit!” ledek Haejin. Donghae terkekeh, dan mengelus tangan Haejin yang melingkar di lehernya, Haejin mencium kening Donghae. ”Cepat sembuh, Sayang…”

”Ne, arasseo, Momma…” Donghae membuka matanya, dan tersenyum pada Haejin yang menatapnya.

”Sudah, tiduuuuur… aku temani sampai kau sembuh!”

“Aku gak mau sembuh ah…”

”Iiih, kok gitu?”

”Supaya kau disini terus…”

*           *           *

Aku menangis, tapi tetap tersenyum. ”Maksudnya… aku, mati… kalau nggak ada kamu…” kataku lagi, dia terpana, dia menatapku dengan pandangan kosong. ”Aku gak akan hidup kemarin, kalau bukan kamu yang ngisi tenagaku… aku gak akan bisa hidup, kalau bukan kamu yang ada disampingku… chargerku, ada di kamu, dan gak bisa diminta balik… ngerti?” tanyaku.

Dia terkekeh, tapi setetes air mata jatuh di matanya. ”Jadi, kamu jadi hape sekarang?”

”Iya…” aku mengangguk tersenyum. ”Aku bahkan rela jadi sendok asal kamu garpunya, aku rela jadi amplop, asal kamu perangkonya… aku rela hidup, asal kamu nyawanya…” aku menangis lagi. ”Aku bodoh! Aku yang egois… aku percaya kok sama kamu! Aku cuma egois mikirin diriku sendiri, daripada kamu pergi ninggalin aku, lebih baik aku yang ninggalin kamu…” aku meraih tangannya. ”Mianhae, Donghae-ya… mulai sekarang, kalau kamu masih kasih kesempatan… aku akan berusaha introspeksi diri… aku mungkin masih kecil, aku mungkin egois, aku mungkin gadis bodoh! Ya, aku gila karena cinta sama kamu, Lee Donghae…”

Dia tersenyum kecil, dan meraihku dalam pelukannya. ”Saranghae, Lee Haejin… saranghae, Ikan Kokiku…”

”Saranghae…” bisikku saat memeluknya. ”Aku gak akan ninggalin kamu kecuali kamu yang minta, aku janji! Ikan Nemo-ku…”

”Dan aku janji juga gak akan ninggalin kamu kalau kamu gak minta!” balas Donghae sambil mengeratkan pelukannya.

*           *           *

”Gwenchana, Donghae-ya… aku tidak apa-apa, aku tidak marah padamu…” jelas Haejin berusaha membuat tenggorokannya tetap stabil, meski kenyataannya dia sudah menangis.

”Lebih baik aku mendengarmu marah, daripada kau seperti ini, Haejin-ah…” Donghae terisak. ”Aku tahu kau pasti sakit hati sekali…”

Haejin mengusap matanya. ”Aku tidak apa-apa…”

”Bohong!” teriak Donghae. ”Aku selalu menyakitimu!”

”Ani, kau tidak menyakitiku…”

”Haejin… jangan tinggalkan aku…” kata Donghae tiba-tiba. ”Aku tidak tahu, aku memang pria yang tidak pernah berpikir apa-apa, aku selalu melakukan apa pun tanpa pernah berpikir… seperti yang dulu kau katakan ketika aku dan Hara…” Haejin memejamkan matanya kuat-kuat mendengarkan kalimat Donghae. ”Aku tidak memikirkan bagaimana perasaanmu… bagaimana mungkin aku bisa begini, selalu menyakiti orang yang kucintai?”

”Kembalikan pertanyaannya kepadamu, apakah kau benar-benar cinta padaku?” tanya Haejin lagi. ”Kuserahkan semuanya kembali padamu, kau menitipkan hatimu padaku, kalau kau mau memintanya lagi… akan kuberikan kembali, aku tidak akan menahannya… tidak akan pernah menahannya…”

*           *           *

”Ahahahahaha…” Donghae tertawa, lalu memeluk Haejin lagi, dan Haejin membenamkan kepalanya di tubuh pria itu, wangi badannya yang dirindukannya menyerbu indra penciuman Haejin. ”Maaf ya aku sama sekali nggak ingat kalau kita anniversary, aku jadi gak siap kado…” bisik Donghae, sambil menatap Haejin, dan merapikan rambutnya ke balik telinga Haejin.

Haejin nyengir, dan mengangguk. ”Itu bukan hal besar… yang penting ini fondasi kita ke depan.”

”Ne…”

*           *           *

”Maaf nggak jujur, aku nggak maksud bohongin kamu…”

Donghae tersenyum, ”Iya nggak apa-apa, maaf juga aku udah marah-marah, padahal harusnya aku percaya sama kamu. Itu sebetulnya amanat Seulong, kamu gak harus cerita sama aku…”

”Ani, Seulong bilang cerita aja… karena dia yakin sama kamu…” Haejin bersandar di bahu Donghae di sofa setelah mereka duduk menatap televisi yang tidak dinyalakan, tangan keduanya bertaut. ”Maaf ya, aku selama ini seperti nggak suka sama Eunhyuk… aku tau kok, Eunhyuk itu sama seperti Seulong buatku, padahal aku rasa lebih sulit nerima persahabatan antara laki-laki sama perempuan.”

Donghae mengelus kepala Haejin sambil senyum.

”Aku yang ke Eunhyuk aja masih suka cemburu…” aku Haejin.

”Aku juga kadang-kadang cemburu kok sama Seulong…” Donghae juga ngaku. ”Wajar kan? Tapi aku percaya kok sama kamu, lagipula Seulong itu yang udah jagain kamu sejak gak di Mokpo… sejak aku gak lihat kamu lagi… hehehehe…”

*           *           *

”Belum lagi Choi Minho, kau menyukainya jauuuh lebih dulu dibandingkan kau suka padaku…” dan diluar kemauannya sendiri, air matanya tumpah. ”Aku sering ragu, kau memang menerima cintaku, tapi dalam setiap kesempatan jika ditanya, siapa tipe idealmu, kau selalu menjawab Choi Minho, tidak pernah ada nama Lee Donghae dari mulutmu…”

”Aku memang egois, memintamu tidak melakukan itu semua, padahal aku melakukannya juga… aku sadar, dan bisakah kau jelaskan kenapa kau melakukannya, Haejin-ah?”

Haejin menjawab pelan setelah beberapa saat. ”Aku benci melihatmu dibelai wanita lain…” matanya memandang nyalang ke dinding kamar mandi, tidak menatap Donghae. ”Aku benci lagu itu! Setiap kali aku mendengar lagu itu, yang kuingat hanyalah dia yang menyentuh perutmu, di depan semua orang.” Kemudian Haejin mengisak lagi. ”Lalu kau takut aku meninggalkanmu? Aku jauh lebih takut kau yang meninggalkanku… hatimu cepat berubah di televisi, dalam satu kesempatan kau seperti sangat menyukai Sunye Onnie, kakakku sendiri! Sama seperti Minho, adikmu sendiri! Lalu Hara, temanku… aku bisa menolerir itu semua, pada akhirnya…” Haejin terisak. ”Tapi kau sebentar lagi akan ke Cina kan, Hae? Aku takut sekali… aku tidak mau jauh-jauh, dan akhirnya… akhirnya, kau akan main drama dengan Ariel Lin Jie Jie, kan? Kalau soal dia, aku tidak bisa diam lagi…” Haejin menutup wajahnya dan mengisak keras disana.

”Jujur, setelah kita pacaran, aku mencari tahu tentangmu, tentang semua yang kau lakukan di Cina dan Taiwan! Aku takuuuuut… karena aku tak mau kau meninggalkanku, aku melakukan itu… agar kau tahu, aku bisa sepertimu!”

Donghae mengusap air matanya, dan meraih Haejin dalam pelukannya. ”Arasseo, arasseo…” diusapnya punggung Haejin, sambil keduanya terus diguyur air hangat dari shower.

”Untuk sekali saja, aku mau mengurungmu, jangan pergi! Jangan pergi! Tetap disini! Kau milikku, dan bukan milik orang lain!” isak Haejin dalam pelukan Donghae. ”Tapi jelas tidak mungkin, karena aku juga merasakan hal yang sama, kita sama-sama idol, yang sayang pada kita banyak, kan? ELF dan Flyers…”

Donghae mengangguk. ”Gomawo sudah mau mengerti aku sejauh itu…”

 

*           *           *

Haejin-ah~ Momma~ Annyeong~! ^^ Hehe,aku bingung harus berkata apa padamu. Pertama-tama aku ingin mengucapkan selamat berjuang momma sayang!! Semoga oprasinya lancar, dan semoga penyakit sinus mu itu tidak kambuh lagi. Cepat pulih ya momma sayang~! Jangan terlalu lama di Rumah Sakit. Jangan lirik-lirik dokter nya,ingatlah bahwa kekasihmu ini adalah lelaki paling tampan didunia sehingga jangan melirik yang lain, arraseo?’

Haejin mengangguk seakan-akan Donghae bisa melihat anggukannya. Dia menyeka air matanya dan kembali berkonsentrasi memandang leptop Ririn. Ririn hanya tersenyum dan merangkul pundak Haejin, dia tau persis rasa rindu yang diderita Haejin sekarang.

sebenarnya aku sangat merasa bersalah padamu..  Mianhae momma-ya aku tidak bisa menemanimu saat ini. Dulu waktu aku sakit momma rela datang ke dorm untuk menjengukku, padahal momma sendiri dulu juga sedang tak enak badan >.< dan sekarang momma akan oprasi aku tidak bisa menemani.. Aku ingin sekali ke Seoul, tapi jadwal Super Junior M sangat padat. Maaf momma, poppa tak bisa menemani. Poppa janji sesampainya poppa di Seoul poppa akan langsung ke dorm Felidis ^^ Momma~ Poppa kangeeennnn! Malam minggu besok poppa akan berusaha pulang ke Seoul agar bisa menemui momma. Pokoknya sekarang momma istirahat yang cukup ya, semoga besok oprasinya lancar. Bye momma,sarangahae~

*           *           *

”Changmin juga! Pokoknya siapa pun, kau ingat lirik Perfection, kan?”

Haejin mengernyit, apa hubungannya?

”I will not let anyone replacing my place beside you!” tekan Donghae kata perkata, dengan manik mata tepat menatap mata Haejin.

*           *           *

Haejin mengumpulkan semua barang-barang itu di dalam sebuah kardus berukuran besar, setelah semua sudah masuk, dia mengeratkan ujung-ujungnya dengan lakban cokelat besar. Kemudian dia keluar dari apartemen Felidis, dan mengendarai mobilnya sendiri menuju suatu tempat.

*           *           *

Taipei

   ”Donghae, ada kiriman paket untukmu…”

   Donghae keluar dengan wajah dinginnya yang sudah dia tonjolkan selama dua hari ini, tak ada yang mengajaknya bicara, atau berusaha menghiburnya. Mungkin tidak sekarang, mereka hanya ingin membiarkan Donghae tenang untuk saat ini. Donghae membaca paketnya, Seoul.

   Tak ada keterangan apa-apa, dan tanpa curiga dia mengoyak selotip yang menutupi kardus tersebut, kemudian membukanya. Baru dia melihat benda pertama yang terletak paling atas. Ibaratnya, hatinya yang masih berdarah, dikoyak lagi, kemudian semakin dia membuka ke bawah semakin sakitlah dia.

   BlackBerry Bold 9000 putih, lima buah boneka Nemo dari yang paling besar hingga yang paling kecil, beberapa kaus SPAO, dompet pink, gelang, dan semua barang yang pernah Donghae berikan pada mantan kekasihnya, Haejin, kini dikembalikan semua, tanpa terke… Donghae kemudian membongkar semuanya, dan hanya satu benda itu yang tidak ada.

   Cincin, yang selalu melingkar di jari manis kiri Haejin. Donghae merosot di depan pintu dengan tangis tak terbendung lagi, dia lelah, dia capek harus seperti ini. Dan kini, semua berakhir.

   ”Ige mwoya? Donghae-ya!” seru Siwon kaget mendapati pintu depan penuh dengan berbagai macam barang. Siwon mendapati ponsel putih yang dia kenali, dengan sticker smiley-nya. ”Ini punya Haejin, kan?”

   ”Dia mengembalikan semuanya…” sahut Donghae lirih.

   ”Mwo?!”

   ”Hanya satu yang tidak dia kembalikan, cincin itu… cincin yang kuberikan saat… ciuman pertama kami, saat aku memberinya janji yang kini tak mungkin aku tepati. Siwon-ah…” isak Donghae. ”Aku cinta dia… apakah dia… apakah dia…”

   Siwon menepuk bahu sahabatnya setelah berjongkok. ”Kalau dia jodohmu, tidak akan lari kemana, Hae. Cincin itu masih jadi pengikat kalian, semoga saja, pertanda baik Haejin masih menyimpan cincin itu.”

*           *           *

Haejin berdiri di tepi pantai Busan, pantai yang beberapa bulan lalu menjadi saksi bisu kisah cintanya yang manis bersama Lee Donghae. Dilepaskannya cincin perak dari jari manis kirinya, dan dibuangnya ke lautan.

END / TBC

kenapa blog sempet ku protect? malahan tadinya rencananya mw aku tutup sekalian… wkwkwkwk gak dewasa ya aku? But yaaaa, here am I… Nisya si Tante Galau, tukang galau, pasti tau deh kenapa saya galau…

tapi saya mencoba profesional, untuk menyelesaikan semua hutang yang ada… dan yg ikhlas doain, doain Hae yaaaa🙂 doain saya juga wkwkwkwkwkwk

89 thoughts on “{JinHaeXy} Tepian Hati

  1. eh? tante galau?
    gara2 kau aku jd ikut galau nih,,
    galau liat si haejin ama donghae galau *yesung elus2 pala ku*

    berasa mencelos tw ga sih hatiku,,,
    aduhh suka deh ff kamu ini,,,
    suka cerita jinhaexy…
    ini ff.a beneran curahan hati yg buat…
    tenang, ga pada jd liat 2AM,,,karna promotor.a aneh..
    ehehehhe

    eh eh, knp mw di protect?
    jangan,, nanti aku ga bisa baca lg,,,
    do you have problem?
    jangan hiraukan, kamu kan punya banyak pembaca setia yg nunggu

  2. Onniieee hwaitingg!!jd onnie di TL galau si hae karna ini ya?aduhh onnie aku jg ikutan galau..onnie sabar yaa😥 emang si nyesek bgt kl tau bias kt deket sama cwe lain..tp onnie jangan terlalu percaya juga kan bs aja itu cuma hoax
    Jangan ditutup onnie blogny T.T

  3. jangan putus dan jangan nutup blognya yaaa😥 jebal. sedih sih tau bias kita ngejalin hubungan sama org lain apalagi kita tau siapa org lain itu tapi percaya aja semua berita itu ada yg gosip dan fakta. sedihnyaaa JinHae jd bubaran gini. nggak relaaaaaa

  4. si jelek mana yah ?? Aku mo minta napas buatan. Sumpah uda nyesek ini bacanya… *plak*
    Whatever will be, will be….
    tetep smangat yah sayang…. Smua udah ada jalannya ko… Percaya deh =)

  5. Hhhm ternyata benar dugaanku. gara2 isu tak sedap. Well Nis, all u have to do is get real. Cos life goes on and u’re gonna be sorry if you missed some good times. But I do understand what u feel. I’ve been in a same situation. The different is I already met him and get closed to him though I know it msut be impossible for us to be together. So, hwaiting! jangan galau terus… Cheer up kakak anis.. (kata Gie) Hehehe

  6. huaaaa,, sedih bgt napa jd ny putus…kaget bgt pas hae bilang smua ny bener,,huhuhu padahal haejin ny g marah brita ky gtu!!!

    jinhae g boleh putus atuh, hampa nie kalo g ad jinhae!!! ^^
    ayolah mending d omongin baik2, jgn putus y, selesaikn bareng2. cari org yg dah ngrim tuh srt kleng.*bjek2 eonn* *sok bijak y nie readers*hehe

    jgn END y TBC ajj,jebaaal?? aq pengen tau lanjutan ny.. okkk!!
    HWAITING eonn,^^

    aq cm readers dsini an uga ELF yg mencintai hae.. soal berita itu, memang sakit, aq uga merasakn ny sm ky eonni an pasti ELFishy yg lain uga sm!!tp brita ny lom tentu bener uga,, smoga cm hoax doaank!!

    gomawo eonn g nutup blog ny…^^
    tetep truz berkarya y, HWAITING.. next ff akn slalu d tunggu ma readers mu!! *hug U eonn* hehe

  7. uweeee~ unniee tanggung jawab garagara udah nyebarin galaaaauu !! saya ikuut galaau .. ><
    unniee jangan putuuus .. huweee~ (T_____T)
    tbc aja unn ..
    lanjutin sexy galaxy jinhae !!😀
    lanjutkaan pokonyaa~
    jangan sad ending tapii #digeplakbanyakmau

    unnie hwaitiiiing~ !!!

  8. waaaaaaaaaaa……….. nangis dehhh….. kshan bget jin-hae…… tng aj kian psti berjdoh kq…….
    on,jgan d end kn ff x, trus jgan d tu2p n protec blogx………….. ku ska bget ma ff yg ad dsni……..

  9. chingu kq jinhae couple jd galau gni sh…?aq sdh bcany chingu,buat mrka blikan lg dng chingu…jebal,aq ska klu mrka brdua pcran n sling mncntai…..buat mrka brdua bhagia y chingu….TT

  10. huweee
    T^T

    aduh saya mewek bacanya
    kasian donghae sama haejin
    harus terluka demi pekerjaan

    sedih bgt pas donghae buka paket dr haejin yg isinya semua barang ttg mereka berdua
    aku kira haejin bakal tetep nyimpan cincin itu
    kenapa di buang???

    aduh nisya jgn galau2 dong
    aku jd ikutan galau nih haha

    jd mereka pisah?
    jd ini cerita nya bakal ngaruh ga nnti ke we fall in love?

    aigo ya~
    jgn pisah dooonggg😦

  11. Pingback: {ChoChoiLee} Everything gonna be ok! right? ‘cuz you’re not alone ^^ « SYifA is The PRINCESS

  12. Pingback: {ChoChoiLee Series} Everything’s Gonna Be Okay, Right? « ♛ Chocolate's Crown ♛

  13. sabar chingu. .
    haduh. . .bacanya sedih sendiri deh. .
    jangan nyampe skinship couple kita berakhir kayak gini
    sunye sama donghae cuma gosip kok. .hwaiting!!

  14. sory ni chingu aq comment lg,cm aq ngrasa bnyk reader trmasuk aq yg jg ikut2an galau bc jinhae couple,kt jg ngrti kq klu chingu lg galau tp chingu hrs smngt dng dmi pra reader…aq rsa brt tntng hae cm hoax aja kq….buat jinhae jdian lg y chingu…mrk cocok bgt….

  15. onn….jgn sedih donk…huhuhuhu..ikutan sedih nih…

    Apalagi kalo ni blog di protec…trus gak bisa baca FF onn lagi….huwaaaaaaaaaaaaa……
    Gak mao….
    onn harus semangat….itu cuman hoax onn….plis…jgn galau…sumpah deh…JinHae pisah…kita2 yg suka JinHae gimana????????????????????

    Kalo onn butuh temen buat cerita…kita2 pasti siap dengerin+beri masukan kok…jadi jgn nyerah…kan masih ada kita2 yg nemenin…

    Onnie…HWAITING……FIGHTHING!!!!!!!?

  16. oh sunye-donghae?
    *lempar sunye make aqua bekas*
    cheer up! kadang sebuah masalah terlihat sulit, namun, seiring waktu, seringkali masalah itu menguap. it’s okay! just smile and walk the path! you’ll find ur problem solver.
    *sialnya pas ngomen, donghae lagi nyanyiin partnya di lagu our love, jadi gedeg sendiri*

  17. ff yg kereeeeeeeeennnn!!!
    tp kok ya gw ga rela dah jinhae bubar gtu ajaaaahhhh,,,,

    itu jg masih gantung dah,, knpa donghai ngeduain haejin???
    kenapa haejin malah milih buat pisah ajah ma donghai n balikin semua barang2 pemberian abang ikan???

  18. waduhh.nyesek banget bcanya,bikin mewek pa lg pas haejin buang cincin dr nemo…hikzzz -hikzzz …aq mmg jarang mampir diblog ini,tp please nis,blog’na jgn ditutup yah..aq suka jinhae couple…n jgn galau lg dehh,nemo kyk gtu ada alasannyakan…huuu…jd sedih gini..T_T

  19. Ttp smgt oenn!!! masa bodo ma brta yg dluar, yg pntg qt smua ngakuin klo LEE DONG HAE adlh milk LEE HAE JIN slmx d dunia perff-an
    mslh pendmping hdup n sgl macam tetek bengekx it, cmn bs blg smg mrk bhgia dgn plhan mrk. pd akhirx qt cmn pgen liat mrk bahagia. KEEP FIGHTING!!

  20. Nyesek aq bcany
    Ampe mewek,eh uda bocor malah bendungan air mata q, ,
    cpa sie two yg foto” pke ngancem” lg, ,kasian jinhae, ,
    haejin jd ngalamin kjadian yg sama 2x, ,hueEeE

  21. baru sempet komen T^T

    Ihhh sumpahh ni ff pasti galau bgt ya? Ampe bacanya ikutan galau!! Kok gini jadinya?? Dan knp hrs sunye?! Nyeseeeekkkk !!!!

  22. Huaaaaaa T.T sedih banget deh ah -__-” Haeppa ya ampun kasian banget, cincinnya ternyata malah dibuang kelaut😥 serius deh sedih banget bacanya =,=

  23. JinHae!!!!!
    Haejinnnnnnnnn hwaiting!!!!
    aduh itu cincin sayang dibuang k laut ==’

    sabar y sayang, sebentar lagi klo desas-desus penyebar foto itu beres, pasti Donghae balik lagi….
    hwaiting Haejinnn!!!!

  24. Hikhikhik aq (╥_╥) baca in sumpahan! Hae yg serba salah krn hrs nutupin sesuatu utk haejin.. Haejin yg tauny hae ngduain dy… Haiisshhh beneran galau berat in sih

  25. Ihh apabanget sih JYP. Menghalalkan segala cara. Emang sih yah dunia yang kayak gitu penuh trik yang ga keduga. Sabar yah haejin sama donghae #pukpuk~ kasianan banget deh Donghae sampe ngaku sendiri kayak gitu. Padahal juga haejin baru nitip salam sama ririn yah. Egilaaa~ kenapa juga malah harus bilangnya donghae pacaran sama sunye -_-
    Itu flashback2nya bkin sesek deh momma.. ada dua flashback yang blom pernah kubaca sih #plakk~ haejin, jangan gtu nakk.. kamu gatau yg sesungguhnya. Kasian haejin yang gatau apa2 tapi tersakiti gtu. Donghae harus ngorbanin dirinya buat nyakitin haejin biar haejin ga diapa2in sama JYP.. ahh gembel nih #tepok~

  26. Huaaaa, sakit banget nget baca yg ini. (ʃ‾̩̩̩‾̩̩̩~‾̩̩̩‾̩̩̩ƪ)
    Astaga! Mencak2 deh kayak haejin klo gini..
    Mm, tp WIF series nya cmn smp part 19 yah thor? Saiia nyari yg selanjutnya koq ga ada yah?

  27. aduhh ini beneran galau..apalagi waktu flashback kenangan itu..hiks’
    keunde, Hae melakukan itu untk melindungi Haejin? aigoo..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s