{JinHaeXy} DramaKing vs DramaQueen 2/2

Seoul

”Jadwalnya sebanyak ini?” tanya Chihoon terperangah melihat jadwal yang baru saja dikirimkan ke alamat email pribadinya sendiri. ”Ini jadwalku sendiri, Kyorin Onnie untuk beberapa hari ke depan ikut konser musikal di Busan, jadi belum akan pulang, dan ini apa? Nyanyi OST?! Kenapa aku cuma kebagian nyanyi OST? Tidak ikut bermain drama?!”

   ”Bawel, ah!” omel Haejin sambil memeriksa laptopnya sendiri.

   Pintu apartemen terbuka, dan masuklah Hyorin Onnie, coordie onnie masuk menenteng beberapa kain garmen tertutup. ”Haejinnie, Chihoonie, ini baju untuk Music Bank nanti sore! Kyorin akan langsung ke Music Bank, lalu kembali lagi ke Busan nanti, kan? Jadi bajunya kukirim bersama Junjin Oppa ke Busan.”

   Chihoon dengan semangat membuka bajunya, lalu manyun. ”Kenapa hanya bajuku yang model begini?!” protesnya pada Haejin. Karena memang semua baju Haejin yang menyeleksi.

   ”Kau masih kecil,” sahut Haejin ringan. ”Onnie, untuk Music Core dan Inkigayo juga sudah siap?”

   ”Baju Chihoon untuk Inkigayo masih belum beres,” Hyorin Onnie duduk di sofa dan membuka catatannya. ”Kata Junjin Oppa jadwal Chihoon hari ini hanya materi lagu, kan? Kau bisa kesana bersama Shin Sunsangnim, sementara Haejin, bagaimana dengan jadwalmu, kau sudah mulai syuting lagi?”

   ”Iya hari ini setelah Music Bank langsung syuting, dan jadwalku selain tampil hanya syuting terus untuk beberapa bulan ke depan, hah~” Haejin mengetukkan tangannya di depan laptopnya.

   ”Onnie enak sekali, aktris Lee Haejin! Aku juga mau… mana lawan mainnya kinclong semua ya, Onnie?” tanya Chihoon pada Hyorin yang terkekeh dan mengangguk. ”Udah Choi Minho, Shim Changmin, Song Joongki diembat semua!”

   Haejin cuma tersenyum hambar masih mengutak-atik laptopnya.

   ”Eh iya, Hae Oppa gak apa-apa tuh?” tanya Chihoon heran.

   ”Keusae…” Haejin bersandar di kursi makan tempat dia membuka laptop Vaio Pink kesayangannya. ”Aku belum memberitahunya sama sekali.” Aku Haejin sambil menoleh kepada Chihoon dan Hyorin Onnie.

   Hyorin Onnie geleng-geleng, ”Kau cari perkara.”

   ”Wae? Kenapa kau tidak bilang padanya, Onnie?!” tanya Chihoon.

   Haejin mendesah, lalu memandang kembali komputernya. ”Aku tidak sanggup bilangnya.”

   ”Tidak sanggup bagaimana?!”

   ”Takuuuuut,”

   ”Takut kenapa?!”

   Haejin mendesah. ”Sudah baca komik Let’s Get Married, kan? Aaah, aku benar-benar habis ini!” dia mengacak rambutnya frustasi. ”Antisku akan bertambah! Dan Donghae, aduuuuuh…” Haejin mengacak-acak rambutnya sendiri. ”Donghae pasti ngamuk lagi, aduuuuh!”

   ”Memang kenapa?”

   ”Episode satu, kissing scene! Episode dua, ada adegan basah-basahan di kamar mandi berduaan, lalu pelukan dengan cowok bertelanjang dada…” Hyorin dan Chihoon melongo. ”Episode tiga… huuuh, tidur bareng! Episode empat, aku harus pake bikini berenang bareng!”

   Hyorin cuma geleng-geleng, sementara Chihoon berkata, ”DAEBAK! Onnie, aku juga mau…”

   ”Heh! Kau itu ya, ingat Sungminmu di Taiwan!” lempar Haejin dengan bantal. ”Lagipula aku memang tidak menyangka jadinya begini,” Haejin menelungkupkan kepalanya di meja makan. ”Harusnya, Donghae yang jadi Nagi… bukan Minho,” katanya sedih.

   ”Jinjayo?!”

   Haejin mengangguk. ”Makanya aku diam-diam saja, karena kukira Hae yang akan jadi Nagi atau Kaze, heuuuu dasar Lee Soo Man!”

*Flashback*

SM Entertainment, Rapat Kolaborasi Drama SM-JYP, Februari 2011

Meja bundar untuk konferensi tersebut sudah terisi beberapa laki-laki dan perempuan yang memakai pakaian resmi, semua membicarakan sebuah proyek drama berjudul Let’s Get Married.

   ”Kita sepakat kerjasama dengan sutradara Jun Ki Sang, beliau adalah sutradara drama Boys Before Flowers dan Sassy Girl Chun-Hyang.” Buka perwakilan dari SM Entertainment. ”Dan setelah melakukan audisi seleksi dari para yeoja idol group masing-masing perusahaan, kandidat kuat dari SM Entertainment sebagai Touko adalah, SNSD YoonA dan f(x) Sulli, tapi YoonA sibuk dengan tur Jepang bersama SNSD, dan Sulli terlalu muda untuk memerankan karakter Hoshimura Touko.”

   ”Lalu dari JYP Entertainment memang hanya mencalonkan Felidis Haejin, dan Haejin akhirnya yang terpilih menjadi Hoshimura Touko, menimbang berbagai karakternya, memang dari YoonA, Sulli, dan Haejin, hanya Haejin yang cocok jadi Touko. Sekarang, adalah penentuan Rokuonji Kaze dan Nagi.” Orang itu terus menjelaskan.

   Haejin cuma mengangguk-angguk disamping Junjin Oppa yang mendampinginya dalam rapat kali ini.

   ”Kandidat dari dua belah pihak manajemen sangat banyak,” kata perwakilan dari JYP sekarang. ”Yang terkuat sebagai Rokuonji Kaze, adalah Super Junior Kibum, 2AM Jinwoon, Lee Seunggi dan DBSK Changmin.”

   Haejin terperangah mendengar daftar ’calon’ lawan mainnya tersebut. ”Oppa, calon lawan mainku hebat-hebat,” bisiknya pada Junjin Oppa, dan Junjin Oppa cuma nyengir saja.

   ”Dan Rokuonji Nagi, calon terkuatnya adalah SHINee Minho, 2PM Nickhun, Song Joongki, dan… Super Junior Donghae.”

   Haejin yang sedang minum langsung tersedak, dan terbatuk-batuk parah, untunglah tak ada yang menggubrisnya, dikiranya dia memang sedang tersedak, Junjin Oppa menepuk-nepuk bahunya.

   ”Kalau begitu begini saja, karena pemeran utama wanitanya sudah dari JYP, bagaimana kalau pemeran utama prianya dari SM?” tawar suara Lee Soo Man, kalau orang ini Haejin tahu, boss besar dari SM Entertainment.

   Perwakilan JYP mengangguk. ”Kurasa bagi kami cukup adil, toh memang kami ingin membangun imej Haejin sebagai seorang aktris.”

   ”Kalau begitu, harus segera putuskan siapa yang akan menjadi Kaze? Kibum atau Changmin?”

   ”Changmin saja, Kibum sedang kami persiapkan untuk comeback 5Jib Super Junior, lebih baik Changmin saja.” Kata Lee Soo Man.

   ”Tapi, Sajangnim, Changmin-ssi sedang sibuk, dia baru saja melakukan comeback bersama DBSK, dan baru saja menyelesaikan syuting drama perdananya Paradise Ranch, dan bukankah DBSK juga harus promo?” tanya sepertinya perwakilan dari DBSK.

   ”Tak apa-apa, jadwal kan semua bisa di atur,” kata Lee Soo Man enteng. ”Shim Changmin, kita pakai Shim Changmin saja sebagai si Kaze. Lalu, lalu peran berikutnya siapa lagi yang harus kita putuskan?”

   Dada Haejin berdegup kencang, Donghae, Donghae, Donghae… tanpa sadar dia berdoa di dalam hati. Hanya ini kesempatan satu-satunya dia dan Donghae bisa bebas di depan kamera, tanpa perlu menjaga atau hati-hati takut ketahuan ELF dan Flyers, satu kesempatan yang Haejin tunggu, apalagi sebagai Nagi. Touko dan Nagi akan bersatu di dalam drama ini, kan? Hueee~

   ”Lalu siapa Nagi Rokuonjinya?”

   ”Kandidat kuatnya SHINee Minho dan Super Junior Donghae…”

   Haejin menahan napas.

   ”Hmm…” Lee Soo Man nampak berpikir. ”Dua-duanya aset,” gumamnya. ”Bagaimana karakter, Nagi?” tanyanya pada seorang wanita.

   Wanita yang ternyata scriptwritter drama tersebut menjawab. ”Nagi adalah Cassanova sejati!”

   Donghae, Donghae, Donghae, cuma Donghae yang pas memerankan peran Cassanova, dia kan centil! Batin Haejin terus berdoa.

   ”Woah Donghae cocok sepertinya ya…”

   Yes! Haejin berseru senang di dalam hatinya dan terus memandang Lee Soo Man, menunggu keputusannya.

   ”Bukankah Donghae-ssi sedang di Taiwan? Dia kan harus syuting drama Skip Beat juga, bersama Choi Siwon? Drama ini akan diluncurkan bersamaan dengan drama Skip Beat.”

   ”Semua bisa di atur, dan drama ini akan ditayangkan berbeda dengan drama itu, kita tidak boleh melakukan persaingan disini.” Kata Lee Soo Man, semakin membuat Haejin girang saja.

   ”Haejin-ssi?”

   ”Ne?” Haejin kaget dipanggil tiba-tiba.

   ”Bukankah kau menyukai Choi Minho dari SHINee?” tanya seorang kru dari SM Entertainment tersebut.

   Hati Haejin mencelos! Keadaan benar-benar tidak menguntungkan disini, Haejin tergagap. Dan Junjin Oppa menyikut rusuk Haejin menggoda. ”Ne, Sunsangnim… uri Haejin sangat menyukai SHINee Minho, dia hapal semua lirik Choi Minho, bahkan memiliki photocard Choi Minho dari album Lucifer.”

   ”Oppa!” desis Haejin. ”Album itu kan Minho yang memberikannya padaku…” Haejin berusaha membela diri.

   Lee Soo Man tersenyum. ”Ah, ada skandal cinta disini rupanya? Haejin-ssi, uri SHINee Minho memang tampan, wajar kau menyukainya, jadi kau pilih yang mana? SHINee Minho atau Super Junior Donghae? Aku akan mendengarkan pilihanmu…”

   ”Eh?! Terserah Sajangnim saja…”

   ”Ani, ani, ayolah, jujur saja… kau mau dengan siapa? Kami akan kabulkan, SHINee Minho, atau Super Junior Donghae?”

   Haejin mendesah berat. Semua orang disini menatapnya sambil tersenyum, mereka seolah-olah tahu apa yang akan Haejin pilih. Seakan semua mempercayai segala ucapannya di televisi mengenai rasa kagumnya pada SHINee Minho, yang hanya sebatas kagum belaka.

   Kalau dia memilih Donghae? Bukankah akan mencurigakan?

   ”Tentu saja dia akan memilih Minho, bukan?” kata Lee Soo Man sok tahu. ”Dia tidak bisa menjawab…” seisi ruangan tertawa menggoda Haejin, Haejin tersenyum kikuk menanggapinya.

   ”Tapi kalau Minho-Haejin disandingkan, pasti banyak ratingnya ya? Apalagi di artikel belakangan ini, Minho juga selalu memuji-muji Haejin.”

   ”Mereka nampak cocok juga sih…”

   ”Pernah menonton acara MBC Star Dance Battle? Minho dan Haejin menari bersama, dan itu menjadi pembicaran selama beberapa hari!”

   ”SHINee Minho dan Felidis Haejin, selalu bisa membuat Flames cemburu, ha ha ha… bahkan skandal Minho-Yuri sempat kalah oleh MinHae, Minho-Haejin…”

   ”MinHae… MinYul, ah, cocokan MinHae?”

   ”Ne, kalian serasi lho…” para staff malah sibuk membicarakan gosip. ”Minho tinggi, kekar, flaming charisma, ketika mereka menari I Wanna Love You-nya Lee Donghae, tatapan keduanya sangaaaat…”

   Aigo…

   Haejin menunduk. Tak ada yang bisa dia lakukan untuk memperjuangkan Haejin-Donghae disini, tak ada yang bisa dia lakukan lagi, dia pasrah. Dia memang pengecut, tidak berani berteriak lantang, kalau dia lebih menyukai seorang pria bernama Lee Donghae.

   ”Padahal karakter ini cocok untuk Donghae, tapi kalau melihat dari segi Changmin yang akan berperan sebagai saudara kembarnya, Donghae tidak cocok. Donghae tidak tinggi…”

   ”Ya, dia tidak tinggi…”

   ”Meski sama-sama tampan…”

   Haejin berdiri, dan membungkuk. ”Maaf, saya permisi ke toilet sebentar,” Haejin kabur ke kamar mandi, dan disana dia menangis. Dia tidak tahan, semua membanding-bandingkan kekasihnya dengan Choi Minho, dan dia tidak bisa berbuat apa-apa untuk membela.

   ”Ya dia pendek! Lalu kenapa?! Dia tampan kok! Dia juga berkarisma, meski bukan yang bulkeok! Tapi dia berkarisma dengan cara dia sendiri! Lalu kenapa kalau dia pendek? Aku juga pendek kok! Dia seksi, dimataku dia lebih dari siapa pun! Hueee…” Haejin mengusap air matanya kesal setelah marah-marah. Dan kembali ke ruang rapat lagi.

   ”SHINee Minho akan menjadi Rokuonji Nagi.”

   Haejin pasrah menerima nasibnya, cuma tersenyum singkat dan mengangguk kecil.

*Flashback End*

”Omona…” Hyorin Onnie geleng-geleng prihatin lagi.

   ”Kasihan kau, Onnie…” kata Chihoon tapi tidak meyakinkan, padahal Haejin cerita sudah hampir bercucuran air mata. ”Tapi memang makin kesini, Hae Oppa makin mini ya? Hahahaha…”

   Haejin mengernyit. ”Aaah biarin kenapa sih kalo dia makin mini! Makin dia mini, makin enak ditelan bulat-bulat, tau?!” dan Chihoon tertawa terpingkal-pingkal mendengar penuturan Haejin. ”Hmm, aku jadi sedih… kasian sama dia, kalau aku cerita soal ini, apalagi aku nggak bisa mempertahankan dia yang seharusnya jadi Nagi, malah ke Minho pula!”

   ”Tapi, Haejin-ah, bukannya kalau kau tidak bilang apa-apa padanya, justru dia akan mengira yang tidak-tidak?” tanya Hyorin Onnie.

   Haejin mendesah, ”Iya sih, cuma moodku sudah tidak bagus soal dia dan dramaku ini, mana nanti malam syuting adegan itu, pula…”

   ”Adegan apa?”

   ”Kiss,” sahut Haejin benar-benar kacau. ”Harusnya sebelum operasi kami syuting bagian itu, tapi aku tidak mau! Entah kenapa malah menangis saat mau syuting bagian itu.” Haejin mendesah berat lagi. ”Dua bulan belum cium Donghae, tiba-tiba disuruh cium orang lain, enak aja!”

   Chihoon cekikikan. ”Lumayanlah, Onnie, icip-icip… hahahaha, lagipula anggap saja profesionalisme Onnie! Emang Onnie selamanya kayak gitu? Kalo sama Hae Oppa kan bisa bolak-balik, jungkir balik, tunggang langgang, ngapain juga kalian berdua bisa berkali-kali! Wakakakakak…”

   ”Iiih, bukan itu masalahnya!” desis Haejin. ”Donghae aja belum tau soal ini, kalau tiba-tiba jreng, ada adegan kiss, aduuuuh, aku benar-benar mau menenggelamkan diri di Sungai Han!”

   ”Dia nggak tau kau mau syuting adegan kiss?”

   Haejin menggeleng, ”Dia belum tau, Onnie, dan apalagi ini Choi Minho, aduuuuh…” Haejin gelisah sekali. ”Rasanya kacau aku dua hari ini, kemarin-kemarin waktu Donghae datang saat aku operasi aku mau memberitahunya soal ini, tapi tidak mungkin, aku kepikiran juga tidak… aku khawatir padanya.”

   Chihoon dan Hyorin hanya saling pandang.

*Music Bank*

   ”Dan K-Chart minggu ini dimenangkan oleh…”

   ”BREAKING THE HEART, FLEUR DE LA SUPERGIRL! Chukahamnida!”

   Baik, Haejin, Kyorin, maupun Chihoon masih tidak menyangka, dalam minggu ketiga ini, mereka memenangkan K-Chart berturut-turut, padahal ada f(x) yang baru saja melakukan comeback mereka. Seperti biasa, Haejin sebagai leader mengucapkan speechnya kepada para penggemar, dan kemudian semua kembali berlalu ke dalam kamar ganti.

   Kyorin buru-buru mengganti bajunya dengan baju santai biasa, dan menghapus make up-nya. Sementara Haejin dan Chihoon sedikit lebih santai menghapus make up mereka berdua.

   ”Cho Chihoon bebas jadwal setelah ini,” kata Junjin Oppa mengecek Galaxy Tab-nya. ”Lee Kyorin, rehearsal konser musikal, dan Lee Haejin, syuting drama. Hyorin akan pergi bersama Haejin, dan Shin Sunsangnim akan mengantar Chihoon ke rumah, lalu aku akan ikut Kyorin ke Busan setelah ini. Jaga kesehatan kalian baik-baik ya, jangan sampai sakit lagi.”

   ”Ne~”

   Kyorin sudah selesai memakai sepatunya, lalu dia memeluk Chihoon dan Haejin bergantian. ”Doakan aku ya!”

   ”Kyorin-ah hwaiting!” semangat Haejin.

   ”Onnie, hwaiting! Mianhae tidak bisa menonton konsermu yang di Busan, tapi aku yakin pasti daebak!” ujar si maknae.

   Kyorin terkekeh. ”Gwenchana. Oiya, Onnie, sukses ya syutingnya.”

   ”Ne, doakan aku…”

   ”Dia akan ciuman malam ini,” tunjuk Chihoon seenaknya pada Haejin.

   ”Aish!” Haejin menginjak kaki Chihoon kesal.

   ”Appo, Onnie!”

   ”Sukses dramanya, aku pergi dulu,” Kyorin melambai dan mengikuti Junjin Oppa keluar. Konser musikalnya memang masih harus berlangsung selama beberapa minggu ke depan.

   Kemudian Haejin juga diminta bersiap, dia mengganti bajunya dengan pakaian santainya yang biasa, dan keluar dari gedung KBS, berusaha tersenyum, dan berterima kasih kepada Flyers yang masih setia menungguinya, juga mengucapkan selamat atas kesembuhannya, juga menyemangati dramanya.

   ”Lokasi syutingnya dimana?” tanya Haejin pada Hyorin Onnie.

   Hyorin Onnie memeriksa buku catatan kecilnya. ”Ah, Clubnest Golf Club… itu lokasi syutingmu malam ini, Haejin-ah.”

   ”Berarti memang malam ini akan syuting adegan tersebut, huft…” Haejin menghela napas dalam-dalam. Dia mengeluarkan ponselnya, dan memandang layar wallpapernya, fotonya bersama Donghae ketika di rumah sakit, Donghae mengecup keningnya mesra, dan dia menutupi hidungnya yang diperban.

   Haejin mendesah berat, bilang atau tidak? Dua-duanya akhirnya akan sama-sama tidak enak, Haejin tau itu, tapi tentang bagaimana dia sanggup atau tidak membicarakan hal tersebut kepada kekasihnya itu.

   Donghae memang pria yang lembut, bagi Haejin dia begitu pengalah, penyabar, dan penyayang tentunya. Semua kemauannya pasti akan langsung dituruti oleh Donghae. Sifat Donghae yang agak menyusahkan mungkin memang sikap cemburunya yang selalu berlebihan, dan suka tidak lihat waktu dan tempat. Haejin mengeluh lagi, dia sadar kok, dia juga sama seperti Donghae, tipe pencemburu. Dan masing-masing punya titik batas maksimum kecemburuan mereka.

   Dan Haejin rasa, kalau soal Choi Minho, itu sudah titik tertinggi bagi kekasihnya tersebut. Haejin masih ingat, manakala dia melakukan sexy dance bersama Minho, betapa marahnya Donghae waktu itu, dan dia sampai ketakutan sendiri. Haejin tau Donghae menyayangi Minho, tapi rasanya nama Minho dan nama Haejin sendiri haram hukumnya disebutkan secara bersamaan kecuali ada kata tidak di tengahnya bagi Donghae.

   Mereka sampai di lokasi syuting, banyak Flyers yang tiba dan heboh menstalkeri Haejin, Haejin terus tersenyum dan melambai kepada mereka, lalu masuk ke dalam gedung Clubnest Golf Club tersebut. Syuting untuk episode satu Let’s Get Married yang memang belum sepenuhnya selesai, karena terpotong saat-saat dirinya harus dioperasi kemarin.

   ”Annyeonghasyo, Haejin-ssi,” sapa KiSang Sasangnim, beliau adalah sutradara untuk drama ini.

   ”Annyeonghasyo, Sasangnim,” Haejin membungkuk dan tersenyum. ”Apakah saya terlambat?”

   ”Animida, Minho-ssi juga belum tiba, kita akan syuting scene yang ini,” dia menyerahkan script kepada Haejin. ”Kau bersiaplah terlebih dahulu,” kata sutradara kawakan itu ramah.

   Haejin menyapa para pemeran lain dan kru-kru, sebelum akhirnya ditunjukkan kamar ganti khusus untuk para pemeran utama. Haejin masuk ke kamar tersebut, dan membungkuk memberi salam. Sudah ada Shim Changmin DBSK, bersama manajernya, dia sedang serius sekali membaca naskah, juga Jung Joori Sunbae, yang sedang di make up.

   ”Annyeonghaseyo,” sapa Haejin sambil membungkuk, Hyorin Onnie juga ikut menyapa semuanya.

   ”Annyeonghaseyo,” sapa semuanya.

   Haejin duduk di sofa yang masih kosong dan Hyorin Onnie mulai mengeluarkan barang-barangnya sambil membaca naskah. ”Hmm, dalam scene ini kau pertama mengenakan pakaian yang cukup sederhana, masih lanjutan yang kemarin, aku bawa tidak ya baju yang kemarin?”

   Haejin mengeluarkan kotak make up, dan memakaikan toner pada wajahnya agar terlihat lebih segar sebelum disapukan make up lagi. Beberapa staff sudah mulai mondar-mandir meminta persiapan untuk syuting melanjutkan adegan perkenalan yang kemarin sempat tertunda. Setelah Joori Sunbae yang di make up dan para cameo yang memakai seragam pelayan, Changmin juga di make up, dan terakhir barulah Haejin yang di make up tipis sekali, jadi kesannya wajahnya sangat natural.

   ”Choi Minho masih belum datang, bagaimana ini? Syuting tidak mungkin bisa dilakukan tanpa dirinya,” kata seorang staff perempuan panik.

   ”Coba telepon manajernya!”

   ”Telepon perusahaannya!”

   Sepertinya para staff mulai sedikit panik, karena Minho tak juga bisa dihubungi, dan orang manajemennya mengatakan bahwa Minho seharusnya sudah berangkat ke lokasi syuting sejak satu jam yang lalu, dan entah kenapa belum tiba hingga saat ini.

   ”Tidak biasanya Minho seperti itu,” komentar Changmin. ”Dia orang yang sangat on time,” jelasnya heran.

   ”Mungkin di jalan ada gangguan,” komentar salah seorang staff.

   Staff perempuan yang nampaknya baru selesai menghubungi Minho datang, ”Choi Minho dalam perjalanan, dia dari Incheon menjemput seseorang katanya, tapi sekarang sudah akan tiba.”

   ”Incheon?” tanya Changmin.

   ”Jauh sekali hingga ke Incheon,” ujar Manajer Produksi. ”Apa yang dilakukannya di Incheon?”

   ”Katanya, menjemput seseorang.”

   Haejin mengangkat bahu sambil tersenyum berusaha maklum, karena itulah Changmin mendekatinya. ”Haejin-ah, bagaimana kalau kita berlatih saja lebih dulu, sebelum Minho datang?”

   ”Ah boleh, Oppa,” sahut Haejin antusias.

   Haejin berkonsentrasi berusaha mengingat-ingat inti dari dialog-dialognya, yang kemudian dia praktikan, sesekali Kisan Sasang membenarkan adegan yang salah, atau sedikit mengarahkan mereka berdua, sampai akhirnya seseorang dari luar berseru.

   ”Choi Minho datang! Choi Minho datang!”

   ”Kyaaa!” para staff wanita menjerit-jerit dari depan lorong masuk tempat golf tersebut. Haejin dan Changmin serta beberapa staff yang bersiap syuting di sebuah ruangan sampai bisa mendengar jeritan para staff perempuan itu. Segitu tampannya ya Choi Minho?

   Seorang staff wanita lagi-lagi masuk dengan HT di tangannya, ”Sasangnim, Minho-ssi membawa tamu.”

   ”Oiya? Siapa?”

   ”Super Junior Donghae! Donghae-ssi, dia datang dari Taipei!”

   Haejin terbatuk, dan Hyorin Onnie langsung menepuk-nepuk punggungnya, wajah Haejin pucat, dia langsung gugup. Benarkah yang dikatakan staff itu? Apa yang dilakukan oleh Donghae disini?! Dan lagi, Haejin kan akan melakukan adegan, astagaaaaaa… Haejin menatap Hyorin ketakutan, Hyorin cuma bisa mengangkat bahu bingung.

   Dan benar saja, begitu Minho muncul, dibelakangnya seorang pria dengan kepala ditutupi tudung hoodie abu-abu kesayangannya, dengan kacamata hitamnya tersenyum pada seluruh ruangan. ”Annyeonghaseyo, maafkan keterlambatan Minho, dia harus menjemputku dulu.”

   Minho nampak tidak nyaman, rasanya Haejin tau perasaan Minho, Haejin melirik Changmin yang nampak gembira menghampiri Donghae, dan Minho yang memberi isyarat lewat matanya pada Haejin yang mematung. Donghae menyambut Changmin dengan agak berlebihan. Suaranya sangat riang, tapi di telinga Haejin kok rasanya seperti lonceng kematian.

   ”Kalau begitu, Sasangnim, bagaimana kalau kita mulai syutingnya? Karena Minho-ssi sudah datang,” kata salah seorang staff.

   ”Ah ye, cek kostum dan make up Minho-ssi!” perintah Kisang Sasang.

   Haejin masih diam di sebelah Hyorin Onnie-nya, sementara Donghae pamit ke kamar mandi pada Changmin, tiba-tiba Hyorin Onnie menepuk bahu Haejin dan berbisik. ”Pesan dari Donghae.” Diserahkannya ponsel Haejin.

   Haejin menelan ludah menerima si putih dan membuka pesannya.

From : -poppa-

            Ke kamar mandi, sekarang!

Haejin mendesah berat, pesannya saja sudah sarat dengan kemarahan, Haejin mengerling Coordie Onnienya, lalu Hyorin berkata. ”Mumpung Minho masih di make up, temui dulu kekasihmu!”

   ”Kalau ketahuan bagaimana?! Lagipula apa yang dia  lakukan sih?!” desis Haejin kesal, tapi dia bangkit dan menyerahkan si putih kepada Hyorin Onnie, dan langsung pergi ke kamar mandi. Perjalanan ke kamar mandi sudah membuat jantung Haejin seakan lebih di pompa, Haejin ketakutan. Kalau Donghae kalap di dorm tidak apa-apa, tapi kalau kalap di tempat umum, matilah!

   Pintu kamar mandi yang terlihat seperti galeri pun dimasuki oleh Haejin, baru Haejin melongok mencari di kamar mandi laki-laki atau perempuan, satu tangan mengecengkramnya kencang dan menyeretnya masuk ke dalam mother’s room, ruang untuk ibu menyusui, lalu Donghae mengunci ruangan tersebut, dan berbalik memandang Haejin sambil melepas kacamatanya.

    Matanya tajam, Haejin langsung menunduk takut, memilin tangannya dan tidak berani menatap mata tajam itu.

   ”Lagi?”

   ”Mwo?” tanya Haejin pelan.

   ”Kayak gini lagi?!” suara itu tajam sekali.

   Haejin mengembuskan napasnya, dan tinju itu melayang lagi, mengenai tembok kayu di belakang Haejin, Haejin mendongak dan Donghae bisa melihat mata gadis itu sudah berkaca-kaca, begitu pula matanya sendiri.

   ”Mianhae…” Haejin tersedu. ”Mianhae.”

   Donghae memalingkan wajahnya, ”Bukan  maaf yang aku mau dengar dari mulutmu, Lee Haejin!”

   ”Aku… aku…”

   ”Kenapa nggak bilang?! Nggak punya mulut? Nggak punya telpon?” tanya Donghae lagi. ”Apa susahnya bilang?! Kenapa aku harus jadi yang terakhir tau? Bahkan dari anak-anak Super Junior sendiri?! Aku tau dari televisi!” sentak Donghae.

   Haejin menunduk, makin mengkeret.

   ”Adegan itu…” Donghae tersendat saat menyebutkannya, dan Haejin mendongak, Haejin tahu apa maksud Donghae, mata Donghae sudah berair, dan aliran sungai kecil di pipinya semakin deras. ”Kau sudah melakukannya, kan?”

   ”A…ani…”

   ”Kau pasti sudah melakukannya, kan?!”

   ”Belum, belum… sumpah, Donghae-ya, dengarkan penjelasanku dulu…” Donghae hendak menghambur keluar, tapi Haejin menarik tangannya, tenaga Donghae terlalu kuat, tapi Haejin tidak menyerah, dia berlutut, dan memeluk kaki Donghae. ”Jebal, dengarkan aku dulu…” Haejin menangis. ”Jangan pergi begini! Sumpah, aku tidak bermaksud begitu… aku bahkan tidak bisa melakukannya…”

   Donghae terdiam dalam posisi berdiri, satu tangan terulur hendak memutar kunci pintu ruang menyusui tersebut, dia marah, benci, dan kecewa, tapi dia tidak pernah melihat Haejin bahkan jatuh berlutut padanya seperti ini.

   ”Bangunlah,” Donghae menarik Haejin bangun dan mengajaknya duduk di kursi situ. Dia juga menangis.

   ”Mianhae…” isak Haejin sambil mengusap matanya. ”Aku sama sekali tidak ada niat membalas dendam atau apa padamu, aku sama sekali tidak tahu kalau akhirnya malah begini…  waktu aku sakit, sebetulnya aku sudah mau bilang padamu, kalau… kalau… Minho yang terpilih… juga Changmin, tapi…”

   ”Jelaskan cepat!”

   ”Karena sampai saat terakhir, aku memang bukan kekasih yang baik…” Haejin tiba-tiba tersedu. ”Aku ditanya langsung oleh Lee Soo Man Sajangnim, di depan semua orang, apakah memilihmu atau Minho, karena kandidat kuat peran Nagi itu sebetulnya kau…” jelas Haejin masih terus tersedu.

   Donghae mengerjap-ngerjap.

   ”Aku memang salah,” Haejin semakin membenamkan wajahnya di dalam tangan. ”Aku yang memulai semua gosipku dengan Minho, para pengurus demi rating, secara tidak sengaja dan didepan orang banyak memintaku memilih, Super Junior Donghae atau SHINee Minho! Dan aku tidak bisa menjawab sama sekali…” Haejin terisak sangat keras sekali.

   Donghae terperangah.

   ”Di satu sisi aku berharap kaulah yang menjadi Nagi, untuk itulah aku tidak bilang apa-apa, tapi pada saat terakhir, justru aku yang mengeksekusi… karena aku tidak mau orang tahu hubungan kita, aku terlalu pengecut untuk itu…” Haejin menggelengkan kepalanya. ”Aku merasa buruk sekali, aku merasa aku payah sekali… bahkan tidak bisa mempertahankanmu… memang aku yang salah, kau berhak marah, aku tidak menyangkal…” Haejin berdiri dan dengan pelan menuju pintu.

   Donghae menarik tangannya. ”Kita belum selesai bicara!”

   ”Apa lagi?”

   ”Kau sudah tau sebelum kau operasi kan? Kenapa kau tidak pernah bilang?!”

   Haejin menghela napas, ”Bolehkah aku bertanya kenapa kau tidak tau jawabannya, Hae? Kenapa waktu kau dan Hara melakukan skinship tidak bilang sendiri padaku sampai aku sendiri yang menontonnya?” tanya Haejin langsung. ”Kenapa kau syuting iklan di Thailand sudah seperti adegan…” Haejin tersendat. ”Dan tidak bilang padaku juga? Kenapa waktu kau memberikan bunga matahari, mencium tangan ELF, dan melakukan apa saja TANPA PERNAH BILANG?”

   ”Haejin-ah…”

   ”Aku mengerti sekarang…” Haejin mencoba tersenyum. ”Aku mengerti kenapa kau tidak bisa bilang, dan begitulah… karena aku tidak mau kau sedih, padahal itu menyakitimu, aku mengerti posisimu sekarang. Aku tidak akan pernah menuntutmu bicara apa-apa lagi…” Haejin menunduk.

    Donghae menggeleng, ”Dan adegan itu? Kau… Minho?”

   ”Minho dan Changmin Oppa, semua dalam satu hari, kau boleh membenciku…” Haejin berbalik.

   Donghae memeluknya dari belakang. ”Ajarkan caranya! Ajarkan caranya bagaimana caranya?! Haejin-ah,” Donghae membalik tubuh Haejin. ”Kau lupa berapa lama aku telah mencintaimu?”

   Haejin semakin terisak. ”Justru itu yang membuatku merasa semakin buruk! Aku selalu menyakitimu…”

   Donghae memeluknya, Haejin membenamkan wajahnya di dada kekasihnya, harum parfum Donghae yang khas menyeruak indera penciumannya. Dia merindukan pelukan ini.

    ”Aku yang berlebihan,” kata Donghae pelan. ”Aku tidak bisa membedakan profesionalisme, bukan kau… maafkan aku, Sayang, aku tidak akan begitu lagi. Aku akan mendukung dramamu, apa pun yang terjadi… aku mengerti posisimu, kau tidak mungkin memilihku…”

   Tangis Haejin semakin keras.

   ”Ini memang resiko kita berpacaran diam-diam, Sayang… dan tentang Minho,” Donghae melepaskan wajah Haejin dan mengusap air mata kekasihnya itu, lalu di dekatnya wajahnya, kedua hidung mereka bersentuhan. ”Dia tetap namja yang paling kubenci jika sudah menyangkut dirimu…”

   Haejin memejamkan matanya, menikmati hembusan napas Donghae di permukaan kulitnya. ”Aku tidak ada apa-apa dengannya.”

   ”Changmin juga! Pokoknya siapa pun, kau ingat lirik Perfection, kan?”

   Haejin mengernyit, apa hubungannya?

   ”I will not let anyone replacing my place beside you!” tekan Donghae kata perkata, dengan manik mata tepat menatap mata Haejin.

   ”Ara…” Haejin tersenyum. ”Dan kau minta jemput Minho? Kau tidak apa-apakan dia di perjalanan, kan?”

   ”Ya! Apa maksudmu bertanya begitu?! Kau mengkhawatirkannya di depanku?!” lengking Donghae.

   ”Bukan, aku malah khawatir padamu,”

   ”Wae?”

   ”Minho kan lebih besar daripada dirimu, kalau kalian bertanding…”

   ”Lee Haejin! Kau ini minta ditelan ya?!” Donghae memelototi Haejin, Haejin tertawa, dan menghapus air matanya, dan melingkarkan lengannya di leher Donghae, lalu mengecup pipinya.

   ”Bogoshipo…”

   ”Nado,” Donghae mencium bibir Haejin singkat, dan melingkarkan tangannya di pinggang Haejin. ”Aku tidak konsen waktu syuting, begitu melihat beritamu akan berciuman dengan Choi Minho!”

   ”Sebenarnya bukan cuma Minho, tapi sama Changmin Oppa juga…”

   ”Aish!” Donghae meringis. ”Dua pria?”

   ”Skripnya begitu…” sahut Haejin sambil menaik-turunkan risleting hoodie Donghae, karena Donghae masih memeluknya.

   ”Kalau begitu jika aku ada adegan ciuman dengan Ivy Chen jangan marah, ya?!”

   ”Aish! Kau senang kan?!” cemberut Haejin.

   ”Ya! Memangnya kau tidak senang? Dua namja sekaligus, Choi Minho dan Shim Changmin?!” balas Donghae sinis.

   Dua-duanya sama-sama manyun.

   Pintu diketuk. Haejin dan Donghae langsung kaget dan melepaskan diri, keduanya pucat. Bagaimana kalau mereka ketahuan sedang berduaan di ruang menyusui pula! Tapi terdengar suara Minho.

   ”Hyung, Haejin-ah, cepat keluar sebelum semua orang menemukan kalian di dalam situ!”

   ”Ah, ne!”

   Haejin dan Donghae keluar dari dalam situ, dan mendapati Minho geleng-geleng. ”Kalian tidak lihat-lihat waktu ya? Sudah satu jam kalian di dalam! Kalau orang menemukan kalian berdua menghilang satu jam, dan di dalam ruang menyusui, apa kata orang coba?”

   ”Aigo!” jitak Haejin pada Minho.

   Donghae menarik pinggang Haejin secara posesif di dekap ke arahnya, ”Minho-ya, kuperingatkan padamu mulai sekarang! Jangan anggap serius semua ucapan Haejin di televisi mengenai dia suka padamu!” Donghae berkata serius sekali tepat menatap Minho yang lebih tinggi darinya. ”Aku sayang padamu, tapi kalau kau berani-berani menyentuh seujung kuku pun kekasihku… dalam arti mencoba mendekatinya, aku tidak akan segan-segan menghajarmu!” ujarnya tegas.

   Haejin mendesah berat, dan menginjak kaki Donghae. ”Kau lebai sekali!”

   Minho tertawa terbahak-bahak. ”Tenang saja, Hyung… aku tahu batas, kok.” Dia tersenyum pada Haejin.

   ”Jangan senyum-senyum!” Donghae menyentak Haejin dan menutup mata gadis itu dengan tangannya. ”Nanti dia suka padamu!” rengek Donghae.

   ”Ya Tuhan, Lee Donghae!” teriak Haejin.

   Minho tertawa terbahak-bahak melihat kelakukan Hyung kesayangannya dengan Haejin, dengan tatapan penuh arti. Geleng-gelenglah dia, ”Ayo kita harus syuting. Hyung, pacarmu kupinjam!”

   ”Awas kau!” ancam Donghae.

   ”Apaan sih, Donghae-ya?”

   ”Kalau tidak kupanggil kau Momma di depan orang banyak!” ancam Donghae lagi, Haejin memutar bola matanya jengkel dan mereka bertiga keluar dari dalam kamar mandi tanpa disadari ada sepasang mata yang menatap mereka heran.

*Set Syuting*

”Adegan ciuman memang merupakan adegan yang agak susah. Harus ada kerjasama antara kedua belah pihak. Dalam adegan ini, Haejin dicium secara mendadak, tanpa persiapan, oleh Changmin dan Minho… Changmin mencium sebentar, dan Minho agak lama…”

   Haejin, Changmin, dan Minho mendengarkan dengan serius penjelasan sutradara itu.

   ”Jadi, Changmin langsung mencium Haejin begitu saja, dan kemudian Minho kaget, dan langsung menyusul. Berhubung peran Minho agak ’nakal’ cara menciumnya juga harus berbeda…”

   Kuping Donghae panas mendengarkan penjelasan sutradara itu, apalagi melihat Haejin berdiri di dekat Changmin dan Minho.

   ”Oke, Changmin-ssi kau bisa mulai duluan. Haejin berdiri disini, lalu Changmin kau datang dari sana, melepas kacamatamu, dan membunguk memegang kedua bahu Haejin, dan menciumnya pelan saja… lalu para pelayan akan berteriak, lalu Changmin, lepaskan Haejin…” jelas Kisang Sasang. ”Setelah itu, Minho kau akan kaget, dan tidak mau kalah, kau dekati Haejin, dan cium dia dengan satu jari menarik dagunya secara paksa…”

   Haejin membayangkannya saja sudah tidak berani, apalagi ada sepasang mata yang menatapnya tajam dan mengawasinya dari tadi.

   ”Mengerti?” tanya Kisang Sasang.

   Minho dan Changmin mengangguk, Haejin blank.

   ”Haejin-ssi, memang kau belum pernah berciuman sampai bengong begitu?” tanya Kisang Sasang. Minho dan Changmin tertawa terbahak-bahak, sementara Haejin meringis.

   ”Ya tapi kan tidak di depan orang, Sasangnim,” aku Haejin.

   ”Ayolah, kuberi waktu tiga puluh menit untuk persiapan ya?! Bubar…”

   Haejin mendesah di tengah ruangan sementara Changmin sudah kembali pada manjaerya meminta ponsel, dan Minho menghampiri Donghae. ”Hyung, mianhaeyo… aku benar-benar minta maaf.”

   ”Awas cari kesempatan! Jangan sampe berulang-ulang ya!” ancam Donghae.

   ”Nah, Hyung bilang deh tuh sama pacar Hyung nggak pengalaman dalam berciuman kayaknya, sampe speechless begitu. Hihihi, Hyung jarang nyium dia ya?”

   ”Mwo?!”

   ”Tuh, masa dikasih adegan cium malah bengong begitu!”

   ”Lee Haejin,” panggil Donghae, dan melambai mengisyaratkan memanggil. Haejin menghampiri Donghae dan Minho yang cengengesan di sebelahnya. ”Kau kenapa malah bengong?”

   ”Aigo, kalian jarang berciuman, kah? Kalian kan pacaran sudah lama…”

   Wajah Haejin memerah, ”Bukan urusanmu, dan pelankan suaramu! Sampai semua orang tau, kau kubunuh!”

   Minho cengengesan, dan menepuk Donghae. ”Kalau dia berulang kali mengulang adegan ini, berarti Hyung bukan namjachingu yang hebat!” dan Minho pergi dari situ, meninggalkan Haejin dan Donghae yang speechless.

   ”Otokhe?!” tanya Haejin panik.

   ”Ke tempat tadi! Aku duluan kesana, kau susul aku lima menit lagi!”

   Lima menit kemudian Haejin masuk ke ruang menyusui tadi, dan wajahnya keruh. ”Otokhe? Aku tidak pede…”

   ”Mana naskahnya?” Donghae mengulurkan tangannya, Haejin memberikan Donghae naskahnya, dan Donghae membacanya. ”Oke, aku jadi Changmin dulu, ini sih gampang! Kau diam disitu…” Donghae memakai kacamata hitamnya, dan Haejin mematung bingung sampai Donghae berjalan pelan mendekatinya, lalu melepaskan kacamata hitamnya, dan meraih bahu Haejin, dan diciumnya bibir kekasihnya itu, pelan.

   Haejin membalasnya.

   ”Jangan dibalas, bodoh! Kau kan ceritanya kaget…” kekeh Donghae.

   Haejin cemberut.

   ”Oke, yang Minho sekarang… ingat, jangan dibalas!” perintah Donghae, langsung melepas tudung hoodienya, dan mengacak rambutnya agar berantakan terlihat seperti karakter Minho. Lalu mendekati Haejin, meraih dagunya dan menciumnya lebih ganas dari yang tadi.

   Haejin gemetaran dan tidak tahan untuk tidak membalas, dan Donghae terkekeh, ”Sampai kau membalas ciuman Minho, kau kubunuh!” ancamnya tapi sambil tertawa, dan mencium Haejin lagi.

   ”Oke, aku mengerti apa yang harus kulakukan,” kata Haejin setelah melepaskan ciuman Donghae.

   ”Jangan dibalas, ingat!”

   ”Iya…”

   Keduanya keluar lagi dari dalam kamar menyusui tersebut, dan tanpa mereka sadari seseorang mengambil gambar mereka berdua. Keduanya kembali ke set syuting tadi dan syuting akhirnya di mulai. Adegan kiss akhirnya berjalan dengan cukup lancar, dan meski Haejin tahu, Donghae cemburu di sudut, tapi Haejin bersyukur, semakin hari ia semakin mengerti kekasihnya, dan merasa bahagia kekasihnyalah yang membantunya dalam drama pertamanya.

END

kayaknya kepanjangan nih, wkwkwk… pokoknya inget-inget tiap ff Jinhaexy pasti berhubungan, jadi kalau ada beberapa adegan yang menggantung di atas, harap maklum… pasti ada lanjutannya di Jinhaexy berikutnya… hehehehe seperti biasa in my rule : MENDING GAK KOMEN, DARIPADA KOMEN SINGKAT GAK PENTING! oke oke? kritik dan saran sangat dibutuhkan soalnya… wkwkwkwkwk… oke kamsahae *peluk cium* kayaknya sih ini bakal banyak kritik aku harap, aku nulisnya agak-agak kehilangan feel wakakakaka…🙂

74 thoughts on “{JinHaeXy} DramaKing vs DramaQueen 2/2

  1. Kirain si abang ikan bakal ngamuk, trus banjir mendadak di dorm sjm.. Rupanya si ikan malah muncul di lokasi syutting..😀

    Huaaa beruntung sekali si haejin, bakal dicium sama 2 org laki-laki yang keren /plak

    Btw, siapa ya yang ngambil foto mereka berdua?? Bakal heboh inih😀

    Part berikutnya ditunggu ya unn🙂

  2. .enaknya jadi haejin.. Dikelilingi para pria tampan..
    Dan adeganya itu.. Gila.. Skinsip smuasmuanyah…
    Keenakan tuh.. Wkwk
    *saya mw.. Hehe

    Bwt org yg mto,, ayo segera upload ftonya, biar ketahuan tuh momma dan poppa…
    Tp itu siapa ya? Jadi penasaran..

  3. ASTAGA!!!!
    Donghae stress! Segitu takutnya pacarnya diambil Minho…
    Wkwkwkwk, tapi oke juga perjuangan cintanya si donghae…

    Tapi apa tuh adegan terakhirnya?
    Mereka ketahuan kah? Aigo, gak rela kalo mereka terlibat masalah sama netizen.. Bisa ribet nanti..

    Onnie, kapan lanjutan ff-nya keluar?

  4. ohh belum kissing ternyata. donge nya sweet bangettt. itu siapa yang mergokin JinHae?? makanya bang, kalo pacaran jangan di tempat umum kayak gitu kan resikonya gede -_______-” semoga aja gak masalah deh, terus dipublikasikan kayak Jjong-SSK ^^

  5. akhirnya maslah terselesaikan.
    astaga donghae mah cemburu borlh, tapi kok malah kesannya jadi lebai amat ya?
    aih siapa yang ngintipin mulu?
    jangan-jangan penguntit yang mau nyebarin hubungan mereka? ah andwe…

  6. aduh yg in kocak bgt..
    wkwk..
    s haejin mpe mohon2 gt ma s hae..
    ga bs ng bayangin deh..
    tp sedih jg pas adegan in..
    untg mslh sls..
    yg pas lat cium ma s hae, haejin kocak bgt..
    mlah d bls ciuman ny..
    wkwkwk..
    ngakak abis..
    btw, it sapa noh yg ngintip2??

  7. Crita drama’a haejin D ambl dr k0mik ksenengan q, , ,
    nagi’a minho y??
    Tp kalo kaze’a changmin q stju alna pas emank, ,
    d0nghae oppa brsbrlah dr u, ,kmk lgm mank r0mance abis, ,DAEBAK!

  8. huaah jadi gitu awalnya, sumpah demi gak rela banget minho yg jadi nagi, donghae lebih cocok kemana2 deh! Kalo masalah tingginya gak selaras sama changmin, kibum aja kek yg jd kembarannya, lebih cocok tuh. Kangen kibum, kangen KiHae T___T

  9. kasian si haejin😦
    meski ada adegan sedih2nya gitu, tp tetep happy end ala jinhae couple ^^
    gokil!
    apalagi yg lathn kisseu dulu😀
    wah syp tuh yg motret, smoga bukan orang jahat deh..

  10. HWAAAAA.. itu gak dijelasin pas akting kissu sama Minho & Changmin oppa.. >.<
    Si Hae boong tuh, bukan mau ngajarin akting, tp emang mau kissu2 Haejin..
    jadi skrg Haejin ngerti perasaan Haepa, jangan sering jadi Tante galau mulu yah.. Kan udah tw di posisi Haepa..
    Wah, bakal masuk headline nih JinHae ketangkep Paparazi or Netizen tuh yg poto2??

  11. Щ (ºДºщ)knapa haejin harus takuut –”
    Demi apa donghae dateng ke seoul!!
    Kyaaa~
    Pasti brantemnya pke gtu deh–”
    Saling merasa gak pantes satu sama lain. . .
    Wkwkwk si ikan panas diledekin sma minho u,u
    Dibales gtu ama si haejin latihan kissingnya. .

  12. ternyata bkan blas dendam tho??
    hahah~ saya salah sangka. ku kira haejin beneran bales dendam.
    yg salah bkan LSM, onnie?
    tpi itu kru SM yg salah!!! pke ngungkit2 minho, jadi semuanya berabe kan.

    thu donghae gimana cara mnta ijinnya kokbisa langsung balik ke seoul??
    critain2!!!
    dlua aja pas haejin skit, pake susah payah ijinnya di bantuin hyuk lgi.
    apa yg ini juga di bntu hyuk???

    thu donghae kenapa mnta di jemput minho??

    wooahh~~ kiss nya sungguh daebak!!
    kok isa tahan ya donghae, pacarnya di cium org~~ aigooo~~
    sungguh tragis nasib donghae.
    dpet ciuman minho ma changmin sekaligus~ OMO~~ haejin sungguh beruntung.
    mana sblum ma minho n changmin, pemanasan(?) dlu lgi ma hae.

  13. Skinskip couple ini makin dewasa ya..bagus”…
    Jgn cemburuan lg kya ank kecil…
    Asiknya haejin…

  14. Chihoonnie iri yah sm eonnie nya? Aku jugaaa *manyun*
    Eh itu maksudnya sungmin nya chihoon tuh mereka couple-an yah thor? Atau saling suka atau gimana?
    Jadi sebenernya hae kandidat buat jadi Nagi? Cuma karena kurang tinggi doang?? Hahahaah.. Merasa kasihan lagi disini sm hae😄
    Yaaa.. Haejin-ah dibilang jgn bls ciuman malah di bales hahaha jadi makin panjang deh urusan kekekek
    Ini terusannya ada lagi gak sih?? Hehehee

  15. Eh momma~ itu komik beneran ada kaga sih? Penasaran jadinya. Adegan2 menggiurkan kayaknya #plakk~ ehh ternyata donghae kaga keterima. Kasian banget sih emang. Emang sih donghae susah klo jadi kembaran changmin tapi tetep gantengan donghae daripada minho sama changmin. Apabanget deh lee soo man seenaknya aja naroh orang, dikata kaga capek apa klo jadwalnya kebanyakan gitu -_- ihh itu.. apasih minhae.. JINHAE tau!! #plakk~
    Chihoon gila parah.. ngomongnya nyablak banget. Jangan2 dia tukang intip juga lagi klo jinhae lagi berduaan..kkk~ ahaha matilah. Emang donghae serem banget klo lagi marah. Haduh ga lagi deh inget yg acara chochoilee balas dendam itu.. sereeem banget tuh ikan >.<
    Uwooooo ternyata disini toh yg gambarnya haejin donghae itu diambil buat misahin mereka untuk kedua kalinya..kk~ dih jangan dibales!! Keenakan donghae itu menguasai permainan.. duhh duhh otak saya *kabur*

  16. repot yah jadi aktris apalagi punya pacar yg cemburuan… untung di bag akhir si donghae ngerti kerjaan Haejin karena dia pun begitu. sokLah diLanjut ajah bacanya…

  17. omona…kereen bgt, hahahh poppa ngajarin Haejin di ciuman..kekkk lucu bgt jgn dibalas! wkwk ngomong2 apakah ada penguntit JinHae..moga aja bkn org jahat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s