{JinHaeXy} When I Fall ~Part 9~

Aku sampai di bawah, lalu berjalan cepat menuju lobi, sampai kudengar suaranya lagi, aku menoleh.

   ”Haejin, jebal… jangan… pergi… seperti… ini…” mohonnya sambil mengatur napasnya.

   Haejin diam tapi semua flashback kembali.

”Ini untukmu…” dia mengulurkan satu balon berwarna pink.

Tau saja dia aku mengincar balon pink, aku mengambilnya. ”Ah, gomawo… eh, dalam rangka apa? Aku ultah kan Juli, Taecyeonie…”

”Jadi pacarku ya?” pintanya.

Wajahku langsung mirip kepiting rebus. Ya Tuhan, dia to the point sekali, aaah… rasanya aku melayang-layang.

”Jawab lah… jadi pacarku ya, awas kalau gak mau!”

”Ne… aku mau…” aku tersenyum.

Taecyeon dan Donghae sama-sama ’nembak’ dengan cara yang to the point. Aku terpaku, Donghae memegang kedua tanganku panik. Pandanganku kosong. Kilasan-kilasan kembali di kepalaku.

”Haejin-ah…” katanya.

”Oh?” aku mengangkat wajahku. Wajahnya memerah, entah kenapa wajahku jadi ikut memerah.

Dia tersenyum. ”Joayo…”

Mendadak aku tidak bisa bernapas, napasku sesak. Mereka sama! Pada akhirnya, Donghae pun akan meninggalkanku, sama seperti Taecyeon! Mereka sama, buktinya, baru sebentar saja dia sudah berpelukan dengan gadis lain.

   ’Mianhae… suatu saat nanti, kau akan menemukan penggantiku…’

   ”Aaaah…” aku menutup kupingku, sementara air mataku masih turun satu persatu, sayangnya suara-suara itu masih jelas berbunyi di telingaku. ’Kau akan menemukan seseorang yang mencintaimu, sebesar kau mencintai dia… tapi itu bukan aku…’ aku terus menggigit bibir, sampai kurasakan amis darah di mulutku, dan aku menahan kupingku terus.

   Aku menyentak tangannya keras, lalu kabur dengan sekuat tenaga naik ke taksi yang kembali membawaku menuju apartemenku. Sesampainya di depan pintu apartemen, dan aku memasukkan kombinasi angka di pintu apartemenku, begitu terbuka, kulihat dua wajah sumringah Kyorin dan Chihoon.

   ”Onnie, bagaimana?”

   ”Kok cepat?”

   Kemudian mereka melihat mataku yang sembab, dan terdiam, mereka langsung buru-buru menghampiriku. ”Onnie, waeyo?” tanya Kyorin panik, dan tubuhku lemas, tak terasa lagi.

*           *           *

”Onnie…”

   ”Haejin-ah…”

   ”Haejinnie?”

   Aku mengerjap-ngerjapkan mataku dan membukanya, kurasakan aku sudah berada di kasur empuk. Kamarku, aku menyadarinya. Kyo, Chi, Junjin Oppa, Seulong, Junsu Oppa, Nickhun Oppa, dan Chansung ada di kamarku.

   ”Aku kenapa?” tanyaku lemas.

   ”Kebanyakan pikiran!” sahut Seulong pedas. ”Kebiasaan deh, kalau ada apa-apa dipendem sendiri, darah rendah kumat, pingsan, kan?! Kau tahu, adik-adikmu panik melihatmu pingsan, untung kami ada di dekat sini!”

   ”Hyung, geumanhae…” kata Nickhun Oppa pelan menenangkannya.

   Aku sudah biasa diomeli Seulong.

   ”Pasti pemberitaan kemarin, ditambah tekanan dari perusahaan sangat membuatmu tertekan ya? Sudahlah, tak usah dipikirkan,” Junjin Oppa berkata pelan padaku. ”Aku tinggal lagi ya… kalau ada apa-apa, kabari saja… Chansungie, Khunnie, Junsu, Seulong, makasih ya.”

   ”Ne, sama-sama Hyungnim,” sahut mereka.

   Aku memejamkan mataku, masih pusing. ”Berapa lagi tekanan darahku?”

   ”Delapan puluh per lima puluh, mana mungkin tidak pingsan?!” desis Chihoon.

   ”Apa yang terjadi? Sunye dan YeEun terus menelepon untuk mengecek keadaanmu, mereka panik tapi mereka juga tidak di Korea sekarang,” kata Chansung padaku.

   Aku hanya diam.

   ”Kalian berdua tadi bilang Haejin dari dorm Super Junior,” kata Junsu Oppa, pada Kyorin dan Chihoon pastinya.

   ”Dan kami tidak tau lagi, Oppa…” desah Chihoon. ”Oppa sudah nanya lima kali, sampai enam dapat piring dua!”

   Kurasakan ranjangku berderit, mereka ramai-ramai duduk di sisi kasurku. Mereka memang orang-orang terdekatku, yang paling kupercaya, juga Sunye Onnie dan YeEun Onnie.

   ”Jadi kau memutuskan menerima Donghae Hyung?” tanya Seulong padaku.

   Aku mengembuskan napas berat, kalau ingat kejadian tadi, kepalaku berdenyut kencang, dan kenangan Taecyeon dan Donghae akan bercampur jadi satu, dan pastinya aku mau bunuh diri kalau begitu lagi.

   ”Tadinya sih dia kesana akan mengatakan perasaannya, tapi dia kembali sambil menangis…” jelas Kyorin. ”Belum sempat dia bercerita apa-apa, sudah pingsan… pastinya terjadi sesuatu disana.”

   ”Kau mau jawab atau mau pingsan lagi karena memendam sendiri?” tanya Seulong.

   ”Sudahlah, tunggu dia benar-benar sadar…” kata Nickhun Oppa lagi.

   ”Aku rasa dia sudah bosan menungguku,” kataku pelan. Dan semua langsung diam, aku tetap memejamkan mataku. Aku tahu mereka semua menatapku, dan aku tidak bisa menahan air mataku.

   ”Dia menolakmu?” tanya Chansung tak percaya.

   Aku menggeleng.

   ”Lalu?”

   ”Aku sampai di apartemen Super Junior, dan dia berpelukan dengan seorang gadis di depan dorm, di depan pintu dorm. Siwon pastilah membantunya mendekati gadis lain, yang mau pada Donghae… sedangkan aku? Sudah membuatnya menunggu tujuh tahun, memintanya menunggu lagi, dan lagi… aku memang bodoh.”

   Mereka semua diam.

   ”Dia tidak tau kau datang?”

   ”Dia tau, dia lihat…”

   ”Dan dia diam saja?!” tanya Chansung mau naik darah.

   ”Aniyo! Aniyo!” gelengku. ”Dia mengejarku… tapi, pandanganku kabur, bayangan ketika… ketika…” suaraku tersendat. ”Taecyeon dulu meninggalkanku, bercampur dengan semua yang Donghae lakukan, aku tidak mengerti, apakah itu tanda bahwa mereka akan meninggalkanku…”

   Mereka menghela napas. Kemudian ponsel seseorang berbunyi, aku tidak tahu siapa, tapi kudengar Chihoon menjawab.

   ”Ne Oppa? Ne… Onnie…” aku membuka mataku, dan melihat Chihoon melirik ke arahku, dan tiba-tiba Seulong, Nickhun Oppa, Junsu Oppa, dan Chansung membuat tanda silang dengan kedua tangan mereka. ”Ada apa mencari Onnie?!” tanya Chihoon ketus langsung. ”Molla! Kau percaya pada Hyungmu, begitu pula aku yang percaya pada Onnieku!” ujar Chihoon ketus lagi.

   Aku diam saja, tidak mau mendengarkan apa-apa lagi.

*           *           *

Sudah dua minggu aku mengurung diri, lagi, di dorm, dan kali ini aku tidak bisa jalan-jalan meski sudah bosan dan badmood berlebihan. Badanku mengurus, karena sakit selama seminggu setelah kejadian di dorm Super Junior, tapi aku melarang Chihoon bilang kalau dia sakit.

   Member Super Junior mengira dirinya diluar kota, biarkanlah, karena mereka semua bergantian mencariku. Sampai malam ini, tanggal tiga puluh Maret, Maret benar-benar kelabu untukku. Kyorin dan Chihoon ada jadwal malam hari ini, dan aku dipaksa tinggal di dorm, selain karena baru sembuh dan belum fit benar, juga mengukuhkan kebohongan kami, bahwa aku pergi.

   ”Onnie, kau seperti orang sakit,” kata Kyorin saat aku menemaninya menonton televisi kemarin, Chihoon tidur duluan. ”Aku tidak tahu bagaimana, atau siapa yang benar, tapi sepertinya menghindari Donghae Oppa pada saat ini juga bukan pilihan tepat bagimu, kau tetap ambruk.”

   ”Jangan bicarakan dia, Kyorin-ah,” kataku lemah, tubuhku memang lemas, tekanan darahku belum naik.

   ”Sepertinya dia tidak melakukan sesuatu yang salah, Onnie,” coba Kyorin lagi. ”Karena Super Junior sendiri sangat cemas akan keadaannya, mereka mau bertemu denganmu. Mereka bilang kau salah paham pada Donghae Oppa, apa yang kau lihat, sama sekali tidak seperti yang kau bayangkan.”

   Aku diam saja.

   ”Onnie,”

   ”Dia dan Taecyeon sama, jadi sudahlah…” kataku pelan. ”Paling berapa lama sih? Berapa tahun sih?  Taecyeon saja di usia empat tahun pacaran kami sudah bosan,” ujarku.

   Kyorin diam, dan sama sekali tidak menjawab kata-kataku. Mau menjamin kalau Donghae tidak akan seperti Taecyeon? Mana bisa…

   Aku yakin sekarang sakit, nanti aku pasti kuat lagi, seperti dulu ketika putus dengan Taecyeon, pelan-pelan pasti sembuh, semangat, dan tidak usah lagi berhubungan dengan pria mana pun di dunia ini! Tekadku membulat, sampai bel pintu apartemen berbunyi.

   Siapa yang datang? Manajer Oppa dan staff Felidis tentunya ikut Kyorin dan Chihoon malam ini! 2AM lagi di luar kota, 2PM sibuk promo mini album terbaru mereka, Without U, dan Wonder Girls masih di Amerika. Jadi tidak mungkin Seulong, Chansung, Nickhun Oppa, Junsu Oppa, Sunye Onnie, atau YeEun Onnie yang datang malam ini.

   Aku mendekat ke pintu dan mengangkat interkom, yang langsung memuat bayangan orang di depan pintu. ”Nuguseyo?” tanyaku bingung melihat seseorang berhoodie abu-abu, tudungnya dipakai.

   Dia mendongak, dan aku menekap mulutku.

   ”Memang benar kau di dalam…” katanya pelan. ”Sebegitu inginnya kah kau menghindariku?” dia mendongak menatap kamera itu, dan otomatis aku melihat matanya.

   Aku diam, takut bersuara, meski sudah tertangkap basah.

   ”Sebegitu bencinya kah kau padaku?”

   Aku menggeleng, tapi tidak sanggup menjawab, toh dia tidak bisa melihat gelengan kepalaku. Dia tidak akan tau aku menjawab apa.

   ”Tak bisakah kau berikan aku satu saja kesempatan menjelaskan?” aku masih diam, dan aku melihat dia menangis. ”Tak bisakah kau melihat dengan benar-benar melihat, Lee Haejin?” tanyanya. ”Kalau kau pikir dunia ini tidak adil padamu, maka cobalah kau bersikap adil, dengarkan dulu, berikan aku kesempatan dulu… satu kali saja, berikan aku kesempatan itu…” dia mengisak di depan pintu apartemenku.

   Aku mengisak, dan menjauhkan gagang interkom, agar dia tidak mendengar isakanku.

   ”Jeongmal, saranghaeyo… Lee Haejin.”

   Aku diam terpaku.

   Dia menungguku membukakannya pintu, dan aku masih diam, aku masih bingung. Dia terus menatap kamera itu dengan wajah menunggu. Kemudian dia tersenyum miris.

   ”Kau tetap tidak mau membukanya?”

   Aku tau pertanyaannya memiliki dua arti. Pintu apartemen, dan pintu hati, aku masih diam.

   ”Gwenchana.” Katanya sambil tersenyum miris. ”Aku akan mulai menerima semuanya…” katanya lagi, kemudian berbalik dan pergi dari hadapanku, lalu aku terjatuh dan menangis.

   ”Nado saranghae… nado saranghae… nado saranghae…” ucapku berkali-kali. Tapi bayangan Taecyeon dan Donghae yang bercampur terus di kepalaku, Taecyeon memeluk YoonA Sunbae, dan Donghae memeluk gadis itu, membuat kepalaku sakit, dan hatiku nyeri.

   Lebih baik aku tidak berharap lebih.

   Esok paginya aku mandi, sarapan, dan berbenah apartemen seperti robot, aku seperti digerakkan oleh entah siapa, dan aku tidak menyadari apa yang kulakukan, sampai bel apartemen berbunyi lagi. Chihoon dan Kyorin sudah pulang kah? Aku mendekati pintu dan mengangkat interkomku lagi, melihat seorang gadis berambut panjang yang tidak kukenali.

   ”Erm, nuguseyo?” tanyaku.

   ”Haejin-ssi?” tanyanya.

   ”Ah, ye…” sahutku.

   ”Ehm, bisakah bukakan pintunya, ada yang ingin saya bicarakan,” katanya serius.

   Aku membuka pintu apartemenku, dan melongok. ”Ah, mianhamnida, tapi saya tidak kenal siapa Anda.”

   ”Tidak akan lama, ini menyangkut hidup dan mati seseorang, jadi cepatlah!” katanya mendesak.

   ”Tapi kamu siapa?” tanyaku heran.

   Dia mengernyit. ”Kau tidak ingat siapa aku?”

   ”Memang kita pernah bertemu?” tanyaku lagi.

   Dia memutar bola matanya, ”Hidup mati seseorang ditanganku dan di tanganmu sekarang! Jadi cepatlah bersiap, dan pilih kau mau kubawa paksa atau baik-baik, takkan lama kok!” desaknya panik.

   ”Hidup mati siapa?”

   ”Lee Haejin, kumohon, sekali saja! Setelah kau ikut aku, kau boleh pergi… aku hanya butuh kau sebentar saja!”

   Aku menggigit bibir, entah harus percaya atau tidak, tapi melihat dandanannya dan sorot matanya, dia seperti orang baik. ”Baiklah, tunggu sebentar…” aku menutup pintu dan menguncinya dari dalam lalu mengganti pakaianku santai, tak lupa menyematkan sunglass Guess pink kesayanganku

   Aku mengikutinya turun, dan kami naik taksi yang sudah menunggu kami, kami duduk di bangku belakang berdua. Aku meliriknya, ”Sebenarnya kita mau kemana?” tanyaku. ”Dan kau siapa?”

   ”Penjelasan lebih lanjut nanti,” katanya. ”Tapi yang jelas, aku tidak mempermainkan-mu Haejin-ssi, ada yang sekarat, dan kau harus bertanggung jawab! Well, sebetulnya aku juga harus meluruskan semua ini, sebelum dia mati.”

   Aku bingung.

   ”Tapi kau tidak mengenalku?” tanyanya heran.

   Aku menggeleng. ”Apa kau mengenalku?”

   ”Siapa yang tidak mengenalmu? Leader Felidis, kan?” tanyanya.

   ”Bukan itu maksudnya…”

   ”Aku tau kau, tapi aku tidak kenal, nanti saja kenalannya, sekarang kau persiapkan diri saja, karena sebentar lagi kita sampai.” Dan memang benar, taksi ini berbelok di salah satu gedung pencakar langit yang tidak kuketahui namanya, tapi kudengar disini ada artis juga yang tinggal.

   Dia turun, aku mengikutinya.

   ”Ayo, ikut!”

   Aku diam dan mengikutinya, dia berjalan menuju lift dan menekan salah satu tombol, kami turun di lantai itu, dan menyusuri koridornya, lalu dia membuka kunci kombinasi di depan pintu apartemennya, dan membukanya.

   ”Masuklah,” katanya.

   ”Ah, ye…” aku mengangguk.

   Aku berjalan masuk ke dalam apartemen yang cukup mewah ini, dan aku terkejut mendapati Choi Siwon keluar dari dalam salah satu kamar di apartemen ini. ”Lee Haejin?!”

   ”Siwon-ssi,” kataku kaget.

   Siwon melirik gadis yang disebelahku, kemudian nyengir. Aku melirik gadis itu lagi, dan melihat siluetnya dari sini, aku baru sadar! Dia kan wanita yang dipeluk Donghae kemarin dulu itu?! Bagaimana mungkin aku baru sadar sekarang, dan keadaanku sekarang terkepung!

   Aku menunduk, dan mau menangis. ”Kau menipuku!” kataku pada gadis itu yang melongo.

   ”Aku tidak menipumu, aku menyeretmu kesini agar kau bisa melihat siapa yang sedang terbaring di kasurku!” kata gadis itu lagi.

   Siwon menarikku menuju pintu kamar tadi, dan aku terperangah melihat siapa yang tidur di kasur itu. Donghae, kepalanya di kompres, dan tidurnya gelisah. Siwon menatapku sambil melipat tangan, ”Dia begitu setelah ke apartemenmu semalam, Haejin-ah.”

   ”Lalu?” tanyaku.

   ”Aigo…” Siwon mengerling gadis tadi minta bantuan.

   Setelah dari apartemenku dia langsung ke apartemen gadis ini, tidur di kamarnya pula! Hah~ aku kemudian berbalik, ”Aku mau pulang,” kataku, suaraku dingin sekali, wajahku datar.

   ”Astaga, kau jangan kejam jadi wanita!” kata gadis itu. ”Setidaknya jenguklah dia barang sebentar, dia sudah tidak mau makan sejak dua minggu lalu, makannya yang sudah sedikit, makin sedikit saja…”

   ”Lalu apa urusannya denganku?! Aku bukan siapa-siapanya dia kan?” tanyaku pada gadis itu. ”Lagipula sudah ada kau, ada Siwon juga, bilang saja padanya cepat sembuh, dan perlu kalian tahu aku juga sedang tidak fit, jadi lebih baik aku urus diriku sendiri sebelum mengurus orang lain.”

   ”Haejin-ah… Haejin-ah…” kudengar suara lemah dan parau itu. Aku diam, dan bibirku bergetar.

   Siwon lari ke dalam dan memeriksa termometer. ”Empat puluh derajat, aku takut dia kejang.”

   Ya Tuhan, empat puluh derajat, aku menghela napas, berusaha menenangkan diriku. Dia tidak akan apa-apa, dia tidak akan apa-apa, ada orang-orang yang menjaganya, begitu pula aku. Keluarga JYP-ku ada untukku.

   ”Haejin-ssi, kau sudah salah sangka…”

   ”Aku tidak perlu mendengar penjelasan apa-apa!” elakku kemudian. ”Kau urus saja dia, Siwon-ssi aku pamit.”

   ”Haejin, jjamkaman!” teriak Siwon sambil berlari keluar kamar. ”Kau memang sudah salah sangka, Haejin-ah…”

   ”Aku. Tidak. Mau. Dengar.”

   ”Kau harus mendengarnya!” tegas Siwon. ”Donghae itu sahabatku, aku tau betul siapa dia, dan gadis yang memeluk Donghae di depan matamu ini,” dia menunjuk gadis itu. ”Gadis yang kau kira adalah pacar baru atau incaran baru Donghae ini…” dengan gesture-nya dia menunjuk-nunjuk. ”Adiknya Leeteuk Hyung!”

   Aku mengernyit, memang benar beberapa tahun lalu, sekitar tahun 2007 atau 2008 aku sendiri lupa, pernah membaca artikel bahwa Super Junior Leeteuk sebenarnya memiliki seorang adik perempuan yang merupakan seorang penulis novel ternama di Jerman, dan sekarang di Korea Selatan juga.

   ”Dan kau tau sendiri Leeteuk Hyung dan Donghae dekat, jadi dia juga dekat dengan Donghae…”

   Aku memutar mataku tetap mendekati pintu.

   ”Dia tidak memiliki hubungan apa-apa dengan Donghae, Haejin-ah!” tegas Siwon lagi.

   Aku mendengus, ”Tidak memiliki hubungan apa-apa? Dari sahabat kan bisa saja, sudahlah… aku mau pulang!”

   ”Tidak bisa!”

   ”Kenapa tidak?!” balasku.

   ”Dia ini pacarku, enak saja pacaran sama Donghae!” balas Siwon tegas. Dan gadis itu nyengir.

   Aku blank, melongo menatap mereka berdua, gadis itu sekarang cengengesan dan merangkul lengan Siwon. ”Dia tidak akan membocorkan hubungan kita kan ya, Hubby?”

   Omo! Bahkan panggilannya Hubby! Apa yang kusaksikan ini tidak semata-mata hanya fantasi dan halusinasiku belaka, kan? Apa mereka mengerjaiku, tapi… tapi… mereka kan berpelukan di depan Siwon? Bagaimana mungkin…

   ”Kau masih tidak percaya kami pacaran? Begini, kenalkan, aku Park Ririn… adik Park Jungsoo atau Leeteuk Super Junior,” jelas gadis itu. ”Dan Donghae itu sahabat baikku, dulu, Donghae juga yang membantuku mendapatkan Hubby-ku ini…” dia merangkul Siwon.

   Aku makin melongo.

   ”Bagaimana menurutmu perasaanmu coba? Kalau sahabat yang sudah membantumu mendapatkan cinta, mengejar cintanya susah payah, dan gadisnya malah salah paham akan hubungan kami dan membuat cintanya pergi, aku tidak mau!” geleng Park Ririn. ”Donghae sangat dekat denganku, dan kau tahu kenapa kemarin dia memelukku begitu erat sambil menangis di depan dorm? Karena dia rindu padamu… dia menangis dan tidak tau harus berbuat apa lagi, teleponmu mati, dan teman-temanmu menjadi tamengmu.”

   ”Makannya yang memang sudah sedikit, jadi makin sedikit, Haejin-ah,” kata Siwon sedih. ”Semalam dia berkeras mau ke dormmu, dia yakin kau disana, entah kenapa. Begitu kembali dari tempatmu, dia mengajakku kesini, sampai disini dia ambruk, panasnya tinggi, dan kau dengar… dia memanggil namamu terus!”

   ”Maafkan aku kalau memang aku sudah membuatmu dan Donghae jadi salah paham,” kata gadis bernama Park Ririn itu. ”Tapi kuharap kau mengerti, aku akan sangat menyesal kalau justru aku yang menghancurkan hubungannya denganmu.”

   Napasku memburu, aku mulai sesak, jangan bilang asmaku mau kumat disini, aku tidak bawa inhaler pula! Tapi aku mau menangis, aku oleng, dan tepat sebelum ambruk, kudengar Siwon dan Ririn berteriak menghampiriku.

*           *           *

”MWO?!” teriakkan Chihoon masuk ke dalam telingaku. ”Jadi… jadi… ini… Park Ririn, adiknya Leeteuk Super Junior… yang dipeluk sama Donghae Oppa? Pacarnya… pacarnya… Siwon Oppa?!”

   ”Sudah kuduga, Onnie memang salah paham,” kudengar suara Kyorin yang bahagia sekali.

   ”Hah! Belum pacaran saja sudah menyusahkan,” kudengar suara gadis bernama Park Ririn tadi. ”Mereka berdua sama-sama menyiksa diri ya?”

   Kyorin menjawab lagi. ”Ne, mereka menyiksa diri mereka masing-masing. Onnie juga, biasanya makannya lahap, ini tidak nafsu makan. Tekanan darahnya jadi rendah terus akhir-akhir ini.”

   ”Bilangnya tidak suka, tidak suka, padahal begitu kubongkar laptopnya isinya semuanya Donghae Oppa!” seru Chihoon berapi-api. ”Dia bilang nggak suka, tapi sayang dia suka mengigau, dan kalau sudah mengigau, pastinya yang jujur semua dikatakan olehnya.”

   Siwon terkikik. ”Memang dia bilang apa di tidurnya?”

   ”Oh banyak! Dari mulai bilang terima kasih, kangen, bete, cemburu, sampai cinta juga dibilang!” celoteh Chihoon membuat kepalaku berdenyut-denyut. ”Yang paling kuingat waktu kami berdua mengikuti Onnie jalan-jalan sendirian! Dia beli semua kaus SPAO yang dipakai Donghae Oppa, dan beli boneka Nemo sampai lima! Dan malamnya dia menyebut nama Donghae melulu…”

   Siwon dan Ririn tertawa.

   ”Mana dia nangis malam-malam kalau nonton MV Fireflies,” tambah Chihoon lagi.

   ”Hmm… Fireflies ya…” kata Ririn agak-agak sinis.

   Kudengar Siwon terkekeh, ”Baby, jangan begitu dong, di Fireflies kan kami berdua,  bukan cuma aku.”

   ”Aku kan tidak bilang apa-apa…” kata Ririn polos.

   ”Lalu bagaimana keadaan Onnie sekarang?” tanya Kyorin.

   Ririn menjawab. ”Sudah tidak apa-apa, kata dokter…” baru mau dia melanjutkan, Chihoon dan Kyorin sudah melanjutkan. ”Kebanyakan pikiran, dipendam sendirian, tekanan darah rendah?”

   Ririn tertawa. ”Kalian sudah hapal ya dengan kebiasaan Onnie kalian.”

   ”Sangat biasa…” aku bisa merasakan kalau Chihoon sekarang sedang memutar bola matanya. ”Dan sekarang biarkan dia di pulau kapuk nan indah, ditemani Pangeran yang membuatnya terus mengigau sebulan terakhir.”

   Aku mengerjapkan mataku, berusaha mengumpulkan keasadaranku, mataku terbuka, dan aku melihat langit-langit tinggi, dan merasakan kasur yang nyaman, juga penerangan yang hanya berasal dari lampu kecil di sebelah tempat tidur ini. Diluar langit sudah gelap, dan gorden di tutup, aku mau bangun tapi lemas. Menggerakkan tanganku pun hanya bisa sedikit, karena rasanya berat.

   Untuk kesekian kalinya aku pingsan dalam bulan ini. Kepalaku berat sekali, aku memegang kepalaku dan memijitnya pelan.

   ”Gwenchana?” bisik suara yang kukenal.

   Aku menoleh, dan melihat di kasur sebelahku, Donghae duduk menatap ke arahku, dengan pandangan cemas. Aku baru tahu di kamar ini ada dua kasur, pandanganku masih kabur, tapi aku mengangguk.

   Dia pelan-pelan pindah duduk ke tepi tempat tidurku, aku bisa melihat wajah cemasnya yang pucat. ”Tekanan darahmu bisa sampai delapan puluh per lima puluh, ya? Maaf sudah membuatmu banyak pikiran.”

   ”Panasmu?”

   ”Sudah turun,” sahutnya sambil tersenyum.

   Aku mengangguk, ”Syukurlah, aku kaget… kudengar panasmu sudah mencapai empat puluh derajat. Kok bisa?”

   ”Molla…” sahutnya.

   Aku mencoba bangun perlahan-lahan, ”Haejin-ah, jangan, tidurlah dulu… kau masih sakit.” Aku tetap memaksa duduk, akhirnya dia membantuku bersandar di dinding tempat tidur.

   Aku menggigit bibir. ”Aku mau minta maaf,” kataku pelan.

   ”Hmm?”

   ”Semua sikapku padamu belakangan ini,” kataku lagi. ”Aku tidak mau mendengar penjelasanmu kemarin, dan aku tidak bilang apa-apa padamu juga waktu… waktu pertama kali meninggalkanmu.” Lanjutku.

   Dia tersenyum. ”Ne, gwenchana… aku sudah tau kok, kau diancam perusahaanmu, kan?” katanya. Aku mengangguk, ”Lalu… yang kemarin, soal Ririn-ssi… aku salah tidak mendengarkan.”

   ”Tak apa, aku juga sudah dengar tadi…” dia mendadak tersenyum jail. ”Laptopmu penuh fotoku? Aigo, aku tidak menyangka…”

   Aku menutup wajahku, Cho Chihoon, awas kau! ”Aish! Kau dengar apa saja?”

   ”Aah, banyaaaak sekali!” sahutnya riang. ”Aku tidak menyangka, sampai seperti itu,” dia menurunkan tanganku, wajahku sudah merah padam. Dan dia tersenyum sambil menggigit bibirnya, aduh lucu sekali wajahnya. ”Sampai menangis melihat MV Fireflies, aigo…”

   Aku menarik bantal dan menutupi wajahku, dia tertawa semakin kencang.

   Pintu terbuka, dan muncullah empat orang itu, Siwon, Ririn, Chihoon, dan Kyorin sambil menyalakan lampu.

   ”Ya ampun, sudah sehat rupanya?” tanya Ririn pada Donghae.

   Donghae tertawa. ”Jauh lebih sehat,”

   ”Ckckckckck… dasar ikan! Haejin-ssi, gwenchana? Bagaimana keadaanmu?” tanya Ririn padaku.

   Aku tersenyum. ”Aku baik, Ririn-ssi.”

   ”Onnie,” Chihoon melambai-lambai. ”Kami ditelepon Siwon Oppa kesini, katanya kau pingsan lagi, aduuuuh…”

   ”Onnie, gwenchana?” tanya Kyorin sambil tersenyum.

   Aku mengangguk. ”Mianhae, merepotkan kalian semua.”

   ”Kalian berdua memang merepotkan kami!” tunjuk Siwon.

   Donghae berdiri dan mengelus kepalaku, sementara Chihoon berdeham-deham, kemudian Donghae menatap mereka berempat yang mengangguk bersamaan. Tiba-tiba saja dia menarikku berdiri, perlahan-lahan, aku ikut saja berdiri bersamanya.

   ”Lee Haejin, aku Lee Donghae, kali ini tidak mau menunggu lagi! Tak peduli perusahaanmu memberlakukan kontrak apa. Kukutip kata-kata Kyuhyun padaku, peraturan dibuat untuk dilanggar…” aku bisa mendengar Chihoon tertawa. ”Dan disini, di depan dua sahabatku Choi Siwon dan Park Ririn, di depan dua adikmu Lee Kyorin dan Cho Chihoon, aku mau bertanya…”

   Omona!”

   ”Maukah kau jadi kekasihku?”

To Be Continued

yak akhir-akhir ini mood lagi bagus jadi seneng bener nerusin cepet-cepet, hahahaha… lagian hutang ff sudah menumpuk di depan mata, jadi When I Fall juga harus segera di tamatkan, hehehe… aku seneng banget nulis part 7 – 9 ini, karena berdasarkan pengalaman nyata *?* wakakaka, pengalaman waktu jaman-jaman naksir Donghae maksudnya… 

masih belum pasti ini mau sampai berapa part, tapi semoga bisa cepetan ending karena banyak proyek FF menunggu #plakk buat yang nanya Let’s Get Married, tungguin aja… lagi syuting kok #plakk

Comment and likes are love, makasih buat komen dan sarannya di setiap part…🙂

125 thoughts on “{JinHaeXy} When I Fall ~Part 9~

  1. tepokan’a hae d super girl emang maut siihhh sambil gigit bibir lagiii…uuuuuu menggoda iman *dikemplang haejin*

    haejin harus bgt nerima donghae…..

    ahhh benerkan tebakanku..itu ririn yg dipeluk am hae..

    untung ga lama2 galau’a yipiiiii…
    hae emg paling romantis dah ahh…ckckckck

  2. aduuh.. jinhae emang selalu ngerepotin.
    tapi seneng aja kalau orangnya bersama…
    wahhh ceritanya kerenn..
    ditunggu lanjutannya ya thor..

  3. tu kn bnrrrrr… itu si ririn. ahhahaha

    donge…. kau menghianati q. kau meninggalkn q demi haejin…!!! *ditarik siwon, digolok ririn.. (?) wkk

  4. Tuh kan bener! Cewe yg meluk Ikan si Ririn..
    Haha, pasti Haejin malu bgt tuh pas Donghae nyeritain apa aja yg udah dia denger. Mulai dari SPAO sampe Fireflies
    Haejin, ayo terima si abang ikan, kesian kan dia uda nunggu 7 thn
    Nanti dia nyari Ikan laen lho~
    Lanjutannnya yg cepet ya eonn..

  5. aigooo..onn.. bener pasangan galau yg cocok.. mood nya ttep tinggi yah onn.. ide tambah deres (?) biar cepet kluar lg WIF nya.. hihi.. kyu ama chi bener2 evil magnae.. mber bocor pula.. PRR uda ktauan,skrg tinggal nara.. gmn mrk ketemu? si hae nyium nara kah? *ditabok kyu pake bibir, di kejer haejin pake golok xP* ayo onn fighting part 10 *ambil pompom nari brg unyuk* kekeke..

  6. Ngakakk bner kisah cintany onn.
    Ribet seribet2ny (?)
    cpek aq, aplg onnie.
    Hahahaha
    tp dpastikn yg bca nich pda serangan jntung, asma, plus pnas dingin, jga meriang, n mules liat kelakuanny ikan2 itu.
    Trkhr yg kena mput onn jg, mank susah jd ce cntik ya onn. Dicurigai mulu*toss m mput onn* hahaha
    oh donghae, rsa cintamu m haejin onnie mank g trkalhkn.
    Ayo lnjtkn onn, fighting!!!
    Hihi

  7. ckckck…. senengnya nyiksa diri toh ini pasangan.
    nangis pas bagian donghae dateng ke apartemen haejin.😦
    ”Sebegitu inginnya kah kau menghindariku?”
    ”Sebegitu bencinya kah kau padaku?”
    paraaah…. kejer nih pas ini. huhuhu donghae kasian.
    tapi ituuu, cara nembaknya astagaaaaa…. romantis banget.❤
    seneng deh, lanjutannya cepet. ^^

  8. Ah…
    suka bgt sma part ini,,
    si abang ikan romantis sangat nih.
    hahahaha

    pkk’y te2p di tunggu lanjutan’y^^

  9. yaelah~trnyt oh trnyt.
    Salah paham toch.
    Haejin sich maen lari aja..jdny nyiksa diri.hi3.
    Itu nembaknya romantis amat sich…ky org mw nikah ja.
    Akhrny kebenaran terungkap.Trnyt tuh bininya Siw0n.
    Ha3

  10. yiaaaahhh si siwon ma ri rin bukannya lgs blg aja kl ri rin pcrnya siwon malah dilama”in gitu,kasian donge kan hahaha
    asiiiiiikkkk deh sudah mulai menyatu nih,penasaran ihh ma taecyon nya gimana

  11. aigo~~ akhirnya ditembak juga…
    gitu dong, Hae! to the point! frontal! jangan malu-malu. cowok harus mulai duluan…

    aisssh, lagi seru malah TBC…
    onnie~~ cepetan keluarin yang ke 10 dong… penasaran nih… *mohonmohonpakeaegyo*🙂

  12. Haejin-ah, sok jual mahal lagi… Sekalian aja terimanya 10 tahun lagi, selesaiin kontrak!! #dijitak Hae. Pake malu2, ntar akhirnya malah malu2in. Ikan-ikan bukannya bikin heboh di air, malah di apartment, punya orang lagi.
    lanjutkan! Nggak pake lama.. Mang hobi banget bikin banyak orang penasaran!!

  13. Onn, minum jus jambu merah deh biar tekanan darahnya ga rendah lagi..
    N aku dengar, tekanan darah rendah itu ada hubungannya sama jantung, jadi coba periksa dulu jantungnya. Siapa tau jantungan? *PLAK
    Donghae-Haejin,, duo drama..haha
    Pingsan mulu,, aku aja ga pernah pingsan . Jadi penasaran gimana rasanya pngsan *oke,, abaikan komen ini, makin melantur
    onn, ff lain cepat2 dipublish yaa
    terus wsms 2 kapan dilanjutin? AKu udah ga sabar pengen baca

  14. love this part..
    stlh part kemaren bikin galau, part ini bikin gw cengengesan mulu hehehehe…

    bener2 kopel yg bikin susah orang byk..
    sakit aja bisa barengan hahaha
    bujubune, si hae mo ngajak nikah ato pacaran ya??? ckckckcck.. hehehehehe

  15. hyaaa~~~
    pasti d terima…ga mgkn d tolak..hha
    aduuuh, dr part 1 ampe 9 bru d part ini donghae nembak??omona~~
    eh it cwe ny s ririn toh?ahh, siwon jd mak comblang ny, ririn mlh hmpr jd pnghancur sgla ny..ckckck*kabur*

  16. ommooo~~~….
    makin seru jja ya ceritanya….
    jadi begini ya awalnya jinhae jadian…*mangut”*

    aku suka couple jinhae…
    suka cerita” percintaan’a…
    suka juga klo lagi marahan…*aissshh*

    onnie, lanjutannya jangan lma” ya…
    gak sabar neh…

    perkenalkan reader baru disini…hehehe
    annyeong….

  17. kya kya kyaaaaa geregetan… baca ngebut part 7-9 >.< akhirnya JinHae couple terbentuk(?) lol

    itu cara nembaknya berasa dilamar *maunya :p

    kasian siwonnnnn… udah jadi supir terus"an, eh dituduh jadi mak comblang juga sama haejin… =.=

    Part 7-9 sweeeeeetttt… gemeeeessss… gregetnya dapeeeeetttt banget!!! jadi ga sabar nunggu part" berikutnya!!!

    Ok, skrg menuju yg Donghae's POV… meluncurrrr ^_^

  18. akhir ny bc uga part 9…

    eonn aq nangis nie pas hae k dorm haejin!!!kasian hae ny melas bgt liat ny.. huhuhu *hug u hae**

    yah,, jd ny pd sakit 22 ny dah,padahal cma salah paham doank tapi 22 ny menyiksa diri!!! ckckckckkk *geleng2 kpla*

    greget bgt ma haejin ny keras kepala bgt *d timpuk haejin*hehe
    huh, tp sukur deh akhir ny bz baikan!!nembak malah terima, terima y!! kasian terlalu lm nunggu ntar jamuran tu cie hae!!haha *klo haejin nolak wat aq ajj hae ny y eonn***

    ternyata awal ktemu ma rin eonn karna keslah pahamn,, tp akhir ny jdi sahabat deket!!! *salut**
    ma nara gmana y pertemuan ny??? next ff y eonn HWAITING…
    o iy,” when i fall” part ny d buat sampe jinhae ny nikah ma punya cie kembar y eonn!!hehe penasaran…

  19. haduh sesak nih baca ff nya
    berasa pengen tabok haejin!
    kekeke
    #dibunuhauthor

    bener2 kesel sm kelakuan haejin deh
    tp wajar aja sih sebenernya
    cewe kan suka meberikan penafsiran sendiri dg apa yg dilihat nya
    *eeaa ribet bgt dah bahasa gw*

    ayo-ayo part 10 nya cepetan di post ya nisya!

    hihii

  20. Pingback: {JinHaeXy} When I Fall ~Part 12~ « JinHaeXy

  21. sehari baca 9 part itu emang capek, tapi aku penasaran akut sama cerita ini -.-
    Kak Nisya keren deeh bisa bikin cerita kayak gini, nggak bosen sama sekali hahaha sukaaa xD
    Aku nggak tau mau komen apa lagi, part 10 udah menunggu untuk disantap wkwk *reader nakal xD*

  22. Astaga, tuh org brdua yah.. Bnr2 merepotkan! ㅋㅋㅋ
    Aigonnaa, kasian banget abang ikanku..😦
    Untung mslhnya sdh mulai clear😀
    Hwiting oppa!
    Haejin juga, klo udah cinta blg aja😀

  23. omooooo.,, bener2 bisaaa neh yg bikin🙂
    deg degan baca nya n senyum2 di akhir2.,, n rasanya real banet cerita inih #ngarepjdhaejin n #dikeplakkkk!!😀

  24. Hahaha salahh pahammm…
    jadi ingett skandl foto donghae yg baruu tuhh gandengan.sama cewe..
    sumpahhh keselll bgett liatnyaa..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s