{JinHaeXy} When I Fall ~Donghae’s POV 1~

Januari 2009

   ”Hyung, ayo kumpul… adikku mau debut!” kudengar suara Kyuhyun ramai sekali di ruang tengah. Dia pasti datang membawa serta rombongan member yang tidur di lantai sebelas, aku yang sedang mengganti seprai kamarku pun pasti sebentar lagi di panggil olehnya.

   Dan benar saja, dia membuka pintu kamarku. ”Hyung! Ayo keluar… kau harus melihat adikku!”

   ”Iya…” aku mengangguk, sambil terkekeh. Setelah menutup kasurku dengan selimut tebal berwarna biru, aku keluar dari kamar, dan member sudah lengkap semua, minus Kibum. Dia kan lagi sibuk semedi di gunung demi filmnya, aku melihat semua member duduk dengan ekspresi beragam. Ada yang antusias, ada yang bete, ada yang ngantuk, aku duduk di sofa di sebelah Eunhyuk.

   Eunhyuk mengeluh. ”Kita kan bisa nonton di bawah Kyuhyun-ah, kenapa harus ke atas sini sih?”

   ”Iih, kau tidak mau bertemu denganku?” kataku merajuk.

   ”Aniya, bukan begitu…” Eunhyuk mengusap kepalaku pelan.

   ”Aigoooo, kalian berdua! Berhenti bersikap menjijikkan seperti itu!” desis Sungmin Hyung.

   Aku terkekeh, aku memang senang bermanja-manja pada siapa saja. Akhirnya acara Music Bank dimulai.

   ”Adikku akan debut, aigoyaaaa…” ujar Kyuhyun bangga.

   ”Kuharap adikmu tidak evil…” celetuk Ryeowook.

   ”Dia pandai bernyanyi dan cantik, sama seperti Oppanya yang pandai bernyanyi dan tampan ini!” kata Kyuhyun dengan percaya diri tinggi, semua melirik Kyuhyun dengan pandangan pasrah.

   Daripada dilawan nanti nyawa melayang?

   Kami duduk menontong Son Hyerim dan Song Joongki membawakan acara Music Bank. Aku mengeluarkan ponselku, dan memainkan permainannya, karena sepertinya grup debut adik Kyuhyun itu masih akan lama.

   ”Adikmu anak mana?” tanya Siwon.

   ”JYP, Hyung…”

   ”Kok tidak masuk SM?” tanya Hankyung Hyung.

   ”Dia tidak mau, entah kenapa…” sahut Kyuhyun sambil terus memandangi televisi. Kami semua ngobrol sendiri-sendiri, tak ada yang boleh meninggalkan tempat duduk, atau sinar membunuh dari Kyuhyun siap melibas kami.

   Kemudian sekitar lima belas menit kemudian kudengar Kyuhyun bersorak, kami semua menghentikan kegiatan kami dan langsung menatap televisi. Sekelebatan profil girlband pendatang baru, dan cuplikan MV mereka keluar, sepertinya ini girlband adik Kyuhyun.

   ”Fleur De La Supergirl…” baca Heechul Hyung pada layar. ”Panjang amat namanya…” komentarnya. ”Oh, singakatannya Felidis… lah, cuma tiga orang?!” tanyanya.

   ”Kyu, adikmu yang mana?” tanya Leeteuk Hyung.

   ”Ini nih… yang wajahnya imut-imut…”

   ”Aigooo, lucunya…” komentar Yesung Hyung.

   Tapi aku tidak memerhatikan gadis itu, melainkan gadis satunya, yang sedang menari, dan menjadi centre dari mereka bertiga. Tariannya indah, dan gemulai, dia sangat luwes. Tapi bukan itu yang membuatku memerhatikannya, sensasi aneh di perut, dan debaran kencang di jantungku yang membuatku terus melihatnya. Bukan karena apa-apa, karena aku memang tahu dia…

   Aku kenal siapa dia…

   Aku tidak mendengar simfoni apa-apa, aku tidak mendengar suara apa-apa, semua bagaikan di mute, dan yang ada dalam mataku, hanya gadis itu yang sedang menari, dan bayang-bayangku kembali ke kejadian enam tahun yang lalu, saat aku kelas dua SMA.

   Aku mau berlatih dance di ruangan dansa satu-satunya di sekolahku, tapi begitu kubuka pintunya, kulihat seorang gadis kecil sedang menari ballet dengan indahnya, ya… gadis yang menari ballet itu, adalah gadis yang sama yang kini sedang menari di hadapanku, di televisi. Aku terpana, aku terus memerhatikan sosoknya, sosok yang tidak berubah kecuali gurat kedewasaan yang tampak pada wajahnya, kecuali tubuhnya yang sedikit bertambah tinggi. Dan tubuhnya yang semakin berisi, dan kokoh.

   Tanpa kusadari aku tersenyum. Terima kasih, Tuhan… Engkau memperbolehkan aku bertemu dengannya sekali lagi, aku terus menatap televisi, tak bosan-bosannya aku memandangi wajah yang sudah lama menyedot perhatianku ketika aku masih SMA dulu, inikah takdir? Aku mengeluarkan ponselku, dan langsung mencari keyword nama gadis itu, aku masih ingat namanya… tidak terlalu jauh dengan namaku, namanya juga berarti laut.

   Lee Haejin.

   Fotonya langsung muncul, aku tidak salah lagi, dia memang Haejin kecil, yang menjadi guru ballet di SMA-ku dulu, tidak menyangka kan? Gadis kecil sudah bisa mengajar ballet? Tapi kalau kalian melihat sendiri bagaimana dia menari ballet, kalian pasti tidak heran, dia begitu indah… aku menyimpan hasil searchku, kemudian mendengarkannya ngerapp, dia rapper rupanya, suaranya lembut sekali, dan ekspresinya juga membuat semua pria jatuh cinta.

   Ketika dia wink, bahkan Leeteuk Hyung ber-aigooo dan memegangi wajahnya, aku menatap gadis di televisi itu, dia cinta lamaku… yang tidak tersampaikan karena waktu.

*           *           *

”Hae…”

   ”Ne?”

   Eunhyuk melirikku dengan tatapan curiga. Aku menatapnya bingung, ada apa dengan monyet ini? Dia kemudian menaik-naikkan alisnya, dan menoel-noel bahuku, aku jadi bingung.

   ”Kau kenapa sih?!” tanyaku tak sabar.

   ”Ngaku deh, Hae…” kata dia sambil nyengir jail. ”Kau beli CD Felidis, ya?”

   Wajahku memerah, ”Iya…” aku berusaha mengontrol ekspresiku. ”Memangnya kenapa?”

   ”Ckckck… kenapa tidak minta saja? Kan lebih hemat…”

   ”Memang boleh ya?” tanyaku polos.

   Eunhyuk terkekeh, dan merangkulku. ”Sepertinya ada yang kau sembunyikan pada kami…”

   ”Sembunyikan apa?”

   ”Itu… beli CD saja tidak bilang-bilang, padahal apa salahnya kau bilang kalau kau penggemar Felidis?” tanya Eunhyuk menatap ke dalam mataku. ”Atau jangan-jangan, ada alasan terselubung?”

   ”Mwoya?!” aku melepaskan rangkulannya.

   Eunhyuk tertawa lepas, dengan tawa khasnya. ”Eh, Lee Donghae… kau itu paling jelek kalau sedang berbohong! Kau itu kenapa sih? Aneh sekali akhir-akhir ini, kalau ada apa-apa, ceritakanlah pada aku dan Ririn…”

   Ah iya, Ririn… aku terdiam kemudian menghela napas. ”Rasanya aku harus cerita pada kalian berdua.”

   ”Nah kan, akhirnya…” dia nampak lega.

   Apakah aku begitu gampang dibaca? Apakah yang bergolak di dalam hatiku terlalu transparan? Atau memang si Monyet ini sudah terlalu mengenalku?

   Aku memiliki seorang sahabat wanita dekat, bernama Park Ririn, yeah… orang banyak yang mengenalnya sebagai novelis muda, dan tentu saja adik kandung dari Park Jungsoo aka Leeteuk Super Junior, jadi tidak usah heran bagaimana aku dan dia bisa dekat. Status Ririn yang belum diketahui orang lain adalah, dia kekasih Choi Siwon.

   Sejak dia datang dan dikenalkan oleh Leeteuk, dan jatuh cinta pada manusia kuda, Ririn selalu curhat padaku, dan sepertinya saat ini, aku butuh bantuannya, juga bantuan Eunhyuk yang selalu tahu semua masalahku. Akhirnya beberapa hari kemudian, setelah Eunhyuk mendesakku agar cerita, aku, Ririn, dan Eunhyuk bertemu di kantor redaksi percetakan novel Ririn.

   ”Ada apa? Sepertinya ada yang serius…” kata Ririn dengan tampang bingung.

   ”Memang sangat serius, Ririn-ah…” sahut Eunhyuk. ”Bayangkan saja, dia seperti tidak tahu dia hidup di mana akhir-akhir ini…”

   Aku mengernyit. ”Masa sih?”

   ”Kerjamu melamun, dan kalau diajak bicara suka nggak nyambung! Heee, lebih baik kau cerita sekarang!” kata Eunhyuk lagi.

   Ririn menatap keduanya penasaran.

   ”Hmm…” aku menggaruk kepalaku, masih bingung harus mulai dari mana, meski sebetulnya aku bisa menebak, apa yang membuatku jadi alien selama beberapa hari ini. Aku menarik napas dan membuangnya lagi. ”Kau tahu girlband yang baru debut, kan? Girlband JYP?”

   Ririn mengernyit, masih meraba-raba kemana maksud ucapanku, tapi dia mengang-guk. ”Fleur De La…” katanya bingung, berusaha mengingat.

   ”Supergirl…” jawabku dan Eunhyuk.

   ”De, Fleur De La Supergirl… kalau tidak salah, adiknya Kyuhyun disitu kan, ya?” tanya Ririn lagi, aku mengangguk. ”Oh, iya Fleur De La Supergirl… lalu ada apa dengan mereka?”

   Aku menghela napas lagi. ”Kau tahu tidak kalau dulu aku pernah bercerita, kalau aku punya gadis impian?” baik Eunhyuk, maupun Ririn sepertinya mulai berkonsentrasi dengan ceritaku. Tapi rasanya mereka tidak nyambung sama sekali, karena apa hubungannya Felidis dengan gadis impianku? Tapi syukurlah mereka berdua tidak menyela.

   ”Apa kalian ingat bagaimana kuceritakan gadis itu dulu?”

   Ririn dan Eunhyuk saling pandang, kemudian Ririn duluan berkata, ”Kau bilang dia ballerina, ya?” tanya Ririn, aku mengangguk. ”Kau bilang dia masih kecil, tapi tariannya indah sekali…”

   ”Kau bilang gadis itu masih kecil, dan kau tidak berani mendekatinya, apalagi dia guru ballet di sekolahmu… kau hanya memerhatikannya setiap dia berlatih, sampai akhirnya kau ke Seoul, dan tidak bisa menyaksikan pagelaran balletnya, karena kau diterima audisi di SM?” terang Eunhyuk.

   Hee, aku tidak menyangka Eunhyuk yang kelihatan bodoh itu masih ingat detil yang aku ceritakan kepadanya. Aku mengangguk lagi, ”Penyesalan yang masih sering aku pikirkan sampai sekarang…” aku melanjutkan, kemudian aku tersenyum. ”Dan kurasa Tuhan mau memberiku kesempatan kedua…”

   ”Eh?!” pekik Eunhyuk dan Ririn bareng, kedua mata mereka membulat.

   ”Kau bertemu dengannya lagi?! Eodi? Eodi?” tanya Eunhyuk bersemangat.

   Aku tersenyum, kemudian mengambil CD Felidis dari dalam tasku, dan meletakannya di atas meja, mata Eunhyuk membelalak. ”Adiknya Kyuhyunnie ya, Hae?!”

   ”Aniyo…” gelengku. ”Ini dia…” aku menunjuk foto gadis itu, yang sedang memakai floral dress pendek, dengan fedora, dan baju serta rambut panjangnya melambai lembut, dilatari pantai. Dia tersenyum abadi disana, aku tersenyum hangat. ”Namanya aku masih ingat, Haejin… Lee Haejin.”

   ”Astaga… jadi dia ini?!” pekik Ririn sambil melihat CD Felidis tersebut.

   ”Ne, aku langsung mengenalinya begitu kemarin dia debut…” sahutku. ”Mungkin aku terlalu shock atau apa, yang jelas aku kepikiran terus… kukira dia hanya gadis impian saja, tapi dia muncul… kurasa aku mau mendekatinya, aku tidak mau bodoh lagi seperti dulu.”

   ”Ne, kejarlah dia, Donghae-ya…”

   ”Iya, barangkali dia ingat padamu…”

*One Year Later*

Boleh sebut aku bodoh, sejak percakapanku dengan Eunhyuk dan Ririn, aku sama sekali tidak mengejarnya. Pertama karena dia baru debut, kesibukannya sangat padat, dan aku tidak bisa meminta Kyuhyun untuk mengajak girlband adiknya itu ke dorm kami.

   Kemudian kami sibuk promo Sorry Sorry, dan Super Show 2, belum lagi banyak yang menimpa Super Junior di tahun 2009, membuat aku bersyukur masih bisa menginjak tahun 2010, dengan semangat baru. Aku masih memendam rasa sukaku kepadanya, aku hanya melihatnya sekilas-sekilas, dalam beberapa acara musik, dan aku menyempatkan menonton setiap acara yang menampilkan dirinya, seperti acara-acara variety show.

   Sejauh ini, hanya ini yang bisa aku lakukan untuknya. Tapi aku sempat sedih ketika dalam satu kesempatan di Star Golden Bell, dia ditanya siapa tipe idealnya. Hatiku berdebar, apakah dia akan mengenaliku? Tapi harapanku memang tidak terlalu tinggi sih… namun tetap saja, ketika aku mendengar sebuah nama yang terlontar dari mulutnya, hatiku pedih.

   Choi Minho, dia menyukai Minho, adikku di SHINee.

   ”Makanya, Hae… kalau suka jangan dipendam terus, tidak enak rasanya…” nasehat Eunhyuk. ”Dekati saja pelan-pelan, toh dia sepertinya gadis baik yang ramah, apalagi kau kan kenal dia…”

   Tapi aku masih bingung bagaimana caranya memulai, padahal aku sudah punya segudang ide untuk mendekatinya, hanya bingung bagaimana memulainya saja! Dan kesempatan akhirnya datang… Manajer Hyung bilang aku dikontrak menjadi model majalah olahraga bersama banyak idol-idol lain, dan begitu aku lihat list nama, ada namanya!

   ”Hyuk-ah!” aku berlari-lari kecil menuju kamar sahabatku Eunhyuk di dorm bawah. ”Eunhyukie, Eunhyukie…” kataku dengan aegyo. Dia sedang di dalam kamarnya, sibuk menelepon.

   Aku dengan setia menunggunya selesai menelepon kekasihnya, ya banyak diantara member Super Junior yang telah memiliki kekasih, pada kenyataannya, dan sudah banyak juga yang sudah bertahan cukup lama. Akhirnya, Eunhyuk selesai juga menelepon.

   ”Apa, Hae?”

   ”Hyuk, aku dikontrak jadi model majalah olahraga…” kataku riang.

   Wajah Eunhyuk blank. ”Lalu?”

   ”Aah…” lupa, aku belum menceritakan poinnya. ”Disitu seluruh namja dan yeoja idol bergabung, dan kau tebak deh… disana ada siapa?” tanyaku sumringah.

   ”Aigoo!” dia menjitak kepalaku. ”Jangan bilang disana ada cewek ballet itu?”

   ”Ballerina! Bukan cewek ballet,” koreksiku. ”Iya, dia juga jadi modelnya, Hyuk-ah, menurutmu apa yang harus aku katakan padanya?” aku mulai menarik-narik kaus Eunhyuk. ”Aku tidak mau hanya selintas lewat seperti di acara-acara kebanyakan, aku sudah terlalu lama menunggu.”

   ”Yah kau sendiri yang salah, disuruh deketin gak maju-maju, mana dia tau?” balas Eunhyuk.

   ”Tapi tahun lalu tidak mungkin untuk pedekate, Hyuk,” rengekku. ”Dan sekarang aku yakin ini kesempatanku!” ujarku berapi-api.

   ”Oke, oke… pokoknya, kau ajak ngobrol saja, ada topik apa gitu, sambar saja!”

   ”Maksudnya gimana?” tanyaku bingung.

   Eunhyuk menghela napas, berusaha sabar, apakah mungkin yang dikatakannya terlalu jelas dan aku saja yang memang tidak mengerti?!

   ”Jadi begini ya… kalau misalkan kau lihat dia sedang ngobrol apaaa gitu, sama siapa pun, kau sambar saja, sok kenal sok kenal deh, kita kan senior, dia pasti hormat sama kita, dan membungkuk padamu!”

   ”Gitu ya?”

   Eunhyuk mengangguk yakin. ”Sudah, jangan kebanyakan malu! Tunjukkan dong, kalau Lee Donghae itu cowok jantan!” seru Eunhyuk memberiku semangat. ”Album 4 kan kita berubah garang nih…”

   Apa hubungannya? Aku mengerjap-ngerjap.

   ”Aaaah, Lee Donghae! Jangan lola kenapa!” serunya kesal.

   ”Iya iya, pokoknya kalau misalkan lihat dia lagi ngobrol, aku harus langsung tiba-tiba nimbrung aja?”

   Eunhyuk mengangguk. ”Yo’i! Sok asik aja kita…”

   ”Oke deh, tapi saranmu gak sesat kan, Hyuk?” aku menatapnya curiga.

   ”Ya ampun, Lee Donghae, aku kan mau sahabat kesayanganku ini bahagia, dan hidup punya pendamping, jadi apa yang kau tonton di Titanic setiap malam minggu itu bisa kau praktekan dengan nyata.”

   Aku mengangguk, ”Kukira kau akan menghalangi kebahagiaanku, Hyuk, kan kau sayang padaku!”

   ”Astaga, aku masih normal!”

   Aku tertawa terbahak-bahak.

   Besok paginya, aku sudah siap-siap, sudah rapi, wangi, dan aku benar-benar melihat setiap detil penampilanku di kaca, bolak-balik. Ya, hari ini aku bertekad akan mengajaknya bicara, aku tidak boleh diam, diam, diam, dan diam, atau dia akan direbut orang lain!

   ”Ya! Kau sudah ngaca bolak-balik, ganjen banget sih pagi ini!” tegur Heechul Hyung yang duduk di sofa sambil sarapan. ”Mataku siwer melihatmu ke kaca lagi, kaca lagi!”

   Aku terkekeh, ”Otte, Hyung? Sudah tampan belum?”

   ”Heh, kalau kau berharap aku menjawab iya, kau sudah gila,”

   Aku terkikik, masih terus merapikan bajuku. Leeteuk Hyung keluar dari kamar mandi, hanya melilit handuk di pinggangnya. ”Ya ampun, belum selesai juga acara ngacanya?”

   ”Sudah keren belum, Hyung?” tanyaku.

   Dia mengangguk. ”Sudah, sudah, mau kemana kau hari ini?”

   ”Ada pemotretan, Hyung,” jawabku riang. ”Majalah olahraga pula,”

   Leeteuk mengangguk. ”Dengan kata lain, kau akan memperlihatkan abs-mu ya?” dia mengangkat alis.

   ”Kayaknya sih,” aku mengernyit. ”Kenapa memang?”

   ”Ngapain dandan cakep-cakep?” kernyitnya, lalu masuk ke dalam kamar kami. Aku tidak memedulikannya dan terus merapikan penampilanku. Aku harus terlihat tampan, dan sempurna!

   Pukul sebelas aku dan Manajer Hyung berangkat menuju kantor redaksi majalah tersebut. Setibanya disana, aku bertemu Minho, adik kesayanganku di depan kantor redaksi, dia sedang membeli minuman kaleng di salah satu mesin penjual minuman yang ada di kantor tersebut. Aku menyapanya, dan kami saling ngobrol, sampai akhirnya salah seorang staff meminta kami segera masuk ke dalam ruangan, untuk persiapan.

   Aku memandang berkeliling, aku belum melihatnya sama sekali, dimana dia? Begitu pintu ruang rapat, ternyata sudah banyak sekali orang di dalam. Hoobae-hoobaeku mulai memberi salam dan membungkuk padaku, aku tersenyum ramah kepada mereka, sambil terus mengekori Minho. Kami berdua duduk di sisi meja yang masih kosong, dan akhirnya aku melihatnya, sedang duduk, tepat di sebrangku, wajahnya merah padam, dan dia menyikut Manajernya yang terkekeh. Dia mengenakan baju kaus putih, dengan cardigan putih panjang, rambut panjangnya digerai. Dia berulang kali mengadu pandang ke arahku, tapi dia tidak menatapku. Baru kuingat, dia kan menyukai Minho, yang sedang ngobrol dengan Kara Goo Hara. Sepertinya Haejin ingin sekali berbicara dengan Minho.

   Tapi tidak sedikit pun dia menoleh ke arahku, apakah senihil itu aku di matanya? Sampai dia tidak melihatku sama sekali?

   Lima menit kemudian 2AM Seulong dan 2PM Taecyeon masuk ke dalam ruangan, jadilah kami semua lengkap, dan rapat dimulai untuk menjelaskan konsep pemotretan kali ini. Kami akan difoto bersama-sama, kemudian berpasang-pasangan. Kuperhatikan Haejin agak kurang konsentrasi, dia menunduk terus, dan wajahnya agak pucat, bahkan ketika ditanya oleh salah seorang staff, dia masih saja menunduk. Jika Manajernya tidak menyenggol bahunya, mungkin dia akan terus menunduk.

   Wawancara selesai, dan setelah ini kami akan mulai pembagian partner pemotretan, Haejin sudah tidak ada, aku melirik ke seluruh ruangan, banyak juga yang sudah berpencar keluar dari ruangan ini. Aku keluar dan hendak ke kamar mandi, kemudian baru mencarinya. Tapi, ketika aku mencari kamar mandi, aku melihatnya, aku melihatnya, dia sedang ngobrol berdua dengan Seulong 2AM.

   ”Hyung mau kemana?” tanya Seulong ramah.

   ”Aku mau ke kamar mandi, dimana ya?” sahutku, sambil membalas bungkukan dan senyuman Haejin padaku. Yeah, perhitungan Eunhyuk benar, sebagai Hoobae, dia pasti membungkuk dan menyapaku.

   ”Ini, Sunbae…” tak disangka Haejin yang menjawab dengan suaranya, akhirnya dia bicara padaku, ingin rasanya aku luapkan rasa senangku, dia bicara padaku! Dia menunjuk pintu kamar mandi yang tepat ada di hadapan kami.

   Aku kemudian mengernyit, ”Hee, kalian berduaan di depan toilet? Ckckckck…” ledekku.

   ”Aniya, Hyung…” Seulong tertawa, aku cuma tersenyum kecil, lalu masuk ke dalam kamar mandi, di dalam kamar mandi aku senyum-senyum sendiri sambil terus merapikan bajuku. Lee Haejin bicara padaku hari ini! Eunhyuk dan Ririn harus tau soal ini, aku melonjak sebentar, lalu malu sendiri, menutup mukaku.

   ”Lee Donghae, hwaiting!” aku menyemangati diriku sendiri, lalu mengatur napasku, dan bersiap keluar untuk menemuinya lagi. Kubuka pintu kamar mandi, dan melihat dia dan Seulong masih di depan pintu. Kata Eunhyuk, lakukan dan katakan apa saja, yang penting bicara, kan? ”Kalian jagain pintu kamar mandi ya?”

   Mereka berdua tertawa.

   ”Oiya, Hyung… aku mau minta bantuanmu dong… boleh kan? Jebal, Hyung…” kata Seulong dengan pandangan memohon, sementara Haejin meliriknya tajam. Apakah ini ada hubungannya dengan Haejin?

   Aku mengangguk, ”Keurom, kalau ada yang bisa kubantu, katakan saja, ada apa?”

   ”Begini, Haejin…” Seulong menunjuk Haejin yang membelalak menatapnya, aku menoleh menatap Haejin, setidaknya kini ada alasan sah untuk terus memandanginya, tanpa takut ketahuan. ”Haejin kan suka pada Minho, bantu kami ya, Hyung…”

   DEG! Jadi kabar itu memang benar adanya, Haejin suka pada Minho? Dan kulihat Haejin nampak malu. Aku menelan ludahku susah payah, dan tersenyum. ”Ah, jinjayo, Haejin-ssi? Kau suka pada adikku?”

   Adikku, Haejin suka pada adikku… kata batinku merana.

   ”Aniya,” Haejin menggeleng-geleng.

   Dia tidak mau mengaku, jelas-jelas di Star Golden Bell, pria idamannya adalah Choi Minho. Aku mengasihani diriku sendiri. ”Dia malu, Hyung…” sahut Seulong sambil terkekeh-kekeh.

   ”Im Seulong!” desis Haejin malu, tapi tak ada penyangkalan lebih lanjut.

   ”Ah kalau bantu mencomblangi tentu saja aku bisa, Haejin-ssi…” kudengar diriku berkata sambil menepuk pelan bahu Haejin! Hah, kenapa bisa-bisanya aku berkata begitu padahal aku yang ingin dengannya? Aku bodoh, ya tentu saja aku bodoh. Bisa-bisanya aku mengatakan hal itu. ”Katakan saja padaku, kita kan sama-sama berasal dari Mokpo, Haejin-ssi, aku pasti membantumu!” aku pastilah manusia paling bodoh sedunia.

   ”Aigo, aniya Sunbae…” Haejin meringis, tapi Seulong menekap mulutnya.

   ”Gomawo, Hyung… dia baru patah hati, dan obatnya hanya Choi Minho, dia penggemar SHINee, Hyung…” Seulong terus berkata sambil terus menekap mulut Haejin, yang sudah megap-megap.

   ”Seulong-ah, kasihan itu, dia kehabisan napas…” aku tidak bisa diam, kulepaskan tangan Seulong yang menekap mulut Haejin yang kemudian menghirup udara dalam-dalam.

   ”Kamsahamnida, Sunbae… untung ada kau, atau aku mati… Sunbae, jangan dengarkan dia… dia bohong!” Haejin tiba-tiba menatapku dalam dan menggeleng-geleng.

   Tatapannya penuh permohonan.

   Aku tertawa, ”Tenang saja, Haejin-ssi, aku sudah nonton kok acara Star Golden Bell waktu kau bilang tipe idealmu itu Minho, he he he… tak perlu malu padaku, pasti kubantu.”

   Haejin diam, dan menunduk. Dia tidak menolak sama sekali, dia menyukai Choi Minho, adikku sendiri!

   Aku tidak bisa merasakan diriku menapak tanah, tapi aku toh berhasil kembali ke ruangan tadi untuk pembacaan partner pemotretan. Kudengarkan dengan seksama sambil berdoa dalam hati, barangkali saja aku dipasangkan dengan Haejin.

   ”Kalau begitu, mengikuti pemberitaan yang ada, SNSD YoonA-ssi akan dipasangkan dengan Taecyeon-ssi dan Donghae-ssi, sementara Haejin-ssi dengan Seulong-ssi dan Minho-ssi.”

   Aku menarik napas dalam-dalam, kemudian tersenyum pada Haejin yang menatap ke arahku, dia pasti menatap Minho. Haejin cuma tersenyum sambil meringis, dia pasti malu tertangkap basah sedang menatap Minho. Dia pasti mau kenal dengan Minho, sampai rencana bodoh terlintas di kepalaku.

   ”Minho-ya, ayo, ikut denganku,” ajakku.

   ”Kemana, Hyung?” tanya Minho yang sedang menatap ponselnya dan menoleh padaku.

   ”Haejin-ssi, dia suka padamu,” terlontarlah kata-kata itu.

   Minho membelalak menatapku, ”Jinja, Hyung? Jadi berita itu benar ya? Kukira hanya gossip…”

   ”Makanya, ayo berdiri! Jangan membuat wanita menunggu,” aku mendahuluinya, dan Minho menuruti ucapanku, dia berdiri dan mengikutiku menghampiri Haejin yang tengah menunduk lagi.

   ”Haejin-ssi, kenalkan ini Choi Minho adikku…” aku menyapanya.

   Dia mendongak, dan melirik Minho, di pipinya yang tembam muncul semburat merah. ”Ah, annyeonghaseyo, Minho-ssi… bangapsumnida…” dia menunduk, menyembunyikan wajahnya yang malu.

   ”Hai…” sapa Minho kalem.

   ”Haejin-ah!” Hara mengalungkan tangannya di leher Haejin. ”Tak usah terlalu formal dengan Minho, kita bertiga seumuran, ya kan?” tanyanya pada Minho, Minho mengangguk.

   Jadi karena aku tidak seumuran, Haejin harus formal padaku? Aku iri pada Minho yang nampak cool sekali, hingga bahkan Haejin tidak berani menatap flaming charisma-nya.

   Haejin kemudian berdiri. ”Permisi, aku mau ke kamar mandi sebentar!” suaranya mencicit panik, dan dia kabur dari hadapan kami. Ya Tuhan, segitu gugupnyakah dia di depan Minho? Aku menghela napas dalam-dalam.

*           *           *

”Hyuk, aku mau cerita!”

   ”Wajahmu kusut sekali, Hae, ada apa?”

   Aku menggeleng, ”Jangan disini, kita ke lantai sepuluh saja yuk, supaya tidak ada yang dengar.”

   Eunhyuk mengangguk, lalu kami berdua keluar dari dorm lantai sebelas, dan menuruni tangga ke lantai sepuluh, disitu kami menuju balkon yang biasa kami pakai untuk menikmati pemandangan, karena balkon terbuka itu hanya ada di lantai sepuluh.

   Aku mulai menceritakan apa yang kualami hari ini, sambil bercerita, aku merasa mataku panas. Apalagi ketika bagian, ”Haejin suka pada Minho,” setetes air mata lolos jatuh dari mataku. Eunhyuk tidak menginterupsiku, sampai aku selesai mengeluarkan sesak yang kutahan.

   ”Ya ampun, Hae, kau benar-benar suka padanya ya?” tanya Eunhyuk begitu aku selesai cerita.

   Aku mengusap mataku. ”Molla!”

   ”Babo!” dia menjitak kepalaku. ”Sudah tau kau suka padanya, kenapa malah kau tawarkan jadi mak comblangnya?! Itu namanya kau mempermainkan dia, coba? Memang kau akan sungguh-sungguh mau menjodohkannya dengan Minho sementara kau menyukainya?”

   Aku terdiam. ”Aku kan hanya mencoba membuatnya bicara padaku,”

   ”Tapi tidak begitu caranya, Lee Donghae-ssi!” seru Eunhyuk. ”Aigo, usiamu berapa sebetulnya? Kalau dia suka pada Choi Minho, buat dia berpaling, buat dia suka padamu, buat dia bertekuk lutut pada pesonamu, jangan malah kau ikutan dorong dia makin tenggelam pada flaming charisma-nya Minho!”

   ”Ara~ tapi…” aku kehabisan kata-kata.

   ”Donghae-ya, kau harus mulai jujur pada dirimu sendiri, baru kau bisa jujur pada Haejin,” kata Eunhyuk bijak. ”Ayolah, Lee Donghae, member Super Junior yang digilai banyak wanita masa nggak bisa menaklukkan gadis kecil yang masih bau kencur begitu?”

   ”Dia tidak bau kencur, Hyukkie!” ujarku kesal.

   ”Aduh, maksudnya dia itu kan pendatang baru!” jitak Eunhyuk kesal ke kepalaku. ”Sekarang, sudah hapus air matamu itu, dan kita ke atas! Kuajarkan kau cara-cara menaklukkan wanita, kekeke…” Eunhyuk terkekeh.

   ”Ke dorm mana?”

   ”Lantai dua belas saja, aku mau bertemu Leeteuk Hyung,”

   Kami berdua menunggu di depan lift yang akan membawa kami ke atas. Akhirnya pintu lift terbuka, dan betapa terkejutnya aku, dan aku yakin Eunhyuk juga begitu. Lee Haejin ada di dalam lift, bersama Cho Chihoon.

   ”Annyeonghaseyo, Sunbae.” Mereka membungkuk kompak.

   Aku dan Eunhyuk masuk ke dalam lift, kudengar Eunhyuk menyapa mereka, ”Hai… Chihoonnie… Haejin-ssi, annyeonghaseyo…”

   Aku juga menyapa mereka. ”Haejin-ssi, Chihoonnie, annyeong… tumben kesini, Chihoon kangen Kyu, ya?”

   ”Ne,” sahut Chihoon senang.

   ”Kyuhyun sedang di lantai kami, langsung kesana saja…” kutekan tombol dua belas. ”Tumben Chihoon kesini sama Haejin, biasanya sendirian saja…” Eunhyuk melirikku dan memberi isyarat OK, bahwa topik yang kuangkat bagus!

   ”Ah, yee… mianhamnida kalau merepotkan Sunbae.” Haejin langsung membungkuk. ”Sebetulnya aku tidak tahu kalau Chihoon suka kesini, aku kan yang bertanggung jawab pada orangtuanya… dia masih kecil!” sementara Chihoon senyum-senyum tak berdosa.

   Sering-sering saja Chihoonie kangen pada Kyu.

   ”Aniya, kami tidak keberatan…” kata Eunhyuk meluruskan. ”Kami justru heran, kenapa kau dan Kyorin tidak ikut, tapi akhirnya kau mampir… ayo,” ajaknya begitu tiba di lantai dua belas.

   Aku memasukkan kombinasi password apartemen kami, dan pintu terbuka. ”Kyunnie, ada adikmu!” teriak Eunhyuk ke dalam ruangan, lalu Eunhyuk buru-buru kabur dari sini. Dia pasti mau memberiku kesempatan, hihihi…

   ”Nugu? Chi?” sahut Kyuhyun buru-buru keluar. ”Kyaaaa, uri Chihoonie…” dia langsung memeluk adiknya, sementara aku tersenyum melihat reuni kakak beradik tersebut. Mereka langsung masuk ke dalam kamar Hankyung Hyung, untuk bermain game.

   Kemudian aku menoleh pada Haejin yang nampak canggung. ”Haejin-ssi, ayo masuk… jangan bengong disini…” kataku mengajaknya masuk.

   ”Ah ye, permisi, maaf merepotkan, Sunbae…”

   ”Aniya, masuk saja, ayo…” aku mempersilakannya duduk di sofa. ”Mianhae, Kyuhyun pasti tidak sadar kalau ada kau, dia memang suka lupa pada sekitar kalau sudah bertemu adiknya…”

   ”Ah ye, gwenchana… aku justru merasa tak enak mengganggu…”

   Aku menggeleng, ”Aniya,” aku malah senang kalau kau sering-sering menggangguku. ”Kau mau minum? Kuambilkan ya…” lalu aku langsung pergi ke dapur.

   ”Ini…” aku kembali setelah mengambilkannya segelas jus jeruk, dan aku memberikannya pada Haejin. Ternyata dia sedang ngobrol dengan Heechul Hyung.

   ”Baik sekali kau…” Heechul Hyung nyureng memerhatikanku.

   ”Wae? Dia tamu… harus di service,” aku berusaha membela diri, karena Heechul Hyung sudah menatapku curiga.

   ”Dia bukan komputer, Donghae-ya…” Eunhyuk geleng-geleng. ”Maklumlah, Haejin-ssi, Donghae itu banyak kenalan tukang servis komputer, karena semua komputer disini sering rusak gara-gara dia…” padahal tadi sepertinya Eunhyuk sudah pergi, kenapa dia muncul lagi?

   ”Ya!” hardikku. Dia ini mau membantu atau mau menurunkan pasaranku?   ”Aku ke kamar dulu ya, Haejin-ssi, anggap saja rumah sendiri… Hyung, Hyuk-ah, temani ya… dia saudara jauh nih, sama-sama dari Mokpo!”

   ”Eh, jinja?!” pekik Heechul dan Eunhyuk langsung.

   Haejin tersenyum. ”Ne, aku berasal dari Mokpo.” Dia mengangguk. ”Oooooh…” Eunhyuk dan Heechul mengangguk-angguk bersamaan dengan hebohnya.

   ”Pantes Donghae baik,” kata Heechul cuek. ”Biasanya kalau ada tamu, dia di kamaaaar aja gak mau keluar, tapi kau di layani dengan baik! Ternyata sama-sama dari Mokpo, memang KKN itu ada dimana-mana ya…”

   ”Ne, kau benar, Hyung…” Eunhyuk mengiyakan.

   Aku cuma mendengar sayup-sayup pembicaraan mereka, karena aku tidak tahan berlama-lama disana, aku terlalu berdebar-debar. Kuraih gitarku, dan kulampiaskan perasaanku.

      ’You’re like a queen and beautiful, I just can’t be without you girl… you’re like a queen and beautiful I just can’t be without you girl…’ aku membayangkan wajahnya yang tersenyum, yang memerah karena malu.

   Saranghae, kamsahae… Lee Haejin

To Be Continued

LOL! Moodku ancur banget kemaren, hueee mianhae readers yang nunggu When I Fall Part 10, tapi beneran gak mood ngerjainnya, daripada kupaksain nanti ceritanya malah maksa, dan kemaren gak sengaja buka When I Fall Donghae’s POV, ternyata udah banyak, pas aku lanjutin malah dapet mood kesini, kekekekeke…

Sejujurnya nulis Hae POV itu ngenes banget, sedih sendiri! Heuuuu, pokoknya kalau kurang memuaskan aku minta maaf hehehehe *bow* doain mood saya balik yaaaa *lambai2*

54 thoughts on “{JinHaeXy} When I Fall ~Donghae’s POV 1~

  1. wuhuuuu, hae’s pov juga oke kok onn
    ternyata gini toh yg ada di pikiran om ikan, wahaha
    lanjut onn, tapi when i fall duluu yg diutamakan, hehehe

    • ya begitulah yang ada dipikiran si Ikan, hehehehe🙂

      maunya sih ngutamain yg itu dulu, tapi kalo gak mood, takutnya ceritanya jadi gak bagus ya? doain aja moodku cepet balik…

      gomawo ya

  2. Donghae pov! Yeaaay!
    Aaah baca donghae pov emang ngenes ternyata, kasian lee donghae.😦
    Aigo…eunhae nya eksis! Seneng deh. Hehe
    Jadi tau gmn sukanya donghae sama haejin.😀

    • hueee ngenes ya?
      aku bikinnya aja gak tega, hihihi…

      eunhae harus eksis dong, kan Eunhyuk itu sahabatnya hae hahaha *kadang2 suka jeles*

      ya begitulah si Hae suka sama haejin, ngenes! wkwkwkwkw

      makasih ya

  3. Hohhohooo~ finally!!!!!
    Tuh mood lg kaaaannn? *noel2 bahu nisya unnie*
    Kkkkk~ selanjutnyaaa~ saya tungguuuuuuu~~~
    Ini cuma copast dari when i fall yahh ? Co cwit cekaleeeeeeeekkkk
    Dapet banget feelnya. Apalagi pas si haejin ngomong kalo dia suka Choi Minho. Kyaaaaaaaa~ *tereak2 di telinga nisya unnie*
    Dalem nih part~ u.u
    I’ll waiting for next post yaaaa~ kkkk~

    • moodnya kesini neng, ke yg WIF 10 blm ada mood…

      bukan copast lah neng, kalo copast mah isinya itu2 juga, wkwkwkwk, ini cuma di ambil dari part 1-nya WIF Haejin POV, di sesuain aja kejadiannya…

      Haejin nggak ngomong suka Minho, cuma diem aja pas ditanya… hihihi… dalem ya? sumur kalah dooong #plakk

      makasih yaaaa…

  4. Ah, first kah? Aku seneng banget bacanya. Jadi bisa tahu gimana perasaannya Hae. Baru nyada Jhae bener-bener tipe yang peka dan perasa banget ya. Bahagianya Haejin ditaksir cowok kayak Hae. Ampuun, Hae kasihan sekali dirimu. Aku mau kok sama Hae kalo Haejinnya gak mau. Hehehe, pengen deh sekali-kali liat Haejin yang ngejar-ngejar Hae. Daebak onnie! Hwaiting!

    • hehehe… makasih *bow*

      iya Donghae kan emang perasa, wkwkwkwk… memang bahagia, ngenes juga tapi hihihi…

      Haejin ngejar2 Hae? udh pernah kok, di FFku yang judulnya Oh! coba deh cek di page Library,🙂

  5. hohoho
    trnyata si ikan pemalu tingkat akut!
    Ngegemesin bgt pas haejin k dorm trus dia g tahan melampiaskan perasaany sm gitar. Haha

    bayangin kyu heboh gr2 adikny, haha
    pasti lucu bgt

    haejin suka sm minho,
    donghae: hancur hancur hancur hatiku..
    Haha

    oh y, when i fall 10 y,
    aku nungguin bgt loh on,
    tp gpp, bener kt onie, drpd dpaksain ntar malah jelek, mending nunggu mood aj,
    fighting!

    • iya Donghae tuh pemalu #plakk dia sering blg kalo demen sama cewek bakalan agresif, tapi nggak tau kenapa, mgkn imajinasi aku aja, justru tipe cowok begitu bakalan malu banget sama cewek yg bnr2 dy sayang… *ngaco*

      Gak suka sama Minho, cuma ngefans #ngeles *hug Hae*

      iya doain aja moodnya cepet balik lagi yaaa, biar WIF cepet2 tamat deh…

  6. Kyaaaaaaa adaaa donghae POV nya . #loncatloncat wuaaaaa , bacaaa dulu deh ya onn. Nanti aku kembali lagi hehehe

  7. Aigoo… ga nyangka, donghai cinta banget ma haejin. salut deh, malah ngenalin haejin ke minho tapi *sigh* lola nya ga ketulungan.
    ngakak bacanya pas ada kalimat sensasi aneh di perut, dan debaran kencang di jantungku, kesannya donghai mules pas liat haejin di TV wkwkwkwk

    • hahahaha…
      alhamdulillah bisa bikin imej Donghae cinta banget sama Haejin, hehehehe…

      ya itulah Lola Fishy, bener2 nggak tau harus ngapain kalo deketin cewek, seperti kata anak2 SJ wkwkwkwkwk

      iya dy mules, si Haejin sama LOLAnya soalnya wkwkwkwkwk makasih yaaaa

  8. uwaaa miris jg bca d0nghae pov, bner2 mnydhkan.. Yess bnyk scene eunhae c0uple.
    D0nghae gk nyngka orang’a malu2 gt biasanya kan narsis *plak*
    When i fall’a ttp kutunggu. Sukses y bwt lgm nya.

    • hahahaha…
      biasanya justru org narsis kalo udh beneran suka bakal jadi pemalu akut *pengalaman pribadi* #plakk ya aku aplikasiin ke Hae aja wkwkwkwk

      amiiin, makasih doanya untuk LGM *sobs* wkwkwkwkwk

      gomawo

  9. huaaa kibum semedi di gunung?! u,u
    kasian si pengangguran main film aja semedi dulu.. huaaa kibum xD

    miris ya baca donge pov.. haha
    eunhae nya beresa banget xD
    gimana kalo donge sama eunhyuk aja *plakk
    pov donge seruuu, lebih miris..
    tapi lebih paling sangat miris itu kibum semedi di gunung T__T

    • iyaaa wkwkwkwk kan waktu mau main Jumunjin si Kibum emang pendalaman karakternya begitu #plakk

      iya Hyuk ama Hae, nanti Haejin galau #plakk wkwkwkwkwk
      iya miris ya? mianhae *bow*

      hahahaha masih gak terima Kibum semedi ya? wkwkwkwkwkwk

      makasih ya

  10. huweeee *nangisguling” onnie , si ikan merana banget sih dsni huhu kasihan sekali dia.
    Wah jdi slama ini itu toh yg ada di otak donghae. Wahaha eunhyuk ! Ayo bantu si ikan meraih cintanya , hwaiting ! Haha

  11. hae lola ya /plakkk
    abis..rada-rada oon…sama ma haejin lolanya *dijitak nisya oenn*😄

    awalnya hae kasian banget ya ><
    bener2 cinta mati ma haejin!!!

    saran2 dari hyuk bagus juga tuh…
    EUNHAE😄

  12. ini yak yg diomongin nisya di twit kmrin??/
    gemes dah baca yang donghae pov ini. gemees banget ma hae.. pingin nyubit2 *dikemplang ma nisya*
    hae itu lola juga ya.. kekekekke udah gitu kekanak2an,,, trus polos gitu.. si haejin cuma ngomong dikit aja dah kegirangan kyk anak kecil dapet mainan.. ckckckc.. segitu cintakah kau pada haejin hae??? ini kyknya beneran pasangan lola dah *bneran dibantai nisya*
    tapi kasihan juga ma hae waktu dia menyangka haejin suka beneran ma minho.. malah nyomblangin lagi.. sakit itu pasti hatinya…

  13. Huwe kasian bgt haepa.. tenang haepa, bentar lg haejin bakal tergila-gila kok sm oppa!(nada antusias, menyemangati & seakan dpt partner-in-crime). nyahaha, hyukpa itu membantu sambil menjatuhkan unn, kan lumayan sambil nyelem minum aer hehe

    btw unn itu ff misterynya dipostnya asap y! yg mn tuuh? kl g slh ‘i want to live’ y? pokoknya cepetan y!

  14. huaaa…
    ada bagian hae’a ya….

    sedih juga bcanya…
    penantian oppa yg begitu lama…

    bagus onn…
    sambil nunggu part yg 10…
    *jgn lma” ya onn*hehehe

  15. Hhuaaa~ tegar banget Donghae mendem-mendem perasaan gituuu~ aku sih, kayaknya nggak kuaaaat~ huhu. Patah hati duluan, ngedenger kalo orang yang kusuka malah suka sama orang yang kukenal deket.😥

    Aaaa~ next part kutunggu, Eonn! Hehe🙂

  16. hueeeee, ini mataku udh ketularan baby eyesnya donghae, gampang banget nangis TT.TT
    aah ngenes banget sih jadi donghae, yang baca juga ikutan ngenes nih, aaa😦

    ayok onn semangat lanjutin ffnya😀

  17. Waah onnie akhirnya dipublish juga yg hae pov! Donghae cute tapi juga ngenes bgt huhu kasian😦
    kalo beneran ada cowok kayak donghae gini, cewenya pasti beruntung bgt tuh, donghae terlalu setia~

  18. kasian banget si donghae.
    mana nunggu Haejin-nya bertahun2.
    bersabarlah Lee Donghae. untung yang di ceritain duluan itu waktu Haejin udah jadian sama Donghae, jadi gak terlalu ngenes sama jalan ceritanya. kan akhirnya jadian juga..haha.

    When I Fall Part 10 nya dong..wkwk

  19. Bener tuh kata bang unyuk..
    Cowo yg dgilain byk cewe..lama jg klo dketn cewe impian..
    Dasar ikan *kabuuurr….
    Keluarkan pesonamu donghae ikan..

    Pelan” z nerusinny..
    Atw selang seling z..
    Publish when I fall haejin pov,,trz publish donghae povny..
    Jd tw crta dr msing” povny lbh dpt..

  20. Hueee miris bangeeettt :’)
    Kasian si om mokpooo.. Hmmm
    Onnie, ayodooong WIF10nya lanjuuuttt lagi seruh niiihhh (?)
    Ayooo mood haejin onnie kembalilaaahhh :3

  21. hae.. Kenapa malah deketin haejin ma minho? Tuh kan nangis deh jadinya..
    Aku suka yg hae pov jadi tau kesedihannya hae..

  22. wah lg bad mood y chingu,aq do’ain dh moodnya chingu cpat blik n bs buat part 10 nya….biar pra reader lainya gk pnasaran….

  23. hae, my little baby, sini syang.
    aduh, kenapa haejin nya disini kayak cuek bebek benar ama hae? hae, sabar ya sayang. penantian yang lama itu pasti akan terbalas dengan manis!!! *ngepalintangankeudara*
    yahh, walaupun akhirnya2 haejin sering banget galau ama hae. *ditabok*

  24. ngenes juga ya jadi donghae.
    pantes ganteng banget orangnya sabar sih ya =.=a *ganyambung*

    okeh saya tunggu kelnjutannya.

  25. ”Oke deh, tapi saranmu gak sesat kan, Hyuk?” aku
    menatapnya curiga.
    ”Ya ampun, Lee Donghae,
    aku kan mau sahabat
    kesayanganku ini bahagia, dan hidup punya pendamping, jadi apa yang kau tonton di Titanic setiap malam minggu itu bisa kau praktekan dengan nyata.”
    Aku mengangguk, ”Kukira
    kau akan menghalangi
    kebahagiaanku, Hyuk, kan kau sayang padaku!”
    ”Astaga, aku masih
    normal!”
    ige mwoya un? WKWKWK

    iya un, ngenes banget ni baca hae pov TT.TT
    ‘Tapi tidak sedikit pun dia
    menoleh ke arahku, apakah
    senihil itu aku di matanya?
    Sampai dia tidak melihatku
    sama sekali?’ deg langsung nyesek un TT.TT
    daebak lah un, lanjut part sepuluh apa hae pov yg mana aja duluan gapapa un yg penting un lg mood buatnya🙂
    ditunggu ya un x)

  26. Hehehe.. pantesan Hae suka Haejin, sama-sama ikan, lola pula! Nggak soal deh yang mana aja selama masih nulis. Tapi beneran kasian banget sama Hae. Trenyuh… Kalo dipikir nasibnya mang parah. Di When I fall aja belum dapat jawaban. Terussin Nis..

  27. kasian amat Hae jadi lola :p Hyuk sampe gregetan sendiri ngadepin soulmate nya. Hae beneran kayak ikan ga ketemu air kalo lg jatuh cinta.

    beneeer buat Hae POV aku penasaran gimana perasaannya Hae… cinta bertahun2 itu menyakitkan hiks *pengalaman pribadi* loh kok curcol. oke go go lee donghae!!!

    hwaiting buat part 10 nya~ ditungguin kok ^^

  28. emang nyesek ya baca donghae pov…
    menderita banget dia disini…
    papatah berakit-rakit ke hulu berang ketepian cocok buat kisah jinhae ^^

  29. aaaaaa hae ppa pov. asix.. penganjal WIF nih., jadi tau deh isi otak si ikan ppa *dibedah ama onn*🙂 Hae ppa oon dah.. uda cinta stgh mampus cewe nya demen ama ade nya ehhh..malah mau nyomblangin lagi.. atit dah ati.. tp emang sih dpn org yg qt suka qt ga bisa ngapa2in uda brasa oon stgh mampus xp Perjuangan dapetin haejin susa juga yah.. nunggu btaon2, salut dah ama hae ppa🙂 ayo onn.. naek mood ny *ambil pom pom cheers.. ihi* readers setia nunggu cerita lanjutan ny biar ampe blumut kalo daebak~ qt senang juga xP *dijitak dah ini mah* fighting onn..

  30. Wah, ternyta bgni toh critany.
    Hahaha
    smkin jelas onn, tp donghae pinter bget sich nyembunyiin perasaan.
    Mank bner2 hebt donghae.
    Tp ksian jg donghae, haejin bner2 g knal m donghae.
    Mank dlu prnh knaln onn???
    Hahahaha
    duh untung tuh prasaan dah dpendam lma2 g bsuk ya.
    Tp pzti nyesek bget, skali lg how pity u re donghae.
    Dtunggu ea onn when i fall part 10 ny.
    Kalo blum mood jgn dpaksain jg.
    Ntar g maksimal hsilny.
    Fighting!!!^^

  31. Ya ampun hae ngenes se ngenes ngenesnya, bner ter djolimi kamu nak, xD malah nyomblangin tu keroro lg, aduh.
    hyuk najis lo!sok asik bnget xD
    er, ada nama hankyung, jd trharu, :’)
    iya gapapa kita trus menanti kok when i fall 10 nyak xD

  32. nyesek ._.
    Baca WIF Donghae’s POV nyesek banget..
    Giliran ketemu ehhh malah suka sama adeknya sendiri >.<
    gw jg bakal galau kalo jadi donghae..
    Nggak tega ngeliat ginian -_- ini TBC jg yg Donghae's POV?
    Aduuuuhhhh kakak ipar saya penasaran
    kalo mood udah baik *kalo udah baik ya* buruan lanjutin WIF part 10 dongg .__.

  33. donge lola tingkat tinggi…. Haha
    Itu… Diem2 bli cd felidis… Hihi. Tp bnr kt nyuk, mnding minta lbi hemat =P
    Org2 pd nyesek tp aku ko nggak y?? Lebi nyesek yg haejin. Haha

  34. akhirnya ada part hae nya jugaa

    huhuu aku ngerti kok perasaan hae gmn
    aku jg ngerasain itu kok
    #curcol LOL

    wah keren nis
    kamu bisa aja nyiptain cerita-cerita dan adegan-adegan asik antara jinhae

    terus lah berkarya!
    LOL

    ^^

  35. Pingback: {JinHaeXy} When I Fall ~Part 12~ « JinHaeXy

  36. Wehh pov donghae… T’nyata donghae msih lum tw soal haejin yg ex-nya taecyon tohh…
    Seruuuuuuuuu!!!!!!
    Cpet lanjuuuuuuuuuutttt!!!!
    Btw yg when I fall kpn dilnjut lg??? Pnasaran tngkat dewa nich….

  37. nyesekkkk.,,,, tp lanjutkan lah wahai donghaewife’s
    penasarannn.,, penasarannn
    jadi canduuu nib nisyaaaa :”(

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s