{JinHaeXy} When I Fall ~Part 8~

Lambat laun memang pasti akan ada yang mencium kedekatan kami, aku mulai gugup. Aku sendirian di depan ruang rekaman, beberapa anak SM sepertinya sudah mulai tahu kalau aku ada ’sesuatu’´dengan Donghae, seperti anak-anak SHINee, SNSD, dan f(x) yang memang sering mondar-mandir SM.

   Pengakuan Donghae padaku sudah berlalu hampir dua bulan, ini sudah memasuki akhir Februari. Aku harus segera ke kantor dan mengklarifikasi, atau sepertinya grupku yang akan menerima imbasnya. Tapi Donghae sedang latihan, apa yang harus kulakukan? Akhirnya aku memutuskan mengirimkannya pesan.

            To : Hae

            Hae, aku harus pergi duluan, mianhae, ada telepon mendadak dari perusahaan, hwaiting rekamannya ^^

Aku buru-buru turun ke bawah dan mencari taksi untuk segera pergi ke kantor JYP. Sesampainya disana, aku disambut oleh pemandangan 2PM dan 2AM sedang di lobi, mereka semua menoleh menatapku. Omo, ada sesuatu di pandangan mereka untukku, tapi beberapa dari mereka melambai, dan tersenyum.

   ”Kau dipanggil Junjin Hyung,” kata Nickhun Oppa.

   ”Iya, makanya aku kesini, kalian sedang apa?” tanyaku tanpa memandang Ok Taecyeon yang menatapku juga. Aku sudah mulai bisa mengacuhkannya jika ada di sekitarku.

   ”Kami mau latihan, dan 2AM mau syuting,” jawab Wooyoung.

   Aku mengangguk, ”Kalau begitu aku ke Junjin Oppa dulu, sampai jumpa…” aku tersenyum riang pada mereka, dan pergi. Aku bisa merasakan tatapan Seulong padaku, ah pasti diinterogasi nih nanti, hah! Aku langsung naik ke lantai tiga, kantor manajemen, dan menyusuri koridor, membungkuk pada beberapa staff JYP yang aku kenal, dan akhirnya menemukan ruangan Felidis.

   Aku mengetuk pintu.

   ”Masuk,”

   Aku membukanya, dan yang membuatku terkejut di dalam ada beberapa staff yang kutahu adalah petinggi JYP Entertainment, selain Jin Young Sajangnim sendiri. Aku menelan ludah, rasanya aku akan di hukum.

   ”Silakan masuk, Haejin-yang.” Ujar salah satu Direktur di JYP Ent.

   Aku mengangguk, dan duduk di kursi sebelah Manajer Oppa yang melirikku, kemudian tiga jajaran direksi itu duduk di depan kami. Aku merasa seperti mau disidang.

   ”Haejin-yang, kurasa kau tahu kenapa kau dipanggil kesini?” tanya Direktur Pemasaran kami, Jung Taebin.

   Aku melirik Junjin Oppa yang mengangguk, akhirnya aku mengangguk. ”Ne, Sajangnim.”

   ”Berita belakangan ini mulai mengkhawatirkan semenjak foto ini beredar,” sekarang Direktur Humas, Ham JiKwang, membalik laptop, dan dengan mata terbelalak, aku melihat foto saat aku, Donghae, dan Siwon pertama kali ke Starbucks. Lalu foto berikutnya adalah kali kedua kami ke Starbucks, dan selanjutnya lagi, lagi, dan foto terakhir, yang aku belum pernah lihat.

   Ada yang menangkap kami bergandengan tangan juga.

   ”Bagaimana kau mau menjelaskan maksud gambar-gambar ini, Haejin-ssi?” tanya Manajer Trainee, yang merupakan seorang perempuan, Lee Wonhee. ”Bukankah sudah di jelaskan di kontrak kerja Fleur De La Supergirl? Kau bebas mengatur Felidis, dengan catatan tidak boleh memiliki kekasih hingga sepuluh tahun ke depan?!” tegasnya. ”Dan kau tahu sanksinya kan jika kau melanggar?! Kontrak kerja kalian akan putus, dan kalian harus membayar semua kompensasi sejak trainee, dan kau Haejin-yang harus mengganti rugi karena penundaan debut kalian di tahun 2008!” tegasnya lagi membuatku nyaris sesak napas.

   ”Kau yang menyebabkan Felidis menunda debut hingga tahun 2009, kau juga yang mengajukan syarat ini-itu, dan karena bakatmu kami mengabulkannya! Tapi kalau kau yang menghancurkan Felidis…”

   ”Sajangnim, bisa kuyakinkan, Haejin tidak ada hubungan apa-apa dengan kedua orang itu,” Junjin Oppa berusaha membelaku.

   Aku mengangguk.

   ”Hei, Junjin-ssi, kami tidak mungkin percaya pada kata-katamu, mengingat kau Manajernya, jika ini terbukti, kau akan kami pecat…”

   Aku tersentak, ya Tuhan, Junjin Oppa nampak terguncang juga.

   ”Aku tidak ada hubungan apa-apa dengan mereka, Sajangnim…” kataku pelan.

   ”Mereka berdua bukan pria sembarangan! Mereka adalah member Super Junior, dengan jumlah penggemar paling banyak di seluruh dunia! Kalau kau sampai ketahuan berpacaran dengan salah satu anggota mereka, bisa dipastikan karier Felidis akan hancur!” lanjut wanita itu tegas.

   Aku menunduk.

   ”Kau lihat betapa banyaknya komentar antis di Fancafe Felidis?!” sentak Wonhee Sajang. ”Belum lagi kemarin ketika acara tahun baru kau habis menari dengan salah satu member Super Junior yang ada di foto itu, kan?!”

   ”Sajangnim, apa kalian lupa pada Cho Chihoon?” tanyaku, ingat akan kata-kata Donghae. ”Dia adalah adik dari Cho Kyuhyun Super Junior. Wajar saja kalau aku pun jadi ikut dekat dengan anak-anak Super Junior yang lain.” Aku berusaha membela diriku.

   ”Dekat dengan yang lain? Atau hanya dengan Siwon dan Donghae?” tembak JiKwang Sajang.

   ”Aku memang paling dekat dengan mereka berdua!” sahutku.

   Mereka melirikku.

   ”Sajangnim, Siwon dan Donghae Sunbae memang sangat dekat, sama seperti aku dan Nickhun Oppa, Junsu Oppa, Seulong, ya sama seperti itu, tapi aku sama sekali tidak ada hubungan apa-apa dengan mereka!” tegasku. ”Apakah salah bagiku untuk jalan bersama mereka? Mereka temanku…”

   ”Teman tapi bergandengan tangan?”

   ”Oh, jebal, Sajangnim… anak muda jaman sekarang, dalam pertemanan sudah biasa seperti itu,” aku harus mati-matian menyangkal, meski ada rasa sedih dalam hatiku saat mengucapkan semua sangkalan itu. ”Aku akui aku memang bertindak bodoh dengan terlalu dekat di muka umum, tapi kupikir itu sah-sah saja karena aku memang tidak ada hubungan apa-apa dengan mereka!” kataku lagi. ”Untuk apa aku sembunyi-sembunyi mau bertemu mereka? Seperti betulan pacaran saja…”

   Rupanya ucapakanku termakan oleh mereka.

   ”Begini, Lee Haejin,” kata Taebin Sajangnim. ”Kami berhasil tahu bahwa ketika trainee kau menjalin hubungan dengan Ok Taecyeon.”

   Satu pisau rasanya dihujamkan di luka lamaku.

   ”Dan itu kan yang membuat dirimu hancur di tahun 2008, sehingga kau tidak bisa debut bersama Felidis pada waktu itu?!” lanjut Taebin Sajangnim. ”Kau tahu, baru seperti itu saja kau sudah mengacaukan semua rencana kami, bagaimana kalau kau benar-benar berpacaran?”

   Aku benar-benar tidak bisa menjawab.

   ”Bagaimana pertanggung jawabanmu sebagai leader? Ini karier menyangkut bukan hanya dirimu, tapi juga Lee Kyorin dan Cho Chihoon, mereka berdua juga aset JYP, bukan cuma kau!”

   Aku diam tidak membalas.

   ”Kalau kau sampai menghancurkan Felidis dan membuat Kyorin serta Chihoon terseret, kau yang akan menanggung semuanya, Lee Haejin!”

    Aku mendesah berat, semua pilihanku memang dari awal. ”Aku menawarkan kontrak sepuluh tahun itu karena aku trauma berpacaran, Sajangnim. Sajangnim tidak perlu khawatir, aku tidak akan punya pacar sebelum tahun 2020.” Tegasku. ”Aku yang bertanggung jawab jika terjadi sesuatu pada Felidis, aku siap!” kataku lagi.

   Mereka menatapku tajam.

   ”Baiklah,” kaya JiKwang Sajangnim. ”Kami percaya pada ucapanmu,” katanya pada akhirnya. ”Ingat kontrak kerjamu itu Lee Haejin, dan ingat janjimu, karena kompensasinya akan besar jika kau melanggarnya.”

*Dorm Felidis*

Aku melangkah gontai di dalam dorm, meletakkan tasku di atas sofa, lalu aku mendudukkan tubuhku di atas sofa, sambil memeluk lutut aku menenggelamkan kepalaku disana.

   Benar, aku yang membuat Felidis gagal debut di tahun 2008, dan membuat perusahaan harus mengeluarkan biaya tambahan trainee kami lagi. Benar juga, aku yang patah hati, mengajukan persyaratan leluasa mengatur grupku sendiri, dengan konsekuensi, aku harus melajang selama sepuluh tahun.

   Dan apa yang kulakukan belakangan ini seperti mimpi, aku seperti seseorang yang baru saja ditampar, dan sadar, bahwa ini realita, seorang yeoja idol tidak mungkin menjadi Cinderella. Memiliki kekasih? Hah, itu hanya mimpi di siang bolong, aku tidak mungkin punya kekasih lagi… dan tangisku mendadak pecah.

   Aku tidak mungkin menerima Donghae, dan mengorbankan Felidis, Felidis taruhannya, aku tidak mau itu terjadi! Biar bagaimana pun, Felidis adalah mimpiku, perjuanganku, dan keluargaku. Mana mungkin aku membiarkan Kyorin dan Chihoon menanggung semua ini hanya demi kesenanganku semata? Kesenangan yang juga fana…

   Aku tidak mungkin melakukannya.

   Teleponku berdering, aku meliriknya, dan benar saja Donghae menghubungiku berulang kali, pelan, kubuka batrei ponselku, dan kubuang kartunya ke jendela apartemen. Lalu kugunakan telepon apartemen untuk menghubungi orang yang paling kubutuhkan saat ini.

   Im Seulong.

*           *           *

Maret kelabu, sudah satu minggu kuhindari panggilannya, pesannya, dan segala macam usahanya untuk pergi ke dorm. Aku memilih mengurung diriku di dorm, toh memang Felidis belum banyak banjir job. Paling hanya sesekali, jadi aku hanya mengurus dua adikku.

   Aku masih ingat sekali percakapanku dengan Seulong, seminggu lalu, ketika tengah malam, menerobos hujan, dia datang ke dorm Felidis. Aku langsung menangis memeluknya. Kyorin dan Chihoon tidak berbuat apa-apa, mereka tidak mau mengganggu privasiku, dan mereka berdua tau kalau Seulong adalah soulmateku, jadilah mereka pergi ke dorm Super Junior tanpa diriku, jadi aku bebas bercerita.

   ”Jadi kau dan Donghae Hyung pacaran?”

   Aku menggeleng. ”Hampir, kami sedang pedekate lah istilahnya, tapi aku sadar, rasanya kami tidak mungkin bersama,” aku menggeleng, entah kenapa air mataku jatuh satu-satu.

   Dia menatapku serius, lalu mengangkat wajahku. ”Haejin-ah, lihat aku…”

   Aku mendongak.

   ”Ini yang membuatmu sedih apanya? Teguran perusahaan yang begitu keras, atau Donghae Hyung?”

   ”Molla, semua bercampur!” isakku.

   ”Kau mau menerima Donghae Hyung, kalau seandainya saja tidak ada foto-foto sialan itu?”

   Aku terdiam, masih berpikir.

   ”Masih berpikir?”

   Aku menghela napas. ”Kami kan memang sedang penjajakan, aku sendiri juga masih belum tahu.”

   ”Aku tidak menyangka ada yang mau menunggumu selama itu, ya ampun, kalau aku jadi Hae Hyung, aku sudah cari gadis lain!”

   Kujitak kepalanya.

   ”Ahahaha…” dia malah terbahak. ”Serius! Ngapain nungguin yeoja babo seperti kau!”

   ”Apa maksudmu aku babo?!”

   ”Ara, bukan babo, tapi lolaaaa…”

   ”Im Seulong!” jeritku.

   ”Ya bagaimana tidak lola?” tanya Seulong lagi. ”Mana ada orang tidak sadar di perhatikan selama tiga bulan kan tadi katamu?! Belum lagi selama tahun 2009 dia pasti memperhatikanmu kalau kita bertemu di Music Bank, Music Core, Inkigayo, dan acara apa pun yang Super Junior dan Felidis ada di dalamnya! Dan sekarang, setelah dia menyatakan perasaannya kepadamu, kau memintanya menunggu lagi… ya ampun, aku jadi dia sih sudah berpaling.”

   Aku mendelik.

   ”Kau juga tidak tau diri!” dia menoyor kepalaku.

   ”Tapi aku trauma, Ongie-ya!” dorongku pada Seulong. ”Aku masih takut untuk membuka hatiku.”

   ”Bahkan untuk seseorang yang nggak ada kerjaan seperti Donghae Sunbae?”

   ”Nggak ada kerjaan?”

   ”Ya itu, nggak ada kerjaan banget lah nungguin kau tujuh tahun, halaaah… kalau aku mendingan cari cewek lain!” kata Seulong benar-benar jujur. ”Dia menunggumu lama begitu, masih ragu?”

   Aku mengangkat bahu. ”Entahlah, selama menjalani masa pendekatan, dia baik sekali, sangat hangat padaku, menjagaku, dan tidak membiarkanku jauh sedikitpun darinya… tapi, Ongie-ya, dalam setiap awal hubungan bukankah akan seperti itu? Bagaimana kalau nanti dia meninggalkanku seperti Taecyeon dulu?”

   ”Ck! Dia mencintaimu, dan menunggumu tujuh tahun!”

   ”Tapi bisa saja nanti dia bosan!” teriakku. ”Yang dilakukan pria setelah memacari wanita selama beberapa tahun adalah BOSAN! Dan aku akan kembali ditinggalkan, aku tidak mau!”

   ”Hush!” Seulong langsung memelukku erat-erat. ”Kau tidak boleh bilang begitu, Lee Haejin!”

   Aku menangis tersedu-sedu.

   ”Jadi apa rencanamu?”

   ”Apalagi? Lebih baik aku konsekuen dengan kata-kataku, bahwa aku akan melajang hingga usiaku tiga puluh.”

   ”Apa maksudmu?”

   ”Kontrak, aku tidak boleh pacaran sepuluh tahun!”

   Seulong terperangah. ”Kau menandatangani kontrak semacam itu?!” teriaknya. ”LEE HAEJIN!”

   ”Aku yang memintanya…” jawabku lemah.

   ”Wae?! Karena Taecyeon?!”

   Aku menggigit bibirku, hanya dengan seperti itu saja Seulong sudah bisa tau jawabannya. Dia benar-benar kehilangan kata-katanya, dia kemudian memelukku. ”Sudahlah, lupakan… lupakan, oke? Jadi kau akan menyerah disini?”

   ”Bukan menyerah, hanya bangun dari mimpi…” jawabku lirih.

   Aku mendesah mengingat curhatanku dengan Seulong, seperti biasa, dia selalu jadi orang yang mencela apa yang kulakukan, meski sebetulnya dia mendukung apa pun keputusanku.

   Yah, sekarang hanya inilah kerjaanku. Memang kami girlband baru yang belum terlalu menapaki jalan sukses, dua mini album, dan karena Chihoon akan ujian tahun ini, jadilah semakin tipis jadwal kami. Aku pun di apartemen hanya membereskan apartemen, dan sebisa mungkin menerima segala tawaran manggung di hari Sabtu dan Minggu saja.

   Dia terus mencoba menghubungiku, aku dengar dari Kyorin dan Chihoon, bahwa Donghae nyaris frustasi mau bertemu denganku, tapi aku selalu menghindarinya. Aku tidak mau bertemu dengannya.

   ”Onnie ada masalah dengan Hae Oppa?” tanya Chihoon, tidak biasanya dia serius seperti itu.

   Aku menggeleng. ”Aniyo.”

   ”Lalu? Kalian putus?”

   ”Memang aku pernah bilang kami jadian?!” tanyaku pedas.

   Chihoon dan Kyorin nampak shock dengan nada suaraku yang cukup pedas, tapi mereka bisa melihat ada kesedihan di mataku. Aku memang tidak bisa membohongi mereka, tapi aku juga tidak mau menjadi penyebab mereka hancur. Sudah cukup dulu kami harus menunda waktu debut kami hanya gara-gara aku!

   ”Onnie… apa yang terjadi?” tanya mereka pelan.

   Aku tidak menjawab, terus melipat baju-baju dan membaginya dalam tiga tumpukan. ”Tidak ada apa-apa!” dan aku kembali ke kamarku. Tanpa sengaja, dua buah mawar layu terpandang olehku, dan aku mendekati mawar itu. Pelan, aku menyentuh mawar layu itu.

   ”Mianhaeyo…” ucapku.

   Tak kupungkiri, aku memang merindukannya. Biar bagaimana pun, Donghae adalah pria yang baik, dia memperlakukanku sangat baik, dia pribadi yang hangat. Dan dari Januari hingga Februari dekat dengannya, cukup membuatku merasa kehilangan dirinya. Malam ini aku tidak bisa tidur setelah mendapatkan mimpi melihatnya menangis, entah apa maksudnya, aku merasa mimpi itu nyata, dan dia memang menangis.

   Aku bangun dari ranjangku, dan tidak bisa tidur. Malam ini aku merasa tidak nyaman, firasatku mengatakan hal tidak enak. Aku mendekati laptopku, dan menyambungkannya dengan modem. Satu-satunya jalan yang bisa kulakukan untuk berkomunikasi, dalam arti satu arah. Aku menjadi stalkernya.

   Syukurlah tidak ada berita apa-apa mengenai dirinya dalam arti entah dia kecelakaan atau apa, aku baru saja mau mematikan kembali komputerku, sampai aku melihat sebuah folder kecil berjudul Super Junior di salah satu drive laptopku.

   ”Yah, hitung-hitung pengantar tidur…” gumamku, sambil membukanya. Folder itu berisi MV-MV Super Junior, kubuka satu persatu dari mulai Twins, Miracle, Happiness, Dancing Out, Don’t Don, U, Marry U, Sorry Sorry, dan It’s You. Mereka benar-benar seperti mengalami metamorfosis, dari cowok menjadi pria, apalagi di Sorry Sorry.

   Aku terkekeh, kemudian melihat beberapa folder lagi. Super Junior Happy, Super Junior Trot, Super Junior KRY, dan Super Junior M. Hmm, ini subgrup mereka, aku coba tonton satu persatu. Dan langsung ilfil melihat Leeteuk Sunbae di Rokuggo, setelah image gantengnya di Sorry Sorry.

   Cooking Cooking adalah lagu favoritku di Super Junior Happy, disusul Rokuggo, meski agak-agak ilfil dengan tingkah mereka, tapi mereka lucu untuk Super Junior Trot. Kalau untuk Super Junior KRY aku suka live performance Heartquake mereka dengan Eunhyuk Sunbae, itu mantap sekali.

   Tinggal Super Junior M yang belum kubuka, aku ragu, buka, tidak, buka, tidak, buka, tidak, tapi rasa penasaranku yang menang. Akhirnya kubuka dengan deretan lagu kupilih Blue Tomorrow, dan melihat wajah merana Donghae disitu, buru-buru kumatikan MV itu. Wajah dan tangisannya jelas sekali dalam mimpiku tadi, aku tidak mau melihat dan mendengar hal itu lagi. Kubuka Supergirl, dan langsung kagum dengan konsepnya di detik awal.

   Oooh… ooohh… hei!

   Aku langsung suka dengan irama lagunya.

            Oooooh… oooh,.,

            PLAK! Donghae menepukkan tangannya dengan kerlingan mautnya, menatap ke arahku, meski di MV!

Jantungku berdebar-debar tak karu-karuan hanya melihat tepukan tangan di tambah kerlingan mautnya itu, lututku bergetar, aku lemas. Sepanjang MV Supergirl, mataku fokus kepadanya, yang memakai jas abu-abu dan kacamata hitam, yang memakai kemeja abu-abu bertopi golf, dan memakai kaus putih menjadi DJ. Mataku terus menancap padanya.

   Dan setiap bagian ia bernyanyi, aku menjerit. ”AAAH…” menutup wajahku.  ”Ya Tuhan! Ada apa denganku?!” tanyaku histeris, dan menepuk-nepuk pipiku. Mataku tetap tidak bisa diajak kompromi, terus melihat padanya. Hatiku berdebar-debar terus, aaahh kacau! Tengah malam pula… akhirnya yang kulakukan adalah mencari berita dan foto-fotonya.

   Hingga pukul lima pagi, berhasil terkumpul seribu foto, dan beberapa artikel gosip tentangnya. Ternyata dia punya skandal, banyak skandal, pertama dengan SNSD Jessica, kemudian dengan Ariel Lin.

   Aku mendownload MV Fireflies yang disebut-sebut membuat skandal Donghae – Ariel mencuat, tapi aku terlalu mengantuk, hingga memutuskan untuk tidak menonton sekarang, dan mematikan laptop, lalu tertidur. Sampai di tidurku, aku tetap gelisah, sosok Donghae menghantuiku.

   ”Donghae… Donghae… Donghae…” di mimpiku hanya ada wajahnya, fotonya, cuplikan tepukan mautnya, dan semuanya tentang Donghae. Rasanya aku sadar, aku jatuh cinta padanya, di saat yang terlambat.

   Aku bangun pukul enam pagi, ketika aku tidur pukul empat pagi, migrain langsung menyerangku. Mataku sakit, efek menangis dalam tidur, perasaanku kacau balau semalaman. Dan yang mengagetkanku begitu aku bangun, Kyorin dan Chihoon menatapku iba.

   ”Onnie…”

   ”Onnie menangis lagi!” seru Kyorin menghampiriku di depan pintu, aku menutup pintu kamarku.

   Aku mengusap mataku. ”Aniyo.”

   ”Onnie, kami dengar… kau mengigau lagi semalam,” kata Chihoon serius. ”Kau sudah lama tidak mengigau sampai menangis seperti itu, kecuali ketika kau dan Taecyeon Oppa putus!”

   Aku diam dan menunduk.

   ”Jujurlah pada kami, Onnie, kau pasti bukan dengan sengaja meninggalkan Donghae Oppa kan?” tanya Kyorin memastikan. ”Pasti ada alasannya mengapa kau meninggalkan Donghae Oppa!”

   ”Kami tidak pacaran,” elakku.

   ”Iya, tapi… tapi, Onnie bahagia kan sama Hae Oppa belakangan ini? Onnie selalu tersenyum, dan dalam waktu Onnie mulai bersamanya, Onnie tidak menangisi Taecyeon Oppa lagi!” seru Chihoon.

   ”Onnie, jujur pada kami, apa yang membuatmu meninggalkan Donghae Oppa?”

   ”Karena itu memang hal yang tepat untuk dilakukan!” tegasku. Mana mungkin aku jujur kalau ini perintah perusahaan, dengan mengatasnamakan dua adikku ini. Aku menghela napas. ”Lagipula kata siapa aku menyukai Donghae?” aku merasa sakit saat mengatakannya.

   Ini kebohongan besar, bahkan saat ini wajahnya yang bercokol dikepalaku. Aku langsung menyiapkan sarapan mereka, mereka tidak memaksaku, mereka mungkin tau bahwa moodku sudah tidak bagus. Setelah sarapan mereka jadi, aku membersihkan kamar mandi luar. Pokoknya aku yang jarang bersih-bersih, mendadak jadi mau bersih-bersih, daripada aku melamun memikirkan nasib naasku.

   Jatuh cinta, dicintai, tak bisa memiliki.

   Aku menggelengkan kepalaku sambil mencuci piring, salah satu kegiatan yang paling aku benci! Setelah itu aku membersihkan karpet-karpet dengan penyedot debu, sementara Kyorin dan Chihoon pamit pergi ke sekolah. Aku kembali ke kamarku, melihat mawar layu lagi, dan aku rindu padanya.

   Tak ada yang bisa kulakukan selain melihat video, mencari foto, yah, seperti fangirl kebanyakan. Kuingat semalam aku mendownload video yang memuat gosipnya, aku penasaran dan kubuka. Dari pertama dimulai aku sudah tersenyum melihat wajah riangnya disana. Ya ampun, pasti begini rasanya jadi Donghae yang dulu cuma bisa tersenyum melihat dari jauh saja.

   Lama kelamaan MV ini membuatku sedih, dia sangat lembut pada gadis itu, dan kuakui aku tidak suka! Di MV ini selalu dan selalu mereka bergandengan tangan, aku ingat ketka Donghae menggandeng tanganku, dan ada adegan gadis itu tertidur di bahu Donghae! Aku saja tidak pernah!

   Dan aku menangis sejadi-jadinya! Aku mematikan kembali laptopku, dan berguling di kasur, karena sudah terlampau bete, lebih baik aku jalan-jalan, aku mandi dan memakai baju santai, biarlah aku terlihat jalan sendiri hari ini.

   Aku jalan ke Lotte, hanya berputar-putar, banyak yang mengenaliku, dan aku hanya tersenyum sopan dan segan, aku membeli secup besar Baskin and Robins untuk menghilangkan stressku, dan memutuskan untuk belanja baju! Barangkali saja dengan belanja mataku yang sakit karena kebanyakan menangis dan kututupi dengan kacamata gaya berwarna pink dari Guess ini membaik.

   Aku pindah ke lantai yang memang khusus butik, dan toko pakaian lainnya, tapi baru sampai setelah naik eskalator, aku berhenti mendadak. Poster SPAO besar-besar di depanku, dengan model dirinya.

   Aku setengah geli setengah sedih! Dulu rasanya kemana-mana aku selalu menemukan bayang-bayang Ok Taecyeon, dan sekarang malah bayang-bayang Donghae.

   Aku masuk ke toko itu, membeli beberapa kaus yang dipakai Donghae di poster display SPAO ini, agar tidak kentara aku juga membeli beberapa baju yang dikenakan YoonA Sunbae. Setelah itu aku keluar dan pindah lantai lagi, disini banyak toko mainan anak-anak.

   Rasanya aku salah lantai, tapi ada toko boneka, entah kenapa aku mau masuk kesana. Disana begitu masuk pandanganku jatuh pada 5 boneka Nemo, dari yang paling besar hingga paling kecil. Aku langsung berkata, ”Aku beli lima-limanya!” tanpa berpikir lagi pada pegawai toko tersebut.

   Setelah membeli boneka, yang dibantu pegawai toko membawanya, aku langsung pulang naik taksi kembali ke apartemenku. Dan langsung menata kelima boneka Nemo di atas ranjangku.

   Kalau beruntung, dan Donghae masih mau menungguku, sepuluh tahun lagi… aku mendesah. Mana ada pria yang mau menunggu, sudah tujuh tahun disuruh menunggu, suruh lagi sepuluh tahun?! Mustahil…

   ”Onnie, kau jatuh cinta padanya!”

   Aku kaget dan berbalik, Kyorin dan Chihoon di depan pintuku dengan seragam sekolah mereka.

   ”Jangan bohong, dan kami berdua tidak bodoh, Onnie…” kata Kyorin lagi.

   ”Laptopmu saja isinya sudah Donghae Oppa semua,” kata Chihoon dengan wajah jailnya.

   ”Dan kau memanggilnya Nemo di depan kami semua, dan tadi kau belanja boneka Nemo sampai lima!”

   ”Kau beli kaus SPAO-nya kan?”

   Aku seperti tertangkap basah mencuri.

   ”Lalu apa masalahnya Onnie?!” tanya Kyorin. ”Kalau kau jatuh cinta padanya, dan dia juga suka padamu, apa yang membuat kau meninggalkannya? Dia mencarimu terus Onnie, dia berusaha menemuimu, tapi kau tak pernah mau…”

   Aku diam saja.

   ”Kalau karena skandal jangan pikirkan kami!” seru Chihoon. Aku mendongak kaget menatap mereka.

   ”Seulongie Oppa yang bilang…”

   Ya Tuhan dia ember sekali.

   ”Onnie,” Kyorin dan Chihoon mendekatiku.

   Aku menunduk. ”Itu keputusanku, Chi… Kyo… kontrak sepuluh tahun itu, dan lagipula, semua memang tanggung jawabku…”

   ”Onnie, Felidis itu adalah Lee Haejin, Lee Kyorin, dan Cho Chihoon!” ujar Kyorin tegas. ”Bukan hanya Lee Haejin! Antis? Biasa… Onnie, kami tidak mau jadi penghalang Onnie buat bahagia setelah Onnie akhirnya menemukan pengganti Taecyeon Oppa!”

   ”Onnie, peraturan itu dibuat untuk dilanggar, bukan untuk dipatuhi,” kata Chihoon sesat. ”Kakakku saja sudah punya pacar, padahal di kontraknya juga dia dilarang pacaran! Onnie tidak usah khawatir, yang penting sekarang, kejarlah kebahagiaan Onnie… tunggu apa lagi? Sebelum terlambat, Onnie… jangan sampai kau menyesal, dan hancur untuk kedua kalinya!”

   Aku bingung. ”Tapi aku sudah meninggalkannya…”

   ”Tapi dia juga mau menemui Onnie, sudah sana… ke dorm Super Junior!”

   ”Tapi… tapi…”

   ”Jangan pakai tapi!” teriak Kyorin dan Chihoon bareng.

   Akhirnya aku memeluk keduanya. ”Gomawoyo…” mereka balas memelukku hangat, dan menepuk bahuku.

   ”Mana mungkin kami membiarkan kakak kami tidak bahagia…”

   ”Disaat dia sudah harusnya menemukan kebahagiaannya…”

   Aku terharu sekali.

   ”Jangan khawatir, perusahaan tidak akan tau! Dan kami juga akan membantu Onnie dan Oppa, sudah sana!”

   Aku turun ke bawah dengan hati riang, naik taksi lagi menuju dorm Super Junior, aku gugup sekali, tapi senang. Semoga Donghae masih mau menerimaku yang sudah meninggalkannya bolak-balik, tapi aku berjanji tidak akan lagi seperti itu. Aku sudah sadar akan perasaanku yang sebenarnya, aku mencintai pria itu.

   Aku tiba di Sky City Apartement, dan langsung naik lewat pintu belakang, menuju lantai dua belas. Aku sampai di lantai dua belas, dan pintu lift terbuka, aku berjalan menyusuri koridor yang berbelok, tapi langkahku terhenti. Aku melihat tiga orang di depan pintu apartemen Super Junior.

   Siwon yang tersenyum prihatin, dan Donghae yang memeluk seorang gadis, begitu erat, seperti mau menangis. Deg! Satu pisau tajam menusuk lagi, apa aku terlambat? Sekarang sudah ada seorang gadis yang dipeluk olehnya? Dan ada Siwon, pasti Siwon lagi yang membantu Donghae melakukan pendekatan. Itu yang terjadi, ya kan? Aku pastilah terlalu mengecewakannya…

   Aku berbalik dan air mataku tumpah.

   ”Haejin!” teriak Siwon.

   Aku menoleh, cuma tersenyum dan membungkuk, lalu berlalu.

   ”Haejin-ah! Haejin-ah!”

   ”Haejin, jjamkaman!”

   ”Haejin, tunggu!”

   Aku bisa mendengar suara mereka bercampur berteriak memanggilku, tapi aku sudah masuk ke dalam lift, dan tepat saat Donghae berbelok hendak mengejarku, pintu lift menutup dan aku tidak berniat menahan pintu itu.

To Be Continued

81 thoughts on “{JinHaeXy} When I Fall ~Part 8~

  1. ya elah… baru aja deket ada masalah lagi, haduh gak rampung-rampung kayaknya….
    Ha? kontrak gak pacaran 10 tahun? lama amat……..
    hae… kau harus sabar
    nah lo… giliran mau baikan malah salah paham, aih makin runyam aja.

  2. nangis bacanya.. Onnie punya 5 bneka nemo?mau dung 1 *_*
    It meluk siapa?meluk aku ya onn #plakk aq lupa yg 7 udh dbca belum ya… *sumpah lupa*
    Aq jg nyesek liat Donghae di mv itu..

  3. emosi denger kata2 dari petinggi jyp itu😡
    Teruuussss siapakahh cewek yg dipeluk hae? Pasti salahh sangka, atau jangan2 yg dipeluk hae itu….aku??! Wakawaka xD/plak!!
    btw, tumben cepet di publishnya :p

  4. uyeaaa
    donghae babo yaaa
    apa yang kau lakukan lee donghae?! wkwk
    ayo haejin onnie! cepet lanjutiiinnn!!!!
    lanjut lanjut *demo
    wkwk

  5. oh my goddess (?)
    kakak iparrrr nggak bilang-bilang ih kalo udah publish when i fall ._.
    kakak iparrrr ini part paling galau sumpah -_-
    saya mana betah gitu jadi Hae, bener kata si ongie kalo aku jadi Hae mana mau nunggu 7 taun u.u /plakk
    wkwkwkwk aku tau loh siapa cewek yang peluk2 itu,wkwkwkwk.
    kerbau onnie gimane sih peluk2 didepan suami sendiri? saya mah kalo jadi won2 udah saya cium deh (?)
    ahhhhh~~ WIF part 9 kakak ipar ._. itu kan haejin salah paham -_- ini pasti awal bertemunya JinRin xD wkwkwkwk

  6. auhtor emng selalu keren!
    ikut sedih, hmpir nangis pas bagian si haejin beli boneka mas koki,,
    smoga jgn brlarut2 deh msalahnya, biar cepet diresmiin hubungn mreka, cz ak penasarn julukn poppa-momma itu dr mana, hihi
    aissh siapa tu cewe thor, awas aja kalo nganggu si jinhae, hehe

  7. egijettt…
    kok gw malah meleleh ama seulong yak…
    baek bgt dah si abang ulong,,

    itu ceritanya pan lg sedih2nya..
    dimarahin manajemen gak boleh pacaran (lah situ sih patah hati membabi buta,, eh pas jatuh cinta juga membabi buta….tp gw ttp suka ding)…

    itu chi… sesuju bgt dah…
    peraturan buat di langgar…
    ahiy, termasuk telat masuk kelas kuliah..
    ekekekeke

    itu TBC.a bikin nyesek dada,,,
    lg berhasil banjir malah TBC…

  8. mian nisya baru koment part ini sekarang kmrn baca via hp jd lum smpet koment..malah jd lupa koment -__-

    sesek sendiri pas baca haejin di introgasi gtu ma pihak menejemen, sabar ya..ini emang ujian yg berat…
    pas adegan terakhir pasti salah paham ujung-ujung’y…. **

  9. sumpah ni semua gra2 taec, semua masalah gra2 taec.
    *taec kecil hati.*
    thu haejin segitu patah hatinya ya ma taec, smpe2 mundur dbut 1 thun ma tnda tgn kontrak gg bleh pcran 10thun.
    brrti hrusnya felidis ma 2PM debut di thun yg sama dong?
    OMONA!!! apa gg perawan tua thu haejin.?

    thu donghae juga setia amat. mwu deh punya pacar yg setia bgd kyak donghae *dipelototin*

    bagi baju SPAOnya dong onnie? kepengen ni.
    onnie beli topinya gg? pengen juga ni. titip dong~ haha~

    thu cewe siapa lagi. dasar thu cewe.
    bikin masalah bru.
    haejinnya lgi labil gtu, thu cewe mlah meluk2 donghae.

    onnie klo aku baca part 9nya bsok pgi aja bleh ya?
    mata udh kunang2 ni.

  10. onnie ini kayanya banyak kesalahan ya? #readersnyenyes

    galauu ih galauu. syp pula tu cewe yg dipeluk haeppa?

    terus2 kan haejin beli eskrim dulu baru belanja? lah kaga cair apa tu es krim? wkwkwk

  11. Adegan terakhir mirip drama2 korea🙂
    Di sini Haejin sepertinya cepat banget saah paham. Atau emang sifatnya yang kayak gitu? Selalu nyimpulkan sesuatu tanpa dengar penjelasan orang lain??
    Kasihan Hae,, jadi pengen meluk Hae,,
    Itu yg meluk Hae bukannya Ririn Onn? hehe

  12. busett dah…
    Ini part penuh air mta..
    Haejin nangis melulu..
    It cewe siapa sih?mantep bner TBC d bgian sono..lanjut ah bca next part ny~~

  13. duhhhhh, galau bgt !!!huhuhu padahal bru ajj mesra2 d part 7..
    kasian 22 ny menderita!!
    gila,, 10 thn g pacaran!!huh kasian hae ny,, hehe *sm aq ajj hae* **kedip2in mata**
    untung cm JYP ajj yg kasih peringtn. gmna klo SM uga ky gtu k hae??? wah g kebayang deh ky gmana lg galau an menderita ny tuh pasangan!!!hihi

    eonn, bagi dunk nemo ny, hiji wae??? *melas2*
    wah cpa ntu cw yg d peluk m hae?? g mungkin klo pacar bru mah, tau hae cinta mati sm haejin….penasaran nie next ah k part 9!!!*lari2*
    jempol wat eonn!!!

  14. enak bgt jd haejin
    galau-galau malah belanja
    ngestalkerin donghae dg elit (?)
    LOL

    nah loh siapa itu cewe?
    ri rin ya?
    ada siwon kan disitu?
    ririn sm siwon kan pacaran bukan ya?
    trus donghae sm ririn kan emg udh temenan lama

    hmm
    hmmm

    ayo baca cerita lanjutannya
    LOL

  15. Pingback: {JinHaeXy} When I Fall ~Part 12~ « JinHaeXy

  16. gila aja tuh kontrak..
    masak melajang ampe 30 th..
    parah.parah.parah.
    Donghae udah jd ahjussi2 ntar.. hahaha
    salah paham lgi deh tu..

  17. kasian haejinn eonni huhuhu
    rela berkorban dmi dongsaeng2nya
    so sweeeeeeeeeet
    haejin eonni dah cnta ma hae oppa niii
    bgi satu dong eon bneka nemonya
    hahahaha
    daebak crtanya
    itu hae meluk siapa ?
    penasaraaaaaaaaaaaaaan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s